DIKUKUHKAN: Tim percepatan akses keuangan daerah Kota Binjai dikukuhkan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi secara virtual di Aula Pemko Binjai.
BINJAI, SUMUTPOS.CO- Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Binjai secara virtual, di Aula Pemko Binjai, Selasa (20/10).
Dalam pengukuhan tersebut, hanya dua daerah yang dikukuhkan secara langsung oleh Gubsu. Di antaranya, Kota Medan dan Kabupaten Tapanuli Utara. Sementara 27 kabupaten/kota lainnya dikukuhkan secara virtual.
Edy Rahmayadi menyatakan, tujuan pembentukan TPAKD sebagai salah satu instrumen dalam mengakselerasi perluasan akses keuangan daerah sehingga masyarakat Indonesia dapat memahami manfaat dari produk/layanan jasa keuangan, serta menggunakannya secara lebih efektif dan efisien
Dia menambahkan, kondisi Covid-19 mengakibatkan banyak masyarakat menjadi semakin susah. Bahkan hampir 500 orang sudah meninggal di Sumut.
Implikasi dari ini semua adalah persoalan ekonomi. Sehingga apabila tidak cepat mengatasi permasalahan tersebut akan mengarah kepada keamanan negara dan politik.
“Jadi sama-sama kita bergandengan tangan mengawal kondisi ini, kalau kita benar-benar mencintai bangsa ini,” ujar Edy Rahmayadi.
Kepada TPAKD Kabupayen/Kota se-Sumut yang baru saja dikukuhkan, Edy berharap dapat menguatkan ekonomi daerah sehingga dapat keluar dari kesulitan ini semua.
“Kita harus bekerja keras mengembangkan potensi yang ada di wilayah, guna menstabilkan kondisi ekonomi yang saat ini cendrung menurun. Saya tidak ingin pengukuhan ini hanya formalitas saja tetapi harus ada laporan dan evaluasi kedepanya”, tandasnya. (ted/han)
TERIMA: Wali Kota Binjai, Idaham menerima cenderamata saat sebagai nara sumber seminar nasional yang digelarSTIT Al Washliyah.
BINJAI, SUMUTPOS.CO- Karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori dan metode ilmiah. Pemikiran baru dan riset ini merupakan dua hal yang dapat memberikan kontribusi untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak isu-isu yang bisa diangkat untuk dijadikan sebuah pemikiran baru dan pengembangan ilmu pengetahuan. Karya ilmiah inilah yang nantinya dapat memberikan pengetahuan bagi masyarakat mengenai pemikiran atau gagasan baru.
Demikian disampaikan Wali Kota Binjai H Muhammad Idaham, saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional dengan mengangkat tema, Penulisan Karya Ilmiah dalam Meningkatkan Peran Perguruan Tinggi Islam di Kota Binjai, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Binjai Utara. Selasa (20/10).
“Mahasiswa, guru dan dosen biasanya identik dengan karya tulis ilmiah. Produk keilmuan ini biasanya diperkenalkan di bangku kuliah, dan terus dilatih selama proses pembelajaran,”ujar Idaham.
Menurut Idaham, karya tulis ilmiah tidak hanya dirasakan oleh orang yang bersangkutan, tapi oleh seluruh orang yang berkecimpung dalam hal keilmuan, manfaatnya juga lebih besar dari sekedar menyimpulkan sebuah hipotesis dan menjawab permasalahan.
“Saya berharap agar sarjana STIT Al Washliyah melahirkan berbagai penemuan, yang bisa meningkatkan perguruan tinggi Islam dan bermanfaat bagi masyarakat lainnya,” kata Idaham.
Oleh karena itu, Idaham juga menegaskan sarjana lulusan STIT Al Washliyah harus berakhlak, beriman dan terus mempelajari ilmu komunikasi agar bisa beradaptasi di daerah sendiri maupun di luar daerah. Sebab persaingan ke depannya penuh tantangan, dan harus mampu dirintis dengan mengimplementasikan ilmu dan skill yang ada. (ted/han)
PERKENALKAN: Wabup Langkat, Syah Afandin memperkenalkan kartu peserta asuransi BPJSTK.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kabupaten Langkat terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktifitas pangan, perkebunan maupun peternakan, dan menjadi lumbung pangan di Sumatera Utara.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Langkat, H.Syah Afandin saat menyerahkan kartu tani secara simbolik, di ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (20/10)
Wabup Syah Afandin dalam sambutannya, meminta kepada Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, agar terus meningkatkan koordinasi dan kemampuan sesuai dengan kewenangan, sehingga petani di Langkat, tetap mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah.
Kartu ATM tani yang diberikan ini, kata Wabub, salah satu bentuk perhatian dan pelayanan pemerintah kepada petani. Sebab telah terintegrasi dengan luas lahan, memberikan manfaat secara umum, yakni kebutuhan pupuk tani dapat di pantau secara nyata, sehingga tidak kekurangan.
“Selain itu, kartu ini digagas untuk meminimalisir penyelewengan terhadap penggunaan pupuk bersubsidi kepada yang tidak berhak. Artinya, pemerintah melindungi petani yang memang benar-benar butuh bantuan, untuk meningkatkan produktivitas tanamannya,”ucapnya
Syah Afandin pun mengucapkan terimakasih kepada pimpinan BNI USU Medan, yang terus berkomitmen membantu petani lewat kemudahan layanan perbankan di daerah. Begitu juga dengan pimpinan BPJS Ketenagakerjaan, untuk terus melindungi para petani, serta pelaku UMKM di bawah naungan permodalan nasional madani.
Kepada perwakilan para petani yang hadir, diharapkan menjadi perpanjangan tangan sosialisasi, pentingnya kartu ATM tani. Sebab dengan program pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan kerja sama dengan BNI ini, mulai awal tahun 2021 penyaluran subsidi pupuk akan dilakukan melalui kartu ATM tani. Jadi tanpa kartu ini para petani tidak akan dapat lagi membeli pupuk bersubsidi,
Sementara, Kepala Cabang BNI Stabat, Handoko Afif dalam laporannya menjelaskan, program ini atas kerja sama Bank BNI dengan BPJS Ketenagakerjaan, untuk melindungi petani bila dalam bekerja terjadi kecelakaan, keluarga akan mendapatkan bantuan.
“Karena telah menjadi peserta asuransi, termasuk jika petani tersebut meninggal dunia, maka akan juga mendapatkan santunan ahli waris,”sebutnya.
Dalam kegiatan ini, dilaksanakan penyerahan santunan kepada ahli waris sebanyak 3 orang tenaga honorer di lingkungan Pemkab Langkat.(yas/han)
TERIMA: Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin menerima laporan hasil reses DPRD Langkat pada sidang paripurna dengan agenda penyampaian laporan hasil reses dan agenda ranperda dan pembentukan perda tahun 2021.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili Wabup Syah Afandin menghadiri rapat paripurna DPRD Langkat dengan agenda penyusunan Ranperda dan pembentukan Perda tahun anggaran 2021, Selasa (21/10).
Pada sidang paripurna tersebut, Bupati Langkat mengajukan empat Ranperda untuk dimasukkan dalam program pembentukan Perda tahun 2021. Pertama, Ranperda yang mengatur tentang rencana pembangunan industri daerah. Dasar hukum dari pembentukan peraturan daerah ini, adalah pasal 11 UU No.3 tahun 2014 tentang perindustrian, yang menyatakan kepala daerah menyusun rencana pembangunan industri yang ditetapkan dengan Perda. Kedua, Ranperda yang mengatur tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wampu Kabupaten Langkat.
Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Wampu Kabupaten Langkat yang didirikan pada tahun 1985, sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan era globalisasi dan peraturan perundang – undangan. Jadi berdasarkan pasal 114 ayat (1) PP No.54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah, bahwa BUMD dapat melakukan perubahan bentuk hukum.
Ketiga, Ranperda yang mengatur tentang perubahan atas Perda No.11 tahun 2019, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Langkat tahun 2019–2024. Berdasarkan Permendagri No.86 tahun 2017, bahwa RPJMD dapat dilakukan perubahan apabila terjadi perubahan kebijakan nasional, serta dengan ditetapkannya Permendagri No.90 tahun 2019, tentang klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan dan keuangan daerah, maka perlu dilakukan perubahan RPJMD Langkat.
Keempat, perubahan atas Perda No.1 tahun 2014, tentang penyelenggaraan pendidikan guna menindaklanjuti hasil fasilitasi Gubsu terhadap Ranperda tentang wajib belajar Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).
“Maka perlu melakukan revisi atas Perda No.1 tahun 2014, tentang penyelenggaraan pendidikan guna mengakomodir sebagian materi yang diatur dalam Ranperda wajib belajar MDTA,”ujar Syah Afandin.
Dalam Rapat paripurna penetapan program pembentukan Perda, Wabup Langkat mengharapkan pembentukan Perda tahun 2021 Kabupaten Langkat dapat terlaksana secara tertib, teratur, sistematis, tidak tumpang tindih dan memperhatikan skala prioritas dalam pembentukan Perda tersebut.
“Semoga Ranperda yang ditetapkan, dalam Propemperda tahun 2021 nantinya, dapat kita bahas bersama dengan sebaik–baiknya, sehingga melahirkan Perda yang baik, taat azas, dapat dilaksanakan secara berkeadilan, mempunyai kepastian hukum serta dapat memberikan kemanfaatan kepada semua masyarakat,”pungkasnya.
Sebelumnya, Wabup Langkat juga mengikuti sidang paripurna dengan agenda mendengarkan penyampaian laporan hasil reses anggota DPRD Langkat di dapil masing-masing.
Dihadapan Ketua DPRD Langkat Surialam, Wabup Langkat Syah Afandin menyampaikan, hasil reses yang disampaikan anggota DPRD akan menjadi perhatian eksekutif guna mengembangkan terwujudnya demokrasi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wabup Berharap, kunjungan pimpinan dan anggota DPRD Langkat ke masyarakat, semakin mempererat hubungan silaturahim di dalam upaya membangun dan memenuhi harapan masyarakat, menuju arah yang lebih baik di masa yang akan datang. (yas/han)
LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO- Pjs Bupati Labuhanbatu, Mhd Fitryus menekankan percepatan penanganan Stunting di Labuhanbatu. Instruksi kepada seluruh OPD terkait hal tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi Teknik Nasional Percepatan Penanganan Stanting virtual bersama Staf khusus Wakil Presiden RI, Bambang Widianto, Rabu (21/10) di ruang rapat kantor Bupati Labuhanbatu.
“Stunting akibat kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tidak hanya menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. Namun juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak. Serta resiko terjadinya gangguan metabolik yang berdampak pada resiko terjadinya penyakit degeneratif (diabetes melitus, hiperkolesterol, hipertensi) di usia dewasa,” ucap Fitryus.
Dia menekankan kepada seluruh intansi terkait mulai dari Camat, Lurah, Kades hingga Kadus dan Kepling untuk memonitor seluruh pelosok daerah, mendata dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mencegah stunting di daerah masing-masing.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska Simanjuntak menyampaikan pihaknya juga terus bergerak ke seluruh pelosok-pelosok daerah, baik dalam bentuk sosialisasi hingga membantu pencegahan dan penanggulangan stunting.
“Dengan harapan jumlah kekurangan gizi di Labuhanbatu menurun. Karena ini demi masa depan bangsa,” tutupnya. (fdh/ram)
BERSAMA: Direktur Utama PT Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo (kiri); Direktur Utama PT Bank BRIsyariah Tbk, Ngatari (kedua kiri); dan Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri, Toni EB Subari (kanan); disaksikan oleh Ketua Project Management Office sekaligus Wakil Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi (kedua kanan) foto bersama, usai penandatangan Rancangan Penggabungan Bank Syariah.
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Rancangan penggabungan atau merger tiga Bank Syariah milik Kementerian BUMN, yakni PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah (BNIS). Dari keseluruhan mengumpulkan total aset Rp 214,6 triliun. Jumlah itu, melampaui modal inti lebih sebesar Rp 20,4 triliun.
“Integrasi ini lebih dari sekadar corporate action. Mengawal dan membesarkan bank syariah terbesar di negeri ini sesungguhnya adalah amanah yang besar,” sebut Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Hery Gunardi dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10).
Di mana komposis pemegang saham berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing Bank Peserta Penggabungan. Komposisi pemegang saham pada bank hasil penggabungan yakni, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 51,2 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI – Saham Syariah 2 persen dan publik 4,4 persen.
Hery menjelaskan seluruh proses dan tahapan-tahapan setelah Ringkasan Rencana Merger tersebut akan terus dikawal hingga tuntasnya integrasi ketiga bank peserta penggabungan.
“Saya, mewakili PMO, diamanahkan oleh Pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk terus mengawal tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” jelas Hery.
Direktur Utama BRIsyariah, Ngatari menambahkan bahwa masih ada sejumlah tahapan sampai tuntasnya penggabungan ini.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah merampungkan dan menyampaikan Rencana Merger yang menjadi milestone penting dari serangkaian proses dalam merger ini. Masih ada serangkaian proses dan milestone yang harus dilalui dan kami pastikan semuanya dilakukan dengan saksama, sesuai dengan regulasi, dan mengedepankan karyawan, nasabah, mitra usaha, dan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat,” ujar Ngatari.
Direktur Utama Bank BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo, menambahkan strategi dan rencana bisnis dari Bank Hasil Penggabungan sebagaimana tercantum dalam Rencana Merger sejalan dengan upaya Pemerintah dalam mewujudkan ekosistem halal dan mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia.
“Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi Syariah yang luar biasa besar dan belum kita optimalisasi sepenuhnya. Oleh karena itu, diharapkan Bank Hasil Penggabungan akan memiliki modal, aset, sumber daya manusia, sistem teknologi, dan produk-produk yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan nasabah sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini diharapkan akan dapat meningkatkan penetrasi aset syariah sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan syariah global,” ucap Firman.
Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Toni E.B. Subari, menjelaskan merger ini menggabungkan kekuatan dari tiga bank Syariah milik BUMN sehingga Bank Hasil Penggabungan akan menghadirkan layanan dan solusi keuangan Syariah yang lengkap, modern dan inovatif dalam satu atap untuk berbagai segmen nasabah dengan berbagai kebutuhan.
Ditunjang oleh lebih dari 1.200 cabang dan 1.700 jaringan ATM, serta didukung oleh 20.000 orang karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, Bank Hasil Penggabungan akan mampu memberikan layanan finansial berbasis syariah, layanan sosial bahkan spiritual bagi lebih banyak nasabah.
“Dengan core competence masing-masing, akan saling melengkapi, saling menguatkan. Jadi Bank Hasil Penggabungan nantinya akan memiliki layanan berbasis syariah yang komprehensif dalam satu atap bagi semua segmen nasabah, mulai dari UMKM, ritel, komesial, wholesale Syariah, sampai korporasi, baik untuk nasabah nasional maupun investor global,” jelas Toni.
Di segmen ritel, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki ragam solusi keuangan dalam ekosistem Islami seperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, ZISWAF, pendidikan, kesehatan, remitansi internasional, dan layanan dan solusi keuangan lainnya yang berlandaskan prinsip Syariah yang didukung oleh kualitas digital banking dan layanan kelas dunia.
Di segmen korporasi dan wholesale, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam sektor-sektor industri yang belum terpenetrasi maksimal oleh perbankan Syariah. Selain itu, Bank Hasil Penggabungan juga diyakini akan dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar dan sejalan dengan rencana Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Di samping itu, Bank Hasil Penggabungan akan menyasar investor global lewat produk-produk Syariah yang kompetitif dan inovatif.
Di segmen UKM dan Mikro, Bank Hasil Penggabungan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM baik secara langsung maupun melalui sinergi dengan bank-bank Himbara dan Pemerintah Indonesia.
Tanggal efektif penggabungan sebagaimana tercantum dalam Ringkasan Rencana Merger adalah 1 Februari 2021. Untuk itu, tidak ada perubahan operasional dan layanan selama proses ini berlangsung.
Bagi para nasabah, ketiga bank menjamin sepenuhnya operasional tetap berjalan normal dengan kualitas layanan yang tetap optimal dan prima. Menjadi komitmen ketiga bank Syariah untuk melaksanakan merger ini dengan sebaik-baiknya demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.(gus/ram)
Darma Wijaya, Calon Bupati Serdang Bedagai nomor urut 1, menyerap aspirasi masyarakat Desa Huta Galuh Kecamatan Kotari, Kabupaten Serdang Bedagai.
SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Calon Bupati Serdang Bedagai nomor urut 1, Haji Darma Wijaya mendambakan kesejahteraan masyarakat meningjat khususnya di Kecamatan Kotari. Dirinyapun bertekad akan menarik investor masuk ke Kotarih dan membangun pabrik di daerah dataran tinggi ini.
Wiwik mengatakan, Kecamatan Kotari sebenarnya memiliki banyak potensi. Namun selama ini, perhatian pemerintah kurang sehingga potensi yang ada tidak terlihat. “Potensinya sangat besar, mulai dari sawit, karet, hingga wisatanya,”Ungkapnya saat bersilaturrahmi dengan masyarakat Desa Siujan Ujan, Rabu (21/10/2020).
Apalagi kebun kelapa sawit dan karet didaerah ini sangat luas sehingga pembangunan pabrik sangat dibutuhkan. “Saat ada pabrik di kawasan ini, yakinlah angka pengangguran akan menurun dan kesejahteraan masyarakat pun meningkat,” katanya.
Selain itu, sektor pariwisata di kawasan ini juga sangat potensial karena memiliki aliran sungai yang baik. “Kita harap Kotari bisa membangun wisata yang baik sehingga menarik wisatawan berkunjung ke daerah ini. Tentunya PAD dari sektor pariwisata akan meningkat dan pembangunan akses jalan menuju wisata menjadi prioritas,”Jelasnya.
Tidak hanya infrastruktur jalan, pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai nomor urut 1, Haji Darma Wijaya dan Haji Adlin Umar Yusri Tambunan, juga akan memprioritaskan pembangunan jembatan, irigasi, peningkatan kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kesehatan.
“Sergai harus mandiri, artinya tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Saat rakyat mandiri, pembangunan apapun di kawasan ini akan lebih mudah,” jelasnya.
Sebelumnya, Markus Sijabat, warga Banjaran Gudang meminta kepada Bang Wiwik agar jalan protokol menuju desa Banjaran Gudang diperhatikan dan diperbaiki. “Kami minta ke bapak, jalan protokol diperbaiki. Karena selama ini jika cuaca panas masyarakat makan abu, dan kalau ujan jalanan becek,” ungkapnya. (rel)
Anggota DPR RI, Gus Irawan, mendukung Paslon nomor urut 1, Darma Wijaya – Adlin Tambunan, Rabu (21/10/2020).
SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Anggota DPR RI, Gus Irawan, melakukan kunjungan ke Serdang Bedagai, Rabu (21/10/2020). Salahsatu tempat yang dikunjungi oleh mantan Dirut Bank Sumut ini ialah rumah pemenangan Paslon nomor urut 1, Darma Wijaya – Adlin Tambunan (Dambaan).
Dalam kunjungan ini, Gus Irawan mengatakan, sudah memberikan perintah kepada tujuh anggota Dewan dari partai Gerindra yang duduk di kursi dewan untuk mendukung penuh pasangan Wiwik dan Adlin. Ia menjelaskan Gerindra meraih suara terbanyak di Sergai mendukung Dambaan.
“Gerindra ialah peraih suara tertinggi di Pemilu legislatif yang lalu. Saya sudah perintahkan para anggota dewan kami yang tujuh kursi itu, untuk meraih suaranya di Pilkada ini,” ujar Gus Irawan.
Gus menambahkan, Gerindra meminta anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serdang Bedagai untuk kembali lagi mengajak teman-teman lainnya yang belum sempat terpilih di kursi dewan untuk menyatukan suara mendukung Dambaan.
“Ya seberapun itu, toh mereka punya suara juga. Itu juga mau kita optimalisasi, di samping infrastruktur kami yang ada baik kecamatan, anak cabang, maupun ranting di tingkat desa, kelurahan,” ujar Gus Irawan.
Mantan Dirut Bank Sumut ini mengatakan, mendukung Dambaan karena sudah kenal lama sejak zaman UMKM. Kala itu Darma Wijaya yang adalah seorang pengusaha ternak lembu yang mendapatkan bantuan pinjaman untuk usaha UMKM.
Kemudian sejak saat itu keakraban keduanya terjalin semakin erat sehingga menjadi kerabat dekat. Bahkan sampai sekarang tetap menjalin pertemanan baik dan memantapkan hati untuk mendukung Darma Wijaya atau yang lebih dikenal dengan Wiwik. (rel)
“Di Indonesia, ada jutaan perempuan yang perlu pekerjaan dan ingin berkontribusi secara finansial bagi keluarga mereka. Kalau saja saya bisa menyediakan solusi yang mudah dan terjangkau bagi mereka, saya bisa mengubah masa depan mereka.”
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Membantu bisnis kecil, terutama milik sesama pengusaha wanita, adalah motivasi bagi Sonja Johar, salah satu pendiri Halosis. Situs Halosis menyediakan layanan chatbot untuk membantu penjual di media sosial menjual produk mereka dengan lebih efisien.
Sonja adalah salah satu dari banyak pendiri usaha perempuan di Asia-Pasifik yang mengejar ide-ide besar. Di mana-mana, para pendiri usaha merasakan keadaan yang sulit karena dampak dari Covid-19. Namun keadaannya bahkan lebih sulit bagi perempuan–yang umumnya lebih berperan dalam mengurus keluarga.
Sebagai seorang perempuan yang juga bekerja (dan sedang mengandung!), Sonja lebih termotivasi lagi untuk membantu para pengusaha perempuan karena ia tahu betapa sulitnya menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.
“Hal seperti itu sering kami temui saat memberikan dukungan bagi pendiri usaha perempuan, seperti dalam program Campus for Moms kami. Dampak positifnya bagi ekonomi lokal menjadi berlipat ganda–sesuatu yang bahkan lebih penting mengingat tantangan di masa ini. Di tahun 2019, ada lebih dari 20 unicorn yang didirikan oleh perempuan. Meskipun demikian, perempuan masih sangat kurang terwakili di dalam ekosistem startup. Misalnya, di Korea, jumlah pendiri startup perempuan hanya 9%,” kata Image Dynamics mewakili Google Indonesia, dalam rilisnya.
Itulah sebabnya, Google meluncurkan Immersion: Women Founders — sebuah program bimbingan pengembangan keterampilan selama delapan minggu, bagi startup-startup berpotensi tinggi yang diseleksi dari komunitas startup Asia-Pasifik. Startup yang terpilih akan bermitra dengan mentor Google yang berpengalaman, untuk membantu mereka mengatasi tantangan dalam mengembangkan bisnis; baik memperluas basis pelanggan, menumbuhkan pendapatan, atau membuat persiapan untuk penggalangan dana.
Selain Sonja, dari Indonesia juga ada Afia Fitriati, pendiri Gadjian, bisnis yang bertujuan untuk mengubah manajemen sumber daya manusia untuk UKM Indonesia dengan menyediakan platform untuk mengotomatisasi pekerjaan HR dan admin yang manual dan berulang-ulang.
Dari negara-negara lain, dalam kelompok ini juga ada: Hanna Kim, Grip (Korea): Sebuah platform e-commerce live-streaming di Korea yang mengubah cara orang menjual dan membeli produk. Kemudian Jungeun Lee, Mabo (Korea): Sebuah pionir aplikasi meditasi mindfulness di Korea yang menciptakan ruang aplikasi seluler aman di mana penggunanya tak hanya dapat melakukan meditasi mindfulness sendiri, melainkan juga bisa bergabung dalam komunitas
Khushboo Aggarwal, Zyla (India): Sebuah platform pengelolaan perawatan penyakit kronis digital yang memberikan perawatan real-time dan dipersonalisasi demi menyelamatkan nyawa pasien penyakit kronis.
Kyoko Otawa, Latona (Japan): Menawarkan edge computing untuk kebutuhan manufaktur dan ritel tanpa pramuniaga (unmanned retail) untuk otomatisasi dan penghematan biaya.
Machi Takahashi, Stroly (Japan): Stroly adalah sebuah platform online untuk peta berilustrasi sehingga orang bisa menikmati suasana di berbagai tempat melalui ilustrasi lokal.
“Google for Startups bangga bisa mendukung para pendiri usaha perempuan lewat kemitraan dengan orang-orang, produk, dan program terbaik di Google. Kami mengambil pelajaran dari jaringan Google for Startups global kami yang mendukung para pendiri usaha perempuan di Kanada dan AS, serta di Eropa untuk menyusun program pertama kami di Asia yang disesuaikan bagi para pendiri usaha perempuan inovatif di Asia,” kata Google. (rel)
Dian Octavia, Senior Manager Corporate & Community Affairs PT Aqua Farm Nusantara (PTAN), saat sosialisasi pencegahan Covid-19 yang digelar PTAN dan Dinas Kesehatan Sergai, di sekitar fasilitas pabrik pengolahan Lubuk Naga, Senin (12/10)..
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sekitar lima puluh warga Desa Naga Kisar, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Sergai menghadiri sosialisasi pencegahan Covid-19 yang digelar PT Aqua Farm Nusantara (PTAN) dan Dinas Kesehatan setempat, di sekitar fasilitas pabrik pengolahan Lubuk Naga, Senin (12/10).
Sosialisasi ini merupakan bagian dari Program KAMI PEDULI Masyarakat bidang kesehatan dan mata kegiatan Kesadaran akan Keselamatan Covid-19 yang kami laksanakan bersama Puskesmas Pantai Cermin. Materi edukasi mengenai Covid-19, bagaimana penularan dan bagaimana pencegahannya disampaikan oleh narasumber, Linda, SKM, penyuluh pada Gugus Tugas Covid-19 Puskesmas Pantai Cermin.
“Kami juga menekankan pentingnya mengenakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. Kami juga membagikan masker dan materi edukasi kepada para peserta,” kata Dian Octavia, Senior Manager Corporate & Community Affairs.
Dian mengatakan, sampai Oktober PTAN telah melaksanakan sosialisasi di 4 desa di Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Perbaungan dan Kecamatan Teluk Mengkudu. “Umpan balik masyarakat dan petugas kesehatan setempat sangat positif. ini merupakan program kolaborasi kami dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sergai. Kami mengucapkan terima kasih, khususnya Dinas Kesehatan dan jajarannya atas dukungan yang terus-menerus,” ujar Dian.
Acara sosialisasi Keselamatan Covid-19 selanjutnya akan dilakukan di desa-desa sekitar kantor PT AN di Ajibata, Kabupaten Toba.
Sebelumnya, sebagai bagian program KAMI PEDULI Masyarakat untuk Covid-19, PTAN telah membagikan masker wajah, sabun cuci tangan, bahan disinfektan, tempat cuci tangan portable dan peralatan kesehatan bagi masyarakat dan puskesmas untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus korona.
“Kami akan terus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas melalui program KAMI PEDULI Masyarakat untuk Covid-19 untuk turut mendukung pencegahan penyebaran virus korona di masyarakat. Kami selalu menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan dan masyarakat sebagai prioritas utama kami,” kata Dian.(rel/han)