Home Blog Page 3932

Taman Sakura Punya Prospek, Pengembangan Wisata Mangrove di Marelan Harus Dikembangkan

TINJAU: Akhyar Nasution meninjau Taman Sakura, Yong Panah Hijau, Labuhan Deli, Medan Marelan, Rabu (4/11) siang.

MEDAN, SUMUTPOS. CO – Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution melihat adanya prospek ekonomi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat saat mengunjungi Taman Sakura, Yong Panah Hijau, Labuhan Deli, Medan Marelan, Rabu (4/11) siang.

Selain sebagai lokasi wisata yang diisi sejumlah bangunan nuansa China dan menawarkan konsep taman yang biasa digunakan untuk selfie serta memanjakan diri bagi pengunjung, Taman Sakura juga memiliki program budidaya mangrove dan kerang yang telah dikembangkan oleh kelompok yang tergabung dalam Kebersaudaraan Itu Penting (KIP).

“Jika saya diamanahkan memimpin Kota Medan, ada rencana pengembangan pesisir menjadi daerah yang menghasilkan. Nah di Taman Sakura ini ada potensi pengembangan ekonomi, terutama dari budidaya mangrove dan kerang. Jadi tak hanya wisata tapi sisi lain dalam mendongkrak ekonomi lewat budidaya,” sebut Akhyar.

Selain itu, pengadaan rumah ikan juga menjadi perhatian Akhyar ke depan dalam hal efisiensi.

“Jadi gak harus melaut berhari-hari, tapi bisa memanfaatkan budi daya ikan lewat program rumah ikan. Pembiayaannya bisa dibuat kerja samanya. Pemerintah bisa memberi bantuan tapi dibuat kelompoknya. Melaut tetap melaut tapi ada tambahan lewat budidaya ikan dan kerang,” ujarnya.

Selain budidaya biota laut, Taman Sakura juga menyediakan lokasi penjualan produk yang dihasilkan lewat industri rumah tangga.


Dalam kesempatan itu, Relawan Penggagas Saya Bersama Akhyar (SABAR) Community, sebagai inisiator kegiatan di kawasan Medan Utara, Dewi Natadiningrat menjelasakan kehadiran Akhyar di Taman Sakura tak hanya menyapa masyarakat secara langsung, tapi juga untuk melihat langsung keberadaan industri kreatif masyarakat di Medan Marelan.

Menurut Dewi, usaha bisa dibangun dari rumah melalui industri Rumah Tangga, dengan cara yang paling kecil dan modal yang kecil.

“Jika dijalankan dengan serius dan dapat dukungan langsung pemerintah, maka industri ini bisa menjadi salah satu sumber pendapatan ekonomi pribadi,” terang Dewi.

Sementara itu, koordinator Kebersaudaraan Itu Penting (KIP), Siagian menerangkan jika KIP hadir untuk membantu masyarakat miskin di Medan Marelan. Selain pernah menyumbangkan bibit kepiting kepada sejumlah nelayan kecil untuk dibudidaya. KIP juga rutin berbagi sembako untuk masyarakat miskin tiap pekannya.

“Ini dananya swadaya lewat iuran seluruh anggota. Umumnya anggota kita nelayan budi daya, nelayan tangkap dan yang bekerja di darat. Lebih ke sosial arahnya termasuk bagikan beras ke masyarakat miskin,”sebut Siagian.

Tak hanya itu, KIP juga berniat menyumbangkan 10 ribu bibit mangrove untuk Pemerintah Kota Medan.

“Penyebarannya akan ditanam dipinggiran paluh yang telah ditebangi oleh masyarakat,” ujarnya.

Akhyar pun mengapresiasi bantuan itu menurutnya hal itu luar biasa, mengingat akan berfungsi menyelamatkan biota laut.

“Berapa biota laut yang bisa terselamatkan dengan mangrove. Tinggal konsistensi kita aja. Perlu ada kelompok yang membina dan mengingatkan, kalau sendiri-sendiri susah juga,” pungkasnya.
(map)

Abadi Tarigan Terpilih sebagai Ketua Askab PSSI Langkat

BERSAMA: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA foto bersama peserta kongres dan pengurus Askab PSSI Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
BERSAMA: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA foto bersama peserta kongres dan pengurus Askab PSSI Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana PA membuka Kongres Askab PSSI Langkat, di Kafe ADM Simpang Durian Mulo, Jalan Binjai Kuala Lingkungan ll Amal, Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kamis (5/11).

BERSAMA: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA foto bersama peserta kongres dan pengurus Askab PSSI Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.
BERSAMA: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA foto bersama peserta kongres dan pengurus Askab PSSI Langkat. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS.

Dalam pelaksanaan kongres ini, Abadi Tarigan secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Askab PSSI Langkat, masa bakti 2020-2024.

Bupati Terbit Rencana PA mengucapkan selamat kepada pengurus terpilih, semoga sukses menjalankan roda organisasi, sebagai pengurus Askab PSSI Langkat. Dan berharap pengurus mampu menguatkan kekompakan dalam organisasi. Sehingga keberhasilan yang dicapai adalah keberhasilan tim. Sebaliknya, jika gagal adalah kegagalan tim. Tujuannya, agar seluruh pengurus memiliki tanggungjawab besar untuk kemajuan Askab PSSI Langkat,

Terbit Rencana PA juga berpesan agar melaksanakan arahan dan nasehat dari Ketua Asprov PSSI Sumut. Agar kerja keras untuk membesarkan roda organisasi PSSI di Langkat khususnya, berhasil dan tidak terbuang sia-sia. “Langkat memiliki potensi untuk melahirkan bibit olahraga berprestasi. Namun untuk mewujudkannya, perlu kepedulian semua pihak, yakin dukungan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat pencinta olahraga,”kata Bupati Langkat.

Sementara Ketua Asprov PSSI Sumut, Kodrat Shah, berharap kepengurusan yang telah dilantik, memiliki keikhlasan untuk memberikan waktu, pemikiran juga materi dan morilnya, bagi kemajuan pesepakbola di Langkat.

Kodrat juga mengatakan, PSSI membutuhkan orang – orang yang siap bekerja secara tim, serta bersungguh-sungguh membesarkan olahraga. Bagi peningkatan prestasi insan olahraga di Negeri Bertuah ini,

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Langkat juga memberikan surpraise atas HUT ke59 Ketua Asprov PSSI Sumut, H.Kodrat Shah, dengan menyiapkan nasi tumpeng.(yas)

Pelajar Binjai Ukir Prestasi di Brasil

FOTO BERSAMA: Ayna Charisa Putri foto bersama Kepala SDN 020619, Alberto Maradona setelah mengukir prestasi di Brasil.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ayna Charisa Putri sukses mengukir prestasi di tingkat Internasional. Pelajar siswi Sekolah Dasar Negeri 020619 di Binjai Selatan ini meraih peringkat keempat cabang olahraga Karate World Championship 2020.

FOTO BERSAMA: Ayna Charisa Putri foto bersama Kepala SDN 020619, Alberto Maradona setelah mengukir prestasi di Brasil.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
FOTO BERSAMA: Ayna Charisa Putri foto bersama Kepala SDN 020619, Alberto Maradona setelah mengukir prestasi di Brasil.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Ajang internasional tersebut digelar di Brasil, Amerika Selatan. Dinas Pendidikan Kota Binjai yang mendengar kabar ini memberikan apresiasi.

Pasalnya, torehan prestasi yang dicatatkan Ayna bukan lagi pada level nasional. Melainkan internasional.

“Ini merupakan suatu kebanggan bagi kita semua. Baik kebanggaan keluarga dan kebanggaan sekolah. Ayna Charisa Putri telah mengharumkan nama Kota Binjai di kancah Internasional,” kata Pengawas Pembina Binjai Selatan, Maljumadi, Kamis (5/11).

Cabang olahraga karate berlangsung selama dua hari. Pada 30 Oktober 2020 dan 31 Oktober 2020. Pesertanya sebanyak 2.000 atlet dari 43 negara di dunia. Dia menambahkan, prestasi yang ditorehkan Ayna tak terlepas dari keinginan, kemauan dan semangat mencapainya.

“Tak lupa juga karena latihan yang keras, yang dilakukan anak kita di bawah pimpinan Senpai Arif,” ujar dia.

“Atas nama Pemerintah Kota Binjai dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan pihak-pihak lainnya terkait, yang telah memberi dukungan kepada anak kita, Ayna Charisa Putri,” sambung dia.

Bagi dia, Senpai Arif merupakan sosok pelatih yang tekun. Bahkan, dikenal dengan pribadi yang disiplin dalam setiap memberikan pelatihan kepada anak-anak didiknya.

Karenanya, dia berharap, semoga prestasi yang telah diraih Ayna dapat terus ditingkatkan lagi. “Teruslah tetap berlatih, walaupun kita sekarang di hadapkan dengan masa pandemi,” seru dia.

Sementara, Kepala SDN 020619, Alberto Maradona juga mengapresiasi Ayna. Dia berharap, prestasinya di sekolah pun juga harus beriringan terukir mengikuti torehan yang diraih di level internasional.

“Kepada Ayna Charisa Putri, tetaplah semangat dalam berlatih, sehingga dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” tandas Kasek yang masih berusia muda sekaligus Wasit Internasional Hoki tersebut. (ted)

Launching Medical Check Up di Mapolresta Deliserdang, Kapoldasu Ajak Personel Hidup Sehat

LAUNCHIN Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin menyapa seorang personel saat memeriksa kesehatan pada kegiatan launching medical check- Up yang digelar di Lapangan Hijau, Mapolresta Deliserdang, Kamis (5/11).
LAUNCHIN Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin menyapa seorang personel saat memeriksa kesehatan pada kegiatan launching medical check- Up yang digelar di Lapangan Hijau, Mapolresta Deliserdang, Kamis (5/11).

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengajak seluruh personel untuk senantiasa menjaga kesehatan dan melaksanakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

LAUNCHIN Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin menyapa seorang personel saat memeriksa kesehatan pada kegiatan launching  medical check- Up yang digelar di Lapangan Hijau, Mapolresta Deliserdang, Kamis (5/11).
LAUNCHIN Kapolda Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin menyapa seorang personel saat memeriksa kesehatan pada kegiatan launching medical check- Up yang digelar di Lapangan Hijau, Mapolresta Deliserdang, Kamis (5/11).

Hal itu disampaikan pada kegiatan Launching Medical Check Up di Lapangan Hijau Mapolresta Deliserdang, Kamis (5/11).

“Sebagai umat beragama, senantiasa kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME, sehingga kita dapat melaksanakan launching medical check up di Mapolresta Deliserdang ini,”ujarnya.

Kapoldasu juga mengapresiasi Karo SDM Polda Sumut dan jajaran yang telah menerapkan aplikasi E-sehat. Disebutkannya, dunia digital akan semakin maju di era 4.0, Smart Phone ke depannya akan selalu digunakan di setiap kegiatan.

Dalam hal ini, Kapoldasu juga mengucapkan terimakasih atas kemitraan CSR dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan. “Mari kita mengedukasi kepada masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan disaat situasi pandemi Covid-19,”ajaknya.

Orang nomor satu di Mapoldasu ini juga berharap kegiatan ini menjadi Pilot Project kepada jajaran Polres dalam memberikan pelayanan melalui aplikasi. (mag-1)

Kapal Nelayan Tabrakan, 1 ABK Tewas dan 1 Hilang

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Seorang anak buah kapal (ABK) hilang dan 1 orang meninggal dunia, pasca Kapal Motor (KM) Pukat Teri Deli Jaya no selar: GT.105 No.1564/PPa dari Gabion Belawan menabrak Kapal Motor Jaring Kembung asal Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura, Langkat, di perairan Brandan/Boring, Langkat, Rabu (4/11) sekitar pukul 20.00 WIB.

Ilustrasi.

Dijelaskan PAUR Subbag Humas Polres Langkat, Aiptu Yasir Rahman, kecelakaan laut itu terjadi pada Rabu (4/11) sekitar pukul 20.00 WIB. KM Jaring Kembung dengan 4 orang ABK, yakni Irfan Om (45) selaku Tekong japal sab Abdullah (30) ABK (selamat). Dan Johan (25) ABK dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian. Kemudian Irfan (40) ABK, meninggal dunia.

Masih kata Yasir, tabrakan terjadi saat KM Jaring Kembung labuh jaring di sekitar boring perairan Pangkalan Brandan. Kemudian, sekitar jarak 1 mil laut kapal pukat teri KM Deli Jaya no selar : GT.105 No.1564/PPa dengan 23 orang ABK, berjalan lurus mengarah ke KM Jaring Kembung, ABK KM Jaring Kembung berupaya memberi kode keberadaan mereka, namun Tekong KM Pukat Teri, Akui, tidak menyadari kode tersebut. Alhasil kapal menabrak KM Jaring Kembung yang labuh jangkar. KM Jaring Kembung pecah, 4 ABK tercebur ke laut.

Pasca tabrakan, ABK KM Pukat Teri KM Deli Jaya no selar : GT.105 No.1564/PPa tersebut langsung memberikan pertolongan. Dan ditemukan 2 orang selamat atas nama Irfan Om dan Abdullah, dan 1 orang meninggal dunia atas nama Irfan. Sedangkan 1 orang lagi atas nama Johan belum ditemukan. Selanjutnya, para awak yang di temukan dibawa oleh KM Deli Jaya no selar : GT.105 No.1564/PPa menuju pelabuhan Belawan untuk dievakuasi.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Medan, Toto Mulyono menerjunkan personel untuk melakukan pencarian. Dikatakannya, ada delapan orang petugas Basarnas yang diterjunkan ke lokasi. Petugas di lapangan dilengkapi peralatan selam untuk mencari korban.

“Saat informasi kita dapatkan dari Camat Tanjung Pura, kita langsung menerjunkan personel sebanyak 8 orang dengan membawa peralatan water rescue dan juga peralatan selam, semoga cuaca dilokasi bersahabat sehingga tim di lapangan bisa bekerja secara maksimal,” sebut Toto.(bbs/han)

Pjs Bupati Sidak ke Pasar Glugur Rantauprapat

SIDAK: Pjs Bupati Labuhanbatu sidak prokes di komplek Pasar Gelugur Rantau Utara, Kamis (5/11).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Pjs Bupati Labuhanbatu, Mhd Fitryus melakukan sidak Protokol Kesehatan (Prokes) terhadap masyarakat kecamatan Rantau Utara yang berada di lokasi komplek Pasar Gelugur, Kamis (5/11).

Didampingi para Asisten Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, para OPD, Camat Rantau Utara Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Rantau Utara, Fitryus memberikan arahan dan bimbingan secara langsung kepada pedagang dan masyarakat.

Bahkan, Fitryus langsung memberikan masker kepada warga yang tidak mengenakan masker di lokasi.

“Jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan. Ini bukan hanya demi kita sendiri tetapi juga untuk orang-orang yang kita sayangi yang ada di rumah,” ujarnya.

Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tetap tertib mengikuti protokol kesehatan, seperti tetap memakai masker, rajin cuci tangan dan poin-poin lain yang tertera di protokol kesehatan.

Usai melakukan sidak di komplek pasar Gelugur, Pjs Bupati melanjutkan giat kerja ke kantor camat Rantau Utara dan disambut langsung camat Rantau Utara, Turing Ritonga beserta lurah se-Kecamatan Rantau Utara.

Di hadapan Pjs Bupati, Camat Rantau Utara memperkenalkan diri dan luas wilayah kecamatan Rantau utara.

Pada kesempatan tersebut Pjs Bupati Labuhanbatu memberikan bantuan kepada kecamatan Rantau utara berupa Masker 1.000 lembar, Desinfektan 2 liter, Faceshield 100 kotak, dan puluhan sabun cuci tangan 500 ml. (fdh/ram)

Ciptakan Anak Berkarakter dan Hebat, BKKBN Sumut ‘Sekolahkan’ Orangtua

sertifikat: Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menyerahkan sertifikat kepada peserta didik Sekolah Orangtua Hebat 2020, pada acara wisuda. di Aula Kantor BKKBN Sumut, Kamis (5/11). M IDRIS/sumu tpos.
sertifikat: Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menyerahkan sertifikat kepada peserta didik Sekolah Orangtua Hebat 2020, pada acara wisuda. di Aula Kantor BKKBN Sumut, Kamis (5/11). M IDRIS/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna menciptakan anak-anak yang berkarakter dan hebat, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara (Sumut) menyekolahkan para orang tua. Mereka didik dan dibekali pengetahuan beberapa waktu oleh BKKBN Sumut yang bekerja sama dengan LPPM Unimed dan pihak terkait melalui program Sekolah Orangtua Hebat.

sertifikat: Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menyerahkan sertifikat kepada peserta didik Sekolah Orangtua Hebat 2020, pada acara wisuda.  di Aula Kantor BKKBN Sumut, Kamis (5/11).  M IDRIS/sumu tpos.
sertifikat: Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega menyerahkan sertifikat kepada peserta didik Sekolah Orangtua Hebat 2020, pada acara wisuda. di Aula Kantor BKKBN Sumut, Kamis (5/11). M IDRIS/sumu tpos.

Kepala BKKBN Sumut, Temazaro Zega mengatakan, tahun 2045 mendatang merupakan 100 tahun Indonesia mencapai kemerdekaan. Pemerintah Indonesia menginginkan agar saat itu menjadi Indonesia Emas, di mana masuk dalam kelompok negara-negara maju. Kemajuan dari sisi perekonomian, tingkat pendapatan, kesejahteraan masyarakatnya tinggi dan lainnya.

“Untuk itulah, harus disiapkan sumber daya manusia yang produktif dari sekarang. Guna mewujudkan Indonesia emas tersebut, maka dari sekarang harus dimulai mencetak anak-anak yang hebatn

sukses, tangguh, dan berkarakter salah satunya melalui program Sekolah Orang Tua Hebat,” ungkap Temazaro pada acara wisuda pengukuhan orang tua hebat tahun 2020 di Aula Kantor BKKBN Sumut, Kamis (5/11).

Ia menjelaskan, Sekolah Orang Tua Hebat merupakan program pendidikan untuk para orang tua khususnya di Sumut. Pendidikan yang diberikan yaitu bagaimana menciptakan atau membentuk karakter anak-anak sejak dini yang hebat dan sukses. Dengan begitu, nantinya diharapkan menjadi generasi yang mewujudkan Indonesia emas. “Ada sekitar 30 orang tua atau ibu-ibu berasal dari Medan dan Deli Serdang dididik dalam Sekolah Orang Tua Hebat. Mereka dibekali pengetahuan, bagaimana mendidik anak yang berkarakter, hebat, berhasil dan sukses,” terang Temazaro.

Menurut dia, dari berbagai hasil penelitian, anak-anak yang hebat dalam segala bidang itu bukan anaknya tetapi orang tuanya. Maka dari itu, ingin mencetak orang tua yang hebat agar anak-anaknya menjadi sukses dan berhasil. “Sangat diharapkan para ibu-ibu yang telah mengikuti program Sekolah Orang Tua Hebat ini bisa mengaplikasikan dimulai dari keluarganya masing-masing. Selanjutnya, menularkan kepada masyarakat di lingkungan dan wilayah tempat tinggalnya,” ujarnya.

Temazaro menyebutkan, dulu kemampuan intelektual atau IQ menjadi indikator nomor satu. Namun, saat ini telah bergeser menjadi urutan ke-21 dari hasil riset mengenai negara-negara maju. “Jadi, yang menjadi indikator nomor satu sekarang adalah kejujuran. Berbagai lembaga atau perusahaan internasional, ketika merekrut sumber daya manusia maka sasaran utamanya memiliki tingkat kejujuran yang tinggi,” sebutnya.

Sedangkan indikator yang kedua adalah displin dan kerja keras. Ketiga, interpersonal skill atau kemampuan berkomunikasi dengan orang lain dan memecahkan masalah. Berikutnya, pasangan hidup. “Indonesia butuh anak-anak yang berkarakter untuk menjadi negara maju,” sambung Temazaro.

Diutarakan dia, sebetulnya program Sekolah Orang Tua Hebat tersebut sudah lama ingin dikembangkan di Sumut. Namun, baru tahun ini mulai terealisasi. “Para ibu-ibu tersebut merupakan alumni angkatan pertama. Program ini akan terus dikembangkan di kabupaten/kota lainnya di Sumut,” ucapnya.

Sementara, salah satu peserta didik Sekolah Orang Tua Hebat 2020, Sutiah, menyampaikan apresiasi kepada BKKBN Sumut. Ia menyatakan, banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang diperoleh setelah beberapa bulan menjalani pendidikan.

“Terima kasih kepada BKKBN Sumut dan pihak yang terkait dengan Sekolah Orang Tua Hebat. Sebab, kami mendapatkan ilmu yang sangat berharga yaitu cara mendidik dan pola mengasuh anak untuk menjadi sukses serta berkarakter. Selain itu, bagaimana menjaga kesehatan dan asupan gizi anak serta stimulasi perkembangan dan kecerdasan anak,” ujarnya. (ris/ila)

Oknum ASN BPPRD Medan Diadukan ke Polisi, Anggota Dewan Minta Kapoltabes Memproses Pengaduan

M Afri Rizki Lubis
M Afri Rizki Lubis

MEDAN, SUMUPOS.CO – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis meminta Kapolrestabes Kota Medan, Kombes Pol Riko Sunarko untuk menuntaskan laporan warga Komplek Griya Raihan Medan terhadap oknum ASN, MTH Lubis di jajaran Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan. Rizki meminta dengan tegas, agar Kapolrestabes Medan dapat mengatensi laporan dengan nomor: STTP/2115/VIII/YAN 2,5/2020/SPKT RESTA MEDAN.

M Afri Rizki Lubis
M Afri Rizki Lubis

Penegasan ini disampaikannya, lantaran laporan tersebut sudah disampaikan warga sejak bulan Agustus lalu. Desakan ini dilakukan demi memberi kepastian hukum, baik terhadap warga maupun terlapor Sebagai lembaga pengawas eksekutif, M. Afri Rizki mengaku kesal dan kecewa dengan tindakan dan tingkah laku MTH Lubis yang notabene tidak mencerminkan etika ASN.

Tindak-tanduknya sebagai ketua PWGR (Perhimpunan Warga Griya Raihan) yang menolak ajakan warga untuk bermusyawarah mufakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di komplek PWGR tidak mencerminkan sikap kepemimpinan dengan mengayomi warga.

Bahkan, yang terjadi justru sebaliknya warga PWGR menjadi terpecah dan membentuk blok-blok. “Sudah cukup banyak warga kompleks yang mengadukan ke saya soal sikap dan tindak-tanduk orang tersebut,” ujar legislator muda ini di gedung DPRD Medan, Kamis (5/11).

Dari laporan yang diterimanya, ada beberapa hal yang membuat warga kecewa dan marah dengan kepengurusan PWGR dengan ketua MTH Lubis, IA sebagai Sekretaris dan HK sebagai bendahara.

Rizki mencatat, setidaknya ada dua permasalahan di Kompleks Griya Raihan yang harus segera diselesaikan. Pertama, berkaitan dengan arogansi kepemimpinan, dan yang kedua terkait pertanggungjawaban soal keuangan masjid di lingkungan kompleks. “Ada dugaan penyalahgunaan bantuan dan peruntukan untuk kepentingan masjid dan kompleks,” tegasnya

Ironisnya, kata Rizki, ketika ditanya perihal pertanggungjawaban, Ketua Pengurus PWGR MTH Lubis kerap tak menggubris serta cenderung menyepelekan warga dengan berbagai alasan yang tak masuk diakal.

Apalagi, menurut Rizki, tidak sedikit sesepuh dan orang-orang tua di lingkungan kompleks yang diperlakukan tidak sopan setiap warga mempertanyakan.

Dilanjutkannya, niat baik warga dengan meminta MTH Lubis mengakomodir rapat bersama warga untuk mempertanggungjawabkan keuangan masjid, seharusnya dihargai agar permasalahan ini tidak sampai keluar, bahkan hingga sampai ke penegak hukum. Namun arogansi yang dipertontonkan MTH Lubis membuat warga geram hingga akhirnya membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Di luar persoalan hukum, Rizki Lubis memastikan bahwa pihaknya akan meminta kepada inspektur pengawas ASN Pemko Medan agar memeriksa yang bersangkutan, karena sebagai ASN, sikap dan tindak-tanduknya tidak hanya berlaku di lingkungan kerjanya, tapi juga harus tercermin dalam aktivitasnya di lingkungan luar kerja.

Sebagai ketua di lingkungan warga PWGR, lanjut Ketua Komisi III DPRD Medan ini, sikap ASN yang berada pada OPD yang menjadi Counterpartnya ini malah bertolak belakang dengan Panca Prasetya Korpri dan bertentangan dengan PP No. 53 Tahun 2010 yang menuntut adanya disiplin Pegawai Negeri Sipil seperti di atur dalam pasal 3 angka (6) bahwa setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah dan martabat PNS.

“Belum lagi kalau kita bicara soal kode etik dan kode perilaku ASN yang diatur Undang-undang ASN Nomor 5 tahun 2014, dan dikaitkan dengan perilaku yang besangkutan,” tambah Rizki.

Karenanya menurut Rizki, inspektorat harus cepat memeriksa yang bersangkutan agar tidak mempermalukan Pemko Medan dengan ulah segelintir oknum ASN seperti itu.

“Kalau pihak inspektorat tidak cepat merespon, maka dewan yang akan mendesak inspektorat agar secepatnya memeriksa yang bersangkutan,” pungkasnya.

Foto :

Ketua Fraksi Golkar dan Ketua Komisi III DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis.

Kuasai Lahan Lapangan Gajah Mada Krakatau, Ahli Waris Lapor Polisi

KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.
KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ahli waris sebidang tanah seluas 7200 m2 di Jalan Krakatau Medan, atau dikenal tanah Lapangan Bola Gajahmada, melaporkan pria berisial SH, ke Polda Sumut karena diduga melakukan tindak pidana penipuan.

KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.
KUASAI: Ahli waris tanah Lapangan Gajahmada Krakatau, kembali mengusai lahan di atas plank milik M Basri, Kamis (5/11).istimewa/sumu tpos.

SH dilaporkan sesuai Pengaduan Masyarakat (Dumas) atas nama Syaiful Bachri, tertanggal 8 Juni 2020. Kemudian, laporan itu ditindaklanjuti dengan surat perintah penyelidikan No: R/LI-153/VI/2020/Ditreskrimum tertanggal 17 September 2020. SH dilaporkan karena diduga mengaku-ngaku sudah melakukan jual beli tanah itu dengan ahli waris dan berusaha untuk menguasainya.

“Tanah ini adalah milik ahli waris M Basri. Jadi tanah ini ada yang mengaku-ngaku (SH) telah memilikinya selain ahli waris. Padahal ahli waris sendiri tidak pernah menjualnya ke orang yang ngaku ngaku itu,” kata pengacara ahli waris, Fakhrul Razi SH MS didampingi para ahli waris kepada wartawan, Kamis (5/11).

Ia menyebutkan, tanah itu sebelumnya sudah berkekuatan hukum tetap sesuai putusan PK MA NO 417PK/PDT/1997. Kemudian, munculnya persoalan itu dengan SH tahun 2019. “Kurang lebih sebelum puasa. Di situlah kita dibujuk rayu dia supaya kita terikat dalam jual beli yang dimaksud. Padahal itu belum terealisasi, gak ada direalisasikan uang dengan AJB yang dia maksud,” timpal Rahma, mewakili ahli waris.

Bahkan, kata dia, SH juga mencoba menguasai tanah itu. Namun ahli waris yang berjumlah 3 orang tidak terima.”Kita gak terima. Justru kita merasa tertipu karena apa? Tidak pernah ada uang sesuai dengan yang direalisasikan itu dan dia menguasai fisik tanah. Jadi dia coba mendirikan plank di atas tanah dengan dibuat atas nama miliknya,” ujarnya.

Ia menambahkan, SH sebelumnya berjanji akan mengurus dan membeli tanah tersebut, tapi tidak pernah ada komunikasi lagi dengan SH. Beberapa kali dihubungi nomor handphonennya tidak aktif.

“Akhirnya kita sama ahli waris melaporkannya ke Polda Sumut. Ini laporan sudah berjalan, dan para ahli waris sudah dimintai keterangan,” ungkapnya.

Dalam laporan itu, lanjutnya, karena akta yang dibuat SH dengan notaris AP ternyata tidak pernah ada. Akta yang dibuat hanya formalitas agar gampang nantinya dibuat saat mengurus membuat akta yang sebenarnya. “Saat kita tagih agar dibuat akta sebenarnya mereka malah saling buang badan,” bebernya.

Dengan akta itu, seolah-olah SH sudah merasa memiliki tanah tersebut. “Padahal belum ada pembayaran. Kita memang menyatakan niat dia tidak baik. Bahwasannya tidak ada terima uang sepeserpun dari yang dimaksud tiga ahli waris,” pungkas Rahma. (man/ila)

Menolak UU No 11 Omnibus Law, 9-10 November FSPMI Sumut Akan Gelar Demo Lagi

Willy Agus Utomo
Willy Agus Utomo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Elemen buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut) untuk ke sekian kalinya akan melakukan aksi turun ke jalan dengan tuntutan agar Presiden RI Mencabut UU Nomor 11 Tahun 2020, Tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Aksi demo tersebut akan digelar pada 9 dan 10 November 2020.

Willy Agus Utomo
Willy Agus Utomo

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan, dalam aksi itu, FSPMI juga menuntut Gubsu merevisi Upah Minimum Provinsi (UMP) agar naik minimal delapan persen untuk tahun 2021 mendatang. “Kami secara tegas menolak UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Ciptaker, tidak hanya merugikan kaum buruh akan tetapi banyak hak buruh yang dikebiri dalam UU ini,” tegasnya didampingi Sekretaris FSPMI Sumut Tony Rickson Silalahi dan Direktur LBH FSPMI Sumut Rohdalahi Subhi Purba SH MH kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (5/11).

Menurutnya, UU Omnibus Law telah dikaji dan pihaknya menyimpulkan, bahwa hampir keseluruhan pasal di UU Cipta Kerja tersebut banyak merugikan kaum buruh Indonesia. Di antaranya, Pasal 88C Ayat (1) yang menyebutkan gubernur wajib menetapkan upah minimum provinsi dan Pasal 88C Ayat (2) yang menyebutkan gubernur dapat menetapkan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu.

Dengan adanya sisipan Pasal 88C Ayat (1) yang menyebutkan gubernur wajib menetapkan upah minimum provinsi dan Pasal 88C Ayat (2) yang menyebutkan gubernur dapat menetapkan upah minimum kabupaten/kota dengan syarat tertentu.

Ia menilai, penggunaan frasa ‘dapat’ dalam penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK) sangat merugikan buruh. Karena penetapan UMK bukan kewajiban, bisa saja gubernur tidak menetapkan UMK. Hal ini akan mengakibatkan upah murah.

“Oleh karena itu, FSPMI meminta agar UMK harus tetap ada tanpa syarat dan UMSK serta UMSP tidak boleh dhilangkan. Jika ini terjadi, maka akan berakibat tidak ada income security (kepastian pendapatan) akibat berlakunya upah murah,” ujarnya.

Selain itu, kata Willy, UU Nomor 11 Tahun 2020 juga menghilangkan batas waktu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), outsourcing (biro jasa) bisa di segala lini sektor utama dan seumur hidup.

“Masih banyak pasal lainnya yang merugikan kaum buruh, maka kami akan terus berjuang agar UU ini di Cabut kembali kan UU Ketenagakerjaan NO 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi mengatakan, pihaknya telah melayangkan pemberitahuan aksi unjuk rasa damai yang akan di laksanakan selama dua hari yakni pada 9-10 November 2020 ke Polda Sumatera Utara. Tujuan Aksi nantinya di pusatkan di Kantor Gubernur dan Kantor DPRD Sumut, “Massa Aksi 500 orang perwakilan buruh FSPMI dari Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, Labuhanbatu dan Padanglawas” ucapnya.

Dalam aksi nanti, kata Tony, FSPMI Sumut mengusung beberapa poin tuntutan baik secara nasional dan daerah yakni, agar Presiden mencabut UU No 11 Tahun 2020 dengan mengeluarkan Perppu, agar Gubernur Sumut merevisi UMP Sumut dan menaikan UMK dan UMSK kabupaten/ kota di Sumut Sebesar 8 persen, agar gubernur melalui Disnaker Sumut menyelesaikan kasus-kasus perburuhan di Sumut, dan agar DPRD Sumut memanggil perusahaan yang berkasus dengan buruh untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan.

“Tuntutan terakhir, kami meminta Kapolres Padang Lawas menghentikan kasus dugaan Kriminalisasi yang dialami oleh Ketua FSPMI Kabupaten Padang Lawas atas nama Maulana Syafii,” pungkasnya. (mag-1/ila)