Home Blog Page 3676

Kadisdik Binjai: Optimalkan Dunia Virtual dalam Berkarya

FOTO BERSAMA: Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting foto bersama pendiri dan penasehat Kosambi.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Pendidikan, Sri Ulina Ginting menghadiri syukuran Milad Komunitas Sastra Masyarakat Binjai yang kedua, di Jalan Palembang, Kelurahan Rambung Timur, Binjai Selatan, Sabtu (20/2).

FOTO BERSAMA: Kadisdik Binjai, Sri Ulina Ginting foto bersama pendiri dan penasehat Kosambi.

Agenda dalam milad menghadirkan musikalisasi dan pembacaan puisi, penayangan testimoni para tokoh serta sahabat hingga anugerah sastra Kosambi, pertunjukan teater anak menampilkan teras budaya dengan judul hikayat datuk landak (diangkat dari cerita rakyat Bahorok).

Kadisdik mengucapkan rasa bangganya kepada pendiri dan rekan-rekan pengurus Kosambi. “Selamat ulang tahun Kosambi yang kedua, semoga semakin menginspirasi dan sukses mewujudkan cita-cita mulia yang dipersembahkan untuk masyarakat Sumatera Utara, yaitu khususnya Kota Binjai sebagai episentrum Sastra di Indonesia,” ujar wanita yang akrab disapa Lina ini.

Selama pandemi Covid-19, ujar dia, Studio Kosambi telah membuat beragam kegiatan yang selalu variatif dalam pelaksanaannya. Juga membuat pengurus harus terus kreatif menemukan pola-pola baru dalam mengeksekusi program menjadi satu sajian karya sastra yang mampu menyentuh hati publik.

“Tetap pada tujuan Kosambi yaitu menggali dan menumbuh kembangkan potensi sastra generasi muda di Kota Binjai. Selama pandemi covid-19, kami pengurus Kosambi akan siap membuat berbagai upaya kreatif sebagai cara untuk mengoptimalkan dunia virtual dalam berkarya,” jelas dia.

Sementara, Pendiri sekaligus Penasehat Kosambi, Tengku Suhaimi dengan nama pena Tsi Taura mengatakan, Kosambi ini hadir untuk memberikan perhatian dan kepeduliannya kepada seniman-seniman di Sumut. “Ucapan terima kasih saya kepada Pemerintah Kota Binjai dalam hal ini diwakilkan oleh Ibu Sri Ulina yang telah mendukung kegiatan ini dengan syarat tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar dia.

“Dua Tahun sudah kami membangun Kosambi. Banyak warna warni dalam perjalanannya, terutama di Sumatera Utara. Terpenting kami hadir dan ada bukan sekedar untuk meramaikan, lebih dari itu Kosambi memiliki visi yang mulia. Kami bercita-cita ingin menumbuhkembangkan potensi sastra generasi muda Sumatera Utara khususnya di Kota Binjai,” sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Kosambi, Sarifuddin Lubis menyampaikan Kosambi masih sangat muda untuk diterpa wabah yang efeknya dapat mengunci seluruh aktifitas seni karena mampu menciptakan kerumunan. Ini menjadi keistimewaan tersendiri bagi perjalanan kreatif Kosambi.

Setiap bulan bahkan kadang seminggu sekali Kosambi melahirkan kegiatan-kegiatan sastra yang menginspirasi. Menurutnya, di sini kita bisa mengeksplorasi kearifan lokal yang terdapat disekitar wilayah Binjai-Langkat, sekaligus merawat jati diri anak bangsa.

“Setelah syukuran milad ini, kami akan meluncurkan satu kegiatan terbaru, Pusat Arsip dan Dokumentasi. Kegiatan ini akan difokuskan di Perpustakaan Kosambi yang kini telah mengoleksi 30.000 jenis buku. Dari sini nanti akan lahir Kelas Baca, Kelas Menulis, Kelas Workshop, dan Kelas Diskusi,” tukasnya. (ted/han)

Jokowi Teken Perpres Pengupahan, Kondisi Ekonomi Pengaruhi UMR Buruh

Presiden Joko Widodo. Presiden telah menandatangani Perpres Pengupahan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, yang mengatur tentang upah minimum pekerja/ buruh. Aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja itu diteken Jokowi pada 2 Februari 2021.

Presiden Joko Widodo. Presiden telah menandatangani Perpres Pengupahan.

Dilihat dari salinan dokumen PP melalui JDIH Kementerian Sekretariat Negara, ketentuan tersebut di antaranya mengatur tentang upah minimum pekerja/ buruh.

“Upah minimum terdiri atas: (a) upah minimum provinsi; dan (b) upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu,” demikian bunyi Pasal 25 Ayat (1) PP Nomor 36 Tahun 2021.

Pada Pasal 25 Ayat (2) PP tersebut dikatakan bahwa upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan. Adapun kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah.

Sementara itu, syarat tertentu pada upah minimum kabupaten/kota meliputi pertumbuhan ekonomi daerah atau inflasi pada kabupaten kota yang bersangkutan.

“Data pertumbuhan ekonomi, inflasi, paritas daya beli, tingkat penyerapan tenaga kerja, dan median upah bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik,” demikian bunyi Pasal 25 Ayat (5).

Pada Pasal 26 PP Nomor 36 Tahun 2021 dikatakan bahwa penyesuaian nilai upah minimum dilakukan setiap tahun dan ditetapkan pada rentang nilai tertentu di antara batas atas dan batas bawah upah minimum pada wilayah yang bersangkutan.

Sebelum PP ini terbit, ketentuan tentang pengupahan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. Jika dalam PP terbaru upah minimum ditetapkan berdasarkan kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan, dalam PP yang lama penetapan upah minimum dilakukan setiap tahun berdasarkan kebutuhan hidup layak dan dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal 43.

Adapun kebutuhan hidup layak yang dimaksud merujuk pada standar kebutuhan seorang pekerja/ buruh lajang untuk dapat hidup layak secara fisik untuk kebutuhan 1 bulan. Kebutuhan hidup layak terdiri atas beberapa komponen. Komponen sendiri terdiri dari beberapa jenis kebutuhan hidup.

Komponen dan jenis kebutuhan hidup ini ditinjau dalam jangka waktu 5 tahun oleh menteri dengan mempertimbangkan hasil kajian yang dilaksanakan oleh Dewan Pengupahan Nasional. Kajian yang dilakukan Dewan Pengupahan Nasional menggunakan data dan informasi yang bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik.

“Hasil peninjauan komponen dan jenis kebutuhan hidup sebagaimana dimaksud pada Ayat (6) menjadi dasar perhitungan upah minimum selanjutnya dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi,” bunyi Pasal 43 Ayat (8) PP Nomor 78 Tahun 2015. (kps)

Cuaca Kering hingga Maret, Suhu Udara di Sumut 33-34° Celsius

Ilustrasi suhu ekstrem.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan meminta masyarakat agar mewaspadai terjadinya peningkatan suhu udara yang mencapai 34 derajat Celsius di Provinsi Sumatera Utara.

“Yang perlu diwaspadai, mungkin suhu. Suhu kita di Februari sampai Maret bisa mencapai 33 sampai 34 derajat Celsius,” ujar Forecaster BBMKG Wilayah I Medan, Christin Matondang di Medan, Sabtu (20/2).

Dampak peningkatan suhu udara tersebut tidak hanya dirasakan pada siang hari, namun juga di malam hari akibat cuaca lebih kering dan terasa lebih panas dari sebelumnya 32 derajat Celsiusn

Sehingga penduduk khususnya di Kota Medan akan mengalami kegerahan, terutama pada malam hari, di tengah peralihan musim menuju kemarau yang terjadi dewasa ini.

“Secara umum, curah hujan di Sumut jauh berkurang. Kalau di Sumut terdapat dua kali periode hujan yang cukup rendah, yakni Februari hingga Maret, dan Juli sampai Agustus,” kata dia.

“Jadi di Sumut itu, tidak seperti di Jawa, pola hujannya berbeda. Untuk potensi hujan sedang hingga lebat itu, sudah berkurang di bulan Februari,” ucap Christin.

Waspadai Kebakaran Hutan

Memasuki musim kemarau, kondisi cuaca di Sumut umumnya cerah-berawan. Namun potensi terjadinya hujan ringan-sedang masih dapat terjadi, terutama di daerah pegunungan dan di lereng pada sore serta malam hari.

“Dalam beberapa hari ke depan, angin di wilayah Sumut umumnya bertiup dari utara hingga timur, dengan kelembaban udara berkisar antara 65-95 persen, dengan suhu udara antara 25 hingga 33 derajat celcius,” ungkap Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Defri Mandoza, kepada Sumut Pos, Minggu (21/2).

Defri pun mengimbau kepada masyarakat Sumut, agar waspada terjadinya kebakaran hutan dan kabut asap. Khususnya di daerah Mandailing Natal (Madina), Humbanghasundutan (Humbahas), Tapanuliselatan (Tapsel), Samosir, dan sekitarnya.

Sementara itu, kondisi cuaca di Kota Medan dalam 2-3 hari ke depan umumnya berawan, dengan suhu 23-33 derajat Celcius dan kelembaban udara 75-95 persen.

“Cuaca cerah cenderung berawan ini juga akan menyelimuti beberapa wilayah di Sumut, di antaranya Stabat, Kabanjahe, Kisaran, Tebingtinggi, Pematangsiantar, Seirampah, Binjai Kota, Kotapinang, Limapuluh, dan Gunungtua,” pungkas Defri.

Sumut Waspada Hujan Lebat

Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat, untuk Senin (22/2). Ada 23 wilayah di Indonesia yang diprakirakan berpotensi hujan lebat. Salahsatunya Sumatera Utara.

“Potensi hujan lebat untuk dampak banjir bandang,” tulis BMKG dalam siaran tertulisnya, Minggu (21/2).

Potensi hujan lebat itu berlaku pada pukul 07.00 WIB, Senin 22 Februari 2021 sampai dengan pukul 07.00 WIB, Selasa 23 Februari 2021. Adapun 23 wilayah tersebut sesuai data BMKG adalah sebagai berikut:

Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan semuanya berstatus siaga. Sementara Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Jawa Barat, D.I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua semuanya dengan status waspada. (mag-01/ant/lp6)

Bantu Sembuhkan Pasien Covid-19, Plasma Konvalesen Dapat Diakses di PMI Medan

PLASMA KONVALESEN: Terapi plasma konvalesen saat ini bisa diakses masyarakat melalui UDD PMI Kota Medan. Petugas telah mendapatkan pelatihan di UDD Pusat.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain vaksinasi Covid-19, ada metode lain yang dapat digunakan untuk membantu kesembuhan pasien Covid-19. Yaitu melalui donor plasma konvalesen.

PLASMA KONVALESEN: Terapi plasma konvalesen saat ini bisa diakses masyarakat melalui UDD PMI Kota Medan. Petugas telah mendapatkan pelatihan di UDD Pusat.

“Plasma konvalesen adalah plasma darah yang mengandung antibodi Covid-19 yang berasal dari pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari penyakit Covid-19. Plasma tersebut bisa mengeliminasi virus sehingga diharapkan infeksi bisa terputus dan meningkatkann

antibodi pada penderita Covid-19,” kata Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, dr Harry Butarbutar, kepada wartawan di Medan, Minggu (21/2).

Artinya, vaksinasi berbeda tujuan dengan plasma konvalesen. Vaksinasi untuk orang yang sehat. Sedangkan plasma konvalesen adalah untuk terapi pasien yang sedang dirawat dengan penyakit Covid-19. “Tidak ada hubungan antara vaksinasi dengan plasma konvalesen ini,” katanya.

Donor plasma konvalesen ini, sebut dia, dapat dilakukan bagi penyintas Covid-19, minimal dua minggu sampai dengan tiga bulan sejak dinyatakan sembuh dengan hasil swab RT-PCR negatif. Jarak untuk mendonorkan plasmanya kembali adalah dua minggu dari donor terakhir. Pendonor juga tidak memiliki riwayat penyakit Stroke, Hipertensi, Diabetes Mellitus dan penyakit metabolik lain. Usia 18-60 tahun dengna berat minimal 55 Kg.

“Diutamakan laki-laki ataupun wanita yang belum pernah hamil serta mengikuti prosedur dan tahap-tahap pemeriksaan,” katanya.

Donor plasma ini sendiri hanya diberikan kepada pasien yang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi Covid-19 sedang ke berat, berdasarkan penilaian dokter dengan mempertimbangkan kondisi pasien.

Karenanya, ia mengajak para penyintas atau masyarakat yang telah sembuh dari Covid-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen guna membantu penyembuhan pasien lainnya.

Saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui UDD PMI Kota Medan. Selain sarana dan prasarana yang dipastikan steril, petugas pelayanan plasma konvalesen juga telah mendapatkan pelatihan di UDD Pusat.

“Karena itu, para pendonor plasma konvalesen jangan ragu untuk mendonorkan plasmanya. Tidak ada ruginya, tidak menimbulkan penyakit, waktu pengambilan cuma setengah jam dan tidak mengurangi darah karena cuma plasmanya mau diambil. Tidak menurunkan HB (hemoglobin), tidak membuat kepala pusing. Manfaatnya malah lebih besar,” pungkasnya.

Stok Plasma Konvalesen Sedikit

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, mengungkap stok plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 masih sedikit. Penyebab utama adalah kesulitan mencocokkan golongan darah antara pendonor dengan pasien Covid-19 sebagai penerima donor plasma konvalesen. Secara nasional, saat ini hanya 159 kantong plasma dengan berbagai macam jenis golongan darah.

Sementara itu, pasien COVID-19 yang antre mendapatkan donor plasma konvalesen ada 626 orang dan yang sudah didistribusikan (plasma konvalesen) mencapai 17.133 kantong.

“Stok plasma kita masih sangat kurang. Karena itu, kita sedang kampanye besar-besaran untuk menarik para penyintas COVID-19 agar bersedia mendonorkan plasmanya,” tutur Muhadjir saat memantau kegiatan donor plasma konvalesen di Kantor PLN Kota Surabaya dan UDD PMI Kota Surabaya, Jawa Timur, ditulis Minggu (21/2).

Terapi plasma konvalesen diyakini efektif dalam upaya penyembuhan pasien COVID-19. Berdasarkan laporan dari rumah sakit yang telah melaksanakan terapi plasma konvalesen, efektivitas plasma terhadap pasien Covid-19 bergejala ringan hingga sedang bisa mencapai hampir 100 persen.

Untuk pelaksanaan terapi plasma konvalesen, menurut Muhadjir Effendy harus tepat agar memeroleh hasil yang efektif. “Saya meminta kepada petugas kesehatan untuk tidak menunda-nunda pasien COVID-19 mendapatkan plasma. Jangan ditunggu sampai (gejala) berat, baru kemudian diplasma, apalagi sudah kritis,” katanya melalui keterangan resmi.

Vaksin Merah Putih Butuh Setahun

Sementara itu, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman masih terus melakukan pengembangan vaksin Merah Putih. Vaksin Covid-19 buatan dalam negeri ini jadi harapan besar dalam penanganan pandemi di Indonesia.

Kepala LBM Eijkman, Prof dr Amin Soebandrio menyampaikan, kalau situasi non pandemi, uji klinis fase 1 sekitar enam bulan dan begitu pula fase 2 juga 6 bulan lamanya. Sedangkan fase 3, waktunya cukup lama sekitar 3 sampai 5 tahun. Namun, kalau situasi pandemi maka bisa selesai sekitar 6 sampai 8 bulan.

“Meski sudah dipercepat karena masa pandemi, tetapi tetap juga membutuhkan waktu cukup lama. Kami membutuhkan waktu sekitar 1 tahun lagi untuk sampai uji klinis fase 3 dan mendapatkan setidak-tidaknya EUA (Emergency Use Authorization) dari Balai POM,” ujar Prof Amin yang juga ketua tim pengembangan vaksin melalui streaming video youtube saat ngobrol sehat bersama Prof Delfitri Munir belum lama ini.

Dikatakan Prof Amin, walau waktu penelitian vaksin dipersingkat, pihaknya tetap dikawal oleh Balai POM, MUI (Majelis Ulama Indonesia) dan lembaga terkait lainnya. Bahkan, juga sempat dipanggil Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan perkembangan penelitian vaksin Merah Putih ini. “Presiden (Joko Widodo) berpesan, bahwa vaksin ini harus dijamin aman untuk orang Indonesia. Makanya, semua proses atau tahapan yang dilakukan memenuhi persyaratan itu,” katanya.

Prof Amin menjelaskan, pengembangan atau penelitian vaksin ini dimulai dari April 2020. Ada dua komponen utama yang digunakan dari virus corona yang sudah dimatikan, yaitu Protein Spike (Protein S) dan Protein Nukleokapsida (Protein N).

“Pengembangan vaksin Merah Putih yang kami lakukan dengan platform protein rekombinan. Kami mengambil satu isolat virus corona yang beredar di Indonesia. Kemudian, kita pelajari genomnya, kita identifikasi Protein S dan Protein N. Lalu, dengan teknologi tertentu kita bisa mengamplifikasi (mengembangkan). Artinya, kedua gen tersebut (Protein S dan Protein N) supaya bisa di-cloud. Setelah diamplifikasi, kemudian kita masukkan ke dalam plasmid dan seterusnya,” terang dia.

Ia menyebutkan, saat ini sudah bisa menghasilkan protein yang didesain tersebut, tinggal diverifikasi dan diuji pada hewan. Akhir Maret diharapkan akan menyerahkan bibit vaksinnya itu ke PT Biofarma. “Proses selanjutnya nanti dilakukan oleh Biofarma. Sebab untuk memulai uji pra klinis serta uji klinis fase 1-3, bahan vaksin tersebut harus diformulasikan dan dikemas untuk bisa disuntikkan ke manusia. Ini hanya boleh dilakukan dengan fasilitas yang tersertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), dan itu hanya di Biofarma,” paparnya.

Terkait efek samping dari vaksin buatan Indonesia ini, Prof Amin menuturkan, reaksi alergi atau efek samping yang terjadi sebagian besar bukan terhadap komponen utama vaksin. Tapi, terhadap komponen tambahan lain. “Vaksin ini tidak hanya terdiri dari bahan aktifnya saja, melainkan juga ada buffer-nya (larutan kimia), stabilizer (senyawa yang dipakai untuk mencegah terjadinya reaksi kimia), antibiotik hingga pengawet. Jadi, bisanya alergi itu munculnya dari situ (komponen tambahan vaksin),” sebutnya.

Kendati demikian, sambung dia, vaksin Merah Putih insyaallah lebih aman, karena itu menjadi salah satu alasan juga memilih pengembangan vaksin dengan platform protein rekombinan. “Belajar dari pengalaman, vaksin-vaksin yang menggunakan teknologi tersebut dianggap paling tinggi yield-nya (manfaat), cost paling rendah, efektif dan aman karena tidak menggunakan virus hidup,” tutur Prof Amin.

Mengenai kehalalannya, dia menyatakan dari awal sudah diwanti-wanti oleh Balai POM, sehingga mengupayakan mediumnya untuk membiakkan sel dari virus itu tidak mengandung bahan-bahan dari hewan. “Selain itu, semua tahapan dipastikan memenuhi persyaratan,” ucapnya.

Prof Delfitri Munir menuturkan, bahan vaksin ini dari virus corona yang beredar di Indonesia. Efektivitasnya, dinilai jauh lebih bagus dibanding dengan bahannya yang diperoleh dari luar Indonesia. Akan tetapi, meski sudah divaksin tetap juga harus mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Jangan pula setelah divaksin nantinya bebas seperti tidak terjadi pandemi.

“Vaksinasi Covid-19 harus didukung dengan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak serta hindari kerumunan,” pesan akademi Fakultas Kedokteran USU ini.

Diketahui, vaksin Merah Putih diteliti oleh beberapa lembaga termasuk perguruan tinggi. Selain LBM Eijkman, penelitian juga dilakukan oleh Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). (prn/ris)

Vaksin Nusantara Masih Panjang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Prokontra mewarnai temuan metode sel dendritik Vaksin Nusantara yang diinisiasi mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, yang diklaim memilili masa imun seumur hidup, serta aman untuk semua usia serta pasien komorbid. Menanggapi prokontra tersebut, Kementerian Kesehatan RI menyebut, tahapan Vaksin Nusantara untuk digunakan di Indonesia masih panjang.

“PADA PRINSIPNYA, kami Kementerian Kesehatan adalah pengguna daripada jenis-jenis vaksin yang sudah tentunya lolos uji klinis mulai dari tahap satu, dua, tiga,” beber juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi, kemarin.

“Tapi artinya menurut kami sih masih perjalanan cukup panjang untuk kemudian bisa digunakan dalam program (vaksinasi),” lanjutnya. Masih banyak tahapan sampai akhirnya emergency use of authorization (EUA) bisa diberikan.

Meski demikian, Kemenkes mendukung penuh inovasi produk dalam negeri termasuk vaksin Corona lain seperti Vaksin Merah Putih.

Nadia mengklaim, Indonesia sebenarnya sudah memiliki nama di dunia pada persoalan suplai vaksin COVID-19. Ditambah lagi, kehadiran vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih, menurutnya memberikan potensi untuk catatan keberhasilan di dunia.

“Tentunya kalau nanti ada Vaksin Merah Putih, atau ada Vaksin Nusantara, itu merupakan potensi-potensi di mana indonesia itu bisa mencatat keberhasilan di dunia terkait mungkin suplai-suplai vaksin tadi,” pungkas Nadia.

Diberitakan sebelumnya, Vaksin Nusantara sudah menyelesaikan uji klinis tahap I dengan melibatkan 30 relawan. Sementara vaksin Merah Putih, mencakup 7 kandidat vaksin yang dikembangkan oleh berbagai institusi riset, saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk menghasilkan seed atau bibit vaksin.

Vaksin Merah Putih berada di bawah naungan konsorsium riset yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Dari 7 institusi pengembang vaksin Merah-Putih, 5 di antaranya berada di bawah perguruan tinggi yakni: Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair).

Dua pengembang vaksin Merah-Putih lainnya adalah: Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Dahlan Iskan Mendukung

Sementara itu, mantan Menteri BUMN era presiden SBY, Dahlan Iskan menyuarakan agar Vaksin Nusantara diberikan kesempatan yang sama seperti vaksin lainnya.

Adapun Dahlan bercerita soal ada sosok ilmuwan di bidang pengobatan di balik Vaksin Nusantara. Ilmuwan yang juga tak terlepas dari kontroversi itu ialah Prof dr Hans Keirstead PhD.

Dalam blog disway edisi 21 Februari 2021, Dahlan Iskan menuliskan bahwa Prof Hans merupakan ilmuwan yang menyuarakan perlunya metode stem cell diakui sebagai salah satu cara pengobatan masa depan.

Setelah menyelesaikan disertasi doktornya di bidang stem cell untuk sumsum tulang belakang, Prof Hans mendapatkan kesempatan untuk memperdalam ilmunya di Universitas Cambridge, Inggris. Saat itu ia merupakan ilmuwan termuda yang mendapat tugas yang seharusnya untuk guru besar senior.

Setelah pindah ke California, ia terpilih menjadi penasihat di kongres untuk proses legalisasi stem cell. Dahlan menuliskan bahwa di sana Prof Hans mendapat banyak tantangan dan penentangan. Para dokter masih menganggap stem cell belum bisa diterima sebagai sistem pengobatan.

“Pun sampai hari ini – Ketika orang seperti saya sudah lebih dari 10 kali menjalaninya” tulisnya.

Di tahun 2016, lulusan University of British Columbia, Kanada dari S-1 hingga S-3 itu mendirikan perusahaan AIVITA Biomedical Inc di California Amerika Serikat. Melalui perusahaannya itu, Prof Hans terus melakukan riset bidang pengobatan yang terkait dengan cell, setelah itu ditemukanlah pengobatan dendritic cell untuk kanker otak.

Namun ia membelokkan dulu penemuannya, untuk mengatasi pandemic covid-19. Melalui AIVITA Biomedical itulah yang kemudian dibawa oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk dijadikan Vaksin Nusantara.

Dahlan menuliskan bahwa Prof Hans menilai bahwa lewat Indonesia penemuannya akan bisa segera direalisasikan. Pasalnya, di Amerika untuk mewujudkan temuan di bidang medis membutuhkan biaya yang cukup besar, itu pun hanya bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan raksasa.

Oleh karena itu, dalam blognya ia menuturkan ilmuwan seperti Prof Hans tidak punya pilihan yaitu menyerah ke modal besar atau terkubur sebelum lahir. Dahlan mengatakan, Prof Hans bisa diyakinkan dengan peraturan darurat covid-19 sangat menjanjikan.

Kemudian dari segi jumlah relawan tidak perlu membutuhkan puluhan ribu orang seperti uji coba yang dilakukan di Amerika, cukup diperlukan 2.680 orang, seperti yang dilakukan di Bandung terhadap Sinovac.

Hingga saat ini, Vaksin Nusantara sudah menjalani uji coba fase I di RSUP dr Kariadi Semarang, yang ditangani oleh para ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Dipenogoro, serta didampingi 8 orang ahli dari Amerika, sejak November 2020 lalu.

Sama halnya di Amerika, tanggapan untuk penemuan Prof Hans juga ramai di Indonesia, termasuk yang meragukan soal “bisa untuk seumur hidup”. Ia menegaskan tak bisa menghakimi mana yang benar atau salah.

“Bagi saya cukup: beri kesempatan yang sama. Bagaimana kita memperlakukan Sinovac, tentu juga harus diberikan kepada Vaksin Nusantara. Meskipun dokter-Jenderal Terawan sebentar lagi pindah ke Madrid -diangkat menjadi duta besar di Spanyol,” kata Dahlan.

Sebelumnya pada konferensi pers 19 Februari 2021, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengungkapkan, pihaknya baru saja menerima hasil uji klinis fase pertama Vaksin Nusantara. Hasil uji klinis sedang dievaluasi BPOM.

“Jadi, masih dievaluasi oleh timnya, Direktur Registrasi dari BPOM dengan tim ahli. Apakah bisa kita keluarkan protokol uji klinis fase keduanya,” ucapnya.

Vaksinasi di Sumut 79,6 Persen

Terkait penggunaan Vaksin Merah Putih atau Vaksin Nusantara, Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara masih akan menunggu petunjuk dari pemerintah pusat. Sampai sekarang, Satgas masih mengandalkan vaksin Covid-19 berjenis Sinovac guna menuntaskan program vaksinasi di Sumut.

“Kita belum mendapat informasi lengkap terkait itu. Masih menunggu kebijakan dari pusat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah menjawab Sumut Pos, Minggu (21/2).

Adapun vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Sumut masih terus berjalan. Saat ini, capaiannya sudah 56.544 nakes atau 79,6 persen dari 71.058 sasaran vaksinasi dosis 1.

“Jumlah nakes yang terdata pada vaksinasi dosis 1 sebetulnya 70.985 orang. Namun, dari jumlah itu sebanyak 14.441 nakes tunda divaksin. Artinya, 54.544 nakes yang divaksin,” ujar dr Aris Yudhariansyah.

Dikatakan Aris, nakes yang tunda divaksin bukan karena tidak mau tetapi tidak lolos screening. Misalnya, ketika dicek tekanan darahnya ternyata tidak memenuhi syarat. Selain itu, mungkin saja ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dari 33 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 1, paling banyak nakes di Medan 17.900 orang, Deli Serdang 4.659 orang, Langkat 2.420 orang, Pematangsiantar 2.411 orang, dan Simalungun 2.257 orang,” ungkapnya.

Aris menuturkan, untuk jumlah nakes yang sudah disuntik vaksin dosis 2 kini jumlahnya 19.541 orang. Jumlah ini meliputi 16 daerah, yakni Medan 8.907 nakes, Deli Serdang 2.463 nakes, Simalungun 1.351 nakes, Karo 1.190 nakes, Pematangsiantar 1.159 nakes, Binjai 862 nakes, Serdang Bedagai 691 nakes, Batu Bara 655, Dairi 646 nakes, Labuhanbatu Utara 428 nakes, Tapanuli Tengah 422 nakes, Humbang Hasundutan 310 nakes, Tapanuli Utara 241 nakes, Tapanuli Selatan 184 nakes, Tanjung Balai 12 nakes, dan Toba 2 nakes.

Selain untuk nakes, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut juga terus melaksanakan vaksinasi terhadap pejabat publik di lingkup Pemprov Sumut. Program serupa juga menyasar kepada istri atau suami para pejabat, sebab dinilai rentan terpapar virus Corona lantaran memiliki interaksi yang luas terhadap elemen masyarakat.

Lebih lanjut Aris menuturkan, terkait kasus baru Covid-19 di Sumut masih terus bertambah. Namun, kasus baru terkonfirmasi positif hanya bertambah 97 orang dengan akumulasi 23.658 orang. “Kasus baru positif didapatkan dari 2 kabupaten/kota, yaitu Medan 94 orang, dan Tapanuli Utara 3 orang,” tuturnya.

Terkait kasus baru sembuh, sambung Aris, bertambah 98 orang dari 5 daerah dengan akumulasi 20.455 orang. Pasien Covid-19 sembuh paling banyak berasal dari Medan 67 orang, Pakpak Bharat 15 orang, dan Deli Serdang.

Sedangkan angka kematian Covid-19, kembali bertambah 3 kasus baru di antaranya Pematangsiantar 1 orang, Deli Serdang 1 orang, dan Tapanuli Utara 1 orang. Dengan penambahan tersebut, akumulasinya menjadi 808 orang meninggal.

“Dengan data penambahan kasus baru harian tersebut, penderita aktif Covid-19 Sumut saat ini berjumlah 2.395 orang. Dari jumlah tersebut, 593 orang isolasi di rumah sakit dan 1.802 orang isolasi mandiri,” tandasnya. (dtc/cnbc/ris/prn)

Presiden Resmikan Beli Kreatif Danau Toba, Sandiaga: Di Sumut Ada 5.700 Pelaku Artisanal

DIALOG: Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu serta Ketua Dekranasda, Ny Romy Mariani Simarmata, berdialog dengan salahsatu penenun ulos saat peresmian kampung ulos di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Dairi, Jumat (19/2).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo meresmikan Beli Kreatif Danau Toba secara virtual di halaman Hotel Debang Resort Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (20/2). Beli Kreatif Danau Toba merupakan program Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), untuk memasarkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari daerah kawasan Danau Toba.

DIALOG: Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno, Bupati Dairi, Eddy KA Berutu serta Ketua Dekranasda, Ny Romy Mariani Simarmata, berdialog dengan salahsatu penenun ulos saat peresmian kampung ulos di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Dairi, Jumat (19/2).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

Peluncuran Beli Kreatif Danau Toba turut dihadiri secara virtual oleh Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Gubernur BI Perry Warjiyo, dan Wakil Menparekraf Angela Tanoesoedibio.

Sementara di lokasi hadir Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno serta sejumlah Deputi, Plt Direktur Utama BPODT Reza Pahlevi.

anggota Komisi 3 DPR RI Hinca Panjaitan, Deputi BI Andi Winata, Kepala BI Perwakilan Sumut Soeko Wardojo, Asisten 1 Setda Sumut Arief Trinugroho, Kanwil BRI Oskar, perwakilan OJK Andi M Yusuf, Ketua Harian Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark Mangindar Simbolon, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Simalungun JR Saragih, Plt Bupati Pakpak Bharat Kaiman Turnip, Plh Bupati Humbang Hasundutan Tonny Sihombing, Plh Bupati Samosir Jabiat Sagala, Kadis Pariwisata Tapanuli Utara Yunus Hutauruk, Ketua Dekranasda Dairi, Ny Romy Mariani Simarmata serta undangan lainnya.

Jokowi mengatakan, suksesi Beli Kreatif Indonesia telah sukses ke berbagai mancanegara. “Kini Beli Kreatif Danau Toba hadir. Apalagi Danau Toba sebagai kawasan pariwisata superprioritas (KPSP), yang memiliki berbagai potensi seperti wisata. Dan produk artisanal yang sudah dikenal salahsatunya adalah kopi Sidikalang yang sudah tersohor,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, danau vulkanik, pariwisata, dan ekonomi kreatif, mampu membangkitkan ekonomi Indonesia lewat digitalisasi. Pengembangan kreatif artisanal harus dilengkapi edukasi dan pendampingan, agar bisa maju dan bersaing dalam industri digital. “Beli Kreatif Danau Toba akan menjadikan produk artisanal dari kawasan Danau Toba semakin terkenal di dunia,” ucapnya.

Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan (LBP), mengatakan promosi dan kampanye produk artisanal harus terus ditingkatkan, serta harus bangga buatan Indonesia. “Peluncuran Beli Kreatif Danau berada di tiga daerah yakni di Kabupaten Toba, Jakarta, dan dipusatkan di Dairi. Pengembangan kawasan prioritas membutuhkan kolaborasi dan target. Daerah di kawasan Danau Toba harus berdampingan dan berkelanjutan sehingga target tercapai,” sebut LBP.

Kreatif artisanal salah satu kekuatan ekonomi Indonesia dan harus dikawinkan dengan pariwisata. Luhut mengatakan, pejabat harus menjadi contoh, untuk membeli dan menggunakan produk lokal serta berwisata di Indonesia.

Luhut juga mengapresiasi Bank Indonesia yang menghadirkan aplikasi pembayaran non tunai yaitu QRIS, yang menjadi penopang kemajuan pemasaran produk artisanal (kerajinan). “Membeli produk UMKM kini tidak lagi mesti secara tunai,” ungkapnya.

5.700 Pelaku Artisanal

Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Uno menyampaikan, produk artisanal akan meningkatkan perekonomian di kawasan Danau Toba yang menjadi KPSP. “Selain itu, akan menambah lapangan kerja. Di Sumut saat ini ada 5.700 pelaku artisanal,” kata Sandiaga,.

Ia menjelaskan, Menparekraf akan tetap melakukan pendampingan dan pemasaran hasil kreatif UMKM, melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. “Semua produk artisanal akan ditampilkan di platform yang dimiliki Menparekraf,” katanya.

Sandiaga menyebutkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada penurunan ekonomi nasional dan butuh waktu untuk pemulihan. “Namun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus bangkit, dengan memenuhi protokol kesehatan. Apalagi permintaan ekonomi kreatif ke depan semakin meningkat. Bahkan di masa pandemi, enam bulan terakhir penjualan produk artisanal mengalami peningkatan. Kita harus bangga buatan Indonesia dan berwisata di Danau Toba,” kata Sandiagaa Uno.

Ke depan, pihaknya akan fokus pembangunan sumber daya manusia, agar produk artisanal semakin berkelas. “Danau Toba memiliki potensi besar. Tapi selama ini tidak didukung dengan promosi besar dan produk ekonomi kreatif unggulan. Harapan kita dalam kurun waktu 6 bulan produk-produk dari ekonomi kreatif ini berkembang,” sebut Sandiaga.

Ia menargetkan, kurun waktu 6 bulan Beli Keratif akan meningkatkan penjualan produk sampai 60 persen, dan melibatkan 6.738 pekerja.

Pada saat peluncuran Beli Kreatif, sejumlah menteri membeli produk UMKM dari kawasan Danau Toba seperti ulos, kopi, andaliman dan lainnya. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, bahkan membeli kopi Sidikalang senilai Rp100 juta.

Sejumlah produk artisanal unggulan tiap daerah di kawasan Danau Toba ditampilkan di stan. Dairi menampilkan berbagai produk dari bahan baku kopi, coklat, ulos tenun Silalahi dan lainnya. Selain itu juga digelar fashion show hasil karya desainer dari bahan baku ulos.

Promosi lewat Film

Sandiaga juga menyebutkan, untuk mempromosikan kawasan pariwisata Danau Toba, Kemenparekraf akan melaunching sebuah film yang bercerita tentang kehidupan masyarakat Batak di sekitar Danau Toba. “Film yang melibatkan produksi dari warga sekitar ini akan diluncurkan pada Maret 2021. Ini bagian dari ekonomi kreatif,” ucap Sandiaga.

Menurutnya, sesuai instruksi presiden, semua pihak harus gerak cepat membuka kesempatan lapangan kerja dengan program padat karya.

Resmikan Kampung Ulos Silalahi

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno, bersama Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, anggota DPR-RI Komisi III Hinca Pandjaitan, dan Ketua Dekranasada, Ny Romy Mariani Simarmata meresmikan Kampung Ulos Silahisabungan di Desa Silalahi II, Kecamatan Silahisabungan, Jumat (19/2).

Saat peresmian, Sandiaga mendorong para pengrajin ulos di Kampung Ulos Desa Silalahi, terus berinovasi untuk meningkatkan produksi. “Saya senang sekali dapat melihat langsung. Tuhan telah memberikan berkah kepada masyarakat berupa keahlian membuat ulos. Ini adalah keahlian yang harus kita kemas, untuk dapat memberikan kemaslahatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.

Menparekraf berharap, petenun Silahisabungan mampu meningkatkan produk kreatif untuk menjadikan ulos sebagai produk kreatif yang dapat membuka lapangan kerja. Sandiaga menyebut produk kreatif akan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan saat berkunjung ke Danau Toba, khususnya Dairi.

“Kita harus mencari Inovasi dan kreativitas yang dibutuhkan, yang dapat meningkatkan hasil produksi. Serta mendorong program one village one creative product,: ujarnya.

Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, kampung ulos terdiri dari lima desa yang memiliki 400 pengrajin ulos. “Semula masyarakat menenun untuk ulos adat adat, yang banyak dipesan oleh masyarakat di kabupaten lain seperti Simalungun, Karo, dan lainnya termasuk ulos Pakpak dan ulos Toba,” katanya.

Namun dari waktu ke waktu, kerajinan ulos belum bisa membawa kesejahteraan maksimal bagi para penenun. Karena itu, Pemkab Dairi berinisiatif melakukan diversifikasi produk, dari awalnya para penenun membuat ulos hanya untuk dikonsumsi saat upacara adat, kini mereka juga memproduksi ulos yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

“Langkah yang kami lakukan adalah mencari benang yang lebih halus dan lebih stylish, agar dapat diproduksi menjadi produk yang lebih fashionable,” ujarnya.

Untuk menjaga kelestarian alam, para petenun mewarnai benang menggunakan pewarna alami, yang berasal dari tanaman endemik di Dairi. “Cairan hasil perasan tumbuhan direbus, lalu benang dicelup ke dalamnya berulang-ulang hingga merata dan maksimal. Kami ingin program satu desa satu produk bisa berjalan dengan baik, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing” katanya. (rud/gus)

Saksi Korban Perkara UU ITE Merasa Dipermalukan di Persidangan, Oknum Hakim Bakal Dilaporkan ke Bawas MA

SAKSI: Pinktjoe Josielynn, saksi korban memberikan keterangan dalam kasus pencemaran nama baik, Rabu (17/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Korban pencemaran nama baik, Pinktjoe Josielynn akan melaporkan oknum hakim PN Medan, MD ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) dan Komisi Yudisial (KY). Laporan tersebut berkaitan perilaku majelis hakim yang diduga melanggar kode etik hakim saat memeriksa saksi pada persidangan Selasa (16/2) lalu.

SAKSI: Pinktjoe Josielynn, saksi korban memberikan keterangan dalam kasus pencemaran nama baik, Rabu (17/2).

“Saya sebagai saksi korban merasa keberatan dengan perlakuan majelis hakim, terkhusus hakim MD yang memeriksa saya di persidangan. Alasan keberatan saya, sebagai saksi korban yang seharusnya dibela malah diperlakukan seolah saya sebagai terdakwa,” kesalnya kepada wartawan.

Dia tak senang, lantaran beberapa pertanyaan yang ditujukan majelis hakim kepadanya, justru di luar pokok perkara dari persoalan pelanggaran UU ITE dengan statusnya sebagai korban. “Yang saya tidak terima lagi, saya diperolok-olok seolah sengaja dipermalukan di muka umum dalam persidangan itu. Bayangkan saja, saya dibilang telanjang oleh hakim MD difoto yang ditunjukkan di persidangan. Padahal di situ jelas pakai baju, nggak bisa dia membedakan orang pakai baju dengan telanjang,” ujarnya.

Selain merasa diintimidasi, ia juga merasa direndahkan harga dirinya di dalam persidangan yang dihadiri khalayak ramai. Karena itu, dia bertekad melaporkan perilaku majelis hakim tersebut ke Bawas MA dan KY agar sikap majelis tidak merendahkan para pencari keadilan khususnya dirinya sebagai saksi korban.

Apalagi jelas Josielynn, oknum hakim itu seolah ingin memaksakan kehendaknya, agar menurut sesuai keinginannya. Bahkan menggertak dengan ancaman keterangan palsu, dengan ancaman 7 tahun penjara. “Kami sedang mengkonsep laporan yang akan disampaikan ke Bawas MA dan KY. Saya berharap agar orang seperti saya yang berjuang mencari keadilan tidak diperlakukan semena-mena di hadapan hukum,” katanya. Ia menduga sikap hakim dinilai telah memihak ke terdakwa, sehingga memperlakukan dirinya seolah-olah terdakwa. Dia juga membantah bahwa dirinya tidak ada hubungan spesial dengan suami terdakwa Marianty.

Sebelumnya di dalam persidangan, terdakwa Marianty (41), warga Jalan Timur, Medan Timur, ini mengakui perbuatannya. Hal itu dikatakannya saat menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing. “Benar pak hakim, itu akun Facebook dan Instagram saya, dan saya yang mempostingnya,” sebut terdakwa Marianty.

Mengutip dakwaan JPU Dwi Meily Nova, pada 10 Maret 2020 lalu, terdakwa mengirimkan foto dengan kalimat yang bermuatan penghinaan terhadap korban Pinktjoe Josielynn melalui akun medsos miliknya di Insta Story Instagram dan Cerita Facebook. Pada Insta Story Instagram, terdakwa memposting foto Pinktjoe Josielynn yang sedang melakukan gym atau fitnes yang ditambahi kalimat pada foto tersebut dengan tulisan. “Ini janda yg uda membangunkan harimau yg lagi tidur lelap, dia jual lakik mana yg ga beli” tulisnya di medsos.

Selain itu, urai JPU, terdakwa juga menuliskan identitas Aphing yang disebut berstatus Janda dan dituliskan hamil sewaktu masih SMA, Shio Ayam, Asal Tebing, Gym tribefit sun plaza. Dan dituliskan pula kalimat “Uda terkenal suka seduce lakik org (memang incarannya)”

Selanjutnya, pada cerita Facebook, terdakwa memposting foto korban dengan kalimat, “Ini janda yg uda membangunkan harimau yg lagi tidur lelap, dia jual lakik mana yg ga beli”.

Atas perbuatan terdakwa melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE Subs Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (man)

Mencuri di Asahan, Warga Deliserdang Dihadiahi Timah Panas

DIRAWAT: Tersangka pencurian saat menjalani perawatan di rumah sakit setelah kakinya ditembak petugas.DARMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Unit Jatanras Satreskrim Polres Asahan meringkus seorang pelaku pencurian di Jalan Sei Dua, Kelurahan Sendang Sari, Kisaran Barat, Asahan, , Jumat (19/2) pukul 03.00 WIB. Karena berusaha kabur dan menyerang petugas, tersangka Budi (29), warga Percut Sei Tuan, Deliserdang ini, terpaksa ‘dihadiahi’ timah panas.

DIRAWAT: Tersangka pencurian saat menjalani perawatan di rumah sakit setelah kakinya ditembak petugas.DARMAWAN/SUMUT POS.

Kapolres Asahan, AKBP Nugroho Dwi Karyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ramadhani didampingi Kasubbag Humas, AKP Selamat Riadi mengatakan, ditangkapnya tersangka berdasarkan laporan warga Dusun II, Desa Subur, Kecamatan Air Joman, Asahan, yang kehilangan tabung gas beserta handphone miliknya.

“Mendapat laporan tersebut dengan sigap personel Unit Jatanras langsung menuju lokasi kejadian. Pelaku sempat melarikan diri dan sepeda motornya tertinggal di lokasi. Kemudian sekira pukul 09.00 WIB, personel Unit Jatanras melakukan pengejaran dan dua jam kemudian, personel berhasil meringkus pelaku,” kata AKP M Ramadhani kepada wartawan.

Saat dicek lebih lanjut, kata AKP M Ramadhani, ternyata sepeda motor Beat yang ditinggalkan pelaku juga merupakan hasil curian di Dusun I, Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat, Asahan.

“Saat kita lakukan pengembangan, pelaku menyerang petugas dan mencoba kabur, sehingga kita melakukan tindakan tegas dan terukur. Kemudian pelaku kita bawa ke RSUD Haji Abdul Manan Simatupang Kisaran untuk mendapatkan perawatan medis dan selanjutnya kita bawa ke Mapolres Asahan untuk penyidikan lebih lanjut,” ungkap mantan Kasatreskrim Polres Tebing tinggi ini.

Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih BK 6787 VBL, 1 tabung gas LPG 3 Kg, 1 unit handphone Samsung, 1 unit Handphone Nokia dan 1 buah obeng. (mag-9)

Terpidana Korupsi Revitalisasi Terminal Amplas Serahkan Diri, Langsung Dieksekusi ke Rutan Tanjunggusta

ISTIMEWA SERAHKAN DIRI: Terpidana korupsi revitalisasi Terminal Amplas yang juga mantan Plt Kabid Pengawasan dan Survei pada Dinas Perkim Medan, Khairudi Hazfin Siregar saat menyerahkan diri ke Kejari Medan, Jumat (19/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terpidana korupsi pembangunan revitalisasi Terminal Amplas, Khairudi Hazfin Siregar menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Medan, Jumat (19/2) pekan lalu. Mantan Plt Kabid Pengawasan dan Survei Dinas Perkim Kota Medan itupun langsung dieksekusi ke Rutan Klas I Tanjunggusta Medan.

ISTIMEWA SERAHKAN DIRI: Terpidana korupsi revitalisasi Terminal Amplas yang juga mantan Plt Kabid Pengawasan dan Survei pada Dinas Perkim Medan, Khairudi Hazfin Siregar saat menyerahkan diri ke Kejari Medan, Jumat (19/2).

“Terpidana dengan kooperatif datang ke Kejari Medan dan langsung dieksekusi Jumat (19/2) lalu,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Medan, Bondan Subrata, Minggu (21/2) sore.

Dijelaskan Bondan, eksekusi dilakukan berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 2406.K/Pid.Sus/2018 tanggal 22 Januari 2019, bahwa Khairudi Hazfin Siregar dijatuhi hukuman pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp200.000.000 subsider 6 bulan kurungan. Dia terbukti melakukan korupsi proyek revitalisasi Terminal Terpadu Amplas yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar Rp5.651.448.000. Menurut Bondan, Khairudi belum sempat masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Karena saat mau dieksekusi saat itu, dia sakit sehingga tidak jadi,” kata mantan Kasi Pidum Kejari Sleman ini.

Perbuatan Khairudi terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Kasus ini bermula ketika proyek revitalisasi terminal terbesar di Medan itu ditemukan 6 item volume pekerjaan tidak sesuai kontrak dan dinilai amburadul. Keenam item volume pekerjaan yang dimaksud yakni area pengerasan lahan, pekerjaan overlay pekerasan lama, peningkatan utilitas pemasangan pada bagian instalasi jet pump dengan status nihil dan drainase pada normalisasi saluran lama.

Kemudian, item perbaikan saluran pada pembuatan penutup drainase (beton) dan terakhir pembuatan kanopi area drop off MPU pada pengecoran kolom. Setelah dilakukan penelitian oleh ahli untuk kegiatan tersebut dan perhitungan kerugian negara dari konsultan akuntan publik diketahui terdapat kekurangan volume untuk pekerjaan terhitung selama 90 hari kalender.

Untuk kekurangan volume pada pekerjaan pembangunan revitalisasi Terminal Terpadu Amplas diketahui jumlah kerugian negara sebesar Rp 491.104.883 yang dihitung oleh akuntan publik. (bbs)

Institut Kesehatan Helvetia Penyuluhan Sadari Deteksi Dini Kanker Payudara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angka kejadian kanker di Indonesia kini mencapai 136/100.000 penduduk. Indonesia pun menjadi urutan ke-8 di Asia Tenggara atau urutan ke-23 di Asia. Prevalensi terbesar adalah kanker payudara.

KANKER: Riska Maulidanita (3 kanan) pada penyuluhan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) sebagai deteksi dini.

Rentang usia terbanyak penderita kanker payudara adalah 40 tahun ke atas. Tetapi, sekarang trennya agak maju. Perempuan dari usia 30 tahun sekarang mulai banyak yang mengidap kanker payudara.

Untuk meminimalisir permasalahan ini, dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Medan melaksanakan penyuluhan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) sebagai deteksi dini.

Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Klinik Ratna Jalan Karya Gang Salak Desa Helvetia, Senin 15 Februari 2021. Kegiatan ini dihadiri 15 Wanita Usia Subur (WUS) yang terdiri dari tiga remaja dan 12 dewasa.

Riska Maulidanita, SST MKM dan Nurul Mouliza SST MKM sebagai dosen yang memberikan penyuluhan tersebut.
”Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang diterbitkan pada 3 Februari 2021. Kanker payudara kini telah menyalip kanker paru-paru sebagai kanker yang paling sering didiagnosis di dunia dari statistik International Agency for Research on Cancer (IARC),” kata Riska Maulidanita SST MKM di Medan, Minggu (21/2).

Dalam dua dekade terakhir, sebut Riska Maulidanita, jumlah keseluruhan orang yang didiagnosis menderita kanker hampir dua kali lipat. Dari perkiraan 10 juta pada tahun 2000 menjadi 19,3 juta pada tahun 2020.

”Saat ini, satu dari lima orang di seluruh dunia akan mengembangkan kanker selama masa hidup mereka. Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah orang yang didiagnosis dengan kanker akan meningkat masih lebih jauh di tahun-tahun mendatang.

Jumlah kematian akibat kanker juga meningkat, dari 6,2 juta pada 2000 menjadi 10 juta pada 2020. Lebih dari satu dari setiap enam kematian adalah karena kanker,” ucapnya.

Ia menyebut angka kejadian kanker di Indonesia 136/100.000 penduduk, Indonesia menjadi urutan ke-8 di Asia Tenggara atau urutan ke-23 di Asia. Sedangkan prevalensi terbesar adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100 ribu penduduk. Kemudian diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100 ribu penduduk.

Pada Hari Kanker 4 Februari, kata dia, dijelaskan bahwa penderita kanker di Sumut pada tahun 2019 sebanyak 856 kasus. ”Rentang usia terbanyak adalah 40 tahun ke atas. Tetapi, sekarang trennya agak maju. Perempuan dari usia 30 tahun sekarang mulai banyak yang mengidap kanker payudara. Sementara, usia belasan sampai 20 tahunan masih terhitung kecil persentasenya,” rinci Riska Maulidanita.

Berdasarkan data dari laman Breast Cancer, 1 dari 1.732 perempuan dari usia 20-29 tahun akan mengembangkan kanker payudara. Sementara, 1 dari 228 perempuan dari rentang usia 30-39 tahun berpotensi mengembangkan kanker yang sama. Risiko semakin meningkat pada perempuan berusia 40-49 tahun dengan prevalensi 1 dari 69 perempuan.

Penyebab kanker payudara belum diketahui dan masih diteliti hingga sekarang. Namun, ada sejumlah faktor risiko yang perlu diketahui yang paling utama adalah terlahir sebagai perempuan dan bertambahnya usia.

Selain itu, kata Riska Maulidanita,
masih ada faktor lain seperti memiliki riwayat personal terkena kanker payudara atau kanker ovarium, ada riwayat keluarga yang terkena kanker payudara, memiliki kepadatan payudara yang tinggi saat dilakukan mammogram. Kemudian memiliki biopsi yang menunjukkan hiperplasia, memiliki anak pertama setelah usia 35 tahun dan mempunyai tingkat androgen atau estrogen yang tinggi.

Dosen Institut Kesehatan Helvetia ini mengingatkan untuk menghindari makanan yang bersifat karsinogenik seperti makanan yang dibakar di atas arang. Lalu hindari makanan yang berpengawet, pewarna dan makanan kaleng serta makanan yang diberi penyedap rasa.

”Jangan lupa juga untuk menghindari daging unggas yang diberi injeksi hormon. Biasanya, ayam diberi suntikan hormon agar pertumbuhannya lebih cepat dan bobotnya lebih berat. Daging unggas yang disuntik hormon akan menyebabkan pembentukan sel-sel kanker, khususnya kanker payudara. Hal ini diungkap oleh laman University of North Carolina,” imbuhnya.

Terdapat ciri-ciri spesifik yang tidak sama terjadi pada setiap perempuan. Gejala paling umum adalah terdapat perubahan pada bentuk payudara. ”Ada beberapa hal yang perlu diketahui yaitu terdapat perubahan bentuk payudara, keluarnya cairan pada puting payudara, puting tertarik kedalam dan terdapat kerutan,” ungkap Riska Maulidanita.

Ini menjadi awam bagi masyarakat sehingga perlunya edukasi tentang pemeriksaan payudara sendiri (Sadari). ”Tujuannya agar kita mengetahui apabila ada perubahan pada payudara. Sehingga, apabila ada perubahan kita bisa mengambil tindakan secepatnya dan disarankan agar kita melakukan Sadari tersebut. (dmp)