Home Blog Page 3682

Smartfren Kembali Salurkan Bantuan Kuota 2021

KUOTA: Pelajar sedang menggunakan kuota data Smartfren untuk mengerjakan tugas yang diberikan pihak sekolah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejalan dengan komitmen untuk mendukung terlaksananya kegiatan pendidikan di tengah pandemi Covid-19, Smartfren memastikan turut serta menyukseskan penyaluran Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk siswa, guru dan dosen. 

KUOTA: Pelajar sedang menggunakan kuota data Smartfren untuk mengerjakan tugas yang diberikan pihak sekolah.

Bantuan Kuota Data Internet tersebut disalurkan pada seluruh pelanggan yang nomornya telah didaftarkan pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) melalui pihak sekolah maupun Pangkalan Data Pendidikan Tinggi melalui pihak universitas.

 Merza Fachys, President Director Smartfren mengatakan, Smartfren selalu siap mendukung program pemerintah, dan selalu hadir untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen yang membutuhkan koneksi internet untuk kegiatan belajar maupun mengajar.

“Dengan jaringan yang sudah 100% 4G LTE Advance dan coverage 4G terluas di Indonesia, kami yakin kegiatan pembelajaran jarak jauh menggunakan video streaming dan berbagai fitur online lain bisa terlaksana dengan lancar dan jelas. Selain itu kami juga ingin mengajak semua orang untuk tetap produktif, berkarya dan terus membuka peluang baru menuju cita-citanya dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021 dari Kemendikbud disalurkan sesuai dengan data yang telah terdaftar selama periode sebelumnya. Bantuan Kuota Data Internet kali ini akan berlangsung selama 3 bulan, dengan periode penyaluran pertama pada 11 – 15 Maret 2021.

Cara mendapatkan Bantuan Kuota Data Internet kali ini masih sama sederhananya dengan yang terdahulu. Cukup AKTIFKAN-DAFTARKAN-GUNAKAN. Aktifkan nomornya, daftarkan melalui pihak sekolah atau universitas, dan gunakan di jaringan Smartfren yang sudah 100% 4G LTE Advance.

Nomor yang sudah terdaftar akan mendapatkan notifikasi saat mendapatkan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021. Pelanggan Smartfren dapat mengecek kuota tersebut dengan mudah melalui aplikasi MySmartfren. Sesuai dengan keputusan dari Kemendikbud, Bantuan Kuota Data Internet yang diberikan kali ini bisa digunakan untuk mengakses segala kebutuhan belajar dan mengajar. Namun tidak dapat dipakai untuk mengakses situs-situs yang saat ini diblokir oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi, dan aplikasi yang tidak berhubungan langsung dengan Bantuan Kuota Data Internet yakni, Instragram, Facebook, Twitter serta Tik Tok.

Adapun besar bantuan kuota data yang disalurkan oleh Smartfren kepada masing-masing pelanggan terdaftar adalah, Peserta Didik Jenjang PAUD sebesar 7 GB/bulan selama 3 Bulan, Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar 10 GB/bulan selama 3 Bulan, Pendidik Jenjang PAUD dan Pendidikan Dasar dan Menengah sebesar 12 GB/bulan selama 3 Bulan, dan Dosen dan Mahasiswa sebesar 15 GB/bulan selama 3 Bulan.

Informasi lebih detil mengenai Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021 dapat dilihat melalui: https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/ 

Selain siap untuk selalu mendukung program bantuan kuota data internet dari Kemendikbud, Smartfren juga menyediakan berbagai produk yang dapat digunakan mendukung berbagai kegiatan belajar, mengajar, maupun bekerja. Pada awal 2021 ini, Smartfren telah memperbarui paket Unlimited dan Kuota Nonstop dengan tambahan Extra Unlimited Malam Full Speed sehingga pelanggan bisa puas internet dari pagi sampai pagi lagi, tanpa khawatir. Fitur Extra Unlimited Malam Full Speed akan otomatis aktif pada 01.00 – 05.00 WIB, tanpa mengurangi manfaat yang sudah diperoleh dari paket yang aktif. (rel/ram)

Luncurkan #PesanDariRumah, Gojek Dorong Perubahan Perilaku Mitra Taat Protokol Kesehatan

PANELIS: (searah jarum jam) Raditya Wibowo - Chief Transport Officer Gojek, Yudo Anggoro - Director Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Teuku Parvinanda - Vice President Corporate Affairs Gojek.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai penyedia layanan transportasi on-demand terdepan di Asia Tenggara, Gojek, secara aktif turut serta dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 dengan memaksimalkan investasi dan inovasi untuk memperkuat protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K).

PANELIS: (searah jarum jam) Raditya Wibowo – Chief Transport Officer Gojek, Yudo Anggoro – Director Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Teuku Parvinanda – Vice President Corporate Affairs Gojek.

Sejak diterapkannya di awal pandemi, protokol J3K Gojek kini bahkan dinilai sebagai protokol kesehatan terlengkap dengan standar tertinggi dibandingkan dengan 12 pemain serupa di 10 negara berdasarkan hasil riset Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) tahun 2020. Dalam riset ini, SBM ITB membandingkan kebijakan protokol kesehatan tiap pelaku industri dalam memberikan keamanan lebih bagi mitra driver dan pelanggan.

Raditya Wibowo, Chief Transport Officer Gojek menyampaikan, semua orag memiliki peran dalam menjaga kesehatan, kebersihan, dan keamanan satu sama lain. Oleh karena itu, kami menghadirkan gerakan #PesanDariRumah yang terinspirasi dari aspirasi keluarga mitra driver untuk selalu mengingatkan dan meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab bersama antara pelanggan serta mitra driver dalam menerapkan protokol J3K selama berkendara.

“Dengan melibatkan keluarga mitra driver dalam gerakan #PesanDariRumah, kami berharap kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol J3K terus terjaga dan dapat berkontribusi dalam upaya menekan angka penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Keseriusan Gojek dalam mengimplementasikan protokol J3K difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pilar Edukasi, Teknologi, dan Infrastruktur yang saling melengkapi. Tiga pilar ini berfungsi untuk terus mendorong kebiasaan taat protokol kesehatan yang telah terbentuk di masyarakat dapat terus dijalankan secara ketat.

Pilar Edukasi merupakan upaya kolektif untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan saat beraktivitas sekaligus melawan pandemi bersama-sama, antara lain edukasi secara berkelanjutan terkait kewajiban penerapan protokol kesehatan selama pandemi bagi mitra driver dan pelanggan (jaga jarak, penggunaan masker, hand sanitizer, desinfektan)

Edukasi manfaat vaksin melalui kanal komunikasi yang sesuai dengan karakteristik mitra driver: aplikasi mitra driver (GoPartner), KOPDAR, mengajak figur kompeten dan terpercaya seperti yang baru dilakukan bersama dr. Reisa Broto Asmoro, juru bicara Satgas Covid-19 Nasional.

  • Gerakan #PesanDariRumah dengan melibatkan keluarga dari mitra driver untuk mengingatkan pentingnya saling menjaga antara mitra driver dan pelanggan dengan mematuhi protokol J3K di perjalanan. Pengoperasian Mobil #PesanDariRumah di 14 kota besar di Indonesia.

Pilar Teknologi menghadirkan ragam inovasi dalam bentuk fitur teknologi di aplikasi mitra driver maupun pelanggan terkait kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, di antaranya, status suhu tubuh mitra driver dan kebersihan kendaraan di aplikasi pelanggan. Fitur “Komitmen Keamanan terhadap Protokol J3K” di aplikasi pelanggan, dan Fitur Ceklis Protokol J3K dan Selfie Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver. Ada juga Fitur Geofencing dan Fitur “Laporan Kepatuhan Protokol Kesehatan”.

Pilar Infrastruktur terdiri dari elemen-elemen fisik penunjang berjalannya protokol kesehatan, seperti, Pengoperasian Posko Aman J3K yang wajib dikunjungi mitra driver secara rutin apabila ingin beroperasi, Penerapan kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (masker, hand sanitizer, J3K Shield atau extension kaca helm mitra driver GoRide), Penggunaan sekat pelindung pada armada GoRide dan GoCar, Pengoperasian Zona NyAman J3K (titik tunggu atau pemesanan GoRide dan GoCar Instan), Layanan Drive-Thru Vaksin dan Vaksinasi Mitra, serta Halodoc dengan dukungan Gojek.

Raditya menambahkan dari ketiga pilar tersebut, pilar Edukasi memiliki peran paling besar dalam membentuk kebiasaan positif para pengguna ekosistem.

“Data internal kami bahkan menunjukkan ada lebih dari 700.000 penolakan order yang dilakukan mitra driver kepada pelanggan yang tidak memakai masker. Kami juga menemukan bahwa mayoritas mitra driver Gojek bersedia untuk divaksinasi setelah mengikuti kegiatan edukasi mengenai vaksin yang diselenggarakan oleh Gojek. Beberapa temuan tersebut menjadi bukti bahwa inisiatif J3K Gojek berdampak sangat positif bagi perubahan kebiasaan di dalam ekosistem kami,” tutur Raditya.

Pada kesempatan yang sama, Yudo Anggoro selaku Director Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) mengatakan, layanan transportasi Gojek telah mendapat tempat spesial di hati masyarakat Indonesia. Bahkan, protokol J3K Gojek telah dikenal sebagai protokol kesehatan berstandar tinggi untuk layanan angkutan online.

“Sebagai wadah dari populasi besar mitra driver, Gojek memiliki kesempatan untuk membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19 lewat inisiatif yang dijalankan. Gerakan #PesanDariRumah dari Gojek mendukung upaya kolektif pelanggan serta mitra driver agar dapat tetap produktif sekaligus berperan aktif dalam menanggulangi penyebaran Covid-19,” tuturnya. (rel/ram)

Gudang Penyimpanan Barang Bekas Terbakar

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satu unit gudang tempat penyimpanan barang bekas milik Agim, yang berlokasi di Jalan Pukat VI/VII, Lingkungan VIII, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, ludes dilalap si jago merah, Kamis (18/3) dini hari, sekira pukul 01.30 WIB. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, kebakaran terjadi karena hubungan arus pendek listrik (korslet)

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Medan, Albon Sidauruk mengatakan, delapan unit mobil pemadam kebakaran diturunkan ke lokasi dan api dengan cepat berhasil dipadamkan. “Tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian, belum bisa dipastikan,” ucap Albon Sidauruk kepada sejumlah wartawan.

Personel kepolisian Polsek Percut Seituan yang juga tiba di lokasi, langsung mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi.Tim Inafis Polrestabes Medan juga ikut turun ke lokasi serta langsung melakukan pemeriksaan penyebab terjadinya kebakaran tersebut. (mag-1/ila)

Berawal dari Masa Covid-19, Mak Oyong Hadirkan Konten Kreatif

KRU: Para kru yang tergabung di Mak Oyong.triadi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Konten Mak Oyong mulai aktif di YouTube pada bulan November 2020 yang lalu. Hadirnya Mak Oyong disebabkan kegiatan kegiatan yang mulai berkurang karena wabah covid-19.

KRU: Para kru yang tergabung di Mak Oyong.triadi/sumut pos.

Mak Oyong diprakarsai oleh tiga sahabat yang dari bangku kuliah memang sudah berteman akrab, yakni Hafiz (Mak Sumanto/Afiz), Tazli (Sumanto) dan Kurnia Syahputra. Hafiz dan Tazli sebagai pemain, skenario dan sutradara, sedangkan Kurnia Syahputra sebagai kameramen.

Hafiz mengatakan mereka bertiga adalah sahabat yang awalnya berbeda pekerjaan, dimana Hafiz awalnya seorang pedagang, sedangkan Tazli berkarir seorang wartawan dan Kurnia di dunia pendidikan.

“Ternyata dengan masa covid-19 ini menjadi sebuah ide untuk membuat sebuah konten ringan, namun mengemasnya dengan cerita keseharian masyarakat kampung yang menarik dan lucu,”katanya, Senin (15/3/2021).

Setelah mereka mulai mencari tempat untukn

membuat konten tersebut, mereka inisiatif untuk mengajak kawan Tazli dan Kurnia, dimana mereka memang sudah lama kenal, yakni Nisa Lubis (Mak Nyinyir) yang berprofesi sebagai wartawan juga. Kemudian mengajak kawan sekampus Haykal Abimayu (Pak Kepling).

“Sekarang ini episode demi episode mulai ditonton kawan, saudara hingga melebar ke masyarakat lainnya. Sehingga dalam 3 bulan Mak Oyong sudah dikenal orang, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya,” ujarnya.

Kemudian Tazli dan Hafiz sepakat memanggil senior mereka yakni bang Zul Pulungan untuk bergabung menjadi sutradara tetap. “Alhamdulillah bang Zul mau bergabung dengan kami,” ujarnya.

Tazli menambahkan saat ini, Mak Oyong sudah memiliki 14 episode, dimana per episode menghantarkan penonton terpingkal pingkal karena bahasanya yang khas Medan kali, ditambah ide cerita pun lucu dan menarik. Bahkan pemainpun mulai datang silih berganti.

“Dengan berjalannya waktu kami menambah pemeran untuk anak Mak Nyiyir yakni Syaifullah (Ipul) yang juga kawan sekampus, juga seorang wartawan. Karena selain kak Nisa Lubis (Mak Nyiyir) kami adalah alumni di LKK Unimed,” katanya.

Tazli mengatakan, bahwa mereka menjaga kekompakan dalam membangun “Mak Oyong”, dan mulai tiap episode dimunculkan beberapa pemain seperti Liza, Izal, Masta, Apri, Kiki ditambah kameramen Rahman. Tak lupa juga dalam menghasilkan tiap episode membutuhkan tim pendukung yang siap melengkapi properti yakni Kang Abien.

“Sampai saat ini “Mak Oyong” masih membutuhkan subcribe dan jumlah jam tayang. Dan kami harus tetap semangat, tetap solid untuk serius melanjutkan konten ini. Sebab kami percaya ketika kemauan dan kerja keras dilakukan, pasti ada kesuksesan,” ujar Tazli.

Sedangkan Nisa Lubis (Mak Nyinyir) mengatakan bahwa di “Mak Oyong” beliau memerankan sebagai emak-emak yang kepo dengan tetangga-tetangganya terutama dengan Mak Sumanto.

“Saya di sini berperan sebagai emak-emang yang hobi gosip, suka meremehkan semua tetangga tetangganya. Jadi bagi kawan-kawan yang belum nonton Mak Oyong segera di tonton, subcribe, like dan komen ya!!!,” pungkasnya. (tri/ila)

12 Bangunan Bermasalah Diduga Dibekingi Oknum Dewan

BONGKAR: Pemko Medan membongkar bangunan di Jalan Hindu VII, yang dipimpin Wali Kota Medan, Bobby Afif Nasution.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang oknum anggota DPRD Medan berinisial PM diduga membekingi 12 bangunan yang menyalahi izin di Kota Medan. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT kepada wartawan, Rabu (17/3).

Ilustrasi.

Dikatakan Benny, bangunan bermasalah yang di backup oleh oknum berinisial PM itu, rata-rata merupakan bangunan yang tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) sehingga jelas-jelas telah menyalahi izin yang resmi.

Dirincikan Benny, adapun beberapa contoh bangunan bermasalah yang di backup oknum berinisial PM itu, antara lain terletak di Jalan Sena No.116/118, Kelurahan Perintis, Medan Timur. Lalu, Jalan Sidomulyo Sudut, Jalan Perbatasan Pulo Brayan Darat 1 Kec Medan Timur. Selain itu, Jalan Selam 1 No.16 Kelurahan Tegal Sari Mandala 1 Kecamatan Medan Timur.

Lanjut lagi ke Bangunan di Jalan AR Hakim Gg Buntu Kelurahan Tegal Sari Medan Area. Bangunan Jalan Badik, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Medan Perjuangan. Bangunan di Jalan Madio Utomo Gg Buntu, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan.

Bangunan di Jalan Pukat II/Jalan Sejati gg Seniman No 4 Bantan Timur Kec Medan Tembung. Bangunan restoran di Kelurahan Sitirejo 2 Medan Amplas. Kemudian PM juga disebut memback-up bangunan bermasalah di Jalan HM Yamin No.656 Kelurahan Pahlawan, Medan Perjuangan.

Bangunan bermasalah lainnya di Jalan Pukat 1 No.68 Bantan Timur, Medan Tembung juga dibekap PM. Bangunan di Jalan Selam 1 Mandala 1 Medan Denai dan bangunan bermasalah di Jalan Datuk Rubiah gg Musola Rengas Pulau Medan Marelan. “Sementara ini data yang kita ketahui ada sekitar 12 bangunan menyalahi aturan yang dibackup oknum inisial PM. Kita akan tindak, karena memang Pak Wali Kota instruksikan agar bangunan menyalah ditindak,” kata Benny Iskandar.

Soal praktik perlindungan ilegal yang dilakukan PM ini, dibenarkan juga oleh KasatPol PP Kota Medan M. Sofyan. Baru-baru ini dia mengungkapkan, pihaknya pernah mendapatkan intervensi dari oknum anggota DPRD Medan berinisial PM tersebut saat hendak mengeksekusi bangunan yang menyalahi aturan.

“Terakhir saat eksekusi bangunan eks Portibi di Kesawan memang tidak ada intervensi. Tapi sebelum-sebelumnya, oknum tersebut sering mencoba melakukan intervensi agar bangunan yang akan kami eksekusi tidak jadi dieksekusi,” ungkapnya.

Saat heboh isu backup terhadap bangunan di kawasan Kesawan beberapa waktu lalu, terungkap oknum anggota DPRD Medan berinisial PM itu juga membackup sebuah rumah sakit yang sedang dibangun di Jalan S. Parman. Rumah sakit tersebut dibangun dengan ketinggian yang tidak sesuai dengan regulasi. Lalu, sebuah bangunan yang memakan sempadan di Jalan Durung, Medan Perjuangan.

Sayangnya, terkait adanya dugaan keterlibatan oknum dewan dalam membackup bangunan bermasalah di Kota Medan, Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak tak dapat dikonfirmasi wartawan.

Berkali-kali selulernya dihubungi,  namun Paul Mei tak menerima telepon yang dimaksud meski terdengar nada aktif. Pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan juga tak mendapatkan jawaban. (map/ila)

Pegawai Imigrasi Medan Divaksinasi Covid-19

DIVAKSIN: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Tato J Hidayawan saat divaksin Covid-19.bagus/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan melaksanakan vaksinisasi Covid-19 diikuti ratusan pegawai di Kantor Imigrasi Medan di Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (18/3).”Vaksin serentak sudah kita laksanakan hari ini (kemarin,Red) sampai gelombang dua,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Tato J Hidayawan kepada wartawan di Kantor Imigrasi Medan, Kamis (18/3) siang.

DIVAKSIN: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Tato J Hidayawan saat divaksin Covid-19.bagus/sumut pos.

Tato mengatakan, vaksin Covid-19 dilaksanakan dua gelombang, selama dua hari, pada tanggal 17-18 Maret 2021. Sedangkan jumlah yang divaksin sebanyak 246 pegawai PNS dan 46 Pegawai Pemerintah Non Pengawai Negeri (PPNPN). “Kita bagi dua, jadinya dua gelombang. Tujuan kita dari program pemerintah ikut melakukan vaksin Covid-19 untuk menekan penyebaran Covid-19,” kata Tato.

Tato mengakui selama pandemi Covid-19, pelayanan permohonan paspor menurun drastis. Tap, melalui program ‘Eazy Passport’ dengan pelayanan jemput bola untuk pengajuan dan pengurusan paspor langsung dari pemukiman warga. “Satu program kita, Eazy Pasport mendatangi disuatu tempat seperti Mutiara Risendance. Kita datangi mereka dari manajemen dengan mendatangi petugas dan mobile unit,” jelas Tato.

Melalu program ‘Eazy Passport’, Tato menilai masyarakat tidak perlu repot mendatangi kantor Imigrasi. Pelayanan permohonan paspor dilakukan dengan mudah dan cepat. “Proses pengurusan paspor di sana, pembayaran juga di sana oleh PT Pos Indonesia,” pungkas Tato.(gus/ila)

Komisi I Minta PDAM Tirtanadi, Batalkan Lonjakan Tagihan!

MELAPOR ke OMBUDSMAN: Ezzy Herzia (56), warga Jalan Gaperta, Medan Helvetia, melapor ke Ombudsman karena tagihan air PDAM Tirtanadi mendadak membengkak mencapai Rp4,2 juta.idris/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Melonjaknya tagihan penggunaan air PDAM Tirtanadi mendapatkan reaksi keras dari wakil rakyat di DPRD Medan. DPRD Medan menilai, melonjaknya tagihan kepada para pelanggan dikarenakan perubahan sistem pencatatan meteran penggunaan air dari sistem manual ke sistem digital (android system), bukan lah kesalahan pelanggan. Sehingga, lonjakan tagihan harus dibatalkan.

MELAPOR ke OMBUDSMAN: Ezzy Herzia (56), warga Jalan Gaperta, Medan Helvetia, melapor ke Ombudsman karena tagihan air PDAM Tirtanadi mendadak membengkak mencapai Rp4,2 juta.idris/sumutpos.

“Di sini jelas kesalahan bukan pada pelanggan, tetapi teknis perubahan sistem pencatatan. Itu bukan kemauan pelanggan, itu teknisnya ada pada PDAM sendiri. Jadi kalau pada akhirnya jumlah yang dibayar tidak sesuai atau lebih kecil dari yang seharusnya, maka itu bukan tanggungjawab pelanggan, tapi tanggungjawab dari PDAM sendiri,” ungkap anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution kepada Sumut Pos, Kamis (18/3).

Sehingga, kata Mulia, PDAM Tirtanadi tidak dapat membebankan lonjakan tagihan penggunaan air akibat akumulasi selisih perhitungan meteran penggunaan antara sistem manual dengan sistem digital tersebut kepada para pelanggan.

“Tapi faktanya, saat ini warga Kota Medan yang merupakan pelanggan PDAM terus berdatangan untuk membuat laporan ke Ombudsman (Sumut) atas hal ini. Sebab, lonjakan tagihan akibat selisih perhitungan antara sistem manual dengan sistem digital, itu tidak bisa dibebankan kepada masyarakat,” ujarnya.

Mulia menegaskan, hal ini juga sekaligus menambah catatan merah bagi PDAM Tirtanadi. Mengingat, selama ini masyarakat Kota Medan yang merupakan mayoritas pelanggan PDAM Tirtanadi banyak mengeluhkan buruknya pelayanan dari PDAM Tirtanadi.

“Dari dulu masyarakat sudah banyak mengeluh, mulai dari air yang sering mati, kalau pun hidup tapi sangat kecil jalannya, dan lain-lain. Tapi saat membayar, tagihannya cukup besar. Nah sekarang, ini menjadi ‘catatan merah’ lagi buat PDAM Tirtanadi,” tegasnya.

Untuk itu, selaku Wakil Rakyat di DPRD Medan, Mulia meminta kepada manajement PDAM Tirtanadi untuk segera membatalkan lonjakan tagihan penggunaan air yang sudah dibayarkan. Sedangkan untuk tagihan bulan berjalan atau selanjutnya, tetap dibayarkan sesuai dengan penggunaan bulan berjalan dan bulan-bulan berikutnya.

“Yang sudah dibayar, ya sudah. Jangan lagi diakumulasikan dengan selisih perbedaan jumlah meteran antara sistem manual dengan digital, karena itu bukan kesalahan pelanggan dan bukan tanggungjawab pelanggan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumut menerima sejumlah laporan dari pelanggan PDAM Tirtanadi Sumut mengenai tagihan rekening air yang tidak wajar. Bahkan, rumah yang sudah 3 tahun kosong tagihannya mencapai belasan juta rupiah.

“Ada tagihan rekening air dari rumah pelanggannya yang sebelumnya rata-rata Rp200.000 melonjak hingga Rp12 juta lebih, dan rumah yang tagihan airnya melonjak sangat tak wajar itu, ternyata menurut pemiliknya tidak dihuni alias kosong sudah sekitar 3 tahun, dan aliran air ke rumah itu juga tidak jalan,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, Kamis (18/3).

PDAM Tiratanadi Sumut melalui Sekretaris Perusahaan, Humarkar Ritonga, memberi penjelasan, Tirtanadi tidak akan mengambil untung yang tidak wajar kepada pelanggan atas pemakaian airnya. Dan terkait tagihan air rumah kosong yang mencapai Rp12 juta per bulan itu, kata Humarkar, Tirtanadi masih belum mengetahui kebenarannya.

Jikapun itu benar sesuai faktanya, kata Humarkar, penyebabnya karena ekses dari peralihan sistem pencatatan meter dari yang sebelumnya manual ke sistem android.

Sebagaimana telah disebutkan Direktur Utama Tirtanadi, lanjut Humarkar, dalam peralihan pencatatan meter, ada sejumlah pelanggan yang terdampak. Sebab patokan Tirtanadi adalah stand akhir pemakaian air secara aktual. Artinya yang dihitung adalah aktual akhir berapa pemakaian stand meter. “Kalau itu yang terjadi (ekses peralihan pencatatan), Tirtanadi tidak buang badan. Persoalan seperti ini akan kami tangani dan sudah ada peraturan penanganannya,” kata Humarkar Ritonga.

Karena itu si pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan air, saran Humarkar, dapat melaporkannya ke Cabang Tirtanadi terdekat, dengan melampirkan surat permohonan keringanan biaya tagihan. “Tirtanadi tidak akan buang badan,” ujarnya

Sebelumnya, Ezzy Herzia (56) warga Jalan Gaperta, Medan Helvetia, terkejut mengetahui tagihan air PDAM Tirtanadi pemakaian bulan Februari mendadak membengkak mencapai Rp4,2 juta. Padahal, tagihan bulan sebelumnya atau Januari tahun yang sama tak sampai Rp500.000.

Merasa keberatan tagihannya tiba-tiba melambung, Ezzy membuat laporan ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut. Laporan dilakukan karena terindikasi terjadinya maladministrasi.

“Biasanya tagihan air berkisar Rp200.000-an atau Rp400.000an perbulan. Namun, tiba-tiba tagihan pemakaian Februari yang dibayar bulan Maret menjadi Rp4,2 juta,” ungkap Ezzy Herzia seusai membuat laporan, Jumat (12/3) lalu.

Dikatakan dia, kenaikan tagihan sudah terjadi sejak Desember 2020. Saat itu, tagihannya menjadi Rp460.600. “Di bulan Januari 2021 untuk pemakaian bulan Desember naik menjadi Rp467.000. Sedangkan tagihan Februari pemakaian Januari melonjak Rp528.000. Makanya, tagihan Maret untuk pemakaian Februari belum saya bayar karena besar sekali jumlahnya dan tidak masuk akal,” kesal dia.

Ezzy mengaku, dengan membengkaknya tagihan Maret yang mencapai Rp4,2 juta tersebut, sudah dipertanyakan ke PDAM Tirtanadi Cabang Diski dan tetap diminta membayar. Namun, sayangnya tidak dijelaskan secara rinci kenapa bisa melonjak tagihan tersebut. “Mereka (PDAM Tirtanadi Cabang Diski) malah memberi keringanan sampai 50%, tapi saya tetap enggak mau membayar karena enggak tahu apa masalah sebenarnya sehingga tagihan saya membengkak. Padahal, setiap bulan saya terus bayar,” jelasnya. (map/ris/ila)

Petugas Tracing Puskesmas Dipecat Sepihak Dinkes Medan

WAWANCARA: Petugas tracing Puskesmas Sentosa Baru, Liana Purba saat diwawancarai wartawan.idris/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang contact tracer atau petugas tracing Puskesmas Sentosa Baru, Liana Purba, diduga dipecat sepihak oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan. Mirisnya, Liana diputus hubungan kerja sebagai pekerja harian lepas (PHL) karena melakukan tracing terhadap kerabat pegawai Dinkes Medan.

WAWANCARA: Petugas tracing Puskesmas Sentosa Baru, Liana Purba saat diwawancarai wartawan.idris/sumu tpos.

Liana menceritakan, awalnya pada tanggal 3 Maret lalu ada masuk data ke Puskesmas Sentosa Baru atas nama kerabat dari pegawai Dinkes Medan inisial SMD dan MUP. Karena tugasnya mendata warga di wilayah kerja yang terindikasi positif Covid-19, Liana lalu melakukan tracing. Namun, anehnya keesokan hari anehnya malah disalahkan

“Setelah saya tracing, lalu esok hari pada tanggal 4 Maret saya dimarah-marahi oleh SMD. Tapi, saya enggak terima karena apa yang saya lakukan sudah sesuai job desk,” terang Liana diwawancarai saat datang ke Warkop Jurnalis Medan, Kamis (18/3) sore.

Dikatakan Liana, dia sudah mempertanyakan kepada surveilans dan pihak BNPB selaku yang mengeluarkan SK (Surat Keputusan) kerja, ternyata apa yang dilakukan sudah sesuai.

“Saya sudah konfirmasi dengan BNPB, bahwa apa yang saya lakukan tidak salah dan sudah sesuai SOP. Saya juga sudah meminta penjelasan kepada Kepala Puskesmas Sentosa Baru, dan dari penjelasannya tidak ada disampaikan secara langsung bahwasanya ada pemutusan hubungan kerja. Jadi, kenapa harus ditutupi dan sampai kapan? Kalau begitu tidak sejalan dalam memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, pada tanggal 7 Maret mendapat kabar dipecat sepihak tanpa ada hitam di atas putih. “Saya sudah mencoba menanyakan langsung kepada Bu Mutia Nimpar (Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Medan) lewat telepon, akan tetapi nomor saya diblokir. Seharusnya kalau memang saya dipecat tentu dikeluarkan surat pemecatan,” ketus dia.

Selain kesal dipecat sepihak, Liana mengaku honornya sempat tertahan. “Gaji saya sempat tertahan untuk bulan Januari dan Februari. Jadi, Tanggal 9 Maret baru dibayarkan akan tetapi hanya untuk bulan Januari saja. Sedangkan Februari belum dibayarkan,” bebernya.

Liana menyebutkan, dia mulai bekerja sebagai contact tracer di bulan November 2020 sampai 31 Maret 2021 atas rekrutan BNPB. “Pekerjaan yang ditugaskan yaitu mendata warga di wilayah kerja yang terindikasi positif Covid-19, dengan dibuktikan adanya laporan dari Dinas Kesehatan dan kemudian diturunkan ke Puskesmas,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Medan, Muthia Nimpar membantah adanya pemecatan. “Siapa bilang pemutusan kerja? Coba tanya dan lihat dulu ya permasalahannya,” kata Muthia tanpa memberikan penjelasan lebih detail tentang apa yang terjadi saat dikonfirmasi wartawan via seluler. (ris/ila)

Sky Cross di Terminal Bandar Deli Belawan Tak Berfungsi

TERBENGKALAI: Jembatan penyeberangan (Sky Cross) di Terminal Bandar Deli Belawan saat ini terbengkalai karena sudah tidak digunakan selama 5 tahun.fachril/sumu tpos.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sejak 5 tahun pascadisermikan Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, jembatan penyeberangan atau Sky Cross yang berfungsi untuk memfasilitasi penyebrangan penumpang Kereta Api menuju KM Kelud, belum juga digunakan.

TERBENGKALAI: Jembatan penyeberangan (Sky Cross) di Terminal Bandar Deli Belawan saat ini terbengkalai karena sudah tidak digunakan selama 5 tahun.fachril/sumu tpos.

Kehadiran jembatan di atas Jalan Stasiun, Belawan, sebagai akses untuk mensinergikan tranposrtasi laut dan darat itu, hanya sebatas pajangan. Sehingga, kondisinya yang mulai mengkropos tidak terawat.

Bahkan, jembatan dengan lebar satu meter dan panjang delapan meter masih tertutup dengan gembok, tidak pernah dilalui masyarakat pada saat kedatangan dan keberangkatan KM Kelud di Termina Bandar Deli Pelabuhan Belawan.

Manajer Umum PT Pelindo cabang Belawan, Khairul Ulya mengatakan, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi jembatan penyeberangan tersebut. Tujuannya, untuk mempermudah penumpang KM Kelud yang akan menggunakan Kereta Api dari Medan ke Belawan begitu juga sebaliknya.

“Kalau dari Pelindo, jembatan itu tidak ada masalah, karena jembatan itu sudah bisa digunakan. Hanya saja dari pihak Kereta Api yang harusnya mengoperasikan armadanya, agar jembatan itu dapat digunakan bagi masyarakat yang tiba dan berangkat melalui Terminal Bandar Deli,” kata Khairul Ulya, Kamis (18/3).

Dijelaskannya, sejak awal perencanaan pembangunan Terminal Bandar Deli, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT KAI untuk membangun jembatan penyeberangan. Namun, sampai saat ini Kereta Api belum juga dioperasikan ke Belawan, sehingga jembatan penyebarangan tersebut sia – sia.

“Kalau melihat saat ini, kita pesimis Kereta Api bakal dioperasikan lagi dari Medan ke Belawan. Sebab, sudah ada Trans Metro Deli. Dampak ini akan membuat jembatan penyebarangan itu bakal tidak berfungsi lagi,” pungkas Khairul Ulya.

Terpisah, Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono mengaku, pihaknya sudah membahas masalah operasional keberangkatan Kerata Api tujuan Belawan – Medan dan sebaliknya. Namun, secara operasional tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional Kereta Api.

“Dulu di tahun 2011 pernah kita fungsikan Kereta Api ke sana. Tapi kita rugi, makanya kita hentikan. Sehingga, jembatan penyeberangan yang dibangun Pelindo tidak bisa didukung saat KM Kelud tiba atau berangkat. Sebab, jumlah penumpang dan biaya operasional tidak sebanding,” jelasnya.

Pihaknya, kata Mahendro, sudah pernah mengajukan permohonan ke Kementrian Perbubungan di Jakarta, agar mendapat subisidi untuk mengoperasikan Kereta Api tersebut. Namun, sampai saat ini tidak teralisasi.

“Rendahnya jumlah penumpang karena ongkos yang terlalu tinggi. Kita pernah mengajukan ke kementrian dengan harga Rp7 ribu, tapi tidak disetujui. Makanya kita tidak mengoperasikan Kereta Api ke sana, sebab penumpang sikit dan kita rugi,” pungkasnya.

Disinggung untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah agar mendapat subsidi silang, Mahendro mengaku, sejauh ini pihaknya belum ada melakukan hal tersebut. Apabila pemerintah daerah dapat membantu untuk mendorong hal itu ke Kementrian Perhubungan, maka pihaknya siap bekerja sama. (fac/ila)

DPC PKS dan Kecamatan Medan Area Sinergi Melayani Masyarakat

AUDIENSI: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan Area beraudiensi ke kantor Camat Medan Area, Kamis (17/3) sore.markus/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan Area beraudiensi ke kantor Camat Medan Area, Kamis (17/3) sore. Kegiatan ini, disambut secara kekeluargaan oleh Camat Medan Area, Hendra Asmilan S.IP M.AP.

AUDIENSI: Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan Area beraudiensi ke kantor Camat Medan Area, Kamis (17/3) sore.markus/sumu tpos.

Ketua DPC PKS Medan Area, Rahmad Dani SH, menyampaikan beberapa isu, seperti maraknya penyalahgunaan narkoba pada beberapa kelurahan di Medan Area. Padahal, maraknya narkoba juga sangat berpengaruh dengan keamanan di tiap-tiap lingkungan. “Pendistribusian BLT juga belum merata, masih menggunakan data yang lama, sehingga yang sudah meninggalpun masih terdata sebagai penerima BLT,” ucap Rahmad.

Menanggapi hal ini, Hendra Asmilan menyampaikan program ‘Bersihkan Narkoba’ (Bersinar) yang telah dibentuk di setiap kelurahan. “Terkait BLT, sudah kami lakukan pendataan ulang kembali dan datanya sudah kami serahkan ke Dinas Sosial,” jawab Hendra.

Dalam pertemuan, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, ustaz H.Hanafi Ismet, menyampaikan jalan keluar dari permasalahan banjir yang ada di Kecamatan Medan Arean.”Kami juga mengapresiasi langkah yang diambil, dengan adanya keberadaan Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) di setiap Kelurahan maupun Kecamatan karena sangat membantu,” katanya.

Selain itu, Khairuddin Butar-butar selaku ketua BPC 4/ Dapil 4, menyampaikan perlunya upaya nyata dari pihak Kecamatan, khususnya untuk sisi permasalahan sosial yang terjadi. “Ke depan pengurus DPC PKS Medan Area akan banyak kegiatan yang menyentuh dan melayani masyarakat. Sama dengan Kecamatan Medan Area yang juga melayani, jadi bisa bersinergi dan saling koordinasi,” harapnya.

Menjawab itu, Hendra menyebutkan jika pihaknya telah berencana untuk membuat taman center kreativitas dan edukasi literasi agar anak-anak dapat menumbuhkan bakat. Selain itu, Kecamatan Medan Area juga menyiapkan ruang baca untuk anak yang kemudian di apresiasi oleh PKS.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris DPC PKS Medan Area Sunarji M.M., Sekretaris BPC 4 Zulfan Iskandar ST, Kabid Humas Ibnu Hajar S.Pdi, Sekbid Humas Suhatman ST, dan Kabid Kepemudaan Budi Al Bukhori. (map/ila)