28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 3839

Penerimaan Pajak Kota Medan di Masa Pandemi Turun Hingga 40 Persen

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penerimaan pajak dan retribusi daerah Pemerintah Kota (Pemko) Medan, turun hingga 40 persen selama tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Salah satu alasannya, sejumlah sektor yang selama ini menjadi objek penerimaan pajak dan retribusi daerah, seperti restoran dan hotel mengalami kelesuan karena terdampak Covid-19.

“Karena itu, penerimaan pajak dan retribusi kita turun hampir 40 persen selama pandemi Covid-19 ini,” ucap Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, Suherman kepada Sumut Pos.

Dikatakan Suherman, karena hal itu, pihaknya kini mulai meningkatkan pengawasan terhadap para pelaku usaha. “Ini perlahan berjalan normal, kita kembali jalankan pengawasan kita. Kita akan mulai memeriksa data kepada seluruh pelaku usaha termasuk usaha yang membuka restoran dan hotel,” ujarnya.

Untuk itu, kata Suherman, di tahun 2021 pihaknya akan fokus untuk menerapkan sistem Tapping Box di tempat-tempat usaha di Kota Medan, seperti Hotel, Restoran dan usaha-usaha lainnya. Nantinya, dengan adanya Tapping Box, pajak Hotel dan Restoran dari para pengunjing secara otomatis akan masuk ke kas Pemko Medan.

“Tahun depan (2021) kita jalankan kembali pengawasan dengan memaksimalkan pemanfaatan alat monitor, tapping box salah satunya,” ucapnya.

Sebab, kata Suherman, tapping box menjadi salah satu fokus utama pihaknya di dalam menarik kembali pajak dan retribusi daerah. Dimana pada tahun 2021, PAD yang dihasilkan dari pajak dan retribusi daerah ditargetkan sebesar Rp1,693 triliun.

Terkait penarikan pajak dari sektor perhotelan yang sempat tertunggak, Suherman menyatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, mengingat jumlah tunggakan sektor perhotelan yang cukup besar. “Alhamdulillah untuk Hotel Madani dan Garuda sudah bayar dengan mencicil, beberapa hotel lainnya juga masih nyicil tapi belum lunas,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Medan, Ihwan Ritonga mendesak BPPRD Kota Medan untuk segera menerapkan Tapping Box untuk di seluruh tempat usaha di Kota Medan, khususnya tempat-tempat usaha yang punya potensi besar dalam punya pajak, yakni Hotel, Restoran dan Cafe.

“Sebenarnya Tapping Box ini bukan hal baru, Kota-kota lain sudah banyak yang mempergunakannya. Sebenarnya kita sudah terlambat untuk baru memulai hal itu, tapi setidaknya memang sudah harus dimulai. Tahun depan kita minta semua usaha di Medan, setidaknya Hotel dan Restoran untuk sudah mempergunakan Tapping Box itu,” tegas Bahrum.

Tak cuma itu, Ihwan juga mendesak BPPRD Kota Medan untuk tidak berlama-lama dalam memberikan tenggang waktu kepada pihak Hotel yang menunggak pajak. Sebab sejatinya, yang ditagih oleh BPPRD bukan lah uang milik pengelola hotel da restoran, melainkan uang pengunjung yang dititipkan kepada pengelola hotel dan restoran.

“Jadi itu adalah wajib pungut pajak, bukan lagi wajib pajak. Sebetulnya, BPPRD bukan menagih uang pengelola, melainkan menagih uang yang dititipkan pengunjung kepada pengelola, itu jelas berbeda. Kalau menagih itu saja BPPRD tidak mampu, saya fikir itu harus jadi catatan penting bagi Pemko Medan,” jelasnya.

Kedepannya, Ihwan meminta agar BPPRD harus sigap dalam menagih tunggakan pajak dari hotel dan restoran. Covid-19 dinilai tidak bisa menjadi alasan bagi Pemko Medan untuk memberikan kelonggaran bagi pengelola hotel dan restoran.

“Pertama, Covid-19 ini baru ada di Indonesia pada Maret 2020, sedangkan tunggakan pajak itu sudah bertahun-tahun yang lalu, bahkan ada yang menunggak 3 sampai 5 tahun. Kedua, yang ditagih itu bukan uang pengelola tapi uang yang dititipkan pengunjung kepada pengelola. Kalau uang itu tidak ada, berarti pengelola sudah melanggar atauran karena pengelola tidak punya kewenangan dalam mempergunakan uang itu,” pungkasnya. (map/ila)

Tokoh Medan Utara: Saya Akan Pilih Nomor 2!

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Jelang hari pencoblosan Pilkada Medan, 9 Desember 2020, dukungan kepada Bobby Nasution dan Aulia Rachman semakin nyata. Pasangan calon nomor urut 2 itu kembali dapat dukungan berarti pada Rabu (2/12/2020) malam.

Bertempat di Madani Hotel, Bobby Nasution bersilaturahmi dalam acara Geopolitik Global dan Visi Perjuangan Keumatan yang menampilkan Ustaz Anis Matta, Ketum Umum Partai Gelora Indonesia.

Even yang digagas Osmani Foundation itu dihadiri banyak tokoh. Anis Matta tampil sebagai pembicara utama pada kesempatan itu. Hadir pula Ustaz Heriansyah Ketua Gelora Sumut, Muhammad Nasir selalu Ketua Gelora Medan, Ketua MPW Pemuda Pancasila Sumut Kodrat Shah, tokoh masyarakat dan tokoh agama Medan Utara, H Irfan Hamidi, serta tamu undangan lainnya.

Muhammad Choinur Rasyid, Ketua Panitia yang juga Ketua Osmani Foundation menjelaskan bahwa even ini anugerah kebanggaan bagi Osmani Foundation.

“Berdiri sejak 2017 Osmani Foundation telah beri kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Medan. Terbentuk karena miris dengan kondisi umat jauh dari agama dan moral bangsa. Musabaqah Hifzil Quran pernah dibuat bekerjasama dengan Turki. Kami dukung penuh Bang Bobby Nasution kami harap terus berkolaborasi, kita siap mengawal dan mendukung menggebrak Medan dengan kebaikan,” katanya.

Irfan Hamidi, tokoh masyarakat Medan Utara yang turut berbicara pada kesempatan itu dengan tegas bilang tak ada salah pilih siapapun tak salah pula pilih Bobby Nasution. Yang terpenting sesama umat beragama, jangan karena perbedaan justru terpecah belah.

“Fitnah yang diarahkan kepada kita jangan sampai ini memecah belah umat. Saya akan pilih nomor 2 kenapa rupanya? Saya akan pilih yang muda bukan yang suka bohong,” kata Irfan.

Ia secara khusus juga meminta Bobby Nasution kelak memberi perhatian besar pada Medan Bagian Utara utamanya Belawan, jika diberi amanah memimpin Kota Medan.

Menjawab itu, Bobby Nasution tegaskan kembali akan menaruh perhatian besar pada Medan Bagian Utara. Kata dia, pemimpin di Kota Medan perlu legetimasi yang kuat. Kolaborasi adalah kata kunci untuk wujudkan itu, baik dengan masyarakat dan tentunya dengan pemerintah pusat.

“Anak muda yang diremehkan ini, justru itulah kekuatan. Kami mungkin tak pintar, tapi kami mau datang kepada yang pintar, kepada senior yang lebih tau. Terimakasih atas dukungan kepada saya dan Bang Aulia. Insya Allah tak hanya Medan Utara, seluruh Kota Medan akan kita benahi, kita perhatikan kita bangkitkan menjadi Medan yang lebih berkah,” papar menantu Presiden Jokowi itu. (rel)

Ulama Sipispis Dukung DAMBAAN Pimpin Sergai

TOKOH : Darma Wijaya bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat Kecamatan Sipispis./ist

Ulama Sipispis Dukung DAMBAAN Pimpin Sergai

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat di kecamatan Sipispis mendukung Darma Wijaya dan Adlin Umar Yusri Tambunan memimpin Serdang Bedagai periode 2021-2024 demi Sergai yang maju terus, mandiri, sejahtera dan religius.

Salah seorang ulama di Kecamatan Sipispis, Azra’i Purba belum lama ini menyampaikan pihaknya berharap agar pemimpin Sergai kedepan bisa membangun lebih baik. Terutama dibidang sosial, budaya, ekonomi dan religinya.

“Ini mohon mendapat perhatian serius, dan kami yakin dambaan mampu mengemban tugas ini. Semoga Dambaan bisa jadi Bupati periode 2021-2024,” ungkapnya usai menerima silaturahmi Darma Wijaya ke Sipispis belum lama ini.

Selain itu, Azra’i Purba menambahkan Darma Wijaya adalah orang yang sudah lama dikenalnya. “Pak Wiwik ini santun, dermawan dan peduli,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan Awaluddin Damanik, tokoh agama di Sipispis ini yakini Dambaan adalah pasangan ideal yang bisa memimpin Sergai lebih baik.
“Wiwik ini sosialnya tinggi, peduli pada masyarakat. Juga selalu memuliakan ulama, menghormati orang tua dan menyayangi yang muda,” tambahnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat di Sipispis, Abdul Hamid Saragih menambahkan pihaknya siap memenangkan Dambaan, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai nomor urut 1, Darma Wijaya dan Adlin Umar Yusri Tambunan.

“Dambaan ini bisa menerima aspirasi rakyat, pembangunan infratruktur jalan khususnya jalan kampung harusnya diperhatikan, selain itu kesejahteraan petani juga. Saya yakin Dambaan Inshaa Allah akan menang dan memimpin Sergai lebih baik ke depannya,” ucapnya sembari mengamininya. (rel)

Pemprovsu Calon Penerima KPPU Award, Diberikan pada 15 Desember 2020 di Jakarta

MOU: Gubsu didamping Wagubsu saat penandatanganan MoU antara KPPU dengan Pemrovsu.istimewa/sumu tpos.
MOU: Gubsu didamping Wagubsu saat penandatanganan MoU antara KPPU dengan Pemrovsu.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan memberikan KPPU Award kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) yang berkontribusi dalam menciptakan persaingan usaha yang sehat pada 15 Desember 2020 di Jakarta.

MOU: Gubsu didamping Wagubsu saat penandatanganan MoU antara KPPU dengan Pemrovsu.istimewa/sumu tpos.
MOU: Gubsu didamping Wagubsu saat penandatanganan MoU antara KPPU dengan Pemrovsu.istimewa/sumu tpos.

Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ramli Simanjuntak mengatakan, KPPU akan melakukan penilaian secara kuantitatif dan kualitatif dengan melibatkan Akademisi sebagai pengambil keputusan terhadap 3 variabel utama, yakni inisiatif dalam mendorong persaingan usaha di daerahnya, kontribusi dalam memfasilitasi agenda KPPU serta pelibatan KPPU secara langsung sebagai tim dalam pelaksanaan pengawasan persaingan dan pengawasan kemitraan.

Nominasi KPPU Award tahun ini adalah Sumut, DIY Jogyakarta, Jambi, Jawa Barat Jawa Timur, Lampung dan Kalimantan Timur. “Jika melihat variabel penilaian, Pemrov Sumut menjadi calon yang paling layak menerima KPPU Award diantara pesaingnya. Hal tersebut sejalan dengan komitmen yang telah dituangkan dalam MoU antara KPPU dengan Pemrov Sumut dimana KPPU sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan, khususnya terkait perkembangan perekonomian, upaya pencegahan, advokasi persaingan usaha yang sehat, perkembangan inflasi, serta upaya penguatan ketahanan pangan untuk mendukung UMKM dan petani,” katanya, Rabu (2/12).

Ramli mengatakan, semangat persaingan usaha yang sehat di Sumut menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan Sumut agar menjadi lebih baik. Tidak berhenti sampai disitu, dalam membangun pola kemitraan yang ideal berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2008, KPPU bersama Pemprov Sumut telah bersinergi dalam membentuk satgas kemitraan usaha peternakan pada tanggal 6 Agustus 2020. Dengan adanya KPPU Award, kata Ramli, sinergisitas antara KPPU dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan prinsip-prinsip persaingan usaha yang sehat akan menjadi semakin baik.

KPPU Award juga menjadi indikator keberhasilan Kepala Daerah dalam menjaga persaingan usaha yang sehat dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (Good Corporate Governance) karena masih banyak peraturan dan kebijakan daerah yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip persaingan usaha.

“Kalau pemimpin atau kepala daerah punya komitmen mendukung persaingan usaha secara sehat, akan ada regulasi yang mendorong persaingan usaha yang sehat dan seimbang. Karena sinergitas tidak dapat berjalan tanpa campur tangan dan kepedulian Kepala Daerah dalam meningkatkan perekonomian di daerahnya,” pungkas Ramli. (mbo/ila)

PKL Pasar Kampung Lalang Ditertibkan

DITERTIBKAN: Personel Satpol PP saat menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Kampung Lalang Jalan Gatot Subroto, Rabu (2/12).
DITERTIBKAN: Personel Satpol PP saat menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Kampung Lalang Jalan Gatot Subroto, Rabu (2/12).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 240 orang personel yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan dan Sumut, Bhabinkamtibmas Medan Sunggal, Babinsa Medan Sunggal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, diturunkan guna menertibkan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di tempat yang tidak sesuai aturan. Penertiban PK5 ini difokuskan di Pasar Kampung Lalang Jalan Gatot Subroto Perbatasan Medan – Deli Serdang Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (2/12).

DITERTIBKAN: Personel Satpol PP saat menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Kampung Lalang Jalan Gatot Subroto, Rabu (2/12).
DITERTIBKAN: Personel Satpol PP saat menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Kampung Lalang Jalan Gatot Subroto, Rabu (2/12).

Penertiban yang dipimpin langsung oleh Dan Yon Jalak Cakti Satpol PP Kota Medan Rahmat Adi Syahputra Harahap berjalan lancar dan kondusif tanpa ada perlawanan dari pihak PKL. Sebelum melakukan penertiban, para personel terlebih dahulu mengikuti apel di tempat tersebut. Usai mengikuti apel, para personel mulai bergegas dan berangsung-angsur untuk mengangkat lapak milik PKL yang tidak mengindahkan peraturan yang telah ditetapkan tersebut.

Penertiban ini telah berulang kali dilakukan, tetapi masih saja pedagang PKL masih bandel dan tetap berjualan di tempat tersebut. Atas dasar inilah Pemko Medan berupaya kembali untuk menertibkan pedagang PKL yang masih tetap menggelar lapak dagangannya di lokasi tersebut. Sebab, dengan adanya lapak pedagang yang tidak sesuai pada tempatnya sehingga memicu terjadinya kemacetan.

Usai menertibkan PKL yang berada di Pasar Kampung Lalang, Dan Yon Jalak Cakti Satpol PP Kota Medan Rahmat Adi Syahputra Harahap mengingatkan kepada para pedagang PKL untuk tidak lagi berjualan di tempat yang dilarang. Sebab, Pemko Medan akan terus melakukan pengawasan dan jika ada yang kedapatan kembali menggelar lapaknya, Pemko Medan akan kembali melakukan penindakan terhadap pedagang PKL tersebut.

“Saya kembali menegaskan bahwa kawasan ini bukan tempat untuk berjualan. Selain melanggar estetika kota, hal ini juga dapat mengganggu warga lainnya yang ingin melewati jalan ini. Jika ingin berjualan silakan, asal ditempat yang telah ditentukan dan disediakan, jangan berjualan di sembarang tempat,” tegas Rahmat.

Menurut Rahmat, tindakan penggusuran sudah sesuai ketentuan yang berlaku. Satpol PP Kota Medan juga sebelumnya telah memberi peringatan berupa surat imbauan teguran I, II, dan III namun tidak dihiraukan. Sehingga, Satpol PP harus melakukan tindakan berupa pembongkaran pembangunan secara paksa akibat tidak menghiraukan surat teguran yang telah diberikan tersebut.

“Sebelum dilakukannya penertiban ini, kami terlebih dahulu telah memberikan surat peringatan namun tidak diindahkan. Terbukti, para PK5 tetap saja berjualan. Oleh karenanya tanpa kompromi lagi, penertiban pun dilakukan. Apalagi, penertiban ini bukan kali pertamanya dilakukan, sudah sering para pedagang ini ditertibkan, namun masih saja bandel dan tetap berjualan di tempat yang tidak seharusnya,” pungkasnya.(map/ila)

Ustaz dan Dai Muda Solid Menangkan Bobby-Aulia

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Forum Dai dan Ustaz Muda (Fodium) Sumut menyatakan dukungan penuh untuk menenangkan pasangan nomor urut 2, Muhammad Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman pada Pilkada Medan, 9 Desember 2020.

Muhammad Yasir Tanjung selaku Ketua Fodium Sumut bersama para ustaz dan dai menyatakan tekad tersebut saat bertemu Bobby Nasution di Garuda Plaza Hotel, Jalan Sisingamangaraja Medan, Rabu (2/12/2020) siang.

Dalam silaturahmi itu, anggota Fodium yang terdiri dari ustaz dan dai bilang siap menyosialisasikan program keumatan yang diusung Bobby Nasution kepada masyarakat dan terkhusus jamaah mereka.

“Alhamdulillah tadi ketemu Bang Bobby bicarakan program. Kami siap dukung bisa lewat Program Subuh Berjamaah. Secara teknis kami akan bahas di internal, dan segera bergerak,” kata Yasir Tanjung.

Ia menjelaskan, apa yang diusung sebagai visi misi Bobby-Aulia layak mendapatkan dukungan. “Programnya jelas keumatan. Dan kami tertarik mendukung dan menyampaikannya kepada masyarakat dan jamaah kita,” ucapnya.

Sebagai komunitas yang diisi ustaz dan dai muda, Yasir juga tertarik mendukung Bobby-Aulia karena mereka adalah pemimpin muda.

“Sejak dulu tidak ada wali Kota Medan yang muda di bawah 40 tahun. Ini ada peluang besar, Bang Bobby Nasution itu muda dan enerjik, kreatif dan cinta umat juga ulama, jadi apa lagi yang diragukan. Insya Allah kita menangkan Bobby Nasution,” pungkasnya.

Mendapat tambahan dukungan dari ustaz dan dai muda, Bobby ucapkan rasa syukur. Katanya, dukungan dari para ustaz menambah kekuatannya untuk menatap pencoblosan pada 9 Desember mendatang.

“Kami mohon dan dukungan, doakan kami kuat, hati kami dikuatkan jelang Pilkada ini. Sampaikan yang baik kepada jamaah. Jauhkan dari fitnah, jangan dibalas fitnah. Insya Allah masyarakat juga bisa bedakan mana yang benar mana yang salah, tidak termakan fitnah. Para ustaz dan dai Insya Allah bisa sampaikan hal itu,” kata menantu Presiden Jokowi tersebut. (rel)

Indek Pencegahan Korupsi di Sumut: Siantar Terbaik

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 34 pemerintah daerah yang ada di Provinsi Sumatera Utara, hanya tiga daerah yang masuk dalam zona hijau tua, atau yang dikategorikan baik dalam indeks pencegahan perilaku korupsi versi Komisi Pemberantasan Korupsi. Indeksi tertinggi diraih Pemko Pematangsiantar, posisi kedua dipegang Pemkab Batu Bara, disusul Pemko Tebingtinggi di tempat ketiga.

HASIL MONITORING Centre for Preventation (MCP) KPK jelang tutup tahun anggaran 2020, Pemko Pematangsiantar memeroleh 82,06% MCP, Pemkab Batu Bara 78,95%, dan dan Pemko Tebingtinggi 78,22%.

Capaian kinerja MCP di 34 pemda di Sumut ini dipaparkan Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, pada Rapar Koordinasi Cegah Korupsi melalui Optimalisasi Penerimaan Pajak Daerah dan Optimalisasi Aset di Provinsi Sumut, di Pendopo Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan Rabu (2/12).

Sementara itu, 5 pemda di Sumut masuk dalam zona merah upaya pencegahan korupsi atau kategori buruk. Yakni Pemkab Nias 20,75%, Pemkab Labuhan Batu Utara 20,25%, Pemkab Labuhan Batu 16,94%, Pemkab Nias Utara 9,55%, dan Pemkab Nias Barat 4,26%.

Menurut Lili Pintauli, capaian tersebut menggambarkan informasi capaian kinerja terkait program pencegahan korupsi yang dilaksanakan seluruh pemda di wilayah Indonesia. Capaian MCP diukur dari 8 area intervensi, meliputi perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, optimalisasi pendapatan daerah, manajemen aset daerah, tata kelola dana desa.

Untuk diketahui, capaian MCP KPK zona merah 0-25% (kategori buruk), zona kuning 25%-50% (kategori sedang), zona hijau 50%-75% (kategori cukup baik), dan zona hijau tua 75%-100% (kategori baik).

Adapun Pemprov Sumut menempati peringkat keempat dengan capaian 73,54%, disusul Pemkab Humbang Hasundutan peringkat 5 dengan capaian 66,39%. Sedangkan Pemko Medan di peringkat delapan dengan capaian 61,07%, atau masuk dalam zona hijau atau kategori cukup baik.

Sertifikasi Aset

Pada kesempatan itu, KPK turut mendorong pemda se Sumut dan sejumlah BUMN untuk melakukan sertifikasi dan mencatat aset demi meningkatkan pendapatan daerah. Kata Lili Pintauli, sesuai target Presiden Joko Widodo bahwa pada 2024 akan ada sejuta lebih lahan yang harus disertifikasi.

“Memang harus disertifikasi supaya tertata. Kemudian bisa dikelola oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan, sekaligus bisa dinikmati oleh masyarakat dari lahan tersebut,” ujarnya.

Di samping itu, upaya tersebut dilakukan untuk menghindari adanya klaim dari pihak ketiga sebagai pemilik aset atau lahan, padahal tidak berhak sama sekali untuk menguasai aset negara tersebut.

“KPK juga mendorong bersama BUMN dan kementerian, seperti Pertamina, PLN, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, PT KAI, bagaimana aset bisa dikembalikan ke negara, supaya bisa dikelola dengan baik,” ucap Lili.

Saat ini capaian sertifikasi tanah Pemprov Sumut maupun pemda se Sumut pada Januari hingga 30 November 2020 sebanyak 2.478 bidang/persil tanah. Luas lahan bersertifikat mulai Januari hingga November 2020 sebesar 8.794.698 m2 atau senilai Rp 1.006 triliun.

Untuk capaian sertifikasi tanah PLN mulai Januari sampai dengan 30 November 2020 sebanyak 1.911 bidang/persil. Luas lahan PLN yang telah tersertifikasi sampai dengan 30 November 2020 yakni 658.460 m2 atau senilai Rp 840 miliar.

Sedangkan realisasi penyelamatan aset oleh pemda yakni pemulihan aset se Sumut hingga 28 November 2020 Rp256,58 miliar lebih. Penertiban Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU) untuk kurun waktu yang sama senilai Rp 205,96 miliar lebih.

Puji Inovasi Pemprov Sumut

KPK juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Pemprov Sumut dalam upaya optimalisasi capaian pajak daerah. Hal tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga capaian pajak daerah sesuai yang ditargetkan.

“Kita melihat dan mendengar bahwa selama ini ada banyak capaian dan inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Inovasi itu pun terkait dengan kerja sama Pemprov dengan Pertamina terkait transparansi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), optimalisasi pajak air permukaan, integrasi tax clearance daerah se-Sumut, optimalisasi pajak MBLB, optimalisasi pajak bawah tanah, implementasi tax clearance (PTPS) dan pendapatan, kerja sama pembuatan dan pemanfaatan Peta ZNT (Zona Nilai Tanah), dan adanya implementasi alat rekam pajak yang merupakan kerjasama Pemda dengan Bank Sumut,” ujar Lili Pintauli Siregar.

Lili juga menyampaikan, kegiatan Rakor ini sangat penting, terkait dengan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Dimana secara garis besar dibagi menjadi tiga fokus sektor, yakni Perizinan dan Tata Niaga, Keuangan Negara, dan Reformasi Birokrasi dan Penegakan Hukum.

Dijelaskan juga, setiap kepala daerah pasti akan bertemu dengan KPK terkait 8 fokus program intervensi pencegahan korupsi terintegrasi di pemerintah daerah, yang meliputi perizinan, pengadaan barang dan jasa, perencanaan dan penganggaran APBD, APIP, manajemen ASN, tata kelola dana desa, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah.

“Setelah pemilu 9 Desember 2020, Kepala daerah yang terpilih juga akan bertemu dengan 8 fokus program tersebut, dengan tujuan agar pemerintah daerah terlepas dari tindak pidana korupsi dan melahirkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur,” ujarnya

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan bahwa pajak merupakan tulang punggung pendapatkan daerah. “Dunia pun melakukan itu, misalkan saja Negara Singapura, sekitar 98% pendapatan negara mereka itu bersumber dari pajak. Kenapa? karena potensi wilayahnya tak ada. Sedangkan kita di Sumut punya potensi wilayah, namun kepatuhan pajaknya semrawut,” ujarnya.

Untuk menggeliatkan investor di Sumut harus ada kepastian, pasti sertifikat pemilik tanahnya dan pasti juga pajak yang harus dibayar, dan dalam menegakkan hukum itu harus penuh dengan keadilan.

“Mungkin kalau kita tertibkan pajak kita ini, mungkin pendapatan Pemprov Sumut dari pajak bisa mencapai Rp10 Triliun. Karena itu saya benar-benar ingin rakyat di Sumut ini sejahtera, aman dan bermatabat,” ujarnya.

Rakor ditutup dengan penandatanganan MoU integrasi tax clearance daerah antara gubernur dan bupati/walikota yang hadir di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut.

Walikota/bupati yang hadir antara lain, Bupati Batubara Zahir, Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin, Bupati Labuhanbatu Selatan Wildan Aswan Tanjung, Bupati Simalungun JR Saragih, Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor, dan Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan. (prn)

Angka Pasien Aktif Menurun di Medan, 11 Daerah Sumbang Kasus Baru di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peningkatan kasus baru positif Covid-19 secara nasional, tidak terjadi di Medan. Di kota ini, angka penyebaran Covid-19 masih mengalami tren penurunan sejak Oktober lalu hingga saat ini.

“Alhamdulillah, untuk di Medan penyebaran Covid-19 kita masih mengalami penurunan,” ucap Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan M.Kes kepada Sumut Pos, Rabu (2/12).

Penurunan dimaksud, kata Mardohar, bukan karena tingkat penularan sudah berhenti. Melainkan karena angka kesembuhan terus meningkat, dan melampaui angka penularan.

“Penularan masih tetap terjadi, tapi angka kesembuhan masih terus di atas angka penularan. Karena itu kita terus mengimbau masyarakat, tolong jangan lengah. Sekali lagi jangan lengah. Sebab pandemi ini belum selesai. Kalau kita lengah, ini bisa meledak lagi. Tapi kalau kita makin disiplin dan trennya semakin membaik, kita yakin ini bisa selesai,” katanya.

Berdasarkan up date per akhir November 2020, Senin (30/11) lalu, jumlah suspek Covid-19 di Kota Medan ada sebanyak 294 orang. “Jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 7.699 kasus. Sebanyak 6.353 orang di antaranya sudah sembuh, artinya angka kesembuhan lebih dari 82,5 persen. Jumlah yang meninggal sebanyak 319 orang dan jumlah yang masih dirawat atau merupakan pasien aktif sebanyak 1.027 orang. Jumlah pasien aktif ini alhamdulillah terus menurun,” rincinya.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan mengatakan pihaknya masih terus melakukan penertiban-penertiban protokol kesehatan Covid-19 di Kota Medan sesuai Perwal No.27/2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19.

Saat ini, Satpol PP Kota Medan berfokus melakukan razia masker di sejumlah titik di Kota Medan, khusus di wilayah-wilayah perbatasan Kota Medan. Sebab, tren pelanggaran masih terus terjadi di kawasan-kawasan tersebut.

“Misalnya tadi pagi, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Medan melakukan razia masker di perbatasan Medan-Deliserdang, di Jalan Gatot Subroto depan Pasar Kampunglalang. Kita menindak warga yang tidak memakai masker, baik dengan penahanan KTP maupun dengan sanksi fisik,” kata Sofyan kepada Sumut Pos, Rabu (2/12).

Sofyan menegaskan, pihaknya akan terus melakukan razia agar masyarakat Kota Medan pada khususnya dan masyarakat luar Kota Medan yang masuk ke Kota Medan pada umumnya, semakin memahami kewajiban berdisiplin menerapkan prokes, guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Hingga hari ini, Rabu 2 Desember 2020, total KTP yang sudah kita tahan ada sebanyak 4.112 lembar. Sebanyak 3.389 lembar di antaranya sudah kita kembalikan. Sisanya sebanyak 723 lembar masih berada pada kami, dan dalam proses pengembalian. Kita berharap dengan hal ini, tingkat kesadaran masyarakat dapat terus meningkat dari hari ke hari hingga kita bisa terbebas dari pandemi ini,” tandasnya.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Medan, Robi Barus SE, meminta kepada Pemko Medan, dalam hal ini Satgas Covid-19 Kota Medan, untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam pengawasan pencegahan Covid-19 di Kota Medan.

Menurutnya, ada banyak OPD yang tergabung dalam Satgas Covid-19, namun hanya segelintir yang bekerja serius. “Seakan-akan Satgas itu cuma Satpol PP, Dinkes, Dispar dan Dishub. Padahal setiap OPD harus ikut bertanggungjawab dengan tupoksi yang mereka miliki dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Medan ini,” ujar Robi kepada Sumut Pos, Rabu (2/12).

Menurut Robi, seharusnya setiap OPD berperan mencegah penyebaran Covid-19, bukannya ikut menyumbang angka penularan karena tidak disiplin atau membiarkan pelanggaran prokes terjadi di wilayahnya.

“Misalnya saja PD Pasar. Jujur saja, jika sekarang kita pergi ke 53 pasar yang ada di Kota Medan, kita akan mudah menemukan pelanggaran prokes disana, khususnya tidak pakai masker. Padahal kita tahu kalau pasar itu sangat berpotensi menjadi klaster. Nah ini, perannya PD Pasar di mana? Pemko harus tegas. Begitu juga OPD lainnya,” katanya.

Tentang tren menurunnya angka Covid-19 di Kota Medan, menurut Robi, tidak bisa menjadi tolak ukur kepuasan bagi kinerja Satgas Covid-19 Kota Medan. Sebab bila lengah sedikit saja, angka penyebaran Covid-19 bisa meningkat atau melonjak tajam dalam waktu singkat.

“Ini yang harus diwaspadai. Kalau pemerintahnya tidak lagi ketat melakukan pencegahan, pemerintah akan kelabakan sendiri saat angka kembali melonjak. Ini jangan sampai terjadi. Satgas harus serius melakukan pencegahan,” pungkasnya.

11 Daerah Sumbang Kasus Baru

Di Sumatera Utara (Sumut), kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 masih terus bertambah. Tercatat, sebanyak 88 kasus baru kembali didapatkan hingga Rabu, (2/12).

Berdasarkan update data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, jumlah kasus aktif kini ada sebanyak 2.054 orang setelah bertambah 9 poin dari hari sebelumnya sebanyak 2.045 orang.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, mengungkapkan dengan penambahan 88 kasus baru positif tersebut kini akumulasinya meningkat menjadi 15.759 orang.

“Positif Covid-19 bertambah 88 kasus baru. Secara jumlah memang sedikit meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya (86 kasus). Namun, dilihat dari total kabupaten/kota ternyata lebih sedikit dari sebelumnya 19 daerah, kini hanya 11 daerah,” ujar Aris, Rabu sore.

Aris menyebutkan, 10 daerah yang menyumbang angka positif corona tersebut adalah Medan 51 kasus, Deliserdang 10 kasus, Siantar dan Asahan masing-masing 6 kasus. Kemudian, Sergai 4 kasus, Tebingtinggi dan Tapanuli Utara masing-masing 3 kasus, Labuhanbatu 2 kasus, Simalungun, Dairi dan Toba 1 kasus.

Meski demikian, sambung dia, penambahan kasus baru positif ini juga diikuti dengan pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 77 orang. Akumulasinya, menjadi 13.086 orang. “77 orang sembuh yang diperoleh dari Labuhanbatu Selatan 36 orang, Medan 21 orang, Toba 15 orang, Padangsidimpuan 3 orang, serta Simalungun dan Tanjung Balai 1 orang,” sebut Aris.

Terkait angka kematian, lanjutnya, juga terjadi penambahan yaitu sebanyak 2 kasus sehingga jumlahnya menjadi 619 orang. Kedua orang yang meninggal akibat terinfeksi virus corona tersebut berasal dari Binjai dan Medan. “Untuk kasus suspek tidak ada penambahan, total sementara ini 573 orang,” beber Aris.

Lebih lanjut dia mengatakan, perkembangan situasi Covid-19 yang begitu dinamis dan masih berlangsung saat ini tetap membutuhkan kewaspadaan serta konsistensi masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Sebagaimana semboyan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun harus tetap diterapkan.

“Sikap lalai atau abai terhadap disiplin protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan terjadinya lonjakan kembali angka penderita Covid-19 positif yang baru. Bahkan, wilayah yang sudah berzonasi kuning atau orange bisa kembali menjadi zona merah,” pungkasnya. (map/ris)

Kunjungan Wisman ke Sumut 352 Turis Selama Oktober 2020

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara (Sumut) selama bulan Oktober 2020, mencapai 352 kunjungan, mengalami kenaikan sebesar 228,97 persen dibanding bulan September 2020 yang hanya 107 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi, dalam keterangan pers secara daring, Rabu (2/12).

Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2019, jumlah wisman pada bulan Oktober 2020 mengalami penurunan hingga 98,43 persen. Yakni dari 22.438 kunjungan pada Oktober 2019, menjadi 352 kunjungan Oktober 2020.

“Bulan Oktober 2020, wisman dari Malaysia merupakan pengunjung terbanyak dengan 12 kunjungan atau 3,41 persen dari total wisman yang berkunjung di Sumut,” sebut Syech.

Ada empat pintu masuk kunjungan wisman ke Sumut. “Kenaikan jumlah wisman tertinggi dari pintu masuk Bandar Udara Kualanamu sebesar 47,22 persen,” sebut Syech. Melalui pintu masuk Pelabuhan Laut Belawan turun 53,52 persen.

Penurunan jumlah wisman tertinggi terjadi pada pintu masuk Bandar Udara Silangit sebesar 100 persen, dan Bandar Udara Kualanamu Internasional turun 99,75 persen.

“Namun jumlah wisman yang masuk melalui Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan dan Pelabuhan Laut Belawan mengalami kenaikan masing-masing 153,33 persen dan 13,79 persen,” kata Syech.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Sumut pada bulan Oktober 2020 mencapai rata-rata 36,09 persen, atau naik 5,06 poin dibanding September 2020 sebesar 31,03 persen.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu Indonesia di hotel berbintang bulan Oktober 2020 mencapai 1,51 hari,atau turun 0,09 poin dibanding bulan September 2020,” pungkasnya.

Penerbangan Domestik Domestik

Masih data Oktober 2020, BPS mencatat jumlah penumpang domestik yang berangkat dari Sumatera Utara (Sumut) melalui Bandara Internasional Kualanamu mencapai 85.537 orang. Atau naik 14,75 persen dibanding bulan September 2020 yang mencapai 74.545 orang.

Syech Suhaimi menjelaskan, secara kumulatif jumlah penumpang yang berangkat dari Bandara Kualanamu Januari-Oktober 2020 mencapai 1.062.755 orang, atau berkurang 51,25 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2019 sebesar 2.180.199 orang.

“Di sisi lain, penumpang domestik yang datang ke Sumut bulan Oktober 2020 mencapai 97.835 atau naik 16,11 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 84.260 orang,” ungkapnya.

Namun selama Januari-Oktober 2020, penumpang domestik yang datang mengalami penurunan sebesar 50,18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu dari 2.345.795 orang menjadi 1.168.565 orang.

Sementara itu, penumpang angkutan udara tujuan luar negeri dari Bandara Kualanamu, baik yang menggunakan penerbangan nasional maupun asing, pada bulan Oktober 2020 turun sebesar 17,00 persen dibanding bulan September 2020, yaitu dari 253 orang menjadi 210 orang.

“Secara kumulatif, jumlah penumpang tujuan luar negeri selama Januari-Oktober 2020 mencapai 187.696 orang, atau turun 79,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 sebanyak 897.211 orang,” jelas Syech.

Sementara penumpang angkutan udara yang datang dari luar negeri ke Sumut melalui Bandara Kualanamu pada Oktober 2020 mengalami kenaikan 27,46 persen dibandingkan bulan September 2020, yaitu dari 2.276 menjadi 2.901 penumpang.

“Secara kumulatif, jumlah penumpang yang datang dari luar negeri selama Januari-Oktober 2020 mengalami penurunan 76,84 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, yaitu dari 934.932 menjadi 216.525 penumpang,” tandasnya. (gus)

Tinjau Banjir di Sergai, Gubsu Janji Pelajari Normalisasi Sungai Bedagai

TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin, meninjau lokasi banjir di kawasan Dusun II Desa Seirampah Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (2/12/20).
TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin, meninjau lokasi banjir di kawasan Dusun II Desa Seirampah Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (2/12/20).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bencana banjir dari luapan Sungai Bedagai yang menimpa masyarakat Desa Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), selama dua pekan terakhir, mendapat perhatian dari Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Gubsu berjanji akan mencari solusi berkelanjutan.

TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin, meninjau lokasi banjir di kawasan Dusun II Desa Seirampah Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (2/12/20).
TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hasanuddin, meninjau lokasi banjir di kawasan Dusun II Desa Seirampah Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (2/12/20).

Rabu (2/12), Gubernur bersama rombongan menelusuri kawasan permukiman Dusun II, Desa Sei Rampah, sebagai salahsatu kawasan terdampak banjir di Sergai. Gubernur mengatakan akan berupaya semaksimal mungkin mengambil langkah-langkah penanggulangan korban bencana banjir.

“Sudah lama mereka kebanjiran. Nanti kita cari solusinya kenapa ini (terus) banjir. Tidak boleh juga kan setiap tahun mereka kebanjiran. Nanti kita pelajari apakah sungai (Bedagai) ini perlu dinormalisasi. Kita akan lihat,” ujar Gubernur.

Dirinya berharap masyarakat sabar menghadapi bencana ini. Kata Edy, hanya doa yang bisa dipanjatkan agar banjir segera surut. Selain tentu saja upaya terus dilakukan dalam mencari solusi jangka panjang bagi rakyat agar istilah ‘langganan banjir’ yang diucapkan warga bisa dihentikan.

“Untuk dapur umum tetap harus berjalan selama mereka (warga terdampak banjir) tidak bisa beraktivitas. Mereka tidak bisa masak. Inilah (peran) relawan, TNI/Polri ikut serta. Saya bersama Pak Pangdam melihat dan menyaksikan sekaligus memberikan bantuan logistik dan makanan siap saji,” jelasnya, yang menyebutkan ada ribuan paket dibawa langsung dari Pemprov Sumut ke Sergai.

Turut mendampingi Gubsu, Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali, Plt Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Aspan Sofian, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap. Kemudian Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Pjs Bupati Sergai Irman Oemar, Ketua DPRD Sergai Mhd Riski beserta Sekda Kabupaten Sergai Faisal Hasyrimi dan pimpinan OPD, para Camat serta unsur Forkopimda Sergai.

Pjs Bupati Sergai, Irman Oemar, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur atas bantuan yang langsung diberikan kepada masyarakat melalui pemerintah setempat. Amanah akan disalurkan kepada warga yang terdampak banjir, baik di kawasan yang mulai surut maupun yang masih tergenang.

“Bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat terdampak banjir. Termasuk juga ada bantuan 600 lembar seng kepada warga korban puting beliung. Sedangkan dapur umum, kita siapkan bersama unsur Forkopimda, sesuai arahan Pak Gubernur, agar tidak ada rakyat yang lapar dan sakit.

Adapun jumlah paket bantuan sembako tersebut yakni, 15 ton beras, 2 ton minyak goreng, 12 ton gula pasir dan 16.000 bungkus mie instan. Selanjutnya Gubernur melepas keberangkatan bantuan untuk warga terdampak banjir di Sergai dari Halaman Masjid Agung Sergai. (rel/prn)