31 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3196

Sun Plaza Izinkan Pengunjung Masuk Meski Belum Divaksin

SUN PLAZA: Pengunjung mencuci tangan dan wajib mengenakan masker sebelum masuk ke Sun Plaza Medan. Mal ini tak mewajibkan pengunjungnya menyertakan bukti vaksinasi untuk masuk ke dalam mal.bagus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Manajemen Sun Plaza tidak memberlakukan syarat bagi pengunjung untuk menunjukan surat keterangan sudah divaksin Covid-19 atau mendownload aplikasi pedulilindungi untuk bisa masuk ke mal yang terletak di Jalan Zainul Arifin Medan ini.

SUN PLAZA: Pengunjung mencuci tangan dan wajib mengenakan masker sebelum masuk ke Sun Plaza Medan. Mal ini tak mewajibkan pengunjungnya menyertakan bukti vaksinasi untuk masuk ke dalam mal.bagus/sumut pos.

Pihak pengelola Sun Plaza lebih memilih melakukan sosialisasi kepada pengunjung untuk melakukan vaksinasi dalam menekan penyebaran Covid-19.

“Saat ini setiap pengunjung yang masuk diberikan sosialisasi agar melakukan vaksin. Jadi kami belum tahu sampai kapan akan menerapkan ini. Pada pengunjung kami berikan sosialisasi untuk segera vaksin dan mendownload aplikasi PeduliLindungi bila sudah vaksin,” ujar Marcomm Manager Sun Plaza, Yokie, Jumat (27/8).

Sosialisasi ini juga ikut mengambil peran untuk membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan mensosialisasikan pengunjung yang masuk untuk segera vaksin.”Terlebih aturan dari Wali Kota Medan tidak mewajibkan masyarakat yang sudah vaksin untuk bisa masuk mal. Namun sesuai instruksi Presiden kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat segera vaksin,” jelas Yokie.

Yokie mengungkapkan, setelah kembali beroperasional untuk tingkat kunjungan ke mal yang tepat di sebelah Kantor Gubernur Sumatera Utara ini cukup ada peningkatan. “Memang belum tahu seberapa banyak ya. Karena masih buka kemarin. Tapi kalau kita lihat sudah ada peningkatan yang bagus dibanding PPKM kemarin. Begitupun kita berharap masyarakat yang berkunjung untuk mematuhi protokol kesehatan secara ketat,” terangnya.

Dikatakannya, untuk tenant atau toko di mal tersebut belum 100% seluruhnya buka. Mengingat sekitar 1 bulan lebih tutup sebagian toko masih mempersiapkan atau menata kembali tokonya. “Mayoritas memang semua sudah siap buka tapi mereka masih menunggu untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu,” pungkas Yokie.

Amatan di lapangan pengunjung yang masuk diarahkan untuk melakukan cuci tangan terlebih dahulu di tempat yang telah disediakan dan diukur suhu tubuhnya sebelum masuk. Bahkan dua orang petugas tampak sigap memberikan sosialisasi pada pengunjung yang masuk untuk vaksin dan bila sudah vaksin untuk mendownload aplikasi PeduliLindungi.(gus/ila)

Teks foto: Aktivitas di Sun Plaza Medan.(BAGUS/Sumut Pos)

Dinas PU Fokus Tuntaskan 59 Paket Perbaikan Drainase

PANTAU: Wali Kota Medan, Bobby Nasution dengan mengendarai sepedamotor, memantau salah satu pengerjaaan drainase, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap menggelontorkan dana sebesar Rp45 miliar untuk penanganan banjir di Kota Medan, salah satunya untuk perbaikan drainase di Kota Medan. Rinciannya, senilai Rp25 miliar dianggarkan Pemko Medan untuk normalisasi 4 Sungai dan perbaikan drainase di Kota Medan, sedangkan Rp20 miliar lainnya untuk normalisasi parit sulang-saling.

PANTAU: Wali Kota Medan, Bobby Nasution dengan mengendarai sepedamotor, memantau salah satu pengerjaaan drainase, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Kadis PU Kota Medan Zulfansyah Ali Saputra ST M.Eng, saat ini Dinas PU Kota Medan tengah bekerja keras dalam melakukan perbaikan jalan dan drainase di Kota Medan. Bahkan di tahun ini, sedikitnya ada 59 paket perbaikan drainase yang akan dikerjakan.

“Ini kita sedang kerja keras untuk perbaikan drainase di tahun ini, Pak Wali mau masalah banjir di Kota Medan dapat teratasi sesegera mungkin. Tahun ini saja, itu total ada 59 paket yang akan kita kerjakan, dalam minggu-minggu ini sudah mulai kita kerjakan. Beberapa contohnya, di Jalan Bunga Asoka, Jalan H.M Yamin, Jalan Karya Wisata, Jalan Sei Belutu, dan masih banyak lagi,” ucap Zulfansyah kepada Sumut Pos, Jumat (27/8).

Dikatakan Zul, pekerjaan perbaikan drainase tersebut tidak hanya dilakukan dengan sistem tender, akan tetapi juga dilakukan secara swakelola dengan menggunakan material yang di miliki Dinas PU Kota Medan dan bahkan dikerjakan oleh petugas Dinas PU sendiri.”Ada yang tender, ada yang tidak. Yang pekerjaannya terbilang tidak begitu besar, sebisa mungkin kita kerjakan secara swakelola. Kebetulan kita ada material, ada juga petugas kita yang bisa mengerjakannya,” ujarnya.

Selain perbaikan drainase, kata Zulfansyah, pihaknya juga masih melakukan pengorekan drainase. Hal ini terus dilakukan oleh petugas di Dinas PU untuk mengurangi terjadinya sendimentasi drainase yang membuat volume air yang tertampung drainase semakin sedikit. Dengan demikian, aliran air di drainase pun tidak lagi dangkal sehingga tidak lagi menyebabkan terjadinya banjir.

“Pembersihan dilakukan di setiap Kecamatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing UPT. Secara rutin kita juga melakukan pembersihan untuk menghilangkan sendimentasinya agar air yang tersumbat mengalir dengan lancar,” terangnya.

Sementara itu, untuk perbaikan jalan di Kota Medan, Zulfansyah menjelaskan bahwa terdapat beberapa ruas jalan di Kota Medan yang akan segera diperbaiki dalam waktu dekat ini, baik yang dilakukan melalui proses tender, maupun proyek pengerjaan yang menggunakan e-Katalog Daerah ataupun yang dilakukan secara swakelola.”Sudah ada beberapa jalan yang kita perbaiki seperti di Jalan Bunga Asoka, lalu jalan menuju Pasar Laucih juga sudah selesai kita perbaiki. Dalam waktu dekat ini kita juga akan memperbaiki jalan Pancing 1, Jalan Bakti Abri, dan Jalan Amal,” jelasnya.

Zulfansyah juga menerangkan, dalam P-APBD Tahun 2021, Dinas PU Kota Medan telah menganggarkan dana untuk perbaikan jalan yang lebih banyak lagi di Kota Medan, terutama dijalan-jalan besar seperti di Jalan Sunggal, Jalan A.R. Hakim, dan sejumlah ruas jalan besar lainya.”Di P-APBD Tahun 2021 ini akan lebih banyak lagi jalan yang kita perbaiki, kita lakukan secara masif, khususnya di jalan-jalan besar,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengaku telah menyiapkan anggaran sebesar Rp45 Miliar untuk penanganan banjir di Kota Medan yang diambil dari P-APBD Kota Medan 2021. Nantinya, penanganan banjir tersebut akan dimulai dari pembenahan fungsi empat aliran sungai yang ada di Kota Medan. Adapun ke empat sungai yang dimaksud, yakni Sungai Babura, Sungai Bedera, Sungai Deli dan Sungai Sulang Saling. (map/ila)

Buntut 4 Mobil Mewah Diamankan karena Berplat Konsulat Rusia, Pemilik Mobil akan Gugat Polisi

DIAMANKAN: Mobil milik seorang dokter yang menggunakan plat palsu Konsulat Rusia. idris/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuasa hukum dr M Fauzi Nasution, Ali Piliang menyatakan, tindakan polisi terlalu tergesa-gesa dan membuat frame di beberapa media massa, media online maupun media elektronik karena dr M Fauzi Nasution sebagai perwakilan Konsulat Rusia ditangkap. “Secara hukum ini sudah mencemarkan harkat dan martabat klien kami. Jadi, yang sebenarnya terjadi yaitu klien kami datang ke kantor polisi karena tahu ada mobil miliknya diamankan,” ujar Ali didampingi dr M Fauzi Nasution saat diwawancarai, Jumat (27/8).

DIAMANKAN: Mobil milik seorang dokter yang menggunakan plat palsu Konsulat Rusia. idris/sumutpos.

Ali mengatakan, sangat disayangkan tindakan polisi terhadap kliennya. Padahal, kliennya tersebut merupakan Perwakilan Konsulat Rusia yang resmi untuk Sumatera Utara, bukan abal-abal. Selain itu, plat kendaraan Konsulat Rusia juga asli. “Plat kendaraan itu didapat dari Kantor Konsulat Rusia, bukan dibuat sendiri. Hanya saja, plat kendaraan tersebut sudah lama mati sehingga tidak terdata lagi,” kata Ali.

Menurut dia, polisi seharusnya kroscek lebih jauh lagi untuk melakukan tindakan terhadap kliennya. “Jangan sampai gara-gara tindakan beberapa oknum yang salah, nantinya berdampak kemana-mana,” ucap Ali.

Karena itu, kata Ali, pihaknya akan melakukan upaya hukum terkait tindakan kepolisian tersebut. Apalagi, kapasitas kliennya bukan sebatas seorang dokter tetapi juga Perwakilan Konsulat Rusia di Sumut. “Kita akan kaji upaya hukum yang akan dilakukan nantinya, misalnya praperadilan terkait proses diamankannya mobil klien kami karena telah merugikan harkat dan martabatnya,” ujar dia.

Tak hanya itu, sambung Ali, pihaknya juga segera menyurati berbagai instansi terkait mengenai kasus tersebut. “Kami berharap kepada Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak agar selektif lagi menempatkan anggotanya dalam mengemban jabatan. Jangan pula menegakkan hukum tapi melanggar hukum. Apalagi, kalau tindakan anggotanya dapat merugikan instansi Polri,” tandas Ali.

Sementara itu, dr M Fauzi Nasution mengaku, dia akan melakukan koordinasi secepatnya dengan Kementerian Luar Negeri terkait persoalan yang dialaminya. “Saya sangat keberatan sekali, ini mempermalukan Kedubes Rusia, juga pribadi saya, dan ini sudah kelewatan. Kawan-kawan saya di seluruh Indonesia kaget dan tidak percaya kalau saya ditangkap polisi. Kemudian, saya jawab bahwa berita saya ditangkap tersebut tidak benar. Jadi, yang benar adalah saya datang ke kantor polisi untuk membebaskan sopir saya yang diamankan bersama mobil saya,” ungkap Fauzi.

Ia menjelaskan, mobil mewah dengan plat kendaraan Konsulat Rusia digunakannya untuk kepentingan mendampingi orang dari Kedubes Rusia. Artinya, bukan digunakan untuk kepentingan lain apalagi yang melanggar hukum. “Tugas saya untuk kepentingan Kedubes Rusia di Medan atau Sumatera Utara terkait aspek pendidikan, perdagangan dan sebagainya,” terangnya.

Fauzi juga mengaku, menjadi Perwakilan Konsulat Rusia di Sumut sudah cukup lama, mulai dari tahun 2013 dan bahkan sebelum itu. “Saya ini resmi Perwakilan Kedubes Rusia dan ada surat kuasanya, tapi di wilayah Sumut dan sekitarnya. Kantor konsulatnya pun masih ada di Jalan Karim MS, Medan. Namun, memang aktivitasnya sudah berkurang karena sudah sempat vakum cukup lama. Akan tetapi, saat ini masih dalam proses pembukaan kembali, jika diizinkan oleh Pemerintah Indonesia,” pungkas Fauzi.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan empat mobil mewah yang diduga menggunakan plat kendaraan palsu Konsulat Rusia. Adapun keempat mobil mewah yang diamankan, yaitu Hyundai warna hitam plat CC 37 02, Mercedes Benz plat CC 37 01, Pajero Sport hitam plat CC 37 07 dan mobil sport jenis sedan warna oranye BK 119 FZ dengan tambahan tempelan plat CC.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, dari hasil pemeriksaan di Ditlantas Polda Sumut, plat kendaraan mobil mewah itu tidak terdaftar. Di sisi lain, setelah ditelusuri ternyata tidak ada Konsulat Rusia di Medan maupun Indonesia. “Dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh Satreskrim Polrestabes Medan, mobil Pajero Sport ada dugaan unsur pidana. Sementara tiga kendaraan lainnya dikenakan tilang,” ujar Hadi, Kamis (26/8). (ris/ila)

Teks foto : dr M Fauzi Nasution (kemeja batik) didampingi kuasa hukumnya saat diwawancarai wartawan terkait mobil mewah miliknya berplat Konsulat Rusia yang diamankan polisi, Jumat (27/8). (M IDRIS)

Polisi Selidiki Identitas Motor Pelaku Perampokan Bersenpi di Simpang Limun Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan hingga menyelidiki identitas dua sepeda motor yang dikendarai pelaku perampokan pada dua toko emas di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan pada Kamis (26/8) siang.

Sebagaimana diketahui, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyebut sudah menemukan tiga butir selongsong peluru di tempat kejadian perkara (TKP). 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan identitas dua unit sepeda motor yang digunakan pelaku untuk merampok “Identitas sepeda motor yang digunakan pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya, Jumat (27/8).

Dikatakannya, plat kendaraan bermotor, jenis dan warnanya menjadi petunjuk penyelidikan, bekerjasama dengan pihak Dit Lantas Polda Sumut (Samsat)n

Namun, penyelidikan itu membutuhkan waktu dan tidak mudah karena pelaku menyamarkan kendaraannya. “Sebab, biasanya pelaku kejahatan seperti perampokan itu menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi,” sebut Hadi. Mengenai barang bukti berupa tiga butir selongsong peluru di TKP, saat ini masih dilakukan uji balistik. “Update-nya, ya masih normatif. Kita masih penyelidikan. Akan segera kita kabari. Selongsong lagi dilakukan uji balistik,” katanya. 

Ketika ditanyakan mengenai kondisi korban tertembak, menurutnya saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit. 

Sementara itu, Juru Parkir (Jukir) Pasar Simpang Limun, Medan, Julius Sardi Simanungkalit atau yang akrab disapa Erwin (47), masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Poldasu, Jalan KH Wahid Hasyim Medan, pasca insiden yang membuat dirinya menjadi korban.

Korban ditembak kawanan perampok, karena berupaya menghentikan kawanan perampok emas yang kabur. Usai tertembak, dia pun tergeletak di jalan dalam keadaan bersimbah darah, dengan luka di leher. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian langsung mengerumuninya, lalu korban pun dibawa menggunakan becak dayung ke rumah sakit dalam keadaan tak sadarkan diri.

Saat ini, pria tiga anak, kelahiran Medan, 10 Juli 1974 itu masih terbaring lemah. Dia sudah menjalani perawatan intensif. Peluru yang bersarang dikabarkan sudah dikeluarkan. Namun beban berat sudah menanti pria yang bergantung hidup dari uang parkir itu. Biaya perobatan yang mencapai puluhan juta rupiah harus segera dibayarkan.”Saya berharap abang mendapat penanganan maksimal meski harus harus meminjam uang kepada para kerabat,” ujar Sri Rezeki, Istri korban.

Sebelumnya, empat kawanan perampok dengan menggunakan Senpi menggasak dua toko emas, yakni Toko Emas Aulia Chan dan Toko Emas Masrul F, di Pasar Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sudirejo ll, Medan, Kamis (26/8) kemarin, sekira pukul 14.30 WIB. Kawanan rampok itu langsung kabur, usai menggasak emas sedikitnya 7 Kg di dua toko tersebut dan sempat menembak seorang jukir.

Melanjutkan Program Green Booster, PLN UPK Nagan Raya Tandatangani Kontrak Jual Beli Biomassa

BERSAMA: Pihak PLN UPK Nagan Raya, foto bersama usai melakukan penandatangan kontrak jual beli biomassas.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UPK Nagan Raya telah melakukan penandatangan kontrak jual beli biomassa dimana biomassa tersebut digunakan sebagai bahan bakar campuran batubara atau Co-Firing Biomassa. 

BERSAMA: Pihak PLN UPK Nagan Raya, foto bersama usai melakukan penandatangan kontrak jual beli biomassas.istimewa/sumut pos.

Manager Nagan Raya, Zulfan Idris Kaban mengatakan, Co-firing yang dilakukan PLN UPK Nagan Raya bertujuan untuk mendukung Program Transformasi yang salah satu fokus utamanya adalah Green dengan sasaran meningkatkan kapasitas pembangkit energi terbarukan menjadi 16 GW pada Tahun 2024. Dimana pada tahun 2021 ini target kapasitas energi Green yang dihasilkan PLTU Nagan Raya sebesar 4,6 MW dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya. 

Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan dan sejalan dengan Paris Agreement yaitu upaya penurunan emisikan Gas Rumah Kaca (GRK) serta penurunan jumlah polutan seperti SO2, NOx, CO2, particulate matter, dan merkuri. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa GRK berkontribusi terhadap pemanasan global dan perubahan iklim, sedangkan polutan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil berdampak negatif terhadap kesehatan manusia. Berdasarkan data pengujian yang dilakukan PLN UPK Nagan Raya dimana saat dilakukan Co-Firing dengan kapasitas 5% PLTU Nagan Raya berhasil menurunkan emisi CO2 dari 14,95% menjadi 14,52% atau terjadi penurunan sebesar 2,87% CO2 IR. 

Dalam upaya meningkatkan penggunaan EBT, Co-firing dicanangkan sebagai salah satu Green Booster. Co-Firing merupakan proses penambahan biomassa sebagai bahan bakar pengganti parsial atau bahan campuran batubara di PLTU. Pada tahun 2024, PLN menargetkan penerapan Co-firing pada 52 lokasi PLTU Batubara eksisting, dimana PLTU Nagan Raya ditargetkan Implementasi co-firing pada tahun ini. 

Implementasi Co-firing di PLTU Nagan Raya direncakan akan Go-Live pada Minggu ke-2 bulan September dengan target Co-Firing sebesar 5%. Bahan bakar biomasa yang digunakan untuk Co-Fring PLTU Nagan Raya saat ini adalah cangkang sawit (Palm Kernell Shell) dimana cangkang sawit tersebut bersumber dari daerah sekitar PLTU Nagan Raya yaitu di Kab. Nagan Raya dan Kab. Aceh Barat. 

Harapannya setelah implementasi Co-Firing ini, kedepannya PLTU Nagan Raya dapat menurunkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dan mengurangi emisi GRK, sehingga dapat mendukung secara penuh Program Transformasi PLN dalam aspek Green. (rel/ila)

Tangani Konflik dan Pemberantasan Narkoba, Pemkab Langkat Gelar Rakor Tim Terpadu

ARAHAN: Wakil Bupati Langkat Syah Afandin saat menyampaikan arahan dalam Rakor di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pemkab Langkat menggelar rapat koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (25/8) lalu.

ARAHAN: Wakil Bupati Langkat Syah Afandin saat menyampaikan arahan dalam Rakor di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat.ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

Rakor ini dibuka Bupati Langkat Terbit Rencana Peranging-angin, diwakili Wakil Bupati Langkat H Syah Afandin.

Dalam Kesempatan itu, Afandin mengatakan, keberadaan tim terpadu jadi satu kekuatan untuk menjaga daerah dari berbagai tindakan atau prilaku yang mengancam keutuhan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dia Berharap, tim terpadu ini, mampu menyelesaikan dan mengantisipasi munculnya masalah hingga pada kemungkinan terkecil. Sekaligus menutup hadirnya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang mengambil kesempatan di tengah konflik untuk kepentingan kelompok dan pribadi.

“Terus jalin serta berbagi informasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, agar sumber konflik yang timbul dapat dicegah,” harap Afandin.

Sementara Kepala Kantor Kesbangpol Langkat, Faisal Badawi menjelaskan, rakor tersebut bertujuan meningkatkan koordinasi dengan pihak/lembaga terkait, dalam penanganan konflik sosial secara terpadu. Juga upaya mendeteksi dini permasalahan yang mengakibatkan terjadinya konflik di masyarakat. Sekaligus, pengupayaan pemulihan pasca konflik bila terjadi permasalahan.

Faisal juga menjelaskan, rakor ini berdasarkan PP RI No 2 Tahun 2015, tentang Peraturan Pelaksanaan UU No 7 Tahun 2012, tentang Penanganan Konflik Sosial, dan Permendagri No 42 Tahun 2015, tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial. Serta Keputusan Bupati Langkat No 200.05-01/K/2021, tentang Pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat 2021.

Karena itu, Faisal menegaskan, rakor antar seluruh pihak terkait ini, dianggap perlu sebagai aksi nyata dalam menyamakan frekuensi dan persepsi terhadap sekelompok orang yang memiliki tujuan, untuk penanganan dan pencegahan konflik.

Turut mengikuti rakor, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, Danramil 07 Stabat Kapten Arh Iroma Harahap mewakili Dandim 0203/Lkt, Kapolsek Sei Bingai AKP Rismanto Purba mewakili Kapolres Binjai, Jaksa Funsional Obrika Simbolon mewakili Kajari Stabat, Ketua FKUB Langkat Panjang Harahap, dan seluruh anggota Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat.

Selanjutnya, Afandin membuka Rakor Tim Terpadu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN), di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (25/8). (yas/saz)

39 KPM PKH di Sergai Graduasi Mandiri

BERIKAN: Pemkab Sergai melalui Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, didampingi Kepala Dinas Sosial Arianto, memberikan apresiasi kepada 39 KPM PKH yang melakukan graduasi mandiri. SOPIAN/SUMUT POS.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Serdangbedagai (Sergai) Adlin Umar Yusri Tambunan, didampingi Kepala Dinas Sosial Arianto, yang mewakili Pemkab Sergai, memberikan apresiasi kepada 39 Keluarga Penerima Mamfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), yang melakukan graduasi secara sukarela atau mandiri di Aula Dinas Sosial Kabupaten Sergai, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, Jumat (27/8).

BERIKAN: Pemkab Sergai melalui Wakil Bupati Adlin Umar Yusri Tambunan, didampingi Kepala Dinas Sosial Arianto, memberikan apresiasi kepada 39 KPM PKH yang melakukan graduasi mandiri. SOPIAN/SUMUT POS.

Adlin mengatakan, apresiasi yang disampaikan tersebut, karena ke-39 KPM PKH tersebut perekonomiannya sudah meningkat.

“Bupati dan Wakil Bupati memiliki program Sergai Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Religius. Graduasi mandiri ini merupakan bagian dari program kemandirian. Harus terus berpikir positif, banyak di luar sana yang seharusnya lebih berhak menerimanya (PKH). Kita harus meningkatkan kesadaran kemandirian kita, agar bisa membantu semua yang berhak,” ungkap Adlin.

Lebih lanjut Adlin menjelaskan, pihaknya terus berupaya memperbaiki berbagai sektor, mulai dari jalan, irigasi, jembatan, peningkatan teknologi pertanian, dan lain sebagainya. Hal ini bagian dari upaya dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami minta juga kepada pendamping, untuk sama-sama menanamkan kesadaran dan kemandirian, sehingga masyarakat tidak hanya mengharapkan bantuan, namun berusaha secara mandiri,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sergai, Arianto mengatakan dari 19.806 KPM Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan PKH yang ada di Kabupaten Sergai, sekitar 237 KPM di antaranya berpotensi untuk graduasi, karena perekonomiannya yang sudah meningkat. Dan hingga kini, sekitar 39 KPM di antaranya sudah graduasi mandiri.

“KPM yang selama ini dapat bantuan PKH, bersuka cita dan rela melakukan graduasi mandiri, karena kehidupan mereka sudah membaik. Perekonomian mereka meningkat. Ada pedagang bakso, pedang ikan, udang, serta lainnya,” bebernya.

Sahdiah, seorang penerima PKH dari Desa Arah Payung, Kecamatan Pantai Cermin, mengaku, dia memilih graduasi mandiri, karena taraf kehidupannya sudah membaik.

“Saya merima PKH sejak 2013, hingga akhir tahun lalu. Mulai dari Rp300 ribu sampai Rp1,2 juta, diterima setiap bulannya. Semua itu saya gunakan untuk membiaya anak sekolah dan sisanya ditabung. Dari tabungan itu, saya memulai usaha udang,” pungkasnya. (ian/saz)

2 Kendaraan Besar Lakalantas, Seorang Sopir Tewas di TKP

EVAKUASI: Kasat Lantas Polres Binjai AKP Djoko Lelono (kanan), saat turun ke tempat kejadian perkara melakukan evakuasi barang bukti untuk dibawa ke Mapolres Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Dua kendaraan berukuran besar terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Binjai-Stabat, Desa Tandam Hulu 2, Hamparanperak, Deliserdang, Jumat (27/8) dini hari. Akibatnya, seorang sopir tewas di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

EVAKUASI: Kasat Lantas Polres Binjai AKP Djoko Lelono (kanan), saat turun ke tempat kejadian perkara melakukan evakuasi barang bukti untuk dibawa ke Mapolres Binjai.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Binjai, AKP Djoko Lelono menjelaskan, 2 kendaraan roda 4 berukuran besar dimaksud, yakni tronton Mitsubishi Fuso bernomor polisi BL 8593 NP dengan bus angkutan penumpang Murni, merek Isuzu, BK 7194 LD.

“Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia, dan 3 orang lainnya mengalami luka berat,” ungkap Djoko.

Lebih lanjut Djoko menuturkan, kecelakaan lalu lintas ini berawal dari ban sebelah kanan tronton yang pecah.

“Mobil tronton berjalan dari Stabat menuju Binjai. Akibat ban pecah, mobil tronton masuk ke jalur Binjai menuju Stabat,” tuturnya.

Alhasil, tabrakan dengan bus angkutan penumpang Murni yang datang dari arah Binjai menuju Stabat, tak terelakkan. Djoko juga menjelaskan, barang bukti kecelakaan lalu lintas ini, sudah dibawa ke Mapolres Binjai, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Adapun korban yang meninggal dunia, yakni sopir bus angkutan penumpang Murni, M Zaidi (43) warga Jalan Voli, Lingkungan 9, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur. Sementara korban yang mengalami luka berat, yakni penumpang dari bus angkutan penumpang Murni, masing-masing Edi Candra (49) mengalami luka mata kanan robek, kaki kanan dan kiri patah, serta mata kanan robek. Kemudian M Fadli Saragih (40), warga Besitang, mengalami luka pada dagu dan tangan kiri robek, kaki kiri serta kanan patah.

“Satu korban terakhir yang juga penumpang bus angkutan penumpang Murni, mengalami leher robek, gigi patah, dan kaki kanan serta kiri patah. Korban ini belum diketahui identitasnya. Tapi semua korban luka berat sudah dilarikan ke RSUD Djoelham, untuk mendapat perawatan medis,” beber Djoko. Sementara itu, sopir tronton, dilaporkan belum diketahui idenitasnya. Djoko mengatakan, sopir tronton melarikan diri usai kecelakaan.

“Kerugian materil mencapai Rp30 juta,” pungkas Djoko. (ted/saz)

Pedagang Tahu dan Bakso Ditagih Pajak hingga Rp6 Juta, Pemko Binjai Dituding Tak Punya Sense of Crisis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Binjai melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), dituding tak punya sense of crisis terhadap rakyat kecil. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Sumut Dapil Binjai-Langkat, Sugianto Makmur, menyusul viralnya foto curhat pedagang tahu dan bakso yang ditagih pajak restoran dan rumah makan senilai Rp600 ribu hingga Rp6 juta per bulan, oleh BPKAD Kota Binjai.

“Jelas terlihat Pemko Binjai tak punya sense of crisis. Di masa pandemi, rakyat sedang susah, bertahan hidup saja sulit, malah dibebani dengan pajak restoran,” tegas Sugianto, Jumat (27/8).

Sugianto kecewa dengan perlakuan instansi Pemko Binjai di bawah kepemimpinan Wali Kota Binjai Amir Hamzah tersebut. Anggota Komisi B DPRD Sumut ini, pun menyesalkan cara Pemko Binjai memperlakukan warganya.

“Saya kecewa atas sikap Pemko Binjai yang menagih pajak ke pedagang tahu dan pedagang bakso itu. Bukannya mencari cara meringankan beban rakyat, ini malah ditambahkan lagi bebannya. Tidak manusiawi dan tidak bijaksana,” tuturnya.

Politisi PDI Perjuangan itu, kembali menuding, kemungkinan uang Pemko Binjai sedang tidak ada, sehingga segala cara dipakai untuk mengisi kas daerahnya.

Seperti diketahui, publik sebelumnya dihebohkan lantaran muncul surat pemberitahuan kurang bayar pajak restoran dan rumah makan dari BPKAD Kota Binjai kepada seluruh UMKM di sana. Tak ayal, surat pemberitahuan tentang pajak ini, pun langsung viral di media sosial.

Warganet berpendapat, kebijakan ini tidak adil. Terutama untuk para pedagang kecil yang harus bertahan hidup di tengah sulitnya ekonomi dampak pandemi Covid-19.

“Ini maksudnya apa ya? Enggak ngerti. Saya cuma penjual tahu kaki lima, emperan, kenapa diberikan surat ini? Disuruh bayar Rp600 ribu per bulan. Tolong dijelaskan, mana tahu ada yang mengerti,” tulis Rijal Aza di akun Facebooknya. (prn/saz)

Liverpool vs Chelsea, Sengit

DUEL sengit bakal tersaji di Anfield. Liverpool akan menjamu Chelsea pada pekan ke-3 Liga Inggris atau Premier League 2021/22, Sabtu (28/8) malam WIB.

Dua tim ini sama-sama mengawali musim dengan menakjubkan. Mereka sama-sama menang di dua laga pertaman

sama-sama mencetak total lima gol, dan sama-sama belum kebobolan. Intinya, mereka sama-sama memiliki kekuatan ofensif dan defensif yang hebat.

Pada pekan pertama, Liverpool menang di kandang tim promosi Norwich City 3-0 lewat gol-gol Diogo Jota, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah. Pada pekan kedua, Liverpool menaklukkan Burnley 2-0 di Anfield lewat gol-gol Diogo Jota dan Sadio Mane.

Mengacu statistik Whoscored, Liverpool rata-rata menorehkan 9 shot on goal dari 23 percobaan tembakan yang mereka lakukan pada tiap laga. Meski terhitung hanya mengonversi 10 persen peluang, tapi Mohamed Salah dan kolega berhasil melesakkan 5 gol dari 2 laga.

Catatan tersebut membuat kiper Liverpool, Alisson Becker, meyakini timnya bakal memetik kemenangan dalam laga pekan ini. Akan tetapi, Becker juga mengakui jika duel kontra Chelsea pastinya bakal berjalan sengit. Karenanya para penggawa The Reds wajib memperlihatkan performa terbaik.

“Pertandingan melawan Chelsea sulit diprediksi (hasilnya). Tapi, kami akan berjuang dan memberikan segalanya di lapangan, supaya kami bisa meraih 3 poin (menang),” kata Alisson, dikutip situs web resmi klub.

Di lain pihak, pada pekan pertama, Chelsea menang menjamu Crystal Palace juga dengan skor 3-0 melalui gol-gol Marcos Alonso, Christian Pulisic, dan Trevoh Chalobah. Pada pekan kedua, Chelsea menang di kandang Arsenal juga dengan skor 2-0 melalui gol-gol Romelu Lukaku dan Reece James.

Lukaku melakoni debut keduanya untuk Chelsea ketika melawan Arsenal, dan striker Belgia itu langsung mencetak satu gol untuk membantu timnya meraup poin penuh. Dia sepertinya memang cocok dengan The Blues.

Statistik impresif Chelsea menunjukkan, mereka sukses mengonversi 14 persen dari rata-rata 17 peluang yang mereka ciptakan pada tiap laga. Seperti halnya sang calon rival, The Blues juga menorehkan 5 gol dari 2 laga EPL yang sudah dilakoni.

Ujian berikutnya tak kalah berat, yakni tandang melawan Liverpool. Bek Chelsea Andreas Christensen, pun menyebut duel kontra Liverpool akan berlangsung sengit. Kedua tim memiliki start impresif di Liga Inggris musim ini, dan sama-sama berusaha untuk mempertahankannya. “Kami sangat kuat pada awal Liga Inggris 2021/2022, begitu juga dengan Liverpool. Kedua tim sama-sama impresif, sehingga kita akan melihat tim mana yang lebih kuat,” kata Christensen.

Ditinjau dari rekor head to head (H2H) 5 pertemuan terakhir, Liverpool unggul dengan raihan 3 kali kemenangan, sedang Chelsea unggul 2 kali. Namun, pada duel terakhir kedua tim yang berlangsung di Anfield, The Blues menang lewat skor 0-1.

Lini serang Chelsea yang dihuni pemain-pemain seperti Lukaku, Mason Mount, dan Kai Havertz bakal beradu kekuatan dengan lini pertahanan Liverpool yang digalang bek tangguh Virgil van Dijk. Di lain pihak, barisan belakang Chelsea juga harus berhadapan dengan trio penyerang The Reds yang awal musim ini sudah membuktikan kalau mereka masih tetap bertaji. (bbs)