MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengunjung dan pegawai Thamrin Plaza Medan mendadak geger dengan aksi dugaan bunuh diri seorang pemuda yang ditemukan tergeletak dekat tumpukan pakaian tak jauh dari eskalator di lantai 1,Senin (9/3) sore.
Diduga, pemuda berkulit putih itu melompat dari lantai 7. Pria itu mengenakan baju merah, celana warna coklat muda dan sepatu hitam. Dikabarkan usianya sekitar 22 tahun.
“Katanya begitu, lompat dari lantai 7 (ke lantai 1). Banyak (pengunjung) yang bilang bunuh diri. Tapi, lebih jelasnya polisi yang tahu,” ujar seorang pengunjung Thamrin Plaza mengaku bernama Nina.
Mengetahui adanya peristiwa itu, para pengunjung mal di lantai 1 berbondong-bondong mendekat karena penasaran. Para pengunjung terlihat mengabadikan gambar dan merekam pemuda yang tergeletak itu.
Petugas satpam mal yang mendapat kabar, langsung berupaya menyelamatkan pemuda tersebut. Selanjutnya, dibawa ke Rumah Sakit Methodist Medan untuk diberikan pertolongan. Informasinya, kondisi korban kritis karena mengalami luka parah, dan patah tulang tangan dan kaki.
Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago membenarkan adanya peristiwa dugaan bunuh diri itu. Kata Faidir, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Informasinya begitu (diduga bunuh diri), tapi belum bisa dipastikan karena personel yang turun ke lokasi masih menyelidikinya,” kata Faidir singkat. (ris/btr)
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Pasca rumah yang digunakan sebagai Kantor Senopati Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) Kabupaten Deliserdang yang dibakar orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (26/2) sekira pukul 03.00 WIB lalu, korban M Sugeng Rasuli (40) menyampaikan surat permohonan perlindungan hukum kepada Kapolresta Deliserdang.
Menurut korban kepada sejumlah awak media, surat tertulis mohon perlindungan hukum disampaikannya sehari setelah pembakaran rumah sekaligus Kantor Senopati FKWJ Deliserdang yang terletak di Jalan Sultan Serdang Desa Sena Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang, yang ditembuskan ke Kapolda Sumut, Ketua Umum DPP FKWJ Nusantara di Yogyakarta, Ketua DPW FKWJ Sumut, Muspida Deliserdang dan Muspika Batang Kuis.
“Saya, istri ku Aida Fitri (40), abak ku bernama Irbi Abdi Bilbinu (13) dan Seha Akila Sadir (3 bulan) yang sedang tertidur langsung terbangun karena kepulan asap dan kobaran api. Saat itu saya spontan menyelamatkan istri dan anak berlari berlari membawa keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan sambil berusaha memadamkan api,” sebutnya.
Pada saat diluar, kata ayah dua anak ini, ia mendekati titik kobaran api yang berasal dari bagian luar rumah dan tercium aroma minyak tanah, namun tidak melihat orang lain yang diduga menyiramkan minyak tanah tersebut akan tetapi ada terlihat jejak lumpur bekas tapak kaki orang disekitar halaman rumah.
Akibat kejadian itu, lanjutnya, keluarganya merasa trauma karena dihantui rasa ketakutan akan ancaman keselamatan jiwa keluarganya.
“Melalui surat mohon perlindungan hukum ini, kami memohon kepada Polresta Deli Serdang segera mengusut tuntas pelaku peristiwa pembakaran rumahnya itu,” pungkasnya.
Terpisah Kapolsek Batang Kuis Polresta Deli Serdang AKP Simon Pasaribu SH saat dikonfirmasi menyatakan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan. (btr)
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
DILAPORKAN: Diduga lecehkan Kota Belawan seorang Youtuber , RH alias Aleh dilaporkan.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang Youtuber asal Medan, RH alias Aleh (20) warga Medan Marelan diduga dilaporkan ke Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Senin (9/3). Pasalnya, pemilik akun Youtube Aleh-Aleh Khas Medan ini telah menyampaikan ucapan ujar kebencian di acara Stand Up Komedi yang baru-baru ini digelar di Medan.
Kasus dugaan pelecehan nama baik Belawan itu dilaporkan oleh Ketua Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), Dedy Satria Ainal, dengan nomor LP/111/ III/ 2020 SPK Terpadu Polres Pelabuhan Belawan, tanggal 9 Maret 2020.
Terungkapnya pelecehan nama baik Belawan dengan ucapan”Coba kalau syuting film Dilan di Belawan, daerah konflik, mafia semua ada di situ manusia pikiran A****g,” telah menyinggung seluruh masyarakat yang menetap di Belawan.
Dedy mengatakan, mereka membuat laporan itu, karena sangat berdampak kerugian masyarakat Belawan dengan ucapan RH, sehingga ribuan masyarakat Belawan merasa tersiggung memilih kasus itu dilaporkan ke Polres Pelabuhan Belawan.
Sementara itu, praktisi hukum yang juga tokoh pemuda di Belawan, Thomson Hutahean SH, menyesalkan ucapan ujaran kebencian yang disampaikan oleh RH dalam Stand Up Comedy yang berlangsung di Mega Park Medan. Akibatnya, menyinggung ribuan masyarakat Belawan.
“Saya sebagai pemuda Belawan dan tinggal di Belawan, tidak terima atas unggahan akun youtube Aleh-Aleh Khas Medan, begitu kotornya mulut busuknya yang bertentangan dengan UU ITE Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 tentang ajaran kebencian,” ujarnya dengan kesal.
Thomson berharap pihak kepolisian segera mengungkap tuntas kasus ujaran kebencian ini dan membatalkan juara yang diperoleh pelaku dalam lomba Stand Up Comedy di Mega Park Medan tersebut.
“Saya dan warga Belawan berharap kepada penegak hukum, khususnya Polres Pelabuhan Belawan segera mengungkap tuntas kasus ujaran kebencian tersebut,” tegasnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Jerico Lavian Chandra mengaku sudah menerima laporan tersebut. Pihaknya masih menyelidiki kasus itu dan mengumpulkan seluruh bukti atas dugaan kasus tersebut.(fac/btr)
PAPARKAN: Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol saat memimpin press release berikut pelaku dan barangbukti.
sopian/sumut pos
Polres Tebingtinggi Berhasil Ungkap 11 Kasus Narkotika
PAPARKAN: Kapolres TebingtinggI AKBP James P Hutagaol saat memimpin press release berikut pelaku dan barangbukti.
sopian/sumut pos
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol didampingi Wakapolres Kompol Sarponi, Subdenpom Tebingtinggi Kapten CPM ZZ Siregar, Kasat Narkoba AKP Cahyandi, Kasat Reskrim AKP Rahmadani gelar Press Release penangkapan beberapa kasus sepekan di Mapolres Jalan Pahlawan Kota Tebingtinggi, Senin (9/3).
Dalam paparan itu dijelaskan, dalam sepekan mulai tanggal 27 Februari-7 Maret, Satresnarkoba Polres Tebingtinggi berhasil mengungkap 11 kasus narkotika dan menangkap 14 pelaku diantaranya 6 sebagai penjual dan 8 sebagai pemakai.
“Dari penangkapan ini petugas menyita barangbukti berupa sabu 5,66 gram dan 20 butir pil extacy, timbangan digital, plastik klip transparan,” terang AKBP James P Hutagaol.
Selain kasus narkoba, petugas Satreskrim juga berhasil mengungkap kasus judi togel dengan menangkap jurtul berikut barang bukti uang dan kertas togel. Untuk kasus cabul Polres Tebingtinggi mengungkap 2 kasus dan salah satu korban wanita masih dibawah umur.
“Untuk masing-masing kasus petugas masih melakukan penyelidikan dan terhadap pelaku akan diancam hukuman pidana penjara sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan masing-masing pelaku,” paparnya.
Terkait dengan penemuan mayat yang hanyut di Sungai Padang Tebingtinggi, Polres Tebingtinggi masih melakukan proses pengembangan bekerjasama dengan Diskrimum Poldasu.
Disinggung terkait dugaan adanya bekas penganiayaan terhadap korban hanyut, Kapolres AKBP James P Hutagaol menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah luka terhadap korban dikarenakan penganiayaan atau dikarenakan korban hanyut dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium porensik. “Ketika kasus ini nanti sudah terungkap, kita akan buat press release kembali,” jelasnya.
Kapolres Tebingtinggi AKBP James P Hutagaol kepada awak media mengatakan jajaran Polres Tebingtinggi bersama rekan TNI berkomitmen untuk memelihara keamanan dan ketertiban dimasyarakat khususnya diwilayah Tebingtinggi.
“Kami mengajak warga Tebingtinggi untuk turut serta memelihara keamanan dan ketertiban, sebab TNI dan Polri membutuhkan peran aktif warga masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif,” paparnya. (ian/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Irwandi alias Iwan (36) dituntut Jaksa selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Dia dinyatakan bersalah, lantaran menjadi kurir sabu seberat 200 gram, dalam sidang di ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (9/3).
Dalam nota tuntutan yang dibacakan JPU Sabrina, terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Irwandi selama 13 tahun denda Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ucapnya, di hadapan hakim ketua M Ali Tarigan.
Menurut jaksa, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika.
“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan,” katanya.
Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) terdakwa.
Dikutip dari surat dakwaan, pada 14 Agustus 2019 sekira pukul 10.00 WIB, terdakwa menjumpai Ajo (belum tertangkap) di depan showroom Asrama Haji Medan.
Kemudian, Ajo memberikan kepada terdakwa berupa 1 buah bungkusan plastik putih berisikan 2 bungkus plastik sabu yang dibalut dengan kertas nasi coklat.
Terdakwa diminta untuk mengantarkan sabu tersebut, ke SPBU Simpang Simalingkar Jalan Jamin Ginting Medan, dengan upah Rp300 ribu.
Selanjutnya, setelah beberapa menit sampai ditempat yang diperintahkan, langsung dilakukan penangkapan terhadap terdakwa. Darinya, petugas dari Ditres Narkoba Poldasu menemukan barang bukti sabu seberat 200 gram yang dibalut dalam kertas nasi.
Terdakwa dan barang bukti, kemudian dibawa ke Poldasu untuk dilakukan pemeriksaan. (man/btr)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Terkait pemberitaan Sumut Pos yang berjudul Oknum Anggota DPRD Binjai Berikan Keterangan Palsu, Polisi Kirimkan SPDP ke Jaksa, kuasa hukum yang bersangkutan membantah. Lebih rinci, Kuasa Hukum RW, R Sibarani membantah soal alinea terakhir dalam pemberitaan tersebut.
Adalah, belakangan RW menunjukkan SK Nomor 118-S?K/DPP/Nasdem/IV/2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Johnny G Plate dengan keterangan bahwa yang bersangkutan menjadi Pengurus Medan. Namun hal ini dicurigai LS tidak asli yang berujung laporan ke Polres Binjai.
“Atas pemberitaan tersebut, klien kami menerangkan bahwa benar klien kami pernah menunjukkan copy Surat Keputusan Nomor 118-SK/DPP-Nasdem/IV/2018 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Surya Paloh dan Sekretaris Johnny G Plate kepada wartawan dan Penyidik Tipidkor Polres Binjai yang mana SK tersebut tidak mencantumkan nama klien kami sebagai Pengurus DPD Partai Nasdem Kota Binjai ataupun Nasdem Kota Medan.
Bahwa tidak benar pemberitaan yang menyatakan klien kami menunjukkan SK 118 dengan keterangan bahwa Klien kami adalah Pengurus Nasdem Medan. Yang benar adalah bahwa klien kami adalah Anggota DPD Partai Nasdem Kota Medan, yang telah mundur sejak tanggal 24 April 2018,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/3).
Menurut dia, RW tidak pernah memberikan keterangan palsu atau sumpah palsu. Namun dia membenarkan, kliennya dilaporkan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/097/I/2020/SPKT-A/RES BINJAI tertanggal 29 Januari 2020, oleh pelapor berinsial LZS.
“Klien kami dilaporkan memberikan keterangan palsu terkait pengakuannya tidak pernah menjadi Pengurus DPD Partai Nasdem Kota Binjai,” sambungnya.
Dia menjelaskan, RW tidak pernah menjadi Anggota DPD Partai Nasdem Kota Binjai. Begitu juga, kata dia, tidak pernah menjadi Pengurus DPD Partai Nasdem Binjai.
“Klien kami juga tidak pernah dimintai persetujuan untuk dijadikan sebagai Pengurus DPD Partai Nasdem Kota Binjai,” lanjutnya.
Namun, kata dia, RW pernah diajak menjadi Pengurus DPD Partai NasDem Kota Binjai sekitar 2015 lalu. “Namun pada saat itu formulir mereka tersebut ditolak oleh Pengurus DPD Partai NasDem Kota Binjai berinisial ES dengan alasan KTP klien kami berdomisili di Medan dan formulir Aminullah ditolak karena tidak melampirkan Pasfoto.
Atas penolakan tersebut, klien kami mengambil kembali seluruh berkas yang dibawanya untuk pendaftaran Pengurus Nasdem Binjai tersebut. Sejak saat itu klien kami tidak pernah berkomunikasi dengan saudara ES lagi,” tukasnya. (ted/btr)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selfie sudah lama menjadi bagian dari DNA perangkat OPPO. Bahkan, selfie pada perangkat OPPO sudah menjadi top of mind sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia. Tentunya sebagai perangkat yang memiliki kamera depan dengan hasil terbaik, OPPO tidak berhenti melakukan inovasinya, termasuk pada seri terbaru yang akan diluncurkan, Reno3.
“Reno3 tidak hanya hadir dengan fitur night modepada kamera utama yang dapat menghasilkan gambar yang jernih pada malam hari. Kini, kami berinovasi dengan menyematkan fitur ini pada kamera depan untuk swafoto. Pengguna tidak usah khawatir lagi untuk melakukan swafoto pada tempat yang kurang cahaya, Reno3 dapat menyelesaikan dengan fitur ini, hasil gambar swafoto malam hari akan terlihat terang dan juga tajam berkat kehadiran kamera depan 44 megapixel,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager OPPO Indonesia.
Melalui Reno3, OPPO berupaya untuk menghadirkan gambar yang jernih di berbagai macam skenario termasuk pada saat menggunakan kamera depan untuk swafoto pada kondisi kurang cahaya.
Reno3 membawa kamera depan 44 megapixel, termasuk yang tertinggi di kelasnya. Jika diaktifkan, fitur ultra night selfieakan mengambil beberapa foto kemudian melalukan penyesuaian tiap frame dan memperluas dynamic range melalui HDR. Tentunya, OPPO juga menghadirkan fitur perlindungan wajah, dimana ketika kecerdasan buatan melakukan penyesuaian frame dan HDR, wajah objek foto akan tetap terlihat jelas namun tetap natural.
OPPO, akan segera mengumumkan perangkat Reno3 di Indonesia. Diperkirakan pada pertengahan Maret, OPPO akan meluncurkan perangkat ini di Indonesia. (rel)
Komitmen Telkomsel untuk mendukung penguatan ekosistem gaya hidup digital di Indonesia dengan secara konsisten menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 23.000 unit di seluruh Indonesia. BTS 4G yang akan dibangun Telkomsel sepanjang 2020 juga akan menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses jaringan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler yang sebelumnya.
– Sepanjang tahun 2020 ini Telkomsel berkomitmen mendukung penguatan ekosistem gaya hidup digital di Indonesia dengan secara konsisten menambah pembangunan BTS Broadband 4G LTE sekitar 23.000 unit di seluruh Indonesia.
– Telkomsel juga menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan BTS 4G LTE untuk menambah kapasitas dan kecepatan.
– Perluasan pemerataan jaringan teknologi terdepan ini mendorong Telkomsel sebagai digital telco company untuk senantiasa memenuhi kebutuhan pelanggan akan gaya hidup digital melalui produk dan layanan digital yang berpusat pada kebutuhan pelanggan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sepanjang tahun 2020, Telkomsel berencana membangun sekitar 23.000 unit base transceiver station (BTS) 4G di seluruh Indonesia, sebagai perwujudan komitmen dalam menciptakan akses jaringan berteknologi terdepan yang merata di seluruh wilayah populasi di Tanah Air. Fokus pembangunan 4G LTE tahun ini juga sebagai wujud konsistensi meningkatkan kapasitas dan kecepatan, serta kenyamanan stabilitas akses guna memenuhi kebutuhan pelanggan terhadap gaya hidup digital.
Direktur Network Telkomsel, FM Venusiana R mengatakan mengatakan, “Kami terus mengakselerasikan pertumbuhan jaringan broadband terutama 4G yang agresif untuk mendukung ekosistem gaya hidup digital, seiring dengan peningkatan trafik data sekitar 52% selama tahun 2019 dibanding tahun lalu (YoY). Perluasan dan penggelaran jaringan 4G LTE juga kami lakukan dengan mempertimbangkan semakin tumbuhnya penetrasi perangkat berbasis layanan 4G. Hal utama dari perluasan jaringan 4G kami adalah sebagai upaya kami memastikan terpenuhinya pengalaman kebutuhan gaya hidup digital pelanggan yang semakin dinamis.”
“Tahun 2019 lalu, lebih dari 23.000 BTS 4G baru telah kami gelar, dimana telah melampui target total pembangunan 4G yang telah dicanangkan, yaitu mencapai 109%. Kami sangat bersyukur atas pencapaian tersebut dan menjadi pendorong semangat kami di tahun ini untuk terus mempercepat dan memperluas pemerataan jaringan berkualitas dan berteknologi terdepan di seluruh Indonesia” lanjut Venusiana.
BTS 4G yang akan dibangun Telkomsel sepanjang 2020 juga akan menerapkan teknologi terbaru dalam pengembangan infrastruktur jaringan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses jaringan hingga 3 kali lipat dari BTS 4G reguler yang sebelumnya sudah dihadirkan Telkomsel. Pengembangan telkonogi jaringan terdepan yang dimaksud meliputi penerapan teknologi NB-IoT, uji coba teknologi akses VoLTE, serta penggunaan teknologi Carrier Agregation yang semakin meningkatkan pengalaman pelanggan dalam mengakes layanan berbasis broadband melalui jaringan 4G Telkomsel.
Telkomsel juga sangat agresif mengimplementasikan teknologi 4G LTE di frekuensi 900Mhz untuk memperluas jangkauan dan memperkuat sinyal terutama untuk pelanggan di dalam rumah atau gedung. Dengan implementasi tersebut, Telkomsel kini semakin memperluas jangkauan layanan 4G mencapai lebih dari 95% wilayah populasi di seluruh kota/kabupaten yang ada di Indonesia.
Keseriusan Telkomsel melakukan perluasan infrastuktur jserta upgrade teknolohi jaringan dari sisi kapasitas maupun kecepatan merupakan wujud nyata merespon semakin tingginya adopsi serta minat masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gaya hidup digital masyarakat, terutama akses layanan sosial media, video streaming, mobile gaming, hingga kebutuhan melayani transformasi digital sektor industri.
Di samping itu, menurut laporan perusahaan yang memberikan standar global independen untuk menganalisis pengalaman seluler pelanggan, yakni Open Signal, tentang Pengalaman Jaringan Seluler Indonesia tahun 2019, Telkomsel terus mendominasi dan mempertahankan keunggulan dalam enam parameter penilaian yaitu antara lain Jangkauan 4G, Pengalaman menggunakan Aplikasi Suara, Pengalaman Video, Pengalaman Latency, Pengalaman Upload dan Download. Dalam laporan tersebut, hasil pengukuran telah dianalisa tentang pengalaman pengguna jaringan seluler dari semua operator di lebih 24 kota di Indonesia.
Sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan akses jaringan 4G ini dapat dimanfaatkan secara mudah oleh pelanggan, Telkomsel juga mempermudah dan menyediakan berbagai metode yang dapat dipilih oleh pelanggan untuk dapat menikmati konektivitas 4G. Bagi pelanggan yang sudah memiliki perangkat/gawai berteknologi 4G dan berada di wilayah yang terjangkau jaringan 4G Telkomsel, pelanggan dapat melakukan segera melakukan upgrade/ganti kartu uSIM 4G Telkomsel melalui GraPARI terdekat, mengajukan permintaan ganti kartu uSIM 4G melalui aplikasi MyTelkomsel, Call Center 188, pusat layanan pelanggan social media Telkomsel melalui Facebook dan Twitter, yang selanjutnya kartu 4G tersebut akan dikirimkan ke alamat pelanggan. Informasi lengkap dapat mengunjungi www.telkomsel.com/4g.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan partai kader. Karenanya, dalam Pilkada Kota Medan jangan bersikap pragmatis dalam memilih dan mengusung calon Wali Kota Medan.
Pengamat Politik di Sumut, Shohibul Ansor menilai, sejak pelaksanaan Pilkada langsung, PDIP memiliki kecendrungan pragmatisme. Ini dibuktikan pada pencalonan Rudolf Marzuoka Pardede pada pemilihan Gubernur Sumut periode 2008-2013. Saat itu PDIP mengusung nama Tri Tamtomo. Hasilnya, kalah dibandingkan calon lainnya.
Dia menyebutkan, contoh tersebut bisa menjadi pengalaman bagi PDIP dalam menetapkan calon Wali Kota Medan. Saat ini ada incumbent Ir H Akhyar Nasution MSi, yang sudah dikenal banyak warga kota merupakan sosok kader tulen PDIP dimulai pada tahun 1995, kemudian Akhyar juga merupakan anak dari Anwar Nasution yang merupakan kader PDI, dan pernah menjadi pengurus partai.
Menurut Shohibul, sosok Akhyar di PDIP sudah banyak yang mengetahui pola kerja maupun loyalitasnya kepada partai, bahkan saat menjadi anggota DPRD Medan periode 1999-2024. Akhyar adalah kader yang memiliki semangat kerja pelayanan kepada masyarakat dan kerja partai yang seimbang.
“Loyalitas kader seperti Akhyar ini lebih menguntungkan bagi PDIP, dibandingkan dengan sosok lainnya di luar partai. Kemudian, potensi kemenangan pada Pilkada Medan juga lebih berpeluang besar karena Akhyar didukung grassroot PDIP dan incumbent. Khawatirnya bagi PDIP, jika tidak kader menjadi keutaman pencalonan kepala daerah, kerja-kerja partai di tingkat PAC akan menyulitkan PDIP di setiap suksesi pemilihan kepala daerah maupun pemilihan legislatif,” katanya.
Dia menambahkan, jika PDIP ingin terus menjaga harmonisasi partai, para elit di PDIP layaknya tak mencederai semangat kerja partai para kader yang sudah lebih banyak memakan debu dan banyaknya keringat yang sudah dikeluarkan.
Shohibul juga berpendapat, PDIP yang merupakan partai kader, semestinya bertindak sesuai dengan keinginan kader dari bawah, yakni kader terbaik yang dicalonkan untuk kursi kepala daerah. Jika sebaliknya, maka PDIP harus benar-benar bersiap tak lagi disebut sebagai partai kader atau partai wong cilik, melainkan partai pragmatis.
“Saya melihat sosok Akhyar di Medan mendapatkan dukungan penuh baik di tingkat PAC PDIP, DPC PDIP Medan hingga DPD Sumut. Suara ini saya yakin kuat, untuk dipertimbangkan DPP PDIP. Namun sebaliknya, jika DPP PDIP memutuskan hal yang bertentangan dengan keinginan kader PDIP di Medan, maka sudah partai PDIP tak lagi bisa disebut partai kader, melainkan partai yang orientasinya pragmatis,” ucapnya berpendapat.
Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini juga menyatakan, elit DPP PDIP harus kembali melihat kader-kader di bawah, sebab dengan adanya kader-kader militan di tingkat DPD, DPC dan PAC inilah yang terus berkerja, bersuara dan bersikap membela partai. Sehingga sangat wajar para kader lebih memilih Akhyar daripada kandidat lainnya yang tidak kader.
“Saat ini di Medan kampanye kader pilih kader terus menguat, selayaknya elit DPP PDIP juga harus menjaga stabilitas kerja-kerja partai, sehingga semua perjalanan suksesi untuk membesarkan partai bisa terjalin dengan baik. Sudah pasti kader akan membesarkan partainya, dari pada non kader,” katanya.
“Saya melihat, sosok Akhyar yang baru beberapa bulan menjabat PLT Walikota langsung memiliki gagasan dan ide besar dalam membangun kota, dengan mengajak warga membuat Medan Cantik, hasilnya saat ini banyak warga berlomba-lomba membuat cantik lingkungan tempat tinggalnya, saya melihat ini semangat yang baik untuk kota Medan dan partai PDIP,” tambahnya.
Shohibul juga menyatakan, sejumlah elit di DPP PDIP saat ini lebih bersikap pragmatis, hanya demi menjaga persehabatan dengan keluarga Presiden Joko Widodo, akhirnya kader di bawah cenderung terabaikan dalam berkarier di politik. Padahal, jika kader terbaik dan memiliki peluang yang baik, tentu yang besar adalah partai PDIP sendiri. Berbeda dengan sebaliknya. “Elit DPP PDIP harus benar-benar hargai kader, sehingga partai ini bisa benar-benar dikerjakan oleh kader,” sebutnya. (adz)
DIABADIKAN: Pengurus DPD IKA UNDIP Sumut diabadikan besama Ketua Umum DPP IKA UNDIP dan Plt Wali Kota Medan.
DIABADIKAN: Pengurus DPD IKA UNDIP Sumut diabadikan besama Ketua Umum DPP IKA UNDIP dan Plt Wali Kota Medan.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro Sumatera Utara (DPD IKA UNDIP Sumut) Masa Bakti 2019-2024 secara resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Universitas Diponegoro (DPP IKA UNDIP), Maryono SE MM berdasarkan Surat Keputusan DPP IKA UNDIP Nomor : 02/SK-DPP IKA UNDIP /III/2020. Kegiatan Pelantikan dan Perkenalan DPD IKA UNDIP Sumut mengusung tema “Alumni Bersatu, Menyongsong Indonesia Maju”.
Acara bertempat di Lotus Room Lantai 9 Hotel Arya Duta Jalan Kapten Maulan Lubis No. 8 Medan, Sabtu (7/3) kemarin.
Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan DPD IKA UNDIP Sumut, Dr Azizul Kholis SE MSi CMA CSRS melaporkan bahwa pelantikan ini merupakan acara konsolidasi organisasi menindaklanjuti hasil musyawarah daerah IKA UNDIP Sumut yang telah dilaksanakan pada tahun 2019 lalu. Kemudian telah di susun kepengurusan untuk disampaikan kepada DPP IKA UNDIP agar di SK kan dan segera di lantik.
Hadir juga perwakilan ikatan alumni Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari USU, UNIMED, UNSYIAH dan ITB,” katanya.
Selanjutnya Ketua Dewan Penasehat DPD IKA UNDIP Sumut, Ir Iskandar Sembiring MM berharap kepada kepengurusan yang baru DPD IKA UNDIP Sumut bisa terus memberikan kontribusi yang baik bagi pembangunan di Sumatera Utara. “Melalui sosialisasi yang telah kita lakukan, saat sekarang ini dan pada beberapa tahun terakhir termasuk terbesar yang bisa masuk PTN diluar pulau Jawa. Saat ini mahasiswa UNDIP asal Sumatera Utara sudah ribuan anggota,”ungkapnya.
Kemudian, Ketua DPD IKA UNDIP Sumut, Benny Iskandar ST MT dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan untuk meneruskan jejak langkah Ketua DPD IKA UNDIP Sumut sebelumnya, sebelum diamanhkan kepada dirinya. “Saya ucapkan terima kasih kepada mas Maryono, mas Wahid, mas Iskandar Sembiring dan sekarang di amanahkan kepada saya.
Kami ingin berbagi informasi bahwa UNDIP ada di Sumatera Utara dan seluruh mahasiswa UNDIP yang terbesar dari luar pulau Jawa adalah dari Sumatera Utara. Setiap tahun kami juga menyelenggarakan Ujian Mandiri yang telah membuat anak-anak kita punya kesempatan l kuliah di UNDIP,” ujarnya.
“Saya berharap kepada pengurus, alumni dan mahasiswa UNDIP asal Sumut, ayo kita sama-sama, IKA UNDIP bisa ramai dan semakin guyub,”pungkasnya.
Ketua Umum DPP IKA UNDIP, Maryono SE MM dalam pidatonya mengucapkan selamat dan sukses kepada kepengurusan yang baru DPD IKA UNDIP Sumut. Semoga dengan susunan kepengurusan baru yang banyak diisi oleh generasi muda dapat meningkatkan kinerja dan mempersatukan anggota.
Lulusan UNDIP ada dimana-mana dan memiliki kualitas yang sifatnya nasional juga memiliki rating produktivitas yang paling cepat diterima dalam dunia tenaga kerja peringkat ke-2 di Indonesia. Beliau juga berharap agar alumni UNDIP dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, berkomunikasi yang searah dengan DPP IKA UNDIP, melakukan diskusi rutin untuk mencari solusi masalah-masalah bangsa dan negara agar lebih maju dan lebih baik.
Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi dalam arahannya menyampaikan bahwa ‘Bersama IKA UNDIP Majukan Kota Medan’.
“Saat ini alumni UNDIP, Benny Iskandar menjabat sebagai Kepala Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan dan Penataan Ruang Kota Medan yang merupakan kadis yang sangat bergengsi karena proses pembangunan di Medan tergantung beliau, kalau beliau tidur, tidurlah Kota Medan ini, tapi kalau beliau bergerak dinamis dan gesit maka siplah Kota Medan ini, mesti gesit dan lincah. Berharap dengan jaringan IKA UNDIP dapat menjemput anggaran dari pemerintah pusat untuk pembangunan Kota Medan. Ayo tetap guyub dan rukun, ilmu wajib tumbuh dan berkembang, mari kita saling tukar informasi, tukar pengalaman dan berbagi,”ujarnya. (*)