Home Blog Page 3988

Pemkab Langkat Ikuti Rakor Virtual Penanganan Covid-19

RAKOR: Sekdakab Langkat, Indra Salahuddin mengikuti rakor penanganan Covid-19 secara virtual dengan Gubsu Edy Rahmayadi dari Ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Sekdakab Langkat, Dr. H. Indra Salahudin mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Covid-19 di Sumatera Utara yang digelar secara virtual dari Ruang LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat, Selasa (13/10)

Rakor yang diikuti pemerintah kabupaten/kota se-Sumut itu, dipimpin Gebernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi dari pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan jenderal Sudirman, Medan.

Gubsu dalam arahannya mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 per 13 Oktober 2020 terkonfirmasi positif kumulatif 11.508, dengan rincian meninggal 480, terkonfirmasi positif 2.013, dan jumlah spesimen 110.889. Sementara pada angka kesembuhan mencapai 9.015 atau 78,34%, meningkat 134 dari 12 Oktober 2020 yaitu sebesar 8.881.

“Kita perlu menekankan pada setiap peraturan daerah masing-masing, serta terus mengedukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tetang bayaha covid 19 dan pencegahnnya,” kata Gubsu.

Gubsu juga mengimbau, agar seluruh pemerintah kabupaten/kota agar segera menginformasikan kepada Satgas Provinsi, apabila membutuhkan alat-alat dan keperluan medis lainnya guna menangani kasus positif Covid-19.

Kepada seluruh kepala dearah kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak di daerahnya, agar menyiapkan antisipasi penanganan, agar tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19 di masa Pilkada serentak.

Menanggapi UU Omnibus Law, Edy berpesan, agar kepala daerah untuk terus berupaya mencari tau isi dari draf Undang-Undang tersebut, guna dibahas bersama, didiskusikan, dan dipelajari.

Menanggapi arahan Gubsu, Sekdakab Langkat Dr.H. Indra menyampaikan Pemkab Langkat terus berupaya melakukan penanggulangan Covid-19, dengan menerapkan Perbup yang telah disahkan.

“Pemkab Langkat akan terus menegakkan protokol kesehatan dengan masif. Serta selalu melakukan koordinasi dengan Pemprovsu,”kata Sekdakab Langkat

Rakor virtual tersebut, Sekdakab Indra Salahuddin didampingi Kalak BPBD H. Irwan Syahri, Plt Kadis Kesehatan, dr. Juliana dan Ka. BPKAD  Iskandarsyah.(yas)

Komisi V DPR RI Serahkan Bantuan Bedah Rumah di Kecamatan Barusjahe

SERAHKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama anggota Komisi V DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu, Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi menyerahkan buku tabungan BSPS kepada warga.

KARO, SUMUTPOS.CO-Anggota Komisi V DPR RI, Bob Andika Mamana Sitepu asal daerah pemilihan Kabupaten Karo, merealisasikan janjinya untuk membawa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR ke Kabupaten Karo.

 Janji ini dibuktikan Bob Andika saat bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana menyerahkan buku tabungan BSPS secara simbolis kepada warga Desa Tanjung Barus, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, Senin (12/10).

 Melansir dari laman www.pu.go.id, BSPS merupakan bagian dari Program Sejuta Rumah yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan, masuknya program BSPS ke Kabupaten Karo merupakan usaha dari Bob Andika Mamana Sitepu.

 “Beliaulah yang menggedor Kementerian PUPR, sehingga program ini melalui Pemkab Karo dapat kita usulkan. Jadi, selaku pemerintah daerah sangat apresiasi dan terima kasih telah adanya sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan, membantu kemakmuran masyarakat,” ungkap Terkelin.

 Bupati mengklaim, program BSPS ini akan berdampak luas dan membantu masyarakat. “Lakukan program BSPS ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi catatan di Kementerian PUPR bahwa program ini berdampak luas dan sangat membantu masyarakat, tidak asal jadi. Tentu, kita pikirkan untuk kelanjutan ke depannya,” kata Terkelin.

 Bob Andika Mamana Sitepu tak menepis, masuknya program BSPS ke Kabupaten Karo atas usahanya dan dukungan Pemkab Karo. “Saya tegaskan ini murni aspirasi saya sendiri,” katanya.

Bob Andika menjelaskan, dalam tahun 2020 ini program BSPS atau juga disebut bedah rumah, sebanyak 652 unit rumah.

 “Sesuai usulan dari Pemkab Karo ke Kementerian PUPR. Dengan perincian satu unit rumah dibedah berbiaya Rp17,5 juta. Harapan kita, tahun 2020 ini semuanya berjalan dengan baik. Maka kemungkinan 2021 akan mendapat penambahan biaya perunit bedah rumah dari Rp17,5 juta menjadi Rp20 juta,” kata Bob Andika. (deo/han)

KPU Karo-Kejari Teken MoU Pelaksanaan Pilkada Serentak

MoU: Ketua KPU Kabupaten Karo, Gemar Tarigan dan dan Kajari Karo Denny Achmad., SH,MH saat menandatangani MoU dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

KARO, SUMUTPOS.CO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karo  menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksanaan Negeri (Kejari) Karo dalam pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, di aula kantor Kejari Kabupaten Karo, Rabu (14/10).

 Penandatanganan dilakukan oleh Ketua KPU Kabupaten Karo, Gemar Tarigan sebagai pihak pertama dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Karo, Denny Achmad., SH,MH sebagai pihak ke dua.

 Kesepakatan kerja sama ini adalah untuk menangani bersama tentang penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan Tata Usaha Negara (TUN)  yang dihadapi KPU  Kabupaten Karo. Baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang  meliputi  kegiatan  berupa  pemberian  bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya di bidang perdata dan TUN.

 “Sebagai aparat penegak hukum,  kejaksaan mempunyai tugas dan fungsi utama dibidang penuntutan sebagaimana diatur dalam Undang-undang. Namun, selain itu, kejaksaan juga diberi kewenangan lain yakni di bidang perdata dan Tata Usaha Negara,” terang Kajari Kabupaten Karo, Denny Ahmad di dampingi Kasi Datun Kejari Kabupaten Karo, Dongan Sirait.

 “Setelah kejaksaan berdiri, banyak gugatan dari masyarakat pencari keadilan kepada lembaga pemerintahan atau negara,  terkait permasalahan hukum. Sehingga dipandang negara memerlukan pengacara untuk mewakili di pengadilan,” paparnya.

 Atas kerja sama itu, Ketua KPU Kabupaten Karo, Gemar Tarigan, menyambut baik dengan adanya kerjasama tersebut.  “Kami berharap, ini bagian dari preventif kita, antisipasi kita bila sewaktu-waktu KPU menghadapi persoalan hukum. Adanya MoU ini, kami sangat terbantu karena mendapatkan pendampingan dari Kejari Karo. Sehingga setiap persoalan hukum yang akan terjadi mudah-mudahan bisa segera terdeteksi, ” sebut Gemar Tarigan dalam sambutannya. (deo/han)

Hilang Sejak Senin di Perairan Mursala, Pasutri Terdampar 2 Hari di Pulau Ungge

EVAKUASI: Tim Basarnas mengevakuasi korban kapal tenggelam, sepasang pasutri, dari Pulau Ungge, Tapanuli Tengah, Rabu (14/10).
EVAKUASI: Tim Basarnas mengevakuasi korban kapal tenggelam, sepasang pasutri, dari Pulau Ungge, Tapanuli Tengah, Rabu (14/10).

TAPTENG, SUMUTPOS.CO – Sepasang suami istri (pasutri), warga Kelurahan Muara Nibung, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, terdampar selama dua hari sejak dikabarkan hilang kontak di antara Perairan Pulau Mursala dan Pulau Situngkus, Senin (12/10) malam. Pasutri tersebut bernama Masius Daeli (45) dan istrinya Kasinia Lase (43).

EVAKUASI: Tim Basarnas mengevakuasi korban kapal tenggelam, sepasang pasutri, dari Pulau Ungge, Tapanuli Tengah, Rabu (14/10).
EVAKUASI: Tim Basarnas mengevakuasi korban kapal tenggelam, sepasang pasutri, dari Pulau Ungge, Tapanuli Tengah, Rabu (14/10).

Mendapat informasi tersebut, Kepala Kantor Basarnas Nias, M.Agus Wibisono melalui Kepala Seksi Operasi, Benteng Hilton langsung memerintahkan Koordinator Pos SAR Sibolga, untuk melakukan Operasi SAR.

“Kantor Basarnas Nias memerintahkan Tim Rescue KN SAR Nakula melakukan pencarian, berkoordinasi dengan Pos SAR Sibolga dan Polsek Pandan. Kita sudah bergerak pagi tadi menuju TKP melaksanakan Operasi SAR,” kata Koordinator Pos SAR Sibolga, Hari Susanto, Rabu (14/10).

Laporan diterima, pada Senin malam, Masius Daeli dan istrinya Kasinia Lase hendak pulang dari Pulau Mursala naik perahu kecil (kutuk-kutuk) menuju Muara Nibung.

“Pasutri tersebut berangkat dari Pulau Mursala Senin 12 Oktober 2020 malam membawa hasil tangkapan ikan, hendak pulang ke Muara Nibung. Namun di tengah perjalanan, antara Pulau Situngkus dan Pulau Mursala, perahu kecil atau kutuk-kutuk yang ditumpangi pasutri tersebut kehabisan bahan bakar (BBM),” ujar Hari.

Karena kehabisan bahan bakar, kedua korban menghubungi anaknya lewat seluler agar segera mengantar BBM.

“Namun ketika anak korban sampai di TKP yang sebelumnya diinformasikan, kedua korban (pasutri) tidak ditemukan lagi di sana,” jelasnya.

Panik, anak korban melaporkannya ke pihak BPBD Tapteng. Kemudian pada Selasa pagi, pihak keluarga menyampaikan informasi tersebut ke Kantor Basarnas Nias.

Setelah melakukan pencarian, pada Rabu pagi kemarin, Basarnas Nias melalui Pos SAR Sibolga menemukan korban di Pulau Ungge sekitar pukul 10.05 WIB. Kedua korban berhasil dievakuasi ke Kapal Basarnas KN SAR Nakula ke dermaga PPN Sibolga pukul 12.35 WIB.

“Ditemukan terdampar karena kapalnya tenggelam. Kedua korban sudah diserahkan kepada keluarga,” pungkasnya. (mag-8)

Empat Unit Rumah Terbakar di Simalungun

KEBAKARAN: Petugas kepolisian dan koramil bersama warga memadamkan api yang membakar empat unit rumah di Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10) .
KEBAKARAN: Petugas kepolisian dan koramil bersama warga memadamkan api yang membakar empat unit rumah di Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10) .

PURBA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak empat unit rumah di Jalan Besar Simarjarunjung, Kelurahan Tigarunggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, hangus dilalap si jago merah, Rabu (14/10) sore sekira pukul 15.30 WIB. Meski warga berupaya memadamkan api, namun kobaran api terus membakar keempat rumah semi permanen yang dibangun berdempetan tersebut.

KEBAKARAN: Petugas kepolisian dan koramil bersama warga memadamkan api yang membakar empat unit rumah di Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10) .
KEBAKARAN: Petugas kepolisian dan koramil bersama warga memadamkan api yang membakar empat unit rumah di Kelurahan Tiga Runggu, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Rabu (14/10) .

Empat rumah itu masing masing milik warga bernama Pariaman Sinaga (55), Nurtina Naibaho (48), Jauluan Sidauruk (56) dan Hugo Manik (58). Tidak ada korban jiwa dari keempat anggota keluarga yang mendiami rumah tersebut. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Purba Iptu Marolop Sinaga mengatakan, belum mendapat informasi penyebab kebakaran. “Polisi masih mencari saksi saksi yang mengetahui asal api tersebut. Sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Tetapi satu orang mengalami luka-luka,” kata Kapolsek.

Api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 16.20 WIB sore. (alj/tmc)

Pilkada Binjai 2020, Jumlah DPT 179.560 Orang

RAPAT PLENO: Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi dan jajaran komisioner saat menggelar rapat pleno penetapan DPT, Rabu (14/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO-Hasil rapat pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai, disepakati Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah 2020 sebanyak 179.560 orang.

Rapat pleno yang dihadiri Badan Pengawas Pemilu, jajaran PPK, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Lembaga Pemasyarakatan serta tim penghubung dari ketiga pasangan calon ini digelar di aula salah satu hotel di Kota Binjai, Rabu (14/10).

 Rapat pleno dipandu oleh Ketua Divisi Data dan Program KPU Binjai, Abdullah Arkam. Masing-masing PPK menyampaikan daftar pemilih tetap setelah hasil perbaikan.

 “Ada 9 kategori dinyatakan pemilih menjadi tidak memenuhi syarat atau TMS. Adalah, meninggal dunia, pemilih ganda, di bawah umur, pindah domisili, tidak dikenal, TNI, Polri, lupa ingatan dan hak pilihnya dicabut,” beber Arkam.

 Dia menegaskan, pihaknya tidak main-main dalam melakukan pendataan tersebut. “Sampai tadi jam 10 pagi, pemilih baru ada kami masukan. Ini kami lakukan untuk melindungi hak pilih seluruh warga. Terima kasih kepada PPK dan PPS yang telah bekerja keras,” ujar dia.

 Disepakati, jumlah DPT di Kota Binjai sebanyak 179.560 pemilih pada 37 kelurahan. Jumlah ini, bertambah saat masih berstatus Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan yakni sebanyak 178.609 pemilih.

 Jumlah Tempat Pemungutan Suara sebanyak 475 buah. Rincian DPT, Binjai Kota sebanyak 20.316 pemilih (9.771 pria dan 10.545 wanita), Binjai Barat sebanyak 31.484 pemilih (15.714 pria dan 15.770 wanita), Binjai Timur sebanyak 38.800 pemilih (18.586 pria dan 20.214 wanita), Binjai Selatan sebanyak 35.152 pemilih (17.072 pria dan 18.080 wanita) dan Binjai Utara sebanyak 53.808 pemilih (26.056 pria dan 27.752 wanita).

 Sehingga jumlah DPT di Kota Binjai sebanyak 179.560. Rinciannya lebih banyak wanita dengan jumlah 92.361 pemilih dan 87.199 pemilih pria.

 Dalam rapat pleno, Lapas Binjai menyampaikan 560 wargabinaan mereka berdomisili di Kota Binjai. Oleh KPU, kemudian melakukan koordinasi dengan Disdukcatpil dengan menyesuaikan Nomor Induk Kependudukan dan Nomor Kartu Keluarga.

 “Data yang diberikan Lapas Binjai berdasarkan nama dan alamat. Untuk masuk ke DPT, harus berdasarkan NIK dan NKK,” kata Ketua KPU Binjai, Zulfan Effendi.

 Zulfan menguraikan, dari 560 wargabinaan, 3 orang di antaranya dinyatakan bukan warga Kota Binjai dan 213 lainnya tidak lengkap datanya. Hasil koordinasi dengan Disdukcatpil Kota Binjai, 344 wargabinaan Lapas Binjai yang memiliki NIK dan NKK.

 “Kami juga melakukan penelusuran melalui PPK dan PPS untuk 213 data tersebut. Hasilnya 115 pemilih yang dapat NIK dan NKK,” pungkasnya.

 Dalam rapat pleno tersebut, Disdukcatpil dan Lapas Binjai intinya mendukung dan membantu penyelenggara pemilu untuk melakukan pendataan. Ini dilakukan agar seluruh masyarakat Kota Binjai terlindungi hak pilihnya. (ted/han)

Kasus Covid-19 Madina Menurun, Angka Sembuh Naik di Tapsel

MADINA, SUMUTPOS.CO – Jumlah positif COVID-18 di Kabupaten Mandailing Natal mengalami penurunan. Berdasarkan peta sebaran Coronavirus Diseas (COVID-19) yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (14/10) jumlah postif Covid-19 berjumlah 47 orang.

Ke 47 orang terkonfirmasi positif tersebut sebanyak 31 orang berada di Kecamatan Panyabungan, satu orang di Kecamatan Siabu, empat orang di Kecamatan Kotanopan, dua orang di Kecamatan Batang Natal, tiga orang di Kecamatan Lingga Bayu, tiga orang di Kecamatan Ranto Baek dan tiga orang di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Sedangkan yang tercatat Suspek sebanyak dua orang dan 369 kontak erat.

Sembuh di Tapsel Bertambah

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTPP) Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) 24 jam terakhir mencatat, pasien sembuh bertambah 9 orang.

“Alhamdulillah, hari ini yang sembuh bertambah ada 9 orang,” kata Jurubicara GTPP COVID-19 Tapsel Sofyan Adil, di Sipirok, Rabu (14/10).

Dengan pertambahan tersebut, total pasien sembuh/selesai isolasi sebanyak 51 orang. “Untuk kasus poistif masih tetap senamyak 77 orang, dan yang meninggal dua orang,” katanya sembari berharap yang positif tidak lagi bertambah pun yang meninggal.

Kendati demikian Pemkab Tapsel bersama pemangku kepentingan lainnya terus mendorong masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan upaya meminimalisir penyebaran COVID-19 di wilayah ini. (ant)

Usir Anggota PPS, Lurah Hutabarangan Dicopot

ilustrasi

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk mencopot oknum Lurah Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara, Dikki Pardede dari jabatannya. Pencopotan ini dilakukan karena oknum lurah melakukan pelanggaran disiplin, dengan mengusir anggota PPS Sibolga dari kantornya.

ilustrasi

Pencopotan jabatan ini tertuang dalam Keputusan Wali Kota Nomor 821.3/338/Tahun 2020, tertanggal 14 Oktober 2020. Untuk sementara, Camat Sibolga Utara, Maslan Ida Rumapea, diberikan tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas Lurah Hutabarangan.

Sekda Kota Sibolga M. Yusuf Batubara usai memimpin serah terima jabatan di ruang kerja Sekda pada Rabu (14/10/20) pagi menyampaikan, pencopotan dilakukan sesuai prosedur. “Pencopotan jabatan ini merupakan hasil evaluasi dari Pemko Sibolga melalui Inspektorat, terkait laporan terjadinya insiden di kantor kelurahan antara Lurah yang bersangkutan dengan Petugas Panitia Pemungutan Suara (PPS). Menurut hasil evaluasi tim inspektorat, hal ini merupakan sebuah pelanggaran disiplin seorang ASN, sehingga yang bersangkutan diberikan hukuman berat, pembebasan dari jabatan,” ujarnya.

Hadir dalam serah terima jabatan Camat Sibolga Utara, Inspektur Kota Sibolga Yahya Hutabarat, Kepala BKD Amarullah Gultom, dan Kabag Tapem Sekdakot Sibolga Ahmad Yani Nasution. (mag-8)

Kenalkan Abjad, Guru Kelas 1 SD Rela Door to Door

Rontina Sinaga mengajar murid-murid baru di sekolahnya, secara door to door.

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Sepuluh tahun bergelut mengajar murid-murid baru di kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 122375 Jalan Siak Pematangsiantar, bagi Rontina Sinaga, bukan hal yang sulit. Meski mengakui anak-anak baru biasanya kesulitan beradaptasi di awal kelas, mulai dari perkenalan dengan guru, lingkungan sekolah, dan teman-teman baru, namun ia punya kunci menghadapinya: Sabar!

Tetapi awal hari pertama masuk sekolah di Tahun Pelajaran 2020 /2021, 13 Juli lalu, menjadi momen menyulitkan. Tak hanya bagi murid baru kelas 1 yang tak bisa datang mengenal dan menimba ilmu ke sekolah barunya, tetapi juga bagi para guru.

“Pandemi Covid-19 membuat kita harus Belajar dari Rumah (BDR). Kita tidak diizinkan menghadirkan siswa ke sekolah. Kondisi ini membuat saya sedikit kesulitan mengenal dan berinteraksi dengan siswa baru yang berjumlah 26 orang,” kata Rontina Sinaga, salahsatu fasilitator daerah komunikasi Pematangsiantar Program Pintar Tanoto Foundation, kepada Sumut Pos, kemarin.

Meski guru dibolehkan mengajar lewat sistem online, namun bagi Rontina, mengenal karakteristik siswa dan kemampuan belajarnya sangatlah penting. Apalagi bagi dirinya selaku guru kelas 1 SD.

“Oleh sebab itu, saya memilih terjun ke lapangan secara door to door. Tentu dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan /pakai hand sanitizer, dan menjaga jarak,” cetusnya.

Rontina juga menginput data untuk dapodik. Seperti mengukur Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), dan Lingkar Kepala (LK) anak-anak barunya.

Menerapkan pepatah ‘sambil menyelam minum air’, selain berinteraksi dengan siswa baru, ia juga menginput data untuk dapodik. Seperti mengukur Tinggi Badan (TB), Berat Badan (BB), dan Lingkar Kepala (LK) anak-anak barunya. Setelah itu, ia memberi pembelajaran ringan, seperti pengenalan abjad A-Z, pengenalan bilangan dari angka 1 sampai 10, serta belajar menuliskannya.

Rontina yang telah dibekali pelatihan Pengembangan Budaya Baca Tanoto Foundation ini mengajar memanfaatkan fasilitas di rumah orangtua murid. Jika ada yang punya papan tulis, ia menggunakannya. Jika tidak ada, dengan menulis di dinding atau bahkan halaman pun dilakoni.

“Selama kunjungan saya ke rumah siswa, biasanya saya disambut hangat para orangtua siswa. Karena anak mereka umumnya senang bisa bertemu gurunya. Anaknya terlihat lebih semangat belajar dan paham dirinya sudah menjadi murid di kelas 1 SD, meski belum pernah masuk kelas sejak masuk,” bebernya seraya tersenyum.

Rontina tetap menerapkan protokol kesehatan selama mengajar door to door.

Selain itu, orangtua juga senang karena kunjungan guru ke rumah mereka telah meringankan beban penginputan data TB, BB, dan LK. “Mereka kan tidak perlu susah-susah lagi mencari timbangan dan meteran, karena saya sudah menyediakannya,” ungkapnya lagi.

Untuk semua metode kunjungan dan pembelajaran secara door to door itu, para guru di SDN 122375 Pematangsiantar mendapat bimbingan dari kepala sekolah, Murniati Nasution MPd. “Kasek selalu memotivasi kami para guru agar selalu memberi yang terbaik. Begitu juga dengan rekan guru, selalu memberikan dukungan berupa saran dan kritikan dalam sharing pelaksanaan BDR,” pungkasnya. (rel/mea)

Sempat 8 Hari Dirawat Positif Covid-19, Dokter di Taput Meninggal

Proses persiapan untuk pemakaman Dr Tony Lumbantobing yang meninggal positfi covid-19.

TARUTUNG, SUMUTPOS.CO – Seorang dokter yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung, Rabu (14/10) sekitar pukul 15.00 WIB.

Proses persiapan untuk pemakaman dr Tony Lumbantobing yang meninggal positfi covid-19.

Informasi diperoleh, sebelum meninggal, dokter berinisial Tony Lumbantobing (56) itu sempat dirawat di ruang isolasi RSUD Tarutung dan dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan swab test.

Pasien terhitung sudah delapan hari dirawat di RSUD Tarutung. Ia mulai dirawat setelah mengalami demam, batuk dan sesak napas. Namun sebelum dinyakan positif Covid-19, pasien diketahui telah memiliki riwayat penyakit diabetes.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Taput, Indra Simaremare, membenarkan seorang dokter yang positif Covid-19 meninggal di RSUD Tarutung. “Ido (iya),” jawabnya.

Indra menjelaskan, proses pemulasaran pasien sudah dilaksanakan di RSUD Tarutung dan sudah dimakamkan di Parbubu Pea sesuai protokoler kesehatan. “Sudah dilaksanakan di RSUD dan dimakamkan di Parbubu Pea sesuai aturan protokoler kesehatan,” jelasnya.

Indra menyebut, Pemkab Tapanuli Utara (Taput) merasa kehilangan atas meninggalnya dokter tersebut, karena turut berjasa dalam perjuangan melawan Covid-19 di Taput. “Atas nama Pemkab Taput kami menyampaikan turut berduka cita dan merasa kehilangan salah satu dokter yang telah berjasa dalam pejuangan melawan Covid-19,” ucapnya.

Pihaknya kembali mengingatkan dan mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan istilah 4M. “Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan,” tandasnya. (can/eal/adc)