26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 4079

Mantan DPRD Sumut Kembalikan Uang Suap Gatot, KPK: Bukan Soal Kembali atau Tidak Uangnya…

RAKOR: Ketua KPK Firli Bahuri memimpin Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, dengan agenda utama mendorong optimalisasi pendapatan dan penyelamatan aset daerah di Sumut, bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi dan stakeholder lainnya di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (27/8).
RAKOR: Ketua KPK Firli Bahuri memimpin Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, dengan agenda utama mendorong optimalisasi pendapatan dan penyelamatan aset daerah di Sumut, bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi dan stakeholder lainnya di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (27/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejauh ini, sebanyak 64 orang mantan anggota DPRD Sumut telah diproses hukum dalam perkara tindak pidana korupsi menerima suap dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Dengan begitu, masih ada 36 orang lagi yang belum diproses hukum, termasuk mantan anggota dewan yang diketahui telah mengembalikan uang yang diterima kepada negara. Lantas, bagaimana nasib mereka?

RAKOR: Ketua KPK Firli Bahuri memimpin Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, dengan agenda utama mendorong optimalisasi pendapatan dan penyelamatan aset daerah di Sumut, bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi dan stakeholder lainnya di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (27/8).
RAKOR: Ketua KPK Firli Bahuri memimpin Rakor Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, dengan agenda utama mendorong optimalisasi pendapatan dan penyelamatan aset daerah di Sumut, bersama Gubsu Edy Rahmayadi, Kakanwil BPN Sumut Dadang Suhendi dan stakeholder lainnya di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (27/8).

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri dalam konfrensi pers usai Rakor Pemberantasan Korupsi Pemda se-Sumut di Pendopo Rumah dinas Gubernur, Kamis (27/8), memberikan penjelasan soal itu. Menurutnya, bagi mantan anggota DPRD Sumut yang telah mengembalikan uang ke negara, dinyatakan bersih dari persoalan dimaksud.

“Apakah seseorang yang bersangkutan melalukan penerimaan sesuatu itu supaya melakukan atau tidak melakukan yang bertentangan dengan jabatan dan kewajibannya. Kalau itu terjadi, berarti sudah selesai pidananya,” kata Firli.

Dalam hal anggota dewan yang sudah mengembalikan uang suap pun, ia menyebut memang tidak terjadi kerugian negara, tetapi perbuatannya sudah selesai. Menurut dia, bukan soal kembali atau tidaknya uang tersebut. “Tinggal lagi, apakah KPK memiliki bukti yang cukup, sidang membuat terang suatu perkara pidana dan tersangkanya, jadi bukan berarti kembali atau tidak kembali uangnya,” katanya.

Berbicara soal pemberantasan korupsi, lanjut dia, tidak terlepas dari penanganan dan tahapan mulai dari penyelidikan perkara tersebut. Kata Firli, penyelidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dan langkah menentukan suatu peristiwa dan menentukan apakah suatu peristiwa itu bisa dilakukan penyelidikan.

“Itu dulu. Jadi perisitiwa penyelidikan itu benarkah peristiwa pidana. Kalau korupsi kita cek, apakah betul sudah terjadi korupsi. Kalau iya, berarti kita lanjutkan ke tahap penyelidikan,” ujar jenderal bintang 3 tersebut.

Mengenai penyelidikan, tambahnya, terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan mulai pengumpulan barang bukti, pemeriksaan hingga keterangan saksi. “Setelah itu dibuat terang suatu perkara pidana. Kalau perkara pidana korupsi kita buat terang, oh betulkah terjadi korupsi. Kenapa betul karena ada bukti, minimal ada dua alat bukti, terus sudah ada keterangan saksi,” kata dia.

Lalu kalau kasus korupsi itu sudah menemui titik terang, maka KPK akan mencari tersangkanya. “Karena tersangka menjadi penting adalah seseorang yang berdasarkan bukti permulaan cukup, patut diduga sebagai pelaku tindak pidana. Jadi inilah landasan-landasan kami bekerja dalam rangka pemberantasan korupsi,” pungkasnya.

Ada Beberapa Titik Rawan Korupsi

Sementara, saat Rapat Koordinasi Sinergitas KPK RI dan aparat penegak hukum se-Sumatera Utara di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Kamis (27/8), Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, ada beberapa titik rawan korupsi yang terjadi, di antaranya karena adanya birokrasi rekrutmen dan promosi jabatan, pengadaan barang dan jasa, serta sumbangan pihak ketiga. “Korupsi bisa kita cegah kalau kita punya integritas,” kata Firli.

Dijelaskannya, defenisi dari integritas adalah kesatuan atau keselarasan antara hati, pikiran, perbuatan dan hati nurani. “Sudah saatnya kita berkomitmen untuk memberantas korupsi untuk mewujudkan NKRI yg bersih,” tegasnya.

Firli juga menyampaikan, cara-cara efektif pencegahan dan pemberantasan Korupsi. Ia menyebutkan, harus ada pengawasan mengenai dari aparat penegak hukum dalam kegiatan karena cara operasi tangkap tangan (OTT) masih kurang efektif dalam memberantas korupsi.

“Namun harus adanya imbauan dan pembenahan kepada tokoh. Jangan biarkan seseorang yang korupsi merasa nyaman dengan apa yang dia dapatkan. Karena itu sangat merugikan negara. Sebagai aparat panegak hukum kita harus mampu menjaga aset dan uang negara,” imbuhnya.

Firli memaparkan, sesuai instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa masyarakat itu menginginkan Indonesia bebas dari korupsi. “Oleh karena itu tugas KPK dan pemerintah yang terlibat lainnya adalah melakukan pencegahan agar tidak terjadi korupsi dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait yang melakukan pelayanan publik dan melakukan monitoring pelaksanaan program pemerintah,” tandasnya.

Kemudian, lanjut Firli, indikator lainnya yakni realokasi anggaran Covid-19, penyelenggaran bansos, pemulihan ekonomi nasional, pengesahan RAPBD dan laporan pertanggung jawaban laporan keuangan kepala daerah. Dalam hal ini, negara sudah sangat besar mengeluarkan anggaran untuk menangani pandemic Covid-19, salah satu indikatornya adalah kemiskinan.

“Saat pandemic ini kita semakin banyak mengeluarkan anggaran akibat adanya beberapa indokator, salah satunya kemiskinan. Maka dari itu para kepala daerah harus memberikan bansos untuk masyarakat yang terdampak. Bicarakan dengan anggota DPR untuk menghindari meningkatnya kemiskinan,” imbaunya.

Indikator berikutnya, tambahnya, adalah pengangguran, indikator ibu melahirkan, maka semakin bertambah penduduk, dan indokator sengketa lahan.

Sementara itu, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin mengungkapkan, untuk tahun 2020 hingga saat ini ada 16 berkas perkara yang ditangani terkait korupsi oleh Polda Sumut. “Kami memohon kepada bapak untuk koordinasi dan supervisi penanganan tindak pidana korupsi di Sumut. Dan kepada para Kapolres yang menangani kasus korupsi di wilayahnya agar mendengarkan arahan dari bapak ketua KPK agar bisa kita terapkan,” ujarnya.

Dikatakannya, di wilayah Polda Sumut zero toleransi untuk narkotika, termasuk perjudian dan togel. “Kejahatan jalanan juga kita berantas dengan memberikan tindakan tegas dan terukur,” tukas Martuani. (prn/mag-1)

Smartfren Unlimited Dinobatkan Sebagai Paket Internet Terbaik 2020

PENGHARGAAN: Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim (kanan) saat menerima penghargaan dari acara Selular Award 2020. Pada acara ini, Smartfren Unlimited dinobatkan sebagai Paket Internet Terbai 2020.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Smartfren Unlimited berhasil memperkuat posisinya sebagai paket internet terbaik di Indonesia dan diganjar piala Best Internet Package dalam ajang Selular Awards 2020. Penghargaan ini membuktikan kinerja Smartfren sebagai pelopor paket internet Unlimited di Indonesia yang sejak awal selalu berusaha menjadi paket paling sesuai dengan kebutuhan pelanggan masa kini.

Smartfren Unlimited berbeda dengan paket unlimited lainnya. Pelanggan Smartfren Unlimited bisa mengakses aplikasi apapun tanpa harus membeli paket tambahan, memiliki batas pemakaian wajar yang direset setiap hari, serta memiliki fitur Booster Unlimited untuk pelanggan yang membutuhkan batas pemakaian lebih besar. Kelebihan ini menjadikan Smartfren Unlimited sangat cocok digunakan menunjang macam-macam aktivitas digital pelanggan, mulai dari school from home sampai work from home.

Harga paket Smartfren Unlimited pun terjangkau. Pelanggan bisa mendapatkannya mulai dari Rp9.000 dengan batas pemakaian wajar 1 GB dan masa aktif 1 hari; Rp20.000 dengan batas pemakaian wajar 1 GB per hari dan masa aktif 7 hari; Rp40.000 dengan batas pemakaian wajar 1 GB per hari dan masa aktif 14 hari; Rp50.000 dengan batas pemakaian wajar 1 GB per hari dan masa aktif 28 hari; Rp80.000 dengan batas pemakaian wajar 1 GB per hari dan masa aktif 28 hari serta Rp100.000 dengan batas pemakaian wajar 1,5 GB per hari untuk masa aktif 28 hari.

Paket ini juga didukung oleh fitur Booster Unlimited untuk memudahkan pelanggan yang memerlukan batas pemakaian wajar lebih besar dan fleksibel. Pilihannya mulai dari Rp 2.000 (0,5 GB untuk 1 hari), Rp 5.000 (0,5 GB per hari, berlaku 3 hari), dan Rp 10.000 (0,5 GB per hari, berlaku 7 hari).

“Smartfren Unlimited merupakan totalitas kami dalam memberikan layanan terbaik untuk pelanggan, dengan kelebihan berupa akses tanpa batas. Kami berterima kasih kepada masyarakat dan seluruh pelanggan sehingga akhirnya Smartfren Unlimited terbukti menjadi paket internet terbaik di Indonesia, dan meraih Best Internet Package versi Selular Awards 2020. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Selular Media Network yang telah menghadirkan ajang penghargaan ini sebagai suatu benchmark industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Smartfren akan terus memberikan layanan yang terbaik untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar  Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren sambil tersenyum.

Selain mendapatkan penghargaan paket internet terbaik, Smartfren Unlimited dengan campaign #UnlimitedTanpaTapi menjadi satu-satunya iklan operator telekomunikasi yang termasuk dalam nominasi Best Marketing Campaign.

Smartfren juga meraih satu penghargaan lain, yakni Best Bundling Package untuk paket bundling Smartfren-Xiaomi Redmi 8A Pro. Paket ini dirilis pada April 2020 lalu dengan harga terjangkau dan keuntungan berupa kuota besar. Pelanggan yang membeli paket bundling tersebut mendapatkan total 41 GB kuota data, dengan pembagian berupa 15 GB sebagai bonus kuota yang diberikan saat mengisi ulang pulsa Rp50.000 dan 26 GB saat mengaktifkan Paket Internet Khusus Xiaomi yang terdiri atas kuota utama 8GB, kuota chat 2 GB, kuota malam 10 GB, Super 4G Video 2 GB, Super 4G Music 4 GB dan gratis layanan SmartMusic selama 30 hari.

Selular Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang rutin dan konsisten digelar oleh Selular Media Network (SMN) sejak 2003 silam.

Kali ini, di tahun ke-17 eksistensinya, SMN menyerahkan total 38 kategori penghargaan yang diserahkan kepada para pelaku industri telekomunikasi dengan kinerja terbaik di Indonesia. Dalam memilih pemenang untuk setiap kategori tersebut, SMN melakukan penilaian menggunakan panel tim redaksi serta melakukan survei online. Kandidat di setiap kategori akan diberi skor berdasarkan inovasi, kinerja keuangan, teknologi, kepemimpinan pasar dan juga tata kelola perusahaan. Ajang penghargaan ini diselenggarakan secara virtual melalui YouTube resmi Selular pada Rabu (19/8/2020) dan diserahkan secara offline pada Rabu (26/8/2020). (rel/ram)

Bengkel Las Meledak, 3 Tewas dan 10 Luka Berat

RUSAK Personel Kepolisian dari Polres Binjai dan Polda Sumut melakukan olah TKP di Bengkel Las milik Suriono usai terjadi ledakan, Kamis (27/8) pagi.
RUSAK Personel Kepolisian dari Polres Binjai dan Polda Sumut melakukan olah TKP di Bengkel Las milik Suriono usai terjadi ledakan, Kamis (27/8) pagi.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ledakan yang diduga berasal dari tabung gas terjadi di sebuah bengkel milik Suriono (53), di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Tandamhulu II, Hamparanperak, Deliserdang, Sumatera Utara, Kamis (27/8) pagi. Akibat ledakan hebat itu, tiga orang meninggal dunia dan 10 luka berat.

RUSAK Personel Kepolisian dari Polres Binjai dan Polda Sumut melakukan olah TKP di Bengkel Las milik Suriono usai terjadi ledakan, Kamis (27/8) pagi.
RUSAK Personel Kepolisian dari Polres Binjai dan Polda Sumut melakukan olah TKP di Bengkel Las milik Suriono usai terjadi ledakan, Kamis (27/8) pagi.

Rama Manalu (36), satu dari 10 orang yang mengalami luka berat, mengalami trauma. Pemborong asal Medan itu mengalami luka pada tangan dan pipi kanan akibat terkena dampak ledakan gas, berupa serpihan kaca mobil Toyota Fortuner BK 3 RN warna hitam.

“Saya mau ke Stabat, mau lihat proyek di Langkat. Macam bom suaranya (ledakan),” kata Manalu saat ditemui di Klinik Asia Medica, berjarak sekitar 1 km dari TKP. Saat itu, Manalu didampingi pengawas dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bermarga Lubis.

Namun sayang, nyawa sopir Manalu bernama Budi Irwansyah (39), tak dapat diselamatkan. Kondisi Budi cukup memperihatinkan. Pergelangan tangannya putus dan bagian kepala pecah akibat serpihan ledakan ketika mobil mereka melintas di TKP. Budi menghembuskan nafas terakhirnya di Klinik Wirahusada. “Masih trauma, ini saja gemetaran. Kami dari Medan,” sambung Manalu, sambil mengoleskan salep pada pipi kanannya.

Pantauan Sumut Pos di lapangan, kemacetan mengular panjang sekitar 3 km. Baik itu dari arah Binjai menuju Stabat, Langkat, maupun sebaliknya. Di lokasi kejadian, tidak terlihat kobaran api paskaledakan. Meski begitu, mobil pemadam kebakaran tetap turun ke TKP.

Selain Budi, seorang pekerja bengkel las, Erwin (27), warga Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur, dan kasir bengkel las itu, Ayu (24), warga Desa Tandamhilir I, Hamparanperak, meninggal dunia di TKP. Kepala Erwin pecah saat tengah mengelas usai ledakan dan Ayu mengalami luka-luka pada dada serta leher, yang saat itu tengah duduk di meja kerjanya yang berjarak hanya 3 meter dari meledaknya tabung gas tersebut.

Menurut warga sekitar, Ayu dan Erwin masih ada hubungan keluarga dengan pemilik bengkel las. “Mereka masih bersaudara. Dan yang kerja di sini juga saudara-saudara yang punya bengkel las,” kata warga setempat.

Area bengkel las milik Suriono, luasnya kurang lebih berukuran 40×40 meter. “Di sini yang kerja keluarga-keluarga juga. Ada sekitar 30 orang anggotanya. Ledakannya terdengar sekali,” tandas mantan pekerja, Erik (48) yang bekerja sudah 2 tahun kerja di bengkel las tersebut.

“Penyebabnya diduga meledaknya satu tabung gas yang digunakan untuk mengelas atau memotong besi yang dikerjakan oleh korban Erwin,” kata Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting ketika dikonfirmasi.

Polisi sudah memasang garis kuning (police line) untuk membatasi warga memasuki ke area TKP. “Kejadian ini karena meledaknya tabung gas sebanyak 5 unit, diduga akibat karena kurang hati-hati atau kelalaian,” tambah mantan Kanit Intelkam Polres Binjai ini.

Tidak hanya mobil Fortuner milik Manalu saja yang terkena imbas ledakan tersebut. Mobil Panther BK 1398 DI warna hijau, Toyota Rush BK 1706 EJ warna silver, Mitsubishi Kuda BK 1907 DU warna biru dan sepeda motor Honda Supra BK 4807 HM warna hitam juga mengalami rusak berat. Bahkan satu rumah yang bersebelahan dengan bengkel las tersebut juga terdampak imbasnya. Satu tabung gas terhempas menghantam tembok rumah hingga jebol. “Rumah warga yang lain yang bertetangga dengan bengkel las juga mengalami kerusakan pada dinding, atap dan jendela,” terang Siswanto.

Tak lama kemudian, Datasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut tiba di TKP. Mereka turut melakukan olah TKP.

Jibom Lakukan Olah TKP

Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Sumut juga melakukan olah TKP. Tim dipimpin Kasubden Jibom Brimob Polda Sumut AKP Daud Pelawi melakukan sterilisasi. Daud Pelawi menyebutkan, dari hasil sterilisasi yang dilakukan pada objek, tidak ditemukan adanya unsur bom. Karena itu, kuat dugaan ledakan terjadi dari atas asbes (instalasi AC central) yang berasal dari kebocoran gas. “Dari hasil sterilisasi dan analisis di TKP, tidak ditemukan adanya unsur-unsur bom,” kata Daud.

Dia mengatakan, dalam tindakan sterilisasi itu, pihaknya turut membawa peralatan pelindung lengkap, peralatan penjinak, peralatan pendukung, senjata, dan unit kendaraan. “Kejadian ledakan ini merupakan bencana yang tidak diharapkan oleh kita semua,” ujarnya.

Sebelumnya, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumut Kombes Pol Abu Bakar Tertusi juga ikut turun ke lokasi kejadian. Dia memaparkan, penyebab ledakan pada bengkel milik Suriono itu terjadi, diduga disebabkan satu tabung gas yang dipergunakan untuk mengelas/potong besi meledak, yang saat itu sedang digunakan oleh korban Erwin yang meninggal di tempat.

“Selain korban tewas dan luka-luka, empat unit mobil dan satu sepeda motor rusak. Sedangkan rumah warga yang bertetangga dengan bengkel las juga mengalami kerusakan pada bagian dinding, atap dan jendela,” ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini lokasi kejadian sudah diberi garis polisi (police line). Sedangkan untuk kerugian material, sejauh ini belum dapat ditaksir. “Jumlah tabung (gas 12 kg) yang meledak ada 5 unit. Setelah berkoordinasi dengan Kasubden Jibom, diketahui bahwa tidak ada unsur bahan peledak (bom). Sehingga Hal ini diduga akibat kurangnya kehati-hatian (kelalaian),” pungkasnya.

Sempat Dinyatakan Tewas, Mugiono Ternyata Kritis

Selain korban tewas, juga ada korban luka. Dilaporkan ada 9 orang mengalami luka. Mereka dibawa ke Klinik Asia Medika. Namun, korban luka tersebut sudah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai dan RS Bidadari Kebun Lada. Korban rata-rata mengalami luka bakar dan tubuh melepuh. Ditaksir luka bakarnya mencapai 80 persen.

Kabar adanya empat orang tewas dalam ledakan hebat tabung gas di bengkel las milik Suriono, ditepis Polres Binjai. Dari olah TKP yang dilakukan Polres Binjai dan Tim Labfor Polda Sumut, 3 orang dinyatakan meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Yayang Rizky Pratama menjelaskan, Mugiono (50) yang merupakan karyawan bengkel las tersebut mulanya sempat dinyatakan meninggal dunia di TKP. Namun hasil olah TKP, warga Dusun I Purnamasari, Desa Tandamhulu II, Hamparanperak, Deliserdang ini dinyatakan kritis. “Korban (Mugiono) tidak meninggal, hanya kritis. Saat ini menjalani perawatan di RS Bidadari Binjai,” kata Yayang, Kamis (27/8) petang.

Polisi sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti usai kejadian tersebut. Seperti tabung gas dan oksigen yang terpental lebih kurang 100 meter pun dikumpulkan.

Begitu juga dengan tabung 50 kg yang menghantam tembok rumah warga hingga jebol karena hantamannya pun dikumpulkan. Kasat menjelaskan, penyidik masih melakukan penyelidikan dan mendalami penyebab ledakan tersebut.

“Selain itu, kita juga tengah mengumpulkan bukti-bukti serta memasang police line,” kata dia.

Yayang menambahkan, penyidik sudah meminta keterangan terhadap 28 orang. Status mereka sebagai saksi.

Pemilik bengkel las, Suriono (56) pun sudah diperiksa. Polres Binjai, kata dia, penyidik belum dapat memastikan penyebab ledakan gas tersebut. “Makanya kita dibantu Tim Labfor untuk memastikan penyebab ledakan. Jadi kami minta rekan-rekan bersabar,” seru dia. (ted/mag-1)

PGN dan PT Energi Listrik Batam (ELB) Teken Perjanjian Jual Beli Gas

Jaga Ketahanan Listrik di Batam

BERSAMA: Direktur Komersial PGN Faris Aziz berfoto bersama Direktur Utama PT Energi Listrik Batam Danny Praditya usai menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), Jumat (28/08/2020). 

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Dalam rangka mewujudkan ketahanan energi listrik negeri dengan harga yang kompetititf, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Energi Listrik Batam (ELB) menandatangani Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).  Penandatangan dilakukan oleh Direktur Komersial PGN Faris Aziz dan Direktur Utama PT Energi Listrik Batam Danny Praditya, Jumat (28/08/2020). 

ELB merupakan Anak Usaha PT Medco Power Indonosia dan sebagai salah satu IPP PLN Batam, akan menyerap gas bumi dari PGN secara ramp up (meningkat) menyesuaikan dengan demand listrik dan diperkirakan mencapai 18 BBTUD dengan estimasi pembangkit sebesar 80-100 MW untuk berkontribusi memenuhi ketersediaan listrik di wilayah Batam melalui PLTG Tanjung Uncang.

Sesuai kentuan yang tertuang dalam lampiran Kepmen ESDM 91K/ 2020, gas yang disalurkan bersumber dari PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE JM).

Perjanjian ini berlaku efektif hingga tahun 2024 dan juga difokuskan untuk menopang proyek Combine Cycle Power Plant (CCPP) ELB yang saat ini tengah dibangun. Mengingat tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan kapasitas pembangkit listrik.

Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan bahwa perjanjian ini juga bagian dari realisasi implementasi Kepmen ESDM 91K/2020. ELB sebagai mitra strategis pemerintah menjalankan operasinya sebagai power producer, berkesempatan mendapatkan manfaat dari harga gas yang khusus berdasarkan Kepmen ESDM tersebut. 

Fariz berharap, manfaat dari Kepmen ESDM 91K/2020 dapat menunjang optimasi operasi PT EMB, menurunkan Biaya Pokok Produksi, sehingga akan meningkatkan serapan volume gas sehingga ketersediaan kelistrikan di Batam semakin andal. “Dari perjanjian ini, diperhitungkan ada peningkatan pada produksi listrik di ELB menjadi 80 – 100 MW. Sebelumnya hanya setara ±30 MW,” imbuh Faris.

 “Sebelum ini, ELP merupakan pelanggan eksisting PGN. Namun alokasi gasnya masih melalui PLN Batam. Dari kesepakatan ini, menjadi peluang penting bagi PGN sebagai subholding gas dalam memperkuat layanan gas bumi pada sektor kelistrikan. Kami juga berterima kasih atas dukungan yang selama diberikan, sehingga implementasi Kepmen ESDM 91/ 2020 disambut dengan baik oleh rekan-rekan di sektor kelistrikan,” ujar Faris.

Faris mengungkapkan, alokasi gas bumi untuk pembangkit listrik sesuai Kepmen ESDM 91K/ 2020 sebesar ±315 BBTUD dengan estimasi kapasitas pembangkit ±1250 MW, untuk mendukung pembangkit listrik di Batam, Sumatera, dan Jawa Bagian Barat. Dengan adanya penerapan harga baru yang lebih murah, tentunya diharapkan pemakaian gas di pembangkit-pembangkit listrik dapat meningkat.

“PGN membuka kesempatan yang besar bagi semua sektor kelistrikan untuk menggunakan gas bumi, agar benefitnya dapat dirasakan secara nyata. Khususnya efisiensi pembiayaan, dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tambahan pasokan listrik, seiring dengan konsumsi listrik nasional yang terus meningkat.” ujar Faris.

PGN sebagai subholding gas dan bagian dari Holding PT Pertamina (Persero), berkomitmen menjadikan sektor listrik sebagai salah satu dari  program prioritas PGN. Dari segi volume, sektor kelistrikan memiliki porsi penyerapan gas bumi yang paling besar. Namun, hal itu sepadan dengan perannya dalam menopang kebutuhan energi kelistrikan di berbagai segmen masyarakat. 

Oleh karena itu, PGN juga senantiasa termotivasi untuk melakukan pengembangan infratruktur dan meningkatkan kualitas layanan gas bumi, agar dapat menjamin kehandalan energi kelistrikan seluruh wilayah di Indonesia. (rel/ram)

Ketua KPK Serahkan 1.105 Sertifikat Aset PLN di Sumut

RAPAT: Wakil Dirut PLN, Darmawan Prasodjo, Wamen Agraria dan Tata Ruang, Surya Tjanda, Ketua KPK, Firli Bahuri, Gubsu, Edy Rahmayadi, dalam Rapat Kordinasi di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Kamis (27/8/2020)

MEDAN,SUMUTPOS.CO-PLN menggandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kerja sama ini dilakukan untuk mempercepat pengamanan aset yang dimiliki oleh PLN.

 Sebagai bentuk tindaklanjut kerja sama tersebut, PLN menerima 1.105 sertifikat atas aset kelistrikan yang tersebar di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Nilai 1.105 sertifikat atas aset kelistrikan setersebut Rp358 miliar.

  Ketua KPK, Firli Bahuri menyerahkan sertifikat secara simbolis yang diterima oleh Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dan disaksikan langsung oleh Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra dan Gubsu, Edy Rahmayadi.

 Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan dalam acara Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola Aset PLN dan Pemerintah Daerah di wilayah Provinsi Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubsu, Kamis (27/8/2020) pagi.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPK, Firli Bahuri mengapresiasi sinergitas berbagai pihak, termasuk PLN untuk melakukan pengamanan aset negara dengan melakukan sertifikasi tanah.

 “Kami terima kasih dan apresiasi seluruh pihak yang turut serta menyelesaikan permasalahan tanah dan sertifikasi tanah ini, pemerintah daerah, Kementerian ATR BPN, juga PLN. Ini adalah upaya pencegahan korupsi, dan KPK siap mengawal,” tutur Firli.

  Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan, bahwa kerja sama ini adalah bentuk komitmen PLN untuk mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah dan properti yang dimiliki oleh PLN, demi masa depan penyediaan tenaga listrik bagi seluruh rakyat Indonesia.

  “Waktu di Jambi, sertifikat aset PLN yang terselesaikan sekitar 700-an. Hari ini (kemarin,Red) di Sumut, kurang lebih 1.105 sertifikat tanah aset negara yang dikelola PLN telah kami terima dan sementara ini menjadi yang tertinggi. Untuk itulah kata-kata Ini Medan, Bung yang sering diucapkan menjadi sangat relevan,” tutur Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

  Dipaparkan Darmawan, adapun 1.105 aset tersebut memiliki nilai sebesar Rp358 miliar.Sampai dengan akhir tahun 2019, di Provinsi Sumut, PLN baru memiliki 268 persil tanah yang sudah bersertifikat, sedangkan 7.283 persil tanah belum bersertifikat.

 Pada tahun 2020, PLN merencanakan program sertifikasi tanah dengan target sejumlah 75 persen persil tanah telah tersertifikasi pada akhir tahun 2020. 

 Sementara secara nasional, sampai dengan akhir tahun 2019, PLN memiliki 92.213 persil tanah yang terdiri dari 28.282 persil tanah (30,67 persen) sudah bersertifikat dan 63.931 persil tanah (69,33 persen) belum bersertifikat.

 Pada tahun 2020, secara nasional PLN merencanakan program sertifikasi tanah dengan target sejumlah 40.878 persil sertifikasi baru sehingga pada akhir tahun 2020 aset bersertifikat mencapai 75 persen.

 “Saya tahu persis ketika Bapak Jokowi menugaskan Kementerian ATR/BPN-RI untuk menyelesaikan masalah yang seolah-olah waktu itu tidak mungkin, mensertifikasi 12 juta bidang lahan dalam lima tahun. Dan sekarang, kita semua berkumpul di sini, menemukan titik terang dan progressnya luar biasa,” kata Darmawan. 

 Pencapaian ini, menurut Darmawan, tidak lepas dari sinergi antara PLN dengan KPK, Kanwil BPN Sumut, dan Pemerintah Daerah di Sumut. “Kami mengapresiasi semua dukungan yang telah diberikan jajaran KPK-RI dan Kementerian ATR/BPN RI yang telah diwujudkan dalam bentuk Rapat Koordinasi Sertifikasi Tanah dan Pembenahan Aset PLN,” ucap Darmawan.

 Sementara Wakil Menteri ATR/BPN, Surya Tjandra menjelaskan, Provinsi Sumatera Utara ini menjadi salah satu wilayah yang memiliki tantangan besar dalam permasalahan tanah terbesar. “Namun saya yakin dengan sinergitas yang baik, rasanya bisa menyelesaikan hal ini secara tuntas. BPN siap membantu,” ucap Surya.

 Acara kali ini merupakan tindaklanjut dari penandatanganan MoU antara Direktur Utama PLN dengan Menteri ATR/BPN pada tanggal 12 November 2019 dan penandatanganan PKS antara General Manager Unit Induk PLN se-Indonesia dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN di seluruh Indonesia pada tanggal 27 November 2019 lalu. (ila)

Warga Medan Utara Berdemo, Begini Tuntutannya…

DEMO: Aliansi Masyarakat Medan Utara Berdaulat berdemo di depan Kantor Lurah Besar, Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, Kamis (27/8/2020).

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Medan Utara Berdaulat melakukan aksi demo di depan Kantor Lurah Besar, Jalan Pancing 1, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (27/8/2020) pukul 09.30 WIB.

 Aksi itu menuntut agar Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera memperbaiki Jalan Pancing 1 serta meminta agar seluruh pergudangan di sepanjang jalan tersebut untuk ditertibkan. Selain itu juga, warga menuntut agar dibangun portal untuk menolak truk melebihi tonase tidak bebas melintas.

 Pimpinan aksi, Salman menyampaikan orasinya di hadapan massa. Ia mengatakan, aksi yang mereka lakukan ada murni untuk kepentingan masyarakat. Mereka menuntut agar pemerintah segera memperbaiki Jalan Pancing 1 yang semakin rusak parah.

 “Hai pengusaha, orang kaya. Jangan anggap remeh kami rakyat jelata, akibat gudang dan truk kalian, jalan ini jadi rusak. Selama ini dari waktu ke waktu, sudah berulang kali dilakukan mediasi tetapi tidak ada penjelasan dari pemerintah untuk memperbaiki jalan ini,” teriak Salman dengan pengeras suara.

 Dengan tegas ia kembali meneriakkan tuntutan aspirasi di muka umum. Mereka menuntut agar depo truk yang ada di sepanjang Jalan Pancing 1 untuk segera ditertibkan, selain itu dipasang portal dan rambu larangan bagi truk melintas serta perbaiki kerusakan jalan tersebut.

 “Kami dari Aliansi Masyarakat Medan Utara Berdaulat akan memberikan waktu tujuh hari. Apabila ini tidak dilaksanakan oleh pemerintah, kami akan terus melakukan aksi dan memblokir jalan ini,” teriak Salman disambut teriakan dukungan dari massa.

 Selama aksi berlangsung, ratusan masyarakat yang telah membentang spanduk mendapat pengamanan dari Polres Pelabuhan Belawan.

 “Kami minta kepada bapak camat untuk bisa hadir menerima aspirasi kami. Selama ini kami sudah muak dengan janji – janji yang ada, pemerintah harus segera memperbaiki jalan ini,” teriak orator lagi.

 Di sela – sela aksi itu, Camat Medan Labuhan, Rudy Asriandy hadir di tengah masyarakat. Dengan memegang alat pengeras suara, ia menyambut keluhan dari tuntutan masyarakat.

 “Perlu saya jelaskan, pembangunan jalan ini sebenarnya sudah dianggarkan tahun ini. Karena adanya Covid-19, anggarannya dialihkan. Kmarin Bapak Wali Kota sudah menyampaikannya masalah ini. Tetapi apabila tahun ini ada dana sisa, maka jalan ini akan dikerjakan tahun ini, kalau tidak akan dilaksankan tahun depan,” jelas camat kepada masyarakat.

 Mengenai pergudangan yang ada di sekitar Jalan Pancing 1, sebut Rudy, sebenarnya sudah berdiri sejak lama. Artinya, keluhan masyarakat mengenai gudang tetap akan disampaikan ke dinas terkait. Selain itu, untuk pemasangan portal, ia tidak menolak permintaan masyarakat, namun harus memikirkan perlintasan mobil pemadam kebakaran di Jalan Pancing 1.

 “Untuk masalah pergudangan segera buat surat, biar kita sampaikan ke DPRD selaku pengawasan. Harapannya, untuk portal agar tetap memikirikan pemadam kebakaran agar bisa melintas. Mungkin, apa yang menjadi tuntutan bapak ibu hari ini dapat kita mediasi ke Pemko Medan dan DPRD,” ungkap Rudy.

 Setelah mendapat tanggapan dari Camat Medan Labuhan, orator kembali meneriakkan orasinya. Di hadapan massanya, orator meminta agar masyarakat untuk benar – benar memilih wakil rakyat.

 “Coba lihat hari ini, wakil rakyat tidak peduli dengan jalan ini. Mana anggota dewan yang kita pilih. Jadi, jangan salah pilih pemimpin nanti, kita sebagai masyarakat yang jadi korban demi kepentingan mereka,” teriak orator.

 Orasi akhirnya berakhir setelah makan siang, massa membubarkan diri setelah menyampaikan aspirasi melalui surat kepada Camat Medan Labuhan. (fac/ila)

Kreatif, ‘Sulap’ Emperan Toko Kesawan jadi Coffee Shop

COFFEE SHOP: Faldy Alfansa Putra, berpose di depan coffee shop miliknya di kawasan Kesawan Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”. Salah satu kata mutiara dari pendiri dan bapak Bangsa Indonesia, Ir Soekarno ini, sepertinya layak disematkan kepada Faldy Alfansa Putra, anak muda asal Kota Medan. 

PRAN HASIBUAN, MEDAN

 Bagaimana tidak, pria yang akrab disapa Aldy tersebut mampu ‘menyulap’ salah satu emperan toko di kawasan Kesawan atau Jalan Ahmad Yani Medan, sebagai coffee shop untuk lapak kumpul masyarakat Medan terutama para kawula muda.

 Aldy tidak berjalan sendiri, bersama dua sahabatnya yang punya komitmen bersama merintis usaha kekinian bernama coffee shop sebagai lapak nongkrong kaum urban.

 Langkah ketiga anak muda itu terbilang berani. Apalagi lokasi yang dipilih berada di jantung kota. Usaha kecil dan masih baru pula. Tentu kalah tenar dengan Tip Top dan Merdeka Walk, yang tak jauh dari lapak usaha mereka. Belum lagi, ditambah saat ini masih berlangsung pandemi Covid-19.

  Justru dengan semua asumsi itu, Aldi Cs memberanikan diri memulai usaha yang dinamai Kedai Kopi Angkringan dan Taichan Sate tersebut. Kedainya khusus buka malam hari saja. Maklum, kalau di siang hari lokasi tersebut adalah toko. Sekilas jika lewat, kedai kopi Aldi Cs mungkin tak ada yang istimewa. Tapi rupanya tak sekadar kopi biasa yang disuguhkan.  

  Racikannya ternyata menabuh nikmat, apalagi biji kopinya adalah pilihan, yang sengaja didatangkan dari penghasil kopi legendaris di Sumut dan Aceh. Mantul! Kopi yang diseruput malam hari dalam paduan suasana klasik dan modern kawasan Kesawan itu, ternyata memberi sensasi tersendiri. Kesannya eksklusif. Dan itu rupanya yang membuat pengunjung saban hari kian banyak berkongkow di sana.

 Meja dan tempat duduknya, di konsep minimalis. Ada juga yang lesehan bila ingin lebih santai. Untuk jenis makanan, selain Taichan sate boleh juga dipesan menu lain dari jejeran jajaan makanan yang ada di sana. Selain enak, juga ramah di kantong.

 “Sebenarnya usaha ini kami mulai berbekal hobi menyeruput kopi. Tepatnya awal Mei 2020 pertama kali kami mulai. Tapi karena situasi Covid-19 masih mencekam kala itu, membuat rumah kawan jadi pilihan sebagai tempat usaha,” tutur Aldy membuka cerita kepada Sumut Pos, baru-baru ini.

 Namun pada 10 Juni 2020 karena juga sudah memasuki masa transisi pandemi Covid-19, ia dan temannya beranikan diri pindah ke Kesawan setelah terbangun kesepakatan dengan pemilik toko untuk memanfaatkan emperannya sebagai lapak jualan.

 “Kita sepakatilah misalnya berapa sewa per hari, atau per bulan sama pemilik toko. Istilah orang Medan ‘biar sama-sama enak’. Apalagi toko itu kan penitipan barang peralatan. Nah ketika semua tuntas, sepakat, ya Alhamdulillah kita mulailah 10 Juni kemarin,” ungkap mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

  Seiring dengan banyak pengunjung yang ternyata gemar kulineran, Taichan Sate pun dibuka 16 Juli 2020. Dan akhirnya, banyak juga menu titipan warga sekitar dijual di sana. “Karena ada yang titip, ya kita jualinlah. Kan sama-sama untung,” kata Aldy.

 Diakui dia, awalnya hanya beberapa saja yang membuka usaha di sepanjang emperan toko di kawasan Kesawan. Tapi sekarang sudah ramai. Umumnya, para pengelola adalah kalangan anak muda.

 Apa yang ia dan teman-temannya lakukan tersebut, menurut Aldy tidak lebih dari sekadar upaya bertahan menghadapi sulitnya pandemi Covid-19. “Iya belajar berusaha, belajar mandiri juga daripada habis waktu ke sana-sini tak jelas, habis duit lagi,” ujarnya.

 Aldy sebenarnya salah satu anak yang beruntung. Sebab sang ayah adalah seorang pejabat. Apalagi ia anak bungsu, yang bisa saja mungkin bermanja-manja tanpa harus susah payah mendapatkan uang.

 Tapi justru sebaliknya, ia berupaya tampil mandiri, tanpa melulu tergantung orangtua dan abang-abangnya. Dan sifat berusaha mandiri sebenarnya sudah ditunjukkan Aldy, yang sewaktu kuliah di Palembang, mencoba jadi driver online.

 “Tapi orangtua saat itu kurang mendukung. Eh saya justru balik ke Medan dan akhirnya lulus di USU, jalani hingga tingkat akhir begini, terus Corona datang, iya udah deh coba-coba buka usaha aja ngisi waktu,” sambung Aldy.

  Aldy Cs berpesan, sudah sewajarnya para kawula muda menghabiskan waktu dengan hal-hal positif. Ia dan teman-temannya rupanya sangat prihatin dengan para kawula muda yang terbelenggu narkoba dan pergaulan bebas dewasa ini.

 “Saya dan kami di sini belum jadi contohlah, tapi setidaknya dengan semakin banyak dari kita mengisi waktu untuk hal positif, tentu akan menjadi contoh ke depannya bagaimana para kawula muda bergerak maju tanpa harus tereksploitasi oleh kemajuan zaman,” pungkas dia. Semoga sukses, guys! (*)

Covid di Medan Masih Tinggi, Pemko Dinilai Tak Mampu

KRITIK: Anggota Pansus Covid-19 Kota Medan, Afif Abdillah, mengkritik kinerja Pemko Medan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, dinilai masih belum mampu untuk menanggulangi atau bahkan sekadar menekan angka perkembangan Covid-19 di Kota Medan. Sebab sampai saat ini, angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan masih terlihat terus meningkat dan belum menunjukkan angka penurunan.

 Rencana Pemerintah Kota Medan untuk merevisi Peraturan Wali Kota (Perwal) No.27 tahun 2020 tentang penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di tengah pandemi Covid-19 di Kota Medan, juga dinilai percuma bila revisi tidak dibarengi dengan tindakan serius dari Gugus Tugas dalam melakukan pengawasan.

 “Secara nyata tentu kita dukung langkah Pemko Medan untuk merevisi Perwal itu. Apalagi itu untuk menyesuaikan dengan Inpres dan Pergub supaya dilakukan peningkatan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19. Tapi direvisi berapa kali juga percuma kalau hanya diatas kertas, kalau tetap saja pengawasannya tidak berjalan,” ucap anggota Pansus Covid-19 Kota Medan, Afif Abdillah kepada Sumut Pos, Kamis (27/8/2020).

 Dikatakan Afif, selama ini sangat banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Medan terhadap protokol kesehatan. Namun sanksi-sanksi yang ada di Perwal AKB tersebut justru jarang sekali diterapkan.

 “Kecuali, kalau misalnya Satpol PP lagi razia masker, tapi kan gak bisa hanya sebatas itu. Apa razia masker itu setiap hari? Apa razia masker itu dilakukan sepanjang hari? Kan tidak. Seharusnya, pengawasan itu maksimal, jadi tidak sekadar kegiatan pengawasan yang sifatnya rutinitas agar terkesan supaya ada Perwal,” katanya.

 Dilanjutkan Afif, bila nantinya ada administrasi yang ditegakkan di kalangan masyarakat, maka Pemko Medan juga harus transparan dalam mengumumkannya kepada masyarakat. Khususnya, tentang berapa total uang sanksi administrasi yang terkumpul dari para pelanggar Perwal tersebut.

 “Jadi bukan soal transparansi saja, tetapi juga supaya masyarakat tahu bila sanksi administrasi itu benar-benar ada dan diterapkan. Dengan begitu, masyarakat akan betul-betul hati-hati dan lebih disiplin,” tegasnya.

 Sebagai masa sosialisasi untuk revisi Perwal tersebut, Afif menjelaskan, jika waktu 1 minggu telah lebih dari cukup, tapi sosialisasi yang dimaksud harus maksimal.”Pemerintah juga harus memperhatikan para aparaturnya. Faktanya bukan hanya masyarakat, para pegawai di pemerintahan sendiri masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan ini secara benar. Masyarakat butuh meningkatkan kesadarannya, pemerintah juga butuh koreksi diri,” punkasnya.

 Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan HT Bahrumsyah SH MH, mengatakan, jika sampai saat ini memang belum ada sanksi yang mengikat bagi para pelanggar Perwal No.27/2020 itu. Oleh sebab itu, pihaknya memang mendorong adanya peningkatan sanksi bagi para pelanggar aturan protokol kesehatan tersebut.

“Tentu memang harus ada sanksi tegas, kita dorong hal itu,” jawab Bahrum kepada Sumut Pos, Kamis (27/8/2020).

 Namun di sisi lain, Bahrum juga mendorong Pemerintah Kota Medan untuk melakukan langkah-langkah yang lebih nyata dari sekadar meningkatkam sanksi.

“Sanksi ditingkatkan, pengawasan ditingkatkan. Lantas bagaimana dengan hal lainnya? Penyemprotan misalnya, sekarang sudah sangat jarang itu dilakukan,” ujar Bahrum.   

 Pemerintah, kata Bahrum, juga tidak boleh hanya sekadar membuat sanksi, berharap masyarakat patuh dan masalah selesai dengan sendirinya. “Peran pemerintah tidak boleh hanya sampai disitu, selain memberikan sanksi, pemerintah juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya saat menghadapi pandemi ini. Tingkatkan kembali penyemprotan, sebab massal gratis, pelayanan RS yang memadai dan langkah-langkah nyata lainnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini rancangan revisi Perwal No.27/2020 sudah disampaikan kepada Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution untuk ditandatangani sebagai bentuk mulai berlakunya revisi Perwal tersebut.

 Revisi tersebut dilakukan untuk mengakomodir adanya Instruksi Presiden (Inpres) No.6/2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 serta Pergub Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara. (map/ila)

Pemkab Langkat Terbaik se-Sumut Pengelolaan SP4N LAPOR

VIDCON: Kadis Kominfo Langkat, H.Syahmadi bersama jajaran saat mengikuti Vidcon bersama Kemenpan RB di ruang rapat LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (27/8)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kabupaten Langkat dibawah kepemimpinan Terbit Rencana PA, meraih terbaik pertama se-Sumatera Utara dalam pengelolaan SP4N LAPOR (Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) tahun 2020.

Prestasi SP4N LAPOR yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Langkat ini, disampaikan pada Video Conference (Vidcon) Review tindak lanjut pengelolaan SP4N LAPOR tahun 2020 oleh Kemenpan RB RI.

Vidcon diikuti oleh Kadis Kominfo Langkat, H.Syahmadi didampingi Kabid PTAI M. Nas Arif Syahputra, Kasi Pengembangan Infrastruktur Ibadi Rahman Pohan,  Kasi Pemberitaan dan Penyebaran Informasi Marwiyah, Admin SP4N LAPOR Yuda Tri Lesmana, serta beberapa operator LCC, di ruang rapat LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (27/8)

Analis Kebijakan Muda Kemenpan RB RI, Rosikin, melalui Vidcon melaporkan, capaian tindak lanjut pengelolaan SP4N LAPOR dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara, Langkat mendapat skor tertinggi dengan nilai 99 persen. Hal ini berdasarkan penilaian tindak lanjut terhadap laporan-laporan masyarakat yang ditanggapi dengan baik.

Oleh Sebab itu,  kata Rosikin, Langkat diberi kesempatan untuk menyampaikan beberapa kiat-kiat sukses pengelolaan SP4N LAPOR kepada Kabupaten/Kota lainnya, untuk dapat meraih skor tertinggi atas tindak lanjut terhadap laporan masyarakat.

Rosikin menambahkan,  evaluasi pengelolaan SP4N LAPOR yaitu dari aspek pengelolaan, pertama adanya SK pengelolaan SP4N LAPOR, kedua keaktifan akun, dan ketiga tindak lanjut terhadap laporan.

Sementara, Kadis Kominfo, Syahmadi menyampaikan kiat keberhasilan pengelolaan, di antaranya dikarenakan pengelolaan SP4N LAPOR Langkat dilaksanakan dari LCC, yang memiliki tim IT yang mampu memonitor laporan warga selama 24 jam, serta tidak terlepas dari keaktifan masing-masing Perangkat Daerah dan Instansi pelayanan publik dalam menanggapi laporan warga.

Disamping aplikasi SP4N LAPOR, tim juga membuat grup WA untuk admin teknis seluruh OPD terkait,selain itu, juga karena pengawasan dan pengarahan langsung dilakukan Bupati Langkat.

“Sehingga setiap laporan, secara otomatis dan cepat ditanggapi oleh Perangkat Daerah atau Instansi terkait. Ditanggapi paling lamanya tidak lebih dari 3 hari,” sebutnya.

Prestasi ini tercapai, tidak lepas dari pengawasan langsung Kabid IKP Diskominfo M. Faisal yang bertindak sebagai pejabat penghubung, serta staf programer Diskominfo Yuda Tri Lesmana, yang bertindak sebagai Admin Utama Kabupaten. Mereka bersinergi dan intens berkordinasi setiap hari dengan seluruh admin di tiap – tiap OPD, melalui grup WA teknis SP4N LAPOR Kabupaten, sehingga laporan masuk dan ditanggapi cepat terselesaikan.

“Aplikasi SP4N LAPOR ini dibentuk pada tahun 2017, dengan mengutus Kasi Pengamanan Informasi PTAI M. Faisal yang saat ini menjabat Kabid IKP Diskominfo Langkat,  sebagai pejabat penghubung ke Jakarta  menghadiri rapat pertama pembentukan SP4N LAPOR tingkat nasional.,” kata Syahmadi

Kegiatan evaluasi ini di ikuti lebih kurang 50 peserta terdiri dari seluruh pengelola SP4N LAPOR Kab/Kota se-Sumatera Utara, yang terdiri dari Pemprovsu, Diskominfo, Inspektorat, serta Bagian Organisasi Kab/Kota se-Sumatera Utara. (yas/han)

Pembangunan Pasar Aksara Tahun Depan

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Pembangunan Pasar Aksara Kota Medan di tahun 2020 terpaksa tertunda pelaksanaannya di tahun 2020 akibat adanya pandemi Covid-19 di tanah air. Tak cuma pembangunan Pasar Aksara, sejumlah rencana pembangunan di Kota Medan yang bersumber dari anggaran APBN maupun APBD juga terpaksa ditunda karena mayoritas anggaran untuk pembangunan terpaksa harus direfocussing untuk anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19.

 “Tahun ini jelas tertunda, tapi kalau tahun depan kita yakin akan terlaksana, kota optimis,” ucap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga saat ditemui Sumut Pos, Kamis (27/8/2020).

 Alasannya, kata Irwan, pihaknya memang telah mengajukan anggaran pembangunan pasar Aksara yang telah terbakar pada Juli 2016 yang lalu. “Itu kan memang sudah lama diajukan ke (pemerintah) pusat. Sejak tahun 2019 sudah disebutkan kalau tahun ini mau dicairkan pusat untuk pembangunannya. Tetapi karena kondisi Covid ini ya jadi tertunda, kemungkinan besar ya memang tahun depan,” ujarnya.

 Irwan menyebutkan, Pemko Medan sebelumnya memang telah bersepakat dengan pemerintah pusat untuk bersama-sama membangun kembali Pasar Aksara, tetapi bukan pada lokasi yang sama. Untuk itu Pemko Medan telah menyediakan lokasi tanah dengan membeli lahan di wilayah Deliserdang, tepatnya di Jalan Masjid yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi bekas terbakarnya pasar Aksara.

“Nanti di lokasi itu lah akan dibangun untuk pengganti Pasar Akbar, karena kam di lokasi yang lama gak bisa dibangun lagi. Perjanjiannya dengan pusat kan memang begitu, kita yang sediakan lahannya, mereka yang membangunnya,” paparnya.

 Adapun besaran anggaran yang dimaksud, kata Irwan, senilai lebih dari Rp100 miliar. Bila memungkinkan untuk dibangun di awal tahun 2021, maka kemungkinan akan dianggarkan di APBN tahun 2021. Namun, bila tidak memungkinkan untuk dibangun di awal tahun, maka besar kemungkinan anggaran pembangunan Pasar Aksara yang baru di Jalan Masjid akan dianggarkan secara Multiyears atau tahun jamak.

 “Untuk pembangunannya itu kalau saya gak salah anggarannya lebih dari Rp100 miliar. Memang bisa saja dianggarkan di tahun yang sama, tapi bisa juga dianggarkan secara multiyears. Diawal ataupun diakhir tahun, harapan kita tahun depan pembangunan Pasar Aksara sudah bisa terealisasi,” katanya.

 Dijelaskan Irwan, terakhir di awal tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menjadi pelaksana kegiatan masih menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan tinggal menyelenggarakan proses lelang pengerjaannya. “Tapi setelah selesai dibangun, nantinya Pasar Aksara itu akan diserahkan pengelolaannya ke Pemko Medan. Setelah jadi akan dihibahkan ke kita,” bilangnya.

 Sedangkan untuk lahan eks Pasar Aksara yang saat ini masih belum dipergunakan atau terbengkalai, Pemko Medan belum bisa memastikan rencana pembangunan yang akan dilakukan di lokasi tersebut. Apalagi, tidak seluruh tanah eks Pasar Aksara merupakan milik Pemko Medan, ada juga sebagian lainnya yang menjadi aset PD Pasar Kota Medan yang asetnya terpisah dai aset Pemko Medan.

 Menanggapi hal ini, anggota Komisi III DPRD Medan, Edriansyah Rendy SH turut mendorong Pemerintah Kota Medan untuk segera berkomunikasi dengan pemerintah pusat terkait pembangunan pasar Aksara.

 “Pasar Aksara kan sudah cukup lama terbengkalai, padahal potensi PAD dari sana kan luar biasa. Dengan tidak teraturnya pedagang Pasar Aksara saat ini, tentu membuat pemasukan atau PAD Pemko Medan dalam hal ini PD Pasar dari pasar tersebut menjadi nihil,” katanya Rendy.

 Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Medan itu juga mengatakan, Pemko Medan juga harus serius dalam menertibkan pedagang-pedagang pasar yang masih berada di eks lokasi pasar aksara yang lama bila pasar Aksara yang baru nantinya sudah dibangun. Sebab, keberadaan pasar yang lama akan menggangu Pasar Aksara yang baru sebagai pasar Aksara yang resmi dibangun sebagai kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemko Medan. (map/ila)