31 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 3146

Dua Pecandu Narkoba Diciduk Polisi

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pecandu narkoba, Heri Susanto (45) dan Ricky Pramana Putra Tanjung (40), diciduk petugas Polsek Medan Baru dari kawasan Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Tanjung Gusta, baru-baru ini. Dari warga Medan Helvetia dan Hamparan Perak ini, polisi menyita barang bukti satu paket kecil narkoba jenis sabu-sabu.

Ilustrasi.

Plt Kapolsek Medan Baru AKP Parulian Lubis mengatakan, penangkapan keduanya berdasarkan informasi masyarakat yang diteriman

Selanjutnya, dilakukan penyelidikan ke lokasi. “Personel kita turun ke lokasi melakukan penyelidikan. Saat di lokasi, personel melihat gerak-gerik keduanya mencurigakan dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Thunder warna merah dan sesuai ciri-cirinya dari informasi yang disampaikan,” ujar Parulian, Jumat (17/9).

Petugas kemudian mendekat dan memberhentikan laju kendaraan keduanya. Kemudian, melakukan penggeledahan. Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti narkoba tersebut. “Barang bukti itu ditemukan di dekat kaki tersangka (Heri Susanto) karena dijatuhkannya saat petugas mendekat dan menggeledahnya. Petugas lalu meminta tersangka mengambilnya dan membuka bungkusan yang dibuang. Saat dibuka, ternyata berisi sabu-sabu,” jelas Parulian.

Disebutkan dia, keduanya lalu diamankan dan diboyong bersama barang bukti. Mereka saat ini sudah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi, tersangka membeli narkoba tersebut dari seseorang yang berada di Jalan Bakti, Kampung Lalang, seharga Rp 70.000. Rencananya, mereka akan gunakan bersama,” pungkasnya. (ris/ila)

PLN UIW Sumut Sosialisasi SMAP secara Virtual, Mitra Terapkan 4NO’s, Langgar Ketentuan Diblacklist

VIRTUAL: PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara virtual.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara lakukan sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara virtual kepada 117 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) yang terdaftar di PLN UIW Sumatera Utara. 

VIRTUAL: PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara sosialisasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) secara virtual.

 Sosialisasi SMAP dibuka oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Pandapotan Manurung, dan dilanjutkan pemaparan materi SMAP yang dibawakan oleh Manager Perencanaan Pengusahaan, Dwita Aswiyanti Syafitri. 

Kegiatan ini sendiri bertujuan agar seluruh mitra PLN ikut menerapkan *4NO’s yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift dan No Luxurious Hospitality dalam melaksanakan pemborongan pekerjaan pengadaan barang/jasa di lingkungan PLN.

“Saya harap seluruh mitra PLN dapat mengikuti sosialisasi ini sampai selesai karena angat bermanfaat untuk kita semua dalam memahami Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang sudah kami implementasi baik bagi insan PLN maupun Mitra PLN,” ujar Pandapotan.

Dalam kesempatan tersebut, Manager Perencanaan Pengusahaan, Dwita Aswiyanti Syafitri menjelaskan, bahwa sosialisasi ini sesuai Edaran Menteri BUMN No. SE2/MBU/07/2019 Tanggal 29 Juli 2019 bahwa untuk mengimplementasikan pencegahan korupsi, salah satunya adalah melalui SNI ISO 370001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP). 

SMAP merupakan suatu sistem manajemen atau elemen dalam organisasi yang saling terkait dan/atau berinteraksi untuk menetapkan kebijaka, sasaran dan proses dalam mencapai sasaran anti penyuapan.  “Dengan menerapkan SMAP ini, PLN berkomitmen untuk menjalankan penyelenggaraan operasional BUMN yang bersih dan bebas dari penyuapan,” kata Dwita.

PLN sendiri telah mengeluarkan Peraturan Direksi No. 0048.P/DIR/2020 tentang  Tata Kelola Anti Penyuapan di Lingkungan PT PLN (Persero). Peraturan ini mengatur fungsi dan aktivitas PLN terkait dengan anti  penyuapan bagi insan PLN termasuk Mitra PLN.

“Dengan dilakukannya sosialisasi ini diharapkan seluruh mitra PLN memahami dan menerapkan prinsip 4NO’s dalam bekerja untuk PLN, menjalankan Fakta Integritas Anti Penyuapan yang sudah ditandatangani secara professional. Yakni, melaporkan kejadian penyuapan melalui Whistle Blower System (WBS) PLN dan menyetujui mencantumkan klausal kepatuhan, klausul hak PLN untuk memutuskan kontrak jika terjadi tindakan kecurangan  dan Klausul Rights to Audit dalam Kontrak/ Perjanjian Kerjasama dengan PLN.

“Bagi mitra PLN yang melanggar ketentuan maka akan dikenakan sanksi berupa pembatalan/penundaan kontrak, peyelesaian kasus secara hukum dan blacklist mitra PLN,” tegas Dwita.

Adapun beberapa manfaat penerapan SMAP bagi mitra PLN adalah; Meminimalisasi ekonomi biaya tinggi (high-cost economy); Lingkungan bisnis yang lebih sehat dan fair; Menghindarkan mitra dari risiko tindakan hokum atas pelanggaran penyuapan serta meningkatkan kepercayaan dan hubungan bisnis. (ila)

Kisruh Apartemen The Reiz Condo: Pemilik Tuntut Transparansi Keuangan

APARTEMEN THE REIZ CONDO: Bangunan Apartemen The Reiz Condo di Jalan Tembakau Deli, Kecamatan Medan Barat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terhitung sejak awal bulan September 2021, keributan antara penghuni apartemen dengan pihak pengelola The Reiz Condo (TRC) di Jalan Tembakau Deli, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Me-dan, telah dua kali terjadi. Hal itu terjadi, karena pihak pengelola TRC, yakni PT Waskita Karya Realty (PT WSKR) masih memblokir akses lift bagi pemilik yang tidak membayar iuran pengelolaan sejak Juni 2021 lalu.

APARTEMEN THE REIZ CONDO: Bangunan Apartemen The Reiz Condo di Jalan Tembakau Deli, Kecamatan Medan Barat.

Dari keterangan pers yang disampaikan para penghuni apartemen kepada wartawan, Jumat (17/9) keributan kembali terjadi karena akses kartu lift mereka yang diblokir pihak pengelola dan karena para penghuni melakukan aksi damai.

Menurut pengakuan pemilik apartemen TRC, Darwin dan Rahmad, para penghuni memang tidak lagi membayar iuran sejak Juni 2021 lalu. Alasanmya, karena terbitnya ketentuan PP No 13 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan rumah susun yang berlaku sejak Februari 2021.

“Kami tetap berpegang dalam PP No.13/2021, bahwa dalam PP itu disebutkan, apabila belum ada Akta Jual Beli (AJB) dan sertifikat belum diserahkan, maka biaya pengelolaan ditanggung oleh pengembang,” ucap Darwin yang diaminin Rahmad.

Di dalam Pasal 82 ayat 6 tercantum, bahwa dalam hal ini, pemilik yang belum memiliki bukti kepemilikan yakni akta jual beli dan SHM sarusun dan SKBG Sarusun, maka biaya pengelolaan rumah susun ditanggung oleh pelaku pembangunan.”Kami kan belum diberikan bukti kepemilikan hingga saat ini, padahal saya sudah melunasi 4 tahun lalu. Itu makanya iuran tidak lagi kami bayar sejak Juni 2021, terakhir kami bayar Mei 2021,” ujar Darwin.

Itu pun sebut Darwin, sebelumnya para penghuni sudah menyurati sekaligus memberitahu melalui Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun The Reiz Condo (PPPSRS-TRC) pada 10 Mei 2021 kepada pihak manajer proyek PT WSKR Kusuma Jaya dan General Manager Harries Suguatso. Bahwa pemilik terhitung Juni 2021, tidak akan membayar iuran pengelolaan dengan alasan merujuk PP RI No 13 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan rumah susun.

Kendati demikian, dalam surat tersebut pemilik menyampaikan opsi lain, yakni bersedia membayar tetapi meminta transparansi keuangan penggunaan iuran yang dikutip dari pemilik.”Pemilik bersedia bayar bila pihak pengelola berkenan tranparansi pengeluaran dan pemasukan keuangan yang bersumber dari iuran,” timpal Rahmat.

Namun, ternyata surat pemilik tidak direspon dan tidak ditanggapi pihak PT WSKR. Maka pemilik sepakat untuk tidak membayar iuran mulai Juni 2021.

“Kami bersedia membayar apabila pengembang dan badan pengelola bersedia menunjukkan pengelolaan keuangan secara transparan, walaupun sudah ada PP13/2021,” tambah Darwin lagi.

Padahal kata Darwin, pemilik sudah mulai melakukan pembayaran iuran pengelolaan sejak awal Tahun 2020 dan selama hampir dua tahun baik pengembang maupun badan pengelola tidak pernah memberikan pertanggung jawaban atas dana yang sudah mereka kumpulkan dari para pemilik.

Masih dalam keterangannya, Darwin dan Rahmat, sampai dengan kuartal pertama Tahun 2021 terjadi beberapa insiden yang meresahkan dan mempunyai kemungkinan membahayakan keselamatan para pemilik TRC.

Bahkan masalah sertifikat Hak Milik Sarusun sampai saat ini belum diinformasikan secara transparan ke para pemilik proses pengurusan apakah sudah berjalan dan sudah sampai tahapan mana. Hal itu ditanyakan pemilik karena ada pemilik yang sudah melunasi sejak tahun 2017.

Di akhir keterangannya, Darwin berharap ada transparansi pengelolaan keuangan dan berkelanjutan. Sehingga kericuhan yang sama tidak terjadi lagi dimasa yang akan datang.

Sementara itu, ketika wartawan mencoba mengkonfirmasi terkait tuntutan transparansi keuangan oleh pemilik TRC kepada General Manager Harries Suguatso pada Jumat (17/9) kemarin, pihak TRC mengatakan bahwa permintaan para pemilik untuk transparansi penggunaan dana iuran sedang diproses. Pihaknya mengaku tetap berupaya memberikan yang terbaik kepada para penghuni. Sedangkan terkait pemblokiran kartu lift, masih dilakukan karena para pemilik masih tidak membayar iurannya. (map/ila)

Warga Padanghilir Ikuti Vaksinasi Presisi Polri

Ilustrasi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Ratusan masyarakat mendapat suntikan vaksin Covid-19 yang digelar Polres Tebingtinggi di Gerai Vaksin Presisi Polsek Padang Hilir, Kelurahan Tebingtinggi, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi.

Ilustrasi.

“Warga sangat antusias untuk mendapat suntikan vaksin. Total ada 340 warga yang divaksin tahap I dari 350 warga yang mendaftar. Ada 10 warga batal atau ditunda mendapat vaksin karena tidah memenuhi syarat,” bilang Camat Padang Hilir, Ramadhan Bargah Pulungan, Jumat (17/9).

Dikatakan Ramadhan, pelaksanaan vaskinasi ini juga didukung kerja keras Kepala Lingkungan (Kepling) dan tokoh masyarakat yang memberikan imbaun untuk mendapatkan suntikan vaksin di masa pandemi Covid-19.

“Kita meminta kepada masayarakat yang belum melakukan vaksinasi tahap pertama, tanggal 20 September akan ada vaksin yang diselenggarakan oleh MUI Tebingtinggi,”sebutnya.

Dalam menjaga situasi khamtibmas, personel Polsek Padang Hilir melakukan pengamanan dan monitoring terhadap masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso mengatakan percepatan vaksinasi untuk memberikan kekebalan tubuh (Inmun). Pun begitu, masyarakat harus menjaga protokol kesehatan.

“Peserta vaskinasi harus mematuhi prokes yang telah ditentukan. Pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan, rajin mencuci tangan serta menghindari mobilitas warga. Ayok dukung program percepatan vaksinasi,” bilangnya.

Kegiatan vaksinasi ini turut dihadiri Gugus Tugas Kecamatan Padang Hilir, Seluruh Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan se Kecamatan Padang Hilir, Babinkamtibmas, Kepala Lingkungan dan Linmas. (ian/han)

Promo Brand Day GoFood, Ada Diskon 50% di Berbagai Resto Ngetop Medan!

Weekend ini l, GoFood menggelar promo Brand Day, yang memberikan potongan harga 50% untuk menu-menu tertentu di berbagai resto yang ngetop di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski Medan masih PPKM Level 4 dan kita nggak bisa nongkrong weekend ini, tapi nggak usah khawatir. Weekend kamu dijamin tetap cerah ceria bersama promo menarik dari GoFood. Stay di rumah sama orang-orang tersayang, jadi makin asyik dengan berbagai diskon dari GoFood untuk menemani akhir pekanmu.

Jadi, di weekend ini GoFood menggelar promo Brand Day, yang memberikan potongan harga 50% untuk menu-menu tertentu di berbagai resto yang ngetop di Medan. Yak, cuma dua hari ya, tanggal 18 dan 19 September 2021 ini. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini. Isi GoPaymu, dan mulai deh lirik-lirik menu yang akan dipesan besok.

Tapiii, dimana ya bisa dapat diskonnya? Nah kita kasih ya bocorannya, dimana kamu bisa dapatkan diskon 50% selama dua hari ini di GoFood. Jadi Promo Brand Day itu akan digelar di:

Brand day 18 September:

1. Ayam Geprek Mak Judes

2. Chicken Holic

3. Martabak Mekar

4. Pisang Wasir Wais

5. Restoran Garuda

6. RM Tabona

Brand day 19 September:

1. Restoran Nelayan

2. Bakso Amat

3. Mie Ayam Jamur H. Mahmud

4. Nasi Keriting

5. Keju Kesu

Caranya gimana? Ya seperti biasa, kamu tinggal buka aplikasi Gojek kamu. Masuk ke fitur GoFood, nah disitu akan ada tuh banner-banner promo. Tinggal klik Promo Brand Day dan kamu bisa pilih sesuka hati resto yang cocok di hati.

Dengan berbagai pilihan mitra usaha dan variasi menu yang begitu beragam, kamu bahkan bisa jajan beraneka menu sampai minggu malam lho. Seru kan bisa menghabiskan akhir pekan dengan berbagai menu andalan di Medan.

Yang pasti kenyamanan memesan lewat GoFood dibarengi dengan rasa aman karena mitra-mitra Gojek yang membantu memesan makanan kamu sudah hampir seluruhnya divaksin. Kalau nggak percaya, bisa dicek deh di status mitra driver kamu saat pesan GoFood. Nah, sudah praktis, mudah, hemat dan kamu ikut bantu sektor UMKM. Paket lengkap kan.

Gaaslaah, mumpung ada Promo Brand Day, kita bisa jajan hemat di akhir pekan sambil bantu UMKM di kota Medan terus berkembang! (rel)

2.400 Pelajar dan Pelayan Publik Asahan Divaksin

DIALOG: Bupati Asahan, H. Surya BSc didampingi Kapolres Asahan berdialog dengan masyarakat dan pelajar saat mengikuti vaksinasi tahap pertama di gedung Serbaguna Kisaran, Jumat (17/9).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2.400 pelajar dan pelayan publik di Pemkab Asahan mendapat suntikan vaksin Covid-19 pada pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Gedung Serbaguna Kisaran, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Jumat (17/9).

DIALOG: Bupati Asahan, H. Surya BSc didampingi Kapolres Asahan berdialog dengan masyarakat dan pelajar saat mengikuti vaksinasi tahap pertama di gedung Serbaguna Kisaran, Jumat (17/9).

Vaksinasi Merdeka Massal ini dilaksanakan secara serentak di Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, yang ditinjau secara virtual oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi oleh Forkopimda Sumatera Utara.

Dalam peninjauan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri melakukan diskusi interaktif secara virtual dengan beberapa Forkopimda di Kabupaten/Kota di Sumatera Utara, menanyakan tentang pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya dan mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan vaksinasi merdeka massal ini.

Seteleh mengikuti kegiatan virtual, Bupati Asahan H. Surya, BSc mengatakan, pelakasanaan vaksinasi berjalan dengan baik dan lancar.

Bupati Asahan mengatakan, sasaran Vaksinasi Merdeka Massal ini adalah mahasiswa, pelajar, pelayan publik serta pedagang pasar dengan jumlah vaksin sebanyak 2.400 dosis, dan dilaksanakan di tiga tempat yakni di Gedung Serbaguna Kisaran sebanyak 1.700 dosis, Pasar Kartini Kisaran sebanyak 300 dosis dan di Bandar Pasir Mandoge sebanyak 400 dosis.

“Untuk Vaksinator kita, ada 12 tim yang terdiri dari TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Asahan”, ucap Bupati Asahan didampingi oleh Wakil Bupati Asahan, Dandim 0208/Asahan, Danlanal Tanjung Balai Asahan, Kapolres Asahan, Danyon 126/KC Ketua PN Kisaran dan Mewakili Kajari Asahan.

Selanjutnya Bupati Asahan mengatakan, selama pelaksanaan vaksninasi di Kabupaten tidak ada mengalami kendala. Hal ini disebabkan karena, kekompakan antara Unsur Forkopimda Kabupaten Asahan yang telah terjalin dan selalu mengikuti arahan dari Presiden.

Terkait ketersedian vaksin Bupati Asahan mengatakan, persediaan vaksin masih cukup, dan kita akan menghabiskan stok vaksin tersebut, sesuai dengan arahan Presiden RI Ir. Joko Widodo, sehingga masyarakat Kabuapeten Asahan nantinya telah divaksin semua.

Diwaktu dan tempat yang sama Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, S.I K., MH mengatakan, untuk membantu tim vaksinator yang telah ada, Polres Asahan bekerjasama dengan mahasiswa dan akademi kebidanan yang ada di Kabupaten Asahan membentuk tim vaksinator relawan.

“Tim Vaksinator Relawan ini akan kami latihkan ke Pemerintah Kabupaten Asahan, yang nantinya akan membantu mempercepat vaksinasi covid-19 di Kabupaten Asahan,” tutup Kapolres Asahan. (dat/han)

Polsek Serbelawan Ringkus 8 Pencuri Kabel PLN

DIAMANKAN: Kedelapan pencuri kabel milik PLN diamankan di Polsek Serbelawan.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Sektor Serbelawan berhasil meringkus 8 orang pencuri kabel MVTIC milik PLN sepanjang 690 Meter yang berada di Simpang Pondok Genteng Nagori Dolok ULU, Kecamatan Tapian Dolok wilayah kerja PT PLN (Persero) ULP Perdagangan.

DIAMANKAN: Kedelapan pencuri kabel milik PLN diamankan di Polsek Serbelawan.

Penangkapan ini adalah sebagai tindak lanjut atas Laporan Manager PLN ULP Perdagangan Dio Putra Hasian,  karena pencurian kabel ini sudah beberapa kali terjadi.

Manager PLN ULP Perdagangan Dio Putra Hasian tidak tinggal diam. Sebagai tindakan antisipatif dan agar pencurian tidak berulang, Dio Putra melaporkan kejadian ini ke Polsek Serbelawan pada tanggal 04 September 2021 dengan Laporan Polisi No. LP/56/IX/2021/SPKT/Sek-Lawan/Res.Simal/Polda Sumut.

Kemudian, pada Kamis (16/9) pukul 06.00 wib, akhirnya petugas Polsek Serbelawan menggagalkan pencurian kabel MVTIC sepanjang 690 Meter. Aksi heroik ini langsung dipimpin oleh Kapolsek Serbelawan, AKP Abdullah Yunus Siregar. Tak tanggung-tanggung, pencuri yang berhasil diringkus berjumlah 8 orang. Akibat aksi pencurian ini, ditaksir kerugian PLN sebesar Rp276.000.000. Barang bukti hasil pencurian para pelaku tersebut telah dibawa dan diamankan pihak Polsek Serbelawan

Atas kejadian ini, seluruh Manajemen PT PLN (Persero) menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polsek Serbelawan, yang menggagalkan aksi pencurian tersebut. 

“Kami seluruh manajemen PT PLN (Persero) menyampaikan terima kasih atas kerjasama pihak Polsek Serbelawan yang telah membantu menggagalkan aksi pencurian ini dan sangat mengapresiasi kerja keras kepolisian dalam menangkap para pelaku,” ujar Dio Putra Hasian.

Sementara itu, Manager UP3 Pematang Siantar, Joy Mart Sihaloho berharap, agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang telah merugikan PLN dan masyarakat, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari. “ Aksi pencurian ini sangat berbahaya, selain membahayakan pelaku pencurian dari sengatan listrik, juga merugikan pelanggan sekitar karena akan menyebabkan padamnya aliran listrik,” kata Joy Mart Sihaloho menanggapi kejadian tersebut.

Perlu diketahui bahwa kabel MVTIC (Medium Voltage Twisted Insulated Cable adalah kabel pilin udara berisolasi XLPE dan berselubung PVC berpegantungan kawat baja dengan tegangan 12/20 (24) KV dan merupakan salah satu penghantar aliran listrik untuk Tegangan Menengah. Dalam proses pemasangan atau pembongkaran kabel MVTIC harus dilakukan oleh orang yang ahli di bidangnya dan mengikuti Standar Operational Procedure_ yang telah ditetapkan oleh PLN.

Atas kejadian ini, PT PLN (Persero) juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawasi instalasi listrik di sekitar rumahnya. Jika menemukan oknum-oknum yang mencurigakan dapat melapor ke pihak yang berwenang sebagai langkah antisipatif. (ila/han)

Kantongi Sabu, Terancam 4 Tahun Penjara

Ilustrasi.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Sei Kepayang, Polres Asahan meringkus seorang pria berinisial SF (24), karena mengantongi narkotika jenis sabu di Dusun XVII, Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang.

Ilustrasi.

Kapolsek Sei Kepayang, AKP Sabran MP, SH mengatakan pelaku SF ditangkap pada Kamis (9/9) siang, di salah satu proyek Berkat yang berada di Dusun XVII, Desa Sei Paham.

Dari pelaku, sambung Kapolsek, diamankan barang bukti berupa 1 bungkus klip kecil berisikan butiran Sabu 0,18 gram, 6 buah pipet penyambung, sebuah tutup aqua serta 1 buah kaca pirex. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Undang Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun Penjara,” ujar AKP Sabran MP, SH.

Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH menyebutkan, pihaknya akan terus membasmi peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Wilayah Hukum Polres Asahan.

“Saya tegaskan, tidak ada tempat di wilayah hukum Polres Asahan untuk pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Yang jelas saya tidak main-main dalam hal pemberantasan narkotika. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang mau bekerjasama dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian”pungkasnya. (dat/han)

Berlakukan PTM Terbatas di Sekolah, Pemkab Sergai Gencar Vaksinasi Pelajar

SOPIAN/SUMUT POS TINJAU: Bupati Sergai, Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan meninjau pelaksanaan vaksinasi di kalangan para pelajar.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Diberlakukannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak 13 September lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sergai terus melakukan vaksinasi terhadap para pelajar.

SOPIAN/SUMUT POS TINJAU: Bupati Sergai, Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan meninjau pelaksanaan vaksinasi di kalangan para pelajar.

Pelaksanaan vaksinasi itupun langsung dihadiri Bupati Sergai, Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan di Kecamatan Perbaungan dan Sei Rampah, Kamis (16/9).

“Alhamdullilah, pada hari ini Kabupaten Sergai kembali melaksanakan vaksinasi dengan sasaran utama para pelajar. Seperti kita ketahui bersama, saat ini kerinduaan anak anak kita para siswa, serta kerinduan para Bapak dan Ibu Guru untuk kembali ke sekolah sudah terjawab dengan berjalan kembalinya rutinitas belajar mengajar di sekolah,” jelas Darma.

Untuk itu, lanjut Darma, perlu langkah langkah demi memastikan PTM terbatas bisa terlaksana dengan aman dan maksimal, salah satunya lewat vaksinasi menyeluruh.

Vaksinasi kali ini menargetkan sebanyak 6.000 pelajar yang berasal dari pelajar SMA dan SMK Negeri sederajat se-Kabupaten Sergai, dengan rincian 3.000 peserta di SMAN 1 Sei Rampah dan 3.000 peserta di SMAN 1 Perbaungan.

“Saya berharap seluruh pihak yang terlibat dalam penerapan PTM Terbatas, utamanya tenaga pendidik dan siswa, sudah ikut divaksin demi meminimalisir risiko kesehatan di tengah pandemi. Tak lupa, saya ingatkan dengan tegas agar protokol kesehatan jangan sampai kendor dilaksanakan,” ucapnya.

Dijelaskan Darma, vaksinasi ini merupakan salah satu ikhtiar kita bersama untuk menuju kehidupan normal baru. Kita mesti terus berusaha dan optimis, Indonesia secara umum dan terkhusus Kabupaten Sergai, bisa pulih, bisa kembali normal seperti sebelum pandemi. Ini perlu proses, perlu usaha yang besar, tapi jelas bukan hal yang mustahil kalau seluruh pihak berkolaborasi menghadapi tantangan ini.

Di momen yang sama, Wakil Bupati Adlin Tambunan yang meninjau vaksinasi di SMAN 1 Sei Rampah menyampaikan jika vaksinasi kali ini diikuti oleh para siswa dari SMA sederajat dengan antusias.

“Kami melihat langsung bagaimana para siswa siswi ini begitu gembira ikut vaksin hari ini. Antusiasme ini merupakan cerminan semangat generasi muda kita untuk kembali ke runitas normal seperti sebelum pandemi, salah satunya bisa menuntut ilmu secara langsung di sekolah, bercengkrama dengan para guru dan teman teman,” bilangnya. (ian/han)

Warga Desa Kandibata Demo Proyek PLTHM, Minta Aktivitas Pengobaman Dinamit Dihentikan

DEMO: Warga Desa Kandibata menggelar aksi demo di lokasi proyek pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Micro (PLTHM), di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Jumat (17/9).

KARO, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo menggeruduk lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Micro (PLTHM), Jumat (17/9). Kedatangan warga ke lokasi PLTHM itu mendesak agar pekerja proyek menghentikan aktivitas pengeboman menggunakan dinamit di lokasi proyek. Menurut keterangan warga, aktivitias pengeboman itu sangat mengganggu.

DEMO: Warga Desa Kandibata menggelar aksi demo di lokasi proyek pengerjaan Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Micro (PLTHM), di Desa Kandibata, Kecamatan Kabanjahe, Jumat (17/9).

Terlebih, lokasi proyek dan pengeboman tak jauh dari permukiman masyarakat.  “Kami datang ke sini untuk menuntut agar aktivitas pengeboman dihentikan, dan proyek merealisasikan tuntutan warga,” kata Drs Rehngena Sembiring.

Diketahui, aksi hari ini merupakan kali kedua masyarakat datang lansung ke lokasi proyek.

Sebelumnya, pada hari Minggu (12/9) kemarin masyarakat datang ke lokasi ini untuk menyampaikan tuntutannya agar tindakan ini tidak dilakukan lagi.

Namun, saat aksi pertama kemarin tuntutan dari warga ini tidak dipenuhi sehingga masyarakat kembali datang untuk meminta kejelasan jawaban pasti dari pihak proyek.

“Kemarin kami sudah datang ke sini, tidak dipenuhi tuntutan kami. Maka hari ini kali kedua kami meminta agar peledakan dihentikan. Karena kami masyarakat Desa Kandibata, merasa terganggu,” ucapnya.

Amatan wartawan, pada aksi ini perwakilan dari pihak proyek sudah sempat menyampaikan tanggapannya dan mengaku sudah memperoleh izin dari pihak desa.

Namun, setau masyarakat izin tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang jelas, sehingga perizinan dari desa dianggap ilegal.

“Alasan mereka sudah dapat izin dari pemerintah desa, padahal izin yang mereka tidak ada kop surat. Apakah ini sah menurut hukum. Makanya kami datang lagi ke sini,” katanya.

Hingga saat ini, terlihat masyarakat masih terus berada di lokasi proyek untuk meminta kejelasan jawaban dari pihak proyek.

Jika nantinya tuntutan dari warga ini tidak dituruti, warga mengancam untuk menghentikan segala aktivitas di lokasi proyek pembangkit listrik ini. Diketahui, pada pengerjaan proyek ini dilakukan oleh dua perusahaan yaitu Karo Bumi dan PT Anhe.

Informasi yang didapat, untuk aktivitas pengeboman yang menjadi persoalan ini, dikerjakan oleh PT Anhe yang bertujuan untuk membuat terowongan untuk saluran air yang dialirkan menuju turbin pembangkit listrik.(trb/azw)