MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eksepsi terdakwa Febi Nur Amelia ditolak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus pencemaran nama baik yang digelar di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (4/2). Febi dilaporkan saksi korban Fitriani Manurung, karena menagih utang lewat instastori instagramnya Rp70 juta.
Jaksa Randi meminta Majelis Hakim memeriksa dan mengadili perkara tindak pidana Febi Nur Amelia. Terdakwa sengaja, tanpa hak mendistribusikan, mentranfusikan informasi elektronik, dokumen elektonik yang memuat penghinaan atau pencemaran nama baik.
“Menyatakan surat dakwaan JPU telah memenuhi Pasal 143 ayat 3 huruf b KUHAP. Kemudian, menetapkan bahwa keberatan oleh penasehat hukum terdakwa ditolak karena tidak sesuai dengan Pasal 150 ayat 1 KUHAP, tidak berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku,” ujarnya dihadapan di Ketua Mejelis Hakim Sri Wahyuni.
Usai membacakan tanggapa jaksa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda putusan sela.
Sementara itu usai sidang, Febi berharap hukum ditengakkan seadil-adilnya. Dia juga berharap bisa dibebaskan dalam kasus yang membelitnya. “Insyaallah (dibebaskan). Harapanya semoga hakim bisa kasih keputusan yang seadil-adilnya,” ujar Febi kepada wartawan usai persidangan.
Rasa optimis juga disampaika Indra Gunawan selaku Penasehat Hukum Febi, dia mengatakan pihaknya punya bukti kuat bahwa korban Fitriani Manurung memiliki hutang pada klienya.
“Dia mengatakan bukti tersebut akan disampaikan, melalui saksi saksi pada sidang selanjutnya. “Jadi kalau kemudian orang memperjuangan haknya menagih utang kemudian dipidana, menurut kita itu menciderai rasa keadilan menurut kita,” katanya.
“Kita menghormati proses hukum dan saya meyakini pengadilan merupakan rumah keadilan bisa memberi keadilan pada kami,” pungkasnya.
Sebelumnya, Febi didakwa melanggar UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang diatur dan diancam dengan Pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UURI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008.
Dua tahun berlalu, Febi kembalimencoba menagih hutang kepada Fitriani, kali ini dilakukan lewat Direct Massage instagram. (man/btr)
Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 8 Medan, Jonggor Panjaitan.
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 8 Medan, Jonggor Panjaitan. BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 8 Medan, Jonggor Panjaitan menuding korban pemukulan Herbin Manurung adalah satu oknum guru provokator di sekolah tersebut. Sehingga terjadi perkelahian antara korban dengan Deni Panjaitan di dalam ruang kelas, Rabu (29/1) lalu.
Jonggor mengakui Deni Panjaitan anaknya dan menjadi guru honor mengajar mata pelajaran olahraga di SMA Negeri 8 Medan.”Semua Bohong masalah ini sudah 1 tahun lebih. Termasuk lah dia (Herbin) provokator dibelakangannya. Akibat sudah 1 tahun lebih kebutulan anak saya guru olahraga, bukan pengawal saya,” ungkapnya kepada wartawan di SMA Negeri 8 Medan, Selasa (4/2).
Jonggor menjelaskan kronologis kejadian aksi tidak terpuji dilakukan anaknya kepada korban. Hal itu, berawal dari ada dua oknum guru berkelahi dan menyangkut dua orang siswa SMA Negeri 8 Medan. Deni disuruh Wakil Kepala Sekolah untuk memanggil siswa tersebut.
“Ada lah guru kita pagi-pagi berkelahi menyangkut lah 2 orang siswa. Disuruh Wakil Kepala Sekolah anak saya ini, di dalam kelas. Setelah disuruh Herbin Manurung ada di dalam kelas (mengajar). Setelah 10 menit, siswa itu tidak datang. Diulangi kembali lah. Terjadi perkalihan dan adu mulut di dalam kelas,” jelas Jonggor.
Jonggor mengeluhkan sejak menjabat orang nomor satu di SMA Negeri 8 Medan, ia selalu dibully bersama anaknya. Kemudian, kejadian perkelahian tersebut, Kapolsek Medan Area, Kompol.Faidir Chaniago turun ke sekolah untuk melakukan mediasi keduanya.
“Anak dan orang tua dibully dituduh selingkuh. Bukan ada kaitan disana. Jangan dibilang anak saya tidak ada etika. Semenjak saya Kepala Sekolah Oktober 2016, itu lah guru Herbin Manurung tidak mempunyai etika. Baik sesama guru, baik tua muda. Selalu panggil nama dan kau,” ungkap Jonggor.
Ia mempersilakan Herbin Manurung melapor ke Polisi. Namun, Jonggor tidak mau melaporkan kembali korban.”Saya sendiri tidak mau melapor kemana-kemana. Saya dibully dan keluarga saya difitnah, saya tinggal diam,” kata Jonggor.
Disinggung terjadi perusakan terhadap sepeda motor korban. Jonggor membantah dan kembali menuding Herbin pernyataan bohong kepada publik atas apa dialaminya.
“Itu tidak benar, namanya pelapor suka-suka hati dia melapor apa saja. Saksi ada pada siswa. Tapi, siswa tidak bisa kita tanguhkan, karena siswa untuk belajar. Jangan dibuat barang bukti jadi siswa. Dirusak keretanya (sepeda motor), itu juga dipake untuk pulang. Kalau rusak, pasti gak bisa digunakan lah. Gak bisa hidup, entah anak bikin pecah (sepeda motor) jangan dikait-kaitan dengan kita,” sebut Jonggor.
Dengan kejadian ini, sudah terakumulasi selama 1 tahun lebih. Jonggor mengungkapkan sudah melakukan mediasi di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut. Namun, tidak ada hasil.
“Mediasi sudah kita lakukan, baik di BAP di Dinas Pendidikan Sumut, tertulis sampai dipindahkan sampai detik ini tidak ada hasil dari dinas. Laporan dia, ke Polrestabes, ke Dinas dan lainnya sudah hadapi semuanya,” sebut Jonggor.
Jonggor menambahkan kejadian ini, meruapak kehilapan antara anaknya dan Herbin. Namun, ia mengatakan tidak elok saling lapor. Harus kejadian internal harus diselesaikan di sekolah secara kekuluargaan saja.
“Ini pendidikan, mau saya kejadiannya sekolah atau intenal, cukup lah diselesaikan sekolah. Karena, sentimen dia itu. Kelen (wartawan) luruskan lah. Dia (Herbin) salah satu provokator semenjak saya disini. Tidak cocok jadi guru itu,” pungkasnya.
Atas kejadian itu, Herbin korban melaporkan Deni yang juga merupakan guru sekolah tersebut, ke Mako Polsekta Medan Area. Laporan itu, tertuang dalam Nomor: STTLP/ 88/ K/ II/ 2020/ SPKT Medan Area. Deni Panjaitan dilaporkan oleh Herbin Manurung atas dugaan pengrusakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406 KUHP.
“Saya melaporkan kejadian atas diri saya yang terjadi pada Rabu (29/1) lalu di SMA N 8 Medan. Saya dipukul oleh oknum guru honorer bernama Deni Panjaitan yang tak lain adalah anak dari Kepala Sekolah SMA N 8. Selain itu juga terkait pengrusakan sepeda motor saya yang dilakukan oleh Deni,” sebut Herbin kepada wartawan, usai melapor.
Herbin menceritakan bahwa, peristiwa itu terjadi saat proses belajar mengajar di kelas XII IPA 1. Secara tiba-tiba, Deni masuk ke kelas dan meminta dua siswa untuk keluar kelas.”Setelah itu Deni langsung pergi tanpa penjelasan kenapa dua siswa itu dipanggil,” tutur Herbin.(gus/btr)
FOTO: Berikut foto yang ada di akun @ Imran Baron Simamora yang teksnya berisi tulisan ancaman kepada Bupati Humbang Hasundutan.
FOTO: Berikut foto yang ada di akun @ Imran Baron Simamora yang teksnya berisi tulisan ancaman kepada Bupati Humbang Hasundutan.
HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Laporan pengancaman serta teror terhadap Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor melalui akun media sosial masih proses penyelidikan aparat Kepolisian Polres Humbang Haundutan.
Demikian hal itu disampaikan Kepala Subbagian Kehumasan Polres Humbang Haundutan, Aiptu S Purba ketika dikonfirmasi Selasa (4/2). Disebutkannya, pihak polisi masih melakukan penyelidikan atas ancaman kepada Bupati yang dilaporkan oleh Laberto Simanullang, 8 Oktober 2019 lalu.
Kepolisian kata Aiptu S Purba masih mengumpulkan alat bukti dan para saksi yang mengetahui postingan tersebut.“Ciri-ciri pelaku masih belum diketahui. Kita masih gali dulu atau mencari keterangan,” kata Aiptu S Purba.
Masih Purba, kendala lain dihadapi polisi mengungkap pengamcaman itu. Bupati Dosmar belum bisa diminta keterangnya karena alasan kesibukan kerja.“Mau diambil keterangannya (Bupati Dosmar) biar datang kemari. Tapi tidak sempat karena sibuk. Tetapi tetap ditindaklanjuti nanti perkembangan sampaikan kepada rekan-rekan,” sambung Purba.
Sedangkan Laberto Simanullang yang merupakan Kader PDI Perjuangan melaporkan akun facebook milik @ Imran Baron Simamora, ke Polres Humbang Hasundutan pada 8 Oktober 2019. Dimana nama @Imran Baron Simamora per tanggal 4 Oktober 2019 menulis.”Kami sudah siapkan senjata buat tembak mati Bupati Humbang Hasundutan,” tulis @Imran sembari memuat foto handphone, pistol, senjata laras panjang dan sejumlah peluru.(yes/btr)
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Unit reskrim Polsek Dolok Masihul terpaksa menembak seorang dari tiga kawanan pelaku kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah hukum Polres Sergai, Minggu (2/2) pukul 22:30 WIB.
Berikut ketiga kawanan itu SA alias Ompong(48) warga Dusun 6 Desa Pulau Tagor, Kecamatan Serba Jadi, Sergai. BD alias Kencet (35) warga Dusun 1 Desa Senna Kecamatan Pengajahan, Sergai. KG (25) warga Dusun I, Desa Suka Raja, Kecamatan Pengajahan, Sergai.
“Tersangka BD alias Kencet (35) diberikan tindakan tegas pada bagian kaki sebelah kanan karena mencoba melarikan diri saat dilakukan pengembangan,”
kata Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH, M,Mhum, Senin (3/2).
Diungkapkan Robin penangkapan para tersangka berkat adanya laporan korban Efendi Hutabarat(42) dan saksi Risnawati Lubis(40) Warga Dusun 6 Desa Banjarongge, Kecamatan Dolok Masihul, Sabtu (28/12) sekira pukul 06:09 WIB.
“Lantas korban membuat laporan ke Mapolsek Dolok Masihul berdasarkan surat nomor LP / 94 /XIl / 2019 / SU / Reskrim / Sek Dolok Masihul tanggak 28 Desember 2019,”bilang Kapolres Sergai AKBP Robin.
Atas laporan tersebut, tim unit reskrim polsek Dolok Masihul dipimpin Kapolsek Dolok Masihul AKP Juliapan Panjaitan, SH bersama personilnya melakukan penyelidikan. Berdasarkan informasi dari masyarakat tersangka BD alias Kencet diketahui dan berhasil ditangkap.
Tersangka mengaku telah berulang kali melakukan pencurian sepeda motor tepatnya perumahan Havea Dusun I Desa Havea, Kecamatan Dolok Masihul. Kemudian melakukan pencurian di Dusun 6 Desa Banjarongge Kecamatan Serbajadi. Tersangka BD alias Kencet dibantu kawannya SL, SA alias Ompong dan KG. Mereka berhasil mengambil dua unit sepeda motor terdiri honda supra dan honda revo.
Berhasil meringkus ke tiga tersangka. Kini polisi melakukan pengejaran terhadap rersangka OM dan AI yang merupakan penadah hasil curian ketiga kawanan curanmor itu.
“Ketiga tersangka sudah diamankan dan berikut barang bukti 2 bongkah batu dan 2 gembok warna gold dalam keadaan rusak, satu unit sepeda motor yamaha scorpio tanpa plat polisi milik tersangka dan saat ini masih dilakukan pengembangan guna proses lebih lanjut,”ungkap AKBP Robin Simatupang.(btr)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kanit Binmas Tanjung Morawa Ipda Amal Bersama dengan Kepala Desa Tanjung Baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang perangkat Desa Tanjung Baru menjemput ES (36) diduga adalah korban pengguna narkoba, sering marah-marah dan mengancam orang tuanya yang tinggal di Dusun lll Desa Tanjung baru Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/2) pagi.
Informasinya, ES diduga sudah lama kecanduan narkotika sehingga susah untuk lepas dari kebiasaannya mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Sehingga untuk membelnya, ES sering meminta uang kepada orang tuanya. Mirisnya, apabila tidak diberikan maka yang bersangkutan marah-marah dan mengancam orang tuanya, sehingga orang tuanya ketakutan dan melaporkan anaknya ke Polsek Tanjung Morawa sebagai pengguna narkotika.
Mendapat laporan tersebut kapolsek Tanjung Morawa AKP Ilham Harahap SH MH langsung memerintahkan anggotanya untuk mengamankan pria tersebut di dalam rumahnya. Kanit Binmas Tanjung Morawa Ipda Amal Bersama dengan Kepala Desa Tanjung Baru dan didampingi perangkat Desa Tanjung Baru mengamankan ES dan membawa ke Panti Rehabilitasi Narkotika di Sibolangit untuk di lakukan pengobatan.
Selain mengaman ES, petugas tururt mengamankan barang bukti berupa sebilah parang, sepotong beroti dan batu yang digunakan ES untuk mengancam orang tuanya dan masyakarat sekitar.
Kanit Binmas Tanjung Morawa Ipda Amal yang di konfirmasi awak Media mengatakan ES diduga ketergantungan narkoba dan sering mengancam orang tua nya dan warga sekitar, sehingga di laporkan oleh orang tuanya untuk di rehabilitasi
Warga sekitar yang tidak mau disebutkan nama nya mengatakan jika ES sering meminta uang kepada orang tua dan kalau tidak diberikan sering marah-marah dan mengancam orang tuanya dan warga sekitar. “ES diduga ketergantungan narkoba pak,” katanya. (btr)
TIM: Tim Unit I Satres Narkoba Langkat diabadikan bersama ke dua tersangka Mulyadi dan Jeni Yusuf. ONO seorang pengedar sabu di Sei Lepan diabadikan bersama Reskrim Polsek P Brandan.
Ilyas effendy/ Sumut Pos
TIM: Tim Unit I Satres Narkoba Langkat diabadikan bersama ke dua tersangka Mulyadi dan Jeni Yusuf. ONO seorang pengedar sabu di Sei Lepan diabadikan bersama Reskrim Polsek P Brandan.
Ilyas effendy/ Sumut Pos
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan reserse narkoba Polres Langkat berhasil membekuk 2 orang tersangka pemilik narkoba jenis sabu dan seorang tersangka terpaksa ditembak, karena melakukan perlawanan kepada petugas karena berusaha melarikan diri.
“Unit I Satres Narkoba berhasil membekuk 2 orang tersangka dalam suatu gelar operasi antik Toba 2020, “ kata Kasat Narkoba Langkat AKP Adi Hariono, SH kepada Sumut Pos di Stabat Selasa ( 4/2).
TIM: Tim Unit I Satres Narkoba Langkat diabadikan bersama ke dua tersangka Mulyadi dan Jeni Yusuf. ONO seorang pengedar sabu di Sei Lepan diabadikan bersama Reskrim Polsek P Brandan.
Ilyas effendy/ Sumut Pos
Kedua tersangka yang dibekuk masing-masing Muliadi (42) Warga Desa Matang Teungoh Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. Dan Jeni Yusuf (48), Warga Desa Cibrek Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. Keduanya di tangkap di Dusun V Desa Mangga Kecamatan Stabat Langkat Selasa (4/2) sekitar Pukul 01.00 WIB.
“Dari tangan ke 2 tersangka berhasil disita barang bukti berupa sabu yang dibungkus dalam plastik klip seberat 60, 57 gram di tumpukan pasir tidak jauh dari tersangka duduk,”imbuhnya.
Dari interogasi sebut AKP Adi Hariono, Mulyadi mengaku sabu tersebut adalah miliknya, dan mendapatnya dari seorang pria berinisial S Warga Aceh Utara. Dan akan dijual kembali kepada pemesan di Stabat dengan harga Rp20.000.000.
Tersangka Mulyadi mengajak rekannya Jeni Yusuf untuk ikut membantu mengantar sabu tersebur ke Stabat (berperan sebagai sopir) dengan upah Rp 1.000.000.
Sementara itu Kasubag Humas Polres Langkat AKP Rokmat, mengatakan Reserse Kriminal Polsek P Brandan berhasil menggerebek dan meringkus seorang pengedar narkoba jenis sabu bernama Ono warga Dusun 6 Desa Lama Baru Kecamatan Sei Lepan di Gubuknya persis dipinggir Sungai Lepan Minggu (2/2).
“Penggerebekan dilakukan saat tersangka Ono sedang memancing. Begitu melihat Polisi datang, Ono melompat ke sungai untuk kabur namun gagal. Tetapi berhasil diringkus polisi.” kata AKP Rohmat. Dari tangan tersangka Ono petugas menemukan barang bukti sabu seberat 25, 16 gram yang dibagi menjadi 16 paket, plastik klip untuk tempat shabu yang siap edar dan ditemukan sebuah timbangan digital.
Namun, Ono terpaksa dilumpuhkan karena berupaya kabur saat hendak diboyong ke Mapolsek P Brandan. “Ono melakukan perlawanan dan berusaha untuk melarikan diri petugas terpaksa melepaskan tembakan yang mengenai bagian kakinya,” imbuhnya. (yas/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua KNPI Sumut El Adrian Shah bersama Sekretaris M Darwis Nasution, Bendahara Dikky Anugerah dan pengurus KNPI Sumut Periode 2019-2022 bakal dilantik di Hotel Santika Dyandra Medan, Rabu (5/2) malam ini.
Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan, Dikky Anugerah saat dikonfirmasi mengaku kalau persiapan pelantikan berjalan baik sesuai yang diharapkan. Dikky pun meminta dukungan semua pihak termasuk masyarakat Sumut untuk mendoakan demi kesuksesan dan kelancarakan pelantikan malam ini. “Allhamdulillah persiapan berjalan lancar sesuai harapan kita. Insyallah dan kami mohon doa seluruh masyarakat Sumut agar pelantikan malam Kamis ini berjalan sukses,” ujar Dikky didampingi Sekretaris Panitia Khairuddin Aritonang dan Bendahara Panitia Syaiful Amri Sambas Selasa (4/2).
Dalam kesempatan itu, Dikky juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga Sumut khususnya warga Medan atas ketidaknyamanan yang kemungkinan terjadi saat melintas di jalanan sekitar Hotel Santika Medan. Pelantikan yang akan di hadiri Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Wagubsu Musa Rajekshah dan Forkompimda Sumut ini diperkirakan akan dihadiri 3.000 undangan dan berpotensi terjadinya kemacatan.
“Sebelumnya, mewakili keluarga besar KNPI Sumut dan panitia saya meminta maaf kepada masyarakat jika ada kemacetan akibat konsentrasi masa yang besar di sekitar Hotel Santika saat pelantikan nanti,” ujarnya lagi.
Lebih lanjut dikatakan Dikky, saat pelantikan nanti turut digelar peluncuran aplikasi KNPI Smart atau Smart KNPI App yang disiapkan untuk mewujudkan transformasi besar KNPI Sumut sebagai wadah kaum milenial dalam menjawab tantangan Era Revolusi Industri 4.0. Melalui aplikasi ini, seluruh pemuda di Sumatera Utara diharapkan dapat mengakses informasi yang baik dan terarah dalam mewujudkan cita-citanya sebagai generasi muda yang handal.
Dikky menambahkan, pelantikan nanti juga menjadi momentum silaturahmi nasional pemuda Indonesia. Karena selain rombongan Ketua Umum DPP KNPI Pusat Noer Fajriensyah, turut hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan pemuda dari DPD KNPI provinsi maupun Kabupaten kota sejumlah Daerah di pulau Jawa dan Sumatera.
Sebagai wujud keperdulian pemuda terhadap seni dan budaya saat pelantikan nanti turut dihadirkan tari persembahan Melayu dan pemberian ulos serta penampilan gordang sembilan. Selain itu ada juga persembahan tari dari anak-anak berkebutuhan khusus (disabilitas).
Saat pelantikan nanti para undangan juga dapat melihat pameran produk UMKM yang merupakan binaan pemuda di stan-stan yang disediakan panitia. “Selain tari persembahan Melayu dan ulos nanti ada juga persembahan tari dari anak-anak istimewa. Undangan juga bisa melihat pameran produk UKM dari binaan pemuda,” pungkasnya. (adz/ila)
Corporate and Campus Championships tingkat regional menampilkan lebih banyak permainan dan dua musim aksi esports yang seru
Liga komunitas Esports PVP Singtel kembali hadir di 2020 dalam skala yang lebih besar berjudul PVP Esports Corporate Championship dan PVP Esports Campus Championship – akan ditingkatkan serta menampilkan dua musim pertandingan esports yang menantang dengan lebih banyak judul permainan.
BANGKOK, JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Liga komunitas Esports PVP Singtel kembali hadir di 2020 dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya. Diluncurkan kemarin (31/1) di Thailand Game Expo di Bangkok, liga komunitas tingkat regional tahun 2020 – berjudul PVP Esports Corporate Championship dan PVP Esports Campus Championship – akan ditingkatkan serta menampilkan dua musim pertandingan esports yang menantang dengan lebih banyak judul permainan.
Berkomitmen untuk mendirikan usahanya di 2019, Singtel, bersama dengan rekan regionalnya seperti AIS, Globe, dan Telkomsel akan terus menghadirkan berbagai peluang untuk komunitas gaming agar di tahun 2020 dapat berkembang baik di level lokal maupun regional. Melalui liga komunitas PVP Esports, Singtel berharap mampu memberikan wadah kepada para gamers amatir untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan sportivitas, kerja tim serta kompetisi sehat karena mereka tergabung dalam komunitas dengan minat yang sama.
Arthur Lang, CEO Singtel International Group mengatakan, “PVP Esports telah terbukti sebagai wadah yang hebat bagi para gamers dan pendukungnya dari segala penjuru Asia Tenggara untuk berkumpul dan bergabung dalam permainan yang kompetitif. Sambutan positif terhadap liga yang kami selenggarakan di tahun 2019 mengindikasikan adanya permintaan untuk turnamen komunitas yang lebih berkualitas di kawasan ini, dan tahun ini, kami sangat antusias untuk memperluas jangkauan liga komunitas kami agar mampu membuka kesempatan yang lebih luas kepada para gamers untuk melakukan hal yang mereka minati. Selanjutnya, fokus dari liga-liga yang kami selenggarakan tahun ini adalah persaingan gaming yang sehat dan kami akan berkolaborasi dengan partner-partner kami sepanjang tahun guna memastikan bahwa generasi muda kita akan terus dapat menikmati gaming sebagai bentuk aktivitas yang sehat. Berkolaborasi dengan rekan regional, kami akan terus mendorong pertumbuhan industri gaming dan esports di kawasan ini serta dalam masa ini tidak menutup kemungkinan kami bahkan mungkin akan menemukan bibit-bibit talenta esports berbakat selanjutnya!”
Alistair Johnson, Managing Director of New Business at AIS mengatakan, “Pasar esports di Thailand terlah berkembang secara cepat dan semakin diakui sebagai cabang olah raga professional yang mampu meningkatkan keahlian digital. Sebagai pemimpin di jaringan mobile dan layanan digital, AIS bertekad untuk mendukng esports melalui berbagai kolaborasi dengan partner-partner kami. Bersama Singtel, tahun ini kami kembali menyelenggarakan liga komunitas PVP Esports untuk kedua kalinya dan mengundang para pemain dari Thailand baik dari kalangan korporasi maupun kampus untuk memenangkan kesempatan bertanding di babak final tingkat regional di Indonesia pada akhir tahun ini. Kami berharap liga-liga ini mampu menginspirasi mereka serta membuka jalan bagi mereka untuk menjadi pemain professional masa depan.”
Crispin Tristram, Head of Digital Lifestyle Telkomsel mengatakan, ““Telkomsel bersama Singtel Group memiliki asset besar untuk mengembangkan ekosistem gaming dan oleh karenanya kami ingin menghubungkan para komunitas games di Indonesia dengan komunitas yang berada di Asia Pasifik. Selain itu seperti halnya tren di Kawasan, popularitas eSport di Indonesia dalam beberapa tahun ini juga semakin meningkat, sehingga melalui PvP Esports semua pihak yang terkait dapat melaju bersama menghadirkan wadah eSport dan digital entertainment lifestyle yang lengkap dan berkualitas bagi para penggemar.”
Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan dengan pertumbuhan pasar games tercepat di dunia, dengan jumlah PC dan mobile gamers yang ditargetkan meningkat menjadi 400 juta orang. Pada 2019, dua liga komunitas PVP berhasil menarik minat 2,000 gamers dari berbagai penjuru Asia Tenggara dan 1.4 juta online views. Lebih dari 50,000 orang menghadiri grand final tingkat regional yang diselenggarakan bulan Desember lalu di Singapore Comic Con.
PVP Esports Corporate and Campus Championships 2020 akan berlangsung dalam dua seasons mulai Maret hingga Juni (Season 1) dan Agustus hingga November (Season 2). Para peserta akan bertanding untuk memperebutkan prize pool tingkat regional berupa uang tunai dan hadiah[1] senilai lebih dari S$100,000 – yang merupakan prize pool terbesar sedunia untuk sebuah turnamen komunitas. Liga kampus yang ditujukan untuk para mahasiswa akan ditingkatkan dari acara berbasis di Singapura menjadi acara regional, serupa dengan liga korporasi, yang terbuka untuk kalangan pekerja profesional.
Season 1 akan menghadirkan game ternama seperti Mobile Legends; Bang Bang, Dota 2 dan PlayerUnknown Battlegrounds (PUBG) Mobile, dengan jumlah games yang lebih banyak hadir di Season 2. Tim dan pemain teratas dari Singapura, Indonesia, Filipina dan Thailand juga akan memperoleh hadiah tunai pada saat mereka lolos dari tahap kualifikasi di negara masing-masing serta memperoleh kesempatan untuk mewakili negaranya di tahap Grand Final yang diselenggarakan secara regional.
Kualifikasi di Indonesia untuk PVP Esports Championship sendiri terbagi menjadi dua, yaitu untul level perusahaan dan kampus. Pendaftaran partisipasi diPvP Esports Corporate Championship dibuka pada tanggal 31 Jan 2020, sedangkan PvP Esports Campus Championship akan dibuka pada tanggal 17 Februari 2020 di www.pvpesports.duniagames.co.id. Informasi lebih lanjut bisa juga diakses di www.pvpesports.gg.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLT Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengucapkan banyak terimakasih kepada gabungan komunitas Gerakan Kampung Sendiri. Ucapan disampaikan Akhyar Nasution sebagai apresiasi atas upaya anak-anak muda kreatif Kota Medan dalam menjadikan ibukota Sumatera Utara tambah cantik dan bersih.
Ungkapan tersebut disampaikan Akhyar Nasution pada saat menerima gabungan komunitas Kota Nedan dari berbagai bidang, seperti mural artis, desaign, film maker, dan pecinta PSMS di ruang khusus tamu Walikota Medan, Selasa (4/2/2020).
Sebelum menyampaikan apresiasinya, Akhyar terlebih dahulu koordinator Gerakan Kampung Sendiri diminta berbicara tujuan kehadirannya.
Koordinator Gerakan Kampung Sendiri, Bobi Septian memperkenalkan, Gerakan Kampung Sendiri ini merupakan gabungan dari beragam komunitas, ada mural artis, film maker, desaign, pencinta PSMS dan pecinta bola. Dari talent yang kami miliki ini, kami menginginkan Pemko Medan dapat bekerjasama dengan komunitas agar ada ruang kreatifitas yang kami miliki bisa tersalurkan.
Guna dapat menyalurkan kreativitas ini, dia mengatakan, tentunya harus ada pemberitahuan baik tulisan berbentuk surat maupun bertemu langsung seperti audiensi pada hari ini. Niatan kami dari Gerakan Kampung Sendiri sangat sederhana, yakni ikut serta memberikan sentuhan kreatifitas dalam hal pembangunan dan penataan kota Medan.
Bobi menyebutkan, ruang pertama yang akan disentuh kreativitas anak milenial kota ini adalah kawasan Stadion Teladan. Karena Stadion Teladan milik Pemko Medan, maka kami hadir dan bermohon agar dapat bekerjasama dengan Walikota Medan.
Dia menyatakan, kawasan Stadion Teladan Medan saat ini masih kurang enak dipandang, jadi kami membawa konsep untuk membuat mural tentang PSMS Medan. Hal ini kami lakukan agar Stadion Teladan enak dipandang, kemudian kami juga berharap agar taman-taman serta gedung-gedung yang mulai buram bisa kami buat mural.
“Kami berharap kota ini bisa jadi cantik, dan enak dipandang oleh semua masyarakat dan pendatang di Kota Medan,” sebutnya.
Menjawab keinginan Gerakan Kampung Sendiri, Akhyar Nasution mengucapkan terimakasih atas sumbangsih dari Gerakan Kampung Sendiri. Pemko Medan sangat terbuka dengan ide-ide kreatif dari semua kalangan. Kami juga Sedaya mampu akan memberikan dukungan penuh sesuai dengan kemampuan kami di Pemko Medan.
“Saya Plt Wali Kota Medan mengajak seluruh komunitas untuk menuangkan ide-ide kreatifitas agar kota ini tambah cantik, dan ruang-ruanh yang belum tersentuh dapat kita ubah agar enak dipandang. Kami akan terus mengajak anak-anak muda Kota Medan agar terus berkreatifitas baik itu di taman bisa dimanfaatkan, sebagai ruang kreatifitas melukis, berkesenian dan sebagainya,” ucapnya.
Dia juga menyarankan, anak-anak muda Kota Medan bisa memanfaatkan ruang di depan Stadion Teladan bisa digunakan untuk berkesenian, membuka bazar produk kreatifitas anak muda, pentas musik dari seluruh aliran dan lainnya. “Kami di Pemko Medan akan mendukungnya jika komunitas-komunitas mau ikut berbuat dalam hal kegiatan positif di Kota Medan,” sarannya.
Tak hanya itu, Akhyar juga berpesan jika para anak muda sudah bergabung dan bekerjasama dengan Pemko Medan, maka inilah salah satu cara kami membudayakan hidup bersih, seperti menularkan semangat menjaga kebersihan kota, memelihara fasilitas serta budaya tertib.
“Berbeda jika kita nyinyir-nyinyir aja di Medsos, itukan sebenarnya pekerjaan kurang kreatif. Karena kerjanya cuma nyinyir, sedangkan para komunitas di Gerakan Kampung Sendiri ini, kami yakini sebagai bentuk peradaban kota yang kreatif. Semoga Gerakan Kampung Sendiri ini bisa diikuti oleh komunitas-komunitas lainnya untuk mewujudkan kota Medan cantik,” sebutnya.
Hadir dalam kesempatan itu Kepala Dinas Kebudayaan Kota Medan Ok Zulfi, Kebid Pemasaran Dinas Pariwisata, Dewi. (rel/adz)
KOSTUM:
Manajemen PSMS memperkenalkan kostum kandang dan tandang PSMS di Liga 2 musim 2020.
KOSTUM:
Manajemen PSMS memperkenalkan kostum kandang dan tandang PSMS di Liga 2 musim 2020.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain mendatangkan pemain, PSMS juga menggaet sponsor appareal. Pada Liga 2 musim 2020, tim berjuluk Ayam Kinantan itu akan didukung perusahaan appareal asal Bekasi, Adhoc Appareal.
Sekretaris PSMS Julius Raja mengatakan, sebenarnya banyak yang mengajukan penawaran kepada PSMS. Mereka akhirnya memilih Adhoc Appareal karena kualitasnya lebih bagus.
“Selain kualitasnya, coraknya juga menarik. Kostum PSMS akan dihiasi motif ulos, sebagai ciri khas Sumatera Utara,” ujar Julius Raja di Kebun Bunga, Senin (3/2).
Hal sama juga dikatakan manager PSMS Medan, Mulyadi Simatupang mengaku. Dia memilih Adhoc karena menganggap memiliki kualitas dibanding beberapa apparel yang menawarkan kerja sama.
“Ada beberapa apareal yang masuk ke PSMS tapi karena lebih berkulitas maka kami pilih Adhoc. Mereka juga bisa menyiapkan desain sesuai keinginan kita,” terang Mulyadi.
Owner Adhoc Appareal, Denny Susanto mengaku, perusahaannya menaungi 60 appareal yang ada di Indonesia. Mereka akan setia mendampingi PSMS dalam penyediaan jersey dan seragam latihan untuk satu musim ke depan.
“Kami selama ini mainnya di balik layar, tapi karena merasa sudah saatnya menunjukan diri apalagi kita akan menggandeng tim besar seperti PSMS maka kita sudah berkomitmen akan tampil dan berbuat secara profesional,” ungkap Denny Susanto. (dek)