Home Blog Page 3996

Pesantren Jadi Klaster Baru Covid-19 Medan, Komisi II DPRD Medan Bakal Panggil Pesantren dan Depag

Masker N95 dinilai paling standar melawan Covid-19.
Masker N95 dinilai paling standar melawan Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KLASTER-KLASTER baru penyebaran Covid-19 di Kota Medan terus bermunculan. Setelah klaster perkantoran, lingkungan rumah-rumah sakit dan berbagi lokasi umum lainnya, kini klaster penyebaran Covid-19 telah merambah hingga ke lingkungan Pasantren. Sebab, berbeda dengan sekolah pada umumnya yang saat ini sudah mengambil jalur daring (dalam jaringan), pesantren justru masih memfasilitasi para siswa atau santrinya untuk berada di lingkungan pesantren guna menuntut pendidikan.

Masker N95 dinilai paling standar melawan Covid-19.
Ilustrasi.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST kepada Sumut Pos, Minggu (11/10). Dikatakan Sudari, pihaknya telah mendapatkan laporan jika sudah ada satu pesantren di kawasan Jalan Jamin Ginting Kota Medan yang santrinya telah terkonfirmasi positif Covid-19, begitu juga dengan para guru yang ada di pesantren tersebut.

“Saya baru dapat laporan, salah satu pesantren di kawasan Jalan Jamin Ginting Medan ada yang siswanya positif Covid, guru-gurunya juga. Tapi sampai saat ini, pesantren itu masih beraktifitas seperti biasa,” ucap Sudari kepada Sumut Pos, Minggu (11/10).

Dikatakan Sudari, hal ini tentu cukup membahayakan keselamatan dan kesehatan para siswa atau santri lainnya. Seharusnya, yayasan pengelola pesantren tersebut dapat mengutamakan keselamatan dan kesehatan para santri serta guru yang ada di pesantren tersebut.

“Apa bedanya dengan sekolah umum, mereka sudah enam bulan lebih belajar daring, padahal mereka sama-sama generasi bangsa yang harus kita selamatkan dari pandemi ini. Dalam kondisi seperti wabah Covid yang semakin tinggi di Kota Medan, tempat yang paling aman bagi anak-anak kita adalah tetap berada di rumah,” katanya.

Bila melihat risiko penularan Covid-19, terang Sudari, justru pesantren memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi dari sekolah pada umumnya. Sebab para santri bukan hanya berada di lingkungan itu saat belajar, tetapi mereka juga berada di pesantren tersebut sebagai tempat tinggal.

Selain pesantren, anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan ini juga turut menyoroti sekolah-sekolah yang bukan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, melainkan di bawah Departemen Agama Kota Medan. Sebab saat ini kata Sudari, sekolah madrasah tingkat SD dan SMP sederajat di Kota Medan banyak yang sudah kembali belajar ke sekolah.

“Tapi ke sekolahnya itu tidak pakai seragam melainkan pakai baju bebas, dan tidak setiap hari. Seharusnya sebelum ada instruksi dan izin untuk kembali belajar di sekolah dari departemen agama, mereka tidak boleh ke sekolah dulu. Satu hal yang harus kita ingat bersama, bahwa Kota Medan belum terlepas dari pandemi ini,” tegasnya.

Untuk itu lanjut Ketua Fraksi PAN DPRD Medan itu, Komisi II dalam waktu dekat akan memanggil pihak yayasan pengelola pesantren dan departemen agama Kota Medan untuk duduk bersama dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Medan guna mempertanyakan hal itu.

“Kita mau tanya, apa alasan Yayasan Pesantren itu membiarkan anak-anak kita tetap berada disana dalam kondisi seperti ini. Lalu untuk Depag, kita juga mau minta agar mereka turut mengawasi halnya yang terjadi seperti di pesantren tersebut. Termasuk pengawasan mereka terhadap sekolah-sekolah Madrasah yang saat ini mulai ke sekolah lagi,” tandasnya.

Terpisah, anggota Pansus Covid-19 DPRD Medan, Afif Abdillah meminta gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan untuk segera bertindak dan mengambil langkah cepat atas klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 yang saat ini tengah merambah ke lingkungan pesantren.

“Gugus tugas harus bertindak cepat. Bila ada yang positif, maka harus segera diisolasi, para santri dan guru harus semua di Swab dengan segera. Lokasi pesantren harus segera dilakukan penyemprotan disinfektan” tukas Afif.

Afif menegaskan, sampai saat ini belum ada tindakan serius dari gugus tugas Kota Medan dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 di Kota Medan. Sebab faktanya, dari hari ke hari jumlah penyebaran di Kota Medan masih terus meningkat dan belum menunjukkan penurunan.

“Setiap klaster harus jadi perhatian, harus ada intensitas penanganan disana. Tetapi yang kita lihat sampai saat ini, masih banyak klaster yang belum ditangani secara maksimal,” pungkasnya. (map)

Jenguk 6 Personel Dirawat di RS Bhayangkara, Kapoldasu: Tetap Semangat Ya

JENGUK: Kapoda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjenguk personel kepolisian yang dirawat di RS Bhayangkara yang terluka saat mengamankan aksi tolak UU Cipta Kerja, Sabtu (10/10).
JENGUK: Kapoda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjenguk personel kepolisian yang dirawat di RS Bhayangkara yang terluka saat mengamankan aksi tolak UU Cipta Kerja, Sabtu (10/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 36 personel Kepolisian terluka saat mengamankan aksi menolak Omnibus Law di DPRD Sumut, Kamis (8/10) dan Jumat (9/10) lalu. Enam diantaranya harus menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Sumut karena mengalami luka yang cukup serius.

JENGUK: Kapoda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjenguk personel kepolisian yang dirawat di RS Bhayangkara yang terluka saat mengamankan aksi tolak UU Cipta Kerja, Sabtu (10/10).
JENGUK: Kapoda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjenguk personel kepolisian yang dirawat di RS Bhayangkara yang terluka saat mengamankan aksi tolak UU Cipta Kerja, Sabtu (10/10).

Untuk melihat kondisi dan memberi semangat kepada personel yang menjalani perawatan medis, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin menjenguk mereka, Sabtu (10/10) lalu. Setibanya di RS Bhayangkara, didampingi sejumlah PJU Poldasu, Martuani langsung menuju Ruang Teratai 3 di lantai II, tempat Briptu M Tivani dirawatn

Ia memberikan semangat kepada Tivani yang tengah terbaring akibat tindak kekerasan para demonstran saat mengamankan aksi di Gedung DPRD Sumut, Kamis (8/10) lalu. “Kamu sehat kan? Enggak takutkan? Masih tetap semangatkan,” kata Martuani kepada Tivani.

Mendengar pertanyaan itu, Tivani pun langsung menjawab bahwa dirinya masih bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai personil polisi. “Siap jenderal. Saya masih tetap semangat menjalani tugas,” ujar Tivani.

Kemudian, Kapoldasu begerak ke Ruangan Teratai 6 untuk melihat kondisi Bripka Darto Silaban yang menjadi korban penganiayaan serta mobil dinas yang dikendarai dibakar para demonstran.

Kepada Kapolda, Darto menerangkan bahwa saat demo yang berujung aksi anarkis itu, dia tengah membawa sejumlah kantong darah untuk menolong pasien yang tengah dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumut. “Sangat anarkis para demonstran itu jenderal. Beruntung dalam peristiwa itu saya berhasil menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Mendengar pengakuan itu, Martuani pun langsung menyemangati Darto agar tidak takut saat melaksanakan tugas negara. “Kamu tetap semangat dan tidak takut,” tutur Martuani.

Usai menjenguk, kepada wartaan Martuani menyebutkan, kedatangannya ke RS Bhayangkara untuk melihat kondisi anggota yang terluka saat bertugas mengamankan aksi demo di Kantor DPRD Sumut yang berujung anarkis beberapa waktu yang lalu. “Ada 36 personel yang terluka saat mengamankan aksi demo menolak Omnibus Law di DPRD Sumut. Di mana, enam diantaranya harus menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Sumut. Alhamdulillah kondisi anggota yang terluka sudah mulai membaik,” katanya.

Diketahui, ke enam personil yang terluka bernama Briptu M Tivani, Bripka Darto Silaban, Brigadir Rudi Hariyanto, Bripka Muhammad Rifky, Bripda Usma Hakim Sibuea, dan Bripda Restu Giawa.

“Semoga saya doakan para personil yang terluka segera pulih dan secepatnya kembali bertugas,” pungkasnya.

198 Orang Dipulangkan, 27 Jadi Tersangka

Sementara, Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengungkapkan, dari 243 orang pengunjuk rasa yang diamankan dalam aksi menolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10) dan Jumat (9/10) lalu, 27 orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan sisanya, 198 orang dipulangkan kepada orangtuanya, dan 21 orang diserahkan ke Satgas Covid-19 untuk diisolasi karena reaktif saat rapid test.

“Benar, ada sebanyak 27 orang telah kita tetapkan sebagai tersangka dalam aksi unjuk rasa anarkis selama dua hari terkait penolakan UU Omnibus Law yang terjadi di DPRD Sumut,” kata Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Wadirreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, ke-27 orang tersangka tersebut masih diperiksa secara intensif guna mencari siapa dalang dan provokator unjuk rasa anarkis tersebut. “Mereka akan dipersangkakan melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam pasal 170 KUHPidana tentang pengetusakan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tegasnya.

Hari Ini, SBMI akan Turun ke Jalan

Aksi penolakan terhadap pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja masih berlanjut. Rencananya hari ini, Senin (12/10), giliran Serikat Buruh Merdeka Indonesia (SBMI) akan turun ke jalan.

Ketua Umum SBMI, Rintang Berutu mengatakan, dalam aksi nantinya dilakukan bersama elemen buruh lainnya untuk meminta agar undang-undang tersebut dibatalkan. “Besok (hari ini, red) kita akan menggelar aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 1.000 orang pekerja/buruh dengan sasaran Kantor DPRD dan Pemprov Sumut,” ujar Rintang kepada wartawan, Minggu (11/10),

Menurut Rintang, para buruh menolak Klaster Ketenagakerjaan masuk dalam UU Omnibus Law yang ditetapkan DPR RI. Sebab, aturan tersebut telah menghilangkan dan mengurangi hak-hak pekerja/buruh yang telah diterima selama ini.

“Kami menganggap bahwa UU Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh DPR RI bersama dengan Presiden RI adalah tindakan mengabaikan hak-hak dasar warga Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak,” kata Rintang didampingi Sekretaris Umum SBMI, Aris Rinaldi Nasution.

Diutarakan Rintang, penetapan UU Omnibus Law hanya mengedepankan kepentingan investor dan pemilik modal. “Dalam aksi nanti, ada 10 Serikat Pekerja/Buruh yang akan turun ke jalan, yakni SBMI Merdeka, Serbundo, SPN Sumut, SBSI F. Lomenik Sumut, SBSI F Garteks Sumut, SBBI, PPMI Sumut, SBSI 1992 Sumut, FSB Kamiparho dan FSB Kikes,” tukasnya. (mag-1/ris)

3 RS Sudah Terapkan Transfer Antibodi untuk Pengobatan Pasien Covid-19

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengobatan pasien Covid-19 dengan metode convalescent plasma (mentransfer atau memasukkan plasma darah penuh antibodi milik pasien yang telah sembuh ke tubuh penderita Covid-19), sudah mulai diterapkan 3 rumah sakit di Kota Medan. Diyakini, metode ini merupakan salah satu cara ampuh dalam mempercepat proses pemulihan pasien Covid-19.

Sejak awal bulan lalu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM) mulai menjajaki metode pengobatan dengan transfer antibodi tersebut untuk kemudian dikembangkan lebih lanjutn

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, saat ini metode tersebut telah mulai dijalankan di rumah sakit.

Sedikitnya, sudah ada 3 rumah sakit di Medan yang telah menerapkannya, yakni RSUPHAM, RS Columbia Asia, dan RS Bunda Thamrin. “Sudah dijalankan, kalau tidak salah sudah ada 3 rumah sakit yang telah menerapkan convalescent plasma ini untuk mengobati pasien Covid-19,” ungkap Aris kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Menurut Aris, metode convalescent plasma ini memang dapat membuat upaya pengobatan penderita Covid-19 menjadi lebih baik. Karena kesembuhan yang didapatkan bakal semakin cepat. Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi terjadi peningkatan angka yang signifikan dari kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut. Sebab, transfer plasma yang diambil dari penderita Covid-19 yang telah sembuh ini dapat meningkatkan imunitas penderita yang masih sakit. “Namun demikian, persoalannya plasmanya ini masih susah untuk mendapatkannya karena harus diperoleh dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sumut, Aris yang juga merupakan salah satu anggota Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Sumut menyampaikan, bahwa terjadi penambahan kasus positif sebanyak 85 orang, sehingga akumulasinya kini menjadi 11.332 orang.

“Kemudian, untuk angka sembuh didapakan kembali dengan jumlah 157 orang, sehingga totalnya naik menjadi 8.706. Selanjutnya, kasus meninggal bertambah 6 orang, dan kini jumlahnya menjadi 468 orang. Sedangkan kasus suspek bertambah 14 orang, sehingga saat totalnya 920 orang,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, RSUP HAM tengah mengembangkan penanganan pasien Covid-19 dengan metode convalescent plasma. Direktur Utama (Dirut) RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) mengatakan, saat ini tim yang mengembangkan metode convalescent plasma sudah dibentuk. Rencana ke depan, rumah sakit milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini akan menjadi model penanganan efektif untuk kesembuhan pasien Covid-19. “Kita (RSUP H Adam Malik) akan menjadi pusat plasma compalation. Bahkan, baru-baru ini juga sudah ada datang staf ahli menteri (kesehatan) untuk menguatkan ini,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (16/9).

Dijelaskan Zainal, metode convalescent plasma itu adalah mengambil antibodi pasien Covid-19 yang telah sembuh dan kemudian dimasukkan ke tubuh pasien yang terinfeksi virus corona. Sebab, pasien Covid-19 yang sembuh sudah memiliki antibodi sehingga sifatnya dapat menguatkan. “Jadi, convalescent plasma ini mentransfer antibodi, itu sudah dilakukan dan plasmanya dibawa dari RSPAD Gatot Subroto (Jakarta),” terangnya.

Praktisi dan pengamat kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU), Dr dr Umar Zein DTM&H SpPD KPTI mengatakan, dalam pengobatan melalui metode convalescent plasma ini tentunya harus ditopang dengan teknologi yang mumpuni. Secara teori, pengobatan melalui metode ini bisa dilakukan akan tetapi banyak proses yang harus diperiksa lantaran memiliki efek.

“Metode itu seperti transplantasi atau transfusi darah. Maka, golongan darah pendonor harus sama, resusnya juga sama dan banyak lagi yang harus dicocokkan,” jelasnya. Oleh karena itu, dalam melawan virus corona melalui antibodi harus dipersiapkan dengan benar-benar. Sebab ada zat-zat lain yang bereaksi atau berhubungan dengan darah si pendonor.

Penerima Vaksin Covid-19 Mulai Dipetakan

Satgas Penanganan Covid-19 Sumut saat ini juga telah mulai melakukan pemetaan atau maping terhadap calon penerima prioritas untuk vaksinasi pencegahan virus corona. Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, sejauh ini sudah ada tiga kelompok yang bakal menjadi prioritas penerima vaksin sebagai tahapan awal. “Sudah dilakukan maping untuk uji klinis vaksin Covid-19. Ada tiga kelompok yang menjadi prioritas, yaitu para tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan Satpol PP,” ungkapnya kepada wartawan akhir pekan lalu.

Aris yang juga salah satu anggota Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut ini juga menyebutkan, pasca uji klinis ini nantinya selesai dilakukan, baru akan dilakukan vaksin secara menyeluruh terhadap masyarakat Sumut. Pendataan ini juga sudah disampaikan oleh Menkomaritim kepada Satgas Penanganan Covid-19. “Jadi gambarannya, dilakukan maping dulu, baru selanjutnya vaksin secara menyeluruh,” tandasnya.

Diketahui, pemerintah pusat saat ini terus mengupayakan ketersediaan dan penyediaan vaksin Covid-19. Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto memaparkan, ada beberapa kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19. “Prioritas vaksin akan diberikan kepada garda terdepan yaitu seluruh tenaga medis dan seluruh masyarakat yang bekerja pada fasilitas medis. Berikutnya akan diberikan kepada masyarakat dengan kategori high risk, yaitu pekerja pada usia 18-59 tahun,” ujar Menkes Terawan pada situs Kemenko Kemaritiman dan Investasi, beberapa waktu lalu

Menkes Terawan juga mengatakan saat ini kebutuhan vaksinasi mencapai 320 juta dosis. “Dan dengan indeks pemakaian vaksin, maka kita harus bisa menyediakan 352 juta dosis vaksin,” sebutnya.

Saat ini kapasitas penyimpanan vaksin yang dimiliki oleh BUMN mencapai 123 juta vaksin. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilakukan kerjasama antar lembaga BUMN khususnya Bio Farma dan Kimia Farma sebagai produsen obat dalam pengadaan cold chain equipment inventory sehingga kapasitas vaksin bisa memuat 300 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Indonesia saat ini tengah menjajaki diskusi dengan negara lain terkait komitmen penyediaan vaksin bagi Indonesia. Kerja sama tengah dijalin dengan China, Arab, dan Inggris. “Kami juga telah mengatur waktu pertemuan antar negara untuk dapat meninjau lebih lanjut mengenai uji klinis serta produksi vaksin yang nantinya akan dikirim ke Indonesia,” ujar Menlu Retno. (ris)

Pengurus PAC IPK Lau Baleng-Mardinding Dikukuhkan

PENGKUHAN: Ketua DPD IPK Karo, Gembira Ginting mengukuhkan pengurus PAC Kecamatan Laubaleng dan Mardinding

KARO, SUMUTPOS.CO-Ketua DPD Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Karo Gembira Ginting mengukuhkan pengurus PAC IPK Kecamatan Lau Baleng dan PAC IPK Kecamatan Mardingding, Sabtu (10/10). Kegiatan ini tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

  Pengukuhan Pengurus PAC IPK Lau Baleng beserta Pengurus Ranting se-Kecamatan Lau Baleng dilangsungkan di Aula King Reinhard, Desa Lau Baleng. Sementara, PAC IPK Mardingding digelar di Losd Desa Mardingding.

 Para pengurus PAC IPK Lau Baleng yang dikukuhkan antara lain: Ketua, Alexander Perangin-angin; Sekretaris, Epy Jaya Ginting; dan Bendahara, Andel Perangin-angin. Sedangkan pengurus PAC IPK Mardingding antara lain: Ketua, Alfianta Ginting; Sekretaris, Arnesta Sembiring; dan Bendahara, Elia Sadarta Purba.

 Dalam arahannya, Ketua DPD IPK Kabupaten Karo Gembira Ginting mengingatkan kepada seluruh kader untuk tidak menjadikan IPK sebagai wadah premanisme. Akan tetapi, menjadikan IPK sebagai pembimbing dan pelindung masyarakat serta bersinergi bersama pemerintah.

 “Melalui IPK, mari kita bersama-sama membangun, dan bekerja sama untuk mengambil hati masyarakat. Disamping itu, mari jadikan IPK sebagai bagian dari pemuda yang kreatif serta dicintai oleh masyarakat,” tegas Gembira Ginting disambut riuh tepuk tangan para hadirin.

 Ketua PAC IPK Lau Baleng Alexander Perangin-angin dalam kesempatan ini menyatakan, kedepan pihaknya akan fokus membina para kader IPK untuk melakukan penghijauan di sekitar Lau Pradep hingga ke Lau Baleng. Hal ini dimaksudkan agar banjir tidak lagi melanda ke pemukiman warga.

 Disamping itu, ia berjanji akan membina para pemuda dan karang taruna dari hal negatif agar kaum muda lebih terampil melalui bimbingan penghijauan.

“Selama ini banyak penghijauan yang tidak terealisasi. Diharapkan kedepannya, kawasan bukit yang telah gundul kita tanami pohon yang dapat menghasilkan,” tegas Alexander.

 Ketua PAC Mardingding Alfianta Ginting mengaku bersyukur atas pengukuhan pengurus PAC bersama 10 Pengurus Ranting karena masih dipercaya untuk memimpin PAC IPK Mardingding selama lima tahun ke depan.

“Saya berjanji akan mengibarkan IPK semaksimal mungkin dan membina kader kearah yang positif,” tegas Alfianta.

 Sementara, calon Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting selaku Wakil Ketua DPD IPK Kabupaten Karo yang berpasangan dengan Cory Sriwaty br Sebayang menyampaikan, bahwa Lau Baleng adalah rumah dan tidak asing baginya.

“Saya merasa sebagai putra daerah sini. Saya sangat bangga menjadi putra Lau Baleng. Untuk itu, terima kasih dan mohon dukungan dalam Pilkada mendatang,” harap Theopilus. (deo/han)

Polisi Militer Gerebek Diskotik Champion

OPS GAKTIB: Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan  bersama Subdenpom I/5-2 Binjai menggelar Ops Gaktib Yustisi 2020 di Diskotik Champion, Jalan Sei Musi, Desa Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (10/10).

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Detasemen Polisi Militer (Denpom) I/5 Medan  bersama Subdenpom I/5-2 Binjai menggelar operasi penindakan ketertiban (Ops Gaktib) Yustisi 2020 di Diskotik Champion, Jalan Sei Musi, Desa Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (10/10) dini hari.

Operasi yang melibatkan seratusan personel polisi militer itu juga melakukan penggrebekan di lokasi barak judi dan narkoba di wilayah hukum Polres Binjai.

Operasi Gaktib yang dilaksanakan dari mulai pukul 00.30-04.00 WIB tersebut dipimpin Komandan Denpom I/5 Medan, Letkol Cpm Amal Tarigan.

“Dari hasil razia Ops Gaktib Yustisi 2020 ini, 17 orang diamankan termasuk satu personel TNI. Aktivitas di lokasi hiburan malam ini diduga sangat meresahkan masyarakat Kota Binjai,”ujar  Letkol Amal Tarigan didampingi Dansubdenpom 1/5-2 Binjai, Kapten CPM Agus Setiawan.

Selain 17 orang diamankan, personel Denpom I/5 juga mengamankan satu bungkus ganja seberat 2,49 gram, dua bungkus sabu-sabu seberat 4,71 gram, dua bungkus plastik klip kecil, satu kotak rokok berisi lima buah kaca pirex, dua alat hisab atau bong, satu pematik api.

“Kami juga mengamankan lima plastik berisi 48 butir pil ekstasi, satu unit timbangan digital, tiga buku catatan, satu amplop putih dan satu pisau kuningan dan uang tunai Rp50 ribu,”beber Dandenpom.

Masih dari hasil operasi Gaktib, petugas juga mengamankan 36 unit sepeda motor dan 24 unit mesin judi jackpot. Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, Diskotik Champion merupakan milik salah seorang ketua OKP berinisial SP.

Usai melakukan Ops Gaktib Yustisi tahun 2020, semua tersangka dan barang bukti yang didapat di lokasi Diskotik Champion diserahkan ke Mapolres Binjai untuk di proses lebih lanjut.

Menurut Kabag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting terkait tindak lanjut atas kasus tersebut, pihaknya akan melakukan pengembangan.“Kita akan tindaklanjuti dahulu pelaku yang terjaring di lokasi dan barang bukti, baru hasil dari itu kita akan lakukan pengembangan,” jelasnya.(tri/han)

Operasi Yustisi Sasar Sejumlah Kafe

PIMPIN: Kapolsek Padang Hulu Iptu Baringin Jaya saat memimpin Ops Yustisi penegakan Prokes Covid-19.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO-Polsek Padang Bulu bersama Koramil 13 0204 DS menyasar sejumlah kafe dalam pelaksanaan operasi yustisi penegakan potokol kesehatan Covid-19, Sabtu (10/10).

Kapolsek Padang Hulu Iptu Baringin Jaya, mengatakan razia Ops Yutisi kali ini untuk memberikan peringatan kepada pemilik kafe agar menyediakan tempat cuci tangan. Apabila nantinya masih membandel, akan diberikan sanksi penutupan sementara.

“Kita melakukan razia Ops Yustisi di sejumlah kafe, masih banyak kafe yang belum menerapkan prokes saat pandemi Covid-19, kita harapkan pemilik kafe bisa mematuhinya agar tidak mendapatkan sanksi,”ujar Iptu Baringin.

Dijelaskannya, salah satu kafe yang didatangi adalah Kafe TST di Jalan Sisingamangaraja Lingkungan I, Kelurahan Pasar Gambir Kota Tebingtinggi dan tempat keramian lainnya.

Saat dilakukan razia, pengujung kafe khususnya para anak remaja tidak memakai masker. Bagi mereka yang kedapatan masih diimbau agar memakai masker dan identitasnya dicatat.

“Bila nanti kedapatan lagi, akan dikenakan sanksi membayar denda Rp50 ribu dan sanksi sosial seperti penahanan kartu identitas hingga membersihkan sampah di jalan,”kata Baringin sembari berharap masyarakat untuk mematuhu 3 M, yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. (ian/han)

HKTI Dorong Petani Budidaya Cacing Tanah

BUDIDAYA: Petani Karo saat melakukan Budidaya Cacing.

KARO, SUMUTPOS.CO-Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, Himpunan Kerukunan Tani (HKTI) mendorong para petani untuk dapat berinovasi dalam pengembangan pertanian dengan melihat pasar yang diminati sesuai dengan kebutuhan.

Dengan ini, Ketua HKTI Kabupaten Karo, Imam Syukri Syah Tarigan mengajak masyarakat untuk membudidayakan cacing tanah jenis Lumbricus rubellus. Hal ini, dilakukan oleh masyarakat di Desa Cimbang, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo.

“Saat ini, persaingan dunia usaha dan dunia kerja semakin ketat. Sehingga dibutuhkan individu-individu yang mandiri, kreatif, inovatif dan berani untuk memulai membuka lapangan-lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di pedesaan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” sebut Imam, Minggu (11/10).

Imam menilai warga Kabupaten Karo, bukan saja terkena dampak ekonomi dari wabah COVID-19 saja. Tapi, kondisi itu ditambah lagi kondisi warga terkena imbas erupsi Gunung Sinabung, beberapa waktu lalu.

“Ini saya lakukan karena semua warga di Desa Cimbang tidak bisa melakukan aktivitas akibat Covid-19 dan disusul erupsi Sinabung. Ketika erupsi dan di rumahkan akibat Covid-19 kami tidak ada aktivitas dan bahkan kami tidak ada penghasilan untuk makan setiap harinya. Makanya saya mengambil kesimpulan untuk budidaya cacing agar supaya setiap warga Desa Cimbang ada kesibukan dan aktivitas di rumah supaya tidak stres,” jelas Imam.

Imam menuturkan bahwa budidaya cacing tanah ini mulai dilakukannya sejak Agustus 2020 lalu. Dengan lahan yang tidak terlalu luas dan modal yang tidak terlalu tinggi, dirinya mulai mengembang biakan cacing tersebut.

“Saat ini prospek usaha pengembang biakan cacing tanah ini sudah mulai digandrungi dan bisa menjadi usaha alternatif membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Menurut Imam, jenis cacing ini mempunyai siklus pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dengan jenis cacing lainnya. Jenis cacing ini tergolong mudah pemeliharaan dan perawatannya, karena bisa dikembangkan di media tanah yang dicampur dengan limbah organik atau kotoran sapi/lembu. Selain itu, jenis cacing ini juga banyak manfaatnya.

“Cost di cacing tidak terlalu besar dan sangat mudah untuk di terapkan pada para petani dan manfaat cacing ini untuk obat-obatan, pakan ternak dan juga bahan dasar kosmetik,” jelasnya.

Imam juga menambahkan bahwa saat ini, mereka telah memasarkan cacing tanah yang mereka budidayakan itu keluar daerah Sumatera Utara.

“Pada Sabtu (10/10) kemarin, kita sudah mengirim 500 Kg ke Bandung dan Pati, Jawa Tengah,” tandasnya. (gus/han)

Pemkab Dairi Komit Majukan Pariwisata Danau Toba

RAKOR: Bupati Dairi,  Dr Eddy KA Berutu (kanan) berbincang-bincang dengan Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata, Odo RM Manuhutu saat mengikuti rapat koordinasi percepatan pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba di Balige.

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi siap mendukung penuh serta berkomitmen untuk memajukan pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba, sebagai salah satu dari 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba.

Hal itu ditegaskan Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat mengikuti rapat koordinasi percepatan pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba di Labersa Toba Hotel Balige, Kamis (8/10).

Agenda rapat koordinasi tersebut untuk membahas pengembangan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, peningkatan pembangunan infrastruktur Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba, pengembangan bandara Sibisa serta pengembangan pengelolaan Geopark Kaldera Toba sebagai Unesco Global Geopark (UGG).

Kepala Dinas Komunikasi dan informatika, Rahmatsyah Munthe mengatakan, dalam rakor tersebut Bupati Eddy Ka Berutu menegaskan bahwa Kabupaten Dairi siap mendukung penuh dan berkomitmen untuk memajukan pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba.

Disebutkan Bupati saat itu, Pemkab Dairi siap menerima saran dan masukan terkait pengembangan kawasan Danau Toba. Pemkab Dairi sudah berkomitmen dan akan serius memajukan pariwisata yang ada di kawasan Danau Toba, khususnya di pantai Silalahi, Kecamatan Silahisabungan.

Disampaikan Eddy, lanjut Rahmatsyah, Pemkab Dairi akan terus melakukan pembenahan. Dalam berbagai kesempatan,  melalui Dinas Pariwisata terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan kualitas pariwisata sehingga jumlah kunjungan dan minat wisatawan berkunjung kesana semakin meningkat.

Rapat koordinasi dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo R M Manuhutu. Hadir juga Dewan Pakar Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Mega Fatimah Rosana, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Kepala Bandara Sibisa Capt M Kurniawan, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR wilayah I, Tris Raditian, Wakil Bupati Taput, Sarlandy Hutabarat, para Kepala Dinas Pariwisata dan Kepala Bappeda se- Kawasan Danau Toba.(rud/han)

Kebut Pembangunan Terminal Kabanjahe, Pemprov Diminta Tambah Anggaran Operasional

TINJAU: Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting saat meninjau proyek pembangunan Termimal Atas Kabanjahe, Jumat (9/10). Pemprovsu diminta segera menambah anggaran operasional terminal tersebut.

KARO,SUMUTPOS.CO-Pembangunan Terminal Atas Kabanjahe, Kabupaten Karo mendapat respon positif dari DPRD Sumatera Utara. Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting menilai anggaran pengoperasian terminal Tipe B tersebut ditambah lagi agar segera dioperasikan sebelum 10 Desember 2020.

“Kita berharap Pemprov Sumut menambah anggarannya, agar terminal Kabanjahe bisa dioperasionalkan segera,” ujar Baskami, Minggu (11/10).

Hal itu disampaikan Baskami usai melakukan peninjauan proyek pembangunan Termimal Atas Kabanjahe, Jumat (9/10).

Menurutnya, terminal yang dibangun di atas lahan 6.450 meter persegi berbiaya Rp18,66 miliar itu, dimulai sekitar akhir Mei 2020 dan harus selesai 10 Desember 2020 (batas waktu pengerjaan), meskipun saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 70 persen.

Berdasarkan laporan dan pemantauan di lapangan, politisi PDI Perjuangan ini melihat masih banyak kekurangan yang harus diselesaikan pembangunannya sebelum pengoperasian. Seperti  kekurangan sumber daya manusia yang siap pakai, dan ketiadaan satuan pengamanan.

Selain itu, kata dia, masih kekurangan meubelier dan perlengkapan terminal lainnya. Menutupi kekurangan itu, sudah sepatutnya Pemprovsu menambah anggaran dan mempersiapkan SDM-nya, agar pada saat pengoperasian terminal tidak ada kendala.

“Terminal Kabanjahe dibangun dengan mengusung konsep modern, bertujuan untuk mendukung kemajuan Tanah Karo khususnya Kabanjahe sebagai daerah tujuan wisata. Karena itu, terminal modern itu harus dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi calon penumpang yang akan berangkat atau yang tiba dari luar,” ujarnya.

 Disebutkan juga, Terminal Kabanjahe direncanakan menjadi terminal tipe B modern pertama di Sumut, bahkan di Pulau Sumatera, karena desain dan konstruksinya (materialnya), dilengkapi tiketing, ruang tunggu penumpang, parkir bus, ada juga sarana untuk disabilitas, musala, ruang baca, ruang bermain anak, ruang laktasi, food court, ruang pamer kerajinan dan produk lokal.

Menurutnya, kelengkapan terminal modern mendukung pariwisata di Karo, karena kabupaten tersebut menjadi bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba menjadi fokus perhatian pemerintah pusat. Disediakan juga tempat promosi produk UMKM, ruang khusus penjualan kerajinan tangan dan kuliner khas Karo.

“Konsep modern yang diusung terminal Kabanjahe itu sekaligus untuk mengubah mindset selama ini bahwa terminal itu kotor, kasar, keras, kumuh, tak nyaman dan sebagainnya,” ujarnya didampingi Kepala Unit Pelayanan Terpadu Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perhubungan (UPT PSPP) Kabanjahe Dishub Sumut, Dalmeria Tampubolon. (prn/han)

Pembobol Rumah Diciduk Lagi Bawa Hasil Curian

DIAMANKAN: Ir dan MR saat diamankan di Polsek Percut Seituan.
DIAMANKAN: Ir dan MR saat diamankan di Polsek Percut Seituan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas reskrim Polsek Percut Seituan meringkus dua pelaku pencurian di Jalan Medan-Batangkuis, Minggu (11/10) sekira pukul 03.00 WIB.

DIAMANKAN: Ir dan MR saat diamankan di Polsek Percut Seituan.
DIAMANKAN: Ir dan MR saat diamankan di Polsek Percut Seituan.

Kedua pelaku masing-masing berinisial Ir (31) warga Jalan Pancasila Batangkuis dan MR (16) warga Dusun II Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

Kapolsek Percut Seituan, AKP Ricky Pripurna Atmaja melalui Kanit Reskrim, Iptu J Panjaitan kepada wartawan, mengatakan kedua pelaku ditangkap saat personel melakukan patroli/hunting di seputaran Jalan-Medan Batangkuis guna mengantisipasi aksi kejahatan jalanan.

“Anggota curiga karena melihat 2 pria yang berboncengan dengan mengendendarai sepedamotor sedang membawa TV dan 1 tabung gas. Selanjutnya kedua pelaku dihentikan,” ujarnya.

Saat diinterogasi sambung Panjaitan, kedua pelaku mengaku baru saja membobol rumah warga dan mencuri TV dan tabung gas.

Selanjutnya, petugas pun menyarankan Amansyah, pemilik rumah untuk membuat laporan ke Polsek Percut Seituan.ibobol.

“Kedua pelaku berikut barang bukti digelandang ke Mako guna diproses hukum,” pungkas J. Panjaitan. (pm/han)