31 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 3555

Vaksinasi Massal di USU, Rektor: Persiapan September Kuliah Tatap Muka

VAKSINASI: Pelaksanaan vaksinasi massal di kampus USU, Senin (29/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar vaksinasi massal yang diikuti oleh 2.065 dosen dan tenaga pendidik USU di Gedung Pancasila Kampus USU, Senin (29/3) pagi.

VAKSINASI: Pelaksanaan vaksinasi massal di kampus USU, Senin (29/3).

Kegiatan ini sebagai wujud dukungan terhadap program vaksinisasi Covid-19 bagi seluruh rakyat di Indonesia, sekaligus sebagai persiapan jelang rencana perkuliahan tatap muka bulan September mendatang.

Vaksinasi massal dihadiri Rektor USU, Dr Muryanto Amin, bersama jajaran USU dan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, dan jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Medan Vaksinasi melibatkan 40 orang vaksinator dari Rumah Sakit (RS) USU dan Fakultas Kedokteran (FK) USU.

“Vaksinasi massal ini sebagai bentuk percepatan persiapan dosen dan tenaga pendidikan USU untuk mengaktifkan kembali perkuliahan tatap muka yang direncanakan September 2021 mendatang. USU juga tengah mempersiapkan falitas protokol kesehatan dalam menunjang aktivitas perkuliahan luring atau luar jaringan (tatap muka) awal September,” tandas Muryanto, dalam kata sambutannya.

Ia menjelaskan, vaksinasi Covid-19 banyak manfaatnya bagi yang sudah divaksin. Pastinya, tidak gampang sakit dan tidak gampang terpapar virus corona yang bisa menyebabkan kematian. “Yang paling penting kita pahami bersama, kita memang mengalami banyak persoalan kegalauan akibat Covid-19 ini. Tidak ada satu negara pun yang mampu cepat melakukan proses penyesuaian. Karena dia dihadapkan pada dua hal sekaligus yang pertama persoalan ekonomi. Yang kedua persoalan kesehatan. Bahkan Amerika Serikat sebagai negara maju pun mengalami kegagalan luar biasa di awal-awal urusan ekonomi,” jelas Muryanto.

Muryanto mengungkapkan, semua negara menghadapi dampak ekonomi yang terjun bebas akibat pandemi Covid-19. Negara harus banyak berinvestasi membeli obat ketimbang investasi dalam pembangunan infrastruktur atau lainnya.

“Negara-negara membuat berbagai macam kebijakan penyesuaian. Kita menyebutnya Adaptasi Kebiasaan Baru,” kata Muryanto.

Terkait aktivitas belajar-mengajar dan perkuliahan secara daring, lanjutnya, hasil kajian Kemendikbud menunjukkan, ada dampak psikologis terhadap siswa dan mahasiswa. “Anak-anak tertekan secara psikologis. Ternyata, pembelajaran tatap muka tidak bisa digantikan,” sebut Muryanto.

Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan vaksinasi massal di USU itu sebagai wujud ikhtiar dan syukur dalam menekan dan menyelesaikan pandemi Covid-19 ini.

“Hari ini para dosen tenaga pendidik ikut melaksanakan vaksinasi. Mudah-mudahan ikhtiar yang kita lakukan ini membuahkan hasil kesehatan kepada kita semua dan kesehatan kepada Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara,” ucap Bobby.

Bobby menjelaskan, Pemko Medan kembali menerima vaksin Covid-19 sebanyak 345.260 dosis dari Pemerintah Pusat. Karena itu, pihaknya terus menggenjot percepatan vaksinasi kepada warga Kota Medan. “Pemko Medan mempunyai target mencapai 75 persen kekebalan massal. Vaksinasi massal ini merupakan salahsatu upaya konkrit mencapai target tersebut,” kata Bobby.

Selain penanganan masalah kesehatan, kata Bobby, Pemko Medan juga concern dalam hal pemulihan perekonomian. Karena itu, dalam setiap program prioritas yakni kesehatan, infrastruktur, kebersihan, penanganan banjir, dan pembenahan kawasan heritage Kesawan itu, Pemko Medan konsisten melakukan langkah-langkah pemutusan penyebaran Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi.

Salah satu langkah pemulihan ekonomi, sebutnya, memberdayakan dan memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk mewujudkan Medan sebagai The Kitchen of Asia di kawasan Kesawan.

Di akhir sambutannya sebelum membuka kegiatan ini, Wali Kota juga mengucapkan terima kasih pada USU yang telah mengutus putra-putra terbaiknya untuk membantu menangani persoalan kebersihan, termasuk soal pengelolaan sampah yang membutuhkan kolaborasi antara Pemko Medan dan Deliserdang.

Usai memberikan sambutan, Wali Kota bersama Rektor USU meninjau area vaksinasi. Sebanyak 40 vaksinator dari RS Fakultas Kesehatan USU memberikan pelayanan dengan teliti namun penuh keramahan.

Vaksinasi Bagi Lansia Masih Rendah

Sementara itu, perkembangan vaksinasi tahap pertama untuk kalangan lanjut usia atau lansia di Sumut, hingga kemarin masih berjalan lambat. Sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah 100 persen, dan pelayan publik telah berjalan sekitar 14 persen.

“Ya, untuk nakes sudah 100 persen. Itu sudah dua tahap (dua dosis). Pelayan publik baru berjalan 14 persen, dan lansia yang masih rendah baru 3,26 persen,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Senin (29/3).

Terkhusus vaksinasi bagi lansia, Aris mengakui ada target cukup tinggi dari pemerintah pusat terutama di ibukota provinsi seperti Medan. Bahwa ditarget untuk ibukota provinsi sebanyak 1,2 juta orang lansia mesti disuntik vaksin Covid-19.

“Sasarannya untuk lansia ini tinggi, 1,2 juta orang. Dan itu khusus Kota Medan aja. Arahan dari pusat harus ibukota provinsi saja (target vaksin untuk lansia),” katanya.

Ia menyebutkan, lebih tinggi target vaksinasi bagi lansia daripada pejabat publik untuk mendapat dosis kekebalan dari Covid-19. “Ya, mungkin saat ini para lansia masih tanya-tanya dulu, aman tidak vaksinasi tersebut bagi mereka. Dan memang lebih tinggi (target dan jatah vaksin) untuk lansia ketimbang pejabat publik. Sebab mereka masuk kategori usia rentan, di mana masih tinggi angka kematian kita dari usia tersebut,” katanya.

Aris menambahkan, saat ini dosis vaksin lebih baik maksimal 28 hari pascadisuntik pertama kali ke tubuh. Artinya pada rentang waktu tersebut, kekebalan tubuh sudah terbentuk dari serangan virus Corona.

“Nah jadi kalau pertama itu 14 hari setelah suntik pertama, sekarang lebih baik 28 hari maksimalnya untuk suntik kedua. Di situ akan terbentuk imun tubuh kita sehingga bisa punya kekuatan untuk melawan covid jika terpapar. Tapi tidak boleh lebih dari 28 hari ya,” pungkasnya.

Doa Bersama

Pemprov Sumut kembali menggelar doa bersama lintas agama secara serentak yang dipusatkan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan kemarin.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 di Indonesia terkhusus Sumut segera berakhir.

“Yang pastinya Covid-19 ini adalah datangnya dari Tuhan. Dunia merasakan dampak ini semua. Sehingga Tuhan juga yang bisa mengambil Covid-19 ini,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Menurut Edy, kegiatan doa lintas agama secara serentak ini merupakan yang ketiga kalinya digelar Pemprov Sumut selama pandemi Covid-19.

“Insyaallah dengan doa kita yang ketiga ini virus Corona ini bisa berakhir. Nggak juga yang ketiga, kita minta keempat, minta kelima. Tapi yang saya sayangkan tadi, kita berdoa di sini, yang di luar tetap saja jalan sana sini. Mungkin itu salah satunya doa kita yang tidak terkabul,” terangnya.

Untuk menghentikan pandemi Covid-19, tegas Edy, seluruh masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan di dalam melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk ketika melaksanakan ibadah di rumah ibadah.

“Protokol kesehatan di rumah ibadah, masih ada yang belum berjalan. Di sini ada semua tokoh agama yang hadir. Menginstruksikan tempat-tempat ibadah agar menerapkan protokol kesehatan, karena kita tak bisa menutup tempat ibadah,” sebutnya. (gus/prn)

Bom Bunuh Diri di Makassar, KNPI Sumut: Jaringan Pelaku Diusut Tuntas

Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, EL Adrianshah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar berada persis di pertigaan Jalan RA Kartini Makassar, Minggu (28/3) kemarin. Membuat Indonesia dilanda duka dan mengecam keras aksi terorisme tersebut.

Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, EL Adrianshah.

Menyikapi peristiwa itu, ‎Ketua DPD KNPI Sumatera Utara, EL Adrian Shah, dengan tegas mengecam dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri tersebut.

“Saya atas nama DPD KNPI Sumut mengecam dan mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Kota Makassar. Tindakan ini bertentangan dengan prinsip bernegara Indonesia dan ajaran agama manapun,” ungkap EL dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3).‎

DPD KNPI Sumatera Utara meminta agar Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas peristiwa ini dan mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab. 

“Kita minta agar pelaku serta jaringannya diberi sanksi yang berat karena telah menghilangkan nyawa orang secara sengaja,” jelas EL.

Selain itu, EL juga mengajak masyarakat Sumatera Utara agar mendoakan para korban ledakan yang sedang dirawat di rumah sakit agar segera diberi kesembuhan. 

“Mari kita doakan para korban ledakan yang masih dirawat di rumah sakit agar segera diberi kesembuhan dan diberi kesabaran,” kata EL.

Menurutnya setiap anak bangsa Indonesia harus mengedapankan sikap toleransi dalam beragama. Karena bangsa dan negara ini sudah terdiri dari beragam suku, adat, budaya serta agama jauh sebelum merdeka. 

“Kita telah sepakat bahwa dasar negara adalah Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu prinsip-prinsip keberagaman harus ada dan melekat dalam setiap diri anak bangsa di negara ini. Jika hal ini dikedepankan, maka benturan yang disebabkan oleh hal-hal yang sifatnya primordialis bisa dihindari,” pungkas EL.(gus)

Memberi Makna Indonesia, BRI Beri Beasiswa Penuh Mahasiswa Berprestasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Ada kesempatan emas dan bermanfaat bagi para generasi muda Indonesia untuk meringankan beban kuliah hingga lulus. Kesempatan tersebut bernama BRILiaN Scholarship yang diberikan oleh BRI.Sesuainamanya, BRILiaN Scholarship adalah program beasiswa dari BRI bagi mahasiswa-mahasiswa terpilih dan berprestasi.

Program ini diselenggarakan BRI untuk mempersiapkan calon pemimpin unggul, dan membantu mahasiswa-mahasiswa bertalenta agar memaksimalkan potensinya. Beasiswa ini terbuka untuk mahasiswa semester 5-8 dengan IPK minimal 3.25 yang berasal dari berbagai jurusan di bidang information technology maupun non-IT.

Para peserta BRILiaN Scholarship berhak mendapat berbagai bantuan dari BRI seperti biaya pendidikan tiap semester, uang saku tiap bulan, danbiaya skripsi. Takhanyabantuanuang, para pesertajugamendapatfasilitas laptopdanproteksiasuransi BRILife, serta study tour lewat company visit kekantor BRI.

Dalamhalpengembangandiri, melalui program inipesertajugaakandiikutkanworkshop, pelatihan karakter dan kepemimpinan. Para pesertatakperlubingunguntukmencaritempatmagangkarena BRI menyediakan program magangbersertifikatbahkanjugamembukapeluangditerimasebagai pekerja BRI melalui jalur seleksi BFLP (BRILiaN Future Leader Program).

BRI bertekad Memberi Makna Indonesia melalui program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau Human Capital.  Tekad mulia tersebut salah satunya diimplementasikan dengan BRILiaN Scholarship.

Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunartomengungkapkanbahwasaat ini perseroan telah merancang program-program menarik dalam rangka pengembangan SDM untuk menyasar anak-anak muda. “Hal ini tidak terlepas dengan adanya bonus demografi Indonesia yang mana usia produktif akan jauh lebih banyak. BRI yakin potensi para generasi muda harus terus dibantu pengembangannya agar membawa kemaslahatan untuk bangsa,” ujar Aestika.

Untuk mendapatkan beasiswa dari BRI ini, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi para mahasiswa. Pertama, mahasiswa yang mendaftar BRILiaN Scholarship harus dipastikan berasal dari fakultas/jurusan berakreditasi A di bidang IT yakni Teknik Informatika, Teknik Elektro, Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro Telekomunikasi, Sistem Informasi, Ilmu Komputer, Teknik Jaringan, Teknik Komputer Astronomi, atau Aerospace/Aeronautika dan Teknik Astronautika.

Mahasiswa di fakultas/jurusan non-IT yakni Ekonomi, Aktuaria, Hukum, Teknik, Teknologi Pertanian, Psikologi, Pertanian, Perikanan, Agribisnis, Peternakan, Kehutanan, Fisipol (Hubungan Internasional, Komunikasi, Administrasi Fiskal, Administrasi Niaga, Administrasi Negara), dan MIPA (Matematika, Statistika, Fisika), juga bisa mendaftar program ini.

Kedua, pendaftar harus berusia maksimal 22 tahun pada saat registrasi. Selain itu, calon penerima beasiswa harus memberi ide inovasi bertema “Digital Finance Services” saat melakukan pendaftaran. Kesempatan para mahasiswa mendaftar program ini terbuka sejak 15 Februari 2021 dan akan ditutup pada 30 April 2021.

Kesempatan untuk mahasiswa mendapat banyak keuntungan dari BRILiaN Scholarship masih sangat terbuka. Karena itu, ayo segera daftarkan diri kalian untuk menjadi penerima beasiswa BRI melalui laman http://e-recruitment.bri.co.id/beasiswabrilian.(rel)

Setahun Pandemi: 17 Dosen USU Meninggal Terpapar Corona

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setahun pendemi virus Corona di tanah air, sebanyak 17 dosen yang mengajar di Universitas Sumatera utara (USU), meninggal dunia karena terpapar dan terkonfirmasi Covid-19.

Data itu diungkapkan Rektor USU, Dr Muryanto Amin, kepada wartawan usai menghadiri pelaksanaan vaksinasi massal dosen dan tenaga pendidikan di Gedung Pancasila, Kampus USU, Senin (29/3). “Yang kemarin yang saya tahu, kira-kira 17 dosen yang gugur karena Covid-19,” sebut Muryanto.

Muryanto mengungkapkan, pihak USU memberikan pelayanan kesehatan dan medis kepada dosen dan tenaga pendidik USU terpapar dan terkonfirmasi covid-19. “Yang sekarang terpapar virus, diberi fasilitas swab. Jika ada yang positif, bisa pilih rumah sakit yang nyaman. Yang penting kita memberikan pelayanan,” sebut Muryanto.

Untuk menekan penyebaran virus Corona, kata dia, salahsatu langkah USU adalah melaksanakan vaksin massal, yang diikuti oleh 2.065 dosen dan tenaga pendidikan bertugas di Kampus USU. “Kita targetkan dosen dan tenaga pendidik yang divaksin hingga 3.000-an orang. Ini penting agar dosen memiliki daya tubuh baik, sehingga belajar luring bisa dilakukan,” tutur Muryanto.

Didominasi Usia 45 Tahun Lebih

Adapun kasus kematian akibat Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) setahun terakhir, didominasi orang dengan usia 45 tahun lebih.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, hingga 27 Maret tercatat angka kasus kematian Covid-19 kelompok usia 45 tahun mencapai lebih 83,3% dari total 904 orang yang meninggal dunia.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, kelompok usia 45 tahun lebih di Sumut yang meninggal dunia akibat terpapar virus corona terbagi dalam tiga kategori. Yakni usia 45-54 tahun, usia 55-64 tahun, dan usia 65 tahun ke atas .

“Kasus kematian tertinggi adalah kelompok usia 55-64 tahun 31,97%. Selanjutnya, 65 tahun ke atas 30,86% dan 45-54 tahun 20,46%,” ungkap Aris, Senin (29/3).

Aris menyebutkan, kasus kematian Covid-19 dilihat dari kelompok jenis kelamin, paling banyak laki-laki 61,62%. Sisanya kelompok perempuan 38,38%. “Jumlah kasus meninggal seminggu terakhir mengalami penurunan dibanding seminggu sebelumnya. Dalam seminggu terakhir (22-28 Maret) berjumlah 9 kasus, sedang seminggu sebelumnya 21 kasus. Artinya, terdapat selisih 12 kasus,” sebut dia.

Ia mengaku, angka kematian Covid-19 menurut kabupaten/kota, jumlah tertinggi terdapat pada kawasan Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang) sebanyak 584 kasus. “Mebidang menyumbang angka kematian Covid-19 64,5% dari keseluruhan. Rata-rata kematian setiap harinya di Mebidang 1,6 selama seminggu terakhir,” ujarnya.

Lebih lanjut Aris mengatakan, akumulasi kasus terkonfirmasi positif corona sampai 29 Maret mencapai 27.194 orang. Jumlah ini setelah bertambah 74 kasus baru yang didapatkan dari 8 kabupaten/kota. Kasus baru positif paling banyak dari Medan 46 orang dan Deli Serdang 15 orang.

Sedangkan akumulasi kasus kesembuhan kini sebenyak 23.845 orang. Jumlah itu setelah bertambah 78 kasus baru dari 8 kabupaten kota. “Kasus baru sembuh terbanyak didapatkan dari Medan 39 orang, Karo 18 orang dan Deli Serdang 14 orang,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk kasus kematian Covid-19 kini jumlahnya 907 kasus. Jumlah tersebut setelah bertambah 1 kasus baru dari Deli Serdang. “Terkait kasus suspek, akumulasinya 788 kasus. Jumlah ini setelah berkurang 4 kasus,” tandasnya. (gus/ris)

Jaga Kamtibmas di Sumut, Kapolda: Personel Patroli Malam

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – menyusul bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (28/3), Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Sumut pasca kejadian ledakan bom di Makassar cukup kondusif.

Ilustrasi

“Situasi kamtibmas di Sumut khususnya di Medan cukup kondusif. Namun Polda Sumut tetap menurunkan personel dari Dit Samapta dan Sat Brimob melaksanakan tugas patroli di malam hari. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas di Kota Medan,” kata Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi kepada Sumut Pos di Medan, Senin (29/3).

Hadi menjelaskan, personel yang melaksanakan tugas pengamanan ditempatkan di sejumlah objek vital di Kota Medan. Pengamanan ini untuk mencegah aksi teror seperti terjadi di Kota Makassar.

“Kita tetap imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi peristiwa ledakan bom yang terjadi di Kota Makassar. Tetap saja menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun harus selalu waspada,” imbuhnya.

Dia menambahkan, Polda Sumut terus memperketat penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro dalam mencegah penyebaran klaster baru Covid-19 di Kota Medan. “Kita akan kuatkan pengawasan dan melaksanakan Operasi Yusitisi di zona —yang berdasarkan hasil mapping Polda Sumut dan Satgas Covid-19 masih merah—, agar masyarakat patuh prokes sehingga terhindar dari bahaya Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapoldasu, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, memerintahkan seluruh Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) memperketat pengamanan setiap markas komando (mako) untuk mengantisipasi terjadi aksi teror. “Periksa setiap orang yang tidak dikenal saat mendatangi mako. Tingkatkan kewaspadaan pengamanan mako dalam mengantisipasi terjadinya aksi teror,” katanya.

Selain memperketat pengamanan mako, seluruh jajaran juga diminta memperketat pengamanan tempat umum dan rumah ibadah yang ada di wilayahnya masing-masing.

Pihaknya juga meminta masyarakat terus waspada meningkatkan kepekaan terhadap lingkungannya, RT/RW diwajibkan meminta setiap tamu yang datang lebih dari 1×24 jam agar melaporkan diri.

Gubsu Edy Kecam Keras

Terpisah, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi turut mengecam keras aksi teror bom yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3).

Edy menilai perbuatan pelaku teror tersebut merupakan tindakan sesat. Apalagi, katanya, seluruh agama mengajarkan untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain. Bukan untuk menyakiti manusia lainnya.

“Bom, teror itu merupakan musuh kita bersama. Apapun agamanya, pastinya tidak mengizinkan untuk menyakiti orang lain,” tegasnya menjawab wartawan, Senin (29/3).

Karenanya mantan Pangkostrad itu meminta kepada seluruh masyarakat supaya tetap meningkatkan kewaspadaan. Laporkan bila disekeliling tempat tinggal masing-masing mendapati orang-orang yang mencurigakan. “Untuk itu kita tetap berhati-hati,” ucapnya.

Ia lantas mengaitkan pandemi Covid-19 yang belum berakhir di Indonesia hingga saat ini, lantaran masih banyaknya perilaku manusia yang bertentangan dengan norma agama. Termasuk melakukan bom bunuh diri demi memunculkan ketakutan di masyarakat.

“Inilah mengapa Tuhan belum mengambil Covid-19 di dunia ini. Karena di sekitar kita, masih ada orang-orang yang dengki, yang zalim dan yang tidak baik kepada orang lain,” pungkasnya.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto juga mengutuk keras aksi keji dan tidak berprikemanusiaan tersebut. “Tindakan tersebut sangat biadab dan mengoyak kedamaian bangsa Indonesia. Pelakunya tidak punya perikemanusiaan dan jelas tidak beragama,” katanya.

Ia menegaskan apapun motifnya dan siapapun pelakunya, aksi bom bunuh diri tersebut tidak dibenarkan oleh agama manapun dan menciderai prinsip dasar berbangsa dan bernegara. “Kita semua mengutuk dan melawan dengan keras dan tegas. Tidak dibenarkan di Indonesia yang merupakan negara pancasila dan negara hukum, ada oknum yang memberikan rasa teror dalam bentuk apapun kepada warga negara RI di seluruh penjuru Tanah Air,” katanya.

Pihaknya menyampaikan keprihatinan dan perasaan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut serta belasungkawa kepada korban terdampak ledakan bom. Secara khusus, kepada saudara-saudara umat kristiani Gereja Katedral Makassar.

“Kita menyerahkan dan mempercayakan pengusutan kasus ini kepada aparat keamanan. Semakin cepat diungkap pelaku dan aktor intelektualnya semakin baik untuk kepentingan publik. Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas motif dan aktornya. Tegakkan hukum secara tegas dan adil, tanpa pandang bulu agar masyarakat tenang dan suasana kembali kondusif. Keselamatan warga adalah nomor satu. Semoga situasi kembali kondusif dan umat Kristiani dapat kembali beribadah dengan tenang,” paparnya. (mag-01/prn)

Bomber Makasar Pengantin Baru, Terafliasi JAD, Pernah Aksi di Filipina

KAPOLRI: Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers dari Makassar, tentang pelaku bom Makassar, Senin (29/3).

SUMUTPOS.CO – Pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, ternyata pasangan suami istri. Mereka masih pengantin baru yang baru menikah enam bulan lalu. Mereka merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan aksi serupa di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.

KAPOLRI: Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers dari Makassar, tentang pelaku bom Makassar, Senin (29/3).

PELAKU laki-laki berinisial L, sedangkan pelaku perempuan berinisial YSF, seorang pegawai swasta. “Saudara L dan YSF beberapa bulan lalu, tepatnya enam bulan dinikahkan oleh Rifaldi, yang beberapa waktu telah ditangkap pada Januari,” kata Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers dari Makassar, Senin (29/3).

Kapolri menjelaskan, L sempat meninggalkan surat wasiat untuk orangtuanya Dalam surat itu, L berpamitan kepada orangtuanya dan mengaku siap mati syahid. “Perlu kita informasikan, Saudara L sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya yang isinya mengatakan yang bersangkutan berpamitan dan siap mati syahid,” ujar Sigit.

Dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3) pagi, pasangan suami istri itu tewas.

Kapolri juga menyebut bahwa ledakan di depan Gereja Katedral Makassar, termasuk jenis bom panci. “Ledakan yang terjadi, suicide bomb dengan menggunakan jenis bom panci,” ujar Listyo.

Listyo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek langsung lokasi ledakan bom bunuh diri yang terjadi pada pukul 10.30 Wita. “Jadi mereka (pelaku) adalah bagian dari pengungkapan beberapa waktu lalu, kurang lebih 20 orang kelompok JAD. Mereka bagian dari itu. Inisial serta data-datanya sudah kita cocokkan,” ujar Listyo.

Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono menyatakan, penyelidikan terhadap pelaku bom bunuh diri masih terus dilakukan. Menurutnya, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti-bukti lain, termasuk rumah pelaku. “Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3) sekitar pukul 10.30 WITA. Korban luka dalam insiden itu mencapai 20 orang. Tak ada jemaat atau petugas gereja yang tewas dalam kejadian ini.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, kedua pelaku berupaya untuk masuk ke dalam halaman gereja, tetapi dicegah oleh petugas keamanan gereja.

Sesaat setelah dicegah, bom kemudian diledakan oleh pelaku. Berdasarkan penuturan pastor Katedral Makassar Wilhelminus Tulak, seorang petugas sekuriti yang menahan dua terduga pelaku tersebut berhasil selamat. “Memang ada beberapa orang terluka, khususnya satu petugas keamanan saya yang menahan (pelaku) bunuh diri, dia sedikit terbakar, tapi Puji Tuhan masih sadar,” kata Wilhelminus.

Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya menyatakan serangan teroris itu sebagai kejahatan kemanusiaan. Tidak ada agama yang membolehkan kekejian ini. Oleh sebab itu, Presiden mengajak publik untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme.

Presiden juga memerintahkan Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengusut tuntas jaringan pelaku serta membongkar sampai ke akar-akarnya. Dia juga meyakinkan bahwa aparat keamanan tidak akan membiarkan aksi terorisme seperti itu. “Saya minta masyarakat tetap tenang beribadah karena negara menjamin keamanan umat untuk beribadah tanpa rasa takut,” kata Jokowi.

Sementara Kapolri menjamin negara akan memberikan pelayanan terbaik pada korban. Dia memastikan seluruh biaya perawatan korban ledakan bom akan ditanggung negara. “Negara pasti memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban,” kata dia.

Kapolri telah memerintahkan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk mengusut tuntas jaringan ini. Dia meminta masyarakat tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya, terutama saat melaksanakan ibadah. “Bagi masyarakat kita imbau untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari. Kita sedang mau memasuki, bagi Nasrani memasuki Paskah,” katanya.

Sejumlah Tempat Digerebek

Pascaledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, pihak kepolisian melakukan penggerebekan sejumlah tempat dan mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme di Tanah Air, Senin (29/3).

Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tim Densus 88 melakukan penggerebekan di wilayah Condet, Jakarta Timur, dan Bekasi, Jawa Barat, terkait aksi bom bunuh diri di Gereja Katerdral, Makasar, Sulawesi Selatan. Dalam penggerebekan tersebut, tim menemukan lima bom siap pakai.

“Kita temukan barang bukti, lima bom aktif jenis bom sumbu yang siap digunakan,” kata Kapolri dalam jumpa pers secara virtual, Senin (29/3).

Tim juga menemukan sejumlah barbuk lain, yakni lima toples berisi berbagai bahan kimia untuk membyat bom. Total beratnya sekitar 4 kg.

Selain itu, bahan peledak yang sudah diracik menjadi bom seberat 1,5 kg. Namun, Kapolri tidak merinci di lokasi mana barbuk tersebut ditemukan.

Dalam penggerebekan tersebut, empat orang ditangkap. Mereka diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme. Keempat orang itu merupakan rekan L dan YSF dalam mengikut kajian di Perumahan Villa Mutiara. Perumahan itu merupakan lokasi penangkapan anggota teroris jaringan JAD beberapa waktu lalu di Makassar. “Mereka bersama-sama dengan L dan YSF ada dalam satu kelompok kajian, Kajian Villa Mutiara namanya,” ucap Listyo.

Kapolri menjelaskan, peran mereka ada yang membeli bahan kimia, mengajarkan membuat bom, pembuat bom, hingga orang yang akan meledakkan bom. “Tim satgas terus melakukan pengembangan,” ucap Kapolri.

Selain itu, ibunda terduga teroris L, bomber Gereja Katedral Makassar berinisial WH, turut diamankan oleh aparat kepolisian. Dia diamankan usai penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan di kontrakan milik L dan kediaman WH pada Senin (29/3).

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam membenarkan hal tersebut. Menurut dia WH diamankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus bom bunuh diri yang dilakukan oleh anak pertamanya itu. “Ya, semua yang terkait memang dimintai keterangan,” kata Merdisyam di Lobby Mapolda Sulsel, Senin (29/3) petang.

Selain kontrakan milik L dan YSF, tim gabungan dari Gegana Korps Brimob Mabes Polri dan Gegana Satbrimob Polda Sulsel juga menggeledah rumah milik ibunda L, yakni WH yang berada tak jauh dari kontrakan milik L.

Tim Gegana sempat meledakkan bahan peledak yang diduga merupakan sisa dari bahan baku bom panci yang digunakan L dan YSF untuk bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Dari hasil penggeledahan itu aparat kepolisian juga mengamankan sejumlah barang bukti.

Tanda Jaringan Terorisme Terus Beraksi

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES), Khairul Fahmi, menilai peristiwa bom bunuh diri di gerbang Katedral Makassar, Sulawesi Selatan menandakan jaringan terorisme masih terus beraksi.

“Kejadian di Makassar kemarin tak mengubah fakta bahwa jaringan kekerasan ekstrem masih terus beraksi, terus menginspirasi dengan propaganda dan hasutannya,” ujar Fahmi dalam keterangan tertulis, Senin (29/3).

Menurut Fahmi, jaringan teroris terus melancarkan aksinya meskipun aparat keamanan telah melakukan penindakan dan penegakan hukum.

Namun di sisi lain, terulangnya peristiwa teror justru membuat publik bertanya sekalipun pihak keamanan sudah melakukan berbagai langkah. “Kita masih gagal mencegah pelaku teror mengulangi perbuatannya, atau yang belum tertangkap mengendur semangatnya. Penindakan dan penegakan hukum tidak sekadar tanpa efek jera namun juga membuat publik harus terus bertanya, ada apa dengan upaya penanggulangan terorisme?” kata Fahmi.

Di samping itu, Fahmi menilai, peristiwa itu juga menandakan program bertajuk deradikalisasi dan kontraradikalisasi yang sudah dijalankan masih gagal. “Sekian banyak dialog kebangsaan juga digelar sebagai resep pencegahan, namun rentetan serangan kekerasan ekstrem dari waktu ke waktu menyodorkan bukti jika resep itu masih gagal mencegah teror terus menghantui,” kata Fahmi. (kps/lp6)

Kutuk Bom Makasar, Fraksi PDIP DPRD Sumut Minta Masyarakat Bersatu Lawan Teror

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut mengutuk keras aksi pengeboman Gereja Katedral di Makassar, Minggu (28/3/2021) kemarin. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Sumut Ust Syahrul Efendi Siregar mengatakan, tindakan pelaku jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai agama, oleh karenanya tidak ada satu alasan pun yang bisa membenarkan tindakan keji tersebut.

“Agama manapun selalu mengajarkan pengikutnya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dan mustahil seseorang yang memahami nilai-nilai agama akan melakukan teror keji seperti itu,” ungkap Syahrul dalam keterangan persnya, Senin (29/3/2021).

Menurutnya, tindakan teror dengan mengatasnamakan jihad, merupakan pemikiran sesat yang irasional, baik yang melakukan maupun yang mendukung tindakan teror tersebut sudah pasti tersesat dalam aqidah, karena Allah SWT telah memerintahkan kita untuk tidak saling membunuh sesuai dengan surah Al-Isrâ`(17) ayat :33. ‘Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allâh (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar’.

“Jikalau ada yang membenarkan aksi tersebut, maka sudah jelas  mereka masuk ke dalam ajaran sesat dan menyesatkan yang harus diberi tindakan yang tegas karena kesesatannya. Bukan hanya merusak kedamaian masyarakat akan tetapi juga merusak kesucian ajaran agama itu sendiri,” terang Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut tersebut.

Untuk itu, Ketua DPD Bamusi tersebut, mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut untuk bersatu padu melawan kelompok-kelompok intoleran dan menjadikan terorisme sebagai musuh bersama karena kalau dibiarkan akan menjadi duri dalam daging di negeri ini. “Tak ada kata lain bagi kita yang menginginkan NKRI tetap utuh untuk bersatu padu memerangi Intoleransi dan terorisme demi keutuhan negara yang kita cintai ini,” sebutnya.

Terakhir, Ustad Syahrul meminta kepada masyarakat untuk tidak panik menghadapi teror dan dia meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelaku terorisme. “Polisi harus tegas dan keras terhadap pelaku tindak terorisme, dan yakinlah bahwa seluruh elemen masyarakat Indonesia senantiasa mendukung setiap langkah pihak kepolisian untuk membebaskan negeri ini dari teror,” pungkasnya. (adz)

Masyarakat Jangan Takut, Densus 88 Terus Bekerja

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Masyarakat tidak perlu merespons bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, dengan ketakutan. Polri melalui Densus 88 terus bekerja, membongkar sel-sel teroris.

“Yang jelas pihak keamanan seperti Densus 88 itu tidak pernah berhenti. Ketika kita tidur, mereka bangun. Ketika kita diam, mereka bergerak,” kata Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Menurut Islah, sebagian masyarakat ada yang antipati menyikapi penangkapan terduga teroris. Penyebabnya antara lain karena masyarakat tidak curiga dengan keseharian orang-orang yang ditangkap. “Tapi pihak keamanan lebih tahu, intelijennya lebih bergerak,” ujarnya.

Islah mengatakan, tujuan teroris adalah menekan pemerintah dan masyarakat. Teroris ingin pemerintah bertekuk lutut, sehingga mereka bisa menguasai pemerintahan. Ketika semua menyerah, mereka berharap, akan lebih mendapat pengakuan dari masyarakat.

“Apapun tujuan teror mereka itu sebenarnya bukan hanya surga, tapi juga ingin menguasai negara ini, menguasai pemerintahan ini,” imbuhnya.

Konsep seperti itu, kata dia, sudah ada sejak awal Islam. Artinya, kata dia, teroris selalu melawan pemerintahan dan akan berhenti sampai mereka berkuasa. Islah mengatakan sudah tepat Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau agar masyarakat tidak takut menyikapi teror bom.

“Ini bukan hanya soal menciptakan kepanikan dan ketakutan, tapi mereka ingin membuat semua orang bertekuk lutut terhadap mereka,” ujar Islah.

Dia membeberkan ada sekitar 400 terduga teroris ditangkap pada 2020. Tahun ini sudah hampir 100. Islah menilai teroris terpukul. Apalagi jalur pendanaan mereka dalam pengawasan PPATK dan Polri.
Cukup menyulitkan karena terorisme tidak bisa lepas dari pendanaan.

Ketika transaksi elektronik diendus PPATK, kelompok teroris menggunakan kotak amal untuk mengumpulkan dana. Islah berpendapat, teror bom di Makassar merupakan reaksi teroris terhadap penangkapan-penangkapan dan jalur pendanaan mereka yang terus terjepit.(bbs/adz)

Lewati Masa Krisis, Bukopin Lakukan Transformasi Secara Signifikan

MEDAN, SUMUT POS.CO – Kookmin Bank (KB) Bukopin kembali menggelar acara customer Gathering dalam rangka untuk mengenalkan nama dan logo baru perseroan kepada nasabah prioritas di Kota Medan dan sekitarnya, di Hotel JW Marriot Kota Medan, Senin (29/3). 

Bersama: President Director KB Bukopin Rivan A Purwantono berfoto menggunakan ulos bersama Chief Risk Officer, Jong Hwan Han selaku perwakilan direksi KB Bukopin Independent Vice President Commisioner, Sapto Amal Damandari sebagai perwakilan jajaran komisaris dan direksi asal Korea, di Hotel JW Marriot Kota Medan, Senin (29/3).Dewi/Sumut Pos.

Rangkaian acara ini telah dilakukan sejak awal Maret 2021, dan Kota Medan menjadi penutup rangkaian customer gathering, setelah sebelumnya acara serupa juga di gelar di beberapa kota, diantaranya adalah Surabaya, Jakarta, Bandung, Makasar dan juga Denpasar.

Acara dihadiri, President Director KB Bukopin Rivan A Purwantono dan Chief Risk Officer, Jong Hwan Han selaku perwakilan direksi KB Bukopin, serta Independent Vice President Commisioner, Sapto Amal Damandari sebagai perwakilan jajaran komisaris. Hadirnya direksi asal Korea juga sebagai perkenalan secara langsung kepada para nasabah di wilayah Medan sejak KB Kookmin Bank menjadi pemegang saham pengendali KB Bukopin, jajaran manajemen KB Bukopin lainnya, yaitu Iman Hurustyadi selaku EVP Sales Distribution, SVP Bisnis Regional 3 Ferdy Ardian, VP Corporate Secretary, Meliawati, Branch Manager Medan Gajahmada, David Surya, dan juga Branch Manager Medan Setiabudi, Bagus Ramadhan.

Acara dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat pada seluruh rangkaian kegiatan yang telah dan akan dilakukan, dimana setiap tamu undangan yang datang telah dinyatakan negative Covid 19 melalui swab antigen test, serta pengaturan jarak dan kapasitas ruangan yang dibatasi 50 persen, tidak mengurangi khidmat acara. Sebagian undangan juga hadir secara daring.

Customer Gathering ini digelar dengan tujuan untuk mengenalkan nama dan logo baru perseroan dan juga sebagai salah satu langkah strategis yang dilakukan perseroan dalam rangka proses transformasi yang sudah dimulai sejak September 2020 kepada para nasabah prioritas di wilayah Medan dan sekitarnya. 

President Director KB Bukopin, Rivan A Purwantono meyakinkan bahwa transformasi yang dijalankan adalah proses yang komprehensif di berbagai lini di KB Bukopin. Menurut Rivan, pergantian nama dan logo ini bukan sekadar simbol. Ini adalah bentuk keseriusan perseroan dalam melakukan transformasi untuk menjadi lebih baik lagi, dan wujud keyakinan KB Kookmin Bank dengan potensi yang kita miliki. Bank KB Bukopin sangat senang dan bangga mengumumkan brand baru ini. Brand ini menandai fase selanjutnya dalam perjalananan perusahaan 

Hadirnya Pemegang Saham Pengendali baru yaitu KB Kookmin Bank, perusahaan Korea Selatan dengan kepemilikan saham sebesar 67 persen, tentunya memberikan Bank KB Bukopin, semangat baru, untuk  memberikan pelayanan terbaik terhadap seluruh nasabah. 
 
Di balik tampilan brand baru ini, beberapa hal tidak akan berubah yaitu bahwa kami selalu berdedikasi untuk memberikan Bapak Ibu sekalian layanan dan solusi yang terbaik. KB Bukopin sangat bangga dengan pekerjaan yang telah dilakukan dan berterima kasih kepada para stakeholder, nasabah, mitra bisnis, media, karyawan yang telah senantiasa menyertai Bank KB Bukopin, ujarnya.

Disinggung Sumut Pos, dalam temu pers, uusai acara terkait profit KB Bukopin sejak 2020, Rivan menjelaskan, Bank Bukopin sangat tidak bagus dan mengalami masa krisis di Tahun 2020, tetapi beruntung satu perubahan manajemen dan komitmen pemegang saham serta dukungan Pemerintah, sehingga dapat melewati masa krisis ini. 

Dengan transformasi ini, pihaknya akan melakukan perubahan, di antaranya perubahan nama dan sudah disetujui pada Februari 2021. Kemudian, perubahan organisasi, bisnis proses dan behavior.

“Semua ini diharapkan dengan dukungan teknologi. Semua mengedapankan kebijakan-kebijakan untuk yang lebih baik lagi ke depan dengan membangun internal dan ekonomi,” ungkapnya.

Dia mengakui, secara financial Bank Bukopin juga kurang bagus di Tahun 2020, disebabkan banyak hal, salah satunya masa pandemi Covid-19 serta perekonomian Indonesia yang belum pulih, tetapi dengan kepeecayaan nasabah serta komitmen manajemen yang baru, apalagi adanya kerja sama dengan Korea, sehingga Bank Bukopin bukan lagi bank nasional tetapi menjadi bank global (dunia), dengan transaksi yang sama di seluruh cabang hampir di 24 negara. “Intinya fokus kita adalah retail dan tetap membangun perekonomian Indonesia,” tukasnya.

Sementara itu, Chief Risk Officer, Jong Hwan Han selaku perwakilan direksi KB Bukopin menyampaikan, bahwa Bank Bukopin lahir kembali menjadi KB Bukopin dengan harapan setelah kolaborasi dengan KB Kookmin Bank, KB Bukopin dapat tumbuh dan menjadi bank yang lebih kuat dari sebelumnya, dan kami akan terus berupaya untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.  

Jong Hwan Han juga merasa senang dengan potensi bisnis yang ada di Kota Medan, termasuk untuk mengembangkan digitalisasi di area kota Medan dan sekitarnya. Dia ingin kembali lagi ke Medan suatu hari nanti untuk mengunjungi Danau Toba. (Mag-1)

Kesawan City Walk Diresmikan, Tiap Hari 7 Ruas Jalan Ditutup

PERSIAPAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat melihat lokasi yang akan dijadikan the kitchen of Asia di kawasan Kesawan sebelum persiapan peresmian pada Minggu malam ini. istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan soft launching Kesawan City Walk The Kitchen Of Asia di depan Museum Tjong A Fie, Jalan Ahmad Yani/Kesawan, Minggu (28/3) sore. Peresmian itu ditandai dengan memukul alat musik tradisional Mandailing, Gordang Sembilan.

PERSIAPAN: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat melihat lokasi yang akan dijadikan the kitchen of Asia di kawasan Kesawan sebelum persiapan peresmian pada Minggu malam ini. istimewa/sumut pos.

Selain didampingi sang istri Kahiyang Ayu, Bobby juga turut didampingi Wakil Wali Kota Medan H.Aulia Rachman, Ketua DPRD Medan Hasyim SE, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan. Bahkan dalam kegiatan itu, Kapolda Sumatera Utara, Panca Putra Simanjuntak juga turut menghadirinya.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution mengatakan, The Kitchen of Asia merupakan representasi Kota Medan dengan kekayaan kulinernya yang sangat beragam.

“Biasanya yang namanya dapur itu adanya di belakang. Tapi kita lihat, bagaimana jika dapur dalam hal ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga ada nilai sejarah di dalamnya. Dengan itu kita bisa menampilkannya di depan, menjadi daya tarik tersendiri,” ucap Bobby.

Dikatakan Bobby, nantinya setelah dilakukan soft launching Kesawan City Walk, warga Kota Medan juga bisa menikmati suasana Kesawan dengan makanan yang khas.”Saya harapkan kemeriahan ini tidak hanya hari ini saja. Tapi bisa dirasakan setiap hari oleh warga Kota Medan, justru lebih meriah lagi setiap harinya,” ujarnya.

Menurut Bobby, The Kitchen Of Asia sangat menarik, kuliner yang dibalut dengan kisah sejarah dapat menambah nilai dari masakan itu sendiri.

“Yang mau kita tonjolkan tidak hanya sekadar masakan tapi bagaimana masakan itu berasal, siapa yang dulu memakan masakan itu. Hal ini yang membuat makanan lebih bernilai,” katanya.

Usai membuka peresmian, beberapa atraksi juga disajikan sebagai hiburan di soft launching Kesawan City Walk. Mulai demonstrasi proses memasak dengan tarian, tari tradisional multi etnik, dan proses memasak pizza tradisional dengan mengundang chef dari Jakarta.

Pantauan Sumut Pos, usai melihat hiburan-hiburan tersebut, Bobby juga turut meninjau sejumlah dagangan para pelaku UMKM yang didominasi makanan dan minuman khas Kota Medan. Selain itu, Bobby beserta istri dan rombongan juga melihat galeri lukisan yang dipajang di Jalan Ahmad Yani tersebut. Bobby juga turut menyaksikan koleksi sepeda ontel yang berbaris di sana.

7 Ruas Jalan Ditutup

Kesawan City Walk sudah diresmikan Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution. Dengan beroperasinya Kesawan City Walk, maka setiap harinya ada tujuh ruas jalan ditutup mulai dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB.

“Ada tujuh ruas jalan yang ditutup saat Kawasan Kesawan City Walk beroperasi. Sementara di luar jam tersebut, lalu lintas kembali normal Dan, beberapa badan jalan di kawasan Kesawan akan dijadikan lokasi parkir nontunai,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, Minggu (28/3).

Dikatakan Iswar, adapun jalan yang ditutup yakni Jalan utama Ahmad Yani/Kesawan, Jalan Mesjid, Jalan Ahmad Yani IV, Jalan Ahmad Yani I, Jalan Gwang Zhu, Jalan Perdagangan, dan Jalan Ahmad Yani II. Ditutupnya tujuh ruas jalan itu karena kawasan UMKM berada di sepanjang ruas jalan yang ditutup, sedangkan jalan utama Ahmad Yani atau Kesawan merupakan jalur khusus pedestrian atau pejalan kaki.”Sebagian ruas Jalan Pulau Pinang akan dijadikan lokasi parkir nontunai sampai ke Jalan Balai Kota,” jelasnya.

Sebagai kawasan percontohan parkir nontunai, kata Iswar, dimulai dari Jalan Ahmad Yani simpang Palang Merah Indonesia, hingga ke Jalan Balai Kota simpang Bukit Barisan.”Jadi nanti Merdeka Walk yang di kawasan itu juga sudah pakai parkir nontunai. Parkir nontunai di Kawasan Kesawan dengan sistem pembayaran berbasis Barcode dengan menggunakan QRIS yang berkolaborasi dengan Bank Sumut, “ papar Iswar.

Sebelumnya, Iswar melakukan persiapan dalam pelaksanaan peresmian kawasan Kesawan City Walk pada Minggu 28 Maret 2021 kemarin. Salah satu persiapan itu, melakukan vaksinasi kepada petugas E-Parkir. Semua petugas parkir nontunai dalam pelaksanaan peresmian kemarin telah divaksinasi terlebih dahulu sebelum penerapan parkir nontunai di Kesawan City Walk dimulai.”Total ada sekitar 35 petugas parkir nontunai yang bekerja dua shift dalam menjaga atau mengutip parkir nontunai dalam kegiatan nanti. Alhamdulillah semua sudah divaksinasi,” kata Iswar.

Sedangkan sebelum launching kawasan Kesawan City Walk, ia juga menggelar apel di Lapangan Merdeka Kota Medan, Sabtu (27/3) pagi. Apel yang dipimpin langsung, dilakukan untuk memberikan arahan kepada para personel Dishub Medan dalam rangka kesiapan pengamanan serta pengaturan arus lalu lintas dan parkir nontunai di kawasan Kesawan City Walk Kota Medan.”Alhamdulillah persiapan kita sudah matang dalam menyukseskan launching,” ucapnya.

Tak cuma menggelar apel kepada para personelnya, Iswar bersama sejumlah Staf Dishub Medan juga melakukan peninjauan langsung bersama Kasatlantas Polrestabes Kota Medan dan jajarannya ke sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Kesawan, guna memastikan persiapan jelang kegiatan launching yang di gelar mulai Pukul 16.00 WIB kemarin. (map/ila)