Home Blog Page 4

Bahas Kerja Sama Lintas Sektoral, Bupati Karo Ajukan Usulan Proposal ke Menteri

AUDIENSI: Bupati Karo menemui Kementan Pangan di Kantor Kemenko Pangan Jakarta pada Rabu (10/6) kemarin
AUDIENSI: Bupati Karo menemui Kementan Pangan di Kantor Kemenko Pangan Jakarta pada Rabu (10/6) kemarin

KARO – Bupati Karo Antonius Ginting beraudensi  ke Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia di Kantor Kemenko Pangan Jakarta pada Rabu (10/6) kemarin. Pertemuan itu guna membahas kerja sama lintas sektor demi memajukan potensi pertanian, pariwisata, dan pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Karo.

Dalam audiensi tersebut, Antonius Ginting didampingi Kepala Bappedalitbang Abel Tarwai Tarigan, Kabid Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappedalitbang Henry Sharon Sitepu, membawa tiga agenda dan usulan proposal prioritas untuk langsung diserahkan kepada pihak kementerian.

Ketiga agenda itu meliputi, mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Di mana Pemerintah Kabupaten Karo menyampaikan proposal program kegiatan komprehensif guna memperkuat sektor pertanian daerah.

Program ini dirancang untuk menjaga kestabilan pangan nasional sekaligus mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para petani lokal di Tanah Karo. Kedua, revitalisasi Jalan Tongkoh (Simpang Pelawi)-Jaranguda untuk pariwisata.

Tujuannya untuk mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor ekonomi daerah, Bupati Karo mengajukan proposal pinjam pakai lahan hutan. Lahan ini akan digunakan untuk revitalisasi Jalur Tongkoh (Simpang Pelawi) menuju Jaranguda, sehingga akses wisatawan menjadi lebih aman, nyaman, dan representatif.

Sebagai solusi konkret penanganan lingkungan hidup dan masalah domestik, Pemkab Karo mengajukan usulan pinjam pakai kawasan hutan untuk dialokasikan sebagai lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang modern dan ramah lingkungan.

Antonius Ginting menegaskan bahwa langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini merupakan komitmen nyata untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah demi pembangunan skala prioritas.

“Kabupaten Karo memiliki potensi pertanian dan pariwisata yang luar biasa. Melalui audiensi ini, kita berharap Kementerian Koordinator Bidang Pangan dapat memberikan dukungan penuh terhadap proposal yang kami ajukan. Sinergi ini sangat krusial, baik untuk kesejahteraan petani, kenyamanan wisatawan, hingga pengelolaan lingkungan hidup yang bersih melalui TPA yang layak,” ujar Antonius Ginting.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyambut baik kedatangan dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Karo. Pihak kementerian menyatakan akan segera mengkaji dan menindaklanjuti usulan-usulan tersebut bersama kementerian teknis terkait agar realisasinya dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. (deo/azw)

Wali Kota Tebingtinggi Gelar Nobar Film Parodi Edukatif Bersama TP PKK

USAI NOBAR: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi Ny Hj Susmira Wanti Iman Irdian Saragih berfoto bersama para pemain film edukatif parodi ‘Kampung Durian Gak Jadi Runtuh’ usai kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar TP PKK Kota Tebingtinggi di Aula Balai Kota, Kamis (11/6).(Azan purba / sumutpos)
USAI NOBAR: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Ketua TP PKK Kota Tebing Tinggi Ny Hj Susmira Wanti Iman Irdian Saragih berfoto bersama para pemain film edukatif parodi ‘Kampung Durian Gak Jadi Runtuh’ usai kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar TP PKK Kota Tebingtinggi di Aula Balai Kota, Kamis (11/6).(Azan purba / sumutpos)

TEBINGTINGGI – Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tebingtinggi Ny Hj Susmira Wanti Iman Irdian Saragih menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pemutaran film edukasi parodi “Kampung Durian Gak Jadi Runtuh” yang digelar di Aula Lantai IV Balai Kota Tebingtinggi, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Tim Penggerak (TP) PKK Kota Tebingtinggi ini menjadi sarana edukasi sekaligus hiburan bagi masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan sosial, ekonomi, dan ketahanan keluarga melalui media film.

Dalam sambutannya selaku Pembina TP PKK Kota Tebingtinggi, Wali Kota Iman Irdian Saragih menyampaikan apresiasi kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang bermanfaat.

“Atas nama Pemerintah Kota Tebingtinggi, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TP PKK yang terus berkomitmen mendukung pembangunan keluarga dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat di tengah masyarakat,” ujar Iman.

Menurut Iman, kegiatan pemutaran film edukasi merupakan salah satu sarana penting dalam membangun keluarga yang harmonis, berkualitas dan berketahanan. Melalui film tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter, moral, serta masa depan generasi penerus bangsa.

Iman juga berharap momentum kegiatan tersebut dapat semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, TP PKK dan masyarakat dalam mewujudkan warga yang sehat, cerdas, mandiri, dan sejahtera.

“Saya berharap melalui kegiatan nonton bareng ini seluruh peserta memperoleh wawasan, inspirasi dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan lingkungan keluarga yang baik dan mendukung terwujudnya masyarakat yang maju serta berdaya saing,” kata Iman.

Lebih lanjut, Iman menilai film ‘Kampung Durian Gak Jadi Runtuh’ memiliki pesan edukatif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Film tersebut dinilai mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, memperkuat nilai-nilai kebersamaan serta meningkatkan kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.

Iman juga mengusulkan agar film tersebut dapat ditayangkan lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya edukasi publik. Termasuk, dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

“Saya mendukung kegiatan ini karena mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, baik dalam aspek sosial, ekonomi maupun kehidupan beragama. Edukasi seperti ini perlu terus dilakukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi atau isu negatif yang belum tentu benar,” ungkap Iman.

Sebelum pemutaran film dimulai, Ketua TP PKK Kelurahan Durian, Ny Ulfia Sari Lubis, terlebih dahulu membacakan sinopsis film yang sarat akan nilai-nilai kebersamaan dan resolusi konflik sosial dalam kehidupan bertetangga tersebut.

Usai pemutaran film, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kreativitas para penggiat seni lokal, Iman bersama Ketua TP PKK Kota Tebingtinggi menyerahkan piagam penghargaan secara simbolis kepada para pemain film tersebut.

Selain itu, turut diserahkan cendera mata berupa kaos bertuliskan ‘Kampung Durian Gak Jadi Runtuh’ sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam menyukseskan produksi film edukasi parodi tersebut.

Melalui momentum ini, Pemko Tebingtinggi berharap sinergi antara pemerintah, TP PKK, dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin solid demi mewujudkan warga Kota Tebingtinggi yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan sejahtera.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebingtinggi AKBP Rohim Marthin Gultom, Camat Bajenis Ari Miranda, Lurah Durian Dias Nasution, para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tebingtinggi, serta jajaran TP PKK dari tingkat kota hingga lingkungan. (mag-3/azw)

Ketua PETIR Mengaku Diintimidasi Jelang Demo, Dua Koordinator Jukir Dilaporkan

LAPORAN: Korban Dedi (tengah) menunjukkan bukti laporan polisi atas dugaan penganiayaan.(Foto dari massa aksi/Sumut Pos)
LAPORAN: Korban Dedi (tengah) menunjukkan bukti laporan polisi atas dugaan penganiayaan.(Foto dari massa aksi/Sumut Pos)

BINJAI – Polemik pengelolaan parkir di Kota Binjai kian memanas. Di tengah tuntutan para juru parkir terkait kenaikan setoran yang dinilai tidak transparan, Ketua Persatuan Tukang Parkir (PETIR), Dedi Alamsyah, melaporkan dugaan intimidasi dan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Binjai.

Laporan tersebut dibuat setelah Dedi mengaku menjadi korban tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh dua orang koordinator juru parkir berinisial SD dan IB. Peristiwa itu disebut terjadi sesaat sebelum Aliansi Pemuda dan Tukang Parkir menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Binjai, Kamis (11/6/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Binjai, korban mengaku mengalami tindakan fisik yang diduga mengarah pada pengeroyokan. Dalam laporan tersebut disebutkan, salah seorang terlapor diduga memiting leher korban, sementara terlapor lainnya disebut melakukan pencekikan disertai ucapan bernada kasar.

Kasus tersebut kini telah masuk ke meja penyidik Polres Binjai untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda dan Tukang Parkir tetap menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota Binjai dengan membawa sejumlah tuntutan terkait tata kelola perparkiran.

Dalam aksi tersebut, massa meminta Pemerintah Kota Binjai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan parkir, termasuk mekanisme penarikan setoran kepada para juru parkir yang dinilai menimbulkan persoalan di lapangan.

Massa juga menyoroti transparansi pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. Mereka meminta adanya keterbukaan informasi mengenai pendapatan yang diperoleh dari seluruh titik parkir yang tersebar di Kota Binjai.

Selain itu, para demonstran mendesak pemerintah untuk menertibkan oknum-oknum yang diduga melakukan tekanan terhadap juru parkir terkait kenaikan setoran tanpa sosialisasi maupun dasar yang jelas.

Sebagai bentuk transparansi, massa juga mengusulkan agar Dinas Perhubungan Kota Binjai secara berkala mempublikasikan capaian PAD sektor parkir kepada masyarakat. (ted/ila)

Belum Masuk Tahap Produksi, PT Dairi Prima Mineral Tutup Gudang Bahan Peledak Sementara

TUTUP: PT Dairi Prima Mineral disaksikan Unsur Forkopinca Silima Pungga-Pungga, perwakilan Polres Dairi serta pemangku kepentingan menutup gudang handak yang sebelumnya berada di Dusun Sipat, Desa Longkotan, Jumat (5/6/2026). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS).
TUTUP: PT Dairi Prima Mineral disaksikan Unsur Forkopinca Silima Pungga-Pungga, perwakilan Polres Dairi serta pemangku kepentingan menutup gudang handak yang sebelumnya berada di Dusun Sipat, Desa Longkotan, Jumat (5/6/2026). (RUDY SITANGGANG/SUMUT POS).

DAIRI – PT Dairi Prima Mineral (PT DPM) melakukan penutupan sementara gudang bahan peledak (handak) yang berlokasi di Dusun Sipat, Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan tata kelola pertambangan yang baik, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Penutupan gudang handak tersebut telah dilaksanakan pada Jumat (5/6/2026) dan melibatkan berbagai unsur terkait, mulai dari Forkopimca Silima Pungga-Pungga, perwakilan Polres Dairi, Pemerintah Desa Longkotan, hingga jajaran manajemen PT Dairi Prima Mineral.

Deputy Manager External Relations PT DPM, Baiq Idayani, mengatakan bahwa penutupan fasilitas penyimpanan bahan peledak itu dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian operasional perusahaan yang saat ini belum memasuki tahap produksi.

“Penutupan gudang handak sementara ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku,” ujar Baiq, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, selama ini gudang tersebut difungsikan untuk mendukung kebutuhan kegiatan perusahaan pada tahap pengembangan proyek. Namun, seiring dengan rencana operasional ke depan, lokasi penyimpanan bahan peledak nantinya akan dipindahkan ke dalam area tambang atau site perusahaan setelah seluruh persyaratan dan ketentuan yang berlaku terpenuhi.

Ia menjelaskan, sebelum proses penutupan dilakukan, PT DPM terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan resmi kepada instansi terkait serta mengundang para pemangku kepentingan untuk menyaksikan langsung proses penutupan gudang tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan secara terbuka dan sesuai prosedur.

“Perusahaan ingin memastikan setiap proses dilakukan secara transparan dan dapat diketahui oleh seluruh pihak yang berkepentingan,” katanya.

Baiq menambahkan, penutupan gudang handak sementara ini juga menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mengedepankan prinsip keterbukaan informasi kepada masyarakat serta menjaga hubungan yang baik dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan.

Menurutnya, PT DPM akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam setiap tahapan pengembangan proyek pertambangan yang dijalankan perusahaan.

“Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan guna memastikan seluruh kegiatan pengembangan proyek berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Dairi Prima Mineral merupakan perusahaan pertambangan yang mengembangkan proyek tambang seng dan timah hitam di Kabupaten Dairi. Perusahaan yang beroperasi di Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga tersebut saat ini masih berada dalam tahap pengembangan proyek sebelum memasuki fase operasi produksi. (rud/ila)

Dampak Penyerangan, Darmawan SH: Kerusuhan di PT BI Ganggu Usaha di Belawan

PENGERUSAKAN: Sekelompok orang berada di lokasi PT Belawan Indah kembali melakukan pengerusakan, Jumat (12/6).
PENGERUSAKAN: Sekelompok orang berada di lokasi PT Belawan Indah kembali melakukan pengerusakan, Jumat (12/6).

MEDAN – Pengacara nasional dari Law Firm DYA-Darmawan Yusuf & Associates, Dr Darmawan Yusuf SH SE MPd MH menilai penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok orang di Perusahaan Belawan Indah di Kampung Salam, Pelabuhan Belawan, Medan. Kamis (11/6) kemarin sangat mengggangu iklim usaha di kawasan Medan Belawan.

Pengacara lulusan Doktor Ilmu Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) predikat Cumlaude ini meminta Kapolda Sumatera Utara (Kapolda Sumut) segera turun tangan untuk menindak tegas seluruh pelaku penyerangan terhadap pekerja Belawan Indah.

“Ini jelas sangat mengganggu susasana usaha di kawasan Medan Belawan, sekali lagi saya meminta kepada kepolisian terutama kepada Polres Belawan dan Kapolda Sumut untuk mengusut semua pelaku penyerangan itu,” tegas Pengacara Belawan Indah ini.

Perlu diberitahukan, hingga saat ini belum ada pernyataan sikap maupun tindakan tegas berarti Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi SIK terkait aksi puluhan preman yang terang-terangan menyerang, membuat kerusuhan, bahkan sampai melukai para pekerja, sehingga dinilai mengganggu iklim usaha yang ada di wilayah hukumnya.

Menurut pihak PT Belawan Indah (BI), Abun komplotan orang yang diduga dari salah satu ormas itu masih berani mendatangi lokasi PT Belawan Indah di Kampung Salam, Pelabuhan Belawan, dengan membawa sajam untuk mengintimidasi sekaligus berusaha membangun tembok beton di areal PT BI untuk PT SBP. Artinya, mereka diduga suruhan dari PT SBP.

Padahal, hasil mediasi kemarin oleh Forkopimcam, Camat Medan Belawan bersama Kejari Belawan dan Polsek Medan Belawan, dalam kesepakatan pertemuan sudah menegaskan dalam sebuah surat, bahwa PT SBP tidak berhak dan tidak bisa melakukan pembangunan tembok di tanah milik PT Belawan Indah, karena tidak ada memiliki izin persetujuan bangun gedung (PBG) dari Pemerintah Kota Medan.

Ironinya, pascapertemuan menghasilkan kesepakatan resmi atas mediasi tesebut. Artinya, pembangunan tembok oleh PT SBP tidak dapat dilakukan karena menyalahi aturan. Diduga, sekelompok orang itu merupakan preman yang berpihak ke PT SBP kembali menyerang, ke PT BI, Jumat (12/6).

Kali ini, mereka malah melakukan pembangunan tembok di arel PT Belawan Indah dan melakukan pengerusakan sehingga menggangu aktivitas para pekerja PT Belawan Indah. Jumat (12/6), siang.

Polres Pelabuhan Belawan hingga kini belum juga merespon laporan yang disampaikan masyarakat. 
Begitu juga yang disampaikan wartawan kepada pejabat Polres Belawan. Termasuk juga konfirmasi wartawan oleh pihak PT SBP melalui Sri Hartati melalui pesan WhatsApp belum juga dijawab.

Hanya saja, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Agus Purnomo mengaku Kamis awal penyerangan itu pihaknya belum menerima laporan atas kejadian tersebut. “Nanti kami cek selanjutnya,” katanya singkat.(san/azw)

Diduga Bunuh Diri Minum Racun Rumput, Anggota Satpol PP Dairi Meninggal Dunia

Bunuh diri dengan minum racun-Ilustrasi.

DAIRI – Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berinisial PB (29), warga Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, meninggal dunia diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan minum racun rumput di areal perladangamilik keluarga, Senin (8/6/2026). Korban sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Murni Teguh Medan, dan meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026) pagi.

Informasi wafatnya PB dibenarkan Sekretaris Satpol PP Kabupaten Dairi, Dedi. Menurutnya, kabar tersebut diterima langsung dari pihak keluarga. “Benar, informasi yang kami terima dari keluarga, PB telah meninggal dunia pagi ini di Rumah Sakit Murni Teguh Medan,” ujar Dedi.

Sebelum dirujuk ke Medan, PB sempat mendapatkan penanganan medis di RSUD Sidikalang. Namun karena kondisinya membutuhkan perawatan lebih intensif, ia kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Medan sebelum akhirnya menjalani perawatan terakhir di RS Murni Teguh.

Meski tim medis telah berupaya memberikan penanganan maksimal, PB akhirnya mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan. Pihak Satpol PP Dairi saat ini masih menunggu kedatangan jenazah dari Medan.

Berdasarkan informasi dari keluarga, almarhum akan dimakamkan di Kecamatan Gunung Sitember pada hari yang sama. Kepergian PB meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya di lingkungan Satpol PP Kabupaten Dairi. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai aparatur yang bertugas di bagian keuangan Sekretariat Satpol PP.

Dedi mengungkapkan, PB memulai pengabdiannya sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) pada Juni 2020. Dedikasi dan kinerjanya kemudian mengantarkannya lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu pada tahun 2025. “Almarhum memulai karier sebagai THL dan kemudian diangkat menjadi PPPK. Sehari-hari beliau bertugas di bagian keuangan Sekretariat Satpol PP,” kata Dedi. (rud/ila)

Telkomsel Hadirkan Nonton Bareng Bola Gembira MAXStream TV Serentak di 4 Kota

Ragam paket yang Telkomsel hadirkan bagi pelanggan untuk menikmati keseruan Piala Dunia FIFA 2026 melalui handphone maupun dari rumah melalui IndiHome.
Ragam paket yang Telkomsel hadirkan bagi pelanggan untuk menikmati keseruan Piala Dunia FIFA 2026 melalui handphone maupun dari rumah melalui IndiHome.

Sumatera – Menyambut pertandingan sepak bola dunia, Telkomsel mengadakan Nonton Bareng (nobar) Bola Gembira MAXStream TV. Nobar ini diselenggarakan serentak pada 4 kota di Sumatera, yakni Medan, Batam, Pekanbaru, Lampung. Keseruan pun terlihat pada nobar pembukaan Piala Dunia FIFA 2026, pertandingan antara Meksiko vs Afrika Selatan hari ini (12/2).

Nonton Bareng Bola Gembira MAXStream TV diselenggarakan setiap hari selama Piala Dunia FIFA 2026. Masyarakat bisa menikmati euforia nobar ini tanpa dipungut biaya di beberapa tempat, antara lain Dara Kupi Medan, MatKopi Pekanbaru, Cincai Kupi Batam, dan Tomoro Coffee Lampung.

Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, “Kami menghadirkan Program Nonton Bareng Bola Gembira melalui MAXStream TV yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap euforia Piala Dunia FIFA 2026, di mana pelanggan Telkomsel juga bisa berlangganan Paket MAXStream secara mandiri dengan harga terjangkau selama masa pertandingan bola dunia ini.”

Telkomsel menghadirkan Paket Bola Gembira MAXStream TV seharga Rp35 ribu dengan kuota 3GB/30 hari bagi pelanggan yang ingin menikmati setiap momen pertandingan Piala Dunia FIFA 2026. Paket yang dapat mengakses semua pertandingan melalui MAXStream TV mulai dari 11 Juni 2026. Pelanggan bisa langsung mengaktifkan Paket Bola Gembira melalui Aplikasi MyTelkomsel.

Tak hanya itu, euforia Piala Dunia FIFA 2026 juga bisa dirasakan pelanggan IndiHome dari rumah melalui langganan Paket Bola Gembira seharga Rp85 ribu. Paket ini berlaku selama 60 hari dan benefit upgrade kecepatan internet untuk 30 hari. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui tsel.id/infobolagembira.

“Kami berharap Paket Bola Gembira MAXStream TV bisa memberikan kenyamanan bagi pelanggan untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 dengan cepat dan stabil yang didukung oleh Telkomsel 5G Powered by AI.”, tutup Saki. (rel)