28 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 4578

34.080 Warga Karo Masih Miskin

Ilustrasi

KARO, SUMUTPOS.CO – Kondisi ini memperlihatkan bahwa jumlah dan persentase penduduk miskin di Kabupaten Karo terdapat penurunan yang signifikan. Dimana kondisi pada Maret 2018, jumlah penduduk miskinnya sebanyak 35.360 orang atau sebesar 8,67 persen.

Demikian disampaikan Kepala BPS Kab Karo Justinus Sembiring saat menyerahkan hasil survei Susenas, kepada Bupati Karo Terkelin Brahmana, Rabu (23/1) pukul 13.00 WIB.

Menurut Justinus, pada Maret 2019 terdapat penurunan jumlah penduduk miskin sebanyak 1.280 orang, dengan penurunan persentase penduduk miskin sebesar 0,40 persen. “Perbandingan perkembangan tingkat kemiskinan mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2019, antara Kabupaten yang terletak pada daerah dataran tinggi di Provinsi Sumatera Utara,”ujarnya.

Sambungnya, bila dibandingkan dengan persentase penduduk miskin di daerah kabupaten dataran tinggi Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Karo berada pada posisi nomor 2 terendah, setelah Kabupaten Dairi. Sedangkan persentase penduduk miskin terbesar pada kabupaten dataran tinggi adalah Kabupaten Samosir, yaitu sebesar 12,52 persen.

Apabila dilihat dari jumlah penduduk miskin terbesar terdapat

pada Kabupaten Simalungun, yaitu sebesar 76.330 orang dari total jumlah penduduk Kabupaten Simalungun.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana menyatakan berterimakasih kepada pihak BPS Karo, sebab tanpa diminta pun telah melakukan survei sesuai tupoksinya. “Jujur saya tadi agak kaget, tiba-tiba ada hasil survei Susenas yang dikeluarkan BPS Karo, bahwa garis kemiskinan agak menurun,”ujarnya.

“Kita tentu merasa puas, namun bukan berarti kita tidak melanjutkan program yang ada untuk menekan garis kemiskinan di tengah masyarakat Karo. Jadi kita masih perlu berupaya lebih keras lagi untuk menurunkan kemiskinan di daerah perdesaan yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian,” ucap Terkelin.

Untuk itu, Terkelin mengajak semua pihak bergandengan tangan baik stakeholder, pemangku kepentingan lainnya, lintas pengusaha, lintas investor, lintas masyarakat, lintas pemerintah, lintas sosial socity, lintas OPD dan lintas Forkopimda agar terus bekerja untuk menekan angka kemiskinan masyarakat. (deo/han)

Kirim TKI Illegal Maria Ditangkap

TRAFIKING:Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIk mengintrogasi Maria tersangka kasus perdagangan manusia,Rabu (22/1). ILYAS EFFENDY/SUMUT POS

Beroperasi Mulai Tahun 2018 Kasus Perdagangan Orang

TRAFIKING:Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIk mengintrogasi Maria tersangka kasus perdagangan manusia,Rabu (22/1).
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS
TRAFIKING:Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIk mengintrogasi Maria tersangka kasus perdagangan manusia,Rabu (22/1).
ILYAS EFFENDY/SUMUT POS

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Polresta Deliserdang membekuk Maria (48) warga Kecamatan Beringin Kabupaten Deliserdang saat akan memberangkatkan 4 tenaga kerja wanita (TKW) sebagai pembantu rumah tangga ke Malaysia secara ilegal. Kasus perdagangan orang ini sudah dilakoni Maria sejak tahun 2018 lalu.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi SIk didampingi Kasat Reskrim AKP Raffles Langgak Putra, Kasat Narkoba AKP M Oktavianus Sitinjak SE dan Kanit PPA Ipda Resti Widya Sari STrk dalam paparannya, Rabu (22/1) siang menjelaskan motif tersangka melakukan perdagangan orang secara illegal dengan mendapatkan keuntungan sebesar RM (Ringgit Malaysia) 4000 dari setiap TKW yang terkirim ke Malaysia melalui agen Malaysia bernama Yanti yang merupakan warga negara Malaysia.

Lanjutnya, terungkapnya perdagangan manusia illegal itu pada Kamis (16/1) Sat Reskrim mendapat informasi dari masyarakat jika dirumah tersangka Maria alias MY ada berkumpul wanita yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara illegal.

Selanjutnya personil Sat Reskrim melakukan penyelidikan dan mengamankan Maria alias MY berikut 4 wanita yang akan diberangkatkan ke Malaysia secara illegal yaitu Leny Manullang (34) warga Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Sri Dewi (28), Nur Maya (28) keduanya warga Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai dan Ulan Adek Eka Cahyanti (42) warga Tanjung Pura Kabupaten Langkat

Selain mengamankan tersangka Maria alias MY petugas juga mengamankan barang bukti paspot atas nama tersangka dan kermpat korban, dua HP merk Vivo, empat lembar surat pernyataan keberangkatan tanpa paksaan atas nama keempat korban, lima buah gelang emas imitasi, 7 buah cincin emas imitasi, satu buah gelang rantai emas imitasi, satu buah buku rekening atas nama tersangka Maria.

“Tersangka mengakui perbuatannya. Diancam pasal 2 dan atau pasl 4 atau pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun maksimal 15 tahun penjara,” sebutnya. (btr)

Rumah Zakat Kerja Sama MNC Sekuritas, Luncurkan Wakaf Saham

BERSAMA: Manajemen Rumah Zakat berfoto bersama manajemen MNC Sekuritas usai penandatangan kerja sama di Jakarta, Selasa (21/1).
Istimewa
BERSAMA: Manajemen Rumah Zakat berfoto bersama manajemen MNC Sekuritas usai penandatangan kerja sama di Jakarta, Selasa (21/1).
Istimewa

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lembaga filantrofi Rumah Zakat bersama MNC Sekuritas bekerja sama untuk mendapatkan manfaat dana dari wakaf saham. Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat Indonesia Nur Efendi menejelaskan wakaf saham merupakan jenis wakaf produktif dengan kategori aset bergerak yang mekanisme pengelolaannya hampir sama dengan wakaf harta lainnya.

“Jadi muzakki atau wakif (pewakaf) bisa mewakafkan seluruh sahamnya dengan mempertahankan pokoknya, tetapi dividennya akan kita pergunakan untuk kemaslahatan Indonesia,” ucapnya saat berada di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (21/1).

Menurut Nur, nantinya investor bisa berinvestasi sekaligus berbagi melalui wakaf. Hasil dari wakaf saham ini nantinya akan dipergunakan untuk membangun perekonomian di desa. Nur mengatakan pihaknya telah memberdayakan kurang lebih 35 juta penerima manfaat melalui program Desa Berdaya yang tersebar di 1.620 titik, dari Aceh sampai Papua.

“Kami targetkan pada 2023 dapat hadir di 15.000 titik dari Aceh sampai Papua,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Utama MNC Sekuritas Susy Meilina juga menyambutkerja sama ini secara positif. Menurutnya, hal ini bisa meningkatkan kapasitas perdagangan syariah di BEI. Terlebih lagi, perkembangan pasar modal syariah di Indonesia saat ini juga berbanding lurus dengan pertumbuhan investor syariah MNC Sekuritas.

Menurut Susy, peningkatan jumlah investor syariah MNC Sekuritas per Desember 2019 mencapai 78 persen dibandingkan dengan tahun 2018. Berdasakan data BEI per Desember 2019, jumlah investor saham syariah di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 54 persen menjadi menjadi 68.599 investor, dari sebelumnya 44.536 investor di akhir 2018.

“Potensi yang terbuka lebar dari ceruk syariah inilah yang terus digarap secara konsisten oleh MNC Sekuritas,” kata Susy. (rel/ram)

Miliki 7,9 Kg Daun Khat, WN Ethiopia Divonis 10 Tahun Penjara

HUKUM: WN Ethiopia, Said Abity Abdurahman didampingi penerjemah menjalani sidang putusan,di PN Medan, Rabu (22/1).
HUKUM: WN Ethiopia, Said Abity Abdurahman didampingi penerjemah menjalani sidang putusan,di PN Medan,  Rabu (22/1).
HUKUM: WN Ethiopia, Said Abity Abdurahman didampingi penerjemah menjalani sidang putusan,di PN Medan, Rabu (22/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Negara (WN) Ethiopia, Said Abity Abdurahman (30) dihukum dengan pidana selama 10 tahun penjara. Selain itu, terdakwa juga didenda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan, dalam sidang di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (22/1).

Dalam amar putusannya, terdakwa kurir daun Khat 7,9 kg ini, dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114 (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Said, selama 10 tahun denda Rp1 miliar subsider 3 bulan,” ucap Hakim Ketua, Jarihat Simarmata. Sementara atas putusannya itu, terdakwa melalui penerjemahnya menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), disebutkan terdakwa Said ditangkap pada 18 Juli 2019 sekira pukul 13.30 WIB, bertempat di Jalan Binjai Km 12,7 Wisma Keluarga No 44 Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan.

Petugas Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi dari petugas Bea Cukai Bandara Kualanamu Kabupaten Deliserdang yang mencurigai paket yang berasal dari Ethiopia.

Selanjutnya mereka berangkat untuk mengantarkan paket yang berisikan narkotika jenis daun khat kepada terdakwa selaku penerima barang sesuai yang tertera dalam paket tersebut dengan alamat penerima di Jalan Binjai KM 12,7 Wisma Keluarga No 44 Kecamatan Medan Sunggal.

Lalu petugas keamanan memanggil terdakwa Said dan tidak lama kemudian datanglah terdakwa menghampiri petugas kantor pos dan saksi Leonardo DD Nainggolan untuk mengambil paket dengan menunjukkan identitas diri dan membayar biaya pengiriman sebesar Rp40.000.

Namun, karena terdakwa belum membawanya selanjutnya terdakwa masuk untuk mengambil uang dan identitas diri.

Setelah paket tersebut barada ditangan terdakwa kemudian dilakukan penangkapan terhadap terdakwa dan menyita barang bukti berupa 2 buah kardus yang didalamnya terdapat 4 bungkus aluminium foil yang berisikan narkotika jenis daun khat dengan berat keseluruhannya seberat 7.900 gram netto.

Kemudian terdakwa serta barang bukti dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Sumut untuk diproses secara hukum. Bahwa terdakwa memperoleh kiriman/paket narkotika jenis daun khat dari seseorang yang bernama Maruf (DPO) dari negara Ethiopia.

Perbuatan terdakwa sebagimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling tinggi penjara seumur hidup atau hukuman mati. (man/btr)

Hj Lisa Buka Rapat Pokjanal

RAPAT POKJANAL: Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani saat membuka Rapat Pokjanal .
teddy akbari/sumut pos

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK kota Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham membuka Rapat Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) di Aula Kantor Camat Binjai Timur, Rabu (22/1).

“Tujuan Rapat Pokjanal ini adalah bagaimana kita bisa mensinergikan PAUD, TK dengan Posyandu sehingga nantinya akan tercipta posyandu yang terintegrasi,” jelas Camat Binjai Timur, Ardiansyah Pohan dalam sambutannya.

Ketua TP PKK kota Binjai, Hj Lisa Andriani Idaham menjelaskan, keberadaan Posyandu sangat mendukung dan mempunyai kontribusi yang besar dalam upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak. Namun keberadaannya di masyarakat masih harus ditingkatkan kualitasnya. Sehingga perlu dilaksanakan repitalisasi posyandu oleh semua pihak. Hj Lisa menambahkan, perlu dilaksanakan revitalisasi Posyandu. Adalah upaya pemberdayaan Posyandu untuk mempertahankan dan meningkatkan status gizi dan kesehatan ibu serta anak melalui peningkatan kemampuan kader, managemen hingga fungsi serta administrasi Posyandu.

“Revitalisasi Posyandu pada dasarnya meliputi seluruh Posyandu dengan perhatian cermat kepada Posyandu yang kurang aktif sehingga diharapkan kedepannya posyandu di kota Binjai dapat menjadi Posyandu mandiri,” kata Lisa.

“Dalam rapat ini kita akan membahas tentang pengembangan posyandu di Kota Binjai. Membahas berbagai masalah yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan di posyandu sehingga kedepannya pelayanan posyandu di Kota Binjai dapat meningkatkan,” tukasnya. (ted/han)

5 Pembangkit EBT Beroperasional Suplai Listrik Sumut Bertambah 10,6 MW

BERSAMA: General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Irwansyah Putra, dengan 5 pimpinan pembangkit listrik berfoto bersama di Balai Agung Astakona Kantor PLN UIW Sumut, Jalan Yos Sudarso Medan, Kamis (16/1).
ist
BERSAMA: General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Irwansyah Putra, dengan 5 pimpinan pembangkit listrik berfoto bersama di Balai Agung Astakona Kantor PLN UIW Sumut, Jalan Yos Sudarso Medan, Kamis (16/1).
ist

SUMUTPOS.CO – Suplai daya listrik bertambah sebesar 10,6 MW ke dalam sistem kelistrikan Sumatra Utara dari 5 pembangkit listrik Sumut berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT). Menandai masuknya suplai itu, dilakukan penandatanganan perjanjian Commercial Operation Date (COD) dengan 3 Independent Power Producer (IPP) dan 2 Excess Power.

Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut, Irwansyah Putra, dengan 5 pimpinan pembangkit listrik di Balai Agung Astakona Kantor PLN UIW Sumut, Jalan Yos Sudarso Medan, Kamis (16/1).

Irwansyah Putra, menyampaikan apresiasinya kepada perusahaan pengembang IPP dan Excess Power atas partisipasinya dalam memperkuat sistem kelistrikan Sumut. “Saya sampaikan terima kasih pada PT Semarak Kita Bersama, PT Perkebunan Nusantara II, PT Victorindo Alam Lestari dan PT Ukindo yang telah turut serta membantu program ketahanan Energi Nasional,” ujarnya.

Dikatakannya, beroperasinya 5 pembangkit EBT itu, adalah sejalan dengan komitmen PLN untuk terus meningkatkan penggunaan EBT untuk mendukung program pemerintah dalam pemenuhan ketahanan energi nasional.

Hal tersebut, kata Irwansyah, sesuai dengan RUPTL 2019-2028, dimana pemerintah menargetkan bauran pembangkit listrik EBT sebesar 11,4% pada 2019 dan akan meningkat menjadi 23,2% pada 2028.

Hal senada disampaikan Kasubdit Penyiapan Program Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Trois Dilisusendi. Adapun COD yang ditandatangani tersebut, merupakan angin segar bagi perkembangan EBT, khususnya untuk mencapai target 23,2% pada tahun 2025.

Karenanya selain dengan membangun pembangkit berbasis EBT, pihaknya juga menggalakkan EBT dengan menerapkan bahan bakar B30. “Ini (COD) itu merupakan kejutan luar biasa di awal tahun,” ujar Trois.

Sebelumnya, salah satu pengembang dari PTPN II yang membangun PLTBg Kwala Sawit 1 MW dan PLTBg Pagar Merbau, yakni Dedi Gurning, juga menyampaikan apresiasi pihaknya kepada PLN karena terjalin sinergi untuk mengembangkan EBT.

Hadir pada juga pada acara tersebut Vice President Perencanaan Sistem PLN, Hartono, Kabid Kelistrikan Dinas ESDM Sumut, Karlo Purba, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, serta perwakilan perusahaan pengembang IPP dan Excess Power.

Adapun 5 pembangkit listrik EBT itu adalah; PLTM Bakal Semarak 5 MW, Desa Sipoltong, Siempat Nempu Hulu Dairi; PLTBg Kwala Sawit 1 MW, Desa Namo Sialang, Batang Serangan, Langkat; PLTBg Pagar Merbau 0,827 MW, Desa Pagar Merbau II, Pagar Merbau, Deliserdang; PLTBm Victorindo Alam Lestari 3 MW, Desa Hutalombang, Lubuk Barumun, Padang Lawas. serta PLTBg Ukindo 0,8 MW, Desa Blankahan, Kwala, Langkat. (ila/ram)

Bunuh Satu Keluarga di Pakistan, Buronan 9 Tahun Ditangkap di Asahan

TAHAN: Buronan kasus pembunuhan di Pakistan Muhammad Luqman Butt (tengah)diamankan polisi dari Kabupaten Asahan.
TAHAN: Buronan kasus pembunuhan di Pakistan Muhammad Luqman Butt (tengah)diamankan polisi dari Kabupaten Asahan.
TAHAN: Buronan kasus pembunuhan di Pakistan Muhammad Luqman Butt (tengah)diamankan polisi dari Kabupaten Asahan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Subdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut bersama Interpol meringkus seorang warga negara Pakistan, Muhammad Luqman Butt alias Husein Shah alias M Firman (34) dalam dugaan kasus pembunuhan. Warga negara Pakistan ini sempat buron selama 9 tahun.

Informasi diperoleh di Mapolda Sumut menyebutkan, tersangka ditangkap petugas Tim NCB Interpol Div Hubinter dipimpin AKBP Yoga Priyahutama didampingi Kanit Buncil Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Kompol Muhammad Firdaus di rumah kontrakan Jalan Utomo Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Siumbut-umbut, Kabupaten Asahan pada Selasa (21/1) sekira pukul 12.00 WIB.

Tersangka menghabisi satu keluarga tersebut saat usianya 25 tahun, karena dendam keluarganya terlebih dahulu dibunuh pihak korban. Setelah membunuh empat orang dalam sekeluarga itu, tersangka kabur dan selalu berpindah-pindah tempat.

Tersangka telah berada di Indonesia sejak dua tahun lalu, masuk melalui jalur laut naik boat kayu dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Dumai, hingga kemudian menikahi seorang wanita warga Indonesia di Medan. Mereka menetap di rumah kontrakan di Asahan itu sudah berlangsung lima bulan.

Berdasarkan penggeledahan terhadap badan dan rumah didapati, KTP dan SIM A atas nama M Firman, buku nikah atas nama M Firman dengan Evi Lili Midati dan paspor atas nama Evi Lili Midati.

Ketika diinterogasi, tersangka yang bekerja sebagai sopir itu mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap satu keluarga di Negara Pakistan.

Kasubdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut, Kompol Taryono R ketika dikonfirmasi, mengakui pihaknya ikut melakukan penangkapan terhadap buronan tersangka pembunuhan di negara Pakistan di Kabupaten Asahan. “Itu buronan Interpol dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Pakistan. Kita ikut mendampingi penangkapan tersangka,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/1).

Mantan Waka Polres Pelabuhan Belawan ini menambahkan, tersangka kemudian akan diterbangkan ke Pakistan dan diserahkan kepada pemerintah negeranya untuk proses hukum lebih lanjut. “Proses hukum selanjutnya kita serahkan ke negara asalnya,” tukasnya. (ris/btr)

Apple Luncurkan Iphone Murah

SUMUTPOS.CO – Apple gencar dikabarkan ingin kembali merambah pasar kelas menengah dengan iPhone murah. Ponsel yang kabarnya disebut iPhone 9 ini disebut akan diperkenalkan pada Maret 2020 mendatang.

Dilansir detikINET dari Cnet, Rabu (22/1/2020) kabar ini datang dari sumber yang familiar dengan internal Apple. Ponsel yang sebelumnya disebut iPhone SE2 ini dikabarkan akan mulai diproduksi pada Februari mendatang sebelum diperkenalkan ke publik pada Maret 2020.

Untuk memproduksi iPhone terjangkau ini, Apple sudah menggandeng Hon Hai, Pegatron dan Wistron sebagai pabrik manufaktur.

Apple terakhir kali meluncurkan iPhone dengan harga terjangkau pada 2016, yaitu iPhone SE yang dihargai USD 399. Saat itu iPhone SE mengikuti desain iPhone 5s yang sudah berusia dua tahun tapi dibekali prosesor A9 terbaru dan kamera 12MP.

Untuk iPhone 9, Apple juga sepertinya akan menggunakan strategi serupa. Jeroannya akan menggunakan prosesor A13 Bionic, sama seperti yang digunakan iPhone 11, dan menggunakan teknologi kamera terbaru.

Bocoran render desain iPhone 9 juga sudah terkuak berkat pembocor gadget Steve Hemmerstoffer. Desainnya mengikuti iPhone 8 dengan bezel atas dan bawah yang masih cukup tebal.

Bentangan layar iPhone 9 disebut berukuran 4,7 inch dan dilapisi kaca di bagian depan dan belakang. Ada juga tombol fisik di bagian bawah untuk keperluan Touch ID dan navigasi.

Pada bagian belakang, tampak satu kamera dibekali LED flash serta logo Apple. Dimensi keseluruhannya diduga 138,5 x 67,4 x 7,8 mm, sedikit lebih tebal dibandingkan iPhone 8. (dtc/ram)

IndoPremier Jadikan Medan Kota Utama Pengembangan Bisnis

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kenaikan jumlah investor pasar modal yang signifikan di Sumatera Utara (Sumut) membuat PT Indo Premier Sekuritas menjadikan Kota Medan sebagai salah satu kota utama untuk pengembangan bisnis.

Diketahui, jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara (Sumut) pada akhir Desember 2018 berjumlah 37 ribu naik signifikan menjadi lebih dari 50 ribu investor pada akhir Desember 2019.

Sumut memang potensial untuk investor pasar modal dengan dominasinya masih di Kota Medan. Investor pasar modal di Sumut terbanyak berasal dari Medan, diikuti Deliserdang, Pematangsiantar, Binjai, dan Tebingtinggi.

Dominasi golongan milenial di Medan menunjukkan bahwa anak muda Medan sudah makin sadar akan pentingnya investasi dan menjadikan pasar modal sebagai salah satu alternatif dalam berinvestasi.

“Salah satu hal yang kami percaya dapat mengoptimalkan dukungan tersebut adalah optimalisasi infrastruktur kantor dan kemudahan serta kenyamanan akses masyarakat ke IndoPremier. Oleh karena itu pada hari ini kami meresmikan kantor baru IndoPremier cabang Medan di lokasi baru ini,” tegas Direktur IndoPremier, Alex Widi Kristiono saat Peresmian Kantor Baru IndoPremier Cabang Medan, Kamis, 23 Januari 2020.

Kalau sebelumnya Kantor IndoPremier Cabang Medan berada di Gedung Uniplaza Lantai 3 West Tower, Jl. Mt Haryono, Medan, Timur, Medan, kantor yang diresmikan hari ini berlokasi di Jl. Iskandar Muda No. 47C Babura Medan. Lokasi strategis ini tentu akan memberi kemudahan akses bagi nasabah dan masyarakat umum di Medan dalam investasinya.

“Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi IndoPremier Sekuritas. Kantor baru ini tentu bukan sekadar investasi terkait sarana kantor yang lebih modern seiring dengan tuntutan perkembangan zaman, melainkan sarana yang akan makin memudahkan kami dalam menangani dan memberikan layanan kepada nasabah dengan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Kantor IndoPremier Cabang Medan yang baru dilengkapi dengan ruangan kantor dan training yang lebih luas. Alex pun optimis kantor baru dengan spirit baru akan makin memberikan nilai lebih bagi masyarakat luas dalam meraih kehidupan yang lebih layak dengan memanfaatkan produk-produk pasar modal melalui IndoPremier.

“Dengan ruangan kantor dan training yang cukup luas, kami harapkan untuk bisa lebih optimal dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan literasi pasar modal kepada masyarakat Medan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BEI Medan, Pintor Nasution pun mengapresiasi strategi pengembangan bisnis yang dilakukan IndoPremier Sekuritas. Ia berharap IndoPremier makin lari kencang dengan pembukaan kantor yang baru ini.

“IPOT menambah kemudahan akses kepada masyarakat untuk mengenal lebih dekat dengan Pasar Modal Indonesia dan IPOT Medan juga mendapatkan suasana kerja yang menyenangkan serta bisa lari kencang bersama-sama Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara,” tandasnya.

Harapan senada diutarakan oleh Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Risca Bernadetta Pasaribu. Kantor baru yang dekat dengan lingkungan Pasar Peringan ini, harap Risca, dapat meningkatkan literasi dan inklusi untuk masyarakat setempat.

Sebagai rangkaian acara peresmian kantor baru hari ini, pada hari yang sama diselenggarakan Investor Gathering IndoPremier Medan di Hotel Adimulia yang menghadirkan narasumber Pakar Keuangan dan Investasi, Lukas Setia Atmadja dari Jakarta yang akan mengulas topik Market Outlook dan Kepala Kantor Perwakilan BEI, Pintor Nasution.(*)

Melawan saat Pengembangan, Dua Bandit Didor Polisi

LUMPUHKAN: Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan Arif bersama anggota, setelah melumpuhkan dua tersangka yang diburon melakukan kejahatan.
ist
LUMPUHKAN: Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Wirhan Arif bersama anggota, setelah melumpuhkan dua tersangka yang diburon melakukan kejahatan.
ist

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tidak ada toleransi bagi pelaku kejahatan. Atensi ini disampaikan Kapoldasu Irjen Martuani Sormin kepada jajarannya di Sumut. Oleh AKBP Romadhoni Sutardjo, sejak resmi menjabat Kapolres Binjai, terus gencar melakukan penangkapan terhadap pelaku kejahatan.

Belum lama ini, Anwarsyah Fahri alias Rian spesialis bongkar rumah dan Rian Alfarizi alias Rian (21) DPO spesialis pencurian kendaraan bermotor diberi tindakan tegas dan terukur oleh petugas Unit Pidana Umum Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai.

Kali ini, Junaidi alias Juned (39) war ga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Setia, Binjai Kota yang merupakan residivis sekaligus buronan dari beberapa kasus juga diberi tindakan tegas terukur.

Dan Kasta Maulana Sitepu alias Lana (22) warga Jalan Samanhudi, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan. Keduanya ditangkap dari lokasi terpisah, Selasa (21/1).

Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wirhan Arif lebih dulu menjelaskan penangkapan terhadap Juned. “Yang bersangkutan residivis sekaligus DPO dari laporan polisi nomor 773/XII/2018, 545/IX/2018, 675/XI/2018 dan 415/VII/2018. Pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini ditangkap di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Sei Bingai,” beber Wirhan, Rabu (22/1).

Kali terakhir, tindak pidana yang dilakukan Juned melakukan pemerasan dengan sebilah pisau yang mengancam Sinta Sinulingga (29) warga Kabanjahe, seorang karyawan toko sepatu. Meski permintaannya tidak dituruti, Juned tetap saja mengambil uang dari dalam laci kasir yang kemudian meninggalkan toko.

Wirhan yang mendapat laporan dari anggota bahwa keberadaan Juned diketahui, langsung memberi perintah untuk melakukan penyelidikan. Saat berada di TKP penangkapan, Juned tak melawan.

Oleh polisi, mengajak tersangka untuk melakukan pengembangan. Namun, pengembangan untuk menunjukkan TKP lain tempat tindak pidana yang dilakukan tersangka sekaligus mengumpulkan barang bukti, tak berjalan mulus.

“Tersangka melawan dan coba melarikan diri. Sehingga Anggota Opsnal melakukan tembakan peringatan, namun tak diindahkan,” beber dia.

“Karena itu, petugas kemudian memberi tindakan tegas dan terukur yang mengenai kaki kiri dan kanannya. Lalu tersangka dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai untuk mendapat perawatan medis,” tambah dia.

Tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang pernah dilakukan Juned yakni, di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Binjai Kota yang mengakibatkan korban merugi Rp3,5 juta lebih pada Rabu (26/12/2019); di depan Binjai Supermall, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur pada Selasa (13/9/2018); di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pekan Binjai, Binjai Kota yang mengakibatkan korban merugi Rp4 juta; Suratman yang menjadi korban pencurian pada Senin (12/11/2018) dan di Jalan Agus Salim, Kelurahan Jati Negara, Binjai Utara pada Rabu (25/7/2018) lalu.

Sementara, Wirhan melanjutkan, Tersangka Kasta Maulana Sitepu alias Lana juga diberi tindakan tegas dan terukur seperti Juned. “Lana melawan saat diajak melakukan pengembangan untuk menunjukkan TKP lain tindak pidana sekaligus mengumpulkan barang bukti. Meski sudah diberi tembakan peringatan, tapi Lana tidak mengindahkan. Kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur mengenai kaki sebelah kiri,” kata dia.

Tersangka Lana sudah mendapat oerawtaan medis di RSUD Djoelham Binjai. Saat ini, sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Binjai.

“Tersangka merupakan DPO Polres Binjai yang melakukan penganiayaan hingga korban mengalami luka berat berdasarkan LP Nomor 703/XI/2019 pada 19 November 2019 lalu. Korban Indra Syahputra (32) warga Sunggal, Deliserdang mengalami tikaman di jantung dan sampai saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit di Medan. Korban ditikam di Jalan Ir H Juanda, Kelurahan Timbang Langkat, Binjai Timur, Senin (18/11) lalu,” tukasnya. (ted/han)