24 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 3466

Dukung Pemberdayaan dan Perlindungan Bagi UMKM, BRI Gandeng Stakeholder Lakukan Sosialisasi PP No. 7/2021 Kepada Nasabah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tak perlu khawatir lagi akan menghadapi prosedur yang rumit dan panjang untuk mengembangkan bisnisnya. Alasannya, saat ini Pemerintah telah mengatur dan memberikan berbagai kemudahan bagi UMKM sebagaimana diatur dalam PP No. 7/2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, serta Pemberdayaan Koperasi dan UMKM sebagai aturan turunan UU Cipta Kerja.

Dalam mendukung implementasi PP No. 7/2021, BRI berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop & UKM), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham, Kantor Staf Presiden (KSP), serta Dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung untuk melakukan sosialisasi secara tatap muka, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, kepada puluhan pelaku UMKM binaan Bank BRI di kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (6/4).

Kehadiran PP No. 7/2021 menjamin kemudahan bagi pelaku UMK untuk mengurus izin usaha, standarisasi produk, serta sertifikat produk halal. Seluruh dokumen tersebut bisa diurus dan didapatkan pelaku UMK melalui layanan daring dan tanpa diambil biaya sedikitpun.

Selain mengatur kemudahan perizinan, Pemerintah juga memastikan alokasi Kredit dan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk UMKM akan selalu tersedia. Jaminan ini diberikan untuk memastikan agar tak ada lagi UMKM yang kesulitan untuk mendapat akses modal dan pengembangan usaha ke depannya.

Sebagai bank yang mayoritas nasabahnya adalah pelaku UMKM, BRI berkomitmen untuk mendukung implementasi PP No. 7/2021 di lapangan. Komitmen BRI ini bahkan sudah terlihat jauh sebelum aturan mengenai kemudahan dan pengadaan berbagai fasilitas bagi UMKM lahir.

“Selama ini BRI telah menyediakan banyak akses pembiayaan untuk UMKM yang terjangkau dan mudah pengajuannya. Kami mendukung percepatan implementasi peraturan tersebut terutama dalam mendukung kemudahan, perlindungan dan pemberdayaan UMKM untuk bisa mendorong terciptanya UMKM yang berkualitas,” ujar Direktur Bisnis Mikro BRI Supari.

Supari menambahkan, BRI telah menyediakan beragam produk pembiayaan khusus bagi UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro hingga Kecil, Kupedes, Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), serta kredit khusus UMKM Mitra BRI dan subsidi bunga pembiayaan untuk UMKM yang layak mendapatkannya.

Fasilitas pembiayaan yang disediakan BRI bagi pelaku UMKM dapat diperoleh mulai dari plafon kurang dari Rp10 juta, melalui produk KUR Super Mikro. Bunga yang berlaku pada KUR BRI ini adalah 6 persen per tahun, dengan jangka waktu hingga maksimal 5 tahun.

Pelaku usaha ultra mikro dan mikro tak perlu menyiapkan agunan untuk mendapat bantuan permodalan dari BRI. Kemudian, untuk pelaku usaha kecil agunan yang disyaratkan akan disesuaikan dengan kemampuan calon nasabah.

Pelaku UMKM yang sudah berkembang juga bisa mendapat fasilitas pembiayaan BRI melalui berbagai produk seperti KMK dan KI dengan prosedur pengajuan sederhana. Bagi pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19, BRI menyediakan produk khusus bernama KMK Tangguh. Melalui KMK Tangguh, nasabah akan mendapat fasilitas kredit berbiaya rendah (0,75 persen dari plafon) dan pinjaman hingga maksimal Rp10 miliar.

Supari menambahkan bahwa pengajuan kredit khusus UMKM di BRI saat ini bisa diajukan cukup melalui telepon genggam masing-masing pelaku usaha. Asalkan sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan persyaratan lainnya, maka proses pencairan kredit kami jamin mudah dan cepat. Kami juga menyediakan berbagai program inkubasi serta pelatihan untuk UMKM yang hendak berkembang dan go international. “Semua akan kami bantu melalui program BRIncubator serta pelatihan rutin para agen BRILink di setiap daerah. Kehadiran PP No. 7/2021 dan berbagai produk pembiayaan yang terjangkau dari BRI diharapkan dapat menumbuhkembangkan UMKM di Indonesia, sehingga nantinya akan semakin banyak pelaku usaha bisa memiliki daya saing tinggi,” tuturnya.(rel)

Hidayatullah: Pancasila Tidak Boleh Ditambahi atau Dikurangi

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO -Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang dirancang oleh founding father negara ini, harus selalu kita jaga. Karena didalamnya sudah lengkap konsep untuk mengatur dan  membangun negara ini.


Hal itu disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayatullah saat sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Balai Benih Tanjungmorawa, Rabu (7/4/2021).


Hidayatullah mengatakan, 4 pilar itu teridiri dari Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhineka tunggal Ika sebagai semboyan negara.


“Pancasila yang dirancang oleh founding father negara ini, harus selalu kita jaga, karena didalamnya sudah lengkap konsep untuk mengatur dan  membangun negara ini. Tidak boleh dikurang-kurangi atau ditambahi,” kata Hidayatullah.


Dalam kesempatan itu, Hidayatullah juga mengajak para peserta yang hadir untuk selalu bermanfaat bagi orang banyak. Apalagi di tengah kondisi pendemi Covid-19 seperti sekarang ini, banyak orang yang kena PHK, ekonomi minus dan sebagainya. “Ini kesempatan kita untuk saling berbagi. Kalau ada Bansos dari pemerintah dengan budget Rp300 ribu, kita tambahi Rp50 ribu dengan uang kita sendiri. Jangan malah kita sunat Rp50 ribu. Ini peluang kita untuk bisa bermanfaat buat  orang banyak,” jelas politisi senior PKS ini.


Sosialisasi 4 pilar ini dihadiri para mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Sumatera Utara. Di hadapan para peserta yang notabene para aktivis, mantan Anggota DPRD Sumut dua periode ini berpesan agar para aktivis tetap menjadi penyeimbang terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. “Kalau pro rakyat, kita dukung. Tetapi jika merugikan rakyat, harus kita tolak, tentunya dengan  santun dan elegan,” tandasnya.


Sosialisasi 4pilar MPR kali ini berlangsung dengan tetap mematuhi protokol kesehatan; mencuci tangan memakai sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.(adz)

Syukuran Penolakan KLB dan Sambut Ramadan, Demokrat Medan Santuni Anak Yatim, Bilal Mayit dan Penggali Kubur

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai rasa syukur atas ditolaknya hasil Kongres Luas Biasa (KLB) Sibolangit sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1442 Hijriah, DPC Partai Demokrat Kota Medan menyantuni anak yatim, bilal mayit, dan penggali kubur di sekretariat mereka, Jalan DI Panjaitan Medan, Jumat (9/4).

Santunan tersebut diberikan langsung Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan, Burhanuddin Sitepu bersama pengurus lainnya kepada 48 anak yatim, 41 bilal mayit, dan 25 penggali kubur. Acara ini juga dihadiri Masdar Limbong mewakili Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Ketua MUI Kota Medan, DR Hasan Matsum SAg, Kabid Politik Dalam Negeri, Kesbangpol Kota Medan Drs Lilik MAP, dan lainnya.

Menurut Burhanuddin Sitepu, pemberian santunan ini merupakan wujud syukur Partai Demokrat atas ditolaknya hasil KLB Sibolangit oleh pemerintah. “Kami meyakini kemenangan itu ada campur tangan Allah SWT dan sebagai kader, kami merasa bahagia dan memanjatkan rasa syukur dengan ikut berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan yakni anak yatim, bilal dan penggali kubur,” ujarnya.

Diakui Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan ini, santunan sosial merupakan rutinitas yang sering dilakukan DPC Partai Demokrat setiap tahunnya, khusus jelang Ramadan dan Idul Fitri. “Kali ini kita memberi santunan kepada anak yatim, bilal dan penggali kubur yang mempunyai peran sangat penting dalam Agama Islam.  Kita yakin setiap kita memiliki rezeki, ada hak orang lain didalamnya sehingga harus dikeluarkan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin juga berharap, Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY semakin maju, karena figur AHY yang masih bersih dan jujur.

DPD Partai Demokrat Sumut yang diwakili Masdar Limbong, memyambut baik acara santunan tersebut dan meminta untuk semua kader dan pengurus Partai Demokrat untuk terus berbagi kepada sesama khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kita ingin DPC se-Sumut melakukan kegiatan yang sama seperti dilakukan DPC Demokrat Kota Medan ini. Karena santunan tidak dilihat dari nilai yang diberikan, tapi berapa iklasnya kita membantu sesama,” ucapnya.

Sementara Ketua MUI Medan, DR Hasan Matsum, MAg, mengapresiasi kegiatan santunan kepada para bilal dan penggali kubur yang emmpunyai peran penting ditengah masyarakat khususnya umat Islam. “Kita berdoa agar Partai Demokrat terus jaya dalam ikut membangun Kota Medan dalam koridor kebersamaan,” imbuhnya.

Kabid Politik Dalam Negeri, Kesbangpol Kota Medan, Drs. Lilik, M.AP,  mengatakan, kegiatan santunan diharapkan bukan hanya seremoni tapi dapat mengambil amanah didalamnya yakni keinginan kebersamaan yang dilakukan Partai Demokrat Kota Medan, untuk menjalin silaturahmi baik sesama kader dan juga masyarakat.

“Kita berharap Partai Demokrat semakin erat untuk memberi yang terbaik untuk Kota Medan dan Provinsi Sumut. Dan untuk DPC Partai Demokrat dibawah kepemimpinan Burhanuddin Sitepu akan jadi partai terbaik di Indonesia,” tuturnya. (adz)

WNI di Luar Negeri Diimbau Tunda Kepulangan Selama Periode 6-17 Mei 2021

MUDIK: Penumpang yang akan mudik dari Bandara Seokarno Hatta. WNI di luar negeri diimbau tunda kepulangan ke tanah air.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri diimbau untuk menunda kepulangan ke Tanah Air selama masa libur Lebaran 2021. Imbauan ini bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

MUDIK: Penumpang yang akan mudik dari Bandara Seokarno Hatta. WNI di luar negeri diimbau tunda kepulangan ke tanah air.

“Dalam hal warga negara Indonesia WNI yang berkeinginan kembali ke tanah air atau repatriasi maka diimbau untuk menunda kepulangannya ke Indonesia selama masa peniadaan mudik sementara periode 6-17 Mei 2021,” bunyi petikan SE tersebut. Adapun SE Nomor 13 Tahun 2021 mengatur tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Surat tersebut diteken Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada 7 April 2021 dan berlaku selama 6-17 Mei 2021. Selain perjalanan dari luar negeri, pemerintah juga membatasi mobilitas orang di dalam negeri. Salah satu pembatasan dilakukan dengan meniadakan mudik Lebaran, baik melalui moda transportasi darat, kereta api, laut, dan udara lintas kota/kabupaten/provinsi/negara. Hal itu bertujuan sebagai upaya pengendalian mobilitas selama bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Namun, perjalanan orang selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2021 dikecualikan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan nonmudik, yaitu bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi 1 orang anggota keluarga, dan kepentingan persalinan yang didampingi maksimal 2 orang.

Pelaku perjalanan orang selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2021 pun diwajibkan memiliki surat izin perjalanan tertulis atau surat izin keluar/masuk (SIKM) sebagai persyaratan melakukan perjalanan. Namun, ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi.

Pertama, bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN, pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), prajurit TNI, dan anggota Polri harus melampirkan print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon ll yang dilengkapi tandat angan basah/tanda tangan elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Kedua, bagi pegawai swasta melampirkan print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik pimpinan perusahaan serta identitas diri calon pelaku perjalanan. Ketiga, bagi pekerja sektor informal harus melampirkan print out surat izin tertulis dari Kepala Desa/Lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik Kepala Desa/Lurah serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Keempat, bagi masyarakat umum nonpekerja harus melampirkan print out surat izin tertulis dari Kepala Desa/Lurah yang dilengkapi tanda tangan basah/tanda tangan elektronik Kepala Desa/Lurah serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Sementara itu, menurut Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), saat ini ditemukan banyak pekerja migran Indonesia (PMI) bermasalah yang positif Covid-19 di pintu kepulangan PMI di Kalimantan Barat.

“Jadi kepulangan PMI dari luar negeri di tengah pandemi Covid-19 ini perlu dipersiapkan dengan matang,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri, dilansir situs Kemenko PMK, Kamis (8/4/). Femmy mengatakan, kepulangan PMI baik secara mandiri maupun karena dideportasi harus dipastikan mereka dalam keadaan sehat dan tidak membawa virus Corona. Oleh karena itu, penanganan kepulangan PMI harus diperketat dan dipersiapkan dengan baik.

Secara umum di seluruh pintu kepulangan dan secara khusus di enam pintu kepulangan utama. Enam pintu kepulangan tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Batam Kepulauan Riau, Tanjung Balai Kepulauan Riau, Bandara Ngurah Rai Bali, dan Tanjung Benoa Bali.

Kemudian, rencana penambahan hunian sementara untuk karantina bagi PMI yang pulang sebelum menuju kediaman, dan rencana optimalisasi penanganan kedatangan PMI unprosedural yang datang dari jalan tikus yang tak resmi. Femmy pun berharap penanganan PMI yang pulang dari luar negeri tersebut bisa terlaksana dengan baik dan memastikan mereka tidak membawa virus corona ke kampung halamannya. (kps/ila)

Menggugah Selera, Ramadan di Prime Plaza Hotel Kualanamu

SELERA RAMADAN: Prime Plaza Hotel Kualanamu menyajikan 50 lebih menu utama paket berbuka puasa.ist/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bulan Ramadan adalah bulan suci yang selalu dinantikan dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia. Ramadhan juga menjadi momen untuk kumpul keluarga atau rekan, terutama pada saat berbuka puasa.

SELERA RAMADAN: Prime Plaza Hotel Kualanamu menyajikan 50 lebih menu utama paket berbuka puasa.ist/sumut pos.

Hotel bintang 4, Prime Plaza Hotel Kualanamu yang berada di Jalan Sultan Serdang No 88 Tumpatan Nibung, Batangkuis, Deliserdang, tepatnya hanya berjarak 7 km dari Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) ini, menawarkan paket berbuka puasa yang bertajuk ‘Selera Ramadan’. Sajian lebih dari 50 menu utama dan menu tambahan khas nusantara akan memanjakan lidah anda, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dari makanan pembuka hingga penutup.

Paket iftar Selera Ramadan ini berlaku mulai 13 April hingga 12 Mei 2021 hanya dengan Rp125.000 per orang buffet all you can eat, serta berbagai pilihan promo yang bisa didapatkan. Seperti promo early bird untuk periode awal Ramadan 13–22 April 2021 hanya Rp110.000/orang, lalu promo diskon 15 persen bagi yang nge-follow, share dan hashtag di official Instargam/facebook @Prime Plaza Hotel Kualanamu, dan serta promo Beli 5 Gratis 1. Penasarankan? Untuk reservasi dan info detail bisa hubungi ke 061-794-5566 atau 0811-655-712. Dan jangan khawatir untuk beraktivitas di hotel, karena hotel ini sangat ketat dalam hal protokoler kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan juga telah menerima sertifikasi CHSE dan dinyatakan aman bagi tamu karena telah menerapkan standar covid19 yang berlaku. (rel/adz)

Bank bjb Gelar RUPST Tahun Buku 2020: Ada Perubahan Dewan Komisaris dan Direksi

RUPST: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020, Selasa (6/4).

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020 di Grand Ballroom Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (6/4). RUPST tersebut memberikan persetujuan atas Laporan Tahunan Direksi termasuk pengesahan Laporan Keuangan Perseroan dan Laporan Pelaksanaan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2020.

RUPST: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2020, Selasa (6/4).

RUPST ini juga sekaligus memberikan pelepasan atau pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota direksi dan dewan komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilaksanakan sepanjang Tahun Buku 2020. Kegiatan RUPST ini dihadiri 34 kepala daerah tingkat provinsi, kabupaten/kota se-Jawa Barat dan Banten atau kuasanya serta para pemegang saham publik.

Dilakukan pula persetujuan atas penetapan penggunaan sebagian laba bersih Perseroan untuk pembayaran dividen, yakni sebesar Rp941,97 miliar atau sebesar Rp95,74 per lembar saham. Angka tersebut setara dengan 56 persen dari laba bersih yang berhasil dibukukan oleh bank bjb di Tahun Buku 2020, yaitu sebesar Rp1,7 triliun.

Selain itu, dilakukan pula penyampaian Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perseroan, persetujuan atas pembaharuan Rencana Aksi Perseroan, persetujuan atas rencana penambahan modal Perseroan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan penyesuaian Remunerasi Pengurus Perseroan.

RUPST juga telah memberikan kuasa dan kewenangan kepada bank bjb dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan dan praktik tata kelola yang baik untuk mengatur tata cara pembayaran dividen tahun 2020. Sesuai dengan keputusan RUPST, terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi bank bjb, sehingga setelah ditutupnya RUPST ini maka susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi bank bjb sebagai berikut:

Dewan Komisaris terdiri dari Komisaris Utama Independen Farid Rahman, Komisaris Muhadi dan Dedi Taufik, Komisaris Independen Fahlino F Sjuib dan Tubagus Raditya Indrajaya. Kemudian, Direksi terdiri dari Direktur Utama Yuddy Renaldi, Direktur Konsumer dan Ritel Suartini, Direktur Komersial dan UMKM Nancy Adistyasari, Direktur Operasional Tedi Setiawan, Direktur Keuangan Nia Kania, Direktur Kepatuhan Cecep Trisna, Direktur Information Technology, Treasury & International Banking Rio Lanasier.

Meski di tengah gejolak pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi global, bank bjb tetap mampu bertumbuh dengan sangat baik dimana industri perbankan nasional mengalami penurunan sebesar -33,08 persen. Sepanjang 2020, bank bjb berhasil mencatatkan perolehan laba dan kinerja yang positif, ditunjukan lewat perolehan laba bersih yang naik sebesar Rp126 miliar atau tumbuh sebesar 8,0 persen year on year (y-o-y), atas pencapaian ini pertumbuhan bank bjb mampu tumbuh di atas rata-rata industri perbankan nasional maupun pertumbuhan di kelompok Bank Pembangunan Daerah yang pertumbuhannya sebesar 5,64 persen.

Kinerja positif tersebut juga menghantarkan bank bjb meraih berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga. Sepanjang 2020, tercatat 60 penghargaan berhasil disabet. Ini bentuk apresiasi nyata dari kerja keras seluruh insan bank bjb dalam berkontribusi menjadi penggerak dan pendorong laju perekonomian daerah. Prestasi ini diharapkan mampu menjadi pemicu semangat untuk menghadirkan layanan terbaik. (rel/adz)

KPPU Peringatkan Distributor dan Pedagang Bahan Pangan: Jangan Ada Permainan Harga saat Ramadan

DONASI: Seorang pedagang menimbang beras di Pasar Sukaramai Medan. Menjelang Bulan Ramadan, distributor dan pedagang diingatkan untuk sama-sama menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang Bulan Suci Ramadan, umumnya terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran. Mengantisipasi hal ini, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) me-warning keras distributor dan pedagang di Sumatera Utara (Sumut) agar sama-sama menjaga kestabilan harga dan jangan memain-mainkan harga bahan pangan saat Bulan Ramadan dan Hari Idul Fitri.

DONASI: Seorang pedagang menimbang beras di Pasar Sukaramai Medan. Menjelang Bulan Ramadan, distributor dan pedagang diingatkan untuk sama-sama menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok.

“KPPU terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan harga dan pasokan bahan kebutuhan pokok Sumatera Utara khususnya di Kota Medan tetap aman,” sebut Kepala Kantor KPPU Wilayah I, Ramli Simanjuntak, Kamis (8/4).

Sebagai wujud komitmen KPPU dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang pada sektor strategis pangan, Ramli menjelaskan pihak siap terus mengawasi harga di pasar serta melihat aspek yang terjadi dalam sudut pandang regulasi dan kebijakan ekonomi nasional terutama terkait di sektor pangan, khususnya terkait dengan harga dan pasokan.

“Selama ini KPPU telah beberapa kali menanganani perkara kartel pangan, dan saat ini KPPU tengah mengawasi berbagai komoditas pangan, khususnya pada komoditas pangan strategis yang selama ini harganya berfluktuasi,” jelas Ramli.

Ramli mengungkapkan, KPPU bersama tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan melakukan tindakan tegas dengan upaya hukum. Bila terjadi indikasi permainan harga kebutuhan ditingkat distributor hingga pedagang? saat bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. “KPPU akan mewaspadai peningkatan harga pangan apakah karena permintaan pasar yang tinggi atau perilaku pedagang yang cenderung meningkatkan harga secara tidak wajar.” kata Ramli.

Ramli juga mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha dan para distributor bahan pangan pokok. Untuk dapat menyampaikan data ketersediaan pasokannya secara kooperatif. “Sehingga pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah strategis secara tepat,” pungkas Ramli.

KPPU sendiri sudah melakukan rapat kordinasi dengan Pemko Medan dan jajaran serta Bulog Sumut. Rapat kordinasi itu, dipimpin Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman di Gedung Balai Kota Medan, Rabu (7/4) kemarin.

Rapat kordinasi ini, digelar dengan tujuan untuk menjaga stok dan kestabilan harga bahan pokok di tengah masyarakat pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. (gus)

Pasar Murah di 151 Kelurahan Kualitas Sembako Jelek

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi III DPRD Medan meminta Dinas Perdagangan Kota Medan untuk memastikan bahwa setiap barang ataupun sembako yang dijual di Pasar Murah yang tersebar di 151 Kelurahan di Kota Medan, merupakan barang yang memenuhi kualitas standar yang baik untuk digunakan.

Ilustrasi.

Permintaan itu muncul mengingat adanya kabar dari masyarakat, jika barang-barang yang dijual di Pasar Murah Kota Medan dalam menyambut Ramadan 1442 H tahun 2021 ini adalah barang-barang sembako dengan kualitas kurang baik.

“Kita minta betul kepada Dinas Perdagangan. Tolong lah, pastikan bahwa setiap barang atau sembako yang dijual di Pasar Murah adalah barang-barang yang berkualitas. Murah bukan berarti murahan, tetapi murah dan berkualitas. Dengan begitu, barulah kita bisa sebut kalau pasar murah ini bermanfaat secara langsung kepada masyarakat,” ucap Anggota Komisi III DPRD Medan, Hendri Duin kepada Sumut Pos, Kamis (8/4).

Dikatakan Duin, menjual barang-barang yang tidak berkualitas hanya akan membuat citra yang buruk bagi Pasar Murah di Kota Medan. Padahal, adanya pasar murah di Kota Medan merupakan bentuk kepedulian Pemko Medan kepada masyarakat agar dapat membeli kebutuhan hidupnya yang berkualitas dengan harga yang terjangkau.

“Apalagi dalam situasi pandemi saat ini, masyarakat butuh diberikan stimulus dengan adanya pasar murah ini. Artinya, selain dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sembako yang berkualitas, pasar murah juga dapat meningkatkan daya beli bagi masyarakat,” tegasnya.

Duin pun mendorong Pemko Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk dapat memberikan pasar murah yang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Kota Medan. Ia mengakui, jika program Pasar Murah Ramadan dari Wali Kota Medan Bobby Nasution ini sangat baik, ia pun mengaku sangat mendukungnya.

Sebelumnya diketahui, menjelang bulan Ramadhan 1442 Hijriah, Pemko Medan kembali membuka Pasar Murah pada 151 Kelurahan yang ada di Kota Medan mulai Kamis (8/4) kemarin. Kegiatan pembukaan pasar murah tersebut, dilakukan Wali Kota Medan M. Bobby Afif Nasution diwakili Wakil Wali Kota Medan, H.Aulia Rachman pada Rabu (7/4) sore secara daring dari Command Centre gedung Balai Kota Medan.

Menurut Wakil Wali Kota Medan H.Aulia Rachman, pembukaan pasar murah ini bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1442 Hijriah. Namun saat membuka pasar murah tersebut, Aulia Rachman sempat melontarkan kekesalannya. Sebab Aulia mengaku banyak menerima laporan, bahwa produk di pasar murah Kota Medan kurang berkualitas. Sehingga daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi menurun dikarenakan isu ataupun bukti yang ditemukan. “Di sini peran penting seluruh jajaran. Sampaikan kepada mereka Pemko Medan memberikan kualitas yang baik dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Dengan adanya Pasar Murah yang dibuka oleh Pemerintah Kota Medan, Aulia pun berharap agar seluruh jajaran di Pemko Medan dapat berperan aktif dalam menyampaikan bahwa kualitas barang yang dijual cukup baik dengan harga yang terjangkau. “Jadikan kegiatan ini menjadi amal ibadah bagi seluruh jajaran Pemko Medan, karena kita sudah mau memasuki hari baik dan bulan baik. Di sini kita dituntut untuk beramal ibadah yang baik. Perlakukan masyarakat itu dengan baik, jaga kesehatan,” tegasnya.

Aulia menekankan harapannya, agar di pasar murah tahun ini, tidak ada lagi masyarakat yang mengadu terhadap kualitas produk yang kurang baik.”Saya tidak ingin daya beli masyarakat menurun karena isu yang tidak baik, karena itu informasikan kepada masyarakat bahwa Pemko Medan memberikan barang dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Di samping itu, Wakil Wali Kota Medan juga berpesan kepada seluruh jajaran Kecamatan dan Kelurahan agar tetap mengedukasi masyarakat terkait penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat mau mematuhi protokol kesehatan.”Perlakukan masyarakat dengan baik, edukasi masyarakat tentang Covid-19 agar masyarakat mau mentaati protokol kesehatan, sehingga roda perekonomian kita dapat kembali berputar dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan Damikrot, menjelaskan bahwa pasar murah bertujuan untuk membantu masyarakat Kota Medan, khususnya kelompok masyarakat ekonomi lemah/pra sejahtera agar dapat terpenuhi kebutuhan pokoknya saat menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 H tahun 2021.

Selain itu, pasar murah juga berperan untuk mengendalikan tingkat inflasi di Kota Medan. Dijelaskannya, pasar murah berada di 151 titik yang tersebar di 151 Kelurahan dan 21 Kecamatan yang ada di kota Medan. Sesuai rencana, pasar murah akan berlangsung selama 30 hari kedepan. “Lokasi pasar murah diutamakan di daerah yang mayoritas penduduknya kelompok pra sejahtera dan beragama muslim, dan lokasinya juga jauh dari pasar tradisional,” jelas Dammikrot.

Dalam pasar murah ini, Pemko Medan akan menjual 8 jenis produk bahan pokok seperti beras kualitas medium, gula pasir, tepung terigu, telur, mentega, kacang tanah, minyak goreng dan aneka jenis sirup.

Adapun tarif harga yang dijual yakni, beras IR-64 dengan harga pasar Rp.11.000/kg disubsidi menjadi Rp.7.900/kg. Lalu, Gula Pasir dengan harga Rp13ribu/kg dijual dengan harga Rp9.900. Selain itu, Minyak Goreng kemasan satu liter yang biasa dijual di pasaran dengan Rp14.500 per pcs hanya dijual dengan harga Rp12.200. (map/ila)

Salimah Sumut Berkunjung ke Graha Pena Sumut Pos, Komitmen Tingkatkan Kualitas Perempuan

FOTO BERSAMA: Pimpinan PW Salimah Sumut dan pengurus, foto bersama Manager Advetorial Sumut Pos Asih Astuti, Staf Iklan Nita Vebriani dan Sekret Sumut Pos Maria.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pimpinan Wilayah Persaudaraan Muslimah (PW Salimah) Sumatera Utara berkomitmen meningkatkan kualitas perempuan, anak dan keluarga Indonesia. Sebagai sebuah ormas, Salimah terus berkiprah melakukan berbagai upaya positif.

FOTO BERSAMA: Pimpinan PW Salimah Sumut dan pengurus, foto bersama Manager Advetorial Sumut Pos Asih Astuti, Staf Iklan Nita Vebriani dan Sekret Sumut Pos Maria.

Mulai dari memperluaskan struktur organisasi, meningkatkan kualitas pengurus dan anggota, menjalin kerja sama dengan berbagai pihak serta menghadirkan berbagai program kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua PW Salimah Sumatera Utara Hj Nurazizah Tambunan, SS saat bersilaturahmi ke Harian Sumut Pos, Kamis (8/4). Disampaikan Nurazizah, Salimah merupakan perkumpulan yang bersifat keagamaan, sosial kemasyarakatan dan tidak terikat pada dan atau tidak menjadi bagian dari pemerintah atau kelompok tertentu. Salimah Sumut berdiri sejak 2002 lalu. ‘’Saat ini, Salimah Sumut ada di 26 kabupaten/kota, dan memiliki 54 pengurus ranting. Terdata ada 2.325 anggota se Sumut,’’ujar Nurazizah didampingi pengurus lainnya yakni Riza Flora, Candrasari, Amd, Neneng Hadiati SSos, Meiny Ramadhany, SH.

Disebutkan Nurazizah, Salimah memiliki berbagai kegiatan dan program unggulan. Seperti Koperasi Syariah Serba Usaha Salimah (Kossuma), Forum Silaturahmi Majlis Taklim, Ikatan Mubalighoh Salimah Indonesia (IMSI), Rumah Pendidikan Salimah, Pos Penanggulanan Musibah dan Bencana (P2MB) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengurus Salimah (PKPS). Berkaitan dengan kegiatan, salah satu kegiatan yang kini tengah fokus dilaksanakan adalah kegiatan Berantas Butahuruf Quran (BBQ). Kegiatan BBQ ini, memberi kesempatan kepada masyarakat yang ingin belajar membaca Qur’an. Bagi warga yang ingin bergabung di kegiatan ini, dapat menghubungi sekretariat Salimah Sumut Jalan Seroja Kompleks Citra Seroja Blok D no 14 Medan.

Selama Ramadan mendatang, lanjut Nurazizah, Salimah Sumut juga menyiapkan rangkaian kegiatan. Antara lain, webninar bedah buku ‘’Ramadhan Bersama Salaf’’, Mukhoyam Tahfizhul Qur’an, khatam Alquran Ramadhan dan seminar parenting bersama Ayah Irwan Rinaldi. Salimah Sumut juga akan menghimpun dan menyalurkan infaq dan sedekah untuk anak yatim.

Ditambahkan Nurazizah, Salimah Sumut berharap bisa menjalin kemitraan dengan Sumut Pos. ‘’Kita berharap ada program dan kegiatan yang bisa kita sinergikan bersama. Sehingga gaung Salimah bisa lebih dirasakan di tengah-tengah masyarakat,’’paparnya. (sih)

Sumut Defisit Air Bersih 11.000 Liter per Detik

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, foto bersama saat menghadiri acara diskusi interaktif yang digelar USAID IUWASH PLUS di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (8/4). m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami defisit kebutuhan air bersih 11.000 liter per detik. Defisit ini bukan hanya kualitas, melainkan juga secara kuantitas. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menghadiri acara diskusi interaktif yang digelar USAID IUWASH PLUS, dengan tema ‘Peningkatan Akses Air Minum dan Sanitasi Aman yang Berkelanjutan’ di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (8/4). “Jangankan kita berbicara kualitas, air bersih kita ini secara kuantitas saja masih kekurangan 11.000 liter per detik,” ujar Edy.

BERSAMA: Gubsu Edy Rahmayadi, foto bersama saat menghadiri acara diskusi interaktif yang digelar USAID IUWASH PLUS di Hotel Grand Aston Medan, Kamis (8/4). m idris/sumut pos.

Dalam acara tersebut, turut mengundang Bappenas serta beberapa pemerintah daerah di Sumut yaitu Pemko Medan, Pemkab Deli Serdang, Pemko Sibolga dan Pemko Tebing Tinggi.

Karena itu, kata Edy, permasalahan ini harus disadari bersama oleh seluruh masyarakat Sumut. “Kalau kita berbicara kualitas (air bersih), masyarakat kita sendiri perlu mendisplinkan. Ini harus dilakukan oleh saya selaku gubernur Sumut, termasuk bupati dan walikota,” sambung dia.

Edy menyatakan, sebenarnya tidak ada alasan Sumut kekurangan air. Apalagi, Kota Medan terdapat 5 sungai yang melintas. “Singapura saja tidak punya sungai, tetapi tidak pernah kekurangan air,” ucapnya.

Lebih lanjut Edy mengatakan, Sumut memiliki catatan yang suram soal sanitasi. Karenanya, sanitasi ini menjadi cambuk. “Kenapa kita saat ini seperti ini? Kenapa kita sakit, kenapa kita susah,” tanya dia.

Ia menyebutkan, air merupakan kebutuhan yang utama bagi kehidupan manusia. Oleh sebab itu, sanitasi menjadi penting. “Kita akan melakukan penertiban pembuangan kotoran di septic tank yang mengarah ke sungai. Seharusnya pada Juli 2020 sudah mulai dilakukan, tetapi karena dilanda pandemi Covid-19 sehingga terpaksa ditunda,” kata Edy.

Dia berharap, pada tahun ini rencana penertiban pembuangan kotoran di septic tank yang mengarah ke sungai dapat terlaksana. Selain itu, pembersihan sungai dari sampah hingga orang-orang yang tinggal di pinggir sungai. “Ada lima sungai yaitu Sungai Ular, Sungai Deli, Sungai Sikambing, Sungai Bederah, serta Sungai Babura yang harus kita cuci dan dibersihkan,” akunya.

Edy menambahkan, apabila semua rencana untuk mengatasi persoalan air bersih bisa terealisasi maka tidak ada istilah lagi defisit air. “Kita rawat semua, hutannya juga. Terus, kemana sih air ini. Di tempat kita dari dulu tidak pernah kekurangan air kok, air berlimpah. Ada embung-embung yang dibuat, namun inipun menjadi persoalan tanahnya. Nah ini juga yang akan kita tertibkan semua,” tandas dia.

Sementara, Direktur Perumahan dan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti mengaku, akses air minum layak di Sumut sudah cukup baik yang mencapai 90% dibanding tahun 2020. Begitu juga akses permintaan air juga lebih tinggi dari angka nasional yakni 22%. “Akan tetapi, tentu saja ke depan tantangan kita masih sangat besar terutama untuk mencapai akses air minum aman. Artinya, air yang siap untuk dikonsumsi secara langsung karena kualitasnya sudah menurun,” ujarnya.

Terkait air minum aman, kata Tri Dewi, teknologi yang paling mendukung adalah melalui jaringan perpipaan. Oleh sebab itu, pihaknya dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2020-2024 mencanangkan dapat tersambung kepada 10 juta rumah tangga.

Mengenai sanitasi, lanjut dia, capaian secara nasional saat ini 79,5% dan sanitasi aman 7,6%. Sedangkan BABS (buang air besar sembarangan) masih ada 6,25% atau sekitar 17 juta masyarakat. “Di Sumut, akses sanitasi layak sudah cukup baik sekitar 81%. Namun angka BABS hampir sama dengan nasional yakni 6,2%. Artinya, ada sekitar 920 ribu penduduk Sumut yang BABS,” sebut Tri Dewi.

Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Matthew Burton menyampaikan, selama lebih dari lima tahun terakhir pihaknya telah bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah, masyarakat, serta sektor swasta untuk mendorong kemandirian di sektor air minum, sanitasi, dan perilaku higiene. Program ini telah mendorong peningkatan dalam akses air minum dan sanitasi, serta perilaku higiene.

“Berdasarkan data capaian USAID IUWASH PLUS per April 2021 di Sumatera Utara, sebanyak 130.255 orang mendapat layanan air minum layak melalui sambungan baru PDAM. Dari jumlah itu, 50.180 di antaranya kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan 40 persen terendah (B40). Selain itu, 59.485 orang mendapat akses sanitasi aman dan 29.400 orang mendapat akses sanitasi layak, serta 17.480 di antaranya masuk dalam kelompok B40,” ujar Matthew. (ris/ila)