DIPARIT: Mayat Djabue Panjaitan ditemukan warga di parit.
DIPARIT: Mayat Djabue Panjaitan ditemukan warga di parit.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Dr Mansyur digegerkan dengan penemuan mayat Djabue Panjaitan (51) di dalam parit Gang Sehat Jalan Dr Mansyur, Medan, Kamis (11/6), pukul 06.30WIB. Djabue warga Jalan Dr Sofyan no 44, Kelurahan Padang Bulan.
Fandi (36) warga setempat menuturkan, penemuan mayat tersebut berawal saat hendak mencuci mobil. Kemudian saksi Fandi mendengar deburan suara air yang sangat deras dikarenakan pada malam harinya hujan turun dengan derasnya.
Fandi langsung melihat ke arah parit tersebut. Ia terkejut karena melihat ada tangan manusia yang menyembul dari dalam parit. Ketika dilihat lebih dekat, ternyata adalah sesosok mayat laki-laki dengan mengenakan pakaian kaos berkerah warna hitam dan merah, serta celana panjang berwarna coklat tua. Di tangan kanan mayat tersebut, juga mengenakan jam tangan dengan tali warna coklat.
“Aku pas mau nyuci mobil, pas aku udah siap-siap mau nyemprot mobil dengan air kran, ku dengar suara air parit kok deras kali, aku melongok ke arah parit, ku lihat kok ada tangan manusia, penasaran aku keluar rumah, rupanya ada sesosok tubuh manusia tergeletak di dalam parit. Aku langsung nelpon kepala lingkungan (Kepling) setempat dan memberitahukan kalau ada orang tergeletak di dekat parit gang Sehat, dan mungkin kepling langsung nelepon Polisi yang datang tak beberapa lama,” ujar Fandi kepada sejumlah wartawan di lokasi.
Menurutnya, jika dilihat dari kondisi mayat itu mungkin karena sakit, karena tak ada luka atau bekas kekerasan dan diduga ia meninggal dunia karena tercebur ke parit.
Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi membenarkan hal tersebut. Ia mengungkapkan, mayat tersebut ditemukan pertama kali oleh warga setempat bernama Fandi, yang kemudian dilaporkan ke saksi berikutnya bernama Sigit.
Kemudian, lanjutnya, Sigit melapor ke kepala lingkungan (kepling) setempat soal penemuan mayat yang bernama Djabue Panjaitan (51) tersebut. Polisi kemudian datang ke lokasi kejadian. Yasir menyebutkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Semua barang milik korban, juga tidak ada yang hilang.
“Ada riwayat sakit dan tidak ditemukan tanda tanda aniaya di tubuh korban, barang bawaannya juga semua ada,” tukasnya. (mag-1)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) belum memberlakukan new normal atau kehidupan normal baru, Universitas Sumatera Utara (USU) telah menerapkannya. Namun, skema new normal itu masih dilakukan secara terbatas terhadap di lingkungan kampus.
Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu mengakui, di Kampus USU sudah mulai menerapkan new normal secara terbatas. Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) civitas akademika USU masuk kerja dengan skema fifty-fifty.
Artinya, 50 persen ASN masuk kerja selama tiga hari pada pekan pertama. Pekan kedua, 50 persen lagi ASN masuk kerja selama tiga hari, yang belum masuk pada pekan pertama. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Mendikbud Nomor 20/2020.
“Dalam edaran tersebut dijelaskan, bahwa 50 persen ASN masuk pada Senin, Selasa, dan Rabu. Kemudian, Kamis dan Jumat bekerja dari rumah. Lalu, pada pekan berikutnya ASN yang belum masuk pada pekan sebelumnya maka masuk bekerja pada Senin, Selasa, dan Rabu. Pada Kamis dan Jumat bekerja dari rumah,” ujar Runtung saat diwawancarai di Rumah Sakit USU, Selasa (9/6).
Meski begitu, kata Runtung, ASN yang masuk kerja secara bergiliran ini berusia hanya sampai 45 tahun. Sedangkan bagi yang berumur lebih dari 45 tahun tetap bekerja dari rumah. “Semua kegiatan akademik yang bisa memanfaatkan teknologi dilakukan secara online. Skema ini berlaku sampai ada instruksi terbaru dari Mendikbud ataupun Menpan-RB,” ungkapnya.
Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, Runtung menyebutkan, ia mengaku sudah melakukan rapat dengan seluruh rektor perguruan tinggi negeri di Indonesia secara online. Dalam rapat tersebut, membahas bagaimana sistem penerimaan mahasiswa baru di masa pandemi ini.
“Sejauh ini, kita masih menunggu masukan dari ketua LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Rencananya, besok (hari ini, red) akan dilakukan rapat secara daring. Jadi, Selasa baru bisa diketahui apa yang harus dilakukan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru pada masa pandemi Covid-19,” sebut dia.
Ia mengaku, jika tetap memaksakan menghadirkan calon mahasiswa baru untuk datang ke kampus, maka tentu melanggar protokol kesehatan. Sebab, mengumpulkan masssa dalam jumlah banyak ini jelas berbahaya dan menjadi pusat penyebaran virus corona.
“Apabila nantinya sudah selesai proses penerimaan mahasiswa baru ini, mereka yang lolos seleksi dan diterima menjadi mahasiswa baru maka pada minggu pertama perkuliahan sekitar September 2020 maka tetap menunggu intruksi lanjut dari Mendikbud ataupun Menpan-RB. Jika instruksi telah disampaikan misalnya perkuliahan secara daring, tentu kita akan laksanakan seperti itu,” tukasnya sembari menambahkan, sementara yang tidak bisa dilakukan secara daring yaitu praktikum di laboratorium maka dilakukan secara bergiliran. Selain itu, dikurangi jumlahnya agar tidak terjadi kerumunan dalam jumlah besar. (ris/azw)
PSMS Medan sudah kembali menggelar latihan perdana di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, Senin (8/6) lalu. Skuad Ayam Kinantan sempat libur 2 bulan lebih, karena kompetisi dihentikan sementara akibat pandemi virus corona di Tanah Air.
Latihan ini pun masih didominasi para pemain yang berdomisili di Kota Medan dan sekitarnya. Dan dipimpin Pelatih Fisik Ardi Nusri, serta Pelatih Kiper M Halim.
Dalam latihan yang bakal digelar 3 kali dalam sepekan itu, Ardi fokus membenahi 2 hal mendasar dari sepak bola, yakni daya tahan dan kekuatan.
“Saya mau perbaiki endurance dan power para pemain. Karena 2 hal ini merupakan basic penting dalam bersepak bola,” ungkap Ardi, Selasa (9/6) lalu.
Meski mengambil alih sesi latihan sementara saat ini, Ardi tetap berkoordinasi dengan Pelatih Philip Hansen. Namun dia mengaku, tidak ada instruksi khusus dari sang pelatih.
“Untuk menu program latihan, belum ada diberikan oleh Coach Philip. Karena kan memang belum mengarah ke sana. Saya sebagai pelatih fisik fokus membenahi fisik pemain dulu,” jelasnya.
Selain itu, dia tetap mengimbau kepada para pemain yang dari luar Kota Medan, agar tetap berlatih mandiri. Minimal menjaga kebugaran, karena Ardi tak mau menginstruksikan pemainnya berlatih kecepatan.
“Buat yang di luar tetap saya koordinasi lewat grup WhatsApp. Saya imbau tetap jaga kebugaran, enggak usah latihan yang mengarah ke speed, tapi jaga endurence saja,” katanya.
Sementara itu, terkait adanya wacana PSSI meminta setiap klub memainkan pemain U-20 di tiap pertandingan, membuat Pelatih Kiper M Halim dilema. Dia pun harus segera menentukan pilihan utama di posisi tersebut.
Seperti diketahui, Kiper PSMS Adi Satryo, diproyeksikan untuk memperkuat Timnas U-20 pada Piala Dunia U-20 2021 mendatang. Jika tidak dimainkan di tiap laga Ayam Kinantan, maka jam terbangnya akan sangat minim. Sementara itu, PSMS juga butuh sosok kiper yang berpengalaman dalam kompetisi Liga 2.
“Di antara 3 kiper yang ada, saya rasa tidak ada masalah. Saya berani menurunkan seorang di antara mereka. Cuma si Adi saja yang memang masih minim pengalaman, karena paling muda. Tinggal mental dia saja yang perlu diperkuat, dan memang butuh ditambah jam terbangnya,” ujar Halim, Rabu (10/6).
Jika nantinya kompetisi mewajibkan pemain U-20, Halim juga tak mau menurunkan Adi setengah pertandingan. Dia harus memilih seorang kiper yang siap diturunkan sepanjang laga, sesuai strategi pelatih.
“Saya enggak mau coba-coba. Jika saat ujicoba bolehlah ganti-gantian kipernya. Di babak pertama yang main Rohim dan babak kedua diganti Adi. Tapi kalau kompetisi, kami tidak bisa coba-coba seperti itu,” tegasnya.
“Jadi nanti saat ujicoba, akan dilihat siapa yang pantas. Karena berbeda saat latihan, ujicoba, dan pertandingan sesungguhnya. Mungkin nanti saat ujicoba bisa diuji mental si Adi,” pungkas Halim. (tnc/saz)
JAKARTA- PT Sharp Electronics Indonesia memberikan gebrakan terhadap pasar ponsel pintar Indonesia dengan meluncurkan produk-produk dengan fitur yang belum pernah ada sebelumnya.
Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka mengatakan pasar ponsel pintar di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa untuk tumbuh dan berkembang, Sharp Indonesia pun kini memiliki produk-produk dengan teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) dimana guna menunjang performanya membutuhkan ponsel pintar dalam pengoperasiannya, bertepatan dengan hari jadinya yang ke limapuluh tahun di Indonesia.
“Kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dengan menambah lini baru bisnisnya dengan masuk ke dalam pasar ponsel,” ujarnya.
Setelah meluncurkan Sharp Aquos V beberapa waktu lalu, di kuartal kedua tahun 2020, Sharp Indonesia (SEID) kembali meluncurkan ponsel pintar terbarunya, yaitu Sharp Aquos Zero 2 dan Sharp Aquos R3. Berupaya untuk menggebrak pasar, Sharp Aquos Zero 2 menghadirkan spesifikasi yang belum pernah ada di Indonesia maupun di dunia. Mencatatkan diri sebagai produk ponsel teringan di dunia, hanya memiliki berat 141 gram, Sharp Aquos Zero 2 di lengkapi dengan layar refresh rate 240 Hz yang juga pertama di dunia dan didukung touch sampling rate 240Hz layar OLED 6,4 inci dengan respon cepat.
Sharp Aquos R3 sendiri merupakan ponsel pintar yang memiliki fitur Pro IGZO Reality Display, yang dapat menampilkan 1 milyar warna berbeda dengan resolusi 3.120 x 1.440 pixel.
Memiliki refresh rate layar 120 Hz, ponsel ini didukung fitur ProPix2 AI Reality Camera yang memiliki teknologi untuk mengatur white balance, brightness, dan contrast secara otomatis. Hal ini dapat memberikan hasil foto dan video sesuai dengan warna aslinya, selain itu fitur ini juga menggunakan image stabilization sehingga mencegah hasil yang blurry.
Kedua smartphone ini masing-masing akan dibuka sistem pre-order yang akan dibuka pada 25 Juni – 8 Juli 2020 secara eksklusif melalui partner e-commerce Shopee, dengan harga Sharp Aquos Zero dibanderol seharga Rp 12.999.000. Pada pembelian di masa pre-order ini konsumen akan mendapatkan bonus berupa gratis 1 unit LED TV Sharp Aquos Android TV with Google Assistant 32″, Buy Back hingga Rp 5.000.000 pada pembelian ponsel Sharp berikutnya, dan garansi setiap ponsel yang rusak akan diganti dengan yang baru*.
Begitu pula dengan pre-order dari Sharp Aquos R3, dengan banderol seharga Rp 10.999.000 pada pembelian masa ini akan mendapatkan 1 unit LED TV Sharp Aquos IIOTO 24″, 1 unit Sharp Aquos Sound Partner ANSS 1, Buy Back hingga Rp 5.000.000 pada pembelian ponsel Sharp berikutnya, dan garansi setiap ponsel yang rusak akan diganti dengan yang baru. (rel/ram)
TANAM: Manajemen Epson saat menanam mangrove di kawasan Jakarta.
TANAM: Manajemen Epson saat menanam mangrove di kawasan Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Marketing Communication & PR Manager Epson Indonesia,Nolly Dhanurendra, menyebutkan momen hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada tiap 5 Juni menjadikan komitmen kuat perusahaannya untuk mengusung visi Epson 2050 mengurangi emisi karbon sekecil mungkin pada perusahaannya.
Sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB atau yang sering disebut Sustainable Development Goals (SDG’s) yang memiliki beberapa target, Epson fokus pada pengentasan kemiskinan dan pelestarian lingkungan hidup dan pada 18 tahun terakhir Epson fokus pada kemiskinan.
Saat ini hingga ke depan Epson juga akan menambah fokus pada kelestarian lingkungan. Sejumlah kegiatan pelestarian lingkungan dilakukan seperti penanaman mangrove di TWA Pantai Indah Kapuk bersama sekolah-sekolah di Jakarta.
“Selain itu Epson juga melakukan kerjasama pemilahan sampah dengan sejumlah sekolah, melakukan pendidikan pemilahan sampah organik dan non-organik dari tingkat awal akan sangat berguna kedepannya,“kata Nolly melalui pesan whatsapp Jumat (5/6).
Selain fokus pada kemiskinan dan lingkungan hidup dalam produksi produk-produknya Epson menekankan produk yang simpel, ringkas dan compatible sehingga tidak banyak memakan ruang. Ini penting guna menekan jumlah laju emisi karbon terutama dalam pengiriman barang menggunakan kendaraan.
“Pandemi covid-19 juga menyadarkan kita bersama bahwa alam yang lestari justru menjadi penyelamat manusia, hutan, sungai yang bersih tumpuan terakhir kita dalam menyiapkan ketahanan pangan di masa pandemi bila berlangsung lama,” tambah dia.
Ia tegaskan, ini saatnya untuk kembali ke alam. “Di Epson fokus kami tidak hanya pada perlindungan iklim dan keanekaragaman hayati tetapi kepada keberlanjutan dan siklus ekonomi sebagai pendekatan komprehensif,” tutupnya. (rel/ram)
VIRTUAL: Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim (tengah) saat menjawab pertanyaan wartawan pada temu pers secara virtual di Jakarta, Rabu (10/6).
VIRTUAL: Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim (tengah) saat menjawab pertanyaan wartawan pada temu pers secara virtual di Jakarta, Rabu (10/6).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Untuk memastikan pelanggan mendapatkan kuota yang cukup, Smartfren meluncurkan Eksklusif Membership Pertama di Indonesia ‘Power Up’ yang memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengatur sendiri pengalaman internet sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pelanggan tidak perlu khawatir karena tidak akan kehilangan kuota dengan fitur data rollover. Pelanggan akan diberikan dua pilihan kuota utama sesuai kebutuhan data dan tiga pilihan kuota add-on ditambah dengan bonus kuota progresif yang berlimpah hingga 3 GB.
Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, mengatakan Smartfren berharap Power Up akan membantu pelanggan dalam memaksimalkan peluang mereka dalam dunia digital.
“Power Up merupakan Eksklusif Membership plan yang mengutamakan metode keanggotaan dengan didasari paket utama yang memiliki masa aktif 168 hari, ketersediaan nomor favorit yang dapat dipilih oleh pelanggan, bonus kuota progresif yang didapatkan dari setiap transaksi pembelian paket add-on. POWER UP ditujukan untuk calon pelanggan yang mengedepankan penggunaan data yang bisa diatur sesuai keinginan,” ujarnya pada acara temu media secara virtual di Jakarta, Rabu (10/6).
Untuk bergabung dan mendaftar sebagai anggota Power Up hanya bisa diperoleh secara online di www.smartfren.com/powerup atau di aplikasi MySmartfren yang dapat diunduh di App Store ataupun Google Play Store.
Kartu perdana yang sudah dipesan akan langsung dikirimkan ke alamat pelanggan.
Paket keanggotaan Power Up hadir dengan dua pilihan, yaitu POWER UP 12GB seharga Rp68.000,- pelanggan akan mendapatkan kuota 2GB selama 6 x 28 hari, sedangkan di periode keenam, pelanggan akan mendapatkan 3GB.
Untuk Power Up 24GB seharga Rp118.000,- pelanggan akan mendapatkan kuota 4GB selama 6 x 28 hari, di periode 28 hari terakhir, pelanggan akan mendapatkan 5GB. Sedangkan pilihan paket add-on yang disediakan, antara lain: Paket add-on 4GB seharga Rp28.000, Paket add-on 8GB seharga Rp48.000,- dan Paket add-on 16GB seharga Rp78.000. Selain itu juga tersedia beberapa paket booster untuk aplikasi seperti Youtube, Zoom, TikTok, Instagram, dan Netflix.
Pembelian kuota add-on pertama akan mendapat tambahan bonus kuota sebesar 1GB, pembelian kuota add-on kedua akan mendapatkan bonus kuota sebesar 2GB, dan pembelian add-on ketiga dan seterusnya akan mendapatkan bonus kuota sebesar 3GB. Syarat untuk mendapatkan bonus progresif sangat mudah, waktu pembelian antar add-on tidak boleh lebih dari 28 hari.
Jika pelanggan melakukan pembelian antar add-on lebih dari 28 hari, maka bonus progresif akan kembali ke 1GB.
Semakin sering member Power Up melakukan pembelian kuota add-on, maka bonus kuota progresif akan semakin banyak. Tidak ada lagi batasan kuota malam atau kuota utama. Pengguna akan nyaman karena data yang digunakan adalah real internet kuota yang dapat dipakai selama 24 jam dan bisa digunakan di aplikasi apapun.
Jika masih ada sisa kuota add-on di 28 hari pertama, sisa kuota tersebut akan rollover ke periode berikutnya, tanpa khawatir kehilangan sisa kuota. Selain itu sisa kuota yang tersedia di 28 hari periode akhir dapat ditukarkan kembali dalam bentuk SmartPoin, dengan besaran 1GB ditukar dengan 1000 SmartPoin. Setiap member Power Up langsung berhak mendapatkan keanggotaan tingkat elit (Elite Rewards) di SmartPoin. (rel/ram)
SERTIFIKAT: Lurah Belawan Bahari, Sonang Siang saat memberikan sertifikat kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokwadis) di Belawan.
facril/sumut pos
SERTIFIKAT: Lurah Belawan Bahari, Sonang Siang saat memberikan sertifikat kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokwadis) di Belawan.
facril/sumut pos
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 mengembangkan kampung wisata ramah anak di Lingkungan XII Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Medan.
Dalam pengembangannya, Pelindo 1 bersama Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan (FK PUSPA) telah melakukan program kegiatan penghijauan melalui pertanian hidroponik, menyediakan fasilitas rumah baca, mengembangkan program usaha ternak lele dan batik daun ecoprint, dan program layanan kesehatan termasuk untuk penanggulangan Covid-19.
Selain itu, Pelindo 1 membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kampung Wisata Ramah Anak sebagai upaya pengembangan masyarakat untuk lebih peduli dalam membangun kampungnya sebagai kampung wisata yang kemudian mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Deklarasi Pokdarwis ini dihadiri oleh VP Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Pelindo 1 Fatimah Zuhra, VP Public Relations Pelindo 1 Fiona Sari Utami, Lurah Belawan Bahari Sonang Saing, dan Ketua FK PUSPA Sumatera Utara Misran Lubis.
“Kampung Ramah Anak di Belawan Bahari ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata di kota Medan, khususnya untuk daerah Belawan. Sehingga Pelindo 1 hadir untuk mendukung kampung ini menjadi kampung wisata dengan membangun sarana juga mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di kampung ini salah satunya dengan membentuk Pokdarwis,” terang VP PKBL Pelindo 1, Fatimah Zuhra, Rabu (10/6).
Fatimah Zuhra menjelaskan bahwa pengembangan kampung ini akan dilakukan dengan menata kawasan ini sebagai destinasi wisata bahari dengan menyiapkan tenaga pemandu yang kompeten, memanfaatkan sumber daya alam untuk dijadikan cendera mata dan kuliner, menyediakan layanan transportasi seperti perahu untuk mengitari sungai, serta edukasi dengan menyediakan homestay agar para wisatawan dapat melihat aktivitas dan kehidupan masyarakat sekitar.
“Kami juga akan memberikan pelatihan kepada para pengurus Pokdarwis. Harapannya, Pokdarwis ini mampu menjadi contoh bagi semua masyarakat di sini untuk terampil dalam mengelola kampungnya sebagai kampung wisata sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang Fatimah Zuhra.
Lurah Belawan Bahari, Sonang Siang menjelaskan bahwa pengembangan kampung ini menjadi kampung wisata disambut baik oleh masyarakat.
“Kami berharap dengan kampung ini menjadi kampung wisata akan banyak mengundang wisatawan sehingga bisa memicu pengembangan perekonomian masyarakat ke depannya,” terangnya..
Kampung ramah anak di Bahar Belawan ini pernah memperoleh penghargaan Juara III PKK Kota Medan dan penganugerahan kampung wisata ramah anak Sumatera Utara.
VP Public Relations Pelindo 1 Fiona Sari Utami menambahkan bahwa dukungan Pelindo 1 dalam mengembangkan kampung wisata ramah anak ini menjadi salah satu wujud kepedulian Pelindo 1 melalui program Bina Lingkungannya.
“Pelindo 1 terus berkomitmen untuk terus memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya, khususnya wilayah Belawan. Harapannya, kemajuan Pelindo 1 akan selalu diiringi dengan meningkatknya kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (fac/ram)
BERSAMA: CEO Regional I Sumatera Wono Budi Tjahyono (kanan) bersama rekan kerja.
BERSAMA: CEO Regional I Sumatera Wono Budi Tjahyono (kanan) bersama rekan kerja.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri Regional I Sumatera telah melakukan rapid test ribuan karyawan di wilayah kerjanya. Alhasil, 16 karyawan dinayatakan reaktif.
CEO Regional I Sumatera Wono Budi Tjahyono menjelaskan ke-16 karyawan yang sempat reaktif dalam rapid test digelar 2-6 Juni 2020. Kemudian, dilakukan tes swab.
“Secara total karyawan ada 1600 dan 16 reaktif. Tes swab, 10 negatif. Kita tunggu sisanya,” ungkapnya di Gedung Bank Mandiri di Jalan Pulau Pinang, Kota Medan, Rabu (10/6).
Wono menjelaskan rapid test terhadap karyawan pelayanan perbank itu, dilakukan dalam rangka menjalankan tahapan menuju new normal. Selain itu, rapid test juga dimaksudkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada nasabah maupun para pegawai.
Selanjutnya, bank plat merah itu juga menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas pelayanan dan bekerja. Wono juga mengaku selama pandemi ini mereka melakukan penutupan terhadap 18 cabang di bawah regional mereka. Cabang-cabang yang ditutup ini, sedang dipersiapkan untuk dibuka kembali.
Ia mengungkapkan, ada beberapa tahapan yang dilakukan Bank Mandiri menuju new normal. Tahap pertama adalah menyiapkan infrastruktur pendukung protokol kesehatan untuk new normal. Lalu selanjutnya mereka juga melakukan sortir pegawai yang masuk kerja.
Ia menyebutkan untuk karyawan berusia 45 atau 50 tahun ke atas yang punya penyakit tertentu disarankan untuk di rumah sementara yang lain tetap bekerja. Disamping itu, mereka juga terus mengedukasi masyarakat dan nasabah untuk menggunakan transaksi online.
“Tahap ketiga, kita akan buka cabang-cabang yang sempat kita tutup. Sekitar 20 persen, 18 cabang diseluruh region (tutup). Sehingha nanti diharapkan di bulan Juli pemerintah menerapkan new normal secara full, nanti kita siap untuk itu,” kata Wono.
Untuk diketahui, Satu orang pegawai Bank Mandiri sempat ditemukan positif Covid-19 sebelum ini. Namun menurut Wono, saat ini yang bersangkutan sudah sehat dan telah kembali bekerja.(gus/ram)
MEREKAM
TUGAS:
Orangtua merekam anak-anaknya mengisi tugas-tugas sekolahnya melalui ponsel atau belajar secara online.
MEREKAM
TUGAS:
Orangtua merekam anak-anaknya mengisi tugas-tugas sekolahnya melalui ponsel atau belajar secara online.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terus berkembang di tanah air, termasuk di Kota Medan. Hal ini membuat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi belum mengizinkan kembalinya proses belajar mengajar di sekolah. Khususnya di Kota Medan sebagai kabupaten/kota dengan tingkat penularan tertinggi di Sumut.
Pimpinan DPRD Medan, H Rajuddin Sagala menyatakan sikapnya yang sangat setuju dengan pernyataan Gubsu tersebut. Menurutnya, situasi saat ini sangat tidak memungkinkan untuk siswa kembali melakukan proses belajar di lingkungan sekolah.
“Sangat tidak memungkinkan untuk siswa kembali ke sekolah saat ini, dimana justru peningkatan pasien positif Covid-19 di Kota Medan sedang naik-naiknya. Itu terbukti juga dari data yang kita peroleh dari gugus tugas, jumlah pasien positif sudah di atas 400 pasien. Tak hanya itu, sekarang semua kecamatan juga sudah zona merah,” ucap Rajuddin kepada Sumut Pos, Rabu (10/6).
Dikatakan Rajuddin, saat ini sistem daring memang selayaknya untuk dilanjutkan kembali hingga situasi kembali normal.
Namun Rajuddin menegaskan, Pemko Medan harus mulai memperhatikan kondisi masyarakat yang masih mengalami keterpurukan ekonomi karena pandemi Covid-19. Nyatanya, sistem belajar daring tetap mewajibkan masyarakat untuk membayar SPP anak-anaknya yang berstatus siswa sekolah, terutama di sekolah-sekolah swasta.
“Belajar daring bukan berarti tak bayar SPP, orangtua yang saat ini sedang terpuruk ekonominya tetap harus dibebani SPP anak-anaknya yang jumlahnya tidak sedikit. Di sini Pemko harus mengambil perannya, Pemko harus bisa memberi solusi,” tegasnya.
Rajuddin menyebutkan, tak ada yang bisa disalahkan dalam kondisi ini. Sebab, pihak yayasan sekolah swasta juga punya beban untuk membayar gaji para guru mereka. Bila tidak SPP, maka pihak sekolah diprediksi tidak akan mempunyai membayar gaji para guru mereka yang juga merupakan masyarakat yang terkena dampak sosial.
“Maka pihak sekolah dan orangtua siswa harus dipertemukan dulu untuk duduk bersama, setidaknya pihak yayasan diminta untuk memberikan dispensasi berupa potongan SPP. Sebab tak semua orangtua siswa di sekolah swasta itu masyarakat mampu, faktanya cukup banyak masyarakat menengah ke bawah yang anaknya sekolah di sekolah-sekolah swasta,” katanya.
Tak hanya itu, Rajuddin juga meminta kepada Pemko Medan untuk mulai melakukan pendataan masyarakat miskin secara valid mulai saat ini. Nantinya data itu harus di update dan diserahkan ke Kemensos agar masyarakat Kota Medan dapat menerima bantuan-bantuan sosial dari pemerintah pusat.
“Saya baru-baru ini dari Kemensos di Jakarta, Kemensos justru bilang mereka tidak dapat data warga miskin terbaru dari Dinsos Medan. Katanya sudah lama data itu tidak diperbaharui, padahal ada banyak bantuan sosial yang bisa didapatkan warga Medan dari pemerintah pusat bila data itu terus di update. Salah satunya Kartu Indonesia Pintar, itu tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Kota Medan,” tegasnya.
Terpisah, anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah juga mengatakan pihaknya belum setuju bila proses belajar mengajar kembali dilakukan di lingkungan sekolah dalam waktu dekat. Dengan alasan yang sama dengan yang dikatakan Rajuddin, Afif justru menegaskan agar pihak sekolah swasta juga harus bisa mengambil kebijakam untuk memotong biaya SPP minimal 50 persen dari biaya normal.
“50 persen itu minimal, artinya bisa lebih dari itu. Pemko harus memfasilitasi ini, bagaimana caranya agar orangtua siswa bisa mendapatkan kompensasi berupa keringanan,” ujarnya kepada Sumut Pos, Rabu (10/6).
Selain itu, jelas Afif, Pemko Medan juga masih punya banyak cara untuk bisa meringankan beban SPP yang harus dibayarkan orangtua ke pihak sekolah. Di antaranya, bila anggaran mencukupi, maka Pemko Medan bisa memberikan subsidi biaya SPP yang diambil dari anggaran Covid-19 Kota Medan.
“Kalau biaya makan hewan di Medan Zoo saja bisa diambil dari anggaran Covid-19, maka tidak tertutup kemungkinan anggaran itu juga bisa memberikan subsidi untuk SPP siswa sekolah di Kota Medan. Karena jelas, orangtua siswa juga terkena dampak sosial pandemi ini. Kita siap memfasilitasi hal itu bila nilai anggarannya memungkinkan,” jelasnya.
Terkahir, Afif menegaskan, dirinya meminta pihak sekolah di Kota Medan, baik negeri maupun swasta untuk tidak lagi membebani orangtua siswa saat ini dengan biaya-biaya tambahan lainnya.
“Membayar SPP saja sekarang orangtua siswa sudah berat rasanya, apalagi biaya-biaya lainnya. Ingat, tak semua orangtua siswa di sekolah swasta itu merupakan masyarakat mampu. Apalagi dengan adanya Covid-19 ini, yang mampu saja merasa berat apalagi yang memang sejak awal memang keluarga menengah ke bawah,” pungkasnya.(map/azw)
UNJUK RASA: Sejumlah karyawan Unibis membentang spanduk memprotes PHK di Belawan.
fachril/sumu tpos
UNJUK RASA: Sejumlah karyawan Unibis membentang spanduk memprotes PHK di Belawan.
fachril/sumu tpos
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan karyawan PT Unibis melakukan unjuk rasa di depan perusahaan tersebut di Jalan KL Yos Sudarso, Km 7,5, Kelurahan Tanjungmulia, Kecamatan Medan Deli, Rabu (10/6) pukul 09.30 WIB.
Puluhan karyawan membentang poster dan spanduk tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kota Medan menuntut hak normatif.
Para karyawan keberatan dengan sikap pihak perusahaan yang melakukan PHK sepihak menjelang Hari Raya Idul Fitri dan tidak mengeluarkan THR. Bahkan diberlakukan kerja di luar jam kerja dengan tidak menghitung lembur dengan alasan kelebihan produksi.
Selain itu, jumlah tenaga SDM tidak sebanding dengan kapasitas produksi mesin. Sehingga pemotongan gaji terjadi saat mangkir seperti pemotongan dalam bentuk denda.
“Kami ini demo, karena ini tidak adanya uang makan bagi beberapa karyawan. Ini telah melanggar surat edaran Kepmenaker 1990 yang sudah lazim dilakukan beberapa perusahaan,” ungkap seorang karyawan, Budiman.
Perusahaan yang telah berlakukan sistem shift kerja tidak jelas dengan tidak mempertimbangkan waktu kerja, sehingga keamanan karyawan terhadap waktu berangkat dan pulang.
“Terkadang waktu kerja kami tidak jelas, selain itu pembayaran gaji kami sering terlambat dan tidak sesuai dengan jadwal. Makanya kami tuntut hak normatif,” cetusnya.
Ia menjadi satu karyawan yang dipecat secara tiba – tiba belun diberikan haknya, dengan tegas ia bersama teman-temannya akan menuntut terus hak yang belum dibayarkan perusahaan tersebut.
“Banyak yang dipecat, belum lagi yang dari biro jasa. Pemecetan berlangsung menjelang lebaran. Tapi pesangon tidak diberikan, bahkan gaji setiap bulan dipotong Rp170 ribu hingga Rp236 ribu, semoga pemerintah dapat menindak perusahaan ini,” keluh Budiman di lokasi..
Sementara, Ketua DPC PPMI Kota Medan, Awalludin Pane mengatakan, pihaknya sudah melaporkan PT Unibis ke Gubernur Sumatera Utara melalui Unit Pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara Wilayah I dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan. Harapannya, laporan mereka segera ditindaklanjuti sesuai undang-undang ketenagakerjaan.
“Kalayak ramai harus tahu bahwa perusahaan sebesar seperti Unibis masih melakukan pelanggaran hukum di negeri ini. Kita ingin hukum ditegakkan, agar kesejahteraan buruh. Apalagi saat ini ada wabah Covid-19 dan menjelang lebaran kemarin, tapi perusahaan malah memberikan penderitaan bagi buruhnya,” ucap Awalludin.
Pihak perusahaan yang menjadi sasaran unjuk rasa karyawannya belum bisa dikonfirmasi, sebab perusahaan tidak memperoleh wartawan untuk masuk ke perusahaan. (fac/azw)