24 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 3476

Ikut Regulasi Pusat, Sumut Larang Mudik Mulai 6-17 Mei

MUDIK: Calon penumpang menunggu di Sasiun Besar KA Kota Medan, bersiap mudik Lebaran, beberapa waktu lalu. Tahun ini, pemerintah melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Sumut masih menunggu regulasi yang mengatur larangan mudik lebaran 2021 dari pemerintah pusat. Namun Pemerintah Provinsi Sumut pasti akan mengikuti regulasi pusat, yang melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

MUDIK: Calon penumpang menunggu di Sasiun Besar KA Kota Medan, bersiap mudik Lebaran, beberapa waktu lalu. Tahun ini, pemerintah melarang mudik mulai 6-17 Mei 2021.

“Memang belum ada surat edaran regulasi yang menyatakan itu (larangan mudik). Tapi yang jelas, Sumut ikut pemerintah pusat,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Selasa (6/4)n

Untuk itu, Aris mengimbau agar warga Sumut mengikuti imbauan pemerintah terkait larangan mudik, untuk kebaikan bersama. “Selain untuk kebaikan bersama, juga agar pandemi Covid-19 cepat selesai,” ujarnya.

Diketahui, larangan mudik lebaran berlaku selama 10 hari lebih, mulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Meski demikian, pemerintah tetap memberlakukan tanggal 12 Mei 2021 sebagai cuti bersama.

Sebelum tanggal larangan mudik efektif berlaku, masyarakat diminta tidak berpergian. Hal ini dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 dan memaksimalkan pelaksanaan vaksinasi.

Kata Aris, hingga kini angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sumut sebanyak 27.772 orang. Angka ini setelah bertambah 77 kasus baru yang diperoleh dari 5 kabupaten/kota, yakni Medan 47 orang, Deliserdang 18 orang, Batu Bara 9 orang, Labuhanbatu Utara 2 orang, dan Karo 1 orang.

Sedangkan angka kesembuhan pasien Covid-19 kini jumlahnya 24.472 orang, setelah bertambah 74 kasus baru dari 9 kabupaten/kota. Sementara angka kematian mencapai 924 orang, bertambah 5 kasus baru dari Medan. “Angka penderita aktif Covid-19 di Sumut berjumlah 2.376 orang, baik isolasi di rumah sakit maupun secara mandiri,” pungkasnya.

Dishub Sumut Segera Rapat

Terkait larangan mudik ini, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat akan mulai melakukan persiapan. Dishub Sumut akan menggelar rapat dengan instansi terkait maupun pemerintah daerah yang umumnya menjadi tujuan para pemudik ketika memasuki waktu lebaran.

“Teknisnya masih akan dibicarakan dengan instansi terkait dan daerah tujuan mudik,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sumut, Darwin Purba menjawab wartawan, Selasa (6/4).

Pihaknya juga mengakui, secara resmi belum ada menerima petunjuk teknis sekaitan larangan mudik lebaran tahun ini. “Iya belum, kami juga masih menunggu juknis dari Kementerian Perhubungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pemerintah resmi melarang kegiatan mudik lebaran 2021 bagi seluruh elemen masyarakat.

Larangan mudik itu berlaku pada 6-17 Maret 2021, serta sebelum atau sesudah waktu tersebut. Kebijakan itu diambil, setelah melihat masih tingginya angka penularan dan kematian akibat Covid-19 setelah beberapa kali libur panjang.

“Ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat,” ujar Muhadjir, Jumat (26/3) lalu.

Selama periode larangan mudik berlaku, pemerintah juga mengimbau agar warga tidak bepergian keluar rumah apabila tidak memiliki keperluan yang mendesak.

Bagi ASN atau pegawai dengan keperluan dinas dapat melakukan perjalanan dengan menyertakan surat dinas yang ditandatangani pejabat eselon 2 atau masyarakat dengan keperluan mendesak dapat menggunakan surat keterangan dari kepala desa. Selama larangan mudik, pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial atau bansos pada awal Mei.

Pemerintah juga akan melakukan pengawasan di lintas batas, secara teknis larangan ini dikoordinasikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), TNI/Polri, bersama dengan Satgas Covid-19.

Polisi akan memutarbalikkan kendaraan yang melintas di beberapa titik perbatasan selama libur mudik Idul Fitri 2021 mendatang. Setidaknya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan 333 titik penyekatan yang tersebar di sepanjang wilayah Lampung hingga Bali.

Senada, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebutkan, silaturahmi untuk bertemu dengan keluarga merupakan hak bagi setiap orang. Namun situasi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda, membuat masyarakat kembali diminta harus menunda agenda pulang kampung pada Lebaran tahun ini.

“Lebaran itu memang hak orang untuk berjumpa keluarganya. Tetapi dalam kondisi seperti ini, itu memang harus kita hentikan dulu. Demi kesehatan rakyat yang kita cintai ini,” terangnya.

Saat ini, upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus Corona, yakni dengan cara mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5 M; mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas diri.

Selain itu, pemerintah kini tengah gencar melakukan vaksinasi sebagai upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

Ziarah Kubur Boleh, tapi Dibatasi

Mengenai tradisi umat Islam melakukan ziarah kubur menjelang puasa ramadan, Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan, mengatakan masyarakat tetap diperbolehkan melakukannya di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, perlu melihat situasi yang terjadi saat ini.

“Ziarah kubur sebelum bulan puasa memang sudah menjadi rutinitas. Tapi harus memperhatikan tata cara saat pandemi ini,” ujarnya melalui sambungan seluler, Selasa (6/4).

Menurut Mardohar, ziarah kubur jelang ramadan saat pandemi tentunya perlu dibatasi. Jangan sampai menimbulkan kerumunan orang. “Jangan pula seluruh keluarga berkerumun di situ. Misalnya, dalam satu keluarga ada 10 orang. Nah, pagi orang tua yang pergi duluan. Siang hari atau sore, giliran anak-anaknya. Jangan semuanya pergi sekaligus, tapi bergantian,” ungkap dia.

Di samping itu, masyarakat yang pergi berziarah harus tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, membawa hand sanitizer untuk cuci tangan serta menjaga jarak. “Protokol kesehatan mutlak harus dipatuhi. Kalau bisa waktu berziarah jangan terlalu lama,” sambung Mardohar.

Kata dia, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, tradisi ziarah ini tentunya diharapkan tidak akan menjadi klaster baru penularan Covid-19. “Jangan sampai rutinitas ziarah menjadi klaster baru,” tukasnya. (ris/prn/cnbc)

Bawa Sabu ke Lampung, Sopir Divonis 13 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim diketuai Dominggus Silaban menghukum M Yusuf Majid (59) selama 13 tahun penjara. Pria asal Desa Karueng, Pidie, Aceh ini yang berprofesi sebagai sopir ini, terbukti bersalah menjadi kurir sabu seberat 695,9 gram tujuan Lampung, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/4).

Majelis hakim dalam amar putusannya sependapat dengan penuntut umum, dimana terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. “Mengadili, menjatuhkan terdakwa M Yusuf Majid oleh karenanya dengan pidana penjara selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujarnya.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peradaran narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dipersidangan.

Vonis ini sama (conform) dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita, yang semula menuntut dengan pidana yang sama. Atas putusan ini, JPU menyatakan terima sedangkan penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Mengutip surat dakwaan, berawal saat tiga petugas dari Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat, bahwa terdakwa akan membawa dan menjadi perantara jual beli Narkotika jenis sabu dari Provinsi Aceh menuju Provinsi Bandar Lampung.

Saat itu terdakwa akan melintas di Jalan Medan Banda Aceh Desa Paya Perupuk Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat. Setelah mendapat informasi tersebut, para polisi langsung berangkat ke tempat yang di maksud dengan melakukan pemantauan. Tak lama kemudian, polisi melihat seseorang sesuai dengan ciri-ciri terdakwa.

Saat itu, terdakwa baru turun dari bus penumpang umum tujuan Kabupaten Langkat Kecamatan Tanjungpura-Banda Aceh dengan membawa tas ransel. Kemudian para saksi polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terdakwa.

Dari penguasaan terdakwa di temukan barang bukti berupa satu bungkus plastik kresek warna biru yang di dalamnya berisi sabu dengan berat bersih 695,9 gram.

Terdakwa mengakui, bahwa sabu tersebut ia dapat dari seseorang yang tidak ia kenal dengan ciri-ciri berambut cepak suruhan Zakaria alias Karia (lidik). Kemudian terdakwa mengakui mendapat upah Rp10 juta jika berhasil mengantar sabu tersebut menuju Provinsi Bandar Lampung. Namun terdakwa baru menerima Rp3 juta untuk biaya diperjalanan. (man/azw)

Pembunuhan Suami Istri Direkonstruksi

REKONSTRUKSI: Polres Binjai menggelar rekonstruksi pembunuh suami istri, Senin (5/4).tedi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Unit Pidana Umum Polres Binjai menggelar rekonstruksi kasus tindak pidana pencurian kekerasan yang menyebabkan nyawa pasangan suami istri meninggal dunia di halaman apel Mapolres, kemarin (5/4). Rekonstruksi yang turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum, Elly Harahap dan keluarga korban ini berjalan lancar.

REKONSTRUKSI: Polres Binjai menggelar rekonstruksi pembunuh suami istri, Senin (5/4).tedi/sumut pos.

Tersangka Sulistiono alias Sulis menjalani langsung rekonstruksi tersebut. Sementara korban pasutri, Sugianto alias Astuti diperankan oleh model.

“Keluarga korban yang ketepatan hadir diimbau agar tidak melakukan tindakan yang melanggar dan mengganggu jalannya rekonstruksi. Sebab, perkara ini sedang ditangani Satreskrim Polres Binjai,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting, Selasa (6/4).

Dalam rekonstruksi, tersangka Sulis menjalani 26 adegan. Tersangka yang merupakan seorang sopir truk BK 6680 CQ ini modus mogok di Jalan Gajah Mada, Lingkungan XIII, Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Ketika korban melintas menumpangi sepedamotor jenis metik BK 6812 ASS, tersangka minta tolong untuk bantu memperbaiki truk tersebut. Dengan modus ini, tersangka menghabisi nyawa pasutri tersebut.

“Usai habisi nyawa korban, sepeda motornya dijual tersangka. Penadah dan perantaranya juga sudah ditangkap,” ujar dia.

“Rekonstruksi ini bagian dari untuk melengkapi pemberkasan tersangka agar segera disidangkan. Berkas segera diserahkan ke jaksa untuk masuk tahap penuntutan,” pungkasnya. (ted/azw)

Pemilik Angkot Rahayu 53 Dibunuh Sopir Serep

DIBAWA: Tersangka pembunuhan pemilik angkot Rahayu 53 dibawa menggunakan kursi roda saat di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4).M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terungkap, mayat pria yang ditemukan dengan kondisi babak belur di semak-semak Jalan Pringgan Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah, Percut Seituan, ternyata pemilik sekaligus sopir angkot Rahayu 53. Korban dibunuh sopir serep angkot dengan alasan karena pelit.

DIBAWA: Tersangka pembunuhan pemilik angkot Rahayu 53 dibawa menggunakan kursi roda saat di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4).M IDRIS/sumut pos.

Korban bernama Junaidi (62) warga Jalan Mayor Kompleks SDN 94 Medan, Pulo Brayan Kota, Medan Barat. Sedangkan pelakunya ialah Fadilah Aidil Putra Nasution (41) warga Jalan Jermal 7 Medan Denai.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Medan, setelah ditangkap di kawasan Pajak Palapa Pulo Brayan, Senin (5/4) sore sekira pukul 15.00 WIB.

Pelaku dihadiahi 2 butir peluru di kedua kakinya oleh polisi lantaran melawan ketika dibawa untuk pengembangan kasus.

Baca juga: Mayat Pria Babak Belur Ditemukan di Percut, Diduga Korban Pembunuhan

Menurut pelaku, dia nekat menghabisi Junaidi karena kesal kerap tak diberi upah saat disuruh memperbaiki angkot. “Asal disuruhnya aku kerjai, tapi tak dikasihnya aku duit,” ucap pelaku yang dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolrestabes Medan, Selasa (6/4) sore.

Kekesalan pelaku semakin memuncak saat korban memarahinya. Pelaku yang menyimpan dendam, kemudian mencari kesempatan untuk menghajar pelaku.

“Puncak kekesalan aku saat dia (korban) maki-maki aku sekitar pukul 22.00 WIB (Minggu 4/4) di daerah Belawan, saat itu angkotnya rusak dan kami bertengkar. Setelah kami perbaiki angkot itu lalu kami pulang. Tapi, di Jalan Yos Sudarso Simpang Kantor aku berhenti, kemudian kupukul kepalanya pakai batu beberapa kali sewaktu dia tidur. Kemudian, aku bekap mulutnya pakai bantal sandaran hingga akhirnya meninggal,” terang pelaku.

Setelah itu, mayat korban dibawa menggunakan angkot tersebut dan selanjutnya dibuang ke semak-semak Jalan Pringgan Lingkungan 14, Desa Bandar Khalipah.

“Pas sudah mati, dia kubawa pakai angkot. Setelah sampai di semak-semak, kemudian aku gendong mayat dia dan aku buang,” kata pelaku.

Sementara, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, kejadian pembunuhan berawal saat angkot milik korban dengan plat BK 7587 DM mengalami pecah lahar di Belawan, Minggu (4/4) sekira pukul 16.00 WIB. Korban lalu memutuskan untuk mencari sparepart yang dibutuhkan, Sedangkan pelaku menunggu di angkot.

Setelah mendapatkan suku cadang, korban kembali ke lokasi kendaraan rusak tersebut. Sesampainya di lokasi, korban dan pelaku bertengkar mulut. “Setelah selesai bertengkar dan memperbaiki angkot, keduanya lalu menuju pulang ke rumah. Namun dalam perjalanan sekira pukul 01.00 WIB, korban yang tidur di bangku sebelah sopir dihajar pelaku hingga meninggal dunia. Kemudian, pelaku membuang mayat korban,” ujar Riko.

Usai membuang mayat korban, sambung Riko, pelaku meninggalkan angkot milik korban di Jalan Selamat Ketaren tepatnya depan Universitas Negeri Medan sekira pukul 10.00 WIB. Selanjutnya, pelaku mengajak 2 orang keponakannya untuk mengambil ban dan mesin dari angkot itu untuk dijual seharga Rp500 ribu kepada seorang penadah.

“Setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Petugas lalu membawa pelaku untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti di seputaran Jalan Pasar V Tembung. Namun pelaku berusaha melawan petugas dan melarikan diri hingga terpaksa tembak kedua kakinya,” papar Riko.

Dia menambahkan, dalam kasus tersebut barang bukti yang disita sebongkah batu batako yang digunakan pelaku, uang tunai Rp250.000, 1 unit ponsel android, 1 unit mobil angkot milik korban dan 4 ban mobil. “Saat ini kami masih mengejar penadah yang membeli mesin angkot korban,” pungkasnya. (ris/azw)

Bawa Sabu 1,3 Kilogram Disimpan dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang di KNIA Ditangkap

DUA TERSANGKA: Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas keamanan Kualanamu Deliserdang menangkap dua calon penumpang Pesawat Lion Air di Bandara Kualanamu Internasional (KNIA), karena menyelundupkan sabu seberat 1,3 kilogram (Kg).

DUA TERSANGKA: Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

Berdasarkan dari Kartu Tanda Penduduk (KTP), penumpang yang tertangkap itu bernama Irnawati (28) warga Paya Meuneng, Kabupaten Bireuen Aceh dan Rahma Dania (32) warga Bugak Mesjid Kabupaten Bireuen Aceh.

Informasi yang diperoleh dari Manager Aviation Security Bandara Kualanamu Tarto, Selasa (6/4), mengatakan, mereka mengamankan dua calon penumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 970. “Keduanya hendak berangkat dari Bandara Kualanamu menuju Kota Surabaya,” terang Tarto

Namun, lanjutnya, ketika dilakukan pemeriksaan barang bawaan petugas keamanan bandara mendekteksi adanya penyelundupan narkotika. Tak ingin kecolongan, petugas pun bergegas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti sabu seberat 1,3 kilogram (Kg) yang disimpan di dalam hak (sol, red) sepatu.

Begitu menemukan barang bukti narkoba, terangnya, petugas bandara langsung mengamankan kedua calon penumpang Lion Air itu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Modus kedua penumpang itu menyelundupkan sabu di dalam sol sepatu. Saat ini keduanya telah diserahkan ke Dit Res Narkoba Polda Sumut,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut), Kombes Pol Hadi Wahyudi, saat dikonfirmasi Sumut Pos di Medan, menjelaskan bahwa kedua tersangka telah diboyong ke Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumut.

Namun, kata Hadi, saat diperiksa ternyata satu tersangka adalah laki-laki, dengan menyamar sebagai perempuan menggunakan kerudung. Barang bukti yang ditemukan, sabu-sabu seberat 2Kg.

“Tersangkanya satu laki-laki dan satu perempuan. Barang bukti berupa sabu-sabu seberat 2Kg. Saat ini masih menjalankan pemeriksaan di Ditnarkoba Polda Sumut,” katanya. Adapun, setelah diamati, foto kedua tersangka memang berbeda dengan foto yang ada di KTP. Namun, belum diketahui nama asli dan alamat dari tersangka berjenis laki-laki yang ke dapatan membawa Narkotika jenis sabu-sabu tersebut. (mag-1/azw)

Xiaomi Meriahkan Mi Fan Festival 2021 dengan Promo Menarik

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Xiaomi menghadirkan Mi Fan Festival (MFF) 2021 sebagai apresiasi kepada para penggemar produk mereka yang sudah mendukung Xiaomi sejak hari pertama berdiri. Gelaran ini dihadirkan dengan beragam promo menarik.

Sebagai perusahaan teknologi dengan beragai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung gaya hidup, Xiaomi Indonesia menawarkan sejumalh promo menarik. Dari smartphone hingga produk AIoT akan diberikan penawaran menarik selama Xiaomi Mi Fan Festival 2021.

Promo MFF yang digelar hingga tanggal 9 April ini menyodorkan promo potongan harga hingga Rp250.000 untuk membeli Redmi Note 9 Pro atau potongan Rp150.000 dalam mendapatkan POCO X3 NFC dengan varian 6GB+64GB. Begitu pula kesempatan untuk mendapatkan produk AIoT dengan potongan harga menarik hingga Rp200.000 untuk mendapatkan Mi TV 4 55” atau potongan Rp100.000 untuk mendapatkan Mi Watch.

Penawaran ini bisa didapatkan pada mi.com dan Authorized Mi Store serta mitra online seperti Shopee, Lazada, JD.ID, Akulaku, Blibli, Tokopedia, dan Bukalapak. Saksikan juga Mi Fan Festival Livestream yang akan dilakukan pada pukul 19.00 WIB menghadirkan Country Director Xiaomi Indonesia, Alvin Tse.

Tidak hanya itu, dalam momen penting ini juga dihadirkan dua produk baru untuk Indonesia yakni Redmi Note 10 Pro MFF Special Edition yang dirilis khusus menyambut perayaan Mi Fan sedunia yang sudah digelar ke-10 kalinya ini. Redmi Note 10 Pro MFF Special Edition sudah dijual dalam penjualan perdana seri Redmi Note 10 tanggal 6 April.

Rangkaian MFF 2021 dirayakan di Indonesia dengan sejumlah kegiatan di samping promo penjualan dan peluncuran produk baru, seperti kolaborasi dengan komunitas pengguna Instagram untuk menggelar Instameet yang dilangsungkan 3 April lalu menghadirkan komunitas @garagara_ig. Masih berlangsung kegiatan berupa photo challenge untuk memperebutkan Redmi Note 10.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai promo Mi Fan Festival 2021, dapat mengunjungi  “https://event.mi.co.id/id/mifanfestivalboost?mi_campaign=mi&mi_source=pc&mi_meduim=banner&mi_channel=others” link ini.(*)

Pembelajaran Daring, Guru Puji Orangtua Aktif Dampingi Anak Belajar

DAMPINGI: Orangtua aktif mendampingi Naufal belajar di rumah, selama pandemi.

BATU BARA, SUMUTPOS.CO – Pembelajaran menggunakan aplikasi  online seperti WhatsApp, Google Classroom, Zoom, dan sebagainya, masih menjadi media komunikasi antara guru dengan murid, selama pandemi Covid-19. Menyadari efektivitas belajar daring tidak semaksimal belajar tatap muka, peran orangtua mendampingi anak belajar menjadi hal yang krusial.

“Saya wali kelas 4 di unit tugas tempat saya bertugas di UPTD SD Negeri 16 Tanjung Kubah. Selama proses pembelajaran secara daring, saya selalu membina komunikasi dan kerja sama dengan para wali murid, guna terlaksananya proses pembelajaran anak di rumah,” kata Sri Wahyuni, guru SD di Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kepada Sumut Pos, Rabu (6/4).

Dalam proses pembelajaran secara daring di kelasnya, Sri menerapkan unsur MIKiR, yakni siswa langsung Mengalami, Berinteraksi, Berkomunikasi, dan Merefleksi. Konsep MIKiR itu ia pelajari dari lembaga swasta yang konsern dengan dunia pendidikan, yaitu Tanoto Foundation.

“Contohnya, saat pembelajaran kelas 4 memasuki tema ke-7, yaitu Indahnya Keberagaman Di Negeriku. Saya menugaskan para siswa untuk membuat poster yang menunjukkan Indahnya Keberagaman yang ada di Indonesia. Untuk unsur MIKiR-nya, saya meminta siswa menemukan objek atau tema poster. Merumuskan pesan yang akan disampaikan dalam poster. Menyusun kalimat singkat dan jelas, padat dan bermakna. Memilih gambar yang unik sehingga mudah diingat. Dan tidak lupa memperhatikan panduan warna poster,” ungkap salahsatu fasilitator daerah komunikasi Kabupaten Batu Bara Program Pintar Tanoto Foundation ini menjelaskan metode MIKiR-nya.

Siswa diminta mengerjakan poster di rumah dengan pendampingan orangtua.

Naufal memamerkan poster bertema Indahnya Keberagaman di Indonesia, yang dikerjakannya dengan pendampingan orangtua.

Seorang siswa bernama Naufal Al-Hisyam selalu aktif ikut kelas online. “Naufal bukanlah siswa dari keluarga berada. Namun semangat belajarnya membuat saya bangga. Tentu saja hal ini tidak lepas dari peran dan dukungan orang tuannya. Soalnya, orang tua Naufal tidak sungkan bertanya bahkan berdiskusi dengan saya selaku wali kelas Naufal, terkait materi pelajaran maupun terkait tugas-tugas yang akan dikerjakan Naufal,” bebernya bangga.

Selain berdiskusi dengan guru terkait materi belajar dan tugas Naufal selama BDR (belajar dari rumah), orangtua Naufal juga selalu semangat mendampingi putrinya belajar di rumah. Baik ayah maupun ibunya.

“Salahsatu bentuk dukungan orang tua Naufal adalah mendampingi anaknya mengerjakan poster bertema Indahnya Keberagaman di Indonesia. Mereka rajin bertanya pada saya. Baik mengenai tema, material poster, warna poster, dan seterusnya. Saya dukung sekali peran mereka mendampingi anak belajar,” cetusnya.

Melalui peran aktif orang tua dalam membimbing anak belajar di rumah, menurut Sri, akan membantu proses belajar anak. “Harapan saya, dengan orang tua meluangkan waktu mendampingi anak belajar, dapat lebih meningkat kan potensi dan kreatifitas anak,” pungkasnya. (rel/mea)

“Webinar Gerakan Indonesia Bersih” Ajak Kaum Wanita Indonesia Jadi Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendorong upaya pemerintah mewujudkan Indonesia Bersih dan Sehat, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ikatan Istri Pimpinan (IIP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong wanita-wanita Indonesia untuk menjadi ujung tombak pelestarian lingkungan sekitar.

Komitmen ini dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan yang secara nyata mendorong pelestarian lingkungan dan alam sekitar. Salah satunya, DWP KBUMN dan IIP BUMN melaksanakan Webinar Gerakan Indonesia Bersih (GIB) bertajuk: “Perempuan, Ujung Tombak Pelestarian Lingkungan” yang diselenggarakan pada Selasa (06/04) di Jakarta.

Webinar ini menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan tokoh inspiratif wanita yaitu Prof.Dr.Ir Arief Sabdo Yuwono, M.Sc dari Institut Pertanian Bogor dan Nadia Mulya selaku Aktivis Gerakan Indonesia Tanpa Plastik dimana kedua pembicara tersebut memiliki kompetensi dan kapabilitas terkait kondisi kesehatan lingkungan dan cara-cara pengelolaan sampah dan limbah. Tercatat sebanyak 1000 peserta mengikuti webinar ini yang terdiri dari pengurus dan anggota DWP KBUMN & IIP BUMN serta anggota organisasi Ikatan Istri Karyawan BUMN.

Dalam sambutannya, Liza Thohir selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian BUMN dan Ketua Umum Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN mengungkapkan, kegiatan Webinar ini merupakan rangkaian dari kegiatan GIB 2021, di mana sebelumnya pada bulan Maret 2021 telah telah dilaksanakan kegiatan yaitu bersih-bersih di Sungai Pagarsih, Kota Bandung dan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga kepada masyarakat di sekitar Sungai Pagarsih dalam rangka mendukung kelestarian sungai dan pengelolahan sampah menjadi lebih bernilai ekonomis.

Selain itu, webinar ini juga merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini 2021 dimana DWP KBUMN & IIP BUMN mengajak seluruh perempuan di Indonesia khususnya yang tergabung dalam DWP Kementerian BUMN serta IIP BUMN untuk berperan secara aktif melanjutkan nafas dan perjuangan Ibu RA Kartini.

“Kita saling berbagi pengetahuan, pengalaman, bertukar informasi serta berbagi inspirasi kepada kaum wanita lainnya. Mari kita ambil bagian dari perubahan mulai dari saat ini, mulai dari diri sendiri, mulai dari unit terkecil yaitu rumah tangga dan lingkungan terdekat, mulai dari hal yang mudah dan menyenangkan.” ungkap Liza Thohir.

Prof.Dr.Ir Arief Sabdo Yuwono, M.Sc dalam paparannya memberikan wawasan kepada wanita-wanita Indonesia tentang pengelolaan sampah rumah tangga dimana sampah dapat dipilah menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik kemudian dapat dikelola menjadi kompos dan dapat bernilai ekonomis.

Prof Arief memberikan solusi berupa metode SABDO (Sebelas-detikAja Bio Degradasi Organik) untuk mengolah sampah secara sederhana dimana sampah organik dari rumah tangga kemudian diolah di composting bin menjadi kompos. Composting bin merupakan bentuk pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan Maggot BSF (Black Soldier Fiy).

Sementara itu, Nadya Mulya memberikan sharing inspiratif tentang cara bijak mengelola sampah dimulai dari rumah. Ia juga mengajak wanita Indonesia untuk lebih bijak dalam menggunakan kantong plastik dan mengurangi penggunaan kantong plastik yang berlebihan.

Rena Sunarso, Ketua Tim Gerakan Indonesia Bersih DWP Kementerian BUMN – IIP BUMN menambahkan, kegiatan webinar Gerakan Indonesia Bersih memberikan pengetahuan, wawasan dan inspirasi agar perempuan Indonesia menyadari peran pentingnya sebagai agen kelola lingkungan dari unit kecil rumah tangga dan lingkungan terdekat.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong optimisme dan percaya diri bagi perempuan dengan pembekalan dasar kelola lingkungan terutama yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan seperti pelestarian sungai dan tekhnik mengelola sampah rumah tangga secara menyenangkan dan efektif.

“Ke depannya kami akan terus mendorong dan memperkuat peran perempuan Indonesia dalam pelestarian lingkungan. Gerakan Indonesia Bersih akan terus dilakukan secara berkesinambungan melalui berbagai bentuk kegiatan yang secara langsung dapat memberkan manfaat bagi kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat” tegas Rena Sunarso.

Sebagai informasi, DWP Kementerian BUMN serta IIP BUMN adalah organisasi perempuan yang berada di lingkungan Kementerian BUMN serta BUMN dimana tujuan keberadaan DWP Kementerian BUMN adalah meningkatkan kualitas Sumber Daya anggota keluarga PNS untuk mencapai kesejahteraan nasional. 

Sedangkan IIP BUMN bertujuan mewujudkan rasa persaudaraan, kekeluargaan antar anggota serta meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam kehidupan beragama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, bernegara serta meningkatkan peranan wanita dalam segala bidang kehidupan.

Shooting Film Pendek Selesai dalam Sehari Berkat Galaxy S21 Ultra 5G

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Dalam membuat film pendek, proses pengambilan gambar atau yang dikenal dengan istilah shooting, menjadi bagian terpenting yang perlu diperhatikan. Selain memperhatikan adegan-adegan penting dalam film pendek, tentunya kita perlu memastikan perangkat yang digunakan untuk melakukan perekaman gambar agar dapat memberikan hasil yang maksimal.

Samsung melalui teknologi Galaxy S21 Ultra 5G, memastikan kamu bisa merekam video di mana pun, kapan pun tanpa takut kehilangan scene yang kamu harapkan dalam film pendek kamu hingga sampai ke adegan di malam hari.

Menurut Miranda Warokka selaku IT & Mobile Marketing Director, Samsung Electronics Indonesia, kemampuan Galaxy S21 Ultra 5G dalam merekam video telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, terutama dalam soal pembuatan film pendek, perangkat ini dapat menjadi teman pengguna untuk merekam seharian tanpa perlu ragu. “Pengguna bisa melakukan proses shooting hingga malam hari, tanpa takut kekurangan cahaya. Hal ini berkat adanya kemampuan intelligent battery dan juga fitur night mode yang membuat moment shooting kamu menjadi semakin epic. Sehingga sekarang tidak ada alasan lagi kesulitan dalam membuat film pendek impian pengguna, karena dengan teknologi Galaxy S21 Ultra 5G, pengguna dapat dengan mudah menghasilkan karya yang epic,” ungkap Miranda Warokka.

Daya Baterai Besar dan Pintar

Baterai pada Samsung Galaxy S21 Ultra sudah dirancang untuk dapat menemani kamu seharian untuk melakukan proses shooting. Merekam lebih tenang karena kamu tidak perlu khawatir baterai akan cepat habis. Kapasitas baterai pada Galaxy S21 Ultra memiliki kapasitas yang besar dan dikatakan pintar karena dapat mempelajari aplikasi apa saja yang digunakan oleh kamu, sehingga dapat mengoptimalkan baterai kamu, loh! Jadi, saat kamu hendak melakukan proses shooting di pagi hari, hingga sore hari kamu dapat terus merekam gambar agar proses pembuatan film pendek kamu juga menjadi lebih cepat.

Video Lebih Jernih dan Terang di Kondisi Gelap

Kemampuan Samsung Galaxy S21 Ultra dalam merekam gambar di malam hari atau dalam kondisi minim cahaya, membantu kamu menghasilkan scene-scene epic yang dapat meningkatkan kualitas keseruan film pendek. Hal ini didapatkan dari fitur Night Mode yang menggunakan sensor The Bright Night menghasilkan gambar yang jernih walaupun di kondisi gelap sekalipun.

Keunggulan tersebut akan dibuktikan dalam film pendek “The Epic Movie” yang merupakan inisiasi Samsung Galaxy Movie Studio 2021 yang memasuki tahun ketiganya untuk terus menginspirasi para sineas muda dan juga penikmat film Indonesia. Film pendek tersebut mengajak Angga Dwimas Sasongko, merupakan sutradara profesional Indonesia yang telah berkecimpung lebih dari 15 tahun.

Terus menjadi pertama yang mengetahui update keseruan momen epic Galaxy Movie Studio 2021 melalui sosial media Samsung indonesia @SamsungIndonesia #GalaxyMovieStudio2021.(*)

Bupati Sergai Tinjau Pelaksanaan Ujian SMP secara Tatap Muka

TINJAU: Bupati Sergai Darma Wijaya melakukan sidak dalam pelaksanaan ujian SMP tatap muka di SMP Negeri 1 Sei Rampah.

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Darma Wijaya meninjau pelaksanaan ujian bagi siswa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara tatap muka bertempat di SMP Negeri 1 Sei Rampah, Senin (5/4). Dalam kesempatan tersebut, Darma Wijaya juga meninjau para guru yang memantau siswa siswi yang melaksanakan ujian dalam jaringan di ruangan guru SMP Negeri 1 Sei Rampah sekaligus meninjau kondisi kelas yang sudah tak terpakai selama pembelajaran tatap muka dihentikan akibat pandemi Covid-19.

TINJAU: Bupati Sergai Darma Wijaya melakukan sidak dalam pelaksanaan ujian SMP tatap muka di SMP Negeri 1 Sei Rampah.

Darma Wijaya yang didampingi Kepala BKD Sergai Drs Dimas Kurnianto, Kadis Kominfo Akmal dan Camat Sei Rampah Nasaruddin Nasution mengatakan meski belum dilakukan pembelajaran tatap muka namun para guru harus tetap melakukan pemantauan terhadap pembelajaran para siswa.

“Dampak dari Covif-19 ini menyasar ke berbegai aspek, salah satunya adalah aspek pendidikan yang hingga kini belum dapat dilakukan secara tatap muka. Para siswa belajar secara daring tapi tetap mendapat pengawasan yang ketat dari para guru,” tegas Darma Wijaya.

Tidak hanya soal pembelajaran, Darma juga akan melakukan sidak ke semua sekolah untuk memastikan semua berjalan sesuai yang diharapkan. Beliau juga berharap semua siwa dapat belajar dengan baik dan nyaman serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kepada jajaran Dinas Pendidikan dan seluruh Kepala Sekolah saya mengimbau untuk lebih memperhatikan sarana sekolah, jika memang ada yang perlu diperbaiki segera lakukan perbaikan. Terkhusus dengan pembelajaran daring, mungkin sebagian dari siswa tidak memiliki telepon selular berbasis android,” bilangnya.

Oleh karenanya, Darma Wijaya berharap para kepala sekolah dan guru untuk bergotong royong, bersama sama dalam membantu mengatasi masalah seperti ini, berikan yang terbaik bagi siswa siswi karena mereka adalah generasi penerus bangsa kita.

Sebelumnya Plt Kadis Pendidikan Sergai Dingin Saragih didampingi Kabid SMP Sujarwo, dalam laporannya menyampaikan bahwa telah menginstruksikan kepada semua sekolah dan meminta untuk fokus serta serius dalam memantau pelaksanaan ujian. Selain itu juga pelaksanaan ujian tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sedangkan Wakil Bupati Sergai, Adlin Umar Yusri Tambunan meninjau pelaksanaan ujian Dldaring dan luring di SMP Negeri 1 Kecamatan Perbaungan, dalam arahan beliau meminta kepada seluruh siswa untuk tetap tenang selama ujian dan mengerjakan soal dengan baik dan jujur sesuai kemampuan dengan harapan lulus dan mendapatkan nilai yang baik. (ian/azw)