25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 3734

Polsek Patumbak Peduli Abang Becak

BERBAGI: Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza berbagi rezeki kepada penarik becak bermotor, Jumat (22/1).dewi/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPS.CO – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Patumbak, Kompol Arfin Fachreza melaksanakan giat ‘berbagi ‘sesama dengan memberikan bantuan kepada abang (para penarik) becak yang beroperasi di seputaran wilayah hukum Polsek Patumbak, Jumat (22/1).

BERBAGI: Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza berbagi rezeki kepada penarik becak bermotor, Jumat (22/1).dewi/sumu tpos.

Dalam kesempatan itu, Arfin bersama anggota menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus dan masker kepada abang becak yang beroperasi di seputaran simpang Amplas Medan. Mantan Kanit di Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut itu kemudian menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), agar para sopir becak ikut membantu pihak Kepolisian dengan menjaga lingkungan sekitar.

“Patuhi peraturan lalulintas, gunakan helm, jangan memarkirkan kendaraannya di sembarang tempat. Satu lagi jangan melawan arah, karena itu bisa membahayakan diri sendiri dan pengendara lain,” pesannya kepada para penarik becak tersebut.

Arfin yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Madina dan Polres Deliserdang itu, kemudian mengingatkan sopir becak dan masyarakat sekitar agar keluarganya menjauhi narkoba. Selain musuh bersama, terangnya, dia dan anggotanya tidak main-main dalam penindakan kasus narkoba. “Tolong diingatin keluarga kita di rumah untuk menjauhi narkoba ya,” pungkas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2005 tersebut,” pungkasnya. (mag-1/ila)

Rute Pinangbaris & Belawan Resmi Beroperasi, Total Jumlah 5 Koridor Bus BTS di Kota Medan

Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.
Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah ditunggu cukup lama, akhirnya Bus Trans Metro Deli (TMD) yang merupakan Bus dengan sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah kepada pihak operator angkutan umum atau Buy The Service (BTS), telah membuka dua koridor tambahannya di Kota Medan. Dua koridor tambahan tersebut mulai resmi beroperasi di Kota Medan sejak Jumat, (22/1) kemarin.

Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.
Bus BTS: Buas BTS saat berhenti di halte depan Kantor Pos Besar Kota Medan, Selasa (17/11). Sejak Senin (16/11), sebanyak 35 Bus BTS sudah beroperasi di Kota Medan.

Adapun dua koridor tambahan yang dimaksud, yakni Koridor 1, Lapangan Merdeka – Pinangbaris dan Koridor 3, Lapangan Merdeka – Belawan. “Alhamdulillah hari ini, Bus BTS untuk koridor Lapangan Merdeka – Pinangbaris dan Lapangan Merdeka – Belawan secara resmi sudah beroperasi,” ucap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT kepada Sumut Pos, Jumat (22/1).

Dengan demikian saat ini, kata Iswar, total ada 5 koridor Bus BTS di Kota Medan yang telah beroperasi secara keseluruhan. Sebab sebelumnya koridor Lapangan Merdeka – Amplas, Lapangan Merdeka – Tuntungan dan Lapangan Merdeka – Tembung telah beroperasi sejak 16 November 2020. “Dua koridor menggunakan Bus Besar, yaitu jurusan menuju Amplas dan Pinangbaris, sisanya yang 3 koridor lagi pakai Bus ukuran sedang,” ujarnya.

Iswar kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan, khususnya bagi pengendara mobil pribadi agar mau merubah kebiasaannya dari menggunakan mobil dalam kesehariannya untuk beralih dan menggunakan Bus BTS.

Sebab pada dasarnya, keberadaan Bus BTS di kota-kota besar seperti Kota Medan adalah sebagai moda transportasi modern yang tepat waktu, nyaman dan tentunya berbiaya murah, bahkan saat ini masih gratis. Tujuannya, agar masyarakat kota yang merupakan pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke transportasi umum guna meminimalisir kemacetan dan terciptanya penghematan sumber energi beruapa bahan bakar minyak (BBM).

“Jadi sebenarnya, bukan hanya pengguna mobil pribadi, pengguna sepeda motor juga sangat kuta anjurkan untuk beralih ke Bus BTS. Sejak awal kita sebutkan, Bus BTS ini tidak menyasar kepada penumpang angkot, tetapi kepada pengguna kendaraan pribadi. Tidak ada alasan untuk tidak mau beralih ke Bus BTS, kita sudah siapkan Bus yang tepat waktu, nyaman dan tentunya berbiaya. Mari kita manfaatkan Bus BTS,” ungkapnya.

Terpisah, Kabag Operasional Bus Trans Metro Deli, Jimmy Petrus Tamba membenarkan mulai beroperasinya Bus TMD pada dua koridor baru, yakni tujuan Pinangbaris dan Belawan. “Betul, mulai hari ini (kemarin) sudah beroperasi di koridor 1 dan 3, yaitu tujuan Pinangbaris dan Belawan. Mohon dukungannya agar masyarakat dapat mulai memanfaatkan Bus BTS di 2 koridor yang baru ini dan 3 koridor yang sudah beroperasi sejak dua bulan yang lalu,” jawab Jimmy kepada Sumut Pos, Jumat (22/1).

Dijelaskan Jimmy, memang Bus BTS di dua koridor baru ini, pada awalnya direncanakan beroperasi di Kota Medan pada bulan Desember 2020 yang lalu. Namun adanya sejumlah kendala yang dialami pihak operasional, membuat beroperasinya koridor menuju Pinangbaris dan Belawan menjadi tertunda.

Dirincikan Jimmy, jumlah unit Bus pada dua koridor baru tersebut sebanyak 33 unit yang terdiri dari 11 unit Bus berukuran besar untuk koridor Pinangbaris dan 22 unit berukuran sedang untuk koridor Belawan. “Untuk Pinang baris 10 unit beroperasi, 1 unit cadangan. Sedangkan untuk Belawan 20 unit beroperasi, 2 unit cadangan. Total pada dua unit itu jadi 33,” rincinya.

Sedangkan pada 3 koridor sebelumnya, yakni koridor Lapangan Merdeka – Amplas, Lapangan Merdeka – Tuntungan, serta Lapangan Merdeka – Tembung, sudah tersedia 39 unit Bus, total 35 unit Bus yang beroperasi dan 4 bus sebagai cadangan. Rinciannya, 10 unit diantaranya untuk koridor tujuan Amplas dengan cadangan 1 unit, 16 unit untuk koridor tujuan Tuntungan dengan cadangan 2 unit dan 9 unit sisanya untuk koridor tujuan Tembung dengan cadangan 1 unit.

“Jadi total untuk semua koridor ada 72 unit, sesuai dengan rencana. Untuk pengoperasian tidak ada masalah, semua sudah ada infrastrukturnya, baik halte maupun tempat perhentian sementara untuk yang belum ada haltenya. Kita tahu ini belum maksimal, tapi kita akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan kita. Mohon dukungannya,” jelas Jimmy.

Dilanjutkan Jimmy, beroperasinya Bus BTS di Kota Medan sampai saat ini masih bertarif Rp0 atau gratis. Namun begitu, masyarakat hanya dapat menggunakan jasa transportasi tersebut dengan sistem pembayaran non tunai, yakni dengan menggunakan e-Money.

“Pada 3 koridor yang sudah beroperasi sejak November yang lalu sudah tidak kita izinkan lagi naik tanpa e-Money. Tapi untuk dua koridor yang baru ini, mungkin masih kita berikan toleransi sampai beberapa waktu ke depan, sembari kita sosialisasikan bahwa untuk menikmati fasilitas Bus Trans Metro Deli ini harus menggunakan e-Money, tentunya sampai saat ini masih dengan tarif Rp0,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bus Trans Metro Deli terdiri dari 2 ukuran, yakni Bus berukuran Besar dengan kapasitas 40 hingga 50 orang dan Bus berukuran sedang dengan kapasitas 25 orang.

Bus berukuran besar beroperasi pada 2 koridor, yakni Lapangan Merdeka – Amplas dan Lapangan Merdeka – Pinangbaris. Sedangkan Bus berukuran sedang beroperasi di 3 koridor lainnya, yakni Lapangan Merdeka – Belawan, Lapangan Merdeka – Tuntungan, dan Lapangan Merdeka – Tembung. (map/ila)

Banjir di Gg.Subur Kampung Baru Belum Terselesaikan, Pemko dan DPRD Medan Cari Solusi

KUNJUNGI: Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengunjungi Gg Subur Lama, Kampung Baru, Jumat (22/01).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permasalahan banjir yang terjadi di Gg Subur Lama, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun, hingga saat ini masih terus dicari jalan keluarnya. Inti persoalannya adalah buruknya saluran pembuangan secara langsung ke Sungai Deli.

KUNJUNGI: Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengunjungi Gg Subur Lama, Kampung Baru, Jumat (22/01).istimewa/sumu tpos.

Sedangkan jika ingin ada saluran drainase yang memadai, maka warga atau Pemko Medan harus membebaskan lahan milik salah seorang warga.

“Masalahnya memang tidak sesederhana soal buruknya drainase. Ini ada persoalan yang perlu diselesaikan dengan perencanaan yang baik,” ucap anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan usai mengunjungi kawasan tersebut, Jumat (22/01).

Disampaikan Syaiful, sedikitnya sudah empat kali dirinya melakukan kunjungan ke lokasi tersebut guna menyikapi keluhan warga.

“Ada empat kali kita mengunjungi kawasan itu, mulai saat banjir sampai kepada proses pemetaan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas PKPPR (Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang) Kota Medan,” ujar Syaiful.

Dijelaskannya, sejak dirinya menindaklanjuti persoalan banjir di Gg Subur ini, ia tak hanya berkoordinasi dengan Dinas PU dan Dinas PKPPR Kota Medan, tetapi juga telah berkoordinasi dengan Lurah Kampung Baru dan Camat Medan Maimun.

“Mulai Lurah, Camat, semua sudah kita libatkan. Kemudian Dinas PU dan Dinas PKPPR juga sudah melakukan berbagai cara, diantaranya dengan penyediaan mesin pompa air dan pemetaan di kawasan itu,” jelasnya.

Dalam penanganan banjir di Gg.Subur ini, Syaiful mengapreasiasi sikap kooperatifnya Kadis PU Kota Medan dalam menyahuti persoalan ini. Syaiful pun mengharapkan, persoalan pelik terkait saluran drainase yang tidak memadai bisa segara diselesaikan.

“Kita yakin dan optimis, persoalan ini bisa segera diselesaikan. Dalam permasalahan banjir di Gg Subur ini dibutuhkan kolaborasi dari semua pihak, termasuk pemilik tanah. Akan kita cari terus solusinya,” pungkasnya. (map/ila)

15 Kecamatan Dilanda Cuaca Ekstream, BMKG Imbau Warga Kota Medan Waspada

MELINTASI GENANGAN AIR: Kendaraan mobil melintasi genangan air seusai hujan, saat keluar dari pintu tol Amplas, beberapa waktu lalu. BMKG mengimbau masyarakat Kota Medan untuk waspada cuaca ektrem, di mana salah satunya waspada banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah 1 Medan mendata, ada 15 kecamatan di Kota Medan mengalami cuaca yang tidak bersahabat. Prediksi ini diperkirakan hingga Sabtu (23/1).

MELINTASI GENANGAN AIR: Kendaraan mobil melintasi genangan air seusai hujan, saat keluar dari pintu tol Amplas, beberapa waktu lalu. BMKG mengimbau masyarakat Kota Medan untuk waspada cuaca ektrem, di mana salah satunya waspada banjir.

Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Budi Prasetyo mengatakan, Adapun 15 Kecamatan di Kota Medan yang mengalami cuaca ekstrem ini, yakni Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Marelan, Medan Deli, Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, Medan Baru, Medan Sunggal, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Kota, Medan Amplas, dan Medan Timur.”Cuaca ekstrem tersebut, yakni hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang, kilat dan petir yang berlangsung hingga esok (Sabtu, Red),” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat Kota Medan, agar dapat mewaspadai cuaca tersebut dan juga mewaspadai genangan-genangan air di wilayah yang rawan banjir, terutama yang tinggal di bantaran sungai.

“Sedangkan untuk suhu di Kota Medan mencapai 17,0-32,0 derajat celcius, dengan kelembaban udara 60-98 persen. Untuk kecepatan angin mencapai 10-20 Km/ jam, yang berasal dari Barat Daya menuju Timur laut,” katanya.

Selain Kota Medan, lanjutnya, beberapa wilayah di Sumatera Utara (Sumut) juga mengalami kondisi yang sama. Di antaranya, Danau Toba, beberapa wilayah di Samosir, Humbang Hasundutan, Karo, Langkat, Deliserdang dan Simalungun.”Kita juga mengimbau masyarakat yang tinggal pegunungan, lereng timur, lereng barat, dan pantai barat Sumut, agar dapat mewaspadai cuaca ekstrem ini,” imbaunya.

Dijelaskannya, pihaknya juga memprediksi gelombang laut mencapai 1,25-2,5 meter, di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, Samudera Hindia Barat Aceh, Perairan Nias-Sibolga dan Samudera Hindia Barat Nias.

Sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati melalui siaran persnya di Jakarta pada Kamis (21/1), BNPB menyebut Sumut dan Aceh berada dalam kategori siaga terhadap potensi banjir dan banjir bandang. Potensi tersebut mengacu pada prakiraan cuaca yang terpantau oleh BMKG.

Raditya menjelaskan, kondisi siaga ini berlaku pada 22 Januari 2021, pukul 07.00 WIB sampai dengan 23 Januari 2021, pukul 07.00 WIB. Beberapa wilayah terpantau berpotensi terjadi hujan lebat, khususnya wilayah Aceh dan Sumut. Karena itu BNPB mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan bahaya hidrometeorologi, seperti banjir dan banjir bandang.

Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 23 wilayah administrasi setingkat kabupaten dan kota di Provinsi Aceh teridentifikasi berpotensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. “Sementara pada bahaya banjir bandang, Aceh juga memiliki potensi dengan kategori yang sama di 20 wilayah,” jelas Raditya.

Mengacu pada data aplikasi Info BMKG, pada 23 Januari 2021, prakiraan curah hujan di Aceh Timur terjadi hujan ringan hingga lebat. Pada wilayah Sumut, sebanyak 33 wilayah administrasi kabupaten dan kota berada pada potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi, sedangkan 30 wilayah berpotensi banjir bandang.   Di samping Aceh dan Sumut, BMKG juga merilis daftar provinsi dengan tingkat waspada terhadap potensi dampak banjir dan banjir bandang berdasarkan analisis prakiraan cuaca. Daftar wilayah itu adalah Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat.

Kemudian Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. “Satu hal yang patut diwaspadai di wilayah Kalimantan Selatan. Provinsi ini mengalami banjir meluas di 11 wilayah administrasi kabupaten dan kota beberapa hari terakhir,” jelas Raditya.(mag-1/fat/jpnn/ila)

Diduga Menyalahi Peruntukan Izin, BPK Diminta Audit The Reiz Condo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Medan kembali menuding adanya dugaan penyalagunaan izin pada pembangunan gedung The Reiz Condo (TRC) di Jalan Tembakau Deli Kelurahan Kesawan, Kota Medan. Pasalnya, perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) yang hanya senilai Rp1,2 miliar disinyalir memiliki penyimpangan izin. Karena, Komisi IV DPRD Medan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun untuk melakukan audit.

MAKET: Maket bangunan The Reiz Condo (TRC) di Jalan embakau Deli Kelurahan Kesawan, Kota Medan.

Penegasan itu disampaikan anggota Komisi IV DPRD Medan, Renville Napitupulu. Kata dia, pihak terkait seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga harus turun untuk melakukan audit. Begitu juga dengan Pemko Medan serta instansi lainnya, diminta supaya bertindak tegas melakukan tindakan bagi yang melanggar aturan.

Diterangkan Renville, penyimpangan itu seperti izin peruntukan apartemen yang diubah menjadi hotel (penginapan harian/bulanan).

“Untuk izin hunian dan hotel sangat jauh perbedaan retribusi dan pajaknya. Maka ada penyalahgunaan izin sehingga mengurangi PAD, karena perhitungan teknis biaya SIMB tergantung juga dengan jenis dan jumlah Izin peruntukan,” jelas Renville.

Menurutnya, bangunan apartemen super megah setinggi 28 lantai itu yang dilakukan PT Waskita Karya Realty selaku pengembang, melakukan pembohongan sehingga merugikan Pemko Medan bahkan mengabaikan pemilik apartemen.”Kita menduga ada penyalahgunaan izin sehingga berdampak berkurangnya perolehan PAD dari retribusi dan pajak,” sebut Renville Napitulu yang juga Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Medan itu.

Menurut Renville, pihak PT Waskita Karya Realty harus bertanggung jawab untuk segala bentuk perubahan peruntukan di gedung TRC.

“Jika merubah peruntukan harus terlebih dahulu merevisi izin yang tentunya harus memenuhi persyaratan administrasi ketentuan di Pemko Medan. Itu pun harus ada persetujuan bersama dengan penghuni apartemen yang ada di TRC saat ini. Hitung hitung jika dilakukan revisi izin ada masukan PAD Pemko Medan sekitar ratusan juta rupiah,” kata Renville.

Sorotan yang sama juga disampaikan anggota Komisi IV DPRD Medan, Sukamto. Ia mendesak Pemko Medan mengambil tindakan tegas terhadap penyalagunaan peruntukan yang dilakukan The Reiz Condo. Pengembang PT Waskita Karya Realty diminta transparan terkait perubahan peruntukan dengan tetap persetujuan penghuni apartemen, sama halnya dengan janji awal dengan pihak penghuni yang menyebut gedung TRC sebagai tempat hunian supaya tetap ditaati. “Tentu dengan perobahan sebahagian kamar dijadikan hotel atau kamar sewa dipastikan pemilik hunian tidak nyaman,” ujar Sukamto.

Kata Sukamto, PT Waskita Karya Realty diminta transparan soal peruntukan 602 kamar di gedung TRC. Diketahui, 313 sudah terjual sebagai hunian, sedangkan sisanya tidak diketahui peruntukannya. Begitu juga dengan peruntukan awal menjadi Cafe dan convenence store (supermarket) yang berubah fungsi menjadi lobby supaya dikembalikan kepada peruntukan awal.”Jangan ditutup-tutupi peruntukannya,” pinta Sukamto.

Sementara itu, sebelumnya Darwin salah satu pemilik hunian apartemen di TRC mengeluhkan ketidaknyamanan mereka di apartemen TRC karena ada beberapa kamar hunian yang dijadikan hotel atau kamar sewa. Padahal, kata Darwin, sejak awal peruntukan TRC adalah untuk hunian apartemen bukan hotel atau service apartment.

“Pihak pengelola jangan melakukan pembohongan dengan menggantikan istilah hotel menjadi service apartment. Yang pasti service apartment itu bukan hunian,” ujar Darwin saat rapat dengan DPRD Medan bersama pihak pengembang.

Untuk itu, Darwin minta kepada pihak pengembang supaya memberikan rasa nyaman kepada penghuni dengan tidak merubah peruntukan. “Kalau sebagian kamar dijadikan hotel atau kamar sewaan, kami khawatir keluarga dan anak istri kami tidak nyaman,” kata Darwin.

Pada kesempatan itu, Darwin juga meminta kepada PT Waskita Karya Realty selaku pengelola BUMN agar transparan. Para penghuni juga meminta pihak pengelola agar segera memfasilitasi pembentukan perhimpunan para penghuni sesuai ketentuan. (map/ila)

JNE Gratiskan Biaya Pengiriman Bantuan Bencana Alam

BANTUAN: Karyawan JNE saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, beberapa waktu yang lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bulan pertama di tahun 2021, Indonesia kembali mendapatkan ujian dengan berbagai bencana alam di beberapa wilayah di Indonesia, yang mengakibatkan kerusakan baik infrastruktur hingga menyebabkan korban jiwa.  Seperti banjir bandang  di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, gempa bumi di Provinsi Sulawesi Barat tepatnya di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene dan bencana longsor di Kabupaten Sumedang. 

BANTUAN: Karyawan JNE saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak gempa di Mamuju, Sulawesi Barat, beberapa waktu yang lalu.

Peristiwa ini menggugah JNE untuk memberikan bantuan dengan kapabilitas yang dimiliki sebagai perusahaan distribusi dengan adanya Program JNE Peduli Bencana. JNE pun mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk menyumbangkan beragam barang yang diperlukan oleh masyarakat di wilayah yang terdampak bencana banjir bandang, tanah longsor, dan gempa bumi.

Mulai tanggal 21 sampai dengan 31 Januari 2021, Program JNE Peduli Bencana ikut membantu meringankan beban untuk para korban bencana alam dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengirimkan bantuan dengan ketentuan: berat kiriman maksimal 10 kg per kiriman, maksimal 5 kiriman per pengirim, tidak berlaku untuk pengiriman makanan basah, mudah busuk dan cairan. Saat ini kiriman bantuan difokuskan untuk bencana di wilayah Sumedang – Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, namun tidak menutup kemungkinan untuk wilayah bencana lainnya. Pengiriman bantuan bencana alam ini dapat disalurkan melalui Posko Bencana Kantor Cabang Utama JNE di seluruh Indonesia. Barang-barang bantuan ini akan ditujukan ke Kantor Cabang Utama JNE lokasi bencana (tidak ke alamat pribadi).

Eri Palgunadi, VP of Marketing JNE, mengatakan, adanya layanan JNE Peduli Bencana bertujuan untuk meringankan korban bencana alam yang dialami warga masyarakat Indonesia saat ini, dengan memiliki tagline “Connecting Happiness” yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Yang memiliki arti makna yang sangat luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket saja, namun JNE dalam berbagai aspek di setiap kehidupan masyarakat. Hal ini karena empat sektor, yaitu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar yang menjadi perhatian utama perusahaan.

Dikatakan Eri, sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, JNE juga ikut serta untuk terus melakukan langkah – langkah kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar. Salah satunya yang telah didistribusikan bantuan berupa bahan pangan, pokok, sandang ke posko-posko lokasi bencana alam gempa bumi pada tanggal 17 dan 18 Januari di Kabupaten Mamuju dan Majene Provinsi Sulawesi Barat dengan mendistribusikan kurang lebih sekitar 2 Ton lebih yang diangkut oleh armada truk JNE. Selain itu JNE pun juga bekerjasama dengan lembaga Rumah Zakat dan Rumah Harapan Melanie dalam menggalang bantuan untuk kebutuhan masyarakat korban bencana alam.

Eri menambahkan bahwa bantuan akan terus diwujudkan selanjutnya, mengingat kondisi korban yang masih memprihatinkan di beberapa wilayah di Indonesia. “Jalinan yang baik, dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak dan lembaga-lembaga lainnya akan sangat membantu dalam penyaluran bantuan dengan cepat untuk para korban yang tekena dampak bencana alam saat ini”, pungkasnya. (rel/ram)

Prediksi Tren Makanan 2021 Menurut GoFood: Ayam dan Milo Menu Favorit

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemimpin industri layanan pesan-antar makanan GoFood dari super app Gojek mengumumkan tren kuliner 2020 dan prediksi kuliner di tahun 2021 ini.

GoFood secara konsisten terus berinovasi tidak hanya sekadar layanan pesan antarmakanan, namun juga berperan penting dalam membentuk tren kuliner sebagai acuan bagi masyarakat dan pengusaha kuliner. Kepemimpinan GoFood pun turut dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan yang meningkat sebesar 20 kali lipat dalam empat tahun terakhir.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan menghadirkan kenyamanan pelanggan untuk menjelajah kuliner selalu menjadi prioritas utama GoFood.

“Berkat teknologi personalisasi, tiap pelanggan GoFood mendapatkan tampilan rekomendasi kuliner berbeda yang disesuaikan dengan preferensi masing-masing,” ujarnya.

Sementara untuk tren kuliner, GoFood terusmenjadi salah satu acuan tren makanan yang dapat diandalkan oleh masyarakat dan UMKM. Di tahun2020 ,menu kuliner terlaris masih didominasi oleh dua juara bertahan yaitu ayam goreng dan kopi susu. Dua menu ini masih menjadi menu makanan favorit masyarakat Indonesia terutama di masa pandemi, karena menu tersebut menjadi santapan wajib selama masyarakat bekerja dan belajar dari rumah.

Selain itu, tiga menu lainnya yang merupakan pendatang baru tahun 2020 didominasi oleh, Mie pedas terutama yang di-branding dengan nama-nama unik seperti mie setan, mie iblis, dll. Minuman mix dengan bahan dasar susu segar yang dipadukan dengan matcha (teh hijau), pandan, bobba, dan kreasi unik lainnya sebagai teman setia bekerja dan belajar di rumah. Dimsum goreng jenis udang rambutan, terutama disediakan oleh UMKM menjadi camilan favorit masyarakat

Sesuai dengan semangat #LebiHepiGoFood, pengalaman kuliner yang menyenangkan di GoFood tidak hanya lewat kelengkapan menu dan banyaknya jumlah merchant yang dihadirkan. Pelanggan sangat mengandalkan fitur-fitur andalan GoFood di tahun 2020 ketika bertransaksi yang juga dapat dimaksimalkan oleh mitra usaha diantaranya:

n Contactless delivery: dihadirkan lewat pilihan pesan autotext yang merupakan wujud adaptasi di situasi pandemi, pengguna rata-rata tertinggi meningkat 5x lipat semenjak diluncurkan pada bulan Maret 2020

n GoFood Pickup: meningkat sebanyak hampir 30x lipat sepanjang tahun 2020. Artinya, semakin banyak pelanggan yang telah memanfaatkan solusi mengambil makanannya sehari di outlet pilihan untuk meminimalisir kontak fisik langsung.

n Fiturgantilokasi: setiap harinya, 1 dari 5 (20%) pelanggan GoFood melakukan transaksi dengan memanfaatkan fitur ini di sepanjang tahun 2020 Ini artinya, pelanggan mengandalkan GoFood untuk mengungkapkan kasih sayang dan jalin tali silaturahim.

n Pesanan menu bundle /menu keluarga: mencapai 40% dari seluruh total transaksi GoFood. Kontribusi ini menunjukkan bagaimana GoFood semakin jadi andalan untuk dipesan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari seluruh anggota keluarga. Pemesanan menu keluarga ini semakin meningkat di bulan Desember 2020, dimana GoFoodmenghadirkan promo Foodiskon untuk berwisata kuliner #DiRumahAja.

Memasuki tahun 2021, tiga menu kuliner yang diprediksi akan laris di tahun 2021 adalah Dessert Box (cake dalam kemasan) dengan berbagai varian dan kemasan yang unik. Makanan dan minuman berbahan dasar Milo, dan Rice Bowl dengan berbagai topping. Ini berdasarkan tingkat jumlah pesanan serta jumlah pencarian di penghujung 2020 lalu. Prediksi ini dapat menjadi inspirasi bagi para mitra usaha yang tengah mempersiapkan kreasi menu andalan di tahun 2021.

Adapun di Medan, yang dikenal luas dengan pilihan kulinernya yang beragam, berbagai hidangan ayam masih menjadi makanan dengan jumlah pesanan terbanyak di tahun 2020.

Erika Agustine, Vice President Regional Gojek wilayah Sumatra menjelaskan, menu aneka ayam masih menjadi menu yang paling laris dipesan tahun lalu. Menariknya, ada dua jenis makanan pendatang baru yang menjadi favorit di tahun 2020, yaitu bolu dan aneka kuliner Padang.

“Untuk tahun 2021, diprediksi pisang goreng pasir akan menjadi makanan terlaris. Prediks ikuliner ini dilihat dengan meningkatnya jumlah pesanan serta jumlah pencarian item menu tersebut di penghujung 2020 lalu.”

Tak hanya diandalkan oleh pelanggan, GoFood turut konsisten menjadi mitra pertumbuhan bagi para merchant terutama UMKM dimana segmen bisnis ini menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar hampir 40%, di masa pandemi. GoFood membantu usaha kuliner untuk go digital. Di akhir tahun 2020, tercatat 750.000 mitra usaha kuliner Indonesia bergabung bersama GoFood terutama di kategori UMKM, meningkat 50% di tahun sebelumnya.

“Di tahun 2021 ini, GoFood akan terus merancang teknologi yang meningkatkan pengalaman lebih baik bagi pelanggan. GoFood mengedepankan teknologi personalisasi, serta berfokus menjadi destinasi dan referensi kuliner utama di Indonesia yang akan dihadirkan lewat beberapa fitur andalan sepanjang 2021 nanti,” tutup Catherine.

Di penghujung tahun 2020 lalu, GoFood telah menyesuaikan tampilan (UI) di aplikasi dan meningkatkan pengalaman menyeluruh (UX) dengan memperkuat personalisasi, adanya halaman navigasi, informasi status pengantaran makanan, serta fitur koreksi otomatis (auto correct) pada kolom pencarian. Dalam waktu dekat, GoFood juga akan melengkapi fitur rating dengan ulasan yang dapat diberikan langsung oleh pelanggan untuk referensi pengguna lain. (rel/ram)

Protes Jalan Rusak, Warga Tanam Pohon Pisang

TANAM POHONAN: Warga yang kecewa menanam pohon pisang di jalan yang berlubang, Jumat (22/1).fachril/sumut pos.

LABUHAN DELI, SUMUTPOS.CO – Kesal jalan tak kunjung diperbaiki, puluhan warga melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di Jalan Veteran, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhandeli, Jumat (22/1) pukul 09.30 WIB.

TANAM POHONAN: Warga yang kecewa menanam pohon pisang di jalan yang berlubang, Jumat (22/1).fachril/sumut pos.

Aksi protes warga itupun mengakibatkan akses jalan yang menghubungkan ke Marelan dan Belawan tersebut macet.

Koordinator aksi, Usman (35) mengatakan, bentuk protes yang mereka gelar secara spontan karena merasa prihatin dengan kondisi jalan tersebut. Sebab, pemerintah sampai saat ini tidak peduli dengan kondisi jalan yang sudah rusak parah.

“Kami merasa sedih dengan kondisi jalan rusak ini, kami tidak ingin akibat jalan ini banyak korban, makanya kami lakukan aksi demo,” ujar Usman.

Dijelaskannya, kerusakan jalan bukan hanya terjadi di Pasar IV Helvetia saja, melainkan ada beberapa titik. Keluhan masyarakat sudah berlangsung selama setahun ini, tetapi tidak ada tanggapan dari pemerintah.

“Bayangkan aja bang, kalau musim hujan jalan ini penuh air seperti kubangan kerbau. Banyak pengendara yang jatuh karena lubang yang menganga lebar di badan jalan,” bebernya.

Mereka berharap, pemerintah segera memperbaiki jalan itu. Jika dalam waktu dua minggu ini tidak ada tindakan, mereka mengancam akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi. “Kami hanya ingin jalan ini segera diperbaiki, jangan nanti kami blokir jalan ini sampai satu harian,” tegas Usman.

Sementara itu, Camat Labuhandeli Marjuki yang turun ke lokasi aksi mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas PU Pemprov Sumut mengenai jalan tersebut.

“Beberapa hari yang lalu Dinas PU Pemprov Sumut sudah meninjau jalan ini, mungkin sekitar bulan April akan dilaksanakan pengaspalan. Tapi sebelumnya kita akan melakukan pengerasan dengan cara swadaya,” kata Marjuki.

Anggota DPRD Deliserdang, Saufi Rijal Husni Mars yang juga turun ke lokasi menemui para pengunjuk rasa mengatakan, keluhan masalah jalan ini sudah disampaikan kepada Pemkab Deli Serdang dan Pemprov Sumut.

“Saya dan kawan – kawan di DPRD Deliserdang sudah menyampaikan masalah jalan ini, kita juga sudah mendesak untuk dilakukan pengaspalan menimal pengerasan jalan. Karena kita kwatir kalau jalan ini dibiarkan akan menimbulkan korban jiwa, karena keruskan jalan yang cukup memprihatinkan ini,” katanya di hadapan masyarakat.

Akhirnya, masyarakat membubarkan diri setelah mendengar penjelasan Camat Labuhandeli dan anggota DPRD Deliserdang. Kondisi jalan yang sempat macet kembali normal. (fac/ila)

Pencuri Truk PT SPA Ditembak

DITEMBAK: Ilham duduk dikursi roda dengan kaki diperban karena mencuri truk PT SPA. teddy akbari/sumut pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Petugas Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai menangkap Ilham Rizki (29) warga Jalan Medan-Binjai Km 12, Sunggal, Deliserdang, kemarin (20/1). Tersangka diamankan polisi karena terlibat tindak pidana pencurian mobil truk BG 8366 UE milik PT Surya Prima Abadi.

DITEMBAK: Ilham duduk dikursi roda dengan kaki diperban karena mencuri truk PT SPA. teddy akbari/sumut pos.

“Mobil truk ini hilang dibawa kabur Ilham Rizki ketika terparkir di kediaman salah satu pekerja perusahaan, di Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang,” ujar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizki Pratama, Jum’at (22/1).

Dia menjelaskan, PT Surya Prima Abadi tahu truknya dilarikan ketika ada pekerja memberitahukan. Ironisnya, truk hilang usai dibawa bekerja oleh pekerjanya.

Karenanya, PT Surya Prima Abadi membuat pengaduan ke Mapolres Binjai sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: 37/I/2021/ SPKT-C/Res Binjai pada 19 Januari 2021.enerima laporan ini, Satreskrim Polres Binjai melakukan penyelidikan dan berbuah manis. Tak sampai satu hari penuh petugas Satreskrim Polres Binjai berhasil mengendus pelaku dan keberadaannya.

Namun nahas bagi tersangka. Saat dilakukan pengembangan, jelas Kasat, tersangka berupaya kabur.

Akibatnya, polisi memberi tindakan tegas dan terukur. Timah panas pun bersarang di kaki tersangka.

“Tersangka ditembak saat pengembangan, Ilham Rizki berupaya kabur dengan cara melawan petugas. Tim sempat memberikan peringatan dengan tembakan ke atas, namun tersangka berupaya kabur,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Usai dilumpuhkan, polisi membawa tersangka ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai untuk mendapat perawatan medis. Kini, tersangka dan barang bukti sudah di Mapolres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

“Selain menangkap tersangka, kami turut mengamankan dua orang lainnya, berinisial IR dan KY. Dan sejumlah barang bukti, yaitu, satu Unit truk Mitsubishi Colt Diesel BG 8366 UE, dua unit handphone merek Samsung dan Nokia, 1 unit sepeda motor merek Yamaha Nmax BK 3979 AGW serta 1 unit sepeda Kawasaki Ninja R warna hijau BK 2562 RAQ,” urai Yayang.

“Kedua orang selain Ilham Rizki masih tahap penyelidikan. Sementara Ilham Rizki disangkakan dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkasnya. (ted)

Masuk Perkampungan Warga di Langkat, BKSDA Diminta Cari Solusi Selamatkan Harimau Sumatera

Ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumatera Utara minta pemerintah baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan masyarakat bersama-sama menyelamatkan Harimau Sumatera yang lepas masuk kampung di Kabupaten Langkat, agar tidak dibunuh. Ini mengingat Harimau Sumatera termasuk hewan langka yang mesti dijaga kepunahannya.

DIMANGSA: Petugas kepolisian dan TNI menyaksikan ternak warga yang dimangsa Harimau Sumatera.teddy akbari/ SUMUT POS.

“Kita minta pemerintah mencarikan solusi menyelamatkan Harimau Sumatera masuk kampung warga tidak dibunuh dan ternak-ternak warga aman,” ujar Anggota DPRD Sumut, Sugianto Makmur kepada wartawan, Jumat (22/1).

Menurutnya, masalah Harimau Sumatera yang keluar dari habitatnya masuk ke Desa Lau Damak dan Desa Meranti Timur Kecamatan Bahorok meresahkan warga perlu segera dilakukan penanganan, karena konflik hewan liar dengan manusia memang serba salah, sehingga harus dicari solusi yang tepat tanpa merugikan warga dan Harimau Sumatera selamat dari kepunahannya.

Disebutkannya, Harimau Sumatera embali ke hutan Desa Meranti Timur setelah beraksi pada malam hari di kampung warga. Sedangkan jumlah harimau masih dianalisa pihak BKSDA Sumut.

“Biasanya hewan liar cenderung masuk ke perkampungan, kemungkinan karena lapar dan sudah lemah (tua, cacat atau sakit). Kondisi semacam itu, harusnya Balai Besar KSDA Sumut melakukan antisipasi jauh sebelumnya, agar ternak-ternak warga sekitar hutan tersebut aman,” kata anggota dewan asal Daerah Pemilihan Binjai-Langkat tersebut.

Berdasarkan informasi dari Kabid Teknis Balai Besar KSDA Sumut, Irzal Azhar, lanjut Sugianto, pihak BKSDA Sumut sudah melakukan segala upaya bersama stakeholder antara lain penghalauan, pemasangan kandang jebak, pemasangan camera trap, penyuluhan agar masyarakat mengkandangkan ternaknya dan lainnya. Koordinasi dengan sekda Langkat juga telah dilakukan, serta akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Bahorok dan instansi peternakan setempat.

Begitupun imbuh dia, perangkat desa atau camat setempat agar memerintahkan masyarakat tidak melepas ternaknya dan harus dikandangkan. Sebab banyaknya ternak yang dilepas, menarik minat Harimau Sumatera yang masih anakan atau remaja sedang berlatih berburu untuk menerkam, juga memancing harimau keluar dari habitatnya berbatasan dengan tempat penggembalaan hewan.

“Ada beberapa kemungkinan, harimau keluar dari hutan karena habitatnya menyempit, mangsanya berkurang seperti babi hutan dan lainnya, juga disebabkan maraknya perburuan,” ungkapnya.

Permasalahan ini diakuinya sudah dibahas antara Pemkab Langkat dan Balai BKSDA Sumut. Dari rapat itu membuahkan hasil riil seperti ternak dikandangkan, penghalauan Harimau Sumatera bersama instansi terkait, pemasangan kandang jebak, lakukan sosialisasi, pembuatan pos jaga dan perhutanan sosial dengan masyarakat. “Kita juga berharap alat-alat penyelamat harimau juga perlu disediakan dan dilengkapi,” ujarnya.

Ia berharap hasil pertemuan tersebut meminta warga agar tidak membunuh Harimau Sumatera yang masuk kampung, khususnya para pemburu hewan agar membatasi perburuan di hutan-hutan, supaya keseimbangan alam tetap ada dan harimau tetap punya makanan.

“Jangan setelah jatuh korban dan harimau dibunuh warga baru ditangani. Sayang kalau ada yang mati, karena Harimau Sumatera termasuk hewan liar yang sudah langka, harus dijaga kelestariannya,” pungkas politisi PDI Perjuangan tersebut. (prn)