24 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 4142

Silaturahim dengan Masyarakat di Perbaungan, Soekirman: Jangan Mau Diprovokasi

SAMBUTAN: Bupati Sergai Ir H Soekirman memberikan sambutan saat bersilaturahim dengan masyarakat Perbaungan, Rabu (22/7).
SAMBUTAN: Bupati Sergai Ir H Soekirman memberikan sambutan saat bersilaturahim dengan masyarakat Perbaungan, Rabu (22/7).
SAMBUTAN: Bupati Sergai Ir H Soekirman memberikan sambutan saat bersilaturahim dengan masyarakat Perbaungan, Rabu (22/7).
SAMBUTAN: Bupati Sergai Ir H Soekirman memberikan sambutan saat bersilaturahim dengan masyarakat Perbaungan, Rabu (22/7).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Bupati Serdangbedagai (Sergai) Ir Soekirman meminta masyarakat tidak muda untuk diprovokasi atau difitnah, karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan.

Hal itu disampaikan Soekirman saat menerima silaturahim masyarakat Perbaungan dan sekitarnya di kediaman tokoh pemekaran Kabupaten Sergai, H OK David Purba di Jalan Kabupaten Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Rabu (22/7) malam. Pada kesempatan itu, Soekirman mengaku sangat prihatin atas pembakaran yang terjadi di kediaman H OK David Purba pada Selasa (21/7) lalu.

“Peristiwa pembakaran ini, apakah merupakan peristiwa kriminal, politik atau ekonomi. Andai saja tidak ada pilkada, mungkinkah peristiwa ini terjadi?” ujar Soekirman.

Menurutnya, peristiwa ini bukan permasalahan Pilkada, melainkan persoalan hak dan yang batil. Maka dari itu, masyarakat Sergai jangan sampai mau diprovokasi atau difitnah, karena fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.

“Sekarang ini masyarakat Sergai sudah jenuh karena sering difitnah, diintimidasi, dan diteror, seperti yang terjadi puncaknya di rumah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Sergai ini,” kata Soekirman. “Atas peristiwa ini, akan meningkatkan rasa cinta dan kebenaran bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan dengan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat Sergai,” tambahnya.

Di hadapan masyarakat Perbaungan, Soekirman mengatakkan, bila ada orang yang merasa curiga dengan pertemuan kebaikan seperti ini, sebaliknya orang seperti itu patut dicurigai.

“Kegiatan pertemuan ini, jangan sampai ada penyusup yang datang memata-matai. Karena pertemuan ini merupakan panggilan hati nurani masyarakat Perbaungan dan sekitarnya,”tandasnya.

Disebutkannya, setiap Kepala Daerah yang menjabat bertahun-tahun di Kabupaten Sergai, masyarakat jangan pernah menanyakan prestasi, biarlah rakyat itu sendiri yang menilai.

“Karena seorang Kepala Daerah saja bisa tidak korupsi, ini merupakan suatu prestasi. Korupsi merupakan musuh bangsa disamping narkoba dan teroris,” sebutnya.

Disamping itu, Soekirman selalu mengajak masyarakat agar selalu menggunakan ilmu akal sehat, sedangkan mengunakan ilmu pengetahuan saja terkadang manusia bisa salah, apalagi dengan cara-cara yang tidak ilmiah sama sekali.

“Selain itu, dengan bermodalkan Ilmu, iman dan cinta, mari kita jadikan modal untuk membangun Serdang Bedagai yang unggul, inovatif, dan berbudaya,” pungkasnya. (sur/han)

Memasuki Musim Kemarau, Pemprovsu Tingkatkan Fasilitas Pencegahan Karhutla

SIARAN PERS: Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong didampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah, memberikan siaran pers kepada awak media, Kamis (23/7).
SIARAN PERS: Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong didampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah, memberikan siaran pers kepada awak media, Kamis (23/7).
SIARAN PERS: Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong didampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah, memberikan siaran pers kepada awak media, Kamis (23/7).
SIARAN PERS: Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Alue Dohong didampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah, memberikan siaran pers kepada awak media, Kamis (23/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus berupaya meningkatkan berbagai fasilitas pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah rawan karhutla, antara lain penguatan tim-tim pencegahan karhutla, penambahan personel dan juga peralatan.

Berdasarkan data dari SiPongi (Karhutla Monitoring Sistem) Kementerian Lingkungan Hidup ada 1.742 hektare hutan dan lahan yang terbakar di Sumut. Angka ini lebih setengah dari total karhutla sepanjang tahun 2019 (2.514 Ha). Untuk itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi terus berupaya memperkuat tim pencegahan karhutla di daerah-daerah yang rawan.

“Kita akan berupaya tingkatkan fasilitas-fasilitas pencegahan karhutla di daerah-daerah yang rawan, seperti penambahan personel dan juga peralatan. Ini perlu kita lakukan karena Sumut memiliki hutan yang luas dan sebentar lagi kita memasuki musim kemarau,” kata Edy Rahmayadi, usai bertemu dengan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Alue Dohong di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman, Medan, Kamis (23/7).

Selain itu, instrumen penting lainnya dalam pencegahan karhutla, menurut Edy Rahmayadi adalah edukasi kepada masyarakat dan para pelaku usaha. Menurutnya, masih cukup banyak masyarakat atau pelaku usaha yang membuka lahan dengan membakar hutan.

“Masih ada masyarakat kita termasuk pelaku usaha yang memiliki kebiasan membakar hutan untuk membuka lahan. Perlu edukasi kepada mereka kalau itu menyalahi aturan yang berlaku. Bukan itu saja, beberapa kasus kebakaran hutan terjadi karena kecerobohan orang-orang yang meninggalkan puntung rokok, sisa api unggun. Ini di musim kemarau bisa menjadi bencana untuk hutan kita,” tambah Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Pada kesempatan yang sama, Wamen LHK Alue Dohong mengatakan dia dan timnya akan meninjau kesiapan Sumut dalam penanganan karhutla. Selain itu, dia juga akan meninjau kawasan-kawasan konservasi, kawasan wisata alam termasuk Taman Huta Raya (tahura) untuk melihat kemungkinan membuka kembali daerah-daerah ini untuk umum.

“Selain kesiapan tentang karhutla, kita juga akan meninjau kawasan-kawasan konservasi alam, melihat kemungkinan membuka tempat-tempat wisata, apakah itu secara terbatas, perlahan-lahan dengan protokol kesehatan agar ekonomi masyarakat mulai bergerak,” kata Alue.

Berdasarkan keterangan Alue, untuk mencegah kebakaran hutan, pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca (TMC). “Salah satu teknologi yang kita punya untuk pencegahan karhutla adalah TMC. Kita memodifikasi cuaca di suatu daerah agar turun hujan. Selain itu, tentu kita juga akan perkuat personel di lapangan yang melibatkan TNI, POLRI, LHK, BNPB dan Pemda,” terang Alue.

Alue Dohong dan timnya dijadwalkan berada di Sumut selama tiga hari. Selama kunjungan kerjanya, Alue dan timnya akan meninjau sejumlah tempat antara lain Sibolangit, lokasi KBD di Desa Mereka, Desa Paropo dan Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC). Wamen dan tim juga akan mengunjungi Taman Wisata Bukit Lawang dan Tangkahan. (prn/han)

5 Warga Sergai Positif Covid-19

SERGAI, SUMUTP.CO – Jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) terus mengalami peningkatan, data terbaru yang diterima oleh tim GTPP Covid-19 Sergai, ada 5 orang dinyatakan positif Covid-19.

Kelima pasien positif tersebut, 4 orang berasal dari klaster yang sama, pekerja salah satu perusahaan swasta di Kabupaten Sergai, yang sebelumnya terlebih dahulu positif Covid-19. Sedangkan 1 lagi merupakan petugas pemilu di Kecamatan.

Juru bicara (Jubir) GTPP Covid-19 Drs Akmal MSi di ruang kerjanya Dinas Kominfo Sergai mengatakan, kelima orang tersebut adalah berinisial M (30) dan DA (35), keduanya warga asal Kecamatan Pantai Cermin. Selanjutnya, AS (24) warga asal Kecamatan Teluk Mengkudu, S (38) warga Kecamatan Perbaungan, dan terakhir HS (43) warga asal Kecamatan Serba Jadi.

“Terhadap kelima orang ini, tim GTPP Covid-19 Sergai melalui Dinas Kesehatan mengambil tindakan preventif sesuai prosedur yang berlaku dengan melakukan penanganan serta pencegahan seperti tracing terhadap kontak erat dengan korban,”kata Akmal, Jumat (24/7).

Selain itu, lanjut Akmal, tim GTPP Covid-19 Sergai terus melakukan disinfeksi lewat penyemprotan cairan disinfektan di titik-titik lokasi yang dianggap rawan.” Sedangkan kelima pasien sudah mendapat tindakan medis dirumah sakit yang telah dirujuk,”imbuhnya.

Menurut Akmal, dari jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sergai, ada sekitar 39 kasus. Dari jumlah 18 kasus, terdapat 1 orang tambahan dinyatakan sembuh berinisial RAD (27) warga asal Kecamatan Dolok Merawan. Sedangkan 20 orang masih dalam penanganan tim medis di Rumah sakit, 1 kasus lagi meninggal dunia. Akmal pun mengimbau kepada masyarakat jika pandemi Covid-19 ini merupakan ancaman nyata yang mesti dihadapi secara sungguh-sungguh.

“Mari bersama-sama kita menjalankan protokoler kesehatan secara disiplin demi menekan penyebaran Covid-19 di Sergai ini,”pungkasnya. (sur/han)

Sungai Aek Natas Meluap, 100 Unit Rumah Terendam Banjir

BANJIR: Warga Kelurahan Bandar Durian mengevakuasi harta benda mereka saat dilanda kebanjiran, Jumat (24/7).
BANJIR: Warga Kelurahan Bandar Durian mengevakuasi harta benda mereka saat dilanda kebanjiran, Jumat (24/7).
BANJIR: Warga Kelurahan Bandar Durian mengevakuasi harta benda  mereka saat dilanda kebanjiran, Jumat (24/7).
BANJIR: Warga Kelurahan Bandar Durian mengevakuasi harta benda mereka saat dilanda kebanjiran, Jumat (24/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Luapan air juga menggenangi badan jalan lintas Sumatera setinggi 0.50 meter. Kondisi itupun sempat membuat kemacetan arus lalu lintas.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat terjun langsung ke lokasi banjir guna meninjau situasi keamanan dan kondisi warga. Dikatakannya, pemukiman warga yang berada di sepanjang ruas jalan lintas Sumatera, sudah digenangi air. Agus pun mengimbau agar masyarakat

untuk sementara waktu tidak berpergian ke arah jalan Lintas Sumatera Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Menurut Agus, hingga Jumat siang, personel kepolisian dan instansi terkait masih berusaha mempelancar arus lalu lintas dan memberikan pertolongan pada sejumlah warga terdampak banjir.

Dengan kesigapan dari personel Polres Labuhanbatu dan instansi terkait, antrean yang panjang di jalinsum Aek Natas dapat segera diatasi serta mengkondisikan lalu lintas dengan baik dan para personel ikut membersihkan rumah warga, masjid dari kotoran lumpur banjir, sekaligus mengevakuasi orangtua dan anak-anak ketempat yang lebih aman.

Untuk meringankan beban Masyarakat yang terkena banjir, Polres Labuhanbatu memberikan bantuan sembako. (fdh/han)

Prihatin Melihat Gepeng dan Anak Jalanan, Gubsu Koordinasi dengan TNI/Polri

prans/sumu tpos GEPENG: Seorang gelandangan pengemis (gepeng) tidur di atas trotoar jalan.
prans/sumu tpos GEPENG: Seorang gelandangan pengemis (gepeng) tidur di atas trotoar jalan.
prans/sumu tpos GEPENG: Seorang gelandangan pengemis (gepeng) tidur di atas trotoar jalan.
GEPENG: Seorang gelandangan pengemis (gepeng) tidur di atas trotoar jalan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meminta jajarannya segera melakukan pendataan terhadap para gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan yang kerap menghiasi wajah sejumlah kota di wilayah ini.

Menurut dia, Dinas Sosial Sumut nantinya harus membina anak-anak jalanan tersebut dan diberikan kehidupan yang lebih laik dan baikn

sehingga tidak lagi berkeliaran di tiap persimpangan jalan.

“Anak-anak di jalan itu harus dibina, dan ditempatkan pada tempat sosial. Kita akan rencanakan yang terbaik kepada anak-anak itu,” katanya menjawab wartawan usai Salat Jumat di Masjid Gubsu, Jalan Sudirman Medan, kemarin.

Namun pada kesempatan itu, dirinya mengaku prihatin melihat anak-anak yang mendapatkan eksploitasi secara ekonomi ataupun kekerasan mental dari oknum tak bertanggungjawab. Baginya, anak-anak Sumut dalah generasi penerus bangsa bahkan dunia.

“Harus kita luruskan, kalau memang tidak mau bina anaknya kita yang bina. Anak adalah masa depan bangsa ini, masa depan Sumatera Utara,” kata mantan Pangkostrad dan Pangdam I/BB itu.

Karenanya ke depan guna memudahkan penjaringan terhadap anak-anak korban eksploitasi, ia akan menjalin koordinasi dengan aparat TNI/Polri untuk menangkapi oknum-oknum tersebut.

Bahkan, tegas Edy, jika benar kedapatan, bukan tidak mungkin sanksi berat akan diberlakukan kepada mereka yang melakukan eksploitasi terhadap anak.

“Setelah didata, anak-anak yang ada di jalan akan dibina, di situlah nantinya akan dilihat mana anak-anak yang memiliki kejeniusan lebih untuk mendapatkan fasilitas pendidikan sampai ke tingkat perguruan tinggi,” katanya.

Gubsu menambahkan, jika terus mendapat kekerasan, tidak akan mungkin negara tau bahwa anak-anak Sumut adalah calon pemimpin, karena memiliki intelektual yang baik. “Kita tidak tau anak-anak di jalan itu apakah jenius atau gimana, kalau dianiaya terus kan sayang, mungkin calon pemimpin negara dia,” pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten/kota 2019, yang diperbarui pada 9 Januari 2020, terungkap jumlah anak jalanan ada 326 orang, terbanyak di Kota Pematang Siantar yakni 106 orang. Gelandangan meliputi usia muda dan dewasa sebanyak 3.405 orang, dan terbanyak ada di Kabupaten Nias Selatan 3.056 orang.

Sedangkan untuk pengemis, meliputi usia muda dan dewasa sebanyak 192 orang, terbanyak berasal dari Kabupaten Batu Bara. (prn/ila)

Jika RUU HIP Tetap Masuk Prolegnas, Ormas Islam Sumut Siap Perangi Komunis

DEMO: Front Anti Komunis dan Penyelamat Pancasila Sumut, berunjuk rasa menolak RUU-HIP, di depan Gedung, Jumat (24/7)
DEMO: Front Anti Komunis dan Penyelamat Pancasila Sumut, berunjuk rasa menolak RUU-HIP, di depan Gedung, Jumat (24/7)
DEMO: Front Anti Komunis dan Penyelamat Pancasila Sumut, berunjuk rasa menolak RUU-HIP, di depan Gedung, Jumat (24/7)
DEMO: Front Anti Komunis dan Penyelamat Pancasila Sumut, berunjuk rasa menolak RUU-HIP, di depan Gedung, Jumat (24/7)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Organisasi masyarakat Islam Sumatera Utara menyatakan siap perang melawan upaya oknum manapun yang kembali ingin menumbuhkan paham komunis di republik ini.

Hal tersebut digelorakan ratusan elemen ormas Islam yang mengatasnamakan Front Anti Komunis dan Penyelamat Pancasila Sumut, saat berunjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP), di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (24/7).

Di tengah guyuran hujan, massa aksi terus berorasi secara bergiliran untuk menegaskan penolakan atas RUU HIP. Disertai teriakan takbir, massa menyatakan siap perang dan maju melawan upaya komunis tumbuh di Indonesia. Mereka menilai bahwa RUU HIP menjadi pintu masuk ajaran atau paham yang pernah menghabisi ulama.

Selain itu, massa berharap semua pihak menolak keberadaan RUU tersebut yang menciptakan kegaduhan bangsa. Massa pun mendesak elit politik bangsa untuk menghapuskan RUU HIP. Sebab dinilai akan menjadi produk hukum yang memberikan kebebasan terhadap komunis di Indonesia.

“Ada orang yang mengaku toleransi sesungguhnya kami yang paling toleran. Seleksi alam akan membuktikan. Umat Islam menjaga gawang persatuan dan kesatuan Indonesia. NKRI harga mati,” kata Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Indra Suheri, yang memimpin rombongan aksi.

Ia mengatakan bahwa komunis yang ada di Indonesia dengan sebutan PKI adalah orang-orang biadab. Orang-orang yang anti terhadap TNI Angkatan Darat, anti terhadap orang baik di negara ini.

“PKI yang selalu haus darah. Siap perang dengan PKI. Jadi musuh kita bukan aparatur negara. Musuh kita bukan polisi,” tegasnya seraya menilai RUU HIP menciptakan konflik horizontal serta penghianatan terhadap bangsa, NKRI dan Pancasila.

Aksi massa akhirnya diterima Wakil Ketua DPRD Sumut, Harun Mustafa Nasution. Dalam pertemuan itu, perwakilan massa mempertanyakan sikap elit politik terhadap sejumlah rancangan yang dinilai akan merusak ideologi bangsa.

Indra Suheri mengatakan, sebenarnya sudah ada payung hukum yang tidak mengizinkan gerakan komunis di Indonesia. Menurut dia, gerakan politik biadab pernah dilakukan komunis pada 1965 dimana komunis membantai jenderal terbaik Indonesia, membunuh santri dan ulama. “Hal itu jelas, RUU HIP merupakan kepentingan salah satu partai untuk menggelorakan kembali gerakan PKI,” terangnya.

Saat ini banyak kepentingan yang melindungi PKI di Indonesia. Terbukti adanya PKI yang terang-terangan menunjukkan simbolnya. Proses hukum terhadap mereka tidak pernah ada. “Mereka dilarang karena organisasi yang bertentangan dengan UU tetapi tidak ada proses hukum. Ada partai tertentu yang melindungi gerakan mereka,” ujarnya.

Pihaknya juga menyesalkan banyak orang pintar di Indonesia yang hanya menyimpan ilmu di dalam kepala. Semestinya kata dia para pemikir menyimpan ilmu dalam hati. Sehingga muncul keinginan melindungi negara. “Kami hanya tidak rela melihat penipuan, penghianatan terhadap NKRI,” katanya.

Harun Mustafa merespon bahwa posisinya sama dengan Front Anti Komunis dan Penyelamat Pancasila Sumut yang menggelar aksi damai hari itu. “Saya juga sama posisinya dengan front sama-sama menolak komunis. Jadi itu juga yang kami sampaikan,” katanya.

Disamping meminta agar RUU HIP segera dicabut dari Prolegnas, sebelum membubarkan diri massa juga menolak RUU BPIP menjadi UU dan meminta BPIP dibubarkan. (prn/ila)

96 Napi Anak di Sumut Terima Remisi HAN

AKTIVITAS: Aktivtas warga binaan lapas anak Tanjung Gusta. Menybut Hari Anak, 96 napi anak dapar remisi.
AKTIVITAS: Aktivtas warga binaan lapas anak Tanjung Gusta. Menybut Hari Anak, 96 napi anak dapar remisi.
AKTIVITAS: Aktivtas warga binaan lapas anak Tanjung Gusta. Menybut Hari Anak, 96 napi anak dapar remisi.
AKTIVITAS: Aktivtas warga binaan lapas anak Tanjung Gusta. Menybut Hari Anak, 96 napi anak dapar remisi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 96 narapidana (napi) anak di Sumatera Utara (Sumut) menerima Remisi Anak Nasional (RAN) pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020. Hal ini disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumutn

“Total menerima RAN I sebanyak 96 napi anak. Sedangkan, RAN II nol,” ungkap Humas, Josua Ginting, Kamis (23/7) malam.

Josua Ginting menyampaikan 96 napi itu, menerima pemotongan masa tahanan dengan perincian selama 1 bulan pemotongan masa tahanan berjumlah 68 orang, dua bulan sebanyak 10 orang, dan tiga bulan berjumlah 18 orang.

“Untuk SK Remisi Anak Nasional sudah disampaikan kepada masing-masing UPT di wilayah kerjanya di Sumut,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, napi anak yang berhak menerima Remisi Anak Nasional dengan syarat berkelakukan baik selama lebih kurang 3 bulan. Kemudian, ?untuk tindak pidana umum harus telah menjalani pidana minimal 3 bulan dihitung sejak tanggal penahanan sampai dengan tanggal 23 Juli 2020

“Selanjutnya, belum berumur 18 tahun. Tidak sedang menjalani tindakan disiplin dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian remisi dan telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh LPKA dengan predikat baik,” urainya.

Sementara itu, jumlah penghuni Lapas dan Rutan se-Sumatera Utara hingga hari ini, berjumlah 28.994 orang dengan perincian 21.375 napi pria, 1.150 napi wanita, 6.218 tahanan pria dan 201 tahanan wanita. “Napi anak pria berjumlah 109 orang dan tahanan anak pria sebanyak 26 orang,” pungkas Josua. (man/ila)

PMI Sumut Semprot Disinfektan 3 Kali Berturut di Gedung Graha Pena Medan

FOTO BERSAMA: Tim PMI Sumut, foto bersama usai penyemprotan disinfektan di Gedung Graha Pena Medan, kantor Harian Sumut Pos dan Posmetro Medan di Jalan Sisinga-mangaraja Medan.
FOTO BERSAMA: Tim PMI Sumut, foto bersama usai penyemprotan disinfektan di Gedung Graha Pena Medan, kantor Harian Sumut Pos dan Posmetro Medan di Jalan Sisinga-mangaraja Medan.
FOTO BERSAMA: Tim PMI Sumut, foto bersama usai penyemprotan disinfektan di Gedung Graha Pena Medan, kantor Harian Sumut Pos dan Posmetro Medan di Jalan Sisinga-mangaraja Medan.
FOTO BERSAMA: Tim PMI Sumut, foto bersama usai penyemprotan disinfektan di Gedung Graha Pena Medan, kantor Harian Sumut Pos dan Posmetro Medan di Jalan Sisinga-mangaraja Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara kembali melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Gedung Graha Pena Medan, kantor sekaligus percetakan harian Sumut Pos dan Posmetro Medan di Jalan Sisingamangaraja Medan.

Penyemprotan disinfektan secara berkala ini, bertujuan menangkal sekaligus memutus rantai penularan virus Covid-19 yang masih mewabah hingga kini di Kota Medan, Provinsi Sumut. Seisi gedung, mulai dari lantai I sampai III, tak luput disemprot petugas dan relawan PMI pada Kamis (24/7) sore.

Direktur Sumut Pos, Pandapotan MT Siallagan mengapresiasi kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan PMI Sumut di gedung Graha Pena Medan. Pihaknya mengungkapkan, PMI merupakan salah satu lokomotif yang berpartisipasi aktif dalam memutus rantai penularan virus korona.

“Terima kasih kepada jajaran PMI Sumut yang selalu cepat merespon permohonan kami untuk melakukan penyemprotan disinfektan sebagai salah satu cara menangkal dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Semoga kemitraan antara Sumut Pos grup dan PMI Sumut terus terjalin dengan baik, dalam hal semua aspek,” katanya.

Kepala Markas PMI Sumut, Ade Yudiansyah mengatakan, dengan senang hati membantu setiap permohonan masyarakat dan pihak perusahaan untuk penyemprotan cairan disinfektan.

“Selama ketersediaan alat yang dibutuhkan dan relawan juga ada, PMI Sumut selalu siap melayani permintaan penyemprotan disinfektan,” katanya kepada Sumut Pos.

Pihaknya, kata dia, selalu siap berkontribusi aktif membantu pemerintah dalam rangka mempercepat penyebaran virus Covid-19. Terlebih soal penyemprotan cairan disinfektan ini, menurutnya, tetap rutin dilakukan pihaknya terutama pada zona-zona merah di Kota Medan.

“PMI harus bersama-sama dengan masyarakat memerangi pandemi ini. Kami tidak mampu berjalan sendiri tanpa adanya partisipasi aktif masyarakat. Mari bersama kita bantu pemerintah memutus rantai penularan virus ini, sehingga kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala,” katanya.

Penyemprotan cairan disinfektan di Gedung Graha Pena Medan rencana dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Terhitung Kamis hingga Sabtu (26/7), sejak pagi dan sore hari. (prn)

7 Dokter Meninggal Positif Covid-19, 4 dari Medan, 1 Kisaran, 1 Labura, 1 Psp

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Data Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat sampai saat ini sudah ada 68 dokter anggota IDI yang meninggal terkait Corona COVID-19. Dari jumlah itu, tujug di antaranya bertugas di Sumatera Utara.

“Informasi yang diterima PB IDI per 19 Juli 2020 setidaknya ada 68 dokter yang dilaporkan meninggal terkait COVID-19,” kata Humas PB IDI Abdul Halik Malik melalui pesan tertulis, Jumat (24/7).

Adapun nama-nama 7 dokter yang meninggal di Sumut terkait Covid-19:

  1. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan)
  2. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan)
  3. dr. Anna Mari Ulina Bukit (IDI Medan)
  4. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran)
  5. dr. Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhan Batu Utara)
  6. dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAN, KIC (IDI Medan)
  7. dr. M. Hatta Lubis, SpPD (IDI Padangsidimpuan)

“Tujuh dokter yang meninggal tersebut, 2 di antaranya dokter umum. Selebihnya dokter spesialis, seperti anastesi, paru, penyakit dalam, dan bedah. Mereka sebagian besar bertugas melayani pasien Covid-19 atau di rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumut. Diduga ada yang terpapar saat praktik,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Sumut, dr Rudi Rahmadsyah Sambas, melalui sambungan seluler, Kamis (23/7).

Data dihimpun PDUI, mayoritas dokter yang meninggal ini berada di Medan. “Namun ada juga di Asahan dan daerah lainnya,” kata Rudi.

Ia menyebutkan, saat ini masih ada dokter baik umum maupun spesialis yang dirawat di rumah sakit karena terdampak Covid-19. “Di RS Columbia Asia ada dokter umum dan spesialis yang dirawat karena Covid-19. Kemudian di RSU Martha Friska Multatuli,” ucapnya.

IAKMI: Terlambat Penanganan

Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menilai, terus bertambahnya angka pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia, disebabkan keterlambatan penanganan kasus Covid-19. Hal itu dikatakan oleh Anggota Tim Satgas Penanganan Covid-19 IAKMI, Hemawan Saputra.

“Jadi memang kemungkinan besar penambahan kasus yang meninggal dunia ini memang karena terjadi keterlambatan ya dalam penanganan (Covid-19),” kata Hermawan, Jumat (24/7).

Menurut Hermawan, keterlambatan itu bisa saja terjadi karena semakin banyaknya kasus Covid-19 di Indonesia. Kemudian menyebabkan penuhnya rumah sakit, jumlah tenaga medis yang berkurang dibanding rasio pasien yang terjangkit Covid-19. “Banyak juga orang-orang yang diminta isolasi mandiri, padahal dia sebenarnya bisa berdampak lebih berat dan lebih serius dan ini sungguh mengkhawatirkan,” ujar dia.

Oleh karena itu, Hermawan berharap pemerintah bisa meningkatkan kapasitas perawatan Covid-19. Selain itu, juga perlu ada penguatan deteksi dini untuk menciptakan percepatan penanganan pasien. “Dan ini harus terus menerus disiapkan pemerintah. Tetapi sekaligus masyarakat meningkatkan kesadaran untuk mencegahnya,” ucap Hermawan.

Diketahui, penambahan kasus harian pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia terus bertambah.

Pada 19 Juli, tercatat penambahan kasus pasien meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 127 orang. Kemudian 20 Juli bertambah 96 orang, 21 Juli bertambah 81 orang, 22 Juli bertambah 139 orang, 23 Juli 117 orang. Terakhir 24 Juli tercatat ada penambahan 89 orang. Sehingga total penambahan pasien meninggal dunia dalam enam hari berjumlah 649 orang. (lp6/kps)

Medan Tembus 2.000 Kasus Positif, Tebingtinggi 21 Kasus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyebaran Covid-19 di Kota Medan semakin merah. Hingga Jumat 24/7), tingkat penularan positif Covid-19 yang terkonfirmasi di Kota Medan telah tembus ke angka 2.000 kasus, persisnya 2.012 kasus. Angka kematian juga terus bertambah, dan telah tembus ke angka 101 kasus.

Berdasarkan laporan GTPP Covid-19 Kota Medan pada situs https://covid19.pemkomedan.go.id/ pada Jumat (24/7), kasus positif Covid-19 di Kota Medan yang terkonfirmasi telah tembus ke angka 2.012 kasus. Selain itu terdapat 210 kasus suspect.

Dari total kasus positif yang terkonfirmasi itu, 607 orang sudah dinyatakan sembuh, namun angka kematian juga masih meningkat dan tembus ke angka 101 kasus.

Menyikapi kenaikan angka itu, publik menyoroti kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan, dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19n

Pasalnya, setelah dibentuk lebih dari 3 bulan dan telah menghabiskan anggaran hingga Rp150 miliar, GTPP Covid-19 Medan dinilai belum berhasil menanggulangi tingkat penularan.

“Kita terus berupaya. Kalau penyemprotan, kita masih rutin, kok. Dalam minggu ini saja ada berapa kantor OPD yang kita semprot. Mulai dari PKPPR, Dishub, Dinas PU, Dinas Sosial, DPRD Medan dan masih banyak lagi yang lain. Belum lagi pasar-pasar. Gugus Tugas Medan dibantu kecamatan masih terus melakukan penyemprotan. Apalagi kalau kita terima laporan klaster baru, pasti petugas kita langsung turun menyemprot,” kata Sekretaris GTPP Covid-19 Kota Medan, Arjuna Sembiring, menanggapi sorotan masyarakat, Jumat (24/7).

Dijelaskannya, GTPP masih berfokus menyosialisasikan serta mengawasi jalannya Perwal No. 27/2020 tentang penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), di tengah pandemi Covid-19 di Kota Medan.

“Setiap OPD terus berupaya mengawasi jalannya Perwal. Gugus tugas setiap hari sosialisasi di pusat-pusat perbelanjaan modern, pasar-pasar tradisional, dan tempat-tempat umum lainnya. Walaupun kita lakukan secara random, karena tak semua juga dapat dikunjungi setiap hari. Maklum, jumlah personil kita terbatas,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan ini.

Begitupun, pihaknya akan terus meningkatkan upaya dalam menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan. “Kita juga masih menunggu petunjuk dari pusat soal GTPP ke depannya. Apakah akan diubah menjadi satu komite yang akan menangani 2 satgas, yaitu satgas pemulihan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, atau tidak. Bila nanti ke depannya seperti itu, berarti nanti akan ada fokus masing-masing,” tandasnya.

GTPP Butuh Perubahan

Menanggapi hal ini, anggota Pansus Covid-19 DPRD Kota Medan, Rizki Nugraha SE, mengatakan sistem kerja GTPP Covid-19 Kota Medan butuh koreksi dan perubahan. Pasalnya, hasil kerja GTPP masih jauh dari harapan.

“Kalau kita melihatnya dari sisi kinerja, tentu banyak yang harus dibenahi. GTPP harus banyak melakukan perubahan dan peningkatan kinerja. Jangan harapkan hasil, kalau tak ada perubahan kinerja,” jawab Rizki kepada Sumut Pos, Jumat (24/7).

Menurut Rizki, selama ini GTPP Covid-19 Medan tidak pernah terbuka kepada Pansus Covid-19 DPRD Medan tentang perkembangan dan penanganan Covid-19. “Bagaimana kita bisa membantu mereka, jika mereka sendiri tidak terbuka kepada DPRD? Terlalu banyak yang mereka tutupi. Pansus telah menguaknya satu per satu. Dari situlah kita tahu kalau kinerja gugus tugas sangat buruk. Intinya keterbukaan, agar sama-sama tahu harus membenahi dari mana,” sebutnya.

Tidak dilibatkannya IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Medan dalam kinerja gugus tugas Covid-19 Kota Medan, menurut Rizki Nugraha, sebagai kesalahan fatal yang tidak bisa diterima secara logika. “Melakukan perubahan, salahsatunya ya dengan melibatkan para dokter dan para ahli lainnya dalam menangani pandemi. Kita akan desak GTPP segera melakukan perubahan itu. Senin ini, mereka sudah kita panggil dalam rapat Pansus,” pungkasnya.

Tebingtinggi Menjadi 21 Orang

Selain Kota Medan, penyebaran Covid-19 di Kota Tebingtinggi juga semakin meluas. Hampir semua kecamatan di kota lemang ini masuk zona merah. Sebelumnya Tim GTPP Covid-19 Kota Tebingtinggi mencatat ada 19 orang kasus positif, kini bertambah menjadi 21 orang.

Juru Bicara Tim GTPP Covid-19 Kota Tebingtinggi, dr Nanang Fitra Aulia, mengakui penambahan kasus Covid 19 di kota itu karena kesadaran masyarakat menghadapi pandemi Covid-19 masih rendah.

“Ada dua kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Tebingtinggi. Satu orang warga Kecamatan Padang Hulu Kota, sudah dimakamkan secara SOP Covid-19. Satu lagi warga ber-KTP Tebingtinggi, meninggal di rumah sakit di Kota Medan, warga Jalan Gunung Lauser Kecamatan Rambutan, dimakamkan di Medan, Kamis (23/7) malam,” katanya, Jumat (24/7).

Adapun warga Kecamatan Padang Hulu yang meninggal tersebut berjenis kelamin perempuan, berinisial Ing (52). Dimakamkan dengan mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian dan TNI. “Meninggal di rumah sakit di Kota Medan sekira pukul 21.30 WIB,” bilangnya.

Untuk penyebaran kasus penyebaran Covid -19 di Kota Tebingtinggi sampai pada Jumat siang (24/7), tercatat PDP meninggal sebanyak 5 orang, PDP sembuh 5 orang, isolasi mandiri 55 orang, dan selesai isolasi dinyatakan sehat sebanyak 1.938 orang.

dr Nanang meminta kepada masyarakat Kota Tebingtinggi untuk terus berhati hati dengan penyebaran pandemi Covid-19. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri.

“Pakai masker jika berpergian ke luar rumah. Selalu rajin mencuci tangan dengan air mengalir, menyediakan hand sanitizer, menjaga jarak atau phisical distancing, dan upayakan tinggal di rumah (stay at home) jika memungkinkan. Kalau bukan dari diri sendiri, bagaimana kita bisa mencegah penyebaran pandemi Covid-19 di kota ini?” kata Nanang.

Sekretaris Dinas Perkimsi Kota Tebingtinggi, Jhon, yang menangani masalah penggalian kubur lahan milik Pemko Tebingtinggi, menuturkan anggota yang menggali kubur pada malam hari sempat dilempari warga menggunakan batu. Alasan warga menolak tempat pemakaman jenazah positif Covid-19, karena dekat dengan perumahan warga, tepatnya di Desa Paya Pinang Kecamatan Tebing Syahbandar —langsung berbatasan dengan Kabupaten Sergai.

“Penggali kubur sempat dilempari dengan benda keras. Warga juga sempat menolak. Tetapi karena ada pengawalan dari pihak kepolisian dan TNI, pemakaman berjalan lancar hingga pagi hari,” jelasnya.

Danramil 13 Tebingtinggi Kodim 0204 Deliserdang, Kapten Inf Budiono didampingi Waka Polres TebingtinggI Kompol Sarponi, yang memimpin langsung pemakaman warga positif Covid-19, mengaku sempat kewalahan dengan penolakan warga. Tetapi setelah diberi penjelasan, masyarakat mulai memahami.

“Jenazah sudah dimasukkan ke dalam peti, dan dibungkus menggunakan plastik secara rapat. Jadi virusnya tidak bisa menular kepada warga setempat, karena mayat bersama peti dimasukkan ke dalam tanah dan kemudian dikubur kembali menggunakan tanah,” bilang Kapten Budiono.

Dia meminta masyarakat jangan khawatir, karena penularan Covid-19 apabila kita bersentuhan langsung secara dekat dengan penderita, melalui cairan droplet lewat bersin atau batuk. (map/ian)