30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 3720

IKBA SMA Eria Medan Dilantik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) SMA Eria Medan resmi dilantik oleh yayasan di Amaliun Convention Hall, Medan, Minggu (31/1). Pelantikan yang dihadiri 64 pengurus dan 30 perwakilan tiap angkatan alumni ini berjalan khidmat.

Ada dua agenda yang dilaksanakan dalam rangkaian acara pelantikan ini. Pertama, pelantikan pengurus IKBA SMA Eria periode 2021-2024. Dan agenda kedua, rapat kerja dalam menentukan program yang akan dilakukan ke depan.

“Jadi, selain pelantikan pengurus-pengurus yang ada, juga bertujuan menentukan langkah selanjutnya untuk menjalankan program kerja yang sudah disusun dalam agenda keputusan bersama,” kata Herlinda Chaniago, ketua umum terpilih yang baru saja dilantik bersama pengurus lainnya yang menduduki 10 bidang.

Kepala SMA Eria Drs H Khoiruddin Hasibuan MPd dalam sambutannya mengaku bangga dengan hadirnya IKBA SMA Eria yang sudah mulai bergerak dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. “Atas nama pihak sekolah, saya selaku kepala sekolah dan seluruh guru serta dewan pembina sangat bangga dengan hadirnya IKBA SMA Eria sebagai wadah silaturrahmi dari alumni anak didik kami. Apalagi sudah melakukan pergerakan ke masyarakat ketika terjadinya bencana alam banjir yang melanda Kota Medan baru-baru ini,” ucap Khoiruddin.

Drs H Rukzaidan, mewakili kordinator yayasan juga sangat mengapresiasi terbentuknya IKBA SMA Eria yang mampu menghadirkan dua orang penting sekaligus dalam kegiatan ini, yaitu Plt Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi dan Kepala Dinas Pendidkan Kota Medan Adlan SPd MM. “IKBA ini sangat luar biasa, mampu menghadirkan dua orang penting di Kota Medan sekaligus dalam kegiatan pelantikan dan rapat kerja yang akan dilakukan juga hari ini,” kata Zaidan sembari berpesan agar pengurus IKBA SMA Eria juga harus mampu merangkul seluruh alumni dengan berbagai angkatan.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution juga memberikan apresiasi atas dilantiknya kepengurusan IKBA SMA Eria Medan ini. “Selamat kepada pengurus yang sudah terpilih dan dilantik. Dan selamat menjalankan tugas,” ucap Akhyar.

Sementara, Muhammad Firdaus selaku ketua panitia mengungkapkan, persiapan acara pelantikan ini terbilang mepet. Namun dia bersyukur dapat berjalan dengan sukses. “Kami bekerja lebih kurang dalam waktu 1 bulan. Dua minggu pertemuan rapat dan 10 hari penggalangan dana dari beberapa donator dan kakak-kakak, abang-abang alumni lainnya yang sudah dengan sukarela menyisihkan sebagian rezekinya buat terselenggaranya acara ini,” ungkapnya.

Firdaus menyebutkan, total dana yang terkumpul untuk kegiatan ini sebanyak Rp13.450.000,- dengan jumlah dana yang dipergunakan Rp13.150.000. (rel/adz)

Daya Saing Lulusan Politeknik AMI Meningkat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – POLITEKNIK Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan segera mengajukan pengembangan program studi (Prodi) diploma-3 menjadi diploma-4 untuk meningkatkan daya saing para lulusan dipasar kerja nasional maupun internasional.

RUANG KERJA: Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi di ruang kerjanya, pekan lalu.DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Perubahan Akademi Maritim Medan menjadi Politeknik AMI Medan ini berlangsung sejak 18 Februari 2020. Perubahan tertuang dalam Surat Keputusan Mendikbud Nomor 288/M/2020. Saat ini Politeknik AMI Medan mendidik 800-an mahasiswa.

Hal ini ditegaskan Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Medan Yuris Danilwan SE MSi PhD melalui Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi kepada Sumut Pos di Kampus Politeknik AMI Jalan Pertempuran Nomor 125 Medan, pekan lalu.

Disebutkan direktur, pengembangan prodi diploma-3 menjadi diploma-4 Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan, Nautika dan Teknika. Ketiga prodi diploma-3 ini memiliki akreditasi B.

Pengembangan diploma-3 menjadi diploma-4 akan menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Kedepan daya saing lulusan Politeknik AMI akan meningkat di pasar kerja dalam dan luar negeri dengan diploma-4 tersebut.

”Tahun 2021 ini kita tengah mempersiapkan perubahan bentuk prodi diploma-3 menjadi diploma-4. Ini program pemerintah untuk pendidikan vokasi. Setelah komplet, kita ajukan. Dalam dua minggu langsung diketahui apakah di-approve atau tidak. Mudah-mudahan tidak ada masalah. Tinggal pengajuannya saja,” kata direktur.

Setelah pengajuan perubahan menjadi diploma-4 maka langsung dilakukan re-akreditasi prodi. Sehingga selain mempersiapkan berkas perubahan diploma-4 juga mempersiapkan berkas re-akreditasi.

Dafid Ginting berharap sebelum tahun akademik 2021/2022 nantinya semua perubahan bentuk prodi menjadi diploma-4 dapat terlaksana dengan baik. Tahun ini Politeknik AMI Medan akan menerima 250 mahasiswa baru. Lebih banyak dari tahun lalu yang berjumlah 210 mahasiswa baru.

”Kita sudah mulai menerima mahasiswa baru untuk tahun akademik 2021/2022. Sudah ada yang daftar kuliah. Mahasiswa baru yang mendaftar hingg Maret 2021, gratis uang pendaftaran,” ujarnya.

Dijelaskan direktur, market lulusan diploma-4 yang setara dengan sarjana juga akan semakin luas. Dengan lulus diploma-4 maka ilmu dan keterampilan pasti akan bertambah. Hal ini sejalan dengan penambahan waktu praktik di dunia usaha dan dunia industri dari enam bulan menjadi setahun.

”Ini membuat mahasiswa lebih memahami pekerjaan. Selama ini banyak mahasiswa kita direkrut bekerja selesai masa praktik. Perusahaan melihat kinerja mahasiswa yang praktik tadi sudah baik,” ungkapnya.

Dengan lulus diploma-4, menurut direktur, apabila ingin melanjut ke jenjang pendidikan sarjana strata-2 akan lebih cepat. Karenanya, kata Dafid Ginting, perubahan diploma-4 akan meningkatkan daya saing lulusan Politeknik AMI Medan. (dmp)

2021, Cegah Alih Fungsi Lahan Masih Jadi Fokus Kementan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada tahun 2021 ini Kementerian Pertanian (Kementan) masih akan terus memerangi upaya-upaya terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Kementan mengimbau para petani atau para pemilik lahan untuk tidak melepaskan lahan dengan alasan apa pun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjelaskan, makin berkurangnya lahan pertanian salah satunya disebabkan mudahnya izin beralihnya lahan pertanian ke non pertanian. Hal itu dikarenakan, lahan pertanian pangan, terutama sawah, merupakan lahan dengan land rent yang rendah.

“Jangan sampai pertanian menjadi hal yang langka di masa depan. Jangan sampai anak-anak tidak tahu atau tidak pernah melihat pertanian,” kata,” jelas Mentan SYL, Sabtu (30/1).

Mentan SYL mengatakan, alih fungsi lahan merupakan hal yang tidak dapat disepelekan, penyusutan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian mempengaruhi produktivitas pangan.

“Kalau alih fungsi lahan dibiarkan, besok-besok rakyat Kita akan kekurangan pangan. Boleh ada perumahan, hotel, atau industri, tapi tidak boleh merusak lahan pertanian yang ada,” ujar Mentan SYL.

Direktur Jendral (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Ditjen PSP Kementan, sebanyak 30 provinsi telah memiliki naskah Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mengatur Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Total yang mengatur hal ini adalah 236 kabupaten, Perda RTRW ini mengatur LP2B seluas 5.963.591 hektare (ha),” jelas Sarwo Edhy.

Tak hanya itu, ia mengungkapkan, Perda RTRW tersebut juga mengatur Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) seluas 29.195 ha. Sementara itu, menurut dia, sebanyak 26 provinsi, dan 107 kabupaten telah memiliki naskah Perda LP2B.

“Perda ini menjaga LP2B seluas 1.858.366 ha, dan LCP2B seluas 20.523 ha,” kata Sarwo Edhy.

Dalam upaya pengendalian alih fungsi lahan, Kementan juga melakukan mengawalan verifikasi serta sinkronisasi lahan sawah dan penetapan peta lahan sawah yang dilindungi. Kementan juga terlibat dalam pengawalan pengintegrasian lahan sawah yang dilindungi untuk ditetapkan menjadi Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (LP2B) di dalam Perda RTRW Provinsi/Kabupaten/Kota.

“Dengan demikian, UU 41/2009, Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 dan Peraturan turunannya dapat dilaksanakan lebih optimal,” pungkas Sarwo Edhy.(*)

Bersama NU, Wahdatul Ulum dan UIN Sumut sebagai Pusat Moderasi Beragama akan Terwujud

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Bersama ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), program instegrasi keilmuan atau wahdatul ulum dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut sebagai pusat moderasi beragama akan terwujud.

Hal tersebut disampaikan Ketua PW ISNU Sumut Dr H Nispul Khoiri MAg yang juga Wakil Rektor III UIN Sumut, didampingi Wakil Ketua PWNU Sumut Dr Maraimbang Daulay MAg yang juga Dekan FIS UIN Sumut, dan Ketua IKA PMII Sumut Drs Ance Selian yang juga Komisaris Wika Gedung, Sabtu (30/1/2021).

Menurut Nispul Khoiri, untuk mewujudkan program tersebut, Rektor UIN Sumut Prof Dr H Syahrin Harahap MA telah melantik sejumlah pejabat di lingkungan UIN Sumut baru-baru ini. “Termasuk memberikan kepercayaan kepada puluhan pengurus PWNU Sumut, banom, dan lembaga, untuk menduduki berbagai jabatan strategis mulai dari wakil rektor, dekan, wakil dekan, ketua jurusan, hingga sekretaris jurusan,” urai Nispul.

Atas kepercayaan yang diberikan, Nispul memberikan presiasi kepada Rektor UIN Sumut. “Nahdliyin yang diberikan kepercayaan siap bekerja sama dan mendukung program rektor untuk memajukan UIN Sumut,” tegasnya.

Nispul kembali menegaskan, dirinya meyakini, bersama NU, program instegrasi keilmuan atau wahdatul ulum dan UIN Sumut sebagai pusat moderasi beragama akan terwujud.(rel/adz)

TNI-AL Berangkatkan KRI Latihan ke Luar Negeri

LEPAS: Pelepasan KRI Bung Tomo-357 untuk mengikuti Multinational Exercise AMAN-21 dalam kegiatan latihan bersama (Latma) ke luar negeri.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksda TNI, Abdul Rasyid K yang diwakili oleh Pangkolinlamil Laksda TNI, Irvansyah melepas KRI Bung Tomo-357 untuk mengikuti Multinational Exercise AMAN-21 dalam kegiatan latihan bersama (Latma) di Pakistan dan KRI John Lie-358 melaksanakan pelayaran muhibah atau port visit ke Brunei Darussalam. Pelepasan dua kapal perang milik Indonesia berlangsung di Dermaga JICT II, Tanjung Priok DKI Jakarta, Jumat (29/01).

LEPAS: Pelepasan KRI Bung Tomo-357 untuk mengikuti Multinational Exercise AMAN-21 dalam kegiatan latihan bersama (Latma) ke luar negeri.

Pelayaran Muhibah atau Port Visit oleh KRI John Lie-358 melibatkan 109 personel, sedangkan KRI Bung Tomo-357 mengikuti Kegiatan Multinational Exercise AMAN-21 melibatkan 112 personel.Dalam pelayaran tersebut, juga mengikutsertakan 18 Kadet AAL Angkatan 66 sebagai peserta On Job Training (OJT).

Panglima Koarmada I, Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K mengatakan, pengiriman dua kapal perang dalam misi latihan Multinational Exercise AMAN-21 di Pakistan dan Port Visit ke Brunei Darussalam merupakan kegiatan diplomasi, guna mewujudkan salah satu visi kebijakan kelautan Indonesia.

Kegiatan tersebut pernah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia, menyebutkan dalam salah satu visi kebijakan kelautan agar mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia sesuai dengan kepentingan nasional.

“Misi ini selaras dengan kebijakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahtjanto dalam mendukung kebijakan luar negeri bagi Pemerintah Republik Indonesia, serta kebijakan strategi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam penguatan diplomasi militer dan peningkatan kontribusi dalam memenangkan kepentingan nasional,” kata Pangkoarmada I.

Pada Latihan Bersama Multinational Exercise AMAN-21 tahun 2021 ini, TNI Angkatan Laut berpartisipasi sebagai peserta dengan mengerahkan satu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) MRLF class yakni KRI Bung Tomo-357 jajaran Satkor Koarmada I. Latihan Bersama Multinational Exercise AMAN-21 dimaksudkan untuk meningkatkan kerjasama militer antara Indonesia dengan negara-negara peserta lainnya.

“Multinational Exercise AMAN-21 merupakan latihan bersama yang diselenggarakan 2 tahun sekali oleh Angkatan Laut Pakistan yang fokus pada kerja sama antar angkatan laut, Maritime Interdiction Operation (MIO) dan pembekalan di laut. Multinational Exercise AMAN-21 sendiri merupakan latihan ke tujuh, tahun ini diikuti oleh 39 Negara peserta dan dilaksanakan pada 11-16 Februari 2021 di Karachi, Pakistan” pungkas Abdul Rasyid.

Rangkaian latihan Multinational Exercise AMAN-21 sendiri dimulai pada tahun 2007 dengan tujuan untuk mempromosikan kerjasama dan stabilitas regional, interoperabilitas yang lebih besar dan untuk menunjukkan kesamaan pemikiran dalam melawan terorisme dan kejahatan dalam domain maritim termasuk pembajakan.(fac/ila)

Resmikan Aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat, Ke Depan, Lima Menit Sudah Bisa Bayar Pajak

SAMBUTAN: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberi sambutan saat melakukan soft launching aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Jumat (29/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) meluncurkan aplikasi e-Mobile Samsat Sumut Bermartabat yang berbasis ponsel pintar, Jumat (29/1), di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan. Aplikasi ini berfungsi untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor secara online melalui ponsel pintar sehingga proses pembayaran pajak lebih sederhana dan cepat.

SAMBUTAN: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberi sambutan saat melakukan soft launching aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman No.41 Medan, Jumat (29/1).

Peluncuran awal (soft launching) aplikasi e-Mobile Samsat Sumut Bermartabat ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Direktur Laluluntas Polda Sumut Valentino Alfa Tatareda dan Kepala Cabang Jasa Raharja Sumut Jhon Veredy Panjaitan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut R Sabrina dan Asisten Administrasi Umum Mhd Fitriyus.

Gubernur Edy Rahmayadi meminta agar aplikasi ini segera berjalan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Diharapkan Juli mendatang, sudah tidak ada wajib pajak melakukan pembayaran secara konvensional di Samsat.

“Aplikasi ini angin segar bagi kita, karena selama ini membayar pajak begitu kompleks. Ini akan mempermudahkan masyarakat membayar pajak dan saya harap bulan Juli tidak ada lagi melakukan pembayaran di gerai Samsat,” kata Edy Rahmayadi, usai acara peluncuran awal e-Mobile Samsat Sumut Bermartabat.

Gubsu mengakui, Pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) masih menjadi sektor andalan bagi pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Sumut. Sayang dari sektor itu masih kurang maksimal tergali, akibat rendahnya kesadaran para wajib pajak membayar tunggakan PKB dan BBNKB.

Berdasarkan catatan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut, sebut Edy, dari total 6,5 juta unit kendaraan di Sumut, hanya 2,2 juta pemilik kendaraan yang patuh dengan kewajibannya.

“Minimal 95 persen wajib pajak ini bisa terjawab. Kenapa dia? Karena jauh sekali kita ini hanya 40 persen dari wajib pajak yang membayar. Dapat kita pastikan dari total 6,5 juta wajib pajak pemilik kendaraan, tapi yang bayar pajak baru 2,2 juta kendaraan. Berarti yang lain ke mana?” katanya.

Bahkan dari 2,2 unit kendaraan yang membayar pajak, lanjut Edy, penerimaan pajak daerah yang diperoleh baru sekitar Rp5 triliun. Padahal menurut dia, potensi penerimaan pendapatan daerah dari PKB maupun BBNKB bisa lebih besar dari angka tersebut.

“Dari 2,2 juta itu, penerimaan pajak baru Rp5 triliun. Ini yang akan kita perbaiki. Bayangkan bila semua bayar pajak berarti bisa tiga kali lipat dari Rp5 triliun. Ini yang harus diluruskan, bocor ke mana dia,” ucapnya.

Diamini Edy, salah satu faktor keengganan masyarakat membayar PKB dan BBNKB lantaran prosesnya memakan waktu lama. Sehingga kebanyakan masyarakat memilih untuk menunda, bahkan menunggak pajak kendaraannya.

Karenanya melalui peresmian aplikasi e-Samsat Sumut Bermartabat itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pemilik kendaraan untuk membayar pajak serta semakin memudahkan masyarakat untuk membayar pajak kendaraan.

“Rakyat ini dalam membayar pajak, dia seperti yang saya contohkan tadi bisa lima sampai enam jam. Dengan e-Samsat ini, kita harapkan ke depannya dengan lima menit sudah bisa bayar pajak. Pakai dua ibu jarinya,” kata Gubsu.

Edy Rahmayadi juga berharap empat organisasi yang berkaitan dengan sistem aplikasi e-Mobile Samsat ini juga harus kompak dan memiliki komitmen menyelesaikan masalah dalam perpajakan kendaraan bermotor.”Dirlantas, Jasaraharja, Bank Sumut dan Dispenda harus punya komitmen kuat. Dengan berjalan baiknya sistem ini maka hilanglah calo-calo, orang-orang yang senang dengan adanya kesulitan dalam pembayaran pajak dan lainnya,” harap Edy Rahmayadi.

Plt Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Riswan mengatakan, aplikasi e-Mobile Samsat Sumut Bermartabat merupakan hasil kerja sama Pemprov Sumut, Bank Sumut, Dirlantas Polda dan Jasa Raharja. Penggunaannya untuk pembayaran, sedangkan untuk pengesahan wajib pajak bisa melakukan di Samsat manapun di Sumut.

Riswan berharap sistem ini bisa digunakan secara luas sehingga penerimaan pajak Sumut meningkat. “Perolehan pajak kita dari 2,2 juta kendaraan sekitar Rp5 triliun. Bayangkan bila kita mencapai 95%, mungkin kita bisa mendapat Rp15 triliun dan bisa kita manfaatkan untuk pembangunan di Sumut,” kata Riswan.

Direktur Bank Sumut Muchammad Budi Utomo mengatakan aplikasi ini akan tersedia di Play Store karena masih dalam persetujuan pihak Google. “Belum tersedia untuk umum saat ini karena terkait persetujuan pihak Google-nya. Biasanya butuh dua bulan untuk persetujuan,” katanya. (prn/ila)

DPRD Medan: The Reiz Condo Tak Boleh Jadi Hotel

Paul Mei Anton Simanjuntak, Ketua Komisi IV DPRD Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan mengeluarkan rekomendasi agar PT Waskita Karya Royalti sebagai pihak pengelola, tidak dibenarkan untuk mengalihfungsikan sejumlah kamar di gedung apartemen The Reiz Condo (TRC) sebagai hotel.

Paul Mei Anton Simanjuntak, Ketua Komisi IV DPRD Medan.

“Terkait tudingan warga penghuni/pemilik apartemen adanya sejumlah kamar yang diperuntukkan sebagai hotel atau sewa kamar, kami minta agar segera dihentikan. Pemko Medan kita minta untuk menindak tegas dan mengawasinya sesuai fungsi awal, yaitu sebagai apartemen,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, Jumat (29/1).

Dikatakan Paul, rekomendasi tersebut diputuskan setelah pihaknya melakukan rapat dengar pendapat (RDP) minggu lalu dengan pihak pengelola TRC dan intansi terkait. “Demi mengembalikan fungsi TRC yang sebenarnya, yakni sebagai apartemen hunian, maka Komisi IV memutuskan rekomendasi dimaksud, yaitu tetap berfungsi sebagai apartemen dan tidak ada hotel di dalam nya” ujar Paul.

Selanjutnya, rekomendasi komisi IV tersebut telah mereka teruskan kepada pimpinan DPRD Medan. “Kita harapkan agar pimpinan dapat secepatnya menerbitkan surat rekomendasi ke Pemko Medan untuk segera dijalankan,” tegasnya.

Dijelaskan Paul, sebelumnya ketika pihaknya meninjau secara langsung ke TRC dan menemui sejumlah penghuni apartemen, para penghuni mengaku jika ada sejumlah kamar hunian di gedung tersebut yang dijadikan hotel atau kamar sewa.

Tak cuma itu, bahkan beberapa fasilitas apartemen seperti Cafe dan convenience store (supermarket) telah diubah fungsinya menjadi Loby oleh pengelola.”Ini kan salah satu bukti, bahwa memang ada perubahan fungsi di gedung itu. Jelas melanggar aturan dan membuat tidak nyaman para penghuni apartemen,” jelasnya.

Selain itu, perubahan fungsi gedung dari apartemen ke hotel juga jelas-jelas merugikan Kota Medan, khususnya dari segi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sisi perizinan. Menurut Paul, sangat jauh selisih nilai retribusi yang didapatkan dari SIMB. “Jika terjadi perubahan fungsi, maka harusnya ada perubahan peruntukan. Itu pun harus melalui musyawarah dengan pemilik apartemen, gak bisa beralih fungsi begitu saja” tegasnya.

Untuk itu dalam isi rekomendasinya, Komisi IV juga meminta pihak PT Waskita Karya Royalti agar transparan soal peruntukan sekitar 600 jumlah kamar di gedung TRC. “Jangan ada yang ditutup-tutupi. Berapa yang sudah laku dan berapa sisa. Itu peruntukan 120 kamar yang diduga untuk peruntukan kamar sewa harus transparan,” kata dia.

Sebelumnya, Darwin sebagai salah satu pemilik hunian apartemen di TRC mengeluh ketidaknyamanan mereka di apartemen TRC karena ada penghuni kamar tidak jelas. Padahal, sejak awal peruntukan, TRC diperuntukkan sebagai hunian apartemen dan bukan hotel atau service apartment. “Pihak pengelola jangan melakukan pembohongan dengan menggantikan istilah hotel menjadi service apartment. Yang pasti service apartment itu bukan hunian,” ujar Darwin.

Darwin pun berharap kepada pihak pengembang supaya memberikan rasa nyaman untuk penghuni dengan tidak merubah peruntukan gedung dari fungsi yang sebenarnya.

Sebelumnya juga, anggota komisi IV DPRD Medan Renville Napitupulu telah menyoroti pihak TRC yang diduga melakukan manipulasi izin untuk memperkecil retribusi. “Retribusi izin pendirian apartemen yang hanya Rp 1,2 miliar, itu sangat minim. Jika tidak dimanipulasi dan peruntukannya memang untuk hotel, pasti retribusinya jauh lebih besar,” pungkasnya. (map/ila)

Kasus Jagal Kucing di Medan Denai, Pemilik Kucing: Polisi Harus Hukum Pelaku

KUCING MILIK KORBAN: Kucing bernama Tayo, milik Sonia Rizkika, warga Jalan Tangguk Bongkar III, Medan Denai. Tayo ditemukan Rizkika di dalam karung sudah tak bernyawa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sonia Rizkika, warga Jalan Tangguk Bongkar III, Medan Denai, sangat geram dengan pelaku yang membunuh kucing kesayangannya bernama Tayo dengan sadis. Dia meminta polisi agar memenjarakan pelakunya.

KUCING MILIK KORBAN: Kucing bernama Tayo, milik Sonia Rizkika, warga Jalan Tangguk Bongkar III, Medan Denai. Tayo ditemukan Rizkika di dalam karung sudah tak bernyawa.

Seperti diketahui, kasus jagal kucing sebelumnya viral di media sosial. Aparat kepolisian dari Polsek Medan Area melakukan penyelidikian atas ditemukannya sekarung bangkai kucing dan organ-organ kucing. Sonia Rizkika juga sudah membuat laporan ke Polsek Medan Area dan pihak kepolisian sudah melakukan cek ke TKP.

“Saya benarnya, kalau ditanya pengen tangan pelaku dipotong, supaya dia gak bisa membunuh hewan lagi. Tapi saya berharap pelakunya dipenjara,” ungkap Sonia saat dikonfirmasi Sumut Pos, Jumat (29/1).

Sebab, Sonia menginginkan ada efek jera kepada pelaku penjagalan hewan pelihara itu. Kemudian, pelaku segara ditangkap dan dijebloskan ke penjara. “Harapan saya tentang kasus ini, kepada pihak kepolisian. Pastinya, sama harapannya kita semua. Kasusnya cepat dituntutaskan dan pelakunya cepat ditangkap,”kata Sonia.

Sonia juga sudah melaporkan pencurian dan pembunuhan sadis kucing miliknya bernama Tayo ke Polsek Medan Area dan ia mengucapkan terima kasih atas respon cepat dilakukan pihak kepolisian dengan melakukan olah TKP. “Tapi pelakunya belum ditangkap,” kata Sonia.

Sonia bercerita, kucing Tayo miliknya sebelumnya hilang . Lalu ia mencari keberadaan hewan kesayangannya itu. Kemudian dia bersama dengan temannya, Wulan, mencari keberadaaan kucing tersebut. Kemudian, Sonia menerima informasi kucingnya dimasukkan ke dalam karung goni oleh seseorang di Jalan Tangguk Bongkar 7 Medan, Mandala, Medan Denai.

Setelah bertanya-tanya kepada warga sekitar akhirnya dia berhasil menemukan rumah orang yang mengambil kucingnya. Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, Sonia dan Wulan menemukan sebuah karung goni. Tampak pikir panjang Wulan lalu membukanya. “Setelah membukanya, kami melihat banyak kepala kucing, bahkan kucing yang sedang hamil juga ada dan setelah itu saya lemas,” kata Sonia.

Kisah kucing malang itu, dibaginya di akun Instagram miliknya, @soniarizkikarai, pada Rabu kemarin, 27 Januari 2021 melalui postingannya, Sonia kehilangan kucingnya bernama Tayo..

Postingan Sonia sontak viral di Instagram dan menjadi perhatian netizen. Atas hal itu, Polsek Medan Area menerjunkan anggotanya dengan melakukan pengecekan TKP dan menemukan karung goni berisikan kepala kucing dan organ tubuh kucing. Kemudian, diamankan dan dibawa ke Mako Polsek Medan Area.

Curi Kucing Himalaya, Seorang pemuda Diamankan Polisi

Masih terkait kucing, seorang pemuda berinisial MA (21) warga Jalan Jermal 10 Gang Buntu, Medan Denai, diamankan petugas Polsek Medan Kota, kemarin. Pemuda tersebut diamankan setelah diserahkan warga karena mencuri kucing himalaya milik Willy Wijaya (31) warga Jalan Bahagia, Komplek Fortune, Kelurahan Teladan Timur, Medan Kota.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki Ramadhan melalui Kanit Reskrim, Iptu Ainul Yaqin mengatakan, pihaknya mengamankan pelaku dari kantor security Komplek Fortune sekira pukul 06.48 WIB. “Kita mendapat laporan dari korban yang datang ke kantor Polsek Medan Kota. Selanjutnya, personel bergerak ke lokasi lalu mengamankan dan memboyong pelaku,” kata Ainul, Jumat (29/1).

Dari hasil pengembangan kasus, kata Ainul, disita 1 ekor kucing himalaya milik korban yang disimpan di rumah pelaku. Selain itu, diketahui pelaku telah melakukan aksi pencurian kucing lebih dari satu kali. “Berdasarkan hasil interogasi, pelaku menerangkan bahwa sudah 3 kali mencuri kucing di tempat dan waktu yang berbeda,” ujarnya.

Pencurian pertama, dilakukan di rumah korban pada Kamis (14/1) dini hari sekira pukul 03.00 WIB. Kucing tersebut lalu dijual ke daerah Jalan Jermal 15. Namun kemudian, berhasil ditebus korban setelah mencari tahu.

“Sedangkan pencurian kedua terjadi pada Sabtu (16/1) dini hari sekira pukul 01.00 WIB dan kucing disimpan di rumah pelaku. Sementara pencurian ketiga dilakukan pada Selasa (19/1) sekira pukul 05.00 WIB dan pelaku tertangkap warga lalu diserahkan ke petugas security komplek perumahan tersebut,” beber Ainul.

Ia menambahkan, akibat perbuatannya tersangka melanggar Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dan disanksi pidana hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara. (gus/ris/ila)

Benteng Sungai Deli Kembali Ambruk

AMBRUK: Benteng Sungai Deli kembali ambruk di Jalan Young Panah Hijau, Lingkungan 7, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (29/1).fachril/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Benteng Sungai Deli kembali ambruk di Jalan Young Panah Hijau, Lingkungan 7, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (29/1) pukul 10.00 WIB.

AMBRUK: Benteng Sungai Deli kembali ambruk di Jalan Young Panah Hijau, Lingkungan 7, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan, Jumat (29/1).fachril/sumutpos.

Ambruknya benteng secara tiba – tiba mengakibatkan pohon kelapa tumbang menimpa boat nelayan yang ditambat di pinggir sungai. Tidak ada korban jiwa atas musibah itu, namun kondisi benteng yang ambruk sekitar 50 meter mengancam banjir ratusan rumah di sekitar benteng tersebut.

Masyarakat terlihat waspada di sekitar lokasi benteng sungai yang sebelumnya pernah terkikis ambruk. “Tadi tiba – tiba aja ambruk, pohon kelapa sampai tumbang mengenai boat. Kami khawatir kalau hujan deras dan sungai meluap bakal jebol parah membanjiri rumah warga,” keluh warga sekitar, Jalal.

Pria berusia 52 tahun ini mengharapkan agar pihak berwenang menanggani tanggul itu dengan memperbaiki sementara secara darurat. “Kami di sini masih was – was, kalau ini dibiarkan terus bakal jebol nanti. Kami minta pemerintah segera ambil tindakan,” pinta Jalal.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari menegaskan, agar Pemprov Sumatera Utara melalui Balai Wilayah Sungai (BWS-ll) untuk segera mengambil langkah perbaikan, agar musibah itu semakin parah.”Ini sudah mengkhawatirkan, kita harap ada tindakan dini mengatasi secara darurat terhadap kondisi benteng tersebut,” tegas Sudari.

Politisi PAN ini juga meminta kepada Dinas PU Kota Medan untuk turut berperan mengatasi secara darurat, sebelum adanya perbaikan secara permanen dapat ditangani secara dini lebih dulu.

“Kita minta Dinas PU Kota Medan untuk segera turun ke lapangan. Begitu juga BPBD Kota Medan juga turut andil untuk mengecek lokasi – lokasi rawan di sepanjang Sungai Deli yang terancam jebol bentengnya, agar dapat diatasi lebih dulu,” pungkas Sudari. (fac/ila)

Tak Hadiri Pelantikan Rektor USU, Gubsu: Tak Ada Kaitan dengan SK Self Plagiarism

DILANTIK: Dr Muryanto Amin dilantik menjadi Rektor USU periode 2021-2026, di Auditorium Gedung D Lantai 2, Komplek Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta Pusat, Kamis (28/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polemik ketidakhadiran Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam pelantikan Muryanto Amin sebagai Rektor USU periode 2021-2026 di Jakarta, Kamis (28/1), direspon pihak Pemprov Sumut.

DILANTIK: Dr Muryanto Amin dilantik menjadi Rektor USU periode 2021-2026, di Auditorium Gedung D Lantai 2, Komplek Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta Pusat, Kamis (28/1).

Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar, ketidakhadiran Gubernur Edy Rahmayadi dalam pelantikan rektor baru USU tersebut, tidak ada kaitan dengan dugaan kasus self plagiarisme Muryanto Amin berdasarkan surat keputusan mantan rektor, Runtung Sitepu, sudah dicabut atau belum.

Katanya, secara tegas sejak awal Gubsu Edy tidak masuk dalam persoalan SK Prof Runtung, melainkan menyerahkan sepenuhnya apapun keputusan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Jadi Gubsu tidak dalam posisi mengambil sikap apakah SK itu dicabut atau tidak, melainkan patuh apa yang diputuskan oleh pemerintah pusat,” katanya kepada Sumut Pos, Jumat (29/1).

Menurut dia, Gubsu Edy Rahmayadi sedari awal menegaskan dirinya selaku unsur Majelis Wali Amanat (MWA) USU patuh sepenuhnya terhadap keputusan yang diambil Kemendikbud terhadap pelantikan Rektor USU Muryanto Amin.

Mantan kepala Bappeda dan kepala Balitbang Sumut menambahkan, tentang ketidakhadiran Gubsu pada pelantikan Muryanto sepenuhnya karena Gubsu pada waktu bersamaan sedang melaksanakan tugas pokok selaku gubernur di Langkat.

Seperti diketahui, MWA USU resmi melantik Muryanto Amin sebagai Rektor USU periode 2021-2026. Pelantikan berlangsung di Auditorium Gedung D Lantai 2, Komplek Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman Pintu 1 Senayan Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

Usai pelantikan, pria yang akrab disapa Mury berharap agar di masa kepemimpinannya nanti seluruh civitas akademika USU dapat kembali menyatukan energi dan kekuatan untuk membangun USU yang lebih baik. Terlebih tantangan yang dihadapi semakin berat, khususnya dalam mewujudkan visi dan misi USU untuk masuk dalam jajaran world class university. “Juga dalam melakukan adaptasi teknologi dalam metode pembelajaran, di tengah pandemi yang belum juga kunjung melandai,” katanya.

Ia komit akan melaksanakan seluruh program yang telah disampaikannya dalam tahapan audisi pemilihan rektor USU sebelumnya. Yakni, seluruh sumber daya yang dimiliki USU harus sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal, untuk memperbaiki sektor-sektor yang belum tersentuh dan juga menyempurnakan pekerjaan-pekerjaan yang sudah dimulai di masa kepemimpinan rektor sebelumnya.

“Selain itu, USU juga akan meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti pemerintah maupun pihak-pihak terkait lainnya dalam membangun USU yang lebih baik, serta dalam bingkai pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi,” kata lelaki kelahiran 30 September 1974 yang sebelumnya menjabat dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU itu.

Adapun Mury lolos sebagai rektor terpilih dengan mendapatkan 18 suara (57,75%). Ia mengungguli dua kandidat lain, yakni Prof dr Farhat yang memperoleh 11 suara (35,75%), dan Muhammad Arif Nasution yang mendapatkan dua suara (6,5%). (prn/ila)