PWBS saat mendeklarasikan dukungan kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Karo, Iwan Sembiring Depari dan Budianto Surbakti.(ist)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di Pilkada Karo, kaum muda Berastagi di perantauan yang tergabung dalam Generasi Muda Persadan Warga Berastagi dan Sekitarnya (PWBS) menyatakan dukungannya kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Karo, Iwan Sembiring Depari dan Budianto Surbakti (IDE BUKTI).
PWBS saat mendeklarasikan dukungan kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Karo, Iwan Sembiring Depari dan Budianto Surbakti.(ist)
Generasi Muda PWBS merasa perlu terjun di Pilkada Karo 2020 dengan memberikan dukungan kepada pasangan IDE BUKTI karena keprihatinan melihat kondisi Bumi Turang. Sudah berkali-kali ganti kepemimpinan akan tetapi kondisi Tanah Karo tak kunjung membaik.
Kemudian, Carut marut ini bisa dilihat dari sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi andalan Tanah Karo, serta di sisi lain marak penyakit sosial seperti perjudian dan peredaran narkoba.
Juru Bicara Generasi Muda PWBS, Roy Joretta Barus mengatakan Generasi Muda PWBS bersepakat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Iwan Sembiring Depari dan Budianto Surbakti di Pilkada Karo tahun 2020. Menurutnya, dukungan Generasi Muda PWBS ini bukan tanpa alasan.
“Kami Generasi Muda PWBS sebagai wujud kecintaan dan kerinduan untuk Tanah Karo berubah ke arah yang lebih baik lagi dengan ini mendeklarasikan dukungan kami kepada Iwan Sembiring Depari dan Budianto Surbakti sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Tanah Karo. Generasi Muda PWBS bersama IDE BUKTI,” tutur Roy Barus dalam keterangan resminya kepada wartawan, Selasa (20/10).
Roy Barus menjelaskan alasan mendukung IDE BUKTI karena diyakini lebih mampu mewakili anak muda. Tanah Karo butuh sosok muda yang cerdas, enerjik, dan dinamis untuk menjawab tantangan ke depan.
”IDE BUKTI masih muda dan representasi suara anak muda. Kami juga melihat IDE BUKTI memiliki track record yang bersih,” kata pria yang berprofesi sebagai pengacara di Jakarta ini. Pria yang merupakan Ketua III PWBS ini juga menilai dari lima paslon yang bertarung di Pilkada Karo, IDE BUKTI merupakan sosok yang paling cerdas dengan visi misi yang jelas. Generasi Muda PWBS melihat pasangan IDE BUKTI mempunyai semangat #KaroBerubah dan #KaroKeren.
Roy Barus menambahkan untuk memenangkan IDE BUKTI di Pilkada Karo 2020, mereka akan pulang kampung untuk menggunakan hak suaranya pada 9 Desember 2020. Karena, masih sebagai penduduk dan domisili KTP Kabupaten Karo.
”Masa depan suatu daerah sangat berpengaruh pada sosok pemimpinnnya, harapan perubahan Karo ke arah yang lebih baik lagi kami yakini ada di pasangan IDE BUKTI,” kata Roy Barus.
Deklarasi dukungan terhadap pasangan IDE BUKTI ini digelar di Bella Casa Depok, baru-baru ini, yang dihadiri puluhan anak muda dari berbagai latar belakang, mulai dari pengacara, pengusaha, jurnalis, ahli otomasi, akuntan, auditor, ahli telekomunikasi, international marketing dan berbagai bidang lainnya.(gus)
DIABADIKAN: Relasi Basis Disabilitas diabadikan bersama masyarakat, usai sosialisasi door to door.
SUMUTPOS.CO – Semangat elit politik yang memegang kendali Pemerintah Indonesia, tak surut menggelar Pilkada Serentak 2020. Mereka bersama DPR menyatakan sepakat, tetap menggelar pesta demokrasi ini di tengah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) menetapkan virus corona sebagai wabah yang mengancam masyarakat dunia.
DIABADIKAN: Relasi Basis Disabilitas diabadikan bersama masyarakat, usai sosialisasi door to door.
Sebanyak 270 daerah di Indonesia menggelar Pilkada tahun ini. Satu di antaranya Kota Binjai di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Awalnya, perjalanan tahapan Pilkada berjalan sebagaimana mestinya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengawalinya dengan pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan hari pemungutan suara ditetapkan pada Rabu, 23 September 2020.
Belum jauh perjalanan, tahapan berhenti pada Maret. Ringkasnya, anggota KPU di tingkat kecamatan bekerja sebulan saja, dan dinonaktifkan sementara.
KPU pun kemudian diajak diskusi oleh Komisi II DPR RI. Diputuskan bersama, Pilkada tetap digelar. Dikeluarkan Surat Keputusan KPU Binjai Nomor 258/PL.02-Kpt/01/KPU/VI/2020, tentang Penetapan Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Tahun 2020, pada Senin, 15 Juni. Dan Rabu, 23 Desember ditetapkan sebagai hari pemungutan suara.
Pascakeputusan KPU diterbitkan, anggota PPK kembali diaktifkan dan melakukan serangkaian pembentukan lainnya. Mulai dari Panitia Pemungutan Suara (PPS), verifikasi syarat dukungan pasangan calon jalur perseorangan dan partai politik, hingga membentuk petugas pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih.
Paling penting dari yang terpenting, pembentukan relawan demokrasi (Relasi) pada awal September lalu. Setelah dibentuk, Relasi KPU Binjai mendapat bimbingan teknis untuk menyosialisasikan informasi tentang Pilkada kepada masyarakat.
Pada Pemilihan Umum 2019, peran Relasi menunjukkan hasil memuaskan. Hasil partisipasi masyarakat (parmas) mencapai 77,5 persen. Ini tak terlepas peran dari 55 anggota Relasi yang terus bersosialisasi sesuai dengan 11 basis yang ditentukan. Mulai dari pemilih pemula, muda, komunitas, keluarga, warganet, kaum marginal, disabilitas, sampai kepada berkebutuhan khusus. Namun kini jumlahnya berkurang, hanya bersisa 30 orang, yang menyasar 10 basis.
Relasi KPU Binjai tidak hanya mengajak pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), tapi juga mengimbau agar wajib memakai masker. Secara tak langsung, Relasi KPU Binjai juga menjadi duta kesehatan.
Dari Relasi Basis Disabilitas, Haris Affandi mengaku, basis yang diamanahkan kepadanya merupakan pilihannya saat mendaftar. Alasannya memilih basis ini, supaya seluruh masyarakat Kota Binjai yang dikelilingi 5 kecamatan dan 37 kelurahan tersebut, mendapat hak pilih. Menurutnya, Relasi juga merupakan ujung tombak KPU, dalam memberikan informasi seluasnya ke masyarakat.
“Kami melihat kelompok disabilitas seperti tak terlayani. Makanya sejak awal mendaftar, basis disabilitas adalah pilihan saya. Agar seluruh masyarakat terlindungi hak pilihnya, dan mewujudkan KPU Binjai yang melayani,” ungkap Haris, didampingi Arbi Bayu (21), saat berbincang dengan Sumut Pos, Selasa (13/10) lalu.
Diketahui, rupanya ayah 2 anak ini, pernah jadi bagian penyelenggara, sebagai PPS Kelurahan Damai pada Pilkada 2015 lalu. Artinya, menjadi Relasi yang bagian dari penyelenggara, bukan kali pertama dilakoninya.
Bagi Haris, ini menjadi tantangan tersendiri. Dia menilai, kelompok disabilitas di Kota Binjai seperti minder atau tidak percaya diri dengan keadaan mereka. Buntutnya, masih ada yang tidak mau datang ke TPS.
“Awalnya saya mengira, mereka memang tidak mau ke TPS. Namun setelah ditelusuri, ternyata ada rasa minder. Dan sayangnya tak ada yang mengakomodir atau mengajak. Makanya ini jadi alasan agar tujuan KPU ‘melayani’, benar ada,” jelasnya.
Menurutnya, yang mengakomodir kepentingan disabilitas ini adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Seandainya dari mereka yang ‘kekurangan’ ini tidak mau datang, KPPS dapat menjemput atau membawakan surat suara agar hak pilih seluruh masyarakat Kota Binjai terlayani dan terlindungi.
Jadi, adakah kendala saat kali pertama melancarkan sosialisasi? Haris mengaku, bingung mencari kelompok disabilitas. Seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi mudah.
“Melalui door to door kami menyosialisasikannya, untuk mencari sasaran sesuai dengan kebutuhan basis kami,” bebernya.
Kerja kerasnya patut diacungi jempol. Bagi mereka, seluruh elemen masyarakat harus terlindungi hak pilihnya demi mendongkrak parmas. Sebab, Pilkada dinyatakan sukses ketika parmas yang ditetapkan tercapai.
“Awalnya, banyak mengira kami melakukan pendataan untuk pembagian sembako. Jadi, mereka menolak. Namun setelah dijelaskan, akhirnya mereka mau menerima sosialisasi dari kami,” ujar Haris.
Anak Muda Jangan Golput
Harapan dari Relasi adalah tercapainya target parmas pada Pilkada di tengah pandemi ini. Demi mewujudkannya, Relasi Basis Pemilih Muda, mengajak dan menyerukan kaum milenial dan seluruh warga Kota Binjai untuk tidak golput.
“Anak muda memiliki peran penting. Sebab, kelak kita yang masih muda ini bakal menjadi pemimpin. Untuk itu, anak-anak muda jangan golput,” seru Yeni Ira Kesuma, didampingi Rifandi Indrayudha.
Pandangan senada juga dilontarkan Dara Utama Kota Binjai 2017, Cut Dara, dalam seminar daring bertema ‘Anak Muda Cakap Pilkada: Mau Tahu dan Peduli’ yang digelar KPU Binjai, Minggu, 30 Agustus lalu. Dia mengajak, anak muda atau pemilih pemula, wajib ikut Pilkada.
“Kita sebagai pemilih pemula harus memiliki rasa ingin tahu dan ikut mencoba berpartisipasi dalam Pemilu,” tegas Cut.
Kepada anak-anak muda, Cut mengajak untuk mencari informasi tentang 3 pasangan calon yang bertarung untuk jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Binjai itu. Dengan menemukan informasi valid, dan paling utama adalah mengenali rekam jejak para calon.
“Hak suara kita sangat penting dalam Pilkada, dan jadi penentu dalam 5 tahun ke depan. Kenali rekam jejak calon. Penting juga untuk pemilih pemula untuk mengenali visi, misi, dan program para calon,” jelasnya.
Pilkada 2020 merupakan tantangan bagi KPU untuk tidak menjadi penyebab klaster baru penyebaran covid-19. Sejumlah langkah strategis sudah dilakukan. Meski demikian, KPU Binjai optimis target parmas yang diharap KPU RI sebesar 77,5 persen, bisa tercapai.
“Pileg dan Pilpres 2019 kemarin capaian tingkat parmas Binjai mencapai 81 persen,” pungkas Ketua Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Binjai, Robby Effendi.
Kepada 179.560 pemilih yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap KPU Binjai, pun diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 saat ke TPS. ‘Aku nyoblos, pakai masker’. (*)
Tulisan ini, untuk diperlombakan dalam Lomba Karya Tulis Pilkada Kota Binjai, yang diselenggarakan KPU Kota Binjai.
LAUNCHING: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu saat launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas.
DAIRI, SUMUTPOS.CO- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pendidikan launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas. Untuk tahap pertama, Kelas Pintar diterapkan di 38 Sekolah. Launching dilakukan Bupati Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Jon Waslin Purba di SD Negeri Nomor 030284 Sidikalang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe, Selasa (20/10) menerangkan, saat launching Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, Kelas Pintar menawarkan solusi belajar digital yang dapat diakses para siswa, guru dan orang tua.
“Program ini merupakan proses belajar mengajar menggunakan sistem terintegrasi guna memantau dan mendukung perkembangan belajar siswa. Ini juga salah satu perwujudan Dairi Cerdas,” ucapnya.
Bupati menegaskan, untuk mewujudkan Dairi unggul butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul juga. Dimana SDM yang unggul akan terwujud apabila anak-anak cerdas, memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga bisa meneruskan pendidikan lebih lanjut dan supaya dapat bersaing dengan anak-anak di seluruh Indonesia bahkan manca negara.
Rahmatsyah mengatakan saat kegiatan, bupati melakukan interaksi dengan sejumlah pelajar dan mendapat respon positif penerapan Kelas Pintar dimaksud, ujar Rahmatsyah.
Dalam kesempatan itu, Kadis Pendidikan, Jon Waslin Purba menjelaskan, penerapan Kelas Pintar merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai penjabaran dari visi, misi, dan program Bupati / Wakil Bupati Dairi menuju Dairi Unggul melalui program Dairi Cerdas.
“Program ini untuk mempersiapkan anak didik meraih pendidikan di SMA unggulan di Sumatera Utara maupun nasional termasuk sekolah Taruna. Waslin memaparkan, Kelas Pintar diterapkan di 38 sekolah di 15 Kecamatan, kecuali SMP Katolik Sidikalang, karena mereka melakukan secara sendiri dan terpisah,” ungkapnya.
Kendala penerapan Kelas Pintar lanjut Waslin adalah masalah jaringan internet khususnya di daerah yang belum ada jaringan internet seperti di Desa Alur Subur, Sinar Pagi dan Pasir Tengah Kecamatan Tanah Pinem.
“Kita harapkan, bantuan pihak provider seluler agar program ini berjalan lancar. Kelas Pintar akan di evaluasi bulan April 2021 mendatang, dengan melihat angka peningkatan anak didik lulus di Sekolah unggulan. Program ini akan di maksimalkan tahun 2021,” ungkapnya. (rud/ram)
PENYERAHAN: Kepala Cabang Kantor Pertanahan Kota Tebingtinggi, Saut Tampubolon, serahkan peta ZNT kepada Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, Selasa (20/10).SOPIAN/ SUMUT POS.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zuanidi Hasibuan, menerima peta zona nilai tanah (ZNT) dari Kepala Kantor Pertanahan Kota Tebingtinggi, Saut Tampubolon di Gedung Balai Kota Tebingtinggi, Selasa (20/10).
PENYERAHAN: Kepala Cabang Kantor Pertanahan Kota Tebingtinggi, Saut Tampubolon, serahkan peta ZNT kepada Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, Selasa (20/10).SOPIAN/ SUMUT POS.
KEGIATAN ini, ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima softcopy dan hardcopy peta ZNT. Adapun penyerahan peta ZNT ini, merupakan tindak lanjut kerja sama antara BPN dengan Pemko Tebingtinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zuanidi Hasibuan sangat terima kasih kepada BPN Kota Tebingtinggi, yang telah menyerahkan peta ZNT kepada Pemko Tebingtinggi. Menurutnya, dengan adanya peta ZNT tersebut, perlu disikapi dengan hati-hati dan disosialisasikan kepada DPRD Tebingtinggi, agar nantinya tidak ada penolakan dari masyarakat, atas ditetapkannya peta ZNT sebagai data pendukung untuk penetapan Nilai Jual Objek Pajak-Pajak Bumi dan Bangunan (NJOP PBB).
“Pada masa pandemi ini, tidak ada kenaikan upah minuman daerah, bahkan cenderung stagnan. Perekonomian pengusaha cenderung menurun, karena tidak ada ekspor yang meningkat. Bukan itu saja, bahkan untuk sewa rusunawa dan penyewaan kios digratiskan 3 bulan, karena pendapatan masyarakat menurun. Maka terkait kenaikan ZNT ini, butuh koordinasi, sosialisasi, dan konsolidasi dengan DPRD,” tutur Umar.
Lebih lanjut Umar mengatakan, tentang penyertifikatan tanah aset milik Pemko Kota Tebingtinggi, jika ada yang terbentur dengan hukum, maka pihaknya akan menggandeng semua pihak. Dengan begitu, aset Pemko Tebingtinggi yang tercatat di BPN, nantinya bisa lebih kuat dan akurat.
Menurut Umar, aset tanah tercatat dan milik Pemko Tebingtinggi, baru bersertifikat 48 persen, dan dia berharap pada akhir 2020, seluruh aset tersebut sudah bersertifikat.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tebingtinggi, Saut Tampubolon menjelaskan, ke depan aset Pemko akan banyak yang disertifikasi. “Kami akan terus berkolaborasi dengan teman-teman, agar Tebingtinggi lebih tertib dengan administrasi pertanahannya. Sedangkan peta ZNT yang ada di BPN Kota Tebingtinggi, anggarannya kecil, hanya ada 200 titik,” jelasnya.
“Tindak lanjut tentang peta ZNT, bagaimana ke depannya dan tingkat kenaikannya, kami akan berkoordinasi dengan Pemko Tebingtinggi. Kami berharap, tidak ada penghalang. Dan pada 2021, Pemko Tebingtinggi punya anggaran dalam melaksanakan sosialisasi tersebut,” harap Saut.
Tampak hadir Kepala BPKAD Jefri Sembiring, Asisten Pemerintahan Bambang Sudaryono, Inspekur H Kamlan Mursyid, Kepala Dinas Komimfo Dedi P Siagian, dan camat se-Kota Tebingtinggi. (ian/saz)
SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencara ( BNPB), Doni Monardo, mengatakan, yang paling penting dalam mitigasi atau pencegahan bencana akibat fenomena La Nina adalah mitigasi non struktural.
BANJIR ROB: Banjir Rob di kawasan Belawan, belum lama ini. Menyikapi fenomena El Nina saat ini, BNBP meminta masyarakat siap-siaga.istimewa/sumut pos.
“Yang paling penting dari mitigasi, mitigasi non struktural artinya yang berupaya berfungsi kepada masalah kultural, masalah perilaku. Yakni dengan mengubah perilaku dalam menjaga lingkungan. Jika masyarakat sudah mempersiapkan diri dengan kemungkinan adanya bencana, maka akan bisa mengurangi jumlah korban jiwan
Mengantisipasi dengan kesiapsiagaan, bisa mengurangi risiko adanya korban jiwa,” ujar Doni dalam konferensi pers usai melakukan kunjungan kerja ke hulu Sungai Ciliwung, Selasa (20/10)..
Sebelumnya, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG, Indra Gustari, menjelaskan bahwa saat ini La Nina sudah terjadi. La Nina merupakan anomali sistem iklim global yang terjadi dengan periode ulang berkisar antara 2-7 tahun di Samudra Pasifik dan atmosfer, langit di atasnya berubah dari keadaan netral (normal) serta minimal berlangsung selama dua bulan.
Pada fenomena La Nina, yang terjadi adalah pendinginan yang tidak biasa, yaitu anomali suhunya melebihi -0.5 derajat celcius pada area yang sama. La Nina akan berdampak pada peningkatan curah hujan dan bisa menyebabkan banjir dan longsor.
Menurut data yang didapat hingga 10 Oktober 2020, saat ini suhu sudah berada dibawah -0.5 derajat celcius dan sudah berlangsung lebih dari 7 dasarian (2 bulan lebih). Puncak La Nina diprediksi akan terjadi pada November-Desember 2020. “Analisis dan prediksi Dinamika Atmosfer dan Laut memperlihatkan bahwa November-Desember 2020 La Nina berada pada tingkat moderat,” jelas Indra Gustari.
Waspadai Banjir & Longsor
Kepala BNPB, Doni Monardo, mengatakan Pulau Jawa harus berhati-hati dengan munculnya fenomena banjir dan longsor. “Jadi dasar dari informasi yang disampaikan BMKG terutama sekarang itu Pulau Jawa, sebagian besar Indonesia bagian Timur, kecuali NTT, NTB dan juga Bali,” kata Doni.
Doni mengatakan, hampir setiap tahunterdapat korban jiwa bencana tanah longsor di Pulau Jawa. Learn more Bahkan, lanjut dia, di Jawa Barat, Banten dan Jakarta pada awal tahun 2020 tercatat lebih dari 60 orang korban jiwa akibat tanah longsor.
“Angka yang besar. Kemudian di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur masih sering terjadi banjir dan longsor,” ujar dia. Selain itu, wilayah Sulawesi dan Kalimantan juga berpotensi mengalami dampak La Nina.
Sejumlah pemerintah daerah (pemda) telah berinisiatif mengantisipasi dampak bencana alam. Salah satunya, memberikan informasi kepada masyarakat di sepanjang sungai terkait curah hujan tinggi di hulu.
“Laporan itu akan diikuti dengan evakuasi. Ketika prosedur ini dilakukan masyarakat akan selamat,” tutur Doni.
Bagi Indonesia, fenomena La Nina yang terjadi pada periode awal musim hujan ini berpotensi meningkatkan jumlah curah hujan di sebagian besar wilayah, menurut keterangan resmi BMKG. Dampak fenomena La Nina terhadap curah hujan di Indonesia tidak seragam, baik secara spasial maupun temporal, bergantung pada musim/bulan, wilayah, dan kekuatan La Nina sendiri.
Selain pengaruh sirkulasi angin monsun dan anomali iklim di Samudera Pasifik, penguatan curah hujan di Indonesia juga turut dipengaruhi oleh penjalaran gelombang atmosfer ekuator dari barat ke timur berupa gelombang MJO (Madden Julian Oscillation) dan Kelvin, atau dari timur ke barat berupa gelombang Rossby.
Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya aktivitas MJO di atas wilayah Indonesia, yang merupakan kluster/kumpulan awan berpotensi hujan. Aktifitas fenomena La Nina dan MJO pada saat yang bersamaan ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
Berdasarkan kondisi tersebut di atas, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Kondisi La Nina ini dapat berlangsung dengan durasi selama beberapa bulan hingga dua tahun dan berulang setiap beberapa tahun (siklus 2-8 tahun). Kejadian La Nina juga dapat mempengaruhi pola cuaca/iklim global. (lp6/kps)
CELUP: Seorang pemilih mencelupkan jarinya ke tinda usai mencoblos. Di Pilkada 2020, pencelupan jari ke tinta ditiadakan untuk mencegah Covid-19.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – KPU Medan mengatakan debat Pilkada Medan bakal digelar tiga kali. Salah satu materi yang menjadi bahasan adalah strategi penanganan pandemi Corona atau COVID-19. “Tiga kali, 7 November, 21 November, dan 5 Desember,” ujar Komisioner KPU Medan, Rinaldi, saat dimintai konfirmasi, Selasa (20/10).
Ilustrasi.
Calon wali kota dan wakil wali kota diwajibkan hadir dalam setiap debat. Ada enam materi yang bakal menjadi bahasan dalam debat Pilkada Medan 2020.
“Terkait materi ada enam materi, sebagaimana tertuang dalam regulasi kita. Terkait kesejahteraan masyarakatn
ada masalah pembangunan daerah, pelayanan, masalah memperkokoh persatuan dan kesatuan, pembangunan kota yang terkait provinsi dan nasional keterhubungannya satu sama lain. Setelah itu ada juga strategi penanganan COVID-19, masuk juga itu,” ujar Komisioner KPU Medan, Edy Suhartono.
Edy mengatakan debat bakal digelar dengan menerapkan protokol kesehatan, salah satunya membatasi jumlah orang yang hadir. KPU Medan bakal kembali menggelar rapat untuk membahas panelis debat.
Pilkada Medan diikuti dua pasangan calon. Paslon nomor urut 1 adalah Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. Paslon ini diusung Demokrat dan PKS. Mereka mengusung visi ‘Terwujudnya Kota Medan yang cantik berkarakter menuju kota masa depan yang nyaman dan bahagia warganya’.
Paslon nomor urut 2 diisi oleh Bobby Nasution-Aulia Rachman. Paslon ini diusung PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, Hanura, PAN, dan PSI. Bobby-Aulia mengusung visi ‘Terwujudnya masyarakat Kota Medan yang berkah, maju, dan kondusif’. (dtc)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto menyampaikan perkembangan positif terkait penanganan Covid-19. Salahsatunya terlihat dari angka kesembuhan yang disebutnya lebih tinggi dari angka rata-rata dunia.
Terawan Agus Putranto.
“Saya kira kita sudah menunjukkan hal yang sangat positif dengan, terutama, angka kesembuhan 79 persen lebih menurut saya sangat luar biasa,” kata Menkes Terawan dalam diskusi HUT ke-56 Partai Golkar secara virtual, Selasa (20/10).
Selain itu, angka kematian akibat virus Corona Covid-19 disebutnya saat ini telah menunjukkan penurunan. Menurutnya, ini juga mengisyaratkan sebuah perkembangan positif. “Bayangin dulu sampai 9,5 persen lebih, sekarang sudah 3,45 persen dan terlihat tiap hari mengalami penurunan,” tambah Menkes Terawan.
“Ini menunjukkan harapan optimisme yang luar biasa, di tengah situasi ekonomi juga sudah mulai berjalan. Di sisi lain angka kesembuhan mulai naik terus, dan itu melebihi angka rata-rata dunia yang 74 persen,” tegasnya.
Klaim Penuhi Standar WHO
Menkes Terawan membantah angka tes Covid-19 di Indonesia di bawah standar organisasi kesehatan dunia ( WHO). Menurut Terawan, tes Covid-19 di Indonesia sudah berkisar di angka 43.000-45.000 per hari.
Angka tersebut, kata Terawan, sudah di atas rata-rata tes yang dianjurkan WHO yaitu sekitar 38.000 orang per hari. “Artinya sudah memenuhi, hanya tidak merata karena menyangkut juga daerah wilayah penduduk kapasitas dengan negara kepulauan yang sangat berbeda dengan negara lain,” kata Terawan.
Terawan juga tidak sepakat bahwa rasio jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 atau positivity rate di Indonesia dianggap masih jauh dari standar WHO. Menurut Terawan, standar positivity rate WHO bukan 5 persen, tetapi 10 persen dari populasi positif Covid-19.
Sementara itu, angka positivity rate Indonesia sebesar 14 persen sehingga tidak terlalu jauh dari standar WHO.
Lebih lanjut, Terawan menjelaskan, WHO menetapkan rata-rata positivity rate sebesar 5 persen ketika kasus Covid-19 sedang merebak. Namun, kasus Covid-19 setiap harinya mengalami perkembangan.
“Kita tidak boleh hanya terstandar terpaku pada hal-hal yang sifatnya statis sedangkan penyakit ini berkembang sangat dinamis,” pungkasnya.
‘Meng-Covid-kan’ Pasien
Menkes Terawan juga mengatakan, tidak percaya informasi bahwa ada rumah sakit yang sengaja mendiagnosis pasien meninggal dunia akibat Covid-19, agar mendapatkan anggaran dari pemerintah. Terawan mengatakan, pihak rumah sakit pasti memiliki hati nurani dalam mendiagnosis pasien.
“Saya masih memandang, saya kan pernah kerja di rumah sakit. Kita punya nurani yang kalau iya dikatakan iya, kalau tidak katakan tidak,” katanya.
Terawan mengatakan, menyatakan pasien meninggal dunia adalah hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh dokter. Oleh karenanya, ia meyakini tidak ada rumah sakit yang sengaja mendiagnosis pasien meninggal dunia akibat Covid-19 demi menerima anggaran dari pemerintah. “Karena itu saya masih berpikiran yang positif, ndak ada seperti itu, itu aja yang bisa saya sampaikan,” ujarnya. (dtc/kps)
TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Pjs Walikota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, meninjau perkampungan warga di Lorong Ujung Tanjung 2 Bagan Deli Belawan yang kerap terkena banjir rob, Selasa (20/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meninjau lokasi bencana pasang besar air laut atau banjir rob di 7 kelurahan di Kecamatan Medan Belawan. Beberapa kawasan pemukiman di kecamatan tersebut mengalami banjir rob sejak Jumat, 16 Oktober kemarin. Pasang surut naik turun setiap 12 jam.
TINJAU: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, didampingi Pjs Walikota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, meninjau perkampungan warga di Lorong Ujung Tanjung 2 Bagan Deli Belawan yang kerap terkena banjir rob, Selasa (20/10).
“Banjir rob itu adalah satu peristiwa alam yang terjadi. Kita tidak bisa membendungnya. Yang bisa (kita lakukan), rakyat-rakyat ini yang kita tertibkan. Pemukiman ini ‘kan sebenarnya lahan hutan bakau. Ekosistem di wilayah ini rusak gara-gara lahan hutan bakau ditempati orang,” kata Edy Rahmayadi, usai meninjau lokasi banjir rob di Jalan Besar Bagan Deli, Belawan, Selasa (20/10).
Didampingi Pjs Wali Kota Medan, Arief Sudarto Trinugroho, Gubsu sempat melihat rumah-rumah warga yang berada di perkampungan warga di Lorong Ujung Tanjung 2 Bagan Deli Belawan. Kata Edy, pemukiman warga seharusnya tidak berada di posisi jalur hijau. “Karena lahan hutan bakau ditempati orang-orang ini, semua ekosistem terganggu,” ujarnya.
Karena itu menurut Edy, ke depan pemukiman atau rumah warga di sekitar laut yang mesti dibenahi. Jadi tidak semata menangani masalah fisik pembangunan tanggul, melainkan pembenahan pemukiman warga.
Namun Edy belum menjelaskan detil bagaimana penertiban pemukiman warga di wilayah itu. Pasalnya, warga yang tinggal di kawasan tersebut berjumlah puluhan ribu. “Nanti dulu… dipelajari dulu. Jumlahnya puluhan ribu (orang) ini, bukan sedikit. Yang pasti dicarikan jalan keluarnya,” pungkasnya.
Untuk itu, Edy meminta Pemko Medan bersama Pelindo I Belawan, agar bersinergi menyatukan masterplan guna menata dan mengembalikan kelestarian daerah pinggiran pantai di Belawan yang kerap terkena banjir rob.
“Kawasan ini perlu segera ditata, agar tidak terlihat kumuh dan kebersihan warga dapat terjaga. Penataan harus terkoneksi dengan Pemko dan Pemprov Sumut. Kita harus duduk bersama mengatasi hal ini. Pelindo dan Pemko serta lainnya harus berbuat apa? BPN juga akan saya undang dalam menangani banjir rob di sini,” ucapnya.
Hadir dalam kunjungan tersebut Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah 1 Medan Edison Kurniawan, GM Pelindo 1 Cabang Belawan Yarham Harid, Camat Medan Belawan Ahmad, Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut Riadil Akhir Lubis, dan Forum Anak Belawan Bersatu (FABB).
Saat meninjau Lorong Ujung Tanjung 2 Bagan Deli Belawan, Edy Rahmayadi meminta Camat Medan Belawan, agar mencegah warga mendirikan bangunan di kawasan hutan bakau di pinggir pantai.
“Pemko Medan dan Pelindo perlu mencari solusi membangun Rumah Susun untuk ditempati warga di pinggiran pantai Belawan ini. Dan kepada Camat, saya minta lebih tegas lagi. Jangan nanti sudah kita bangun tempat ini, hal ini (bangun ruma) masih terjadi. Repot kita,” katanya.
Menanggapi Gubsu, GM Pelindo 1 Cabang Belawan, Yarham Harid, mengatakan akan segera menyampaikan hal tersebut ke Kementerian terkait untuk ditindaklanjuti.
“Pelindo I Belawan sendiri siap bersinergi dengan Pemko Medan, dengan memberikan dana CSR kami dalam penataan daerah ini,” katanya.
Dalam kegiatan ini, Gubsu Edy membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir rob, dengan memberikan sembako secara langsung. Juga membagikan masker. “Jangan lupa tetap menjaga kesehatan dengan memakai masker di area publik,” katanya.
Untuk diketahui, 7 kelurahan di Kecamatan Medan Belawan, terendam banjir rob sejak Jumat, 16 Oktober. Siklus pasang surut air laut terjadi mulai pukul 03.30 WIB dinihari. Air pasang mulai surut dan naik kembali dengan durasi per 12 jam. Kondisi air rata-rata 20 cm sampai 60 cm variabel.
Tingkat penurunan air sangat lambat dibanding pasang yang telah surut di laut, karena wilayah tergenang tersebut termasuk dataran rendah. Kelurahan yang terdampak yakni Kelurahan Belawan I, Belawan II, Sicanang, Bahari, Bahagia, dan Bagan Deli.
Marelan Raya Kebanjiran
Selain banjir rob, genangan air juga membanjiri Jalan Marelan Raya, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (20/10). Genangan air yang diduga akibat buruknya drainase, menyebabkan kerusakan jalan raya, gangguan arus lalu-lintas, maupun ketidaknyamanan warga pejalan kaki.
“Tidak ada hujan saja, ada genangan air. Apalagi kalau turun hujan. Akibatnya, sebagian bahu dan badan jalan rusak. Parit mengalami pendangkalan,” ujar seorang warga bernama Atan.
Pantauan Sumut Pos, selain genangan air, Jalan Marelan Raya yang mengalami kerusakan parah terdapat di kawasan Pasar 5 hingga hampir sepanjang Jalan Titi Pahlawan. Hampir sepanjang hari terjadi kemacetan arus lalu-lintas dan antrian panjang kendaraan bermotor di sana. Baik yang mengarah ke Kota Medan atau ke Belawan, maupun menuju Hamparan Perak.
Kerusakan Jalan Marelan Raya dan Jalan Titi Pahlawan rentan menimbulkan kecelakaan lalu-lintas. Apalagi kedua jalan utama itu setiap hari dilintasi truk bermuatan kontainer, kayu gelondongan, serta mobil tangki BBM dan minyak sawit mentah.
Warga berharap, dalam waktu dekat pihak terkait segera membenahi drainase serta kerusakan Jalan Marelan Raya dan Jalan Titi Pahlawan. “ Ini harus menjadi perhatian dari pemerintah agar segera memperbaiki ini,” harap Atan. (prn/fac)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara dan Medan masih menunggu informasi jatah kuota vaksin Covid-19 dari pemerintah pusat untuk Sumut dan Medan. Sembari menunggu info, Satgas melakukan pemetaan untuk kelompok prioritas penerima vaksin.
“BELUM ADA (kuotanya) dan belum tau berapa. Masih menunggu info dari pusat. Sekarang kita masih pemetaan kelompok yang diprioritaskan,” kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah, Selasa (20/10). Pendataan kelompok prioritas dilakukan Satgas atas permintaan Menkomaritim. Kelompok prioritas maksudnya mengurutkan siapa yang didahulukan dan siapa yang berikutnya.
Sebelumnya, Aris mengatakan, ada tiga kelompok yang bakal menjadi prioritas penerima vaksin sebagai tahap awal. “Sudah dilakukan mapping untuk vaksin Covid-19. Ada tiga kelompok yang menjadi prioritas, yaitu para tenaga kesehatan, TNI/Polri, dan Satpol PP,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, setelah seluruh kelompok prioritas selesai divaksin, barulah dilakukan vaksin secara menyeluruh terhadap masyarakat Sumut. “Jadi kelompok prioritas dulu, barulah masyarakat secara menyeluruh,” sebutnya.
Dia kembali mengingatkan masyarakat agar jangan pernah lalai menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat diminta saling mengingatkan satu sama lain, agar patuh terhadap protokol kesehatan. Hal ini sebagai bentuk antisipasi atau pencegahan penyebaran Covid-19.
“Mari kita putus mata rantai penularan virus ini dengan 3M, yaitu selalu memakai masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan menjaga jarak. Tak hanya itu, hindari kerumunan, jaga kesehatan dengan rutin berolahraga dan istirahat yang cukup,” pungkasnya.
Senada, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan, dr Mardohar Tambunan, mengatakan belum mengetahui berapa jatah vaksin Covid-19 untuk Kota Medan. “Belum dapat info terkait kuota. Kita sifatnya menunggu pemerintah pusat,” ujarnya.
Mardohar mengaku, apapun arahan dari pemerintah pusat, siap ditindaklanjuti Pemko Medan. Sembari menunggu kuota, berbagai upaya penanganan dan pencegahan Covid-19 terus dilakukan, termasuk oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan. “Edukasi maupun sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19 masih jalan terus sampai sekarang. Instansi jajaran Pemko Medan juga demikian. Namun butuh peran serta masyarakat agar patuh terhadap protokol kesehatan dengan 3M,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat telah mengamankan stok vaksin Covid-19 bagi 135 juta orang pada 2021. Jumlah vaksin sekitar 270 juta dosis untuk 2021. Sisanya didorong untuk 2022. Pemerintah juga telah menetapkan kelompok sasaran prioritas yang akan didahulukan untuk mendapat vaksinasi.
Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto, mengatakan, kelompok pertama yang akan divaksin adalah tenaga medis, personel TNI dan Polri, serta orang yang bertugas dalam pelayanan publik, khususnya yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Untuk kelompok ini ditargetkan sebanyak 3,49 juta orang.
Kemudian tokoh masyarakat, tokoh agama di daerah, kecamatan, RT/RW yang ditarget sebanyak 5,6 juta orang. Berikutnya tenaga pendidik, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi yang ditarget sebanyak 4,3 juta orang.
“Lalu aparatur pemerintah dan anggota legislatif yang akan mendapat vaksinasi sebanyak 2,3 juta orang dan penerima BPJS bantuan iuran 86,6 juta orang, dan masyarakat yang usianya antara 19 sampai 59 tahun 57,5 juta orang. Sehingga total 160 juta orang,” ujar Airlangga.
Kemenkes sudah memastikan ketersediaan vaksin Covid-19 dari Sinovac, Sinopharm, dan CanSino untuk 9,1 juta orang.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto menerangkan, Sinovac berencana pengiriman awal November 2020 sebanyak 1,5 juta dosis dan Desember dikirim 1,5 juta dosis vaksin.
Pada Desember 2020, Sinopharm akan mengirimkan 15 juta dosis vaksin Covid-19 serta 100.000 dosis CanSino yang juga akan segera dikirim.
“Dari ketersediaan jumlah vaksin, jika nanti dinyatakan bermanfaat (disuntikan untuk 9,1 juta orang) ditandai dengan surat izin darurat yang dinamakan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM sekaligus ada surat izin dari Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait kehalalan,” terang Yuri, Senin (19/10).
Opsi Pola Distribusi Vaksin
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Sosial, Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan, Pemerintah akan mendistribusikan vaksin COVID-19 melalui beberapa pola.
Adapun pola pendistribusian vaksin meliputi kelompok umur (age specific vaccination), masyarakat berisiko tinggi (komorbid), serta sosial (contact-pattern vaccine distribution) meliputi tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan pekerja sektor layanan dan jasa publik.
“Selain itu juga distribusi berdasarkan lokasi/geografi (geographic-district vaccination) di mana laju infeksi dan penyebarannya tinggi,” ujar Bambang dalam diskusi “HUT 56 Partai Golkar” secara virtual, Selasa (20/10).
Bambang juga mengatakan, sekali suntikan vaksin Covid-19 tidak untuk seumur hidup. Menurut dia, jika seseorang telah disuntik vaksin Covid-19, selama 1-2 tahun ke depan ia harus disuntik vaksin lagi karena daya tahan tubuhnya untuk terhindar dari virus sudah berkurang.
“Saya sampaikan kemungkinan besar vaksin Covid-19 manapun, yang berasal dari manapun tidak akan bertahan seumur hidup. Kalau divaksin 2021 ada kemungkinan tahun 2022 atau 2023 harus vaksin lagi karena daya tahannya sudah berkurang dari Covid-19, tapi Covid-19nya tidak hilang karena Covid-19 ini tidak mudah hilang,” kata dia.
Berdasarkan hal itu, Bambang mengatakan, pembuatan Vaksin Merah Putih terus dilakukan untuk vaksin jangka panjang. Sementara itu, dalam jangka pendek, Indonesia menggunakan vaksin dari luar negeri. “Karenanya Vaksin Merah Putih kami kondisikan seperti saya laporkan di komisi VII untuk menengah panjang, jangka pendek menggunakan kerja sama luar,” ucap dia.
Bambang juga mengatakan, Indonesia membutuhkan 360 juta vaksin karena satu orang bisa divaksin dua kali.
Ia juga menyebut vaksinasi massal serentak sulit dilakukan. Diperlukan waktu untuk vaksinasi massal menyeluruh. “Tidak ada sejarahnya kita vaksinasi semassal ini dalam waktu relatif pendek,” kata Bambang.
Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar Satgas dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, mengatakan mereka yang berisiko tinggi untuk tertular menjadi prioritas pemberian vaksin.
Urutan pertama sasaran penerima vaksin Covid-19 yakni tenaga kesehatan yang melayani pasien Covid-19. Ini karena mereka yang lebih berisiko untuk tertular dan menjadi sakit oleh Covid-19.
Kedua, petugas kesehatan pemeriksa spesimen. Seperti petugas kesehatan di laboratorium rujukan, tempat pemeriksaan spesimen Covid-19.
Ketiga tenaga kesehatan yang melakukan pelacakan kontak (contact tracing) untuk mencari kasus-kasus Covid-19 yang baru.
Keempat, jajaran yang berkecimpung dalam pelayanan publik (public service) menjadi sasaran prioritas vaksin Covid-19. Seperti petugas operasi yustisi kepatuhan protokol kesehatan dari Satpol PP, Polri, dan TNI.
Disusul public services yang lain, misal, pegawai yang memberikan layanan terhadap pengguna jasa di bandara, pelabuhan. “Mereka adalah kelompok-kelompok yang di depan (berhadapan dengan publik,” tegasnya.
Wiku mengatakan, vaksinasi ditujukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman terinfeksi Covid-19. “Yang divaksinasi adalah orang yang sehat, makanya ada pemeriksaan kesehatan sebelumnya dan nanti setelah divaksinasi maka timbul reaksi dari tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh,” kata Wiku.
Untuk mengetahui seberapa lama ketahanan vaksin dalam melindungi tubuh dari ancaman Covid-19, perlu melihat hasil uji klinis. “Setiap penyakit memiliki karakteristik sendiri apakah itu virus, apakah itu bakteri dan kalau dibuat vaksin reaksinya pun juga bervariasi karena tergantung dari hubungan interaksi antara penyakit itu dengan antibodi yang ada pada manusia. Jadi ada yang pendek waktunya, ada yang panjang, ada yang sampai puluhan tahun. Untuk Covid ini berapa lama kita tunggu hasil dari uji klinisnya,” tegas Wiku. (ris/lp6/kps/net)
Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
FOTO WEBINAR: Ketua Dekranas Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, , Selasa (20/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO– Sumatera Utara (Sumut) dikenal sebagai provinsi yang memiliki keindahan alam, serta kekayaan tradisi dan budaya yang luar biasa. Berbagai potensi tersebut dapat dipromosikan melalui kerajinan tangan (kriya) yang diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program, seperti Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi usai mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam PKW di Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, Selasa (20/10), dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.
“Seperti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini, saya sangat bersyukur atas kerja sama Dekranas dengan Kemendikbud RI, khususnya Ditjen Pendidikan Vokasi. Mudah-mudahan melalui PKW ini lahir SDM pengrajin-pengrajin berkualitas yang bisa menghasilkan produk-produk kriya bernuansa Danau Toba, mendukung perekonomian masyarakat dan membantu promosikan keindahan Danau Toba lewat kriya,” ujar Nawal.
Kepada para peserta, Nawal berharap agar mengikuti pelatihan dengan benar dan sungguh-sungguh. Sehingga ketika selesai mengikuti kegiatan bisa membuka usaha sendiri, membuka lapangan pekerjaan dan bisa mewariskan keterampilan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Mudah-mudahan dengan PKW ini juga berdampak menggenjot rasio wirausaha di Indonesia yang saat ini sekitar 3,1% atau sekitar 8,06 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Mudah-mudahan bisa kita lampaui negara tetangga kita yang rasio wirausahanya sudah 7% di Singapura dan 5% di Malaysia,” tutur Nawal.
Koordinator Program PKW Danau Toba Nita Yudi menyampaikan PKW merupakan program kerja sama antara Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa SMK, keluarga pra sejahtera dan kelompok putus sekolah. Di Sumut, kata Nita, ada sebanyak 200 orang yang mengikuti pelatihan dengan durasi 32 jam teori, 118 praktik dan 200 jam rintisan usaha di lapangan.
“Selama sebulan penuh, peserta mengikuti pelatihan sesuai kurikulum yang telah disusun seperti desain, ilmu kewirausahaan dan pengembangan produk. Targetnya adalah setiap peserta menghasilkan satu produk dan satu merek atau One Man, One Product, One Brand. Produk-produk yang akan dibuat yaitu kaos, aksesoris khas Danau Toba, tempat tisu, ulos, aksesoris ulos, tusuk konde, relif rumah bolon, lukisan palet Danau Toba, mainan kunci, masker, aksesoris HP,” jelas Nita.
Anggota Wirausaha Baru Dekranas Franka Makarim juga mengapresiasi pelaksanaan PKW. Hal ini selain melahirkan SDM pengrajin berkualitas, juga mendukung pengembangan produk kriya nasional, pemerataan dan penciptaan usaha baru, pelestarian budaya, kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan lainnya.
“Kemudian, kerajinan juga diharapkan sebagai salah satu media untuk mendukung sektor pariwisata Danau Toba yang telah dinobatkan sebagai salah satu destinasi superprioritas,” terang Franka.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumut Alpian Hutauruk mewakili Plt Kepala Dinas Pendidikan Sumut Lasro Marbun yang mengikuti acara langsung dari lokasi kegiatan di SMKN 10 Medan Jalan Teuku Cik Ditiro Medan merasa bersyukur dengan adanya kerja sama Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut yang turut melibatkan siswa SMK.
“Untuk anak-anak kami khususnya siswa SMK yang ikut agar sungguh-sungguh karena ini bisa menjadi peluang usaha yang bisa kalian jalankan ketika lulus nanti,” pesan Alpian.
Acara Sinergitas Dekranas dan Kemendikbud RI dalam PKW di Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba dibuka dengan tari persembahan, menyanyikan lagu kebangsaan dan doa. Kemudian, ditutup dengan fashion show dan gelar karya siswa IWAPI Sumut, SMKN 10 dan Dekranasda Sumut.
Turut hadir mengikuti acara tersebut Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Endang Budi Karya, Penanggung Jawab Wirausaha Baru Dekranas Wilayah Danau Toba Vero Yudo Margono, Ketua Panitia PKW Danau Toba Roberth Lesbata, mewakili Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI, mewakili lembaga terkait, peserta pengrajin, mewakili Dekranas dan anggota Dekranasda Sumut. (prn/ram)