Home Blog Page 3971

Lagi, Fitch Rating Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin

Foto: Istimewa
President Director Bank Bukopin, Rivan A Purwantono.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fitch Rating Indonesia (Fitch) memperbaharui Peringkat Nasional jangka panjang milik Bank Bukopin sebanyak 4 peringkat menjadi idAAA. Sebelumnya Fitch juga telah menaikkan peringkat Bank Bukopin menjadi idAA pada Agustus 2020.

Pembaharuan peringkat tersebut didasari oleh tuntasnya proses penambahan modal Bank Bukopin oleh KB Kookmin Bank, bank terbesar di Korea Selatan yang menjadi pemegang saham di Bank Bukopin sejak tahun 2018.

Saat ini KB Kookmin Bank memiliki porsi saham di Bukopin sebesar 67%, dan sejak akhir Juli 2020 atas persetujuan Dewan Komisioner OJK, resmi menjadi Pemegang Saham Pengendali. 

President Director Bank Bukopin, Rivan A Purwantono, mengatakan kepemilikan mayoritas KB Kookmin terhadap Bukopin semakin meningkatkan kepercayaan public termasuk Fitch Rating.

Hal serupa disampaikan Fitch dalam rilis disitus webnya hari ini, Rabu (21/10), bahwa porsi tersebut semakin meyakinkan publik –termasuk di dalamnya lembaga peringkat Fitch Ratings–, bahwa kepemilikan KB Kookmin Bank yang semakin besar atas Bank Bukopin dapat memiliki dampak signifikan untuk terus tumbuh berkelanjutan.

Di sisi lain Fitch mengungkapkan, Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa Perseroan saat ini memiliki induk yang kuat dan memiliki kecenderungan tinggi untuk memberikan dukungan terhadap Perseroan.

Sebagai informasi, Peringkat Nasional Jangka Panjang idAAA menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan oleh Perusahaan Pemeringkat dalam skala Peringkat Nasional untuk negara tersebut. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau obligasi dengan ekspektasi risiko gagal bayar yang rendah terhadap semua emiten atau obligasi lain.

Rating tersebut juga masuk dalam kategori Investment Grade. Dalam artian, perusahaan yang berada di peringkat minimal BBB, hingga AAA memiliki kemampuan yang cukup dalam melunasi utangnya. 

Selain memperkuat kepercayaan publik melalui Perusahaan Pemeringkat, posisi KB Kookmin Bank saat ini di Bank Bukopin diyakini dapat memperkuat fundamental Perseroan dalam tumbuh kembang bisnis.

Diketahui bisnis utama antara KB dan Bank Bukopin memiliki karakteriskit serupa yang berfokus pada segmen ritel. Dengan latar belakang tersebut diharapkan dapat tercipta kolaborasi untuk mengembangkan segmen bisnis Bank Bukopin. 

Menyambut perkembangan ini, President Director Bank Bukopin, Rivan A Purwantono manyampaikan rasa syukurnya. “Tentu kami sangat mengapresiasi pengakuan yang cepat ini dari Fitch Ratings. Peringkat AAA ini harus kami jaga dengan baik,” ujarnya, Rabu (21/10).

Sebab, lanjutnya, merupakan bentuk kepercayaan kepada dukungan KB Financial Group di Indonesia, terutama KB Kookmin Bank sebagai PSP dan Bank Bukopin sebagai salah satu ekspansi terbarunya di Asia Tenggara.

“Untuk menjaga kepercayaan ini, maka kami terus melanjutkan kolaborasi yang luar biasa, kolaborasi dari seluruh lini, dengan momentum transformasi pasca bergabungnya Bank Bukopin di keluarga besar KB Kookmin Bank. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk kita maju bersama dengan KB Kookmin Bank,” tukasnya. (mag-1)

Permintaan Petisi Buruh Soal Omnibus Law, Pemprov Ogah Sikapi

Willy Agus Utomo
Willy Agus Utomo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut ogah menyahuti keinginan elemen buruh yang meminta Gubernur Edy Rahmayadi menandatangani petisi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law. Hal ini terlihat dari jawaban yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Irman Oemar.

Willy Agus Utomo
Willy Agus Utomo

Menurut Irman, sikap Pemprov Sumut terhadap Omnibus Law bahwa Gubsu sudah meminta kepada pemangku kepentingan antara lain akademisi, para pakar, para buruh dan mahasiswa, tokoh agama dan masyarakat dan lainnya, untuk membaca, mengkaji, dan memelajari RUU tersebut.

“Hasil kajian dan masukan tersebut selanjutnya dirumuskan menjadi sebuah usulan dan pertimbangan kepada pemerintah pusat. Jadi bukan asal setuju atau menolak tanpa membaca dan meminta masukan dari berbagai kalangan,” katanya menjawab Sumut Pos via WhatsApp, Senin (19/10).

Sayang, ketika disinggung dan dipertegas lagi bahwa sikap Gubsu ogah untuk menandatangani petisi untuk menolak UU Ciptaker dari kalangan buruh tersebut, dia enggan menjabarkan.

Sebelumnya, pembahasan naskah UU Cipta Kerja (Omnibus Law) yang digagas Gubsu Edy Rahmayadi dinilai sudah terlambat. Menurut Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut, apapun yang dihasilkan dari pembahasan itu tidak berpengaruh terhadap pengesahan omnibus law. Pasalnya, UU tersebut tinggal menunggu penandatanganan dari presiden untuk diberlakukan.

“Yang buruh Sumut minta, agar Gubsu Edy Rahmayadi membuat petisi ke presiden RI atas aspirasi tuntutan buruh dan masyarakat Sumut yang menolak UU omnibus law, itu saja,” kata Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo kepada wartawan di Medan, Jumat (16/10).

Menurut dia, unjuk rasa dari elemen masyarakat di Sumut sudah kerap terjadi, tuntutannya sama, yakni agar Gubsu mengeluarkan petisi penolakan UU Omnibus Law yang dianggap merugikan kaum buruh dan rakyat. “Jadi jangan berdealektika lagi dengan hal yang sia-sia, toh ujung-ujungnya juga bisa saja Pokja malah mendukung omnibus law karena dianggap baik. Padahal, elemen buruh dan rakyat Sumut menolak UU tersebut,” ungkap Willy.

Ia menambahkan, pihaknya juga diundang rapat dalam pembentukan Pokja di Rumah Dinas Gubsu beberapa waktu lalu, akan tetapi FSPMI Sumut menyatakan sikap tidak terlibat dan menolak hal tersebut. “Kami buruh Sumut akan tetap melakukan aksi penolakan omnibus law, karena omnibus law banyak merugikan buruh dan rakyat,” tegasnya.

Selanjutnya, kedua, mempersiapkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk uji formil dan uji materiil. Ketiga, meminta legislatif review ke DPR RI dan eksekutif review ke Pemerintah. “Keempat, melakukan sosialisasi atau kampanye tentang isi dan alasan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan oleh buruh,” pungkasnya.

Gubsu sendiri telah membentuk tim terdiri dari akademisi dari universitas negeri dan swasta di Medan, perwakilan organisasi masyarakat, perwakilan organisasi mahasiswa, perwakilan organisasi buruh, dan perwakilan organisasi pers untuk membahas UU Ciptaker. Bahkan pada Kamis (15/10) kemarin, Gubsu sudah membagikan naskah UU tersebut kepada masing-masing perwakilan tersebut di Rumah Dinas Gubsu. (prn/ila)

Razia Masker di Kota Medan, 3.661 KTP Sudah Ditahan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan terus melakukan razia masker sebagai bagian dari penegakan protokol kesehatan yang tertuang dalam Perwal No.27 tahun 2020 tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) ditengah pandemi Covid-19 di Kota Medan. Terhitung, sudah 3.661 Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah ditahan.

Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kota Medan Muhammad Sofyan mengatakan, sejak awal penahanan KTP dilakukan hingga Senin (19/10) kemarin, tercatat sudah lebih dari tiga ribu KTP atau tepatnya ada 3.661 KTP yang telah ditahan oleh Satpol PP Kota Medan.

“Total per Senin (19/10) kemarin, sudah ada 3.661 KTP yang sudah kota tahan. Dari total itu, 2.944 lembar KTP sudah dikembalikan, 667 lembar KTP lainnya dalam proses pengembalian,” ungkap Sofyan kepada Sumut Pos, Selasa (20/10).

Dikatakannya, setiap KTP yang ditahan Satpol PP hanya dilakukan penahanan selama 3 hari, setelah itu dapat diambil kembali ke kantor Satpol PP Kota Medan. “Kami harus terus melakukan razia masker. Faktanya, razia masker mampu meningkatkan prilaku masyarakat dalam menerapkan penggunaan masker. Terlepas dari kesadaran diri ataupun karena takut di razia, tapi kita harapkan lama kelamaan masyarakat sudah terbiasa menggunakan masker dan protokol kesehatan lainnya,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Pansus Covid-19 DPRD Kota Medan, Afif Abdillah mengatakan, Satgas Covid-19 Kota Medan memang harus rutin melakukan razia masker dan penerapan prokes lainnya. Sebab hingga saat ini Kota Medan belum menunjukkan angka penurunan Covid-19.

“Kita beri apresiasi untuk itu. Tapi kita juga minta supaya razia masker jangan hanya dilakukan di jalan-jalan saja, tetapi juga diberlakukan di tempat-tempat lainnya. Salah satu yang paling sering terjadi pelanggaran adalah di pasar-pasar, harusnya PD Pasar juga aktif dalam hal ini,” ujar Keua Fraksi Partai NasDem DPRD Medan itu.

Diterangkan Afif, Gugus Tugas Covid-19 Kota Medan juga seharusnya dapat menekankan kepada setiap OPD yang ada di Kota Medan untuk turut serta dalam menekan angka penyebaran Covid-19 dengan menegakkan Perwal No.27/2020.

“Sebab yang kita lihat selama ini, yang aktif hanya beberapa OPD saja, salah satunya Satpol PP, Dinkes, BPBD dan beberapa OPD lainnya saja. Sisanya, kita tidak ada melihat aktifnya OPD dalam menegakkan Perwal. Untuk razia masker memang harus terus dilakukan. Suka tidak suka ini akan membentuk karakter masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (map/ila)

FSPMI Sumut Menilai Presiden Belum Peduli Buruh

MENDAFTRAKAN: Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), mendaftarkan prapid sekaitan penangkapan Ketua KAMI Medan, Senin (19/10).istimewa/sumu tpos.
MENDAFTRAKAN: Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), mendaftarkan prapid sekaitan penangkapan Ketua KAMI Medan, Senin (19/10).istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Elemen buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumatera Utara ( FSPMI Sumut) menilai setahun kepemimpinan Pemerintahaan Joko Widodo (Jokowi) belum memperhatikan kesejahteraan dan nasib penghidupan kaum buruh di Indonesia. Hal ini disampaikan Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo kepada Sumut Pos di Medan, Selasa (20/10).

MENDAFTRAKAN: Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), mendaftarkan prapid sekaitan penangkapan Ketua KAMI Medan, Senin (19/10).istimewa/sumu tpos.
MENDAFTRAKAN: Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), mendaftarkan prapid sekaitan penangkapan Ketua KAMI Medan, Senin (19/10). istimewa/sumutpos.

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo menilai, sejak jilid satu pemerintahan Jokowi sudah banyak mengeluarkan kebijakan yang terus memikirkan kepentingan pemodal dalam melakukan kegiatan usahanya.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya regulasi atau peraturan yang mempermudah dunia usaha, diantaranya paket kebijakan ekonomi yang menguntungkan pengusaha, pengampunan pajak, dan terbitnya PP 78 tentang pengupahan yang mengebiri upah buruh dan lain sebagainya.

“Setahun Jokowi kami nilai belum ada perhatian untuk kaum buruh. Justru sebaliknya kebijakan tidak populis melalui Omnibus Law UU Cipta Kerja yang kami anggap merugikan kaum buruh” kata Willy, didampingi LBH FSPMI Daniel Marbun SH.

Willy berharap, sudah saatnya pemerintah mulai mendengarkan segala aspirasi buruh Indonesia. Pihaknya juga menagih janji kampanye Jokowi soal Tri Layak, yaitu kerja layak, upah layak dan hidup layak. “Kami sepakat investor datang sebanyaknya ke dalam negeri, tapi bukan harus menjual murah buruhnya atau sampai memiskinkannya,” tegas aktivis buruh ini yang juga berprofesi sebagai Advokat dari Peradi Medan.”Sekarang buruh sudah diperlakukan kurang layak, jangankan Tri Layak itu, masa depan terancam suram kalau tidak ada perhatian pemerintah saat ini,” keluhnya.

Lebih lanjut Willy mengatakan, setahun Pemerintahan Jokowi, dia berharap Presiden dapat membatalkan UU Omnibus Law Cipta Kerja, khususnya cluster ketenagakerjaan dengan mengeluarkan Perpu Presiden. “Jika pak Jokowi peduli buruh, buktikanlah, minimal UU Ketenagakerjaan tetap tidak diubah ubah dari sedia kala sebagai bentuk peduli terhadap kaum buruh,” pungkasnya.

KAUM Prapidkan Presiden dan Porli

Sementara itu, Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) memprapradilkan (prapid) Presiden RI, Kapolri, Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan. Ini terkait penangkapan Ketua Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Khairi Amri saat demo ricuh menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, beberapa waktu lalu.

Kepala Divisi (Kadiv) Infokom KAUM, Eka Putra Zakran mengatakan, berdasarkan hasil analisa dan kajian, bahwa penetapan surat-surat dinilai cacat formil sehingga sudah selayaknya batal demi hukum.

“Ada kejanggalan dalam hal penetapan sprindik, surat penangkapan, surat penggeledahan dan surat penahanan terhadap Khairi Amri. Harapan kita agar Khairi dan kawan-kawan segera dibebaskan,” ujarnya, saat mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Medan.

Senada juga dikatakan Ketua KAUM Mahmud Irsyad Lubis, bahwa pengajuan gugatan prapid karena pihaknya menganggap penangkapan penetapan tersangka dan penahanan Khairil Amri sangat janggal dan bertentangan dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Polisi dalam hal ini Polrestabes Medan melakukan penangkapan dan penahanan sebelum ada alat bukti, percakapan melalui pesan Whatsapp yang mereka sebutkan alat bukti, mereka munculkan alat bukti setelah Khairil Amri ditetapkan tersangka. Ini sangat aneh, aturannya cari bukti dulu baru tangkap dan tahan,” ujarnya.

Dia menyebut, pembicaraan yang ada di grup WA KAMI, hanyalah sebatas pesan untuk membagikan air minum dan nasi bungkus untuk mahasiswa yang demo. “Jadi sama sekali tidak ada ajakan untuk melakukan kericuhan pada saat demo tersebut,” tegasnya.

Karena itu, mereka meminta kepada majelis hakim yang akan menyidangkan perkara tersebut agar mengabulkan Prapid KAUM dan membebaskan tersangka Khairil Amri. Ia menambahkan, bukti mereka untuk menggugat Prapid pihak kepolisian sudah lebih dari cukup. “Bukan hanya cukup bahkan lebih dari cukup, yang kita tunggu keberanian hakim untuk membebaskan Khairil Amri,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua KAMI, Khairi Amri ditangkap polisi terkait aksi demo menolak undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law di Medan, Jumat (9/10) lalu. Ia disangkakan melanggar UU ITE. (mag-1/man/ila)

Efisiensi Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Jadi Standar Baru Proyek Infrastruktur PGN

Blok Rokan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- PGN Grup berkomitmen mengupayakan dukungan terbaik untuk Holding Migas PT Pertamina agar proses transisi pengelolaan Blok Rokan berjalan lancar dan dapat meningkatkan pencapaian efisiensi pembiayaan dalam pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Pada prinsipnya, proyek Pipanisasi Minyak Rokan menjadi upaya untuk mendorong efisiensi anggaran energi di Indonesia, seiring dengan upaya pemerintah untuk mengurangi impor minyak. Selain itu, proyek Pipa Rokan merupakan upaya mendukung program Pemerintah dalam meningkatkan lifting dan efektivitas penyaluran minyak dari Blok Rokan yang merupakan back-bone produksi minyak bumi nasional, sekaligus salah satu blok minyak terbesar di Indonesia.

Dengan kompetensi dalam pengembangan infrastruktur migas dan penyaluran energi baik gas bumi keseluruh sektor, maka PGN berupaya untuk meningkatkan efektifitas & efisiensi penyaluran energi tersebut.

Direktur Utama PGN, Suko Hartono menyatakan bahwa Pipa Minyak rokan merupakan salah satu proyek energi terbesar tahun ini yang berhasil mencetak efisiensi anggaran sebesar Rp 2,1 Triliun. Hal ini selaras dengan kondisi pandemi yang menuntut tingkat efisiensi tinggi dalam pelaksanaan kegiatan investasi dan operasi.

Selain itu, proyek Pipa Minyak Rokan juga melibatkan 60% tenaga lokal, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi. Muara pelaksanaan operasi investasi ini pun ditujukan untuk menggerakkan roda perekonomian daerah maupun nasional.

“Terkait dengan pemilihan mitra maupun skema mitra untuk Proyek Pembangunan Pipa Minyak Rokan, sampai saat ini prosesnya masih dalam kajian internal Pertagas selaku anak perusahaan PGN. PGN sebagai induk dan Subholding Gas berkomitmen bahwa pelaksanaan dan penyelesaian akan tepat waktu. Adapun untuk pelaksanaan proyek disesuaikan dengan proses yang masih berjalan dan sesuai dengan kaidah pelaksanaan keproyekan. Kami mengapresiasi perhatian banyak pihak mengenai proyek strategis nasional ini untuk bisa segera berjalan dan kami pastikan bahwa proses persiapan proyek sudah mendekati tahap akhir untuk dapat segera dilaksanakan,” jelas Suko, (21/10/2020).

Lebih lanjut, Suko menjelaskan bahwa skema financing proyek pembangunan Pipa Rokan telah dilakukan sesuai dengan kajian kaidah-kaidah keekonomian suatu proyek. Proses kajian dilakukan sesuai dengan prosedur internal yang telah melibatkan unsur unsur Board of Director dan Board of Commisioner dengan mengedepankan prinsip prinsip GCG.

PGN terbuka untuk pelaporan yang aman melalui mekanisme whistleblower apabila terdapat hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip GCG di perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pelapor dipastikan mendapatkan perlindungan apabila mendapati atau mencurigai adanya aktivitas yang tidak transparan di PGN.

Pelaporan yang diperoleh dari mekanisme Whistleblowing System (WBS) akan mendapatkan perhatian dan tindak lanjut, termasuk pengenaan hukuman/ sanksi yang tepat agar dapat memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran dan bagi mereka yang berniat melakukan hal tersebut. PGN membuka akses pelaporan atas tindakan-tindakan yang merugikan perusahaan/ lingkungan/ masyarakat melalui https://wbs.pgn.co.id. (rel/ram)

Kapolres Dairi Komit Berantas Praktik Judi di Dairi

AKBP Ferio Sano Ginting.
AKBP Ferio Sano Ginting.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting Sik menegaskan, akan komit memberantas segala praktek perjudian di wilayah hukum Polres Dairi. Hal itu disampaikan Kapolres kepada sejumlah wartawan, Selasa (20/10).

AKBP Ferio Sano Ginting.
AKBP Ferio Sano Ginting.

Ditegaskannya, Polres Dairi akan menindaklanjuti keluhan masyarakat bilamana ada aktivitas judi di wilayahnya. Apalagi, belakangan ini, ada keluhan masyarakat terkait kegiatan judi di Sidikalang.

“Polres Dairi bersama dengan personel Sub Denpom Polisi Militer sudah turun ke lokasi diduga tempat judi yang ada di kota Sidikalang,” ujarnya.

Pas dilakukan penindakan, tim tidak menemukan aktivitas permainan judi di sana.

“Tetapi jika Polisi menemukan permainan judi itu, kita akan lakukan penindakan. Dan Polres Dairi akan komit memberantas perjudian di Dairi,” ucap AKBP Ferio Sano Ginting. (rud/ram)

Rayakan HUT Golkar ke-56, DPD Golkar Dairi Ziarah Ke Makam Pahlawan

TABUR BUNGA: Ketua DPD II Golkar juga Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu menabur bunga di makam saat ziarah ke Makam Pahlawan di jalan Panji Siburabura Kelurahan Batang Beruh dalam rangka memperingati HUT Partai Golkar Ke-56.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
TABUR BUNGA: Ketua DPD II Golkar juga Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu menabur bunga di makam saat ziarah ke Makam Pahlawan di jalan Panji Siburabura Kelurahan Batang Beruh dalam rangka memperingati HUT Partai Golkar Ke-56.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Dairi, melakukan ziarah serta tabur bunga ke Makam Pahlawan di jalan Panji Sibura-bura, Kelurahan Batang Betuh Sidikalang, Selasa (20/10). Kegiatan ini merupakan rangakaian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golongan Karya (Golkar) ke-56.

TABUR BUNGA: Ketua DPD II Golkar juga Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu menabur bunga di  makam saat ziarah ke Makam Pahlawan di jalan Panji Siburabura Kelurahan Batang Beruh dalam rangka memperingati HUT Partai Golkar Ke-56.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
TABUR BUNGA: Ketua DPD II Golkar juga Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu menabur bunga di makam saat ziarah ke Makam Pahlawan di jalan Panji Siburabura Kelurahan Batang Beruh dalam rangka memperingati HUT Partai Golkar Ke-56.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Ziarah dipimpin Ketua DPD II Golkar Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu didampingi pengurus DPD II. Selain ke Makam Pahlawan, Ketua dan Pengurus DPD juga melakukan bakti sosial kunjungan ke Panti Asuhan UPT Pelayanan Sosial Anak Sidikalang milik Pemerintah Provinsi Sumatera dan memberikan tali asih.

Kepada wartawan, Dr Eddy KA Berutu mengatakan, kunjungan ziarah ke Makam Pahlawan serta ke panti asuhan sebagai bukti kepedulian Golkar Dairi kepada masyarakat dan negara, karena sebagai bangsa yang besar kita menghargai para pejuang bangsa, pendiri Kabupaten Dairi serta pendiri partai Golkar.

“Diusianya ke-56, partai Golkar sebagai partai besar di negeri ini, akan terus berkarya untuk kepentingan masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Dairi. Di masa pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19), Partai Golkar Dairi bersama-sama pemerintah akan terus melakukan upaya penanganan Covid-19,” ujarnya.

Ditegaskannya, Golkar siap menjadi garda terdepan melindungi masyarakat dari penularan Covid-19 sampai pelosok Desa. Golkar Dairi juga akan terus berkontribusi untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat, pungkasnya.

Sementara itu, di pantai asuhan, Eddy KA Berutu mengajak, semua anak-anak di Panti Asuhan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Gunakan masker dengan baik, sering mencuci tangan serta tetap menjaga jarak,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, Eddy juga memberikan motivasi serta bantuan sembako dan tali asih.

Usai melakukan kunjungan sosial, DPD Partai Golkar Dairi menggelar syukuran HUT Ke-56 di gedung Balai Budaya Sidikalang.(rud/ram)

Nawal Harapkan PKW Suburkan Perajin dan Dukung Wisata Danau Toba

WEBINAR: Ketua Dekranas Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Selasa (20/10). Humas Sumut / Fahmi Aulia.
WEBINAR: Ketua Dekranas Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Selasa (20/10). Humas Sumut / Fahmi Aulia.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sumatera Utara (Sumut) dikenal sebagai provinsi yang memiliki keindahan alam, serta kekayaan tradisi dan budaya yang luar biasa. Berbagai potensi tersebut dapat dipromosikan melalui kerajinan tangan (kriya) yang diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai program, seperti Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

WEBINAR: Ketua Dekranas Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Selasa (20/10). Humas Sumut / Fahmi Aulia.
WEBINAR: Ketua Dekranas Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41 Medan, Selasa (20/10). Humas Sumut / Fahmi Aulia.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumut Nawal Edy Rahmayadi usai mengikuti Webinar Sinergitas Dekranas dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam PKW di Destinasi Pariwisata Superprioritas Danau Toba, Selasa (20/10), dari Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.

“Seperti program Pendidikan Kecakapan Wirausaha ini, saya sangat bersyukur atas kerja sama Dekranas dengan Kemendikbud RI, khususnya Ditjen Pendidikan Vokasi. Mudah-mudahan melalui PKW ini lahir SDM Perajin-perajin berkualitas yang bisa menghasilkan produk-produk kriya bernuansa Danau Toba, mendukung perekonomian masyarakat dan membantu promosikan keindahan Danau Toba lewat kriya,” ujar Nawal.

Kepada para peserta, Nawal berharap agar mengikuti pelatihan dengan benar dan sungguh-sungguh. Sehingga ketika selesai mengikuti kegiatan bisa membuka usaha sendiri, membuka lapangan pekerjaan dan bisa mewariskan keterampilan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Mudah-mudahan dengan PKW ini juga berdampak menggenjot rasio wirausaha di Indonesia yang saat ini sekitar 3,1% atau sekitar 8,06 juta dari seluruh penduduk Indonesia. Mudah-mudahan bisa kita lampaui negara tetangga kita yang rasio wirausahanya sudah 7% di Singapura dan 5% di Malaysia,” tutur Nawal.

Koordinator Program PKW Danau Toba Nita Yudi menyampaikan PKW merupakan program kerja sama antara Kemendikbud RI dengan Dekranasda Sumut untuk memberikan pelatihan kepada mahasiswa SMK, keluarga pra sejahtera dan kelompok putus sekolah. Di Sumut, kata Nita, ada sebanyak 200 orang yang mengikuti pelatihan dengan durasi 32 jam teori, 118 praktik dan 200 jam rintisan usaha di lapangan.

“Selama sebulan penuh, peserta mengikuti pelatihan sesuai kurikulum yang telah disusun seperti desain, ilmu kewirausahaan dan pengembangan produk. Targetnya adalah setiap peserta menghasilkan satu produk dan satu merek atau One Man, One Product, One Brand. Produk-produk yang akan dibuat yaitu kaos, aksesoris khas Danau Toba, tempat tisu, ulos, aksesoris ulos, tusuk konde, relif rumah bolon, lukisan palet Danau Toba, mainan kunci, masker, aksesoris HP,” jelas Nita.

Anggota Wirausaha Baru Dekranas Franka Makarim juga mengapresiasi pelaksanaan PKW. Hal ini selain melahirkan SDM perajin berkualitas, juga mendukung pengembangan produk kriya nasional, pemerataan dan penciptaan usaha baru, pelestarian budaya, kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan lainnya.

“Kemudian, kerajinan juga diharapkan sebagai salah satu media untuk mendukung sektor pariwisata Danau Toba yang telah dinobatkan sebagai salah satu destinasi superprioritas,” terang Franka. (prn/ram)

Pemkab Dairi Luncurkan Kelas Pintar di 38 Sekolah

LAUNCHING: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu saat launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas.
LAUNCHING: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu saat launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pendidikan launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas. Untuk tahap pertama, Kelas Pintar diterapkan di 38 Sekolah. Launching dilakukan Bupati Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Jon Waslin Purba di SD Negeri Nomor 030284 Sidikalang.

LAUNCHING: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu saat launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas.
LAUNCHING: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu saat launching Kelas Pintar untuk mewujudkan Dairi Cerdas.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Rahmatsyah Munthe, Selasa (20/10) menerangkan, saat launching Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, Kelas Pintar menawarkan solusi belajar digital yang dapat diakses para siswa, guru dan orang tua.

“Program ini merupakan proses belajar mengajar menggunakan sistem terintegrasi guna memantau dan mendukung perkembangan belajar siswa. Ini juga salah satu perwujudan Dairi Cerdas,” ucapnya.

Bupati menegaskan, untuk mewujudkan Dairi unggul butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul juga. Dimana SDM yang unggul akan terwujud apabila anak-anak cerdas, memiliki pengetahuan dan keterampilan sehingga bisa meneruskan pendidikan lebih lanjut dan supaya dapat bersaing dengan anak-anak di seluruh Indonesia bahkan manca negara.

Rahmatsyah mengatakan saat kegiatan, bupati melakukan interaksi dengan sejumlah pelajar dan mendapat respon positif penerapan Kelas Pintar dimaksud, ujar Rahmatsyah.

Dalam kesempatan itu, Kadis Pendidikan, Jon Waslin Purba menjelaskan, penerapan Kelas Pintar merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai penjabaran dari visi, misi, dan program Bupati / Wakil Bupati Dairi menuju Dairi Unggul melalui program Dairi Cerdas.

“Program ini untuk mempersiapkan anak didik meraih pendidikan di SMA unggulan di Sumatera Utara maupun nasional termasuk sekolah Taruna. Waslin memaparkan, Kelas Pintar diterapkan di 38 sekolah di 15 Kecamatan, kecuali SMP Katolik Sidikalang, karena mereka melakukan secara sendiri dan terpisah,” ungkapnya.

Kendala penerapan Kelas Pintar lanjut Waslin adalah masalah jaringan internet khususnya di daerah yang belum ada jaringan internet seperti di Desa Alur Subur, Sinar Pagi dan Pasir Tengah Kecamatan Tanah Pinem.

“Kita harapkan, bantuan pihak provider seluler agar program ini berjalan lancar. Kelas Pintar akan di evaluasi bulan April 2021 mendatang, dengan melihat angka peningkatan anak didik lulus di Sekolah unggulan. Program ini akan di maksimalkan tahun 2021,” ungkapnya. (rud/ram)

Dukung Pencegahan Penyebaran Covid-19, Poltekkes Kemenkes Bantu Warga Medan

SERAHKAN: Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan saat menyerahkan bantuan kepada warga.
SERAHKAN: Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan saat menyerahkan bantuan kepada warga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Medan melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Binaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara langsung dibuka oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Medan, Dra Ida Nurhayati MKes yang bertempat di Aula Kantor Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang, Selasa (20/10).

SERAHKAN: Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan saat menyerahkan bantuan kepada warga.
SERAHKAN: Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Medan saat menyerahkan bantuan kepada warga.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Medan di Desa Amplas diawali dengan penyuluhan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 kepada 200 warga dan memberikan bantuan berupa uang tunai, hand sanitizer, hand soap, biskuit yang merupakan hasil karya mahasiswa dan brosur serta stiker pencegahan Covid-19 yang akan ditempel dirumah masing-masing warga.

Direktur Poltekkes Kemenkes Medan, Dra Ida Nurhayati MKes dalam sambutannya menjelaskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan secara berkesinambungan dalam rangka mendukung pemerintah melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan promosi menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan menghindari keramaian. Semua itu ada pada stiker yang akan ditempel pada pintu rumah masing-masing warga, sehingga setiap saat anggota keluarga dapat membaca bahwa rumah tersebut adalah binaan Poltekkes Kemenkes Medan yang secara berkelanjutan kedepan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh dosen maupun mahasiswa sebagai bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dan penelitian,” katanya.

Untuk tahun ini ada 9 Desa binaan Poltekkes Kemenkes Medan. Dimana setiap desa kita datangi dan diperlakukan sama. Ada sekitar 1400an Kelapa Keluarga (KK) yang nantinya akan diberikan tanda stiker. Dengan adanya stiker tersebut otomatis Poltekkes Kemenkes Medan mengedukasi kepada masyarakat menyampaikan pesan-pesan yang sangat praktis dan dimengerti untuk menjaga kesehatan keluarga tentunya,” tambahnya.

Selanjutnya, Kepala Desa Amplas Edi Purwanto mengatakan bahwa sebelumnya Poltekkes Kemenkes Medan telah memberikan bantuan 1000 masker yang telah dibagikan kepada masyarakat. Hal seperti ini sangat diharapkan oleh oleh masyarakat, sehingga dapat memberi edukasi pembelajaran cara mencegah penyebaran Covid-19. Diharapkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan yakni pakai masker, rajin cuci tangan dan tetap menjaga jarak ditengah pandemi Covid-19. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Poltekkes Kemenkes Medan sangat diharapkan oleh Pemerintah Desa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Medan atas kepedulian, bantuan dan menunjuk Desa Amplas sebagai Desa Binaan Poltekkes Kemenkes Medan,” ungkapnya.

Tampak hadir pada kesempatan itu Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Medan Dr drg Ngena Ria MKes beserta tim, Kepala Desa Amplas Edi Purwanto dan 200 warga yang menerima bantuan dari Poltekkes Kemenkes Medan. (*)