Home Blog Page 3923

Rancangan KUA-PPAS APBD Dairi 2021 Rp1,157 Triliun

SERAHKAN: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu didampingi Wabup, Jimmy AL Sihombig, Sekda Leonardus Sihotang serahkan dokumen Rancangan KUA-PPAS APBD Dairi TA 2021 kepada Ketua DPRD, Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua, Halvensius Tondang

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Rancangan Prioritas Plapon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Dairi tahun anggaran 2021 sebesar Rp1,157 triliun.

Hal itu disampaikan Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu dalam nota pengantar Rancangan KUA-PPAS APBD Dairi tahun anggaran 2021 dalam sidang Paipurna DPRD, Senin (9/11). Sidang Paripurna dipimpin Ketua Dewan, Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua,  Halvensius Tondang.

Sebelum Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan nota pengantar, Ketua DPRD, Sabam Sibarani mempersilahkan Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan (Plt Sekwan), Robert Sitorus membacakan surat masuk dan keluar di DPRD Dairi.

Dalam kesempatan itu, Bupati Eddy KA Berutu menyampaikan, rancangan KUA-PPAS APBD tahun anggaran 2021 merupakan salah satu dokumen perencanaan pembangunan yang disusun dalam rangka proses perencanaan dan penganggaran tahun anggaran 2021.

Eddy KA Berutu menegaskan,  tahun anggaran 2021 menjadi istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena Pemkab Dairi telah menerapkan secara penuh peraturan pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah yang berimplikasi pada perubahan struktur APBD dari tahun sebelumnya.

Eddy KA Berutu menyampaikan, sesuai visi kabupaten Dairi tahun 2019-2024 yakni Mewujudkan Dairi Unggul Yang Menyejahterakan Masyarakat Dalam Harmoni Keberagaman.  Dan tema pembangunan daerah kabupaten Dairi tahun 2021 pada RKPD adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia Unggul serta Berdaya Saing dengan menetapkan 10 prioritas pembangunan.

Eddy menyebutkan, pendapatan daerah tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp1,15 triliun lebih. Pendapatan itu bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp85,020 miliar, bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah.

Selanjutnya, pendapatan transfer yang ditargetkan sebesar Rp1,014 triliun. Sementara itu, untuk belanja daerah tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp1,201 triliun yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp839,885 miliar, dengan rincian belanja pegawai Rp497,977 miliar dan belanja barang dan jasa sebesar Rp276,396 miliar.

Belanja modal sebesar Rp163,710 miliar, belanja tidak terduga sebesar Rp6 miliar serta belanja transfer sebesar Rp192,053 miliar. Sementara untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) APBD tahun anggaran 2020 diestimasi sebesar Rp47,184 miliar.

Pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp3 miliar, penyertaan modal pada PT Bank Sumut. Dan pembiayaan netto yaitu selisih antara penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp44,184 miliar. Usai mendengarkan nota pengantar Bupati, Ketua DPRD mengumumkan agenda dewan untuk pembahasan RKUA-PPAS pada rapat badan anggaran (Banggar) dan rapat komisi maupun rapat internal dewan sebelum agenda pengesahan RKUA-PPAS dimaksud.  (rud).

Curi Ikan, Tiga Kapal Bendera Malaysia Ditangkap di Selat Malaka

SERGAP: Kapal TNI-AL KRI Kerambit-627 menyergap tiga kapal berbendera Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Selat Malaka, Senin (9/11).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO-Kapal TNI-AL KRI Kerambit-627 menangkap tiga kapal berbendera Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Selat Malaka Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI), Senin (9/11).

Kapal berbendara Malaysia yang melakukan illegal fishing yang diamankan itu adalah PKFB 1223, PKFB 1928 dan PKFB 1921, dan telah diboyong ke dermaga Lantamal I, Belawan.

Penangkapan terjadi saat KRI Kerambit-627 dibawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I melaksanakan patroli di wilayah Perairan ZEE Indonesia.

Petugas TNI-AL mendapat kontak radar adanya kapal yang dicurigai tengah melakukan aktivitas illegal. Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Kerambit-627 melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap Kapal Ikan Asing (KIA) PKFB 1223 dan PKFB 1928.

Kapal PKFB 1223 GT 66 memuat ikan campuran kurang lebih 5 ton yang dinakhodai berinisial S serta 5 ABK berkebangsaan Myanmar. Sedangkan PKFB 1928 GT 68 berbendera Malaysia bermuatan ikan campuran kurang lebih 5 ton dinakhodai berinsial Z dan 4 orang ABK berkebangsaan Myanmar.

Selanjutnya, KRI Kerambit-627 kembali menangkap kapal lain berbendera Malaysia yang memuat kurang lebih 6 ton ikan campuran bernama PKFB 1791 GT 69 dengan nakhoda PK dengan ABK 5 orang berkebangsaan Thailand.

Panglima Koarmada I, Laksamana Muda A Rasyid K mengatakan, operasi Koarmada I melibatkan KRI Kerambit 627 mendapati aktivitas illegal yang dilakukan oleh kapal berbendera asing mencuri ikan di perairan Indonesia.

“Dalam hal ini Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono berkomitmen untuk memberantas segala tindak pidana di laut, salah satunya illegal fishing,” katanya.

Panglima Koarmada I menambahkan, dengan melakukan patroli baik melalui operasi intelijen maupun operasi laut dengan menggunakan KRI ataupun kapal patroli jajaran Koarmada I akan selalu melakukan pengawasan di wilayah Selat Malaka. Sampai saat ini masih banyak didapati illegal fishing, dan juga digunakan sebagai jalur penyelundupan narkoba dan komoditi illegal lain untuk masuk ke Indonesia melewati jalur perairan.

“Daerah perbatasan sangat rawan dari berbagai macam pencurian dan penyelundupan. Keberhasilan KRI Kerambit-627 dalam menangkap kapal berbendera asing merupakan bentuk komitmen TNI-AL dalam hal ini Koarmada I dalam menegakkan hukum di laut,” pungkas Rasyid.

Ketiga kapal ikan asing (KIA) PKFB 1223, PKFB 1928 dan PKFB 1921 berbendera  Malaysia sedang kawal menuju Lantamal I Belawan. Komitmen pimpinan TNI-AL sudah jelas untuk menindak tegas segala bentuk kegiatan illegal yang terjadi di wilayah Perairan Indonesia khususnya di Wilayah Kerja Koarmada I.

“Para tersangka yang diamankan telah melanggar Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1) dan Pasal 93 Jo Pasal 27 ayat (2) UU Perikanan Nomor 45 Tahun 2009, selanjutnya diperiksa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutup Panglima Koarmada I. (fac)

Muspida Nias, Tebingtinggi, dan Labuhanbatu Antisipasi Bencana Alam

PENGECEKAN: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres Tebingtinggi melakukan pengecekan peralatan yang digunakan menghadapi bencana alam.

GUNUNGSITOLI, SUMUT POS.CO-Mengantisipasi bencana alam akibat dari perubahan iklim, Muspida Nias yang dipimpin Bupati Drs Sokhiatulo Laoli MM dan unsur forkompimda di 4 Kabupaten/Kota menggelar apel kesiapan, di halaman Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara, Kota Gunungsitoli, Senin (9/11.

Dalam amanatnya, Bupati Nias Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM menyampaikan kegiatan dimaksud bertujuan untuk memastikan kesiap siagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan, serta menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam menghadapi Bencana secara khusus di Wilayah Hukum Polres Nias yang saat ini sedang berjalan tahapan Pilkada serentak Tahun 2020, dan  penanganan pandemi Covid-19.

“Sebagaimana yang kita ketahui informasi dari berbagai media, memasuki tahun 2020 dibeberapa daerah di Indonesia baik di pulau Jawa, Sumatera dan daerah lainnya mengalami bencana banjir, tanah longsor, angin topan dan berbagai bencana lainnya yang dipengaruhi oleh perubahan iklim yang ekstrim,” ujar Sokhiatulo.

Sokhiatulo mengungkapkan, potensi bahaya dan ancaman bencana yang semakin kompleks tersebut tidak terlepas dari  dampak perubahan iklim dan juga akibat ulah manusia itu sendiri.

“Penanganan bencana yang selalu dinamis dan berdinamika, membutuhkan kerja sama yang luas dan bersinergi antara seluruh unsur baik Polri, TNI, Basarnas, BPBD Kabupaten/Kota, instansi terkait, masyarakat dan unsur pendukung lainnya, semua itu dilakukan dalam rangka mitigasi risiko dan minimalisasi korban jiwa dan harta,” ungkapnya.

Ia mengatakan, daerah kepulauan Nias yang geografis wilayahnya di kelilingi oleh lautan Samudera Hindia, dan tekstur tanah yang berbukit-bukit sangat rawan terjadinya bencana.

Menurut Sokhiatulo, dalam menghadapi bencana dibutuhkan sikap, pemikiran dan perilaku tangguh sehingga dibutuhkan sebuah proses internalisasi antara pengetahuan dan pengalaman sehingga diharapkan timbul kesadaran tidak hanya pada sikap tetapi juga pemikiran dan perilaku.

Setelah selesai apel, pimpinan apel bersama dengan unsur muspida, para kepala OPD terkait melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana antisipasi bencana alam di halaman apel Mapolres Nias.

Umar Zunaidi: Kita Harus Siap Siaga

Antisipasi bencana juga dilakukan Pemko Tebingtinggi bersama unsur muspida lainnya. Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan menyampaikan,  saat ini kita harus selalu waspada dan harus selalu siap siaga dalam menghadapi perubahan iklim yang dapat berubah-ubah dan sulit untuk diprediksi.

“Kita harus bisa menyelamatkan jiwa manusia, mengevakuasi orang-orang yang sakit, menjamin pasokan obat-obatan serta menyediakan tempat-tempat penampungan kepada warga masyarakat yang mengungsi sebelum terjadinya bencana. Intinya pada saat pandemi Covid-19, kita harus mematuhi protokol kesehatan,” tegas Umar Zunaidi.

Wali Kota Tebingtinggi berharap dengan dilaksanakannya apel ini pemerintah Kota Tebingtinggi bersama seluruh instansi yang ada selalu tanggap, serta mampu untuk mengantisipasi bila terjadi bencana alam yang bisa saja terjadi mengingat perubahan iklim saat ini.

Pelaksanaan apel turut dihadiri oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP James Parlindungan Hutagaol, Kaden Brimob B Tebingtinggi, Waka Polres Kompol Sarponi, Kasubdenpom, Kadis Kesehatan dr Nanang, Kepala BPBD Wahid Sitorus serta para PJU, Kasat dan Kapolsek jajaran Polres Tebingtinggi.

Kegiatan apel yang diikuti oleh 1 Pleton personil TNI, 1 Pleton Brimob, 1 Pleton Staf Polres Tebingtinggi, 1 Pleton gabungan Sat Intelkam, Reskrim, Narkoba, 1 Pleton Sat Sabhara, 1 Pleton Sat Lantas, 1 Pleton Dishub, 1 Pleton BPBD, 1 Pleton Damkar dan 1 Pleton Sat Pol PP ini juga dirangkai dengan pemeriksaan perlengkapan dalam penanggulangan bencana alam.

Labuhanbatu Siapkan 1.000 Personel

Persiapan antisipasi bencana alam juga dilaksanakan para muspida Labuhanbatu. Tak tanggung, 1000-an personel gabungan dari TNI, BPBD, Satpol PP dan Polri.

“Seribu lebih personel bersiap siaga menghadapi bencana jika terjadi di masa Pilkada serentak Desember mendatang,” kata Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, Senin (9/11) saat rapat kordinasi kesiapan antisipasi bencana alam pada Pilkada serentak 9 Desember 2020 bersama Fokopimda Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara) di ruang rapat Mapolres Labuhanbatu.

AKBP Deni Kurniawan, menyebutkan kegiatan ini dilatar belakangi pengecekan alat-alat yang dimiliki untuk menyikapi bencana, apa saja dan bagaimana cara menyikapi bencana yang datang secara tiba-tiba. Deni berharap seluruh Stakeholder bisa menyelaraskan langkah dan kinerja menghadapi hal itu. (adl/ian/fdh/han)

Perekonomian Binjai Tumbuh 5,51 Persen

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Pertumbuhan ekonomi di Kota Binjai di bawah kepemimpinan H Muhammad Idaham dan H Timbas Tarigan tercatat menunjukkan tren meningkat selama dua tahun terakhir, 2018 dan 2019.

“Perekonomian Binjai tahun 2018 tumbuh sebesar 5,46 persen. Pada 2019, tren pertumbuhan ekonominya mengalami peningkatan sebesar 5,51 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Kota Binjai, Ida Suswati ketika dikonfirmasi di kantornya, Jalan WR Mongonsidi, Kelurahan Setia, Binjai Kota, Senin (9/11).

 Berdasarkan pendekatan produksi, Ida menguraikan, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 7,30 persen. Disusul oleh lapangan usaha real estate atau perumahan sebesar 6,98 persen.

 Terakhir dari variabel lapangan usaha perdagangan besar dan eceran hingga reparasi mobil serta sepeda motor sebesar 6,79 persen.

“Ada tiga jenis lapangan usaha yang memberi peran dominan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto, red). Yakni, lapangan usaha perdangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, lapangan usaha konstruksi dan lapangan usaha industri pengolahan,” kata dia.

 Sementara pada 2019, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 8,95 persen. Diikuti lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 6,76 persen serta lapangan usaha perdagangan besar dan eceran hingga reparasi mobil serta sepeda motor sebesar 6,44 persen.

 “Tiga lapangan usaha yang memberi peran dominan ada pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, lapangan usaha konstruksi dan lapangan usaha industri pengolahan,” beber dia.

 Karenanya, persentase pengangguran pun menunjukkan tren menurun. Catatan BPS Binjai, tingkat pengangguran terbuka pada 2018 sebesar 7,40 persen dan 2019 sebesar 6,14 persen.

 “Untuk pertumbuhan jumlah penduduk mengalami naik. Pada 2018, ada 273.892 orang penduduk di Binjai. Pada 2019, ada 276.597 orang penduduk di Binjai,” ujarnya.

 “Untuk tahun 2020, belum ada hasilnya. Karena masih terus dilakukan pendataan,” pungkasnya. (ted)

Dandim 0205/TK Resmikan Sumur Bor & MCK

DIABADIKAN: Dandim 0205 /TK, Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto diabadikan bersama warga pada kegiatan peresmian sumur bor dan MCK di desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO-Dandim 0205 /TK Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto meresmikan sumur bor dan MCK umum untuk masyarakat, Senin (9/11).  Bantuan ini diberikan oleh Pangdam I/BB Mayor Jenderal Irwansyah, MA, MSc kepada warga  Desa Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.

 Harapannya, pembangunan subur bor dan MCK umum ini dapat memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari masyarakat desa. “Jadi diharapkan masyarakat bisa menjaga dan merawat agar tidak percuma dan bisa dipergunakan dalam waktu lama,” kata Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto ketika menyampaikan pesan dari Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah.

 Dalam hal ini seharusnya Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah sendiri yang meresmikan sumur bor dan MCK umum ini. Namun beliau tidak bisa hadir karena mempunyai kegiatan di luar kota.

 “Seharusnya Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah yang meresmikan, tapi karena beliau memiliki kegiatan di luar kota, jadi kita yang diutus untuk meresmikannya dan saya menyampaikan pesan diberikan beliau kepada masyarakat,” ujar Dandim.

 Dandim juga menambahkan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan berupa memakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak dan menjaga imunitas tubuh di masa pendemi Covid-19.

  Dikatakannya, sumur bor dan MCK umum bantuan Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah ini dibangun di tiga Desa di Kabupaten Karo yakni, Desa Guru Kinayan Kecamatan Namanteran, desa Payung Kecamatan Payung dan desa Kutarayat Kecamatan Namanteran.

 Setelah peresmian Sumur bor dan MCK umum  bantuan Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah ini, dilanjutkan dengan pembagian masker kepada masyarakat Desa Namanteran dan masyarakat Desa Simpang Empat.

 Sebelum meresmikan Sumur bor dan MCK umum ini, Dandim 0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadiyanto bersama Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo S.I.K, Wadanyon 125/Simbisa Mayor Inf Irwansyah, Ketua TP PKK Kabupaten Karo Sariati Terkelin Brahmana, asisten 2 Ekbang Kabupaten karo Dapat Kita Sinulingga, Persit Kartika Chandra Kirana, Kbu Bayangkari Polres Tanah Karo, Camat Simpang Empat, Camat Payung, Camat Namanteran dan Lions club’ Medan mengadakan acara dengan masyarakat di Jambur Ndogum Siroga Simpang Empat.

 Dalam acara ini, pihak Forkompinda Karo memberikan bantuan sembako, peralatan Mandi dan masker pemberian dari Pangdam I/BB Mayjen Irwansyah kepada 3 panti asuahan yang berada di Tanah Karo yaitu Yayasan Alfa Omega, Bunga Bakung dan Yayasan Al-Purbanta Berastagi. (deo/han)

Masa Pandemi, BPJamsostek Relaksasi Iuran hingga 99 Persen

JELASKAN: Deputi Direktur Wilayah Sumatera Bagian Utara BPJamsostek, Panji Wibisana didampingi Kepala Kantor Cabang BPJamsostek, Tengku Haris Sabri Sinar saat diwawancarai.

BINJAI,SUMUTPOS.CO-Sejumlah manfaat dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) terasa di hati masyarakat. Mulai dari pembiayaan perawatan medis atas kecelakaan kerja tanpa batas, santunan kematian, hingga beasiswa untuk dua orang anak sampai tamat kuliah dengan iuran yang terjangkau.

 Bahkan dalam menghadapi Pandemi Covid-19, BPJamsostek memberikan relaksasi pembayaran iuran hingga 99 persen. Artinya, peserta cukup bayar satu persen dari iuran bulanan, untuk mendapat manfaat dari BPJamsostek.

 Potongan hingga 99 persen dari BPJamsostek ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Nonalam Penyebaran Covid-19). Dalam PP tersebut, tertuang aturan, mekanisme dan persyaratan jika ingin mendapatkan relaksasi pembayaran iuran.

 Baik bagi mereka yang sebelumnya telah menjadi peserta, maupun pengusaha dan masyarakat yang baru ingin mendaftar ke BP Jamsostek. Bagi yang sudah menjadi peserta BP Jamsostek, mereka hanya cukup memastikan telah membayar sampai dengan Juli 2020.

 “Maka iuran di bulan berikutnya secara otomatis menjadi satu persen dari yang selama ini dibayarkan. Sedangkan bagi peserta baru, cukup membayar dua bulan iuran sesuai dengan gaji yang dilaporkan. Maka sampai dengan ada peraturan baru nantinya, kewajiban kepesertaannya hanya sebesar satu persen saja,” jelas Deputi Direktur Wilayah Sumatera Bagian Utara BPJamsostek, Panji Wibisana didampingi Kepala Kantor Cabang BPJamsostek, Tengku Haris Sabri Sinar, belum lama ini.

 “Relaksasi pembayaran iuran oleh BPJamsostek, adalah langkah atau upaya yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat dan pengusaha dalam menghadapi situasi Pandemi Covid-19. BPJamsostek memiliki program pengurangan pembayaran iuran untuk setiap peserta. Baik yang telah terdaftar maupun yang akan mendaftar, hanya cukup bayar satu persen saja, dari iuran yang biasanya dibayarkan. Ini adalah bentuk hadirnya pemerintah dalam mengahadapi pandemi Covid-19,” urai dia.

 Dia juga menjelaskan secara detil tata cara dan persyaratan untuk dapat menjadi peserta BPJamsostek dengan pembayaran hanya satu persen dari jumlah persentase upah yang dilaporkan. Selain itu, dia juga menjabarkan tentang tidak adanya pengurangan manfaat dari yang telah ada selama ini.

 “Setelah membayar sampai dengan bulan Juli tahun ini untuk peserta yang sudah terdaftar, cukup membayar dua kali iuran bulanan sesuai dengan perhitungan dari upah yang dilaporkan. Maka relaksasi ini langsung otomatis berlaku,” kata dia.

 “Misalnya bulanan yang dibayar biasanya Rp15.800, maka satu persennya para peserta hanya cukup bayar Rp158 saja perbulan. Sangat-sangat kecil sekali jika kita mau bandingkan dengan segudang manfaat yang diberikan BPJamsostek dan tentunya tidak ada yang berkurang dari manfaat yang diberikan itu,” beber Panji.

 “Untuk sampai kapan program relaksasi ini akan berlangsung, kita pastinya berharap sampai pandemi ini selesai dan perekonomian kembali stabil. Yang jelas, karena program pengurangan iuran ini diatur dalam peraturan pemerintah, maka sebelum peraturan yang baru dikeluarkan, maka sampai dengan saat itu, seluruh peserta cukup membayar sebesar satu persen saja,” sambung dia.

 Karenanya sebelum program ini berakhir, dia mengajak pelaku usaha, tenaga kerja atau masyarakat pelaku ekonomi, untuk segera mendaftar sebagai peserta BPJamsostek. “Dengan iuran yang kecil, manfaat yang diterima sangat besar,” pungkasnya. (ted)

25 Tahun Berpisah, Alumni SMP RK Deli Murni Diski Kembali Merajut Kebersamaan

FOTO BERSAMA: Alumni SMP RK Deli Murni Diski angkata ’95, foto bersama dalam acara merajut kebersamaan setelah 25 tahun berpisah di Mutiara Kafe, Payabakung, Kabupaten Deliserdang, Minggu (8/11).

DELISERDANG-Bertemu teman lama memang paling asik. Bukan hanya melepas rindu, namun menceritakan lagi pengalaman  yang telah dilalui bersama sudah pasti seru. Inilah yang tergambar dalam merajut kebersamaan dan temu kangen, setelah 25 tahun berpisah para alumni SMP RK Deli Murni Diski, lulusan tahun 1995.

Bertempat di Kafe Mutiara, Payabakung, Kabupaten Deliserdang, Minggu (8/11) 2020,  sebanyak 25 orang alumni SMP RK Deli Murni Diski, saling berbagi cerita dan kisah-kisah mengenang masa berpakaian putih biru. 

Dari mulai kenakalan, prestasi, hingga hubungan asmara yang disebut ‘cinta monyet’ di antara sesama alumni. Mengenang kisah ‘cinta monyet’,  seakan tak habis-habisnya. Maklum saja, karena saat itu adalah masa akil balig dari anak-anak menuju remaja.

Acara temu kangen inipun tak kalah menghebohkan, saat para alumni saling berbagi cerita dengan teman teman yang tidak dapat hadir dikarenakan waktu dan jarak yang memisahkan. Pun begitu, berkat media sosial WhatsApp dan facebook, teman-teman yang berada di luar kota seperti Fernalia di Bogor, Lintang dan Robet di Batam, Roselina di Pematangsiantar dan Hosianna di Tapanuli, Shinta dan Kristina di Pekanbaru, Hendri di Aceh, dan lainnya, turut bahagia menyaksikan acara temu kangen para alumni.

Usai berbagi cerita, tak kalah menariknya acara dilanjutkan dengan hiburan, diselingi makan bersama, penuh bahagia dan canda tawa. Untuk merajut silaturahim berikutnya, para alumni sepakat untuk mengadakan Reuni selanjutnya dengan membentuk panitia dengan Ketua, Jhonson, Bendahara Maslin, Pjs Sekretaris Johan.

“Acara temu kangen antar alumni ini nantinya akan berkelanjutan, dan menjadi ajang silaturahim di antara kita, baik suka dan duka kita tanggung bersama,” ujar Jhonson dalam sambutannya, disambut tepukan tangan para alumni.

Jhonson juga berharap, kegiatan reuni selanjutnya tidak hanya sekali tahun, namun bisa dilaksanakan dengan membentuk arisan agar keakraban antar alumni semakin erat.

Salah satu alumni, Sri Ulina Ginting mengaku bahagia dengan acara temu kangen ini.  Selain berbagi cerita dan kisah, para alumni bisa saling mendukung dan memberi masukan dari beragam profesi dan bisnis yang dilakoni para alumni.

“Semoga reuni selanjutnya semakin seru, dan persaudaraan kita semakin solid,”pungkasnya. (han)

25 Tahun Berpisah, Alumni SMP RK Deli Murni Diski kembali Merajut Kebersamaan

FOTO BERSAMA: Alumni SMP RK Deli Murni Diski angkatan ’95 foto bersama dalam kegiatan merajut kebersamaan setelah 25 tahun berpisah di Mutiara Kafe, Payabakung, Kabupaten Deliserdang, Minggu (8/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO-Bertemu teman lama memang paling asik. Bukan hanya melepas rindu, namun menceritakan lagi pengalaman  yang telah dilalui bersama sudah pasti seru. Inilah yang tergambar dalam merajut kebersamaan dan temu kangen, setelah 25 tahun berpisah para alumni SMP RK Deli Murni Diski, lulusan tahun 1995.

Bertempat di Kafe Mutiara, Payabakung, Kabupaten Deliserdang, Minggu (8/11) 2020,  sebanyak 25 orang alumni SMP RK Deli Murni Diski, saling berbagi cerita dan kisah-kisah mengenang masa berpakaian putih biru. 

Dari mulai kenakalan, prestasi, hingga hubungan asmara yang disebut ‘cinta monyet’ di antara sesama alumni. Mengenang kisah ‘cinta monyet’,  seakan tak habis-habisnya. Maklum saja, karena saat itu adalah masa akil balig dari anak-anak menuju remaja.

Acara temu kangen inipun tak kalah menghebohkan, saat para alumni saling berbagi cerita dengan teman teman yang tidak dapat hadir dikarenakan waktu dan jarak yang memisahkan. Pun begitu, berkat media sosial WhatsApp dan facebook, teman-teman yang berada di luar kota seperti Fernalia di Bogor, Lintang dan Robet di Batam, Roselina di Pematangsiantar dan Hosianna di Tapanuli, Shinta dan Kristina di Pekanbaru, Hendri di Aceh, dan lainnya, turut bahagia menyaksikan acara temu kangen para alumni.

Usai berbagi cerita, tak kalah menariknya acara dilanjutkan dengan hiburan, diselingi makan bersama, penuh bahagia dan canda tawa. Untuk merajut silaturahim berikutnya, para alumni sepakat untuk mengadakan Reuni selanjutnya dengan membentuk panitia dengan Ketua, Jhonson, Bendahara Maslin, Pjs Sekretaris Johan.

“Acara temu kangen antar alumni ini nantinya akan berkelanjutan, dan menjadi ajang silaturahim di antara kita, baik suka dan duka kita tanggung bersama,” ujar Jhonson dalam sambutannya, disambut tepukan tangan para alumni.

Jhonson juga berharap, kegiatan reuni selanjutnya tidak hanya sekali tahun, namun bisa dilaksanakan dengan membentuk arisan agar keakraban antar alumni semakin erat.

Salah satu alumni, Sri Ulina Ginting mengaku bahagia dengan acara temu kangen ini.  Selain berbagi cerita dan kisah, para alumni bisa saling mendukung dan memberi masukan dari beragam profesi dan bisnis yang dilakoni para alumni.

“Semoga reuni selanjutnya semakin seru, dan persaudaraan kita semakin solid,”pungkasnya. (han)

Polsek Bandar Khalifah Razia Penegakan Prokes

RAZIA: Jajaran Polsek Bandar Khalifah melakukan razia penegakan disiplin protokol kesehatan.
RAZIA: Jajaran Polsek Bandar Khalifah melakukan razia penegakan disiplin protokol kesehatan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Polsek Bandar Khalifah bersama TNI dan Satpol PP kembali melaksanakan operasi penegakan protokol kesehatan (Prokes) dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

RAZIA: Jajaran Polsek Bandar Khalifah melakukan razia penegakan disiplin protokol kesehatan.
RAZIA: Jajaran Polsek Bandar Khalifah melakukan razia penegakan disiplin protokol kesehatan.

Penertiban dan penegakan prokes ini kembali dilaksanakan di dua desa, tepatnya Desa Juhar dan Desa Pelan Bandar Khalifah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, Sabtu (7/11) malam.

Kapolsek Bandar Khalifah, AKP S Panjaitan, mengatakan selain melakukan razia penegakan disiplin prokes, juga melaksanakan sosialisasi kepada warga.

“Kita juga melakukan penertiban warung warung kopi, kafe dan tempat hiburan, tempat berkumpulnya orang banyak. Razia penegakan disiplin ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” bilangnya.

Dijelaskannya, razia ini juga untuk memberi rasa aman bagi masyarakat, mencegah terjadinya aksi premanisme dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti protokol kesehatan dengan istilah 3M.

“Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,’pungkasnya. Meski ada masyarakat yang terjaring, sambung AKP S Panjaitan, pihaknya hanya memberikan sanksi teguran agar tidak melakukan pelanggaran prokes lagi. (ian/han)

Sinabung Semburkan Awan Panas 700 Derajat Celsius

AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.
AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.

KARO, SUMUTPOS.CO – Tingginya aktivitas gunung Sinabung akhir-akhir ini menyebabkan peningkatan volume kubah lava yang terbentuk di puncak gunung.

AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.
AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.

Sejauh ini, diperkirakan volume kubah sudah mencapai sekitar dua juta meter kubik dengan semburan awan panas hingga mencapai 700 derajat celsius.

Hal ini disampaikan Pengamat Gunung Api Sinabung, Armen Putra saat dihubungi wartawan.

“Sampai saat ini pihak pengamat gunung api belum dapat mengukur volume kubah lava di puncak gunung dengan alat yang tersedia di kantor, karena puncak selalu ditutupi kabut. Namun berdasarkan amatan secara visual yang dapat dilihat di saat-saat tertentu, ditaksir sudah mencapai sekira dua juta meter kubik, “ungkapnya, Sabtu (7/11) kemarin.

Menurutnya, besarnya volume kubah lava sangat berpotensi terjadinya awan panas guguran. Karena letaknya sangat labil, maka guguran akan dipengaruhi dari dua sisi, yakni pergeseran atau pertambahan volume kubah lava dari dorongan magma dari perut bumi, dan munculnya gempa-gempa kecil di sekitar gunung maupun gempa Low Frekwensi dan gempa hybrid/fase banyak.

Meskipun status Sinabung masih berada pada level III (siaga), tapi tetap direkomendasikan jangan memasuki zona merah (red). “Berdasarkan peristiwa awan panas yang pernah terjadi di Desa Suka Meriah Kec. Payung dan Desa Gamber, Berastepu Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Karo, hendaknya masyarakat selalu tetap waspada,” jelas Armen.

Laporan pengamat Gunung Api Sinabung periode pengamatan sepekan terakhir, rata-rata terjadi awan panas guguran dengan jarak luncur 2.000 meter mengarah ke Timur dan Tenggara. (deo/han)