Home Blog Page 3689

Hari Ini, Terakhir Akhyar sebagai Wali Kota

Akhyar Nasution akan dilantik sebagai Wali Kota Medan defenitif.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari ini, Selasa 16 Februari 2021, akan menjadi hari terakhir bagi Ir Akhyar Nasution MSi menjabat sebagai Wali Kota Medan masa periode 2016-2021. Meski baru dilantik sebagai Wali Kota Medan definitif pada 11 Februari 2021 lalu, periode jabatannya tinggal 6 hari sejak pelantikan.

Terkait hal itu, DPRD Kota Medan akan menggelar sidang paripurna dengan agenda memberhentikan Akhyar sebagai Wali Kota Medan, hari ini.

“Besok (hari ini) kita di DPRD Medan akan menggelar paripurna dengan agenda memberhentikan Pak Akhyar Nasution sebagai Wali Kota Medan. Sebab besok adalah hari terakhir Pak Akhyar menjabat sebagai Wali Kota Medan. Mulai 17 Februari beliau tidak menjabat sebagai Wali Kota (Medan) lagi. Ini mau kita Banmuskan dulu, jam berapa besok paripurnanya,” ucap pimpinan DPRD Medan, H Ihwan Ritonga kepada Sumut Pos, Senin (15/2) siang.

Dikatakan Ihwan, kekosongan jabatan Wali Kota Medan akan diisi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman MM. Hal itu merupakan ketetapan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kemendagri.

“Mengacu kepada surat edaran yang disampaikan Kemendagri, setiap jabatan kepala daerah yang ikut Pilkada serentak 2020 dan masih kosong, wajib diisi oleh Sekdanya masing-masing sebagai Plh (Pelaksana Harian). Penunjukan plh menunggu kepala daerah hasil Pilkada dilantik sebagai kepala daerah definitif. Jadi jabatan Plh itu sampai ada kepala daerah yang dilantik,” ujarnya.

Sedangkan surat dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edi Rahmayadi, tentang penunjukan Sekda Kota Medan sebagai Plh Wali Kota Medan, kata dia, belum diterima hingga kemarin siang. “Sampai hari ini kita belum terima suratnya dari Pak Gubsu, mungkin bisa besok siang atau besok sore. Kita tunggu sajalah,” tutupnya.

Untuk diketahui, mantan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution yang saat itu sebagai Wakil Wali Kota dilantik pada tanggal 17 Februari 2016. Artinya, masa jabatan keduanya akan berakhir pada hari ini, 16 Februari 2021.

Namun Dzulmi Eldin mengakhiri karirnya terlebih dahulu karena tersangkut masalah hukum akibat kasus korupsi yang menjeratnya. Posisi Dzulmi Eldin pun digantikan Akhyar Nasution yang diangkat sebagai Plt Wali Kota Medan. Hingga pada tanggal 11 Februari yang lalu, atau 5 hari sebelum masa jabatannya habis, Akhyar Nasution dilantik sebagai Wali Kota Medan definitif. (map)

Stok Tahap I Mesti Dihabiskan, Vaksin Covid-19 Kadaluarsa 6 Bulan

VAKSIN: Vaksin Covid-19 jenis Sinovac-Ilustrasi. Vaksin ini mesti cepat dihabiskan, karena ada masa kedaluwarsanya.

SUMUTPOS.CO – Pemerintah daerah (pemda) yang telah menerima jatah vaksin Covid-19, diminta segera menghabiskan persediaan vaksin tahap pertama yang sudah didistribusikan. Pasalnya, ada batas waktu kedaluwarsa vaksin, yakni tidak efektif lagi setelah enam bulan.

VAKSIN: Vaksin Covid-19 jenis Sinovac-Ilustrasi. Vaksin ini mesti cepat dihabiskan, karena ada masa kedaluwarsanya.

“KAMI meminta agar pemda segera menghabiskan vaksin tahap pertama yang sudah didistribusikan sebelum kami mengirim pasokan berikutnya. Mengingat, vaksin ini ada batas kedaluarsanya, yaitu enam bulan,” ujar Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu, seperti dikutip dari siaran pers di laman resmi Kemenkes, Senin (15/2)n

Pemerintah pun berencana melaksanakan vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada 17 Februari 2021. Vaksinasi tahap kedua ini diberikan bagi pekerja publik dan melanjutkan vaksinasi bagi lansia di atas usia 60 tahun. Hal ini, kata dia, sudah melalui pertimbangan pemerintah untuk mengurangi kasus kematian akibat Covid-19 khususnya terhadap kelompok lansia.

Maxi mengatakan, melihat sasaran vaksinasi cukup besar, pemerintah akan mulai menggelar vaksinasi di 7 provinsi di Jawa-Bali, karena penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut tertinggi di Indonesia. Setelah itu, pemerintah akan melanjutkan vaksinasi Covid-19 di provinsi lainnya.

Program vaksinasi tahap kedua ini akan berlangsung mulai Februari dan diharapkan dapat selesai pada Mei 2021. Adapun total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38,5 juta orang. “Yang terdiri dari 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta lansia,” kata Maxi.

Selain itu, vaksinasi Covid-19 tahap kedua juga menyasar pekerja publik terdiri dari pendidik (guru dan dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah. Pada tahap kedua, guru termasuk prioritas demi membantu murid-murid yang tidak dapat belajar virtual karena sejumlah keterbatasan.

Kemudian, personel TNI, anggota Polri, personel Satpol PP, pelayan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, pemadam kebakaran), transportasi publik, atlet, wartawan dan pelaku sektor pariwisata (staf hotel, restauran dan tempat wisata).

Maxi menjelaskan, kelompok masyarakat yang masuk dalam prioritas vaksinasi tahap kedua merupakan kelompok masyarakat yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi. Karenanya, mereka sangat rentan terpapar dan menularkan virus Covid-19. “Ketika mereka terlindungi lewat vaksinasi, maka kita dapat menurunkan laju penyebaran virus, mengurangi beban rumah sakit serta membantu tenaga kesehatan,” tuturnya.

Terkait pendaftaran vaksinasi tahap kedua ini, setiap institusi bisa mendaftarkan anggotanya secara online melalui P-Care. Sementara itu, untuk kelompok lansia, Kemenkes bekerja sama dengan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (dukcapil). “Dan juga BPJS kesehatan, peserta juga dapat mendaftar secara manual,” pungkasnya.

Divaksin Masih Mungkin Tertular

Terpisah, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 masih mungkin tertular virus corona. Namun demikian, vaksinasi membuat tubuh orang tersebut menjadi lebih kuat dari serangan virus.

“Masih mungkin dia untuk diserang virus Covid-19. Tapi dengan dia punya vaksin dia punya pertahanan yang artinya nanti membuat dia tidak menjadi sakit,” kata Nadia melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/2).

Nadia mengatakan, hasil uji klinis terhadap vaksin Covid-19 menyebutkan bahwa vaksin tersebut melindungi tubuh dari gejala virus corona di level berat hingga mematikan. Oleh karenanya, vaksin diharapkan menjadi solusi bagi seseorang yang terserang virus corona, bahkan dengan jumlah virus yang lebih banyak dan kuat.

“Jadi kita bisa melihat proteksi yang betul-betul diberikan oleh vaksin ini adalah mencegah kita kalau sakit menjadi sakitnya bertambah parah,” terang Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes itu.

Menurut Nadia, vaksin akan membentuk antibodi atau imunogenitas pada orang yang telah disuntik. Ketika seseorang disuntik vaksin dosis pertama, diperkirakan antibodi yang terbentuk mencapai 60 persen. Antibodi diharapkan meningkat menjadi 95 persen 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua.

“Dari hasil uji klinis yang dilakukan oleh tim di Unpad bahwa antibodi yang terbentuk dari penyuntikan vaksin Sinovac yang saat ini kita gunakan ini rentang waktunya 28 hari setelah penyuntikan kedua,” kata Nadia. Oleh karenanya, kata Nadia, penyuntikan vaksin dosis kedua menjadi sangat penting.

“Jadi sebagian besar dari vaksin untuk Covid-19 ini imunogenitas atau antibodi yang kita harapkan lebih dari 95 persen. Itu baru bisa tercapai setelah dua kali suntikan dalam rentang waktu tertentu,” kata dia.

Nadia pun mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan 3M sembari menunggu giliran vaksinasi. Protokol yang dimaksud berupa memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menerapkan jaga jarak.

Adapun vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah dimulai sejak 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Tanah Air yang disuntik vaksin.

Saat ini vaksinasi terus berlanjut ke seluruh pelosok negeri dan memprioritaskan tenaga kesehatan. Ditargetkan vaksinasi menjangkau 70 persen penduduk Indonesia atau sekitar 182 juta jiwa dan selesai dalam waktu satu tahun.

Vaksinasi untuk Ibu Hamil Ditunda

Siti Nadia Tarmizi kembali mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil ditunda. “Jadi kalau mau mendapatkan vaksinasi, tentunya kehamilannya ditunda dulu, karena setelah mendapatkan vaksinasi dosis kedua, tentunya pasangan usia subur bisa kemudian merencanakan kehamilannya,” kata Nadia.

Kendati demikian, Nadia mengatakan, vaksinasi Covid-19 bisa diberikan kepada ibu menyusui. Ia mengatakan, tidak ada kriteria terkait berapa lama ibu tersebut sudah menyusui sehingga bisa mengikuti vaksinasi Covid-19.

“Begitu dia sudah melahirkan dan kemudian mulai menyusui maka dia sudah layak untuk diberikan vaksinasi,” ujarnya.

Di samping itu, Nadia mengatakan, penyintas Covid-19 bisa mengikuti vaksinasi Covid-19 dengan catatan sudah tiga bulan dinyatakan negatif Covid-19.

Lebih lanjut, untuk kelompok lansia di atas 60 tahun diperbolehkan mengikuti vaksinasi Covid-19 jika sudah melakukan pemeriksaan kesehatan “Terus untuk orang dengan HIV AIDS selama minum obat teratur ya juga vaksinasi dapat diberikan,” pungkasnya.

Sasar Pimpinan OPD Pemprovsu

Untuk Sumut, setelah unsur Forkopimda mengikuti program vaksinasi beberapa waktu lalu, kini giliran pimpinan organisasi perangkat daerah di jajaran Pemprov Sumut yang disuntik vaksin Covid-19. Penyuntikan berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman Medan, Senin (15/2).

Sekdaprovsu R Sabrina mengatakan, vaksinasi dilakukan sesuai permintaan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengingat mobilitas tugas pejabat di Pemprov Sumut itu membuat rentan. Vaksinasi turut diberikan kepada istri/suami para pejabat di Pemprov Sumut.

“Iya, pimpinan OPD sama istri. Tapi tadi karena ada yang belum bawa istri, besok (Selasa) dilanjutkan. Karena bapak (gubernur) minta kepala-kepala OPD ini kan operasional tugas di lapangan selalu, jadi kita dahulukan,” katanya menjawab wartawan.

Ia mengaku sebelum menjalani vaksinasi, tim medis terlebih dahulu memeriksakan kesehatan para pejabat eselon dan istri atau suami mereka. Hal itu dilakukan guna meminimalisir efek samping yang bisa timbul ketika usai disuntik vaksin Sinovac.

“Kalau di sini, tensi 140 ke atas itu nggak boleh, maka ditensi dahulu. Sekarang ‘kan umur 60 ke atas sudah boleh. Kemudian yang komorbid, sudah boleh, ditengok kalau jantung dilihat kondisinya. Kalau saya misal diabetes yang nggak punya gejala dampak lainnya, bisa,” terangnya.

Adapun sejumlah pejabat Pemprov Sumut yang pernah positif Covid-19, seperti Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Basari Yunus Tanjung serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Arief Sudarto Trinugroho, bisa divaksin apabila memenuhi syarat dan mendapat rekomendasi dari tim medis.

“Pak Arief baru selesai. Yang baru selesai harus tiga bulan. Kalau sudah lebih tiga bulan sudah bisa, tapi harus ada rekomendasi dokter, boleh divaksin atau tidak,” tegasnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar menyebutkan, vaksinasi kedua bagi sekda dan pejabat eselon II Pemprov Sumut akan kembali dilakukan pada 14-28 hari ke depan.

“Ini vaksin pertama, pimpinan OPD beserta istri. Alasannya karena rentan bertemu dengan banyak orang. Vaksin kedua 14 sampai 28 hari ke depan,” katanya. (kps/prn)

Kenali Gejala Infeksi Covid-19 pada Mata, Muncul Keluhan Mata Merah, Berair, dan Belekan

YOUTUBE: dr Delfi SpM (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran USU mengatakan ada penelitian yang menyebutkan ada penularan Covid-19 melalui mata, lewat streaming video youtube saat ngobrol sehat bersama Prof Delfitri Munir baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penularan infeksi Covid-19 disebut bisa menular lewat mata. Penularan virus corona ini sering dikaitkan dengan penyakit konjungtivitis, yaitu penyakit mata yang akan menimbulkan keluhan mata merah, berair, dan belekan.

YOUTUBE: dr Delfi SpM (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran USU mengatakan ada penelitian yang menyebutkan ada penularan Covid-19 melalui mata, lewat streaming video youtube saat ngobrol sehat bersama Prof Delfitri Munir baru-baru ini.

Menurut dr Delfi SpM (K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran USU sejumlah penelitian perbandingan telah dilakukan terkait penyebab kematian SARS-Cov (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus) yang terjadi tahun 2003, dan MERS-Cov (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus) tahun 2012. Penelitian dilakukan karena penyebab kematiannya cukup tinggi akibat sama-sama dari coronavirus.

“Nah, ternyata dari dua penelitian tersebut penyebab kematian akibat penularan melalui mata belum disampaikan secara jelas. Walaupun dari beberapa laporan penelitian lain dikatakan bahwa gejala awal dari 6 laporan pertama yang meninggal itu, 1 datang dari gangguan konjungtivitis,” ungkap dr Delfi melalui streaming video youtube saat ngobrol sehat bersama Prof Delfitri Munir baru-baru ini.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Pemerintah Tiongkok mewajibkan setiap tenaga kesehatan menggunakan kacamata pelindung dalam menangani pasien Covid-19. Terlebih, dari WHO sendiri ada panduan untuk menggunakan kacamata pelindung atau face shield dan bahkan tidak menyentuh membran mukosa mata.

Kata Delfi, gejala penularan Covid-19 melalui mata yang dialami seperti mata ada yang mengganjal. Mata merah, berair bahkan pedih, sehingga sering dikaitkan dengan gejala penyakit konjungtivitis.

Meski dari beberapa penelitian terkait penyakit mata dan publikasinya masih jarang —karena mungkin tidak mengancam nyawa dibanding dengan penyakit infeksi saluran pernapasan—, tapi belum bisa disangkal bagaimana konjungtivitis itu terjadi pada kasus Covid-19.

“Upaya jika mengalami konjungtivitis saat pandemi ini, maka jangan sering menyentuh membran mukosa mata. Misalnya, mengucek mata (secara langsung dengan kondisi tangan tidak steril atau belum cuci tangan pakai sabun),” sebutnya.

Diungkapkan dia, menurut beberapa penelitian yang dilakukan terkait konjungtivitis yang dikaitkan dengan SARS-Cov maupun MERS-Cov, peneliti sendiri masih bingung dan memang belum terbukti. “Ada beberapa hal yang belum terjawab sampai saat ini, pertama karena terlalu kecil media virus corona yang diambil. Kedua, memang tidak ada coronavirus karena hasilnya negatif. Namun demikian, sampai saat ini belum terjawab secara pasti,” tukasnya.

Prof Delfitri Munir menuturkan, konjungtivitis disebut dapat menjadi tanda seseorang telah terinfeksi virus corona penyebab Covid-19. Maka dari itu, jika mengalami penyakit tersebut sebaiknya periksakan ke dokter agar kondisi dapat dipastikan.

Kasus Baru Covid Meningkat

Sementara itu, kasus baru Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) masih terus bertambah. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Senin (15/2), kasus baru terkonfirmasi positif bertambah 134 orang dan sembuh 117 orang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, 134 kasus baru positif diperoleh dari 11 kabupaten/kota. Sementara ini, total kasusnya 22.999 orang. Jumlah terbanyak diperoleh dari Medan 67 orang dan Deliserdang 41 orang.

“Sedangkan 117 kasus baru yang sembuh didapatkan dari 10 kabupaten/kota dengan akumulasi saat ini 19.758 orang. Angka kesembuhan paling banyak berasal dari Deliserdang 73 orang dan Medan 13 orang,” ungkap Aris, Senin sore.

Terkait angka kematian Covid-19, sambung dia, kembali bertambah 5 kasus baru yaitu dari Medan 1 orang, Pematangsiantar 1 orang, Deliserdang 1 orang, Dairi 1 orang dan Samosir 1 orang. Dengan penambahan tersebut, akumulasinya menjadi 786 orang meninggal. Untuk kasus suspek berbeda, karena berkurang sebanyak 50 kasus dengan akumulasi 642 orang.

“Angka penderita aktif Covid-19 saat ini berjumlah 2.455 orang, meningkat dibanding sehari sebelumnya 2.443 orang. Dari jumlah (2.455 orang) tersebut, 675 orang isolasi di rumah sakit dan 1.780 isolasi mandiri,” ujarnya.

Lebih lajut Aris mengatakan, terkait vaksinasi Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (nakes) Sumut, saat ini sudah mencapai 45.100 orang atau 63,5% dari sasaran 71.058 orang. Jumlah ini mencakup 32 kabupaten/kota yang telah melaksanakan vaksin dosis 1, sedangkan 1 daerah yang belum melakukan yaitu Nias Barat. Sementara, jumlah nakes yang ditunda vaksin 14.132 orang.

“Jumlah terbanyak nakes divaksin dosis 1 yaitu Medan 15.291 orang dari 18.729 sasaran vaksinasi . Kemudian, Deli Serdang 4.147 dengan sasaran 4.874 orang, Langkat 2.297 orang dari 3.923 orang dan Simalungun 2.089 orang dari 2.293 sasaran vaksinasi,” beber dia.

Ia menambahkan, untuk jumlah nakes yang sudah disuntik dosis 2 sebanyak 10.102 orang. Jumlah ini meliputi 4 daerah yakni Medan 7.065 nakes, Deli Serdang 1.838 nakes, Binjai 711 nakes, dan Simalungun 547 nakes. (ris)

Dugaan Suap Jabatan di Kemenag Sumut, Kejati Sumut Fokus Gali Keterangan Saksi

Kanwil Kemenag Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) hingga kini belum melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala Kanwil Kemenag Sumut, Iwan Zulhami, tersangka dugaan suap jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut).

Kanwil Kemenag Sumut.

Kejati Sumut beralasan, tertundanya pemeriksaan IZ sebagai tersangka dikarenakan penyidik masih menggali keterangan ahli.

“Belum, belum ada. Kita masih fokus ke ahli,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Senin (15/2).

Disinggung kapan pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan ulang IZ, Sumanggar belum dapat memastikannya. “Belum ada kita jadwalkan ulang,” ujarnya singkat.

Tim penyidik khusus Kejati Sumut diketahui sudah melakukan pemanggilan pertama IZ pada 28 Desember 2020, namun tidak hadir, karena sakit.

Ia kemudian dipanggil kembali pada 11 Januari 2020, tetapi tidak juga hadir. Ia tak hadir karena sedang menjalani isolasi mandiri, berdasarkan surat yang diterima pihak Kejati Sumut yang diserahkan kuasa hukumnya.

Sementara, dalam keterangan sebelumnya, Sumanggar menjelaskan, penyidik tengah memeriksa saksi-saksi lain yang memberatkan tersangka Iwan Zulhami.

Selain Iwan Zulhami, Kejati Sumut juga telah menetapkan Zainal Arifin selaku Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenag Mandailing Natal (Madina) sebagai tersangka lainnya. Dia diduga melakukan transfer sebesar Rp750 juta ke seorang wanita berisial KL, selaku kepala sekolah madrasah di Medan.

Hal ini berdasarkan aksi demontrasi yang dilakukan mahasiswa beberapa waktu lalu di Kejati Sumut, yang meminta agar kasus suap jabatan ini di usut.

Dari laporan tersebut dijelaskan besaran nilai suap yang bervariatif, untuk mutasi kepala sekolah di tingkat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dibongkar indikasi suapnya berkisar Rp100 juta hingga Rp290 juta. Sedangkan untuk MTsN berkisar Rp75 juta hingga 200 juta, begitu juga untuk tingkat Kepala Kantor Urusan Agama. (man/azw)

Selundupkan 37 Kg Sabu, Enam Terdakwa Dituntut Mati

SIDANG TUNTUTAN: Enam terdakwa penyelundup sabu seberat 37 kg, menjalani sidang tuntutan secara virtual, Rabu (10/2).gusman/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Enam terdakwa kasus sabu dituntut pidana mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Novalita. Para terdakwa dituntut maksimal, karena dinilai terbukti menyelundupkan sabu seberat 37 kilogram (kg) dari Malaysia ke Indonesia, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/2).

SIDANG TUNTUTAN: Enam terdakwa penyelundup sabu seberat 37 kg, menjalani sidang tuntutan secara virtual, Rabu (10/2).gusman/sumut pos.

Keenam terdakwa warga Aceh Timur tersebut diantaranya, Mufazzal alias Dan Bin Abdul Manaf, Martonis alias Toni Bin Ali Yakub, Ahmad Husni Mubarok alias Dul Bin Abdul Komar, Herman Diansyah alias Agus alis Baim Bin Suhari, Mulyadi Rusli alias Utoh Bin Rusli Yahya dan Fakhrurrazi alias Ton Bin Zulkifli.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut keenam terdakwa masing-masing dengan pidana mati,” tegasnya dihadapan Hakim Ketua Tengku Oyong.

Dalam nota tuntutannya, terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 114 ayat 2 Junto pasal 132 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurutnya JPU, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas memberantas narkotika. “Sedangkan hal yang meringankan tidak ditemukan,” ujarnya.

Usai mendengarkan tuntuan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk membacakan nota pembelaan (pledoi) para terdakwa, pida sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, berawal pada 20 Juni 2020, terdakwa Mufazzal diperintahkan oleh Chandra (DPO) warga negara Malaysia untuk mengambil narkotika jenis sabu diperairan Penang Malaysia, dengan upah Rp20 juta perkilonya.

Lalu Mufazzal memerintah terdakwa Mulyadi untuk menyiapkan perahu berlayar ke perairan Penang, Malaysia untuk mengambil sabu. Kemudian Mufazzal menghubungi terdakwa Martonis membicarakan untuk mengambil sabu tersebut.

Pada 24 Juni 2020, Mufazzal dijemput oleh terdakwa Mulyadi dan Martonis di Terminal Biruen menggunakan mobil menunu Kuala Raja Biruen untuk berangkat ke Malaysia. Kemudian pada 25 Juni 2020, sabu dengan berat 37 kg diterima terdakwa dan membawanya ke Indonesia.

Ketiganya lantas memberitahukan kepada Fakhrurrazi menjemput bersama Martonis dipinggir pantai. Setelah aman, Mufazzal memerintahkan Martonis untuk berjaga didepan bengkel mengawasi keadaan. Kemudian, Mufazzal menghubungi Chandra dan memerintahkan terdakwa untuk membagi menjadi dua, dengan rincian 29 bungkus untuk dikirimkan ke Medan dan sisanya 8 bungkus disimpan dulu di bengkel Mulyadi.

Pada 27 Juni 2020, para terdakwa membawa membawa sabu tersebut ke Medan, untuk diserahkan kepada calon pembeli. Kemudian, Chandra mengarahkan terdakwa untuk membawa sabu tersebut untuk bertransksi di area parkir Plaza Medan Fair.

Pada saat terdakwa mampir ke SPBU Jalan Medan Binjai Km 12 Deliserdang, untuk buang air kecil saat itu terdakwa Mufazzal bersama Martonis diamankan oleh dua petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN). Terdakwa mengakui bahwa narkotika jenis sabu tersebut akan dikirim ke Medan. (man/azw)

Polisi Tembak Pembunuh Teman

TERSANGKA PEMBUNUH: Yasoki Giawa alias Pak Jeksen tersangka pembunuh Zulfan Dhuru alias Pak Paldo dipaparkan Polres Belawan, Senin (15/2).fachril/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua bulan menjadi daftar pencarian orang (DPO), pembunuh teman sendiri diringkus di Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) oleh petugas gabungan dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan.

TERSANGKA PEMBUNUH: Yasoki Giawa alias Pak Jeksen tersangka pembunuh Zulfan Dhuru alias Pak Paldo dipaparkan Polres Belawan, Senin (15/2).fachril/sumut pos.

Tersangkanya, Yasoki Giawa alias Pak Jeksen (39) warga Jalan Aluminium Raya Lingkungan 18 Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Medan Deli ini terpaksa ditembak karena melawan saat dilakukan pengembangan dan mencari barang bukti.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP MR Dayan mengatakan, pelaku merpakan buronan kasus pembunuhan terhadap korban Zulfan Dhuru alias Pak Paldo yang terjadi pada 9 November 2020 lalu.

“Pelaku ini tega menikam temannya sendiri karena sakit hati, mereka ini sama-sama bekerja sebagai buruh angkut di Tanjung Mulia,” jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim, AKP I Kadek Hery Cahyadi.

Setelah dilakukan penyelidikan selama dua bulan lamanya, ungkap Dayan, pihaknya mengetahui pelaku berada di Padang Lawas Utara membentuk tim untuk melakukan pengejaran. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap pada 10 Februari 2021 lalu.

“Setelah pelaku kita tangkap, saat dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, pelaku berusaha melawan. Akhirnya anggota kita melakukan tindakan tegas dan terukur ke arah kaki pelaku,” sebut Dayan.

Dalam kasus itu, lanjut Dayan, pihaknya menjerat pelaku dengan Pasal 340 Subs Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama pidana penjara 20 tahun. (fac/azw)

Partai Demokrat Medan Ajak BKPRMI Kerja Sama Bina UMKM

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Demokrat Kota Medan mengajak Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Medan bekerja sama dalam program bina UMKM. Diharapkan, melalui program Gerakan Nasional Partai Demokrat ini, para pelaku UMKM di Kota Medan dapat kembali bangkit dari keterpurukan di masa pandemi Covid-19.

“Saya mendapat amanah dari Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 lewat Gerakan Nasional Partai Demokrat Bina UMKM. Saya rasa program ini bisa kita kerja samakan,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Burhanuddin Sitepu saat menerima audiensi pengurus BKPRMI Kota Medan yang dipimpin Ketua Umum Erwinsyah Hasibuan ST Msi di ruang rapat Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan, Senin (15/2). Turut mendampingi, Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat Parlindungan Sipahutar, Sekretaris Fraksi Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, Ketua Bappilu DPC Partai Demokrat Subanto, dan Ketua OKK DPC Partai Demokrat Medan Denny Kurniawan.

Menurut Burhanuddin, program Bina UMKM yang dilaksanakan Partai Demokrat Kota Medan ini, bukan dalam bentuk kucuran dana tapi berupa pelatihan, penyediaan fasilitas dan pendampingan terhadap para pelaku UMKM agar benar-benar menjadi seorang entrepreneur atau pengusaha. “Jadi sifatnya berkesinambungan, bukan hanya sekadar memberi bantuan dan setelah itu dibiarkan begitu saja,” ungkap Burhanuddin.

Ketua DPC Partai Demokrat ini yakin, melalui program yang akan dikerjasamakan ini dapat menghindarkan generasi muda yang bernaung dalam wadah BKPRMI dapat terhindar dari hal-hal negatif, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan lainnya. “Di samping program rutin yang dilaksanakan, BKPRMI juga harus punya program lain yang kreatif dan berkesinambungan agar para anggota tidak jenuh. Makanya, program bina UMKM ini sangat tepat dan bermanfaat kita kerjasamakan. Itupun sepanjang tidak menyalahi AD/ART BKPRMI,” sebut Burhanuddin.

Menyikapi ajakan kerja sama ini, Ketua Umum BKPRMI Kota Medan Erwinsyah Hasibuan menyambut baik. Menurutnya, program ini sejalan dengan tujuan BKPRMI membina generasi muda islam khususnya remaja masjid agar terhindar dari perbuatan negatif. “Kami sangat berterima kasih sekali kepada Partai Demokrat. Ajakan kerja sama bina UMKM ini akan kami bawa dalam Rakerda yang Insya Allah akan kami laksanakan pada Maret mendatang. Pada prinsipnya kami siap dan akan kawal program ini,” ungkap Erwinsyah.

Menyahuti hal itu, Burhanuddin Sitepu meminta agar kesepakatan tersebut tertuang dalam MoU sehingga ada saling keterikatan antara Partai Demokrat dengan BKPRMI. “Karena ini amanah dari DPP Partai Demokrat, saya ingin kita buat MoU. Karena saya yakin, sesuai moto Partai Demokrat, Bersama kita Kuat, Bersatu Kita Bangkit,” tandas Burhanuddin sekaligus berjanji akan membawa perwakilan BKPRMI Kota Medan bertemu AHY setelah kerjasama terjalin. (adz)

Lansia Akan Divaksin, Risiko Covid Makin Berkurang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Risiko kematian akibat Covid-19 kemungkinan akan berkurang setelah pemerintah mengizinkan orang lanjut usia dan orang dengan komorbid mendapatkan vaksin. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/11/368/2021.

Surat Edaran itu juga mengatur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada penyintas Covid-19 dan sasaran tunda. Juru Bicara Program Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan melalui Surat Edaran tersebut pemerintah ingin memastikan keamanan masyarakat dari penularan Covid-19.

“Ini merupakan penambahan proteksi kepada kelompok-kelompok yang sebelumnya tidak bisa mendapatkan proteksi tersebut,” kata Siti Nadia kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Menurut teori, kata Siti Nadia, vaksinasi kepada lansia dan orang dengan komorbid akan menurunkan angka sakit dan kematian. “Harapannya tentu para lansia dapat terlindungi,” tuturnya.

Siti Nadia menjelaskan proses vaksinasi kepada lansia dan orang dengan komorbid berbeda dari orang umumnya. Dalam banyak kasus, lansia juga memiliki komorbid.

Sejauh ini, menurut dia, pelaksanaan program vaksinasi masih sesuai rencana. Hingga akhir Februari, tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan vaksinasi kedua mungkin mencapai 1,48 juta. Meski demikian, Siti Nadia mengaku pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masih menemui tantangan.

“Masih ada tenaga kesehatan yang belum datang ke tempat vaksinasi. Mungkin kebingungan, apakah mereka harus menunggu atau mereka sudah bisa langsung datang,” ujar Siti Nadia.

Kementerian Kesehatan sudah menyampaikan bahwa para tenaga kesehatan bisa langsung datang ke tempat vaksinasi. Tantangan lainnya, masih banyak tenaga kesehatan dengan komorbid.(bbs/adz)

PGN Serahkan Bantuan Korban Banjir Bekasi dan Karawang

BANTUAN: Manajemen PGN saat menyerahkan bantuan untuk masyarakat yang terkena musibah banjir di Karawang dan Bekasi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Musibah banjir beberapa waktu terakhir melanda sebagian besar wilayah Indonesia akibat curah hujan yang tinggi, khususnya di Jawa Barat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Babelan, Bekasi dan Kecamatan Rengasdenglok, Karawang pada Kamis, (11/02/2021). 

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama menyampaikan bahwa bantuan diserahkan melalui Posko Relawan berupa selimut, tikar, makanan siap saji, obat-obatan, dan sejumlah uang tunai dengan tetap menerapkan protokol Covid-19. Bekasi dan Karawang merupakan wilayah operasi PGN di mana terdapat infrastruktur gas bumi PGN Group yaitu Stasiun Muara Bekasi, Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan Bekasi dan Kecamatan Rangkasdengklok, Karawang. 

Banjir di wilayah Kecamatan Babelan terjadi di empat desa yakni Pantai Urip, Hurip Jaya, Babelan kota, dan Buni Resik. Lebih dari 1.000 KK terdampak. Sedangkan banjir di Kecamatan Rengasdengklok Karawang, berdampak pada sekitar 620 KK di 5 desa yaitu Rengasdengklok Utara, Rengasdengklok Selatan, Kertasari, Kalangsari, dan Karyasari.

“Masyarakat yang berada di wilayah operasi merupakan bagian dari prioritas PGN. Oleh karena itu, menjadi perhatian PGN untuk membantu masyarakat yang saat ini terdampak banjir,” ujar Rachmat.

PGN juga menyerahkan bantuan di Kecamatan Muara Gembong Bekasi pada Jumat, (12/2/2021). Ketinggian banjir di wilayah tersebut sempat hampir mencapai 2 meter dan akses untuk ke lokasi harus memakai perahu karet. Dikarenakan kondisi banjir yang masih tinggi, bantuan sementara diserahkan di posko relawan yang keberadaannya jauh dari lokasi banjir.

“Semoga energi baik PGN dapat membantu meringankan masyarakat terdampak dan diharapkan bantuannya tepat manfaat. Kami turut prihatin dengan musibah ini, semoga para korban diberikan kesabaran serta Kesehatan, mengingat saat ini juga masih kondisi pandemi,” tutup Rachmat. (rel/ram)

Explore Objek Wisata Tangkahan Bersama Yamaha XSR dan WR

BERSAMA: Para peserta touring diabadikan bersama begitu sampai objek wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dilatar belakangi semangat membangkitkan kembali pariwisata Sumatera Utara, sejumlah pengendara motor sport Yamaha WR 155 R dan Yamaha XSR 155 kota Medan, sukses mengadakan touring ke objek wisata Tangkahan, Kabupaten Langkat.

Saiful Bait dari Yamaha Riding Academy (YRI) selaku pihak penyeleggara menyebutkan, acara ini menerapkan aturan protokol kesehatan dan aturan dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara ketat, dalam ruang lingkup yang sangat terbatas, baik dari sisi peserta dan durasi event.

“Karenanya acara ini hanya melibatkan sembilan peserta saja, tiga pemilik Yamaha XSR 155 dari Medan, dan enam unit Yamaha WR 155R dari Binjai. Dua diantaranya pembalap motor trail andalan Sumut, Angga Wijaya dan Rahnanda Putra,” ujar Saiful Bait dalam pers rilisnya Senin (15/02/2021).

Rombongan berangkat dari titik kumpul di Sentral Yamaha Jalan Adam Malik, Medan, Minggu (07/02/2021) pada pukul 09.00 WIB. Selanjutnya para peserta menuju Alfa Scorpii Binjai, karena di sana ada enam peserta lainnya sudah menunggu, untuk bersama-sama menuju Tangkahan.

Selama perjalanan, semua peserta touring menikmati pemandangan serta situasi jalanan yang tergolong sepi. Sepanjang perjalanan menuju Tangkahan, para peserta touring disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Jalan yang bergelombang, berkerikil, dan juga jalan mulus beraspal, cukup sering dijumpai oleh peserta touring. Mereka pun memanfaatkannya untuk menjajal ketangguhan motor dual purpose Yamaha terbaru yaitu WR 155 R dan All New XSR 155 , baik dari segi performa mesin, handling maupun kenyamanan.

Untuk WR 155 R, sebagai motor off road dengan tenaga terbesar di kelasnya (16,5 dk & torsi 14,3 Nm), membuat peserta touring tidak kesulitan menjelajahi kawasan Tangkahan. Shock depan dengan diameter 41mm dan travel 899mm membuat WR155R tetap nyaman dan gampang dikendalikan. Begitu juga dengan XSR155 motor yang didukung ban dual purpose dan mesin bertenaga 19 dk & torsi 14,7 nm.

Yamaha XSR 155 memang menyasar konsumen-konsumen yang suka dengan motor-motor heritage, tapi dengan teknologi yang terbaru. Sementara WR 155R, ditujukan untuk mendukung aktivitas hobi berpetualang konsumen dalam mengeksplorasi beragam tempat indah, baik di jalanan on road maupun off road.

Yamaha XSR 155, hadir sebagai pilihan baru sepeda motor bernuansa klasik. Naked bike Yamaha ini dikemas dengan gaya retro. Dengan harga Rp38.937.000,- OTR Medan, motor ini jelas punya berbagai keunggulan dibandingkan kompetitor.

Yamaha XSR155, adalah sepeda motor pertama retro modern yang dijual Yamaha di Indonesia. Berbekal mesin canggih berkapasitas 155cc, SOHC, 4 langkah berpendingin cairan, dilengkapi teknologi VVA.

Tenaga yang dihasilkan mencapai 19 hp / 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,7 Nm / 8.500 rpm. Motor ini juga memiliki fitur Assist & Slipper Clutch, membuat kerja kopling lebih ringan dan perpindahan gigi kian halus.

Sedangkan Yamaha New WR 155R mengusung tema The Real Adventure Partner, merupakan motor handal di segala medan, Dapat digunakan di jalan perkotaan, pedesaan, maupun pegunungan. Cocok untuk berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, pegawai perkantoran maupun pengusaha perkebunan.

Yamaha New WR dengan mesin berkapasitas 155 cc, liquid cooled, 4 langkah dengan teknologi VVA yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 12,3 kW/ 10.000 rpm dan torsi sebesar 14,3 Nm/ 6.500 rpm. Pada bagian suspensi depan Yamaha WR 155R mengaplikasikan tipe suspensi jenis teleskopik, dengan ukuran diameter 41 mm. Karakter suspensi depan ini juga diklaim rigid. Yamaha All New XSR 155 dan New WR 155R sekarang ini sudah tersedia di dealer-dealer resmi Yamaha. (rel/dek)