26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 4260

Kolaborasi Telkomsel dan Kementerian Agama RI Hadirkan Program Penyediaan Kuota Terjangkau

VP SME Management Telkomsel Ericson Sibagariang saat memaparkan kolaborasi bersama kementerian Agama RI dalam video conference di platform CloudX di Jakarta, Selasa (9/6). Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel berupaya menjadikan Penyediaan Kuota Terjangkau sebagai inisiatif yang tidak hanya mampu mendukung upaya bersama dalam menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat di sektor pendidikan melalui penerapan kegiatan pembelajaran jarak jauh.
VP SME Management Telkomsel Ericson Sibagariang saat memaparkan kolaborasi bersama kementerian Agama RI dalam video conference di platform CloudX di Jakarta, Selasa (9/6). Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel berupaya menjadikan Penyediaan Kuota Terjangkau sebagai inisiatif yang tidak hanya mampu mendukung upaya bersama dalam menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat di sektor pendidikan melalui penerapan kegiatan pembelajaran jarak jauh.

– Telkomsel berkolaborasi dengan Kementerian Agama meluncurkan program penyediaan Kuota Terjangkau sebagai inisiatif bagi para pelajar, tenaga pengajar, dan karyawan madrasah untuk mendapatkan paket kuota data terjangkau sekaligus membantu institusi terkait dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh.

Program tersebut sudah tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah sederajat TK sampai SMA di seluruh Indonesia.

– Penyediaan Kuota Terjangkau sejalan dengan semangat Telkomsel dalam memaknai usia ke-25 dengan menemani masyarakat beradaptasi terhadap cara-cara baru yang didukung pemanfaatan teknologi untuk menjalani berbagai kegiatan di seluruh sektor kehidup

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel bersama Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan kolaborasi bersama dengan menghadirkan program “Penyediaan Kuota Terjangkau”. Inisiatif tersebut bertujuan untuk  mendukung berbagai tingkat Pendidikan institusi Madrasah di seluruh Indonesia dalam mengimplementasikan kegiatan belajar mengajar secara online, sekaligus memberikan para pelajar, tenaga pengajar, dan karyawan pilihan paket kuoata data khusus dengan harga terjangkau, di saat penuh tantangan seperti masa pendemi COVID-19 sekarang. Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran Program Penyediaan Kuota Terjangkau Telkomsel untuk Madrasah yang diselenggarakan secara virtual bersama Kemenag RI platform CloudX pada 4 Juni 2020, di Jakarta.

VP SME Management Telkomsel Ericson Sibagariang mengatakan, “Telkomsel menyambut baik kolaborasi bersama Kementerian Agama RI untuk memperkuat upaya gotong royong dalam menghadirkan solusi yang dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah dalam beradaptasi terhadap dinamika kehidupan, terutama sebagai dampak pandemi COVID-19 di Indonesia yang mengharuskan masyarakat untuk meprioritaskan aktivitas seperti belajar, bekerja dan beribadah di rumah. Sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan, Telkomsel berupaya menjadikan Penyediaan Kuota Terjangkau sebagai inisiatif yang tidak hanya mampu mendukung upaya bersama dalam menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat di sektor pendidikan melalui penerapan kegiatan pembelajaran jarak jauh, namun juga dapat meningkatkan ekosistem literasi digital di sektor pendidikan secara lebih intensif dan berkelanjutan.”

Direktur KSKK Madrasah, Ditjen Pendis Kemenag RI, Ahmad Umar mengatakan, “Kerjasama ini sebagai salah satu upaya Kemenag dalam merespon tantangan  keberlangsungan pembelajaran di madrasah pada era New Normal. Sinergi strategis ini diharapkan dapat memudahkan akses pembelajaran siswa sekaligus meringankan beban orang tua dalam menghadapi dampak ekonomi pandemi Covid-19.”

Ericson menambahkan, terdapat dua pilihan paket data yang tersedia di dalam program Penyediaan Kuota Terjangkau, yaitu Society Package dan Bulk PackageSociety Package merupakan paket data untuk pengajar dan tenaga pendidikan lainnya yang ada di lingkungan Madrasah dengan pilihan besaran kuota mulai dari 10 GB dan harga mulai dari Rp40.000. Sedangkan Bulk Package dapat dibeli oleh pengelola Madrasah dan memberikan ragam pilihan kuota data di dalamnya untuk para pelajar, baik itu yang menggunakan layanan prabayar maupun pascabayar Telkomsel. Selain menyediakan kuota internet, Bulk Package juga menghadirkan paket kuota data layanan CloudX, yakni solusi komunikasi terintegrasi berbasis teknologi cloud dari Telkomsel, yang dapat digunakan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para siswa-siswi dalam menjalani kegiatan belajar jarak jauh melalui fitur virtual conference.

Penyediaan Kuota Terjangkau tersedia bagi lebih dari 80 ribu madrasah di seluruh Indonesia sebagai hasil kolaborasi dari Telkomsel bersama Kementerian Agama. Berbagai tingkat madrasah dapat menerima manfaat dari inisiatif tersebut, mulai dari tingkatan Raudhatul Athfal (setara TK), Madrasah Ibtidaiyah (setara SD), Madrasah Tsanawiyah (setara SMP), hingga Madrasah Aliyah (setara SMA).

“Kami berharap, solusi yang dihadirkan Telkomsel bersama Kementerian Agama RI ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh elemen di berbagai tingkatan Madrasah di seluruh penjuru negeri. Komitmen ini juga menjadi kelanjutan keseriuan Telkomsel dalam mengembangkan unit bisnis Telkomsel Enterprise yang memiliki fokus untuk berkolaborasi dengan pelanggan dari sektor UMKM, Korporasi dan Institusi Pemerintahan. Telkomsel juga sekaligus mengajak semua pihak untuk bergotong royong dalam memperkuat upaya solidaritas ini, sejalan dengan upaya Telkomsel memaknai usia ke-25 dengan terus bergerak maju bersama Indonesia, yang senantiasa hadir menemani masyarakat beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang tidak terhindarkan di setiap fase kehidupan.” tutup Ericson.

Bagi pengelola Madrasah yang ingin mendapatkan manfaat dari program Penyediaan Kuota Terjangkau ini bagi para pengajar, tenaga pendidikan dan pelajar yang berada di lingkungannya, dapat mengakses informasi lebih lanjut dan mengajukan pendaftaran melalui tsel.me/paketmadrasah.

15 Rumah Terbakar di Pasar Meranti

TERBAKAR: Api melalap rumah di Jalan Punak kawasan Pasar Meranti Medan, Rabu (10/6)
TERBAKAR: Api melalap rumah di Jalan Punak kawasan Pasar Meranti Medan, Rabu (10/6)
TERBAKAR: Api melalap rumah di Jalan Punak kawasan Pasar Meranti Medan, Rabu (10/6)
TERBAKAR: Api melalap rumah di Jalan Punak kawasan Pasar Meranti Medan, Rabu (10/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – SEBANYAK 15 rumah di Jalan Punak kawasan Pasar Meranti Kota Medan kebakaran, Rabu (10/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah petugas dari Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) pun langsung turun ke lokasi guna memadamkan api yang terus merembet ke rumah-rumah lainnya di kawasan padat penduduk tersebut.

“Iya, kebakaran di Pasar Meranti. Terakhir kita data ada 15 rumah yang terbakar, ada 6 rumah yang harus dirusak agar kebakaran tidak semakin meluas,” ucap Kepala Dinas P2K Kota Medan, Albon Sidauruk kepada Sumut Pos, Rabu (10/6)n

Dikatakan Albon, pihaknya mendapatkan kabar kebakaran tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Dinas P2K pun langsung menurunkan para personelnya dengan 13 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dikerahkan dari berbagai UPT.

“Beberapa menit dari laporan yang kita terima, personel kita turun dengan 13 unit damkar ke lokasi,” ujarnya.

Albon mengakui, pihaknya sempat mengalami kesulitan dalam memadamkan api. Di antaranya, kondisi lokasi kebakaran yang terjadi di dalam gang yang sulit ditempuh oleh mobil Damkar milik Dinas P2K Kota Medan. Karena hal itu, pihaknya harus terlebih dahulu menyambung selang guna dapat menjangkau lokasi kebakaran.

“Rumahnya juga rumah-rumah semi permanen, jadi cepat sekali dilalap api. Selain itu, rumahnya itu juga sebagai tempat usaha, barang-barang dagangan yang ada didalamnya seperti kertas pembungkus hingga dupa juga membuat api tidak mudah dipadamkan. Apinya jadi seperti sekam, harus betul-betul padam sampai ke bawah. Api berhasil kita padamkan sekitar pukul 12.00 WIB, termasuk proses pendinginan,” jelasnya.

Diterangkan Albon, sampai kemarin, pihaknya belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran tersebut.

“Api muncul dari rumah yang dijadikan kos-kosan. Saat kejadian, baik pemilik kos maupun penghuni kos tidak ada di lokasi. Jadi sementara ini belum bisa disimpulkan dari mana sumber api dirumah itu berasal,” terangnya.

Bersyukur, atas peristiwa itu tidak ada ditemukan korban jiwa maupun korban luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit.

“Sedangkan untuk total kerugian, sampai saat ini kita taksir di atas Rp1 miliar,” pungkasnya.

Sementara, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing mengaku, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran yang terjadi. Belum bisa dipastikan apakah api berasal dari kasur atau bisa saja akibat hubungan arus pendek listrik.

“Kita telah menurunkan sejumlah personel untuk berperan aktif membantu petugas pemadam kebakaran. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan untuk mengetahui secara pasti,” ujarnya singkat. (map/azw)

Anggaran Dinas PU Dipotong 83 Persen, Hanya Tersisa Proyek Sicanang dan Pemeliharaan

PROYEK SICANANG: Sejumlah kendaraan melintas di jembatan Sicanang Belawan, beberapa waktu lalu.
PROYEK SICANANG: Sejumlah kendaraan melintas di jembatan Sicanang Belawan, beberapa waktu lalu.
PROYEK SICANANG: Sejumlah kendaraan melintas di jembatan Sicanang Belawan, beberapa waktu lalu.
PROYEK SICANANG: Sejumlah kendaraan melintas di jembatan Sicanang Belawan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan mengaku telah kehilangan banyak anggarannya di tahun ini akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang belum kunjung berakhir.

Refocusing anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemerintah Kota (Pemko) Medan pun terpaksa harus dilakukan untuk dialokasikan sebagai anggaran percepatan penanganan Covid-19 di Kota Medan.

Pelaksana tugas (Plt) Kadis PU Kota Medan, Zulfansyah Ali Syahputra ST MEng menyebutkan, setidaknya Pemko Medan telah melakukan pemotongan anggaran sebanyak 3 kali. Terakhir, Pemko Medan telah memotong anggaran Dinas PU Kota Medan hingga 83 persen.

“Awalnya dipotong 66 persen, lalu kedua dipotong jadi 76 persen dan sekarang sudah dipotong jadi 83 persen,” ucap Zulfansyah saat ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya di Balai Kota Medan, Rabu (10/6).

Kabag Pembangunan Pemko Medan itu juga menuturkan, pemotongan itu juga belum final. Rencananya Pemko Medan akan melakukan pemotongan anggaran kembali atau pemotongan tahap ke-4. “Ya ada kemungkinan jumlah 83 persen itu masih akan bertambah lagi,” ujarnya.

Dijelaskan Zulfansyah, Dinas PU awalnya memiliki anggaran senilai Rp529 miliar. Artinya bila saat ini saja anggaran itu sudah dipotong 83 persen, maka saat ini Dinas PU tinggal memiliki anggaran sekitar Rp89,9 miliar. Dengan jumlah itu, Zulfansyah mengaku pihaknya tidak lagi dapat mengerjakan paket proyek apapun selain pembangunan jembatan titi dua Sicanang Belawan.

“Dari awal Pemko Medan tetap memperjuangkan agar jembatan itu tetap dibangun, sebab jembatan itu memang sangat vital bagi masyarakat disana. Kita menilai urgensinya dan kemanfaatannya,” jelasnya.

Untuk prosesnya, Zulfansyah menyebutkan telah masuk dalam tahap proses lelang.

“Pembebasan lahan sudah hampir klir, sudah tandatangan persetujuan dan lain-lain. Segera dikerjakan begitu proses lelang selesai seluruhnya. Tinggal (Jembatan Titi Dua Sicanang) itu lah proyek pembangunan fisik Dinas PU tahun ini dari 138 paket proyek yang direncanakan. Artinya ada 137 paket proyek yang harus ditunda dulu,” jawabnya.

Selebihnya, kata Zulfansyah, pihaknya hanya tinggal melakukan pemeliharan jalan, terkhusus jalan aspal di Kota Medan, walaupun anggaran pembelian aspal juga dipangkas untuk tahun ini dari Rp9 miliar menjadi Rp2,9 miliar.

“Tinggal pemeliharaan aja, penambalan-penambalan. Lalu prioritas kita saat ini dengan anggaran yang tersisa ini adalah menormalisasi saluran-saluran kecil seperti drainase dan gorong-gorong supaya tidak ada genangan, apalagi sekarang musim hujan ini. Walaupun tidak bisa maksimal, tapi akan kita optimalkan,” pungkasnya.(map/azw)

Pemko Medan Bagi-bagi Laptop dan Ipad ke Dewan, Habiskan Anggaran Rp1,4 M

ASUS VivoBook merupakan kombinasi sempurna antara performa dan keindahan. Laptop yang hadir dalam pilihan warna yang elegan ini diberikan finishing yang premium dan diperkuat prosesor Intel Core i5 generasi ke-8.
ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Di saat rakyat berjuang melawan keterpurukan ekonomi akibat dampak sosial Covid-19, 50 orang wakil rakyat di DPRD Medan justru segera menikmati fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakui Sekretariat DPRD Medan. Fasilitas yang diberikan kepada wakil rakyat tersebut berupa ipad/tablet dan laptop diketahui sudah tiba di Gedung DPRD Medan, Selasa (9/6) yang lalu.

Anggaran pengadaan laptop dan iPad pun tidak termasuk kegiatan yang dirasionalisasi untuk penanganan Covid-19, karena permintaan dewan. Padahal, saat ini sejumlah organsiasi perangkat daerah (OPD) di Pemko Medan justru kehilangan banyak sekali anggarannya yang seharusnya dapat dipergunakan untuk pembangunan di Kota Medan.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat DPRD Medan, Andi Syukur Harahap mengatakan, pihaknya memang sudah memesan laptop atau iPad tersebut untuk anggota dewan sejak beberapa bulan yang lalu. Persisnya, sebelum pandemi Covid-19 melanda Kota Medan.

“Ipad itu untuk menunjang aplikasi manajemen kerja, agar anggota dewan berada, utusan administrasi, surat menyurat, jadwal kegiatan, informasi, dan sebagainya bisa diakses dengan mudah,” ucapnya, Rabu (10/6).

Dikatakan Andi, proses pengadaan laptop dan iPad dilakukan secara elektronik melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). “Harganya sesuai e-Katalog, tidak ada permainan di sana karena melalui LKPP,” katanya.

Menurutnya, setiap periode anggota dewan akan mendapat fasilitas berupa laptop. “Periode sebelumnya itu hanya laptop, untuk periode ini ditambah dengan iPad. Sekarang sudah zaman teknologi, ini juga dalam rangka mengurangi penggunaan kertas. Beberapa daerah lain bahkan sudah duluan melakukan hal ini,” ungkapnya.

Andi mengatakan, fasilitas laptop beserta iPad yang diberikan kepada anggota dewan merupakan inventaris dari Sekretariat DPRD. “Jadi begitu masa jabatan berakhir, iPad dan laptopnya akan kita tarik kembali,” ucapnya.

Sementara untuk penyerahan laptop dan iPad tersebut, jelas Andi, baru akan mereka lakukan ketika keduanya tiba.

Informasi yang dihimpun, iPad yang diberikan kepada anggota dewan adalah jenis Samsung S6 senilai Rp6.645.000, dan laptop merek HP seharga Rp22.350.000 atau totalnya Rp 28.995.000. Jika dikalikan 50 anggota dewan maka total biaya yang dihabiskan lebih dari Rp1,4 Miliar.

Selain mendapat laptop dan IPad, anggota DPRD Medan juga akan mendapatkan fasilitas asisten pribadi yang akan bertugas mengurusi administrasi setiap anggota dewan. “Jadi di setiap ruangan anggota dewan akan ada asisten pribadinya masing-masing,” ucapnya.

Andi mengaku, asisten pribadi tersebut tidak direkrut secara khusus, namun dengan manfaatkan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang sudah ada di lingkungan Sekretariat DPRD Medan saat ini.

“Tugas asisten pribadi itu mengatur jadwal, apa saja kegiatan anggota dewan. Selama inikan tidak ada, makanya difasilitasi,” ungkapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan, H Rajuddin Sagala justru mengaku belum mengetahui jika anggota dewan di DPRD Medan akan dapat fasilitas berupa tablet dan Laptop yang dimaksud. “Saya belum tahu soal itu, saya sendiri belum dapat soalnya,” kata Rajuddin.

Namun, ia menilai pemberian fasilitas tersebut justru akan membantu kinerja anggota legislatif di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau di tengah situasi seperti ini, itu sangat membantu, karena rapat paripurna dan RDP kan memang melalui virtual, jadi kinerja anggota DPRD bisa terbantu dengan adanya fasilitas itu. Selain itu, tidak semua handphone yang dimiliki teman-teman itu bagus, jadi bisa memudahkan kinerja legislatif juga di tengah pandemi ini. Jadi tidak harus ketemu secara fisik juga,” pungkasnya.(map/azw)

Ijeck Ajak Masyarakat Berkebun di Pekarangan Rumah

POSE: Wagubsu Musa Rajekshah berfoto di dekat jantung pisang yang tumbuh di badan pohon (kanan)
POSE: Wagubsu Musa Rajekshah berfoto di dekat jantung pisang yang tumbuh di badan pohon (kanan)
POSE: Wagubsu Musa Rajekshah berfoto di dekat jantung pisang yang tumbuh di badan pohon (kanan)
POSE: Wagubsu Musa Rajekshah berfoto di dekat jantung pisang yang tumbuh di badan pohon (kanan)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ada yang unik dari salah satu pohon pisang yang tumbuh di pekarangan rumah milik Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Musa Rajeckshah alias Ijeck. Sebab tak seperti pohon pisang pada lazimnya yang berbuah di bagian atas, pohon pisang yang berada di pekarangan sisi kanan rumah Ijeck ini tumbuh di tengah badan pohon.

Hal itu dapat terlihat dengan munculnya jantung pisang yang bakal menjadi pisang itu tumbuh di bagian tengah badan pohon.

Ditemui Sumut Pos di pekarangan rumahnya di kawasan Komplek Cemara Asri Kota Medan, dengan bangga Ijeck menunjukkan pohon pisang yang telah ditanamnya sejak satu setengah tahun yang lalu itu. Ijeck justru mengaku, ia baru mengetahui hal unik itu sekitar satu minggu yang lalu.

“Saya baru tahu sekitar seminggu yang lalu, ini jelas unik, berbeda dengan pohon pisang pada umumnya,” ucap Ijeck kepada Sumut Pos, Rabu (10/6).

Ijeck menjelaskan, bibit pohon pisang itu berasal dari daerah Mandailing Natal (Madina), yang di daerah asalnya dikenal dengan jenis pisang sipinang.

Ijeck mengaku tak menyangka bahwa akan terjadi hal unik pada pohon pisang sipinang tersebut. Sebab, sebelumnya pohon pisang serumpun yang ada di sebelahnya sudah pernah berbuah dalam kondisi normal, yakni berbuah di bagian atas pohon.

“Ini sudah buah kedua. Yang pertama buahnya normal, buahnya kecil-kecil,” katanya.

Namun di buah yang kedua ini, kata Ijeck, jantung pisang justru keluar dari bagian tengah batangnya.

“Baru ini pertama saya lihat pohon pisang begini, tentunya ini kan tidak biasa, ini unik. Kita jaga pohon ini, bukan hanya karena unik tapi juga karena saya memang suka bercocok tanam,” katanya.

Intinya, lanjut Ijeck, ia berupaya memanfaatkan pekarangan yang ada di sekitar rumahnya dengan menanam pohon-pohon yang dinilainya bermanfaat. Ia juga turut mengajak masyarakat Sumatera Utara untuk melakukan hal yang sama.

Ajakan berkebun dengan menanam di pekarangan rumah ini, sambung Ijeck, juga sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di Sumut. “Kita akan dorong hal itu, baik bagi masyarakat di perkotaan maupun di pedesaan,” sambungnya.

Apalagi dalam kondisi Covid-19 yang masih melanda Sumut sampai saat ini, Ijeck berharap agar masyarakat mau menanam pepohonan ataupun tanaman lainnya yang bisa tumbuh di pekarangan rumahnya. Lalu mengkonsumsi buah atau tanaman tersebut untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau imunitas masyarakat di tengah pandemi.

“Misalnya dengan menanam tanaman yang bisa dikonsumsi untuk meningkatkan imunitas hidup dan sebagai apotek hidup,” pungkasnya.(map/azw)

RPPMAS Salurkan Bantuan Rp5 Miliar untuk Pembangunan Masjid Agung

DONASI: Ketua RPPMAS, dr Sonda Sari Batubara menyerahkan donasi Rp5 miliar kepada Ketua Umum Pembangunan Masjid Agung Sumut, Edy Rahmayadi. didampingi Wakil Ketua Umum Musa idishah, dan Penasehat RPPMAS, Nawal Edy Rahmayadi, Selasa (9/6/20).
DONASI: Ketua RPPMAS, dr Sonda Sari Batubara menyerahkan donasi Rp5 miliar kepada Ketua Umum Pembangunan Masjid Agung Sumut, Edy Rahmayadi. didampingi Wakil Ketua Umum Musa idishah, dan Penasehat RPPMAS, Nawal Edy Rahmayadi, Selasa (9/6/20).
DONASI: Ketua RPPMAS, dr Sonda Sari Batubara menyerahkan donasi Rp5 miliar kepada Ketua Umum Pembangunan Masjid Agung Sumut, Edy Rahmayadi.  didampingi Wakil Ketua Umum Musa idishah, dan Penasehat RPPMAS, Nawal Edy Rahmayadi, Selasa (9/6/20).
DONASI: Ketua RPPMAS, dr Sonda Sari Batubara menyerahkan donasi Rp5 miliar kepada Ketua Umum Pembangunan Masjid Agung Sumut, Edy Rahmayadi. didampingi Wakil Ketua Umum Musa idishah, dan Penasehat RPPMAS, Nawal Edy Rahmayadi, Selasa (9/6/20).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Perempuan Pembangunan Masjid Agung Sumut (RPPMAS) kembali menyalurkan bantuan sebesar Rp5 miliar untuk pembangunan Masjid Agung Medan kepada Gubsu Edy Rahmayadi, selaku Ketua Umum Pembangunan di area Masjid Agung, Selasa (9/6) siang.

Ketua RPPMAS, dr Hj Sonda Sari Batubara, kepada wartawan sesaat sebelum menyerahkan donasi tersebut, mengungkapkan bahwa RPPMAS ini dibentuk dan dikukuhkan Gubsu Edy Rahmayadi meniadi wadah atau ormas resmi sekira setahun lalu tepatnya pada 13 Mei 2019.

“Wadah ini berdiri didasari pikiran atau ide, apa peran ibu-ibu yang bisa berkontribusi dalam pembangunan Masjid Agung. Alhamdulillah, dalam setahun ini kita sudah menyerahkan dua kali bantuan. Pertama, sebesar Rp1 miliar dan hari ini, Rp5 miliar. Dalam waktu dekat ini akan kami serahkan Rp2 miliar lagi,” kata Sonda.

Saat ini, ungkap Sonda, jumlah anggota RPPMAS sebanyak 25 orang, yang berasal dari ibu-ibu pengajian yang juga ada pengusaha, tapi kebanyakan ibu rumahtangga. “Kami juga punya wadah dakwah, pendidikan. Dan kami ingin mengajak masyarakat Sumut khususnya kaum ‘emak-emak’ ikut bersama-sama bergabung untuk memakmurkan masjid,” ujar Sonda seraya menambahkan, akan membentuk RPPMAS di kabupaten/kota di Sumut.

Sonda didampingi pengurus lainnya menjelaskan, dana ini mereka himpun dari internal pengurus RPPMAS, dari Gubsu, Wagubsu dan ASN yang menyisihkan gajinya, dari sekolah-sekolah, konser amal, kemudian dari tabligh akbar yang menghadirkan Ustad Abdul Somad dan Ustadah Oki Setiana Dewi, serta perusahaan swasta yang sukarela membantu.

“Kami ingin masyarakat Sumut berpartisipasi, sehingga akan menjadi bangga memiliki Masjid Agung ini. Bukan dilihat dari jumlahnya, tapi keikhlasannya,” tuturnya.

Nah, bagi masyarakat yang tak tahu kemana menyalurkan bantuan, wadah ini bisa menjadi tempat menyalurannya,” jelas Sonda.

Ia menambahkan, sekarang ini pihaknya fokus menggalang dana kepada pengusaha-pengusaha asal Sumut yang berada di luar daerah. “Kita sudah bangun komunikasi, dan Alhamdulillah sudah ada yang menjanjikan. Tinggal transfer saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pembangunan Masjid Agung Sumut, Edy Rahmayadi, mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada para relawan yang tergabung dalam RPPMAS. “Insya Allah niat relawan akan memberikan berkah. Syukron buat para relawan, Allah yang akan membalas semua ini,” ujar Edy Rahmayadi, usai menerima bantuan.

Edy mengatakan, proses pembangunan Masjid Agung yang sudah mencapai 60 persen, merupakan motivasi untuk rakyat Sumatera Utara. Diharapkan, masyarakat terus dapat memberikan bantuan untuk pembangunan masjid yang akan menjadi salah satu ikon di Sumatera Utara nantinya.

Saat penyerahanan donasi tersebut, turut hadir Wakil Ketua Umum Pembangunan Masjid Agung Sumut, Musa Idishah, Penasehat RPPMAS, Nawal Edy Rahmayadi, pengurus RPPMAS, dan BKM Masjid Agung.

Usai acara penyerahan bantuan, Edy Rahmayadi, Musa Idishah, ketua dan pengurus RPPMAS, BKM Masjid Agung, berkesempatan melakukan peninjauan progres pembangunan Masjid Agung.(adz/azw)

Kasus Kekerasan Terhadap Pekerja YASU, Serikat Buruh Minta Polisi Serius Tangani Kasus Korban

JENGUK: Para pengurus Serikat Buruh (pekerja) saat menjenguk karyawan YASU yang mengalami tindakan kekerasan beberapa waktu yang lalu. istimewa/sumu tpos
JENGUK: Para pengurus Serikat Buruh (pekerja) saat menjenguk karyawan YASU yang mengalami tindakan kekerasan beberapa waktu yang lalu. istimewa/sumu tpos
JENGUK: Para pengurus Serikat Buruh (pekerja) saat menjenguk karyawan YASU yang mengalami tindakan kekerasan beberapa waktu yang lalu. istimewa/sumu tpos
JENGUK: Para pengurus Serikat Buruh (pekerja) saat menjenguk karyawan YASU yang mengalami tindakan kekerasan beberapa waktu yang lalu. istimewa/sumu tpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah Pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Sumatera Utara (Sumut) mengunjungi seorang pekerja yang mengalami tindakan kekerasan, yang kini sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit swasta di Kota Medan, Senin (8/6). Hal ini sebagai bentuk solidaritas antar sesama pekerja.

Para pengurus Serikat Buruh/Serikat Pekerja itu diwakili Ramlan Hutabarat selaku Ketua Korwil KSBSI Sumut, Ramlan Hutabarat, Ketua FSB Garteks Medan Deli Serdang / Bendahara Korwil KSBSI Sumut , Paraduan Pakpahan dan Ketua Konsolidasi SBSI 1992 Sumut , Drs Erwin Manalu.

“Tujuan kami ke rumah sakit untuk menjenguk sekaligus mencari informasi langsung dari korban Suprat Yono alias Suprat yang merupakan karyawan YASU (Yayasan Apindo Sumatera Utara), yang dikabarkan mengalami kekerasan fisik saat bertugas oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Gapoktan,” ujar Paraduan Pakpahan SH.

Menurut Paraduan, Suprat merupakan bagian dari pekerja/buruh. Sehingga ini menjadi perhatian kita. “Sebagai solidaritas serikat pekerja/serikat buruh kita berharap proses hukum yang telah dilaporkan korban ke polisi dapat segara diproses dan ditindaklanjuti. Karena laporannya sudah dilakukan pada 1 Juni 2020,” ucap Paraduan.

Ketua Korwil KSBSI Sumut, Ramlan Hutabarat juga mendorong pihak Polsek Pantai Cermin dan Polres Serdangbedagai (Sergai) untuk serius menindaklanjuti laporan kekerasan yang dialami buruh/pekerja. “Kejadian kekerasan dan kriminalitas yang dialami buruh/pekerja di Sumut harus menjadi sorotan Bapak Kapoldasu, yang diharapkan jangan sampai terulang lagi,” mintanya.

Jika, Polsek Pantai Cermin dan Polres Sergai tidak serius menangani kasus laporan kekerasan yang dialami pekerja/buruh, sebut Ramlan, pihaknya beserta rekan-rekan serikat buruh/pekerja akan menindaklanjuti kasus ini hingga ke Bapak Kapolda Sumut.

“Sangat disesalkan masih terjadinya kekerasan dan tindak kriminalitas terhadap pekerja/buruh saat dalam bertugas. Kejadian ini tidak dapat dibiarkan, ini sudah masuk katagori pelanggaran HAM,” beber Erwin Manalu yang juga Penasehat Kontras Sumut.

Erwin Manalu juga berharap sama aparat penegak hukum, untuk segera mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan terhadap pekerja YASU.

“Ini adalah ‘PR’ yang sangat serius bagi kepolisian untuk mengungkap dan menangkap pelakunya. Jangan sampai kasus ini melempem, kita akan terus memonitor perkembangan kasus ini,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Suprat dari Kantor Hukum Apindosu Lajo Parmate, Surya Adinata mengungkapkan, kasus kekerasan penganiayaan kliennya sudah dilaporkan ke Polsek Pantai Cermin pada 1 Juni 2020 dengan nomor STPL/33/VI/2020/SB.Cermin.

“Akibat kekerasan itu korban mengalami luka yang cukup parah dan kini menjalani perawatan medis lanjutan di salah satu rumah sakit swasta Kota Medan dan sebelumnya sudah sempat opname di Rumah Sakit Melati di Perbaungan hampir satu minggu,” ujarnya.

Namun Surya sangat menyayangkan, proses lanjutan laporan hukum kliennya belum menemukan tanda-tanda, karena berkas visum yang harusnya melengkapi laporan polisinya belum diambil oleh Polsek Pantai Cermin. 

“Harusnya berkas visum dari medis secara hukum telah diambil oleh pihak polisi sebagai tanda ditindaklanjuti berkas laporannya. Kita berharap, kasus korban segera diproses dan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” minta Surya, mantan Direktur LBH Medan.

Koordinator YASU, H. Suryadi, SH membeberkan, Suprat merupakan karyawan YASU yang bertugas sebagai petugas pengawas terhadap para petani binaan YASU di lokasi Desa Naga Kisar Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Sergai. 

“Saat bertugas mengawasi lahan petani binaan yang dikelola YASU, korban bersama rekannya didatangi oleh sekitar 60 orang yang mengaku dari Gapoktan Naga Jaya. Terjadi adu agrumen hingga pemukulan serta penganiayaan terhadap pekerja YASU,” ujarnya.

“Kekerasan fisik yang terjadi sangat kita sayangkan. Karena sebelumnya antara Gapoktan Naga Jaya dan PT Lubuk Naga serta YASU telah sepakat menjaga kedamaian di Desa Naga Kisar yang telah dituangkan dalam berita acara rapat yang dimediasi dan disaksikan Muspika Pantai Cermin pada tanggal 23 April 2020,” ungkapnya. (rel/ram)

Pencairan BST Tahap II Masih Berkerumun

BERKERUMUN: Para KPM berkerumun menunggu panggilan untuk pencairan BST tahap II di Kantor Pos Tebingtinggi.
BERKERUMUN: Para KPM berkerumun menunggu panggilan untuk pencairan BST tahap II di Kantor Pos Tebingtinggi.
BERKERUMUN: Para KPM berkerumun menunggu panggilan untuk pencairan BST tahap II di  Kantor Pos Tebingtinggi.
BERKERUMUN: Para KPM berkerumun menunggu panggilan untuk pencairan BST tahap II di Kantor Pos Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap II di PT Kantor Pos Cabang Kota Tebingtinggi, belum melaksanakan Phisycal distancing. Para keluarga penerima manfaat (KPM) masih berkerumun menunggu antrian untuk pencairan, Rabu (10/6).

Amatan Sumut Pos di dua lokasi, tidak tampak tempat cuci tangan dan hand sanitiser, meski petugas Kantor Pos dan KPM sudah memakai masker.

Dalam penyaluran tahap II BST ini, pihak Kantor Pos Tebingtinggi sudah membuat jadwal waktu pengambilan sesuai dengan kelurahan yang ada. Bahkan pihak kepolisian (Bhabinkamtibmas) dan Bhabinsa sempat kewalahan mengatur jarak duduk warga. Salah seorang warga, Sisu (53) warga Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan merasa terbantu dengan adanya bantuan BST dari Kemensos RI. Karena penghasilannya sebagai buruh bangunan sebesar Rp75 ribu per hari tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Sisu menceritakan, dirinya tidak sudah tidak bekerja lagi dari bulan Maret hingga sekarang karena pengusaha proyek perumahan tempatnya bekerja menghentikan pembangunan.

Sementara itu, pihak Kantor Pos Tebingtinggi saat dimintai keterangannya enggan memberikan komentar terkait masih berkerumunnya para KPM saat pencairan BST. (ian/han)

Wakil Wali Kota Tebingtinggi Sampaikan Nota Jawaban ke DPRD

TERIMA: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar ketika memberikan nota jawaban kepada anggota DPRD Tebingtinggi. sopian/sumut pos
TERIMA: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar ketika memberikan nota jawaban kepada anggota DPRD Tebingtinggi. sopian/sumut pos
TERIMA: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar ketika memberikan nota jawaban kepada anggota DPRD Tebingtinggi. sopian/sumut pos
TERIMA: Wakil Wali Kota Tebingtinggi Oki Doni Siregar ketika memberikan nota jawaban kepada anggota DPRD Tebingtinggi. sopian/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota melalui Wakil Wali Kota Tebingtinggi, Oki Doni Siregar menyampaikan nota jawaban terhadap tanggapan fraksi faksi yang ada di DPRD Tebingtinggi terhadap penyampaian nota pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2019, pada sidang paripurna DPRD yang dipimpin oleh Ketua DPRD Basyaruddin Nasution didampingi Wakil Ketua I Muhammad Azwar.

Oki Doni Siregar menyampaikan terima kasih atas saran dan kritik yang disampaikan fraksi fraksi di DPRD dan tentunya ini menjadi perhatian Eksekutif dan menjadi motivasi bagi Eksekutif.

Menurut Oki Doni Siregar, Rabu (10/6), beberapa pertanyaan yang disampaikan fraksi fraksi di antaranya beberapa pendapatan yang berasal dari retrebusi tidak mencapai target, di antaranya retrebusi parkir. “Terkait hal itu, saat ini belum berjalan maksimal, karena masih dalam sosialisasi,” jelas Oki.

Tentang penyertaan modal terhadap PDAM Tirta Bulian, biaya penyertaan modal dalam bentuk perpipaan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan PDAM hanya menerima hibahnya.

Sedangkan untuk penyewaan alat berat yang dikelola Dinas PUPR Kota Tebingtinggi, tidak mencapai target disebabkan karena dari 5 unit alat berat yang dimiliki yang berfungsi hanya 3 unit. (ian/han)

Kepala Puskesmas Merdeka Pecat THL Secara Sepihak

Kepala Puskesmas Merdeka saat dikonfirmasi wartawan.
Kepala Puskesmas Merdeka saat dikonfirmasi wartawan.
Kepala Puskesmas Merdeka saat dikonfirmasi wartawan.
Kepala Puskesmas Merdeka saat dikonfirmasi wartawan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemecatan honorium Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kesehatan Kabupaten Karo oleh Kepala Puskesmas (Kapus) dr Litaria br Sitepu masih menuai protes.

Heppy Veronika Mendrofa Am. Keb merasa ada ketidakadilan terhadap alasan pemecatannya, sehingga masalah pemecatannya diserahkan ke kuasa hukum LBH (Lembaga Bantuan Hukum) DPD IPK (Ikatan Pemuda Karya) Kabupaten Karo.

Pemutusan hubungan kerjanya dikeluarkan oleh Kepala Puskesmas Merdeka Kecamatan Merdeka tertanggal 20 April 2020 dengan alasan tidak memiliki SIK, dan alasan sisa kas operasional bulan Maret 2020 tidak mencukupi untuk memberi honor lagi.

Kepala Puskesmas Merdeka, dr Litaria br Sitepu yang dikonfirmasi pada Selasa (9/6) siang berdalih, pemutusan hubungan kerja dia lakukan karena kas operasional Puskesmas telah habis. Biaya terserap untuk pemasangan Wifi, air, listrik, Alat Tulis Kantor dan Akreditasi Puskesmas

“Bagaimana mungkin saya bisa melanjutkan kalau tidak ada lagi kas, kan tidak mungkin adek yang bayar honornya,” katanya.

Mengenai masalah SIK ( Surat Izin Kerja) itu, menurut Literia diatur dalam UU No 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan bahwa setiap tenaga kesehatan ( medis/paramedis) di wajibkan memiliki SIK.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum Heppy dari LBH DPD IPK. Kab Karo Irwan F Tarigan, SH mengatakan, keberatan terhadap pemecatan sepihak Heppy dengan alasan tak masuk akal.

“Menurut klien kami, alasan pemecatannya semena-mena karena klien kami sudah berniat mengurus SIK sejak lama . Namun persyaratan untuk mengurus adalah Ijazah dan STR (Surat Tanda Registrasi). Sementara ijazah dan STR nya ditahan oleh Kepala Puskesmas. Saat klien kami meminta namun dikatakan hilang oleh Kepala Puskesmas. Dan dua bulan terakhir sebelum pemecatan dikembalikan dengan alasan sudah ditemukan sehingga tidak pantas alasan itu di alaskan untuk memecat klien kami,” tegasnya.

Dan alasan kedua tentang kosongnya kas operasional, bahwa penggajian klien kami dari dana operasional JKN BPJS UPTD Kesehatan Puskesmas Merdeka Tahun Anggaran 2020 juga tidak masuk akal karena sebelumnya dana cukup.

“Jadi upaya yang akan kami lakukan selanjutnya selaku kuasa hukum akan melakukan bipartit terlebih dahulu kepada pihak Dinas Kesehatan dan Kapus Merdeka,” kata Irwan.

Sedangkan Direktur LBH DPD IPK Kab Karo Jesaya Pulungan, SH menambahkan, dengan pemecatan yang semena – mena ini jelas perbuatan melawan hukum terkait Pasal 1365 KUHPerdata dan PP No 53 Tahun 2010, tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kami akan upayakan menggugat secara perdata dengan KUH Perdata dan kami akan lanjutkan kasus ini ke PTUN ( Peradilan Tata Usaha Negara) terkait dengan PHK Heppy Veronika agar dipekerjakan kembali. Dan untuk tindakan disiplin pegawai negeri sipil, kami minta agar instansi terkait menindak tegas Kepala Puskesmas tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Permasalahan pidana kita akan terus mendampingi, yang menurut Kanit Resum beberapa waktu lalu, kita sedang menunggu gelar perkara. Apabila hal ini tidak terjadi kami akan melaporkan kem bali,”tutupnya. (deo/han)