26 C
Medan
Wednesday, January 28, 2026
Home Blog Page 4546

Kodrat Shah: KNPI Harus Bermanfaat untuk Pemuda dan Masyarakat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kehadiran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) harus benar-benar dirasakan masyarakat. Tidak hanya sebagai pemersatu pemuda lintas OKP, KNPI juga harus berperan dalam menampung ide-ide positif dan kreatif para pemuda untuk selanjutnya diaktualisasikan lewat program kerja mereka.

“Kontribusi KNPI harus ada memberi manfaat untuk OKP. Kalau tidak maka tidak ada gunanya KNPI ini ada. Setidaknya KNPI bisa mempersatukan OKP-OKP yang ada bernaung di dalamnya. Jangan seperti selama ini, KNPI hanya dimanfaatkan untuk kepentingan Ketua dan pengurus intinya saja,” tegas Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Utara, H Kodrat Shah saat diminta masukannya terkait bakal dilantiknya kepengurusan KNPI Sumut Periode 2019-2022 di bawah kepemimpinan El Adrian Shah, Minggu (2/1).

Kodrat pun mengingatkan dan berharap KNPI Sumut di bawah kepemimpinan El Adrian Shah dapat memberikan angin segar untuk kebangkitan pemuda di Sumut. “Ini memang menjadi tugas berat bagi Ananda El Adrian Shah. Bagaimana mengakomodir ide-ide kreatif dari kader-kader terbaik dari perwakilan-perwakilan OKP yang bernaung di KNPI. Buatlah kegiatan-kegiatan positif hingga kekompakan ini semakin terjalin. Kalau sudah bersatu, maka marwah KNPI ini akan turut terangkat,”sambung Kodrat.

Begitupun Kodrat pun tak menampik mengelola dinamika internal KNPI sekaligus merespon tantangan eksternal kaum muda tidaklah mudah. Begitupun Kodrat Shah menyakini kalau El Adrian Shah dapat membawa KNPI Sumut lebih bermartabat jika meninggalkan pola-pola lama dimana pengurusnya cenderung lebih mengedepankan kepentingan pribadi atau segelintir pengurus semata.

“Pola-pola lama itu harus ditinggalkan. Rangkul semua OKP. Libatkan mereka di kegiatan-kegiatan KNPI. Jadi mereka juga ikut merasa memiliki. Kalau sudah kompak maka apapun akan mudah. Termasuk juga gesekan-gesekan antar pemuda akan dapat diminimalir dan kalaupun terjadi KNPI bisa menjadi penengahnya,” ujarnya lagi.

Jika telah bersatu maka lanjut Kodrat akan memudahkan bagi KNPI untuk menjalankan program-program kerja khususnya dalam membentuk Karakter, mentalitas, kearifan serta kematangan seseorang untuk bisa menempatkan kepentingan dan kebaikan bersama melampaui ambisi pribadinya semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Jangan lupa, bangun juga hubungan baik dengan Forkompimda. KNPI harus Bersinerji dengan semua stake holder dan pemerintah. Pembangunan Bangsa ini memerlukan sumbangsih tenaga dan pikiran pemuda. Semoga dibawah kepemimpinan El Adrian Shah KNPI Sumut memiliki martabat,” pungkasnya. (adz/ila)

71 Personel Jajaran Poldasu Dimutasi

Sedikitnya 71 perwira menengah (Pamen) dan perwira pertama (Pama) jajaran Polda Sumut dimutasi dari jabatannya. Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin nomor ST/100/I/KEP./2020 tertanggal 31 Januari 2020.

Dalam surat tersebut, personel yang dimutasi mulai dari pangkat AKBP, Kompol, AKP, Iptu, Ipda, Aiptu, dan termasuk PNS. Dari ke-71 personel itu, terdapat nama AKBP Juliani Prihartini yang sebelumnya menjabat Kasatlantas Polretabes Medan. Kini, Juliani dipercayakan menjadi Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumut.

Sebagai pengganti yang menduduki jabatan Kasatlantas Polrestabes Medan, diisi oleh Kompol H Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq yang sebelumnya merupakan Pamen Polda Sumut lulusan Diksespimmen 2019. Sementara itu, AKBP Alimuddin Sinurat yang sebelumnya menduduki jabatan Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumut kini diangkat sebagai Kabagops Polrestabes Medan.

Selanjutnya, AKBP Azuar yang menjabat Wakasat Sabhara Polrestabes Medan dimutasikan sebagai Pamen Polrestabes Medan dalam rangka pensiun. Pengisi jabatan yang ditinggalkan Azuar, dipercayakan Kompol Edward Nauman Saragih yang sebelumnya menjabat Kasubbag Humas Bagops Polrestabes Medan.

Selain itu, Kompol Darwin Ginting yang menjabat Kapolsek Kota Pinang Polres Labuhanbatu dimutasikan sebagai Pamen Yanma Polda Sumut dalam rangka pemeriksaan. Penggantinya, dipercayakan kepada Kompol Semeon Sembiring yang sebelumnya menjabat Kanit 3 Subdit II Ditres Narkoba Polda Sumut.

Kemudian, jabatan Kasatreskrim Polres Padang Sidimpuan yang sebelumnya dijabat AKP Abdi Abdillah kini dipercayakan kepada AKP Bambang Herianto, yang sebelumnya menjabat Panit 1 Unit 4 Subdit 1 Ditreskrimsus Poldasu. AKP Abdi Abdillah selanjutnya akan menjabat sebagai Kapolsek Batang Toru Polres Tapsel.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi membenarkan adanya mutasi ini. Kata dia, mutasi jabatan dalam tubuh Polri merupakan hal yang biasa sebagai proses penyegaran dan regenerasi. “Mutasi adalah hal yang biasa di tubuh Polri. Hal ini juga untuk proses regenerasi dan penyegaran organisasi,” ujarnya singkat. (ris/ila)

Tanpa IMB & Amdal, Pemko Medan Harus Hentikan Pembangunan SSTC

TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). fachril/sumut pos
TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). fachril/sumut pos
TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). fachril/sumut pos
TANPA IMB: PT STTC membangun pabrik untuk pergudangan, tanpa mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Pembangunan PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) masih berlanjut. Meskipun tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) dan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), perusahaan tersebut masih membangunan pabriknya secara ilegal. Karenay, Pemko Medan harus menghentikan pembangunan pabrik STTC tersebut.

Pengamat Kebijakan Pemko Medan, Bambang Santoso SH, MH, mengatakan, setiap bangunan atau gedung untuk didirikan harus melalui proses perizin bangunan, artinya perlu adanya dasar syarat secara lingkungan dan analisa dampak mengenai lingkungan (AMDAL). Bila izin dasar itu tidak dipenuhi, maka IMB untuk gedung itu belum bisa diterbitkan oleh dinas terkait. “Kalau kita lihat, bagaimana IMB-nya bisa keluar, sedangkan Amdal-nya tidak ada. Jadi, patut kita duga pembangunan itu berdiri secara ilegal,” tegasnya, Minggu (2/2).

Dikatakan Bambang, dalam UU No 28 Tahun 2002 tetang bangunan gedung diatur pada Pasal 39 dijelaskan, setiap bangunan yang tidak punya izin, wajib dilakukan pembongkaran. Jadi, tidak ada alasan bagi pemko untuk menunggunggu atau memeberikan toleransi kepada bangunan yang tidak mempunyai izin. “Sudah jelas izinnya bermasalah, seharusnya Pemko Medan sudah bisa menghentikan pembangunan perusahaam tersebut. Jangan membiarkan sampai bangunan itu rampung,” ungkap Bambang.

Terkait proses izin yang akan dijalankan perusahaan itu, lanjut Bambang, perlu adanya persyaratan yang perlu dipahami tentang masalah lingungan agar keselamatan lingkungan tidak menimbulkan dampak kepada masyarakat.

“Mendirikan gedung atau pabrik, sangat berhubungan dengan upaya pemantauan lingkungan (UPL), upaya kelola lingkungan (UKL) dan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) yang harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dalam hal ini peraturan berkaitan dengan lingkungan hidup,” ujar Bambang.

Apabila proses syarat yang sudah ditentukan, pihak pemilik bangunan tidak menjalankan prosedur, maka dapat dituntut secara pidana sebagaimana dimaksud di dalam ketentua UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 109 yang pada pokoknya menegaskan, setiap orang yang melakukan usaha datau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

“Tidak ada alasan bagi Pemko Medan, membiarkan pihak – pihak yang melanggar aturan untuk mendirikan bangunan secara liar. Jangan, karena adanya intervensi atau pembekingan, maka kebijakan pembangunan di Kota Medan merugikan masyarakat dan PAD bagi sumber pendapatan Pemko Medan,” tegas Bambang.

Sementara itu, pihak komisi II DPRD Medan sebagai counterpart dalam masalah ini pun berjanji akan segera memproses pelanggaran ini dengan akan mengunjungi secara langsung perusahaan yang bergerak di bidang rokok tersebut.

“Senin (hari ini) akan dirapatkan dulu oleh internal komisi II tentang jadwal kunjungannya. Segera, pasti segera kita jadwalkan dengan teman-teman di Komisi II,” ucap Sekretaris Komisi II DPRD Medan, Sudari ST kepada Sumut Pos, Minggu (2/2).

Namun, kata Sudari, pihaknya tidak akan mengumumkan kapan mereka akan melakukan kunjungan ke perusahaan tersebut.

“Karena kalau kita umumkan, namanya ya bukan sidak (inspeksi mendadak). Nanti waktu kunjungan akan kita jelaskan semua hasil kunjungan kita. Kalau memang terbukti tidak punya IMB dan Anda maka akan langsung kita tindaklanjuti, sebab memang sudah melanggar aturan,” katanya.

Sembari menunggu jadwal yang ditentukan oleh Komisi II, terang Sudari, pihaknya kembali meminta kepada pihak pemerintah setempat, yakni Camat Medan Belawan untuk tanggap dan tidak melakukan pembiaran terhadap aktivitas PT STTC dan perusahaan lainnya yang ada di wilayahnya.

Dikatakan Politisi PAN ini, semua perusahaan harus memiliki izin sesuai peraturan yang berlaku. Bila tidak, Pemerintah setempat dalam hal ini Pemko Medan melalui pihak Satpol PP dapat melakukan penerima kepada perusahaan yang dimaksud.

“Masyarakat pun bisa saja melakukan gugatan class action terhadap Pemeritah Kota Medan apabila Pemko Medan melakukan pembiaran

Senada dengan Sudari, Wakil Ketua DPRD Medan dari Dapil Medan Utara, HT Bahrumsyah juga mengatakan hal yang sama. Bahrum mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan untuk segera menjadwalkan kunjungan ke PT STTC di Kawasan Belawan tersebut. “Tentu saja, saya akan segera mengkonfirmasi ke Komisi terkait (Komisi II),” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengaku sudah menyurati perusahaan tersebut, namun surat yang dilayangkannya ke PT STTC justru tidak mendapatkan respon atas pembangunan yang sudah mereka lakukan. Pihaknya pun mengaku sudah meneruskan masalah itu ke dinas terkait. Sebab katanya, Dinas terkaitlah yang memiliki kewenangan tersebut.

Namun usai Ahmad SP mengatakan hal tersebut, kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Armansyah Lubis justru mengaku tidak mengetahuinya karena belum mendapatkan informasi tersebut dari Camat Medan Belawan, Armansyah pun berjanji akan segera menurunkan tim pengawasnya ke PT STTC.

Seperti diketahui, PT Sumatra Tobacco Trading Company (STTC) mendirikan pabrik untuk pergudangan mega proyek seluas 2 hektar lebih di Jalan Raya Pelabuhan Belajar, Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan tanpa memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Hal ini jelas melanggar aturan dan UU yang berlaku serta merusak tatanan aturan yang telah diterapkan Kota Medan. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi rokok ini sejak awal penimbunan, penembokan dan pembangunan, diketahui tidak memiliki izin.(fac/map/ila)

Pasca Banjir di Tapteng , Ruas Jalan Pakkat dan Husor Sudah Bisa Dilalui

PUTUS: Ruas jalan di Tapteng terputus setelah dihantam banjir, beberapa waktu lalu. Saat ini ruas jalan yang rusak telah diperbaiki Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprovsu.
PUTUS: Ruas jalan di Tapteng terputus setelah dihantam banjir, beberapa waktu lalu. Saat ini ruas jalan yang rusak telah diperbaiki Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprovsu.
PUTUS: Ruas jalan di Tapteng terputus setelah dihantam banjir, beberapa waktu lalu. Saat ini ruas jalan yang rusak telah diperbaiki Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprovsu.
PUTUS: Ruas jalan di Tapteng terputus setelah dihantam banjir, beberapa waktu lalu. Saat ini ruas jalan yang rusak telah diperbaiki Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Pemprovsu.

MEDAN, sUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bergerak cepat membantu pemulihan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pasca dilanda bencana. Selain dalam hal evakuasi korban selamat dan meninggal dunia, Pemprovsu juga langsung memerhatikan infrastruktur serta kesehatan masyarakat di wilayah terdampak banjir.

Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Sumut misalnya, langsung turun menangani ruas jalan Pakkat (Humbang Hasundutan), batas Tapteng di Kecamatan Barus, dan ruas jalan Husor Tapteng, batas Humbahas yang longsor akibat bencana banjir yang menerjang wilayah tersebut.

Kondisi dua ruas jalan provinsi tersebut pada Kamis (30/1)n

akhirnya sudah bisa dijalani. “Pada hari itu juga penanganan dilanjutkan yaitu pembersihan kembali material longsoran,” tutur Kepala Dinas BMBK Sumut, Armansyah Effendy Pohan menjawab Sumut Pos, Minggu (2/2).

“Atas arahan Pak Gubernur Edy dan Pak Wagub Musa Rajekshah agar masyarakat terbantu, kami diminta bekerja cepat. Dan kita kerja keras semua,” sambungnya.

Selain itu pada aspek kesehatan warga, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit menyebut, pihaknya akan mendirikan 10 posko kesehatan bagi warga terdampak bencana. Hal ini penting agar kesehatan warga tetap terjaga paska tertimpa musibah. “Saya sudah memerintahkan tim untuk berkoordinasi dengan Dinkes Tapteng untuk membuka pos kesehatan di tempat terdekat yang masih aman. Kita bersama Dinkes Tapteng membuka 10 posko kesehatan,” ucapnya.

Dinkes juga sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langkah pemulihan. Baik itu pemulihan bagi kesehatan masyarakat dan infrastruktur. “Dinas Kesehatan provinsi bersama yang lain, di bawah koordinasi BPPD, melakukan pemantauan dan asesmen terhadap situasi dan kondisi pasca banjir untuk memetakan kebutuhan masyarakat yang perlu kita siapkan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya sudah mulai menyusun langkah-langkah awal untuk dapat memulihkan kondisi pada area yang terdampak banjir. Alwi mengatakan, pihaknya akan bergerak cepat memberikan penyuluhan kesehatan, agar anak-anak yang terkena dampak tidak mengalami traumatis. “Sudah disusun langkah-langkah untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Semoga semua bisa melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat. Semua hal ini dilaksanakan dibawah komando bupati Tapteng dan didukung tim dibawah komando BPPD Sumut,” ujarnya.

Kepala BPBD Sumut, Riadil Akhir Lubis mengaku pencarian terhadap korban bencana sudah dihentikan, dan kini pihaknya bersama jajaran Pemkab Tapteng tengah fokus pada pemulihan daerah itu usai dilanda musibah. Menurut dia, pemulihan Tapteng paska banjir merupakan instruksi langsung Gubernur Edy Rahmayadi saat meninjau lokasi baru-baru ini. “Pak gubernur ingin semua pihak terkait fokus dan bahu membahu membantu pemulihan Tapteng paska bencana. Baik dari aspek perbaikan infrastruktur, kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat Tapteng,” katanya.

Gubsu Edy sebelumnya mengatakan, saat ini pemerintah tengah fokus terhadap perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat diterjang banjir bandang. Kemudian, pihaknya akan segera bekerja untuk mencari tahu penyebab dari banjir bandang ini, apakah disebabkan faktor kerusakan lingkungan tau yang lain. “Untuk jangka pendek permasalahan yang harus diselesaikan lebih dulu adalah perbaikan rumah dan infrastruktur yang terdampak. Sementara untuk jangka panjang yang harus diselesaikan yakni penyebab banjir bandang ini,” kata

Edy sudah berkeliling di desa yang mengalami kerusakan terparah akibat diterjang banjir. Kepada warga, mantan Pangkostrad menyampaikan akan segera memperbaiki rumah penduduk yang terdampak kerusakan. Banjir bandang terjadi Selasa (28/1) malam, mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Meskipun sudah surut, masih banyak tampak rumah yang diselimuti lumpur. Sebagian warga desa yang dikunjungi tampak membenahi rumahnya. Ada juga rumah yang rusak parah diterjang banjir. “Nanti akan kita perbaiki ya,” janji Gubsu kepada warga yang ditemuinya saat membersihkan rumahnya dari kotoran lumpur.

Untuk penanganan banjir jangka panjang, ia menginstruksikan tim nantinya segera membuat rencana aksi sehingga banjir tidak terulang kembali. “Bentuk tim, cari tahu kenapa banjir ini, nanti rapat. Kan sudah bertahun-tahun banjirnya. Jika tidak dicari tahu banjirnya datang lagi nanti, rakyat juga yang susah,” katanya.

Sementara untuk jangka pendek, tim harus menyelesaikan berbagai persoalan dampak banjir bandang yang baru saja terjadi. Antara lain rumah masyarakat dan berbagai fasilitas umum yang rusak harus segera ditangani. (prn)

Hari Ini, Pemprovsu Gelar Ujian SKD CPNS 2019, Datang Tepat Waktu, Jangan Percaya Calo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 di Sumatera Utara (Sumut) digelar mulai hari ini.

Sebanyak 12.203 CPNS 2019 formasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan mengikuti ujian SKD melalui sistem computer assisted test (CAT), di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Jalan Ngalengko Medan, hari ini Seluruh peserta diminta mempersiapkan diri dengan baik, dan memerhatikan ketentuan sebagai persyaratan mengikuti tahapan tersebut. “Secara teknis persiapan tidak ada kendala.

Kami sudah siapkan satu ruangan dengan jumlah perangkat (komputer) 300 unit. Peserta tentunya harus persiapkan diri dengan baik, belajar dengan baik dan cermat dalam menyesuaikan persyaratan yang diminta. Ingat, jangan sampai terlambat dan lebih baik datang 30 menit sebelum ujian,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Syahruddin Lubis menjawab Sumut Pos, Minggu (2/2).

Ujian SKD formasi Pemprovsu berlangsung dari 3-11 Februari. Adapun teknis ujian, kata dia, akan dibagi dalam sembilan gelombang. Setiap harinya, sebanyak 300 peserta akan mengikuti ujian SKD. “Jumlahnya kan banyak, 12 ribu lebih peserta. Jadi kita bagi sembilan gelombang,” katanya.

Syahruddin menekankan, kelulusan peserta adalah prestasi dan hasil kerja peserta itu sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun, baik dari pegawai di lingkungan Pemprovsu atau dari pihak lain, maka hal tersebut adalah tindak penipuan. “Kepada peserta, keluarga maupun pihak lain, dilarang memberi sesuatu dalam bentuk apapun sesuai perundangan-undangan yang berlaku,” katanya.

Kepala BKN Regional VI Medan, English Nainggolan sebelumnya berharap, persiapan oleh masing-masing panitia seleksi menjelang pelaksanaan SKD dapat rampung cepat waktu. Sehingga pelaksanaan ujian nantinya dapat terselenggara dengan baik. Termasuk kesiapan perangkat ujian berupa komputer yang menjadi sarana peserta mengikuti SKD.

“Pada tes CPNS kali ini seluruh pemda yang membuka rekrutmen memang diwajibkan menyediakan ruangan dan perangkatnya masing-masing. Kami hanya sebagai fasilitator saja,” katanya.

Pihaknya meminta seluruh peserta untuk dapat mempersiapkan diri dengan baik. Yang paling terpenting, jangan mudah percaya dengan oknum-oknum yang mengaku bisa membantu meluluskan peserta. “Berhasil tidaknya mereka (peserta) tergantung pada kemampuan masing-masing. Zaman sekarang tidak lagi ada istilah calo-calo. Sebab semua tahapan dilakukan melalui online sistem,” tegasnya.

Besok SKD CPNS Karo

Sementara, Pemkab Karo akan menggelar ujian SKD di SMP Negeri 3 Berastagi selama delapan hari, mulai besok (4/2) hingga 11 Februari 2020. Ribuan pelamar akan bersaing untuk mendapatkan kuota 261 formasi yang tersedia di Kabupaten Karo.

Dalam siaran pers Pemkab Karo yang diterima Sumut Pos menyebutkan, khusus di hari pertama SKD, Selasa 4 Februari 2020, seleksi dimulai pada pukul 09.00 WIB, dan pada hari berikutnya sampai dengan berakhirnya tahapan, seleksi dimulai pada pukul 08.00 WIB. Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengungkapkan, SKD adalah tahapan yang harus dilalui pelamar setelah dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Dikatakannya, animo masyarakat untuk menjadi ASN di Kabupaten Karo cukup tinggi. “Ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah pelamar untuk tes SKD yang mencapai 7.386 orang,” kata Bupati Karo.

Terkelin berharap, pelaksanaan seluruh tahapan seleksi berjalan dengan lancar, transparan, dan akuntabel sehingga dapat memperoleh PNS sesuai dengan kebutuhan. Dalam pelaksanaan SKD, setiap peserta harus mengerjakan soal yang terdiri dari soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). TWK dimaksudkan untuk menilai penguasaan pengetahuan dan kemampuan mengimplementasikan nasionalisme, integritas, bela negara, pilar negara, bahasa Indonesia, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sedangkan TIU dimaksudkan untuk menilai intelegensia peserta seleksi. Pertama, kemampuan verbal atau kemampuan menyampaikan informasi secara lisan maupun tulisan. Selain itu, kemampuan numerik, atau kemampuan melakukan operasi perhitungan angka dan melihat hubungan diantara angka-angka. TIU juga untuk menilai kemampuan figural, yakni kemampuan yang berhubungan dengan kegesitan mental seseorang dalam menganalisa gambar, simbol, diagram.

Selain itu juga kemampuan berpikir logis, atau penalaran secara runtut dan sistematis, serta kemampuan berpikir analisis, atau kemampuan mengurai suatu permasalahan secara sistematik. Sementara untuk soal-soal dalam kelompok TKP mencakup hal-hal terkait dengan pelayanan publik, sosial budaya, teknologi informasi dan komunikasi, profesionalisme, jejaring kerja, integritas diri, semangat berprestasi.

Pemko Medan akan Buat Simulasi

Menjelang pelaksanaan ujian SKD pada 15 hingga 17 Februari mendatang, Pemko Medan terus melakukan berbagai persiapan, termasuk finalisasi pemasangan jaringan internet di lokasi ujian, SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Medan Selayang. “Rencananya besok (hari ini), akan kita cek ke sana, sudah siap atau belum jaringannya itu,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM), Muslim Harahap kepada Sumut Pos, Minggu (2/2).

Sebelum pelaksanaan SKD, kata Muslim, dalam beberapa hari ke depan, mereka akan menggelar simulasi SKD CPNS 2019 di SMP Negeri 1 Medan. “Begitu besok jaringannya sudah oke, kita akan segera umumkan waktu simulasi melalui Website resmi. Bagi peserta yang mau melaksanakan simulasi tersebut ya kita persilahkan, tapi itu tidak wajib, bagi yang mau saja,” ujarnya.

Diterangkan Muslim, pihaknya juga tengah memastikan ketersedian perangkat komputer yang dibutuhkan saat SKD yang akan diikuti 2.316 peserta tersebut. “Kami juga sedang memastikan bahwa selain jaringan, komputernya juga sudah harus tersedia. Nanti ada 270 komputer di sana, 200 akan digunakan untuk proses SKD dan yang 70 lagi untuk cadangan apabila ada kerusakan pada perangkat yang digunakan,” terangnya.

BKD Tebingtinggi Pilih Gedung Balai Kartini

Persiapan juga terus dimatangkan Pemko Tebingtinggi yang akan menggelar ujian SKD pada 17 hingga 23 Februari 2020. Rencananya, ujian SKD di Kota Tebingtinggi akan digelar di gedung Pertemuan Balai Kartini, Jalan Gunung Lauser, Kota Tebingtinggi.

“Kita butuh gedung yang besar dengan jumlah peserta puluhan ribu pelamar CASN, makanya dalam persiapan itu, kita akan menggunakan Gedung Balai Kartini yang bisa menampung ribuan orang,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)Kota Tebingtinggi, Syaiful Fachri, Minggu (2/2).

Dijelaskan Fachri, Kota Tebingtinggi akan melaksanakan SKD menggunakan system Computer Assisted Test (CAT) mulai 17 sampai 23 Februari 2019. Sedangkan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada bulan Maret 2020. “Para CASN diminta agar mempersiapkan diri menghadapi tahapan SKD dengan CAT,” bilangnya.

Diungkapkan Fachri, selain gedung, panitia juga akan mempersiapakan sejumlah kebutuhan yang lain seperti komputer dan hal itu sudah terpenuhi. Sedangkan untuk menghadapi hal yang tidak diinginkan, seperti adanya pemadaman listrik, pihak BKD akan berkoordinasi dengan PLN Wilayah Cabang Kota Tebingtinggi agar tidak ada pemadaman listrik saat pelaksanaan SKD.

Fachri kembali menjelaskan, untuk kebutuhan CASN di Tebingtinggi sebanyak 277 formasi, pelamar mencapai puluhan ribu. Untuk formasi tenaga kesehatan sebanyak 71 orang, formasi tenaga pendidikan sebanyak 131 orang dan formasi umum sebanyak 75 orang. (prn/deo/map/ian)

Bebas Visa Dihentikan, Penerbangan Distop

DISEMPROT: WNI yang baru turun dari pesawat satu persatu langsung disemprot dengan disinfektan atau anti bakteri.
DISEMPROT: WNI yang baru turun dari pesawat satu persatu langsung disemprot dengan disinfektan atau anti bakteri.
DISEMPROT: WNI yang baru turun dari pesawat satu persatu langsung disemprot dengan disinfektan atau anti bakteri.
DISEMPROT: WNI yang baru turun dari pesawat satu persatu langsung disemprot dengan disinfektan atau anti bakteri.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PEMERINTAH akhirnya mengambil langkah tegas menghadapi wabah 2019-nCoV di Tiongkok. Kebijakan bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara Tiongkok yang tinggal di mainland Tiongkok dihentikan sementara. Penerbangan dari dan menuju Tiongkok pun ditunda.

Hal itu diputuskan usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, kemarin (2/2). Setidaknya ada enam poin yang disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dari hasil rapat yang digelar.

Diantaranya, soal keputusan pemerintah untuk menunda sementara penerbangan langsung dari dan menuju daratan Tiongkok. Retno mengatakan, penghentian sementara ini bakal dilaksanakan mulai Rabu (5/2) pukul 00.00 WIB.

Kebijakan ini pun kemudian diikuti dengan pelarangan masuk bagi turis dari Tiongkok ke Indonesia, walau hanya sekadar transit. Ini berlaku untuk semua pendatang yang tiba dari daratan Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari.

Bukan hanya itu, pemerintah juga langsung menghentikan kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga Tiongkok yang bertempat tinggal di sana. “Pemerintah juga meminta warga negara Indonesia untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke mainland RTT,” tegasnya. Kebijakan ini bersifat sementara hingga situasi di Tiongkok kembali kondusif.

Dalam kesempatan tersebut, Retno juga menyinggung mengenai proses evakuasi WNI yang sudah dilakukan. Retno menyampaikan, bahwa 243 orang WNI, termasuk 5 tim aju yang dipulangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok sudah tiba dengan selamat di Natuna, Kepulauan Riau. Di sana, mereka akan melalui masa observasi selama 14 hari.

Masa observasi ini, kata dia, juga akan dilakukan oleh 42 tim penjemput WNI dari Wuhan. Sehingga total orang yang akan menjalankan obeservasi adalah 285 orang. “Sampai saat ini alhamdulilah mereka dalam kondisi sehat,” tuturnya.

Lalu, dalam masa observasi ini, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama tim akan membuka kantor di Natuna. Perkembangan dari sisi kesehatan akan diupdate dari waktu ke waktu oleh juru bicara yang ditunjuk oleh menkses.

Plt Jubir Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah menambahkan, soal kebijakan penutupan akses bagi pendatang dari Tiongkok, Faizasyah mengatakan, hal tersebut akan dievaluasi dari waktu kewaktu. Sehingga, nantinya dapat mengambil sikap atas kondisi di lapangan dengan memperhatikan apa yang jadi saran dari WHO. “Ini perkembangannya sangat cepat. Tentu akan dievaluasi secara menerus,” tuturnya.

Kebijakan ini memang penting dalam upaya pencegahan masuknya wabah tersebut ke Indonesia. Tapi, perlu diingat jika masih banyak WNI yang berada di sana. Lalu, bagaimana Kemenlu menjamin mereka dalam kondisi baik-baik saja? Mantan Dubes RI untuk Kanada itu mengatakan, perwakilan pemerintah Indonesia di sana akan terus memantau semua WNI yang masih di Tiongkok. Hotline pengaduan juga sudah disiapkan untuk para WNI di sana.

“Sebenarnya, sebelumnya sudah ada himbauan untuk mempercepat liburannya. Harapannya, mereka sudah mengatur kembali kepulangannya,” ungkapnya.

Dia meyakini, saat ini sudah separuh WNI di sana berada di tanah air. Sebab, merebaknya wabah ini berbarengan dengan musim liburan. Di mana, biasanya para mahasiswa pulang ke rumah.

Namun bagi yang masih berad di sana, dihimbau segera untuk melapor ke hotline KBRI dan KJRI di sana. Hal ini guna memastkan posisi mereka saat ini. “Karena biasanya kalau bepergian ke luar negeri tidak lapor,” katanya.

Disinggung soal opsi evakuasi tahap selanjutnya, Faizasyah tidak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan, bahwa saat ini akan dilakukan evaluasi terlelih dahulu pada proses pemulangan sebelumnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengamini adanya penghentian penerbangan dari dan ke Tiongkok pada Rabu nanti (5/12) mulai pukul 00.00. Penghentian itu tidak termasuk Hongkong dan Makau. “Penghentian sementara ini ditujukan untuk melindungi masyarakat dari risiko tertular mengingat salah satu yang menjadi potensi masuknya penyebaran virus adalah akses transportasi udara,” katanya kemarin. Pembatasan ini tidak ditentukan sampai kapan.

Penundaan penerbangan ini harus dipatuhi oleh maskapai Indonesia. Seluruh maskapai yang melakukan penerbangan dari Tiongkok menuju Indonesia juga tak boleh mendarat di bandara Tanah Air. Termasuk mereka yang hanya transit saja di Tiongkok. Saat ini tercatat lima maskapai nasional yang mengoperasikan penerbangan ke RRT yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Batik Air, Lion Air dan Sriwijaya Air.

Budi meminta maskapai nasional maupun asing untuk mempersiapkan diri dengan tetap mengutamakan kepentingan konsumen. Pengumuman peundaan ini harus dilakukan sesuai dengan prosedur. “Agar kerugian penumpang dapat diminimalisir,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan pesawat yang kemarin menjemput WNI di Wuhan? Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mengawasi pelaksanaan mitigas penularan virus tersebut. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menjelaskan bahwa berbagai langkah sesuai arahan Kemenkes akan dilakukan. Misalnya pesawat diparkir pada area yang berjauhan dengan pesawat yang lain, Pesawat ketika akan dibersihkan harus dalam keadaan kosong dan petugas yang membersihkan harus menggunakan alat pelindung diri. “Bagian pesawat utama yang akan dilakukan disinfeksi adalah kabin dan kargo atau bagasi,” ucapnya.

Novie juga menyampaikan bahwa bila semua prosedur dilaksanakan dengan baik maka diharapkan pesawat sudah dianggap bebas dari kuman virus korona. “Setelah pesawat dinyatakan bebas dari virus korona oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, barulah pesawat ditarik ke hanggar untuk dilakukan perawatan lebih lanjut ,” kata Novie. (mia/lyn/syn)

Pengawasan WNA di KNIA Telalu Longgar

SIDAK: Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar memakai masker saat melakukan sidak di Bandara Kualanamu terkait antisipasi virus corona.
SIDAK: Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar memakai masker saat melakukan sidak di Bandara Kualanamu terkait antisipasi virus corona.
SIDAK: Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar memakai masker saat melakukan sidak di Bandara Kualanamu terkait antisipasi virus corona.

SUMUTPOS.CO – OMBUDSMAN Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara, menyayangkan sistem pengawasan terhadap warga negara asing (WNA), khususnya dari Tiongkok yang dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan di Kualanamu Internastional Airport (KNIA). Pasalnya, pengawasan yang dilakukan KKP terlalu longgar.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar, sejatinya sistem koordinasi stakeholder terkait di bandara sudah baik mulai dari KKP, imigrasi, balai karantina, dan pihak Angkasa Pura II. Namun ia menilai, pengawasan yang dilakukan terhadap para penumpang yang baru tiba dari luar negeri, terutama dari Tiongkok, tidak ketat. “Menurut saya, tidak cukup dengan alat thermal scanner kalau kita melihat dari penyebaran virus corona yang sangat cepat,” kata Abyadi, usai sidak pengawasan virus corona di Bandara Kualanamu, Sabtu (1/2).

Disebutkannya, saat sidak itu, ada lima orang warga negara Tiongkok baru tiba, tetapi tidak dilakukan karantina. “Tadi ada lima orang dari Tiongkok, mereka transit di Kualalumpur dan tidak mengerti Bahasa Indonesia. Tapi mereka dibiarkan saja dan hanya dipanggil penjaminnya untuk membuat semacam perjanjian agar mereka tidak keluar terlalu jauh. Memang suhu tubuh mereka normal, tapi kalau kita baca, virus corona inikan ada masa inkubasinya 14 hari, siapa yang bisa bertanggung jawab,” ujar Abyadi.

Untuk itu, kata Abyadi, pihaknya menyarankan kepada KKP agar para pendatang dari Tiongkok yang belum melewati masa inkubasi virus corona berada dalam pengawasan pemerintah. Setelah itu, baru dikeluarkan. “Ini karena penyebaran virus yang sangat cepat. Apalagi, WHO sudah menetapkan status darurat dunia atas wabah virus corona ini,” cetusnya.

Abyadi juga mengkritisi ruang isolasi dan ruang karantina yang tengah dibangun di Bandara Kualanamu. Sebab, tidak dilengkapi dengan toilet. “Kita minta itu (ruang isolasi dan ruang karantina) ada toiletnya. Apabila bergabung juga dengan toilet umum, maka sama saja,” tukasnya.

Sementara, Koordinator Wilayah Kerja Bandara Kualanamu KKP Kelas 1 Medan, Muhammad Sofyan Hendri mengatakan, pihaknya telah mengambil data para WNA tersebut dan memberikan kartu kewaspadaan jika nantinya ditemukan indikasi corona. “Kita catat saja. Biasanya, kalau bukan dari daerah wabah (Wuhan), kita lihat gejalanya. Kalau ada indikasi, kita bawa ke Rumah Sakit Adam Malik. Tapi, kalau tidak ada gejala, kita beri kartu kewaspadaan dan kita ambil datanya karena arahannya begitu,” ujar Hendri.

Tingkatkan Kesiapsiagaan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut sejauh ini telah menyatakan kesiapsiagaannya dalam mengantisipasi penyebaran virus corona ini. Namun, kesiapsiagaan ini akan semakin ditingkatkan, menyusul deklarasi darurat global yang dikeluarkan oleh WHO. “Kesiapsiagaan ini akan kita tingkatan menyusul deklarasi darurat WHO itu,” ungkap Kepala Dinkes Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan melalui Sekretaris Dinkes dr Aris Yudhariansyah.

Namun, kata Aris, Kemenkes RI sejauh ini juga belum ada mengeluarkan edaran pasca deklarasi darurat global tersebut. Artinya, dinas kesehatan di daerah, kata dia, masih akan terus berjalan dengan apa yang sudah ditentukan, sembari menunggu sikap dari Kemenkes. “Tapi memang Kemenkes juga belum ada menetapkan ada warga Indonesia yang positif terinfeksi virus corona. Apalagi dari beberapa negara di Asia Tenggara yang sudah terkena, hanya Indonesia yang dilewatkannya,” jelasnya.

Aris mengimbau kepada masyarakat, agar dapat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dengan cara melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta tidak merokok untuk membuat daya tahan tubuh menjadi lebih kuat. Karena, sebut dia, kalau pun sudah ada vaksinnya, hal itu sifatnya hanya imunisasi pasif. “Tapi mudah-mudahan virus corona ini kedepan ada vaksinnya. Sehingga penyakitnya bisa hilang, seperti pada kasus yang pernah ada sebelumnya,” terangnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah antisipasi penyebaran, Sumut juga telah menguatkan pintu masuk terutama di bandara Kualanamu oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Sedangkan bila ada pasien yang ditemukan terjangkit, maka akan di isolasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik. “Untuk di Sumut, RS yang sudah punya ruang isolasi selain RS Adam Malik adalah RS USU. Ini juga sudah sesuai standar WHO, artinya ruangannya sangat steril dan juga tanpa kuman,” tandasnya. (ris)

Evakuasi WNI dari Wuhan Bejalan Ketat, 7 Tak Ikut Pulang, 3 Diduga Suspect

PULANG Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, dengan menumpang pesawat Batik Air jenis Airbus A330 nomor penerbangan ID8619, Minggu (2/2). Mereka akan menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.
PULANG Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, dengan menumpang pesawat Batik Air jenis Airbus A330 nomor penerbangan ID8619, Minggu (2/2). Mereka akan menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.
PULANG Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, dengan menumpang pesawat Batik Air jenis Airbus A330 nomor penerbangan ID8619, Minggu (2/2). Mereka akan menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.
PULANG Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok tiba di Bandara Hang Nadim, Batam, dengan menumpang pesawat Batik Air jenis Airbus A330 nomor penerbangan ID8619, Minggu (2/2). Mereka akan menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna.

SUMUTPOS.CO – Pesawat Batik Air jenis Airbus A330 dengan nomor penerbangan ID8619 yang mengangkut 238 Warga Negara Indonesia (WNI) berangkat dari Bandara Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok sekitar pukul 05.00 waktu setempat, dan mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (2/2) sekitar pukul 08.35 WIB.

USAI pendaratan tepat di apron depan kargo Bandara Hang Nadim, pesawat berbadan besar buatan Prancis tersebut tak langsung membuka pintu dan menurunkan ratusan penumpangnya. Setelah dipastikan terparkir, selang beberapa menit, puluhan petugas medis berpakaian pelindung anti virus terdiri dari empat warna, yakni putih dari tenaga medis militer maupun Kementerian Kesehatan pusat kuning dari karantina, serta hijau dan merah dari apron langsung mendekat ke garbarata (tangga penurunan penumpang).

Para petugas medis yang berpakaian lengkap pelindung anti virus tersebut langsung bergerak naik dan masuk ke dalam pesawat. Di dalam pesawat, para petugas medis mengecek kembali suhu tubuh serta gejala lainnya satu persatu penumpang sebelum para penumpang itu keluar dari pesawat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjejep Yudiana yang turun langsung memantau evakuasi pemindahan ratusan penumpang dari pesawat Airbus menuju tiga pesawat TNI AU yang terlebih dahulu terpakir, dua berjenis boeing 737-400 serta satu pesawat Hercules C-130. Tiga pesawat milik TNI AU itu sudah terparkir di apron kargo Bandara Hang Nadim Batam sejak Sabtu (1/2) lalu.

Pantauan Batam Pos (grup Sumut Pos) di Bandara Hang Nadim Batam, tepatnya di garbarata atau pintu keberangkatan A8, atau garbarata terdekat dari apron kargo setelah jeda 15 sampai 20 menit usai pengecekan petugas medis di dalam pesawat, satu persatu WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, menyusul merebaknya virus corona di negara Tirai Bambu tersebut, dipersilakan turun tangga menuju pesawat TNI AU yang hendak memberangkatkan mereka menuju tempat karantina di Natuna.

Saat menuruni tangga pesawat, para penumpang satu persatu berikut barang bawaannya langsung disemprot petugas medis dengan spray (cairan) disinfektan atau anti bakteri. Tak cukup sekali. Satu penumpang disemprot sedikitnya empat sampai lima petugas medis membawa tempat seperti jerigen yang dipanggul di punggung sebelum memasuki pesawat TNI AU.

“Pegang besi tangga garbarata. Pelan-pelan saja turunnya. Masing-masing pejamkan mata saat disemprot disinfektan ya,” ujar beberapa petugas medis yang berpakaian anti virus mengarahkan penumpang agar saat disemprot cairan disinfektan tak mengenai mata.

Tjejep menegaskan, dari pihak Dinkes Provinsi Kepri bekerja sama dengan Dinkes Batam sendiri pada proses pemindahan penumpang dari pesawat Batik Air menuju pesawat TNI AU di Bandara Hang Nadim Batam, menurunkan sedikitnya 30 tenaga medis yang didalamnya sudah termasuk dokter paru-paru, spesialis penyakit dalam, spesialis anak, dan tenaga perawat.

“Tak hanya dokter dan tenaga medis dari kami saja Dinkes Kepri dan Batam yang membantu evakuasi pemindahan dari pesawat Batik Air ke pesawat TNI AU yang akan mengangkut penumpang menuju Natuna. Dari pihak TNI AU, Kantor Pelabuhan di Batam serta pihak Polda Kepri juga menurunkan tenaga medisnya membantu proses evakuasi di Bandara Hang Nadim,” tegasnya.

Tjejep juga membenarkan, WNI yang dipulangkan transit ke Bandara Hang Nadim Batam, bukan berjumlah 245 orang, melainkan hanya 238 orang. “Ada tujuh orang yang memang tak ikut dipulangkan yang kami dapat kabarnya dari Kemenkes. Empat orang di antaranya memilih tetap tinggal di Wuhan. Sementara tiga lainnya tak lolos proses pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah Tiongkok setempat, sehingga terpaksa tertahan di Wuhan,” terangnya.

Untuk 238 penumpang yang dipulangkan dari Wuhan, lanjut Tjejep, dipastikan sudah melalui pemeriksaan kesehatan oleh pemerintah Tiongkok sebelum diterbangkan ke Batam, dan dinyatakan sehat, tak terkontaminasi virus corona. “Semua yang dipulangkan ini bukannya terpapar ataupun positif terkena virus corona, semua penumpang dipastikan dalam kondisi clear, sehat,” tegasnya.

Kenapa sampai Batam dan Natuna nanti juga diperiksa? “Karena memang prosedurnya seperti itu. Dari WHO (badan kesehatan dunia, red) juga memerintahkan untuk itu demi pencegahan. Masa yang positif terpapar saja masih diperhatikan, ini yang jelas-jelas dalam kondisi sehat dinyatakan dengan bukti pemeriksaan baik oleh pemerintah Tiongkok dan Indonesia sendiri, tak boleh pulang,” terangnya.

Tak hanya sebanyak 238 penumpang yang dipulangkan saja yang wajib melalui pemeriksaan serta sterilisasi dengan cara disemprot cairan disinfektan di sekujur tubuhnya. Para kru pesawat seperti pramugari maupun pramugara, pilot dan co-pilot yang membawa 238 penumpang juga diwajibkan menjalankan pemeriksaan serupa.

Para kru pesawat, pilot dan co-pilot mendapatkan giliran turun dari pesawat paling akhir setelah semua penumpang dipastikan turun dan diperiksa. Sementara proses pemindahan penumpang dari pesawat Batik Air menuju pesawat TNI AU sendiri juga dilakukan secara terkoordinasi.

Mengenai tiga WNI yang tidak bisa dipulangkan karena tidak lolos screening dari WHO, sontak menimbulkan spekulasi negatif pada ketiganya. Mereka diduga suspect 2019-nCoV sehingga tak diizinkan meninggalkan Hubei.

Salah satu anggota tim penjeput WNI di Wuhan Budi Sylvana mengamini. Benar adanya bahwa ada tiga orang WNI yang ditinggal. Dia tak tahu pasti jenis kelamin dan nama mereka. “Yang jelas mereka tidak dibolehkan pihak imigrasi Tiongkok karena sakit,” tuturnya.

Namun Budi tak bisa memastikan apa sakitnya mereka. Dia meyakinkan, jika tiga WNI itu akan dirawat oleh pihak pemerintah Tiongkok dan perwakilan Indonesia di Negri Panda itu.

Isu suspect ini pun langsung ditampik Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun. Meski tak memaparkan alasan penolakan keluar area Hubei, ia menegaskan, ketiganya tidak terpapar virus yang masih belum ada vaksinnya tersebut. “Enggak benar itu,” ujarnya singkat.

Plt Jubir Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teuku Faizasyah menambahkan, ketiganya terus dimonitor. KBRI Beijing pun terus memberikan dukungan untuk hal-hal yang diperlukan. “Setelah mereka tidak bisa dibawa pulang, kita koordinasi dengan otoritas setempat. Mereka sudah diantar ke asrama,” ungkapnya.

Pemprovsu Berserah ke Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyerahkan sepenuhnya penanganan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan dan Tubei, Tiongkok, kepada Pemerintah Indonesia. “Jikalau ada warga Sumut dari total WNI yang sudah dievakuasi tersebut, maka kita percayakan kepada pemerintah kita untuk menanganinya. Sebab, sangat sulit akses kita masuk ke sana. Penanganan akibat nCoV ini sangat khusus dan rumit,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan menjawab Sumut Pos, Minggu (2/2).

Kesulitan akses masuk ini, diakui Alwi, salah satunya soal informasi dan data warga Sumut yang berada di Tiongkok. Melihat penanganan cepat dari pemerintah pusat, pihaknya mempercayakan seluruh prosedur yang sudah dilakukan. Termasuk selama 14 hari akan langsung diisolasi ke Natuna, Kepulauan Riau. “Kami tak bisa mendapat dan mengetahui, adakah warga kita yang berada di Tiongkok sampai saat ini. Namun, jika termasuk dalam evakuasi yang dilakukan ada warga kita, maka kita percayakan penuh sudah ditangani pemerintah kita dengan baik,” katanya.

Disinggung lagi, adakah upaya jemput bola ke Imigrasi guna mengetahui data warga Sumut yang dievakuasi, ia menekankan, cukup memercayakan standar operasional prosedur yang tengah dilakukan pemerintah saat ini. “Dari yang dievakuasi itu jika ada warga Sumut maka dipastikan sudah ditangani dengan baik. Apalagi sampai sejauh ini kami belum mendapat instruksi dari pusat, untuk ikut dalam evakuasi tersebut. Ya kita percayakan sepenuhnya pemerintah menangani ini, sembari juga melakukan upaya preventif di wilayah Sumut,” kata mantan Kadis Kesehatan Labuhanbatu itu.

Pihaknya bersama pemerintah daerah di Sumut juga terus berkoordinasi melakukan pencegahan virus mematikan tersebut. Upaya tersebut diakuinya paling tepat dilakukan saat ini. Bahkan sejak kemunculan wabah tersebut semakin mengancam dunia, pihaknya telah bergerak cepat melakukan upaya preventif.

“Ya, antara lain memastikan seluruh TKA (tenaga kerja asing) tidak suspek corona, baik dari dan ke Sumut. Kami juga berkoordinasi dengan pihak Bandara Kualanamu dan pelabuhan untuk melakukan pemeriksaan setiap penumpang dari luar negeri terutama yang datang dan mau ke China,” ungkapnya.

Kadis Ketenagakerjaan Sumut, Harianto Butarbutar sebelumnya mengutarakan, pihaknya belum punya data berapa jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumut yang berada di China. Sebab sejauh ini pencermatan pihaknya tidak ada TKI asal Sumut yang bekerja di negeri Tirai Bambu melalui jalur biro tenaga kerja. “Sebaiknya itu ditanyakan ke Imigrasi. Sudah pasti ada itu datanya semua. Kalau kami kan hanya berdasarkan yang terdaftar resmi saja. Jika dari Imigrasi, baik yang bekerja profesional ataupun pelajar dari Sumut tentu gampang diketahui datanya,” katanya.

Begitupun pihaknya siap berkoordinasi lebih lanjut bilamana ke depan diketahui ada TKI asal Sumut yang masuk dalam evakuasi Pemerintah Indonesia saat ini. “Kita tunggu dan lihat perkembangan selanjutnya,” katanya.(jpg/prn)

Tertangkap Tangan Usai Belanja Sabu, Sepasang Kekasih Gagal Pesta

Ilustrasi
Ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Gebang berhasil meringkus sepasang kekasih Jeje dan Vera sama-sama Warga Jalan Wahidin Kelurahan Brandan Barat Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat.

“Ada penangkapan sepasang kekasih di seputaran perkuburan sosial Dusun IX Tangkahan Pinang Desa Air Hitam Gebang Langkat, Rabu (29/1),” kata Kasubbag Humas AKP Rohmatkepada Sumut Pos di Stabat (1/2)

Dikatakannya penangkapan itu berawal dari informasi warga yang mengatakan adanya transaksi narkoba di wilayah hukum Polsek Gebang.

Bedasarkan informasi itu, Polisi melakukan penyelidikan dan pengintaian. Polisi melihat Jeje dan Vera sedang berkendaraan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio BK 3504 PAH baru ke luar dari lokasi transaksi sabu.

Bahkan Polisi melihat Jeje membuang sesuatu yang digenggam pada tangan kirinya. Dilakukan penangkapan serta pemeriksaan dan interogasi, Jeje mengaku membuang sabu karena ketakutan setelah diikuti polisi.

Tersangka mengaku rencananya mereka akan melakukan pesta sabu di rumah yang mereka tempati.

“Mempertanggungjawabkan perbuatannya sepasang kekasih itu dan barang buktinya diamankan di Mapolres Langkat guna pengembangan kasus tersebut,” kata AKP Rohmat (yas/btr)

Polres Tebingtinggi Paparkan Pengungkapan Kasus Kriminal

TINJUKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi bersama para pejabat umum memaparkan hasil tangkapan bersama barang bukti. IST/sumut pos
TINJUKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi bersama para pejabat umum memaparkan hasil tangkapan bersama barang bukti. IST/sumut pos

Empat Tersangka Ditangkap

TINJUKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi bersama para pejabat umum memaparkan hasil tangkapan bersama barang bukti. IST/sumut pos
TINJUKAN: Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi bersama para pejabat umum memaparkan hasil tangkapan bersama barang bukti. IST/sumut pos

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polres Tebingtinggi berhasil mengungkap 4 tersangka kasus penjambretan, penganiayaan dan pencurian di wilayah jajaran hukum Polres Tebingtinggi.

Paparanya, Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi mengukapkan pihaknya berhasil mengamankan tiga kasus pidana bersama tersangkanya. “Empat tersangka dari tiga kasus berhasil diamanakan Polres Tebingtinggi,” papar AKBP Sunadi di Mapolres Tebingtinggi, Sabtu (1/2).

Didampingi para pejabat Polres Tebingtinggi dan Kasubbag Humas AKP J Nainggolan kasus yang berhasil diungkap diantaranya kasus penjambretan terhadap korban Devi Yuanda Nasution warga Jalan Sei Kelembah Kecamatan Bajenis Kota Tebingtinggi.

“Kasus ini dengan dua tersangka diantaranya, Roy Nanda Nainggolan(26) dan M.Irdan (22) warga Kelurahan Deblot Sundoro Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi,” jelasnya.

Diterangkan Kapolres AKBP Sunadi bahwa petugas Satreskrim berhasil mengamankan Lili Irawan alias Jojon (37) pelaku penganiayaan terhadap temanya sendiri Reza Ramadhan Sinaga (21) hingga tewas, keduanya warga Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergei.

Selanjutnya kasus pencurian dengan kekerasan mengambil satu unit sepeda motor Revo dengan pelaku Muhammad Wahyu Hidayat Hasibuan(21) warga Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi dengan korban Sutrisno.

“Keempat tersangka bersama barang buktinya diamankan di Mapolres Tebingtinggi untuk proses selanjutnya,” ungkap AKBP Sunadi. (ian/btr)