29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 4085

Pertiwi Sumut Gelar Webinar: Perempuan Harus Kuat dan Inspiratif…

Pertiwi Subagus/sumut pos SEMINAR: Pertiwi Sumut saat gelar Webinar bertajuk Superwoman, Work and Family. mut Gelar Webinar Perempuan Harus Kuat dan Inspiratif…
bagus/sumut pos SEMINAR: Pertiwi Sumut saat gelar Webinar bertajuk Superwoman, Work and Family.
Pertiwi Subagus/sumut pos SEMINAR: Pertiwi Sumut saat gelar Webinar bertajuk Superwoman, Work and Family. mut Gelar Webinar Perempuan Harus Kuat dan Inspiratif…
bagus/sumut pos SEMINAR: Pertiwi Sumut saat gelar Webinar bertajuk Superwoman, Work and Family.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kaum perempuan memiliki kesempatan untuk menjadi super woman, seseorang yang dapat diandalkan dan menjadi inspirator bagi orang lain. Dan, untuk menjadi superwoman, perempuan hanya cukup melakukan sesuatu yang berarti dan menjadi dirinya sendiri. Karena menjadi seseorang yang berarti dan bermanfaat bagi orang lain akan membuat diri kita bahagia.

Hal tersebut disampaikan Ainy Fauziyah, motivator terkemuka yang hadir sebagai pembicara dalam seminar daring (webinar) yang diselenggarakan Pertiwi Sumatera Utara, kemarin. Webinar bertajuk Superwoman, Work and Family itu dibuka Ketua Pertiwi Sumut, Hj Revita Evitika Lubis dan dihadiri antara lain oleh Putri Kus Wisnu Wardani selaku anggota Wantimpres & Ketua Dewan Penasehat Pertiwi Indonesia serta para pengurus dan anggota Pertiwi Sumut. Webinar dimoderatori oleh Aminah Yunus, S Pd, MM.

Dalam pemaparannya, Ainy Fauziyah mengingatkan perlunya bagi perempuan untuk menjadi sosok yang kuat dan inspiratif.

Karena setiap ibu yang kuat akan menginspirasi anak-anaknya untuk menjadi anak yang kuat.

“Saya yakin, setiap kita ingin melakukan sesuatu. Kita butuh untuk menghebatkan semua orang dan menjadi perempuan yang kita impikan. Hebat itu tidak harus menunggu kaya raya atau memiliki jabatan tinggi dan pendidikan tinggi. Yang terpenting adalah niat baik dan kemauan. Kita bisa melakukan sesuatu, namun kitalah yang harus memutuskan dan memperjuangkannya,” kata Ainy.

Ainy juga mengutip beberapa kata-kata motivasi dari tokoh-tokoh terkenal dunia untuk memberikan dorongan semangat bagi para peserta webinar. “Semua hal yang kita kerjakan harus dilakukan dengan sentuhan terbaik. Dan kita juga harus mengingat bahwa melakukan hal terbaik adalah memacu diri untuk menjadi lebih baik dari diri kita yang sebelumnya, bukan untuk menyaingi atau lebih baik dari orang lain,” tutur Ainy.

Untuk menjadi seorang superwoman, menurut Ainy, hal-hal yang harus terbiasa dilakukan antara lain menentukan terlebih dahulu kita ingin menjadi seperti apa. Kemudian raih tujuan tersebut tanpa kenal putus asa dan mensyukuri setiap pencapaian yang telah kita dapatkan.

“Kenali setiap potensi dan kekuatan yang kita miliki, kemudian maksimalkan. Bangun kepercayaan dan lakukan apa yang anda ucapkan. Berikan yang terbaik. Kemudian bekerjalah dengan baik dan mudahkanlah orang lain, bukan menyulitkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam sambutannya, Hj Revita Lubis menyampaikan pemilihan tema webinar didasari oleh pertimbangan bahwa persoalan multi peran dalam kehidupan adalah hal yang kerap dihadapi para perempuan dalam menjalani kehidupannya.

Revita menjelaskan, di mana perempuan kerap terjebak dalam dilema antara bekerja atau di rumah, serta menaklukkan tantangan, bagaimana membagi waktu yang adil antara bekerja dengan tugas domestik memperhatikan keluarga tanpa merasa bersalah serta tanggungjawab sosial.

“Multi peran perempuan sebagai istri, ibu dan anggota masyarakat terasa begitu berat. Khususnya, tentang bagaimana kita sebagai perempuan dapat berperan maksimal dalam memenuhi tuntutan kesempurnaan dalam segala lini. Terlebih lagi, dalam suasana pandemik Covid-19 yang belum juga berakhir, yang meminta kita harus lebih waspada untuk menjaga keluarga,” kata Revita.

Revita memaparkan sekilas mengenai profil organisasi Pertiwi. Sebagai salah satu komunitas perempuan, Pertiwi Indonesia memiliki visi menjadi komunitas perempuan terdepan dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang mandiri dan berwawasan kebangsaan di era digital.

Sementara itu, Putri Kus Wisnu Wardani selaku anggota Wantimpres dan Ketua Dewan Penasehat Pertiwi Indonesia, dalam sambutannya menyatakan apresiasinya atas digelarnya acara webinar dengan mengingatkan kembali bahwa peran perempuan sangat teruji dalam kondisi pandemi ini. Terlebih, ketika para anggota keluarga seperti suami dan anak-anak menjalankan aktivitasnya secara online dari rumah.

“Tidak ada alasan bagi perempuan untuk tidak berpartisipasi dalam lingkungan keluarga dan berkontribusi dalam pembangunan. Seperti yang dikatakan oleh Eleanor Roosevelt, seorang wanita itu seperti kantong teh. Kau tidak akan pernah tahu seberapa kuat dirinya hingga dia dibenamkan dalam air panas,” katanya.

Webinar yang diselenggarakan oleh Pertiwi Sumut ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-75. Sebelumnya telah dilaksanakan lomba baca puisi, lomba video dan fun bike.(gus/ila)

Rutan Labuhan Deli Terapkan Monitoring dan Evaluasi WBK

RAPAT: Kepala Rutan Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, saat rapat Monev dan WBK di Rutan Labuhan Deli, Senin (24/8).
RAPAT: Kepala Rutan Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, saat rapat Monev dan WBK di Rutan Labuhan Deli, Senin (24/8).
RAPAT: Kepala Rutan Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, saat  rapat Monev dan WBK di Rutan Labuhan Deli, Senin (24/8).
RAPAT: Kepala Rutan Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, saat rapat Monev dan WBK di Rutan Labuhan Deli, Senin (24/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Labuhan Deli melakukan rapat monitoring dan evaluasi (Monev) inernal terkait zona integritas wilayah bebas korupsi (WBK) untuk peningkatan kapasitas, akuntabilitas instansi dan pelayanan kepada masyarakatn

Kepala Rutan Labuhan Deli, Nimrot Sihotang, dalam rapat yang diikuti sejumlah pejabatan struktural di Aula Rutan Labuhan Deli, Senin (24/8), mengatakan, penerapan WBK ini merupakan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refromasi Birokrasi (PAN-BR). Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan di masyarakat.

Ia menegaskan kepada seluruh pejabat struktural untuk dapat melakukan pembenahan dan memperbaiki kekurangan tingkat pelayanan kepada masyarakat secara terpadu, dengan membebaskan segala bentuk kutipan atau pungutan liar (Pungli).

“Dengan adanya monitoring dan evaluasi ini, pejabat di Rutan Labuhan Deli harus ekstra melakukan pelayanan prima dengan menghindari pungli, guna tercapainya pelayanan yang bebas dari korupsi,” jelasnya.

Penekanan dan pengawasan ini, lanjut Nimrot, selalu ditegaskan kepada personel yang ada di dalam Rutan Labuhan Deli. Apabila, sistem yang telah diterapkan ditemukan pelanggaran, secara tegas pejabat struktural dapat memberikan sanksi hukuman disiplin kepada pegawai bersangkutan.

“Tidak ada toleransi kepada setiap pegawai yang melakukan kesalahan untuk diberi sanksi secara disiplin. Begitu juga kepada masyarakat dapat melaporkan setiap adanya praktik pungli dilakukan pegawai di Rutan Labuhan Deli,” tegas Nimrot

Nimrot berharap, dengan adanya rapat monev yang berlangsung setiap bulan, dapat meningkatkan pelayanan di kelembagaan yang bebas korupsi yang arahnya kepada pengawas dalam pelayanan publik.

“Selain WBK ini, kita telah mempersiapkan aplikasi berbasis internet yang dapat diunduh di Play Store dengan nama Napi Go yang bertujuan untuk mempercepat layanan kepada pengunjung, layanan CB dan PB. Program ini untuk memudahkan masyaràkat dalam pelayanan secara online,” terangnya. (fac/ila)

Razia Masker di Kawasan Terminal Amplas, 111 Warga Terjaring

SANKSI: Seorang warga disanksi hukuman pushup karena tidak memakai masker saat terjaring razia masker di depan Terminal Amplas, Jalan Panglima Denai Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, Senin (24/8).
SANKSI: Seorang warga disanksi hukuman pushup karena tidak memakai masker saat terjaring razia masker di depan Terminal Amplas, Jalan Panglima Denai Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, Senin (24/8).
SANKSI:  Seorang warga disanksi hukuman pushup karena tidak memakai masker saat terjaring razia masker di depan Terminal Amplas, Jalan Panglima Denai Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, Senin (24/8).
SANKSI: Seorang warga disanksi hukuman pushup karena tidak memakai masker saat terjaring razia masker di depan Terminal Amplas, Jalan Panglima Denai Kelurahan Timbang Deli, Medan Amplas, Senin (24/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Razia ini digelar guna menegakkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan serta Peraturan Gubernur (Pergub) Pemprov Sumut Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara.

Razia masker ini digelar tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemprov Sumut dan Kota Medan, Babinsa, Dinas Perhubungan Kota Medan serta unsur Kecamatan Medan Amplas. Razia yang digelar pukul 10.00 WIB ini juga dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Penertiban Umum Satpol PP Kota Medan Reyes Sihombing, Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP Pemprov Sumut Derry Aristo, Kabag Tapem Setda Kota Medan Rasyid Ridho Nasution dan Camat Medan Amplas Edi Mulia Matondang.

Ratusan warga yang terjaring razia masker ini, karena tidak mengindahkan Perwal Medan Nomor Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kota Medan serta Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 34 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara tersebut. Tim gabungan mulai memberhentikan satu per satu pengendara motor, mobil dan angkutan kota (Angkot) serta pejalan kaki yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Warga yang kedapatan tidak mengenakan masker didata dan KTP mereka ditahan selama tiga hari. Bagi warga yang KTP-nya ditahan, diberikan Surat Berita Acara penanganan kartu identitas sebagai bukti untuk ditunjukkan pada saat pengambilan KTP di Kantor Satpol PP Kota Medan usai penahanan selama 3 hari. Bagi warga yang tidak membawa maupun memiliki KTP, petugas memberikan hukuman berupa push up, skot jump sebanyak 20 kali serta melafalkan pancasila.

Kemudian, seluruh warga yang terjaring diberikan masker dan diingatkan untuk selalu menggunakan masker jika keluar rumah. Razia masker ini akan terus dilakukan agar masyarakat sadar pentingnya penggunaan masker guna menghentikan penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat. Apalagi, saat ini jumlah warga yang terpapar Covid-19 terus meningkat.

Kepala Bidang (Kabid) Penertiban Umum Satpol PP Medan, Reyes Sihombing mengingatkan seluruh warga di wilayah Kota Medan agar mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Sebab, kewajiban tersebut tertuang sebagai salah satu poin dalam Perwal dan Pergub.

“Kami minta warga taat dan patuh terhadap anjuran yang disampaikan. Ini demi kebaikan kita bersama. Sebab, dibutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari kita semua untuk memerangi virus Covid-19 ini. Jangan lupa pakai masker untuk melindungi diri dan orang lain,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan, mereka yang tidak memakai masker bisa saja menularkan virus ke orang lain. Untuk itulah, sangat penting bagi setiap warga mengenakan masker guna melindungi diri dan orang lain.

“Virus ini tidak terlihat. Ia bisa menjangkiti siapa saja, kapan dan dimana saja. Maka dari itu, kita perlu waspada, terlebih jika ada orang yang tidak mengenakan masker. Tetap waspada, patuhi aturan pemerintah. Yakinlah bahwa upaya bersama yang kita lakukan ini, sejatinya demi kebaikan kita bersama,” pesannya. (map/ila)

PD Pasar Palak Lapak hingga Rp65 Juta, Pedagang Pasar Sei Sikambing Mengadu ke DPRD Medan

PEDAGANG: pPerwakilan pedagang Pasar Sei Sikambing, saat mengadu ke DPRD Kota Medan, Senin (24/8).markus/sumut pos.
PEDAGANG: pPerwakilan pedagang Pasar Sei Sikambing, saat mengadu ke DPRD Kota Medan, Senin (24/8).markus/sumut pos.
PEDAGANG: pPerwakilan pedagang Pasar Sei Sikambing, saat mengadu ke DPRD Kota Medan, Senin (24/8).markus/sumut pos.
PEDAGANG: pPerwakilan pedagang Pasar Sei Sikambing, saat mengadu ke DPRD Kota Medan, Senin (24/8).markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah perwakilan pedagang pasar Sei Sikambing di Jalan Gatot Subroto Kota Medan yang tergabung dalam Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Appsindo) Pasar Sei Sikambing, mendatangi wakil rakyat pada Komisi III DPRD Medan, Senin (24/8).

Mereka mengadukan PD Pasar Kota Medan yang meminta uang pembangunan lapak hingga Rp65 juta.

Kedatangan mereka pun diterima Ketua Komisi III, M Afri Rizki Lubis di ruang Fraksi Golkar DPRD Medan.

Sejumlah pedagang yang menempati lokasi jualan di lantai dasar bagian belakang pasar yang telah bersertifikasi SNI itu mengaku dimintai uang lapak dengan nilai fantastis. Uang itu disebut sebagai uang pembangunan lokasi tempat mereka berjualan selama ini. Sebab, lokasi tempat berdagang mereka akan dibangun stand atau lapak yang dinilai lebih tertata dan modern.

Mereka mengaku, jika PD Pasar melalui Kepala Pasar Sei Sikambing, Muhammad Iqbal, telah memanggil para pedagang yang memang telah berjalan di lokasi yang akan dibangun stand secara satu per satu, guna menjelaskan bahwa para pedagang harus membayar biaya pembangunan lapak atau stand yang akan dibangun di lokasi tempat mereka berdagang.

“Sekitar dua bulan yang lalu, kami di panggil satu persatu, bukan keseluruhan semua. Ada yang diminta Rp35 juta sampai Rp50 juta, ada juga yang diminta sampai Rp55 juta sampai Rp65 juta, tergantung posisi lapaknya, di tengah atau disudut. Posisi di sudut paling mahal, itu yang sampai Rp65 juta,” ucap Cahroni, pedagang bumbu di Pasar Sei Sikambing yang mengaku diminta uang lapak oleh PD Pasar.

Padahal, kata Cahroni, para pedagang telah berjualan di lokasi itu lebih dari 10 tahun. Pihaknya pun telah membayar uang sewa lapak pertahun sebesar Rp3,5 juta. Itupun karena tempat berdagang Cahroni dan istrinya tidak berada di sudut, melainkan di tengah. “Tapi ada juga yang lapaknya itu bukan sewa, melainkan memang sudah dibayar atau dibeli oleh pedagang, tapi tetap saja diminta uang itu, total ada 21 lapak,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Appsindo Pasar Sei Sikambing Kota Medan, Dedy Suwardi mengatakan, para pedagang dianjurkan untuk membayar sesuai permintaan PD Pasar. Sebab bila tidak, maka para pedagang akan digantikan dengan para pedagang lainnya yang sanggup atau mau membayar sesuai dengan harga yang diminta oleh PD Pasar.

“Bergerak hati kami mendengarkan aspirasi dari pedagang, kedatangan kami kesini karena kami rakyat kecil. Mereka itu ada yang berdagang sayur, bumbu, buah, mana mungkin mereka mampu membayar lapak Rp35 juta, apalagi Rp65 juta, untung berdagang saja tak seberapa, apalagi dengan kondisi Covid sekarang ini,” kata Dedy.

Kata Dedy, walaupun para pedagang ada yang sudah menyewa bahkan membayar lapak tempat mereka berdagang, tetapi para pedagang tetap bersedia membayar uang pembangunan lapak atau stand yang dimaksud, tetapi tidak dengan nilai harga Rp35 juta hingga Rp65 juta, melainkan dengan harga Rp12 juta.

“Ukuran stand pun cuma 1 meter kali 1,5 meter, berapa lah biaya membangun itu, lalu pedagang pun sebenarnya merasa stand itu kekecilan. Begitupun pedagang bersedia membayar uang pembangunan lapak sebesar Rp12 juta supaya tetap bisa berjualan demi menyambung hidup, tapi PD Pasar menyebutkan harganya tetap berkisar Rp35 juta sampai Rp65 juta, manalah pedagang mampu,” sebut Dedy.

Dilanjutkan Sekretaris Appsindo Pasar Sei Sikambing, Edi Pratama, untuk membayar biaya pembangunan itu, pedagang diwajibkan untuk membayar panjar sebesar Rp10 Juta. “Setidaknya ada 2 pedagang yang punya surat telah membeli lapak itu dari PD Pasar, walaupun kita tahu itu bukan hak milik tapi hak guna pakai, sisanya menyewa. Tapi tetap saja, mana wajar lapak ukuran 1 kali 1,5 meter dijual dengan harga Rp35juta sampai Rp65 juta,” lanjutnya.

Dijelaskan Edi, pedagang sebenarnya mendukung pemerintah dalam hal ini PD Pasar Kota Medan untuk membangun dan menata pasar, tetapi tidak dengan memberatkan para pedagang.

“Selama ini pedagang di lokasi yang akan dibangun ini berjualan di atas terpal yang dialaskan di atas lantai pasar, dengan dibangunnya meja atau stand itu maka mungkin akan lebih tertata, walaupun ukurannya terlalu kecil. Tapi harganya jelas gak masuk akal, tidak mungkin pedagang sanggup membayarnya,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh PD Pasar Kota Medan yang tidak berpihak kepada nasib para pedagang kecil dan terkesan ingin menggusur pedagang kecil dengan para pedagang lain yang lebih berkemampuan secara finansial dalam membayar uang pembangunan lapak.

“Apa yang dikeluarkan dan yang didapatkan oleh para pedagang tentu tidak sesuai lagi. Memangnya berapa keuntungan pedagang-pedagang kecil ini, sampai-sampai PD Pasar berfikir kalau mereka mampu membayar lapak sampai Rp35 juta, bahkan Rp65 juta,” ketus Rizki.

Ia juga mengatakan, tidak layak jika harga stand sekecil itu dibanderol dengan harga yang terlampau tinggi. “Kalaupun mampu, apa pantas lapak sekecil itu dihargai Rp65 juta? Itu pasar tradisional bukan Mall,” katanya.

Rizki menegaskan, bulan September mendatang, pihaknya akan memanggil Plt Dirut PD Pasar Kota Medan bersama para pedagang Pasar Sei Sikambing yang lokasi tempat berdagangnya akan dibangun stand tersebut dalam pertemuan rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi III selaku counterpart dari PD Pasar Kota Medan.

“Ini kondisinya lagi pandemi Covid-19, kok bisa-bisanya meminta uang pembangunan lapak sama pedagang. Habis Banmus ini, kami akan langsung lakukan RDP dengan PD Pasar dan para pedagang, kita akan panggil PD Pasar untuk menjelaskan ini. Harapan kita, PD Pasar tidak lagi semena-mena kepada para pedagang,” pungkasnya. (map/ila)

Enoniu Penuhi Syarat Maju di Pilkada Nias 2021-2024

SERAHKAN: Ketua KPU Kabupaten Nias, Firman Mendrofa menyerahkan berita acara hasil pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan Bakal Calon (Bacalon) perseorangan Pilkada Nias tahun 2020 tingkat Kabupaten Nias kepada Bakal Calon pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH.
SERAHKAN: Ketua KPU Kabupaten Nias, Firman Mendrofa menyerahkan berita acara hasil pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan Bakal Calon (Bacalon) perseorangan Pilkada Nias tahun 2020 tingkat Kabupaten Nias kepada Bakal Calon pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH.
SERAHKAN: Ketua KPU Kabupaten Nias, Firman Mendrofa menyerahkan berita acara hasil pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan Bakal Calon (Bacalon) perseorangan Pilkada Nias tahun 2020 tingkat Kabupaten Nias kepada Bakal Calon pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH.
SERAHKAN: Ketua KPU Kabupaten Nias, Firman Mendrofa menyerahkan berita acara hasil pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan Bakal Calon (Bacalon) perseorangan Pilkada Nias tahun 2020 tingkat Kabupaten Nias kepada Bakal Calon pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH.

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH dari jalur perseorangan dinyatakan memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Bupati dan Wakil Bupati Nias periode 2021-2024. Sementara pasangan Faigiasa Bawamenewi SH Damai Jaya Mendrofa ST disingkat FA’ADAMAI tidak memenuhi syarat.

Hal itu terungkap pada rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual syarat dukungan perbaikan Bakal Calon (Bacalon) perseorangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nias tahun 2020 tingkat Kabupaten Nias yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nias, di gedung Howu Lasara Idanoi Gido, Kamis (20/8).

Ketua KPU Kabupaten Nias Firman Mendrofa mengungkapkan, syarat minimal dukungan dari jalur perseorangan pada Pilkada Kabupaten Nias tahun 2020 yakni 9.330 dukungan. “Rapat pleno yang kita laksanakan pada hari ini berjalan dengan baik, dan sudah kita tetapkan jumlah dukungan perolehan dari masing-masing pasangan calon yang memenuhi syarat,” ujar Firman.

Sementara itu, Ketua KPU Nias menyebutkan pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH memperoleh 11.008 dukungan yang memenuhi syarat, sedangkan pasangan Faigiasa Bawamenewi SH-Damai Jaya Mendrofa ST hanya memperoleh 8.261 dukungan.

“Untuk pasangan Enanoi Dohare SH MH-Yulius Lase SE MH berhak melakukan pendaftaran di KPU Nias pada tanggal 4 hingga 6 Sepetember mendatang,” sebut Firman.

Enanoi Dohare yang didampingi Yulius Lase mengaku optimis memenangkan Pilkada Kabupaten Nias pada 9 Desember mendatang. Ia pun berharap masyarakat Kabupaten Nias untuk terus dukungan pasangan Enoniu.

“Kami berterimakasih kepada masyarakat Kabupaten Nias yang telah memberikan KTPnya sebagai syarat dukungan kepada kami maju pada Pilkada mendatang. Dari pantauan dilapangan, kami yakin menang memperoleh minimal 60 persen suara,” katanya.(adl/han)

Peduli Lingkungan, Tanam Mangrove di Bibir Pantai

TANAM: TM Ryan Novandi menamam pohon Mangrove di bibir pantai Desa Naga Lawan, Minggu (23/8).
TANAM: TM Ryan Novandi menamam pohon Mangrove di bibir pantai Desa Naga Lawan, Minggu (23/8).
TANAM: TM Ryan Novandi menamam pohon Mangrove di bibir pantai Desa Naga Lawan, Minggu (23/8).
TANAM: TM Ryan Novandi menamam pohon Mangrove di bibir pantai Desa Naga Lawan, Minggu (23/8).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Peduli terhadap lingkungan, Balon Wabup Sergai Tengku Muhammad Ryan Novandi (Trendi) menanam bibit pohon mangrove di pinggir bibir pantai laut Sergai, di Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Minggu (23/8).

Di sela-sela penanaman pohon manggrove tersebut, TM Ryan Novandi mengatakan pohon mangrove merupakan penghasil oksigen, untuk mencegah terjadinya abrasi di area pinggir pantai.

“Pohon mangrove bermanfaat tempat hidup hewan seperti burung, banyak lagi keunggulannya, jadi ayo kita lestarikan,” kata Ryan.

Menurutnya, ekologi pohon mangrove banyak menopang kehidupan baik untuk makhluk hidup laut maupun di darat.

“Pohon mangrove ini penting, harus kita jaga dan lestarikan, untuk keberlanjutan kehidupan,” sebut Ryan.

Untuk itu, lanjut Ryan, ke depannya potensi wisata dan pengelolaan ekosistem mangrove akan lebih ditingkatkan, digali potensinya secara terstruktur dan sistematis.

“Ke depan kita akan buat mekanisme pengelolaan mangrove di Sergai ini, harus terukur, tersistem, agar berkelanjutan dan tentu dengan segala potensinya akan menambah PAD Sergai yang kita cintai ini, tutur Ryan.

Turut hadir dalam acara penanaman pohon tersebut, ketua ANB Sutrisno, Ketua Mangrove Muara Baimbai Irwan Syahril, Sekretaris dan pengurus ANB. (sur)

Pelayanan Online, Praktik Kebiasaan Baru dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan

Disdukcapil Kota Medan

DICEK: Disdukcapil Kota Medan memberlakukan pengecekan suhu tubuh.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebagai bagian dari reformasi birokrasi, khususnya pada sektor pelayanan publik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan terus berbenah dan berkembang dengan meningkatkan pelayanannya. Sejak awal tahun 2020, dinas yang berada di Jalan Iskandar Muda Kota Medan itu sudah menerapkan pelayanan Online Sistem (sistem elektronik) untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen-dokumen kependudukannya.

Kepala Disdukcapil Kota Medan, Dr Drs Zulkarnain MSi mengatakan, setidaknya ada dua hal utama adanya pelayanan sistem online di tengah pandemi Covid-19.

Pertama, adanya kepengurusan dokumen kependudukan secara online membuat masyarakat dapat menikmati pelayanan tanpa tatap muka secara langsung, hal ini tentu sangat sejalan dengan protokol kesehatan yang ditengah pandemi Covid-19.

Kedua, adanya kemudahan pengurusan dokumen kependudukan secara Online sistem juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan yang dibutuhkannya secara tepat waktu dan pastinya tanpa jalur perantara.

“Sebab pelayanan online memberikan banyak kemudahan, seperti mudah di akses kapanpun dan dimanapun. Selain itu, pemohon juga dapat melihat dan mengikuti secara langsung tahap proses perjalanan dokumen kependudukan yang diurus hingga dapat diambil dokumen kependudukannya secara langsung,” ucap Zulkarnain kepada Sumut Pos, Senin (24/8).

CUCI TANGAN: Wajib cuci tangan setiap masuk kantor Disdukcapil Medan.

Terlepas dari semua itu, Zulkarnain menegaskan, tujuan utama adanya pelayanan via online sistem adalah dapat mewujudkan kultur ataupun kebiasaan baru masyarakat dalam menikmati pelayanan publik yang mandiri, sehingga kultur yang baru pada masyarakat itu sendiri yang pada akhirnya dapat memberantas praktik-praktik pungli.

Zulkarnain menjelaskan, masa pandemi tidak pernah membuat pihaknya menurunkan tingkat pelayanannya kepada masyarakat. Hal itu terbukti dari rata-rata jumlah kepengurusan dokumen kependudukan di Kota Medan yang tetap terbilang besar.

Pada semester pertama ditahun ini, rata-rata kepengurusan dokumen kependudukan pada Disdukcapil Kota Medan mencapai lebih dari 1500 dokumen pada setiap hari kerja. Dokumen kependudukan itu terdiri dari KTP, KK, KIA, Akte Kelahiran, dan berbagai produk Disdukcapil lainnya.

Oleh karenanya, seluruh jajaran Disdukcapil Kota Medan tetap memiliki komitmen memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya ditengah pandemi Covid-19. Harapannya, masyarakat mau mendisiplinkan diri untuk tetap mematuhi berbagai protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Zulkarnain juga turut menginformasikan tentang adanya perubahan formulir atau buku yang digunakan dalam administrasi kependudukan (Adminduk). Bahwa sesuai dengan Permendagri No.109 tahun 2019 tentang formulir dan buku yang digunakan dalam Adminduk, maka sejak awal Agustus, seluruh dokumen kependudukan kecuali KTP dan KIA sudah dicetak dengan menggunakan kertas A4 HVS 80 gram, atau bukan lagi menggunakan kertas khusus.

“Diharapkan masyarakat dapat memakluminya, sebab hal ini juga dimaksudkan untuk mendorong efisiensi dalam penyelenggaraan adminduk. Perlu diketahui, bahwa penerapan kertas A4 HVS ini berlaku secara nasional. Oleh karena itu, masyarakat kita harapkan dapat lebih menjaga dokumen kependudukan yang dimilikinya agar tidak mudah rusak. Hal ini berlaku selambat-lambat pada tahun 2021,” jelas Zulkarnain.

HIMBAUAN: Disdukcapil Kota Medan memasang Bennet himbauan pengurusan administrasi secara online.

Peraih gelar Doktor Program Perencanaan Wilayah dari Pascasarjana USU itu mengungkapkan, dalam pelayanan dokumen dukcapil yang diselenggarakan, pihaknya masih melihat terbatasnya kesadaran masyarakat untuk secara disiplin mematuhi protokol kesehatan di kawasan kantor Disdukcapil Kota Medan.

Padahal, kawasan kantor Disdukcapil Kota Medan telah dilengkapi dengan berbagai media sosialisasi akan harusnya menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, pengukuran suhu tubuh, menjaga jarak, hingga tidak menyentuh barang-barang yang tidak perlu disentuh. Tak cuma itu, Disdukcapil juga selalu menyiapkan petugas untuk mengingatkan hal itu.

“Seyogiyanya dengan masa sosialisasi yang sudah cukup panjang, kedisiplinan masyarakat sudah semakin baik. Kita semua sangat berharap agar semua pihak dapat sama-sama menjalankan protokol kesehatan secara baik, demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Peningkatan kualitas pelayanan harus sejalan dengan peningkatan kesadaran kita semua dalam menjalankan protokol kesehatan,” tutupnya. (map)

Petugas Dishub dan Jukir di Tebingtinggi Ikuti Rapid Tes

RAPID TES: Jubir penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia memantau pelaksanaan rapid tes terhadap petugas juru parkir dan Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Senin (24/8).
RAPID TES: Jubir penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia memantau pelaksanaan rapid tes terhadap petugas juru parkir dan Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Senin (24/8).
RAPID TES:  Jubir penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia memantau pelaksanaan rapid tes terhadap petugas juru parkir dan Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Senin (24/8).
RAPID TES: Jubir penanganan Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia memantau pelaksanaan rapid tes terhadap petugas juru parkir dan Dinas Perhubungan Kota Tebingtinggi, Senin (24/8).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tebingtinggi menggelar rapid tes terhadap pegawai dan juru parkir (jukir) di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Senin (24/8).

TEBINGTINGGI- Dari tes cepat Covid-19 yang dilakukan, dua orang diketahui hasilnya reaktif. Seorang pegawai Dishub berinisial W dan jukir berinisial AR. Karena hasilnya reaktif, keduanya pun mengikuti pemeriksaan lanjutan dengan melakukan swab tes.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia didampingi Kadis Perhubungan Syafrin Harahap menyampaikan terima kasih kepada Ketua Komisi I DPR RI Mutya Hafiz yang memberikan bantuan 500 alat rapid tes dan Alat Pelindung Diri (APD) untuk Kota Tebingtinggi melalui Dinas Perhubungan.

“Bantuan itu tentunya sangat membantu Pemko Tebingtinggi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi,” bilang Nanang Fitra Aulia.

Dijelaskan Nanang, Pemko Tebingtinggi terus senantiasa berupaya mencegah penyebaran Covid-19. “Dari 500 alat rapid tes tersebut, 100 digunakan untuk pegawai dishub dan jukir. Sedangkan 400 alat lagi digunakan kepada masyarakat,”kata Nanang.

Alat rapid tes tersebut diserahkan Mutya Hafiz melalui Pahala Sitorus, anggota Golkar Tebingtinggi dan diteruskan kepada Kadis Kesehatan, dr Nanang Fitra Aulia. (ian/han)

Kelelahan Berenang, Pelajar asal Simalungun Hanyut di Danau

PENCARIAN: Tim SAR dan warga melakukan penyisiran untuk mencari korban yang hanyut di tempat pemandian di Desa Tongging, Kabupaten Karo, Senin (24/8). solideo/sumut pos.
PENCARIAN: Tim SAR dan warga melakukan penyisiran untuk mencari korban yang hanyut di tempat pemandian di Desa Tongging, Kabupaten Karo, Senin (24/8). solideo/sumut pos.
PENCARIAN: Tim SAR dan warga melakukan penyisiran untuk mencari korban yang hanyut di tempat pemandian di Desa Tongging, Kabupaten Karo, Senin (24/8). solideo/sumut pos.
PENCARIAN: Tim SAR dan warga melakukan penyisiran untuk mencari korban yang hanyut di tempat pemandian di Desa Tongging, Kabupaten Karo, Senin (24/8). solideo/sumut pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Seorang pelajar asal Kabupaten Simalungun, Imran Butarbutar (18) hanyut saat mandi-mandi di Pemandian Pesanggrahan, Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Minggu (23/8) sore.

Hingga Senin (24/8) sore, Tim SAR dan warga masih melakukan pencarian korban dengan menyisir danau.

Kanit Reskrim Polsek Tigapanah, Ipda Fernandos Manik mengatakan, pihaknya bersama tim SAR masih mencari korban yang hanyut di dasar danau, sekitar 15 meter dari bibir danau.

Dijelaskan Fernandos, sebelumnya korban bersama empat temannya berangkat dari Kabupaten Simalungun ke lokasi pemandian yang ada di Desa Tongging. Namun saat asik berenang, korban asal Desa Peresmian, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun, tersebut hanyut karena kelelahan.

Melihat korban hanyut, teman-teman korban teriak meminta pertolongan ke warga sekitar.

Meski dilakukan pencarian, keberadaan korban tak kunjung ditemukan hingga diteruskan ke Polsek Tigapanah. “Kami masih terus melakukan pencarian. Berbagai cara telah dilakukan seperti menabur jaring, memasang kail di lokasi terakhir korban tenggelam,”ujar Fernandos. (deo/han)

Terima 1.800 Paket Sembako, 1.132 Penyintas Erupsi Sinabung Belum Kebagian

BANTUAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga, saat penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (22/8).
BANTUAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga, saat penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (22/8).
BANTUAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga, saat penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (22/8).
BANTUAN: Bupati Karo, Terkelin Brahmana foto bersama warga, saat penyaluran bantuan paket sembako kepada warga terdampak korban erupsi Gunung Sinabung, Sabtu (22/8).

KARO, SUMUTPOS.CO – Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada kehidupan warga yang bermukim dekat dengan gunung yang kembali erupsi sejak awal Agustus lalu. Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjen TNI Irwansyah, dan Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin, telah menyerahkan 1.800 paket bantuan sembako.

“Warga berterima kasih atas bantuan sembako yang mereka terima. Sebanyak 1,800 warga penyintas erupsi Gunung Sinabung telah mendapatkan bantuan. Namun jumlah itu ternyata belum cukup. Sekitar 1.132 penyintas yang bermukim dekat Gunung Sinabung belum kebagian,” kata warga melalui Camat Naman Teran, Dwi Kora Sitepu, saat menyampaikan laporan penyaluran bantuan paket sembako di hadapan Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Sabtu (22/8) di Koramil Simpang Empat.

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan kedua, dan telah mengajukan bantuan sembako sebanyak 1.132 paket lagi ke Posko Erupsi Gunung Sinabung.

“Masyarakat Naman Teran menyampaikan salam dan terima kasih atas kepedulian pemerintah provinsi, Gubsu, Pangdam, Kapolda, begitu juga pemerintah daerah yang telah menyalurkan sembako. Ini sangat membantu di masa sulit pandemi Covid-19 dan erupsi Gunung Sinabung,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Karo Terkelin Brahmana meminta agar bantuan sembako benar-benar disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. “Sesuai data yang tercatat di posko,” ujarnya.

Soal kekurangan paket sembako, menurut Terkelin, hal itu tidak baik. Apalagi menyangkut bencana alam. “Sistem aparatur pemerintah sudah ada dalam tata kelola manajemen dan administrasi dalam menyampaikan informasi kepada pimpinan,” katanya.

Menurutnya, pemberian bantuan kepada warga terdampak merupakan tugas pemerintah. “Pemerintah hadir ketika warga mengalami kesulitan, kesusahan. Namun demikian tetaplah waspada dan tenang. Selalu pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan. Ini solusi ampuh mencegah penularan Covid-19, dan penyakit ISPA akibat semburan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung,” pungkasnya.

Pembersihan Jalan

Sementara itu, pasca diterjang banjir lahar dingin Sinabung pada Sabtu (22/8) lalu, tim gabungan BPBD Karo, TNI-Polri masih melakukan pembersihan jalan tiga kecamatan dari material lumpur, batu, kayu, dan pasir, Senin (24/8).

Saat ini, jalur menuju ke Kecamatan Payung, Tiganderket, dan Kutabuluh yang sempat terputus, sudah bisa dilalui. (deo)