27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 3530

Pemprovsu Manfaatkan Dana Hibah Rp41 M untuk Perbaiki Jalan Rusak

RUSAK: Jalan Jaring Raya Martubung yang rusak dan berlubang. M IDRIS/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dana hibah senilai Rp41 miliar dari pusat akan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Pemprov Sumut melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) untuk perbaikan jalan rusak tahun ini.

“Ya, ada dana hibah pusat ke daerah dan kabupaten. Tahun ini untuk perbaikan jalan provinsi kita menerima dana hibah Rp41 miliar,” kata Kepala Dinas BMBK Sumut, Bambang Pardede kepada wartawan di Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Medan.

Ilustrasi.

Menurut dia, Pemprov Sumut bisa menyerap dana hibah itu misalnya bisa sampai dengan Rp38 miliar ataupun lebih dari Rp41 miliar, maka ke depan pusat juga akan bisa memberikan dana lebih.”Kalau serapan kita besar, mereka (pemerintah pusat) juga bisa kasih besar. Dan saat ini untuk perbaikan jalan provinsinya masih kita lelang. Semoga kita mendapatkan kontraktor-kontraktor yang bertanggungjawab,” katanya.

Sementara itu untuk dana perbaikan jalan dari APBD Sumut 2021, pihaknya hanya memiliki kemampuan anggaran sekitar Rp402 miliar. Sedangkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) ada empat paket pengerjaan yang akan dilakukan. Empat paket itu untuk pengerjaan perbaikan jalan di Langkat, kemudian perbatasan di Kabupaten Toba, perbatasan Labura dan Asahan serta di Labuhan Batu Utara. “Masing-masing paket ada nilai proyeknya Rp16 miliar, kemudian Rp26 miliar, Rp13 miliar dan Rp24 miliar,” terangnya didampingi Kepala Dinas Kominfo Sumut, Irman Oemar dan sejumlah kepala UPT.

Bambang berharap, rekanan yang mendapat amanah dalam pengerjaan ini dapat bekerja profesional dan bertanggungjawab. Sehingga pemeliharaan jalan provinsi di Sumut semakin baik.

Ia mengungkapkan bahwa kondisi jalan rusak di Sumut saat ini masih dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Setelah audit BPK selesai, maka pihaknya akan mengetahui dari 3.000-an kilometer jalan provinsi di Sumut berapa banyak yang rusak.”Setelah audit BPK selesai, maka kita akan tahu berapa banyak jalan provinsi yang rusak dan pemantapan jalan kita sesuai target RPJMD yakni 95 persen,” katanya.

Ia pun bakal melaksanakan lelang dini proyek pekerjaan yang ada di Dinas BMBK Sumut. Dengan demikian percepatan pembangunan di Sumut dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Jadi untuk pengerjaan tahun depan misalnya, mulai November ini sudah bisa kita mulai lelangnya. Saya juga sudah bicarakan ini dengan bu Sekda,” pungkasnya. (prn/ila)

Pemenang The Voice Kids Indonesia Season 4, Nikita Siap Ikuti Rekaman

Kaget dan langsung Sujud! Itulah yang pertama dilakukan Nikita ketika namanya disebut dewan juri sebagai pemenang pada ajang The Voice Kids Indonesia Season 4 dengan perolehan vote sebesar 46%, Kamis malam (8/4/2021).

Air mata pun terlihat membasahi wajah cantik Nikita, talenta muda berbakat berusia 13 tahun di sela-sela pelukan dewan juri dan teman-teman ‘seperjuangannya’. Betapa tidak, perjuangan yang cukup panjang telah dilalui Nikita Mawarni asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) ini.

Isyana Sarasvati yang merupakan Coach dari Nikita sangat bangga dan puas akan penampilan yang diberikan Nikita di atas panggung The Voice Kids Indonesia.

“Terimakasih banget untuk Nikita, atas performancenya. Ini keren banget menurut aku, sangat fun. Semuanya dapat feelnya. Udah lagunya nggak mudah, act-nya juga enggak mudah, tapi Nikita nailed it tonight. Aku sangat bangga dengan Nikita, dengan caranya dia. Bisa banget dengan semua genre,” ucap Coach Isyana, Kamis malam (8/4/2021).

Malam itu, Nikita berhasil memukau perhatian dewan juri terutama Isyana serta penonton dengan performa vokal dan stage act yang berkualitas di panggung Grand Final The Voice Kids Indonesia. Nikita membawakan salah satu lagu hits dari band rock legendaris dunia, Queen, berjudul Bohemian Rhapsody.

Lagu yang begitu sulit namun Nikita mampu menyeimbangkan stage act dengan pengelolaan vokal yang sangat baik. Penampilan tersebut berhasilkan meloloskan Nikita masuk ke babak 3 besar Grand Final The Voice Kids Indonesia.

Pada penampilan tiga besar tersebut, Nikita harus bersaing ketat dengan Ajeng dari Lumajang dan Faith dari Tangerang. Saat Nikita menyanyikan salah satu lagu hits dari penyanyi berbakat, almarhum Amy Winehouse berjudul Valerie, Nikita mampu membawakannya dengan penuh penjiwaan hingga mengantarkannya menjadi pemenang.

“The Voice Kids Indonesia telah berhasil melahirkan talenta-talenta juara. Mereka sudah terlihat menjadi bintang sejak pertama kali tampil di panggung babak blind auditions. Hampir semua penampilan kontestan di babak blind auditions direspons sangat positif oleh masyarakat Indonesia,” begitu ungkap Valencia Tanoesoedibjo selaku Managing Director GTV.

“Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa ajang yang disiarkan oleh GTV ini telah membuka banyak peluang dalam berkarya bagi banyak talenta muda Indonesia. Saya mewakili GTV berterima kasih kepada seluruh pemirsa Indonesia yang tetap setia mengikuti perjalanan kompetisi The Voice Kids Indonesia hingga babak grand final dan menjadi saksi lahirnya talenta-talenta juara kebanggaan bangsa,” kata Valencia.

Nikita berhasil memboyong hadiah Tabungan sebesar Rp 100.000.000, kontrak rekaman lagu bersama Hits Record dan Paket Liburan.

Nikita yang didampingi ibunya, Nova Zulkarnain Malik, kepada wartawan, Senin (12/4/2021) di Medan, mengatakan sangat tidak menyangka bisa menjadi juara mengingat saingannya cukup berat.

“Terimakasih kepada Tuhan, terimakasih buat saudara-saudaraku dan seluruh masyarakat Sumatera Utara yang telah mendukung ku lewat support maupun vote nya hingga aku bisa menjadi pemenang di ajang The Voice Kids Indonesia Season 4. Ini hadiah yang terindah buatku,” kata Nikita penuh haru.

Untuk langkah selanjutnya, Nikita mengatakan, dirinya sudah dikontrak oleh pihak PT Star Media Nusantara (SMN) selama lima tahun.

“Selain rekaman, acting dan seluruh bakat yang ada pada saya akan dikembangkan. Tetapi, untuk sementara ini mau fokus di vocal dulu,” ucap Nikita yang baru pulang dari Jakarta, Sabtu malam (10/4/2021). * (okezone/junita sianturi)

Danone Indonesia Ikut Bantu Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak Januari 2021, vaksinasi Covid-19 mulai dilakukan secara bertahap. Dalam upaya mewujudkan komitmen membantu Pemerintah Indonesia mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia, Danone Indonesia, bekerjasama dengan berbagai pihak, ikut membantu pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada warga Medan, terutama para lansia dan pendamping masing-masing.

Vaksinasi Covid-19 untuk warga Medan ini dilaksanakan bertempat di Landasan Udara Soewondo, Medan dengan mekanisme drive thru. Program ini dapat menjadi pusat vaksinasi terbesar di Kota Medan, yang dapat mengakomodir berbagai lapisan masyarakat untuk mencapai kekebalan kelompok dan membantu menyehatkan warga Kota Medan.
Bertindak sebagai mitra pelaksananya adalah Halodoc yang mulai melakukan vaksin sejak 7 April 2021 dan berlangsung selama 3 bulan.

Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia menjelaskan, Danone Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan kesehatan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat Indonesia.

“Sejalan dengan komitmen kami sejak tahun lalu untuk terus membantu pemerintah Indonesia selama pandemi Covid-19, kami turut membantu menyukseskan pelaksanaan program vaksinasi dengan memberikan dukungan melalui produk hidrasi dan nutrisi sehat, penyebaran informasi positif terkait vaksinasi, hingga edukasi kepada masyarakat,” ujar Arif.

Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksinasi COVID-19 ini harus memenuhi beberapa persyaratan. Di antaranya berusia minimal 60 tahun untuk lansia, dan minimal berusia 18 tahun bagi pendamping. Keduanya harus mendaftarkan diri dan memilih jadwal vaksinasi yang sama melalui aplikasi Halodoc atau fitur GoMed di aplikasi Gojek, dengan menggunakan satu akun.

Selain itu, wajib juga dipastikan bahwa peserta memiliki KTP atau berdomisili di Kota Medan. Peserta yang tidak memiliki KTP Kota Medan namun bertempat tinggal di area ini, wajib membawa surat keterangan domisili saat datang ke lokasi vaksinasi drive thru. Tentunya semua yang hadir harus menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Meski demikian, warga Medan juga tidak perlu khawatir, karena Gojek selaku mitra transportasi resmi telah menyediakan armada GoCar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak membawa kendaraan pribadi.

Fasilitas vaksinasi ini mampu mengakomodir hingga 1.000 dosis vaksin setiap harinya dengan jam operasional Senin – Jumat pukul 09.00 – 17.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00 – 13.00 WIB. Warga Medan yang datang untuk mendapatkan vaksin cukup duduk di kendaraan masing,-masing dan langsung dilayani para petugas kesehatan. Sesudah itu mereka diminta beristirahat selama 30 menit sambil mengonsumsi hidrasi sehat dari AQUA.

Danone Indonesia melalui Danone Aqua juga rutin melakukan promosi dan penyebaran informasi positif bagi publik, melalui sosial media perusahaan. Tercatat hingga saat ini, Danone Indonesia telah mendukung lebih dari seratus pusat vaksinasi di 6 kota di Indonesia, yang menjangkau sekitar 580.000 peserta vaksin.

“Berbagai dukungan ini disalurkan melalui kerjasama kami dengan berbagai pihak dan pemangku kepentingan. Kami turut bekerjasama dengan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI serta pemerintah daerah setempat, Rumah Sakit dan otoritas kesehatan, organisasi kemasyarakatan, dan juga sektor swasta yang menginisiasi pembangunan pusat vaksin seperti Grab Indonesia, GoodDoctor, Halodoc, dan juga Gojek,” jelas Arif.

Selama pandemi Covid-19, Danone Indonesia telah bekerja sama dengan pemerintah, berbagai lembaga, rumah sakit, maupun organisasi sosial untuk menyalurkan bantuan senilai Rp30 miliar berupa alat pelindung diri, peralatan medis seperti ventilator dan tempat tidur, serta jutaan botol Aqua gratis dan produk nutrisi bagi tenaga medis maupun kelompok rentan.

Selanjutnya, Danone Indonesia juga terus berkomitmen untuk menghadirkan kualitas produk yang terbaik, memberikan bantuan serta bekerja sama dengan berbagai pihak agar dapat berkontribusi dan menggerakkan masyarakat untuk saling jaga mengatasi dampak Covid-19 di Indonesia. (rel)

Pembubaran Paksa Acara Kuda Kepang di Sunggal, 10 Pelaku Diamankan Polisi

KETERNGAN: Polisi memberikan keterangan kepada wartawan terkait diamankannya pelaku pembubaran paksa kuda kepang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak kepolisian telah menetapkan dan mengamankan 10 tersangka dalam kasus pembubaran acara kuda kepang oleh ormas Forum Umat Islam (FUI) DPD Medan yang terjadi di Jalan Merpati, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

KETERNGAN: Polisi memberikan keterangan kepada wartawan terkait diamankannya pelaku pembubaran paksa kuda kepang.

Mereka disangkakan pasal yang berbeda, antara Pasal 315 KUHP (penghinaan ringan) dan Pasal 170 KUHP (pengeroyokan). “Saat ini sudah 10 orang ditahan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko dalam keterangan tertulis yang diterima via grup whatsapp, Minggu (11/4).

Riko menyebutkan, 10 tersangka yang sudah ditahan masing-masing berinisial S alias Herianto, S alias Iin, MP, H, ADR, A, KU alias Rendi, IZ alias Dodi, A dan F. Namun demikian, Polrestabes Medan masih mengejar satu orang orang lagi. “Satu masih dikejar. Tinggal IB yang belum ditangkap,” sebutnya.

Selain mengamankan para tersangka, pihak kepolisian juga telah mengamankan barang bukti. Sebelumnya, gelar perkara juga telah dilakukan. “Barang bukti video sudah kita amankan,” tandasnya.

Sementara itu, Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan pernyataan maaf resmi, terkait kericuhan pembubaran acara kuda kepang oleh ormas berseragam Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan yang terjadi di Jalan Merpati, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal.

Ketua FUI Sumut Ustad Indra Suheri menyatakan permohonan maaf bagi saudara-saudara yang berasal dari Jawa khususnya. “Dipastikan tidak ada agenda itu (pembubaran). Pak Sai’in selaku kepling spontan. Kita bisa lihat dari video itu, di saat yang sama ada warga FUI dan mereka tidak ada arogansi,” ujarnya saat memberikan keterangan pers di rumahnya, Percut Sei Tuan, Sabtu (10/4).

Sedangkan tudingan pembubaran acara kuda kepang sangat bertentangan dengan prinsip pihaknya bila ada seni budaya ini terkesan diganggu. Prinsip FUI dalam kebhinekaan tidak bisa ditawar-tawar. “Sangat kontraproduktif kalau ada framing-framing yang menyatakan FUI tidak menerima kebhinekaan. Wong saya sendiri juga orang Jawa dari Surabaya, budaya leluhur harus dipertahankan,” kata Indra Suheri.

Dia menyatakan, ada sebuah kekeliruan yang tidak terkoordinir. Kejadian tersebut di luar dugaan, di mana pihaknya menjunjung tinggi nilai budaya, persatuan dan kesatuan. Dengan kata lain, kejadian tersebut tidak ada khusus untuk membubarkan acara itu.

“Jadi sebelum kejadian, FUI diundang menghadiri acara Isra Miraj yang diadakan Partai Gerindra di Medan Deli. Warga FUI yang hadir menggunakan seragam. Jadi setelah selesai, rekan-rekan FUI lainnya turut mengantar Pak kepling S, pulang ke rumah,” ungkapnya.

Sesampainya di rumah, S melihat ada kegiatan kuda lumping atau kuda kepang, sehingga ia mengimbau agar tidak ada kerumunan. “Ia tidak ingat bahwa masih menggunakan seragam FUI saat itu. Jadi di sana awalnya berjalan lancar, namun ada warga yang protes sehingga terjadi cekcok itu. Jadi sebenarnya tidak ada agenda khusus FUI yang membubarkan acara itu,” sambung dia.

Lebih lanjut dia menyampaikan, dalam kasus ini pihaknya melakukan pendampingan hukum terhadap mereka yang diamankan polisi. Hal ini mengenai penetapan tersangka dan pasal yang disangkakan. “Sepertinya pasal dikenakan pasal penganiayaan, sebelumnya kalau tidak salah itu pasal penghinaan. Padahal laporan kami itu duluan, tapi belum ada prosesnya saya dengar, belum ada perkembangan. Justru yang sekarang diamankan dari pihak warga FUI,” cetus Indra.

Kendati demikian, dia meyakini pihak kepolisian berkerja sesuai SOP yang ada dalam kejadian ini. “Selama ini kita bermitra bersama Polri, TNI dan pemerintah untuk menciptakan suasana kondusif, dengan menciptakan kepastian hukum di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, video pembubaran yang dilakukan oknum anggota FUI tersebut hingga ricuh viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (2/4) lalu itu, awalnya disebut karena menolak kuda kepang dengan alasan syirik.

Kericuhan dipicu lantaran seorang oknum ormas berseragam Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan yang juga kepling setempat maju dan meludahi perempuan ketika sedang beradu argumen. Melihat itu, warga langsung emosi hingga kerusuhan terjadi. (ris/mag-1/ila)

Dampak 6 Tahun Pemko Medan Tak Verifikasi Data Kemiskinan, Bahrumsyah: Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bantuan

SOSIALISASI: Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, saat sosialisasi Perda Kota Medan No.5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang digelar di Jalan Ciliwung, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan, Sabtu (10/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama enam tahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak pernah lagi melakukan verifikasi terhadap data warga miskin di Kota Medan. Sehingga dalam rentang waktu itu, data kemiskinan di Kota Medan tidak pernah berubah.

SOSIALISASI: Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, saat sosialisasi Perda Kota Medan No.5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang digelar di Jalan Ciliwung, Kelurahan Belawan II, Medan Belawan, Sabtu (10/4).

“Akibatnya, banyak warga miskin di Kota Medan tidak mendapatkan berbagai bentuk bantuan dari pemerintah pusat,” ucap Wakil Ketua DPRD Kota Medan, HT Bahrumsyah, saat melakukan sosialisasi Perda Kota Medan No.5/2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang di gelar di Jalan Ciliwung, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Sabtu (10/4).

Padahal, kata Bahrumsyah, berdasarkan Peraturan Menteri Sosial (Permensos), data kemiskinan itu harus di perbaharui setidaknya 2 kali dalam setahun. Sehingga dalam rentang waktu itu, terdapat perubahan data kemiskinan dan membuat berbagai bantuan dapat disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak.

Kantong-kantong kemiskinan itu, kata Bahrumsyah, masih sangat banyak di Kota Medan, terutama di wilayah Medan bagian utara. Bahkan berdasarkan SK Wali Kota, 6 kelurahan yang ada di Belawan masuk kategori miskin.

“Sepertiga masyarakat Belawan ini hidupnya masih di atas air. Sisanya, hidup di atas tanah milik Pelindo dan PT KAI. Pemko Medan harus sadar, kalau masyarakatnya masih banyak yang miskin, terutama di wilayah utara,” ungkapnya.

Karenanya, sambung Ketua DPD PAN Kota Medan ini, DPRD Kota Medan telah menganggarkan untuk memverifikasi dan validasi data kemiskinan.

“Kita telah anggarkan sekitar Rp4 Miliar untuk verifikasi data warga miskin oleh Dinas Sosial. Ke depan, tidak boleh ada lagi masyarakat miskin yang tidak terdata,” tegas Bahrumsyah.

Dilanjutkan Ketua DPD PAN Kota Medan ini, lahirnya Perda No. 5 tahun 2015 mewajibkan Pemko Medan untuk merealisasikan anggarannya dalam APBD sebagai dana penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.

“Apalagi di dalam Perda juga di atur, bahwa sebesar 10 persen PAD untuk program penanggulangan kemiskinan. Perda ini menjadi payung hukum bagi Pemko Medan untuk memberi proteksi atau perlindungan kepada warga miskin,” kata legislator asal Dapil Medan II (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli, dan Medan Marelan) ini.

Dikatakan Bahrum, hal yang paling mendasar dalam persoalan kemiskinan ini adalah menyangkut masalah pangan, sanitasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hak atas pekerjaan, modal usaha, hak atas perumahan, hak atas air bersih, lingkungan bersih dan sehat, serta rasa aman.

Sebelumnya, Lurah Belawan II, Yose Feri, menyampaikan dari 6.500 KK warga Belawan II, sebanyak 3.180 termaktub dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Dari Musyawarah Kelurahan (Muskel) yang di lakukan dua pekan lalu, kata Yose, pihaknya telah menghapus sebanyak 700 KK dari data itu, karena dari total tersebut banyal warga yang sudah meninggal, tidak diketahui keberadaanya, hingga ekonominya telah meningkat dan tergolong mampu.

“Namun, dari Muskel itu juga terjadi penambahan data sebanyak 1.500 KK. Jadi, total keseluruhannya hampir 4.000 KK. Angka itu sudah lebih dari 50 persen jumlah penduduk,” paparnya.

Seperti diketahui, Perda Nomor 5 tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan terdiri dari XII Bab dan 29 Pasal. Pada Bab II Pasal 2 di sebutkan tujuan Perda adalah menjamin perlindungan warga miskin secara bertahap, mempercepat penurunan jumlah warga miskin.

Pada Bab IV Pasal 9 di sebutkan, setiap warga miskin mempunyai hak atas kebutuhan pangan, pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, pekerjaan dan berusaha, modal usaha, perumahan, air bersih dan sanitasi yang baik, mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, rasa aman dari ancaman tindak kekerasan dan berpatisipasi dalam kehidupan sosial dan politik.

Sedangkan Pasal 10 menyebutkan, untuk pemenuhan hak sebagaimana Pasal 9 dibiayai dan bersumber dari APBD. Untuk merealisasikan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan, Pemko Medan wajib menyisihkan minimal 10 persen dari pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam percepatan penuntasan kemiskinan, Pemko dapat menggalang partisipasi masyarakat dalam dunia usaha, lembaga pemerintah dan kemasyarakatan. (map/ila)

Polres Nisel Siapkan Layanan Call Center 110

NISEL, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memberikan layanan yang lebih cepat kepada masyarakat Kabupaten Nias Selatan, Polres Nisel hadirkan layanan Call Center 110 gratis guna untuk menyampaikan informasi tentang kriminalitas dan gangguan ketertiban umum.

Penyediaan call center merupakan upaya untuk memberikan pelayanan respon cepat kepada masyarakat Kabupaten Nias Selatan, yang sedang menghadapi situasi darurat. Misalnya, melihat atau menjadi korban kriminalitas, lakalantas, serta peristiwa yang bersifat kontijensi.

Kapolres Nisel, AKBP Arke Furman Ambat, mengatakan layanan tersebut sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Nias Selatan untuk meminta informasi, membuat laporan, dan atau membuat pengaduan.

“Kehadiran Call Center 110 ditunjukkan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat terhadap terselenggaranya layanan keamanan publik”, kata Kapolres Nisel, AKBP. AF. Ambat. Kamis, (8/4).

Selanjutnya, Arke Furman Ambat menambahkan, bahwa call center 110 memberikan leluasa dalam melakukan pengaduan atau laporan kriminalitas”, imbuhnya.

Ia juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat di wilayah hukum Polres Nisel, diimbau dapat memanfaatkan call center 110 dengan baik, bijak dan bertanggungjawab.

“Dengan adanya call center ini dipastikan personel kami dapat dengan cepat mendatangi TKP. Hubungi 110, gratis, mudah, cepat dan efisien,” kata Kapolres Nisel, AKBP AF. Ambat.

Kapolres Nisel menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nias Selatan untuk kerja samanya dalam menggunakan layanan call center ini sesuai kebutuhan dan informasi mendesak bila membutuhkan bantuan dari Polisi. (mag-10)

Diklatsar Banser Angkatan ke-III GP Ansor Kota Tebingtinggi, Kapolres: Banser NU Harus Mampu Tangkal Radikalisme

DIKLATSER: Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso saat memberikan materi pada Diklatsar Banser ormas NU.Sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Banser Nahlatul Ulama (NU) harus bisa menciptakan pemuda dan pemudi yang siap memperjuangkan, dan membentengi ajaran ahlusunnah wal jamaah (Aswajah) yang mampu menangkal paham terorisme dan radikalisme.

DIKLATSER: Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso saat memberikan materi pada Diklatsar Banser ormas NU.Sopian/sumut pos.

Demikian disampaikan Kapolres Tebingtinggi, AKBP Agus Sugiyarso saat menjadi pembicara pada kegiatan Diklatsar Banser angkatan ke-III GP Ansor Kota Tebingtinggi, di Gedung STIT Al Hikmah Kota Tebingtinggi, Minggu (11/4).

“Saya berharap kegiatan Diklatsar Banser dapat meningkatkan kecintaan kepada NKRI melalui wadah ormas NU. Dengan memahami nilai-nilai kebangsaan kiranya dapat meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan, sehingga dapat menangkal paham-paham radikalisme dan terorisme,” ujar AKBP Agus Sugiyarso.

Hadir dalam kegiatan, Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kota Tebingtinggi Ansari Akbar, Sekjen PC GP Ansor Indra perwira H Siregar dan para peserta Diklatsar Banser Angkatan III.

Kegiatan Diklatsar Banser Tebingtinggi Angkatan Ke III ini berlangsung selama 3 hari sejak Jumat (9/4), yang dibuka oleh Ketua Pengurus Wilayah Anshor Sumut, Adlin Tambunan.

Sebagai pemateri Wakil Wali Kota Oki Doni Siregar tentang Sejarah NU, Materi ke Ansoran oleh pengurus NU Sumut, Materi malam fisik dan Materi Aswajah ( ahli sunah Waljamah) oleh Ustad L Suhami. Rencananya kegiatan akan ditutup dengan agenda pembayatan pengambilan sumpah, janji, ikrar anggota Banser. (ian/han)

Polres Asahan Operasi Cipta Kondisi di Hotel, Pasangan Mesum Diusul akan Dinikahkan

RAZIA: Personel Polres Asahan melakukan razia cipta kondisi di sejumlah hotel dalam rangka menjelang bulan suci Ramadan, Minggu (11/4) dini hari.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Asahan melakukan operasi penyakit masyarakat di sejumlah hotel, penginapan, Sabtu (10/4). Hasilnya, 16 pasangan mesum dan seorang Penjaja Seks Komersial (PSK) yang diamankan.

RAZIA: Personel Polres Asahan melakukan razia cipta kondisi di sejumlah hotel dalam rangka menjelang bulan suci Ramadan, Minggu (11/4) dini hari.

Kepala Bagian Ops Polres Asahan, Kompol RD Firman Darwin mengatakan pihaknya sejak Sabtu (10/4) hingga Minggu (11/4) dini hari melakukan razia di tiga lokasi penginapan, atau hotel kitik-kitik di sekitar Kecamatan Kisaran, Kabupaten Asahan.

“Razia kali ini merupakan cipta kondisi jelang bulan suci Ramadan. Kami ingin memberikan rasa nyaman dan tenang bagi mereka yang akan menjalankan ibadah Ramadan. Setelah diamankan, pasangan mesum ini kami serahkan ke Satpol PP dan Dinas Sosial untuk dibina,”tegas Firman.

Sementara itu, Kasat Sabhara Polres Asahan, AKP Ilham Harahap mengusulkan bagi para pasangan mesum agar dinikahkan untuk mengantisipasi perbuatan dosa. “Jika tidak dinikahkan, perbuatan mereka dimungkinkan bisa terulang kembali, apalagi lepas dari pengawasan,”kata Ilham.

Ilham juga mengatakan, sebaiknya para pasangan mesum yang diamankan agar dijemput oleh orangtua mereka masing-masing.

“Tetap disarankan agar mereka dinikahkan untuk menghindari perbuatan dosa,”saran Ilham. (mag-9)

DPC F.SPTI-K.SPSI Binjai Salurkan 10 Ribu Paket Sembako

SANTUNAN: Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Kota Binjai, Samsul Tarigan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Binjai Barat. teddi/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kecamatan Binjai Barat menjadi daerah terakhir lokasi penyaluran sembako yang dilakukan Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Kota Binjai, Samsul Tarigan, Minggu (11/4). Sebanyak 10 orang masyarakat yang mewakili, menerima paket sembako secara simbolis di Jalan Durian, Kelurahan Limau Mungkur, Binjai Barat.

SANTUNAN: Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Kota Binjai, Samsul Tarigan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Binjai Barat. teddi/sumut pos.

“Jangan dilihat dari banyaknya, tapi berbagi yang saya lakukan ini dengan hati yang ikhlas,” kata Samsul.

Berbagi sembako yang dilakukan Samsul jelang bulan suci Ramadan yang jatuh pada 13 April 2021. “Tahun depan, kegiatan positif ini akan terus saya lakukan. Mohon doa dan dukungannya,”kata dia.

“Semoga bermanfaat bantuan ini karena di tengah pandemi Covid-19. Tetap jaga kesehatan,” sambung dia.

Selain masyarakat kurang mampu, Samsul juga menyisihkan rejekinya ke rumah ibadah, anak yatim piatu, bilal mayit dan penggali kubur. Sebelum Binjai Barat, Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota juga telah disalurkan, Sabtu(10/4).

Karenanya, genap 10 ribu paket sembako yang disalurkan oleh Samsul. Atas hal ini, warga mengucapkan terima kasih karena cukup bermanfaat di tengah ekonomi sedang jatuh. (ted)

Masjid Taqwa Gedung Muhammadiyah Binjai Diresmikan

RESMIKAN: Pj Sekdako Binjai, H Irwansyah Nasution memotong pita tanda peresmian Masjid Taqwa Gedung Dakwah Muhammadiyah. teddi/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penjabat Sekretaris Daerah Kota Binjai, H Irwansyah Nasution menghadiri peresmian Masjid Taqwa Gedung Dakwah Muhammadiyah, di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 122, Binjai Utara, akhir pekan lalu.

RESMIKAN: Pj Sekdako Binjai, H Irwansyah Nasution memotong pita tanda peresmian Masjid Taqwa Gedung Dakwah Muhammadiyah. teddi/SUMUT POS.

Irwansyah menyampaikan salam dari Pelaksana Tugas Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah sekaligus permohonan maaf atas ketidakhadirannya.

“Terlebih dahulu, saya ingin meminta dibukakan pintu maaf lahir batin. Semoga amal ibadah kita di bulan Ramadan nanti dijabah oleh Allah SWT,” ujar Irwansyah.

Dia berharap, semoga peresmian Masjid Taqwa ini dapat menjadi tempat berkumpul dan membahas mengenai dunia keislaman maupun masalah sosial serta kemasyarakatan. “Saya yakin dengan semangat generasi muda Islam masa kini, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membangun, mencintai dan memakmurkan masjid dengan syiar Islam”, katanya.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Binjai, H Yundiser juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan masjid.

Sementara, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Prof Hasyimah Nasution, mengatakan dalam memakmurkan masjid harus ada aspek pembinaan. (ted)