30 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 4359

Pemkab Karo Jamin Ketersediaan Bahan Pokok

SIDAK: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat sidak ke Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo.
SIDAK: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat sidak ke Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo.
SIDAK: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat sidak ke Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo.
SIDAK: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat sidak ke Pasar Kabanjahe, Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Ketua DPRD Iriani Tarigan dan Kapolres AKBP Yustinus Setyo Indriono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pusat Pasar Kabanjahe, Jalan Kapten Bangsi Sembiring, Kabupaten Karo.

Terkelin menjamin, ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap stabil di masa siaga darurat virus corona ini.

“Saya sudah menugaskan Dinas Perdagangan untuk memantau, mengendalikan keadaan kebutuhan pokok di pasar-pasar. Tetap dikendalikan, tidak ada yang bermain dengan menaikkan harga,” tegas Terkelin, Jumat (27/3) lalu.

Sementara Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, memperingatkan, ada ancaman hukuman pidana bagi pelaku penimbunan barang.

“Sudah diatur dengan jelas dan tegas dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, tentang Perdagangan. Pelaku usaha yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan/atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas perdagangan barang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50 miliar,” tegasnya.

Sidak ini turut diikuti Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Karo Martin Sitepu, Asisten Administrasi Umum Mulianta Tarigan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Edison Karokaro, Kepala Dinas Perhubungan Gelora Fajar Purba, Kasatpol PP Hendrik Philemon Tarigan.

Martin Sitepu dengan menggunakan pengeras suara, mengimbau warga yang berada di Pusat Pasar Kabanjahe untuk menjaga jarak. Dia juga me-nyarankan para pedagang untuk menyediakan hand sanitizer. Dan ditegaskannya, dalam masa tanggap darurat penanganan virus corona, Pusat Pasar Kabanjahe akan tetap buka.

“Pusat pasar tetap dibuka, tapi interaksi pedagang dan pembeli maupun antar pembeli harus berjarak satu meter,” jelasnya. (deo/saz)

PAN Deliserdang Hadapi Pandemi Virus Corona, Bagikan Sembako ke Warga Tak Mampu

DIABADIKAN: Ketua DPD PAN Kabupaten Deliserdang Imran Obos, diabadikan sebelum melakukan pembagian sembako kepada warga yang dinilai ekonomi kurang mampu.
DIABADIKAN: Ketua DPD PAN Kabupaten Deliserdang Imran Obos, diabadikan sebelum melakukan pembagian sembako kepada warga yang dinilai ekonomi kurang mampu.
DIABADIKAN: Ketua DPD PAN Kabupaten Deliserdang Imran Obos, diabadikan sebelum melakukan pembagian sembako kepada warga yang dinilai ekonomi kurang mampu.
DIABADIKAN: Ketua DPD PAN Kabupaten Deliserdang Imran Obos, diabadikan sebelum melakukan pembagian sembako kepada warga yang dinilai ekonomi kurang mampu.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Mengurangi himpitan ekonomi masyarakat karena diterapkanya social distancing oleh pemerintah, Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Deliserdang membagikan sembako kepada warga yang dinilai ekonominya tidak mampu.

“Bagi sembako karena kami lihat, ekonomi warga semakin melemah akibat pandemi virus corona ini. Pembagian dilakukan di beberapa, seperti Desa Buntu Bedimbar dan Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Deliserdang, Imran Obos, baru-baru ini. Obos juga mengaku, pembagian sembako tidak bisa banyak.

“Bagi warga lingkungan yang sangat membutuhkanlah yang kami berikan saat ini. Dengan teknis dilakukan pendataan terlebih dulu oleh beberapa tokoh yang dipercaya. Ini khusus warga dengan tingkat ekonomi rendah, yang dinilai terpuruk akibat virus corona,” jelasnya.

“Semua sembako diantarkan ke rumah masing-masing warga. Saat ini tidak bisa warga berkumpul-kumpul. Kami harap sembako ini dapat membantu masyarakat yang ekonominya melemah,” imbuh Obos lagi.

Obos berjanji, dalam waktu dekat akan menghimpun dana dari para tokoh yang mau bersimpati membagi sembako kepada masyarakat kecil di Kabupaten Deliserdang.

“Kami berharap pandemi virus corona ini cepat berlalu, sembari berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala, dan disiplin mengikuti protokol kesehatan WHO,” pungkasnya. (btr/saz)

Pasar Pangkalan Berandan Sepi

SEPI: Suasana Pasar Pangkalanbrandan sangat sepi dari aktivitas jual-beli. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SEPI: Suasana Pasar Pangkalanbrandan sangat sepi dari aktivitas jual-beli. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SEPI: Suasana Pasar Pangkalanbrandan sangat sepi dari aktivitas jual-beli. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS
SEPI: Suasana Pasar Pangkalanbrandan sangat sepi dari aktivitas jual-beli. ILYAS EFFENDY/ SUMUT POS

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Sejak beberapa pekan terakhir, pasar tradisional di Pangkalan Berandan sepi dari pembeli. Hal ini sejak merebaknya virus corona, yang kemudian diperkuat dengan imbauan pemerintah untuk menjauhi keramaian.

Hal ini pun diakui sejumlah ibu rumah tangga. Menurut mereka, biasanya setiap hari suasana di pasar itu terbilang sangat ramai, baik di luar maupun dalam. Sebab yang berbelanja di pasar ini bukan hanya orang Pangkalan Berandan, tapi juga dari Sei Lepan, Berandan Barat, Besutang, dan Pematang Jaya.

“Karena itu, setiap hari mulai habis Salat Subuh, sampai jam 10.00 pagi, pasar ini penuh sesak dengan ibu-ibu yang berbelanja kebutuhannya. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan ini sering macet,” ungkap Betty, seorang ibu rumah tangga di Pangkalan Berandan, Minggu (29/3).

Tapi, sejak virus corona melanda hampir di semua daerah Sumut, termasuk Kabupaten Langkat, dan Pangkalan Berandan, akhirnya para ibu rumah tangga menjadi takut ke luar rumah untuk berbelanja.

“Karena itu, pasar Pangkalan Berandan yang biasanya ramai, padat, dan penuh sesak, kini menjadi sepi dan tak ada pembeli,” imbuh Betty.

Sementara itu, Sintong Sihombing dan beberapa pedagang kaki lima (PKL), mengaku, virus corona ini memang sangat besar dam- paknya terhadap pendapatan mereka.

“Biasanya di tempat kami berjualan selalu ramai pembeli, dan dagangan yang kami jual selalu habis. Tapi sejak perkembangan virus corona yang sudah sampai ke mana-mana ini, masyarakat pun menjadi takut belanja ke pasar. Dan ini sangat berdampak negatif bagi kami,” katanya.

Dia juga mengaku, baru kondisi seperti ini saja mereka sudah kelimpungan, karena dagangan tidak laku.

“Bagaimana kalau sempat pemerintah nanti tidak lagi mengizinkan warga ke luar rumah, karena mewabahnya virus corona? Bisa-bisa kami para PKL di Pangkalan Berandan ini, mati terduduk, karena tak ada pembeli,” keluh Sintong.

Hal senadan diungkapkan Saiman, pedagang bakso di Pasar Tradisional Pangkalan Berandan. Dia mengaku, sejak sebulan terakhir, omzet penjualannya terus menurun dan cendrung anjlok.

“Biasanya beberapa bulan lalu, omzet kami tinggi dan bisa sedikit menabung. Kini jangankan menabung untuk bayar ini dan itu, untuk makan dan bayar sewa tempat saja tak dapat. Karena orang-orang takut masuk warung untuk beli bakso,” bebernya.

“Semoga saja wabah virus corona ini segera berakhir, agar kami para pedagang kecil ini bisa berdagang seperti biasa, dan bisa hidup sebagaimana layaknya,” harap Saiman. (yas/saz)

PT KAI Kurangi Perjalanan, 54 Rute Kereta Api Sumut Dibatalkan

MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.
MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.
MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan. Akibat wabah Corona, PT KAI Divisi Regional I Sumut menyetop perjalanan Medan-Binjai.
MENUNGGU: Penumpang kereta api saat menunggu ketibaan kereta api di Stasiun Besar KA Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dampak pandemi virus corona membuat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, membatalkan atau mengurangi frekuensi perjalanan kereta api jarak jauh, lokal, hingga ke Bandara Internasional Kualanamu. Pengurangan perjalanan ini, dilakukan PT KAI sebagai bentuk mengurangi mobilitas masyarakat dengan jumlah besar, untuk mencegah penyebaran virus corona.

Hal ini diungkapkan Vice President PT KAI Divre I Sumut Daniel Johannes Hutabarat. Dengan keputusan tersebut, tercatat ada 54 perjalanan kereta api di Sumut dibatalkan atau dikurangi. Dan ini berlaku sejak 29 Maret-3 April 2020, mendatang.

“PT KAI Divre I Sumut secara bertahap mengurangi perjalanan kereta api jarak jauh dan lokal sebanyak 16 perjalanan, dari 52 perjalanan per hari. Jadi tinggal 36 perjalanan per hari,” ungkap Daniel, Minggu (29/3).

Adapun perjalanan yang dikurangi, yakni 4 perjalanan tujuan Medan-Rantauprapat (pulang pergi). Kemudian 2 perjalanan tujuan Medan-Tanjungbalai (PP), 2 perjalanan tujuan Medan-Pematangsiantar (PP), dan 8 perjalanan Medan-Binjai (PP).

“Selanjutnya, kereta api bandara tujuan Medan-Kualanamu, dikurangi 38 perjalanan dari 50 perjalanan. Jadi hanya 12 perjalanan,” imbuh Daniel.

Namun begitu, Daniel mengungkapkan, calon penumpang bisa menggunakan jadwal perjalanan kereta api lainnya sebagai alternatif.

“Jadwal yang kami kurangi adalah kereta api yang memiliki jadwal alternatif lainnya. Sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain, jika tetap memutuskan untuk berangkat,” jelasnya.

Pengurangan rute perjalanan ini, akan disampaikan PT KAI Divre I Sumut melalui Contact Center PT KAI 121. Dalam hal penumpang dialihkan ke jadwal lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, PT KAI tidak akan mengenakan penambahan biaya.

Sebaliknya, bila dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, maka PT KAI akan memberikan pengembalian biaya di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian 3 hari dari tanggal yang tertera di tiket.

“Namun jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke jadwal lain, dan memilih untuk membatalkan perjalanan, maka kami akan mengembalikan biaya 100 persen secara tunai. Pengembalian biaya tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan atau stasiun lain,” beber Daniel.

Daniel berharap, dengan keputusan pengurangan rute perjalanan kereta api ini, dapat dimaklumi masyarakat. Hal ini dilakukan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona, sesuai dengan surat edaran yang disampaikan oleh pemerintah.

“Perkembangan situasi dan informasi terkait perjalanan kereta api akan disampaikan lebih lanjut. Kita berdoa dan berharap semoga kondisi yang menimpa Bangsa ini segera berakhir, dan semua bisa kembali normal,” pungkasnya. (gus/saz)

ASN Pemko Medan Kerja dari Rumah, Kepala OPD: ASN Muda Bergiliran Masuk

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kota Medan belum melarang para orang termasuk perantau memasuki Kota Medan. Hanya saja, ada sejumlah penutupan ruas jalan khususnya di sejumlah persimpangan jalan utama Kota Medan.

Selain itu, Pemko Medan juga melakukan penyesuaian sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemko Medan. WFH berlangsung sejak 26 Maretn

Dan hingga saat ini, sejumlah OPD di Pemko Medan tetap menjalankan tugasnya dari rumah, berdasarkan surat tugas yang diterima dari masing-masing pimpinan OPD.

“ASN kita hanya 50 persen yang WFH. Sedangkan 50 persen lagi tetap harus ke kantor. Kita prioritaskan yang masih muda —yang kita yakini daya tahan tubuhnya lebih baik— yang tetap ke kantor, karena pelayanan harus tetap berjalan. Kalau kendala ya pasti ada, tapi bisa kita atasi dengan berbagai cara walaupun belum maksimal,” ucap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Medan, Qamarul Fattah kepada Sumut Pos, Minggu (29/3).

Salahsatu kendala WFH, kata Qamarul, adalah melayani berbagai pengurusan perizinan, termasuk soal kebutuhan akan fisik dokumen berupa hard copy yang harus dilampirkan dalam pengajuan permohonan izin.

“Jadi para ASN yang di rumah kesulitan soal dokumen hard copy. Tapi sejauh ini bisa disiasati dengan menggunakan jasa pengiriman,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga kesulitan dengan masih banyaknya pemohon yang datang ke kantor DPMPTSP untuk mengurus izin. Untuk menanganinya, pihaknya mengedepankan imbauan physical distancing, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Bagi pemohon yang datang, kursinya kita kasih tanda pemisah sebagai space (jarak), agar tidak ada kontak fisik satu sama lain,” ujarnya.

Jumlah pengurus izin, menurutnya, relatif masih sama dengan hari biasa. Padahal jumlah ASN yang bertugas di kantor tinggal 50 persen. Menyikapi kondisi itu, pihaknya akan segera membuat sistem online pengurusan izin, guna meminimalisir orang ke kantor DPMPTSP dan membuat kumpulan.

“Hari ini IT DPMPTSP Kota Medan sedang mempersiapkannya. Besok akan mulai ujicoba. Kalau hasilnya bagus, Selasa (31/3) akan langsung kita gunakan, paling lambat 1 April. Nanti, kita akan mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurus izin secara online,” tandasnya.

Senada dengan Qamarul, Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Medan, Emilia Lubis, juga mengakui pihaknya mengalami sedikit kendala saat para ASN nya bekerja dari rumah. “Sedikit banyaknya ada kendala. Makanya tidak semua ASN bekerja dari rumah. Kita lakukan shift-shiftan (giliran),” ucapnya.

Salahsatu hal yang berdampak nyata dalam berlangsungnya pekerjaan para ASN di OPD yang dipimpinnya adalah soal komunikasi dan koordinasi. “Koordinasi tentu nggak semudah kalau semuanya kerja di kantor seperti biasa. Walau dibantu alat komunikasi, pasti tetap berbeda. Begitu pun pelayanan tetap kita maksimalkan, karena saat ini pasar juga lebih sepi dibandingkan hari biasanya,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, mengakui kendala serupa. Namun bukan karena para ASN bekerja dari rumah, tetapi karena para ASN Dishub banyak yang bekerja di lapangan dan belum dilengkapi beberapa alat pelindung. Seperti masker, sarung tangan dan peralatan lainnya.

“Kita kesulitan mengadakan masker. Tapi kesehatan petugas di lapangan tetap kita perhatikan,” tutupnya.

Distribusi APD dan Rapid Test, Nias jadi Daerah Pertama Penerima

SERAHKAN: Pemprov Sumut menyerahkan ban-tuan 125 paket APD untuk Kepulauan Nias. APD diserahkan Kadis Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua, kepada Wakil Bupati Nias, Arosekhi Waruwu di Gunung Sitoli, Jumat (27/3).
SERAHKAN: Pemprov Sumut menyerahkan ban-tuan 125 paket APD untuk Kepulauan Nias. APD diserahkan Kadis Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua, kepada Wakil Bupati Nias, Arosekhi Waruwu di Gunung Sitoli, Jumat (27/3).
SERAHKAN: Pemprov Sumut menyerahkan ban-tuan 125 paket APD untuk Kepulauan Nias. APD diserahkan Kadis Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua, kepada Wakil Bupati Nias, Arosekhi Waruwu di Gunung Sitoli, Jumat (27/3).
SERAHKAN: Pemprov Sumut menyerahkan ban-tuan 125 paket APD untuk Kepulauan Nias. APD diserahkan Kadis Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua, kepada Wakil Bupati Nias, Arosekhi Waruwu di Gunung Sitoli, Jumat (27/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprovsu telah mulai mendistribusikan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat rapid test Covid-19 ke kabupaten/kota se-Sumatera Utara. APD dan alat rapid test ini diharapkan mempercepat penanganan penyebaran dan pengendalian Covid-19 di Sumut. Kepulauan Nias menjadi daerah pertama yang menerima APD dan alat rapid test (test cepat).

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Whiko Irwan mengatakan, APD tersebut adalah sebagian dari jumlah yang dipesan Pemprov Sumut. APD ini sudah didistribusikan ke kabupaten/kota dan rumah sakit rujukan seperti RS Dr GL Tobing PTPN II, RS Haji Medan, RSAL Komang Makes, RS TNI AU Lanud Soewondo, RS Sari Mutiara dan RS Putri Hijau.

“Sampai saat ini baju coverall box ada 4.650 pcs, sarung tangan karet 4.650 pcs, sarung tangan trasti protect 10, helm 51, goggle (kacamata pelindung) 60, sepatu boot safety 597, masker tipe N95 50 pieces. Ini masih sebagian dari yang dipesan Pemprov Sumut. Sisanya menunggu pengiriman dari produsen,” ujar Whiko di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Medan, Sabtu (28/3).

Alat rapid test sudah sampai di Sumut dengan jumlah 3.600 unit dan sudah didistribusikan ke RS rujukan. “Untuk rapid test Covid-19 juga sudah disebarkan ke kabupaten/kota dan RS rujukan dan beberapa daerah sudah melakukan test dengan alat tersebut,” ungkapnya.

Pemprov Sumut semakin intens melakukan penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19 karena ada kenaikan ODP, PDP dan positif Covid-19. Kasus positif 14 orang (meninggal 2 orang), PDP 77 orang, dan sembuh 22 orang.

Nias Daerah Pertama Penerima

Pada Jumat (27/3), Pemprov Sumut telah mengirimkan 125 paket APD berupa baju coverall dan sepatu boot untuk Kepulauan Nias. APD diserahkan Kadis Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua, kepada Wakil Bupati Nias Arosekhi Waruwu di Pendopo Bupati Nias, Ononamolo I Gunung Sitoli.

“Pertama saya sampaikan salam Bapak Gubernur. Dua hari lalu beliau menelpon saya, memberikan instruksi langsung agar membawakan APD ke Kepulauan Nias. Sebenarnya ini bisa dikirimkan lewat paket. Namun beliau ingin saya mewakilkannya untuk memberikan langsung kepada bupati/wali kota yang ada di Kepulauan Nias,” ujar Ria.

Dikatakannya, Pemprov Sumut saat ini baru menerima bantuan sekitar 1000 APD dari pemerintah pusat dan langsung didistribusikan ke daerah kabupaten/kota. Nias adalah daerah pertama yang mendapat kiriman APD tersebut.

Ria berpesan kepada para bupati dan wali kota se Kepulauan Nias agar serius mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Penyebaran virus corona tidak bisa dianggap main-main. Untuk itu saya ingin seluruh kabupaten/kota yang ada di Kepulauan Nias ini serius menanggulanginya. Kepulauan ini harus kita jaga. Itu yang paling dipesankan oleh Bapak Gubernur,” tambahnya.

Gubernur juga meminta agar ODP yang masuk ke Nias dipantau ketat. “Yang penting saat ini adalah pencegahan. Setiap orang masuk harus benar-benar diidentifikasi. Yang berstatus ODP kalau perlu ditelepon tiga kali sehari. Pastikan dia terus berada di rumah. Jangan sampai ada yang positif di pulau ini,” ujarnya.

Ria pun mengajak agar terus berpikir inovatif dan berhenti untuk mengeluh. “Saat ini masker adalah barang yang langka. Seberapa banyak pun uang bapak takkan mudah untuk mendapatkannya. Untuk itu mulailah berdayakan warga kita yang bisa menjahit, buat masker yang berbahan kain. Yang terbuat dari kain bisa dicuci dan dipakai lagi,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Ria juga memberikan elektric sprayer kepada kabupaten/Kota se Kepulauan Nias, Museum Pusaka Nias, Polres Nias dan Kodim 0213/Nias.

Wakil Bupati Nias Arosekhi Waruwu mengucapkan terimakasih atas perhatian Gubernur Sumut pada Kepulauan Nias. “Saya mewakili kabupaten/kota se Kepulauan Nias sangat berterimakasih kepada Bapak Gubernur yang telah memprioritaskan dan mengawasi kami untuk penanganan penyebaran wabah Covid-19 ini. Puji Tuhan sampai hari ini belum ada warga kita yang terinfeksi virus corona,” ujarnya.

Menurutnya, anak-anak sekolah telah belajar dari rumah mulai dari TK hingga SMA. Warga diminta menunda pesta, dan melakukan ibadah di rumah masing-masing.

“Harapan kami, Pemprov Sumut membantu memfasilitasi alat di RSUD Gunung Sitoli. Cuma satu RS yang memungkinkan menjadi rujukan penanganan Covid-19di Kepulauan Nias. Untuk itu kiranya Pemprovsu dapat membantu melengkapi fasilitas,” pungkasnya.

RS GL Tobing Mulai Beroperasi

Sementara itu, Rumah Sakit (RS) GL Tobing PTPN II Tanjungmorawa, Deliserdang yang ditunjuk sebagai salahsatu rujukan penanganan Covid-19, mulai beroperasi, Sabtu (28/3). RS ini hanya diperuntukkan bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“PDP yang masuk adalah rujukan dari rumah sakit lain, dan mendapat konfirmasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Hasibuan, Sabtu (28/3) sore.

Adapun logistik GL Tobing dalam menangani PDP Covid-19, seperti Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju antivirus, sarung tangan karet, sarung tangan trasti protect, helm, kacamata pelindung, sepatu boot safety dan masker N95, sudah diterima dari Pemprov Sumut.

“RS GL Tobing dengan kapasitas 49 kamar, selain selektif dalam menerima pasien rujukan, juga dijaga ketat oleh TNI dan Polri. Tujuannya agar penanganan PDP Covid-19 berjalan dengan baik sehingga mampu memberikan hasil yang positif. Jadi tidak boleh ada sembarangan yang masuk. Ini juga berguna agar penanganan PDP Covid-19 berjalan dengan baik di RS GL Tobing,” tambahnya.

Setelah RS GL Tobing, RS rujukan dan tempat isolasi PDP lain akan segera menyusul, seperti RS Martha Friska 1 dan 2, RS Sari Mutiara, RS Haji Medan, Asrama Haji Medan, Wisma Atlet, gedung BPSDM Sumut, Siti Hajar, SPN Sampali Sumut, hotel dan lainnya.

“Setelah logistik disalurkan, RS dan tempat isolasi lain akan segera menyusul,” katanya.

Mengenai jumlah kamar isolasi guna penanganan pasien Covid-19 di Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi sebelumnya menegaskan akan berupaya menyiapkan 1.000 ruangan isolasi, dari beberapa lokasi yang telah ditetapkan tersebut. Pemprov Sumut juga sedikitnya membutuhkan dokter dan tenaga kesehatan sebanyak 720 orang yang nantinya akan ditugaskan di 11 tempat isolasi RS, sebagai antisipasi apabila terjadi lonjakan pasien untuk penanganan warga yang PDP dan ODP.

“APD dan fasilitas kesehatan berangsur akan kita upayakan. Kita datangkan dan usahakan dari berbagai sumber. Tapi kita masih butuh banyak dokter dan perawat, khususnya untuk mengantisipasi nanti jika terjadi eskalasi,” ujar Gubsu.

Bagi tenaga medis dan paramedis yang terlibat dalam penanganan Covid-19, ditegaskannya agar tidak perlu khawatir karena akan disiapkan insentif dan pendukung lainnya. “Karena kalau kita tak sigap menghadapi di awal ini, lebih kewalahan lagi nanti kalau semakin banyak yang terinfeksi,” ujarnya.

Sebagai langkah menjamin ketersediaan SDM, Edy mengatakan akan menyurati RS dan berkoordinasi dengan berbagai organisasi himpunan dokter untuk mengirimkan kontribusi berupa perawat dan dokter. (prn/ris)

BNPB Rekrut 5.816 Relawan

RELAWAN: Petugas bnpb bersiap melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Covid-19 di Jakarta. BPNB merekrut ribuan relawan untuk penanganan Covid-19.
RELAWAN: Petugas bnpb bersiap melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Covid-19 di Jakarta. BPNB merekrut ribuan relawan untuk penanganan Covid-19.
RELAWAN: Petugas bnpb bersiap melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Covid-19 di Jakarta. BPNB  merekrut ribuan relawan untuk penanganan Covid-19.
RELAWAN: Petugas bnpb bersiap melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah Covid-19 di Jakarta. BPNB merekrut ribuan relawan untuk penanganan Covid-19.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekrut 5.816 relawan percepatan penanganan Covid-19 dari sejumlah daerah yang terdiri dari relawan medis dan non medis. Adapun jumlah relawan medis mencapai 1.808 orang dan relawan non medis 4.808 orang.

“Per tanggal 28 maret 17.00 WIB, daftar relawan yang berhasil mendaftar adalah total relawan 5.816 orang,” ujar Ketua Umum Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI)n

Dandi Prasetya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Minggu (29/3).

Relawan medis meliputi dokter spesialis, dokter umum, kesehatan masyarakat, perawat, hingga psikolog, teknisi lab. Sementara untuk relawan non medis meliputi ahli gizi, dapur umum, logistik, radiografer, teknisi mesin dan kelistrikan. Kemudian tenaga administrasi umum, tenaga kebersihan umum, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga sanitarian, hingga tenaga teknis kefarmasian.

Adapun relawan tersebut antara lain berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah. Dandi meminta para relawan saat bekerja dapat menjaga jarak aman sekitar 1 meter hingga 2 meter. Termasuk juga dapat beretika baik ketika bersin dengan menutup siku bagian dalam.

“Jadilah pahlawan lindungi diri dan orang lain, mari menangkan perang dengan Covid-19 di Indonesia,” tegas dia.

Covid-19 di Indonesia, 1.285 Positif, 64 Sembuh

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Hingga Minggu (29/3) siang, kasus positif Covid-19 di Indonesia bertambah 130. Dengan demikian, total terdapat 1.285 kasus Covid-19 di Indonesia.

“Dari jumlah itu, pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah lima orang, sehingga total yang sudah dinyatakan negatif Covid-19 sebanyak 64 orang,” kata ),” kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu. Sementara sebanyak 114 pasien meninggal dunia. Jumlah itu bertambah 12 pasien dari sehari sebelumnya atau Sabtu (28/3).

Adapun pemerintah sudah memeriksa lebih dari 6.500 spesimen.

“Mari kita sadari betul bahwa penambahan kasus positif ini, sekali lagi menggambarkan bahwa masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi,” kata Yuri.

Selain itu masih ada penularan dari kontak dekat dan juga masih ada masyarakat yang belum rajin mencuci tangan. Yuri kembali mengimbau agar masyarakat tetap tinggal di rumah dan disiplin dalam menjalankan physical distancing.

“Upayakan tetap tinggal di rumah, jika terpaksa harus keluar rumah harus jaga jarak,” tutur dia.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes ini juga meminta masyarakat untuk menjadi pahlawan dengan melindungi diri dan melindungi orang lain mengacu pada ketentuan yang sudah disampaikan pemerintah. (kps)

Tingkatkan Imunitas Tubuh Melawan Covid-19, Vitamin plus Berjemur 15 Menit

KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).
KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).
KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).
KETERANGAN PERS: Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu (29/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Indonesia bertambah 130 orang, dengan total 1.285 kasus. Dari jumlah itu, 64 pasien sembuh dan 114 meninggal. Di Sumatera Utara, jumlah kasus positif 14 orang, 2 di antaranya meninggal. Yang sembuh naik menjadi 22 orang, di mana 15 masih dirawat dan 7 dipulangkan. Untuk sembuh, sistem imunitas tubuh dinilai sangat berpengaruh. Untuk itu, mengonsumsi vitamin C dan E serta berjemur di pagi hari, sangat disarankan.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Sumut, hingga Minggu (29/3), jumlah orang yang positif Covid-19 di Sumut masih sama dengan data pada hari Sabtu, yaitu 14 orang. Rinciannya, 12 orang masih dirawat di rumah sakit dan 2 orang meninggal dunia.

“Penambahan 1 orang meninggal dunia yang positif ini merupakan pasien yang dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Medan,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, dalam keterangan pers melalui video streaming, Minggu sore.

Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 77 orang, sama dengan data Sabtu. “Para PDP tersebut dirawat di 7 kabupaten/kota, yaitu Medan, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Deliserdang, Serdangbedagai, Dairi, dan Mandailing Natal,” sambung Aris.

Dari data tersebut, ada tenaga medis yang terpapar Covid-19, baik positif maupun PDP. Namun dia tidak mengungkapkan jumlahnya.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh atau negatif Covid-19, mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya. Hingga Minggu (29/3), tercatat 22 orang sembuh, di mana 15 masih dirawat di rumah sakit rujukan dan 7 dipulangkan. Pada Sabtu (28/3), jumlahnya masih 21 orang, 18 dirawat dan 3 dipulangkan.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) menurun drastis dibandingkan hari Sabtu (28/3). Yakni dari 4.064 orang menjadi 2.556 orang. Artinya, terjadi penurunan 1.508 orang atau 58,9 persen.

“Jumlah ODP pada hari Minggu (29/3) sebanyak 2.556 orang. Data tersebut berarti ODP mengalami penurunan 58,9 persen dari hari Sabtu,” ungkap dr Aris.

Menurut Aris, penurunan ODP terjadi dikarenakan masa karantina di rumah selama 14 hari telah selesai.

Stok Antibodi

Dr Aris yang juga Sekretaris Dinkes Sumut ini mengatakan, banyak orang belum sadar akan pentingnya stok antibodi dalam tubuh. Menurutnya, saat ini orang lebih panik karena tidak memiliki masker dan hand sanitizer yang hilang dipasaran. Seharusnya, masyarakat panik ketika antibodi hilang dari tubuh.

“Virus sulit dihindari, tetapi bisa dikalahkan dengan antibodi. Antibodi di dalam tubuh kita ini seperti pabrik. Terkadang jumlahnya banyak, namun terkadang sedikit. Karenanya, supaya produksi antibodi banyak maka seringlah mengonsumsi vitamin C dan E setiap hari. Selain itu, berjemur pada sinar matahari pagi,” paparnya.

Aris menegaskan, kelemahan virus corona dengan sabun. Jika tidak memiliki hand sanitizer, gunakan sabun apa saja. “Sabun cuci piring sekalipun bisa digunakan untuk membunuh virus corona. Dalam waktu 3 sampai 5 menit, virus akan mati oleh sabun,” tegasnya.

Senada dengan dr Aris, Ketua Aliansi Telemedia Indonesia Prof. dr. Purnawan, mengungkapkan salahsatu aktivitas yang dapat dilakukan demi meningkatkan daya tahan tubuh di tengah wabah virus corona, adalah berjemur di bawah sinar matahari. Menurutnya, berjemur cukup dilakukan selama 15 menit.

“ Berjemur itu kita usahakan bukan yang pagi, melainkan jam 10.00 sampai jam 15.00 Wib, dan cukup 15 menit,” tutur Pumawan saat berbicara di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (28/3).

Berjemur, lanjutnya, bukan untuk mematikan virus. Tapi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. “Imunitas,” imbuh dia.

Selain itu, untuk tetap menjaga kesehatan fisik, masyarakat dapat berolahraga di rumah. Sedangkan untuk mengatasi kebosanan selama di rumah, berbagai aktivitas yang dapat dilakukan misalnya berkebun, membersihkan rumah, hingga merintis usaha secara daring atau online. “Masyarakat dapat merintis bisnis pembuatan masker kain,” katanya.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, sebelumnya menyebutkan, masker berbahan dasar kain dapat dijadikan alternatif untuk mencegah penularan virus. “Sebenarnya masker kain sepanjang sampai di rumah kita cuci ya, besok ganti lagi, pakai yang sudah bersih, tidak masalah itu,” ucapnya.

Pumawan lalu menekankan pentingnya berpikir hingga bertindak positif untuk menghadapi wabah Covid-19 ini. “Yang penting kita ini mesti berpikir positif, bersikap positif, bertindak positif,” kata dia.

Ia juga meminta masyarakat mewaspadai tiga sumber penularan Covid-19, yang mungkin dianggap remeh. Yakni barang-barang yang dikirim secara daring, uang tunai, serta interaksi antara cucu dan kakek.

“Barang-barang yang kita terima secara online itu kan kita tidak tahu bagaimana prosesnya, bagaimana yang ngantar, ini harus kita lakukan sebagai benda terinfeksi,” kata Purnawan.

Uang tunai potensial jadi sumber penularan, karena alat tukar itu dipegang oleh banyak orang, berpindah dari satu orang ke orang lainnya. Oleh karena itu itu perlu perlakuan khusus saat menggunakan uang tunai. “Kalau saya, pegangnya pakai plastik dan saya taruh di tempat khusus di rumah,” lanjut Purnawan.

Ketiga, kelompok berisiko penularan yakni usia lanjut. Untuk itu, kakek atau nenek perlu menerapkan protokol kesehatan selama berinteraksi. “Cucu itu biasanya tahan (virus, Red). Tetapi dia (cucu) menjadi (carrier). Jadi sementara hati-hati jika berhubungan dengan cucu. Selalu waspada, cuci tangan, pakai masker begitu,” sarannya.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tetap tinggal di rumah dan melakukan kegiatan produktif dengan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah.

Selama di rumah, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona memutus mata rantai penularan penyakit Covid-19 itu.

Psikosomatis: Sesak Karena Cemas

Anggota Ikatan Psikolog Klinis, Emeldah, menjelaskan soal munculnya gangguan psikosomatis dalam menghadapi wabah virus corona. Penyakit psikosomatik berasal dari stres emosional dan bermanifestasi dalam tubuh sebagai rasa sakit fisik dan gejala lainnya.

“Ketika kita stres, kan kita psikosomatis juga. Jadi kita bingung, ini kok aku sesak, ngerasa sesak. Padahal bisa jadi sesak itu karena cemas,” ungkap Emeldah saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Minggu (28/3).

Karena itu, katanya, penting untuk mengetahui gejala penyakit Covid-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan, gejala Covid-19 yang muncul 2-14 hari setelah paparan adalah demam, batuk, dan sesak napas. Selain itu, penderita juga bisa mengalami kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan yang menetap di dada, dan bibir atau wajah kebiru-biruan.

Emeldah mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia otomatis menimbulkan ketidakpastian dan ketakutan. Hal itu dapat berimbas pada kesehatan mental hingga memunculkan rasa cemas. Kecemasan tersebut dapat menimbulkan gejala seperti rasa gelisah, sulit tidur, hingga sulit mengendalikan emosi. Kendati demikian, gejala tersebut dinilai sebagai reaksi yang normal.

“Jadi sebenarnya dengan semua gejala-gejala itu, kalau menurut kami, adalah situasi yang normal. Jadi itu adalah respon yang normal di kondisi yang tidak normal,” ucapnya.

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dalam menghadapi wabah ini.

Untuk menjaga kesehatan mental, Emeldah menyarankan masyarakat memulai rutinitas baru di rumah agar tetap produktif.

Adapun jumlah kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 1.285 kasus per Minggu (29/3). Dari jumlah itu, sebanyak 64 orang sembuh dan 114 pasien meninggal dunia. Sementara di Sumut, 14 positif, 2 meninggal, 77 PDP, dan 22 sembuh. (ris/fat/jpnn/kps)

Belajar Online Binjai Diperpanjang

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Berbeda dengan Medan, Dinas Pendidikan Kota Binjai belum mengumumkan soal perpanjangan sistem belajar online. Hingga kini, pengumuman masih sampai 3 April. Namun diprediksi, belajar online akan diperpanjang.

“Sudah ada surat edaran Mendikbud. Tapi apakah libur sekolah diperpanjang atau tidak, belum bisa kami umumkan. Dalam waktu dekat, kami mau rapat melalui Vidcon. Tanggal 1 April akan diumumkan,” kata Kadis Pendidikan Binjai, Sri Ulina Ginting, Minggu (29/3).

Alasan belum mengumumkan perpanjangan belajar online, kata dia, menjadi strategi Disdik Binjai agar pelajar tidak bepergian jauh dari rumah. “Kami khawatir ketika belajar online diumumkan diperpanjang, mereka malah pergi jalan-jalan jauh atau liburan ke luar kota,” ujar dia.

Kata dia, dalam SE Mendikbud sudah disebutkan juga tentang penghapuasan Ujian Nasional. Nanti penilaian kelulusan berdasarkan nilai dari semester 1 sampai semester 5, ditambah tugas-tugas mandiri. “Diprediksi belajar online dari rumah berlaku hingga 29 Mei, sama dengan BNPB,” tambah dia.

Seorang pelajar SMP Negeri 1 Kota Binjai, Siti Febbyza Nasution, mengatakan telah mendapat arahan tidak ke sekolah dari pihak sekolah sejak Senin (16/3). “Kendati tidak ke sekolah, proses komunikasi belajar dan mengajar tetap berjalan. Sebagian guru membuat grup WhatsApp dengan murid. Jadi tetap komunikasi sama guru. Murid juga dikasih pembelajaran dan tugas. Nanti Senin depan ada laporannya. Ada juga aplikasi online gratis untuk belajar kayak aplikasi Ruang Guru, Rumah Belajar, Kelas Pintar,” ujar dia.

Pelajar lainnya, Ellyza Nasution, mengatakan senang bisa belajar di rumah. “Untuk belajar ada aplikasi gratis dari sekolah Aplikasi Ruang Guru. Di rumah, kami nggak perlu was-was tertular virus corona,” pungkas pelajar SMPN 7 Binjai ini.