VIRTUAL: Guru madrasah saat menggelar belajar secara virtual, beberapa waktu lalu.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Ali Ramdhani meminta agar madrasah lebih dekat dengan teknologi. Ini ditekankan untuk menghadapi tantangan revolusi industri.
VIRTUAL: Guru madrasah saat menggelar belajar secara virtual, beberapa waktu lalu.
“Dalam kondisi ini hanya dengan bersahabat dengan teknologi, khususnya teknologi digital, kita dapat bersanding dan bertanding dalam menjalani kehidupan kekinian,” terangnya dalam webinar Madrasah Cakap Digital, Rabu (4/8).
Pemanfaatan teknologi digital tak dapat dihindari dalam keseharian kita. Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang hampir semua serba daring. “Memaksa kita untuk lebih memanfaatkan dan mengoptimalkan teknologi pada berbagai sektor kehidupan termasuk di dalamnya adalah sektor pendidikan,” ucapnya.
Bukti nyatanya adalah pembelajaran daring yang memanfaatkan berbagai platform. Ini sudah diterapkan juga di madrasah, hanya saja perlu adanya penguatan literasi digital yang diupayakan dapat menciptakan budaya digital yang sehat.
Sebab, menurut dia dalam membangun cakap berdigital tidak hanya dalam persoalan bagaimana memiliki dan menjalankan peralatan yang canggih. Namun juga dalam membentuk kesadaran serta bijak menyaring informasi di ruang digital.
“Untuk itu kita membuka mindset dan cara pandang dalam menggunakan dan mengoptimalkan teknologi. Tanpa menghilangkan hal yang esensial dari setiap perkembangan peradaban manusia yakni implementasi dari kearifan budaya yang memuat nilai-nilai kebaikan yang berintisari nilai-nilai etika pada lingkungan pendidikan Islam,” tutup Ali.
Sementara itu, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Kemenag, Muhammad Zain juga menyayangkan, sangat disayangkan saat ini masih banyak daerah yang kesulitan mengakses internet. Hal ini pun menjadi tanda bahaya bagi dunia pendidikan di Indonesia.
“Berbahaya kalau anak kita putus sinyal. Mereka itu putus sinyal itu berdampak kepada putus sekolah,” ujarnya.
Wilayah yang paling sulit mendapat akses internet dan paling besar potensi putus sekolahnya adalah kawasan 3T (tertinggal, terluar dan terdepan). Oleh karenanya, ia berharap ada penyelesaian atas terbatasnya akses tersebut.
“Kalau dulu anak dikasih uang jajan, kalau sekarang harus dipastikan terkoneksi dengan internet kalau mereka terputus ya sudah mereka putus sekolah,” imbuhnya.
Ia meyakini apabila pemerataan akses digital terjadi, para pelajar mulai dapat membentuk kecakapan digital. Dengan begitu para pelajar dapat memaksimalkan potensi memanfaatkan ruang digital. (jpnn/azw)
PELAKSANAAN UJIAN: Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin, MAP langsung melihat proses pelaksanaan ujian calon mahasiswa Fakultas Kedotkeran di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) kembali menggelar ujian masuk untuk calon mahasiswa Fakultas Kedotkeran UISU, Minggu (1/8) kemarin. Kali ini 56 calon mahasiswa fakultas kedokteran mengikuti ujian yang dilaksanakan secara online dan offline di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Medan.
PELAKSANAAN UJIAN: Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin, MAP langsung melihat proses pelaksanaan ujian calon mahasiswa Fakultas Kedotkeran di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Medan.
Rektor UISU, Dr H Yanhar Jamaluddin MAP langsung melihat proses pelaksanaan ujian calon mahasiswa Fakultas Kedotkeran UISU itu. Ia mengatakan bahwa kali ini UISU kembali melaksanakan ujian masuk untuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran.
“Khusus untuk calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU memang menerapkan beberapa tahap dalam pelaksanaan ujian. Mulai dari ujian computer base test (CBT), pemeriksaan kesehatan, wawancara hingga psikotes,” papar Yanhar didampingi Ketua Penerimaan Mahasiswa baru UISU Ir Lutfi Parinduri MM kepada wartawan, Senin (2/8).
Seleksi secara bertahap itu, Yanhar menjelaskan bertujuan untuk mendapatkan calon mahasiswa Fakultas Kedokteran yang handal, kompetitif dan teruji sesuai visi dan misi UISU menjadi perguruan tinggi yang Islami, andal, teruji, bermartabat mulia, dicintai oleh masyarakat dan diridhoi Allah SWT.
“Terlebih dalam situasi pandemi seperti saat ini, pihaknya berharap dapat mendukung dan berkontribusi terhadap program-program pemerintah terkait Pandemi Covid-19,” tutur Yanhar.
Setidaknya, kata rektor bentuk dukungan dan kontribusi yang dapat diberikan UISU yakni Fakultas Kedokteran UISU mampu menghasilkan tenaga-tenaga Kesehatan yang handal, teruji dan bermartabat mulia untuk turun ditengah-tengah masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Kedotkeran UISU dr Indra Janis MKT. Dia berharap seleksi bertahap terhadap calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU dapat menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu.
Dengan itu, dalam proses perkuliahan nantinya dapat tamat tepat waktu dan mampu praktik di tengah-tengah masyarakat.”Terlebih dalam situasi Pandemi Covid-19, sekarang ini,” jelas Indra.
Pada keempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran UISU juga mengajak orangtua dan masyarakat untuk mendaftarkan anaknya ke Fakultas kedokteran UISU. “Karena kami akan mendidikan dokter yang berkompeten dan islami sesuai dengan visi UISU,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan catatan panitia, meski di masa pandemi animo calon mahasiswa fakultas kedokteran tetap tinggi. Berdasarkan data asal sekolah, ujian online dan offline yang dilaksanakan kali ini diikuti mahasiswa dari berbagai provinsi. Di antaranya, dari Sumatera Selatan, Aceh, Riau hingga dari provinsi di pulau Jawa.
Selain mengikuti Ujian CBT, calon mahasiswa Fakultas Kedokteran UISU juga akan mengikuti tes kesehatan guna memastikan calon mahasiswa bebas narkoba dan memiliki kondisi fisik yang sehat. (gus/azw)
Selain itu calon mahasiswa akan mengikuti serangkaian wawancara bersama pimpinan universitas, di antaranya dengan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Zufrizal SE Ak CA MBA MAFIS, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kewirausahaan Ahmad Bakhori ST MT, dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi Andang Suhendi SS MA serta Dekan Fakultas Kedokteran dr Indra Janis MKT.
Selain itu, UISU juga masih menerima pendaftaran mahasiswa baru Tahun Ajaran 2021/2022 yang dapat dilakukan secara online melalui web pmb.uisu.ac.id dan secara offline di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Medan.(gus/azw)
PENYERAHAN: Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa Iskandar bersama Ketua STIE Bina Karya, Mangasi Sinurat didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, Agus P Sitinjak saat menyerahkan secara simbolis tanda kepesertaan.istimewa/sumut pos.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSK) Cabang Kota Tebingtinggi menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bina Karya untuk mendaftarkan mahasiwa yang sedang magang sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
PENYERAHAN: Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Morawa Iskandar bersama Ketua STIE Bina Karya, Mangasi Sinurat didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, Agus P Sitinjak saat menyerahkan secara simbolis tanda kepesertaan.istimewa/sumut pos.
“BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada aktivitas pekerja, mahasiswa yang magang dianggap sedang bekerja sehingga harus dilindungi,” kata Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tanjung Morawa, Iskandar didampingi Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tebingtinggi, Agus P Sitinjak usai berkunjung ke STIE Bina Karya, Jalan Diponegoro Kota Tebingtinggi, Rabu (4/8). Kunjungan mereka diterima langsung Ketua STIE Bina Karya Mangasi Sinurat.
Dijelaskan Iskandar, sebelum melakukan magang, seluruh mahasiswa mahasiswi diharuskan mendaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Syarat ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam melindungi mahasiswa yang akan magang atau sedang bekerja.
“Sudah ratusan mahasiswa STIE Bina Karya sedang magang atau KKN terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kita sangat apresiasi terhadap yayasan STIE Bina Karya yang peduli terhadap mahasiswanya,” ungkap Iskandar.
Selain mendorong kepesertaan, BPJS Ketenagakerjaan, juga memberikan ratusan masker untuk mahasiswa sebagai bentuk kepedulian BPJS Ketenagakerjaan dalam memutus penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Tebingtinggi.
“Sebanyak 600 masker kita serahkan ke STIE Bina Karya, dan ke Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP), BPJS Ketenagakerjaan juga telah memberikan Alat Perlindung Diri (APD),” ucapnya.
Sementara itu, Ketua STIE Bina Karya, Mangasi Sinurat mengatakan, sebanyak 480 mahasiswa yang magang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, di mana biaya awalnya ditanggung pihak kampus. “Mahasiswa STIE Bina Karya sekitar 1.800 lebih, 480 telah terdaftar. Begitu juga bagi 97 karyawan dosen telah juga didaftarkan,” ungkapnya. (ian/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) terus menunjukan prestasi terbaik ditingkat nasional. Kali ini, masuk ke dalam 10 besar perguruan tinggi peraih medali terbanyak dalam ajang Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) yang dilaksanakan Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek.
Delegasi USU dalam ajang itu berhasil menyabet tiga medali, yakni bidang matematika untuk medali perunggu yang dimenangkan mahasiswa FMIPA USU atas nama Fevin, berikutnya bidang fisika untuk medali perak yang diraih mahasiswa FMIPA USU atas nama Steven Tanady dan penghargaan honorable mention yang diraih Geoffrey Orlando, mahasiswa Fakultas Teknik USU.
Atas capaian itu, Rektor USU Dr Muryanto Amin SSos MSi mengucapkan selamat kepada mahasiswa USU yang berhasil mengharumkan nama USU dalam kancah perlombaan nasional tersebut. “Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa kita tak kalah saing. Mereka harus didorong untuk terus berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional,” sebut Muryanto dalam keterangan tertulis, Rabu (4/8).
Rektor juga berharap, prestasi-prestasi yang diraih mahasiswa USU dalam ajang Pusat Prestasi Nasional itu bisa ditularkan ke mahasiswa lainnya, tidak hanya di bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam, namun juga di bidang-bidang lainnya.
“Prestasi mahasiswa menjadi salah satu indikator dalam pemeringkatan internasional, tentunya ini juga bagian dari program prioritas transformation towards the ultimate yang saat ini dicanangkan,” ujar mantan Dekan FISIP USU ini.
Sebagai informasi, ajang KNMIPA untuk jenjang Pendidikan Tinggi 2021 diikuti 260 peserta. Tahun ini, merupakan tahun kedua KNMIPA diselenggarakan secara daring. Pemenang memperebutkan empat kategori medali, yaitu emas, perak, perunggu dan honorable mention.
Adapun 10 perguruan tinggi peraih medali terbanyak dalam ajang itu di antaranya Institute Teknologi Bandung (18), Universitas Indonesia (15), UGM (14), Universitas Brawijaya (7), ITB (5), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (5), Universitas Airlangga (5), Universitas Diponegoro (4), UPI (3) dan USU (3). (gus/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan telah mengumumkan hasil seleksi administrasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) pada Senin (2/8) lalu. Berdasarkan pengumuman tersebut, dari 7.698 peserta yang melamar CPNS, 595 peserta dinyatakan tidak lulus seleksi Sedangkan dari 7.094 pelamar yang lulus, 2 diantaranya penyandang disabiltas.
Zain Noval, Kepala BKD-PSDM Kota Medan.
Sementara untuk formasi PPPK Non-guru, total pelamar sebanyak 288 orang, 199 di antaranya dinyatakan lulus seleksi administrasi. “Untuk PPPK Guru, pengumuman hasil seleksinya langsung dari Kemendikti,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kota Medan, Zain Noval kepada wartawan, Rabu (4/8).
Sebelumnya, berdasarkan data dari BKDPSDM Kota Medan, total pelamar untuk CPNS dan PPPK guru dan non-guru sebanyak 13.649 orang. Dari jumlah itu, 7.698 orang melamar CPNS untuk mengisi 198 formasi yang ada, termasuk dua penyandang disabilitas. Untuk PPPK non-guru, pelamar sebanyak 288 orang untuk 48 formasi yang dibuka. Sedangkan untuk PPPK guru, sebanyak 5.663 pelamar untuk mengisi 2.276 formasi.
Pasca pengumuman hasil seleksi administrasi ini, kata Noval, peserta yang dinyatakan tidak lulus memiliki waktu tiga hari untuk melakukan sanggahan. “Pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dapat mengajukan sanggahan paling lambat 3 hari terhitung mulai dari Rabu (4/8) hingga Jumat (6/8),” ujarnya.
Diterangkan Noval, untuk pengumuman resmi seleksi administrasi CPNS dan PPPK Pemko Medan yang ditandatangani Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, dapat melihat di Website resmi yang telah disiapkan yakni di https://bkd.pemkomedan.go.id. Khusus pelamar yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) atau dinyatakan telah lulus seleksi administrasi, wajib mengikuti tahapan seleksi kompetensi dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang dimulai dengan ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Terkait jadwal pelaksanaan SKD, Noval mengaku belum mendapatkan jadwal terbaru.
“Kapan akan digelar SKD, itu kita belum dapat jadwal terbaru, karena di perubahan jadwal itu belum ditentukan kapan waktu pelaksanaan SKD. Nanti jadwal pelaksanaan SKD akan diumumkan kemudian pada laman yang tersedia,” terangnya.
Noval pun mengimbau kepada para pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi agar tetap memantau portal https://sscasn.bkn.go.id untuk proses pencetakan kartu ujian. Pelamar yang nomor register dan namanya tidak tercantum dalam lampiran pengumuman, dinyatakan TMS atau tidak lulus seleksi administrasi. Selanjutnya, alasan TMS dapat dilihat melalui akun masing-masing pada laman https://sscasn.bkn.go.id.
Ditanya soal lokasi pelaksanaan ujian SKD, Noval mengaku jika Pemko Medan masih akan berkomunikasi dengan kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan. “Soal lokasi kita masih berkoordinasi dengan BKN. Lokasi ujiaannya kemungkinan di kantor BKN Medan, karena kantor BKN memang yang paling sering digunakan sebagai lokasi ujian berbasis CAT dan perangkatnya juga memadai,” pungkasnya. (map)
PERIKSA: Dua petugas medis memeriksa kondisi pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit. Hingga kini, masih ada 5 daerah di Sumut masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lima daerah di Sumut masih belum juga bisa keluar dari zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19. Kelima daerah tersebut yakni, Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Kabupaten Deliserdang, dan Dairi. Dari kelima daerah itu, Kota Binjai dan Pematangsiantar naik status dari zona oranye (risiko sedang) ke zona merah.
PERIKSA: Dua petugas medis memeriksa kondisi pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit. Hingga kini, masih ada 5 daerah di Sumut masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.
Status zona merah lima daerah tersebut berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 1 Agustus 2021. Berdasarkan zonasi itu juga, tercatat 24 kabupaten/kota di Sumut masuk dalam zona oranye.
Jumlah ini naik satu daerah dibanding dengan hasil zonasi pada minggu sebelumnya yang berjumlah 23 daerahn
Adapun 24 daerah zona oranye itu, Pakpak Bharat, Samosir, Nias Barat, Tanjungbalai, Tebingtinggi, Labuhanbatu, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batubara, Gunungsitoli, Tapanuli Tengah, Toba, Labuhanbatu Selatan, Sibolga, Tapanuli Selatan, Karo, Simalungun, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Padangsidimpuan, Tapanuli Utara, Langkat, dan Asahan.
Untuk zona kuning (risiko rendah), jumlahnya kini 4 daerah, turun 1 daerah dibanding minggu lalu yang berjumlah 5 daerah. Antara lain, Padang Lawas, Nias, Padang Lawas Utara, dan Nias Selatan. Sedangkan zona hijau (tidak ada kasus) masih tetap bertahan nol daerah.
Berdasarkan data Kemenkes RI yang disampaikan BNPB, tren angka kasus baru positif Covid-19 di Sumut terus naik. Tercatat, penambahan kasus baru positif sebanyak 1.656 orang sehingga akumulasinya naik menjadi 65.437 orang.
Untuk angka kesembuhan, Sumut bertambah 827 orang, sehingga akumulasinya naik menjadi 42.699 orang. Kemudian, untuk kasus baru kematian, Sumut kembali menambah 35 orang, sehingga total sementara menjadi 1.566 orang.
Sementara itu, akumulasi kasus Covid di Medan saat ini berjumlah 30.068 positif, 21.069 sembuh, 637 meninggal, dan 8.362 kasus aktif Covid-19. Sedangkan di Deliserdang 10.164 positif, 6.390 sembuh, 272 meninggal, dan 3.502 kasus aktif.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan, perkembangan Covid-19 Sumut tetap harus disadari bahwa masih berada pada masa pandemi. Dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, maka tetap dibutuhkan kewaspadaan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Diimbau kepada masyarakat untuk tetap konsisten melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Protokol kesehatan harus melekat dalam setiap aktivitas kita. Tidak boleh lengah menjalankan 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” imbaunya. (ris)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) kembali menyudisium dan mengambil sumpah terhadap 105 lulusan yang baru menyelesaikan pendidikannya, secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (Luring), di Aula FK UISU Jalan STM, Medan, Rabu (4/8).
Sidang Judisium: Dekan FK UISU dr Indra Janis MKT bersama Wakil Dekan 1 dr Dewi Pangestuti MBiomed, Wakil Dekan 2 dr Siska Anggreni Lubis SpKK MPd Ked FINSDV, Wakil Dekan 3 dr Alamsyah Lukito MKes, Ketua Senat FK UISU dr Tri Makmur SpS, Ketua Prodi Profesi dr Ismu Rizal SpF, dan Ketua Prodi dr Irma Yanti Rangkuti MSi MBiomed sedang melaksanakan sidang Judisium Sumpah Dokter, di Aula FK UISU Jalan STM, Medan, Rabu (4/8). Sumut Pos/ Dewi.
Hal ini dilakukan karena Indonesia masih dalam situasi pandemi Covid-19 dan juga Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kota Medan.
Adapun, acara Judisium Sumpah Dokter FK UISU tersebut, dihadiri Dekan FK UISU dr Indra Janis MKT, Wakil Dekan 1 dr Dewi Pangestuti MBiomed, Wakil Dekan 2 dr Siska Anggreni Lubis SpKK MPd Ked FINSDV, Wakil Dekan 3 dr Alamsyah Lukito MKes, Ketua Senat FK UISU dr Tri Makmur SpS, Ketua Prodi Profesi dr Ismu Rizal SpF, Ketua Prodi dr Irma Yanti Rangkuti MSi MBiomed, Sekretaris Prodi Profesi FK UISU, dr Syarifah Harahap MKes serta tiga perwakilan wisudawan/ wisudawati, dr Merlina Margaretta Simanungkalit, dr Rif’ah dan dr San Hadi Agung. Perwakilan ini dihadiri karena berdomisili di Kota Medan dan juga perwakilan dalam pengambilan sumpah dokter berdasarkan agama masing-masing, yakni Islam dan Kristen.
Namun, dalam kegiatan yudisium itu, Sivitas akademika FK UISU tak lupa menyampaikan belasungkawanya, dikarenakan satu wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi Rivan Aldiano Utomo, meninggal dunia karena sakit menjelang acara pengambilan sumpah dokter tersebut. Sehingga, hanya 105 lulusan yang diambil sumpahnya. Padahal seharusnya sesuai ketentuannya 106 lulusan.
Demikian disampaikan Dekan FK UISU, dr Indra Janis MKT saat ditemui sejumlah wartawan di Aula FK UISU, usai menyudisium dan mengambil sumpah para wisudawan dan wisudawati FK UISU.
“Kita merasa sedih, ternyata yang meninggal dunia, yakni Almarhum Rivan ternyata wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi di FK UISU. Di FK UISU biasanya kita berikan penghargaan kepada IPK tertinggi dan CBT tertinggi. Tetapi, karena almarhum meninggal dunia, sehingga penghargaannya tidak dapat diberikan karena salah satu syarat menjadi dokter adalah menjalankan sumpah dokter. Tetapi beliau tetap merupakan alumni di FK UISU,” ungkap dr Indra dengan nada sedih.
Dikatakannya, yudisium dan pengambilan sumpah dokter ini, hanya dihadiri secara luring oleh para senator, sivitas akademika dan tiga orang perwakilan wisudawan dan wisudawati. “Sedangkan selebihnya dilakukan secara daring. Ini karena masih PPKM Level 4 di Kota Medan, sehingga harus dipatuhi,” ujarnya.
Dia menjelaskan, setelah alumnus FK UISU menjalankan sumpah dokter, mereka akan melakukan proses secara intensif dan akan disebar di daerah-daerah seluruh Indonesia. “Sesuai informasi mereka akan ditugaskan sebagai gugus tugas di daerah masing-masing dan di daerah-daerah di seluruh Indonesia untuk menangani Covid-19 yang sedang marak-maraknya,” katanya.
Disinggung proses belajar mengajar selama pandemi Covid-19, dr Indra menyebutkan, FK UISU lebih banyak melakukan sistim daring daripada luring. Tetapi ada proses yang tidak bisa dilakukan secara daring, yakni praktikum dan praktikum skill lab dalam pemeriksaan pasien. Namun hal ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
“Meski daring, para mahasiswa tetap diberikan banyak tugas agar tidak ketinggalan kegiatan akademik di masa pandemi ini. Kita berharap FK UISU menghasilkan dokter-dokter Islami, profesional dan terdepan untuk sama-sama meningkatan derajat kesehatan Indonesia. Tetap menimba ilmu yang lebih tinggi, membawa nama baik FK UISU dan bekerjalah sesuai kompetensi dokter umum,” pungkasnya.
Rektor UISU, Dr Yanhar Jamaluddin MHP mengatakan, pihaknya merasa bangga dengan para lulusan FK UISU yang telah menyandang gelar dokter di hari ini (Rabu,red).
Dalam acara Yudisium dan pengambilan sumpah dokter tersebut, dia juga memberikan selamat kepada IPK tertinggi yang diperoleh Rivan dan CBT tertinggi, dr Titut Tri Wulandari. “Kami turut berbelasungkawa atas kepergian Rivan menjelang pengambilan sumpah dokternya. Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT. Kami juga merasa bangga terhadap dr Titut atas prestasinya dengan mweaih penghargaan CBT tertinggi. Mudah-mudahan prestasi ini dapat ditingkatkan,” ujarnya secara daring.
Yanhar berpesan kepada para dokter yang telah disumpah agar dapat memaksimalkan fungsinya dan potensi-potensi yang ada. “Ini menjadi sebuah titik awal perjuangan dan karir serta dapat menjaga almamater FK UISU dimana pun berada dan bertugas sebagai dokter,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Senat FK UISU dr Tri Makmur SpS menambahkan, yudisium ini akan ditempatkan secara intensif sedikitnya 9 bulan di seluruh wilayah Indonesia dan mereka terdaftar. Tentunya agar mereka membawa nama baik FK UISU.
“Kita berharap agar para dokter FK UISU yang baru diambil sumpahnya agar tetap menjaga kesehatan, karena kita tahu Covid-19 banyak menyerang para dokter, apalagi tren nya meningkat. Karena itu harus benar-benar menjaga kesehatan,” imbaunya.
Di akhir acara, Sekretaris Prodi Profesi FK UISU, dr Syarifah Harahap MKes mewakili penerima penghargaan dari Dekan FK UISU dr Indra Janis MKT, yakni dr Titut Tri Wulandari sebagai lulusan terbaik, dengan nilai ujian UKMPPD tertinggi 82. “Ini karena beliau sedang berada di luar kota, sehingga saya yang mewakili,” ucap dr Syarifah. (Mag-1)
istimewa
IoT Smart Water Meter_1-3 : Telkomsel mengimplementasikan pemanfaatan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) ke dalam alat ukur penggunaan air sebagai solusi yang disebut Smart Water Meter, dimana solusi ini akan meningkatkan efisiensi dan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai NB-IoT dapat diakses melalui www.telkomseliot.com.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dalam sektor industri di Indonesia, Telkomsel melalui unit bisnis Telkomsel IoT menjalin kerjasama dengan PT Barindo Anggun Industri mengimplementasikan pemanfaatan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) ke dalam alat ukur penggunaan air sebagai solusi yang disebut Smart Water Meter.
IoT Smart Water Meter_1-3 : Telkomsel mengimplementasikan pemanfaatan teknologi Narrowband Internet of Things (NB-IoT) ke dalam alat ukur penggunaan air sebagai solusi yang disebut Smart Water Meter, dimana solusi ini akan meningkatkan efisiensi dan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kepada pelanggan. Informasi lebih lanjut mengenai NB-IoT dapat diakses melalui www.telkomseliot.com.
VP Internet of Things Telkomsel Alfian Manullang mengatakan, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, Telkomsel melihat bahwa transformasi digital di sektor industri melonjak pesat di tengah pandemi.
“Banyak korporasi sektor industri yang terus berupaya menghadirkan solusi terbaru guna dapat terus memberikan produk dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ini menjadi bukti bahwa sektor industri harus berubah untuk lebih mengedepankan kepuasan pelanggan yang berubah seiring perkembangan zaman, serta secara operational mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan efesiensi dan efektifitas kerja serta keputusan bisnis berbasis data,” ujarnya.
NB-IoT merupakan teknologi telekomunikasi Low Power Wide Area Network (LPWAN) bagian dari roadmap teknologi 5G yang dirancang secara khusus agar komunikasi antar mesin semakin masif dengan cakupan jaringan konektivitas yang lebih luas hingga dua kali dari teknologi GSM. Teknologi NB-IoT juga mampu menghasilkan ketahanan baterai dari perangkat hingga 10 tahun dan dapat menghemat cost dengan biaya modul yang rendah.
Alfian lebih lanjut menambahkan, inovasi teknologi akses NB-IoT pada solusi Smart Water Meter merupakan bagian dari pengembangan platform IoT Smart Connectivity Telkomsel, yang mana sudah hadir lebih dahulu dengan dukungan jaringan 2G hingga teknologi jaringan terkini 4G/LTE. Smart Water Meter merupakan bagian dari teknologi Smart Grid yang berfungsi sebagai “last mile” atau akses pelanggan di mana semua perangkat dan alat terhubung secara online dengan pengelolaan server terpusat. Komponen Smart Water Meter terdiri dari sistem smart meter, sistem komunikasi terintegrasi, dan sistem aplikasi pada server.
Pemanfaatan teknologi NB-IoT pada alat meter air tersebut merupakan tahap modernisasi yang dilakukan oleh PT Barindo Anggun Industri untuk meningkatkan kualitas produk yang dapat mendorong efisiensi dan produktivitas bagi pengguna teknologi layanan tersebut, yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pembaruan ini juga menjadi sarana bagi PDAM dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan karena dapat mengontrol status,” pungkas Alfian. (rel/ram)
SIGRA: MobilDaihatsu Sigra yang cocok untuk keluarga muda dan kaummilenial. Di masa PPKM ini,Daihatsu memberikan tipsuntuk perawatan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan perpanjangan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hingga 9 Agustus 2021. Selama masa PPKM, banyak dari kita melakukan pekerjaan dari rumah (WFH) yang membuat pola aktivitas juga berubah. Perubahan rutinitas harian ini membuat kendaraan, khususnya mobil yang biasa kita gunakan sehari-hari akan terparkir lama di garasi rumah.
SIGRA: MobilDaihatsu Sigra yang cocok untuk keluarga muda dan kaummilenial. Di masa PPKM ini,Daihatsu memberikan tipsuntuk perawatan.
Pada sisi lain, mobil membutuhkan perawatan agar tetap dalam kondisi optimal saat akan digunakan. Oleh karena itu, Daihatsu bagikan 5 tips agar mobil Sahabat tetap dalam kondisi prima selama tidak digunakan dengan melakukan hal – hal sebagai berikut:
Memanaskan mesin mobil secara teratur, paling tidak 1x dalam seminggu kurang lebih 10-20 menit untuk menjaga daya yang tersimpan pada aki. Mobil yang tidak dipakai, mengalami penurunan daya setiap hari dari kapasitas totalnya. Di lain hal, saat memanaskan mobil di garasi rumah, pastikan juga agar asap knalpot mobil tidak mengarah langsung ke dalam rumah.
Menjaga tekanan angin pada ban Sahabat dapat menambahkan tekanan angin sekitar 5 persen dari tekanan angin normalnya. Sahabat juga dianjurkan untuk menggerakan kendaraan maju–mundur bersamaan saat memanaskan mesin agar beban kendaraan pada permukaan bidang ban dapat bertumpu secara merata, sehingga kerusakan dikarenakan flat spot dapat dicegah.
Pilih area parkir yang paling tepat, garasi rumah menjadi pilihan terbaik. Bagi Sahabat yang tidak memarkir di garasi, pastikan mobil tidak diparkir di area yang terkena matahari secara langsug atau dibawah pohon karena dapat membuat cat mobil pudar dan kusam. Pastikan juga lokasi parkir tersebut juga aman dan terpantau. Tambahkan kunci setir kendaraan bila diperlukan.
Transmisi dan Rem Parkir juga tidak luput untuk diperhatikan. Demi keamanan, aktifkan Rem Parkir sekalipun parkir sekalipun kendaraan berhenti dalam bidang jalan yang rata. Khusus untuk mobil transmisi automatic, pastikan tuas transmisi pada posisi P (Parking) untuk mencegah mobil bergerak saat parkir.
Jaga kebersihan mobil dengan mencuci sisi eskterior dan interior secara berkala. Pastikan tidak ada makanan sisa atau kotoran untuk menghindari adanya virus atau bakteri yang menempel.
“Semoga tips ini dapat membantu Sahabat dalam menjaga mobil selama masa perpanjangan PPKM, supaya tetap dalam kondisi prima pada saat akan digunakan,” ujar Bambang Supriyadi, Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (rel/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Medan kembali menipis. Minimnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah disebut menjadi penyebabnya. Padahal, stok darah sempat stabil pada bulan Juli lalu.
ilustrasi
Kasi Pelayanan Teknik Laboratorium dan Bank Darah Rumah Sakit UDD PMI Medan, dr Ira Fitriyanty Putri Lubis mengatakan, selama pelaksanaan vaksinasi digelar di Kota Medan, minat masyarakat untuk melakukan donor minim “Memang benar stok darah kita sangat kritis, ini karena faktor vaksinasi. Orang yang vaksin harus menunggu beberapa hari baru boleh mendonor. Misalnya, untuk yang vaksin pertama, dia baru boleh vaksin setelah 3 sampai 4 hari. Sedangkan orang yang baru vaksin kedua, maksimal seminggu lagi baru bisa donor,” ujar Ira kepada wartawan melalui sambung seluler, Rabu (4/8).
Namun demikian, kata Ira, vaksinasi bukan menjadi faktor yang utama. Melainkan, pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM). Sejak pandemi Covid-19, pendonor memang sudah sangat sepi. Ditambah lagi, adanya PPKM dan pelaksanaan vaksinasi. Hal itu membuat masyarakat sulit bergerak dan juga sulit menggelar kegiatan donor karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan. “Kita juga sekarang jarang membuat kegiatan donor darah, padahal stok kita banyak diperoleh dari kegiatan donor darah di luar. Seperti bekerja sama dengan instansi, hotel, BUMD, dan juga instansi swasta lainnya,” ungkap dia.
Ira menyebutkan, stok darah di UUD PMI Medan saat ini hanya berkisar 60 kantong. Sementara, permintaan rumah sakit setiap harinya tidak pernah turun. “Stok kita 60 kantong, semua golongan darah ada. Hanya saja, yang jarang ada itu golongan darah AB,” cetusnya.
Dia menambahkan, sejauh ini rumah sakit yang bekerja sama dengan PMI Medan ada 30 rumah sakit. Namun, untuk pendistribusian darah tetap dilakukan ke semua rumah sakit di Sumatera Utara yang membutuhkan. “Namun memang, sejak stok darah minim, distribusi darah ke rumah sakit sedikit terganggu,” pungkasnya.
Diketahui, pada awal bulan Juli, stok darah di UDD PMI Medan sudah mulai stabil. Stok darah tersebut, yaitu WB (darah lengkap) mencapai 48 kantong dengan rincian, golongan darah A 11 kantong, B 21 kantong, AB 6 kantong dan O 10 kantong. Sedangkan stok PRC (sel darah merah) sebanyak 527 kantong, yang terdiri dari golongan A 106 kantong, B 146 kantong, AB 36 kantong dan O 239 kantong. Sementara stok plasma konvalesen, golongan A Pos 2 kantong, golongan O 4 kantong dan golongan darah pos 3 kantong. (ris/ila)