24 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 4567

Pimpin Apel Gabungan Pemkab Langkat Bupati: Perencanaan Tata Ruang Wajib Mengacu KLHS

Ilustrasi.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat serta perencanaan tata ruang wilayah, wajib didasarkan pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

“Hal itu juga sesuai pasal 12 yang menyebutkan, apabila RPPLH belum tersusun, maka pemanfaatan SDA dilaksanakan berdasarkan daya dukung dan tampung lingkungan hidup,” ujar Bupati Langkat, Terbit Rencana PA dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintahan, Abdul Karim saat memimpin apel gabungan di Halaman Kantor Bupati Langkat Senin(27/1)

Asisten I juga mengatakan, dipasal 15,16 dan 17 dijelaskan, daya dukung dan tampung lingkungan hidup, merupakan salah satu muatan kajian yang mendasari penyusunan atau evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah (RPJP dan RPJM), serta kebijakan, rencana dan program yang berpotensi menimbulkan dampak dan resiko lingkungan hidup melalui KLHS.

Karena itu, lanjut Abdul Karim, daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup menjadi inti dari proses penyusunan KLHS dan Rencana Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup (RPPLH), bahkan menjadi core business dari lingkungan hidup di pusat maupun di daerah.

“Hal tersebut sebagai upaya untuk menjaga dan memelihara kelangsungan daya dukung dan tampung lingkungan hidup. Guna mendukung peri kehidupan manusia, makhluk lain dan keseimbangan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi dan komponen lain yang masuk ke dalamannya,” pungkasnya. (yas/han)

Pisah Sambut Deputi Manager PLN UIW Sumut

SALAM KOMPAK: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra (tengah), salam kompak bersama Rudi Artono (kanan-baju hijau) dan Jimmy Aritonang (kiri), ditemani seluruh staf dan manager PLN Regional Sumatera/Sumut. adezulfi/sumut pos
SALAM KOMPAK: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra (tengah), salam kompak bersama Rudi Artono (kanan-baju hijau) dan Jimmy Aritonang (kiri), ditemani seluruh staf dan manager PLN Regional Sumatera/Sumut. adezulfi/sumut pos

Jangankan Padam, Listrik Kedip pun Kami Tak Ingin..

SALAM KOMPAK: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra (tengah), salam kompak bersama Rudi Artono (kanan-baju hijau) dan Jimmy Aritonang (kiri), ditemani seluruh staf dan manager PLN Regional Sumatera/Sumut.   adezulfi/sumut pos
SALAM KOMPAK: GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra (tengah), salam kompak bersama Rudi Artono (kanan-baju hijau) dan Jimmy Aritonang (kiri), ditemani seluruh staf dan manager PLN Regional Sumatera/Sumut.
Adezulfi/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ada yang datang, ada yang pergi. Begitulah ketika seseorang telah selesai mengabdi dan memasuki masa purna bakti atau pensiun, harus meninggalkan segala aktivitas di tempat kerjanya dulu, untuk digantikan dengan rekan kerja yang lain.

Adalah Deputi Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Rudi Artono, sudah memasuki masa pensiunnya. Posisinya digantikan rekannya, Jimmy Aritonang.

Purna bakti Rudi Artono ini digelar dengan acara pisah sambut, yang dihadiri GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra, para manager PLN, seluruh humas PLN Regional Sumatera/Sumut, Senin (27/1) di Medan.

GM PLN UIW Sumut, M Irwansyah Putra, dalam kata sambutannya mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Rudi atas kerja samanya selama ini. “Kita melepas Pak Rudi dengan hati berat. Sebab, begitu banyak yang dia sumbangkan. Mudah-mudahan, apa yang dilakukan Pak Rudi dapat dilanjuti oleh penggantinya. Semoga kordinasi ke depan lebih baik lagi antara media dan managemen PLN,” harap Irwansyah.

Irwansyah turut mendoakan para humas PLN lainnya dapat mengikat koordinasi kerja pada seluruh PLN Bagian Sumatera, khususnya Sumatera Utara. “Apa yang sudah dikaryakan, baik kepada stakeholder maupun kepada media, perlu ditindaklanjuti dan dikuatkan kembali koordinasinya,” pesan Irwansyah kepada para humas.

Irwansyah juga tak lupa mengucapkan terima kasih atas koordinasi sulit yang sudah dilewatkan saat Natal dan Tahun Baru, dalam keandalan listrik. Selain itu, juga baru melewati event Imlek. Bahkan, dalam 13 hari ke depan nanti, akan menghadapi Cap Go Meh. Tak hanya itu, termasuk kegiatan Ujian Nasional. “Nah, semua kegiatan kelender rutin itu harus kita amankan listriknya, kita jaga keandalan listriknya,” ujarnya, sembari mengatakan terus melakukan keandalan listrik dalam menghadapi Pilkada Medan.

Dikatakan Irwansyah, untuk keandalan listrik, perlu waktu yang panjang dengan membangun sistim kelistrikan selama 5-10 tahun dalam membangun Gardu Induk (GI) atau pembangkit listrik. “Unit-unit pembangunan tetap terus melanjutkan membangun pembangkit-pembangkit, mulai dari pembangkit Pangkalansusu dan pembangkit lainnya di Sumatera Utara,” ujar Irwansyah.

Sementara itu, Rudi Artono yang memasuki masa purna bakti, tak mampu menahan haru saat diminta untuk memberikan kata sambutannya. “Terima kasih sudah mau bekerja sama. Kalau bukan karena kalian, saya tidak ada apa-apanya,” ujar Rudi dengan suara bergetar.

Tak lupa juga Rudi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada media yang turut mendukung kinerjanya. Mulai dari berita-berita kondisi kelistrikan hingga persoalan lainnya yang mampu dipecahkan secara bersama-sama.

“Kami orang PLN, tak ada niat sedikitpun sengaja memadamkan listrik. Jangankan untuk memadamkan listrik, bahkan listrik berkedip pun kami tak ingin. Kami ingin listrik semakin andal dan masyarakat bisa menikmatinya dengan nyaman,” ujar Rudi. (ila)

Kapolres Dairi Minta Pers Jalankan Fungsi Kontrol

SAMBUTAN: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang sampaikan sambutan dalam temu ramah di Mapolres Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SAMBUTAN: Kapolres Dairi, AKBP Leonardo Simatupang sampaikan sambutan dalam temu ramah di Mapolres Dairi.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dairi AKBP Leonardo Simatupang mengharapkan sinergitas dan menjalankan fungsi kontrol insan pers untuk mendukung kinerja Polri.

Hal itu diungkapkan Kapolres AKBP Leonardo Simatupang di hadapan puluhan insan pers dalam ramah tamah di Aula Mapolres, Senin (27/1).

Leonardo menyampaikan, insan pers merupakan mitra Polri. “Jika komunikasi bisa berjalan dengan baik, maka masukan dan fungsi kontrol untuk perbaikan kinerja perbaikan bisa berjalan dengan baik juga,”ujar Leonardo.

Dikatakan Kapolres Dairi, pihaknya akan terus berusaha memperbaiki kinerja dalam menjalankan penegakan hukum, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurut Leonardo, baik buruknya tugas kepolisian tidak terlepas dari pengawasan insan pers. “Kami berharap sinergitas dan soliditas dari insan pers,”pintanya.

Kartolo Munthe mewakili insan pers berharap temu ramah bersama Polres Dairi hubungan sinergitas semakin terjalin.

”Kalau bisa, informasi bisa disampaikan langsung Kapolres melalui pertemuan sekali seminggu,”pintanya. (rud/han)

Bangkitkan Kembali Rempah Terbaik Karo

HADIRI: Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty saat menghadiri soft launching Indonesian Spices Forum dan Business Expo 2020 di Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA), di kantor Kementerian Pertanian R.I Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1).

KARO, SUMUTPOS.CO – Produk terbaik rempah-rempah asal Tanah Karo akan dipromosikan di Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hal ini terungkap saat Bupati Karo Terkelin Brahmana dan Wakil Bupati Karo Cory Seriwaty menghadiri acara soft launching Indonesian Spices Forum dan Business Expo 2020 di Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA), di kantor Kementerian Pertanian R.I

Jalan Harsono RM No.3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (27/1) siang. Menurut Terkelin melalui siaran persnya, program Indonesian Spices Forum dan Business Expo 2020, salah satu kegiatan dalam rangka mengangkat potensi hasil pertanian yang tersebar di seluruh Indonesia oleh kementerian, guna mengembalikan kejayaan Rempah Indonesia.

Ditilik dari latarbelakang faktor kultur, geografis dan iklimnya, Kabupaten Karo sangat berpotensi sebagai penghasil rempah berkualitas terbaik. Hal ini dipengaruhi kecocokan iklim dan tanahnya. Dengan demikian, masyarakat Karo masih berpeluang untuk mengembangkan dan membudidayakannya.

“Tinggal bagaimana cara pemerintah pusat mengembangkan tanaman rempah ini. Sesuai program yang baru pertama kali ini digagas oleh Kementerian Pertanian, sehingga dapat berjalan di daerah kab/kota, nantinya,” terang Terkelin. Produk rempah-rempah, perlu terus dipromosikan di tengah persaingan yang semakin ketat dan memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat petani khususnya di Karo. Keikutsertaan Karo tampil dalam kegitan kegiatan forum dan pameran rempah yang digelar tanggal 17-19 April 2020 mendatang, merupakan momentum sebagai promosi dan dedikasi hasil rempah Karo.

Terkelin pun memastikan Pemda Karo sudah siap dan mengajukan permintaan stand dalam pameran tersebut. Sementara Direktur Tanaman Semusim dan Rempah Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Agus Wahyudi mengatakan, akan merebut kembali kejayaan rempah melalui Indonesian Spices Forum dan Business Expo 2020.

Program ini memperhatikan amanat Presiden RI H. Ir Joko Widodo, bahwa Indonesia adalah salah satu negara penghasil rempah-rempah, kopi dan kakao terbesar di dunia. Disamping itu, kegiatan ini meningkatkan kegiatan promosi rempah-rempah Indonesia di tengah persaingan yang semakin tajam dan meningkatkan pembangunan industri rempah Indonesia.

Lanjut Agus, dengan adanya pengembangan rempah-rempah di kabupaten seluruh Indonesia, maka secara otomatis kegiatan ini mendongkrak kemauan para petani menanam sekaligus meningkatkan nilai tambah perekonomian. Produk rempah baik yang masih mentah maupun yang sudah diolah diantaranya, kayu manis, kapulaga,pala, cengkeh, jahe,kemiri, ketumbar, kunyit, lada, lengkuas, sere, vanila, temulawak, bawang, bangle, kencur, asam jawa, jeruk nipis, kecombrang, asam gelugur, asam kandis, lempuyang, daun salam.

Agus menambahkan, kegiatan forum dan pameran Rempah sudah dijadwalkan dan akan digelar tanggal 17-19 April 2020 di Sasono Utomo TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dengan melibatkan berbagai pihak, baik sektor pemerintah kementerian/lembaga, Propinsi, kab/kota, para investor swasta , Pengusaha dan Exsportir, dan praktisi dan pemerhati Rempah seluruh Indonesia. (deo/han)

BKN Apresiasi BKD Pemko Tebingtinggi Verifikasi Berkas ASN Sistem Paperless

APRESIASI: BKN wilayah VI English Nainggolan memberikan apresiasi kepada Kepala BKD Tebingtinggi, Syaiful Fachri, Senin (27/1).
sopian/sumut pos

TEBING TINGGI, SUMUTPOS.CO – Badan Kepegawaian Nasional Regional VI menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atas penyelenggaraan verifikasi berkas kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tebingtinggi dengan menggunakan sistem Paperless.

“Kami berharap BKD Pemko Tebingtinggi dapat menjadi pilot projec dalam hal ini,” kata Kepala Kantor BKN Regional VI, English Nainggolan, Senin (27/1).

English Nainggolan menyebutkan, verifikasi itu akan jauh lebih mempermudah ASN dalam pengurusan berkas kenaikan pangkat yang terhitung pada 1 April 2020.

“Berkas berkas tersebut tidak lagi diboyong ke Sumut dengan berkardus- kardus, setelah lebih dahulu diverifikasi dikirim melalui online dan kemungkinan untuk salah sangat kecil sekali,”ucapnya.

Menurutnya, sama sekali tidak ada kecurangan, apalagi keterlibatan calo calo yang mengatasnamakan oknum.

“Kenaikan pangkat itu merupakan hak seorang ASN, jangan lagi ada beban apa apa. Kami sangat menghargai upaya BKD Tebingtinggi, dan ini yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Kota di Sumut,” katanya.

Untuk Kota Tebingtinggi yang mengikuti verifikasi kenaikan pangkat ada 257 orang yang terdiri dari golongan II dan III, selain Tebingtinggi akan menyusul Tapteng, Sibolga dan Tanah Karo.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Tebingtinggi, Syaiful Fachri menyambut baik apresiasi yang disampaikan pihak BKN wilayah VI dalam hal verifikasi berkas kenaikan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tebingtinggi dengan sistem Paperless.

Terkait penghapusan tenaga honorer di wilayah Pemko Tebingtinggi, Syaiful Fachri akan mempelajari terlebih dahulu sebelum melakukan penghapusan dan masih menunggu intruksi dari Wali Kota Tebingtinggi. “Masih menunggu instruksi pimpinan daerah,” paparnya. (ian/han)

Sekda: PD Pasar Bukan Milik Pribadi

Saat ini pemilik PD Pasar adalah Plt Wali Kota. Dalam rangka menjalankan perusahaan daerah, maka pemilik perusahaan mengangkat badan pengawas dan jajaran direksi. Termasuk, melakukan pemberhentian merupakan wewenang pemilik perusahaan. Untuk itu patuhi dan laksanakan keputusan pemilik perusahaan tersebut.”

Ir Wiriya Alrahman
Sekda Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekda Kota Medan, Ir Wiriya Alrahman mengatakan, PD Pasar milik Pemko Medan, bukan milik pribadi. “Saat ini pemilik PD Pasar adalah Plt Wali Kota. Dalam rangka menjalankan perusahaan daerah, maka pemilik perusahaan mengangkat badan pengawas dan jajaran direksi.

Termasuk, melakukan pemberhentian merupakan wewenang pemilik perusahaan. Untuk itu patuhi dan laksanakan keputusan pemilik perusahaan tersebut,” tegas Sekda saat memimpin apel di halaman Kantor PD Pasar Lantai III Pasar Petisah, Senin (27/1).

Apabila tidak puas dengan keputusan pemilik perusahaan, kata Sekda lagi, silahkan tempuh jalur hukum. Dikatakannya, persoalan ini tidak mucul dengan tiba-tiban

Sebelum dilakukan pemberhentian, Badan Pengawas sudah memberikan surat peringatan tiga kali yakni No.72/BP/II/2019 tanggakl 20 Februari 2019 (Surat Peringatan I), kemudian No.84/BP/II/2019 tanggal 26 Februari 2019 (surat peringatan II0 dan No.110/BP/III/2019 tanggal 18 Maret 2019 (Surat Peringatan III).

“Jadi persoalan (pemberhentian) ini tidak muncul tiba-tiba, tapi sudah melalui proses yang sangat panjang dan sudah dijelaskan Badan Pengawas. Tidak usah kita buka alasannya, nanti kita buka-bukaan saja di pengadilan. Untuk itu, mari kita laksanakan dan patuhi keputusan pemilik perusahaan sambil menunggu putusan berkekuatan hukum tetap dan kita siap menjalankan apapun hasil putusan berkekuatan hukum tetap nantinya,” tegasnya.

Sekda selanjutnya minta kepada seluruh jajaran PD Pasar untuk bekerja dengan sebaiknya untuk memajukan PD Pasar. Diingatkannya, bekerja harus sesuai dengan rule yakni Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Sedangkan kepada Plt Dirut dan Direktur Operasional PD Pasar, Sekda minta segera melakukan konsolidasi dengan baik bersama seluruh jajaran PD Pasar. “Tolong jaga kekondusifan dan lebih terpenting lagi tingkatkan pelayanan kepada para pedagang dan masyarakat sebagai konsumen,” pesannya.

Di kesempatan itu Sekda kembali menegaskan, berdasarkan Surat Pemakaian Tempat Berjualan (SIPTB) yang telah dikeluarkan, tidak ada pengutipan retribusi kepada para pedagang di Pasar Kampunglalang. Menurut Sekda, hal itu dilakukan Pemko Medan untuk membantu para pedagang yang selama 3 tahun terlunta-lunta karena proses pembangunan yang dilakukan.

“Kalau mau dikutip, jangan retribusi untuk pemakaian tempat berjualan, melainkan uang kebersihan, jaga malam maupun uang air dan listrik. Di luar itu, saya minta jangan ada pengutipan yang dilakukan. Sebab tidak ada uang PD pasar yang digunakan untuk pembangunan Pasar Kamponglalang!” tegasnya. (map/ila)

Yayasan Melayu Raya Dukung KIB

AUDIENSI: Wali Kota Binjai HM Idaham dan Yayasan Melayu Raya melakukan audiensi di Ruang Binjai Command Center, Senin (27/1).
teddy/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai, HM Idaham menerima rombongan Yayasan Melayu Raya di Ruang Binjai Command Center, Balai Kota Binjai, Senin (27/1). Keduanya membahas rencana pembangunan Kawasan Industri Binjai (KIB) di Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur. “Kami mendukung pembangunan KIB. Kedatangan kami dalam rangka pelepasan aset (PTPN II). Ada 50 hektare tanah Yayasan Melayu Raya di wilayah Pemerintah Kota Binjai,” kata Ketua Yayasan Melayu Raya, OK Saidin didampingi Ketua Penasehat Tuanku Achmad Tala’a di Binjai.

Dikatakan OK Saidin, kedatangan mereka juga dalam rangka meminta petunjuk dan arahan Wali Kota Binjai, HM Idaham. Sebab, tanah adat Melayu masuk dalam rencana tata ruang dan wilayah Pemko Binjai. “Makanya kami datang, kebijakan seperti apa nanti dilakukan di atas lahan ini. Karena yayasan ini tunduk kepada badan hukum yayasan, ada Undang-undang yang mengatur tentang yayasan,” tambah dia.

“Jadi kita hanya bisa bekerjasama dengan pihak ketiga termasuk Pemko. Kemudian di atas lahan itu, tentu tata gunanya tergantung kepada kebijakan tata ruang yang telah disusun oleh Pemko,” sambung dia. Soal pembagian, kata dia, nanti diatur berdasarkan apa yang sudah direncanakan Pemko Binjai terkait hak dari lahan tersebut. Karenanya, dia menegaskan, akan mendukung rencana pembangunan yang telah direncakan. Termasuk soal pembangunan KIB.

“Ya harus kita dukung. Tak bisa kami mengelak, karena tata ruang itu mengatur tentang tata guna tanah. Tak bisa pemilik, tergantung oleh Pemko,” jelasnya. Menanggapi hal ini, Wali Kota Binjai, HM Idaham mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Yayasan Melayu Raya. Dia juga akan mengajak Yayasan Melayu Raya dan lembaga terkait seperti Badan Pertanahan Nasional.

Idaham menjelaskan, pihaknya hanya mengetahui batas wilayah administrasi pemerintahan antara Binjai dengan Deliserdang. “Yayasan Melayu Raya juga surati BPN untuk melakukan pengukuran dan sertifikatkan tanahnya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan dan kemajuan Kota Binjai,” kata Wali Kota dua periode ini.

Ketepatan Satuan Polisi Pamong Praja juga hadir dalam pertemuan tersebut. “Saya juga sudah meminta Satpol PP untuk menertibkan bangunan liar yang ada di lahan tanah adat Melayu,” tambahnya. “Kami mau tanah ini selesai semua permasalahannya, agar bisa disertifikatkan dan dimanfaatkan. Kalau tanah itu terus telantar begitu saja, jadinya pembagian eks HGU sama sekali tidak punya nilai ekonomis buat kota kami,” ujar dia. “Jadi kalau bisa fotocopy dokumen-dokumen terkait lahan eks HGU itu, kami minta sebagai pegangan kami saat nanti menyurati BPN Provinsi,” pungkasnya. (ted/han)

Tak Mau Keluar dari Kantor PD Pasar, Rusdi Sempat Ditarik Paksa

BERTAHAN: Rusdi Sinuraya (pakai dasi), bertahan di depan ruangan Dirut PD Pasar saat ruangan tersebut hendak dipakai Sekda Kota Medan untuk rapat. Dia tak rela jika ruangan itu dipakai sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan Satpol PP Kota Medan.
BERTAHAN: Rusdi Sinuraya (pakai dasi), bertahan di depan ruangan Dirut PD Pasar saat ruangan tersebut hendak dipakai Sekda Kota Medan untuk rapat. Dia tak rela jika ruangan itu dipakai sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan Satpol PP Kota Medan.
BERTAHAN: Rusdi Sinuraya (pakai dasi), bertahan di depan ruangan Dirut PD Pasar saat ruangan tersebut hendak dipakai Sekda Kota Medan untuk rapat. Dia tak rela jika ruangan itu dipakai sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan Satpol PP Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi saling dorong dan tarik menarik terjadi antara Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan yang dicopot, Rusdi Sinuraya dengan personel Satpol PP, Senin (27/1). Ini terjadi saat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman, yang juga Ketua Badan Pengawas (Bawas) PD Pasar Kota Medan, hendak memakai ruangan kerja Dirut PD Pasar yang biasa dipakai Rusdi. Namun Rusdi menolak dan menghalangi.

Awalnya, Rusdi Sinuraya didampingi Direktur Pengembangan dan Sumber Daya Manusia, Arifin Rambe yang juga ikut diberhentikan, lebih dulu melaksanakan apel. Tak lama berselang, barulah Sekda tiba bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan selaku Sekretaris Bawas, Khairul Syahnan, Asisten Umum Renward Parapat, Kepala Inspektorat Ikhwan Habibi Daulay, Kepala Satpol PP HM Sofian, Plt Dirut PD Pasar Nasib, Plt Direktur Operasional Gelora KP Ginting, juga menggelar apel di tempat sama di kantor PD Pasar, lantai tiga Pasar Petisah, Jalan Razak Kota Medan.

BERTAHAN: Rusdi Sinuraya (pakai dasi), bertahan di depan ruangan Dirut PD Pasar saat ruangan tersebut hendak dipakai Sekda Kota Medan untuk rapat. Dia tak rela jika ruangan itu dipakai sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan Satpol PP Kota Medan.
BERTAHAN: Rusdi Sinuraya (pakai dasi), bertahan di depan ruangan Dirut PD Pasar saat ruangan tersebut hendak dipakai Sekda Kota Medan untuk rapat. Dia tak rela jika ruangan itu dipakai sehingga sempat terjadi aksi dorong-dorongan dengan Satpol PP Kota Medan.

Memang sejak awal, dugaan kericuhan sudah diprediksi. Sebagai langkah antisipasi, seratusan personel gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan, Sabhara Polrestabes Medan dan unsur TNI berjaga-jaga di lokasi. Selain itu, terlihat sejumlah massa juga berada di lokasi berbaur dengan para pegawai.

Usai apel, Sekda melanjutkan rapat di ruangan yang selama ini digunakan Rusdi Sinuraya sebagai ruangan kerja. Namun Rusdi menolak dengan bertahan di depan ruangan, sehingga sempat terjadi ketegangan karena petugas Satpol PP langsung merangsek maju untuk membuka jalan untuk Sekda memasuki ruangan.

Lantaran Rusdi menghalangi di depan pintu masuk, sejumlah petugas Satpol PP langsung menariknya dan sempat terjadi dorong-dorongan. Apalagi belasan pria tak dikenal tampak siap untuk memberikan bantuan kepada Rusdi. Tak ingin ribut, Sekda pun mengalah dan membatalkan dilakukannya rapat.

Usai Sekda meninggalkan lokasi, Plt Dirut dan Plt Direktur Operasional serta DirekturAdministrasi dan Keuangan Osman Manalu berkumpul di ruangan Direktur Operasional. Tak bersama berselang, Hasnel Hasibuan mewakili para pegawai PD Pasar menyampaikan isi hati seluruh pegawai.

Di saat Hasnel berbicara, Rusdi tiba-tiba datang dan menarik mikrofon dari tangannya. Tindakan Rusdi mendapat protes dan sorakan dari para pegawai. Aksi dorong-dorongan pun kembali terjadi, namun tidak sampai berakhir ricuh. Hasnel dan kawan-kawan pun memilih mundur. Apalagi melihat belasan pria tak dikenal kembali masuk dan berkumpul di sekitar ruangan yang selama ini dipergunakan Rusdi Sinuraya untuk bekerja.

Selang setengah jam kemudian, Nasib beserta Gelora dan Osman kemudian meninggalkan PD Pasar. Sedangkan Rusdi beserta Arifin bertahan di lokasi, termasuk puluhan pria yang tak dikenal. Jelang tengah hari, kondisi PD Pasar semakin kondusif. Namun sebagian besar para pegawai tidak bekerja dan bertahan di seputaran Pasar Petisah.

Usai suasana kondusif, Rusdi Sinuraya yang ditanya wartawan mengatakan, ia memastikan tetap bertahan pada keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait pemberhentiannya.

“Tapi ada upaya paksa dari Pemko Medan melalui Sekda sebagai Ketua Badan Pengawas. Saya sampaikan, saat ini saya masih Direktur Utama PD Pasar Kota Medan. PTUN sudah menetapkan penundaan. tolong hormati keputusan tersebut,” tegas Rusdi kepada wartawan, Senin (27/1) didampingi penasihat hukum Refman Basri.

Rusdi mengatakan, negara ini adalah negara hukum, sehingga tidak boleh ada yang berlaku semena-mena. “Ini preseden tak baik bagi negara kita. PD Pasar adalah milik negara, bukan pribadi, tapi saya duduk di sini berdasarkan undang-undang. Negara membayar saya untuk duduk di sini. Saya ikut fit and proper test sehingga terpilih, ada masa jabatan saya,” jelasnya.

Menurutnya, dia bisa diberhentikan hanya dengan tiga hal, yakni mengundurkan diri, meninggal dunia dan diberhentikan dengan tidak hormat apabila sudah berkekuatan hukum tetap.

“Sampai saat ini satu peringatan pun dari walikota tidak ada, dan satu surat pengaduan hukum pun tidak ada. Jadi dasarnya mana. Saya menolak kezaliman ini,” katanya.

Terkait keinginan Sekda untuk masuk ke ruangannya, Rusdi mengaku menentangnya karena lantaran Sekda tidak bisa menunjukkan surat secara hukum. “Kalau memaksakan, saya akan tuntut secara hukum,” jelas dia.

Refman Basri menambahkan, surat pemberhentian Dirut telah ditunda oleh PTUN. Di dalam surat itu tertulis, meski telah ditunjuk Plt Dirut dan Plt Direktur Operasional, namun keputusan ini tidak dapat dilaksanakan karena pelaksanaan objek sengketa ditunda. “Jadi harus patuh. Siapa pun di republik ini harus patuh hukum. Mau presiden maupun wali kota harus patuh hukum,” tegasnya.

Pelanggaran terhadap objek sengketa, kata dia, harus bertanggung jawab secara hukum. Sedangkan terkait pernyataan Plt Wali Kota Medan yang mengungkapkan belum menerima surat penetapan PTUN, menurutnya bisa jadi para petinggi Pemko Medan memang belum menerima secara langsung.

“Tetapi kita punya bukti bahwa 23 Januari 2020, sudah diserahkan ke Pemko Medan. Saya juga sudah membuat resmi kepada Plt Wali Kota Medan dan Dirut pada 24 Januari 2020 terkait surat penetapan ini,” bebernya.

Sementara, Sekda yang ditemui di ruangannya memastikan pihaknya baru menerima putusan PTUN pada Senin (27/1) siang. “Tidak ada kami terima surat PTUN itu kemarin,” tegasnya.

Dia juga memastikan, Selasa (28/1) pihaknya dipanggil pengadilan untuk menjalani sidang terkait putusan pemberhentian. “Kami juga akan menyampaikan keberatan karena tidak pernah dipanggil dan tiba-tiba putusan sudah keluar,” kata Sekda.

Ditemui terpisah, Plt Dirut PD Pasar Nasib yang disinggung soal keluhan pegawai PD Pasar yang belum menerima gaji akibat konflik ini, memastikan pihaknya sedang mengupayakan agar gaji para pegawai PD Pasar Kota Medan bisa segera dibayar.

“Sedang kami upayakan. Seharusnya saya yang menandatangani, namun karena ada kejadian ini, pihak bank jadi ragu. Ini kami sedang memanggil mereka untuk menjelaskan persoalannya, supaya pihak bank tidak ragu lagi. Semoga bisa segera terselesaikan dan gaji para pegawai bisa segera dibayar,” ujarnya berjanji. (map/ila)

SMPN 6 Tanjungbalai Kebakaran, 4 Ruangan Hangus Terbakar

TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Kebakaran hebat melanda SMP Negeri 6 Tanjungbalai, yang berlokasi di Keluarahan Pasarbaru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai. Pada kejadian ini, 4 lokal musnah terbakar, Senin (27/1) dini hari WIB.

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran diketahui warga sekira pukul 04.50 WIB. Kebakaran diduga terjadi akibat arus pendek atau korsleting listrik. Akibatnya, 2 ruang kelas belajar (RKB), yakni kelas IX-3 dan IX-4, serta laboratorium komputer dan laboratorium bahasa, nyaris rata dengan tanah.

Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran dan puluhan personel Damkar Pemkot Tanjungbalai diterjunkan untuk menjinakkan api.

“Setelah berjibaku dan dibantu warga sekitar, pada pukul 06.15 WIB, api berhasil dipadamkan,” ungkap Katim Damkar, Bambang.

Kapolsek Sei Tualang Raso, Iptu S Siahaan, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut, dan menyatakan penyebab api masih dalam penyelidikan. (ant/saz)

Bus Sepadan Kecelakaan di Jalan Tigapanah-Merek, 3 Penumpang Luka-luka

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Tigapanah-Merek, Kabupaten Karo, Senin (27/1) siang. Bus CV Sinar Sepadan, nomor pintu 538, BK 7065 UT, yang berangkat dari Kabanjahe menuju Pematangsiantar, sempat oleng dan terperosok ke parit.

Kepala Satlantas Polres Tanah Karo, AKP Ridwan A Harahap, melalui Kepala Pos Lantas Merek, Aipda Budi Sastra Negara mengatakan, kejadian bermula saat bus CV Sinar Sepadan yang datang dari Kabanjahe, mengalami oleng saat berada di ruas jalan Tigapanah-Merek, karena jalanan licin, yang bertepatan saat peristiwa, hujan sedang turun.

“Dalam posisi oleng, selaku sopir, Roi Sinaga (30), warga Jalan Saran Padang, Saribu Dolok, Kabupaten Simalungun, terus melajukan kendaraannya, dalam posisi kilometer sedang. Dan dia tidak dapat mengelak, ketika busnya terjerembab ke sisi jalan yang becek, bercampur tanah, sehingga busnya mengalami kecelakaan tunggal,” ungkap Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan, akibat kejadian ini, 3 orang dilarikan ke Puskesmas Tigapanah. Adapun ketiga korban, yakni Pilipus Surbakti (20) warga Pancurbatu, Deliserdang, Lidya Caniago (19) warga Pancurbatu, Deliserdang, dan Pestauli br Munthe (53) warga Desa Soping, Kabupaten Simalungun (dirawat di Puskesmas Tigapanah). Serta Janhenrik Purba (54) warga Jalan Kampung Dalam Kabanjahe, Kabupaten Karo (dirawat di RS Efarina Berastagi). (deo/saz)