28 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 4117

Erupsi Lagi setelah Setahun Tenang, Sinabung Berpotensi Erupsi Eksplosif

SINABUNG: Gunung Sinabung kembali erupsi pada Sabtu (8/8) dini hari, setelah lebih setahun tenang. Masyarakat sekitar diminta waspada, karena ada potensi terjadi erupsi eksplosif.
SINABUNG: Gunung Sinabung kembali erupsi pada Sabtu (8/8) dini hari, setelah lebih setahun tenang. Masyarakat sekitar diminta waspada, karena ada potensi terjadi erupsi eksplosif.
SINABUNG: Gunung Sinabung kembali erupsi pada Sabtu (8/8) dini hari, setelah lebih setahun tenang. Masyarakat sekitar diminta waspada, karena ada potensi terjadi erupsi eksplosif.
SINABUNG: Gunung Sinabung kembali erupsi pada Sabtu (8/8) dini hari, setelah lebih setahun tenang. Masyarakat sekitar diminta waspada, karena ada potensi terjadi erupsi eksplosif.

KARO, SUMUTPOS.CO – Setelah setahun lebih diam, Gunung Sinabung setinggi 2.451 meter di Kabupaten Karo, Sumatera Utara menggemparkan warga Bumi Turang dengan kembali erupsi, Sabtu (8/8) dini hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo menetapkan status III (siaga). Masyarakat diminta waspada, karena Sinabung sewaktu-sewaktu bisa kembali erupsi.

Abu vulkanik Gunung Sinabung menghujani tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Berastagi Dolat Rayat, dan Kecamatan Merdeka.

Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra mengungkapkan, ketinggian kolom abu vulkanik mencapai sekitar 2.460 meter di atas puncak Gunung Sinabung, atau lebih kurang 4.460 meter dari permukaan laut (mdpl).

“Kolom abu teramati berwarna kelabu, hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal, arah condong ke arah Timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik,” kata Armen Putra, Sabtu (8/8).

Armen mengimbau kepada masyarakat Karo dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam desa-desa yang sudah direlokasi. Juga lokasi di dalam radius radial 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Serta radius sektoral 5 kilometer ntuk wilayah Selatan-Timur, dan 4 kilometer untuk sektor Timur-Utara.

“Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah, untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik, agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar,” tegas Armen.

Meski hingga kini tak ada erupsi susulan, Armen menegaskan, aktifitas magma dan gempa vulkanik maupun tremor masih terjadi. “Sampai hari ini belum ada erupsi susulan. Namun gempa vulkanik dan tremor masih terus terjadi. Jadi sewaktu-waktu gunung Sinabung bisa erupsi kembali,” katanya.

Dipaparkan Armen, pantauan saat erupsi, arah angin menuju ke arah timur. Gempa terekam satu kali yakni gempa letusan dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 1 jam 44 detik. Jjmlah dan jenis gempa yang terekam pada 1 Juli hingga 7 Agustus 2020, sekitar pukul 24.00 WIB, didominasi gempa hembusan, tektonik lokal dan gempa tektonik jauh.

Erupsi yang terjadi bersifat freatik dan tidak didahului oleh kenaikan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. Ini menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan.

Erupsi yang terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2020, lebih diakibatkan oleh overpressure dan aktivitas permukaan. Di sisi lain, erupsi hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar.

Namun demikian, dia mengingatkan bahwa sifat dan karakter erupsi Gunung Sinabung bisa berpotensi erupsi eksplosif dan diikuti dengan adanya awan panas letusan.

Tidak Ada Evakuasi

Sementara itu, pasca terjadi erulsi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo melaporkan tidak ada korban saat proses evakuasi warga. BPBD Karo juga menginformasikan saat terjadi erupsi, cuaca gerimis sehingga abu tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, BPBD melakukan penyemprotan abu vulkanik di jalan raya sekitar Berastagi.

Plt. Kepala BPBD Karo Natanail Prangin-angin SH mengatakan, selain melakukan pembagian masker kepada warga yang terdampak, pihaknya juga sudah melakukan pembersihan ruas jalan maupun halaman di desa yang terpapar material debu vulkanik dengan mobil pemadam kebakaran. Pembersihan dibantu TNI/Polri dan relawan, agar warga tidak mengalami gangguan kesehatan seperti ISPA.

Untuk diketahui, Gunung Sinabung terakhir erupsi pada 9 Juni 2019 lalu. Karena mulai tenang, sejak 20 Mei 2019, Sinabung ditetapkan berstatus level III atau siaga.

Gunung Sinabung yang sempat dinyatakan tidak aktif, mulai erupsi tahun 2010. Dan selama bertahun-tahun erupsi diselingi letusan abu panas. Erupsi terbesar terjadi pada tahun 2013.

Anjing Melolong Sebelum Erupsi

Anto, warga Tiga Panur, Kecamatan Simpang Simpat Empat, Kabupaten Karo, yang sudah kerap mengalami erupsi Gunung Sinabung, mengatakan dirinya telah mempelajari tanda alam sebelum Sinabung erupsi. Antara lain, terdengar anjing melolong atau mengeluarkan suara lembut yang agak lebih panjang dari biasanya. Selain itu Anton juga mempelajari arah mata angin yang menghembuskan debu vulkanik.

Tak hanya Anto, Idawati Sembiring (40), warga Kecamatan Naman Teran di sekitar Gunung Sinabung, juga mengenal tanda-tanda alam sebelum terjadi erupsi. “Biasanya sebelum erupsi, beberapa kali kita dengar gemuruh dan bau belerang itu tercium. Seperti asap tebal menghitam, lalu ada juga debu dan jatuhlah abu,” katanya.

Warga lainnya, Wanto Sembiring, mengatakan, erupsi pada Sabtu (8/8) terjadi tiga kali, yaitu pukul 02.00 WIB, 02.20 WIB dan 02.30 WIB. “Kalau yang pertama itu pada pukul 02.00 WIB tidak begitu besar karena abunya tidak terlalu banyak. Tapi kalau yang kedua itu besar karena disertai angin kencang juga sehingga abunya mencapai Kota Berastagi,” ujar Wanton, warga sekitar Naman Teran, Kecamatan Naman Teran, Sabtu (8/8).

Pengalaman warga sekitar, erupsi ditandai dengan bunyi gemuruh, aroma belerang, dan dentuman-dentuman seperti pesawat yang sedang melintas. (deo/kps)

Pemeras Pengusaha Ditangkap Polisi

KONEFRENSI PRESS: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata SH, SiK, MH menggelar Press Relesea 2 pelaku pemerasan, Jumat (7/8).

SERGAI,SUMUTPOS.CO – Dua pelaku pemerasan yang mengatas namakan organisasi bongkar muat diringkus anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serdang Bedagai (Sergai).

Adapun keduanya yakni Hariadi alias Dedi (37) dan M Rifatah Sabura alias Fatah (27), keduanya merupakan warga dusun III Desa Martebing Kecamatan Dolok Maaihul.

“1 dari 2 tersangka ini merupakan tahanan asimilasi lapas Labuhan Ruku Batubara, dan masuk dalam DPO Polresta Tebing Tinggi,” kata Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata SH SIK MH saat gelar Konfrensi pers, Jumat (7/8).

Keduanya, melakukan pengancaman terhadap unit usaha yang berada disekitar tempat tinggal mereka, dengan memeras sejumlah uang terhadap unit perusahaan.

“Modus keduanya mengatas namakan salah satu organisasi dengan meminta sejumlah uang terhadap korbannya,” sebut AKBP Robin.
“Kedua pelaku memeras dengan uang yang telah ditentu oleh pelaku, kalau tidak bayar maka unit usaha itu tidak boleh masuk dan keluar,” beber mantan Kapolres Batu Bara ini.

Menjadi korban pemerasan, korban Syapala (38) warga Kota Medan membuat pengaduan dengan bukti laporan Nomor : LP/145/VIII/2020/SU/Res Sergai/sek Dolok Masihul tanggal 5 Agustus 2020.
Berdasarkan pengaduan korban (Syapala), polisi pun melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan keduanya.

Selain tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti, 3 lembar kwitansi organisasi bertulis uang, 1 lembar daftar harga, 2 KTA, dan uang tunai Rp 500 ribu.

“Kedua tersangka dijerat pasal 368 ayat (1) jo pasal 55 Subsider pasal 335 ayat (1) KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 (sembilan) tahun Penjara,” pungkas Kapolres AKBP Robin. (sur/azw)

Kecamatan Sei Bingei Jadi Lumbung Pangan di Langkat

LANGKAT,SUMUTPOS.CO-Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat, diharapkan  menjadi penopang  ketersedian lumbung pangan di Langkat, khususnya padi.  Serta sebagai kawasan  wisata, yakni Pangkal Namu Sira Sira dan sejumlah objek wisata lainnya.

Hal itu disampaikan Sekdakab Langkat Dr.H.Indra Salahudin mewakili Bupati Langkat pada pelaksanaan serah terima  hasil produk kegiatan Desa Binaan oleh Universitas Sumatera Utara (USU), di Jambur Bandar Meriah, Desa Pekan Sawah Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu (08/08/2020).

Pemkab dan masyarakat Langkat merespon dengan baik dengan ditunjuknya Desa Pekan Sawah sebagai lokasi Desa Binaan oleh lembaga pengabdian dan masyarakat USU, dengan melibatkan diri dalam upaya percepatan pembangunan   dan kesejahteraan di masyarakat, melalui kegiatan baik yang bersifat  pembinaan, pengabdian mahasisiwa, maupun sumbangsi pemikirian  serta berbagai hal lainnya.

“Kepada Civitas Akademika USU  terima kasih, atas  ilmu yang telah dibagikan  sekaligus memberi peningkatan pengetahuan kepada masyarakat  dengan berbagai hasil produk yang ditemukan,”kata Indra Salahuddin.

Ke depan, sambung Sekda, pihaknya  berharap dunia pendidikan dan usaha,  memberikan  kontribusi bagi pembangunan daerah ini. Khususnya, ide gagasan untuk membuka  peluang usaha  agar kesejahteraan masyarakat meningkat.

Sementara Rektor USU prof. Runtung Sitepu, menjelaskan, hal ini merupakan salah satu perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi yang pelaksanaannya dikoordinir oleh lembaga pengabdian kepada masyarakat  USU.

Program ini  dimaksud untuk memberdayakan masyarakat dengan memecahkan masalah yang dihadapi di pedesaan. Sebab kemajuan pedesaan, sangat mempengaruhi  stabilitas nasional , baik  dari segi ideology, politik, ekonomi, sosial, budaya, serta pertahanan  keamanan.

“Program desa binaan ini, sebagai bentuk dukungan  dan kepedulian dari USU untuk mempercepat pengembangan kawasan Desa. Selain itu, pengembangan kawasaan pedesaan  telah menjadi isu penting  dalam 5 tahun terakhir,”katanya sembari menyampaikan kegiatan ini merupakan program pengabdian pada masyarakat Skema Desa Binaan, hasil kerja sama antara USU dan Pemkab Langkat  khususnya Pemerintah Desa  Pekan Sawah,  Kecamatan Sei Bingai TA 2020.(yas/han)

Kejari Dairi akan Periksa Tiga Tersangka Korupsi Pencetakan Sawah

Kajari Dairi, Syahrul Juaksa Subuki.

DAIRI, SUMUTPOS.CO-Kepala Kejaksaan Negeri Dairi, Syahrul Juaksa Subuki menegaskan, penanganan perkara dugaan korupsi pencetakan sawah di Dusun Lae Mbale Desa Simungun, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, terus akan diproses hingga dilanjutkan ke pengadilan.

Penegasan itu disampaikan Syahrul pada akhir pekan lalu, terkait adanya tudingan terhadap Kejari Dairi bahwa penanganan kasus cetak sawah tidak ada kejelasan sehingga hak-hak hukum para tersangka tersandera.

Dijelaskan Syahrul, hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan dalam waktu dekan akan melakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka yakni berinisial, EM, JS serta AST.

Menurut Syahrul, meski penyidikan perkara ini dimulai tahun 2018 dan proyek cetak atau perluasan sawah pada tahun 2011 hingga tahun 2017. Namun di tahun 2017, ada termuan indikasi dugaan tindak pidana korupsi, sehingga Kejari Dairi melakukan penyelidikan.

Pada tahun 2018 resmi dilakukan penyidikan, sehingga tidak benar jika kasus itu bergulir sejak tahun 2011-2020 tidak ada perkembangan atau tidak jelas. Dan atas penyidikan dilakukan, Kejari Dairi telah memproses 2 tersangka, yakni Ketua dan Bendahara Kelompok Tani yakni Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga.

Keduanya sudah terpidana, kasusnya sudah putus/inkrah pada bulan Oktober 2019 lalu di Pengadilan Tipikor Medan. Kemudian seiring berjalanya waktu, dan berdasarkan fakta persidangan. Kedua terpidana menyebut pihak lain terlibat. Dan diawal tahun 2020 ini, Kejari Dairi telah menetapkan tersangka baru, yakni berinisial EM sebelumnya ASN di Dinas Pertanian Dairi sekarang pegawai Provsu. Selanjutnya, JS pihak ketiga (penyedia) serta AST.

Syahrul pun menegaskan, tidak ada kendala dalam penanganan perkara tersebut. Namun ada pengurangan intensitas pemanggilan saksi di masa pandemi Covid-19, termasuk saksi yang berada di luar Kabupaten Dairi.

“Pengurangan intensitas itu dengan beberapa pertimbangan di antaranya, saksi yang datang dari luar Dairi harus dikarantina di rumah singgah di Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo,” ungkap Syahrul. “Untuk saat ini kami menuntaskan ketiga tersangka baru ini dulu, tetapi tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru lainnya,”tambah Syahrul mengakhiri. (rud/han)

BPN Deliserdang Didorong Buka Warkah Perkara Lahan Villa Dreamland

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO -Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deliserdang didorong segera membuka warkah dalam persidangan ke-11 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan pada Kamis (6/8/2020).

Menurut kuasa hukum penggugat perkara lahan komplek Villa Dreamland Resort Sibolangit, Darman Yosef Sagala SH, permintaan dimaksud sesuai dengan perintah majelis hakim yang diketuai Dwika Hendra Kurniawan SH, MH.

“BPN Deliserdang jangan lagi beralasan yang tidak-tidak hingga menyebabkan proses persidangan terkendala. Apa yang kami pinta selaku kuasa hukum dari Ferdinand Sitepu, sama dengan apa yang diperintahkan majelis hakim,” ujar Sagala melalui keterangan tertulisnya pada Sumut Pos, Sabtu (8/8/2020).

Selaku kuasa hukum, pihaknya berhak meminta warkah dibuka di persidangan agar perkara gugatan terang benderang ke publik.

“BPN kita ingatkan jangan menutupi warkah. BPN itu bukan di pihak tergugat, jadi kita meminta melalui Kakanwil BPN Sumut Pak Dadang Suhendi, agar mengingatkan Kakan BPN Deliserdang lebih jujur dan transparan,” ujarnya.

Diketahui, gugatan ini terdaftar di PTUN Medan dengan Nomor: 15/G/2020/PTUN-Medan tertanggal 3 Februari 2020, atas objek perkara lahan Villa Dreamland Resort Sibolangit sekitar 2 hektare. (rel/prn)

Kawal Rekomendasi DPP PDIP, PAC dan Ranting se-Medan Timur Rapatkan Barisan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang diumumkannya pasangan calon kepala daerah untuk Kota Medan oleh DPP PDI Perjuangan, seluruh pengurus PAC, Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan Sekecamatan Medan Timur berkonsolidasi merapatkan barisan di Kantor PAC PDI Perjuangan Medan Timur, Jalan Damar 2 Medan, Jumat (7/8/2020) malam.

“Kita bertemu, berkonsolidasi pada malam ini untuk satu tujuan yaitu merapatkan barisan seluruh kader partai di Kecamatan Medan Timur untuk mengawal dan memenangkan siapapun yang akan direkomendasi DPP pada Pilkada Kota Medan saat ini,” kata Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Timur, Syahrul Adnan.

Wakil Ketua I PAC PDIP Medan Timur, Ruth Pulisa Barus menekankan bahwa konsolidasi ini juga ingin mempertegas bahwa mereka patuh dan taat kepada seluruh keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri.

“Terkait yang dikatakan salah satu PAC di Kota Medan tentang mendukung salah satu calon, kami tegaskan itu bukanlah pernyataan 21 PAC se-Kota Medan melainkan pernyataannya pribadi. Siapapun yang direkom menjadi Wali Kota Medan oleh DPP kami akan patuh dan taat, tegak lurus satu komando,” tegas Ruth.

Konsolidasi kader PDIP se-Kecamatan Medan Timur itu dihadiri salah satu Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Dr Aswan Jaya dan Ketua-ketua Ranting di antaranya Hengki Hutagalung Ranting Gaharu, Ranting Petintis
Pamostang Sitompul, Ranting Durian Thomson Barus, dan Ranting Sidodadi Rondang Simanjuntak.

Hadir juga Ranting Glugur Darat 1 Irwansyah, Glugur Darat 2 Saut Silitonga, Pulau Brayan Darat 1 Deni, Pulau Brayan Darat 2 Hotman Manurung, Pulau Brayan Bengkel Baru Yusriani, Pulau Brayan Bengkel Syamsul Bahri, Gang Buntu Sudin Pasaribu selaku sekretaris. Sementara Pengurus PAC yang turut hadir diantaranya Fritz Hutagalung, Marintan Sitorus, Soduan Simanjuntak, Muhamad S Taslim Samosir, Lahafilu, Pardomuan Siregar.

“Semua Ketua Ranting beserta sekretarisnya sudah membulatkan tekat tunduk dan patuh pada keputusan Ketua Umum Ibu Megawati dan DPP PDI Perjuangan terhadap Cakada di Kota Medan, siapa pun itu,” pungkas Ruth. (adz)

Polres Dairi Rangkai Sosialisasi AKB Covid-19

BAGI MASKER: Kasat Lantas Polres Dairi, AKP Herliandri membagikan masker dan brosur kepada pengendara sosialisasikan AKB Covid-19 saat Operasi Patuh Toba 2020.

DAIRI, SUMUTPOS.CO– Kepolisian Resor Dairi melalui Satuan Lalulintas (Satlantas) sejak 23 Juli sampai 5 Agustus 2020 telah melaksanakan Operasi Patuh Toba 2020. Satlantas Polres Dairi telah melakukan tindakan tilang sebanyak 217 kenderaan selama 14 operasi. Pelanggar lalulintas masih didominasi pengendara tak pakai helm dan anak di bawah umur.

Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasatlantas AKP Herliandri, mengatakan selama Operasi Patuh Toba, Polres Dairi berikan sangsi berupa tilang kepada 217 pengendara. Dari 217 kasus itu, sebanyak 103 kasus merupakan pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi di bawah umur 31 kasus, knalpot racing 19 kasus, melawan arus 9 kasus dan kendaraan over tonase sebanyak 50 kasus.

“Pada operasi itu, personel lebih mengedepankan tindakan preemtif dan preventif. Sementara tindakan represif tetap dilakukan namun dengan humanis,” ujarnya.

Herliandri menegaskan, pengendara yang diberikan sangsi tilang didominasi pengendara sepeda motor tidak pakai helm SNI dan pengemudi di bawah umur. Selain pemberian sangsi, petugas juga memberikan arahan kepada pengendara sepeda motor, agar setiap berkendara menggunakan helm. 

Menggunakan helm, untuk keselamatan pengendara sendiri, bukan untuk polisi. Untuk pengendara anak di bawah umur, Kasatlantas mengajak orangtua untuk memantau dan memberikan edukasi kepada anak-anak mereka, karena pengendara di bawah umur belum diizinkan berkendara. 

“Sebab, anak di bawah umur masih labil, dan syarat mengurus surat ijin mengemudi (SIM) harus berusia 17 tahun keatas,” ucapnya.

Herliandri menambahkan, selama Operasi Patuh Toba 2020, Satlantas Polres Dairi merangkaikan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kepada masyarakat khususnya pengendara di jalan raya.

Personel membagikan masker kepada para pengendara serta membagi-bagikan brosur imbauan penanganan covid-19, agar masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan, tetap pakai masker bila keluar dari rumah, rajin mencuci tangan, menjauhi kerumunan, rajin olahraga untuk menjaga imun tubuh serta makan makanan bergizi. (rud/ram)

USU Fokus Peningkatan Reputasi Akademik

Kampus USU.
Kampus USU.
Kampus USU.
Kampus USU.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Terutama didukung dengan kearifan dan potensi lokal Sumatera Utara (Sumut).

Namun, berbagai potensi dan kelebihan yang dimiliki oleh USU masih belum terpublikasikan dan terkomunikasikan dengan baik kepada mitra USU, para stakeholder dan sivitas akademika USU serta masyarakat internasional. Dengan demikian upaya dalam peningkatan academik reputasi akan difokuskan kepada usaha peningkatan visibility USU kepada masyarakat luas melalui program USU Institutional Brand Awareness yang menjadi program terdepan Tim World Class University USU.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Rektor II USU Prof Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar M Ked (OG) Sp OG (K), ketika membuka webinar bertajuk ‘What is the Future of Work’ yang digelar Tim World Class University (WCU) USU, baru-baru ini.

Webinar menampilkan tiga pembicara yakni Head of Human Capital Cek Aja.Com, Addiria Kencana, Founder of Kargoku, Martin Nababan dan Country Digital Transformation Schneider Electric, Fadli Hamsani. Acara dipandu oleh moderator Hafizhul Khair (Dosen Fakultas Teknik USU).

Prof Fidel memaparkan bahwa USU memiliki keunggulan dalam beberapa bidang yaitu Tropical Science and Medicine, Agroindustry, Local Wisdom, Energy (sustainable), Natural Resources (biodiversity, forest, marine, tourism), Technology (appropriate) dan Arts (ethnic) atau disingkat dengan TALENTA. Kesemuanya itu dapat menjadi magnet bagi stakeholder dan masyarakat internasional untuk bekerja sama dengan USU.

Selain itu, imbuhnya, masih ada program Pengembangan Karir Berkelanjutan, Penulisan Artikel Jurnal Jenis Review (state of the art), Penelitian Kolaborasi Internasional dengan Perguruan Tinggi dalam 500 QS World University Ranking, Penelitian Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi Penerima Grant WCU Kemdikbud, Reward untuk Peneliti Berprestasi, Percepatan Dosen Melanjutkan Pendidikan S3, Mendatangkan Dosen Asing dan Memberikan Beasiswa Doktor Bagi Dosen Asing.

“Kesemua program yang telah digodok dan telah dimulai tahap demi tahap pelaksanaannya oleh Tim WCU USU ini, harus kita dukung sepenuhnya untuk mempercepat tercapainya tujuan kita bersama yakni mewujudkan Universitas Sumatera Utara sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional,” tandas Warek II USU tersebut.

Menurut Prof Fidel, pembatasan sosial yang dilakukan Pemerintah sebagai upaya penanganan dan pencegahan meluasnya penularan Covid-19 mengakibatkan dunia usaha/dunia kerja harus beradaptasi dengan cepat, meski dengan berat hati dan tergagap-gagap.

“Mau tidak mau, siap tidak siap, kita harus menerima kenyataan bahwa teknologi saat ini menjadi ujung tombak terdepan dalam menjalankan pekerjaan dan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Webinar yang dijalankan oleh banyak pihak disebutkannya juga merupakan bentuk adaptasi kerja yang kerap dilakukan di era pandemi.

“Biasanya kita melakukan seminar tatap muka dan berkomunikasi langsung, namun sekarang kita terhubung dari tempat masing-masing melalui piranti dan kecanggihan teknologi. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa mulai saat ini kita semua harus sadar teknologi dan menambah serta meningkatkan keterampilan yang ada, juga lihai mencari informasi di jagad maya yang maha luas. Bekerja, bersekolah, menjalankan usaha dan berkomunikasi semuanya dijalankan dengan teknologi yang telah tersedia, yang tidak mengharuskan kita bertemu langsung dan berkumpul di ruangan yang sama,” katanya.

Ia berharap, semoga kiranya seluruh peserta webinar bisa mendapatkan banyak manfaat dan pengetahuan untuk membekali diri dalam menghadapi era yang dipenuhi dengan tuntutan skill paripurna.
“Patut diingat bahwa digitalisasi dalam segala area memungkinkan terjadinya penyusutan dalam penggunaan sumber daya manusia. Maka yang penting juga untuk dipikirkan adalah bagaimana generasi muda yang ada saat ini mampu mengubah mindsetnya untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru yang sejalan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya.(gus/azw)

RSI Gelar Tes Covid-19 di Fasilitas Produksi Lubuk Naga

TES COVID-19: Bupati Sergai Soekirman didampingi Kadis Kesehatan meninjau pelaksanaan Tes Cepat Covid-19 di pengolahan ikan PT Aquafarm Nusantara.
TES COVID-19: Bupati Sergai Soekirman didampingi Kadis Kesehatan meninjau pelaksanaan Tes Cepat Covid-19 di pengolahan ikan PT Aquafarm Nusantara.
TES COVID-19: Bupati Sergai Soekirman didampingi  Kadis Kesehatan meninjau pelaksanaan Tes Cepat Covid-19 di pengolahan ikan PT Aquafarm Nusantara.
TES COVID-19: Bupati Sergai Soekirman didampingi Kadis Kesehatan meninjau pelaksanaan Tes Cepat Covid-19 di pengolahan ikan PT Aquafarm Nusantara.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Regal Springs Indonesia (RSI) melalui Program Keberlanjutan KAMI PEDULI bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Serdangbedagai dalam penanganan risiko Covid-19, melaksanakan Tes Covid-19 terhadap karyawan dan masyarakat sekitar pada 7 Agustus 2020 di fasilitas produksi Lubuk Naga.

Kasan Mulyono selaku Corporate Affairs & Communications Affairs Senior Manager mengatakan, sebelumnya juga, Regal Springs Indonesia juga telah mengaktifkan Rencana Penanganan Risiko COVID-19 korporasi untuk memastikan keselamatan karyawan, masyarakat sekitar dan keberlangsungan pasokan produksi bagi pelanggan dalam rangka mendukung perlindungan mata pencaharian ribuan karyawan perusahaan.

Sedangkan untuk menghadapi adaptasi ‘New Normal’ pandemi Covid-19, Regal Springs Indonesia juga secara terus menerus memperbarui Rencana Penanganan Risiko COVID-19, dan melakukan program sukarela tes cepat Covid-19 bagi ribuan karyawan di Sumatera Utara.

Disebutkan Kasan Mulyono, Regal Springs Indonesia juga bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai telah melakukan program tes cepat pada 30 Juli 2020. Perusahaan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Serdangbedagai untuk mengikuti Protokol Kesehatan yang dianjurkan. (rel)

Masih Banyak RS Kekurangan Ventilator, Refocusing Anggaran Tahap II Harus Fokus Bidang Kesehatan

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto saat memberikan keterangan, Jumat (7/8). pran/sumut pos.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto saat memberikan keterangan, Jumat (7/8). pran/sumut pos.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto saat memberikan keterangan, Jumat (7/8). pran/sumut pos.
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto saat memberikan keterangan, Jumat (7/8). pran/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Sumut telah berakhir masa tugasnya. Ada beberapa yang direkomendasikan Pansus tersebut kepada Pemprovsu, dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut. Diantaranya, memfokuskan refocusing anggaran tahap II untuk sarana dan prasarana kesehatan. Hal ini mengingat semakin meningkatnya jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia, termasuk dari kalangan tim medis.

Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto mengatakan, seiring telah berakhirnya masa tugas Pansus Covid-19 DPRD Sumut, selaku komisi yang membidangi pemerintahan, pihaknya memberi atensi serius terhadap belanja yang akan dilakukan gugus tugas pada refocusing atau realokasi tahap II yang bersumber dari APBD Sumut 2020, lebih ke sektor kesehatan dalam rangka pengendalian virus Corona di wilayah ini.

“Kita dalam pekan ini prihatin dan miris, dengan banyaknya kabar tenaga medis kita yang gugur. Salah satunya dokter spesialis paru yang kita miliki, dr Andhika. Dedikasi beliau ini luar biasa, bahkan semasa menjalankan tugas, dia tetap memakai alat pelindung diri. Kita paham, berjalan lima bulan pandemi yang kita hadapi ini, menyebabkan kelonggaran, runtuhnya satu persatu para tenaga medis kita,” katanya mengawali keterangan pada wartawan di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (7/8).

Longgarnya pengawasan stakeholder terhadap aktivitas sosial masyarakat belakangan ini, diakui dia, menyebabkan kian meningkatnya jumlah orang tersuspek Covid-19. Sedangkan dari sisi sarana dan prasarana kesehatan yang dimiliki, Provinsi Sumut belum begitu memadai. Termasuk rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.

“Padahal Sumut tidak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), tetapi anggaran buat jaring pengaman sosial begitu besar. Informasi perwakilan kita (FPKS) di pansus Covid, diakui pihak gugus bahwa kalau pakai PSBB memerlukan anggaran JPS yang banyak. Lah, kita kan gak PSBB mestinya anggaran untuk kesehatannya yang diperbesar,” katanya.

Dari pembahasan pansus sendiri, lanjut dia, ditemukan refocusing anggaran tahap I telah salah kaprah semua. Seiring berakhirnya masa kerja pansus pula, rekomendasi ke gugus tugas sudah disampaikan bahwa direfocusing II khusus bidang kesehatan mesti lebih besar. Meliputi fasilitas kesehatan I, RS rujukan, APD, dan sosialisasi bahaya Covid-19 kepada masyarakat serta penegakkan disiplin protokol kesehatan.

“Dan untuk penegakkan protokol kesehatan ini, ke depan mesti ada sanksi. Kita sedih juga seperti di Medan dan Deliserdang, kemarin ada disebutkan Satgas Covid-19 pusat, sebagai daerah penyumbang terbesar kasus positif. Hari ini kita mohon maaf, belum ada langkah-langkah strategis dilakukan gubernur bersama seluruh kepala daerah lainnya, terkhusus di dua daerah itu,” katanya.

Wakil rakyat Dapil Binjai-Langkat ini menambahkan, memang perlu diintervensi untuk sektor di masa pendemi agar perekonomian masyarakat tidak mandek. Terutama mengguyur bantuan kepada pelaku UMKM yang ada, melalui stimulus ekonomi pada refocusing II ini. “Seperti langkah shortcut yang diambil Pak Jokowi, ada anggaran ratusan triliun di BPJS Ketenagakerjaan diberikan ke sekian juta rakyat sebagai subsidi senilai Rp600 ribu, selama beberapa bulan di masa pandemi ini. Kalau tidak dilakukan langkah-langkah antisipatif ini, ekonomi kita bisa kolaps,” kata Hendro.

Kembali ke soal sarana prasarana kesehatan yang penting ditingkatkan ke depan, ia memisalkan jika dalam sehari saja terdapat 1.000 pasien positif, maka RS rujukan maupun RS swasta lain di Sumut takkan mampu menampung lonjakan tersebut. “Kita contohkan di Medan. Jika ada saja 1.000 orang, mohon maaf dalam kondisi gawat perhari, saya sudah cek tidak ada ventilator di RS kita sejumlah itu. Dokter Andhika itu meninggal dalam kondisi butuh ventilator. Pelajaran berikutnya dari dr Rosidi yang baru meninggal juga. Ya ini karena salah satunya karena kekurangan sarana kesehatan kita yang memadai,” katanya.

Di samping itu, pihaknya berharap, jangan ada lagi orang yang menganggap bahwa Covid-19 tidak ada alias hoaks. Melainkan mulai dari sekarang mesti mematuhi imbauan dan aturan protokol kesehatan, sehingga semua orang punya tanggungjawab bersama untuk memutus penularan virus korona. “Buktinya Pak Akhyar Nasution positif Covid, setiap hari ada saja tim medis kita yang meninggal dan dirawat karena covid, jadi jangan lagi anggap virus ini tidak ada. Kepada pak gubernur dan kepala daerah lainnya, ayolah kita tegakkan aturan. Sadarkan pada masyarakat bahwa virus ini nyata dan berikan sanksi bagi orang yang masih melanggar,” katanya.

Kasus Positif Tambah 216 Pasien

Sementara berdasarkan data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, jumlah kasus positif Covid-19 kembali bertambah. Menurut Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumut, Mayor Kes dr Whiko Irwan SpB, ada penambahan 216 pasien lagi yang terkonfirmasi Covid-19. “Totalnya saat ini menjadi 4.693 dari sebelumnya 4.477 orang,” ujarnya, Jumat (7/8).

Meski begitu, sambung Whiko, untuk angka kesembuhan juga mengalami kenaikan yang signifikan. Tercatat, sebanyak 52 orang kembali dinyatakan sembuh dari virus Corona. “Jumlahnya kini sudah menjadi 1.911 orang dari sebelumnya sebanyak 1.859 orang,” sebut Whiko.

Ia menambahkan, untuk kasus suspek tidak terjadi penambahan atau tetap di angka 515 orang. Sedangkan pasien meninggal, terjadi penambahan 9 kasus menjadi 222 orang.

5 Pegawai Kejatisu Positif Covid-19

Sementara itu, berdasarkan surat hasil pemeriksaan yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sumut tertanggal 6 Agustus 2020, lima pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dinyatakan positif Covid-19. Dalam surat yang beredar di kalangan wartawan, Jumat (7/8), disebutkan; Sehubungan dengan surat Kepala Laboratorium Klinik Terpadu Rumah Sakit USU No.269/UN5.3.2.7/KPM/2020 tanggal 5 Agustus 2020, Hasil Pemeriksaan Sampel Covid-19. Dalam surat itu, dijelaskan bahwa hasil pemeriksaan Sampel Covid-19 dengan metode RT-PCR.

Sebanyak 10 orang dinyatakan negatif, sedangkan 5 orang dinyatakan positif. Dari kelima yang dinyatakan positif, dua diantaranya diketahui merupakan jaksa yang keseharian bersidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Kelima orang dinyatakan positif itu masing-masing, MN, FR, AID, IZ dan RHT.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi, enggan berkomentar lebih jauh soal beredarnya surat tersebut. “Gak ada sama kita itu,” kata Sumanggar saat dikonfirmasi, Jumat (7/8) petang.

Sumanggar mengaku, tidak berhak memberikan komentar terkait beredarnya surat itu. “Tanyakan saja sama dia (Dinas Kesehatan), kita gak berhak dan berwenang untuk menjelaskan itu. Walaupun surat itu beredar, saya tak bisa jelaskan,” tandas Sumanggar. (prn/ris/man)