27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 3768

Tutup Tahun 2020, Lapas Binjai Razia Kamar Blok

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Menutup 2020, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai, melakukan razia atau deteksi dini pada blok dan kamar hunian. Percepatan deteksi dini tersebut, dilakukan oleh jajaran pengamanan yang dipimpin langsung Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Rinaldo Tarigan.

Rinaldo menyatakan, langkah percepatan deteksi dini pada jelang akhir tahun kemarin, atas instruksi dari Kepala Lapas Maju Amintas Siburian. Menurut dia, hal tersebut dilakukan dalam rangka antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban akhir tahun.

“Hal tersebut sesuai dengan arahan dari Pak Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Satu dari 3 kunci pemasyarakatan maju adalah deteksi dini,” ungkap Rinaldo, Senin (4/1).

Seluruh kamar blok hunian yang diisi warga binaan, dilakukan penyisiran.

“Kami jajaran pengamanan Lapas Binjai juga rutin melakukan deteksi dini, melalui peningkatan intensitas kontrol blok hunian, dalam rangka mengecek kondisi fisik bangunan. Baik itu dinding kamar, teralis besi, dan branggang setiap blok,” imbuh Rinaldo.

Rinaldo juga mengatakan, deteksi dini dilakukan agar Lapas Binjai tidak kecolongan dengan tingkah laku wargabinaan.

“Lapas Binjai dalam keadaan aman dan kondusif sampai saat ini. Proses pembinaan bagi warga binaan juga berjalan baik,” pungkasnya. (ted/saz)

Terima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia, Dekranasda Binjai Berterima Kasih

TERIMA: Ketua Dekranasda Kota Binjai Hj Lisa Andriani (kiri), saat menerima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
TERIMA: Ketua Dekranasda Kota Binjai Hj Lisa Andriani (kiri), saat menerima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham, menerima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia, beberapa waktu lalu. Buku terbitan Dekranasda Indonesia ini, diserahkan Ketua Bhayangkari Polres Binjai Sari Romadhoni di Rumah Dinas Wali Kota Binjai, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota.

TERIMA: Ketua Dekranasda Kota Binjai Hj Lisa Andriani (kiri), saat menerima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
TERIMA: Ketua Dekranasda Kota Binjai Hj Lisa Andriani (kiri), saat menerima Buku Pesona Baju Adat Pengantin Indonesia.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Lisa mengucapkan terima kasih kepada Bhayangkari Polres Binjai, atas penyerahan buku tersebut.

“Semoga buku ini dapat dimanfaatkan oleh Dekranasda Binjai dan dapat menjadi motivasi bagi kita semua dalam membuat contoh baju adat,” ungkap Lisa. Bagi Lisa, buku tersebut sangat bagus. Sebab, berisi tentang pengetahuan kebudayaan Indonesia. Bahkan, menurutnya, buku ini layak dimiliki generasi muda agar lebih mengenal sekaligus mencintai kebudayaan Indonesia.

“Semoga memperkaya khazanah keilmuan masyarakat Binjai. Dengan semakin banyaknya referensi model-model baju adat untuk pengantin dari seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Penyerahan buku ini merupakan amanah dari Ketua Umum Dekranasda untuk diserahkan ke Pemko Binjai. (ted/saz)

Lakukan Pembenahan pada Ruang SPKT, Polsek Binjai Utara Jadi Percontohan se-Resort Binjai

LAPOR: Seorang warga sedang membuat laporan polisi di Ruang SPKT Polsek Binjai Utara, Minggu (3/1).
LAPOR: Seorang warga sedang membuat laporan polisi di Ruang SPKT Polsek Binjai Utara, Minggu (3/1).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Binjai Utara berbenah. Kanit Binmas pada Polsek tersebut, pun mengorbankan ruang kerja dan stafnya untuk disulap menjadi SPKT Polsek Binjai Utara. Kini, ruangan dengan ukuran 5×5 meter itu, bakal jadi SPKT percontohan untuk Polsek di jajaran Resort Binjai.

LAPOR: Seorang warga sedang membuat laporan polisi di Ruang SPKT Polsek Binjai Utara, Minggu (3/1).
LAPOR: Seorang warga sedang membuat laporan polisi di Ruang SPKT Polsek Binjai Utara, Minggu (3/1).

Pembenahan dilakukan Korps Tri Brata di Kota Binjai, demi memberikan pelayanan yang nyaman kepada masyarakat, saat melaporkan adanya tindak pidana. Ruang tersebut pun kini dilengkapi pendingin dan pewangi ruangan, serta televisi. Polsek Binjai Utara juga menempatkan wastafel untuk sarana cuci tangan sebelum memasuki Ruang SPKT. Ini sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat, agar tidak kendur menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Kondisi yang nyaman sekarang ini, jauh berbeda dengan SPKT sebelumnya, yang hanya berukuran 1×1 meter.

“Dua minggu lalu selesai dibenahi (Ruang SPKT). Bakal jadi percontohan untuk polsek-polsek lain,” ungkap PS Kapolsek Binjai Utara, AKP Teuku Fathir Mustafa.

Personel di SPKT pun senang dan mengapresiasi langkah yang dilakukan jebolan Akademi Kepolisian 2008 tersebut. Seorang personel berpangkat Bripka, yang menyatakannya kepada Sumut Pos, saat berbincang santai dengan kondisi hujan rintik di Kantin Mapolsek Binjai Utara, Minggu (3/1) pagi.

“Salut saya melihat langkahnya membenahi Polsek ini. Menghargai juga orangnya. Pernah saya terlihat tertidur di depan, saya pun ditegur. Bapak kalau ngantuk, ke belakang saja. Jangan di depan begini,” tutur seorang anggota SPKT Polsek Binjai Utara, menirukan ucapan Fathir.

100 Perkara Selesai

Sementara itu, Polsek Binjai Utara telah menyelesaikan 100 perkara tindak pidana sepanjang 2020 lalu. Dari jumlah ini, lanjut Fathir, ada 5 perkara menonjol yang dituntaskan jajaran Unit Reskrim Polsek Binjai Utara.

“Perkara yang telah selesai didominasi dengan tindak pidana pencurian disertai kekerasan, tindak pidana penipuan dan penggelapan, serta penganiayaan dan perjudian. Semua perkara yang telah selesai ini sudah diserahkan ke jaksa,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Langkat ini.

Adapun 5 perkara yang menonjol dimaksud, yakni pertama tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Korbannya Sri Hartati (44) dijambret oleh 2 pelaku masing-masing Heri (33) dan Andi Fato Tirtayasa (29) di Jalan T Amir Hamzah pada Rabu, 30 September 2020. Kedua, tindak pidana pencurian kekerasan disertai dengan pemerkosaan. Korbannya guru berinisial PN.

“Pada perkara kedua, korban dicekik kemudian disetubuhi di rumahnya, Kelurahan Jatikarya, Selasa, 24 November lalu. Tersangka Widodo Dwi Wibowo (23) juga mengambil uang korban senilai Rp2,8 juta, dan sudah diamankan oleh anggota Reskrim,” kata Fathir.

Mantan Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu ini, lebih lanjut menjabarkan, perkara ketiga adalah tindak pidana pencurian bunga. Saat itu, bunga hias sedang tren.

“Tersangka pencurian bunga jenis aglonema, alokasia, kalatea, dan antorium sebanyak 20 batang, juga sudah diamankan,” ujar Fathir lagi.

Fathir juga mengatakan, Unit Reskrim Polsek Binjai Utara mengamankan 2 tersangka masinng-masing Emmi Ramadani (36) dan Verizal (42), warga Kelurahan Jatiutomo, karena tersandung tindak pidana pemalsuan surat atau dokumen. Dalam perkara ini, korbannya Camat Binjai, Adri Rivanto.

Terakhir, Unit Reskrim Polsek Binjai Utara mengamankan 2 tersangka, masing-masing Eka Gunawan (23) dan Junaidi alias Ijin (45) warga Jalan Randu, Kelurahan Jatiutomo, Binjai Utara.

Menurut dia, kedua tersangka melakukan tindak pidana pencurian terhadap 57 unit laptop dari satu SMP Negeri di Kota Binjai, dengan kerugian Rp456 juta.

“Ada seorang tersangka lagi berinisial S, yang tengah diburu,” pungkas Fathir. (ted/saz)

Menjaga Kesehatan Jasmani dan Rohani, Pengurus dan Jamaah BKM Ubudiyah Gelar Gowes

START: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, Sekjen Bendahara, dan sejumlah pengurus, remaja masjid, serta jamaah, saat melakukan start untuk gowes dari halaman Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
START: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, Sekjen Bendahara, dan sejumlah pengurus, remaja masjid, serta jamaah, saat melakukan start untuk gowes dari halaman Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam upaya menjaga kesehatan jasmani dan rohani, Pengurus BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan bersama jamaah masjid, menyelenggarakan gowes mengelilingi kota di Kecamatan Babalan, Sabtu (2/1) lalu.

START: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, Sekjen Bendahara, dan sejumlah pengurus, remaja masjid, serta jamaah, saat melakukan start untuk gowes dari halaman Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.
START: Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, Sekjen Bendahara, dan sejumlah pengurus, remaja masjid, serta jamaah, saat melakukan start untuk gowes dari halaman Masjid Ubudiyah Pangkalanbrandan. ILYAS EFFENDY/SUMUT POS.

Hal itu disampaikan Ketua BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan H Syahrum Hakim, didampingi Sekjen Safriansyah, dan sejumlah pengurus BKM, di sela-sela kegiatan gowes.

Dalam kesempatan itu, Syahrum mengaku, kegiatan gowes ini baru pertama kali dilaksanakan oleh Pengurus BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan. Dengan kata lain, ini menjadi gowes perdana dalam sejarah kepengurusan BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan.

Menurutnya, tujuannya di samping untuk lebih meningkatkan dan menjaga kebugaran serta kesehatan jasmani, juga untuk lebih mengeratkan kebersamaan dan persaudaraan antar sesama pengurus dan jamaah.

“Sehingga kegiatan ini jadi satu wahana untuk mencari rida Allah Subhanahu wa Taala menuju insan takwa. Insya Allah kegiatan gowes seperti ini, akan terus dijadwalkan sedemikian rupa, minimal sebulan sekali. Dan kami akan memantapkan segala sesuatunya, baik itu jumlah pesertanya maupun keseragaman kostumnya. Sehingga akan terlihat lebih rapi dan lebih semangat,” ungkap Syahrum.

Syahrum juga menjelaskan, peserta yang kali ini ikut ambil bagian, meliputi sejumlah pengurus BKM Ubudiyah Pangkalanbrandan, para remaja Masjid Ubudiyah, termasuk jamaah, yang jumlahnya berkisar 50 orang.

“Sudah lebih kurang 30 tahun tidak pernah bersepeda lagi. Begitu kali ini bersepeda dengan santai mengelilingi Pangkalanbrandan, baru terasa asam-garamnya, terutama yang muncul adalah pegal-pegal dan linu-linu seluruh tubuh,” akunya lagi.

“Sedangkan untuk rutenya, mengelilingi Pangkalanbrandan dan sekitarnya. Start pukul 08.00 WIB, dan berakhir pada pukul 10.00 WIB. Semoga kegiatan gowes kali ini, bermanfaat untuk menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani,” pungkas Syharum. (yas/saz)

Pertemuan Guru Besar dengan Pimpinan UISU: Prof Djohar Minta Komitmen Jaga Proses Akademik

PERTEMUAN: Ketua Dewan Guru Besar UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD didampingi Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP saat melakukan rapat bersama para Guru Besar UISU di Ruang Serbaguna Pusat Administrasi UISU.
PERTEMUAN: Ketua Dewan Guru Besar UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD didampingi Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP saat melakukan rapat bersama para Guru Besar UISU di Ruang Serbaguna Pusat Administrasi UISU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guru besar bertugas di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) berkomitmen untuk menjaga proses kegiatan akademik di Kampus UISU. Hal itu, demi peningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi swasta (PTS) tertua di Sumut itu.

PERTEMUAN: Ketua Dewan Guru Besar UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD didampingi Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP saat melakukan rapat bersama para Guru Besar UISU di Ruang Serbaguna Pusat Administrasi UISU.
PERTEMUAN: Ketua Dewan Guru Besar UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD didampingi Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP saat melakukan rapat bersama para Guru Besar UISU di Ruang Serbaguna Pusat Administrasi UISU.

Hal itu, disampaikan oleh Ketua Dewan Guru Besar UISU Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD didampingi Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin MAP dan para guru besar di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja Medan, baru- baru ini. Dalam pertemuan itu, turut hadir juga Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan Ahmad Bakhori ST MT dan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi Andang Suhendi SS MA.

“Komitmen guru besar dan pimpinan UISU itu dituangkan dalam 4 poin penting yang disampaikan kepada wartawan. Di antaranya menegaskan bahwa proses belajar mengajar dan pelaksanaan catur dharma UISU telah dilaksanakan sesuai dengan statuta UISU dan peraturan perundang-undangan,” sebut mantan Ketua Umum PSSI itu.

Terkait legalitas akademik UISU berpedoman pada surat LLDikti Wilayah I Sumut Nomor: 18/LL1/KB.00/2020 tertanggal 9 April 2020 perihal perlindungan hukum akademik UISU yang menyatakan bahwa kepemimpinan Rektor UISU Dr H. Yanhar Jamaluddin, MAP.

Masih menurut Prof Djohar bahwa sekarang ini UISU merupakan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbanyak yang memiliki guru besar di Sumatera Utara.”Ada 17 guru besar yang berkiprah mendidik generasi bangsa di universitas ini,” tutur anggota DPR RI itu.

Para guru besar yang berhimpun dalam Dewan Guru Besar UISU itu adalah Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin PhD sebagai ketua serta anggota seperti; Prof Drs Jumino Suhadi PhD (Sekretaris) Prof Dr Basyaruddin MS, Prof Dr Ir Usman Nasution, Prof Dr Ir Mhd Assad MSi, Prof Dr Ir Nurhayati MP.

Kemudian, Prof Ir Tri Martial MP, Prof Dr Hasim Purba SH MHum, Prof Drs Efendi Barus MA PhD, Prof Dra Hj Hasrita Lubis MPd PhD, Prof Dr HM Joesoef Simbolon Sp KJ (K), Prof Dr HM Thamrin Tanjung SpOG (K), Prof dr Nadjib Dahlan Lubis Sp PA (K), Prof dr Azhar Tanjung Sp PD KP-KAI Sp MK (K), Prof Dr Tamsil Syafiuddin Sp P, Prof dr Askaroellah Aboet Sp THT-KL (K) dan Prof dr Hj Rafita Ramayani Sp A (K).

“Di sini kami sampaikan khususnya kepada mahasiswa bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Dan para guru besar tetap menjalankan proses belajar mengajar, yakni saat ini berjalan dengan online,” ungkap Djohar.

Bahkan, Prof Djohar juga menegaskan bahwa para guru besar akan turut serta menjaga kekondusifan UISU terutama menyampaikan kepada semua pihak termasuk para komponen organisasi kemahasiswaan bahwa proses akademik berjalan lancar dan tidak terganggu.

Djohar juga menyerukan dan mengingatkan kembali tentang visi dan misi UISU. Hal itu, untuk terus dapat meningkatkan prestasi akademik kedepannya lebih baik bagi UISU.

“Kembalilah kepada Khittah UISU, dan berjuang membangkitkan kembali kejayaan UISU, tidak boleh ada lagi persoalan seperti waktu lalu. Ke depan mari kita pikirkan pengembangan UISU. Kami para guru besar UISU berkewajiban untuk menjaga. Masalah apapun terjadi, proses belajar mengajar tetap berjalan dan saya akan mengawal di komisi X DPR terhadap persoalan yang terjadi,” pungkasnya.(gus/azw)

Ada Tiga Pilihan Ditawarkan Kemenag untuk SNPDB, MAN Buka Pendaftaran 11 Januari

MAN 1 MEDAN: Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan di Jalan Williem Iskandar Medan.
MAN 1 MEDAN: Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan di Jalan Williem Iskandar Medan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tahun Pelajaran 2021/2022. Untuk seleksi kali ini ada tiga pilihan. Yaitu MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri atau MAKN. “Kami, hari ini hingga 10 Februari 2021 akan mulai melakukan sosialisasi SNPDB,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar di Jakarta, Senin (4/1).

MAN 1 MEDAN: Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan di Jalan Williem Iskandar Medan.
MAN 1 MEDAN: Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan di Jalan Williem Iskandar Medan.

Semua pendaftaran dimulai pada 11 Januari. Menurut Umar, SNPDB akan dibuka dalam dua jalur, tes dan prestasi atau non tes dengan kuota terbatas.

Pendaftaran jalur tes dibuka secara online dari 11 Januari-11 Februari 2021. Pendaftaran jalur prestasi juga dibuka secara online dari 11 Januari-6 Februari 2021. Wujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas lebih rinci, Umar menjelaskan MAN Insan Cendekia merupakan prototipe madrasah unggulan berbasis asrama di Indonesia.

Pendirian MAN Insan Cendekia bertujuan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Terutama dalam bidang Keimanan dan Ketakwaan (Imtak), menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), mempunyai wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik, serta mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di samping itu, keberadaan MAN Insan Cendekia (MAN IC) ini diharapkan dapat berfungsi sebagai Magnet School, yaitu menjadi model dan inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di sekitarnya.

“Saat ini terdapat 23 lokasi MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia. Dari 23 MAN IC, total daya tampung siswa yang bisa diterima berjumlah 2.236, putra dan putri,” papar Umar.

Umar kembali merinci beberapa daya tampung MAN IC, yakni: MAN IC Serpong menerima 140 siswa, MAN IC Gorontalo menerima 120 siswa, MAN IC Jambi menerima 120 siswa, MAN IC OKI Sulsel menerima 120 siswa, dan MAN IC Paser Kaltim menerima 120 siswa. “Kebanyakan menerima 96 siswa, dan paling sedikit MAN IC Lampung Timur, hanya menerima 48 siswa,” sambungnya.

Dalam proses pendaftaran, setiap calon siswa hanya dapat memilih maksimal 2 lokasi MAN IC saja. Dijelaskan, calon siswa diminta untuk cermat dalam menentukan pilihan, khususnya pada pilihan madrasah dengan persaingan ketat karena jumlah pendaftar yang sangat banyak. “Setiap calon siswa harus menentukan jurusan dari saat pendaftaran,” tegasnya.

Untuk program lain, yakni MAN Program Keagamaan (MAN-PK), Umar menjelaskan program ini menjadi program peminatan unggulan nasional dalam bidang keagamaan berbasis asrama yang menjadi bagian dari MAN Reguler yang sudah ada.

Adapun penekanan MAN-PK pada kurikulum keagamaan yang padat serta penekanan pada penguasaan Bahasa Arab dan Inggris. “Saat ini ada 10 MAN-PK yang akan menerima 476 siswa. Rata-rata menerima 48 siswa, kecuali MAN 1 Surakarta menerima 68 siswa dan MAN 1 Yogyakarta menerima 24 siswa khusus putra,” tutur Umar.

Ia mengatakan untuk siswa baru MAN PK akan mendapat beasiswa sampai lulus, sehingga orangtua tidak lagi memikirkan biaya hidup di asrama. Nantinya, para calon siswa akan di tes umum serta tes potensi akademik.

“Selain tes umum, akademik dan potensi akademik, setiap calon siswa MAN PK juga harus mengikuti tes wawancara, baca kitab kuning, dan tes lisan bahasa Arab-Inggris. Setiap calon peserta hanya dapat memilih satu pilihan MAN PK,” tegasnya. (bbs/azw)

Jafaruddin Harahap Ditetapkan sebagai Ketum IKA Unimed

BERSAMA: Jafaruddin Harahap foto bersama dengan pengurus IKA UNIMED usai munas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Syamsul Gultom menetapkan Jafaruddin Harahap sebagai Ketua Umum IKA (Ikatan Alumni) Unimed periode 2020-2024, menggantikan Alfian Hutahuruk. Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan Rektor UNIMED No. 0860/UN33/KPT/2020 tentang Susunan Pengurus Pusat Ikatan Alumni UNIMED periode 2020-2024.

BERSAMA: Jafaruddin Harahap foto bersama dengan pengurus IKA UNIMED usai munas.

Selain itu, penetapan Jafaruddin Harahap sebagai Ketua Umum IKA Unimed berdasarkan hasil Munas IKA Unimed secara daring pada 28 Agustus 2020 lalu. Adapun Pengurus IKA Unimed periode 2020-2024 yakni Ketua Umum Jafaruddin Harahap; Ketua Harian Dr. Budi Valianto; Sekretaris Umum Suriyadi; Sekretaris Harian Dr. Hariadi dan Bendahara Umum Ellyen.

“Ini amanah, yang harus dijaga oleh seluruh alumni terutama yang masuk dalam kepengurusan IKA alumni. Seluruh potensi alumni harus menjadi kekuatan bagi Unimed,” kata Jafaruddin Harahap kepada wartawan, Senin (4/1).

Disebutkannya, dalam waktu dekat para pengurus IKA Unimed akan melaksanakan konsolidasi dan komunikasi ke seluruh wilayah, baik kab/kota maupun ke provinsi lain bahkan ke luar negeri. “Sudah banyak pengurus IKA Unimed terbentuk di kab/kota, provinsi lain bahkan di luar negeri,” imbuhnya.

Dikatakan mantan Wakil Ketua IKA Unimed Medan, IKA Unimed juga akan memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah baik tingkat provinsi dan nasional terutama dalam bidang pendidikan dan meningkatkan sumber daya manusia.

“Kita juga akan mengembangkan potensi alumnus yang hari ini bukan hanya sebagai tenaga pendidik tapi banyak juga sebagai wirausaha. Kita harap seluruh alumni bisa berkonsentrasi untuk membantu pemerintahan daerah terutama dalam pengembangan sekolah dan mutu pendidikan,” tutur Jafaruddin Harahap yang juga anggota DPRD Sumut. (adz/azw)

Sumut Lanjutkan Sekolah Daring hingga Maret

TUNDA: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menunda pembelajaran tatap muka di Sumut hingga Maret.
TUNDA: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menunda pembelajaran tatap muka di Sumut hingga Maret.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rencana pembelajaran tatap muka di Sumatera Utara, resmi ditunda hingga Maret 2021 mendatang. Pada Maret, Gubernur Sumut akan kembali mengundang para ahli dan pakar di bidang kesehatan serta pendidikan, sebelum memutuskan apakah belajar tatap muka di tengah situasi pandemi Covid-19 dapat diberlakukan atau tetap ditunda.

TUNDA: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menunda pembelajaran tatap muka di Sumut hingga Maret.
TUNDA: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menunda pembelajaran tatap muka di Sumut hingga Maret.

“Sekolah tatap muka masih ditunda. Rapat koordinasi terakhir para pakar dan ahli memutuskan belum mengizinkan anak-anak untuk sekolah tatap muka. Nanti kita bahas lagi di Maret. Kita kumpulkan lagi pakar dan ahli,” kata Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Jl. Jenderal Sudirman Medan, Senin (4/1).

Adapun pihak-pihak yang tidak memberi rekomendasi terkait pembelajaran tatap muka yakni Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumut, Ikatan Psikologis Klinis Indonesia Sumut, Ahli Epidemiologi Indonesia Sumut dan Satgas Covid-19 Sumut.

Gubernur Edy telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh bupati/wali kota ihwal masih belum dibolehkan kegiatan belajar tatap muka di semua satuan pendidikan.Surat edaran tertanggal 4 Januari tersebut memuat sejumlah poin yang mesti diperhatikan seluruh bupati dan wali kota. Antara lain pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung pada awal 2021 di wilayah Provinsi Sumut ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

“Pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung di wilayah Provinsi Sumut akan diberitahukan kemudian melalui surat dari gubernur Sumut,” kata Gubsu dalam surat itu.

Setiap satuan Pendidikan Anak Usia Nini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus tetap melakukan persiapan kondisi, keadaan, situasi, prasarana, sarana dan peraturan teknis kebiasaan baru sehingga pada saat pelaksanaan pembelajaran tatap muka langsung setiap satuan pendidikan secara nyata sudah benar-benar siap.

Selanjutnya mengoptimalkan pelaksanaan daring sesuai dengan kondisi, keadaan dan situasi satuan pendidikan dan wilayah masing-masing. Melaporkan hal yang terkait dengan pembelajaran di wilayah kabupaten/kota kepada gubernur, dan prioritas utama perlindungan dan kesehatan peserta didik terhindar dari Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Lasro Marbun mengungkapkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi pihaknya dengan sejumlah pakar dan ahli pada 30 Desember lalu, disepakati bahwa dalam situasi yang belum sepenuhnya kondusif, jaminan keselamatan anak wajib diutamakan.

“Karena situasi pandemi yang belum menunjukkan bisa menjamin keselamatan peserta didik serta stakeholder di dalam sekolah. Ada saatnya akan diputuskan pemerintah sesuai dengan keadaan,” ujarnya.

Saat disinggung mengenai sampai kapan diberlakukan pembelajaran secara daring, ia mengatakan belum dapat memprediksi. “Akan kembali dikaji sesuai perkembangan keadaan,” katanya.

Memasuki pembelajaran semester genap, Lasro tidak menyangkal bahwa akan ada memungkinkan beberapa sekolah akan mulai melakukan belajar tatap muka. Ia menegaskan akan melakukan monitor dan evaluasi dari tim yang sudah dibentuk.

“Kita akan monitor dan evaluasi. Ada tim dari pendidikan untuk melihat itu. Menuju belajar tatap muka ini juga kita tetap melakukan persiapan persiapan. Begitu dikatakan Indonesia dinyatakan sudah siap belajar tatap muka, maka semua sekolah harus siap. Makanya ini sekolah tetap melakukan persiapan sambil menunggu info lebih lanjut,” pungkasnya.

Daerah Ikut Keputusan Gubsu

Sejumlah daerah mengatakan akan mengikuti kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tentang penundaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah pandemi Covid-19. Mereka adalah Pemko Medan, Pemko Tebingtinggi, Pemkab Labuhanbatu, dan Pemko Sibolga.

Menyusul Pemko Medan, Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, menyebutkan kegiatan PTM di Kota Tebingtinggi untuk tingkat SD dan SMP —baik swasta dan negeri— ditunda. Sebelumnya rencana PTM akan dimulai Senin 4 Januari 2021 (kemarin).

“Pembelajaran Tatap Muka di Tebingtinggi masih kita tunda karena ada dua alasan. Alasan pertama, hasil evaluasi pasca kegiatan Natal dan Tahun Baru ternyata terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kota Tebingtinggi. Pada tanggal 22 Desember, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih 7 orang. Sekarang mencapai 20 orang. Jadi lonjakannya cukup tinggi,” kata Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/1).

Menurutnya, Covid-19 berkembang dari orang-orang yang melakukan perjalanan, baik warga Tebingtinggi maupun warga luar kota ini. Peningkatan terjadi pada klaster keluarga.

Alasan kedua, ada warning dari Pemprov Sumut agar daerah di Sumut jangan dulu membuka sekolah tatap muka, mengingat kasus Covid-19 di Sumut masih cukup tinggi. Pemprovsu akan melakukan evaluasi kesiapan daerah.

“Kita sudah melakukan evaluasi dan telah selesai mengevaluasi sekolah-sekolah yang ada. Hasilnya akan kita laporkan ke Tim Supervisi Sumut,” jelasnya.

Menurut Umar, jika pun dilakukan pembelajaran tatap muka, sifatnya adalah darurat, yakni hanya 3 jam saja bersekolah. Hasil evaluasi tatap muka 3 jam ini sudah dilakukan Tim Verifikasi terhadap sekolah di Tebingtinggi. “Hasilnya, masih ada 10 sekolah lagi yang harus melakukan perbaikan sebelum diberikan izin PTM,” katanya.

Tim juga me-warning beberapa sekolah di mana gurunya ada yang positif Covid-19. “Tim tidak mengijinkan sekolah-sekolah yang gurunya terkena Covid-19 untuk PTM, karena beresiko menularkan kepada anak didiknya,” ungkap Umar.

Untuk itu, Tim akan menegur sekolah-sekolah swasta yang curi-curi waktu membuka sekolah tatap muka. “Kita harus bekerja keras menekan angka penularan Covid-19 ini. Kita saat ini berada di zona orange. Kita upayakan kembali ke zona kuning atau ke zona hijau. Dan berupaya agar pasien kasus Covid-19 dapat sembuh dalam 2 minggu, untuk menekan laju perkembangan Covid-19 di Tebingtinggi,” tutup Umar.

Labuhanbatu & Sibolga Ikut Perpanjang

Selain Kota Medan dan Kota Tebingtinggi, Pemkab Labuhanbatu juga ikut memperpanjang pembelajaran melalui media dalam jaringan (daring) di Kabupaten Labuhanbatu. Keputusan itu mengikuti surat edaran Gubernur Sumatera Utara.

“Awalnya direncanakan awal Januari 2021 sudah belajar tatap muka seperti biasa. Namun setelah pertemuan beberapa kali, rencana tersebut belum dapat dilaksanakan berkaitan dengan situasi Covid-19,” kata Plt Kepala Disdik Labuhanbatu, HM Syaiful Azhar, melalui Kabid SMP, Tongku Ridwan, kepada wartawan, Senin (4/1).

Terkait kebijakan tersebut, ujarnya, pihaknya berharap para orang tua tetap bersabar dan tetap membimbing anaknya belajar daring serta mempersiapkan pembelajaran tatap muka.

Selama proses belajar daring, sambung Tongku, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan evaluasi. Pihaknya hingga kini masih tetap menunggu keputusan Satgas Covid-19 Kabupaten Labuhanbatu. “Ya, kita tunggu keputusan Satgas Kabupaten Labuhanbatu. Kita berharap orang tua tetap mengawasi proses daring anak-anaknya,” pesannya.

Senada, Pemko Sibolga juga mengatakan para pelajar di wilayah Kota Sibolga-Kabupaten Tapteng masih tetap melangsungkan belajar dari rumah.

“Saat ini proses belajar tatap muka ditunda berdasarkan surat edaran dari Gubernur. Untuk selanjutnya tetap menggunakan aturan yang lama,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sibolga Provinsi Sumatera Utara, Rustam Efendi Hasibuan, saat di konfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (4/1).

Kondisi itu, lanjut Rustam, dikarenakan statistik warga yang terpapar Covid-19 masih belum mengalami penurunan. “Masih naik (pasien terpapar Covid-19, Red),” katanya.

Kapan belajar dari rumah akan berakhir, Rustam mengatakan, hingga ada kebijakan baru dari Gubernur Sumatera Utara.

Pantauan di Sibolga, sejak pagi Senin (4/1/2021) tampak beberapa pelajar berangkat dari rumahnya menggunakan pakaian seragam. Namun mereka kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan informasi bahwa belajar dari rumah masih diberlakukan. (prn/ian/fdh/rom)

Hari ini, Vaksin Covid-19 Tiba di Kualanamu, Sumut Dapat Jatah 40 Ribu Dosis

Pengawalan Ketat Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tiba di Surabaya, Jawa Timur, dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian, Senin (4/1).
Pengawalan Ketat Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tiba di Surabaya, Jawa Timur, dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian, Senin (4/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar gembira bagi masyarakat Sumatera Utara. Sekitar 40 ribu dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac (Tiongkok) dikabarkan akan tiba di Sumatera Utara hari ini, Selasa (5/1). Selanjutnya, vaksin tersebut akan disimpan sebelum didistribusikan.

Pengawalan Ketat Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tiba di Surabaya, Jawa Timur, dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian, Senin (4/1).
Pengawalan Ketat Vaksin Covid-19 produksi Sinovac tiba di Surabaya, Jawa Timur, dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian, Senin (4/1).

KABAR vaksin Covid-19 akan tiba di Sumut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Alwi Mujahit Hasibuan. “Mungkin besok (hari ini, red) masuk ke Sumut, 40 ribu dosis,” kata Alwi ketika dihubungi wartawan, Senin (4/1).

Alwi mengatakan, vaksin tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Kualanamu sore ini. Dinkes Sumut akan menjemput vaksin itu dengan pengawalan dari Polda Sumut untuk selanjutnya dibawa ke kantor Dinas Kesehatan Sumut, Jalan HM Yamin Medan sebelum didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota.

Ia menjamin vaksin tersebut akan aman sampai ke Sumut karena mendapat pengawalan ketat dari personel Polda Sumut. “Vaksin bakal disimpan di tempat penyimpanan khusus, di gudang kita (Dinkes Sumut), kalau 40 ribu muat,” ujarnya.

Menurut Alwi, jumlah vaksin yang diterima Provinsi Sumut sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Begitu juga dengan masyarakat penerima vaksin, datanya diperoleh dari BPJS Kesehatan dan BPJamsostek. “Jadi, kita enggak ada mengajukan, ikut petunjuk dari sana (pemerintah pusat) saja. Misalnya, nakes (tenaga kesehatan) berapa diminta, itu kita majukan dan ini by system semua. Mereka dapat datanya dari BPJS, data tentang peserta JKN dan komorbidnya. Kemudian dari operator seluler, lalu data pekerja dari BPJS Tenaga Kerja (BPJamsostek). Data itu kemudian diolah oleh KPC PEN, dari situ kita di-SMS sama dia,” terangnya.

Dikatakan Alwi, masyarakat nantinya juga akan menerima SMS siapa saja yang akan divaksin. “Masyarakat yang di-SMS ini nanti membuka aplikasi PeduliLindungi. Nanti akan dapat jawaban, apakah termasuk yang akan mendapatkan vaksin atau tidak,” jelas dia.

Alwi menambahkan, saat ini ada 1.500 tenaga vaksinator di Sumut yang siap melakukan vaksinasi. Bahkan, Dinkes Sumut akan mengirimkan lagi nakes untuk mengikuti pelatihan vaksinasi tersebut. “Sudah ada 1.500 tenaga vaksinator, dan ini mau dilatih lagi karena sudah ada permintaan. Tapi, belun tahu berapa jatahnya,” cetusnya.

Terkait jadwal vaksinasi, Alwi belum bisa memastikan. Ia memperkirakan kemungkinan pada pertengahan bulan Januari. “Belum ada jadwal (vaksinasi), kemungkinan pertengahan bulan (Januari),” tandasnya.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi juga menyampaikan, Provinsi Sumut akan memperoleh kuota 40 ribu dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac. Rencana kedatangan vaksin tersebut masih dalam pembahasan Satgas Covid-19 Sumut. “Saya dengar 40 ribu yang akan ke Sumut,” katanya.

Ia menyebut sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Nomor HK.01.07/Menkes/12757/2020 tentang Penetapan Sasaran Pelaksanaan Vaksin Covid-19 maka nantinya vaksin yang tiba akan diperuntukkan bagi tenaga kesehatan yang ada di Sumut. “Yang digunakan khususnya tenaga kesehatan,” ujarnya.

Terkait gudang tempat penyimpanan vaksin Sinovac yang akan masuk ke Sumut, sudah dipersiapkan oleh tim satgas. “Hari ini dirapatkan. Soal gudang lokasi penyimpanan silakan tanya kadis kesehatan,” ungkapnya.

Terpisah, Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan Kota Medan Mardohar Tambunan mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi dari pemerintah pusat ataupun provinsi. “Soal vaksin, kita masih belum mendapatkan info. Termasuk soal kapan, berapa banyak vaksin yang akan masuk dan vaksin merk apa saja yang akan masuk. Ini kita belum tahu,” katanya.

Namun yang pasti, pihaknya dapat memastikan jika orang-orang yang dinilai berpotensi memiliki kontak erat dengan para pasien Covid-19 akan menjadi prioritas utama mendapatkan vaksin. “Seperti para tenaga kesehatan, yaitu dokter, para perawat, petugas laboratorium dan tenaga kerja yang sehari-hari memang berada di RS dam fasilitas kesehatan lainnya,” tuturnya.

Disinggung soal sejumlah daerah, termasuk Riau yang akan mendapatkan vaksin dari pemerintah pusat, Mardohar mengatakan, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan dari pemerintah pusat. “Data dari setiap daerah kan setiap hari masuk ke pusat, termasuk kita di Medan. Tentu mereka yang lebih mengerti dalam memetakannya, kalau kita di daerah sifatnya menunggu dari pemerintah pusat,” jawabnya.

Intinya lanjut Mardohar, saat ini tidak ada lonjakan kasus secara signifikan di Kota Medan. Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Medan ini menegaskan, saat ini perkembangan kasus Covid-19 di Kota Medan relatif aman dan terkendali.

Hal itu dapat terlihat dari banyaknya RS penerima pasien Covid-19 yang tidak lagi penuh. Saat ini, ada banyak ruang rawat isolasi pasien yang kosong di sejumlah RS. “Itu salah satu bukti kalau Kota Medan tidak separah wilayah lain yang saat ini RS-nya sudah penuh dengan pasien Covid. Di Kota Medan tidak, di Medan sudah banyak yang sembuh dan banyak ruangan kosong di RS saat ini,” tandasnya.

Sementara, anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah meminta Pemko Medan dalam hal ini Satgas Covid-19 Kota Medan untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat soal kedatangan dan ketersediaan vaksin Covid-19 di Kota Medan. “Kalau Riau dan daerah lain sudah ada yang dapat, harusnya walaupun kita belum dapat, tapi setidaknya kita sudah tahu kapan vaksinnya akan di kirim. Koordinasi itu penting, saya fikir kita harus tanya kesana, jangan menunggu saja,” katanya.

Dikatakan anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan ini, pihaknya turut mempertanyakan angka penyebaran Covid-19 yang setiap harinya di update oleh Satgas Covid-19 Medan. Sebab, ia menolak jika penyebaran kasus masih terkendali. “Saya dapat info dari salah satu RS, katanya angka kematian itu meningkat di Medan. Ini harus jadi perhatian bagi Pemko Medan,” pungkasnya.

Jangan Cuma Bergantung pada Vaksin

Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Dr dr Andani Eka Putra mengimbau, program vaksinasi jangan dijadikan satu-satunya solusi mengatasi pandemi Covid. Sebab, virus corona dapat bermutasi.

Menurutnya, virus corona merupakan jenis virus RNA (ribonucleic acid). Virus jenis ini paling cepat bermutasi, sehingga pengembangan vaksinnya jadi sulit. Oleh karena itu, perlu diuji di laboratorium apakah memang cocok vaksin yang digunakan. “Makanya, ini perlu menjadi perhatian untuk pengembangan vaksin virus. Jadi, kalau virus bermutasi dengan cepat maka fungsi dari vaksin yang dikembangkan menjadi berkurang dan bahkan bisa hilang sama sekali,” ujarnya dalam siaran youtube Ngobrol Sehat Bersama Prof Delfitri Munir (guru besar USU), baru-baru ini.

Oleh sebab itu, kata Andani, sangat sulit mengembangkan vaksin jenis virus RNA. Contohnya, vaksin untuk jenis virus HIV tidak ada. Kemudian, vaksin jenis virus Hepatitis C juga tidak ada dan beberapa jenis virus RNA lainnya. “Dari situ, kita bisa mengkaji bahwa vaksin dari jenis virus RNA tidak terlalu berhasil, berkembang. Makanya, ini harus jadi pertimbangan. Jadi, jangan menggantungkan atau menopang ke vaksin dan ini hal penting. Sebab, kita seolah-olah vaksin itu menjadi ‘dewa’, vaksin segala-galanya,” ungkap dia.

Ia menilai, seharusnya menghadapi pandemi Covid-19 ini dengan tetap berpikir bagaimana dapat mengendalikan dan memutus rantai penyebaran. “Jangan berpikir seolah-olah hanya vaksin yang bisa menyelesaikan persoalan pandemi ini. Artinya, bagaimana menghadapi pandemi ini secara optimal dengan memperbanyak testing (peningkatan pengujian PCR test). Untuk edukasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tetap terus dilakukan, meski sulit mengubah kesadaran masyarakat karena masih ada saja yang kedapatan melanggar, misalnya tidak memakai masker saat keluar rumah,” papar Andani.

13 Daerah Laporkan 92 Kasus Baru

Berdasarkan update data dari Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, tercatat 92 kasus baru konfirmasi positif dari 13 kabupaten/kota, Senin (4/1). “Akumulasi Covid-19 Sumut saat ini sudah mencapai 18.500 orang,” ungkap Juru Bicara Satgas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah.

Aris menjelaskan, penambahan terbanyak diperoleh dari Kota Medan dengan 57 kasus baru dan Deliserdang dengan 17 orang. Kemudian diikuti masing-masing 3 orang dari Langkat dan Asahan. Selanjutnya masing-masing 2 orang dari Pematang Siantar, Tapanuli Tengah dan Serdang Bedagai. Lalu masing-masing 1 orang dari Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Sibolga, Padang Sidimpuan, Karo dan Dairi.

Sementara itu, untuk angka kesembuhan, Aris menyampaikan terjadi penambahan 88 orang dari 16 Kabupaten/Kota di Sumut. “Oleh karena itu akumulasinya saat ini sudah mencapai 15.753 orang,” jelasnya. Aris memaparkan, penambahan jumlah kesembuhan terbanyak didapatkan dari Kota Medan dengan 46 orang dan Deli Serdang 11 orang. Jumlah ini diikuti masing-masing 4 orang dari Langkat dan Dairi.

Selanjutnya masing-masing 3 orang dari Tanjung Balai, Tebing Tinggi, Toba dan Humbang Hasundutan. Lalu masing-masing 2 orang dari Binjai, Samosir dan Batu Bara. Serta terakhir masing-masing 1 orang dari Pematang Siantar, Sibolga, Karo, Simalungun dan Labuhan Batu Utara.

Sedangkan untuk angka kematian, tambah Aris, diperoleh penambahan 1 orang dari Kota Medan. Sehingga saat ini akumulasinya menjadi 684 orang. “Oleh karena itu, dari data tersebut diketahui bahwa jumlah penderita Covid-19 di Sumut saat ini ada sebanyak 2.063 orang,” tandasnya. (ris/prn/map)

Sehari, Sinabung 3 Kali Erupsi, Warga Diimbau Waspadai Lahar

ERUPSI: Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kembali erupsi sebanyak tiga kali, Senin (4/1).istimewa.
ERUPSI: Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kembali erupsi sebanyak tiga kali, Senin (4/1).istimewa.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung kembali menunjukkan aktivitasnya. Dalam sehari pada waktu berbeda, Sinabung kembali erupsi sebanyak tiga kali, Senin (4/1). Warga diminta tetap waspada.

ERUPSI: Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kembali erupsi sebanyak tiga kali, Senin (4/1).istimewa.
ERUPSI: Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, kembali erupsi sebanyak tiga kali, Senin (4/1).istimewa.

Data yang dihimpun dari Pemantau Gunung Api (PGA) Desa Dokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, erupsi pertama terjadi pada pukul 08.54 WIB dengan tinggi kolom abu kurang lebih 700 meter di atas puncak atau 3.160 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi 2 menit 34 detik. Kemudian erupsi kedua terjadi pada pukul 11.50 WIB, dengan tinggi kolom abu kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 3.460 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu kelabu tebal condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam diseismogram dengan durasi 1 menit 57 detik. Selanjutnya, erupsi yang ketiga terjadi pada pukul 14.12 WIB dengan tinggi kolom abu 1.000 meter di atas puncak atau 3.460 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi 1 menit 53 detik. Saat ini Gunungapi Sinabung berada pada Status Level III (Siaga).

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung, Armen Putra kembali meminta masyarakat dan pengunjung/wisatawan diimbau agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 kilometer (km) dari puncak Gunungapi Sinabung, termasuk pada radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Apabila kemudian terjadi hujan abu, maka masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Selain itu, masyarakat diminta agar dapat mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Berikutnya, masyarakat yang tinggal dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunungapi Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. (deo)