BARANG BUKTI: Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari J dan ND, Sabtu (10/10). Sumut Pos/ ist.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua orang warga Aceh Utara berinisial J (19) dan N alias D (30) diciduk membawa 1 kg sabu di Jalan Ngumban Surbakti. Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean Hutahean SH, SIK mengatakan, kedua tersangka diciduk pada Senin (5/10) sekira pukul 04.00 WIB. Berawal petugas mendapat informasi akan adanya transaksi narkoba.
BARANG BUKTI: Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Pardamean menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari J dan ND, Sabtu (10/10). Sumut Pos/ ist.
Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mendapat informasi pelaku akan berangkat transaksi dari salah satu hotel yang ada di Jalan Binjai.
Saat keluar hotel, kedua pelaku menumpangi mobil yang dipesan secara online menuju Jalan Ngumban Surbakti.
Selanjutnya, masih kata Pardamean, petugas yang mengikuti mobil yang mereka tumpangi di stop. Saat dilakukan penggeledahan, dari tas kedua yang dibawa pelaku diamankan 1 kg sabu.
Berdasarkan barang bukti tersebut, petugas pun memboyong kedua tersangka untuk diproses hukum.
“Kedua tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) sub 112 ayat (2) dari UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan 20 tahun,”jelas Pardameaan. (mag-1/han)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Masyarakat di seputaran bantaran Sungai Ular, Desa Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai dihebohkan dengan temuan mayat laki-laki hanya mengenakan celana dalam, Sabtu (10/10) pagi.
Ilustrasi
Informasi yang dihimpun, masyarakat pun melaporkan temuan itu ke Polsek Perbaungan. Mendapat laporan itu, petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu M. Tambunan turun ke lokasi.
Tak beberapalama, petugas olah TKP dari Polres Sergai yang tiba di lokasi melakukan evakuasi.
“Awalnya melihat sosok mayat tanpa busana, sehingga kami langsung menghubungi pihak kepolisian Polsek Perbaungan,”ujar saksi Hermanto (50) warga Gq Sawo Kelurahan Melati I, Perbaungan Sergai.
Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang bersama Kapolsek Perbaungan AKP Victor Simanjuntak yang juga turun ke lokasi temuan mayat mengatakan, hasil pemeriksaan petugas tidak menemukan adanya tanda -tanda kekerasan atau luka pada bagian tubuh korban, bahkan warga sekitar tidak mengenali mayat tersebut.
“Saat ini korban sudah dibawa ke RSU Sultan Sulaiman untuk dilakukan Autopsi sambil menunggu keluarga yang mungkin belum mengetahui”,ujar AKBP Robin.
Kapolres Sergai pun mengaku belum bisa memastikan penyebab korban tewas karena dianiaya atau tidak. “Dari tubuh mayat itu tidak ditemukan adanya bekas atau tanda penganiayaan. Kami tetap melakukan penyelidikan. Ciri-ciri mayat, yaitu kulit sawo matang, badan agak gemuk, rambut pendek. Bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga, silakan datang ke Mapolres Sergai,”harapnya. (bbs/han)
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad bayi yang dibuang di Taman Bunga Siantar, Minggu (11/10).
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Pengunjung Lapangan Merdeka Kota Pematang Siantar dihebohkan dengan temuan mayat bayi, di kawasan yang dikenal dengan nama Taman Bungan itu, Minggu (11/10).
OLAH TKP: Petugas kepolisian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad bayi yang dibuang di Taman Bunga Siantar, Minggu (11/10).
Puluhan orang yang sedang berekreasi di sekitar lokasi langsung bejibun untuk menyaksikan jasad bayi yang dibungkus plastik hitam, serta dilapisi kertas koran di tengah rimbunnya bunga Ladydays yang ada di sana.
Informasi yang dihimpun, jasad bayi itu pertama kali ditemukan warga bernama Membang Aritonang. Ia menuturkan, saat itu ia sedang makan siang di samping musala yang ada di Taman Bunga. Tiba-tiba, Membang melihat bungkusan plastik hitam sekitar 30 meter dari musala.
Dari dalam bungkusan itu, ada benda bulat terlihat mirip kepala manusia. “Aku lihat kok ada kepalanya?” kata Membang.
Pria itu langsung berteriak dan memberitahu kepada pengunjung Taman Bunga lainnya. “Setelah aku kasih tahu, ada warga yang menelepon polisi,” jelas warga Nagori Simpang Panei, Simalungun ini.
Membang mengatakan, dia datang sendirian ke Taman Bunga Siantar karena ingin berekreasi di hari Minggu. “Sekali-sekalinya aku ke sini. Rekreasi saja ke sini,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah ia melihat orang yang mencurigakan sebelum menemukan bayi tersebut, Membang mengaku tidak memperhatikan hal itu. “Aku tadi lagi makan. Nggak ada kuperhatikan ke mana-mana,” ucapnya.
Sementara itu, puluhan warga yang berkerumun di lokasi melontarkan ekspresi masing-masing. “Ya ampun…! Siapalah yang buang bayi ini?” ujar seorang warga.
Sementara warga lainnya mengutuk perbuatan kedua orangtua bayi yang tega melakukan perbuatan tersebut. “Tega kali orangtuanya ini. Kalau dikasih sama ku, pasti kurawat ini,” katanya.
Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi bayi itu ke Instalasi Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematang Siantar. Belakangan diketahui, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan rencananya akan diotopsi hari ini, Senin (12/10), untuk mengetahui penyebab kematian dan umur bayi tersebut. (ms/han)
DUKUNGAN: Ketua Kamka Kota Medan Burhanuddin Sitepu (dua kanan) bersama Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution beserta istri saat acara upah-upah sekaligus deklarasi dukungan di Sekber Pasangan Akhyar-Salman, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (9/10) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Keluarga Besar Muslim Karo (Kamka) Kota Medan mendukung dan siap memenangkan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021- 2024. Hal ini disampaikan Ketua Kamka Kota Medan, Burhanuddin Sitepu saat menyerahkan surat dukungan kepada Akhyar Nasution di Sekber Posko Pemenangan Akhyar-Salman (AMAN), Jalan Jendral Sudirman, Jumat (9/10/2020) sore.
DUKUNGAN: Ketua Kamka Kota Medan Burhanuddin Sitepu (dua kanan) bersama Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution beserta istri saat acara upah-upah sekaligus deklarasi dukungan di Sekber Pasangan Akhyar-Salman, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (9/10) sore.
“Beberapa hari yang lalu saya kumpulkan pengurus Kamka Kota Medan. Kita sepakat ke depan itu Akhyar-Salman yang menjadi pemimpin di Kota Medan, itu adalah pilihan Keluarga Besar Muslim Karo,” kata Burhanuddin Sitepu.
Pilihan ini, sambung Burhanuddin, sengaja dilakukan mengingat Akhyar selama ini sudah menjadi Wakil Walikota. “Bang Akhyar ini sudah pantas dan wajar menjadi pemimpin. Kalau ada yang menyatakan tidak pantas, saya siap untuk adu argumen. Beliau kerja keras, tidak mengenal siang dan malam, situasi dan kondisi Kota Medan sudah beliau kenal, jadi tidak perlu lagi belajar,” tegasnya.
Tak cuma menyerahkan dukungan, Kamka juga menabalkan Marga Tarigan kepada Akhyar, sedangkan istrinya Nurul Khairani Lubis ditabalkan Marga Sitepu. “Berdasarkan adat istiadat, kalau upah-upah ini, mudah-mudahan nanti abang semakin tegar menghadapi cobaan yang akan datang dan dapat menjalankan tugas 4 tahun kedepan,” harapnya.
“Keluarga besar Kamka di Kota Medan ada sebanyak 2.982 KK bang dan siap memenangkan abang bersama Pak Salman jadi Walikota dan Wakil Walikota Medan,” tandasnya.
Dukungan senada juga disampaikan Iqbal Saputra Sinulingga, mewakili Ketua Generasi Muda Islam Kota (GMIK) Medan. Iqbal menyatakan, GMIK siap memenangkan pasangan Akhyar Nasution dan Ustad H Salman Alfarisi menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan periode 2021-2024.
Untuk itu, GMIK dan Kamka Kota Medan siap berjuang memenangkan dan mengajak seluruh Keluarga Besar Muslim Karo yang ada di kota Medan untuk mencoblos nomor 1, Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi serta siap mengawal suara pasangan yang dikenal dengan jargon AMAN (Akhyar – Salman) ini di seluruh TPS.
Tak hanya itu, relawan Karo Aman yang dikomandoi Paham Sebayang juga menyampaikan dukungannya terhadap Akhyar Nasution-Salman Alfarisi. Dukungan itu disampaikan, karena Akhyar dan Salman ini merupakan kandidat yang paling berpengalaman di Kota Medan. “Medan ini butuh pemimpin berpengalaman. Koalisi pengalaman Akhyar-Salman paling pas untuk Kota Medan. Kami dari Karo Aman siap mendukung dan memenangkan Akhyar-Salman,” tegasnya.
Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengucapkan terimakasih atas dukungan yang telah diberikan Kamka dan GMIK Kota Medan serta Relawan Karo Aman. Akhyar juga menceritakan banyak tentang persoalan jalan hingga penanganan korupsi di Kota Medan. Bahkan baru-baru imi dia juga mendapat sertifikat dari KPK sebagai panelis pencegahan korupsi.(adz)
Kerjasama Telkomsel dan UNIMED menggelar WEBINAR tentang praktik kehumasan yang diterapkan oleh Telkomsel
Berperan sebagai seorang Public Relation sebagai spokeperson perusahaan tentu memiliki tantangan harus memiliki komunikasi yang baik
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mahasiswa Universitas Negeri Medan bekerjasama dengan Telkomsel Area Sumatera menggelar webinar membahas tentang Kehumasan, Komunikasi dan Manajemen. Kegiatan yang digelar secara virtual ini menghadirkan Hadi Sucipto, Manager Corporate Communication Telkomsel Sumatera, sebagai pemateri yang menyampaikan ilmu praktis tentang peran komunikasi dalam membentuk citra perusahaan.
Manager Corporate Communication Area Sumatera, Hadi Sucipto menyampaikan “Memiliki seni komunikasi public yang baik adalah kunci utama dalam dunia kehumasan. Selain memiliki kemampuan menulis dengan baik dan benar untuk kebutuhan publikasi di media massa, pemilihan komunikasi non verbal saat berinteraksi sosial hingga kemampuan meningkatkan engegament di sosial media juga penting dimiliki seorang public relation saat ini, karena terkait erat dengan citra perusahaan”.
Antusiasme peserta juga terlihat saat mengikuti webinar, terutama saat ingin mengetahui lebih jauh tentang strategi komunikasi yang pernah dilakukan Hadi selama berperan sebagai Corporate Communication Telkomsel.
Hadi menceritakan, bekerja di bidang kehumasan penuh tantangan, karena humas berfungsi sebagai ujung tombak bagi citra perusahaan atau institusi. Lembaga apapun memerlukan pencitraan positif sehingga diperlukan humas yang mumpuni agar citra perusahaan semakin baik di tengah kinerja perusahaan yang juga penuh dinamika.
“Kita perlu memiliki wawasan dan pemikiran yang terbuka, dan harus memilki kreatifitas saat mengelola materi komunikasi, agar tujuan perusahaan tersampaikan dengan baik, tanpa ada salah persepsi di masyarakat” ujar Hadi.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Pimpinan Divisi Pengawasan PT Bank Sumut, Hifzan menyebut seluruh tanggung jawab pembelian berada di Divisi Treasure PT Bank Sumut, terkait pembelian surat berharga atau MTN milik PT SNP melalui PT MNC Sekuritas senilai Rp202 milliar.
Hifzan memberikan kesaksian untuk dua terdakwa mantan Pimpinan Divisi Treasur PT Bank Sumut, Maulana Akhyar Lubis dan mantan Direktur Kapital Market MNC Sekuritas, Andri Irvandi, dalam sidang di Cakra 2 Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/10) malam.
Hifzan sempat terdiam saat disinggung persetujuan pembelian itu, apakah harus melalui mantan Direktur Bisnis dan Pemasaran Bank Sumut, Jepri dan Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto.
“Dari divisi pengawasan menilai pembelian MTN telah sesuai prosedur dan tidak melewati batas limit yang ditentukan,” ucapnya.
Anehnya dalam persidangan itu, saksi sebagai pengawas tidak tahu adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Akuntan Publik Tarmizi. “Saya tidak tahu ada pemeriksaan, karena biasa dilakukan pada bagian internal saja yakni pada bagian akuntansi Bank Sumut,” ujarnya.
Namun, ketika ditanyakan mengenai adanya penjualan MTN SNP yang dijual seharga Rp30 milliar dan kupon laba yang diperoleh juga kurang paham. “Wah itu bagian Treasure,” kilahnya, menjawab pertanyaan dari kedua penasehat hukum terdakwa.
Di akhir persidangan, tim penasehat hukum Maulana meminta kepada majelis hakim yang diketuai Sri Wahyuni, agar menghadirkan Jepri yang saat itu menjabat Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut.
“Majelis kami mohonkan agar Jepri dihadirkan. Sebab pembelian MTN terjadi karena persetujuan Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut,” pinta salah satu penasihat hukum terdakwa, Eva sembari majelis memerintah penuntut umum menghadirkan Jepri pada persidangan pekan depan.
Hal yang sama mengenai 3-4 persen sebagai fee, penasehat hukum dari Andri Irvandi, meminta majelis hakim menghadirkan rekening koran Bank mandiri milik Arief Effendi guna mengetahui aliran fee yang dikucurkan.
Mengutip surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Robertson Pakpahan, perkara ini bermula dari Saksi Leo Chandra mendirikan PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).
Pada sekitar tahun 2017, PT SNP mengalami kekurangan dalam keuangan, yang terlihat dari cash flow, atau cash out flow, terlihat pergerakan cash in flow lebih kecil dari uang yang keluar. Sehingga, PT SNP memerlukan tambahan dana operasional, maka diambil sikap untuk menjual surat berharga berupa Medium Term Notes (MTN).
Perbuatan terdakwa merugikan keuangan negara atau Perekonomian Negara, sebesar Rp202.072.450.000,00 atau setidak-tidaknya sejumlah itu dengan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.
Perbuatan terdakwa diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 atau dakwaan subsider dengan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian Uang. (man/ila)
SIAGA: Personel TNI AL bersiaga dengan senjata laras panjang saat mengamankan kapal ikan Vietnam.fachril/sumut pos.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – TNI-AL melalui KRI John Lie-358 bantuan kendali operasi (BKO) dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I kembali mengamankan kapal KIA BD 93656 TS berbendara Vietnam. Kapal asing mencuri ikan bersama 6 orang awaknya ditangkap di perairan Laut Natuna Utara.
SIAGA: Personel TNI AL bersiaga dengan senjata laras panjang saat mengamankan kapal ikan Vietnam.fachril/sumut pos.
KRI John Lie-358 melakukan patroli rutin mendeteksi kontak kapal ikan asing mencuri ikan di perairan Indonesia. Petugas TNI-AL menerjunkan Tim VBSS (Visit Board Search and Seizure) untuk mengejar kapal tersebut.
Pada saat kapal itu didekati, mencoba mengelabui petugas dengan mematikan lampu kapal dan melepaskan jaring ke laut. Petugas terus melakukan pengejaran terhadap kapal Vietnam dengan menggunakan Rubber Inflatable Boat (RIB) KRI John Lie-358. Akhirnya, kapal illegal fishing itu berhasil diamankan bersama awak kapalnya.
Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I Laksamana Pertama TNI Dato Rusman menjelaskan, proses penangkapan tidak membutuhkan waktu lama, kapal ikan asing tersebut dapat dikuasai dan digeledah untuk diamankan. “Dari hasil pemeriksaan, kapal berbendara Vietnam tersebut diduga telah melanggar penangkapan ikan secara illegal di perairan ZEEI,” pungkasnya, Jumat (9/10).
Sementara, Komandan Guspurla Koarmada I menegaskan, pihaknya tidak ada keraguan untuk menindak segala pelanggaran hukum dan kejahatan yang terjadi di perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia, terutama di wilayah kerja Koarmada I.
Terpisah, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, mengatakan, TNI-AL dari Koarmada I tidak pernah merubah komitmen, untuk terus menerus dan secara rutin hadir di Perairan Yurisdiksi Nasional Indonesia dalam menegakkan hukum dan kedaulatan Indonesia di tengah pandemi Covid-19.
“Kapal berbendera Vietnam yang diamankan telah digiring menuju Lanal Ranai untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. Para pelaku diduga melanggar Pasal 93 ayat 2 Jo Pasal 27 ayat 2 UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dikarenakan telah diduga melakukan pelanggaran berupa mengoperasikan kapal penangkap ikan berbendera asing di ZEE Indonesia secara illegal,” jelas Pangkoarmada I. (fac/ila)
MENINGKAT: Aktivitas petikemas, curah cair, dan general cargo di Pelabuhan Kualatanjung meningkat karena semakin banyaknya kunjungan kapal.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO- Pelabuhan Kualatanjung yang dikelola anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 meningkat dengan semakin banyaknya kunjungan kapal serta aktivitas bongkar muat petikemas, curah cair, dan general cargo.
Sampai dengan September 2020, Pelabuhan Kuala Tanjung melakukan bongkar muat peti kemas sebanyak 34.857 box, tumbuh 52,41 persen dari realisasi tahun 2019 yang sebesar 22.870 box.
Dalam satuan TEUs, realisasi bongkar muat peti kemas sampai dengan September 2020 sebesar 36.775 TEUs, naik 53,63 persen dari realisasi tahun 2019 sebesar 23.937 TEUs.
Kenaikan throughput ini diikuti juga dengan kenaikan bongkar realisasi bongkar muat curah cair sampai dengan September 2020 mencapai 252.597 Ton, tumbuh lebih dari dua kali lipat dari realisasi tahun 2019 yang sebesar 102.200 Ton.
Realisasi bongkar muat general cargo sampai dengan September 2020 sebesar 54.879 Ton, tumbuh signifikan dari pencapaian tahun 2019 yang mencapai 16.970 Ton.
Pelabuhan Kualatanjung mencatat tren pertumbuhan yang positif yang menandakan respon baik dan positif dari pasar. Pelindo 1 didukung dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, operasional terintegrasi dengan KEK Sei Mangkei yang dikelola PTPN 3 melalui anak perusahaannya.
Peningkatan konektivitas antara pelabuhan, kereta api, dan jalan tol akan menjadi motor untuk penguat kemajuan operasional Pelabuhan Kualatanjung.
“Pelindo 1 siap menerima investor untuk bekerjasama dan mendukung kegiatan investasi di Sumatera, khususnya Kuala Tanjung. Saat ini, kami terus melakukan koordinasi dan penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan Kuala Tanjung,” jelas Direktur Utama Pelindo 1, Dani Rusli Utama saat menerima kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) ke Kualatanjung Port & Industrial Estate dan Belawan, Jumat (9/10).
Kunjungan kerja Kemenkomarves ini dihadiri oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi kemenkomarves Ayodhia G.L. Kalake, Penasehat Kemenkomarves Bidang Pertahanan dan Keamanan Marsetio, Staf Ahli Bidang Konektivitas Sahat Panggabean, serta tim delegasi Kemenkomarves yang didampingi Direktur Utama Pelindo 1 Dani Rusli Utama, Komisaris Pelindo 1 Ahmad Perwira Mulia Tarigan, Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Prasetyo, Direktur Operasional dan Komersial Ridwan Sani Siregar, dan Direktur SDM dan Umum Henry Naldi.
Dani Rusli Utama memaparkan bahwa pada tahap I rencana pengembangan kawasan industri Kuala Tanjung akan dikembangkan selama tiga tahun (2020 – 2022) sesuai dengan Penetapan Lokasi (Penlok) yang diperoleh Pelindo 1 dari pemerintah kabupaten Batu Bara seluas 1.128 hektar.
“Untuk itulah, kami mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah, mulai dari percepatan pengadaan tanah, aspek pendanaan, maupun perizinan kawasan industri di Kuala Tanjung,” terang Dani Rusli Utama.
Pelindo 1 mengharapkan dukungan untuk pengembangan Kuala Tanjung Industrial Estate, antara lain kemudahan memperoleh izin bagi investor untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnisnya kemudahan pengelolaan pasokan energi, air, telekomunikasi dan limbah.
Ketersediaan dan kualitas prasarana transportasi dan kebijakan tarif kompetitif dalam penyediaan listrik dan gas bagi tenant. Di samping itu, diperlukan pula kebijakan investasi pembangunan kilang minyak di Kuala Tanjung Industrial Estate.
Kemenkomarves mendukung percepatan pengembangan Kuala Tanjung yang menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) dan juga akan dijadikan hubungam internasional.
Potensi Kualatanjung sangat besar yang bisa dilihat dari kemajuan angka trafiknya, sudah banyak kapal yang memanfaatkan operasional Pelabuhan Kualatanjung.
Kemenkomarves membantu akselerasi pengembangannya dan melakukan mapping hambatan yang dihadapi untuk dapat membantu mencarikan jalan keluarnya.
“Kemajuan proyek ini juga tergantung dari konektivitas, akses jalan dan kereta api yang harus mendukungnya. Apabila semua infrastrukturnya selesai maka operasional Kuala Tanjung juga akan optimal,” jelas Plt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenkomarves, Ayodhia G L Kalake. (fac/ram)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UP3 Medan kembali melakukan pemeliharaan jaring-an listrik secara berkesinambungan. Pemeliharaan listrik tersebut dimulai pada hari ini, Sabtu (10/10) hingga Kamis (15/10).
Manager Bagian Jaringan UP3 Medan, Henko Zuhriyadi mengatakan, ada pun jenis pemeliharaan, mulai dari rabas-rabas pohon, penggeseran Utilitas PLN, penggantian kabel A3CS dan lainnya.
“Kami mohon maaf, atas pemeliharaan tersebut, kami terpaksa melakukan pemedaman beberapa saat di wilayah yang tengah dilakukan pemeliharaan,” ucap Henko.
Adapun sesuai jadwal pemeliharaan sekaligus pemadaman, pada hari ini, Sabtu (10/10), di Jl.Kol Sugiono Jl. Suprapto Jl Mangku Bumi Jl.Saija Jl. B Katamso Jl. Pemuda. Jl. Kumanggo.
Selanjutnya, Senin (12/10) di Jl. Setia Budi, Jl. Harmonika Baru, Jl. Bunga Teratai, Jl. Pasar II Setia Budi, Jl. Pasar II Ring Road, Jl. Abdul Hakim, Jl. Pasar I Setia Budi, Jl. Pasar I Ring Road.
Kemudian, Selasa (13/10) di Grd A3 debur, Jl. Putri Hijau, Jl. M. Yamin, Jl. Stasiun KA, Jl. Gudang, JL. Guru Patimpus, Jl. Sei Deli, Bank CNB Niaga, Stasiun KA, Jl. Sei Deli, Kampus IBBI, Jl. Desa Bekukul, Jl. Namorambe Desa Jati Kesuma, Jl. Namorambe Desa Pamah.
Pada Rabu (14/10) di SMAN. 15, Jl. Psr III Tapian Nauli, Jl. Psr I Tapian Nauli, Jl. Psr IV Tapian Nauli, Komplek Tasbih II Blok 3, Jl. Bioteknologi, Jl. Tri Dharma, Jl. Abdul Hakim, Jl. Susuk II, Jl. Berdikari.
Sedangkan pada Kamis (15/10) di Jl.STM Sebagian,Jl.Alfalah,Jl.SM.Raja, Jl. Seksama Pajak Simpang simpang Limun, Jl. Selamat Jl.Garu I, Jl. GaruII, Jl. Garu III. (rel/ila)
UNRAS: Puluhan mahasiswa dan buruh tani Dairi menggelar aksis unjukrasa ke Kantor DPRD Dairi menolak UU Cipta Lapangan Kerja Omnibuslaw yang dituding merugikan kaum buruh.
DAIRI, SUMUTPOS.CO- Puluhan Mahasiswa dari berbagai Perhimpunan Mahasiswa dan Buruh Tani Dairi, menggelar aksi unjukrasa menolak Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja Omnibus Law. Aksi ini digelar ini di gedung DPRD Dairi di jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Jumat (9/10).
Mahasiswa membentangkan spanduk besar bertuliskan penolakan UU Cipta Lapangan Kerja Omnibuslaw. Dalam aksinya, gabungan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Dairi, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) serta Buruh Tani Dairi mendesak DPRD Dairi mengeluarkan rekomendasi penolakan terhadap UU tersebut.
Dalam orasinya, Syahputra Padang, Jagita Duha, Syamsul Nainggolan, Indra Padang serta Buyung Banurea menyampaikan aspirasi mereka, mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo segera mengeluarkan peraturan pengganti undang-undang (Perpu), mencabut UU Cipta Lapangan Kerja Omnibus Law.
Mahasiswa juga mendesak DPRD Dairi membuat rekomendasi kepada pemerintah pusat untuk mencabut UU yang merugikan kaum buruh dan masyarakat Indonesia.
Aksi mahasiswa diterima Ketua fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Nasib Marudur Sihombing. Sementara dari Pemkab Dairi ada Sekda, Leonardus Sihotang serta Asisten Pemerintahan, Jonny Hutasoit.
Saat menemui mahasiswa, Nasib Sihombing mengatakan, menyambut baik aksi mahasiswa dan aspirasi akan disampaikan ke pimpinan DPRD. Mendengar jawaban itu, mahasiswa mengaku tidak puas dan harus mendapat jawaban pasti kapan rekomendasi diberikan.
Lagi-lagi, Nasib menyebut, pimpinan DPRD tidak ada dan diminta agar jawaban aspirasi disampaikan setelah pimpinan DPRD masuk Kantor hari Senin mendatang. Mahasiswa terus mendesak ada jawaban pasti.
Di pintu masuk DPRD, mahasiswa kembali meminta supaya DPRD memberikan jawaban kapan rekomendasi pencabutan UU itu. Akhirnya, Nasib dan Sekda Dairi Leonardus Sihotang berjanji akan mendampingi mahasiswa pada, Senin (12/10) untuk menyerahkan aspirasi kepada pimpinan dewan untuk meminta rekomendasi DPRD Dairi penolakan UU Cipta Lapangan Kerja Omnibus Law dimaksud.
Mendapat jawaban itu, mahasiswa pun membubarkan diri dengan tertib. Aksi mahasiswa mendapat pengawalan ketat Polres Dairi. Untuk menyejukkan suasana, saat aksi berlangsung anggota Polres dan sejumlah Polwan Polres Dairi membagi-bagikan air mineral kepada mahasiswa sebagai aksi simpatik Kepolisian.(rud/ram)