30 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 4233

Resmikan Masjid Al Ihsan Jalan Pancing I, Akhyar Ajak Jamaah Putus Penyebaran Covid-19

Plt wali kota Medan Ir H Akhyar nasution berfoto bersama camat Medan Tembung, Kapolsek Percut seituan dan ketua BKM mesjid Al ihsan dalam acara meresmikan mesjid tersebut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meresmikan Masjid Al Ihsan Jalan Pancing I, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Jumat (18/6). Akhyar mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), salah satunya dengan mengenakan masker, terutama ketika melakukan aktifitas di luar rumah.

Peresmian Masjid Al Ihsan ditandai dengan penandatanganan prasasti yang dilakukan Akhyar didampingi Asisten Umum Setdako Medan Renward Parapat, Camat Medan Tembung Ahmad Barli Nasution, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Otnil Siahaan SIK MIK, Ketua BKM Al Ihsan Abdul Manan serta Kabag Agama Adlan serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dihadapan jamaah, Akhyar berharap agar pademi Covid-19 cepat berlalu. Tidak hanya bidang kesehatan, Akhyar mengatakan, pandemi Covid-19 juga berdampak luar biasa terhadap perekonomian, termasuk keuangan Pemko Medan. Oleh karenanya Akhyar tidakndapat berjanji untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadan di Kota.

“Tahun ini saya tidak bisa berjanji untuk menyalurkan bantuan pembangunan rumah-rumah ibadah. Apabila pandemi Covid-19 berlalu, insya Allah tahun depan bantuan akan kita salurkan kembali. Untuk itu mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan,” kata Akhyar.

Dikatakan Akhyar, pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dapat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker. Akhyar menegaskan, tidak ada teori apapun kecuali memakai masker. “Memang tidak nyaman tapi ini penting mencegah kita tertular ataupun menularkan kepada orang lain,” ungkapnya.

Sebelumnya Ketua BKM Al Ihsan Abdul Manan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Plt Wali Kota meresmikan Masjid Al Ihsan. “Saya atas nama jamaah dan seluruh masyarakat sekitar masjid mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Plt Wali Kota meresmikan Masdis Al Ihsan,” ujar Abdul Manan.

Selanjutnya Abdul Manan menjelaskan, pembangunan Masjid Al Ihsan sudah berlangsung selama 2 tahun dan bangunan intiasjid udah selesai. Ke depan imbuhnya, akan dilakukan perluasan lahan masjid, pembangunan teras depan dan belakang masjid serta madrasah untuk mengatasi buta Al Qur’an warga sekitar masjid. “Kita perkirakan pembangunan keseluruhannya sekitar Rp.1,73 miliar,” ungkapnya.

Peresmian masjid mengikuti protokol kesehatan. Selain wajib mengenakan masker, jamaah yang hadir harus melalui bilik disinfektan serta penataan kursi dengan mentaati phisycal distancing. Begitu juga dengan pelaksanaan shalat Jumat, seluruh jamaah mengenakan masker, termasuk khatib sekaligus imam. Usai shalat dilanjutkan dengan makan siang bersama. (*)

Telkomsel Hadirkan Kemudahan Pelanggan Berlangganan Fitur Premium Tinder

Telkomsel bersama Tinder berkolaborasi untuk menghadirkan fasilitas voucher Tinder Plus, keanggotaan premium Tinder, yang bisa diakses melalui Dunia Games dan Upoint ID. Pengguna Tinder Plus dapat menikmati sejumlah fitur premium, meliputi jumlah likes yang tidak terbatas, Rewind, lima Super Likes tiap hari, satu Boost per bulan, dan Passport. Informasi lebih lanjut dengan mengunjungi situs resmi kedua platform tersebut di duniagames.co.id dan upoint.id.
Telkomsel bersama Tinder berkolaborasi untuk menghadirkan fasilitas voucher Tinder Plus, keanggotaan premium Tinder, yang bisa diakses melalui Dunia Games dan Upoint ID. Pengguna Tinder Plus dapat menikmati sejumlah fitur premium, meliputi jumlah likes yang tidak terbatas, Rewind, lima Super Likes tiap hari, satu Boost per bulan, dan Passport. Informasi lebih lanjut dengan mengunjungi situs resmi kedua platform tersebut di duniagames.co.id dan upoint.id.
Telkomsel bersama Tinder berkolaborasi untuk menghadirkan fasilitas voucher Tinder Plus, keanggotaan premium Tinder, yang bisa diakses melalui Dunia Games dan Upoint ID. Pengguna Tinder Plus dapat menikmati sejumlah fitur premium, meliputi jumlah likes yang tidak terbatas, Rewind, lima Super Likes tiap hari, satu Boost per bulan, dan Passport. Informasi lebih lanjut dengan mengunjungi situs resmi kedua platform tersebut di duniagames.co.id dan upoint.id.
Telkomsel bersama Tinder berkolaborasi untuk menghadirkan fasilitas voucher Tinder Plus, keanggotaan premium Tinder, yang bisa diakses melalui Dunia Games dan Upoint ID. Pengguna Tinder Plus dapat menikmati sejumlah fitur premium, meliputi jumlah likes yang tidak terbatas, Rewind, lima Super Likes tiap hari, satu Boost per bulan, dan Passport. Informasi lebih lanjut dengan mengunjungi situs resmi kedua platform tersebut di duniagames.co.id dan upoint.id.

–   Telkomsel bersama Tinder berkolaborasi untuk menghadirkan fasilitas voucher Tinder Plus, keanggotaan premium Tinder, yang bisa diakses melalui Dunia Games dan Upoint ID.

–     Pelanggan bisa mendapatkan voucher Tinder Plus menggunakan pulsa Telkomsel.

–     Kolaborasi bersama Tinder merupakan perwujudan komitmen Telkomsel dalam meningkatkan pengalaman pelanggan dalam menikmati gaya hidup digital di berbagai sektor kehidupan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel sebagai leading digital telco company berupaya untuk terus bergerak maju menghadirkan layanan yang customer-centric guna memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan, termasuk dalam menghadrikan pengalaman gaya hidup digital yang menyeluruh. Upaya tersebut kini diwujudkan dengan berkolaborasi bersama aplikasi Tinder dalam menghadirkan pengalaman kemudahan akses bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar Telkomsel membayar biaya berlangganan fitur akun premium Tinder menggunakan deposit prabayar (pulsa) atau tagihan KartuHALO.

Head of Digital Lifestyle Telkomsel Crispin P. Tristram mengatakan, “Telkomsel selalu memusatkan pengembangan produk dan layanannya sesuai kebutuhan berbagai segmen pelanggan. Maka dari itu, kami menyambut baik kolaborasi dengan Tinder untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan aplikasi penunjang gaya hidup digital saat ini. Telkomsel sebagai connectivity enabler juga memaknai kolaborasi ini dengan memperkuat komitmen kami untuk terus menghubungkan tiap individu di seluruh Tanah Air melalui pemanfaatan teknologi digital tepat guna. Melalui platform unit bisnis Dunia Games, kami akan terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan akses ragam platform hiburan digital pelanggan guna melengkapi konsistensi kami menghadirkan aplikasi game dengan ragam genre baru. Hal ini kami lakukan untuk memberikan manfaat bagi setiap lapisan masyarakat dan berbagai aspek dalam menunjang gaya hidup digital mereka sehari-hari.”

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan Telkomsel yang telah didominasi oleh pengguna layanan data yang mencapai lebih dari 110 juta pelanggan. Ke depan, Telkomsel melalui Dunia Games akan terus hadir menginspirasi masyarakat dan industri telekomunikasi dalam pemanfaatan teknologi terkini yang hadir di setiap produk dan layanan digital terdepan yang relevan bagi kebutuhan pelanggan. Hal sekaligus menjadi bagian dari upaya Telkomsel untuk membentuk masyarakat digital di Indonesia yang mampu menjadi roda penggerak kemajuan ekosistem digital secara berkesinambungan,” tambah Crispin.

V.P. Business Development, Match Group, Gaurav Girotra mengatakan, “Dalam kemitraan baru kami dengan Telkomsel, voucher berlangganan premium Tinder sekarang akan tersedia untuk pelanggan Telkomsel di Indonesia melalui portal game dan layanan digital populernya yaitu Dunia Games and Upoint, yang disediakan oleh DOCOMO Digital. Tinder merupakan aplikasi mempertemukan orang-orang baru secara global yang terkemuka dengan 6 juta pelanggan di dunia dan Indonesia adalah salah satu pasar terbesar Tinder di wilayah Asia Tenggara yang popular di kalangan anak muda terutama Gen Z. Kemitraan dengan Telkomsel ini akan memungkinkan kami untuk menawarkan kepada orang dewasa muda di Indonesia cara menarik untuk mengeksplorasi pengalaman sosial baru di Tinder.

Pada kolaborasi ini, Telkomsel menyediakan voucher yang dapat digunakan akses berlangganan Tinder Plus, yaitu salah satu jenis keanggotaan premium yang dimiliki oleh Tinder selain Tinder Gold. Pengguna Tinder Plus dapat menikmati sejumlah fitur premium, meliputi jumlah likes yang tidak terbatas, Rewind, lima Super Likes tiap hari, satu Boost per bulan, dan Passport. Selain itu, Tinder juga membebaskan aplikasinya dari iklan bagi pengguna Tinder Plus. Pengguna bisa mendapatkan voucher Tinder Plus yang dapat dibayar menggunakan fasilitas deposit prabayar (pulsa) untuk pelanggan prabayar atau tagihan untuk pelanggan pasca bayar, guna memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya akan gaya hidup digital.

Pelanggan bisa mendapatkan voucher untuk berlangganan Tinder Plus tersebut melalui aplikasi Dunia Games dan Upoint ID yang tersedia secara gratis di Google Play Store maupun App Store. Pengguna juga bisa melakukan pembelian atau mendapatkan informasi lebih lanjut dengan mengunjungi situs resmi kedua platform tersebut di duniagames.co.id dan upoint.id.

150 Perusahaan Ingin Cabut dari China, RI Buka Karpet Merah

Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus Gumiwang Kartasasmita
Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan ada 150 perusahaan yang berpotensi hengkang dari China. Indonesia pun membidik ratusan perusahaan tersebut untuk pindah atau relokasi ke Indonesia.

“Kami sudah mendata bahwa ada sekitar 150 perusahaan, 40 perusahaan dari Jepang, 110 perusahaan dari Amerika yang berpotensi keluar dari China,” kata dia dalam live Facebook Rakyat Merdeka, Kamis (18/6/2020).

Hal itu diketahui berdasarkan pernyataan-pernyataan dari kedua pemimpin negara, yaitu Jepang dan Amerika Serikat, yang mana Jepang secara tegas memberikan stimulus untuk perusahaan-perusahaan Jepang yang keluar dari Negeri Tirai Bambu.

Sedangkan Presiden AS Donald Trump, menurutnya baru mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mengarah pada relokasi perusahaan Negara Paman Sam dari Tiongkok.

Menurut Agus, negara-negara ASEAN tentunya akan berlomba-lomba menangkap peluang tersebut. Untuk itu Indonesia harus mempersiapkan diri.

“Negara-negara ASEAN itu pasti itu mereka juga akan berlomba-lomba menggelar karpet merah bagi perusahaan-perusahaan Jepang dan Amerika untuk pindah ke negara masing-masing. Belum kita bicara soal India, belum kita bicara soal Bangladesh dan lain sebagainya,” tambahnya.

Saat ini, Indonesia sudah punya Insentif fiskal semisal tax holiday (libur bayar pajak), tax allowance (diskon pajak), hingga super deduction tax. Itu untuk memikat perusahaan asing yang sedang berencana melakukan relokasi.

“Tentu kita sebagai bangsa, kita harus betul-betul siap,” tambahnya. (dtc/ram)

Harga Bawang Merah Turun

ist/Sumut Pos LAYANI: Pedagang kebutuhan pangan, bawang merah dan putih sedang melayani pembeli di Pasar Tradisional Simpang Limun, Medan.
Bawang Merah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harga bawang merah dan bawang putih di Pajak Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara merosot. Hal tersebut diakibatkan karena minat pembeli berkurang.

“Kurang laku. Kemudian, barang (bawang merah) dari Solok lagi banjir,” kata salah seorang pedagang Pajak Petisah, Nurmala, Kamis (18/6).

Nurmala menyebutkan bawang yang dijualnya itu biasanya juga dibeli oleh hotel-hotel, restoran, dan warung- warung lainnya. Karena masih ada yang tutup, maka para pembeli berkurang.

“Harga bawang merah sekitar Rp40 ribu per kilogram (Ini barang dari Brebes. Kalau yang dari Solok sekitar Rp30 ribu. Sementara harga bawang putih Rp16 ribu per kilogram,” sebut Nurmala.

Nurmala menuturkan harga bawang merah jatuh sejak beberapa hari terakhir. Sementara bawang putih sudah lebih dari sepekan. Jika dibandingkan bulan sebelumnya harga bawang merah masih meningkat. Per kilonya bisa sampai di harga Rp50 ribu hingga Rp60 ribu/kilogram. Sementara bawang putih sebelumnya Rp30 ribu per kilogram.

“Iya rugi, apalagi ada stok lama. Harga lama kan rugi,” sebut Nurmala. (bbs/ram)

Pemko Medan Defisit Rp24 M per Bulan

RUANG KERJA: Kepala BPKAD Kota Medan, Tengku Ahmad Sofyan di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
RUANG KERJA: Kepala BPKAD Kota Medan, Tengku Ahmad Sofyan di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
RUANG KERJA: Kepala BPKAD Kota Medan, Tengku Ahmad Sofyan di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.
RUANG KERJA: Kepala BPKAD Kota Medan, Tengku Ahmad Sofyan di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan saat ini dalam kondisi tidak baik. Sebab, target pendapatan asli daerah (PAD) yang dicanangkan sebelumnya tidak mampu direalisasikan. Hal ini terjadi karena dampak penyebaran virus corona atau covid-19.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Tengku Ahmad Sofyan, mengungkapkan, kondisi pendapatan Pemko Medan saat ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Selama ini PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan pajak restoran merupakan primadona pendapatan Kota Medan sekarang mengalami penurunan akibat yang ditimbulkan dari merebaknya wabah virus corona sehingga pendapatan berkurang dari biasanya,” ujar Sofyan saat rapat bersam Sekretaris Daerah Kota Medan, Wirya Al Rahman, Kamis (18/6).

Diakuinya, pendapatan yang diterima setiap bulan tidak mampu menutupi besaran jumlah pengeluaran. Sehingga, terpaksa menggunakan uang yang sudah ada.”Defisit sebesar Rp24 miliar per bulan,” bilangnya.

Tidak hanya dari sektor pajak, namun juga sektor dari dana bagi hasil yang biasanya diterima dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mengalami penurunan. Padahal dari dana bagi hasil tersebut biasanya dialokasikan untuk memenuhi belanja pegawai.

“Dana bagi hasil Pemprovsu kini juga tidak dapat menutupi kekurangan yang kita butuhkan. Tidak dapat juga dipungkiri Pemprovsu juga mengalami kesulitan dari hasil pendapatan mereka. Pajak kendaraan yang menjadi primadona pendapatan Pemprovsu juga mengalami penurunan. Untuk itu, kita harus lebih mengencangkan ikat pinggang tahan dan lakukan skala prioritas serta cermat dalam menggunakan anggaran,” paparnya.

Sekretaris Daerah Kota Medan (Sekda) Wiriya Alrahman meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di agar dapat memaklumi kondisi keuangan saat ini dan tidak memaksakan melaksanakan kegiatan mengingat fokus sekarang untuk melakukan penanganan pandemi covid-19.

“Selaku pimpinan OPD harus jeli dan paham mana yang prioritas, mana yang harus betul-betul dilaksanakan mengingat ketersediaan kas tidak banyak dan harus betul-betul dihemat agar dapat tetap bertahan ditengah pandemi ini. Kebutuhan kita sekarang difokuskan menangani Covid-19 agar segera selesai dan tidak mewabah lagi,” pungkasnya. (mbo/ila)

HUT Bhayangkara ke-74: Dit Binmas Poldasu Bagikan Sembako

SEMBAKO: Dit Binmas Poldasu saat membagikan sembako kepada warga di Medan Polonia. dewi/sumut pos.
SEMBAKO: Dit Binmas Poldasu saat membagikan sembako kepada warga di Medan Polonia. dewi/sumut pos.
SEMBAKO: Dit Binmas Poldasu saat membagikan sembako kepada warga di Medan Polonia. dewi/sumut pos.
SEMBAKO: Dit Binmas Poldasu saat membagikan sembako kepada warga di Medan Polonia. dewi/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dit Binmas Polda Sumut melakukan kegiatan bakti sosial (Baksos) dengan memberikan bantuan sembako tahap 1 kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, Kamis (18/6). Bantuan itu diberikan di dua desa, yakni Desa Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia dan Desa Griya Martubung, Medan Labuhan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-74, sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap sesama.

Wadir Binmas Polda Sumut, AKBP Parluatan Siregar mengatakan, bakti sosial itu dilakukan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74 pada 1 Juli mendatang.

Menurutnya, pemberian bantuan sembako berupa beras yang dibagikan kepada warga Desa Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia dan Desa Griya Martubung Kecamatan Medan Labuhan itu merupakan tahap pertama.

“Bantuan itu diprioritaskan kepada abang becak, pedagang asongan, pedagang kaki lima dan buruh bangunan,” ujarnya. (mag-1/ila)

Ketua Komisi III DPRD Medan Kunjungi Medan Zoo: Sebelum Dioperasikan Kembali, Harus Dibenahi

Kunjungan:Rizki Lubis saat memberi makan Gajah koleksi Medan Zoo.
Kunjungan:Rizki Lubis saat memberi makan Gajah koleksi Medan Zoo.
Kunjungan:Rizki Lubis saat memberi makan Gajah koleksi Medan Zoo.
Kunjungan:Rizki Lubis saat memberi makan Gajah koleksi Medan Zoo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi III DPRD Medan, M Afri Rizki Lubis mengunjungi Kebun Binatang Medan (Medan Zoo) di tengah pandemi Covid-19. Komisi III perlu meninjau Medan Zoo untuk dapat dibenahi secepat mungkin sembari menunggu beroperasinya kembali kebun binatang milik Pemko Medan yang dikelola PD Pembangunan selaku salah satu BUMD Pemko Medan tersebut.

“Walaupun sekarang kondisinya masih ditutup, tapi selaku Counterpart PD Pembangunan saya merasa perlu untuk meninjau langsung kondisi Medan Zoo inin Bagaimana kondisi hewan-hewannya, infrastrukturnya dan lain-lain,” ucap Rizki kepada Sumut Pos, Rabu (17/6) sore.

Pantauan Sumut Pos, di tengah rintik hujan sore itu, Rizki pun melihat kondisi Medan Zoo yang sudah kurang terus. Seperti, kondisi jalan di dalam lokasi Medan Zoo yang kurang baik, penerangan, rumput-rumput yang telah panjang, hingga kandang-kandang satwa. Tak hanya itu, Rizki juga menyoroti akses jalan menuju Medan Zoo, tak hanya rusak tetapi juga terdapat beberapa ruas jalan yang berlubang cukup dalam.

“Kita tak tahu kapan pandemi ini berakhir, tetapi kalau Medan Zoo sudah bisa beroperasi kembali, apakah kondisi seperti ini yang harus kita berikan kepada para pengunjung? Banyak yang harus dibenahi disini,” ujarnya.

Sedangkan untuk pakan para satwa, Rizki mengaku bahwa saat ini koleksi satwa di Medan Zoo sudah tercukupi kebutuhan pakannya. Selain mendapatkan bantuan senilai Rp200 juta dari anggaran Covid-19 Kota Medan untuk biaya makan dan perawatan satwa, bantuan pakan juga didapatkan dari sejumlah donatur yang berempati untuk membantu keberlangsungan hidup para satwa disana.

“Anggaran itu tentu masih kurang dan kita berterima kasih atas bantuan masyarakat yang masih peduli akan nasib para satwa disini. Saya sendiri tergerak untuk menjadi ‘bapak angkat’ koleksi Love Bird Medan Zoo ini,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan tersebut.

Usai memberikan makan seekor Gajah yang merupakan salah satu koleksi Medan Zoo, kepada Sumut Pos, Rizki menuturkan bahwa potensi yang terdapat di Medan Zoo sangat besar. Namun sangat disayangkan, potensi itu seakan belum tersentuh dan dimanfaatkan dengan baik.

Tak hanya heran karena terus merugi, kata Rizki, seharusnya Medan Zoo bisa menjdi potensi besar bagi PAD Kota Medan. Ia dan Komisi III juga mengaku akan menyiapkan sejumlah rencana untuk mempromosikan Medan Zoo hingga jauh lebih baik.

Jumlah 300 ribu pengunjung per tahun memang bukan jumlah yang sedikit, tetapi dengan potensi yang besar di Medan Zoo, harusnya jumlah pengunjung bisa jauh lebih besar dari itu.

“Bila perlu event-event pariwisata bisa dilakukan di sini, lokasinya sangat luas, puluhan hektare, sangat memungkinkan, lokasi parkiran juga sangat luas. Kenapa event pariwisata harus di lapangan Merdeka terus? Juga harus ada kerja sama dengan Disdik, anak-anak sekolah harus lebih banyak dibawa ke sini untuk lebih mengenal satwa. Itu semua PAD,” tegasnya.

Terkait minimnya anggaran, Rizki menyebutkan harus ada bentuk-bentuk kerja sama yang bisa dibangun antara PD Pembangunan dengan pihak-pihak lain. Sementara untuk promosi dan pembenahan lainnya, akan dibantu oleh pihak-pihak terkait, salah satunya Dinas Pariwisata juga dengan menggelar event-event di Medan Zoo.

“Tidak harus event besar, tetapi berkesinambungan. Kita juga akan koordinasikan dengan Komisi IV selaku counterpart Dinas PU agar dapat membenahi akses jalan menuju Medan Zoo. Mungkin anggaran di tahun ini sudah tidak mencukupi lagi akibat Covid-19, tetapi sudah perlu dibahas dari sekarang agar di tahun depan bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepada Sumut Pos, Dirut PD Pembangunan Kota Medan, Putrama Alkhairi mengatakan, pihaknya berencana untuk membuka kembali Medan Zoo pada awal Juli mendatang. Pihaknya sedang mengajukan permohonan kepada Pemko Medan dalam hal ini gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Medan agar dapat membuka kembali Medan Zoo dengan mengikuti protokol kesehatan. “Rencana tanggal 1 Juli 2020 mau kita buka, ini kita sedang mengajukan permohonan,” pungkasnya. (map-1/ila)

Pemasangan Paku Bumi Proyek Tol di Tanjung Mulia Hilir, Puluhan Rumah Warga Retak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan tol seksi I di Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli yang menghubungkan Binjai – Belawan dan Tanjungmorawa, menuai protes dari masyarakat setempat.

Pasalnya, sebanyak 70-an rumah warga di Lingkungan 18 retak akibat pemasangan paku bumi di sekitar proyek tol tersebut. Selain itu, areal tempat warga kebanjiran bila hujan turun.

Masyarakat menduga, proyek tol yang dikerjakan PT Hutama Karya (HK) melalui anak perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) menyalahi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

“Lihat rumah kami, akibat pemasangan paku bumi retak. Kami minta pertanggungjawaban, kami tidak ingin menderita akibat pembangunan ini,” teriak ibu – ibu sambil membentang spanduk di areal lokasi proyek tol tersebut, Kamis (18/6).

Suasana keluhan masyarakat sudah berlangsung sebulan belakangan. Sebab, rumah mereka retak dengan adanya pemasangan paku bumi secara manual. Selain itu, dampak dari pengorekan tanah untuk penimbunan tanah membuat areal tempat masyarakat banjir bila terjadi hujan.

Tokoh masyarakat setempat, Saut Simarare mengatakan, selama berlangsungnya proyek tol dengan pemasangan paku bumi secara manual, ada 70 rumah warga dan 2 rumah ibadah yang rusak.

“Saat ini, masyarakat sudah ketakutan di rumah. Sebab, pemasangan paku bumi getarannya luar biasa, sehingga ada yang lanjut usia dan wanita hamil harus mengungsi dari sini. Itu masih manusia, belum lagi rumah yang retak,” keluhnya.

Seharusnya, kata Saut, pihak proyek melakukan sosialisai dampak yang akan dirasakan ke masyarakat. Tetapi, sejak proyek itu dilaksanakan, tidak ada pemberitahuan ke masyarakat.

“Kenyataannya saat ini, masyarakat jadi korbannya. Setiap hari ada suara bising dan goncangan yang cukup kuat. Kita minta kepada instansi terkait dari Lingkungan Hidup untuk mengecek kembali AMDAL-nya, karena masyarakat sudah menderita akibat dampak lingkungan yang terjadi,” cetusnya didampingi Pimpinan HKBP, ST R Sihaloho.

Apabila nantinya tidak ada itikad baik dari pemilik proyek, lanjut Saut Simarare, masyarakat akan melakukan upaya hukum. Sebab masyarakat telah menyurati PT HKI. Mereka ada berjanji akan memperbaiki rumah warga dan rumah ibadah yang rusak, tapi hanya sebatas janji melalui surat pernyataan.

“Pernyataan itu belum mengikat. Intinya kalau nanti ada ganti rugi, kami minta perbaikan harus seperti semula. Tapi kalau tidak ada kesepakatan, kita akan lakukan jalur hukum,” tegasnya.

Sementara, Ketua Forum komunikasi Tol Mulia Bersatu, Paringan Panjaitan menyesalkan cara kerja proyek tol tersebut. Sebab, paku bumi yang dipancangkan berlangsung secara manual membuat getaran yang luar biasa.

“Harusnya mereka (pekerja proyek), mengerjakan secara press. Bukan menggunakan cara manual, jadi dampak ke masyarakat tidak begitu meluas. Jangan karena cara manual lebih murah, dampaknya ke masyarakat,” ungkap Pariangan Panjaitan.

Terpisah, Humas PT HK, Mawardi dikonfirmasi mengenai itu mengaku, untuk kerusakan rumah warga sebaiknya didata dan dilaporkan ke anak perusahaan mereka PT HKI. “Coba konfirmasi aja langsung ke PT HKI, karena mereka yang turun di lapangan,” katanya melalui via telepon.

Di waktu bersamaan, Humas PT HKI Edy Ardiansyah dikonfirmasi keberatan dimintai keterangan melalui via telepon. Ia meminta kru koran ini untuk datang ke kantornya.

“Kita tidak enak bicara melalui telepon, kalau mau konfirmasi ke kantor. Itu aturan yang kami jalankan, kami tidak bisa kasih keterangan dari telepon. Yang jelas, masalah keluhan masyatakat itu sudah kami lakukan pertemuan. Jadi, untuk lebih jelas ke kantor aja,” katanya. (fac/ila)

Capaian PAD Pemprovsu: Realisasi Jauh dari Target

Misno Adi Syahputra
Misno Adi Syahputra

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun anggaran 2020 enam kali berturut-turut. Meski demikian, ada sejumlah rekomendasi yang diberikan kepada Gubsu dan Wagubsu, Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksahah atas capaian oke tersebut.

Adalah Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumut, yang menyoroti beberapa realisasi capaian yang masih jauh dari target yang ditetapkan. Antara lain ada beberapa hal yang masih perlu diperhatikan.

“Pertama di bidang ekonomi, Fraksi PKS berpandangan bahwa gubernur harus lebih serius membuat langkah-langkah taktis dalam upaya pemenuhan target PAD yang telah dicanangkan, serta menutup celah-celah kebocoran,” kata Ketua F-PKS DPRD Sumut, Misno Adi Syahputra kepada Sumut Pos, Kamis (18/6).

Kedua, kata dia, di bidang kesehatan, direkomendasikan kepada gubernur dan jajaran untuk segera mengevaluasi program-program di bidang itu yang terkait dengan perbaikan gizi masyarakat Sumut, terkhusus balita.

“Ketiga, di bidang pendidikan, PKS memberikan catatan terkait ketersediaan SMA dan SMK yang masih sangat kurang jika dibandingkan dengan kebutuhan yang ada. Idealnya minimal ada satu SMA/SMA negeri disetiap kecamatan,” katanya.

Selanjutnya, turut disoroti soal nilai tukar petani Sumut. F-PKS memandang bahwa pemerintah daerah harus lebih serius dalam hal ini dan tidak boleh ada monopoli perdagangan atas komoditas yang sebenarnya dikuasai oleh rakyat. Mengingat, mayoritas penduduk Sumut menggantungkan hidupnya sebagai pelaku usaha tani.

“Kemudian berdasarkan laporan dan rekomendasi Panitia Khusus LKPJ, kami menyoroti dan memberikan beberapa catatan penting untuk ditindaklanjuti. Di antaranya, penyajian data capaian kerja dan fakta di lapangan yang menjadi temuan pansus harus valid serta teruji kebenarannya, perlu upaya konkrit untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan aman serta mengurangi kawasan kumuh, upaya lebih komprehensif dalam mengatasi pencemaran air Danau Toba sehingga dapat mendukung program pariwisata nasional,” terang Misno.

Di samping itu, sambung dia, perlu ada upaya evaluasi terhadap banyaknya pelaksana tugas dan rangkap jabatan pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumut, evaluasi terkait MoU dengan beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di Sumut, serta memerhatikan kesejahteraan guru yang berada di bawah naungan pemprov.

“Terakhir, kami berharap seluruh saran, masukan, dan pertanyaan yang disampaikan bisa mempertajam gambaran pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilakukan Pemprovsu seperti yang tercermin dalam LKPJ gubernur TA 2019,” harapnya.

Pihaknya tak lupa memberikan apresiasi kepada Gubsu dan Wagubsu Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, atas perolehan opini WTP dari BPK RI 2020 tersebut.

“Hal ini merupakan langkah baik dalam mewujudkan good governance dan clean governance di lingkungan Pemprovsu. Kami menilai Gubsu telah meletakkan pondasi-pondasi dasar pembangunan Sumut yang berkelanjutan pada posisi yang tepat,” pungkasnya. (prn/ila)

Miris, Tak Dapat JPS, Guru Honorer Non PNS Bukan Kriteria Sejahtera

Ilustrasi: Guru honorer saat demo soal upah/gaji mereka beberapa waktu lalu. Mereka bukan termasuk sejahtera, namun tidak mendapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). istimewa/sumut pos.
Ilustrasi: Guru honorer saat demo soal upah/gaji mereka beberapa waktu lalu. Mereka bukan termasuk sejahtera, namun tidak mendapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). istimewa/sumut pos.
Ilustrasi: Guru honorer  saat demo soal upah/gaji mereka beberapa waktu lalu. Mereka bukan termasuk sejahtera, namun tidak mendapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS).  istimewa/sumut pos.
Ilustrasi: Guru honorer saat demo soal upah/gaji mereka beberapa waktu lalu. Mereka bukan termasuk sejahtera, namun tidak mendapat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Permasalahan penanggulangan wabah Covid-19 tak ayal telah menimbulkan polemik dalam kehidupan bangsa ini. Salah satunya adalah dalam hal penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS). Bahkan, guru honorer dan non PNS yang bukan masuk kriteria sejahtera justru tidak mendapat bantuan JPS. Miris!.

Wakil Ketua Pansus Covid-19 DPRD Sumut, Ahmad Hadian Kardiadinata mengatakan, kriteria penerima JPS ini di setiap daerah diketahui tidak sama, tergantung kebijakan dari kepala daerah masing-masing.

“Dengan banyaknya masyarakat yang terdampak secara ekonomi dan munculnya orang miskin baru akibat pembatasan sosial dan terhentinya kegiatan ekonomi telah membuat bingung para pengambil kebijakan di negeri ini. Salah satunya dalam menetapkan kriteria siapa yang berhak menerima bantuan JPS khususnya yang selain bantuan pusat yang telah berjalan (PKH, BPNT dan Prakerja),” kata Ahmad Hadian Kardiadinata kepada Sumut Pos, Kamis (18/6).

Diungkapkannya, di beberapa kabupaten/kota muncul surat edaran kepala daerah terkait ini. Di antaranya, ada yang melarang para tenaga honor sekolah (TKS) yang gajinya dibayar dari pemerintah untuk menerima JPS. Akibatnya banyak guru honorer non PNS yang mengeluh dan menyebutkan ini sebagai tidak memenuhi rasa keadilan. “Sebenarnya mereka (guru honorer non PNS) ini termasuk ke dalam kelompok masyarakat yang sangat terdampak ekonomi dari wabah Covid-19 ini. Ini sungguh miris,” ujarnya.

Hadian mengatakan, memang benar bahwa mereka mendapat gaji dari pemerintah melalui APBN. Namun besarannya minim dan masih di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK), kecuali mereka yang sudah menerima dana sertifikasi bulanan sebesar Rp1,5 juta.

“Kalau yang ini bolehlah, penghasilan mereka dari honor bulanan ditambah dengan dana sertifikasi ini sudah mendekati UMK. Tapi bagi yang belum bersertifikat tentunya sangat jauh dari kriteria sejahtera,” katanya.

Belum lagi, lanjut dia, honor bulanan mereka itu bersumber dari dana BOS yang cairnya tiga bulan sekali. Jadi ada masa-masa mereka kosong tidak menerima upah.

“Kalau dihitung-hitung kasar saja, para guru honorer non PNS yang belum bersertifikasi ini rata-rata paling tinggi menerima honor bulanannya maksimal Rp1,5 juta saja. Itu pun setelah diakumulasikan dari honor bulanan yang hanya maksimal Rp1 juta bahkan banyak yang hanya menerima Rp 500 ribu atau kurang dari itu per bulannya,” ujar politisi PKS tersebut.

Sebab honor mereka, kata dia, ditentukan oleh banyaknya murid di sekolahnya. Untuk sekolah-sekolah favorit yang muridnya banyak mereka bisa bergaji lumayan, namun sekolah yang muridnya sedikit mereka rata-rata menerima gaji berkisar 500 ribuan saja bahkan dibawah itu.

“Sangat miris. Makanya banyak guru honorer yang pontang-panting mencari tambahan di luar jam mengajar mereka. Ada yang mengajar les privat, ojek on line, berladang dan lain sebagainya. Sehingga, konsentrasi mereka terbagi dan tidak fokus kepada aktifitas mengajar di sekolahnya,” paparnya.

Menurut dia, bagaimana kualitas pendidikan di Sumut akan baik jika guru-gurunya saja tidak sejahtera seperti itu. Padahal diharapkan pendidikan jadi ujung tombak pembentukan generasi yang lebih baik untuk melanjutkan kehidupan bangsa ini ke depan. “Jadi ibarat pepatah, jauh panggang dari api untuk merealisasikan harapan tersebut,” katanya.

Kembali kepada pokok permasalahan, lanjutnya, guru honorer non PNS dengan honor maksimal hanya Rp1 juta yang notabene di bawah UMK (Rp2,5-Rp2,7 juta), maka mereka ini termasuk kepada golongan orang miskin yang sepatutnya mendapat perhatian pemerintah.

Terkhusus dalam kondisi wabah seperti ini, mereka telah pula kehilangan mata pencaharian tambahan. Oleh karenanya para kepala daerah hendaknya bijaksana dalam menentukan kebijakan terkait bantuan JPS ini.

“Sesungguhnya sangat mudah untuk mendapatkan data siapa saja guru-guru non PNS yang terdampak. Datanya semua ada pada Dinas Pendidikan, mana guru non PNS yang sudah bersertifikasi mana yang belum, berapa honor bulanan mereka juga datanya ada di sana atau disetiap sekolah,” ungkapnya.

Diakui dia, bukan hanya guru honorer non PNS saja yang mengalami nasib seperti ini. Tapi juga termasuk para TKS di semua instansi pemerintah. Mereka menggantungkan nafkahnya melalui pekerjaannya itu, di mana mereka harus bekerja seharian di situ dan tidak bisa beraktivitas lain.

“Jadi kesimpulannya, tidak semua yang menerima honor dari pemerintah itu sudah sejahtera, masih banyak yang jauh dari kata layak. Pemerintah harus bijak dan adil dalam menyikapi hal ini. Khususnya dalam masa pandemi covid ini nasib mereka makin memprihatinkan. Maka mereka sebenarnya layak memperoleh bantuan JPS,” pungkas mantan guru non PNS tersebut. (prn/ila)