Home Blog Page 3951

PLN Capai Penjualan Listrik Rp205,1 T pada Triwulan Ketiga 2020

SAMBUNG BARU: Petugas PLN sedang melakukan penyambungan baru listrik pada persil pelanggan.
SAMBUNG BARU: Petugas PLN sedang melakukan penyambungan baru listrik pada persil pelanggan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski di tengah pandemi covid-19, PT PLN (Persero) mampu membukukan penjualan tenaga listrik sebesar 181.638 GWh pada triwulan ketiga 2020, atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,6 persen dari 180.570 GWh pada triwulan ketiga 2019.

SAMBUNG BARU: Petugas PLN sedang melakukan penyambungan baru listrik pada persil pelanggan.
SAMBUNG BARU: Petugas PLN sedang melakukan penyambungan baru listrik pada persil pelanggan.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi mengatakan, hal ini menjadikan penjualan tenaga listrik PLN sampai dengan September 2020 mencapai Rp205,1 triliun, bertumbuh 1,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Saat itu perusahaan membukukan penjualan tenaga listrik sebesar Rp202,7 triliun. Semua ini diperoleh dengan tarif tenaga listrik yang tidak mengalami perubahan sejak 2017.

Agung juga mengatakan, secara keseluruhan selama triwulan ketiga 2020, Perseroan mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp212,2 triliun. Meningkat sebesar 1,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, yang membukukan pendapatan usaha sebesar Rp209,3 triliun.

Peningkatan penjualan tenaga listrik didorong adanya pertumbuhan jumlah pelanggan perseroan menjadi sebanyak 77,9 juta hingga 30 September 2020, atau meningkat sebesar 3,4 juta pelanggan dibanding posisi 30 September 2019, yang hanya 74,5 juta pelanggan.

“Peningkatan penjualan listrik pada sektor rumah tangga dan industri pertanian, serta industri UMKM, ikut mendorong pertumbuhan penjualan yang positif,” beber Agung.

Agung memaparkan, adapun Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization (EBITDA) perusahaan sampai dengan triwulan ketiga 2020, sebesar Rp55,9 triliun, dengan EBITDA Margin sebesar 22,5 persen.

“Untuk meringankan beban kelompok masyarakat yang paling terdampak pandemi covid-19, Pemerintah memberikan stimulus dalam bentuk pembebasan tagihan rekening listrik dan keringanan biaya listrik. Khususnya kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA rumah tangga subsidi, yang diperpanjang hingga Desember 2020. Sebelumnya, stimulus listrik ini berlaku selama 6 bulan, yakni April-September 2020,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, stimulus juga diberikan dalam bentuk pembebasan biaya abanomen bagi pelanggan golongan sosial, bisnis, dan industri, sampai dengan 900 VA. Dan pembebasan rekening minimum (emin) bagi pelanggan PLN golongan sosial, bisnis, dan industri, termasuk layanan khusus dengan daya mulai 1300 VA, yang berlaku mulai Juli-Desember 2020.

Bahkan, menurut Agung, di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti di masa pandemi, perseroan tetap terus melakukan upaya efisiensi biaya usaha.

“Selama triwulan ketiga 2020, biaya pokok penyediaan (BPP) tenaga listrik Perseroan sebesar Rp1.340 per kWh, lebih rendah Rp48 per kWh, atau 3,4 persen dibanding BPP periode sama tahun lalu, yang mencapai Rp1.388 per kWh,” pungkasnya. (rel/ila)

Teks Foto

IST

SAMBUNG BARU: Petugas PLN sedang melakukan penyambungan baru listrik pada persil pelanggan.

Lakukan Illegal Fishing, Dua Kapal Malaysia Dimusnahkan

DIMUSNAHKAN: Dua unit kapal ikan asing asal Malaysia saat dimusnahkan Kejari Belawan di perairan laut Belawan, Selasa (27/10).FACHRIL/SUMUT POS.
DIMUSNAHKAN: Dua unit kapal ikan asing asal Malaysia saat dimusnahkan Kejari Belawan di perairan laut Belawan, Selasa (27/10).FACHRIL/SUMUT POS.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 2 unit kapal ikan asing asal Malaysia, yang terlibat kasus pencurian ikan (illegal fishing) di wilayah perairan Indonesia beberapa waktu lalu, dimusnahkan Kejari Belawan di perairan Belawan, Selasa (27/10).

DIMUSNAHKAN: Dua unit kapal ikan asing asal Malaysia saat dimusnahkan Kejari Belawan di perairan laut Belawan, Selasa (27/10).FACHRIL/SUMUT POS.
DIMUSNAHKAN: Dua unit kapal ikan asing asal Malaysia saat dimusnahkan Kejari Belawan di perairan laut Belawan, Selasa (27/10).FACHRIL/SUMUT POS.

Prosesi pemusnahan kapal motor dengan nomor lambung PKFB 898 GT 68.94 dan PKFB 1774 GT 64.8 itu, dilaksanakan dengan cara dipotong, dibakar, dan ditenggelamkan.

“Tindakan pemusnahan barang bukti illegal fishing ini, dilaksanakan setelah status perkaranya berkekuatan hukum tetap (inkrah),” ungkap Kepala Kejari Belawan, Ikeu Bachtiar, saat menyaksikan proses pemusnahan dari Kapal Patroli Lantamal I, KAL Boa.

Selain memusnahkan kapal, Kejari Belawan bekerja sama Lantamal I, turut menenggelamkan 13 jenis perlengkapan kapal, seperti jaring, baterai, dan alat komunikasi kapal, tak jauh dari lokasi pembakaran kapal.

Sebelumnya, Bachtiar mengatakan, 2 kapal Malaysia itu ditangkap Ditpolairud Baharkam Polri di ZEE kawasan Selat Malaka pada 22 Mei 2020, saat beraksi mencuri ikan menggunakan pukat trawl. Dalam kasus ini, 2 nakhoda kapal ditetapkan sebagai tersangka, yakni Tuntun warga negara Myanmar, dan Praphas Rueangnam alias Thein Pa, asal Thailand.

“Status hukum keduanya telah divonis pada 23 September lalu,” imbuh Bachtiar, didampingi Kasi Intelijen Teuku Indra, dan Kasipidum Eka Kartika Purba.

Pada kesempatan itu, Bachtiar menjelaskan, langkah pemusnahan ini bertujuan agar barang bukti tidak dapat lagi digunakan.

“Terkait pengungkapan kasus dan pemusnahan kapal illegal fishing di tahun ini, kami sudah 2 kali melaksanakannya,” pungkasnya. (fac/saz)

Hari Pertama Operasi Zebra 2020, Polda Dapati 1.138 Garlantas

Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra 2020, Senin (26/10), Dit Lantas Polda Sumut total menemukan jumlah pelanggaran lalu lintas (garlantas) sebanyak 1.138 kasus. Dengan menilang sebanyak 338 kendaraan, dan 800 pengendara dikenakan teguran.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan.

“Jadi, sejak hari pertama dilakukan Ops Zebra, total jumlah pelanggaran lalu lintas sudah ada sebanyak 1.138 kasus,” ungkap Dir Lantas Polda Sumut Kombes Pol Wibowo melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan, Senin (26/10) lalu.

Selain itu, dalam Operasi Zebra tersebut, jenis pelanggaran lainnya adalah tidak menggunakan helm SNI sebanyak 124 kasus, melawan arus (48), dan menggunakan telepon selular saat berkendara (7).

“Kemudian, melebihi batas kecepatan saat berkendara ada 2 kasus, mengemudikan kendaraan di bawah umur sebanyak 14 kasus, tidak menggunakan safety belt 18 kasus, dan lain-lain ada 125 kasus,” beber Nainggolan.

Selanjutnya, kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) ada sebanyak satu kasus, dengan rincian korban meninggal dunia sebanyak satu orang, luka berat satu orang, luka ringan satu orang, dan kerugian materil senilai Rp1 juta.

“Dalam hari pertama Ops Zebra ini, kami juga melakukan penyuluhan tertib berlalu lintas kepada media cetak sebanyak 32 kegiatan, media elektronik 20 kegiatan, media sosial 115 kegiatan, serta daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas ada 47 kegiatan,” papar Nainggolan.

Pihak Dit Lantas Polda Sumut juga melakukan penyebaran/pemasangan spanduk sebanyak 57 titik, leaflet 12 kegiatan, sticker 191 kegiatan, dan pemasangan billboard sebanyak 2 titik.

“Kegiatan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 dilakukan teguran kepada pelanggar sebanyak 266 kasus. Dengan rincian, pembagian masker sebanyak 221, dan sosialisasi protokol kesehatan sebanyak 115 kasus,” imbuh Nainggolan.

Menurut Nainggolan, di hari pertama Operasi Zebra 2020 tersebut, pihak Dit Lantas Polda Sumut juga melakukan kegiatan preventif, dengan pengaturan lalu lintas 485 kegiatan, penjagaan 190 kegiatan, pengawalan 21 kegiatan, dan pelaksanaan patroli sebanyak 263 kegiatan. (mag-1/saz)

Pengusiran Satgas Covid-19 di Medan Tuntungan, Kecamatan Sudah Lapor ke Polisi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus pengusiran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kecamatan Medan Tuntungan oleh masyarakat, yang dinilai melanggar protokol kesehatan sesuai Perwal No.11/2020 dan Perwal No.27/2020, berujung pada pelaporan pihak Satgas ke pihak kepolisian.

Camat Medan Tuntungan, Topan OP Ginting mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian pengusiran Satgas Covid-19 oleh masyarakat yang berada pada event kicau burung di Lapangan APBN Sumut, Jalan Kasmala, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (25/10) siang.

“Kejadiannya Minggu siang. Seninnya kami laporkan ke Pak Pjs Wali Kota secara langsung. Minggu juga sudah kami laporkan via WA kepada Pak Pjs. Lalu Senin itu juga, kami laporkan ke Polsek Delitua dan Polrestabes Medan. Tadi saya hubungi Pak Kapolsek, infonya dalam waktu dekat akan dipanggil saksi-saksi dan panitia,” ungkap Topan, Selasa (27/10).

Topan mengatakan, seharusnya panitia wajib memberikan laporan kepada Satgas Covid-19 lebih dulu, jika ingin menggelar event. Nantinya bila sudah diberikan izin dan teknis pelaksanaan, baru panitia dapat menggelar event yang mengumpulkan massa dalam jumlah cukup besar tersebut.

“Tapi itu memang tak ada izin ke Satgas. Minggu (25/10) itu, kami dapat laporan ada kerumunan di sana. Makanya kami bubarkan, ternyata tidak diindahkan. Tidak ingin terjadi bentrok, akhirnya Satgas mundur, dan kegiatan itu terus berlangsung,” bebernya, seraya berharap, agar ke depannya tidak ada lagi kejadian serupa yang terjadi di sana. Masyarakat diharapkan dapat mematuhi protokol kesehatan secara baik dan benar.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Medan, Sudari meminta Pemko Medan, untuk memperketat izin pelaksanaan event-event yang ada di lingkungan masyarakat. Artinya, Satgas Covid-19 juga diminta untuk lebih mengawasi kerumunan sebelum terjadi.

Dia mengatakan, kesehatan saat ini sungguh dipertaruhkan, pihaknya tidak mau ada sekelompok masyarakat yang berkumpul hanya karena kesenangan, tapi justru berdampak buruk bagi masyarakat lainnya. Seharusnya ke depannya, Pemko Medan melalui Satgas yang ada di kelurahan dan lingkungan, dapat memantau sebelum adanya kegiatan, sebelum terjadinya kerumunan.

“Jadi lebih kepada pencegahan sebelum terjadinya kerumunan. Bila tidak ada izin, ya jangan dikasih event itu digelar. Karena jelas, membubarkan itu lebih berat daripada mencegah sebelum terjadinya kerumunan,” jelas Sudari.

Di sisi lain, Sudari menyebutkan, jika di dalam Perwal No.11/2020 dan Perwal No.27/2020, memang tidak ada hal yang bisa dilakukan oleh Satgas Covid-19 selain membubarkan massa.

“Kecuali kalau dalam Perwal itu ada sanksi yang lebih tegas dari pembubaran massa. Kalau sanksi yang paling tegas itu adalah membubarkan kerumunan masaa, maka hal yang paling cerdas untuk dilakukan adalah mencegah kerumunan sebelum itu terjadi,” tegasnya.

Sebelumnya, Pjs Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho mengaku, heran dengan sikap warga yang menolak ditertibkan saat menggelar event kicau burung di Lapangan APBN Sumut, Jalan Kasmala, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (25/10) lalu.

Menurut informasi yang dia terima, Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Tuntungan tengah melaksanakan tugas menegakkan Perwal 27/2020 di kawasan tersebut, yang diduga melanggar protokol kesehatan. Menurut Arief, seharusnya hal itu tidak boleh terjadi, mengingat dalam menjalankan tugas, Satgas Covid-19 dilindungi oleh Undang-Undang.

Tapi dengan penolakan itu, Arief mengaku, tidak ingin buru-buru memberikan sanksi kepada masyarakat yang mengusir Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Tuntungan. Dia berharap, kejadian itu tidak terulang kembali di masa akan datang.

Seperti diketahui, kejadian itu bermula dari laporan masyarakat yang mengatakan, ada event kicau burung, dan terjadi kerumunan massa di sana. Atas dasar laporan itu, Satgas Covid-19 Kecamatan Medan Tuntungan pun bergerak mengunjungi lokasi kegiatan. Saat itu petugas yang turun hanya beberapa orang, dan mendapatkan penolakan warga. Sementara, pengunjung kegiatan kicau burung jumlahnya mencapai seratusan orang. (map/saz)

Program Pemutihan Denda PKB Tak Sesuai Ekspektasi, Elfenda Ananda: Bukan Hal Mengejutkan

RAMAI: Kondisi Samsat Medan Utara, ramai didatangi warga untuk membayar pajak kendaraan bermotor, Selasa (20/10).
RAMAI: Kondisi Samsat Medan Utara, ramai didatangi warga untuk membayar pajak kendaraan bermotor, Selasa (20/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih sangat rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terhimpun dari program pemutihan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang sudah berjalan satu pekan lebih, ternyata sudah diprediksi sejak awal.

RAMAI: Kondisi Samsat Medan Utara, ramai didatangi warga untuk membayar pajak kendaraan bermotor, Selasa (20/10).
RAMAI: Kondisi Samsat Medan Utara, ramai didatangi warga untuk membayar pajak kendaraan bermotor, Selasa (20/10).

Hal ini disampaikan pengamat anggaran Elfenda Ananda, saat ditanya pendapatnya, ihwal progres program yang digagas Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Sumatera Utara (BPPRD Sumut) sejak 19 Oktober 2020 lalu, dan masih terhimpun sekitar 3 persen.

“Apa yang menjadi program Pemprov Sumut terkait pemutihan denda PKB dan BBNKB, tidak sesuai ekspektasi karena baru 3 persen, sebenarnya bukan hal mengejutkan. Selanjutnya alasan yang disampaikan BPPRD Sumut karena situasi pandemi covid-19, sehingga masyarakat tidak mampu membayar PKB, bukankah kebijakan itu dibuat dalam rangka meringankan beban masyarakat?” sindir Elfenda, Selasa (27/10).

Elfenda mengingatkan, harusnya yang dievaluasi adalah target PKB dan BBNKB pada saat Perubahan APBD 2020.

“Jangan terlalu optimis. Kalau terlalu optimis dengan target, sementara persoalan rakyat lebih berat dari perkiraan. Bisa saja prioritas masyarakat lebih mengutamakan urusan keselamatan ekonominya ketimbang bayar pajak,” jelasnya.

Mantan sekretaris eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut ini, menyebutkan, apa yang ditargetkan pada PAPBD Tahun Anggaran 2020 soal target PKB dan BBNKB, harusnya benar-benar dikaji sesuai dengan kondisi rill. Termasuk kajian situasi ekonomi masyarakat masa pandemi menjadi penting agar program dapat secara tepat dijalankan.

“Apa yang dilakukan Pemprov Sumut untuk memperoleh PAD dari program pemutihan denda PKB dan BBNK, ternyata tidak berhasil sesuai yang diharapkan. Pemprov Sumut harus mengkaji program ini untuk tahun mendatang agar program berjalan dengan baik. Target capaian yang rendah masih 34,75 persen pada Mei, dari target yang mau dikumpul sebesar Rp.2,07 triliun. Tentunya target harus terukur, rasional, dan dapat dicapai nantinya,” urai pria yang karib disapa El itu.

Seperti diketahui, satu pekan berjalan, program keringanan sanksi administrasi atau denda PKB, BBNKB kedua dan seterusnya, serta mutasi kendaraan, yang digagas Pemprov Sumut melalui BPPRD, masih belum sesuai ekspektasi.

Kepala Bidang PKB/BBNKB pada BPPRD Sumut, Syaiful Bahri mengaku, realisasi dari program pemutihan PKB, BBNKB kedua dan seterusnya, serta mutasi tersebut dalam sepekan ini masih terbilang rendah sekali.

“Pertumbuhan kita baru 3 persen (untuk program pemutihan 2020). Jadi memang masih kecil sekali. Namun untuk realisasi (pendapatan PKB dan BBNKB) mulai Januari 2020 sampai sekarang sudah mencapai 78 persen,” bebernya, Senin (26/10).

BPPRD akan mengevaluasi program tersebut di tahap pertama, sebelum memutuskan untuk melanjutkan atau tidak di tahap kedua.

“Itu semua tergantung pimpinan. Setelah tahap pertama selesai, kami akan evaluasi keseluruhan kegiatan ini. Segala pertimbangan akan disampaikan ke pimpinan. Termasuk mengingat ada momen Pilkada pada Desember mendatang, petugas kepolisian juga akan disibukkan dengan agenda Pilkada. Jadi kita lihat saja nanti, bagaimana perkembangannya,” pungkas Syaiful. (prn/saz)

Adam Malik dan Pirngadi Layani Pasien “Satu Pintu” pada saat Libur dan Cuti Bersama

RSUP Haji Adam Malik: Suasana di RSUP Haji Adam Malik. RS ini memberikan diskon periksa kesehatan hingga 55 persen.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada libur Maulid Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 29 Oktober, serta cuti bersama 28 dan 30 Oktober, poliklinik yang melayani pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Pusat H Adam Malik (RSUP HAM) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, ditutup sementara waktu. Kedua rumah sakit pelat merah ini, pun memberlakukan pelayanan satu pintu, dengan mengalihkan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Direktur Utama RSUP HAM, dr Zainal Safri mengatakan, seluruh pelayanan poli ditutup saat libur dan cuti bersama. Kecuali poli bedah, obgyn, penyakit dalam, dan anak, yang dibuka pada 28 dan 30 Oktober pukul 09.00-12.00 WIB, untuk melayani pasien-pasien yang mengambil obat kronis di Lantai 1 Instalasi Rawat Jalan. Dengan begitu, obat pasien tidak terputus dan tetap dilayani.

“Untuk IGD pada masa libur ini, selain melayani pasien emergency, juga melayani pasien kemoterapi. Sedangkan jadwal jaga dokter umum, sesuai yang sudah ditetapkan. Begitu juga dengan jadwal jaga spesialis on site di IGD 24 jam, tetap ada sesuai yang sudah disusun oleh unit masing-masing,” ungkap Zainal, Selasa (27/10).

Zainal juga menyebutkan, meski libur dan cuti bersama, pelayanan di ruangan rawat inap dilaksanakan seperti biasa. Selain itu, pelaksanaan visite (kunjungan tim dokter ke pasien) tetap dilakukan setiap hari.

“Visite pasien tetap selama cuti bersama, begitu juga dengan ruangan hemodialisa. Untuk operasi elektif tidak ada, yang dilakukan hanya operasi emergency,” jelasnya.

Sementara Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan mengatakan, pada masa liburan ini, pihaknya sudah memiliki prosedur tetap terkait pelayanan medis. Pasien-pasien yang datang akan dilayani di IGD.

“Pasien rawat inap akan dirawat seperti biasa. Jadwal dokter yang bertugas sudah diatur,” bebernya.

Dia juga mengatakan, selain dokter umum, setiap harinya 5 dokter spesialis akan tetap siaga di IGD. Dokter spesialis tersebut, yakni penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, serta bedah dan anastesi.

“Selain dokter-dokter yang siaga, semua dokter juga siap jika dilakukan on call (dihubungi) untuk antisipasi kasus darurat,” kata Suryadi.

Untuk pasien-pasien penyakit kronis, seperti diabetes yang membutuhkan obat harian, lanjut Suryadi, pasokan obatnya akan ditambah hingga operasional poliklinik rawat jalan kembali beroperasi.

“Jadwal operasi pun sudah diatur,” pungkasnya. (ris/saz)

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Telkomsel Gelar Digital Creative Millennials 2020 Dorong Transformasi Digital UMKM Tanah Air

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat memaparkan program Digital Creative Millennials 2020 yang di hadirkan Telkomsel merupakan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial di Jakarta, Rabu (28/10). Sebagai pembuka sekaligus sebagai momentum memaknai Hari Sumpah Pemuda, melalui program Digital Creative Millennials Telkomsel ingin fokus membantu para UMKM untuk dapat terus bergerak maju. Melalui program ini juga Telkomsel ingin mengakselerasi sektor UMKM yang memiliki kekuatan potensial dalam membangun perekonomian nasional di masa mendatang untuk dapat beradaptasi dengan teknologi dan bertransformasi ke sistem digital.
Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat memaparkan program Digital Creative Millennials 2020 yang di hadirkan Telkomsel merupakan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial di Jakarta, Rabu (28/10). Sebagai pembuka sekaligus sebagai momentum memaknai Hari Sumpah Pemuda, melalui program Digital Creative Millennials Telkomsel ingin fokus membantu para UMKM untuk dapat terus bergerak maju. Melalui program ini juga Telkomsel ingin mengakselerasi sektor UMKM yang memiliki kekuatan potensial dalam membangun perekonomian nasional di masa mendatang untuk dapat beradaptasi dengan teknologi dan bertransformasi ke sistem digital.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel kembali menghadirkan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial. Program yang diberi nama Digital Creative Millennials 2020 ini akan memberikan serangkaian pelatihan dan pendidikan melalui seminar daring (webinar) dan lokakarya (workshop) terkait transformasi digital di sektor UMKM.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat memaparkan program Digital Creative Millennials 2020 yang di hadirkan Telkomsel merupakan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial di Jakarta, Rabu (28/10). Sebagai pembuka sekaligus sebagai momentum memaknai Hari Sumpah Pemuda, melalui program Digital Creative Millennials Telkomsel ingin fokus membantu para UMKM untuk dapat terus bergerak maju. Melalui program ini juga Telkomsel ingin mengakselerasi sektor UMKM yang memiliki kekuatan potensial dalam membangun perekonomian nasional di masa mendatang untuk dapat beradaptasi dengan teknologi dan bertransformasi  ke sistem digital.
Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin saat memaparkan program Digital Creative Millennials 2020 yang di hadirkan Telkomsel merupakan program berbasis digital sebagai wadah untuk memacu kewirausahaan di segmen youth atau millennial di Jakarta, Rabu (28/10). Sebagai pembuka sekaligus sebagai momentum memaknai Hari Sumpah Pemuda, melalui program Digital Creative Millennials Telkomsel ingin fokus membantu para UMKM untuk dapat terus bergerak maju. Melalui program ini juga Telkomsel ingin mengakselerasi sektor UMKM yang memiliki kekuatan potensial dalam membangun perekonomian nasional di masa mendatang untuk dapat beradaptasi dengan teknologi dan bertransformasi ke sistem digital.

Sebagai pembuka sekaligus sebagai momentum memaknai Hari Sumpah Pemuda, Telkomsel menggelar seminar daring (webinar) Creative Talks pada 27 Oktober 2020 dengan menghadirkan para pembicara yang memiliki pengalaman di bidang kewirausahaan.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, “Digital Creative Millennials merupakan sebuah program CSR tahunan Telkomsel yang sudah hadir dalam dua tahun terakhir. Tahun ini, sebagai momentum kami memaknai Hari Sumpah Pemuda melalui program Digital Creative Millennials kami ingin fokus membantu para UMKM untuk dapat terus bergerak maju. Seperti yang kita ketahui saat ini, pandemik covid-19 yang berkepanjangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi berbagai macam sektor industri, salah satunya para penggiat UMKM yang sebelumnya dikenal sebagai sektor yang tahan banting terhadap krisis ekonomi pada 1998 lalu.”

“Namun, kini UMKM menjadi sektor yang sangat terdampak dikarenakan masih bergantung pada model bisnis yang konvensional. Melalui rangkaian program Digital Creative Millennials 2020yang dibuka dengan Webinar Creative Talks, kami ingin mengakselerasi sektor UMKM yang memiliki kekuatan potensial dalam membangun perekonomian nasional di masa mendatang untuk dapat beradaptasi dengan teknologi dan bertransformasi  ke sistem digital,” tambah Denny.

Webinar Creative Talks merupakan kick off program yang menghadirkan topik khusus terkait pentingnya transformasi digital pada sektor UMKM dan strategi bisnis online. Sesi pertama diisi oleh Dendy Darman (Founder Unkl347) yang menceritakan pengalamannya dalam ‘menjalani bisnis apparel/clothing line selama lebih dari 20 tahun’. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi di antara dua founder Cotton Ink, yaitu Ria Sarwono dan Carline Darjanto yang membahas ‘bagaimana cara membangun bisnis dengan partner yang efektif dan bisa bertahan lama’.

Kemudian sesi terakhir Webinar Creative Talks ditutup dengan topik ‘membangun bisnis dengan jujur dan tetap menjadi diri sendiri’ yang dibawakan oleh Gofar Gilman (Founder Lawless). Sebanyak lebih dari 200 creativepreneurs, UMKM, dan brand owners hadir sebagai peserta webinar dan berbagi ilmu dengan para pembicara mengenai pentingnya penerapan platform digital dan transformasi digital pada sektor UMKM.

Dengan mengikuti program Digital Creative Millenials 2020, peserta akan mendapat pelatihan dan pendidikan yang mencakup produk komersial, bantuan teknis mengenai dokumen dan lisensi, rencana bisnis, penyederhanaan produksi distribusi, hingga mempertemukan dengan investor. Event ini nantinya akan ditutup dengan penyelenggaraan Festival 3D Experience Shopping Online yang diisi oleh ratusan brand lokal di akhir Desember 2020 nanti.

Melalui Festival 3D Experience Shopping Online, Telkomsel berupaya untuk membangkitkan kembali sektor UMKM atau merek brand yang mengalami penurunan penjualan akibat dari pandemi covid-19. Konsep belanja online yang menawarkan pengalaman tiga dimensi ini untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia dan akan mengajak para pengunjung merasakan pengalaman berbelanja secara virtual. Nantinya akan ada lima area belanja yang bisa dikunjungi menurut klasifikasi, di antaranya Fashion Men Area, Fashion Woman Area, Beauty Area, Sport Area, dan Collaboration Area.

Sebagai rangkaian lanjutan dari program, Telkomsel juga akan menghadirkan sebuah Collaboration Product di antara ratusan brand lokal dengan para seniman. Dengan adanya dua penggabungan identitas tersebut diharapkan akan menghadirkan ide-ide kreatif dan menciptakan sebuah inovasi baru. Adapun para seniman yang berpartisipasi dalam Collaboration Product dengan para brand atau UMKM, di antaranya adalah Owi Liunic, Sir Dandy, dan Hilarius Jason.

“Kami harap, melalui program Digital Creative Millennials dan upaya kolaboratif ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku UMKM. Telkomsel akan selalu memberikan komitmen penuh untuk terus mendukung dan memberdayakan UMKM dengan berbagai pelatihan, pendidikan, solusi, dan layanan digital Telkomsel yang dapat memberikan dukungan dan perkembangan bisnis sektor UMKM, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi bisnis UMKM,” pungkas Denny.

Rangkaian Digital Creative Millennials akan terus berlangsung hingga Desember 2020, dengan beragam program pengembangan bisnis yang dikurasi khusus untuk membantu para creativepreneurs, brand owners, UMKM hingga masyarakat secara umum. Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif program Digital Creative Millennials 2020 dapat diperoleh di media sosial @digitalcreativemillenials dan website https://www.digitalcreativemillennials.com/.

————————-

Hari Listrik Nasional ke-75, PLN UIW Sumut Beri Bantuan Rp2 M Lebih

BANTUAN: GM PLN UIW Sumut, Irwansyah Putra (dua dari kiri), foto bersama usai memberikan bantuan ke USU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 2 Miliar lebih bantuan PLN Peduli diberikan untuk berbagai program CSR dan Bina Lingkungan pada sektor pelatihan, sarana dan fasilitas umum, pengentasan kemiskinan, serta sarana ibadah yang tersebar di Sumatera Utara. Sebanyak 8 program PLN Peduli itu diresmikan dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-75.

BANTUAN: GM PLN UIW Sumut, Irwansyah Putra (dua dari kiri), foto bersama usai memberikan bantuan ke USU.
BANTUAN: GM PLN UIW Sumut, Irwansyah Putra (dua dari kiri), foto bersama usai memberikan bantuan ke USU.

Pertama, pemberian bantuan Pengembangan Laboratorium Transmisi dan Distribusi Universitas Sumatera Utara senilai Rp 599.489.000. Pemberian bantuan tersebut diperuntukkan untuk pembelian alat-alat uji laboratorium yang selanjutnya akan digunakan civitas akademika USU untuk melakukan penelitian dan pengembangan, dalam mendukung penguatan sistem kelistrikan Sumatera Utara.

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh General Manager PLN UIW Sumut, M. Irwansyah Putra kepada Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M. Hum.

Kedua, pemberian bantuan Bedah Rumah Pensiunan PLN senilai Rp400.000.000, yang diberikan kepada 10 pensiunan. Secara simbolis penyerahan bantuan diberikan kepada Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW Sumut, Eddy Irawan kepada Ketua IKPLN Daerah Sumatera Utara-I , Sutrisno.

Selanjutnya, pemberian bantuan Usaha Ekonomi Produktif kepada Karang Taruna Garuda di Desa Sialang Kec. Bangun Purba Kab. Deliserdang. Dimana nantinya di Karang Taruna Garuda ini akan menjadi pusat pelatihan barista di Kabupaten Deliserdang, sehingga dapat menjadi penggerak generasi muda di daerah tersebut untuk meningkatkan ekonomi. Secara simbolis, penyerahan bantuan tersebut diberikan oleh MUP3 Lubuk Pakam, Evan Suseno Sirait kepada Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN. Semoga dengan adanya bantuan dari PLN Peduli ini dapat menjadi penggerak generasi muda di Desa Sialang untuk menciptakan usaha-usaha yang dapat membantu organisasi Karang Taruna kedepan,” ujar Wakil Bupati Deliserdang, HM Ali Yusuf Siregar.

Keempat, pemberian bantuan Penataan Kawasan Kanal Sungai Deli Bersinar di Kec. Medan Johor. Bantuan senilai Rp75.000.000, diberikan kepada Yayasan Komunitas Peduli Anak Sungai dan Deli (Kopasude) di kawasan kanal Sungai Deli, pembuatan mural street art dengan pewarnaan dinding kanal, penataan taman serta pembuatan gapura.

Kemudian, PLN Peduli juga memberikan bantuan uang senilai Rp100.000.000,- untuk Program Kampung Hijau Terang melalui Hidroponik untuk Peningkatan Ekonomi Keluarga. Penerima manfaat adalah 60 ibu-ibu rumah tangga di Kel. Pangkalan Mahsyur Kec. Medan Johor. Pemberian bantuan secara simbolis diberikan oleh Manager Komunikasi PLN UIW Sumut, Jimmi Aritonang kepada Ketua Taman Edukasi Indonesia Aidil Fadli SP dihadiri oleh Camat Medan Johor Zulfahri Ahmadi.

Keenam, pemberian bantuan Biaya Operasional Rumah Kreatif BUMN yang terletak di Sibolga dan Padangsidimpuan. Bantuan uang tuang ini masing-masing diperoleh Rumah Kreatif BUMN Sibolga senilai Rl237.300.000, dan Rumah Kreatif BUMN Padangsidempuan senilai Rp224.000.000.

Selajutnya, PLN Peduli juga memberikan bantuan uang tunai untuk Peningkatan Fasilitas Masjid Jami Syuhada yang terletak di Desa Lau Bekeri Kec. Kutalimbaru Kab. Deli Serdang. Pemberian bantuan senilai Rp 200.010.000, secara simbolis diberikan oleh MUP3 PLN Binjai, Ariadi Wisnu Sukendar kepada Pengurus BKM Masjid Jami Syuhada.

Terakhir dalam rangka menjaga ketahanan pangan selama masa pandemi covid-19, PLN Peduli juga turut berperan untuk memberikan bantuan senilai Rp241.730.000, dalam bentuk beras sebanyak 10 ton diberikan kepada Polda Sumatera, 500 paket sembako kepada Yayasan H. Hasan Pinayungan di Tabagsel dan Labuhan Batu, 150 paket sembako kepada Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara, 255 paket beras senilai kepada Posko Gereja Batak Karo Protestan, dan juga bantuan yang disalurkan melalui Satgas Bencana BUMN Wilayah Sumatera Utara.

Sepanjang tahun 2020 ini juga PLN Peduli telah memberikan bantuan pada sektor fasilitas umum dan sarana ibadah lainnya, seperti pemberian Bantuan Pengembangan Fasilitas Perpustakaan Daerah Kabupaten Mandailing Natal senilai 51 juta pada April 2020 lalu.

Kemudian Pembangunan Ruang Kelas Baru Pesantren Tahfizul Quran di Kec. Percut Seituan Kab. Deliserdang senilai Rp85 juta. Serta, Bantuan Fasilitas Sarana Ibadah di Masjid Baitul Mustaghfirin Al-Amir di Kec Percut Seituan Kab Deliserdang Senilai Rp26 juta.(rel/ila)

Positif Covid-19 di Tapsel Capai 100 Orang

SAMBUTAN: Bupati Tapsel, Syahrul M.Pasaribu memberikan sambutan dalam sebuah pertemuan.ist/sumut pos.
SAMBUTAN: Bupati Tapsel, Syahrul M.Pasaribu memberikan sambutan dalam sebuah pertemuan.ist/sumut pos.

TAPSEL, SUMUTPOS.CO – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (27/10) hingga pukul 18.00 WIB nyaris menyentuh angka 100.

SAMBUTAN: Bupati Tapsel, Syahrul M.Pasaribu memberikan sambutan dalam sebuah pertemuan.ist/sumut pos.
SAMBUTAN: Bupati Tapsel, Syahrul M.Pasaribu memberikan sambutan dalam sebuah pertemuan.ist/sumut pos.

“Angka yang positif sudah diangka 99 setelah ada penambahan satu,” kata juru bicara Covid-19 Tapsel Sofyan Adil kepada ANTARA, Selasa sore (27/10).

Sesuai perkembangan dari 15 Kecamatan se Tapsel yang dicatat Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTPP) Covid-19 Tapsel yang sembuh juga bettambah.

“Sesuai laporan yang kita terima yang sembuh atau selesai isolasi pada 24 jam terakhir ada tiga, sehingga total 82,” jelasnya.

Sofyan Adil juga mengatakan terjadinya peningkatan angka terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pihaknya (Dinas Kesehatan) gencar melakukan “trackhing” dan “traching” ke tengah masyarakat.

Bupati Tapanuli Selatan, Syahrul M.Pasaribu selaku Ketua Tim GTPP setiap dalam pertemuan juga tidak lupa mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan 3 M.

Tiga M yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Tapsel.

“Dengan mematuhi protokol kesehatan yakni dengan 3 M diyakini akan dapat memutus mata rantai penularan virus mematikan yang belum diketahui kapan berakhir,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi COVID-19 telah membuat sektor kehidupan utamanya perekonomian secara global termasuk Indonesia secara umum terganggu.

“Oleh karenanya, dimasa Adaptasi Kehidupan Baru ditengah wabah COVID-19 marilah kita semua tetap mematuhi protokol kesehatan agar pandemi ini cepat berlalu,” ajaknya. (ant/ram)

Ketua DPRD Humbahas Bantah Berkampanye

KETUA: Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran didampingi Ketua DPRD, Ramses Lumbangaol bersama Abang becak di kantor PDIP Perjuangan, belum lama ini.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan, Ramses Lumbangaol, mengklaim tidak ada dari 25 anggota dewan yang terlibat dalam kegiatan kampanye. Sehingga, pihaknya tidak perlu mengajukan izin kampanye ke KPU dan Bawaslu.

KETUA: Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran didampingi Ketua DPRD, Ramses Lumbangaol bersama Abang becak di kantor PDIP Perjuangan, belum lama ini.
KETUA: Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran didampingi Ketua DPRD, Ramses Lumbangaol bersama Abang becak di kantor PDIP Perjuangan, belum lama ini.

“Kami tidak pernah kampanye,” kata Ramses, belum lama ini.

Dijelaskan Ramses, dirinya sebagai ketua tim kampanye calon bupati dan wakil bupati, Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan tidak pernah ikut berkampanye sama sekali.

Namun, dari kegiatan calon, pihaknya ada melakukan konsolidasi partai yang juga didampingi pasangan calon. Dan kegiatan tersebut, menurutnya bukanlah bagian kampanye.

“Tidak, itu konsolidasi partai,” ujar Ramses ketika disinggung soal tersebut.

Saat ditanya tentang kumpulan abang becak di kantor PDIP, terlihat pasangan calon Dosmar Banjarnahor-Oloan Paniaran Nababan, Ramses juga membantah.

Menurut dia, bahwasanya kegiatan tersebut sebagai pemberangkatan pasangan calon oleh Abang becak.

“Itu bukan kampanye, parboharton paslon,” kata Politisi Partai PDIP ini.

Ketua Bawaslu Henry Wesly Pasaribu mengaku bahwa setiap anggota dewan yang ingin ikut kampanye diwajibkan untuk mengambil izin.

Ia menyebut, hal itu sesuai peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2020 pasal 63 yang menyebutkan, bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi atau Kabupaten/Kota, pejabat negara lainnya atau pejabat daerah dapat ikut kegiatan kampanye dengan mengajukan izin kampanye sesuai peraturan perundang-undangan.

“Jadi untuk pengajuan surat izin kampanye bagi anggota DPRD wajib diajukan tiga hari sebelum kegiatan kampanye,” terangnya.

Ditambahkannya, berdasarkan ketentuan itu, anggota dewan tidak boleh berkampanye jika tidak mengajukan surat izin kampanye.

“Jadi sampai saat ini memang belum ada ditembuskan ke Bawaslu, apakah ada anggota dewan izin berkampanye,” jelasnya ketika disinggung soal tersebut.

Lebih lanjut Hendry mengatakan, terkait hal itu, pihaknya sudah menyurati DPRD dan saat ini masih didalami ada atau tidak izinnya ke KPU. Namun, hingga akhir bulan Oktober ini, menurutnya, sudah ada pihaknya mengumpulkan data terkait hal tersebut.

“Jadi kita masih kumpulkan dari jajaran kita untuk melakukan proses penindakan,” sebutnya.

Disinggung, terkait adanya kumpulan abang becak di kantor PDIP bersama calon bupati dan wakil bupati didampingi anggota dewan, semisal Ketua DPRD, Hendry mengaku tidak mengetahui isi kegiatan tersebut.

Namun, menurut dia, jika ada ajakan memilih, pemaparan visi misi oleh Paslon atau tim, merupakan kegiatan kampanye.

“Kalau saya liat lae, karena kegiatan di kantor, bisa juga sebagai titik awal pemberangkatan untuk kampanye pertemuan terbatas. Kita enggak tahu kegiatan tersebut isinya seperti apa. Kalau ada ajakan memilih, pemaparan visi misi oleh paslon atau tim, bisa saja itu kampanye,” jelasnya. (des/ram)