27 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 3453

Selundupkan Sabu 1 Kg di Bandara Kualanamu, Dua Warga Aceh Divonis 13 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketaui Dahlia Panjaitan menghukum Arifuddin (39) dan Muhammad Furqan (18) masing-masing dengan pidana selama 13 tahun penjara. Dua warga Aceh ini, terbukti bersalah menyelundupkan 1 kilogram (kg) di Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu.

Dalam amar putusannya, kedua terdakwa memenuhi unsur melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan terdakwa Arifuddin dan Muhammad Furqan oleh karenanya dengan pidana penjara selama 13 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara,” ujarnya dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5). Menurut majelis hakim, perbuatan kedua terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dipersidangan.

Atas putusan ini, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan terima, sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) Abdul Hakim Harahap menyatakan pikir-pikir. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut kedua terdakwa selama 15 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.(man/azw)

Tergiur Untung Besar, Anak Jaksa jadi Korban Penipuan Arisan Online

SAKSI: Dua saksi korban penipuan arisan online, memberikan keterangan di persidangan di PN Medan, Kamis (6/5).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wina Felicia br Purba dan Bunga Lia Sirait menjadi saksi dalam kasus penipuan berkedok arisan online. Keduanya merupakan salah satu dari 9 korban, yang ditipu oleh terdakwa Weni Sihombing (28), selaku owner Arisankoko hingga ratusan juta rupiah.

SAKSI: Dua saksi korban penipuan arisan online, memberikan keterangan di persidangan di PN Medan, Kamis (6/5).agusman/sumut pos.

Saksi Bunga Lia Sirait sendiri diketahui merupakan anak seorang oknum jaksa di Kejatisu, yang turut mendampinginya saat bersidang.

“Itu Ibu jaksa yang dibelakang ngapai, kalau tidak ada hubungan dengan kasus ini keluar saja,” ujar Hakim Ketua Immanuel Tarigan.

Mendengar sautan hakim, jaksa berparas cantik tersebut mengatakan bila dia merupakan orangtua dari salah satu korban penipuan arisan online tersebut. “Ohh…ternyata orangtua korban,” kata Immanuel lagi.

Dalam kesaksian Bunga sendiri, ia mengetahui terdakwa merupakan owner Arisankoko. Iapun mengaku, awalnya sempat menjadi admin dalam pengelolaan arisan tersebut.

“Awalnya sempat admin pak hakim, tapi saya lepas dan menjadi member saja pak,” kata Bunga. Ia mengaku mengalami kerugian sebesar Rp45 juta lebih, selama mengikuti arisan tersebut.

“Cuan (keuntungan) yang baru saya peroleh tidak sampai 10 juta,” ujarnya lagi.

Majelis hakim tampak heran, pasalnya cuan yang diperolehnya tidak sebanding dengan pengeluarannya yang telah mencapai Rp45 juta. Lebih lanjuta kata Bunga, ia bersama 9 rekannya akhirnya melaporkan terdakwa ke Polda Sumut pada bulan Agustus 2020.

“Kami 9 orang sebagian korban yang melaporkan, kalau korban dari terdakwa sekitar 200 lebih,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan saksi korba Wina Felicia. Ia menjadi korban paling besar mengalami kerugian yang mencapai Rp300 juta. Ia mengaku tergiur menjadi member, karena diiming-imingi keuntungan yang besar.

Usai memberikan keterangan, majelis hakim menunda sidang hingga 2 pekan mendatang, dengan agenda keterangan saksi lainnya.

Mengutip surat dakwaan JPU Abdul Hakim Harahap, bermula saksi Wina Fracilia br Purba selaku penerima kuasa melaporkan peristiwa penipuan online pada 19 September 2020. Terhitung Agustus 2020, saksi Wina bergabung sebagai member di Arisankoko melalui WA milik terdakwa selaku owner.

Kemudian, pada 16 Juli 2020 dan 23 Agustus 2020 owner atas nama Weni Sihombing membuat postingan pernyataan, penawaran atau meyakinkan kepada seluruh member yang intinya memiliki jaminan yang dapat diandalkan, akan bertanggung jawab dan memiliki kebun luas yang menjadi pegangan untuk hal-hal yang tidak diinginkan di grup utama Arisankoko.

Saksi Wina kemudian merasa yakin dan percaya untuk mengikuti 5 kloter arisan investasi, yang telah menyetorkan uang untuk mengikuti 5 kloter arisan invest tersebut sebanyak Rp320 juta. Namun, pada saat jatuh tempo dalam 5 kloter yang diikuti oleh Wina, terdakwa tidak melakukan kewajiban untuk mencairkan uang arisan tersebut. Bahkan modal awal yang telah disetorkannya untuk mengikuti arisan tersebut tidak dikembalikan oleh terdakwa.

Akibat perbuatannya, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 45 A Ayat (1) Jo Pasal 28 Ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 Perubahan Atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang ITE. Atau Pasal 372-378 KUHPidana. (man/azw)

Halim Tak Terbukti Menipu Anggota DPR, Divonis Bebas dalam Persidangan

VONIS BEBAS: Halim Wijaya saat divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5).agusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Halim Wijaya terdakwa dugaan penipuan sebesar Rp4 miliar akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, ia divonis bebas lantaran dinilai tidak terbukti melakukan penipuan terhadap anggota DPR RI Rudi Hartono, dalam sidang di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5).

VONIS BEBAS: Halim Wijaya saat divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (6/5).agusman/sumut pos.

“Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari seluruh dakwaan penuntut umum, memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, dan harkat serta martabatnya, memerintahkan terdakwa dikeluarkan dari tahanan,” ujar Hakim Ketua Merry Dona Pasaribu.

Atas putusan bebas ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina langsung menyatakan kasasi. “Kasasi yang mulia,” tegasnya. Vonis ini jauh dari tuntutan JPU, yang semula menuntut Halim Wijaya, dengan pidana selama 3 tahun 8 bulan penjara.

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa bahwa perkara ini bermula saat Siska Sari (dilakukan penuntutan secara terpisah) bercerita kepada Rudi tentang hal gaib yakni bahwa kakek buyutnya menikah dengan Ratu Pantai Selatan.

Karena masih ada keturunan Ratu Pantai Selatan yang disebutnya Uti, Siska mengaku memiliki indra keenam (Indigo) dan dapat melihat hal-hal gaib kepada Rudi.

Pada Februari 2017, Siska menyampaikan bahwa Rudi sedang diincar oleh KPK untuk menjadi target OTT. Beberapa hari kemudian, Rudi diajak bertemu oleh Siska di Hotel Four Point Jalan Gatot Subroto Medan. Di situ, Siska menyampaikan, bahwa Ratu Pantai Selatan ingin bertemu dengan Rudi. Lalu, Rudi masuk ke kamar hotel berdua dengan Siska untuk melakukan ritual.

Beberapa hari kemudian, Siska menelpon Rudi dan berkata bahwa jin-jin anak buahnya bisa menyelesaikan permasalahan tersebut. Tapi syaratnya, harus ada bayi merah baru lahir yang jadi tumbal. Namun, Rudi bingung kemana harus dicari tumbal tersebut.

Selang beberapa hari, Siska mengatakan tumbal bisa diganti dengan ayam hitam yang bisa dibeli di Tanjung Morawa. Siska mengatakan harga ayamnya Rp7 juta/ekor sehingga Rudi pun memenuhinya.

Rudi kembali diminta mengirimkan uang untuk membeli ayam hitam. Dengan tujuan sama yaitu untuk ritual jin yang akan mencegah KPK. Beberapa minggu kemudian, korban kembali mengirimkan sejumlah uang ke rekening milik Siska.

Dalam urusan ritual itu, Siska meminta sejumlah uang sebanyak sekitar 10 kali. Sampai pada Maret 2018, Rudi selalu diminta oleh Siska untuk mengirimkan sejumlah uang dengan alasan sama.

Karena kehabisan uang, Rudi menjualkan satu unit mobil Toyota Land Cruiser Nopol BK 1000 GI warna hitam dengan harga Rp 800 juta. Selain itu, Rudi juga meminjam uang Rp1,3 miliar dengan jaminan BPKB mobil.

Uang tersebut kembali dikirim ke rekening milik Siska dan Halim Wijaya. Sekitar Mei 2018, Rudi mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya. Lalu, Rudi menemui alim ulama dan bercerita tentang masalahnya. Alim ulama tersebut mengatakan bahwa Rudi sudah dibodohi dan ditipu.

Secara baik-baik, Rudi mencoba meminta kepada Siska untuk mengembalikan uangnya. Namun, Siska malah marah dengan alasan bahwa dia telah membantu Rudi. Sekitar Agustus 2019, Siska memblokir telpon Rudi hingga dia melaporkan perbuatan Siska ke pihak yang berwajib. Akibat perbuatan Siska dan Halim Wijaya, Rudi Hartono mengalami kerugian sebesar kurang lebih Rp 4.022.650.000. (man/azw)

Janda Tewas Dibantai Perampok

CEK LOKASI : Petugas kepolisian sedang melakukan cek olah tempat kejadiam perkara sekaligus penyelidikan terkait kematian Lisbet rumahnya Jalan I Kelurahan Sidorame Timur, Medan Timur, Kamis (6/5) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lisbet Napitupulu (55) ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya Jalan Pelita I, Kelurahan Sidorame Timur, Medan Timur, Kamis (6/5) siang. Diduga kuat, Lisbet tewas dibunuh karena terdapat luka tikaman di lehernya.

CEK LOKASI : Petugas kepolisian sedang melakukan cek olah tempat kejadiam perkara sekaligus penyelidikan terkait kematian Lisbet rumahnya Jalan I Kelurahan Sidorame Timur, Medan Timur, Kamis (6/5) siang.

Lisbet diketahui seorang janda dan tinggal sendirian di rumahnya. Keseharian korban berjualan dan membuka kedai sembako.

Menurut warga sekitar, Saut (34), warga mengetahui Lisbet meninggal sekitar pukul 10.00 WIB. “Tadi ada (warga) yang mau beli ke warungnya, tapi korban gak nyahut-nyahut,” sebut warga yang merupakan tetangga korban.

Lantaran korban tidak keluar, pembeli itu mencoba masuk ke rumah. “Begitu masuk, saksi itu melihat korban sudah bersimbah darah dengan kaki terikat,” ujar dia sembari menyebutkan kalau korban tidak memiliki anak.

Melihat korban bersimbah darah, pembeli itu memberitahu warga sekitar. “Terus saya dikabari, kemudian kami mengabarkan dengan warga lainnya,” ucap dia.

Kata dia, sejumlah barang berharga milik korban dan juga sepeda motor hilang diambil pelakunya. “Kabarnya uang dan barang berharga lainnya juga hilang,” tutur dia.

Warga lainnya, Suni menyampaikan, kuat dugaan korban dihabisi dini hari saat hujan deras.

“Enggak ada kedengaran suara jeritan orang. Memang semalam hujan deras. Saat hujan itu mungkin juga korban dibunuh pelaku,” katanya.

Ia juga mengatakan, malam sebelum kejadian dia bersama anggota keluarganya tidur sudah larut malam. “Kami sampai pukul 12 malam tidak ada suara jeritan,” ungkap dia lagi.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu JBH Simamora mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus dugaan pembunuhan itu. “Personel sudah turun ke lokasi melakukan penyelidikan dan jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan,” kata dia.

Diakuinya, pada tubuh korban terdapat luka tusukan akibat benda tajam. “Sabar dulu ya, masih kita dalami. Nanti kalau sudah terungkap pasti kita info,” ujarnya. (ris/azw)

Sering Bertikai dengan Kepala Daerah, Gubsu Dinilai Kekanak-kanakan dan Tak Memberi Teladan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pertikaian Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dengan kepala daerah kabupaten/kota sering kali terjadi. Jika sebelumnya Gubsu pernah bertikai dengan Bupati Tapteng Bakhtiar Sibarani, kini Gubsu kembali bertikai dengan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution, terkait kebijakan karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri ke Sumut.

“Berulangnya pertikaian antara Gubsu dengan kepala daerah kabupaten/kota menunjukkan bahwa Edy Rahmayadi sebagai Gubsu gagal sebagai seorang negarawan. Yang menonjol justru sikap kekanak-kanakan beliau,” kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Dr Aswan Jaya melalui siaran persnya, Jumat (7/5/2021).

Aswan menyatakan, selayaknya seorang gubernur memberi keteladanan kepada semua pihak dan senantiasa mempraktekkan komunikasi politik yang penuh adab, tidak sekedar marah-marah dan menunjukkan arogansinya seolah-olah punya kuasa penuh. “Itu bukan mental seorang negarawan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Edy Rahmayadi terlihat begitu berang saat merespon pernyataan Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution yang mempertanyakan koordinasi Gubsu kepada wali kota saat melakukan karantina Warga Negara Asing (WNA) dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 di Sumut.

“Justru saat ini, di tengah grafik penyebaran Covid-19 di Sumut yang kembali naik dibutuhkan hati dan pikiran yang bijak antara semua pemangku kepentingan terutama gubernur dan seluruh kepala daerah, tahan egoisme dan kepentingan masing-masing pihak.  Semuanya baik eksekutif, legislatif dan seluruh elemen bergandengan tangan saling berkoordinasi satu dengan lainnya agar penyebaran Covid-19 ini segera teratasi” ungkap Aswan Jaya.

Selanjutnya, Doktor Komunikasi lulusan UIN SU ini menyatakan, seorang gubernur dan kepala daerah adalah pihak-pihak yang diberikan amanah untuk mengurusi negara dan rakyatnya secara keseluruhan, prespektifnya adalah bahwa mereka perwakilan negara untuk mensejahterakan rakyat. “Mereka bukan seorang kepada daerah yang mengkapling-kapling wilayahnya lalu saling bersaing untuk menyatakan lebih unggul dari kepala daerah lain, ini yang saya sebut kepala daerah kekanak-kanakan,” imbuhnya.

Terakhir, Aswan mengimbau agar Edy Rahmayadi dan seluruh kepala daerah untuk mempraktekkan komunikasi politik yang beradab sehinga memberikan keteladanan bagi rakyatnya. “Bila Gubsu terus bertikai dengan melontarkan kata-kata yang tidak santun, lalu bagaimana rakyatnya harus berprilaku dan berkomunikasi? Karena cara berkata dan berprilaku kepala daerah menjadi contoh bagi rakyat,” pungkas Aswan.(adz)

MAXstream Rilis Sajadah Panjang, Serial Orisinal Terbaru Spesial Ramadan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Aplikasi streaming video terdepan dan berkualitas dari Telkomsel, MAXstream, kembali menghadirkan konten orisinal terbaru yang memberikan pilihan lebih luas bagi pelanggan dalam menikmati film berkualitas. Kali ini, bertepatan dengan momentum Ramadan dan Idulfitri 1442 H, MAXstream merilis serial orisinal “Sajadah Panjang yang dibintangi oleh Donny Alamsyah, Cut Mini, Arbani Yasiz, Hasyakyla Utami, Raffi Sanjaya, Annisa Kaila, Ence Bagus dan Kiky Saputri. Serial tersebut akan tayang perdana pada 6 Mei 2021, eksklusif di aplikasi MAXstream setiap hari Senin dan Kamis.

Telkomsel berkolaborasi dengan rumah produksi OMG Metah Ganjil menghadirkan serial orisinal MAXstream terbaru berjudul “Sajadah Panjang” yang akan tayang secara eksklusif pada Aplikasi MAXstream mulai 6 Mei 2021.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel, Nirwan Lesmana mengatakan, “Kehadiran serial orisinal terbaru dari MAXstream ini menjadi bagian dari penguatan peran kami sebagai leading digital telco company untuk dapat memberikan konten hiburan digital yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya pelanggan Telkomsel. Serial “Sajadah Panjang” kami produksi untuk mengajak penonton menggali lebih dalam makna keluarga yang sesungguhnya bertepatan dengan momen Ramadan & Idulfitri 1442 H”.

Sajadah Panjang bercerita tentang kisah Andhika (Donny Alamsyah) dengan keluarganya yang penuh cinta, yakni sang istri Aida (Cut Mini) serta tiga anaknya: Arya (Arbani Yasiz), Adinda (Hasyakila), dan Ariel (Rafi Sanjaya). Namun, kebahagiaan mereka berubah setelah Andhika memutuskan berhenti menjadi juru masak di kapal pesiar dan memulai bisnis, serta terungkapnya fakta bahwa ia memiliki istri kedua yang baru saja meninggal bernama Kartika.

Dari hasil pernikahannya dengan istri kedua, Andhika memiliki seorang anak bernama Aisyah (Annisa Kaila). Sebagai bapak yang bertanggung jawab, ia bersikeras untuk membawa Aisyah masuk ke dalam keluarga Aida dan anak-anaknya. Lantas, apa yang dilakukan oleh Aida? Apakah keluarga ini dapat bertahan utuh dengan prahara yang datang? Temukan jawabannya dalam serial “Sajadah Panjang” dengan genre drama & family  berjumlah 13 episode setiap hari Senin dan Kamis di aplikasi MAXstream.

“Sajadah Panjang” menjadi serial orisinal kedua dari MAXstream yang dirilis di 2021, setelah sebelumnya serial “20:21” tayang pada bulan Februari lalu. Dalamproyek serial ini, Telkomsel berkolaborasi dengan rumah produksi OMG Metah Ganjil serta sineas muda Sondang Pratama sebagai sutradara. Serial ini merupakan salah satu program yang dihadirkan MAXstream untuk menyajikan keseruan nonton 1 hari 1 film bergenre religi selama 30 hari selama Ramadan.

Melengkapi serial ini, MAXstream juga meluncurkan original soundtrack berjudul “Sajadah Panjang” yang dibawakan oleh Yovie & Nuno bekerjasama dengan Sony Music Entertainment Indonesia yang akan rilis terlebih dahulu di aplikasi Langit Musik yang di susul kemudian di seluruh platform music digital lainnya.

MAXstream terus memperkuat eksistensi dalam industri hiburan digital dengan konsisten menghadirkan konten hiburan yang berkualitas untuk seluruh pelanggan melalui produksi tayangan orisinal berupa serial, film maupun professional generated content.  Sejak 2018, MAXstream telah menghasilkan lebih dari 670 judul film dan serial orisinal, serta telah berkolaborasi dengan lebih dari 25 professional generated content untuk menyuguhkan beragam tayangan #sinemaspektakuler dan hiburan digital kelas dunia serta terus berkontribusi mendukung industri kreatif Indonesia.

“Kami berharap penayangan “Sajadah Panjang” ini dapat memberikan tontonan berkualitas, yang tidak hanya menghibur, namun juga memberikan nilai lebih bagi penontonnya. Melalui MAXstream, Telkomsel juga terus mempertegas komitmennya sebagai ‘The Home of Entertainment’ bagi pelanggan, seraya membuka kesempatan yang lebih luas bagi sineas lokal untuk berkarya dan menjadi wadah untuk mendukung kemajuan industri perfilman dan kreativitas anak bangsa,” tutup Nirwan.

Aplikasi MAXstream dapat di-download melalui Appstore dan Play Store. Informasi lebih lanjut mengenai berbagai pilihan paket khusus untuk mengakses konten MAXstream dan cara aktivasinya bisa diakses pada tsel.me/maxstream.

Alfa Scorpii Medan Peduli Wartawan Olahraga

BERSAMA: GM Marketing PT Alfa Scorpii, Joni Lie bersama wartawan olahraga. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO– PT Alfa Scorpii selaku main dealer sepeda motor Yamaha menyalurkan bantuan paket sembako kepada wartawan yang ada di Medan, Kamis (06/5), sebagai bentuk kepedulian dampak pandemi Covid-19.

GM Marketing PT Alfa Scorpii, Joni Lie dalam kesempatan tersebut mengatakan, kegiatan yang kedua kalinya dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian PT Alfa Scorpii kepada wartawan yang terkena dampak pandemi Covid-19. Selain itu, profesi wartawan termasuk garda terdepan dalam mencari berita untuk diinformasikan kepada masyarakat dan rentan terpapar virus Covid-19.

“Selama terjadi wabah Covid-19 ini, berdampak buat kita semua, termasuk perekonomian dan kebutuhan. Oleh sebab itu ada sedikit bantuan sebagai bukti Yamaha peduli kepada para wartawan. Dari berbagai tim media kita undang ke kantor PT Alfa Scorpii yang beralamat di Jalan Adam Malik, Medan,” beber Joni Lie.

Joni Lie mengungkapkan, profesi wartawan sama seperti dokter atau tenaga medis, merupakan salah satu profesi yang rentan terpapar virus Covid-19. Sebab, di saat orang lain bisa bekerja dari rumah, wartawan harus tetap berkeliling dan bertemu banyak orang untuk dapat menyajikan berita yang akurat ke masyarakat.

Menurut Joni Lie, kegiatan ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap tugas media yang senantiasa memberikan informasi tentang seputar otomotif dan lain-lain. “Kita sangat membutuhkan pihak media untuk membangun perusahaan,” katanya.

Joni Lie juga mengapresiasi peran wartawan olahraga Kota Medan yang tergabung dalam SIWO PWI Sumut, terhadap perkembangan olahraga otomotif di daerah ini. “Peran wartawan olahraga Medan terhadap perkembangan otomotif maupun kegiatan PT Alfa Scorpii tidak diragukan lagi. Namun begitu, kerjasama yang selama ini sudah terjalin bagus, hendaknya bisa ditingkatkan agar kegiatan otomotif daerah semakin di depan,” ujar Joni Lie.

Ketua SIWO PWI Sumut, Hamonangan SR Panggabean SSos melalui wakilnya Jonny Ramadhan Silalahi menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PT Alfa Scorpii yang telah memberikan sembako kepada wartawan. Paket sembako tersebut sangat bermanfaat bagi wartawan yang juga terkena imbas virus Covid-19.

“Untuk itu kami juga ucapkan terima kasih, semoga menjadi berkah. Kami para wartawan akan tetap giat menyampaikan informasi edukasi kepada masyarakat luas, terkait kegiatan yang diselenggarakan PT Alfa Scorpii.” tuturnya.

Pria akrab disapa Monang itu menilai, PT Alfa Scorpii hingga saat ini tetap konsisten memajukan olahraga otomotif di daerah ini. “Kita berdoa pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga sejumlah even berskala regional maupun nasional kembali bisa diselenggarakan di daerah ini, sehingga mendorong lahirnya pebalap-pebalap Sumut berprestasi di tingkat Nasional,” kata Monang. (dek)

Sebut Kejari Dairi Keliru, Anwar Sani Tarigan akan Lakukan Upaya Hukum

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Sumut H Anwar Sani Tarigan menilai, Kejaksaan Negeri (Kejari) Dairi keliru menahan dan menetapkan dirinya sebagai terdakwa dalam kasus tindak pidana korupsi cetak sawah di Desa Simungun, Kabupaten Dairi. Untuk itu, Anwar Sani akan melakukan upaya hukum untuk mendapatkan keadilan.


Melalui keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, Kamis (6/5/2021), Anwar membeberkan duduk perkara tindak pidana korupsi cetak sawah yang didakwakan kepadanya. Disebutnya, ada Anggaran Rp750 juta dari Kementerian Pertanian Tahun 2011 untuk percetakan sawah seluas 100 hektare dan pengadaan bibit yang diterima Kelompok Tani Maradu.

“Sesungguhnya anggaran tersebut yang disetujui hanya untuk pekerjaan pematangan lahan, pengadaan bibit, pupuk dan pengadaan hand traktor. Semula perencanaan dari pekerjaan tersebut yang diajukan adalah harus ada terlebih dahulu pembangunan bendungan saluran bangunan pelengkapnya,” ujarnya.

Jika bendungan tersebut tidak ada, katanya, percetakan sawah di Desa Simungun akan sia-sia, karena tidak ada air yang mengaliri hingga areal persawahan sesuai perencanaan semula.

“Berdasarkan hal tersebut, maka putusan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara untuk pekerjaan cetak sawah di Desa Simungun, Dairi, yang dijatuhkan kepada saya sesungguhnya tidak tepat. Sebab pekerjaan yang disetujui oleh Kementerian Pertanian adalah hanya untuk pekerjaan pematangan lahan, pengadaan bibit, pupuk dan pengadaan hand traktor bukan untuk pekerjaan cetak sawah seluas 100 hektar,” ungkapnya.

Lagipula pada saat pekerjaan proyek itu, kata Anwar Sani, pihaknya sebagai penghubung antara kelompok tani dengan pemilik alat berat sesuai perintah Sekda saat itu. “Itu ketika saya menjabat Kepala PD Pasar Dairi,” ujarnya.

Atas dasar itulah, Anwar menilai, sangat tidak tepat putusan tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara untuk pekerjaan cetak sawah di Desa Simungun, dijatuhkan terhadap saya, sehingga terhadap dirinya. “Tentunya saya akan melakukan upaya hukum lebih lanjut untuk tetap mendapatkan keadilan yang sesungguhnya,” pungkasnya. (adz)

Dorong Pengembangan Talenta Muda, MRS Foundation Berkolaborasi dengan SL2

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kota Medan memiliki potensi besar dalam menghasilkan inovasi, namun belum tergali dengan maksimal. Untuk itu, Yayasan Membangun Rakyat Sejahtera (MRS Foundation) berkolaborasi dengan Intel® dan Sustainable Living Lab (SL2) dalam memperkenalkan Artificial Intelligence (AI) agar dapat dikembangkan para pelajar di Kota Medan.

Untuk itu, mulai10 Mei mendatang, lewat Program Prakarsa Muda 2021, 100 pelajar terpilih dari proses seleksi yang sudah berjalan akan mulai mengikuti program beasiswa pelatihan AI selama 6 bulan, yang akan dilakukan dalam beberapa gelombang. Country Director SL2 Indonesia, Antony Simon mengatakan, selain untuk menggali potensi para generasi muda, program beasiswa ini juga bertujuan untuk meyakinkan para pelajar bahwa untuk dapat memahami dan mengembangkan solusi AI, tidak melulu membutuhkan pengetahuan teknologi semata, tetapi juga pengetahuan tentang kondisi di lapangan. “Jadi AI atau kecerdasan artifisial ini tidak akan berkembang jika tidak ada yang memahami lapangan. Nah, kita butuh itu. Kita butuh domain expert,” ujar Antony, Kamis (6/5/2021).

Karena itulah, Intel® menurut Antony, mulai terpikir untuk menggandeng orang-orang yang benar-benar memahami situasi di lapangan. “Dan untuk itulah kami menggandeng MRS Foundation yang didirikan Meryl R Saragih, yang kita tahu memang aktif bergerak di lapangan dari sejak dibentuk beberapa tahun lalu,” kata Antony.

Lebih jauh dijelaskan Antony, untuk bisa menghasilkan satu inovasi AI, maka kunci utama yang dibutuhkan bukanlah hanya tentang seberapa pintar seseorang dapat menguasai teknologi, tetapi juga sensitifitas terhadap permasalahan yang ada di lapangan, khususnya di Kota Medan.

“Nah, untuk mengatasi ini, tentunya kita tidak mau menunggu pihak luar yang datang. Karena sebenarnya kita sendiri juga mampu. Dan program yang kami jalankan ini adalah yang pertama di dunia,” tegasnya.

Hanya saja lanjut Antony, akan ada tantangan yang harus dihadapi dan harus bisa diatasi, yakni mentalitas. “Mentalitas ini dilihat dari dua sisi. Mentalitas mudah menyerah karena merasa tidak sanggup, dan mentalitas menyepelekan karena merasa sudah mampu. Untuk mengatasi kedua tantangan ini sama sulitnya. Tapi baik dari kami maupun MRS tetap siap mengatasinya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Founder MRS Foundation Meryl Rouli Saragih mengatakan, keterlibatan yayasannya dengan SL2 ini diyakini akan semakin memudahkan mereka untuk bergerak membantu Pemerintah dalam mengembangkan dunia pendidikan. “Apalagi saat inikan saya dipercaya duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Sumut,” ujar Meryl.

Perempuan muda yang memiliki latar belakang pendidikan hukum ini meyakini, program Prakarsa Muda ini memiliki benang merah dengan program yang digaungkan oleh Presiden Jokowi yang memang fokus pada pengembangan teknologi untuk pelayanan masyarakat. “Kami yakin, ini akan bermanfaat untuk mendukung program Digital Melayani (Dilan), Manajemen Talenta, termasuk juga Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) yang sudah berdiri sendiri,” kata Meryl.

Lebih jauh dikatakannya, Program Prakarsa Muda ini akan membantu mengkurasi talenta-talenta muda Kota Medan di bidang inovasi. “Nantinya ke depan, kami akan siap membantu jika ada inovasi baru yang tercipta dari program ini yang layak dipatenkan,” tandasnya.

Pelatihan yang melibatkan 26 trainer ini ditargetkan dapat menghasilkan 10 inovasi baru yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membenahi permasalahan yang ada di Kota Medan. (adz)

ATM di Aceh Sering Kosong Uang 

LAYAN: Pegawai BSI Cabang Banda Aceh saat melayani nasabah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh membuat bank konvensional hengkang. Praktis hanya ada bank syariah di sana, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI).

LAYAN: Pegawai BSI Cabang Banda Aceh saat melayani nasabah.

Namun ternyata proses pelaksanaan qanun tersebut tidak berjalan mulus. Muncul kendala dan keluhan bahwa ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

Pihak BSI pun mengakui kejadian tersebut. Bank hasil peleburan tiga unit bank syariah BUMN tersebut pun meminta maaf.

“Sehubungan dengan pemberitaan mengenai kesulitan nasabah melakukan transaksi perbankan di Aceh, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah,” kata Group Head Corporate Secretary, Rosalina Dewi dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5/2021).

Rosalina mengatakan, saat ini BSI masih membutuhkan waktu untuk mengintegrasikan semua sistem, terutama di Aceh yang sudah menerapkan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS).

Terkait dengan layanan mesin ATM, BSI juga sedang berusaha untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.

BSI mengupayakan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan di Aceh bisa teratasi dengan baik.

“Dalam memberikan kemudahan bagi nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan layanan penyampaian keluhan nasabah melalui aplikasi BSI Mobile, Bank Syariah Indonesia Call di 14040, serta live chat Aisyah melalui www.bankbsi.co.id,” tulisnya.

Terkait dengan layanan mesin ATM, BSI juga sedang berusaha untuk mengatasi berbagai persoalan yang dikeluhkan nasabah.

BSI mengupayakan agar dalam waktu yang tidak terlalu lama, persoalan di Aceh bisa teratasi dengan baik.

“Dalam memberikan kemudahan bagi nasabah, Bank Syariah Indonesia menyediakan layanan penyampaian keluhan nasabah melalui aplikasi BSI Mobile, Bank Syariah Indonesia Call di 14040, serta live chat Aisyah melalui www.bankbsi.co.id,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan Anggota DPR Aceh Asrizal Asnawi menyoroti pelayanan bank syariah di Aceh yang kerap menimbulkan masalah. Dia menyebut ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

“Terkait banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa perbankan di Aceh, terutama dalam hal pelayanan ATM yang sering kosong dan gagal transfer, saya melihat pihak bank syariah tidak serius mendukung pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRA di Aceh,” kata Asrizal, Senin (3/5).

Politikus PAN ini menyebutkan, ATM bank syariah kerap kosong hingga berhari-hari dan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya. (dtc/ram)