Home Blog Page 3969

Ratusan Hektar Sawah di Labuhanbatu Diterjang Banjir Rob

BANJIR: Ratusan hektare sawah di Labuhanbatu diterjang banjir rob.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Banjir rob mengenangi ratusan hektar lahan persawahan petani di empat desa di Kecamatan Panai Hilir Labuhanbatu. Luapan air laut Selat Malaka itu mengakibatkan potensi gagal tanam persawahan.

“Ada 4 desa yang terdampak Pasang Keling (banjir rob, red),” kata Camat Panai Hilir, Hadmansyah, Selasa (21/10).

Diantaranya, desa Sei Baru, Desa Sei Tawar, Desa Wonosari dan Sei Pegantungan.

“Di Sei Pegantungan sekira 50-an hektar. Dan di 3 Desa lainnya mencapai lebih 300-an hektar,” ujar Hadmansyah.

Menurut dia, angin laut yang datang dari Selat Malaka membawa air pasang laut itu melebihi ketinggian tanggul yang dibangun pihak Pemerintah Propinsi Sumatera Utara. Diperparah pula, terjadinya pendangkalan dasar laut.

“Air yang datang merusak tanggul dan irigasi di sana,” tambah Camat.

Air laut menggenangi persawahan petani di desa Kampung Masjid, Kecamata Kualuh Hilir hingga ke kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu.

“Tanggul rawa Kualuh dibangun untuk mengamankan persawahan petani Kualuh Hilir Labura dan Labuhanbatu,” jelas Hadmansyah.

Menurutnya, pasang keling terparah terjadi tahun 2020. Sebab, pada tahun 2019 hingga 2017 lalu, tidak berdampak luas terhadap persawahan para petani.

Kata Camat, jenis padi yang dibudidayakan petani dominan varietas lokal Kuku Balam, Ramos dan varietas IR64.

Salahseorang petani Dusun lll Sei Situkang, Desa Sei Tawar, Labuhanbatu, Saparuddin mengaku sedih dampak tanggul yang dibangun Pemerintah tak mampu menahan masuknya air asin ke lokasi lahan pertanian warga. Petani di sana, meminta Pemerintah agar melakukan peninggian atas tanggul air asin.

“Genangan air asin potensi menyebabkan para petani gagal menanam padi di lahan pertanian milik mereka,” kata Saparuddin kepada wartawan.

Warga, katanya meminta kepada Pemerintah untuk dapat memeperhatikan nasib petani yang tanaman padinya digenangi air asin.

”Kami sangat bermohon Kepada Pemerintah dan instansi terkait untuk melalukan peninggian tanggul air asin,” ujarnya. (fdh/ram)

Kampanye di Labuhanbatu Terancam Dibubarkan

Langgar Prokes Covid-19

Divisi Penanganan Pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu, Fahrijal Sahputra Rambe.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Kampanye tatap muka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 yang tidak mematuhi standar protokol kesehatan Covid-19 bakal dibubarkan. Ancaman itu ditegaskan Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu.

Menurut data, hingga kini, sudah empat kali pihak pengawasan tersebut meminta penanggungjawab ataupun tim kampanye membubarkan pertemuan karena dinilai tidak mematuhi peraturan KPU terkait standar kampanye di masa pandemi.

Divisi Penanganan Pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu, Fahrijal Sahputra Rambe, Rabu (21/10) di kantornya menerangkan, temuan pelanggaran tersebut berdasarkan laporan pengawas kecamatan maupun pihaknya sendiri.

Sesuai data hingga kini, ujar Fahrijal, pelanggaran tersebut terjadi kurun waktu sejak tanggal 3 hingga 16 Oktober lalu. Bentuk pelanggaran yang terdata, penanggungjawab, tim kampanye ataupun tim panitia tidak mematuhi protokoler kesehatan saat pertemuan tatap muka dikediaman yang diselenggarakan.

“Pelanggarannya, diantaranya, diselenggarakan di ruang terbuka, tidak berjarak 1 meter, melebihi kuota 50 orang peserta kampanye yang hadir, tidak ada handsanitizer, tidak ada sarana pencuci tangan,” jelas Divisi Penanganan Pelanggaran itu.

Terhadap pelaksanaan kampanye yang tidak sesuai dengan aturan saat pandemi, lanjut Fahrijal, pengawas telah memberi peringatan tertulis kepada penanggungjawab sekaligus meminta agar mengurangi jumlah peserta kampanye.

Selain itu, bahkan ada pihak pengawas Pilkada yang meminta kepada penanggungjawab agar membubarkan pertemuan tatap muka langsung, karena dianggap sama sekali tidak mematuhi peraturan.

“Dalam aturannya, pengawas memberikan peringatan tertulis bahkan sampai membubarkan pertemuan. Peringatan kesalahan itu biasanya disampaikan kepada penanggungjawab kampanye. Kita minta agar semua mematuhi standar prokes Covid-19,” pinta Fahrijal Sahputra Rambe. (fdh/ram)

Gubsu Kukuhkan TPAKD Dairi Secara Virtual

DIKUKUHKAN: Bupati Dairi,  Dr Eddy KA Berutu, Wabup, Jimmy AL Sihombing, Sekda Leonardus Sihotang serta susunan keanggotaan TPAKD Dairi mengikuti pengukuhan secara virtual oleh Gubsu Edy Rahmayadi di gedung Balai Budaya Sidikalang,  Selasa (20/10).

DAIRI, SUMUTPOS.CO- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi secara virtual mengukuhkan 29 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) kabupaten/kota di Sumut, salahsatunya kabupaten Dairi.

Pengukuhan bersamaan diikuti Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu, Wakil Bupati, Jimmy Andrea Lukita Sihombing, Sekretaris Daerah (Sekda), Leonardus Sihotang serta seluruh susunan keanggotaan TPAKD Dairi di gedung Balai Budaya Sidikalang,  Selasa (20/10).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Dairi, Rahmatsyah Munthe mengatakan, Gubsu Edy Rahmayadi mengharapkan TPAKD kabupaten/kota dapat bekerja dengan nyata serta mendorong percepatan pemulihan perekonomian di masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Edy Rahmayadi mengatakan, ditengah wabah Covid-19 melanda dunia saat ini, sangat berdampak kepada perekonomian masyarakat. Pandemi Covid-19 telah berdampak pada banyak sektor, termasuk ekonomi yang melemah akibat daya beli masyarakat menurun.

“Untuk itu dilakukan berbagai upaya termasuk memperluas akses keuangan masyarakat, salah satunya dengan pembentukan TPAKD, ujarnya. Diharapkan dengan pengukuhan ini, TPAKD bergerak secara konkrit, terutama pada masa pandemi ini demi menggerakkan ekonomi rakyat untuk memaksimalkan potensi wilayah masing-masing,” ucap Gubsu dalam arahannya.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tirta Segara, mengapresiasi pembentukan 29 TPAKD di Sumut. Tirta menegaskan, ini merupakan pembentukan TPAKD terbanyak di Indonesia.

Tirta mengatakan, sampai saat ini jumlah TPAKD secara nasional yang sudah terbentuk dan dikukuhkan sebanyak 197 terdiri atas 32 TPAKD Provinsi dan 165 TPAKD kabupaten/kota dan TPAKD di Sumut merupakan terbanyak, sebutnya.

“OJK komit terus memperluas akses keuangan di Indonesia. Namun perlu sinergi dan kerja sama pemerintah daerah. Dan saat ini OJK sedang melaksanakan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020,” pungkasnya.(rud/ram)

Daihatsu Dress Up e-Challenge Digelar Virtual

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Daihatsu terus berusaha mendekatkan diri kepada pelanggan di tengah keterbatasannya akibat pandemi Covid-19, khususnya kawula muda dengan menyelenggarakan kembali kompetisi modifikasi secara virtual melalui Daihatsu Dress Up e-Challenge (DDeC )2020. Sesuai namanya, kompetisi modifikasi yang sebelumnya selalu hadir secara offline, kini siap tantang para modifikator di seluruh Indonesia secara virtual dan mulai pada25 Oktober –4 Desember 2020.

Ajang hasil kerjasama Daihatsu dengan Hot Import Night (HIN) ini menjadi bagian dari Indonesia Auto Modified (IAM), dan merupakan kompetisi mobil modifikasi yang konsisten diadakan 6 kali berturut-turut sejak 2014, dan untuk ke-7 kalinya pada 2020, dilakukan secara virtual. Berbeda dari sebelumnya, Daihatsu Dress Up e-Challenge tahun ini diselenggarakan secara nasional, yang dibagi menjadi 4 regional meliputi area Sumatera, Kalimatan, Sulawesi, Jawa dan Bali.

Registrasi untuk Daihatsu Dress Up e-Challenge ini dapat dilakukan dengan mengunjungi website daihatsu.co.id, atau dengan mengunjungi tautan https://daihatsu.co.id/dressupchallenge2020/. Pendaftaran dibuka pada 25 September – 25 Oktober 2020, dan GRATIS tanpa dipungut biaya.

Kali ini, kompetisi Daihatsu Dress Up e-Challenge menggunakan skema eliminasi dan pemenang akan diseleksi menjadi beberapa tahap. Dalam hal penjurian, selain didukung oleh juri professional dari mancanegara, pada tahap seleksi mulai dari babak perempat hingga final, public atau netizen juga dapat turut berkontribusi dalam member vote untuk menilai mana mobil terkeren menurut versi Sahabat yang bias dilakukan di kanal media Instagram @hinofficial.

Daihatsu juga siapkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah dan thropy, yang akan dibagikan kepada para peserta terpilih mulai sejak lolos putaran (stage) awal dan seterusnya dengan nilai hadiah yang terus meningkat hingga babak Final.

Untuk memeriahkan DDeC, Daihatsu juga adakan aktivasi digital pada kanal media instagram@daihatsuindb erupa Favorite Winner#PilihanSahabatDaihatsu. Pada aktivasi ini, tak hanya peserta modifikator saja yang dapat hadiah, tapi voter paling aktif yang memberikan penilaian mana mobil terbaik menurut versinya juga akan mendapat hadiah menarik dari Daihatsu. Program aktivasi untuk voter ini dimulai pada 17 November 2020, tepatnya saat babak perempat final untuk melakukan seleksi terhadap 8 pemenang.

Selain kompetisi modifikasi mobil (real car), Daihatsu juga berikan kesempatan bagi Sahabat yang tidak memiliki mobil melalui kontes Daihatsu Dream Car e-Modification (DDeM). Kontes ini merupakan kontes modifikasi desain stiker mobil dengan menggunakan mobil Daihatsu Ayla dan Sirion sebagai basis desainnya. Sahabat bias langsung mengunjungi website daihatsu.co.id dan kreasikan desain stiker mobil yang Sahabat impikan. Kirimkan karya tersebut, serta dapatkan hadiah menarik senilai jutaan rupiah dari Daihatsu.

“Generasi milenial bias memanfaatkan ajang ini untuk mengekspresikan diri secara positif dan adu keren kreativitas modifikasi mobil Daihatsu melalui kontes Daihatsu Dress Up e-Challenge dan Daihatsu Dream Car E-Modification. Semoga Daihatsu bias semakin dekat dengan Sahabat milenial melalui ajang kreatif,” ujar Rudy Ardiman, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (rel/ram)

Stimulus ke UMKM Terkendala Data

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Pemprov Sumut kesulitan menghimpun data para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), guna menerima stimulus atau bantuan permodalan usahanya dari pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini.

“Memang masih jauh dari target yang kita harapkan. Pemerintah bantu sampai 2,4 juta UMKM seperti di Jawa Barat, kita masih 300 sampai 500 UMKM. Ini karena sulitnya mendata UMKM kita di daerah-daerah,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjawab wartawan, di Rumah Dinas Gubsu Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (21/10).

 Edy mengatakan, pihaknya akan segera membentuk tim untuk mengatasi masalah ini supaya ke depan bantuan permodalan bagi para UMKM di Sumut bisa terserap maksimal.

“Jadi nanti kita bentuk tim percepatan pemulihan ekonomi nasional, nanti lengkap di situ ada Inspektorat, kepolisian, ada kejaksaan, dan perbankan untuk membantu mereka,” katanya.

 Melalui tim percepatan pemulihan ekonomi ini nantinya, ia berharap daya serap untuk permodalan para pelaku UMKM di Sumut mampu lebih tinggi.

“Harusnya dua juta, tiga juta gitu. Rakyat kita kan banyak yang membutuhkan. Tetapi administrasi dan data-data ini mesti kita lengkapi,” katanya.

 Ia menambahkan, dana bantuan atau stimulus pemerintah pusat tersebut untuk pelaku UMKM tidak akan bisa terserap jika data dari pemerintah provinsi tidak lengkap secara administrasi.

“Dan buttom up ya, dari bawah ke atas. Misal harus dari desa/keluruhan, kecamatan, kabupaten sampai ke provinsi,” tuturnya.

 Sampai sejauh ini, diakui Edy, baru sejumlah daerah saja di Sumut yang pelaku UMKM-nya mampu menyerap lebih tinggi stimulus permodalan dari pemerintah pusat di masa Covid-19 ini.

“Yang jelasnya semua rendah ya. Yang besar Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Tebing Tinggi. Ini yang masih lumayan. Itu pun masih jauh dari harapan. Bayangi orang lain sudah dua juta (UMKM), kita masih 376 ribu. Kendalanya data, juga tidak semua UMKM punya izin,” pungkasnya. (prn/ram)

Personel Satpol PP dan Damkar Sibolga Gelar Tes Swab Massal

TEST: Personel satpol PP saat mengikuti test swab.

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO- Mengantisipasi bertambahnya positif Covid-19 di Kota Sibolga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sibolga menggelar test swab masal kepada seluruh personel.

Tidak hanya personel satpol PP Sibolga, personel pemadam Kebakaran Sibolga juga dilakukan swab test, yang dilaksanakan di Gedung serba Guna, Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kota Sibolga, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pasar Belakang, Kecamatan Sibolga Kota, Sibolga, Rabu (21/10).

Kepala Satpol PP Kota Sibolga, Faisal Fahmi Lubis mengatakan, pihaknya melakukan test swab massal kepada seluruh personel Pol PP dan pemadam Kebakaran untuk memutus mata rantai penularan virus Covid-19 di Kota Sibolga.

“Supaya Kota Sibolga bersih dari penyebaran virus Covid-19, maka semua personel kita yang beraktifitas di lapangan di test swab oleh Dinas Kesehatan Kota Sibolga,” ujarnya.

Dijelaskannya, sejauh ini belum ada personel satpol PP yang terdapak Covid -19.

“Kita juga menegaskan, kepada personel selalu memakai masker saat bertugas, jaga jarak dan selalu menjaga kesehatan dan selalu mencuci tangan, pesonel kita juga terus melakukan pencegahan kepada masyarakat yang beraktifitas di luar rumah, baik yang berkumpul-kumpul dan memberikan pemahaman kepada masyarakat kita agar selalu menjaga jarak saat bertemu kerabat,” tuturnya.

Faisal juga berharap kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh kita setiap hari dan selalu mencuci tangan saat berkendaraan agar mengunakan masker, tidak keluar kerumah terlalu sering dan menjauhi kerumunan. (mag-8/ram)

RSUD dr Kumpulan Pane-RSU H Adam Malik Jalin Kerja Sama

KERJA SAMA: Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan menandatangani kerja sama dengan Direktur RS H Adam Malik dr Zainal Safri.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama  antara Rumah Sakit H Adam Malik Medan dengan RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, di Aula Rumah Sakit Umum H Adam Malik Medan, Rabu (21/10).

Adapun bentuk kerja samanya dalam hal pembinaan dan pengetahuan, meliputi pendidikan, penelitian dan pengembangan pelayanan di bidang kedokteran, kedokteran spesialisasi, kedokteran gigi, kepegawaian, kefarmasian serta pelayanan penunjang medis dan non medis.

Dalam kerja sama tersebut, dilakukan pemanfaatan kemampuan, optimalisasi sumber daya dan fasilitas yang di miliki RSU H Adam Malik dalam rangka pelaksanaan peningkatan dan pengembangan pelayanan jantung dan pembuluh darah,  di RSUD dr Kumpalan Pane Tebingtinggi melalui program sistem hospital.

Melakukan kerja sama dalam hal pemeriksaan sampel  RT-PCR (Real Time-polymerase chainReaction), pelayanan dalam hal penyelenggaraan telemedicine meliputi tele konsultasi-tele radioaktif, tele elektrokardiografi dan tele-Ultrasonografi.

Kerja sama tersebut juga dihadiri Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Direktur RSUD dr Kumpulan Pane dr Yohnly Boelian DachBan dan Direktur RSU H Adam Malik, dr Zainal Safri Spanyol, PD-KKV, Sp.JP (K).

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan, kerja sama yang baik ini ke depannya harus selalu intens dan berkelanjutan dengan hasil yang memuaskan. Mengapa? Karena Kota Tebingtinggi mempunyai misi sebagai kota jasa dalam pelayanan kesehatan dan jasa pendidikan.  Di Tebingtinggi, ada lima rumah sakit besar yang melayani kesehatan Kabupaten tetangga seperti Kabupaten Sergai, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara.

“Jadi dengan adanya kerja sama ini, kami ingin meningkatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang ada di Tebingtinggi, bahkan dengan kerja sama ini, kita bisa meningkatkan keilmuan tenaga medis maka kami juga akan tetap meningkatkan pelayan RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Ditambahkan Umar, di Tebingtinggi ada tercatat sebanyak 40 dokter umum dan 26 orang dokter spesialis yang akan dilatih terkait peningkatan keilmuan dan membantu manejemen di sebuah rumah sakit dalam sebuah peningkatan pelayanan, sehingga rumah sakit nantinya bisa berbenah secara mandiri.

Dalam penanganan Covid-19, sambung Umar Zunaidi, RSU Kumpulan Pane sudah memiliki ruangan isolasi dan ruang ICU. Pun begitu, tenaga medis ahli dan peralatan dalam menangani penderita Covid-19 belum lengkap seperti belum adanya ruangan ventilator. “engan adanya kerja sama ini kedepan RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi bisa lebih maju lagi. “Untuk pelayanan penyakit jantung di RSUD dr Kumpulan Pane mendatang, kami butuh pembinaan dari RS H Adam Malik,” pinta Umar.

Sementara itu, Direktur Utama RS H Adam Malik dr Zainal Safri mengatakan, dengan kerja sama ini, ke depannya bersama tim yang ada bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr Kumpulan Pake Kota Tebingtinggi.

“Saya berharap untuk pelayanan medis jantung, kami ingin memberikan tips pelayanan meliputi pelayanan MoU dan pelayanan piciar sistem hospital. Kami akan membimbing mereka (dokter) dalam pelayanan jantung, untuk pendidikan dokter jantung akan kita sediakan,”katanya.

Kemudian, lanjut Zainal, ada pelayanan termasuk dalam pelayanan, pelayanan dalam pendidikan dan pelatihan serta penelitian, MoU tentang pembimbingan tentang pelayan jantung dan Piciar. “Kerja sama ini diharapkan bisa berlangsung dengan baik, saya akan sepenuh hati membimbing RDUD dr Kumpulan Pane ke depannya bisa lebih maju dan lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan. (ian/han)

Umar Zunaidi Ajak Masyarakat Tidak Gunakan Bahasa Prokem

SERAHKAN: Kepala Balai Bahasa Maryanto menyerahkan sertifikat kepada Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Wali Kota Tebingtinggi mengharapkan agar masyarakat tidak menggunakan bahasa Prokem atau bahasa yang diplesetkan, karena tidak dapat dipertanggungjawabkan dan menghilangkan nilai seni dan sastra dari bahasa tersebut.

Harapan itu disampaikan Umar Zunaidi Hasibuan saat menerima kunjungan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara Upt Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr Maryanto di Gedung Balai Kota, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (20/10).

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan bersama Kadis Kominfo Dedi P Siagian, Kabankesbang, Inspektorat Plt Kadis Pendidikan membahas kegiatan Bulan Bahasa Tahun 2020.

Umar Zunaidi menyampaikan terima kasih terhadap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Balai Bahasa Sumut mengadakan pertemuan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda,  menjadikan bahasa Melayu yang berasal dari Barus menjadi inti bahasa persatuan.

“Ingin kami sampaikan, bahwa untuk mempertahankan bahasa Indonesia ini menjadi bahasa persatuan, tentu kemauan semua anak bangsa. Kita bertanggungjawab baik kepada sekolah sekolah maupun masyarakat umum, baik di ruang publik yang nyata maupun di media sosial, marilah kita gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,”katanya.

Dikatakan Umar, penggunaan bahasa yang diplesetkan akan menghilangkan nilai seni dan sastra dari bahasa tersebut, dan mengakibatkan nilai bahasa Indonesia susah dipertanggungjawabkan ke depannya.

“Mari jadikan bagaimana meningkatkan dan menggunakan bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya, meskipun tidak lupa untuk melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan kemampuan bahasa asing dari anak anak kita. Tetapi yang jelas, jangan hilangkan bahasa Indonesia itu dengan cara perbuatan yang melanggar kaidah aturan bahasa itu sendiri,”pinta Umar Zunaidi.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Sumut, Maryanto, mengatakan kunjungannya dalam rangka Bulan Bahasa Tahun 2020 untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang di dalamnya ada ikrar bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

“Pada 27 Oktober nanti, bersama Pemprovsu dan Kabupaten Kota di Sumut, akan menggali, bahwa Sumatera Utara memiliki sejarah dalam pergerakan menjadikan bahasa persatuan, bahasa Indonesia,”paparnya.

“Kita akan mengangkat titik nol melalui Barus sebagai sejarah awal Melayu Lingua Franca yang berkembang di nusantara, yang akhirnya menjadi bahasa persatuan yang dipelopori para pujangga dari Sumatera Utara,”sambungnya.

Maryanto pun menyampaikan terima kasih atas kesediaan Wali Kota Tebingtinggi pada tanggal 27 Oktober 2020  melakukan gelar wicara secara nasional bersama Presiden dengan mengangkat tema, menjalin Indonesia dari Provinsi Sumatera Utara melalui Titik Nol Barus. (ian/han)

Belajar Bercerita secara Berantai lewat WhatsApp

Strategi PJJ di Tengah Pandemi Covid-19

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Aplikasi WhatsApp menjadi pilihan favorit anak didik dan guru-guru SMP Negeri 3 Kisaran, Sumatera Utara, sebagai alat pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sistem daring (dalam jaringan) di tengah masa pandemi Covid-19. Khususnya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

BELAJAR JARAK JAUH: Aplikasi WhatsApp menjadi pilihan anak didik dan guru di SMP Negeri 3 Kisaran Sumut sebagai alat pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.

“Sebenarnya, banyak aplikasi pembelajaran yang bisa dipakai. Mulai aplikasi Zoom, Google Meet, Google Classroom, atau WhatsApp. Tapi saya dan anak-anak didik sepakat memakai WA, karena sudah familiar dan tidak perlu iuran bulanan,” kata Isnaini, guru Bahasa Indonesia di SMPN 3 Kisaran, kemarin.

Sebagai guru Bahasa Indonesia, ia mengaku agak kesulitan mengajarkan materi khususnya aspek keterampilan. Misal berpidato, bercerita, dan sebagainya, yang idealnya membutuhkan teknik pembelajaran tatap muka. “Tetapi setelah mendapat bekal pelatihan dari Tanoto Foundation, semua kesulitan dalam proses pembelajaran dapat diatasi dengan unsur MIKIR (Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi),” kata Isnaini, salahsatu fasilitator daerah komunikasi Asahan Program Pintar Tanoto Foundation, kepada Sumut Pos.

Karena itu, Isnaini mengoptimalkan aplikasi WhatsApp untuk memproduksi kreativitas peserta didik kelas VII-1, dengan melatih mereka menceritakan kembali kisah fantasi secara berantai dengan memasukkan unsur MIKIR.

“Awal pembelajaran, saya menyapa anak-anak lewat voice note. Memandu doa, serta menyampaikan tujuan pembelajaran. Tanya jawab pembelajaran sebelumnya, memotivasi agar tetap semangat, dan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” cetusnya.

Selanjutnya, Isnaini mengirimkan video pembelajaran berisi pemodelan cara menceritakan kembali isi teks cerita fantasi. “Dalam video itu, saya sendiri yang menjadi model teknik bercerita,” tuturnya.

Sebagai contoh model, bu guru peserta pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini, menceritakan kembali isi cerita secara lisan, untuk diamati dan ditiru para anak didik.

“Dengan  melibatkan anak saya di rumah, saya rasa video pembelajaran itu cukup mudah ditiru peserta didik,” jelasnya.

Biasanya setelah menonton video pembelajaran tersebut, Isnaini bertanya dulu apa pendapat anak didik tentang teknik sang guru bercerita. “Mereka sih umumnya menjawab: ‘Yes, Bu. Gaya Ibu bercerita keren.’ Selanjutnya saya tanya, apa aspek yang mereka perhatikan dalam teknik bercerita,” ungkapnya.

Peserta didik diminta membahas pertanyaan guru secara berkelompok. Mereka boleh menggunakan buku paket sebagai sumber belajar. Hasil diskusi dipresentasikan juru bicara kelompok melalui voice note.

“Yang menarik, ternyata anak-anak didik cukup jeli. Mereka menjawab, yang harus diperhatikan adalah kelancaran bercerita, ketepatan isi dengan cerita yang dibaca, intonasi dan kejelasan pelafalan,” kata Isnaini.

Sebagai guru, Isnaini pun memberikan penguatan teknik bercerita, sebagai tambahan atas jawaban anak didik tentang aspek-aspek yang perlu diperhatikan. 

Saat refleksi, semua anak didik menjawab telah paham cara menceritakan kembali isi teks cerita fantasi menggunakan kata-kata sendiri.

“Penutup pembelajaran, saya menyuruh mereka membentuk kelompok dan menceritakan kembali isi cerita fantasi secara berantai. Pemilihan teks cerita fantasi bebas keinginan mereka. Hasilnya, teknik menceritakan kembali secara berantai berjalan lancar. Artinya, tujuan belajar mencapai sasaran,” kata Isnaini.

Karena hasilnya cukup memuaskan, Isnaini menyimpulkan, apapun aplikasi yang dipakai dalam belajar daring, jika proses pembelajarannya dioptimalkan, tujuan pembelajaran dapat tercapai.

“Meski peserta didik kurang maksimal menuangkan kreativitasnya selama masa pandemi ini, namun mereka masih terlihat semangat  mengirimkan tugas bercerita kisah fantasi secara berantai,” tutupnya bersemangat. (mea)

2021, Jalan Alternatif Medan-Berastagi Dibangun

BERSAMA:Bupati Karo Terkelin Brahamana dan Anggota DPR RI, Bob Andika saat menyerahkan bantuan stimulan perumahan swadaya di Kecamatan Barusjahe, baru-baru ini.
 

KARO, SUMUTPOS.CO-Pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi akan direalisasikan pada tahun 2021. Rencananya, pembangunan jalan ini dilaksanakan dengan konstruksi kantilever (cantilever) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran sebesar Rp128 miliar.

Demikian diungkapkan Bupati Karo Terkelin Brahmana setelah mendapat informasi rencana pembangunan jalan Medan-Berastagi dari anggota Komisi V DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu, saat menghadiri penyerahan bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Kementerian PUPR, pekan lalu, di Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo.

 “Pembangunan (jalan) cantilever Medan-Berastagi ini disampaikan Bob Andika Mamana Sitepu, saat ada acara penyerahan BSPS, pekan lalu,” ujar Terkelin Brahmana, Selasa (20/10).

Usulan pembangunan jalan Medan-Berastagi, sebelumnya didorong Pemkab Karo, namun alami kebuntuan. “Berkat usaha anggota Komisi V DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu berkolaborasi bersama Pemkab Karo, akhirnya membuahkan hasil, tahun 2021 akan direalisasikan,” ucap Terkelin.

 Bob Andika Mamana Sitepu menegaskan, tender pengerjaan proyek jalan kantilever Medan-Berastagi akan dilangsungkan tahun ini. “Tahun 2020 ini akan ditenderkan dan dikerjakan bulan Januari 2021. Jadi ini murni saya yang teriak ke Bapak Menteri saat ada agenda rapat di Komisi V DPR RI. Akhirnya, Kementerian PUPR memperhatikan jalan Medan-Beratagi lewat pembangunan (jalan) kantilever bukan jalan tol. Pembangunan kantilever akan menggelontorkan dana Rp128 miliar,” katanya.

 Berdasarkan catatan media, usulan pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi sudah masuk Desk Musrenbang dalam APBN 2020-2024. Kawasan pembangunan jalan kantilever Medan-Berastagi melintasi kawasan Tirtanadi dan Panatapan.

 Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Sumatera Utara, Arman Effendy Pohan menyatakan,  di tahun 2021 akan membangun jalan alternatif Medan-Berastagi, untuk mengatasi  kemacetan di kota wisata Berastagi, Kabupaten Karo. Rencananya, jalan alternatif akan dibangun di jalan provinsi kawasan Simpang Tongkoh hingga Desa Basam. (deo/han)