29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3216

Banding Divonis 18 Tahun Penjara, Kurir Sabu 2 Kg Jadi Dihukum Seumur Hidup

SIDANG: Fera Feri terdakwa kurir sabu, saat disidang virtual beberapa waktu lalu di PN Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kandas sudah upaya banding yang dilakukan Fera Feri, terdakwa kurir sabu seberat 2 kilogram (kg). Bukannya berkurang, Pengadilan Tinggi (PT) Medan, malah mengganjarnya dengan hukuman pidana penjara seumur hidup, sekaligus mengubah putusan Pengadilan Negeri Medan  Nomor 1312/Pid.Sus/2020/PN Mdn, tanggal 19 Oktober 2020. 

SIDANG: Fera Feri terdakwa kurir sabu, saat disidang virtual beberapa waktu lalu di PN Medan.

Majelis hakim banding yang diketuai H Erwan Munawar SH MH dalam amar putusannya, perbuatan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan kesatu, Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika. 

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Fera Feri oleh karena itu dengan pidana penjara selama seumur hidup.

Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari website PN Medan, Minggu (15/8). 

Sebelumnya, pada sidang di PN Medan, 19 Oktober 2020, hakim ketua Riana Pohan hanya menghukum terdakwa Fera Feri dengan pidana penjara selama 18 tahun denda Rp1 miliar subsider 4 bulan penjara. 

Diketahui, terdakwa sebelumnya ditangkap atas informasi dari masyarakat adanya transaksi narkotika di pelataran parkir Masjid Raya Jalan Sisingamangaraja Medan. 

Kemudian, petugas melakukan penyelidikan terhadap satu unit sepeda motor matic BK 5194 AEV, terparkir di pelataran masjid. Tidak lama kemudian, dua unit sepeda motor masuk ke dalam pelataran parkir dan menyerahkan kotak kardus yang diduga sabu kepada terdakwa. 

Usai menyerahkan kardus tersebut, terdakwa kemudian pergi menuju Jalan Brigjen Katamso, kemudian diikuti oleh petugas polisi. Setelah di Jalan Brigjen Katamso Simpang Jalan Juanda, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap terdakwa dan temannya M Sidiq Lubis (berkas terpisah). 

Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan 2 bungkus plastik Teh China berisi sabu seberat 2 kg. Dalam pengakuannya, sabu tersebut milik Somad (DPO) dimana terdakwa bersama Sidiq hanya diminta menjemput dan menyimpan sabu tersebut. (man/azw)

Pencuri Spion Mobil Terekam Kamera Pemantau, Kejadian di Komplek PIK Menteng

PENCURI SPION MOBIL: Kedua pelaku saat akan melancarkan aksinya di Komplek PIK Menteng Medan Denai, Jumat (13/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi dua pelaku pencurian spion mobil di Jalan Menteng VII, Komplek Pusat Industri Kecil (PIK), Kelurahan Menteng, Medan Denai, terekam kamera pemantau atau Closed Circuit Television (CCTV) milik warga setempat. Pelaku tertangkap kamera mencuri spion mobil Toyota Innova BK 1415 UK yang terparkir di kawasan komplek perumahan tersebut.

PENCURI SPION MOBIL: Kedua pelaku saat akan melancarkan aksinya di Komplek PIK Menteng Medan Denai, Jumat (13/8).

Informasi dihimpun Minggu (15/8), video rekaman aksi kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor ini tersebar luas di media sosial. Aksi dua pelaku pencurian spion mobil ini terjadi pada Jumat (13/8) sekitar pukul 16.19 WIB.

Saat beraksi, kedua pelaku memiliki peran masing-masing. Satu pelaku yang mengenakan sweater hitam, bertugas sebagai joki dan menunggu di atas sepeda motor Yamaha Jupiter sembari memantau situasi. Sementara rekannya yang mengenakan kaos lengan panjang dan masker, bertindak sebagai eksekutor. Dalam hitungan detik, eksekutor berhasil mencopot spion mobil yang diketahui milik warga komplek setempat bernama Yudi.

Menurut salah seorang warga komplek, Eksa aksi pencurian di Komplek PIK diduga sudah berulang kali terjadi. Namun sayangnya, para pelaku juga ditindak polisi. “Setahu saya sudah tiga kali mobil abang itu (Yudi) dikerjai maling. Karena, sebelumnya pernah juga spion dan kap belakang mobilnya hilang,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakan Eksa, kuat dugaan kedua pelaku sudah sangat mengenal lokasi Komplek PIK. Dari pergerakan yang dilakukan eksekutornya, mengarahkan kepada joki untuk menunggu di persimpangan jalan. Selanjutnya, setelah berhasil mengambil spion, kemudian kabur melalui jembatan yang menyeberangi jalan tol dan tembus ke Jalan Keramat Indah. “Sepertinya mereka sudah mengenali komplek ini,” ucapnya.

Dia mengaku, pemilik spion mobil yang dicuri dikabarkan sudah membuat laporan pengaduan ke polisi. Namun, ia tidak mengetahui pasti apakah pengaduan korban ke Polsek Medan Area atau Polrestabes Medan. “Semoga pelakunya cepat ditangkap polisi. Kalau masih juga berkeliaran, warga Komplek PIK tentu resah,” tukasnya.

Sementara, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago mengaku akan mengecek apakah korban membuat pengaduan kepada pihaknya. Jika demikian, tentu akan ditindaklanjuti. “Kita cek dulu ya. Kalau ada laporannya, tentu kita tindak lanjuti,” pungkasnya. (ris/azw)

Pemuda Bawa Sabu Ditangkap Petugas PPKM

PAPARKAN: Tersangka BA (dua kiri) pembawa sabu dipaparkan petugas PPKM dari Polres Deliserdang, Minggu (15/8)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pemuda berinisal BA (19) ditangkap karena membawa sabu-sabu saat melintas di pos penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jalan Lintas Sumatera, Desa Ujung Serdang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

PAPARKAN: Tersangka BA (dua kiri) pembawa sabu dipaparkan petugas PPKM dari Polres Deliserdang, Minggu (15/8)

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Narkoba Polresta Deliserdang, Kompol Ginanjar Fitriyadi menjelaskan dari tangan BA diamankan barang bukti sabu seberat 5,05 gram. “BA diamankan petugas saat melintas PPKM, Jumat siang, 13 Agustus 2021, sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Ginanjar, Minggu, (15/8).

Ginanjar menyampaikan kronologi penangkapan BA itu. Berawal kecurigaan petugas PPKM melihat BA melintas menggunakan sepeda motor. Kemudian, laju kendaraan bermotor pelaku dihentikan.

“Petugas meminta kepada pengendara berinisial BA untuk memperlihatkan identitas dan surat-surat kendaraan sambil membuangkan sesuatu berupa bungkusan,” tutur Ginanjar.

Selanjutnya, petugas kepolisian menyuruh BA mengambil bungkus yang dibuangnya tersebut. Setelah diperiksa ditemukan sabu dalam klip putih. Ia pun langsung diamankan.

“BA mengakui bahwa barang bukti tersebut adalah miliknya, sehingga petugas mengamankan benda yang diduga sabu tersebut dengan ponsel merek Xiaomi warna silver milik tersangka,” jelas Ginanjar.

Kemudian, BA langsung diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang untuk dilakukan proses hukum lanjutan. Kepada petugas, BA mengaku membeli sabu senilai Rp1 juta. Dia mengaku membeli dari seorang pria di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.

Ginanjar mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas pria tersebut dan sedang dilakukan pengejaran oleh petugas kepolisian. “Selanjutnya, kita akan mendalami dan melakukan pengembangan terhadap kasus ini,” sebut Ginanjar.

Atas perbuatannya, BA dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Subsider 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (vdc/azw)

Warga Temukan Mayat Perempuan Tergantung di Tembok

TERGANTUNG: Mayat perempuan dengan menggunakan helem tergantung di tembok pembatas rumah di Jalan Kapten Sumarsono, Dusun 3, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Minggu (15/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sosok mayat perempuan tanpa identitas ditemukan tergantung di tembok pembatas rumah warga di Jalan Kapten Sumarsono, Dusun 3, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. 

TERGANTUNG: Mayat perempuan dengan menggunakan helem tergantung di tembok pembatas rumah di Jalan Kapten Sumarsono, Dusun 3, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Minggu (15/8).

Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Budiman Simanjuntak mengatakan, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan warga dengan posisi tergantung di tembok pembatas rumah kosong berkawat duri dengan kondisi kepala masih menggunakan helm. 

“Mayat tersebut ditemukan warga, lalu dilaporkan ke Polsek Sunggal,” ucapnya, Minggu (15/8). 

Dijelaskannya, setelah dilakukan evakuasi ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, polisi meminta keterangan beberapa warga terkait temuan mayat tersebut, baik kepala Dusun dan pemilik rumah. Namun dari keterangan para saksi, semuanya tidak ada yang mengenal mayat perempuan yang tergantung tersebut. 

“Sudah tiga orang dimintai keterangannya, namun mereka tidak ada yang mengenali mayat perempuan tersebut,” ungkap Budiman. 

Kata Budiman, mayat tersebut ditemukan dalam posisi tergantung dengan ciri-ciri memakai celana panjang warna gelap, baju kaos lengan panjang berwarna terang namun di tubuhnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga masih kita dalami penyebab wanita tersebut bisa tergantung di tembok pagar tersebut. 

“Penyebab kematian perempuan tersebut masih dalam penyelidikan polisi,” pingkasnya. (jnd/azw)

Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Cegah Keputihan pada Remaja Putri

KESEHATAN REPRODUKSI: Dosen Institut Kesehatan Helvetia bersama siswi santri di Pesantren Ma’had Muhammad Saman //DOKUMENTASI IKH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DOSEN Institut Kesehatan Helvetia (IKH) menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pengabdian ini dilakukan di Pesantren Ma’had Muhammad Saman di Desa Telaga Sari, Kecamatan  Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

KESEHATAN REPRODUKSI: Dosen Institut Kesehatan Helvetia bersama siswi santri di Pesantren Ma’had Muhammad Saman //DOKUMENTASI IKH.

Pengabdian mengambil tema upaya pencegahan keputihan dan pengenalan ramah lingkungan melalui pelatihan cara membuat pembalut go green.
 
Dosen Diploma 4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH Elvi Era Liesmayani SSiT MKeb mengatakan bahwa PKM tersebut dilaksanakan pada 2 Juni 2021. ”Yang terlibat dalam PKM adalah Elvi Era Liesmayani SSiT MKeb (ketua) bersama Mey Elisa SKM MKes, Chika Aulia Syaifani dan Ajeng Dian Lestari (anggota),” kata Elvi Era Liesmayani kepada Sumut Pos, kemarin.
 
Kemudian kepala sekolah, pengurus asrama dan seluruh santri di Pesantren Ma’had Muhammad Saman turut membantu terselenggaranya pengabdian dengan baik.

”Tujuan Kegiatan:
Melaksanakan  salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan memberikan  pendidikan kesehatan reproduksi (personal hygiene) sebagai upaya pencegahan keputihan pada remaja putri dan cara membuat pembalut go green di  Pesantren Ma’had Muhammad Saman, Desa Telaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang Serdang,” jelasnya.
 
Kepala Sekolah Pesantren Ma’had Muhammad Saman, Nur’ani SPd sangat mendukung dan senang dengan adanya kegiatan pendidikan kesehatan reproduksi sebagai upaya pencegahan keputihan pada remaja putri dan cara nembuat pembalut go green tersebut.

Sebab, kata Nur’ani, siswi belum tahu apa itu vulva hygiene dan belum tahu bagaimana cara mencegah keputihan. ”Selain itu pelatihan ini juga menjadi masukan untuk materi tambahan dalam pembelajaran di Pesantren khususnya tentang kesehatan reproduksi,” ujarnya.

Peserta juga sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan pelatihan. Selain menambah pengetahuan tentang pencegahan keputihan juga menambah wawasan tentang cara membuat pembalut go green. Terbuat dari bahan kain dan dapat dipakai berulang. Karenanya dapat mengurangi sampah pembalut habis pakai buang (diposible).
 
Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi lebih banyak tentang bahaya keputihan dan dampak lingungan karena penggunaan bahan plastik yang sulit dihancurkan dari pembalut habis pakai.

Santri juga menjadi lebih paham mencegah keputihan terutama dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mengeringkan vulva setelah buang air kecil (BAK) dan mengganti pembalut setiap 2- 4 jam dihari pertama dan kedua haid.

Oleh karena itu, dengan kegiatan ini membuat para santri peserta pelatihan lebih termotivasi lagi untuk menerapkan kebersihan diri,  khususnya vulva hygiene. (dmp)

Dosen IKH Penyuluhan Cegah Anemia pada Remaja

MEDAN, SUMUTPOS.CO – UPAYA pencegahan anemia pada remaja di Pesantren Ma’had Muhammad Saman, Desa Talaga Sari, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang jadi perhatian dosen Institut Kesehatan Helvetia (IKH).

PENCEGAHAN ANEMIA: Pembagian tablet tambah darah pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen IKH di Pesantren Ma’had Muhammad Saman.

Pencegahan anemia pada remaja dilakukan melalui pendidikan kesehatan berupa penyuluhan dan pembagian tablet tambah darah.  
 
Dosen Diploma 4 Kebidanan, Fakultas Farmasi dan Kesehatan, IKH Mey Elisa Safitri MKes selaku ketua pelaksanaan mengatakan bahwa PKM dilaksanakan pada 2 Juni 2021. ”Tema PKM adalah pencegahan anemia pada remaja dengan pemberian tablet tambah darah,”

PengabdIan kepada masyarakat Prodi D4 Kebidanan Institut Kesehatan Helvetia Medan juga diikuti anggota tim terdiri Elvi Era Liesmayani SSiT MKeb, Cici Rahayu dan Dea Evisha. Selain itu turut dibantu kepala sekolah, pengurus asrama dan seluruh santri di Pesantren Ma’had Muhammad Saman.
 
Mey Elisa Safitri,M.Kes menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu Tridharma Perguruan Tinggi dengan memberikan pendidikan kesehatan pada remaja putri dengan tujuan yakni meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja dalam pencegahan anemia, serta menurunkan angka anemia pada remaja dan meningkatkan cakupan pemberian tablet tambah darah.
 
Koordinator acara yang juga Kepala Sekolah Pesantren Ma’had Muhammad Saman, Nur’ani SPd menyebutkan bahwa pihaknya sangat mendukung dan senang dengan adanya penyuluhan pencegahan anemia pada remaja putri dan pemberian tablet tambah darah.

Hal tersebut dikarenakan siswa belum tahu apa itu anemia dan komplikasi yang dapat terjadi pada penderita yang kekurangan sel darah merah.

Selain itu, menurut kepala sekolah, penyuluhan ini juga menjadi masukan untuk materi tambahan dalam pembelajaran di pesantren khususnya tentang pencegahan anemia.

Peserta pengabdian juga sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan penyuluhan dan pembagian tablet tambah darah ini. Selain menambah pengetahuan tentang pencegahan anemia, remaja putri juga mendapatkan tablet tambah darah sebanyak 20 tablet (2 papan) sehingga dapat mengurangi jumlah remaja yang menderita anemia.
 
Kegiatan ini juga memberikan informasi lebih banyak tentang bahaya anemia dan komplikasi yang dapat timbul karena kekurangan sel darah merah.

Para santri pun menjadi lebih paham tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah anemia, seperti mengkonsumsi tablet tambah darah, mengkonsumsi makanan bergizi dan cara pengolahannya yang benar.

Kegiatan ini juga membuat para santri lebih termotivasi untuk menerapkan hidup sehat, khususnya dalam pencegahan anemia tersebut. (dmp)

Pendidikan Kesehatan Reproduksi, Cegah Perilaku Seks Beresiko

KESPRO: Penyuluhan kesehatan reproduksi tentang perilaku seks beresiko oleh dosen IKH di Pesantren Ma’had Muhammad Saman.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DOSEN Institut Kesehatan Helvetia (IKH) menggelar kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang merupakan salah satunya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

KESPRO: Penyuluhan kesehatan reproduksi tentang perilaku seks beresiko oleh dosen IKH di Pesantren Ma’had Muhammad Saman.

Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Ma’had Muhammad  Saman, Desa Telaga Sari, Kecamatan  Sunggal, Kabupaten Deliserdang.
 
Pengabdian bertemakan kesehatan reproduksi dan pengenalan tanda–tanda bahaya dari perilaku seks beresiko
 
Dosen Diploma 4 Kebidanan Fakultas Farmasi dan Kesehatan IKH Rina Hanum, SST.,M.Kes mengatakan kepada Sumut Pos, kemarin bahwa PKM tersebut  dilaksanakan pada 2 Juni 2021. ”Yang terlibat dalam PKM adalah Rina Hanum, SST.,M.Kes (ketua) bersama Elvi Era Liesmayani SSiT MKeb , Indah Pratiwi,  Irma Sari dan Natasya Elvira Sukma (anggota)”.
.
 
”Tema PKM adalah penyuluhan kesehatan Reproduksi tentang perilaku seks beresiko,” kata Rina Hanum, SST.,M.Kes selaku ketua tim pengabdian tersebut.
 
Pimpinan yayasan, kepala sekolah, seluruh staf struktural dan santri memberikan dukungan dan mengikuti jalannya acara dengan penuh antusias
 
Rina  menjelaskan pengabdian ini bagian dari  Tridharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan. Kegiatan ini memberikan pendidikan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri supaya mampu mengenal tanda–tanda bahaya dari perilaku seks bebas.
 
Kepala Sekolah Pesantren Ma’had Muhammad Saman, Nur’ani SPd selaku  koordinator acara sangat mendukung dan berharap kegiatan ini bisa dilaksanakan secara kontemporel. Hal tersebut tidak terlepas dari tuntutan perkembangan lingkungan.
 
Disamping itu juga kegiatan ini sangat membantu para guru dalam dalam mengenalkan tumbuh kembang remaja sehingga mereka lebih siap dalam menghadapi pengaruh dari lingkungan.
 
Dalam kegiatan ini peserta sangat terbuka dan bersemangat dalam penyampaian problema yang sedang mereka hadapi. 
 
Kegiatan ini juga dapat memberikan informasi seputar perkembangan mereka selaku remaja tahap tengah. Terlihat bahwa penyuluhan ini mampu memberikan pengetahuan dan wawasan mereka tentang perilaku seks
 
Para santri pun menjadi lebih paham tentang hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah seks bebas seperti menjaga menjaga sikap dan tingkah laku dalam pergaulan terutama dengan yang bukan muhrimnya.
 
Kegiatan ini juga  membuat para santri lebih termotivasi untuk menerapkan hidup sehat,  khususnya dalam pencegahan perilaku seks bebas. (dmp)

Hal Unik Tentang Star Wars yang Menarik untuk Diketahui

Star Wars selalu mendapatkan tempat di hati penggemarnya. Bayangkan saja, selama empat dekade sekuel film ini selalu menjadi film terlaris. Yang menarik, penonton di AS hingga mengantri ratusan meter hanya untuk mendapatkan tiket premier, bahkan rela menginap semalam sebelumnya. Jika selama ini Anda adalah penggemar baru film budget tinggi ini, ada beberapa hal unik yang perlu Anda ketahui.

  1. Syuting Studio
    Benarkah ada film Star Wars yang proses syuting dilakukan di dalam studio? Revenge of the Sith, episode III dari StarWars memang menjalankan proses syuting, semuanya di dalam studio.
    Hal ini berbeda dengan film-film Starwars sebelumnya yang dilakukan di berbagai tempat, sesuai dengan latar belakang cerita. Tetapi, ada yang unik. Lokasi syuting Episode II dilakukan di sebuah kawasan dengan latar belakang yang sudah disiapkan sebelumnya. Seperti ‘green screen’ di zaman sekarang, lah.
  2. Siapa yang menolak Kontrak di Sekuel Ketiga?
    StarWars memiliki tiga tokoh utama yaitu Leia, Luke, serta Han Solo. Salah satu dari tiga tokoh di trilogy StarWars pertama ini menolak untuk menandatangani kontrak syuting film ketiga. Siapakah dia? Dia ternyata adalah Harrison Ford.
    Mereka yang menyaksikan sekuel kedua pasti melihat bahwa tokoh Han Solo ternyata harus ‘mati’ beku di carbonite. Sutradara sengaja menyusun adegan ini karena ia tidak yakin Harrison Ford mau bergabung di sekuel ketiga. Saat itu, ia tidak menandatangani kontrak. Hanya Carrie Fisher dan Mark Hammill yang mau menandatangani ketiga trilogy tersebut.
  3. Karakter Yang Pertama Muncul Mulai “The Star Wars Holiday Special”
    Bulan November 1978 salah satu karakter baru muncul, tepatnya di episode The Star Wars Holiday Special. Ternyata, sekuel ini menjadi sekuel perdana karakter Boba Fett, yaitu pada segmen animasi.
    Namun, sekuel ini tidak pernah muncul di versi video saat itu meskipun sekarang semua orang sudah bisa mengakses melalui internet. Maraknya film-film StarWars yang semakin mudah didapatkan di internet membuat George Lucas kesal dan berharap sempat menghancurkan episode lama supaya film-film lawas tersebut tidak dengan mudah dibajak dimana-mana.
  4. Warna Ungu Lightsaber Mace Windu
    Banyak orang mengira bahwa warna ungu lightsaber milik Mace Windu mengandung unsur mistis. Perkiraan banyak orang ini cukup membuat geli Samuel L. Jackson. Ia mengatakan bahwa ia memang ingin warna ungu karena memang warna ini jauh lebih unik daripada pilihan yang ditawarkan di awal, seperti biru, hitam atau hijau.
  5. Pengguna Lightsaber Non Jedi
    Satu-satunya non jedi yang menggunakan lightsaber adalah Han Solo. Ia menggunakan lightsaber miliki Luke untuk memotong perut tauntaun di sequel The Empire Strikes Back.
  6. Bahasa Keahlian C-3PO
    Apakah Anda salah satu penggemar C-3PO? Banyak penggemar StarWars yang mengidolakan karakter ini. Apalagi dengan kemampuannya menggunakan berbagai macam bahasa. Lalu, berapa banyak bahasa yang dikuasai C-3PO. Ternyata, C-3PO sangat lancar berbicara dalam enam juta bahasa. Wow!
  7. Daur Ulang Kostum
    Entah ingin menghemat atau apa, produser Star Wars pun melakukan daur ulang kostum. Kostum yang digunakan di salah satu episode Doctor Who berjudul The Tenth Planet, ternyata kostum yang sama yang juga digunakan oleh Bossk.
    Menyaksikan Star Wars memang selalu seru. Meskipun beberapa kali proses syuting dilakukan di studio, namun efek visualnya tetap saja sangat canggih. Bahkan mungkin kita menyangka bahwa mereka melakukan proses syuting dalam sebuah kapal luar angkasa yang sesungguhnya.(rel)

Seimbangkan Medsos dengan Buku dan Aplikasi Pembelajaran

TAPSEL, SUMUTPOS.CO—Banyak cara agar netizen terhindar dari informasi sesat melalui dunia maya atau media sosial. Terutama untuk menghindari kecanduan dalam penggunaan medsos.

WEBINAR: Gubsu Edy Rahmayadi dan pelaku Webinar Literasi Digital di Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara pada 21 Juli 2021. (IST)

“Tips meminimalisir kecanduan medsos ialah, membatasi penggunaan medsos, memanfaatkan medsos sebagai peluang usaha, menyeimbangkan medsos dengan buku, serta mengakses aplikasi pembelajaran,” kata Pegiat Komunikasi, Zulfikar, MPd saat menjadi pemateri dalam Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara pada 21 Juli 2021.

Memberi materi bertajuk “Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial” pada sesi Budaya Digital, Zulfikar menyebut cara bijak menggunakan medsos antara lain berpikir sebelum mengunggah, tidak sedang emosi saat menggunakan medsos, menjaga etika dengan tidak menyinggung seseorang dan menyinggung SARA, mengenali teman berinteraksi, serta memanfaatkan medsos untuk menjali silaturahmi.

“Perubahan dan perkembangan teknologi di era digitalisasi merupakan sebuah kepastian. Teknologi internet seolah telah menjadi kebutuhan pokok penduduk dunia karena dianggap banyak membantu dan memudahkan segala urusan. Namun, dengan segala kemudahan yang tersedia, tentu masyarakat harus tetap waspada dan perlu bijak dalam bermedia sosial agar tetap aman. Jangan sampai hal yang menguntungkan menjadi menimbulkan masalah dan kerugian yang tidak diharapkan,” katanya.

Di sesi Etika Digital, Witri Mirza Yuhanan
membahas literasi digital merupakan keterampilan mengolaborasi, mengomunikasikan, memahami teknologi digital dalam rangka berkreasi, berpartisipasi, dan berbagi pengalaman.

“Contoh literasi digital di sekolah, seperti komunikasi dengan guru atau teman menggunakan medsos, mengirim tugas lewat e-Mail, pembelajaran secara online, dan mencari bahan ajar dari sumber terpercaya,” kata staf Cabang Pendidikan Tapsel tersebut. “Prinsip dasar literasi digital meliputi masyarakat memiliki kemampuan untuk memahami informasi yang diberikan media, baik secara implisit maupun eksplisit, masyarakat memiliki kemampuan memahami serta menyimpan informasi untuk dibaca di lain hari, dan media saling berbagi pesan atau informasi kepada masyarakat,” lanjutnya.

Sesuai tema materinya mengenai Literasi Digital Bagi Tenaga Pendidik dan Anak Didik di Era Digital, Witri menyebut literasi digital dalam dunia pendidikan meliputi, menganalisis dan mengevaluasi, berkreasi dan berkolaborasi, menggunakan dan membagikan, serta penerapan penilaian etis.

“Adapun tantangan literasi digital mencakup arus informasi yang banyak dan terdapat konten negatif seperti pornografi dan isu SARA. Di era digital saat ini, para guru dan murid dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi, terutama di masa pandemi saat kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Literasi digital antar tenaga pendidik dan anak didik harus dikembangkan, karena guru kini harus memiliki kemampuan menyajikan materi yang baru secara digital agar peserta didik tidak cepat bosan,” pungkasnya.

U. Laila Sa’adah, selaku Konselor Parenting dan Pegiat Literasi Pendidikan pada sesi Kecakapan Digital, memaparkan tema “Main Aman Saat Belanja Online”. Laila menjelaskan alasan seseorang berbelanja secara online lantaran waktu yang lebih efisien, harga yang semakin bersaing dan kualitas yang beragam, informasi dan ketersediaan barang lebih beragam, lebih santai dan tidak terburu-buru, serta ada rekam jejak pembelian.

“Mengenal jual beli di ranah online meliputi tawar menawar, komunikasi antar penjual dan pembeli, pembayaran, dan sanksi online. Jenis sistem transaksi belanja online diantaranya, cash on delivery atau bayar di tempat dengan memperhatikan metode yang ditawarkan, syarat dan kebijakan dalam COD, transfer antar bank, digital wallet seperti ovo dan DANA, kartu kredit, dan pembayaran melalui minimarket,” urai dia.

Macam-macam media online belanja, sebut Laila, meliputi medsos, website dan blog, serta market place. Tips aman belanja online melalui market place antara lain, waspadai harga yang terlalu murah, gunakan rekening bersama, toko memiliki rating bagus, ada kalanya rawan kebocoran dan pemanfaatan data pelanggan, serta hati-hati dengan social engineering, pengakuan dari karyawan situs belanja online untuk meminta kode tertentu.

“Hal yang harus diperhatikan saat belanja online di luar market place meliputi, website resmi dan dikelola secara profesional, riset melalui mesin pencari mengenai reputasi toko dan ulasan, menyimpan jejak transaksi, tidak menyimpan informasi kartu kredit di toko online, hanya meminta data yang diperlukan, membuat password yang berbeda, serta meminta resi pengiriman,” pungkasnya.

Di sesi Keamanan Digital, Muh. Ridwan Arif selaku RTIK Indonesia, Praktisi Pendidikan, dan Praktisi Digital Parenting, menjelaskan PIN merupakan angka sandi yang hanya diketahui oleh pengguna platform digital dan sistem autentikasi platform digital tersebut.

Tips penggunaan PIN yang baik, kata dia, dengan cara hindari memilih kombinasi angka yang mudah ditebak, tidak menuliskan PIN di kartu identitas, gunakan PIN yang berbeda untuk kepentingan yang berbeda, serta selalu tutupi PIN dengan tangan jika ingin memasukan PIN pada ATM.

“Password merupakan kumpulan karakter yang digunakan oleh pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna untuk memverifikasi identitas dirinya kepasa sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan tersebut,” katanya.

Tips penggunaan password yang aman meliputi, panjang password minimal delapan karakter, tidak mencantumkan informasi pribadi, dan tidak menggunakan kombinasi karakter yang mudah ditebak.

“OTP merupakan penggunaan kode unik yang khas difungsikan satu kali dalam transaksi. Tips perlindungan terhadap OTP meliputi, pahami modus calon pembobol OTP, waspada jika calon pembobol menelpon untuk meminta bantuan atau menawarkan hadiah, tidak berikan kode OTP kesiapapun, serta segara lapor ke pihak terkait jika terlanjur memberikan kode OTP kepada orang lain,” terangnya.

Sedangkan two factor authentication atau 2FA merupakan keamanan penggunaan sistem digital yang membutuhkan dua faktor identifikasi. Fitur keamanan yang digunakan untuk melakukan autentikasi ulang apakah pengguna yang akan login benar pemilik akun tersebut dan terdaftar dalam sistem.

Webinar diakhiri Natasya Esterita, Ketua OKK Sobat Cyber Indonesia dan Influencer dengan Followers 12,6 ribu. Natasya menyimpulkan hasil webinar dari seluruh tema yang sudah dipaparkan para narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)

Guru Masa Kini Dituntut Bisa Buat Konten Digital yang Bertanggungjawab

ASAHAN, SUMUTPOS.CO—Guru memiliki tantangan untuk bisa mengoptimalisasikan dan mengembangkan potensi peserta didiknya menjadi lebih produktif dan konstruktif kearah yang lebih positif.

DIGITAL: Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara, 21 Juli 2021. (Ist)

Salah satunya, guru saat ini dituntut untuk dapat membuat, berkolaborasi, dan berbagi konten digital secara bertanggungjawab. Pendapat ini dikemukakan Dr Siti Nabilah, praktisi pendidikan saat menjadi pemateri dalam Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara pada 21 Juli 2021.

“Kompetensi literasi digital mencakup menyeleksi, mengakses, memahami, menganalisa, memverifikasi, mengevalusi, berpartisipasi, memproduksi, dan berkolaborasi,” katanya pada sesi Kecakapan Digital.

Siti menjelaskan literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital. Karakteristik generasi alpha mencakup, bergantung pada teknologi, akrab dengan internet, pola komunikasi terbuka, sangat aktif dalam media sosial, dan memiliki daya kreatifitas tinggi.

Memaparkan tema “Digital in the Classroom: Kemampuan Literasi Digital yang Wajib Dimiliki Guru Generasi Alpha”, Siti Nabilah juga menyebut beberapa manfaat literasi digital dalam pembelajaran. Antara lain menghemat waktu dan biaya, memeroleh informasi terkini, membuat keputusan yang tepat, serta belajar menjadi lebih cepat.

“Contoh kegiatan literasi digital di sekolah berupa penyediaan kelas virtual dan berkomunikasi dnegan warga sekolah menggunakan teknologi digital,” katanya.

Mengenai strategi mendampingi anak menggunakan teknologi digital, sebut dia, meliputi membuat kesepakatan dengan anak menggunakan gawai, menjalin komunikasi positif, mendampingi dan memantau aktivitas anak dalam menggunakan media sosial, serta menunjukan teladan yang baik dan positif.

“Kompetensi literasi digital yang perlu dimiliki guru ialah, manajemen informasi, kolaborasi, komunikasi dan berbagi pengetahuan dan etika, serta evaluasi dan penyelesaian masalah,” pungkasnya.

Di sesi Keamanan Digital, Wisnu Ponco selaku Master Mentor Kementerian Koperasi dan UMKM RI-RTIK, membahas privasi merupakan hak individu untuk menentukan apakah data pribadinya akan dikomunikasikan atau tidak pada pihak lain.

“Jenis-jenis data pribadi yang dilindungi meliputi data pribadi yang bersifat umum dan data pribadi bersifat spesifik. Data pribadi bersifat umum seperti, nama lengkap, agama, kewarganegaraan, jenis kelamin, dan data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasi seseorang,” katanya mengangkat tema materi “Tips dan Trik Menjaga Keamanan Privasi Secara Digital”.

Data pribadi, lanjut dia, bersifat spesifik seperti data dan informasi kesehatan, data genetik, data biometrik, catatan kejahatan, data keuangan pribadi, data anak, dan data lain yang sesuai peraturan perundang-undangan.

Hal yang perlu dilakukan untuk menjaga data pribadi di media sosial, hemat dia, dengan cara tidak mengunggah data diri, cek email untuk melihat keamanan email melalui monitor.firefox.com, buat password yang kuat dan unik, cek kembali izin aplikasi, cek pengaturan privasi dan keamanan di google, cek pengaturan privasi di facebook, atur privasi di whatsapp, aktifkan verifikasi dua langkah di Whatsapp, serta autentikasi dua faktor pada Facebook dan Instagram.

“Dengan menjaga keamanan data diri di internet, akan mempersempit terjadinya tindak kejahatan di dunia digital,” tegasnya.

William Ramadhan, Ketua Program Studi Sistem Informasi di sesi Budaya Digital, memberikan materi bertajuk “Memahami Batasan Dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurutnya, kebebasan berekspresi merupakan hak universal yang dapat dinikmati semua orang. Medsos, kata dia, sering kali menjadi tempat untuk mengeluarkan ekspresi dan pendapat.

“Sedikit banyaknya medsos juga memengaruhi perkembangan media di Tanah Air. Masyarakat diberikan kebebasan dalam menggunakan medsos, namun kebebasan ini bukan berarti tidak memiliki etika atau batasan-batasan penggunaannya,” ujarnya.

Hal yang harus dilakukan untuk itu antara lain, etika dalam berkomunikasi, menghindari penyebaran SARA, menghargai hasil karya orang lain, memastikan kebenaran berita, dan tidak mempublikasikan informasi pribadi.

“Kebebasan berekspresi dan berpendapat juga harus mengetahui adanya batasan dalam kebebasan tersebut yakni ada hak orang lain yang membatasi dan juga terdapat UU yang telah mengatur sedemikian rupa untuk menciptakan ruang publik yang sehat dan tetap kondusif, serta mengedepankan etika sehingga tidak memiliki peluang untuk melanggar UU ITE,” pungkasnya.

Adapun di sesi Etika Digital, Yessica Siagian, Dosen STMIK Royal Kisaran mengangkat tema “Peran dan Fungsi e-Market Dalam Mendukung Produk”.

Menurutnya, marketplace merupakan sebuah tempat yang mempertemukan antara penjual dan pembeli secara online. Marketplace memiliki kelebihan seperti lebih mudah memulai, tidak perlu memikirkan desain dan biaya pembuatan website, modal minimal, sistem sudah tersedia, serta tidak perlu strategi pemasaran.

“Kekurangan marketplace meliputi persaingan tajam karena memiliki banyak pilihan, margin laba terbatas, tidak memiliki kontrol atas promosi, kurang mendukung branding, dan pasar terbatas. Platform marketplace mencakup, shopee, tokopedia, bukalapak, blibli, lazada, dan JD.ID,” ungkapnya.

Peran dan fungsi e-Market dalam mendukung produk lokal, ujarnya, diantaranya bantu memasarkan produk, memberikan banyak promosi, transaksi aman, mudah digunakan, respon admin cepat, memberi edukasi lengkap, dan membantu ekspor produk.

“Keuntungan e-Market meliputi dapat menjangkau berbagai lapisan konsumen, melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, menghemat biaya pemasaran, banyak pilihan dalam pemasaran, meningkatkan keuntungan, memudahkan pengelolaan, serta mendapat peluang yang lebih besar melalui komunitas,” katanya.

Webinar diakhiri Fahrunnisa Dhea, Influencer dengan Followers 10,6 ribu. Dhea menyimpulkan hasil webinar dari seluruh tema yang sudah diangkat para narasumber.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.

Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)