Home Blog Page 3952

STAI Al-Ishlahiyah Binjai Apresiasi Mahasiswa Juara MTQ

BERSAMA: Ketua Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai, Putri Susi Melani Daulay SE, Ketua STAI Al-Ishlahiyah Binjai Junaidi SPd MSi dan jajaran diabadikan bersama Abdul Hafizh Azizi Batubara usai memberikan beasiswa dan dana pembinaan di STAI Al-Ishlahiyah Binjai.
BERSAMA: Ketua Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai, Putri Susi Melani Daulay SE, Ketua STAI Al-Ishlahiyah Binjai Junaidi SPd MSi dan jajaran diabadikan bersama Abdul Hafizh Azizi Batubara usai memberikan beasiswa dan dana pembinaan di STAI Al-Ishlahiyah Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai memberikan apresiasi kepada mahasiswanya yang menjuarai perlombaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Mahasiswa Nasional yang digelar secara virtual, baru-baru ini.

BERSAMA: Ketua Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai, Putri Susi Melani Daulay SE, Ketua STAI Al-Ishlahiyah Binjai Junaidi SPd MSi dan jajaran diabadikan bersama Abdul Hafizh Azizi Batubara usai memberikan beasiswa dan dana pembinaan di STAI Al-Ishlahiyah Binjai.
BERSAMA: Ketua Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai, Putri Susi Melani Daulay SE, Ketua STAI Al-Ishlahiyah Binjai Junaidi SPd MSi dan jajaran diabadikan bersama Abdul Hafizh Azizi Batubara usai memberikan beasiswa dan dana pembinaan di STAI Al-Ishlahiyah Binjai.

Apresiasi itu berupa beasiswa sampai tamat kuliah, dan memberikan dana pembinaan sebesar Rp5.000.000 kepada Abdul Hafizh Azizi Batubara, yang berhasil menjadi juara 1 dibeberapa ajang perlombaan MTQ tingkat mahasiswa.

Adapun prestasi Abdul Hafizh antara lain Tilawah MTQ Mahasiswa Nasional Virtual yang diadakan oleh UIN Syarif Hidayatullah, Juara I Tilawah Mahasiswa Gebyar Brawijaya Qurani Nasional VII, Juara I Tilawah MTQ Mahasiswa se-Nusantara Virtual yang dilaksanakan Universitas Tidar Magelang, serta Juara III Tilawah MTQ Mahasiswa Nasional Virtual yang dilaksanakan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang kesemuanya diraih pada Oktober 2020.

Ketua Yayasan Al-Ishlahiyah Binjai, Putri Susi Melani Daulay SE telah menyerahkan beasiswa dan dana pembinaan kepada Abdul Hafizh Azizi Batubara di STAI Al-Ishlahiyah Binjai, pada Sabtu (24/10).

Putri Susi Melani didampingi beberapa pengurus yayasan mengatakan, Al-Ishlahiyah sangat bangga dan terharu dengan prestasi yang diraih Abdul Hafizh Azizi Batubara.

“Prestasi seperti ini sangat diharapkan dan patut diapresiasi. Di tengah pandemi kita masih bisa berprestasi, apalagi ini berkaitan dengan Alquran. Kita sangat berharap generasi mendatang dapat memahami Alquran dan menjadikan Alquran sebagai dasar dalam kehidupan,” ujarnya kepada wartawan di Medan, Selasa (27/10).

Ia menambahkan, yayasan akan mengeluarkan keputusan tentang Lembaga LPTQ di STAI Al-Ishlahiyah, dengan harapan Abdul Hafizh dapat membina adik-adiknya di lembaga yang nantinya akan dibentuk, dengan tujuan untuk mengangkat nama baik STAI Al-Ishlahiyah Binjai.

Ketua STAI Al-Ishlahiyah Binjai, Junaidi SPd MSi, didampingi Waket II Ulfah Achdar dan Waket III Abdul Halim Nasution menuturkan, prestasi dan raihan Abdul Hafizh Azizi membuat STAI Al-Ishlahiyah Binjai menjadi salah satu PTKIS Sumatera Utara (Sumut) berhasil membawa nama baik STAI Al-Ishlahiyah, tidak hanya ditingkat lokal dan regional, tetapi bisa melangkah ke tingkat nasional. “Semoga Abdul Hafizh dapat terus mengembangkan bakat, karena ini merupakan bagian salah satu standar yang dapat menaikkan peringkat akreditasi institusi STAI Al–Ishlahiyah Binjai karena berprestasi di tingkat nasional,” ujar Junaidi.(mag-1)

Pemko Binjai Fasilitasi Warga Tak Mampu di Rusunawa

MEGAH: Rusunawa yang diperuntukkan bagi warga Kota Binjai kurang mampu dan belum memiliki hunian, berdiri megah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.
MEGAH: Rusunawa yang diperuntukkan bagi warga Kota Binjai kurang mampu dan belum memiliki hunian, berdiri megah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah program dari kepemimpinan Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham selama dua periode dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya menyediakan tempat tinggal bagi warga kurang mampu.

MEGAH: Rusunawa yang diperuntukkan bagi warga  Kota Binjai kurang mampu dan belum memiliki hunian, berdiri megah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.
MEGAH: Rusunawa yang diperuntukkan bagi warga Kota Binjai kurang mampu dan belum memiliki hunian, berdiri megah di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan.

Adalah Rusunawa yang terletak di Jalan Jambi, Kelurahan Rambung Barat, Binjai Selatan. Pemerintah Kota Binjai sukses menurunkan anggaran dari APBD Provsu untuk mendirikan Rusunawa pada 2011 dan rampung 2012 lalu.

Hingga kini, bangunan berlantai 5 yang memiliki kapasitas 96 kamar ini masih berdiri megah. Ditambah lagi, dengan adanya Pasar Modern-Tradisional Rambung yang lokasinya persis berdampingan dengan Rusunawa.

Ini memudahkan masyarakat untuk membeli keperluan bahan pokoknya. Tak perlu harus jauh melangkah ke Pajak Tavip di Binjai Kota.

“Tercatat sebagai aset Pemko Binjai setelah diserahterimakan pada 2018. Artinya, Gedung Rusunawa ini menjadi milik Pemko Binjai setelah dibangun oleh Ditjen Cipta Karya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Rusunawa, Musliman ketika dikonfirmasi, Selasa (27/10).

Rusunawa ini disediakan untuk masyarakat Binjai yang tidak memiliki hunian. Ini menunjukkan kehadiran Pemko Binjai di tengah masyarakat.

Syarat yang harus dilengkapi juga tidak repot. “Warga yang ingin menempatinya harus melengkapi syarat surat keterangan dari lurah domisili yang menyatakan warga tidak mampu. Baru fotokopi kartu keluarga, kartu tanda penduduk dan buku nikah. Semua gratis, tidak ada dipungut biaya,” ujar dia.

Dari 96 kamar yang tersedia, sambung dia, 76 kamar yang sudah dihuni. Menurut dia, semua kamar yang ada akan penuh pada awal November 2020 mendatang.

Sebab, sudah ada beberapa warga yang bermohon akan mengisi rusunawa tersebut. “Warga yang tinggal di Rusunawa ini tinggal membayar listrik melalui token, bayar air dan retribusi kebersihan sebesar Rp5 ribu. Air dan listrik pembayarannya sesuai pemakaian,” urai dia.

Kelebihan lain, kata dia, Pemko Binjai memberikan subsidi pemotongan tagihan rekening air. “Tagihan air yang masuk dari PDAM Tirtasari dihitung secara keseluruhan. Dari jumlah global ini, kami yang menagih. Dan tagihan yang tertera untuk satu kamar misalnya, dipotong subsidi,” beber dia.

Setiap kamar di Rusunawa ini berukuran 24 meter persegi. Menurut dia, hal tersebut layak huni dengan sebuah keluarga kecil yang memiliki 2 orang anak.

“Janda yang sudah punya anak juga boleh tinggal di sini, asal bermohon dan melengkapi persyaratannya. Akta perceraiannya paling penting, yang menunjukkan sudah pernah menikah,” sambung dia.

Jam malam juga diberlakukan di Rusunawa Binjai. Warga Rusunawa Binjai harus kembali paling cepat pukul 22.00 WIB dan paling lama tepat pukul 24.00 WIB. Ini dilakukan untuk sama-sama menjaga keamanan.

Semua persyaratan dan aturan di Rusunawa diberikan penjelasannya kepada calon penghuni yang ingin menempati saat mendaftar.

“Pengantin muda juga ada yang menempati di Rusunawa sini. Kalau keluhan, sedikit-sedikit ada keluhan tapi tidak begitu besar,” ujar dia.

Sementara, seorang warga yang mengisi Rusunawa Binjai merasa nyaman menempatinya. Warga yang tidak ingin dimuat identitasnya ini menjelaskan, menempati Rusunawa sejak 2014.

“Di dalam kosong, tidak ada barang-barang. Fasilitasnya bagus. Ya nyaman menempatinya, kamar mandinya di dalam,” kata dia.

Hingga kini, narasumber masih menempati Rusunawa tersebut. Diakuinya, tidak ada pungutan biaya kepada masyarakat Binjai yang ingin bertempat tinggal di Rusunawa.

“Paling keluhannya soal tagihan rekening air. Beda-beda di setiap rumah. Mungkin tergantung pemakaian juga, tapi ada juga yang meterannya bermasalah. Mutar sendiri meterannya, padahal tidak hidup airnya,” kata dia.

“Selain itu juga keamanannya ditingkatkan lagi. Kami cuma saran saja, agar dapat dipasang CCTV dan rasa tanggung jawab dari sekuriti di sini (Rusunawa). Soalnya, sampai Oktober 2020 ini saja sudah dua kali kejadian pencurian kereta hilang,” pungkasnya. (ted)

4.577 Kelurahan di Sumut Sudah Miliki Agen Laku Pandai

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, per Juni 2020 sebanyak 4.577 kelurahan/desa di Sumatera Utara (Sumut) sudah memiliki Agen Laku Pandai. Hal ini, dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Yusup Ansori mengatakan, hasil survei OJK per Juni 2020 menunjukkan, dari total 6.110 kelurahan/desa di Sumut, 74,91 persen atau 4.577 sudah memiliki Agen Laku Pandai. Ia berharap, 1.533 desa/kelurahan lainnya di Sumut itu juga segera memiliki Agen Laku Pandai.

“Program One Village One Agent (OVOA) atau Satu Desa/Kelurahan Satu Agen Laku Pandai diharapkan segera terealisasi,” katanya, Selasa (27/10).

Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan kuat dari semua pihak. Business Matching seperti yang digelar bersama jajaran pemerintah merupakan salah satu upaya untuk merealisasikan OVOA.

Yusup Ansori menyebutkan, kehadiran Agen Laku Pandai diharapkan bisa mengembangkan perekonomian di desa/kelurahan. Dengan adanya Agen Laku Pandai juga dapat membuka peluang berbagai program pemberdayaan lainnya yang dapat diimplementasikan oleh pihak bank kepada BUMDes, terutama yang memiliki unit usaha sektor produksi.

Hingga per September 2020, sudah ada 713 BUMDes/BUMDes Bersama yang telah menjadi Agen Laku Pandai.

“Kehadiran Agen Laku Pandai yang melibatkan BUMDes/BUMDes Bersama sebagai motor penggerak perekonomian desa diharapkan bisa merealisasikan terget pemerintah untuk mencapai indeks inklusi keuangan sebesar 90 persen di tahun 2024,”ujar Yusup.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Utara, Ir H Aspan Sofian, menambahkan program ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk penguatan ekonomi desa melalui konsep “Membangun Desa Menata Kota” salah satunya melalui optimalisasi BUMDes/BUMDesa.

“Sesuai hasil pemetaan, terdapat 2.921 BUMDes/BUMDes Bersama di Sumatera Utara, dan baru terdapat 21 BUMDes yang berklasifikasi Maju dan 124 yang berklasifikasi Berkembang. Dengan menjadi Agen Laku Pandai, diharapkan semakin banyak BUMDes/BUMDesa Bersama di Sumatera Utara yang naik kelas,” tuturnya.

Untuk itu, OJK dan perbankan diharapkan dapat terus membantu solusi atas permasalahan BUMDes/BUMDes Bersama selama ini antara lain melalui asistensi/pendampingan peningkatan SDM, manajemen usaha, permodalan, dan pemasaran produk secara digital. (gus/ram)

PAC IPK Simpang Empat dan 9 Ranting Dikukuhkan

SALAM KOMANDO: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting salam komando denga Ketua DPC Kecamatan Simpang Empat, Atan S. Pandia.SOLIDEO/ SUMUT POS.
SALAM KOMANDO: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting salam komando denga Ketua DPC Kecamatan Simpang Empat, Atan S. Pandia.SOLIDEO/ SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo kembali melaksanakan penyempurnaan komponen kepengurusan organisasi. Hal ini berupa pengukuhan pengurus di tingkat kecamatan, hingga basis yang sebelumnya telah digelar di beberapa kecamatan di Kabupaten Karo.

SALAM KOMANDO: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting salam komando denga Ketua DPC Kecamatan Simpang Empat, Atan S. Pandia.SOLIDEO/ SUMUT POS.
SALAM KOMANDO: Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting salam komando denga Ketua DPC Kecamatan Simpang Empat, Atan S. Pandia.SOLIDEO/ SUMUT POS.

Dalam roadshow-nya kali ini, DPD IPK Karo melaksanakan pengukuhan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPK Kecamatan Simpang Empat beserta dan Ranting se-Kecamatan Simpang Empat yang diselenggarakan di Losd Desa Ndokum Siroga, Minggu (25/10).

Sekretaris DPD IPK Karo, Bistok Situmorang SE menyampaikan, pihaknya hanya mengundang enam orang perwakilan dari setiap Ranting pada gelaran pengukuhan. Pembatasan jumlah massa dalam rangka masa pandemi Covid-19 untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan.

“Penerapan disiplin protokol kesehatan mutlak harus kita lakukan demi mematuhi anjuran pemerintah dalam upaya memutus mata rantai Covid-19. Saat ini kita hanya melakukan pengukuhan secara simbolis. Setelah pandemi ini berakhir, baru kita gelar pelantikan,” jelas Bistok.

Bistok selanjutnya membacakan Surat Keputusan (SK) PAC Simpang Empat serta mengukuhkan PAC dan 9 Ranting se-Kecamatan Simpang Empat. Adapun pengurus inti yang dikukuhkan untuk periode 2020 – 2025 ini antara lain, Atan S. Pandia (Ketua), Monas Nazarius Ginting (Sekretaris), dan M. Brahmana (Bendahara).

Pada sambutannya, Ketua PAC Simpang Empat Atan S. Pandia melalui Sekretaris Monas Nazarius Ginting menyampaikan terima kasih kepada DPD IPK Karo atas pelaksanaan pengukuhan PAC IPK Simpang Empat. Ia menyatakan siap mengibarkan panji-panji IPK hingga ke seluruh ranting se-Kecamatan Simpang Empat.

Sementara, Ketua DPD IPK Karo Gembira Ginting kembali menegaskan, IPK merupakan organisasi berbasis massa yang sudah cukup booming di Karo.

Gembira juga m eminta agar Keluarga Besar IPK ikut serta menjaga stabilitas daerah dalam rangka pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.(deo/han)

Sekdakab Karo Imbau Warga Waspada Harimau

Sekdakab Karo, Drs Kamparas Tarigan. SOLIDEO/SUMUT POS.
Sekdakab Karo, Drs Kamparas Tarigan. SOLIDEO/SUMUT POS.

KARO, SUMUTPOS.CO – Masih misteriusnya keberadaan Harimau Sumatera yang di sekitar kaki Gunung Sibayak, Kab. Karo, membuat warga sekitar resah dan ketakutan.

Sekdakab Karo, Drs Kamparas Tarigan. SOLIDEO/SUMUT POS.
Sekdakab Karo, Drs Kamparas Tarigan. SOLIDEO/SUMUT POS.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah Karo Drs. Kamperas Terkelin Purba, M.Si, mengatakan informasi penampakan Harimau Sumatera ini sudah dilihat oleh masyarakat. Dan dirinya menambahkan sudah bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Tahura Bukit Barisan, untuk menutup sementara jalur pendakian Gunung Sibayak.

“Kita sudah mendengar adanya informasi soal penampakan Harimau, jadi kita sudah kerja sama dengan pihak terkait untuk menutup sementara pendakian gunung Sibayak,” ungkap Sekda Kab Karo di Kantor Bupati Karo Selasa (27/10)

Lanjutnya, langkah yang dilakukan dengan cara memasang spanduk dan pengumuman imbauan di beberapa titik utama pintu masuk objek wisata pendakian gunung Sibayak, agar dapat dilihat oleh masyarakat.

“Kita juga sudah kerjasama dengan membuat imbauan dan spanduk penutupan pendakian gunung Sibayak diantaranya di tugu Perjuangan Berastagi. Agar bisa dilihat masyarakat dan pengunjung, dan mengetahui akan adanya penampakan Harimau,” jelasnya.

Menurutnya dengan adanya imbauan ini diharapkan kepada masyarakat sekitar dan pengunjung, agar selalu waspada dan menjauhi seputaran kaki gunung Sibayak demi menjaga keselamatan dan adanya konflik antara masyarakat dengan harimau. (deo/han)

UEFA Champoins League: Tantangan Berat Pirlo

BERAT: Lionel Messi dan kawan-kawan bakal menjadi tantangan berat bagi Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.

TURIN, SUMUTPOS.CO – Juventus akan menjamu Barcelona di Allianz Stadium dalam matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB. Laga ini menjadi tantangan berat bagi Pelatih Juventus, Andrea Pirlo. Meseki begitu, ia tak khawatir dengan kekuatan Barcelona meski timnyan berpotensi tak diperkuat Cristiano Ronaldo dalam laga yang rencananya akan disiarkan SCTV pukul 03.00 WIB.

BERAT: Lionel Messi dan kawan-kawan bakal menjadi tantangan berat bagi Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.
BERAT: Lionel Messi dan kawan-kawan bakal menjadi tantangan berat bagi Juventus di matchday kedua Grup G Liga Champions, Kamis (29/10) dini hari WIB.

Dalam tiga laga terkini di semua kompetisi, Ronaldo tidak memperkuat Juventus. Pesepakbola 35 tahun itu absen karena terinfeksi Covid-19 pada Selasa, 13 Oktober 2020. Selama Ronaldo absen, hasil yang didapat Juventus tak bisa dikatakan baik.

Dari tiga pertandingan tanpa CR7, Juventus hanya mendapatkan satu menang dan dua imbang. Bahkan dalam tiga pertandingan itu, Juventus hanya mengoleksi empat gol. Jika dirata-rata, Juventus hanya mencetak 1,33 gol per pertandingan!

Ironisnya, di dua laga terkini Liga Italia 2020-2021, sebenarnya lawan yang mereka hadapi masuk kategori mudah. Juventus hanya bersua tim selevel Hellas Verona dan Crotone, namun hasil yang mereka dapat hanya skor imbang 1-1.

Meski begitu, Pirlo tidak khawatir. Pelatih 41 tahun itu mengaku proyek yang dikembangkan dalam jalur positif. Ditambah lagi, gaya permainan Hellas Verona dan Barcelona pasti berbeda, sehingga memungkinkan Juventus untuk memenangkan pertandingan. “Barcelona? Mereka tidak membuat saya khawatir. Barcelona dan Verona merupakan dua tim yang berbeda,” kata Pirlo mengutip dari ibTimes, Selasa (27/10).

“Kami sedang dalam tahap konstruksi. Kami meninggalkan sejumlah kekurangan, namun kami berada di jalur yang benar. Kami sedang membangun proyek jangka panjang. Saya hanya melihat hal-hal positif,” lanjut Pirlo.

Saat ini Juventus memang mulai mencoba hidup lepas dari Cristiano Ronaldo. Hal itu terbukti dengan keputusan manajemen yang mendatangkan winger-winger muda seperti Federico Chiesa dan Dejan Kulusevski pada bursa transfer musim panas 2020.

Optimisme juga dikumandangkan winger Juventus, Juan Cuadrado. Menurutnya, melawan Barcelona, Si Nyonya tua akan mengeluarkan semua kemampuan. “Ini akan menjadi pertandingan yang indah melawan lawan yang hebat. Kami harus menunjukkan kekuatan Juventus yang sebenarnya,” kata Cuadrado kepada Sky Sport.

“Melawan tim seperti ini, kami selalu mengeluarkan sesuatu yang lebih, kami akan mempersiapkan pertandingan dengan determinasi dan keinginan untuk menang,” sambungnya.

“Kami harus ingat bahwa kami adalah profesional. Kita harus mengeluarkan semuanya sampai akhir,” Cuadrado menegaskan.

Dia juga mengaku merindukan sosok Cristiano Ronaldo yang dikenal tajam di muka gawang lawan. “Kami merindukan Cristiano Ronaldo. Ia merupakan juara. Dalam situasi sulit seprti ini, kekuatannya, mentalitasnya dapat mendorong keyakinan kami,” kata Cuadrado.

Sekarang yang jadi pertanyaan, bisakah Cristiano Ronaldo turun di laga Juventus vs Barcelona? Menurut laporan Sky Sports, Ronaldo bisa mengikuti tes swab yang diadakan kemarin, atau 24 jam sebelum pertandingan. Jika hasilnya negatif, ayah empat anak tersebut dapat diturunkan di laga Juventus vs Barclona.

Dengan begitu, duel Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi (Barcelona) otomatis terlaksana. Ini merupakan yang pertama Cristiano Ronaldo dan Messi bertemu, terhitung sejak 2018. Terakhir kali Cristiano Ronaldo dan Messi bertemu pada pekan ke-36 Liga Spanyol 2017-2018. (bbs/adz)

Virus Corona Itu Nyata dan Bukan Aib, Sekeluarga Terserang dan Sembuh dari Covid-19

SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.
SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Boydo HK Panjaitan (40), mantan anggota DPRD Kota Medan Periode 2014-2019 adalah satu dari sekian banyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan, ibunya (78), Herin Boru Manurung dan istrinya Elsa Malona (39) juga terinfeksi virus mematikan itu.

SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.
SAAT DIRAWAT: Boydo HK Panjaitan, istri dan ibunya saat menjalani isolasi di RS Santa Elisabeth Medan, beberapa waktu lalu.

Namun, ketiganya masih dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka akhirnya sembuh setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.

Boydo menceritakan bagaimana keluarganya terserang Covid-19. Padahal, dia tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19 dalam beraktivitas sehari-hari. “Seingat saya, awalnya pada Selasa, 23 Juni 2020 sore, mulai merasa kurang enak badan sehingga pulang lebih cepat ke rumah. Badan saya tiba-tiba demam dan sesekali batuk. Selain itu, lidah terasa pahit dan tak selera makan. Bahkan, malam harinya menggigil dan tidak bisa tidur nyenyak,” ungkap Boydo, Selasa (27/10) siang.

Karena merasa kurang sehat, keesokan harinya Boydo langsung minum obat demam dan batuk. Obat tersebut biasa dikonsumsinya apabila merasakan gejala yang sama. Tak hanya itu, dia juga mengonsumsi antibiotik pemberian saudaranya yang seorang dokter dan biasa diminta saran ketika sedang sakit.

Ternyata, obat dan antibiotik itu bekerja efektif. Boydo merasa sehat dan kembali menjalani aktivitas. Akan tetapi, pada Jumat (26/6), ia kembali merasakan gejala yang sama, yaitu batuk, demam, dan lidah terasa pahit. “Saya curiga jangan-jangan terkena tifus atau demam berdarah. Saya tidak kepikiran terkena Covid-19 karena cemas dan takut, enggak terbayangkan kalau betul-betul sampai kena. Makanya, tidak ada keinginan untuk rapid test ataupun swab,” ujar mantan Ketua Komisi III DPRD Kota Medan ini.

Esok harinya, Sabtu (27/6), Boydo medical check up di Klinik Pramita. Hasilnya, diketahui trombositnya di bawah normal. Akan tetapi, dinyatakan tidak terkena penyakit yang berat.

Karena itu, ia kembali minum obat yang sama untuk mengatasi demam dan batuk. Namun, tak kunjung sembuh. Kemudian pada Minggu (29/6) pagi, kondisi kesehatannya semakin drop. “Bersama istri, saya memeriksakan diri ke klinik, apakah ada indikasi kena Covid-19? Setelah menjalani rapid test ternyata hasilnya nonreaktif,” kata Bendahara DPC PDIP Kota Medan ini.

Boydo melanjutkan, pada Selasa (30/6), kondisi kesehatan dia dan istrinya makin memburuk. Kemudian, mereka melakukan rapid test di Klinik Pramita. “Dari hasil rapid test kedua kalinya diketahui nonreaktif. Bahkan, hasil cek darah tidak menunjukkan demam berdarah ataupun tifus,” ungkapnya.

Namun dua hari berselang, kondisi kesehatannya bersama istri tetap drop, masih tetap mengalami demam, batuk, dan lidah terasa pahit. Karenanya, pada Hari Jumat (3/7), atas saran pihak keluarga, keduanya memeriksakan paru-paru ke Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Di rumah sakit tersebut, dokter menjelaskan ada bercak pada kedua paru-paru dari hasil rontgen dan kemungkinan besar mengarah ke pneumonia.

Dibayang-bayangi rasa khawatir, pada hari itu juga Boydo dan istrinya memberanikan diri swab test di Rumah Sakit Murni Teguh, Medan. Hasilnya, ternyata positif Covid-19. “Saya tidak tahu kenapa bisa terkena Corona? Padahal, selama ini sudah mengikuti protokol kesehatan. Bukan hanya itu, untuk menjaga jarak sosial saya juga sering bekerja dari rumah dan hanya sesekali keluar,” ujar Boydo yang kini aktif mengembangkan bisnis bahan bangunan.

Dikatakannya, ibunya juga demikian. Ibunya yang mengelola usaha bahan bangunan mulai sering bertemu dengan pembeli. Lebih dari itu, sang ibu juga memberanikan diri menghadiri acara pesta, karena salah satu kewajiban sebagai orang Batak.

Boydo mengaku, sebelum tertular Virus Corona, tidak pernah keluar kota selain hanya beraktivitas di Kota Medan. Namun, dia tidak menampik dalam aktivitasnya sehari-hari bertemu dengan kerabat, teman, dan kolega hingga tidak menjaga jarak. Terkadang pergi satu mobil tanpa masker dengan keyakinan bahwa Covid-19 itu tidak ada. “Mungkin itulah saya bisa tertular Virus Corona karena kendor dengan protokol kesehatan Covid-19, tapi enggak tahu pastinya dari mana. Saya juga bingung kok bisa kena juga,” tuturnya.

Tak mau berlarut-larut memikirkan dari mana virus itu datang, Boydo lalu fokus agar bisa selamat dari serangan Covid-19. “Setelah beberapa hari kemudian dan mendapatkan hasil swab positif (Covid-19), pada Sabtu (4/7) saya dan istri mulai diisolasi pada satu ruangan yang sama di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Malam harinya, ibu saya menyusul diopname dengan kondisi kritis. Sebab, sebelumnya saya sudah menduga ibu juga positif Covid-19 karena setiap hari bertemu dengan saya dan memiliki gejala yang mirip dengan istri saya. Bahkan, napas ibu saya mulai terengah-engah,” jelas Boydo.

Sejak malam itu, Boydo bersama istri dan ibunya melewati hari-hari bersama di dalam satu ruangan isolasi. Sungguh perjuangan hidup yang tidak mudah untuk dilalui dan juga tidak pernah terbayangkan sebelumnya. “Malam itu terasa suram, rasanya seperti hidup dalam dunia lain. Namun, harus tetap dilalui dan jangan sampai down karena mempengaruhi kondisi fisik. Saya dan istri saling menguatkan, tapi saya sangat khawatir kepada ibu karena usianya sudah 78 tahun,” terangnya.

Boydo menyebutkan, saat pertama kali menginap di ruang isolasi, tidak bisa tidur dan terus gelisah. Begitu juga istrinya dan ibunya, merasa dihantui ketakutan, gelisah dan kadangkala terbangun pada tengah malam maupun dini hari. “Kami akhirnya bisa melewati saat-saat sulit itu. Setelah sembuh dari Covid-19 dan dinyatakan memiliki kekebalan terhadap Virus Corona, tidak membuat lengah dan lantas mengabaikan protokol kesehatan. Belajar pengalaman dirawat selama 19 hari (4-22 Juli) menjadi pelajaran hidup bagi saya untuk tidak mengulang kesalahan yang sama,” tukasnya.

Tak jauh beda disampaikan Elsa Malona, istri Boydo. Bahkan, Elsa mengaku mengalami kejadian yang membuatnya semakin cemas dan takut saat diisolasi. Tak hanya itu, Elsa juga memikirkan kedua anaknya yang dijaga keluarga saat itu. Ia pun berharap bisa melewati masa-masa kritis berjuang melawan Covid-19.

Saat menjalani masa isolasi tersebut, ada belasan jenis obat yang harus diminum setiap harinya, termasuk vitamin dan antibiotik. Selain itu, tim medis melakukan pemeriksaan secara rutin, seperti pemeriksaan jantung, cek darah, rontgen, hingga memberikan asupan makanan bergizi. “Hari kedua isolasi adalah hari terberat. Saya mencoba terus menyanyi rohani untuk menguatkan diri. Apalagi, saat itu juga saya mendapat kabar kedua anak kami reaktif setelah menjalani rapid test dan kondisi tubuhnya kurang sehat,” ungkap Elsa.

Namun, beberapa hari kemudian, rasa lega muncul saat mendengar kabar dari keluarga bahwa kondisi dua buah hatinya sudah berangsur baik dan hasil swab negatif. Selain itu, semua anggota keluarga juga nonreaktif usai menjalani rapid test. “Kabar tersebut semakin menguatkan kami bertiga yang masih diisolasi untuk berjuang bertahan hidup. Terlebih, setelah dua kali melakukan swab test, saya akhirnya dinyatakan negatif dan sembuh (Sabtu, 18/7),” ucapnya.

Selang lima hari kemudian (22/7), suaminya, dan ibu mertuanya juga dinyatakan sembuh. “Puji Tuhan, ini mukjizat bagi keluarga. Kami bersyukur kepada Tuhan karena diberikan kekuatan untuk melalui ujian terberat ini,” kenang Elsa.

Dari perjuangan hidup yang tak mudah tersebut, Elsa berpesan, Covid-19 itu ada dan nyata. Jangan pernah bilang Covid-19 itu tidak ada. “Kami bertiga kini kembali menjalani kehidupan normal. Akan tetapi, tetap harus waspada karena tidak ada jaminan Covid-19 tidak akan kembali lagi. Maka dari itu, kami menjaga protokol kesehatan secara ketat dan menghilangkan kebiasaan memegang mata, wajah, hidung, dan bagian mulut, sebelum mencuci tangan pakai sabun,” pesannya.

Ia menambahkan, melewati masa-masa kritis di bawah serangan Covid-19 adalah hal yang paling ditakutkan banyak orang. Meski demikian, tidak perlu paranoid atau takut berlebihan. Karena, dengan deteksi lebih dini dan penanganan yang tepat, virus corona bisa dikalahkan.

“Jangan pernah lengah sekalipun karena virus corona memang nyata dan berbahaya. Jangan tutup komunikasi dengan dunia luar karena Covid-19 bukan aib, dan dukungan dari keluarga serta teman-teman sangat berharga ketika sakit. Tak lupa, selalu berdoa dan berusaha agar keadaan hati dalam kondisi tenang dan gembira,” imbuhnya. (ris)

39 Warga Binaan dan 11 Sipir Positif Covid

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 39 warga binaan dan 11 sipir (petugas Lapas dan Rutan) di Sumut terkonfirmasi Covid-19. Mereka tersebar di tiga Lapas dan satu Rutan, yakni Lapas Tanjunggusta, Lapas Lubukpakam, Lapas Telukdalam, dan Rutan Labuhandeli.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Pujo Harinto menyebutkan, ke-11 sipir yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, satu orang bertugas di Lapas Lubukpakam, satu orang di Rutan Labuhandeli, 6 orang di Lapas Telukdalam, Nias Selatan, dan 3 orang di Lapas Tanjunggusta. Sementara, warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 diantaranya di Rutan Labuhandeli sebanyak 2 orang dan sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Prima Medan.

“Di Lapas Gunungsitoli sebanyak 9 orang dari 97 (yang swab test), sementara masih ada 100 lagi yang belum di swab,” kata Pujo Harinto kepada wartawan, Senin (26/10) sore.

Kemudian, di Lapas Telukdalam 27 warga binaan juga terkonfirmasi Covid-19, namun hanya seorang yang belum dinyatakan sembuh. “Mereka di isolasi di lapas itu karena keterbatasan rumah sakit di Telukdalam,” urainya.

Sementara di Lapas Tanjunggusta, seorang warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 atas nama Tamin Sukardi, yang meninggal dunia pada Sabtu (24/10) lalu. Menurut Pujo, tertularnya warga binaan ini tidak terlepas dari kondisi lapas yang kelebihan warga binaan.

Guna meminimalisir penyebaran virus meluas, pihaknya melakukan langkah antisipasi dengan cara melakukan penyemprotan disinfektan di lapas dan rutan dua kali seminggu. Ia menambahkan, warga binaan yang terkonfirmasi Covid-19 diisolasi di Rutan maupun Lapas agar menghindari warga binaan melarikan diri.

“Kekhawatiran kita dia kabur. Sehingga akan lebih aman di isolasi di dalam lapas dan gugus tugas membantu dalam perawatan baik itu memberikan makanan, asupan nutrisi tambahan dan membantu kesehatannya,” pungkasnya. (man)

Serahkan 20 Ribu Sertifikat Tanah di Humbahas, Jokowi: Jangan Dipakai untuk Beli Mobil

SERTIFIKAT: Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Stadion Simangarosang, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – USAI meninjau kawasan Food Estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 22.007 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, di Stadion Simangaronsang Doloksanggul, Selasa (27/10) siang.

SERTIFIKAT: Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Stadion Simangarosang, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).
SERTIFIKAT: Presiden RI Joko Widodo menyerahkan sertifikat tanah kepada perwakilan masyarakat di Stadion Simangarosang, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Selasa (27/10).

Jokowi menjelaskan, kepemilikan hak atas tanah wajib dibuktikan dengan sertifikat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria. Sertifikat yang diserahkan presiden ini menjadi bukti tertulis yang mendapatkan pengakuan hukum.

Puluhan ribu sertifikat yang diserahkan presiden terdiri atas 20.637 sertifikat yang berasal dari program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), 47 sertifikat untuk rumah ibadah, 1.236 sertifikat untuk aset dan barang milik negara, serta 87 sertifikat untuk bidang lahan yang berada di kawasan lumbung pangan yang berada di Kabupaten Humbahas.

“Hari ini telah diserahkan kurang lebih 20 ribuan sertifikat untuk Provinsi Sumatera Utara. Khusus untuk Humbang Hasundutan ada penyerahan sertifikat yang berada di lokasi lumbung pangan, itu ada 87 sertifikat,” ucapnya.

Penyerahan sertifikat untuk rakyat kali ini hanya dihadiri langsung penerima dalam jumlah yang sangat terbatas sebagai bagian dari pelaksanaan protokol kesehatan. Sebagian besar penerima mengikuti jalannya acara penyerahan melalui konferensi video dari sejumlah titik di tempat terpisah.

Kepada para penerima, presiden menitipkan pesan untuk menjaga sertifikat yang telah diterimanya tersebut dengan baik. Menurut Jokowi, masyarakat yang telah memegang sertifikat tanah bisa mengagunkannya ke bank untuk tambahan modal usaha. “Dengan sertfikat ini kita nanti bisa gunakan untuk akses ke perbankan. Ini bisa ‘disekolahkan’ ke bank kalau ingin dipakai untuk modal kerja usaha, bisa dipakai ini,” kata Jokowi.

“Jangan dipakai untuk beli mobil, jangan dipakai untuk beli sepeda motor. Gunakan semuanya untuk modal usaha modal investasi,” ucapnya.

Ia pun meminta masyarakat menyimpan sertifikat tersebut dengan baik sehingga tidak hilang atau rusak. Jokowi juga menyarankan masyarakat menggandakan sertifikat itu sehingga bisa mengurusnya dengan mudah ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) bila suatu saat hilang.

Jokowi mengatakan, sertifikat tanah sangat penting, karena menjadi dasar hukum seseorang untuk menempati dan menggunakan lahan, baik untuk kepentingan tempat tinggal atau ekonomi. “Apa sih gunananya sertifikat? Kalau kita sudah pegang ini hak hukum kita atas lahan tanah itu menjadi jelas karena sudah pegang ini. Nanti ada tetangga atau ada orang luar daerah (mengaku-ngaku) ‘Ini tanah saya, bukan ini tanah saya’, buktinya apa ini ada (sertifikat),” kata Jokowi.

“Jadi jelas yang pegang ini secara hukum sudah beres. Oleh sebab itu saya minta sertifkat ini disimpan tapi tolong di-fotokopi dulu, taruh dil lemari yang satu, yang asli taruh di lemari yang dua, jadi kalau salah satu hilang ngurusnya mudah,” kata Presiden.

Senada disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi, bahwa langkah pengembangan pertanian dan peternakan di provinsi ini adalah guna menyejahterakan petani. Sehingga masyarakat terutama petani menjadikan Sumut agraris.

“Sertifikat ini sangat membantu karena dia punya kepastian hukum untuk keadilan. Selama ini belum punya legalitas atas tanah. Sekarang masyarakat bisa berbuat di lahannya dengan upaya yang beragam untuk pertanian dan peternakan,” sebut Edy.

Namun Edy mengingatkan agar sertifikat yang telah diberikan dapat dijaga dengan baik, serta diperuntukkan bagi usaha pertanian dan peternakan. Sehingga keberadaan lahan produktif tetap terjaga baik, khususnya dalam membangun ketahanan pangan. “Pastinya kita berharap rakyat ikut membesarkan pertanian ini. Tetapi (sertifikat) tidak boleh diperjualbelikan. Yang boleh diwariskan ke anaknya, jadi dia berkelanjutan untuk kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.(prn/kps)

Gojek Medan Ajak Mitra Muda bagi Kisah Inspiratif

Peringati Hari Sumpah Pemuda

BERSAMA: (Ki-ka) Praktisi kesehatan dr. Irwin Lamtota Lumbanraja, Corporate Affairs Gojek Sumbagut Dian Lumban Toruan, Operations Gojek Sumbagut Sahli Adrian, Mitra Usaha GoFood Mursada, dan penerima beasiswa Gojek Gracea Elizabeth Zai

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang menjadi momen sejarah persatuan bangsa, Gojek mengadakan pertemuan kopdar di Medan bersama sejumlah mitra dan narasumber generasi muda di Sada Coffee Jalan Sei Bahorok, Medan Selasa (27/10).

Melalui kopdar yang digelar dengan menerapkan protokol kesehatan ini,  Gojek mengajak para mitra mudanya bersama memaknai semangat Sumpah Pemuda untuk memotivasi diri secara positif dan terus berkarya demi kemajuan bangsa.

Kegiatan ini diisi dengan paparan tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan oleh dr. Irwin Lamtota Lumbanraja, perjalanan merintis usaha oleh mitra usaha GoFood Mursada, dan berbagi pengalaman oleh penerima beasiswa Gojek Gracea Elizabeth Zai.

Dian Lumban Toruan, Head of Regional Corporate Affairs Sumbagut mengatakan, semangat Sumpah Pemuda menunjukkan kekuatan dari pemuda dan pemudi Indonesia yang tidak pantang menyerah, penuh motivasi dan berani berinovasi sejak muda. 

“Gojek pun digagas oleh anak muda Indonesia yang memiliki visi untuk menyediakan solusi melalui pemanfaatan teknologi. Dalam perjalanannya, Gojek mampu berkembang menjadi seperti sekarang berkat buah pikir dan kerja keras anak-anak muda.  Melalui teknologinya pula, Gojek secara konsisten berkomitmen untuk menciptakan dampak sosial positif bagi ekosistem  Gojek, termasuk lebih dari 2 juta mitra driver dan merchant dari 4 negara ASEAN. Semua ini dimulai dari inisiatif dan ide-ide anak muda,” ujarnya.

Dengan mengusung inisiatif J3K, Gojek memperkuat standar pelayanannya dengan menerapkan protokol kesehatan yang merujuk pada rekomendasi Kementerian Kesehatan RI dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

dr Irwin Lamtota Lumbanraja (28), praktisi kesehatan muda yang sedang menjalani pendidikan spesialis di Fakultas Kedokteran USU mengatakan penetapan protokol kebersihan dan keamanan merupakan salah satu kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid.

“Langkah J3K yang dilakukan oleh mitra usaha GoFood dalam mempersiapkan makanan dan minuman dengan mencuci tangan dan diikuti penggunaan sarung tangan dan masker, serta menyegel kemasan dengan selotip atau kabel pengerat saat pengantaran merupakan langkah yang efektif untuk memastikan kebersihan dan keamanan makanan,” jelasnya.

Adapun pada layanan GoFood, penerapan protokol J3K termasuk di antaranya dengan

 Memperketat Protokol Kebersihan

Sejak awal pandemi, GoFood sigap memfasilitasi penerapan protokol kebersihan dan kesehatan makanan yang juga sejalan dengan“Pedoman Produksi dan Distribusi Makanan Olahan pada Masa Status Darurat Kesehatan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia”, dirilis oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) .

Menjaga Kesehatan Ekosistem GoFood

Menyadari penerapan protokol J3K sebagai tanggung jawab seluruh ekosistem GoFood, termasuk mitra driver, mitra usaha, dan pelanggan GoFood secara aktif dan rutin  memberikan edukasi tentang penerapan protokol  kebersihan makanan melalui berbagai kanal komunikasi seperti email dan media sosial untuk umum, khususnya menarget mitra usaha dan mitra driver melalui sesi reguler di Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dan saluran komunikasi mitra driver.

      Menjaga Keamanan Melalui Pengembangan Inovasi

Selain mendorong penerapan protokol kebersihan, GoFood juga mengembangkan berbagai inovasi guna terus menjaga keamanan pada layanan pesan antar makanan online di tengah situasi pandemi yang meminimalisasi kontak fisik langsung guna menjaga kesehatan bersama.

Protokol kesehatan yang diwujudkan dalam inisiatif J3K ini diterapkan pula oleh merchant GoFood Sada Coffee, seperti dijelaskan oleh pemiliknya, Mursada. Sada, panggilan karibnya, mulai dari bertani kopi dan kemudian memulai usaha UMKM kuliner di tahun 2013 di Aceh.

“Sempat jatuh bangun memulai usaha ini selama beberapa tahun, hingga akhirnya dapat membuka outlet yang pertama,” kisahnya.

“Masa pandemi ini juga merupakan tantangan bagi usaha kami, bahkan terpaksa sempat merumahkan karyawan karena sepinya pelanggan yang datang. Maka terbantu sekali dengan adanya GoFood, di mana Gojek juga memberikan edukasi kepada kami mitra usahanya dalam penerapan J3K agar konsumen juga merasa aman dan nyaman dalam memesan. Karena di masa pandemi ini justru pemesanan melalui GoFood dan pesan antar jumlahnya banyak. Dengan perkembangan saat ini, seluruh karyawan sudah bekerja kembali dan bahkan kami sudah mulai bisa menabung lagi, “ jelasnya. 

Semangat pantang menyerah itu juga ditunjukkan oleh penerima beasiswa Gojek asal Medan, Gracea Elizabeth Zai yang akrab dipanggil Grace (17). Pada awalnya Grace sempat merasa pesimis tidak dapat melanjutkan pendidikan mengingat biaya kuliah yang tinggi, namun sang Ibu, Samaria Zebua, yang merupakan driver GoRide, terus menyemangatinya untuk terus optimis dalam mencapai cita-cita.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, ia mengikuti seleksi SBMPN (Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri) di Politeknik Negeri Medan di mana pada tahun ini, dari 17.000 peserta dari berbagai jalur seleksi, hanya 1000 mahasiswa yang diterima, salah satunya Grace. Ia berhasil diterima sebagai mahasiswa Politeknik Negeri Medan jurusan D3 Teknik Sipil.

Kegiatan kopdar ini diharapkan dapat mengedukasi para mitra di dalam ekosistem Gojek tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan sekaligus menginspirasi anak-anak muda untuk terus melangkah maju dan bertumbuh bersama sekalipun di tengah badai pandemi.  (rel/ram)