PANEN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memanen benih padi jenis Inpari 32 di UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa, Jalan Medan-Lubukpakam Km 24, Kabupaten Deliserdang, Jumat (13/8).
DINAS KOMINFO SUMUT/SUMUT POS.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, terus mendorong pengembangan benih padi. Dengan harapan, Sumut mampu memenuhi kebutuhan benih padinya secara mandiri, dan tidak lagi bergantung pada benih dari daerah lain.
PANEN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memanen benih padi jenis Inpari 32 di UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa, Jalan Medan-Lubukpakam Km 24, Kabupaten Deliserdang, Jumat (13/8).
DINAS KOMINFO SUMUT/SUMUT POS.
Saat ini kebutuhan benih padi di Sumut sekitar 9.733 ton per tahun, dari luas lahan sawah sekitar 300.000 hektare. Sedangkan Sumut baru mampu memenuhi kebutuhan benih sekitar 1.250 ton per tahun, sisanya masih dipasok dari luar daerah. Karena itu, Edy ingin, Sumut mampu memenuhi kebutuhan benih padinya sendiri.
“Kita ini punya potensi. Saya setiap tahun menandatangani pembelian bibit sekitar Rp125 miliar, untuk bibit kopi, cabai, bawang, termasuk padi. Kalau kita bisa memenuhi kebutuhan sendiri, tentu akan sangat menguntungkan. Masa kita harus beli terus?” tutur Edy, usai memanen benih padi jenis Inpari 32 di UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa, Jalan Medan-Lubukpakam Km 24, Kabupaten Deliserdang, Jumat (13/8).
Edy pun berencana untuk menambah area lahan sawah di Sumut, dan berharap semakin banyak penangkar benih padi. Namun dia menekankan, baik penangkar ataupun petani, agar tetap mempertahankan mutu produksinya.
“Kita upayakan penambahan 5.000 hektare. Memang kita surplus untuk padi, tapi populasi kita terus bertambah. Itu juga akan meningkatkan kebutuhan benih padi, karena itu kami berharap penangkar benih padi kita juga semakin banyak,” harapnya, sembari mengitari area persawahan UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut.
Berdasarkan keterangan Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Bahruddin Siregar, saat ini pihaknya mampu memproduksi 85,5 ton benih padi dari luas area sawah 19 hektare. Satu keunggulan benih yang dikembangkan UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa, yakni mampu menghasilkan panen padi rata-rata 8-7 ton per hektare.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus berupaya untuk meningkatkan produksi benih padi. Kendalanya, saat ini area persawahan UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa membutuhkan irigasi yang lebih baik.
“Seperti kata Pak Gubernur tadi, kita akan coba meningkatkan kuantitas dan kualitas irigasinya, mungkin akan dialirkan dari Sei Batu Gingging. Bila bisa ditingkatkan, produksi benih kita akan semakin besar, mungkin bisa panen hingga 3 kali. Kalau sekarang, kita masih 2 kali (panen) dalam setahun,” ungkap Bahruddin.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Sumut, Dhody Thahir mengaku, akan mendukung upaya Pemprov Sumut mengembangkan benih dan memperluas area persawahan.
“Tentu kita dukung, asal sesuai dengan peraturan yang ada. Ini akan menguntungkan petani kita, dan bila bisa memenuhi kebutuhan benih sendiri, akan lebih menghemat belanja daerah,” pungkasnya. (prn/saz)
BANGKIT: Josep Guardiola harus mampu membawa timnya bangkit di laga perdana Premier League 2021/2022 saat dijamu Tottenham, Minggu (15/8) malam WIB.
SUMUTPOS.CO – PREMIER League 2021/2022 mulai digelar pekan ini. Sang juara bertahan, Manchester City langsung ditunggu laga berat di pekan pertama. Mereka akan bertandang ke markas Tottenham Hotspur, Minggu (15/8) malam pukul 22.30 WIB.
BANGKIT: Josep Guardiola harus mampu membawa timnya bangkit di laga perdana Premier League 2021/2022 saat dijamu Tottenham, Minggu (15/8) malam WIB.
Tottenham selaku tuan rumah, memang telah berganti manajer, di mana mulai musim ini mereka ditangani Nuno Espirito Santo. Selain itu, masih ada juga teka-teki seputar masa depan Harry Kane. Namun, bagi Manchester City ini tetap sebuah lawatan yang tidak mudah.
Demi menjaga reputasi sebagai juara bertahan, Manchester City tidak boleh sampai kalah. Terlebih lagi, pasukan Josep Guardiola tentu dituntut untuk bangkit usai dikalahkan Leicester City di Community Shield.
Bagi Tottenham, pertemuan kontra City ini bisa jadi akan terasa sangat berat. Demikian juga bagi sang pelatih, Nuno Espirito Santo, yang harus berduel dengan Guardiola, saat membuka perjuangan di Liga Inggris bersama Tottenham.
Di sisi lain, Man City memang lebih diunggulkan berkat status juara bertahan yang mereka miliki. Kendati lebih diunggulkan, Man City tetap perlu mewaspadai kekuatan Tottenham. Sebab, Tottenham memiliki modal apik ketika bersua Guardiola.
Dengan modal itulah Nuno Espirito Santo berpotensi menjegal langkah Pep Guardiola pada pekan perdana Liga Inggris 2021-2022. Modal apik yang dimiliki Nuno terwujud lewat pengalamannya mengalahkan Guardiola.
Dari tujuh pertemuan kontra Pep Guardiola, Nuno Espirito pernah meraih dua kemenangan, yakni pada Liga Inggris 2019-2020. Kala itu, dia sukses membawa Wolves meraih dua kemenangan atas Man City, baik pada laga kandang maupun tandang.
Sepasang kemenangan tersebut tentu menjadi sejarah apik dalam karier kepelatihan Nuno Espirito Santo. Dia sukses mengalahkan Pep Guardiola, salah satu pelatih top dunia dengan sederet prestasi. Saat ini, Espirito Santo akan menjadikan sepasang kemenangan itu sebagai modal kepercayaan diri untuk bisa menjegal langkah Pep Guardiola bersama Man City.
Apabila sukses mengalahkan Man City pada laga perdana Liga Inggris 2021-2022 nanti, Espirito Santo akan mengukir catatan apik. Dia bakal membuat Pep Guardiola merasakan kekalahan pertama dalam rangkaian matchday 1 Liga Inggris sejak mulai menukangi Man City pada musim 2016-2017.
Dalam duel nanti, Pep Guardiola belum bisa menurunkan kekuatan penuhnya. Untuk itu, pemain-pemain yang ada, terutama Jack Grealish yang dibeli sangat mahal dari Aston Villa, diharapkan bisa menampilkan kemampuan terbaik mereka. (bbs)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyak pasien Covid-19 meninggal dunia karena tak sempat mendapatkan penanganan di rumah sakit. Pemprov Sumut mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan menyediakan aplikasi SIRANAP (Sistem Informasi Rawat Inap).
Pemprov Sumut melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengkoordinir rumah sakit-rumah sakit yang ada di Sumut agar berada dalam satu pintu informasi soal update ketersediaan kamar inap dan ICU Covid-19.
Rumah sakit-rumah sakit itu dikumpulkan dalam satu aplikasi SIRANAP. Sejauh ini telah bergabung 28 rumah sakit yang ada di Medan dan sekitarnya dalam aplikasi itu.
Sehingga siapapun yang ingin mencari informasi dimana kosong kamar rawat inap dan ICU Covid-19, boleh mencarinya di dalam aplikasi SIRANAP tersebut, dengan terlebih dahulu mengunduhnya di play store maupun di app store.
Di dalam aplikasi itu, ditampilkan update informasi berapa unit kamar inap Covid-19 yang kosong, dan juga ICU. Selain kamar dan ICU untuk perawatan Covid, perawatan non-Covid juga tersedia di sana. “Hubungi saja Satgas (aplikasi SIRANAP), dimana rumah sakit yang masih kosong, dimana ICU-nya yang masih kosong, sehingga si pasien tidak mutar ke sana kemari,” ujar Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, kepada wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (13/8).
Ketersediaan informasi kamar inap dan ICU covid di rumah sakit, kata Gubernur Edy, yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, sangat penting mengingat tingkat ketersediaan kamar (Bed oOccupancy Rate/BOR) di Sumut mencapai 71 persen-74 persen. “RSU Bunda Thamrin, mobil ambulance-nya langsung Bunda Thamrin. Oh ada di Binjai, dia bisa langsung ke Binjai. RSU Martha Friska dia bisa langsung ke Martha Friska,” ujar Gubernur Edy didampingi Kadis Kominfo Sumut, Irman Oemar.
Dengan membuka aplikasi SIRANAP, ujar Irman Oemar menambahkan, dapat diketahui bagaimana kondisi rawat inap, kondisi ICU, yang ada di Sumut. “Itulah yang dikoordinir Pak Gubernur agar rumah sakit-rumah sakit ini terkoordinir dalam satu sistem dibawah kendali pak gubernur sebagai Ketua Satgas,” tambah Irman.
Satgas dan RS Terintegrasi
Sebelumnya, saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 bersama tenaga kesehatan dan kepala Dinas Kesehatan se-Sumut secara virtual di Aula Tengku Rizal Nurdin, Gubsu Edy Rahmayadi meminta manajerial antara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dengan pihak rumah sakit rujukan, lebih tersistematis dan terintegrasi agar penanganan pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan di ICU (Intensive Care Unit) dapat tertangani dengan baik.
“Satgas dan pihak RS harus siap sedia selama 24 jam serta tetap berkomunikasi dalam hal ketersediaan ruangan termasuk ICU. Jadi, masyarakat bisa menghubungi Satgas, kemudian Satgas yang akan menempatkan ruang ICU di mana yang tersedia,” katanya.
Dalam arahannya, Edy pun memerintahkan Satgas Covid-19 Sumut untuk bertindak lebih serius dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) pada masyarakat. Ia melihat masyarakat masih banyak yang mengabaikan menggunakan masker di area publik. “Bagaimana caranya agar kesadaran memakai masker ini lebih tertib di masyarakat. Saya lihat di pasar dan tempat umum lainnya masih banyak yang tidak menggunakan masker. Saya minta satu kegiatan harus dievaluasi, kita harus tau mengantisipasi kenaikan ini yang dapat menjadi gejolak politik,” katanya.
Disamping itu, Satgas diminta untuk dapat menyosialisasikan penggunaan obat herbal seperti Sambiloto, meniran dan sebagainya pada masyarakat guna meningkatkan daya tahan tubuh. (prn)
GELEDAH: Tim Densus 88 dan personel Polres Binjai melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris DI, di Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, Jumat (13/8).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga terduga teroris di Medan, Binjai, dan Deliserdang (Mebidang), Jumat (13/8).
GELEDAH: Tim Densus 88 dan personel Polres Binjai melakukan penggeledahan di rumah terduga teroris DI, di Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, Jumat (13/8).
Adapun ketiga teroris yang diamankan yakni, berinisial H di Jalan Tritura, Lingkungan 11, Kelurahan Suka Maju, Medan Johor; Seorang pria berinisial RTM (50), warga Jalan Eka Warman, Gang Wak Rame, Dusun 3A, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, dan DI (44), warga Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, Kota Binjai.
Informasi dihimpun menyebutkan, warga sekitar Jalan Tritura, Lingkungan XI, Kecamatan Medan Johor, sempat geger karena adanya penangkapan seorang terduga teroris. Polisi berpakaian sipil mengamankan seorang pria berinisial H berusia sekitar 30 tahun dan bekerja sehari-hari sebagai penjual sate keliling. “Sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah orang berpakaian preman dan berbadan tegap terlihat mengamankan seorang pria yang selama ini diketahui sebagai penjual sate,” sebut warga.
Menurut warga, H merupakan menantu penghuni/pemilik salah satu rumah di Lingkungan XI, Medan Johor. H disebut kurang bermasyarakat dan terkesan sangat tertutup. Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Yusmidar, mengakui adanya penangkapan terduga teroris tersebut di sekitar tempat tinggalnya. “Benar, pagi tadi saya ditelpon dengan orang Brimob. Saya disuruh mendampingi mereka saat mengamankan H,” ujarnya.
Dia menyebut, H diamankan sejumlah petugas berbadan tegap sekitar pukul 09.00 WIB. “Sekitar pukul 9 pagilah diamankan. Yang dibawa cuma H. Kalau untuk barang bukti yang saya lihat, sepeda motor dan HP saja yang dibawa,” ungkapnya.
Dia memastikan H bukan warganya. Namun, H yang diperkirakannya masih berusia 30-an tahun sering berkunjung ke rumah mertuanya di lingkungan tersebut. “Kalau yang diamankan itu bukan warga saya. Namun, dia datang ke rumah mertuanya. Nah, mertuanya itu warga saya. Dia diamankan saat beli sarapan di kawasan rumah mertuanya. Jadi polisi bawa dia ke rumah mertuanya,” bebernya.
Selain itu, Densus 88 juga mengamankan RTM, merupakan karyawan di salah satu pabrik elektronik di Jalan Asia Medan. Dia diamankan Iptu Parman dari rumah kontrakannya di Jalan Pala, Dusun 3A, Sei Mencirim.
Awalnya petugas berusaha membuntuti RTM. Namun, upaya itu diketahui oleh RTM sehingga dia berusaha melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor menuju Desa Suka Maju, dekat areal persawahan. Namun atas kesigapan Densus 88, RTM berhasil diamankan tanpa perlawanan.
Selanjutnya, Iptu Parman berkoordinasi dengan Kepala Dusun 3A untuk melakukan penggeledahan di rumah RTM yang diduga tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI), dan selanjutnya dia dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Suwondo (49), selaku Kepada Dusun III A, Desa Mencirim, Kecamatan Sunggal, mengungkapkan, RTM sehari-hari rajin ke masjid. “Dia bekerja di perusahaan elektronik di Jalan Asia Medan. Ia orangnya ramah dan rajin salat di Masjid Taqwa Asiniq, yang tak jauh dari rumah kontrakannya,” ungkapnya.
Suwondo menyebutkan, RTM bersama istri dan anaknya mengontrak di Dusun III A, Desa Mencirim, sudah dua tahun. “Dia mempunyai dua anak. Salah seorang sudah menikah. Sementara yang bersama dia masih gadis. Saat ini, istrinya berada di kampung, lantaran orang tua sedang sakit. Jadi, ia bersama anaknya K,” sebut Suwondo.
Ketika ditanya, adakah RTM mengumpulkan orang dan bikin pengajian di rumahnya, Suwondo mengaku tidak ada perkumpulan ataupun mengaji. “Rumah kontrakan RTM tepat di belakang rumah saya. Oleh karena itu, saya pasti mengetahui kalau dia tidak pernah menggelar pengajian ataupun perkumpulan. Istrinya juga tidak memakai cadar,” ungkap Suwondo.
Disinggung, apakah anak perempuan RTM juga dibawa oleh Densus 88, Suwondo menyatakan tidak ada diamankan. “Anaknya tidak dibawa, hanya bapaknya diamankan. Barang bukti juga tak ada yang dibawa,” ucap Suwondo.
Selain di Deliserdang, Tim Densus 88 bersama personel Polres Binjai juga mengamankan seorang pria berinsial DI (44), warga Kelurahan Cengkehturi, Binjai Utara, Jum’at (13/8). Pria tersebut diamankan tak jauh dari Panglong Kayu daerah Binjai Utara dan disangkakan terduga teroris.
Informasi dirangkum, DI kesehariannya sebagai seorang guru. Sangkaan terduga teroris karena ia berkaitan dengan kotak amal LA di Binjai.
Setelah diamankan, tim menggeledah kediaman DI. “Benar, sebelum Salat Jumat tadi ada penangkapan terduga teroris,” ujar Camat Binjai Utara, Adri Rivanto ketika dikonfirmasi.
Penggeledahan di kediaman DI turut disita sejumlah barang bukti. Kini, yang bersangkutan sudah dibawa ke Mapolda Sumut guna dilakukan pengembangan lebih lanjut.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, melalui Kabag Penum Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan saat di konfirmasi wartawan via telepon seluler membenarkan kejadian tersebut. “Iya benar penangkapan sedang berlangsung, rekan-rekan Densus sedang bekerja, kalau sudah selesai akan kita rilis,” ujarnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, bahwa pihaknya belum monitor, sebab itu dilakukan langsung oleh Densus 88. “Saya belum monitor,” ujarnya. (mag-1/ted)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) akhirnya berhasil mendapatkan raihan angka tertinggi untuk kasus kesembuhan akibat infeksi Covid-19. Berdasarkan data milik Kemenkes RI yang disampaikan BNPB Jumat (13/8), pasien Covid-19 yang sembuh totalnya mencapai 1.252 orang. Jumlah ini sekaligus menjadi jumlah terbanyak sepanjang capaian Sumut dalam menangani pandemi Covid-19.
Dengan hasil penambahan tersebut, maka saat ini kasus kesembuhan Covid-19 Sumut naik dari 48.545 menjadi 49.797 orang. Meski begitu, secara nasional, Sumut masih menjadi provinsi terbanyak kesembilan dalam menyumbangkan 42.003 angka kesembuhan di Tanah Air.
Terkait penambahan kasus konfirmasi positif, Sumut kembali menyumbang 1.284 kasus baru. Dengan penambahan tersebut, akumulasi positif Covid-19 meningkat dari 77.423 menjadi 78.707 orang. Di sisi lain, dengan penambahan kasus baru positif itu juga, Sumut menjadi daerah kelima terbanyak dari total 30.788 kasus baru positif nasional.
Untuk kasus kematian, Sumut mencatatkan penambahan 40 orang, sehingga akumulasinya naik dari 1.807 menjadi 1.847 orang. Bersamaan dengan itu, Sumut menjadi provinsi kesembilan terbanyak dalam menyumbangkan 1.432 kasus kematian di Indonesia. Dengan demikian, melalui data-data tersebut, Sumut akhirnya dapat menekan kasus aktif Covid-19 sebanyak 8 poin. Sehari sebelumnya, jumlah kasus aktif sebanyak 27.071.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, perkembangan Covid-19 Sumut tetap harus disadari bahwa masih berada pada masa pandemi. Dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, maka tetap dibutuhkan kewaspadaan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” imbaunya.
37 Pasien Dirawat di Isoter Asrama Haji
Setelah diresmikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi pada Selasa (10/8) lalu, Isolasi Terpusat (Isoter) Pasien Covid-19 Provinsi Sumut di Asrama Haji Medan kini telah merawat puluhan pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Para pasien Covid-19 yang dirawat tersebut, tidak ada yang bergejala berat.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengaku, respon masyarakat terhadap isolasi terpusat itu sangat baik. “Informasi yang saya peroleh, sejauh ini sudah ada 37 pasien yang dirawat di sana. Dan, respon masyarakat adanya isolasi terpusat itu sangat baik,” ujar Aris melalui sambungan seluler, Jumat (13/8).
Aris mengaku, pasien-pasien yang dirawat tersebut terdiri dari orang tanpa gejala (OTG), hasil operasi yustisi dan pergeseran atau rujukan dari rumah sakit dalam kondisi penyembuhan ataupun menunggu hasil tes swab PCR. “Para pasien itu yang pasti dari Sumut, bukan yang baru tiba dari luar negeri,” ucapnya.
Menurut Aris, Isolasi Terpusat Asrama Haji didirikan karena kasus Covid-19 di Sumut khususnya Kota Medan masih ada ditemukan. Dengan keberadaan tempat tersebut, diharapkan sebagai salah satu upaya menurunkan angka Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Medan.
“Ada beberapa mekanisme orang bisa masuk ke isolasi terpusat. Pertama, pasien rujukan dari rumah sakit dengan status ringan dan recovery (penyembuhan). Jadi, sambil menunggu hasil swab PCR, pasien dibawa ke sana dan tidak lagi menunggu di rumah sakit, sehingga bed bisa digunakan oleh pasien Covid-19 yang membutuhkan,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Aris, WNI atau orang yang datang dari luar negeri terkonfirmasi positif setelah dilakukan swab PCR. “Jadi, WNI kita ini datang dari Bandara Kualanamu dikirim ke tempat penginapan. Mereka di tempat penginapan akan kita lakukan pemeriksaan atau screening dan swab PCR. Apabila hasil positif, maka akan dibawa ke isolasi terpusat,” terangnya.
Selain itu, juga masyarakat yang tertangkap operasi yustisi oleh petugas Satgas Covid-19. Jika positif Covid-19 dari hasil swab PCR, juga akan dibawa ke isolasi terpusat. “Pada saat dilakukan operasi yustisi lalu diperiksa dan dilakukan tes rapid antigen hasilnya reaktif, langsung kita bawa ke isolasi terpusat. Selanjutnya, dilakukan swab PCR untuk memastikan,” tandas Aris.
Diketahui, sebelumnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membuka secara resmi Isolasi Terpusat Pasien Covid-19 Provinsi Sumut di Asrama Haji Medan, Selasa (10/8). Tempat isolasi pasien Covid-19 tersebut, memiliki hampir 400 tempat tidur yang disediakan untuk penanganan pasien Covid-19 bergejala ringan secara gratis.
“Masyarakat yang isolasi di Asrama Haji Medan akan mendapatkan perawatan gratis, termasuk makanan dan obat-obatan. Semua kita berikan gratis, tetapi tentu ada aturan yang harus dipatuhi. Tidak boleh seenaknya, dan pakaian yang rapi,” kata Edy. (ris)
ISOTER: Pemko Medan bekerjasama dengan Kemenhub dan PT Pelni menjadikan KM Bukit Raya sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) bagi warga Kota Medan yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana Pemko Medan menjadikan kapal terapung sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) untuk penanganan pasien Covid-19, akhirnya terwujud. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah menyiapkan Kapal Motor (KM) Bukit Raya untuk digunakan Pemko Medan sebagai tempat isolasi mandiri bagi masyarakat Kota Medan, khususnya di wilayah Medan Bagian Utara yang terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gajala ringan maupun orang tanpa gejala (OTG).
ISOTER: Pemko Medan bekerjasama dengan Kemenhub dan PT Pelni menjadikan KM Bukit Raya sebagai tempat isolasi terpusat (Isoter) bagi warga Kota Medan yang terpapar Covid-19 dengan gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).
HAL ini terungkap ketika Wali Kota Medan, Bobby Nasution melakukan penandatangan kerjasama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan PT Pelni di Command Center Balai Kota Medan, Kamis (12/8). Penandatangan turut disaksikan Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi secara virtual.
Di samping bentuk dukungan dalam percepatan penanganan Covid-19 di Kota Medan digunakannya KM Bukit Raya ini juga diakibatkan minimnya jumlah pengguna karena pandemi yang masih melanda. Atas dukungan tersebut, Bobby mengucapkan terima kasih kepada Kemenhub RI dan semua pihak yang terlibat. Sebab, banyak stakeholder yang ikut andil dalam penetapan penggunaan KM Bukit Raya sebagai lokasi isoter baik itu Kemenhub, BNPB, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan.
“Atas nama Pemko Medan kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas perhatiannya terhadap masyarakat Kota Medan, sehingga KM Bukit Raya dapat digunakan dan dijadikan sebagai lokasi isoter,” kata Bobby Nasution didampingi Kepala Cabang PT Pelni Medan Agus Nugroho dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan Capt. Jhonny Silalahi.
Bobby mengungkapkan, direncanakan KM Bukit Raya akan tiba di Pelabuhan Belawan pada Senin (16/8) mendatang. Namun, masih akan dilakukan penataan dan perubahan bentuk dalam kapal untuk penyesuaian, sehingga dapat difungsikan sesuai kebutuhan lokasi isoter. Untuk pembenahannya, jelas Bobby, akan melibatkan BNPB dan Kementerian Kesehatan. “Nanti akan dilengkapi dulu dengan peralatan kesehatan. Lalu, untuk tenaga kesehatannya, Pemko Medan sudah menyiapkannya termasuk kebutuhan lain di dalam kapal,” tambahnya.
Bobby juga menyebutkan, KM Bukit Raya ini mampu menampung sebanyak 478 bed dan berharap lokasi isoter dapat tersedia di semua titik wilayah Kota Medan baik di bagian Barat, Timur, Selatan dan Utara guna menekan angka penyebaran Covid-19. Nantinya, sambung Bobby, KM Bukit Raya tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat Medan Bagian Utara, tapi seluruh warga Kota Medan. “Ini sebagai langkah awal, jika ada warga Medan Utara yang terkonfirmasi dan berada dalam zona merah, akan sangat kejauhan jika dibawa ke wilayah bagian Barat ataupun Selatan. Untuk itu, kita persiapkan KM Bukit Raya sebagai tempat penanganan awal,” terangnya.
Selanjutnya, kepada Menhub, orang nomor satu di Pemko Medan tersebut mengaku terus melakukan upaya penanganan Covid-19 bersama unsur Forkopimda Kota Medan. “Bersama seluruh unsur terkait, kita terus lakukan penanganan salah satunya memberlakukan pemeriksaan melalui swab di tempat bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Jika hasilnya reaktif/positif maka akan kita isolasi, jika tidak, dapat kembali melanjutkan aktifitasnya,” pungkasnya.
Sementara, Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menjelaskan, Kemenhub memberikan upaya sarana dan prasarana berupa kapal terapung di berbagai tempat untuk dijadikan sebagai tempat isolasi terpusat. “Kapal ini semula memberikan layanan angkutan dari satu tempat ke tempat yang lain, namun saat ini karena sedang tidak beroprasi kita manfaatkan untuk lokasi isolasi terapung terpusat.” kata Budi.
Budi juga berpesan kepada jajaran Kementerian Perhubungan yang ada di daerah agar mendampingi Kepala Daerah melakukan tugas ini. “Dengan begitu saya yakin kita bisa melaksanakan program ini dengan baik.” ujarnya.
Langkah Pemko Medan menggunakan KM Bukit Raya sebagai tempat isolasi terpusat bagi pasien Covid, mendapat sambutan positif dari legislatif. DPRD Kota Medan meminta Pemko Medan untuk terus mencari alternatif lokasi penambahan tempat Isoter bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Kota Medan bagian Utara. Pasalnya, kapasitas KM Bukit Raya dikhawatirkan masih belum mampu menampung banyaknya pasien Covid-19 di kawasan Medan Utara, yakni di Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Deli.
“Kita apresiasi langkah Wali Kota Medan dalam menyiapkan KM Bukit Raya jadi tempat isoter di Belawan. Dan akan jauh lebih baik, bila lokasi-lokasi Isoter seperti ini terus ditambah, khususnya di Medan bagian Utara. Mengingat memang saat ini, Medan Utara belum memiliki lokasi Isoter selain KM Bukit Raya, padahal jumlah masyarakat Medan Utara sangat besar,” kata Anggota DPRD Medan Abdul Rani yang terpilih dari Medan Utara.
Rani yang duduk sebagai Anggota Komisi I DPRD Medan itu menegaskan, saat ini masyarakat Medan Utara mengaku kesulitan untuk datang ke lokasi-lokasi Isoter yang ada di Kota Medan, seperti eks Hotel Soechi dan Gedung P4TK milik Pemko Medan dan Isoter Asrama Haji yang disiapkan Pemprov Sumut. “Cukup jauh masyarakat Medan Utara kalau ke tempat-tempat yang kita sebutkan itu. Bayangkan saja misalnya dari Belawan mau ke Helvet, apalagi ke Asrama Haji, jauh sekali itu. Tapi kalau misalnya ada 1 lagi tempat isolasi yang bisa disiapkan di Medan Utara, itu akan sangat membantu masyarakat Medan Utara, apalagi yang di kawasan Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Deli,” ujarnya.
Saat ini, sambung politisi PPP itu, kapasitas Hotel Eks Soechi dan gedung P4TK sudah hampir penuh. Padahal kedua gedung tersebut, khususnya Hotel Soechi belum lama difungsikan sebagai tempat isolasi. “Bisa kita bayangkan juga nanti KM Bukit Raya ini, dengan kapasitas 478 bed dan jumlah masyarakat Medan Utara yang sangat banyak, tidak menutup kemungkinan jika dalam waktu singkat kapal itu juga akan dipenuhi pasien Covid. Apalagi kita tahu bahwa KM Bukit Raya itu letaknya memang di Medan Utara, tapi kan terbuka untuk semua masyarakat Kota Medan, bukan cuma untuk masyarakat Medan Utara saja,” sambung Rani.
Tak cuma di Medan Utara, Rani juga mengharapkan agar Pemko Medan dapat menambah lokasi Isoter di Kota Medan pada umumnya. Dengan demikian, Pemko Medan dapat meminimalisir jumlah masyarakat Kota Medan yang melakukan isoman. “Kalau yang isoman sudah semakin sedikit, masyarakat yang terpapar semua tertib di rawat di lokasi Isoter, kita yakin angka penularan Covid-19 di Kota Medan bisa menurun tajam. Semakin banyak lokasi isoter yang disiapkan, tentu semakin baik. Meskipun begitu kita berharap, masyarakat Kota Medan bisa meningkatkan kedisiplinannya dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga lokasi-lokasi isoter itu tidak penuh,” tandasnya. (map)
SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO—Teknologi informasi dan komunikasi atau TIK memudahkan tersedianya data pribadi secara digital. Data pribadi semakin mudah diperoleh, baik sadar maupun tidak sadar, baik legal maupun tidak legal.
WEBINAR: Webinar Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (21/7). (IST)
“Penggunaan data pribadi akan terus meningkat dikarenakan data pribadi dihimpun dan di-update secara berkelanjutan dalam waktu yang singkat, data pribadi untuk pelaksanaan Pemilu, transaksi bisnis, pengisian formulir digital, dan proses dalam waktu yang relatif singkat, serta data pribadi yang dihimpun, dihitung, dan disajikan rentan terhadap berbagai kecurangan,” kata Prof Zainal Arifin Hasibuan, saat menjadi pemateri dalam Webinar Literasi Digital 2021 yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, 21 Juli kemarin.
Mengangkat tema “Memahami Aturan Perlindungan Data Pribadi”, profesor dalam bidang Ilmu Komputer dan dosen di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro Semarang, menyampaikan keamanan data pribadi diatur oleh konstitusi dan regulasi Indonesia pada UU ITE pasal 29 tahun 2008. Yakni bunyinya; barang siapa dengan sengaja melawan hukum memanfaatkan teknologi informasi untuk mengganggu hak privasi individu dengan cara menyebarkan data pribadi tanpa seizin yang bersangkutan, dipidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama tujuh tahun.
“Kesadaran masyarakat kita masih relatif rendah dalam melindungi data pribadi, oleh karena itu perlu memberdayakan berbagai institusi pendidikan untuk memberikan pendidikan akan pentingnya pengamanan data pribadi,” katanya.
Menurutnya, data pribadi merupakan data perseorangan tertentu yang disimpan, dirawat, dan dijaga kebenaran serta dilindungi kerahasiaannya. Data pribadi meliputi; identitas kependudukan seperti nama dan tempat tinggal, identitas akses seperti PIN dan password, identitas spesifik seperti data biometrik, dan data keuangan pribadi.
David Berthony Manalu, Wakil Rektor III Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, di sesi Budaya Digital menyampaikan materi bertajuk “Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital”. Menurutnya cara berbahasa yang baik dan benar di media sosial antara lain, stop ujaran kebencian dan utamakan empati, tidak provokatif terhadap unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
“Hindari perundungan seperti bullying dan body shaming, sampaikan informasi yang sesuai fakta, beri tanggapan yang sesuai dengan konteks, gunakan Bahasa Indonesia yang benar, serta baca ulang sebelum unggah atau komentar di media sosial,” katanya.
David menjabarkan fungsi bahasa antara lain untuk mengungkapkan pendapat, pikiran, sikap, atau perasaan, untuk menjalin kontak dan menjaga hubungan sosial, untuk memengaruhi pendapat orang lain, untuk belajar dan memeroleh informasi, serta untuk mengungkapkan keinginan atau kebutuhan.
“Gaya bahasa dan konten mencakup gaya sangat formal atau khidmat yang biasa digunakan untuk membuat Undang-undang dan persidangan, gaya formal seperti dalam rapat dan buku, gaya konsultasi seperti guru pada siswa, gaya kasual seperti akrab kepada teman, serta gaya intimate yang biasa dipahami oleh sesame gang,” pungkasnya.
Di sesi Kecakapan Digital, Chika Audhika selaku Co-Founder dan CMO @Bicara.project, memaparkan tema “Pentingnya Digital Skill di Era Pandemi”. Chika menjelaskan beberapa tren pekerjaan yang paling dicari di 2021 antaranya; copywriter atau content writer, web developer, UI/UX designer, social media strategist, SEO specialist, dan data research.
“Tingkatkan digital skill dengan 3M yaitu, mengetahui macam-macam produk digital, menguasai produk digital, serta memanfaatkan produk digital. Manfaatkan digital skill dengan menciptakan branding, memperluas koneksi, dan memperkuat bisnis,” terangnya.
Narasumber terakhir pada sesi Etika Digital, dibawakan Yoel Octabe Purba, selaku Kabiro Kemahasiswaan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Mengangkat tema “Pentingnya Pemahaman Membedakan Informasi Hoaks”, Yoel menjelaskan hoaks muncul akibat dari dampak negatif penyalahgunaan teknologi dan informasi.
“Hoax tidak dapat dihentikan 100% karena berita palsu menjadi bagian dari arus kehidupan manusia sejak dulu. Hoaks pada media sosial bersifat mudah dibagikan dan cepat. Media digital sulit membedakan berita yang benar dan mencabut berita palsu di media digital saat ini kurang didukung teknologi,” urainya.
Disebut dia, elemen berita hoax mencakup lebih mengutamakan opini daripada fakta, menggunakan kalimat persuasif, serta terkesan menakut-nakuti, menyesatkan, meneror, menghujat, dan provokatif kepada penerima berita. Cara efektif menghadapi hoaks antara lain, menurutnya, kenali judul yang cenderung provokatif, kenali dan perhatikan foto dan deskripsinya, cek alamat situs atau sumber berita, bedakan fakta dan opini, mengikuti grup komunitas anti hoax, serta memutus tali hoax dengan mengacuhkan berita, unfollow, dan laporkan berita hoaks tersebut.
Webinar dirangkum Dwi Bidari, influencer dengan followers 13,9 ribu. Ia menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.
Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan sambutan tujuan program Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.
Diketahui, program ini bertujuan mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan literasi digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 kota/kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI/Polri, orangtua, pelajar, penggiat usaha, pendakwah dan sebagainya.
Empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture di mana masing-masing kerangka mempunyai beragam tema. (rel/dek)
TANDA TANGAN : Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumbangaol menandatangani nota kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemkab Humbahas tentang KUA PPAS TA 2022. Sementara, Bupati Dosmar hanya melihat tanpa ikut menandatangani didampingi Wakil Bupati Oloan Paniaran, Sekdakab Tony Sihombing, dan Sekretaris DPRD, Kamis (10/8) digedung DPRD Humbang Hasundutan Jalan Komplek Tano Tubu Desa Pasaribu.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – 10 anggota DPRD Humbang Hasundutan dari total 25 orang anggota tetap mengesahkan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022, dalam rapat paripurna penandatanganan bersama antara DPRD dengan Pemkab tentang KUA PPAS TA 2022, di gedung DPRD Humbang Hasundutan, Kamis (10/8). Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor terlihat tidak ikut menandatangani pengesahan tersebut.
TANDA TANGAN : Ketua DPRD Humbahas Ramses Lumbangaol menandatangani nota kesepakatan bersama antara DPRD dan Pemkab Humbahas tentang KUA PPAS TA 2022. Sementara, Bupati Dosmar hanya melihat tanpa ikut menandatangani didampingi Wakil Bupati Oloan Paniaran, Sekdakab Tony Sihombing, dan Sekretaris DPRD, Kamis (10/8) digedung DPRD Humbang Hasundutan Jalan Komplek Tano Tubu Desa Pasaribu.
Awalnya, sebelum pengesahaan Pelaksana Tugas (Plt) Sekwan DPRD Humbahas, Makden Sihombing membacakan laporan kehadiran anggota dewan dalam rapat tersebut. Dari laporan itu, diketahui bahwa hanya 10 orang anggota dewan yang hadir. Sementara, 15 orang anggota absen tanpa keterangan.
Makden lalu melanjutkan rapat pengesahaan itu kepada Ketua DPRD Ramses Lumbangaol. Oleh Ramses, kemudian menyampaikan bahwa sesuai PP 12 tahun 2018 soal tingkat kehadiran anggota dewan harus 2/3, maka rapat harus diskor.
Setelah dua kali diskor, Ramses melanjutkan kembali rapat pengesahaan itu. Dan, tetap saja dalam rapat tersebut dihadiri 10 orang anggota termasuk dia.
Oleh Ramses, kemudian mengajukan pertanyaan kepada 9 orang soal tersebut.
“Mengingat sampai saat ini masih tetap 10 orang, maka rapat belum memenuhi qourum. Sesuai PP 12 tahun 2018, apabila pada waktu belum juga terpenuhi dapat menunda selama 3 hari, atau kembali kepada Banmus. Untuk itu perlu mana kita pilih, kita skor atau kita kembalikan ke Banmus. Atau rapat pengesahaan ini kita lanjutkan,” tanyanya.
“Setuju dilanjutkan ketua,” jawab 9 orang serentak sembari menyampaikan demi pembangunan Humbang Hasundutan meski melanggar tata tertib. Yang sebelumnya, ke 9 orang ini , satu persatu menyampaikan hak suaranya.
Setelah ke 9 anggota dewan menyatakan persetujuannya untuk KUA PPAS itu disahkan Ramses pun langsung mengetok palu. Lalu, dilanjutkan penandatanganan nota kesepakatan tersebut.
Terpisah, Bupati Dosmar ketika dimintai tanggapanya soal kenapa tidak menandatangani nota kesepakatan tersebut mengakui masih berkonsultasi dulu ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kita konsultasi dulu kepada Gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat,” ucapnya.
“Setelah ada hasil konsultasi, baru dilakukan langkah berikutnya untuk tanda tangan atau tidak,” ujar dia.
Perlu diketahui, 10 orang anggota dewan yang hadir itu adalah, 7 orang dari Fraksi PDI Perjuangan (Ramses, Minter Hulman Tumanggor, Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Kepler Torang Sianturi, Tingkos Silaban, Masria Sinaga).
1 orang dari Fraksi Golkar (Manaek Hutasoit), 1 orang Fraksi Gerindra Demokrat (Moratua Gajah), dan 1 orang Fraksi Persatuan Solidaritas (Poltak Purba).
Sementara, 15 orang yang tidak hadir, yakni 4 orang dari Fraksi Golkar (Marolop Manik, Marolop Situmorang, Bantu Tambunan, Laston Sinaga), 3 orang dari Fraksi Nasdem ( Marsono Simamora, Nurmala Simarmata, Mutiha Hasugian).
Kemudian, 4 orang dari Fraksi Hanura (Labuan Sihombing, Muslim Simamora, Martini Purba, Rosdiana Sanggul Manalu), 2 orang Fraksi Persatuan Solidaritas (Guntur Simamora, Charles Purba, 2 orang Fraksi Gerindra Demokrat (Jimmy Togu Purba, Bresman Sianturi. (des/ram)
SITUS : Wabup Nias Selatan, Firman Giawa saat meninjau situs batu megalit di Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nisel, Selasa (10/8).
NIAS SELATAN, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Nias Selatan Firman Giawa, meninjau lahan pembangunan untuk pengembangan kawasan wisata situs batu Megalit Tundrumbaho di Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan, Selasa (10/8).
SITUS : Wabup Nias Selatan, Firman Giawa saat meninjau situs batu megalit di Desa Lahusa Idanotae, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nisel, Selasa (10/8).
Wabup Nisel Firman Giawa menyampaikan bahwa situs batu megalit tundrumbaho memiliki nila-nilai sejarah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan melalui penataan yang baik di sekitar kawasan tersebut supaya mempunyai daya tarik para wisatawan.
“Pengembangan kawasan wisata ini dalam bentuk pembangunan kios cendramata, ruang ganti dan toilet, parkir, gazebo dan menara pandang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Lahusa Idanotae,” ujarnya.
Oleh karena itu, Firman Giawa mengajak pemerintah Desa Lahusa Idanotae dan semua para elemen masyarakat agar saling bekerjasama untuk menyukseskan pembangunan kawasan wisata Situs Batu Megalit Tundrumbaho.
“Bila ada pengunjung, diharapkan agar menunjukan sikap yang ramah dan santun sehingga wisatawan memiliki kesan yang baik,” harap Firman Giawa.
Kemudian Firman Giawa juga berpesan kepada pemerintah Desa Lahusa Idanotae agar memiliki BUMDES supaya para pengrajin dapat memanfaatkan kios cendramata ini ke depan dan apa yang menjadi keluhan pengrajin dapat tersampaikan.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Sekdin Kebudayaan Pariwisata dan Kepemudaan Olahraga Nias Selatan, Camat Idanotae, Camat Gomo, Kapolsek Gomo, mewakili Danramil Gomo, Kapus, Korwil, Kades Lahusa Idanotae, Tokoh Masyarakat dan pemilik lahan. (mag-10/ram)
Kepala Dinas Kesehatan Dairi, dr Ruspal Simarmata.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Dairi menargetkan 234.820 jiwa yang mendapatkan vaksi Covid-19. Tetapi, hingga Rabu (11/8), baru 43.352 (18%) masyarakat Kabupaten Dairi yang sudah menerima suntikan dosis 1, sedangkan untuk dosis 2, baru 24.452 jiwa (10,41%).
Kepala Dinas Kesehatan Dairi, dr Ruspal Simarmata.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr Ruspal Simarmata mengatakan tingkat capaian masih rendah dikarenakan pasokan vaksin dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara terbatas, ucapnya.
“Bupati Eddy Keleng Ate Berutu sudah menyurati Kementerian Kesehatan, supaya alokasi ditambah. Memang diakui, Dairi masuk prioritas alokasi vaksin karena masih zona merah. Tetapi, semua kabupaten/kota di Sumut berlomba mendapatkan vaksin dimaksud,” ujarnya.
Sementara itu, vaksinasi dosis 3 untuk tenaga kesehatan (Nakes) akan segera dilakukan. Dimana, pemerintah sudah menyiapkan suntikan dosis 3 dengan jenis vaksin Moderna untuk 1.393 Nakes.
“Sekarang masih kita jadwalkan kapan akan dilaksanakan,” sebut Ruspal. (rud/ram)