26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 4107

Bobby Namai Putranya: Panembahan Al Nahyan Nasution

NAMA: Bobby Nasution, Kahiyang Ayu, Sedah Mirah Nasution dan adiknya yang diberi nama Panembahan Al Nahyan Nasution.
NAMA: Bobby Nasution, Kahiyang Ayu, Sedah Mirah Nasution dan adiknya yang diberi nama Panembahan Al Nahyan Nasution.
NAMA: Bobby Nasution, Kahiyang Ayu, Sedah Mirah Nasution dan adiknya yang diberi nama Panembahan Al Nahyan Nasution.
NAMA: Bobby Nasution, Kahiyang Ayu, Sedah Mirah Nasution dan adiknya yang diberi nama Panembahan Al Nahyan Nasution.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah beberapa hari, Bobby Nasution suami Kahiyang Ayu akhirnya mengumumkan nama anak keduanya. Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu memberikan nama Panembahan Al Nahyan Nasution kepada anak keduanya.

Istri Bobby, Kahiyang Ayu, melahirkan anak kedua berjenis kelamin laki-laki pada Senin (3/8) lalu di RS YPK Mandiri Jakarta.

Nama cucu keempat Jokowi itu diungkap oleh Bobby lewat postingan di akun instagramnya pada Senin (10/8/2020) malam.

“Assalamualaikum… halo omn

tante, kakak & abang semuanya… Kenalkan namaku “Panembahan Al Nahyan Nasution”, adeknya kak Sedah Mirah Nasution. Kesayangan Papa @bobbynst & Mama @ayanggkahiyang,” tulis Bobby di akun @bobbynst.

Dalam postingan tersebut, Bobby tidak menjelaskan arti nama anaknya itu.

Namun hasil penelusuran soal arti nama Panembahan Al Nahyan Nasution, nama anak Bobby-Kahiyang itu gabungan dari bahasa Jawa, Arab dan Batak.

Kata Panembahan yang menjadi kata pertama berasal dari Bahasa Jawa.

Mengutip Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Panembahan berarti raja atau gelar kebangsawanan.

Salah satu raja di Jawa yang menyandang gelar Penembahan adalah Danang Sutawijaya yang merupakan pendiri Kesultanan Mataram.

Bergelar Panembahan Senopati ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa, ia memerintah pada tahun 1587-1601.

Sementara Al Nahyan berasal dari bahasa Arab yang artinya bijak atau yang mencegah dari tindakan yang tercela.

Adapun Nasution adalah nama marga Suku Mandahiling di Sumatera Utara.

Marga Nasution juga dipakai pada nama anak pertama Bobby-Kahiyang yang berjenis kelamin perempuan yakni Sedah Mirah Nasution.

Lahir Lebih Cepat dari HPL

Dokter Anak Rumah Sakit YPK Mandiri, Rina yang menangani persalinan Kahiyang Ayu menjelaskan, anak kedua Bobby dan Kahiyang lahir lebih cepat dari Hari Perkiraan Lahir atau HPL.

Kahiyang melahirkan melalui proses sesar dan kini telah dalam keadaan sehat. “Memang bayi ini lahir lebih cepat melalui sesar, tapi Alhamdulillah sehat,” terang Dokter Rina.

Anak kedua Kahiyang dan Bobby lahir bertepatan dengan peringatan Hari ASI Internasional.

Pada kesempatan yang sama, Bobby pun menjelaskan kondisi anak keduanya saat lahir. Adik dari Sedah Mirah atau cucu keempat Jokowi berjenis kelamin laki-laki. Beratnya, 3,4 kilogram serta panjang 49,5 sentimeter.

“Pada tanggal 3 Agustus 2020, pukul 20.21 WIB istri saya melahirkan anak kami yang kedua berjenis kelamin laki-laki,” ungkap Bobby.

“Alhamdulillah sehat wal afiat dengan berat badan 3,4 kilogram serta tingginya itu 49,5 sentimeter,” lanjutnya.

Bobby mengatakan ada pertimbangan medis dari dokter terkait keputusan proses melahirkan melalui sesar. Ia pun mengucapkan terima kasih atas doa yang sudah diberikan dari keluarga dan rekan. Serta pihak RS YPK Mandiri, beserta tim dokter kandungan serta dokter anak.

Berikut wawancara dengan Bobby,:

TANYA: Bagaimana Mas rasanya setelah sekarang punya dua anak?

Bobby: Rasanya senang. Masih belajar lagi menjadi orangtua, dua orang anak. Dulu menjadi ayah anak perempuan, sekarang menjadi orangtua yang mempunyai anak perempuan dan laki-laki. Treatmentnya pasti ada sedikit berbeda.

T: Untuk kondisi Mbak Kahiyang ada perawatan khusus gak, sebelum atau sesudah kelahiran?

Bobby: Perawatan khusus tidak ada. Karena kelahiran yang kedua ini sebenarnya kalua dihitung minggu sebenarnya agak terlalu cepat. Duedate-nya, sebenarnya belasan Agustus, kata dokter. Karena posisi bayinya saat itu sudah mau keluar. Satu hari sebelum kelahiran kontraksi-kontraksi terus. Karena pertimbangan medis, ya udah, disuruh lahiran, treatment khusus gak ada.

T: Adiknya Sedah pembawa marga. Gimana respon keluarga di Medan atau respon masyarakat Medan yang siapa tahu nge-DM mas Bobby ni? Siapa tahu ada pesan khusus ke Bang Bobby soal pembawa marga ini.

Bobby: Yang pasti kalau dari keluarga inti, karena mendadak kelahirannya, keluarga banyak di Medan. Pas yang menemani sekarang ini jauh agak berkurang dari lahiran Sedah kemarin. Karena Sedah kemarin itu, memang pas due date-nya. Jadi sudah dipersiapkan kumpul keluarga. Kelahiran sekarang sedikit. Karena kondisi sekarang ini, agak susah berkumpul, agak susah terbang ke sana ke sini. Jadi cuma berdua saja sama Ayang (sapaan akrab Kahiyang Ayu), walaupun mertua, Bapak sama Ibu menemani pasca-melahirkan. Kalau keluarga di Medan masih belum bisa menemani. Tapi, keluarga menelepon. Udak-udak (baca: paman/saudara lelaki dari bapak, Bahasa Mandailing) kita mengucapin selamat. Tentunya, selamat (lantaran) sudah ada penerus marga kita.

TANYA: Apakah ada acara adat untuk menyambut kelahiran si Adik?

Bobby: Haruslah nanti kita adati. Tapi harus kita ikuti kondisi sekarang ini (prototol kesehatan). Yang pasti tidak dalam waktu dekat kita buat acara adat.

T: Netizen juga nanya ni Mas. Gimana reaksi pertama Sedah setelah punya adik, apakah cemburu atau ikut senang, atau gimana nih?

Bobby: Pertama senang. Excaited mau mencium-cium. Namanya anak-anak, belum tahu itu. Kadang ciumnya sambil dipeluk, sambil ditekan. Namanya dia excited, dicium, dipeluk. Seperti foto yang saya posting Instagram pertama, Sedah lagi gendong bantal guling. Itu sebenarnya dia pengen gendong adiknya. Cuma, dia masih umur dua tahun, masih khawatir kita. Apalagi adiknya masih umur dua hari. Pasti dia senang. Tinggal kita sebagai orangtua mengajari: ada anak pertama, ada anak kedua, pastinya perhatian kita tidak boleh tiba-tiba langsung ke adiknya.

Yang masih bayi kita perhatikan (lebih), kadang-kadang orangtua gitu. Ada anak yang masih baru lahir diperhatikan khusus. Itu yang membuat cemburu dan mental tadi dan karakternya jadi sedikit berubah lagi.

Jadi dokternya sampaikan, kalau bisa perhatiannya tetap. Sebenarnya, anak yang kecil itu perhatiannya bukan tidak full. Tapi, aktivitasnya masih kebanyakan tidur. Jadi itu sudah sangat cukup diperhatikan. Jadi dia tidak menganggap adiknya sebagai musuh baru dalam keluarga, dia tidak cemburu. Saat mamanya lagi neneni (menyusui), kita sebagai ayah menemani kakaknya.

T: Ada netizen, khususnya warga Medan, kepingin kepoin ini: Nanti si Adik bakal bertutur apa sama Sedah? Manggil kakak, atau mba atau dengan logat Medannya nih?

Bobby: Udah, sebenarnya ini kan lagi diajarin. Kemarin itu, Sedah masih dalam posisi anak pertama kami. Di keluarga kecil ini, dia anak pertama, tapi di keluarga besar, abang sepupunya ada dua. Ada Jan Etes, Khalib abang-abangnya. Jadi dia dipanggil adik. Sejauh ini sampai sekarang masih menamai dirinya adik. Dia masih menyebutkan dirinya adik. Tapi, sudah kita ajarkan, dia manggil dirinya kakak. Karena sudah ada adik baru yang harusnya lebih tepat dikasih nama adik.

Dia masih belajar lah. Kadang-kadang dia manggil dirinya adik, kadang-kadang kakak Sedah dengan logat Medannya. (net)

23 Komoditi di Atas Lahan 1.483 Hektare Rusak, Petani Karo Merugi Rp41,8 Miliar

TINJAU: Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler Lubis, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir dan Kadis Pertanian Karo Metehsa Karo-karo meninjau lahan pertanian yang terpapar erupsi Gunung Sinabung, Selasa (11/8).
TINJAU: Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler Lubis, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir dan Kadis Pertanian Karo Metehsa Karo-karo meninjau lahan pertanian yang terpapar erupsi Gunung Sinabung, Selasa (11/8).
TINJAU: Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler Lubis, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir dan Kadis Pertanian Karo  Metehsa Karo-karo meninjau lahan pertanian yang terpapar erupsi Gunung Sinabung, Selasa (11/8).
TINJAU: Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Dahler Lubis, Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir dan Kadis Pertanian Karo Metehsa Karo-karo meninjau lahan pertanian yang terpapar erupsi Gunung Sinabung, Selasa (11/8).

KARO, SUMUTPOS.CO – Dampak erupsi Gunung Sinabung yang terjadi selama tiga hari terakhir, menyebabkan petani di Kecamatan Naman Teran, Merdeka, Berastagi dan Kecamatan Dolat Rayat mengalami kerugian sebesar Rp41,8 miliar lebih. Setidaknya, 23 komoditi hortikultura di atas areal 1.483 hektar mengalami kerusakan ringan, sedang, dan parah.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Ir Metehsa Karo-karo saat meninjau lahan pertanian yang terdampak erupsi Gunung Sinabung di perladangan Sukatepu Kecamatan Naman Teran. Menurutnya, berdasarkan laporan kerugian sektor pertanian dampak erupsi Gunung Sinabung.

sebanyak 23 jenis jenis komuditi pertanian mengalami kerusakan level ringan, sedang dan berat. “Kerusakan ringan 69,2 persen, sedang 2,2, persen, dan rusak berat mencapai 28,6 persen,” ujar Kadis Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Karo-Karo, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, erupsi yang terjadi pada, Senin (10/8) kemarin, tidak menambah luas areal paparan. Hanya saja menambah volume debu vulkanik di atas tanaman warga. Terkait penambahan areal yang mengalami kerusakan pasca erupsi kemarin, sesuai keterangan Kadis Pertanian pihaknya masih melakukan pendataan lapangan.

Metehsa juga mengungkapkan, Dinas Pertanian Karo merekomendasikan penggunaan blower untuk menyingkirkan debu yang melekat pada daun-daun dan batang tanaman. “Selanjutnya dilakukan penyiraman dengan air bersih dan penyemprotan fungisida dan zat daun agar tunas muda muncul kembali agar tidak terhalang proses fotosintesis,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu Ir H Dahler Lubis MMA menyebutkan, sebagai tahap awal bantuan yang disalurkan dari Provinsi Sumut adalah blower dan fungisida, secepatnya akan di kirim ke Karo. “Kemudian, kita akan menginventarisir kebutuhan petani paskaerupsi, terutama yang paling mendesak. Dinas Pertanian Provinsi sudah programkan di musim Covid-19 ada tanaman jagung, tetapi tanaman jagung tak kena di sini. Tomat dan Cabai juga ada. Tetapi yang jelas, dalam meringankan beban petani Karo, kita akan ada di sana. Tetapi yang tertutama kita berharap turun hujan untuk membersihkan tanaman petani, “ jelasnya.

Menyikapi erupsi ini, seorang petani dari Desa Sukatepu menyebutkan, pengalamannya selama bertanam kentang sejak 2010, 2013 hingga 2020, tanaman kentang yang terdampak paparan material debu vulkanik masih bisa diselamatakan dengan perlakuan khusus, tetapi biayanya cukup lumayan tinggi.

Udara di Medan Normal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumut tengah mencermati lebih detil dampak erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, terhadap pencemaran udara bahkan kerusakan lingkungan di wilayah ini. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Sumut, Fauzi Ibsa Tarigan mengatakan, meski penyebaran abu vulkanik Gunung Sinabung pada Senin kemarin kabarnya sampai ke negara tetangga, Malaysia, untuk Kota Medan sendiri yang notabene ibukota Provinsi Sumut, justru tidak tercemar.

“Medan tidak tercemar, malah angkanya normal rata-rata. Alat kami bilang tak ada. Kami kan ada alat yang online, normal angkanya,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (11/8).

Amatan Sumut Pos pada siang kemarin, udara Kota Medan diselimuti kabut ringan. Namun DLH Sumut menyebutkan, kabut tersebut bukan akibat abu vulkanik dari erupsi Sinabung. “Kalau biasanya sudah di atas tertutup matahari udara menjadi dingin lalu besoknya kabut. Namanya kan sudah di atas debu-debunya. Tapi dari alat kami bilang (Medan) tidak tercemar kabut,” katanya lagi.

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat siang hari kemarin mengguyur Kota Medan dan sekitarnya, justru membantu kualitas udara dari kabut dampak erupsi Gunung Sinabung. “Berkabut, tapi hari ini tidak ada yang meletus kan? Kalau menurut BMKG hari ini tidak ada yang meletus. Sinabung karakternya begitu, jika sudah meletus akan terus erupsi. Tapi letusan yang besar itu, ya semalam itu. Ditambah lagi hujan hari ini, terbantu sekali, jadi udara kita di Medan ini aman,” ungkapnya.

Sesuai laporan dari kabupaten dan kota usai semburan awan panas Sinabung, lanjut Fauzi, dampak pencemaran udara akibat debu vulkanik tersebut justru paling signifikan terjadi di Kota Tebingtinggi.

“Kalau di Karo sendiri sudah pastilah ya, karena merupakan sumber dari letusan gunung. Namun pada hari itu kita hanya mendapat laporan dari Tebingtinggi saja, bahwa abunya sampai ke sana terbawa angin. Untuk daerah lain, selain menunggu laporan, juga sedang kami lakukan persiapan pengamatan dengan kabupaten dan kota secara detil. Sedang kita setting bagaimana ngepungnya. Pada prinsipnya seluruh daerah mesti meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengaku tengah berada di Karo untuk memantau perkembangan erupsi Gunung Sinabung. “Nanti ya saya info perkembangannya,” katanya.

Pihaknya tetap meminta warga tak melakukan aktivitas di radius 5 km dari Gunung Sinabung. Warga juga diminta selalu memakai masker untuk mencegah bahaya abu vulkanik. “Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh,” tuturnya.

Pasca letusan Sinabung, Dinkes Sumut pun sebelumnya telah mengimbau seluruh warga memakai masker. “Diimbau kepada masyarakat agar memakai masker dikarenakan abu vulkanik tersebut berbahaya mengandung belerang, kaca dan racun dan ada efek kepada saluran pernafasan atau paru-paru. Dua jam ke depan abu mengarah ke Medan-Langkat,” demikian isi imbauan Dinkes Sumut yang beredar, Senin (10/8). Sekretaris Dinkes Sumut, Aris Yudhariansyah, membenarkan imbauan dimaksud. Dia berharap warga patuh demi menjaga kesehatan. (bbs/prn)

PSMS Tinggalkan Berastagi, Beralih ke Pantai Cermin

PINDAH: Lokasi latihan Paulo Sitanggang dkk pindah ke Pantai Cermin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Erupsi Gunung Sinabung membuat PSMS lebih cepat mengakhiri latihan di Berastagi. Skuad Ayam Kinantan sudah kembali ke Medan, Selasa (11/8) dan mencoba mengalihkan latihan ke Pantai Cermain, Serdangbedagai.

Keptusan ini membuat PSMS hanya sehari di Berastagi. Pasukan Philip Hansen tersebut tiba di Berastagi pada Minggu (9/8). Rencana awalnya, lokasi ini dipilih untuk menggelar pemusatan latihan demi menaikkan VO2 Max pemain.

Lokasi Brastagi yang berada di dataran dengan ketinggian 1300 MDPL, dianggap tepat untuk menaikkan VO2 Max. Selain itu, pemuatan latihan keluar Medan juga dilakukan untuk mencari suasana baru buat para pemain.

Para pemain masih sempat melakukan jogging mengeliling Bukit Gundaling pada Senin (10/8) pagi WIB. Namun beberapa jam kemudian, Gunung Sinabung erupsi dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 5.000 meter.

Situasi ini tidak memungkinkan untuk latihan di Berastagi. Apalagi hujan abu vulkanik masih terjadi. PSMS pun memutuskan kembali ke Medan.

“Sebenarnya pemusatan latihan di Brastagi itu untuk peningkatan staminan dan VO2 Max supaya naik. Di sana itu kan dataran tinggi. Pembina kami mengajukan itu supaya ada suasana dan nuansa baru,” kata Sekretaris PSMS Julius Raja di Kebun Bunga, Selasa (11/8).

Julius Raja menambahkan, pihaknya berencana untuk mengalihkan latihan ke Pantai Cermin. Namun dia belum memutuskan waktunya. “Kita akan konsultasi dengan pelatih terlebih dulu,” pungkasnya. (dek)

Gara-gara Kencing BBM, Polisi Buru Dua Sopir

Unit Manager Comm, Rel & CSR Marketing Operation Region (MOR) I M. Roby Hervindo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Hasil penyelidikan PT Pertamina terhadap terbakarnya truk tangki di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Kamis (6/8) lalu, ternyata awak mobil tangki (AMT) melakukan tindak penyelewengan atau disebut ‘kencing’ Bahan Bakar Minyak (BBM) yang saat itu diangkut.

 ‘Kencing’ artinya pemindahan BBM diangkut dari truk tangki ke kenderaan bermotor lainnya dengan menggunakan drum atau wadah dengan kapasitas besar. Pemindahan itu dilakukan secara ilegal dan merugikan pihak Pertamina sendiri.

 “Terhadap indikasi tindak penyelewengan dalam penyaluran BBM, dari hasil pemeriksaan internal ditemukan bahwa awak mobil tangki (AMT) BK 9229 CN melakukan tindak penyelewengan ‘kencing’ BBM,” ungkap Unit Manager Comm, Rel & CSR Marketing Operation Region (MOR) I M. Roby Hervindo kepada wartawan di Medan, Selasa (11/8/2020) siang.

 Roby menjelaskan, pihak Elnusa selaku pengelola, telah melaporkan hasil pemeriksaan internal kepada pihak kepolisian. Pasca kejadian itu, kedua AMT dikabarkan melarikan diri dan kini tengah diburu oleh petugas kepolisian.

“Saat ini, kedua AMT yang mengawaki mobil tangki tersebut tidak bisa ditemui di kediamannya. Diindikasikan keduanya kabur. Kemudian, Elnusa terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari kedua terduga pelaku ‘kencing’ BBM,” jelas Roby.

 Roby mengungkapkan, Pertamina sudah menerapkan sistem untuk mencegah kegiatan penyelewengan. Di antaranya, dengan memasang GPS pada setiap mobil tangki (MT), sehingga pergerakan MT terus termonitor.

 “Lokasi-lokasi yang sudah ditengarai sebagai titik ‘kencing’ BBM sudah ditandai dalam sistem. MT yang kedapatan berhenti di titik-titik tersebut, kepada AMT-nya dikenakan sanksi. Tantangannya, titik-titik ‘kencing’ BBM tersebut kerap berpindah,” pungkasnya.

 Sebelumnya, satu unit truk tangki dengan nomor polisi (Nopol) BK 9229 CN mengangkut BBM dengan jenis Pertalite terbakar. Untuk memadamkan api, belasan mobil damkar milik Dinas Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran (DP2K) Kota Medan diturun ke lokasi kebakaran.

 MT mengangkut produk Pertalite sebanyak 24 kilo liter (KL) dengan tujuan SPBU 14.203.199 di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan.(gus/ila)

73 Ribu Pemilih 2020 Pernah Dicoret di 2019

Temuan Bawaslu di 27 Provinsi

JAKARTA sumutpos.co-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 73.130 pemilih yang telah dicoret atau berstatus tak memenuhi syarat (TMS) pada Pemilu 2019 terdaftar dalam daftar pemilih untuk Pilkada Serentak 2020.
Bawaslu menemukan data pemilih itu saat melakukan uji petik pengawasan proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) daftar pemilih Pilkada Serentak 2020 yang dilakukan di 312 kecamatan yang tersebar di 27 provinsi.
“Ditemukan sebanyak 73.130 pemilih yang nyata-nyata telah dicoret dan dinyatakan TMS pada Pemilu 2019, namun faktanya kembali terdaftar dalam Daftar Pemilih Model A-KWK Pemilihan 2020,” kata Afifudin dalam keterangan resminya, Selasa (11/8).
Daftar pemilih model A-KWK sendiri merupakan hasil sinkronisasi dari daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019 dan daftar penduduk potensial (DP4) pada Pilkada Serentak 2020. Nantinya, model A-KWK ini yang akan dijadikan patokan dalam menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPT Pilkada Serentak 2020.
Lebih mengejutkan lagi, kata Afif, banyak pemilih yang berstatus memenuhi syarat (MS) pada DPT Pemilu 2019 justru tak terdaftar di daftar pemilih model A-KWK Pilkada Serentak 2020. Ia merinci setidaknya terdapat 23.968 pemilih yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu 2019 tak terdaftar dalam model A-KWK.
“Mereka sudah terdaftar dalam DPK (daftar pemilih khusus) pada Pemilu 2019, namun faktanya tidak terdaftar dalam daftar pemilih model A-KWK pemilihan 2020,” kata Afif.
Melihat persoalan tersebut, Afif menduga daftar pemilih model A-KWK Pilkada Serentak 2020 bukanlah hasil sinkronisasi antara DPT Pemilu 2019 dan DP4.
Ia pun menilai proses sinkronisasi tersebut justru tidak menghasilkan data yang akurat, mutakhir dan berkelanjutan sebagaimana diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan.
Afif menyatakan temuan ini harus dikoreksi oleh KPU. Hal itu tentunya akan berdampak pada pengulangan pekerjaan kembali oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam melakukan proses Coklit.
“Harus menghapus pemilih yang TMS dari A-KWK dan memasukan pemilih kategori MS yang belum terdaftar. Seyogyanya, pembersihan data pemilih seharusnya dilakukan dan selesai dalam proses sinkronisasi,” kata Afif.
Diketahui, pelaksanaan tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih pada Pilkada Serentak 2020 digelar pada 15 Juli – 13 Agustus 2020.
Pilkada Serentak 2020 sendiri akan digelar pada 9 Desember 2020. Nantinya, 270 wilayah di Indonesia akan secara serentak menggelar kontestasi lokal lima tahunan tersebut. (cnn/azw)

HUT ke-72 Polwan,Poldasu Gelar Donor Darah

MELIHAT: Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin melihat proses donor darah, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Selasa (11/8/2020).

MEDAN, SUMUTPOS.CO-Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) donor darah, di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Selasa (11/8/2020). Hal ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-72 Polisi Wanita (Polwan). Kegiatan donor darah ini diikuti 102 personel dari masing-masing Satuan Kerja (Satker).

 Sebelum pelaksanaan, terlebih dahulu Tim Medis mengecek kondisi suhu tubuh para pendonor memastikan kesehatan saat mengikuti donor darah. Bahkan, dalam kegiatan donor darah itu tetap mengikuti ajuran protokol kesehatan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

 “Mudah-mudahan kegiatan donor darah ini sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuh darah,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, usai meninjau proses donor darah tersebut.

 Disinggung mengenai Hari Jadi Polwan, Martuani berharap ke depan seluruh Polwan jajaran Polda Sumut semakin dewasa dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

 Sementara itu, Ketua Panitia Donor Darah, Kompol Nuri mengatakan, kegiatan donor darah yang diadakan Polda Sumut bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan yang membantu menyediakan sarana dan prasarana.

 “Target donor darah Polda Sumut ini dengan mengumpulkan 100 katung darah dengan melibatkan personil Polda Sumut dari perwakilan setiap satker,” pungkasnya. (mag-1/ila)

PDIP Umumkan Jagoan di 75 Daerah, Bobby-Aulia di Medan, Lisa-Sapta di Binjai

REKOMENDASI: Bobby Nasution dan Aulia Rahman memperlihatkan surat rekomendasi PDIP untuk maju di Pilkada Medan, di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (11/8).pran wira hasibuan/sumut pos.
REKOMENDASI: Bobby Nasution dan Aulia Rahman memperlihatkan surat rekomendasi PDIP untuk maju di Pilkada Medan, di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (11/8).pran wira hasibuan/sumut pos.
REKOMENDASI:  Bobby Nasution dan Aulia Rahman memperlihatkan surat rekomendasi PDIP untuk maju di Pilkada Medan, di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (11/8).pran wira hasibuan/sumut pos.
REKOMENDASI: Bobby Nasution dan Aulia Rahman memperlihatkan surat rekomendasi PDIP untuk maju di Pilkada Medan, di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (11/8).pran wira hasibuan/sumut pos.

SUMUTPOS.CO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengumumkan rekomendasi tahap ketiga untuk pasangan bakal calon (balon) yang diusung PDIP di 75 daerah Pilkada 2020. Untuk Sumatera Utara, ada 12 pasangan untuk 12 daerah yang diumumkan. Di antaranya, jagoan untuk Pilkada Medan Bobby-Aulia, dan untuk Pilkada Binjai Lisa-Sapta.

“ALHAMDULILLAH pada hari ini kita masuk pada tahap ketiga pengumuman calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. Saya akan bacakan 75 calon dari PDIP di seluruh Indonesia dari timur sampai ke barat,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Politik PDIP, Puan Maharani, saat membacakan rekomendasi partainya dalam rapat virtual, yang dihadiri langsung Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, didampingi Sekjend Hasto Kristiyanto, Selasa (11/8).

Dari 75 pasangan calon yang diumumkan, ada nama menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Nasution yang diusung PDIP sebagai calon wali kota Medan. Selain itu, ada pula nama keponakan Menhan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang diusung sebagai calon wakil wali kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution dengan H Aulia Rachman. Selamat bergabung di PDIP, Mas Bobby. Selamat atas kelahiran putra keduanya, semoga berkah,” ujar Puan.

Usai membacakan nama-nama pasangan calon di 75 daerah, Puan meminta semua paslon berjuang menuju Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang. Ia berharap PDIP meraup kemenangan di Pilkada 2020.

“Semoga calon-calon ini bisa segera berjuang mulai dari sekarang dan perjuangan sampai menuju 9 Desember 2020, dan insyaallah kita semua menang,” kata Puan.

Adapun 12 pasangan jagoan PDIP untuk 12 daerah yang menggelar Pilkada di Sumut selengkapnya yakni: Rosmansyah-Winda Fitrika (Asahan), Anton Achmad Saragih-Rospita Sitorus (Simalungun), Marselinus Ingati Nazara-Jaya Putra Zega (Nias Utara), Bahdin Nur Tanjung-Edipolo Sitanggang (Kota Sibolga), Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman (Kota Medan), Lisa Andriani Lubis-Sapta Bangun (Kota Binjai), Syahrial-Waris (Kota Tanjungbalai), Ahmad Rizal-Aripay Tambunan (Labuhanbatu Utara), Poltak Sitorus-Toni M. Simanjuntak (Toba Samosir), Iwan Sembiring Depari-Budianto Surbakti (Karo), Franc Bernhard Tumanggor-Mutsyuhito Solin (Pakpak Bharat), dan Eliyus Waruwu-Mareko Zebua (Nias Barat).

Alasan PDIP Tak Pilih Akhyar

Apa alasana partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu tak memilih Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang merupakan petahana? Bahkan sebelum diumumkan resmi, Akhyar juga dipecat PDIP.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara, terkait alasan partainya tak memilih mantan kadernya tersebut. “Kami melakukan pemetaan politik, kami mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Nah, berdasarkan kajian yang dilakukan Pak Djarot Saiful Hidayat selaku ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, kami melihat ada dugaan berkaitan dengan persoalan yang membuat yang bersangkutan tidak bisa dicalonkan oleh PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam konferensi pers daring seusai pengumuman 75 Cakada PDIP, Selasa (11/8)

“Selain karena ambisi kekuasaan, juga ada indikasi dugaan berkaitan dengan faktor hukum tersebut,” sambung dia.

Hasto menegaskan, PDIP memang berkomitmen untuk tidak mencalonkan pihak yang memiliki persoalan hukum di Pilkada. “Karena itulah, partai memegang komitmen untuk tidak pernah mencalonkan mereka yang punya potensi terkait persoalan hukum,” jelas Hasto.

Apalagi untuk Medan, yang belakangan juga menuai sorotan pasca ditetapkannya 11 Anggota DPRD Sumut terkait kasus suap Eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. “Kita lihat di kota Medan ada suatu operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi,” pungkas Hasto.

Hasto mengatakan, Bobby bukanlah sosok calon wali kota Medan yang tidak berpengalaman. Menurut dia, Bobby rajin bergerak ke rakyat sekaligus belajar praktik-praktik terbaik pemerintahan.

Hasto mengatakan PDIP melihat gerak-gerik Bobby yang diam-diam mempersiapkan diri maju Pilkada Kota Medan. “Mas Bobby pernah belajar khusus ke Banyuwangi menemui Bupati Abdullah Azwar Anas yang diketahui mewujudkan best practices pemerintahan daerah. Bobby juga sangat aktif mengikuti diskusi-diksusi yang disampaikan oleh kepala daerah dari PDI Perjuangan, sehingga proses secara pribadi juga dilakukan,” kata dia.

Mengenai pendamping Bobby, Aulia Rachman, Hasto mengatakan, yang bersangkutan merupakan sosok muda dan punya segudang pengalaman sebagai anggota DPRD Medan. Hasto menilai kader Partai Gerindra itu sangat memahami bagaimana kehendak dan aspirasi masyarakat Kota Medan.

“Bung Aulia Rahman ini diusung oleh Partai Gerindra. PDI Perjuangan punya komitmen membangun semangat persaudaraan, dengan membangun di antara partai politik,” ujar Hasto.

Plt Ketua PDIP Sumut, Djarot. Menjelaskan meski berstatus menantu Presiden Joko Widodo, PDIP tidak memberikan perlakuan khusus.

Sekadar informasi, sejak awal Bobby Nasution mengikuti sejak awal proses di PDIP. Hingga akhirnya menjadi kader dan diusung pada Pilkada Medan 2020 ini.

Bobby ‘Jual’ Konsep New Medan

Bobby-Aulia dan 12 kandidat yang namanya turut diumumkan pada Pilkada Serentak di Sumut, hadir langsung menerima rekomendasi di Kantor PDIP Sumut, Jalan Djamin Ginting Medan. Turut menyaksikan Ketua PDIP Sumut Djarot Saiful Hidayat, Sekretaris Soetarto dan pengurus partai lainnya.

Memakai seragam PDIP, Bobby tiba sekitar pukul 10.20 WIB untuk menjemput langsung surat rekomendasi.

Usai resmi diusung PDIP, Bobby Nasution menyatakan telah memiliki visi membangun Medan yang baru, atau New Medan. Konsep ini berbasis semangat kolaborasi yang berdasar pada ajaran gotong royong Bung Karno.

“Saya membawa semangat kolaborasi untuk membangun Kota Medan. Di mana semangat ini lahir dari semangat gotong royong Bung Karno. Semangat kolaborasi ini akan kami jadikan sebagai penguatan kepada seluruh elemen partai untuk menciptakan New Medan. Kota Medan yang penuh keberkahan,” kata Bobby dalam pernyataannya secara virtual.

Bobby juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Megawati atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya dan calon pasangannya, Aulia Rahman. Begitu pun kepada Puan, Prananda, Hasto, serta Ketua DPC PDIP Medan Djarot Saiful Hidayat.

“Terima kasih kepada Ketum PDIP Ibu Hj Megawati Soekarnoputri atas amanah yang dipercayakan kepada saya dan Aulia Rahman (maju di Pilkada Medan). Kami akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, sekuat hati dan segenap jiwa,” ujar menantu Presiden Joko Widodo itu.

Menurut Bobby, Pilkada Serentak 2020 berbeda dari pilkada sebelumnya, karena dilaksanakan di tengah pandemik COVID-19. Yang artinya semua pihak harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada.

“Saudara-saudara sekalian, mari kita jadikan pilkada kali ini sebagai momentum persatuan, momentum mewujudkan harapan, serta momentum memenangkan seluruh kekuatan masyarakat. Kita ingin membangun Medan agar lebih baik. Kotanya berkah warganya sejahtera,” kata Bobby yang menggagas gerakan #KolaborasiMedanBerkah itu.

Lisa-Sapta di Binjai

Selain Pilkada Medan, PDIP juga mengumumkan jagoannya di Pilkada Binjai 2020, yakni Hj Lisa Andriani Lubis-H Sapta Bangun. Hj Lisa adalah istri Walikota Binjai saat ini, HM Idaham. Sedangkan pasangannya adalah mantan Wakil Ketua DPRD Langkat.

Mendapat dukungan dari PDIP yang meraih 4 kursi pada Pileg 2019 kemarin, Bapaslon ini mengokohkan diri sebagai pasangan yang kuat.

“Alhamdulillah, untuk Kota Binjai wanita telah membuktikan layak mengikuti Pilkada. Di Kota Binjai, lebih banyak pemilih wanita dibanding pemilih pria. Ada spirit kita yang sudah 10 tahun ikut terjun ke lapangan selama dua periode Pak Wali. Kita ikut di kegiatan PKK dan saya dekat dengan masyarakat Kota Binjai. Insyaallah mudah-mudahan ini menjadi bekal saya ke depan,” ungkap Lisa, Selasa (11/8).

Lisa-Sapta mengaku semakin percaya diri memenangkan kontestasi. Sebelumnya, mereka telah mengantongi rekomendasi dari PAN (3 kursi), NasDem (3 kursi), dan Hanura (1 kursi). Saat ini nama Lisa-Sapta yang paling populer di kalangan masyarakat.

Sekretaris DPC PDI-Perjuangan Binjai, Fahrul Putra, meminta seluruh kader mengerahkan kekuatan penuh untuk memenangkan pasangan ini. Dalam waktu dekat, Lisa-Sapta akan dibawa safari politik.

“Tindaklanjutnya konsolidasi internal untuk pemenangan Lisa-Sapta. Nanti kita akan bawa paslon keliling ke ranting-ranting PDI-Perjuangan se-Kota Binjai,” pungkasnya. (prn/map/ted)

Pelindo 1 Targetkan Pertumbuhan Arus Bongkar Muat Barang

SUASANA: Suasana Pelabuhan Dumai. Pelabuhan ini menjadi pelabuhan ekspor komoditi CPO terbesar di Pulau Sumatera.

MEDAN, SUMUTPOS.CO-PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 yang mengelola pelabuhan di empat provinsi di bagian barat Indonesia meliputi, Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau, mencatat arus kunjungan kapal sampai dengan semester I tahun 2020 sebanyak 27.404 call atau 77.406.755 GT (Gross Tonnage).

  “Selama kurun waktu semester I tahun ini, trafik bongkar muat peti kemas di seluruh pelabuhan yang dikelola Pelindo 1 sebanyak 531.167 box atau setara dengan 647.503 TEUs. Sedangkan untuk bongkar muat barang mencapai 17.842.915 Ton,” ujar SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo 1, Imron Eryandy, Selasa (11/8/2020).    

 Sementara itu, untuk segmen layanan penumpang, Pelindo 1 melayani 12.666 call kapal penumpang dengan layanan penumpang internasional sebanyak 2.834 dan layanan penumpang domestik sebanyak 9.832 call. Arus penumpang di seluruh terminal penumpang yang dikelola Pelindo 1 sampai dengan semester I ini mencapai 1.499.453 orang.

  Selanjutnya, Imron Eryandy menjelaskan, pada semester II tahun 2020 ini Pelindo 1 menargetkan adanya pertumbuhan arus barang, peti kemas, maupun penumpang seiring dengan penerapan adaptasi kebiasaan baru dan komitmen pemerintah dalam implementasi penanganan Covid-19 serta upaya penanganan pemulihan ekonomi nasional.

 “Kami memproyeksikan pertumbuhan arus barang sampai dengan Desember tahun 2020 naik 1,56 persen dari capaian tahun 2019 yaitu 37,4 juta ton dari 36,8 juta ton pada 2019.  

  Untuk mendukung pencapaian target tersebut, beberapa program strategis telah disiapkan untuk mendongkrak arus barang dan penumpang yang juga diharapkan dapat memberikan pertumbuhan bagi ekonomi di wilayah operasional Pelindo 1 maupun ekonomi nasional,” kata Imron Eryandy.

 Imron Eryandy menyebutkan, upaya tersebut dilakukan melalui relaksasi penumpukan di terminal pelabuhan yang dapat menurunkan biaya logistik. Kebijakan tersebut diharapkan membantu meringankan beban pelanggan.

  “Program strategis lainnya dilakukan melalui peningkatan kerja sama dengan mitra untuk memperluas pasar Pelindo 1, secara khusus di wilayah Pelindo 1 merupakan wilayah dengan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) dan Terminal Khusus (Tersus) terbesar di Indonesia untuk marine service. Begitu juga untuk kerja sama dalam bongkar muat curah kering, cair, dan general cargo dengan mitra baru dalam menambah pertumbuhan arus barang di pelabuhan yang dikelola Pelindo 1. Sebagai contoh, kerja sama mitra pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Curah Kering di Pelabuhan Belawan,” jelas Imron Eryandy.

  Program untuk peningkatan arus penumpang dilakukan dengan kerja sama terpadu antara Pelindo 1 dengan BUMN lain seperti, Damri dan Pelni. Selain itu, Pelindo 1 terus meningkatkan pelayanan prima. Salah satunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di terminal penumpang, dan di semua lini bisnisnya selama adaptasi kebiasaan baru. (fac/ila)

Bupati Lantik Pengurus Karang Taruna Masa Bakti 2020-2025

PATAKA: Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu (2kanan) menyaksikan penyerahan bendera pataka dari Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya kepada Ketua Karang Taruna Dairi masa bakti 2020-2025, Jetun Tampubolon di Balai Budaya Sidikalang, Selasa (11/8).

DAIRI, SUMUTPOS.CO- Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu disaksikan Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara, Dedi Dermawan Milaya melantik pengurus Karang Taruna Kabupaten Dairi masa bakti 2020-2025 di Balai Budaya Sidikalang, Selasa (11/8).

Ketua Karang Taruna Dairi yang baru dilantik, Jetun Tampubolon menyampaikan, karang taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang siap mendukung program pemerintah.

“Sebagai mitra pemerintah, kalau pemerintah bertekad ingin menciptakan generasi emas muncul dari Dairi kami siap mendukung dari berbagai sektor mulai dari pelaku UMKM, seni budaya dan olahraga,” ujarnya.

Jetun menegaskan, Karang Taruna siap memberikan pendampingan serta mengedukasi masyarakat khususnya kaum muda untuk menghadapi tantangan masa depan. Karena, dengan berkembangnya masyarakat maka daerah tersebutpun akan berkembang.

Anggota Majelis Pertimbangan Karang Taruna Dairi, Benpa Hisar Nababan mengharapkan kepengurusan Karang Taruna ini bisa bersinergi dengan Pemkab Dairi untuk peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan serta pertanian.

Ketua Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara, Dedi Dermawan Milaya berharap para pengurus yang baru dilantik bisa menjadi pendamping jaringan sosial serta membantu mewujudkan visi misi Pemkab Dairi. Dedi berharap, pengurus Karang Taruna Dairi harus kompak dan solid dalam organisasi.

“Pengurus tidak perlu banyak, sedikit tapi kuat, ucapnya. Pemuda harus pemimpin ke depan, masa depan bangsa ini ada di tangan kalian,” sebutnya.

Dedi mengatakan, Dairi luar biasa, memiliki potensi sumber daya alam yang baik dan merupakan daerah transit untuk kabupaten di Sumut dan Aceh. Karena itu, setiap pengurus harus selalu berkoordinasi dan diskusi dengan oraganisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mengetahui kondisi sosial masyarakat.

“Basis kita di desa, jadi kita harus punya konsep kerja untuk bisa membantu masyarakat di desa,” tandas Dedi.

Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu mengapresiasi proses pelantikan yang tetap menerapkan protokol kesehatan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Eddy menegaskan, persoalan kesejahteraan sosial di Dairi masih banyak. Untuk penanganan masalah kesejahteraan sosial tidak bisa ditangani sendiri oleh pemerintah, tetapi perlu melibatkan elemen masyarakat.

“Karang Taruna salahsatu wadah yang bisa kita berdayakan, karena organisasi ini melibatkan kaum muda di Desa dan Kelurahan. Kaum muda harus kita berdayakan, untuk membantu masyarakat. Kita harus menciptakan generasi emas yang hebat dan kuat yang muncul dari masyarakat,” kata Eddy.

Bupati Eddy mengatakan, Karang Taruna didirikan terwujudnya kesejahteraan sosial. Oleh karena itu, seluruh pengurus dan kader Karang Taruna di Desa dan Kelurahan bisa berkontribusi serta menjadi mitra pemerintah mengedukasi masyarakat. Untuk memberdayakan Karang Taruna, Eddy meminta OPD terkait yakni Dinas Sosial supaya membina dan memberdayakan Karang Taruna dalam kegiatan pemerintah.

Pengurus baru yang dilantik antara lain, Ketua, Jetun Tampubolon, Sekretaris, David Ricardo Silitonga, Bendahara, Lisken Angkat serta masing-masing Ketua Bidang. Hadir mewakili Kapolres Kasat Binmas AKP S Simanjuntak, Dandim 0206 Letkol Arm Adietya Y Nurtono, mewakili Kejari Dairi, anggota mejelis pertimbangan Karang Taruna, Benpa Hisar Nababan, para Camat serta undangan lainya. (rud/ram)

Pemilik Senpi Ilegal Jalani Sidang Dakwaan

MEDAN sumutpos.co- Joni (48) duduk sebagai terdakwa di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/8) sore. Warga Jalan Komplek Brayan City Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat ini, didakwa telah memiliki senjata api (senpi) ilegal.
Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anwar Ketaren, pada Jumat tanggal 7 Februari 2020 sekitar pukul 07.30 WIB, di rumah terdakwa yakni Komplek Brayan City Kelurahan Pulo Brayan Kecamatan Medan Barat, didatangi oleh petugas kepolisian dari Polda Sumut.
Saat itu, petugas mencurigai terdakwa yang penahanannya ditangguhkan itu masuk ke dalam jaringan judi online. Ketika menggeledah rumah terdakwa, petugas menemukan sebuah tas jinjing yang disimpan di dalam lemari. “Ternyata, tas itu berisi sepucuk senjata Air Sof Gun lengkap dengan tabung gas dan gotri/mimis,” ucap JPU dari Kejatisu itu.

Di hadapan petugas, terdakwa tidak dapat menunjukkan izin atas kepemilikan dan menyimpan senjata Air Soft Gun tersebut. Terdakwa mengakui bahwa senjata tersebut diperoleh dengan cara membeli dari seseorang bernama Indra Gunawan alias Asiong yang bekerja sebagai pengurus satpam Komplek Brayan City seharga Rp1.500.000, pada tahun 2017. “Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951,” tandas JPU.
Usai membacakan dakwaan, majelis hakim yang diketuai Jarihat Simarmata menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda nota eksepsi (keberatan atas dakwaan).
Sebelumnya, Joni sempat ditahan oleh pihak kejaksaan. Namun sebelum sidang perdana digelar, majelis hakim mengeluarkan surat penetapan Nomor: 1965/Pid.Sus/2020/PN.Mdn.
Dalam isi surat itu, majelis hakim melakukan penangguhan penahanan terhadap terdakwa Joni pada Rabu tanggal 5 Agustus 2020.
Penetapan tersebut sangat disayangkan masyarakat karena persidangan belum dibuka sama sekali.
Dalam surat permohonan pada tanggal 3 Agustus 2020, terdakwa memohon agar mendapat pengalihan tahanan dari Rutan Polda Sumut ke tahanan kota.

Atas dasar permohonan itu, Ketua Majelis Hakim, Jarihat Simarmata didampingi hakim anggota, Tengku Oyong dan Bambang Joko mengabulkannya. (man/azw)