30.6 C
Medan
Wednesday, January 21, 2026
Home Blog Page 4445

Virus Corona Tertinggi di Luar Cina, Iran Tiadakan Salat Jumat

DISINFEKSI: Seorang pekerja mendisinfeksi situs suci Masumeh Qom untuk mencegah penyebaran virus corona di Iran. AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD
DISINFEKSI: Seorang pekerja mendisinfeksi situs suci Masumeh Qom untuk mencegah penyebaran virus corona di Iran. AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD
DISINFEKSI: Seorang pekerja mendisinfeksi situs suci Masumeh Qom untuk mencegah penyebaran virus corona di Iran.  AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD
DISINFEKSI: Seorang pekerja mendisinfeksi situs suci Masumeh Qom untuk mencegah penyebaran virus corona di Iran. AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD

IRAN, SUMUTPOS.CO – Angka kematian akibat virus corona COVID-19 di negara Iran telah mencapai 26 orang, sementara jumlah penderita berada di angka 245 orang. Tingkat kematian di Iran akibat virus ini disebut yang tertinggi di dunia setelah Cina. Bahkan pasiennya adalah para pejabat tinggi negara, termasuk wakil presiden.

Jumlah penderita dan pasien meninggal akibat virus corona atau COVID-19 di Iran meningkat dalam waktu singkat. Diberitakan Reuters, Jumat (28/2), tingkat kematian virus corona di Iran mencapai 10 persen, dibandingkan dengan negara-negara lain yang hanya sekitar 3 persen. Padahal kasus pertama yang tercatat di Iran baru muncul pada 19 Februari lalu. Virus corona sendiri telah mewabah di China sejak Desember 2019.

Diberitakan Reuters, Jumat (28/2), pemerintah Iran mengambil langkah-langkah pencegahan menyusul penyebaran virus corona (COVID-19) yang masif di negara tersebut. Salahsatu langkahnya adalah meniadakan salat Jumat pekan ini.

Peniadaan salat Jumat dilakukan agar masyarakat tidak berkumpul di satu ruangan dalam satu waktu. Langkah ini diumumkan oleh pemerintah 23 kota di 31 provinsi Iran, termasuk di antaranya ibu kota Teheran dan kota suci Syiah, Qom.

Selain itu, Iran juga melarang warga China masuk ke negara mereka. Warga Iran juga diimbau untuk tidak bepergian dulu, baik di dalam maupun ke luar negeri.

Peningkatan jumlah penderita dan angka kematian di Iran sangat pesat, padahal kasus pertama baru tercatat pada 19 Februari lalu. “Dalam 24 jam terakhir, kami mengkonfirmasi ada 106 kasus baru. Angka kematian mencapai 26 orang,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianush Jahanpur.

Menteri Kesehatan Iran Saeed Namaki mengatakan ada larangan baru di Qom dan Mashhad, kota suci umat Syiah. Dalam larangan itu, peziarah di situs-situs suci diharapkan segera keluar setelah beribadah. “Dilarang berkumpul di dalam situs-situs,” kata Namaki.

Presiden Hassan Rouhani mengatakan pada Rabu lalu bahwa Iran tidak akan melakukan karantina dan isolasi terhadap kota-kota dengan penderita virus corona. Namun pemerintah Rouhani telah membatalkan beberapa turnamen olahraga, pagelaran budaya, dan konferensi dalam beberapa pekan ke depan.

Menurut Mike Ryan, kepala program darurat medis di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus corona menyebar pesat karena Iran sebelumnya tidak bisa mendeteksi penyakit ini. Dia juga menduga, infeksi virus corona di Iran bisa lebih luas lagi.

Kasus-kasus virus corona yang terdeteksi saat ini di Iran, kata Ryan, adalah kasus-kasus berat. Di masa mendatang, Ryan memprediksi akan muncul pada penderita virus corona dengan kasus-kasus ringan. “Saya tidak mencurigai hal ini berhubungan dengan penanganan klinis, tapi lebih kepada pengawasan,” kata Ryan.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan mereka akan mendatangkan 20 ribu alat pendeteksi virus corona dari China dan beberapa material medis lainnya pada Jumat ini. Dengan alat deteksi yang tepat, dikhawatirkan jumlah penderita akan semakin bertambah.

10 Negara Baru

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kasus virus corona jenis baru COVID-19 semakin menyebar dan bertambah ke 10 negara yang baru melaporkan adanya kasus untuk kali pertama. Artinya, sekurang-kurangnya 53 negara sudah terinfeksi. “Wabah virus corona ‘semakin besar’,” kata WHO.

Berdasarkan laporan situasi harian resmi WHO yang dikutip Jumat, total kasus COVID-19 secara global mencapai 83906 dengan 2,869 meninggal dengan 1612 penambahan kasus baru. Ke-10 negara baru yang terinfeksi COVID-19 adalah Brasil, Denmark, Estonia, Georgia, Yunani, Norwegia, Pakistan, Rumania, dan Makedonia Utara, plus Nigeria kemarin, yang mengonfirmasi kasus pertama di wilayah Afrika Sub-Sahara. Kasus di Nigeria ini mengemukakan kembali peringatan yang disampaikan WHO, bahwa virus itu dapat menjangkau hampir seluruh negara.

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier, mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk mencari laporan mengenai kasus sejumlah orang yang mengalami infeksi ulang, termasuk meninjau perihal bagaimana pengujian dilakukan.

Dia menambahkan, “Namun secara umum, seseorang yang terjangkit infeksi virus corona akan mempunyai daya tahan tubuh terhadap virus, setidaknya untuk sementara.”

Misi WHO untuk Iran, negara yang hingga saat ini melaporkan sebanyak 388 kasus infeksi dan 34 kasus kematian, diharapkan untuk memulai kerja pada awal pekan depan.

Di Nigeria sendiri, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi bahwa seorang laki-laki asal Italia yang tiba di Nigeria pada tiga hari yang lalu telah menjadi pasien pertama kasus infeksi corona di wilayah Afrika.

Kemenkes Bantah 6 Kota Zona Kuning

Dari tanah air, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah informasi yang beredar tentang sejumlah kota yang disebut sebagai zona kuning penyebaran virus corona (Covid-19).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Anung Sugihantono memastikan informasi tersebut tidak benar. “Kemenkes tidak pernah keluarkan Zona Kuning perihal kewaspadaan atau kedarutan Covid-19,” ujar Anung, Jumat (28/2).

Adapun informasi yang dimaksud berbunyi, “Info kemkes 6 kota zona kuning corona: Medan, Batam, Jkt, Sby, Bali dan Manado. Sediakan masker di rumah dan hand sanitizer. Usahakan jangan dl ke tempat umum dan travelling.” Informasi itu beredar melalui pesan di WhatsApp Messenger

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan informasi itu tidak benar. Ia memastikan Kemenkes tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut. Namun, Yuri menjelaskan, pemerintah memang meminta kewaspadaan pengawasan di enam kota itu.

“Kalau kota-kota itu, kita katakan harus ada kewaspadaan yang lebih tinggi sebagai pintu masuk (kunjungan dari berbagai negara). Itu terdapat bandara internasional juga pelabuhan,” ujar Achmad kepada Kompas.com.

Peningkatan kewaspadaan yang dimaksud pemerintah adalah untuk mencegah dan menangkal penyebaran virus corona. Adapun keenam kota itu adalah Medan, Jakarta, Batam, Surabaya, Bali dan Manado. “Bukan kemudian kotanya diwarnai kuning, merah, hijau enggak lah. Bukan juga kemudian seluruh masyarakat disuruh beli masker. Tetapi pengawasan yang lebih ketat dan peningkatan kewaspadaan,” tegas Achmad.

“Misalnya Batam, ada bandara internasional dan pelabuhan laut. Jakarta ada Tanjuk Priok banyak kapal dagang dari China, Korea. Juga Manado dan Bali menjadi destinasi wisata. Itu adalah titik bagaimana cegah tangkal harus diperkuat sebab itu pintu masuk negara,” tambah dia. (bbs/int)

Reschedule Keberangkatan Umrah: Travel Jamin Tanpa Biaya Tambahan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jemaah umrah yang keberangkatannya tertunda karena kebijakan Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara (moratorium) kegiatan umrah, tidak perlu khawatir. Biro penyelenggara perjalanan (travel) umrah, memastikan tidak akan meminta biaya tambahan kepada jamaah. Kepastian ini sebagai jaminan kepada jemaah yang memilih reschedule dibandingkan menarik kembali uangnya (refund).

Hal itu dikatakan Direktur Asosiasi Muslim Travel Sumatera (Amtas), Zainuddin, menanggapi permintaan pemerintah agar para agen atau biro perjalanan umrah tak mengenakan tambahan biaya kepada jemaah yang keberangkatan ibadahnya ke Arab Saudi tertunda akibat virus corona (Covid-19).

“Kalau kami (travel-red) komit untuk seperti itu. Karena ini bisa dibilang peristiwa. Jadi kami memberikan jaminan ke jemaah tidak akan ada biaya tambahan,” kata Zainuddin, Jumat (28/2).

Ditegaskan Zainuddin, kalau ada travel yang meminta tambahan atas penundaan itu, dapat dikomunikasikan.

Zainuddin juga mengatakan, sejauh ini para biro travel telah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Pihak maskapai dan urusan visa juga sudah memastikan akan melakukan reschedule. Sementara untuk pihak hotel, transportasi dan katering di Arab Saudi masih ‘lampu hijau’, belum ada kepastian akan reschedule. Tapi travel akan terus berkomunikasi agar bisa segera di-reschedul.

“Tentu kita berharap pemerintah Arab Saudi bisa mencabut larangan ini secepatnya. Dengan begitu, jemaah yang mau umrah ini bisa segera diberangkatkan,” kata Zainuddin.

Terkait penundaan keberangkatan, sejumlah jemaah umrah mengaku kecewa. Pasalnya, mereka sudah mempersiapkan diri secara fisik dan materi jauh-jauh hari, bahkan setahun sebelumnya.

Seperti yang dirasakan Fachrul, jemaah umrah asal Pulau Simeulue, Provinsi Aceh. Sesuai rencana, ia akan berangkat umrah melalui Travel Jejak Umrah yang beralamat di Jalan Mayjend DI Panjaitan, Kelurahan Petisah Hulu, Medan Baru, pada Minggu (1/3) besok.

Namun, rencana keberangkatannya bersama 20-an jamaah lainnya dari Bandara Kualanamu ke Tanah Suci pun tertunda. “Bagi kami masyarakat Simeulue, umrah sama halnya dengan haji,” kata Fachrul kepada wartawan di Medan, Jumat (28/2) siang.

Ia menjelaskan, di kampung halamannya mereka sudah mempersiapkan keberangkatan hingga diantar keluarga dengan tangisan dan antar-jemput oleh kerabat dan tetangga di rumahnya. “Jadi jawaban ini yang kami bawa saat kembali ke rumah, kenapa keberangkatan ditunda,” sebut Fachrul.

Calon jamaah umrah lainnya, Asnir Hasyim mengaku, rencananya pada 1 Maret nanti akan berangkat rombongan keluarganya, sebanyak 53 orang. Namun begitu, ia berharap ada kejelasan keberangkatan, meski ada penundaan. “Saya berharap supaya aturan yang dibikin pemerintah Arab Saudi dipertimbangkan, mana yang terbaik. Walau penundaan agak lama, akan kami tunggu,” sebutnya.

Asnir mengungkapkan, penundaan keberangkatan mereka untuk umrah bukan kesalahan pihak travel. Dengan begitu, ada upaya harus dilakukan pihak travel agar mereka tetap berangkat menjalani ibadah ke Tanah Suci. “Kita berharap bisa dijadwal ulang, tiket, visa, hotel dan lainnyabisa diperbaharui. Semoga peraturan Arab Saudi ini cepat diubah. Kita tak tahu kapan kami bisa berangkat, kita pasrah menang inilah takdir, mungkin in jalan terbaik yang ditentukan-Nya,” harapnya.

Separuh dari Aceh

Direktur Travel Jejak Umrah, Rudi Satria mengatakan, akan terus berupaya memberangkatkan puluhan calon jamaah umrah itu. Meski dilakukan penjadwalan ulang atau re-schedule. “Totalnya ada 106 jemaah yang akan berangkat pada tanggal 1 Maret nanti. Ini jemaah kita dari Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” ungkap Rudi.

Setelah memberitahukan kepada seluruh jemaah tentang pelarangan sementara dari Arab Saudi itu, menurutnya para jemaah dapat menerimanya. Menurutnya, tak sedikit jemaah yang menangis karena keinginannya beribadah umrah tertunda. “Dari 106 jemaah ini, hampir separuhnya dari Aceh. Mereka menunggu kepastian. Karena segala macam sudah diupayakan, untuk sampai ke baitullah. Setelah diberitahu, syukurlah mereka menerima. Ini musibah dunia, terkait virus corona,” katanya.

Dia berharap dengan adanya pelarangan masuk dari Arab Saudi, keberangkatan mereka dapat dire-schedule. Begitu juga dengan visa, hotel, dan lainnya dapat di-reschedule. “Karena ini kan kebijakan dari sana, bukan di kita. Apalagi pesawatnya Saudi Airlines. Visa mereka sudah keluar. Batas waktunya sampai tanggal 11, kalau tidak terbang ya hangus,” pungkasnya.

Kemenag Diminta Tetap Komunikasi ke Saudi

Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Hendra Cipta meminta Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumut tetap melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Arab Saudi, sekaitan larangan warga Indonesia ke negara tersebut akibat wabah virus corona atau Covid-19 ini. “Kita bisa lakukan pendekatan- pendekatan ke Pemerintah Saudi Arabia, dan mengecek seluruh jemaah Indonesia yang sudah berangkat (umrah) dan berada di sana,” kata Hendra Cipta kepada Sumut Pos, Jumat (28/2).

Menurutnya, larangan dari Pemerintah Arab Saudi itu adalah hal wajar sebagai langkah proteksi negara tersebut dalam mencegah masuknya virus corona. Sebab tidak hanya Indonesia yang kena, juga banyak negara yang sementara ini dilarang masuk ke sana. “Termasuk dari kitanya sendiri mesti memastikan jemaah yang umrah dalam kondisi sehat.

Sehingga Pemerintah Saudi Arabia tidak lagi persoalkan warga kita yang sudah berada di negara mereka. Khusus Kemenag, memang tidak ada upaya lagi yang bisa dilakukan selain daripada dua aspek tersebut. Melakukan pendekatan antarpemerintah, dan memastikan kesehatan jemaah kita dalam keadaan baik,” ungkapnya.

Politisi PAN ini menilai, sumbangsih jemaah umrah dan haji paling besar, memang bersumber dari Indonesia. Meski demikian, pihaknya tidak bisa mengintervensi kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait larangan sementara warga Indonesia ke sana. “Kuncinya adalah pemerintah kita melalui instansi terkait mampu meyakinkan bahwa virus corona tidak ada di Indonesia. Membuktikannya dengan jemaah-jemaah kita yang umrah ke sana dalam kondisi fit dan negatif corona,” katanya.

Sejauh ini, Indonesia diketahui masih negatif akan virus mematikan tersebut. Meski demikian hemat Hendra, dunia kemungkinan besar sudah mendeteksi Indonesia mengarah pada penyebaran negara terdampak corona. “Mungkin Indonesia sudah dilihat berpotensi, meski sejauh ini belum terjangkit. Indonesia kan berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sehingga dianggap berpotensi penyebaran corona masuk ke Indonesia,” katanya.

Sementara, hingga kemarin Kanwil Kemenag Sumut masih menunggu surat edaran Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), pasca penghentian sementara jamaah umrah asal Indonesia terkait virus corona. “Kami menunggu edaran dari Dirjen PHU dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Sumut, H Iwan Zulhami kepada Sumut Pos, Jumat (28/2).

Menurut Iwan, penghentian sementara jamaah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi disampaikan melalui Kedutaan Besar RI di Riyadh, pada Kamis (27/2) kemarin. Salah satu isi point dalam maklumat tersebut diantaranya, menghentikan sementara warga negara asing yang masuk kedalam kerajaan Arab Saudi dalam rangka ibadah umrah dann ziarah di Masjid Nabawi.

Sementara kata Iwan, saat ini KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi, guna memastikan secara teknis dari kebijakan penghentian sementara jamaah umrah dari Indonesia. “Duta besar RI sedang melakukan pendekatan ke Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, agar kiranya jamaah umrah yang sudah mengantongi visa di izinkan masuk dengan pertimbangan Indonesia tidak termasuk dalam negara terkena wabah virus corona,” tandasnya. (gus/prn/man)

Bentrokan TNI-POLRI di Taput, 6 Polisi Luka, Pangdam: Penyerang Pasti Ditindak

KETERANGAN: Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin beri keterangan kepada wartawan terkait bentrok TNI-Polri di Taput, Jumat (28/2). AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD
KETERANGAN: Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin beri keterangan kepada wartawan terkait bentrok TNI-Polri di Taput, Jumat (28/2). AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD
KETERANGAN: Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin beri keterangan kepada wartawan terkait bentrok TNI-Polri di Taput, Jumat (28/2). AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD
KETERANGAN: Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhillah dan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin beri keterangan kepada wartawan terkait bentrok TNI-Polri di Taput, Jumat (28/2). AFP/FARS NEWS AGENCY/MEHDI MARIZAD

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bentrokan antara aparat TNI dan aparat Polri terjadi di Jalinsum Tarutung-Sipirok, Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (27/2) siang. Sedikitnya enam personel polisi dan satu warga sipil mengalami luka-luka. Satu markas polisi sektor setempat juga dirusak. Atas tindakan penyerangan itu, Panglima Kodam I/Bukit Barisan (Pangdam I/BB) Mayjen TNI MS Fadhillah minta maaf.

“Saya sangat menyesali kejadian ini. Selaku Pangdam saya minta maaf. Tidak hanya kepada Polda Sumut saja, tapi kepada semua masyarakat. Anggota saya sedang diperiksa. Apabila terbukti bersalah, anggota bersangkutan pasti ditindak,” kata Fadhilah didampingi Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, saat memberikan keterangan pers di Makodam I/BB, Jumat (28/2) sore.

Diutarakan Pangdam, Kodam I/BB dan Polda Sumut telah melakukan pencegahan, agar kejadian ini tidak berbuntut panjang. “Kita sudah melakukan tindakan pencegahan agar kasusnya tidak membesar. Alhamdulilah, sampai tadi pagi suasana sudah kondusif. Kodam mengirim Asintel, Denpom, Korem, Kodim, dan Danyon setempat untuk mengendalikan situasi bersama-sama jajaran Polda,” ujar Fadhilah.

Disebutkannya, insiden tersebut adalah perbuatan oknum. Sebab, TNI-Polri sudah menjaga solidaritas dan sinergitas. “Kita sudah koordinasi dengan Kapolda untuk tindakan ini, dan kita semua menyesali. Saya yakini ini semua karena oknum bukan institusi. Karena secara institusi seharusnya kewajiban kita menjaga solidaritas dan sinergitas. Nah, oknum ini yang harus diberi tindakan tegas supaya tidak terulang,” sebutnya.

Pascakejadian, lanjut Fadhilah, pihaknya telah mengambil langkah-langkah yakni melakukan mediasi kepada pihak terkait. “Saya sudah melapor kepada pimpinan. Hari ini (kemarin, red) kita lakukan mediasi kepada pihak-pihak supaya tidak ada kelanjutan,” ucapnya.

Selanjutnya, memeriksa anggota Batalyon Infanteri 123/Rajawali (Yonif 123/RW) yang melakukan penyerangan kepada anggota Polantas dan Mapolsek Pahae Jahe. “Pemeriksaan mengenai siapa anggota saya yang melakukan (penyerangan, Red), dan siapa tokohnya hingga terjadi hal seperti ini,” ungkapnya.

Apabila terbukti bersalah, anggota bersangkutan akan ditindak tegas. “Tentu ada proses hukum yang tepat terhadap hasil pemeriksaan. Proses sedang berlanjut. Berikan waktu, karena pemeriksaan ini tidak bisa cepat-cepat. Tapi saya yakini, siapa yang salah pasti kita tindak tegas,” cetusnya.

Ia menjelaskan, kejadian bermula saat personil Kompi A Yonif 123/RW baru saja menghadiri acara pelepasan anggota di Markas Yonif 123/RW, Padangsidimpuan. Sekira pukul 14.30 WIB, anggota TNI dimaksud balik menuju markasnya di Lapo Gambiri, Tarutung.

Saat melintas di Jalan Silakkitang, terjadi kemacetan panjang karena satu unit truk Fuso terguling. Kemacetan saat itu sedang diatasi Kapolsek Pahae Jae, AKP Ramot Soala Gogo Nababan.

“Anggota kita buru-buru hingga melawan arah. Inilah penyebab kesalahpahaman. Kemudian berefek penyerangan Mapolsek (Pahae Jae) karena situasi panas mendengar berita-berita,” papar Fadhilah.

Dia menambahkan, sudah memerintahkan anggota TNI yang melakukan penyerangan untuk menemui anggota polisi yang menjadi korban, guna meminta maaf. “Mapolsek yang dirusak diminta agar Danyon memperbaikinya,” tandasnya.

Kapoldasu: Dikira Ada Razia

Senada, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, mengatakan insiden terjadi karena kesalahapahaman. “Ini hanya salah paham. Kemacetan yang terjadi, mereka (anggota TNI) tidak tahu. Dikira ada razia, rupanya truk terguling,” ujarnya.

Menurut Martuani, sebenarnya hanya salah bahasa, yang dipersepsikan berbeda. “Kemarin malam kita bicara dengan Pangdam, Danrem, Dandim, Kapolres. Saya pastikan itu kesalahpahaman,” akunya.

Ia meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari. “Tadi malam Pomdam dan Asintel dikirim. Sedangkan dari Polda Sumut, Kabid Propam saya kirim,” ucap Martuani.

Dia berharap agar ke depannya hubungan TNI-Polri semakin merajut solidaritas. “Baju kita ini hanya warna saja yang beda, sesungguhnya kita bertugas untuk NKRI,” tukasnya.

Kronologi Bentrokan

Informasi dihimpun Sumut Pos, bentrokan terjadi pada kamis siang, saat Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara, AKP Ramot S Nababan bersama beberapa personelnya, sedang mengatur arus lalulintas. Saat itu, ada kecelakaan tunggal yakni sebuah truk jenis fuso terguling, menyebabkan lalu-lintas menjadi macet.

Untuk mengurai kemacetan, polisi dibantu masyarakat memberlakukan sistem buka tutup jalan, karena kondisi jalan hanya setengah yang dapat dilalui kendaraan. Crane didatangkan untuk mengevakuasi badan truk dari tengah jalan.

Selama berlangsungnya evakuasi tersebut, tiba-tiba sebuah mobil jenis Toyota Avanza yang datang dari arah Sipirok menuju Tarutung, berusaha lewat di tengah kondisi macet.

Karena aksi tersebut, Kapolsek AKP Ramot mendatangi kendaraan tersebut dan menanyakan tujuan si pengemudi. Belakangan diketahui, pengemudinya oknum personil TNI dari Yonif 123/RJW. Mobil itu ditumpangi Komandan Kompi (Danki) A Batalyon Infanteri 123 Rajawali, Kapten Infanteri Ridwan.

“Bapak mau ke mana?” tanya AKP Ramot.

Ternyata tegurannya memicu kemarahan salahseorang penumpang di dalam kendaraan tersebut. Seorang penumpang berpakaian loreng TNI langsung turun, dan menuding AKP Ramot tidak sopan, karena menegur sosok yang menurutnya komandannya.

“Kau nggak sopan ngomong. Danki aku itu ya,” katanya.

Ucapannya itu diikuti dengan aksi mencekik dan menampar perwira Polri tersebut.

Warga yang melihat kejadian tersebut terpicu emosinya, karena sebelumnya sudah cukup lama ikut membantu polisi mengatur arus lalu-lintas yang macet.

Warga pun rame-rame mendatangi si oknum TNI, dan nyaris mengeroyoknya. “Sini kau kami sudah capek mengatur lalu lintas dari tadi,” teriak masyarakat.

Melihat itu, personil polri lainnya yakni Brigadir Dodi Sianturi dan petugas Babinsa Koramil 25/Pahae Jae, Serka Ahmad Gozali Lubis, melerai keributan dan menjauhkan mereka dari kejaran massa.

Diduga, teman si oknum TNI menghubungi rekan-rekannya dari kesatuan. Karena sekitar pukul 14.00 WIB puluhan personil Yonif 123/RJW dengan membawa senjata laras panjang, datang ke lokasi dan langsung melakukan penyerangan. Mereka menganiaya personil Polsek. Akibatnya, sejumlah polisi dan warga mengalami luka-luka.

Polisi dan warga yang diketahui mengalami luka-akibat bentrokan yaitu Kapolsek Pahae Jae Polres Tapanuli Utara, AKP Ramot S Nababan yang luka di bagian kepala. Tiga personelnya, yakni Aipda David Marganti Simatupang, Brigadir Dodi B. Sianturi, dan Brigadir Ricardo Loves Sitompul, juga luka.

Selanjutnya, dua personel dari Polres Tapanuli Selatan, yakni Kapos Lantas Polsek Sipirok, Ipda Bangun Siregar, Anggota Satlantas Polres ,Tapsel Aiptu Velberik Sitompul, dan seorang warga yang kebetulan sedang melintas, Edi Susanto (30), ikut menjadi korban.

Setelah bentrok, sejumlah oknum TNI tersebut bergerak meninggalkan lokasi, dan kembali ke arah Tarutung.

Namun diduga masih emosi, di tengah perjalanan tepatnya di depan Mapolsek Pahae Julu, mereka turun dan merusak markas polisi sektor tersebut.

Saling Bermaafan

Pasca-bentrok tentara vs polisi tersebut, keesokan harinya kedua belah pihak dimediasi, dipimpin Danrem 023 Kawal Samudera, Kolonel Infanteri Tri Saktiyono, di Mapolres Tapanuli Utara, Jumat (28/2).

Tri mengatakan, setelah kejadian, anggota TNI dari Batalyon 123 Rajawali dikumpulkan dan diperiksa. Kemudian anggota Yonif 123 Rajawalu dan anggota Polsek Pahae Julu dipertemukan, dihadiri Dandim, Danyon, dan Kapolres. Kedua belah pihak diminta untuk saling bermaafan dan kembali menjalin hubungan yang baik.

“Beberapa anggota Yonif dan Kodim sudah dikoordinir untuk bersama-sama memperbaiki kantor polsek yang rusak,” kata Danrem.

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu W Baringbing, yang dikonfirmasi mengatakan situasi sudah aman dan terkendali. “Pimpinan kedua instansi sudah menyelesaikan kesalahpahaman tersebut. Keduanya sudah saling maaf-maafan dan berpeluka. Yang hadir Danrem 023/KS, Danyon 123 Rajawali, Dandim Taput, Kapolres Taput, dan Wadir Intelkam Polda Sumut,” ujar Baringbing.

Mengenai dua personel Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) yang kebetulan sedang melintas dan ikut menjadi korban, menurutnya, sudah mendapat perawatan.

“Keduanya sudah mulai sehat dan berobat jalan,” ujar Kasubbag Humas Polres Tapsel, Iptu Alpian Sitepu.

Terkait bentrokan itu, Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Sumut telah memeriksa tiga anggota Polri yang menjadi korban luka. “Tiga orang sementara (yang diperiksa). Perwira dulu, kapolsek dengan pelaksananya,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Jumat (28/2).

Asep mengatakan, TNI dan Polri telah sepakat menyelesaikan polemik tersebut melalui mekanisme internal di masing-masing institusi. Polri menelusuri peristiwa tersebut melalui Bidang Propam. Sementara itu, TNI melalui Polisi Militer (Pom) TNI. “Sudah ada komitmen bahwa persoalan ini akan diselesaikan secara internal,” kata dia.

Untuk langkah pencegahan terjadinya bentrok susulan, Batalyon 123 menerapkan pencabutan izin keluar prajurit untuk sementara. “Semua prajurit diam di Batalyon tidak boleh keluar barak, dan izin keluar dicabut, sementara,” katanya. (dris/kps/net)

Kuasa Hukum Pemilik Mie Aceh Temui DPRD Sumut, Syarwani SH: Klien Kami Murni Membela Diri

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuasa hukum pemilik Warung Mie Aceh Pasar Baru tergabung dalam Law Office Syarwani SH, mendatangi Komisi A DPRD Sumut, di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (28/2).

Tim kuasa hukum yang dipimpin langsung Syarwani SH dan Estu Edi Swasono tersebut, diterima Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani didampingi Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Remita Br Sembiring dan sejumlah anggota Komisi A diantaranya Ricky Anthony dan Franky Partogi Wijaya Sirait.

Dalam pertemuan itu, Syarwani memaparkan kronologis tindak pidana yang telah menjerat kliennya, Mahyudi, Mursalin, dan Agussalim. Diterangkannya, pada 29 Januari 2020, seorang pria disebut-sebut sebagai preman bernama Abadi Bangun, bersama rekannya Jery, mendatangi warung Mie Aceh milik Wahyudi yang berada di samping Kafe Delicious pada pukul 01.30 WIB dini hari.

“Awalnya, korban (Abadi Bangun) meminta nasi goreng di warung tersebut. Penjaga warung memintanya bersabar dan melapor terlebih dahulu ke pemilik warung. Setelah pesanan diselesaikan oleh Agussalim, Abadi Bangun lalu mengatakan, uangnya nanti diantar temannya,” jelas Syarwani.

Mendengar ucapan itu, Agussalim dengaan sopan mengatakan, dia akan menanyakan dulu kepada pengelola warung. “Kalau seperti itu, sebentar ya bang. Saya tanyakan dulu sama pengelola warung ini,” ucap Syarwani menirukan perkataan Agussalim saat itu.

Tapi Abadi Bangun tidak terima. Dia emosi langsung mengancam Agussalim sembari melemparkan dua bungkus nasi goreng tersebut ke wajah Agussalim hingga jatuh ke tanah. Setelah itu, Abadi Bangun dan temannya Jerry langsung meninggalkan lokasi.

Sekitar 20 menit kemudian, lanjut Syarwani, Abadi Bangun beserta dua temannya, termasuk Jerry, datang kembali ke warung Mie Aceh Pasar Baru. Mereka seketika turun dari sepeda motor langsung melempar batu ke steeling warung Mie Aceh hingga menyebabkan kaca pecah.

Mendapat perlakuan seperti itu, Agussalim menyampaikan peristiwa itu ke atasannya, Mahyudi dan selanjutnya mereka membersihkan serpihan kaca tersebut. Namun belum selesai membersihkan kaca, Abadi Bangun beserta Jerry kembali datang sembari membawa parang dan mengayunkannya ke kepala Mulyadi. “Pelaku langsung mengayunkan parangnya ke kepala dan wajah Mahyudi, namun secara refleks mampu ditangkisnya hingga tangannya berdarah. Dengan kondisi terpojok dan terancam tersebut, Mahyudi secara spontan mengambil kayu broti yang ada didekatnya hingga mengayunkannya ke leher Abadi Bangun hingga terjatuh,”katanya.

Atas fakta dari kejadian itu, Syarwani dan Estu Edi Swasono berharap, Komisi A DPRD Sumut ikut menyikapi persoalan ini karena dinilai tidak berjalan dengan adil dari pihak kepolisian. “Sebab penempatan pasal dialami klien kami yakni perkara pengeroyokan, apalagi pembunuhan terencana sangat tidak mendasar. Sebab, perkara ini murni karena klien kami membela diri,” terang Syarwani.

Dia juga berharap, dengan kejadian ini aksi premanisne yang ada di Sumut khususnya Kota Medan segera diberantas.

“Kita harapkan para penegak hukum agar adil memproses kasus klien kami. Klien kami bukan membunuh tapi membela diri sehingga kami mohon klien kami diberikan keadilan sebagaimana mestinya,”katanya.

Menyikapi kajadian ini, Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani dalam kesempatan itu menegaskan, siapa saja warga masyarakat yang datang dan mengadu ke dewan, apalagi merasa dirinya tersakiti, maka dewan wajib menerima dan menyikapinya. “Sebab ketika ini kena di kita, maka kita mungkin melakukan yang sama. Sebab siapa yang mau mati konyol begitu saja tanpa adanya pembelaan diri. Apalagi kita tidak mau ada marak premanisme di Sumatera Utara ini,” tegasnya.

Sementara, Komisi A DPRD Sumut berjanji membantu dan menyelesaikan persoalan tersebut , dengan segera memanggil para pihak terkait, khususnya kepolisian guna mengetahui jalannya kasus yang sudah ditangani. (adz)

Pungli Dana Insentif & Uang Lembur, Mantan Bendahara Dituntut 1,5 Tahun Penjara

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bendahara Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD) Pematangsiantar, Erni Zendrato dituntut 1 tahun 6 bulan penjara terdakwa dibebankan membayar denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan, pada sidang dengan agenda tuntutaan di Ruang Cakra 4 Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (28/2).

Nota tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendrik Sipahutar, terdakwa dinyatakan bersalah melakukan pungli dana insentif dan uang lembur sebesar 15 persen.

“Terdakwa Erni Zendrato terbukti melanggar Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHPidana,” ucap Jaksa, dihadapan hakim ketua Jarihat Simarmata.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.

Sementara usai persidangan, Jaksa Hendrik mengatakan bahwa perbuatan terdakwa Erni Zendrato merupakan gratifikasi.”Dia (Erni) bersama Adiyaksa melakukan pungli termasuk gratifikasi dan itu tidak boleh oleh pejabat,” tandasnya.

Mengutip surat dakwaan, pada tahun anggaran (TA) 2019 APBD kota Pematangsiantar, menganggarkan dana kepada kantor BPKD kota Siantar, berupa alat tulis kantor (ATK), makan minum kegiatan dan belanja modal.

Dari dana-dana tersebut, termasuk dana insentif Pemungutan Pajak Daerah dan uang lembur yang dibayarkan pertriwulan.

Lebih lanjut, terdakwa sekira bulan Februari 2019, telah bekerjasama dengan bendahara pengeluaran yaitu Erni Zendrata mengadakan rapat dengan mengumpulkan para kepala Bidang (Kabid). Dimana para Kabid yang ada pada kantor BPKD, yang dalam pengelolaan keuangan berkedudukan sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). (man/btr)

Kaki Saddam Husen Ditembak Polisi

DITEMBAK: Kaki Sadam ditembak petugas karena melawan. tedi/sumutpos
DITEMBAK: Kaki Sadam ditembak petugas karena melawan. tedi/sumutpos
DITEMBAK: Kaki Sadam ditembak petugas karena melawan.  tedi/sumutpos
DITEMBAK: Kaki Sadam ditembak petugas karena melawan.
Tedi/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saddam Husen alias Putra (27) warga Jalan Punak No 3 Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, terpincang-pincang saat diboyong petugas Polsek Medan Baru. Luka tembak yang ada di kaki kirinya itu didapatnya karena melawan dan hendak melarikan diri ketika dibawa untuk pengembangan kasus pencurian handphone (HP) dari rumah warga bernama Suwadi (49) Jalan Punak No. 80 yang dijadikan kafe.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing menjelaskan, awalnya korban bernama Suwadi membuat laporan pengaduan terkait kasus pencurian dengan nomor : LP/251/II/2020/Polrestabes Medan/Sek. M. Baru, Minggu (23/2). Dalam laporannya, korban mengalami kerugian 2 unit HP karena telah dicuri.

“ Minggu pukul 04.00 WIB korban pulang ke rumahnya lupa menggembok pagar rumah. Sekitar pukul 07.00 WIB terbangun dan melihat 2 HP-nya hilang dicuri maling. Korban membuat laporan ke petugas Polsek Medan Baru,” ungkap Martuasah, Jumat (28/2).

berdasarkan laporan korban dilakukan penyelidikan. Berdasarkan rekaman kamera CCTV, diketahui pelakunya berjumlah dua orang, seorangnya adalah Saddam.

“Dari penyelidikan teridentifikasi pelakunya Saddam dan Fajar, sesuai rekaman kamera CCTV keduanya melakukan pencurian dan mengambil 2 unit HP milik korban. Usai mencuri, kedua pelaku melarikan diri,” terang Martuasah.

Dilakukan penyelidikan keberadaan pelaku Saddam lagi di Jalan Punak pada Kamis (27/2) malam sekitar pukul 20.30 WIB. “Kasusnya dikembangkan, saat ini masih memburu satu pelaku lagi berinisial F karena diduga kuat ikut terlibat. Akibat perbuatannya, pelaku Saddam dikenakan Pasal 363 KUHP, sedang M Thaib Pasal 480 KUHP,” pungkasnya. (ris/btr)

Poltekbang Medan Gelar Sosialisasi Sipencatar 2020 di Semarang

Poltekbang kembali lakukan ‎gelar sosialisasi Sipencatar 2020 di Kota Semarang.(ist)

SEMARANG, SUMUTPOS.CO – Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan kembali melakukan sosialisasi Seleksi Penerimaan Calon Taruna Taruni (Sipencatar) 2020-2121 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (27/2).

Sosialisasi yang dilakukan bersama Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Kota Semarang merupakan salah satu kota dari 16 provinsi yang dikunjungi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan bersama UPT dibawahnya untuk melakukan sosialisasi ini.

Kali ini, kampus yang ikut serta yaitu Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal dani Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu pihak KSOP Semarang, Kepala Sekolah, guru dan Siswa Siswi SMA/ SMK sekitar kota Semarang.

Direktur PIP Semarang, Dr. Capt. Mashadi Rofik yang membuka secara resmi sosialisasi tersebut, sosialisasi ini untuk memperkenalkan perguruan tinggi vokasi yang ada di mantra udara, laut, darat dan perkeretapian.”Paparan akan disampaikan dari berbagai mantra yang ada di BPSDM Perhubungan, Kemenhub,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan
Keuangan Pusat Aparatur Perhubungan, Budoyo Wiwoho mengatakan, BPSDM Perhubungan mendapat amanah dalam penyiapan insan Perhubungan, baik yang akan ditugaskan di sektor pemerintah maupaun swasta.

“Akan dibuka penerimaan Sipencatar di 20 sekolah dibawah BPSDM Perhubungan yang nantinya bisa melahirkan SDM yang handal dan berkompeten serta profesional, “ujarnya.

BPSDM Perhubungan, sambungnya, akan melaksanakan Sipencatar 2020/2021 yang akan dimulai pada April 2020.“Silahkan persiapkan diri bagi yang berminat untuk mengikuti Sipencatar, “pesannya.

Budoyo menambahkan siswa siswa dapat mendaftar dan pilih sekolah yang diinginkan di daerahnya masing-masing. Kemudian, dari Poltekbang Medan yang ikut hadir dalam sosialisasi tersebut yaitu Wakil Direktur III Poltekbang Medan, Dwiyanto, Instruktur Prodi Teknik Pesawat Udara (TPU), Rofi Juliatma, taruna prodi TNU TS Ridho Ricardo dan taruna prodi PLLU, Ade Ramadhani.
Dalam paparannya Dwiyanto mengatakan pihaknya siap menerima putera puteri yang akan dididik menjadi SDM transportasi perhubungan yang handal.

“Poltekbang Medan memiliki 4 program studi yang dapat dipilih sesuai minatnya,” ujarnya.

Antusias tinggi ditunjukkan oleh siswa siswa SMA/SMK yang hadir dalam acara tersebut. Pertanyaan-pertanyaan juga diajukan kepada para taruna yang hadir.

Salah satu siswa SMA, Rani menanyakan jika dirinya berniat masuk ke Poltekbang Medan, jurusan apa yang paling tepat baginya.

Menanggapi itu, Dwiyanto mengatakan di semua jurusan di Poltekbang Medan bisa dipilih dan tidak ada batasan soal jenis kelamin.

“Meskipun begitu, memang kebanyakan calon taruni memilih prodi PLLU sebagai minatnya, ” imbuh Dwiyanto.

Acara sosialisasi dihibur dengan penampilan‎ band dari taruna taruni PIP Semarang. Yang hadir dalam acara tersebut, hanyut dalam alunan musik dari Band tersebut.(rilis)

Poltekbang Medan Gelar Sosialisasi Sipencatar 2020 di Semarang

Foto: Istimewa
Poltekbang kembali melakukan ‎gelar sosialisasi Sipencatar 2020 di Kota Semarang.

SEMARANG, SUMUTPOS.CO – Politeknik Penerbangan (Poltekbang)  Medan kembali melakukan sosialisasi Seleksi Penerimaan Calon Taruna Taruni (Sipencatar)  2020-2121 di Kota Semarang,  Jawa Tengah,  Kamis (27/2).

Sosialisasi yang dilakukan bersama Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ITU, dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Kota Semarang merupakan salah satu kota dari 16 provinsi yang dikunjungi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan bersama UPT di bawahnya untuk melakukan sosialisasi ini. 

Kali ini, kampus yang ikut serta yaitu Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang,  Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ)  Tegal dani Politeknik Penerbangan (Poltekbang)  Medan. Turut hadir dalam acara tersebut yaitu pihak KSOP Semarang, kepala sekolah, guru dan siswa-siswi SMA/ SMK sekitar kota Semarang. 

Direktur PIP Semarang, Dr. Capt. Mashadi Rofik yang membuka secara resmi sosialisasi tersebut, mengatakan sosialisasi ini untuk memperkenalkan perguruan tinggi vokasi yang ada di mantra udara, laut, darat dan perkeretapian. “Paparan akan disampaikan dari berbagai mantra yang ada di BPSDM Perhubungan, Kemenhub,” ucapnya.

Sementara itu,  Kepala Bagian Umum dan Keuangan Pusat Aparatur Perhubungan, Budoyo Wiwoho mengatakan, BPSDM Perhubungan mendapat amanah dalam penyiapan insan Perhubungan, baik yang akan ditugaskan di sektor pemerintah maupaun swasta.

“Akan dibuka penerimaan Sipencatar di 20 sekolah dibawah BPSDM Perhubungan yang nantinya bisa melahirkan SDM yang handal dan berkompeten serta profesional, “ujarnya. 

BPSDM Perhubungan, sambungnya, akan melaksanakan Sipencatar 2020/2021 yang akan dimulai pada April 2020. “Silakan persiapkan diri bagi yang berminat untuk mengikuti Sipencatar,” pesannya. 

Budoyo menambahkan, siswa-siswa dapat mendaftar dan pilih sekolah yang diinginkan di daerahnya masing-masing. Dari Poltekbang Medan yang ikut hadir dalam sosialisasi tersebut yaitu Wakil Direktur III Poltekbang Medan, Dwiyanto, Instruktur Prodi Teknik Pesawat Udara (TPU),  Rofi Juliatma, taruna prodi TNU TS Ridho Ricardo dan taruna prodi PLLU,  Ade Ramadhani. 

Dalam paparannya Dwiyanto mengatakan pihaknya siap menerima putera puteri yang akan dididik menjadi SDM transportasi perhubungan yang handal. “Poltekbang Medan memiliki 4 program studi yang dapat dipilih sesuai minatnya,” ujarnya. 

Antusias tinggi ditunjukkan oleh siswa siswa SMA/SMK yang hadir dalam acara tersebut.  Pertanyaan-pertanyaan juga diajukan kepada para taruna yang hadir. 

Salahsatu siswa SMA, Rani menanyakan jika dirinya berniat masuk ke Poltekbang Medan, jurusan apa yang paling tepat baginya. 

Menanggapi itu,  Dwiyanto mengatakan di semua jurusan di Poltekbang Medan bisa dipilih dan tidak ada batasan soal jenis kelamin. “Meskipun begitu, memang kebanyakan calon taruni memilih prodi PLLU sebagai minatnya, ” imbuh Dwiyanto. 

Acara sosialisasi dihibur dengan penampilan‎ band dari taruna taruni PIP Semarang. Yang hadir dalam acara tersebut, hanyut dalam alunan musik dari Band tersebut. (rel)

Jadi Sponsor Musim 2020, Pelindo I Dukung PSMS Rp1 M

KERJA SAMA: Dirut PT Pelindo 1 Dian Rachmawan bersama Pembina PSMS Kodrat Shah dan Gubsu Edy Rahmayadi usai penandatanganan kerja sama sponsor. triadi wibowo/sumut pos
KERJA SAMA: Dirut PT Pelindo 1 Dian Rachmawan bersama Pembina PSMS Kodrat Shah dan Gubsu Edy Rahmayadi usai penandatanganan kerja sama sponsor. triadi wibowo/sumut pos
KERJA SAMA: Dirut PT Pelindo 1 Dian Rachmawan bersama Pembina PSMS Kodrat Shah dan Gubsu Edy Rahmayadi usai penandatanganan kerja sama sponsor. triadi wibowo/sumut pos
KERJA SAMA: Dirut PT Pelindo 1 Dian Rachmawan bersama Pembina PSMS Kodrat Shah dan Gubsu Edy Rahmayadi usai penandatanganan kerja sama sponsor. triadi wibowo/sumut pos

PT Pelindo I (Persero) mendukung penuh PSMS Medan di Liga 1 musim 2020. Terbukti, perusahaan plat merah itu resmi menjadi sponsor Ayam Kinantan selama semusim.

RESMINYA PT Pelindo I menjadi sponsor PSMS pada musim ini, setelah dilakukan penandatanganan kerja sama sponsorship di Kebun Bunga, Kamis (27/2). Penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama Pelindo 1 Dian Rachmawan dengan Pembina PSMS Kodrat Shah, disaksikan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Kerja sama ini akan berlangsung selama semusim. Pelindo 1 memberikan bantuan dana melalui sponsorship sebesar Rp 1 miliar. Sebagai bentuk kompensasi, merek PT Pelindo 1 akan terpampang di kostum PSMS.

“Pelindo 1 sangat mendukung PSMS yang merupakan ikon olahraga dan simbol kebanggaan kota Medan. Untuk itu, kami memberikan dukungan berupa sponsorship sebesar Rp 1 miliar untuk bertanding di kompetisi Liga 2 tahun 2020,” ujar Direktur Utama Pelindo 1 Dian Rachmawan.

Disebutkan, ini merupakan salah satu wujud komitmen Pelindo 1 untuk mendukung kemajuan daerah khususnya pada bidang olahraga. “Kami berharap dukungan Pelindo 1 ini mampu mendorong PSMS meraih prestasi,” harapnya.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengapresiasi dukungan positif dari Pelindo 1 ini. Dia berharap dukungan ini akan semakin menambah semangat pemain PSMS selama menjalani kompetisi.

“Semoga dengan dukungan Pelindo 1 ini mampu membawa PSMS mencapai prestasi yang lebih baik dan mampu mengangkat level PSMS dan berlaga di kompetisi Liga 1,” jelas Edy Rahmayadi.

Sedangkan Pembina PSMS Medan, Kodrat Shah mengucapkan terima kasih kepada Pelindo 1 yang resmi menjadi sponsor PSMS musim ini dengan nilai Rp1 miliar.

“Hari ini satu semangat baru yang didapat PSMS. Dengan adanya kerja sama ini mudah-mudahan ke depan, kita bisa mencari lagi sponsorship yang bisa membantu PSMS,” ucap Kodrat.

Dana Rp1 miliar tersebut ditegaskan Kodrat semua untuk kepentingan tim hingga satu musim. Dia memastikan tidak dipergunakan untuk pengurus PSMS yang sering dituding banyak orang.

“Saya harapkan pengurus PSMS harus benar-benar merasa memiliki. Yang ikut mengurus PSMS secara administrasi tidak ada mendapat honor, hanya pengabdian. Ini berulang kali saya sampaikan. Tapi masih banyak yang tidak percaya,” tegasnya. (dek)

Melawan Petugas, 3 Pembobol Rumah Pakai Jampi-jampi Ditembak Polisi

Ilustrasi
Ilustrasi

Sudah Beraksi Belasan Kali

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Polsek Medan Sunggal menembak kaki tiga pelaku pembobol rumah yang sudah belasan kali beraksi. Ketiganya ditembak polisi pada kakinya karena melakukan perlawanan.

Ketiga pelaku itu adalah Solihen alias Awen (30) warga asal Dolok Masihul, Kabupaten Sergai, Iswanto (27) warga Jalan Dusun III, Suka Aman, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal dan Syahrial (31) warga Jalan Tanjung Gusta Gang Ikhlas, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir mengatakan, ketiga tersangka ditangkap di Desa Mencirim Pondok Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Kamis (27/2) dini hari. Penangkapan mereka berdasarkan penyelidikan atas laporan 3 korbannya warga yakni Ridwan, Lisnawati Br Pinem dan Fadilah Nugroho.

“Tersangka terpaksa ditembak kakinya karena melawan saat ditangkap. Selanjutnya, dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diberikan perawatan,” ujar Yasir.

Disebutkan dia, barang bukti yang disita dari tersangka ada 2 unit sepeda motor, kunci letter T, tas, tabung gas, dispenser dan tanah kuburan yang dibungkus kain putih.

“Dari penyelidikan atas laporan itu kami awalnya menangkap Solihen alias Awen dan Iswanto di Desa Mencirim pondok. Berdasarkan keterangan kedua tersangka itu, kemudian dilakukan penangkapan satu tersangka lain bernama Syahrial alias Izal di Jalan Sei Mencirim Gang Bersama Desa Mencirim, Deliserdang, yang merupakan residivis,” terang Yasir.

Ia menuturkan, dari hasil penyelidikan, setidaknya ada 11 rumah yang telah dibobol mereka. Diantaranya beralamat di Simpang Lowok Desa Sei Mencirim Kecamatan Mencirim, Deliserdang, Jalan Payageli Desa Payageli, Perumahan Rorinata tahap 9 Desa Sukamaju, Sunggal, Perumahan Bougenvil Desa Sukamaju, Sunggal.

Lalu, di Jalan Sei Mencirim Gang Rambutan Desa Medan Krio, Sunggal, dan PT IRA Jalan Serasi Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal. “Rumah yang dibobol ada yang berpenghuni dan ada juga rumah kosong. Saat ini, kasusnya masih terus didalami,” pungkasnya.

Sementara itu, kepada petugas, tersangka Iswanto mengakui perbuatannya. Bahkan, dia juga mengaku tanah kuburan yang selalu dibawa dalam beraksi keyakinan agar setan penghuni rumah kosong yang hendak dibobol tidak menggangu mereka. “Tanahnya dipegang aja supaya lancar,” akunya. (ris/btr)