TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Seorang dokter yang bertugas di Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Tebingtinggi, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tes yang dilakukan.
“Saat ini kita juga telah melakukan tracing dan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh pegawai Lapas,”kata Kalapas Klas IIB Tebingtinggi, Herliadi, Jumat (9/10).
Dijelaskannya, Lapas Kelas II B Kota Tebingtinggi mengetahui tenaga medis terpapar Covid-19 setelah melakukan swab mandiri di Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi.
Setelah menerima laporan ada dokter terkonfirmasi positif Covid-19, lanjut Herliadi, pihaknya langsung melakukan koordinasi ke Dinkes untuk melakukan rapid tes kepada seluruh pegawai.
“Hasilnya satu orang dinyatakan reaktif, dan dilanjutkan ke pemeriksaan swab tes. Dan selama menunggu hasilnya, diberikan kepada pegawai yang reaktif untuk menjalani isolasi mandiri,”terang Herliadi.
Pun begitu, sambung Herliadi, aktivitas di Lapas masih berjalan normal seperti biasanya, mengingat dokter tersebut jarang berhubungan langsung dengan warga binaan.
“Yang berhubungan langsung dengan warga binaan itu ada perawatnya. Jadi kondisi warga binaan saat ini sehat-sehat dan mudah-mudahan terhindari dari Covid-19,”pungkasnya. (ian/han)
KARO, SUMUTPOS.CO – Dengan kesadaran sendiri warga Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, menetapkan kawasan desa mereka menjadi kawasan Kuta Paguh (desa tangguh) mencegah penyebaran Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi virus corona.
BERSAMA: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga Desa Kutarayat.solideo/ SUMUT POS.
“Tujuan utama dibentuknya (Desa Kutarayat) sebagai kuta paguh agar masyarakat aware (sadar) mencegah penyebaran Covid-19,” sebut Kepala Desa Kutarayat, Satar Ginting saat peresmian Desa Kutarayat sebagai Kuta Paguh yang dihadiri Bupati Karo Terkelin Brahmana, anggota DPR RI Bob Andika Mamana Sitepu, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, dan Camat Naman teran Dwi Kora Sitepu, Sabtu (10/10.
Dikatakannya, dengan penetapan (peresmian) desa tangguh ini mendorong masyarakat lebih tertib menerapkan Prokes di masa pandemi Covid-19. “Dengan adanya kampung tangguh ini, mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungan desa,” tegas Satar.
Bupati Karo Terkelin Brahmana menyampaikan terimakasih kepada kepala desa dan warga dengan kesadaran sendiri menetapkan sebagai Kuta Paguh. “Membuat Kuta Paguh dibutuhkan kesadaran dan dukungan dana. Di sini dibangun (posko) dengan dana swadaya mandiri oleh warga,” ungkapnya.
Pembentukan desa tangguh ini, kata Terkelin, sejalan dengan Peraturan Bupati Nomor 46 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Prokes sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Diakuinya, belum semua desa di Kabupaten Karo membentuk, menetapkan wilayah desanya sebagai Kuta Paguh.
Apa yang dilakukan warga Desa Kutarayat, menurut Terkelin, patut diapresiasi, terlebih denagn dana swadaya turut mendirikan posko Covid-19. Camat Naman Teran Dwi Kora Sitepu menyatakan dengan peresmian Desa Kutarayat sebagai Kuta Paguh, warga bisa lebih waspada Covid-19 dan disiplin dalam penerapan Prokes.
“Salah satu konsep Kuta Paguh menyediakan tempat isolasi bagi warga sekitar yang terpapar Covid-19. Meski tidak banyak tempat isolasi, ini bisa membantu penanganan pasien Covid-19,” ujar Dwi. (deo/han)
BERSAMA: DPK - KNPI Medan Belawan foto bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kantor Camat Medan Belawan, Sabtu (10/10).fachril/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK – KNPI) Medan Belawan menggelar dialog dan silaturahim dengan sejumlah organisasi masyarakat di Kantor Camat Medan Belawan, Sabtu (10/10).
BERSAMA: DPK – KNPI Medan Belawan foto bersama sejumlah organisasi masyarakat di Kantor Camat Medan Belawan, Sabtu (10/10).fachril/sumut pos.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan lintas organisasi dalam memberikan bentuk pandangan dan pendapat kepada setiap organisasi di masyarakat.
Camat Medan Belawan, Ahmad mengajak seluruh yang hadir untuk dapat membangun komunikasi demi kemajuan Belawan dengan gagasan yang positif n
kepada seluruh tokoh kepemudaan di Kecamatan Medan Belawan. “Silaturahim antarorganisasi ini terus dijaga dengan baik, agar tercapai yang kita harapkan untuk kepentingan pembangunan Belawan ke depannya,” kata Camat Medan Belawan.
Sementara itu, Ketua KNPI Belawan, Rangga Syahputra Damanik mengucapkan terima kasih kepada seluruh organisasi yang hadir. Harapannya, dapat menyatukan gagasan dan berkaloborasi secara bersama – sama.
“Dengan saling bergotong-royong, kita dapat menjaga hubungan organisasi hari ini dan masa yang akan datang debgan baik,” pungkasnya.
Sekretaris KNPI Belawan, Arsyad Mulia Pasaribu menambahkan, dengan kebersamaan organisasi dapat mendukung kebaikan Belawan di masyarakat.
“Mari kita bangun potensi yang ada, agar tercapainya cita – cita kita bersama demi kota belawan yang kita harapkan,” ungkap Arsyad.
Turut hadir dalam acara tersebut adalah Forum Masyarakat Belawan Membangun (FORMABEM), Forum Masyarakat Bersatu (FORMABES), Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), Anak Belawan Bersatu (ABB), Solidaritas Pemuda Belawan (SPB) pemikiran intelektual Himpunan Mahasiswa Belawan (HMB), Pemuda Pancasila (PP), Pemuda Karya Nasional (PKN) dan FKPPI. (fac/ila)
SOSIALISASI: Dedy Aksyari Nasution ST saat menggelar Sosper No.5/2015 tentang penanggulangan kemiskinan, Minggu (11/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Kota Medan mengaku mengalami kesulitan ekonomi akibat adanya pandemi Covid-19 yang merusak sendi-sendi perekonomian, khususnya masyarakat kecil yang mengandalkan hidupnya dari usaha mikro kecil menengah (UMKM).
SOSIALISASI: Dedy Aksyari Nasution ST saat menggelar Sosper No.5/2015 tentang penanggulangan kemiskinan, Minggu (11/10).
Namun, bukan tidak ada hal yang bisa dilakukan untuk UMKM dapat bertahan bahkan berkembang di tengah pandemi. Kuncinya, masyarakat harus mampu berinovasi dalam mengembangkan UMKM yang dimilikinya.
“Sebab UMKM itu adalah garda terdepan dalam membangun perekonomian. Bila UMKM sebuah kota itu berkembang, maka dapat dipastikan jika perekonomian kota itu juga ikut berkembang. Itu yang kita mau di Kota Medan, apalagi UMKM adalah cara efektif dalam menekan angka kemiskinan,” ucap anggota DPRD Medan Fraksi Partai Gerindra, Dedy Aksyari Nasution ST saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) No.5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskin di Kota Medan, di Jalan Kemiri II No.36, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Minggu (11/10).
Diharapkan Dedy, adanya Sosper Perda No.5/2015 itu adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ada sebuah regulasi di Kota Medan yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengentaskan kemiskinan dengan membangun UMKM sebagai bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi.
Regulasi itu sendiri mengatur tentang bagaimana cara masyarakat agar dapat terverifikasi sebagai masyarakat yang memenuhi syarat dalam menerima banyak bantuan dari berbagai aspek dari pemerintah, baik itu pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kota.
“UMKM itu punya banyak manfaat untuk membangun ekonomi masyarakat, makanya kenapa para pelaku UMKM itu banyak diberi bantuan stimulus dari pemerintah, walaupun jumlahnya tetap saja terbatas. Maka bentuk lah UMKM bagi warga yang punya keterampilan, dan berinovasi lah bagi yang sudah punya UMKM. Saya di DPRD Medan akan berupa untuk memfasilitasi hal itu, bagaimana agar para pelaku UMKM ini bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Salah satu warga Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai, Oktavianus mengatakan jika selama ini dirinya bekerja dengan berjualan di kantin sekolah SD Antonius. Tetapi karena pandemi, ia tidak lagi dapat berjualan di kantin itu karena sekolahnya ditutup. Ia mengatakan, karena hal itu kondisi ekonominya menjadi terpuruk, walaupun ia bersyukur karena sempat mendapatkan bantuan dana Prakerja.
“Puji Tuhan, saya sekarang mulai membuat UMKM, saya buat sari jahe dan sari temulawak. Saya usaha kecil gak butuh banyak modal, tapi saya butuh pelanggan pak. Produk saya jahe dan temulawak instan siap seduh, tapi pelanggan saya belum ada, saya mau agar UMKM saya agar bisa berkembang dengan punya pelanggan,” katanya.
Menjawab hal itu, Dedy pun mengatakan jika tim nya di rumah aspirasi di Jalan Kemarin II siap membantu para pelaku UMKM untuk membangun usahanya dengan berbagai inovasi dan berbagi ilmu bersama para pelaku UMKM yang telah lebih dulu sukses dalam menjalani usahanya.
“Akan kita bantu agar dapat membantu UMKM bapak agar bisa maju, karena UMKM itu memang garda terdepan ekonomi. Para UMKM akan kita endorse dan kita bekali dengan berbagi ilmu, nanti akan kita buat disini,” jawabnya.
Dalam kesempatan itu, Dedy juga turut menampung aspirasi dari tokoh masyarakat, sejumlah warga, pelaku UMKM, termasuk dari para millenial yang tergabung dalam Forum Millenial Bersatu yang turut hadir dalam kesempatan itu.
Selain membahas masalah kemiskinan, pertemuan itu juga turut membahas masalah kepengurusan dokumen kependudukan di Disdukcapil Kota Medan, Kamtibmas, penerangan jalan, perbaikan jalan, masalah persampahan hingga masalah banjir yang kerap dilanda masyarakat ketika hujan turun dengan debit air yang cukup tinggi.
Dedy juga menanggapi keluhan Lis Fatimah, warga Kelurahan Sitirejo I Kecamatan Medan Kota yang mengaku jika di daerah tempat tinggalnya banyak pelaku UMKM yang tidak berkembang karena tak punya modal. Lis juga mengeluhkan biaya SPP anaknya yang bersekolah di salah satu sekolah swasta di Kota Medan. Walaupun daring, tapi Lis mengaku tidak mendapatkan pengurangan biaya SPP.
“Itu sebabnya, kalau UMKM harus buat kelompok dulu, tidak bisa perorangan. Nanti kita akan kumpul, kita cari solusinya. Untuk pengurangan SPP, DPRD Medan sudah minta kepada beberapa sekolah untuk memberikan diskon. Nanti akan saya turun ke sekolah anak ibu, nanti akan saya tanyakan. Intinya, masyarakat harus mengetahui Perda No.5/2020 ini, masyarakat harus pro aktif dalam memanfaatkan program pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan,” tandasnya.
Terakhir, dalam Sosper yang mengikuti protokol kesehatan itu, Lurah Kelurahan Sidorejo II, Irawadi SH mengucapkan Terimakasih karena kelurahan Sidorejo dipilih sebagai salah satu kelurahan yang diberikan sosialisasi Perda No.5/2020 tersebut. “Semoga masalah kemiskinan dapat teratasi, khususnya di kelurahan Sidorejo II,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Al Ustaz Syarifudin, pengurus Gerakan Relawan Pandu Garuda (GRPG), pengurus Forum Millenial Bersatu, para pelaku UMKM dan masyarakat kelurahan Sidorejo II.
SEMPROT: Tim RPD Sumut semprotkan disinfektan di Lapas I Tanjung Gusta Medan, Sabtu (10/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Peduli Disinfektan Covid-19 Sumatera Utara (RPD Sumut). Kali ini, RPD Sumut melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tanjung Gusta Medan, Sabtu (10/10).
SEMPROT: Tim RPD Sumut semprotkan disinfektan di Lapas I Tanjung Gusta Medan, Sabtu (10/10).
Koordinator Penyemprotan dari RPD Sumut mengatakan, kegiatan seperti ini sudah mereka lakukan sejak April lalu. Pihaknya sudah melakukan penyemprotan lebih dari 1.000 titik di Kota Medan, Binjai, dan Deli Serdang. “Dalam penyemprotan kali ini, kami menggunakan tiga kompresor dan 10 spray. Penyemprotan dibagi menjadi tiga tim untuk menyemprot tiga blok di Lapas,” ungkapnya.
Hendra mengaku, Ketua Umum RPD, Musa Idhishah atau sering disapa Dodi Shah yang meminta timnya untuk melakukan penyemprotan di Lapas. “Ketua umum yang memberikan arahan kemari karena ada permintaan juga dari Lapas,” katanya.
Dokter di Lapas I Tanjunggusta Medan, Naik Suryanta MKes mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian tim medis Lapas untuk melindungi warga binaan dari penularan virus corona yang tengah mewabah. Menurut dia, hal ini penting dilakukan mengingat Covid-19 bisa menular dari siapa saja, baik orang di dalam Lapas atau dari tamu yang berkunjung.
“Saya beberapa hari lalu menghubungi teman saya, akhirnya bertemulah dengan tim Relawan Peduli Disinfektan (RPD) Sumut. Mereka melakukan penyemprotan di seluruh Lapas untuk mencegah penyebaran Covid-19 di dalam Lapas,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Frans Elias Nico memberi apresiasi atas kegiatan penyemprotan. Penyemprotan sendiri dilakukan ke seluruh ruangan dan blok yang ada di Lapas. Tim penyemprotan dibagi menjadi tiga tim, untuk menjangkau tiga gedung utama.
“Lapas memang rawan penyebaran Covid-19, apalagi cuaca seperti makanya kita jalankan protokol kesehatan ketat untuk wargabinaan dan pegawai. Kalau tamu kita gak terima, hanya titipan barang saja yang kita terima dan. Sejauh ini belum ada warga binaan yang terkena Covid-19” tuturnya.
Ia juga menjelaskan, sejak penerapan protokol kesehatan beberapa bulan lalu, pegawai dan wargabinaan tidak boleh kontak fisik. Setiap hari wargabinaan juga diminta berjemur pagi hari dan diberikan vitamin secara rutin untuk memperkuat imun tubuh.
Di akhir kegiatan, Kalapas 1 Tanjung Gusta Medan, RPD Sumut dan IDI Sumut yang turut hadir memakaikan masker secara simbolis kepada perwakilan wargabinaan. Kemudian seluruh warga binaan diberikan masker dan vitamin oleh petugas Lapas. (ris/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO-Terhitung hingga 11 Oktober 2020, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil mengungkap tindak pidana narkoba sebanyak 6.275 kasus.
Berdasarkan data yang diperoleh Sumut Pos di Mapolda Sumut, Senin (12/10), pengungkapan kasus narkoba periode Desember 2019 hingga 11 Oktober 2020 sebanyak 6.275 kasus, dengan tersangka 8.188 orang dan barang bukti sabu seberat 479,59 Kg, ganja seberat 1.615,1 Kg dengan rincian 10.434 batang pohon, 1,28 Kg biji dan ladang ganja seluas 2 hektare.
Kemudian, barang bukti lainnya, yakni pil ekstasi sebanyak 219.542¼ butir, pil happy five 7.077 butir, pil alprazolam 4.551 butir dan ketamin 1,48 Kg.
Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, pelaku yang diberikan tindakan tegas, keras dan terukur sebanyak 15 orang dan meninggal dunia.
“Sementara masyarakat yang diselamatkan dari seluruh barang bukti yang disita sebanyak 7.713.171 orang,”terangnya. (Mag-1/han)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Satgas Covid-19 menemukan bungkusan yang berisi pil ekstasi saat melakukan razia di Tempat Hiburan Malam, Lee Garden, Sabtu (10/10) malam.
Saat petugas memasuki ruang hiburan malam, para pengunjung sedang menikmati musik sembari dan mencicipi minum dan makanan yang tersaji di meja. Spontan petugas berpencar. Satu per satu KTP pengunjung diperiksa.
Dalam perjalanan pemeriksaan, petugas menemukan narkoba berupa pil ekstasi. “Pada malam ini ada beberapa tempat yang kita datangi, kekecewaan kita di beberapa tempat kita temukan narkoba di Lee Garden, ini anak remaja,” ujar Kolonel Inf Azhar Mulyadi usai mendapat laporan Tim Satgas Covid-19 bahwa di ruangan tersebut ditemukan pil ekstasi.
Dia juga menerangkan perihal pengguna ekstasi yang berhasil diungkap setelah ditanyai masing-masing pengunjung.
Kemudian, Kolonel Inf Azhar Mulyadi menghubungi pihak Polsek Medan Baru yang tidak jauh dari tempat tersebut, sekitar 100 meter.
“Rata-rata usia 18-30 tahun sekolah dan mahasiswa mereka kurang diperhatikan orangtuanya, terbukti kita tadi menemukan 6 butir narkoba dan sekelompok orang sudah kita serahkan ke Polsek Medan Baru,” paparnya.
Pihak Polsek Medan Baru langsung datang dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Para pengunjung pun mendapatkan hukuman karena melanggar protokol kesehatan. “Malam ini satgas Covid-19 Sumut telah melaksanakan kegiatan berulang-ulang, untuk masyarakat Sumut tetap sehat bugar dengan mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (trb/ila)
RAZIA PROTOKOL KESEHATAN: Wakil Ketua Satgas Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang Kol Inf Azhar Muliyadi, merazia tempat permainan dindong di Jalan Serbaguna, Kompleks BTC, Helvetia, Deliserdang, Jumat malam (9/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Medan-Binjai-Deliserdang (Mebidang) kembali membubarkan pengunjung di tempat bermain dindong dan game ikan di Jalan Veteran Komplek BTC, Marelan, Jumat (9/10) malam. Langkah ini diambil karena para pengunjung dan pemilik usaha dinilai tidak menerapkan protokol kesehatan.
RAZIA PROTOKOL KESEHATAN: Wakil Ketua Satgas Penegakkan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 Mebidang Kol Inf Azhar Muliyadi, merazia tempat permainan dindong di Jalan Serbaguna, Kompleks BTC, Helvetia, Deliserdang, Jumat malam (9/10).
Di lokasi tersebut, satgas mendapati 11 pria dan wanita yang sedang bermain dindong dan game ikan. Ke-11 orang itu tidak mengenakan masker dan berhimpitan di ruangan tersebut. “Luar biasa kalian, berkumpul di saat pandemi seperti ini, tidak ada yang melakukan protokol kesehatan, siapa pemilik tempat ini, mengaku saja, kalau tidak saya akan tutup tempat ini,” ujar Kolonel Azhar, Koordinator Tim I Satgas Covid-19 Mebidang.
Karena tidak ada pengelola tempat yang datang, tim akhirnya langsung membubarkan dan menutup tempat tersebut. “Kalian semua keluar, matikan semua listriknyan
dan kunci, nanti pemiliknya suruh ambil ke saya, jumpai saya ke Posko Satgas Penanganan Covid-19 Sumut, ini tidak benar, mengumpulkan banyak orang dalam ruangan dan berjudi lagi,” tegasnya.
Kemudian, Tim Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19 yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, petugas Dinas Pariwisata Medan dan BPBD Sumut melanjutkan patroli ke MAS CAFE dan Pasar Raya Rakyat (PPR) Night Market Marelan, yang berada di Jalan Marelan Raya Tanah 600. Tim mendapati 5 orang pengunjung yang tidak mengenakan masker dan langsung melakukan penindakan.
Sebagian besar tempat usaha yang menjadi target tim satgas merupakan tempat usaha yang telah mendapat teguran dari mereka sebelumnya. Sayangnya, hanya PPR Night Market Marelan yang memberikan respons positif.
Marelan Night Market meletakkan hanya dua kursi berjarak lebih dari 1,5 m setiap meja. Begitu juga dengan jarak antarmeja telah memenuhi syarat protokol kesehatan. Ada juga sarana lain seperti tempat cuci tangan dan petugas untuk mendeteksi panas tubuh pengunjung.
Marelan Night Market sendiri sebelumnya telah diberi teguran tertulis pada 19 September oleh Tim Satgas Covid-19 Mebidang. Atas hal tersebut Koordinator Tim I berterima kasih karena pengelola mau menerapkan prokes.
“Alhamdulillah, setelah kita berikan teguran Marelan Night Market memberikan respons yang positif walau masih ada beberapa pelanggaran. Tetapi itu cukup baik, kami berterima kasih mudah-mudahan bisa ditingkatkan dan ikuti pengusaha lainnya,” kata Azhar.
Sedangkan Tim II bergerak ke Jalan Platina Raya, memberikan teguran tertulis kepada Inul Vizta Karaoke, Cafe Kongkow, dan Five Nine Garden. Tim II yang dikoordinatori Letda Bambang Pitiyo juga memberikan sanksi fisik kepada 8 orang yang melintas di sekitar Jalan Platina Raya karena tidak mengenakan masker. Total, pada razia Jumat (9/10) malam Tim Satgas Covid-19 Mebidang melayangkan 4 teguran tertulis kepada pemilik usaha, 12 orang sanksi fisik dan 1 orang non fisik. (prn/fac/ila)
PECAHKAN KENDI:
Dirut PT Polindo Utama, Law Darwin (kiri) dan Kepala Beacukai Kualanamu, Elfi Haris, memecahkan kendi sebagai prosesi pelepasan perdana ekspor ke Taiwan, Sabtu (10/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan pekerja wanita tampak serius memilah botol-botol plastik bekas yang bertumpuk dalam wadah goni besar. Mereka memilah botol plastik yang bersih, dikumpulkan menjadi satu dan kemudian dimasukkan ke dalam mesin penggilingan. Begitu keluar dari mesin penggilingan, sudah menjadi pecah-pecahan plastik yang disebut daur ulang PET (Polyethilen Terephtalete). Begitulah saban hari aktivitas di pabrik PT Polindo Utama yang berlokasi di Jalan Sultan Serdang, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang.
PECAHKAN KENDI:
Dirut PT Polindo Utama, Law Darwin (kiri) dan Kepala Beacukai Kualanamu, Elfi Haris, memecahkan kendi sebagai prosesi pelepasan perdana ekspor ke Taiwan, Sabtu (10/10).
Sabtu (10/10), PT Polindo Utama mengembangkan sayapnya dengan melakukan ekspor daur ulang sampah plastik (PET) ke negara Taiwan, melalui Pelabuhan Belawan. Kegiatan ini ditandai melalui acara pelepasan perdana produk daur ulang PET.
Pelepasan ini langsung dilakukan Direktur Utama PT Polindo Utama, Law Darwin. Pelepasan ini juga disaksikan secara virtual oleh Direktur Pengembangan Produk Ekspor Olvy Andrianita, Direktur Jendral Pengembangan Ekspor Nasional, Kasan, Direktur Jendral Industri Kimia, Farmasi dan Teksil, M Khayam.
Selain itu, di lokasi acara, pelepasan ekspor disaksikan juga oleh Ketua Umum Indonesia Plastik Recyelers, Ahmad Nuzuluddin, Kepala Beacukai Kualanamu, Elfi Haris, Kapoldasu diwakili Kasubdit 1 Ditreskrimsus Poldasu, Kompol Edison Siagian, SH, Kapolresta Deliserdang diwakili Kompol Sri Pinem, SH, Kapolsek Tanjung Morawa AKP Sawangin, SH, Danramil 16 Tanjung Morawa, Mayor Inf NRP Syafruddin, Camat Tanjung Morawa, Marianto Irwadi serta tokoh pemuda.
Direktur Utama PT Polindo Utama Law Darwin menjelaskan, pihaknya memiliki misi membantu pemerintah daerah mengurangi sampah. Apa lagi sampah saat ini selalu dianggap masalah.
Dengan adanya pengolahan daur ulang sampah di Deliserdang, lanjut Law, ke depannya sampah akan menjadi berkah. Sebab pihaknya mengolah sampah plastik menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih.
“Kami sangat berpengalaman di bidang ini, dan PT Polindo Utama yang menangani sampah adalah perusahaan cabang dari Jakarta. Dan kami ingin mengembangkan di Sumatera Utara, khususnya di Deliserdang,” ujar Law.
Law memaparkan, kontrak pengiriman yang akan mereka ekspor sebanyak 22 container adalah yang perdana. “Pelepasan hari ini di awal kita kirim dua container dengan jumlah 44 ton via Pelabuhan Belawan, dan selanjutnya akan dilakukan pengirimin secara berkala,” bilang Law.
Lanjutnya, ekspor seperti ini sebelumnya tidak hanya ke Negara Taiwan saja. Dari Jakarta sudah dilakukan ekspor ke beberapa negara termasuk ekspor ke Eropa, Australia, Amerika dan Asia. “Sedangkan Sumut baru perdana, dan sasarannya juga akan dilakukan ke Negara Eropa,” kata Law penuh optimis.
Kata Law, jenis sampah yang didaur ulang ini merupakan jenis botol plastik dan lainnya, bisa dipergunakan menjadi serat baju, peralatan olahraga dan lainnya.
Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Plastics Recyclers ( IPR ), Ahmad Nuzuluddin mengatakan, Indonesia dihadapkan pada permasalahan sampah plastik yang hingga kini perlu dilakukan tindaklanjut pengelolaan yang cepat, tepat dan ramah lingkungan. Hal ini sangat penting mengingat sampah plastik memang diciptakan untuk dimanfaatkan lagi dengan reduse, reuse dan recycler, bukan untuk di buang sembarangan.Plastik merupakan benda yang tidak dapat terurai dalam waktu yang sangat lama hingga jutaan tahun dan dapat mengakibatkan pencemaran tanah dan air.
”Untuk itu PT Polindo Utama dengan konsistensinya, berupaya membantu mengurangi dampak dari permasalahan tersebut dengan cara mendaur ulang sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis. Sekaligus, bentuk nyata dukungan PT Polindo Utama terhadap kepedulian lingkungan di Indonesia,” ujar Ahmad.
Sedangkan Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan, diwakili Asisten III Bidang Perekonomin Setdakab, Putra Jaya Manalu SE, MM mengatakan, pihaknya sangat mendukung produk ekspor sampah plastik ini. Sebab, bagi pemerintah Deliserdang, dengan adanya investasi ini tentunya akan menambah nilai pertumbuhan ekonomi Pemkab.”Dengan adanya investasi ini akan membuka lapangan pekerjaan, apa lagi sampah ini bernilai jual lebih,” kata Putra Jaya.
Dia berharap, PT Polindo Utama dapat melestarikan lingkungan, melalui pengolahan sampah plastik dan limbahnya. “Kami juga berharap, tidak hanya sampah yang diekspor, tetapi bisa menjadi barang jadi yang nilai jualnya jauh lebih tinggi. Dan kami meyakini akan dilakukan perusahaan tersebut, namun tentunya secara bertahap,” harapnya.
Sebelumnya, melalui video virtual dalam kegiatan itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kememdag) RI, Kasan mengatakan,
Ekspor produk plastik Indonesia, pada periode Januari–Agustus 2020 mencapai US$1,62 miliar (sekira Rp23,77 triliun). Angka ini naik 0,39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$1,61 miliar (sekitar Rp23,63 triliun).
Kasan mengatakan, neraca perdagangan Indonesia ke manca negara pada Januari-Agustus 2020 yang mengalami surplus sebesar US$11,08 miliar (Rp162,62 triliun). Hal ini tercatat lebih besar dari periode yang sama tahun 2019 yang mengalami defisit sebesar US$2,06 miliar (Rp30,23 triliun).
Kasan mengapresiasi langkah yang dilakukan PT Polindo Utama di Deliserdang yang mengekspor produk daur ulang biji plastik atau Polyethylen Terephtalete (PET) ke Taiwan sebanyak 44 ton. PET merupakan resin polymer plastik thermoplast dari kelompok polyester yang diproduksi industri kimia dan digunakan dalam serat sintesis, botol minuman dan wadah makanan.
Kasan menjelaskan, produk yang diproduksi dari PT Polindo Utama adalah daur ulang PET yang merupakan sektor produk yang tetap bertahan dan masih dapat terus ditingkatkan ekspornya pada masa pandemi ini. Sebab, hampir semua lini kehidupan membutuhkan plastik sebagai kemasan (packaging serta bahan baku industri untuk memproduksi benang filament, plastik kemasan, serta bahan baku tekstil.
“Saya yakin, melalui pengembangan riset dan inovasi, PT Polindo Utama akan mampu terus melakukan terobosan inovasi di masa pandemi ini untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah dari limbah plastik yang sudah tidak dapat digunakan lagi,” ungkapnya.
Dia juga optimis, bersama dengan Kemendag, perusahaan akan terus berkembang nilai dan volume ekspornya bukan saja ke negara-negara Jerman, Turki, Italia, Inggris, Spanyol, Australia, Amerika Serikat, RRT, Taiwan, dan Korea. Sehingga pada Desember 2020, nilai ekspornya diharapkan dapat mencapai sekitar Rp308 miliar.
Dia berharap pelepasan ekspor dua kontainer produk daur ulang PET ke Taiwan ini, dapat memotivasi para pelaku bisnis, bukan hanya di Sumatera Utara, tetapi seluruh Indonesia walaupun dilakukan secara hybrid antara Deliserdang, Jakarta dan Bandung.
“Semoga kita dapat terus meningkatkan sinergi yang baik untuk melewati masa sulit pandemi ini dan meningkatkan ekspor non-migas sekaligus memperbaiki dan menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia,” pungkasnya. (ila)
DIABADIKAN: Peserta Konferensi HMI Cabang Langkat foto bersama Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, H. Mulyono
LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Langkat melaksanakan konferensi cabang XI dan Muskoh IX, di Gedung PKK Langkat, Stabat, Jumat (9/10)
Turut menghadiri Bupati Langkat Terbit Rencana PA diwakili Staf Ahli Bid.Ekonomi Pembangunan dan Keuangan H. Mulyono.
Dalam arahannya Mulyono mengatakan, HMI diyakini mampu menjadi tauladan bagi generasi bangsa khususnya di Langkat.
Untuk itu, Mulyono mengharapkan, konferensi cabang ini melahirkan pemimpin yang kompeten,sehingga mampu mewujudkan tujuan HMI yakni terbinanya insan akademis, tercipta pengabdi yang bernapaskan Islam dan bertangungjawab atas terbinanya masyarakat adil dan makmur yang ridoi Allah SWT.
Mulyono juga mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 ini, HMI diharapkan melibatkan diri dalam upaya pencegahan, seperti mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan membiasakan menggunakan masker di luar rumah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan serta selalu mencuci tangan di aliran air yang mengalir.
Sementara itu, Ketua HMI Langkat Fahrizal mengatakan kegiatan ini diharapkan semakin mempersatukan kader HMI Langkat, serta memperkuat silaturahim antara semua angota HMI dengan KAHMI.
“Semoga kegiatan ini dapat melahirkan ide dan keputusan formal secara mufakat, yang semakin membesarkan HMI di Langkat,” imbuhnya
Ketua panitia Ispandi Manurung (mahasiswa STAI-JM Tanjungpura) dalam laporannya, mengatakan nantinya yang mencalonkan sebagai Ketua Umum HMI Cabang Langkat dan terpilih diharapkan amanah untuk mewujudkan tujuan HMI. Turut hadir Kanit Sabara Polsek Stabat IPDA Sukma Admaja, Kasubsi B Intel Kejari Juanda Fadli, Angota DPRD Langkat Fraksi PKS Aidir syahputra, penasehat KAHMI Langkat Nurul Azhar Lubis, Ketua Umum Badko HMI Sumatra Utara Alwi Hasbi Silalahi, Ketua KOHATI Langkat Maimunah Wibowo. (yas)