MUSNAKAN: Petugas Lapas Kelesa II Lubukpakam bersama ke Jaksaan Deliserdang dan Kepolisian memusnakan dengan cara membakar sebanyak 96 unit handpone berbagai merek milik narapidana.
24 Sajam & 96 HP Dibakar
MUSNAKAN: Petugas Lapas Kelesa II Lubukpakam bersama ke Jaksaan Deliserdang dan Kepolisian memusnakan dengan cara membakar sebanyak 96 unit handpone berbagai merek milik narapidana.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 96 unit handpone berbagai merek milik narapidana di Lapas Kelas IIB Lubukpakam dimusnahkan dengan cara dibakar. Pemusnahan itu dilakukan berdasarkan adanya larangan pengguna handphone oleh napi didalam tahanan.
“Kita musnahkan handphone itu karena tidak boleh penggunaan handphone oleh warga binaan di dalam lapas,” kata Kalapas Kelas IIB Lubuk Pakam, Jhonny H. Gultom, AMd.IP, S.Sos, Selasa (21/1).
Pemusnahan Handphone yang dilakukan di Lapas Kelas IIB Lubukpakam, dihadiri Pejabat Struktural Di Lingkungan Lapas Kelas IIB Lubukpakam seperti Kasi Adm Kamtib Erwin Siregar, Ka. KPLP Chandra S. Tarigan, Kasubsi Keamanan James Damanik, Kasubsi Portatib RF. Sianturi, Ka. Rupam Jimmy FP Purba dan disaksikan Perwakilan dari Kejaksaan Deliserdang, Muklis, SH.
Disebutkan ada 96 unit handphone itu didapat petugas dari hasil razia didalam sel Warga Binaan Pemasyarakatan.
Petugas menyita handphone napi sejak operasi selama Juni hingga Desember 2019. Selain 96 HP dan 24 senjata tajam (sajam), 2 unit powerbank, 14 unir charger, 4 unit handset, 2 unit box musik, 2 unit alat pembuat tato juga dimusnahkan.
“Selain mendapatkan handphone, kita juga amankan handset, baterai hp, sajam serta carger hp. Semuanya yang kita amankan itu kita musnahkan agar tidak ada penggunaan handphone lagi oleh warga binaan didalam sel,” ujar Gultom.
Dalam kesempatan ini juga, Kepala Pengamanan Lapas Kelas IIB Lubukpakam (Ka. KPLP red), Chandra S. Tarigan, SH mengatakan bahwa Pengguna handphone di dalam lapas dilarang digunakan oleh napi karena dikhawatirkan dapat menyebabkan penyalahgunaan baik berupa transaksi narkoba serta tindakan kriminal lainnya. Petugas lapas juga terus berupaya menggelar operasi rutin terhadap napi yang masih menggunakan handphone didalam tahanan nantinya.
“Kita akan terus perketat baik dari pintu masuk hingga didalam kamar Hunian WBP yang ada di Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam, agar penggunaan handphone oleh warga binaan di dalam kamar hunian tidak ada lagi,” kata Chandra. (btr)
DIHUKUM: Tiga pengurus K3S, terdakwa pungli dana BOS menjalani sidang putusan, di PN Medan, Selasa (21/1).
DIHUKUM: Tiga pengurus K3S, terdakwa pungli dana BOS menjalani sidang putusan, di PN Medan, Selasa (21/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat dihukum selama 1 tahun penjara denda Rp50 juta dan subsider 1 bulan kurungan. Ketiganya dinyatakan bersalah, melakukan pungli dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di 31 sekolah dasar (SD) sebesar Rp72 juta.
Ketiga terdakwa masing-masing, Ketua K3S Nurmalinda Bangun, Sekertaris Bahktiar dan Bendahara Agus Prayitno.
Dalam amar putusannya, ketiga terdakwa telah terbukti sah dan meyakinkan melanggar pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHPidana.
“Menjatuhkan pidana selama 1 tahun penjara denda Rp50 juta dan subsider 1 bulan kurungan kepada masing-masing terdakwa,” ucap Hakim Ketua, Syafil Batubara, di ruang Cakra 5, Selasa (21/1).
Majelis hakim dalam pertimbangannya, hal yang memberatkan karena terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. “Hal yang meringankan para terdakwa mengakui perbuatannya dan berlaku sopan selama persidangan,” katanya.
Atas putusan ini, baik para terdakwa dan Jaksa Penuntut umum (JPU), sama-sama menyatakan pikir-pikir.
Putusan ini lebi rendah dari majelis hakim lebih rendah tuntutan Jaksa, yang semula menuntut ketiga terdakwa dengan penjara selama 1 tahun 2 bulan, denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.
Dalam dakwaan dijelaskan, awal kejadian terjadi pada anggaran 2019 dimana APBN dianggarkan dana untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diperuntukan untuk SD, SMP dan SMA/SMK.
Bahwa di 2019, penerimaan dana BOS untuk kebupaten Langkat ada 581 Sekolah Dasar Negeri dengan total seluruhnya sebesar Rp15.439.200.000.
“Sedangkan khusus untuk Kecamatan Gebang ada 31 SD yaitu SD Negeri 056634 Air Tawar, SD Negeri 056025 Bukit Salak, SD Negeri 056023 Pasiran Paluh Manis, SD Negeri 050768 Air Hitam, SD Negeri 053991 Pasar Rawa, SD Negeri 050763 Gebang, SD Negeri 057227 Kebun Kelapa, SD Negeri 056635 Pasiran Air Hitam,” ungkap JPU.
Bahwa dari 31 Kepala SD Negeri yang ada di Kecamatan Gebang tersebut, dibentuk organisasi Kelompok Kerja Kepala Sekolah yang disingkat dengan sebutan K3S.
“Terhadap adanya bantuan pemerintah untuk SD berupa BOS, maka terdakwa Nurmalinda bersama dengan Agus dan bersepakat untuk mengkoordinir para kepala SDN penerima dana BOS di Kecamatan Gebang untuk dikutip dana-dana,” jelasnya.
Pengutipan ini guna pembelian berupa Plang sekolah, Spanduk bebas pungutan, Buku kegiatan ramadhan, Penggandaan naskah soal ujian tengah semester, Penggandaan naskah soal ujian akhir semester, Penggandaan naskah soal ujian try out kelas 6 , Foto Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Langkat, Buku Agama Islam kelas 5 , Buku Matematika kelas 4, Buku Matematika kelas 2, Penggandaan kertas rapot.
Selanjutnya pada triwulan I, dana BOS akan direalisasikan dengan cara ditransfer kerekening masing-masing sekolah SD penerima dana BOS di Kecamatan Gebang.
Akan tetapi sebelum pencairan, ketiga terdakwa telah mengambil SP2D yang selanjutnya akan diserahkan kepada masing-masing kepala SDN penerima dana BOS tersebut.
“Sebelum diberikan SP2D tersebut pada tanggal 6 Mei 2019, ketiga terdakwa sepakat untuk mengadakan rapat dengan Kepsek SDN penerima dana BOS se Kecamatan Gebang dan berkumpul di Sekolah Dasar Negeri 050765 Gebang Kecamatan Gebang,” tutur Jaksa dari Kejati ini.
Dalam pertemuan tersebut ketiga terdakwa memerintahkan agar seluruh kepala sekolah menyetorkan kewajiban masing-masing sekolah kepada Agus dan Bakhtiar setelah Dana BOS telah dicairkan oleh para Kepala Sekolah.
Setelah dana masuk kerekening masing-masing SD Negeri selanjutnya ketiga terdakwa pada tanggal 9 Mei 2019 mengundang kembali para kepala sekolah Dasar Negeri penerima dana BOS se Kecamatan Gebang.
Bahwa sesuai dengan pesan dari WhatsApp (WA) grup tersebut para kepsek datang untuk menyetorkan kewajiban sebagaimana yang telah diminta pengurus K3S.
Pada saat pertemuan tersebut oleh terdakwa selaku ketua K3S memberikan pengarahan kepada kepala SD Negeri penerima dana BOS se Kecamatan Gebang yang hadir untuk segera menyetorkan kewajibannya.
“Bahwa rincian masing-masing penerimaan dana BOS yang disetorkan oleh masing-masing kepala Sekolah Dasar Negeri Se Kecamatan Gebang kepada terdakwa Agus sebanyak Rp35.700.000. Dana yang dikumpulkan oleh terdakwa Bakhtiar adalah sebesar Rp36.750.000. Dengan total Rp72.450.000,” sebutnya.
Ketiga terdakwa melakukan pengutipan dana BOS, yang diterima oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri se Kecamatan Gebang bertentangan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler. (man/btr)
SALAMAN: Komisaris Utama PT PGN, Arcandra Tahar (kiri) bersalaman dengan Direktur Utama PT PGN, Gigih Prakoso usai RUPSLB di Jakarta, Selasa (21/1/2020).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai komitmen untuk melaksanakan prinsip tata kelola perusahaan sesuai GCG dan sesuai instruksi pemerintah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium PGN, Selasa, (21/01/20).
Pada agenda ini memutuskan Arcandra Tahar sebagai Komisaris Utama PGN mengganti IGN Wiratmaja Puja. Sebelum dipilih menjadi Komisaris Utama, Arcandra Tahar menjabat sebagai wakil menteri ESDM.
“Sesuai dengan arahan Kementerian BUMN dan pengumuman ke Bursa Efek Indonesia, Pemegang Saham, dan media massa, hari ini kami menggelar RUPSLB untuk pergantian Komisaris Utama. Semuanya berjalan lancar. Para pemegang saham yang berwenang, menyetujui keputusan telah yang tetapkan,” jelas Rachmat Hutama selaku Sekretaris Perusahaan PGN, Selasa, (21/01/20).
Rachmat menambahkan, keputusan pergantian Komisaris Utama ini merupakan keputusan mutlak pemegang saham. Selain itu, keputusan berdasarkan hasil pemungutan suara sebanyak 19.250.099.261 lembar saham.
“Bergabungnya Pak Arcandra Tahar di PGN, diharapkan dapat memperkokoh kinerja dewan komisaris, direksi, dan manajemen PGN,” imbuh Rachmat.
Dengan demikian, berikut susunan Komisaris dan Direksi PGN yang baru:
Sampai akhir 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi kurang lebih 3000 BBTUD untuk melayani lebih dari 359.000 pelanggan di 63 kota/ kabupaten, dengan cakupan infrastrukur pipa gas bumi lebih dari 10.500 km. Termasuk jaringan gas untuk melayani
sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3800 km. PGN pun merencanakan proyeksi strategis yang hendak direalisasikan ditahun 2020. PGN menargetkan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara masif. Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan energi domestik yang semakin meningkat dan berperan dalam mengurangi defisit neraca migas.
“Target pengembangan infrastruktur gas untuk 2020 akan difokuskan untuk Pembangunan terminal LNG dengan kapasitas 40 BBTUD dan LNG filling dengan kapasitas 10 BBTUD di Teluk Lamong agar bisa menjangkau wilayah baru di Jawa Timur, penyelesaian transmisi Gresik – Semarang dan pengembangan infrastruktur distribusi di Sumatera Jawa, pengembangan Jargas rumah tangga di 49 wilayah Kota/ Kabupaten, serta gasifikasi kilang minyak terutama Kilang Cilacap dan Kilang Balikpapan,” ungkap Rachmat.
PGN akan mengembangkan bisnis-bisnis baru dengan harapan dapat lebih meningkatkan volume gas. Maka dari itu, Gigih Prakoso selaku Direktur Utama PGN juga mengarahkan untuk meningkatkan efisiensi pada seluruh program kerja PGN. Dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder diperlukan untuk mencapat target-target ini.
Selama ini, PGN juga melaksanakan mandat pemerintah untuk membangun infrastruktur jargas rumah tangga. Di tahun 2020, pembangunan jargas menggunakan anggaran APBN akan dibangun sebanyak 266.070 SR. Selain itu, PGN juga mengembangkan Jargas Kita Mandiri dengan target 50.000 SR di 16 wilayah Kota/ Kabupaten.
“2020 merupakan tahun yang cukup potensial. Sehubungan dengan program pemerintah untuk menekan defisit neraca migas dan perdagangan, diharapkan pemanfaatan gas bumi akan meningkat di seluruh sektor termasuk secara kinerja keuangan. Di sisi lain, kenaikan beban tetap dijaga dengan efisien,” tutup Rachmat.
Susunan Komisaris
Komisaris Utama : Arcandra Tahar
Komisaris : Luky Alfirman
Komisaris : Mas’ud Khamid
Komisaris Independen : Paiman Rahardjo
Komisaris Independen : Christian H. Siboro
Komisaris Independen : Kiswodarmawan
Susunan Direksi
Direktur Utama : Gigih Prakoso
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Syahrial Mukhtar
Direktur Infrastruktur dan Teknologi : Redy Ferryanto
Direktur Komersial : Dilo Seno Widagdo
Direktur Keuangan : Arie Nobielta Kaban
Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum : Desima E. Siahaan
Sepekan terakhir Polres Pelabuhan Belawan ungkap pelaku kejahatan pencurian kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan narkoba. Pungungkapan dengan berbagai kasus ini, diamankan sebanyak 15 tersangka.
Sepekan terakhir Polres Pelabuhan Belawan ungkap pelaku kejahatan pencurian kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan narkoba. Pungungkapan dengan berbagai kasus ini, diamankan sebanyak 15 tersangka.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sepekan terakhir Polres Pelabuhan Belawan ungkap pelaku kejahatan pencurian kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan narkoba. Pungungkapan dengan berbagai kasus ini, diamankan sebanyak 15 tersangka.
Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP M Dayan, Senin (20/1), mengatakan, kasus yang mereka ungkap selama sepekan dengan 15 tersangka merupakan komitmennya memberantas pelaku kejahatan di wilayah hukum kerjanya.
Masing-masing kasus yang berhasil mereka ungkap adalah 4 tersangka kasus pencurian dan kekerasan yang kerap meresahkan masyarakat, diantaranya, Rudi Rudolf Siahaan (25), Jupri Sahputra alias Bokir (23), Pian alias Andi (39) dan Aidi Gunawan Lubis alias Igun (32). Kemudian, 2 tersangka curanmor diantaranya, Eko Prastyo (26) serta Andi Nasution (26).
“Para pelaku kejahatan curas dan curanmor ini telah berulang kali beraksi. Ada dua pelaku curas kita tindak secara tegas dan terukur, karena sempat melakukan perlawanan saat ditangkap,” ungkap Dayan.
Kemudian, lanjut Dayan didampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari, pihaknya mengamankan 9 pelaku narkoba dengan rincian 3 pemakai diantaranya, Syafrizal alias Izal (28), Haris Arfian alias Melon (37) dan M Yahya alias Ahmad (39). Selanjutnya, 6 pengedar diantaranya, Hery alias Bel (28), Ramadhan Pane alias Niko (44), Boby Anggriawan (28), Riky Yogita Harahap (26) dan Supriyadi alias Kunen (37).
“Dari tangan para tersangka, ada kita amankan beruba sabu dan alat isap serta bungkusan eceran sabu. Kita terus melakukan pemetaan penindakan pelaku narkoba yang berbasis di Kampung Kolam, Belawan dan Sei Mati, Medan Labuhan,” terangnya bersama Kasat Reskrim, AKP Jerico Lavian Chandra.
Harapan orang nomor satu di Mapolres Pelabuhan Belawan ini, pihaknya yang sudah bekerja sama dengan stakeholder, meminta peran serta masyarakat untuk bersama – sama membantu pemberantasan naroba di wilayah hukumnya.
“Kita terus lakukan penyuluhan dan meminta peran masyarakat agar pemberantasan narkoba dapat kita tindak secara bersama. Ke depannya, penindakan di lapangan untuk mengungkap kejahatan narkoba terus dilakukan” ucapnya didampingi Kasat Narkoba, AKP Juriadi Sembiring. (fac/btr)
konfrensi pers: LBH Medan menggelar konfrensi pers terkait penyekapan warga oleh preman di Desa Tanjung Lenggang, Langkat, Senin (20/1).
konfrensi pers: LBH Medan menggelar konfrensi pers terkait penyekapan warga oleh preman di Desa Tanjung Lenggang, Langkat, Senin (20/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan meminta pemerintah dan aparat hukum dalam hal ini kepolisian agar memperhatikan serta menindak tegas sejumlah oknum preman yang membuat resah warga Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.
“Kami meminta Kapolri, Kapoldasu, Gubsu, Bupati Langkat dan Kapolres Langkat memperhatikan kasus penyekapan seorang nenek, ibu dan anaknya,” ungkap Kadiv Buruh dan Miskin Kota LBH Medan, Maswan Tambak, kepada wartawan, Senin (20/1).
Maswan menjelaskan, bahwa kasus penyekapan terhadap Saidah, Septi dan anaknya lelakinya yang berusia 1,5 bulan oleh pelaku berinisial GO, AL, AM dan LE, merupakan bentuk perampasan kemerdekaan warga yang sudah berlangsung 13 tahun lamanya.
Ia juga menyebutkan, penyanderaan dengan dalih apapun itu tidak dibenarkan.
Selain itu aksi kekerasan yang dilakukan GO Cs, sudah sangat meresahkan sehingga akhirnya masyarakat bersatu untuk mengakhiri kekejaman GO Cs, dengan membebaskan si nenek, ibu dan anak lelakinya dari sekapan para pelaku.
Sementara, terhadap 12 warga yang ditahan Poldasu, lantaran turut membebaskan warga yang disekap preman, LBH Medan meminta agar warga tersebut dibebaskan.
“Kami juga meminta agar pihak Poldasu segera membebaskan 12 warga yang ditahan. Belasan warga tersebut, merupakan orang yang menyelamatkan Septi dan anaknya serta ibunya dari sekapan GO,” tegas Maswan.
Dalam kasus ini, lanjut Maswan harus menjadi perhatian Poldasu. Pasalnya, GO dicap sebagai preman yang telah berbuat resah dan semena-mena terhadap masyarakat.
Meski Septi bersama anak dan neneknya meminta perlindungan Kades Tanjung Lenggang, Ahmad Tahir, namun tidak serta merta dikeluarkan seakan GO punya kuasa walau warga sudah mengepung rumah kepala desa setempat.
“Meski akhirnya penyekapan berakhir namun rasa trauma masih dirasakan oleh klien kami, Septi dan keluarga,” katanya.
Sementara, Septi mengatakan, saat itu ia dijemput GO dari rumah, dengan alasan suaminya Dedek Hardika ingin bertemu dan memberikan uang. Tanpa curiga, ia bersama ibunya langsung menuruti GO. Namun bukannya bertemu suaminya, ketiganya langsung disekap di dalam sebuah gubuk.
Meski berhasil kabur dan meminta perlindungan ke rumah Kades Tanjung Lenggang. GO berhasil menemui korban di rumah Kades tersebut. Bahkan tak sampai disitu, GO juga meminta kalau ketiganya bisa bebas harus membayar ganti rugi kerusakan alat berat yang dilakukan oleh suaminya.
Karena massa terlalu banyak akhirnya ketiga dilepas oleh GO Cs. Setelah massa bubar, namun beberapa warga masih tinggal di lokasi.
Bukannya meminta maaf, GO bersama teman-temannya malah meminta warga untuk meminta maaf kepada mereka. Akibatnya warga men jadi emosi dan kemudian membakar gubuk tersebut.
Dalam kasus penyekapan ini sebanyak 12 orang telah ditahan Poldasu. Untuk kasus ini, Maswan mengatakan pihaknya menyayangkan penangkapan tersebut. Padahal menurutnya, warga tersebut berusaha menyelamatkan Septi dari penyekapan GO Cs.
“Ke-12 orang ini dipanggil untuk bersaksi atas Septi, akan tetapi dijadikan tersangka. Sementara Septi sendiri pun tidak pernah membuat pengaduan atas ke-12 orang tersebut,” pungkasnya. (man/btr)
SIARAN PERS: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simarupang didampingi Kasat Reskrim Iptu Junisar Rudianto Silalahi dan Kasubbag Humas Ipda Donny Saleh memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan di UPT Puskesmas Sitinjo.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
SIARAN PERS: Kapolres Dairi AKBP Leonardo Simarupang didampingi Kasat Reskrim Iptu Junisar Rudianto Silalahi dan Kasubbag Humas Ipda Donny Saleh memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pencurian dan pemberatan di UPT Puskesmas Sitinjo.
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Empat tersangka pembobol rumah dinas dan kantor Puskesmas Sitinjo di Jalan Kuta Geroh Desa Sitinjo 1 Kecamatan Sitinjo Kabupaten Dairi berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Dairi. Aksi pencurian pemberatan itu terjadi, Minggu (19/1) sore.
Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dairi AKBP Leonardo Simatupang didampingi Kasat Reskrim Iptu Junisar Rudianto Silalahi dan Kasubbag Humas Polres Ipda Donny Saleh dalam keterangan pers, Senin (20/1).
Lebihkanjut diterangkan, keempat tersangka diamankan masing-masing Chandra Sinaga (23) warga Jalan Sei Mencirim Pasar 9 Kecamatan Sunggal kota Medan.
Sedangkan 3 tersangka lainya anak masih dibawah umur yakni berinisial KS (15) warga Jalan Perluasan Kecamatan Sidikalang, RDS (14) warga Jalan Cipta Mekar 2 Kecamatan Sidikalang serta HKS (15) warga Jalan Hasoman Desa Hutarakyat Kecamatan Sidikalang.
“Keempatnya berhasil diringkus dari perladangan kopi saat hendak membawa barang curian usai mencuri sejumlah barang elektronik dari rumah dinas dan kantor UPT Puskesmas Sitinjo,”sebut AKBP Leonardo.
Sementara 1 orang merupakan mata-mata yang tinggal disamping Puskesmas yakni berinisial PK masih buron. AKBP Leonardo menjelaskan, keempat tersangka diamankan atas 3 laporan polisi. Sebelum melakukan aksinya ke 4 tersangka bertemu diwarnet Jalan Kopi Sidikalang.
“Tersangka berhasil menggondol sejumlah barang elekronik seperti komputer, laptop, handycam, printer serta aksesoris komputer dan sempat dibawa ke perkebunan kopi sebelum akhirnya ketangkap,”lanjut AKBP Leonardo.
Disampaikan, seorang tersangka bernama Chandra Sinaga (23) sehari-hari berprofesi sebagai penarik becak bermotor (Betor) di Sidikalang. Sedangkan 3 tersangka masih dibawah umur anak putus sekolah. “Para tersangka diancam hukuman 7 tahun penjara,”tandas Kapolres.
Sementara itu pengakuan Chandra Sinaga kepada wartawan bahwa dirinya sudah 2 kali melakukan pencurian di Dairi. Pertama di sebuah warung di Batang Beruh Sidikalang dan kedua rumah dinas dan kantor Puskesmas Sitinjo. (rud/btr)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Anak Kampung PWS – Pasundan (AKPP) dan sekitarnya menyatakan dukungannya kepada Rusdi Sinuraya sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Medan di Pilkada Medan 2020. Keinginan itu datang, sebab mereka ingin memenangkan teman masa kecilnya itu. Diketahui, Rusdi Sinuraya menghabiskan masa kecilnya di kawasan Jalan PWS – Pasundan fam sekitarnya.
“Siapapun pasangannya kelak, kita siap memenangkannya. Tekad kita ini bulat berdasarkan hati nurani, bukan ada alasan lain,” kata Ketua Forum AKPP dan sekitarnya, Rusli Johan pada acara Deklarasi Pengusungan Rusdi Sinuraya sebagai Balon Wakil Wali Kota Medan, Sabtu (18/01).
Acara deklarasi dukungan itu, kata Rusli Johan, disebutnya sekaligus reunian antara Rusdi Sinuraya dan puluhan teman masa kecilnya. Pertemuan itu sekaligus membangkitkan kembali kenangan-kenangan manis yang pernah terjadi diantara mereka semasa kecil. Ismail misalnya, salah satu tokoh masyarakat PWS-Pasundan ini mengaku cukup lama mengenal Rusdi Sinuraya.
“Kalau dibilang, saya yang paling tahu banyak tentang Rusdi, teman kecil saya. Terlalu banyak kenangan kalau diingat-ingat, dia cukup lama tinggal di kampung ini (PWS-Pasundan), dia juga sempat menjadi pengurus masjid di sini,” kenang Ismail.
Ketika mendapat kabar Rusdi Sinuraya mendaftar ke sejumlah partai politik sebagai balon Wakil Wali Kota Medan, Ismail dan teman-temannya dengan spontan berinisiatif untuk membentuk Forum AKPP, forum ini pun mendapat simpati dari masyarakat Jalan PWS dan Pasundan.
“Sebagai sahabat dan teman sekampung, tanpa diminta pun kami menyatakan kesiapan kami untuk mendukung dan memenangkan Rusdi jika kelak menjadi calon Wakil Wali Kota Medan,” katanya. Hal senada dilontarkan oleh Joni Sitepu yang juga merupakan tokoh masyarakat PWS-Pasundan dan Sekitarnya. Dia mengaku bangga ada anak kampung PWS-Pasundan maju sebagai balon Wakil Wali Kota Medan. (map/azw)
“Kita bangga beliau (Rusdi-red) sebagai Dirut PD Pasar Medan. Ketika beliau juga maju sebagai balon Wakil Wali Kota, kita semakin bangga. Ini wajib kita menangkan. InshaAllah jadi Wakil Wali Kota Medan,” harapnya.
Joni juga mengingatkan agar bila nanti terpilih menjadi Wakil Wali Kota Medan, Rusdi dapat membenahi Kota Medan sebagaimana dia membenahi PD Pasar Medan.
“Lihat saja sekarang bagaimana beliau membenahi pasar, banyak terjadi perubahan positif. Dan kita percaya beliau juga mampu mengurusi Medan sehingga lebih baik lagi,” katanya.
Sementara Tokoh muda kampung PWS-Pasundan sekitarnya, Benny Oktaviani juga menyatakan kesiapannya untuk memenangkan Rusdi Sinuraya.
“Bang Rusdi ini abangan kami di kampung ini. Sebagai adik, kami siap mendukung dan memenangkannya,” kata Benny.
Rusdi sendiri pada acara deklarasi itu terlihat begitu gembira bertemu teman-teman masa kecilnya. Dia menyebutkan satu persatu nama teman-temannya dan menceritakan sekelumit tentang kenangan manis masa kecilnya. Ada tawa, suka dan duka, semua terekam dalam ingatannya.
“Di sini, saya seolah kembali ke masa lalu. Suka dan duka kini menjadi indah kalau dikenang,” tuturnya.
Rusdi mengaku tinggal di kampung PWS lebih dari 50 tahun, rumah orang tuanya juga masih ada di Jalan PWS.
“Saya terharu melihat kebulatan tekad teman-teman lama saya mendukung saya sebagai bakal calon Wakil Wali Kota Medan. Dan saya pun berangkat dari rumah besar saya, PWS-Pasundan, dan memohon doa dan dukungan teman-teman,” kata Rusdi.
Acara deklarasi juga dirangkai dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai doa restu kepada Rusdi Sinuraya sebagai balon Wakil Wali Kota Medan, dalam kesempatan itu Rusdi juga membawa istri dan anaknya.(map/azw)
SERAHKAN: Ketua DPW PBB Sumatera Utara, Awaluddin Sibarani saat menyerahkan SK Mandat Ketua DPC PBB Kabupaten Deli Serdang kepada Ir Mhd Darbani Dalimunthe.
SERAHKAN: Ketua DPW PBB Sumatera Utara, Awaluddin Sibarani saat menyerahkan SK Mandat Ketua DPC PBB Kabupaten Deli Serdang kepada Ir Mhd Darbani Dalimunthe.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Bulan Bintang (DPW PBB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Awaluddin Sibarani menyerahkan surat mandat dari DPP PBB yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP PBB, Prof Dr Yusril Ihza Mahendra dengan Surat Mandat Nomor AM.129/DPP-Sek/01/2020 kepada Ir Mhd Darbani Dalimunthe yang diberi amanah dan kepercayaan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Bulan Bintang (DPC PBB) Kabupaten Deliserdang periode 2019 -2024. Penyerahan surat mandat bertempat di Prime Plaza Hotel Kualanamu Jalan Sultan Serdang No. 88 Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (18/1) kemarin.
Ketua DPW PBB Sumatera Utara, Awaluddin Sibarani dalam penyerahan mandat tersebut mengajak seluruh kader PBB membulatkan tekad dalam membesarkan PBB dalam menghadapi Pemilu yang akan datang. “Siapapun yang ditunjuk (Ketua DPC PBB) adalah kader terbaik yang harus kita dukung,” ungkapnya. Awaluddin Sibarani menegaskan kepada Ketua DPC PBB Kabupaten Deli Serdang, Ir Mhd Darbani Dalimunthe agar segera menyusun susunan kepengurusan DPC PBB Kabupaten Deli Serdang Periode 2019 -2024 sampai dengan selambat lambatnya 25 Januari 2020 mendatang,”tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ketua DPC PBB Kabupaten Deliserdang, Ir Mhd Darbani Dalimunthe mengucapkan rasa terima kasih dan bersyukur atas kepercayaan DPP PBB yang memberi amanah kepada dirinya untuk memimpin DPC PBB Kabupaten Deliserdang. “Saya siap mengemban amanah yang telah diberikan partai kepada saya dan segera menyusun kepengurusan,” tegasnya. (rel/azw)
DUKUNGAN: Masyarakat Karo Kota Medan berikrar mendukung menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020.
DUKUNGAN: Masyarakat Karo Kota Medan berikrar mendukung menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Karo Kota Medan berikrar mendukung menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Medan 2020.
“Ini kebulatan tekad kami selaku masyarakat Karo di Kota Medan dan sekitarnya. Kami, masyarakat Karo bersatu mendukung Pak Bobby menjadi calon Wali Kota Medan. Kami akan berjuang habis-habisan untuk memenangkannya,” Ikrar Ketua Umum DPP Pemuda Merga Silima (PMS) Mbelin S Brahmana, pada acara silaturahim Masyarakat Karo di Jambur Halilintar, Jalan Jamin Ginting Medan, yang juga dihadiri langsung oleh Bobby Nasution, Minggu (19/1) malam.
Menurut Mbelin, keinginan masyarakat Karo mendukung Bobby Nasution pada Pilkada Medan karena mereka meyakini bahwa sosok Bobby akan memperhatikan keberadaan masyarakat Karo di Kota Medan. Sebab selama ini, masyarakat Karo kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Medan.
“Padahal sejarah mencatat, pendiri Kota Medan adalah Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang merupakan suku Karo. Namun setiap kali dilaksanakan HUT Kota Medan, kita (masyarakat Karo) seperti diabaikan,” ujarnya.
Selain itu, sebut Mbelin, Bobby Nasution diyakini mampu membawa perubahan-perubahan cemerlang terhadap kemajuan Kota Medan. Dan Bobby menjadi jawaban atas kegelisahan masyarakat Kota Medan melihat pemimpin-pemimpin sebelumnya terjerat kasus hukum.
“Sudah tiga periode Wali Kota Medan bermasalah. Jadi, tampilnya Bobby ini adalah jawaban atas kegelisahan warga kota dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya,” sebut Mbelin yang disambut tepukan tangan masyarakat Karo.
Sekretaris Umum DPP PMS, Bengkel Ginting menegaskan sudah saatnya Kota Medan dipimpin kaum muda. Kehadiran Bobby pada bursa Pilkada Medan dipandang masyarakat Karo sangat positif untuk membawa perubahan-perubahan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.
“Atas analisis kami mengenai beberapa kandidat Wali Kota yang akan maju, pilihan kami jatuh ke Bobby. Kami yakin, hanya anak muda yang mampu menggeliatkan Kota Medan ini menjadi lebih baik. Anak muda punya semangat yang menggelora. Semangat inilah yang kami pandang sangat positif,” kata Bengkel Ginting.
Menurutnya, Bobby Nasution juga perlu didampingi tokoh yang memiliki elektabilitas dan kreadibilitas yang sudah teruji untuk bersama-sama membangun Kota Medan. Ia juga menawarkan sosok tokoh karo untuk bisa mendampingi Bobby di Pilkada Medan.
“Harapan kami, ada pertimbangan Pak Bobby kepada putra Karo sebagai wakil. Putra-putri Karo saat ini juga ada yang duduk di birokrasi, legislatif dan juga sebagai pebisnis. Karena prinsip orang Karo kalau diajak berjuangan, gak setengah-tengah. Kami berjuang habis-habisan. Kami punya tokoh Karo yang kami anggap pas, beliau pak Rusdi Sinuraya,” kata Bengkel Ginting
Pada kesempatan itu, masyarakat Karo memberikan Hulahula kepada Bobby Nasution. Dalam adat Karo, prosesi Hulahula sangat sakral karena yang bersangkutan sudah dirajakan oleh warga Karo dan menjadi bagian dari suku Karo itu sendiri. Bobby juga diajak menari dipanggung dengan diiringi irama musik Karo.
Sementara Bobby Nasution pada malam itu terlihat haru dan gembira atas sambutan dan penghormatan terhadap dirinya. “Saya sangat mengapresiasi atas penghormatan ini,” ucap Bobby.
Bobby mengaku warga Karo sangat banyak membantu keluarga besarnya, baik yang ada di Medan, Bogor, dan Jakarta. Bobby juga menyampaikan salam atas nama keluarga besarnya.
“Saya tahu warga Karo sudah berjuang sangat keras membantu keluarga besar saya. Mereka titip salam buat warga Karo,” kata Bobby.
Bobby mengaku ada keinginan maju pada Pilkada Medan. Tujuannya untuk membawa Kota Medan ke arah yang lebih baik. Bobby juga sudah memiliki konsep untuk membangun ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.
“Inti penting dari konsep itu adalah melakukan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk sama-sama membangun Medan. Kalau saya dapat ‘perahu’, mari kita sama-sama berjuang,” pungkasnya. (map/azw)
PANDANGAN: Muhammad Bobby Afif Nasution (kiri) saat mengikuti fit and proper test bakal calon kepala daerah di Kantor DPD Golkar Sumut Jl KH Wahid Hasyim Medan, Senin (20/1).
PANDANGAN: Muhammad Bobby Afif Nasution (kiri) saat mengikuti fit and proper test bakal calon kepala daerah di Kantor DPD Golkar Sumut Jl KH Wahid Hasyim Medan, Senin (20/1).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Pilkada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Sumut kembali menggelar fit and proper test bakal calon kepala daerah di Kantor DPD Golkar Sumut Jl KH Wahid Hasyim Medan, Senin (20/1).
Bakal Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Medan menjadi yang diuji kepatutan dan kelayakan. Tampak hadir Muhammad Bobby Afif Nasution yang mendapat nomor urut 2 untuk diwawancarai panelis yang terdiri dari Tim Pilkada Golkar Sumut dan akademisi dari FISIP USU.
Bobby yang mendaftar sebagai Balon Wali Kota Medan ke Partai Golkar tiba di Kantor Golkar Sumut pada pukul 09.45 WIB dan menuju ruang tunggu yang disediakan panitia. Waketum HIPMI itu baru dipanggil dan masuk ke ruangan wawancara pukul 11.25 WIB.
Sekira satu jam diwawancarai, Bobby Nasution ke luar dan dikerumuni wartawan yang sudah menunggu untuk mewawancarai suami Kahiyang Ayu tersebut.
“Tadi kita sampaikan (ke panelis) pentingnya kolaborasi semua elemen untuk membangun Kota Medan lebih berkah,” ungkap Bobby menjawab pertanyaan wartawan.
Bobby juga menyinggung soal pentingnya menggaet kaum muda untuk peduli terhadap politik dan proses pembangunan Kota Medan.
“Ya tadi di dalam juga disinggung soal heritage di Kota Medan yang banyak dialihfungsikan. Tentu ini menjadi PR kita bersama untuk berkolaborasi agar heritage dimanfaatkan untuk identitas kota dan juga sebagai faktor penunjang ekonomi rakyat,” kata Bobby.
Bobby pun mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar ke depan bisa membangun Kota Medan lebih berkah.
“Mohon doanya kepada kawan-kawan media juga. Terimakasih kepada Partai Golkar yang menerima saya mendaftarkan diri dan diwawancarai,” tukas Bobby sembari pamit meninggalkan lokasi.
Sementara Ketua Harian Golkar Sumut Ahmad Yasir Ridho Loebis meyakini suami Kahiyang Ayu itu serius dalam membangun Kota Medan yang lebih baik.
“Saat wawancara tadi Bobby sigap menjawab setiap pertanyaan panelis. Dan dia sepertinya mempersiapkannya secara matang. Ini bukti dia serius maju dan tulus membangun Kota Medan. Sekaligus menjawab keraguan publik selama ini,” urai Yasir Ridho di sela-sela fit and proper test.
Wakil Ketua DPRD Sumut itu menggarisbawahi soal konsep membangun Kota Medan dengan mengedepankan kearifan lokal.
Ridho mengapresiasi konsep tersebut yang selaras dengan visi Partai Golkar tentang pentingnya menjunjung tinggi kebudayaan lokal dalam pembangunan daerah.
“Konsep ini yang menurut Bobby tadi sekaligus bisa menggali potensi ekonomi rakyat dalam mendukung pembangunan dan pendapatan asli daerah. Di Medan Utara itu banyak sekali potensi yang bisa digali,” urai mantan Ketua KNPI Sumut tersebut.
Di sisi lain, Yasir Ridho menegaskan membangun Kota Medan juga membutuhkan aksesibilitas yang kuat.
“Selain kapasitas, Medan juga butuh akses yang kuat untuk mendapat dukungan pusat mengalokasikan anggaran bagi pembangunan infrastruktur. Ini modal yang dimiliki Bobby,” ujar Yasir Ridho.
Yasir Ridho pun berharap Bobby Nasution bisa membawa Kota Medan mengejar ketertinggalan dari kota besar lainnya di Indonesia. Khususnya persoalan pendidikan, kesempatan kerja dan transportasi yang menjadi masalah di kota besar.
“Jika nanti diamanahkan Golkar menjadi Calon Walikota Me dan dan terpilih, kita berharap ada keadilan pembangunan yang merata di Kota Medan ini. Ini harapan kita bersama,” tukas Yasir Ridho. (ris/azw)