Home Blog Page 3283

RSI Gandeng Kodam I/BB dan Pemkab Sergai Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 1.000 Orang

Regal Spring Indonesia bermitra dengan Kodam I/Bukit Barisan Kodim 0204/Deli Serdang dan Pemkab Serdang Bedagai, menggelar program vaksinasi untuk 1.000 orang di Kecamatan Pantai Cermin dan Perbaungan, Serdang Bedagai.

PANTAI CERMIN, SUMUTPOS.CO – Melanjutkan Program Keberlanjutan dan Tanggung Jawab Sosial KAMI PEDULI, Regal Springs Indonesia menjalin kemitraan dengan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0204/Deli Serdang dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam program vaksinasi COVID-19 untuk 1.000 orang di Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (26/7).

“Vaksinasi sangatlah penting untuk mengendalikan infeksi COVID-19. Dan kami sangat senang dan bersyukur mendapatkan kesempatan untuk bermitra dengan Kodam I/Bukit Barisan, Komando Distrik Militer (Kodim) 0204/Deli Serdang sebagai tim pelaksana Gugus Tugas COVID-19 dan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, untuk melaksanakan program vaksinasi untuk 1.000 orang yang tinggal di Kecamatan Pantai Cermin dan Perbaungan, Serdang Bedagai, dekat dengan fasilitas pengolahan tilapia kami,” kata Dian Octavia, Senior Manager Corporate & Community Affairs, Regal Springs Indonesia

Dian mengatakan, tujuan program ini adalah untuk mendukung percepatan program vaksinasi pemerintah bagi masyarakat. “Perusahaan telah melaksanakan rencana penanganan risiko COVID-19 sejak Februari 2020. Prioritas utama kami adalah kesehatan dan keselamatan karyawan dan masyarakat setempat,” tambah Dian.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Sumber Daya Manusia, Agus Kafid mengatakan, kegiatan ini juga merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang aman dari COVID-19. “Kalau masyarakat aman, maka kelangsungan
operasi perusahaan juga menjadi lebih terjamin,” jelas Agus Kafid.

Menanggapi pandemi COVID-19, Regal Springs Indonesia telah menerapkan upaya-upaya khusus dalam program KAMI PEDULI Melawan COVID-19 untuk mendorong karyawan dan masyarakat untuk mengikuti panduan pemerintah untuk mengurangi infeksi dan mengatasi kekuatiran terkait vaksinasi.

Regal Springs Indonesia mengoperasikan usaha budidaya dan pengolahan tilapia bertanggung jawab dan bersertifikasi di Sumatera Utara dan mempekerjakan 2.300 karyawan. (rel)

Mimpi Julaiha Bertemu Gubsu Edy Akhirnya Tercapai, Hari Ini Rencana Ditangani RS Haji Medan

DIABADIKAN: Julaiha (hijab merah) dan kedua orangtuanya diabadikan bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di kediaman pribadinya Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (24/7) pagi. Julaiha rencana akan mulai ditangani hari ini oleh pihak RS Haji Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mimpi Julaiha bertemu Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, akhirnya kesampaian. Wanita berusia 19 tahun yang mengalami penyakit syaraf itu, diterima hangat Gubsu Edy dan keluarga di kediaman pribadinya, Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (24/7) sekitar pukul 10.00 WIB. 

DIABADIKAN: Julaiha (hijab merah) dan kedua orangtuanya diabadikan bersama Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi di kediaman pribadinya Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (24/7) pagi. Julaiha rencana akan mulai ditangani hari ini oleh pihak RS Haji Medan.

Julaiha mengaku sakit saraf yang dideritanya sejak umur 6 tahun dan berharap ketemu orang nomor satu di Pemprov Sumut tersebut. Julaiha sudah mengidolakan mantan Pangkostrad dan Pangdam I Bukit Barisan itu, sejak zaman pencalonan gubernur pada 2018 lalu. 

Wanita asal Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai ini, bahkan sampai menangis-menangis ingin bertemu dengan Gubsu Edy. Hal itu diketahui tatkala anak kedua dari empat bersaudara ini pernah diwawancarai seorang wartawan media online, setelah menulis ‘surat cinta’ kepada suami Nawal Lubis tersebut. Melalui ibundanya, Susianti, Julaiha kerap menyampaikan keinginan kuatnya bertemu sang gubernur. 

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, dalam pertemuan tersebut, Gubsu Edy juga siap membantu penyembuhan anak dari pasangan Susianti dan Iyus Efendi tersebut. Edy diketahui langsung menghubungi Direktur Rumah Sakit Haji Medan, Rehulina Ginting. Gubsu meminta agar Julaiha ditangani dengan baik sehingga kondisinya dapat normal layaknya anak seusia dia. 

Sudah Dijadwal

 Direktur RS Haji Medan, dr Rehulina Ginting melalui Wakil Direktur Administrasi dan Umum, Redisman, mengamini informasi dimaksud. Kata Redisman, pihaknya sudah menjadwal pelayanan terhadap Julaiha pada Senin (26/7).  “Kami telah diskusi dengan direktur untuk dijadwalkan hari Senin besok. Langsung dibawa ke RS Haji untuk dikonsultasikan dengan dokter syarafnya,” katanya saat dikonfirmasi, Sabtu siang. 

Pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik kepada Julaiha. “Tentu kami akan melayani dengan baik, dan tidak boleh ada jika masyarakat Sumut sakit dan berobat di RS Haji Medan, tidak dilayani dengan baik. Prinsipnya kami akan melayaninya dulu,” katanya. 

Paling terpenting Julaiha diperiksa awal dulu oleh dokter syaraf, guna memudahkan penanganan medis selanjutnya.  “Senin akan kita konsultasikan dulu ke dokter syaraf atau neurologis. Hasil pemeriksanannya nanti, apakah bisa dilanjutkan perawatan di RS Haji atau perlu dokter konsultan. Karena kita di RS Haji ini tidak memiliki dokter konsultan. Artinya kami hanya punya dokter syaraf secara umum. Bahkan jika dibutuhkan penanganan lex specialist, kita nanti akan berkoordinasi dengan RSUP H Adam Malik atau RS USU. Alternatifnya begitu,” terang Redisman. 

Memang terkadang, diakui dia, penanganan terhadap pasien tertentu di luar kemampuan RS Haji. Sebab ada dokter-dokter tertentu di mana RS Haji Medan belum punya.  “Seperti misalnya dokter untuk kanker, belum ada. Jika ada pasien yang memerlukan penanganan tersebut, kami akan rujuk ke Adam Malik. Yang pasti kami akan layani dulu. Adakalanya tidak kami rujuk, seperti sebelumnya ada pasien yang dikirim Pak Gubernur kepada kami yakni anak asal Kabupaten Mandailing Natal, kami tangani dan konsultasikan dengan dokter dari Adam Malik dan RS USU, kami buatkan timnya dan ditangani di RS Haji,” ujarnya. 

Namun sayangnya pihak keluarga atau orangtua si anak, minta pulang. Ibu dari anak itu sudah tidak mau lagi anaknya dilakukan tindakan. Seperti pengambilan darah dan sebagainya sehingga dokter tidak bisa bekerja untuk pemeriksaan awal. 

“Jadi keluarganya yang tidak kooperatif. Bahkan kita sampai buat surat pernyataan, bahwa itu atas kehendak mereka sendiri lalu kami juga terangkan, risiko-risiko dan lainnya,” pungkasnya. (prn/ila) 

Tingkatkan Pemahaman Beneficial Ownership, KUSUMA Gelar Diseminasi Kebijakan

KARO, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara (KUSUMA) gelar Diseminasi Kebijakan Terkait Pelaporan Pemilik Manfaat atau Beneficial Ownership (BO) kepada korporasi di Sumut. Kegiatan ini, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai Beneficial Ownership.

Kepala Kantor Wilayah KUSUMA, Imam Suyudi dan jajarannya foto bersama pada Diseminasi Kebijakan Terkait Pelaporan Pemilik Manfaat (Beneficial Ownership).(Ist).

Kegiatan ini, digelar di Mikie Holiday Resort & Hotel, Berastagi, Rabu (21/7) kemarin. Acara tersebut, dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah KUSUMA, Imam Suyudi. Dalam arahan dan bimbinganya, Imam menjelaskan dalam rangka upaya pencegahan dan pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme terutama dalam korporasi, dunia internasional.

“Hal itu, memiliki Standar pencegahan dan pemberantasan pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme yang dikeluarkan oleh Financial Action Task Force (FATF) dimana Indonesia termasuk anggotanya,” ucap Imam.

Imam mengungkapka berdasarkan hasil penelitian FATF terhadap pengaturan dan penerapan transparansi informasi pemilik manfaat, rendahnya informasi pemilik manfaat yang cepat, mudah, dan akurat di Indonesia telah dimanfaatkan oleh para pelaku tindak pidana untuk menyembunyikan identitas pelaku usaha dan menyamarkan hasil dari tindak pidananya.

Berdasarkan hal tersebut, maka Presiden telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penerapan Prinsip Mengenali Pemilik Manfaat dari Korporasi Dalam Rangka Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme, yang menegaskan korporasi wajib melaporkan siapa yang bertindak sebagai pemilik manfaat.

“Saya sangat mengapresiasi acara diseminasi terkait Pelaporan Pemilik Manfaat (Beneficial Ownership) kepada korporasi ini. Dengan kegiatan ini diharapkan kita dapat saling silaturahmi, bertukar informasi serta merefleksi apakah Perpres Nomor 13 Tahun 2018 ini sudah cukup menjadi dasar bagi pelaksanaan prinsip mengenali pemilik manfaat suatu korporasi dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang dan terorisme, dan juga diharapkan adanya peningkatan jumlah pelapor Pemilik Manfaat (Beneficial Ownership) di Sumut,” ujar Kakanwil.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Purwanto, Kepala Divisi Administrasi Betni Humiras Purba, Kepala Divisi Keimigrasian Anggiat Napitupulu, dan Kepala Divisi Pemasyarakatan, Anak Agung Gde Krisna.

Kegiatan tersebut juga diikuti peserta yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Utara, Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Utara, DPD Asosiasi Kontraktor Nasional (ASKONAS) Wilayah Sumatera Utara, Pemilik/Pengurus Korporasi (PT, Yayasan, CV) dan Notaris. Seluruh rangkaian kegiatan tetap mematuhi protokol kesehatan dan izin dari gugus tugas.(gus)

Harga Jagung Diperkirakan Turun pada Oktober

PETIK: Para petani jagung di Jawa Timur sedang memetik jagung saat panen. Sejak awal tahun, harga jagung naik dan diperkirakan akan turun saat bulan Oktober 2021.istimewa/sumut pos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Harga jagung yang kini tengah naik diperkirakan mulai mereda pada Oktober mendatang seiring masuknya musim panen raya di dalam negeri. Meski demikian, penurunan harga jagung ketika panen akan sangat bergantung pada faktor cuaca yang dihadapi menjelang akhir tahun.

PETIK: Para petani jagung di Jawa Timur sedang memetik jagung saat panen. Sejak awal tahun, harga jagung naik dan diperkirakan akan turun saat bulan Oktober 2021.istimewa/sumut pos.

Harga jagung pipil kering kadar air 15 persen di tingkat petani saat ini berkisar Rp5.000 per kg, jauh di atas harga acuan pemerintah Rp3.150 per kg. Adapun di tingkat konsumen atau pengguna jagung untuk pakan ternak, harga jagung sudah tembus di atas Rp 5.500 per kg. Hal itu berdampak pada tingginya harga pakan ternak unggas.

Ketua Dewan Jagung Nasional, Tony J Kristianto, mengatakan, masalah jagung, terutama soal harga yang mahal hingga akhir tahun ini akibat masalah hasil produksi yang kurang optimal. Itu disebabkan musim hujan lebat yang panjang sehingga hasil penanaman kurang berhasil.

“Itu sebabnya terjadi kekurangan produksi dan tampaknya ini sudah diprediksi oleh pabrik-pabrik pakan ternak besar sehingga selama ini mereka terus memborong jagung,” kata Tony, Minggu (25/7).

Aksi memborong jagung itu demi mengamankan kebutuhan jagung mereka hingga musim panen raya kedua pada Oktober. Sementara, bagi perusahaan perunggasan terintegrasi kebanyakan sudah memiliki kontrak produksi jagung tersendiri demi menjaga keberlanjutan ketersediaan bahan baku pakan.

Situasi saat ini berdampak negatif pada peternak-peternak unggas mandiri. Mereka juga membutuhkan jagung untuk kebutuhan pakan tapi tidak memiliki daya tawar untuk bisa mengamankan pasokan jagung.

“Peternak mandiri yang kalang kabut. Selain dipukul harga jagung dan pakan yang tinggi, harga ayam hasil produksinya juga tidak naik-naik karena konsumsi sedang melemah,” ujar dia.

Selain karena produksi yang belum optimal, Tony menilai, kebijakan PPKM turut berdampak pada kenaikan biaya logistik jagung antar daerah. Tanpa disadari mobilitas yang diperketat meningkatkan biaya angkut dan berdampak pada harga jual jagung.

Adapun opsi impor jagung maupun produk substitusi seperti gandum, menurut Tony belum menjadi opsi ideal. Sebab, situasi harga di level global masih cukup tinggi. Di satu sisi, industri pakan ternak maupun peternak juga harus mengubah formula pakan yang dapat berdampak pada kualitas pakan ternak.

Dengan kata lain, Tony menilai, tidak ada pilihan untuk saat ini selain menunggu harapan penurunan harga jagung pada Oktober mendatang. Ia pun memprediksi, produksi jagung pipilan kering pada tahun ini kemungkinan sama seperti tahun lalu yakni di kisaran 11-12 juta ton.

“Situasinya akan seperti ini setidaknya sampai Oktober. Asalkan pada Juli, Agustus, September itu penanamannya baik, hujan cukup tapi tidak berlebihan,” ujar dia. (rol/ram)

Pemerintah Tambah Utang saat Pandemi

Sri Mulyani, Menteri Keuangan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan utang dapat menyelamatkan perekonomian negara di saat menghadapi wabah pandemi COVID-19.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan.

Awalnya Sri Mulyani menceritakan, kondisi pandemi COVID-19 bukan hanya persoalan kesehatan yang menyangkut keselamatan nyawa manusia saja tetapi juga berpengaruh pada kondisi perekonomian di suatu negara. Seluruh negara di dunia, kata dia, menggunakan berbagai instrumen kebijakan untuk bisa menangani pandemi dan dampak sosial ekonomi serta keuangan.

“Kenapa kita harus menambah utang seolah-olah menambah utang menjadi tujuan? Padahal dia (utang) merupakan instrumen, whatever it takes, untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian kita,” kata Sri Mulyani dalam YouTube DJPPR Kementerian Keuangan, Sabtu (24/7).

Sri Mulyani mengatakan, stigma utang sebagai sesuatu yang buruk pun harus dirubah dengan edukasi yang baik kepada masyarakat.

“Sehingga mereka tidak hanya bicara utang sebagai stigma namun dia bisa memahami (utang) sebuah instrumen yang dijaga secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, dalam menghadapi tantangan pandemi ini Kementerian Keuangan merespons dengan melakukan segala cara agar dapat menyelamatkan warga negara dan perekonomian Indonesia. Namun, ternyata berimplikasi pada defisit APBN. “Kami di Kemenkeu merespons dengan whatever it takes, apapun kita lakukan untuk menyelamatkan warga negara dan perekonomian Indonesia dan itu berimplikasi kepada defisit APBN,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit alias tekor APBN hingga semester I-2021 atau periode Januari-Juni mencapai Rp 283,2 triliun. Angka tersebut didapat sesuai dengan data penerimaan negara dan belanja negara.

“Hingga semester I Januari-Juni kita defisit Rp 283,2 triliun. Tahun ini sesuai UU APBN total defisit Rp 1.006,4 triliun atau 0,7% dari PDB. Realisasinya 1,72% dari PDB. Pembiayaan yang direalisir ini masih punya Silpa Rp 135,9 triliun,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Rabu lalu (21/7). (dtc/ram)

Webinar Series OJK KR 5 Sumbagut: Edukasi Bursa Saham dan Bursa Berjangka

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) kembali menggelar Webinar Series Edukasi Keuangan yang dikemas dalam tajuk BOBBA MASSAL : Bareng OJK Bincang-Bincang Melek Finansial, Jumat (23/7). Webinar digelar dalam rangka peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di Sumatera Utara.

Acara Bobba Massal yang merupakan wujud sinergi antara OJK KR5 Sumbagut dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Medan tersebut mengusung tema “Edukasi Bursa Saham dan Bursa Berjangka” serta menghadirkan narasumber Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Kemendag, Sahudi dan Kepala BEI Perwakilan Sumut, Muhammad Pintor Nasution. Dihadiri Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR5, Untung Santoso. Webinar diikuti peserta terdiri dari mahasiswa, wirausaha, media dan masyarakat.

Kabiro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Kemendag, Sahudi menyampaikan, perdagangan berjangka memiliki empat karakter pokok. Pertama melakukan jual beli berbagai komoditi, kedua, dalam penjualan komoditi berdasarkan kontrak berjangka. Ketiga adalah penarikan margin yang dilakukan perusahaan pialang berjangka kepada nasabah yang akan melakukan transaksi komoditi di Bursa Berjangka. Dan keempat penyelesaian dilakukan dalam tempo hari atau kemudian. Artinya transaksi jual beli di Bursa Berjangka dapat diselesaikan dalam beberapa bulan mendatang.

Disebutkan Suhudi, perdagangan berjangka komoditi memiliki banyak manfaat. Diantaranya sebagai sarana pengalihan resiko dan fluktuasi harga komoditi melalui nilai untuk kelangsungan usaha bagi petani, pedagang, UKM dan pihak lain. Kemudian sebagai sarana pembentukan harga yang transparan dan efisien untuk referensi harga dan sebagai sarana investasi bagi pemilik modal.

Kepala BEI Perwakilan Sumut, Muhammad Pintor Nasution dalam materinya secara garis besar memberi pemahaman kepada peserta webinar terkait pasar modal. Dikatakan Pintor, pasar modal memberikan berbagai manfaat. Bagi masyarakat, pasar modal mampu membuka lapangan pekerjaan. Sedangkan bagi investir, pasar modal sebagai sarana inverstasi. Bagi emiten, manfaat yang bisa diperoleh adalah dalam penyebaran kepemilikan ke seluruh lapisan masyarakat. Sementara bagi pengusaha, pasar modal sebagai sumber pembiayaan dan bagi negara manfaat pasar modal adalah penciptaan keterbukaan dan profesionalisme iklim usaha yang sehat.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Untung Santoso mengatakan, sektor jasa keuangan di Indonesia hingga kini masih tetap stabil dan bertumbuh. Secara spesifik sektor Pasar Modal sejak tahun 2016 rata-rata volume dan transaksi yang terjadi di pasar modal di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun. “Tentunya optimisme pelaku Pasar Modal tersebut perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia akan semakin tinggi,” jelas Untung.

Begitu juga dengan kepercayaan masyarakat terhadap Bursa Berjangka tentunya masih perlu ditingkatkan melalui edukasi secara masif mengingat masih sangat sedikit masyarakat yang mengetahui bagaimana sebenarnya proses bisnis yang terjadi pada Bursa Berjangka tersebut.

Untung menambahkan OJK secara pro aktif akan terus mengedukasi masyarakat mengenai Industri Jasa Keuangan (IJK) di Indonesia. Hal ini dilakukan agar celah antara inklusi dan literasi keuangan di masyarakat semakin mengecil. ”OJK akan senantiasa secara berkelanjutan mengedukasi masyarakat agar semakin aman dan nyaman melakukan transaksi keuangan. Salah satu tujuan dari OJK adalah agar keseluruhan kegiatan dalam sektor jasa keuangan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Melalui acara edukasi ini masyarakat dan mahasiswa diharapkan bisa mengenal lebih jauh tentang BEI sebagai tempat membeli atau menjual efek, kemudian Bursa berjangka merupakan tempat dimana kita bisa membeli atau menjual komoditas ataupun kontrak komoditas berjangka,” harap Untung. (sih/ram)

Peringatan HANI 2021 di Kota Tebingtinggi, Permasalahan Anak Harus Teridentifikasi

VIRTUAL: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi dan OPD saat mengikuti peringatan HANI.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi mengikuti peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 secara virtual dengan tema anak terlindungi, Indonesia maju di ruang Aula Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Jumat (22/7).

VIRTUAL: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Sekdako Muhammad Dimiyathi dan OPD saat mengikuti peringatan HANI.SOPIAN/SUMUT POS.

Dalam virtual tersebut, Presiden RI Joko Widodo menyapa dan memberi pesan kepada anak-anak di seluruh Indonesia agar tetap semangat meski dalam situasi pandemi Covid-19.

“Anak-anak harus tetap semangat belajar meskipun tidak sekolah. Rencana di bulan Juli akan dibuka sekolah tatap muka lagi, tetapi karena pandemi virus Corona naik lagi, sehingga rencana itu dibatalkan menunggu situasi pandemi ini sudah turun dan kita akan buka belajar tatap muka,” ujar Joko Widodo.

Selepas virtual, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan, beberapa hal identifikasi permasalahan anak di Kota Tebingtinggi, di antaranya permasalahan anak berkebutuhan khusus, anak dengan masalah hukum, masalah pendidikan dan ekploitasi anak.

“Permasalahan anak kita harus melakukan identifikasi. Pertama anak berkebutuhan khusus. Menyangkut fasilitas sarana dan pra sarana. Kedua, anak yang bermasalah dengan hukum. Ini kita harus tahu karena anak kurang mendapat perlindungan dari orang tua, tidak mendapat edukasi dan juga terpengaruh dengan lingkungan. Buat call center untuk pengaduan anak-anak di Kota Tebingtinggi,” pinta Umar Zunaidi.

Sambung Umar, permasalahan ketiga, adalah masalah pendidikan, anak anak sekarang tidak mendapat pendidikan tatap muka. Sedang kita kerjakan, agar semua sekolah masuk jaringan internet dan kita harap pembelian Handphone Android melalui kredit ultra mikro Bank Sumut.

“Keempat, anak yang kerja belum waktunya. Kita minta Dinas Ketenagakerjaan Kota Tebingtinggi memantau perusahaan yang ada agar tidak mengeksploitasi anak anak,” tegas Umar.

Diakhir Umar menyampaikan, agar ada ruang bagi anak untuk berkreasi berinovasi, dalam bentuk kerajinan tangan yang bisa dikerjakan dan berharap kreasi inovasi anak bisa tercover di APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Kota Tebingtinggi tahun 2022.

Acara virtual turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Drs Bambang Sudaryono, Kadis P3APM (Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat) Sri Wahyuni, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Idham Khalid, Kepala Bapeda Erwin Suheri Damanik, Eva Purba dan Hijrah Saputra dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) serta Ketua dan Anggota Forum Anak Kota. (ian/han)

Satgas Covid Dairi Razia Jam Operasional

RAZIA: Tim Satgas Covid-19 Dairi, TNI/Polri dan Satpol PP gelar operasi skla besar pengetatan disiplin PPKM skala mikro ke sejumlah tempat umum di Kota Sidikalang, Sabtu (24/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Penyebaran corona virus disiase 2019 (Covid-19) di Kabupaten Dairi, masih tetap kategori “Resiko Tinggi” atau zona merah. Tim Satgas bersama TNI-Polri dan Satpol PP pun melakukan razia skala besar untuk penertiban jam operasional tempat hiburan, rumah makan, restoran dan pedagang kaki lima khususnya di Kota Sidikalang.

RAZIA: Tim Satgas Covid-19 Dairi, TNI/Polri dan Satpol PP gelar operasi skla besar pengetatan disiplin PPKM skala mikro ke sejumlah tempat umum di Kota Sidikalang, Sabtu (24/7).

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dairi, jumlah warga terkonfirmasi sampai, Sabtu (24/7) sebanyak 250 orang. Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Penanganan Covid-19, Rahmatsyah Munthe, Minggu (25/7) membenarkan penuran virus corona masih tinggi di daerah itu. Rahmatsyah menyampaikan, jumlah warga terkonformasi Covid-19, sebanyak 250 orang, dan kontak erat sebanyak 370 orang.

Ke-250 orang itu, kini sebagian menjalani perawatan di rumah sakit danmisolasi mandiri dirumah. Penyebaran tertinggi di kecamatan Sidikalang sebanyak 99 orang, Sumbul 44 orang serta Silima Pungga-Pungga 21 orang. Dan penyebaran Covid-19, sudah terdapat di 15 kecamatan.

Artinya, tidak ada lagi kecamatan di Dairi, nihil penularan Covid-19 walau jumlahnya masih kecil seperti kecamatan Gunung Sitember 1 orang. Menekan penyebaran Covid-19, Pemkab Dairi dan Satgas Penanganan Covid-19, telah mengeluarkan surat edaran pelarangan kegiatan pesta adat.

Sementara itu, Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting melalui Kasubbag Humas Polres, Ipt Donny Saleh, Minggu (25/7) menyampaikan, Polres Dairi bersama Satgas Covid-19, TNI dan Satpol PP menggelar razia skala besar untuk penertiban jam operasional tempat hiburan, rumah makan, restoran dan pedagang kaki lima khususnya di kota Sidikalang.

Donny mengatakan, dalam operasi itu juga dilakukan pemberian bantuan sosial (Bansos) bagi para pelaku usaha berupa beras. Razia jam operasional, sekaligus sosialisasi dan imbauan kepada seluruh masyarakat dan pengusaha, agar membatasi jam operasional pada malam hari sesuai instruksi Bupati Dairi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro, dimasa pandemi Covid-19. (rud/han)

24.978 PKM Labura Dapat Bantuan Beras

SALURKAN: Perum Bulog divre Sumatera Utara akan menyalurkan bantuan berupa beras ke 24.978 PKM di Labuhanbatu Utara.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 24.978 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kabupaten Labura, akan menerima masing-masing 10 kg beras. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 2021.

SALURKAN: Perum Bulog divre Sumatera Utara akan menyalurkan bantuan berupa beras ke 24.978 PKM di Labuhanbatu Utara.

Bantuan tersebut diterima Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung secara virtual, yang disalurkan Perum Bulog divre Sumatera Utara, di Kantor Bupati Labuhanbatu Utara, Aek Kanopan, Jumat(23/7).

Wabup Samsul mengucapkan terimakasih yang sedalamanya kepada pihak pemerintah pusat yang telah menyalurkan bantuan pada masa saat PPKM ini.

“Saya ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak pemerintah pusat yang peduli akan kebutuhan masyarakat saat ini, memang dampak dari pandemi Covid-19 menyerang dari berbagai aspek, salah satunya aspek ekonomi masyarakat,” ujar Wabup.

Terakhir, Wabup meminta kepada pihak – pihak yang menyalurkan kepada KPM Beras di Labuhanbatu utara ini dapat bekerja secara cepat dan tidak bertele – tele pada saat pembagian beras nanti, karena banyak masyarakat Labura yang menanti akan bantuan ini. (fdh/han)

Asahan Lakukan Vaksinasi Tahap II, Prioritaskan Lansia dan Pelayan Publik

VAKSINASI: Bupati Asahan, H. Surya BSc bersama Kapolres meninjau pelaksanaan vaksinasi tahap II untuk 2.772 orang.DERMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bekerjasama TNI-Polri melakukan vaksinasi Covid-19 tahap II di Gedung Serbaguna Kisaran, Kelurahan Mekar Baru, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Sabtu (24/7). Vaksinasi tahap dua ini lebih memprioritaskan bagi masyarakat di perkebunan, lansia dan pelayan publik dengan target 2.772 orang.

VAKSINASI: Bupati Asahan, H. Surya BSc bersama Kapolres meninjau pelaksanaan vaksinasi tahap II untuk 2.772 orang.DERMAWAN/SUMUT POS.

Bupati Asahan, H. Surya, BSc mengatakan, vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari vaksinasi tahap I yang dilaksanakan pada saat peringatan HUT ke-75 Bhayangkara. Dan diharapkan masyarakat dapat hadir kembali untuk melaksanakan vaksinasi tahap ke-II.

Sementara itu, Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH mengatakan, pihaknya bersama unsur Forkopimda Asahan akan bergotong royong menyukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 karena bertujuan untuk meningkatkan herd immunity masyarakat Asahan.

“Selain itu, kita pastikan pelaksanaan vaksinasi sesuai dengan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak. Untuk itu, mari kita sosialisasikan ke seluruh warga dan masyarakat Asahan agar mengikuti vaksinasi ini,” imbau Kapolres Asahan.

Pada kegiatan vaksinasi tersebut, hadir juga Danyon 126/KC, Mewakili Dandim 0208/Asahan, Mewakili Danlanal Tanjung Balai Asahan, OPD Terkait, Jajaran Polres Asahan, Tim vaksinator TNI-Polri dan Pemerintah Kabupaten Asahan, Perwakilan dari Mahasiswa serta masyarakat.(mag-9/han)