24 C
Medan
Sunday, February 1, 2026
Home Blog Page 4614

Bupati Lantik 618 Pejabat Dairi

ANDA JABATAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyematkan tanda jabatan kepada Camat Tigalingga, Timbul Hasudungan Tamba saat dilantik di GOR Sidikalang, Senin (13/1).
ANDA JABATAN: Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu menyematkan tanda jabatan kepada Camat Tigalingga, Timbul Hasudungan Tamba saat dilantik di GOR Sidikalang,  Senin (13/1).
ANDA JABATAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu menyematkan tanda jabatan kepada Camat Tigalingga, Timbul Hasudungan Tamba saat dilantik di GOR Sidikalang, Senin (13/1).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Awal tahun 2020, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu melantik dan mengukuhkan 618 pejabat administrator, Pengawas dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di gedung olah raga (GOR) Sidikalang, Senin (13/1) sore.

Hadir Ketua DPRD, Sabam Sibarani, Kapolres AKBP Leonardo Simatupang, Dandim 0206 Letkol Arh Hadi Purwanto, Kejari, Syahrul Juaksha Subuki serta Sekda, Leonardus Sihotang. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dapot Hasudungan Tamba membacakan pejabat yang dilantik dan dikukuhkan.

Sejumlah pejabat yang dilantik, antara lain, Lipinus Sembiring sebelumnya Kabid di BPBD, diangkat jadi Kabag Perekonomian menggantikan Carlos Situmorang.

Sementara, Kabag Pembangunan dijabat, Jonathan Marbun. Fransion Sion Bakkara sebelumnya sekretaris kecamatan (Sekcam) Sidikalang diangkat jadi Kabag Pengadaan Barang Jasa.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Robert Ginting dan Bernat Naibaho sebelumnya Sekretaris BKPSDM dilantik jadi Kabag Ortala. Anggara Sinurat jabat Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR. Mutasi ketiga dilakukan Bupati Eddy Berutu, setelah dilantik bulan April 2019 lalu, juga membongkar 15 Camat.

Timbul Sahala Tamba sebelumnya Kabag Ortala diangkat jadi Camat Tigalingga, Sion Sembiring jadi Camat Tanah Pinem, Nelson Saragi Camat Lae Parira, Landong Napitu jadi Camat Siempat Nempu, Roy Marko Sinaga jadi Camat Sumbul, Rafael Siringo-ringo jadi Camat Parbuluan dan Robot Simanullang sebelumya Camat Siempat Nempu dimutasi jadi Camat Sidikalang.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menegaskan, pergeseran, naik turun dan mutasi pejabat dikalangan aparatur sipil negara (ASN) merupakan hal biasa dan harus dilakukan. Ada proses dalam satuan kerja dan perangkat daerah menata personil yang dilakukan secara berjenjang. Pelantikan ini untuk mematuhi Perda nomor 4 tahun 2019 tentang perangkat daerah Kabupaten Dairi.

Pelantikan ini sekaligus menguatkan OPD dan menempatkan orang yang pas dibidangnya, untuk mewujudkan keinginan mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Bupati menginstruksikan, setelah selasai pelantikan agar segera melaksanakan tugas dan konsolidasi. Jangan ada pekerjaan yang tidak bertuan. “Jika tidak sanggup, silahkan mengambil langkah karena masih banyak ASN yang bersedia mengabdikan diri,” sebut Eddy.

Disebutkan Eddy, masih ada dua instansi yang belum bisa diisi pejabatnya, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Inspektorat belum bisa dilantik pejabatnya karena ada yang harus dilengkapi. “Kinerja pejabat yang baru dilantik akan dilakukan setiap bulan,”sebut bupati.

Pembacaan nama-nama ke-618 pejabat saat pelantikan, membutuhkan waktu tiga jam yang dimulai dari pukul 16-19 sampai selesai. (rud/han)

29 Desa Terdampak Erupsi Terima Bantuan Traktor

ILUSTRASI. Erupsi gunung. Gunung Soputan di Sulut meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. (dok)
ILUSTRASI. Erupsi gunung. Gunung Soputan di Sulut meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 4.000 meter. (dok)

KARO, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 29 desa terdampak erupsi gunung Sinabung menerima bantuan traktor dari pemerintah. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana di halaman kantor bupati, Senin (13/1).

Dalam arahannya bupati menyampaikan, bantuan traktor roda empat merek ISEKI NT-548 F ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat Karo yang terdampak erupsi gunung Sinabung.

“Seperti kita ketahui penanganan pasca bencana erupsi gunung Sinabung berupa rehabilitasi dan rekonstruksi terbagi menjadi 5 sektor utama. Yaitu sektor permukiman, sektor infrastruktur, sektor sosial, sektor ekonomi dan sektor lainnya,” kata Terkelin.

Dipaparkan Terkelin, dari sektor ekonomi, Karo adalah kabupaten Agraris yang subur dan sebagian besar masyarakatnya adalah petani. Tentu menggantungkan pertumbuhan ekonominya dari sektor pertanian.

Karena hal itulah Pemerintah Kabupaten Karo memanfaatkan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi dari BNPB dalam bentuk pengadaan alat mesin pertanian berupa traktor roda empat yang diserahkan kepada masyarakat.

“Saya harap mesin pertanian yang diserahkan kepada 29 desa terdampak erupsi gunung Sinabung ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menurunkan ongkos produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan petani secara mikro dan berdampak pada ekonomi Kabupaten Karo secara makro,” harap Bupati.

Penyerahan bantuan ini dihadiri pimpinan OPD sejajaran Pemkab Karo. Direktur Pemulihan Peningkatan Sosial Ekonomi BNPB. Camat Naman Teran, Camat Merdeka, Camat Simpang Empat, Camat Tiganderket dan camat Payung serta 29 Kepala Desa perwakilan masyarakat penerima. Adapun desa terdampak yang menerima bantuan ini meliputi 7 desa dari Kecmaatan Payung, 8 desa dari Kecamatan Naman Teran, 3 desa dari Kecamatan Simpang Empat, 2 desa dari Kecamatan Merdeka dan 9 desa dari Kecamatan Tiga Nderket. (deo/han)

Foto: SOLIDEO/SUMUT POS

DIABADIKAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana saat memberikan bantuan secara simbolis 29 traktor kepada 29 desa yang terdampak erupsi gunung Sinabung.

Gubsu Tinjau Kondisi PRSU, Minta Sarana & Prasarana Dibenahi

TINJAU: Gubsu, Edy Rahmayadi saat meninjau pelaksanaan pengerjaan revitalisasi area dan fasilitas Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di area PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan (13/1). prans/sumut pos
TINJAU: Gubsu, Edy Rahmayadi saat meninjau pelaksanaan pengerjaan revitalisasi area dan fasilitas Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di area PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan (13/1).
prans/sumut pos
TINJAU: Gubsu, Edy Rahmayadi saat meninjau pelaksanaan pengerjaan revitalisasi area dan fasilitas Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di area PRSU, Jalan Gatot Subroto, Medan (13/1). prans/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau kondisi sarana dan prasarana Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, Senin (13/1). Kedatangan Gubernur disambut Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU) Amir Makmur Nasution, Komisaris Utama PT PPSU Hendra Suryadi beserta jajaran.

Berkeliling dan meninjau kawasan PRSU, Gubernur Edy menekankan agar pembenahan dilakukan secara maksimal dan mengedepankan prinsip pembangunan yang berkelanjutan. Artinya, pembenahan harus mempertimbangkann

prospek jangka panjang PRSU. Sehingga, tidak terjadi pemborosan anggaran lantaran harus berkali-kali melakukan pembongkaran atau pembangunan.

“PRSU ini milik rakyat, hiburan rakyat. Tidak hanya harus menarik, tetapi pembenahan yang dilakukan juga harus menjawab berbagai kebutuhan rakyat. Bukan saja rakyat Sumut, tetapi PRSU ini juga diharapkan menarik masyarakat luar Sumut,” tegas Edy.

Apalagi, PRSU identik dengan kegiatan promosi keunggulan dari berbagai kabupaten/kota Sumut. Jika tidak dikemas dengan menarik dan tidak dibenahi secara maksimal, maka kegiatan tahunan tersebut hanya akan bersifat seremoni belaka.

Edy juga melakukan peninjaun ke galeri UMKM yang dikelola oleh UPT Pusat Layanan Usaha Terpadu bagi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Sumut yang berada di dekat gerbang masuk kawasan PRSU. Melihat berbagai produk kerajinan yang dipamerkan, Edy berpesan agar promosi gencar dilakukan dan bekerja sama dengan pihak agensi perjalanan.

“Kalau tidak gencar dipromosikan dan bekerja sama dengan berbagai pihak, bagaimana orang mau datang dan tahu produk-produk kerajinan kita ini. Sehingga, mereka datang tidak hanya saat kegiatan PRSU tetapi juga saat-saat hari biasa seperti ini,” tuturnya.

Dirut PT PPSU Amir Makmur Nasution mendengarkan dengan seksama arahan dan bimbingan yang disampaikan oleh Gubernur. Pembenahan berupa aktivitas estetik telah banyak dilakukan, namun untuk grand design dan masterplan keseluruhan pembenahan PRSU akan segera dipresentasikan sesuai dengan arahan yang telah disampaikan Gubernur selama peninjauan.

Sementara itu, Kepala UPT PLUT KUMKM Sumut Marzuki juga mengamini arahan gubernur untuk meningkatkan promosi yang lebih kreatif untuk memasarkan produk-produk kerajinan lokal Sumut di UPT PLUT KUMKM Sumut.

“Kami memang sudah berencana untuk segera melakukan kerja sama dengan biro-biro perjalanan. Sehingga, jika ada wisatawan yang datang ke Medan, oleh-olehnya bisa beli hasil kerajinan-kerajinan yang kita pamerkan di sini,” ucapnya.

Turut hadir mendampingi Gubernur yakni Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Setdaprov Sumut Arief Sudarto Trinugroho dan Kepala Biro Bina Perekonomian Setdaprov Sumut Ernita Bangun. (prn/ila)

Selundupkan Sabu ke Rutan Kabanjahe, 2 Sipir Ditetapkan Jadi Tersangka

Sabu-Ilustrasi
Sabu-Ilustrasi

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO – Hal ini ditegaskan Kasat Narkoba Polres Tanah Karo, AKP Ras Maju Tarigan saat dikonfirmasi, Senin (13/1). “Untuk sipirnya sudah kita tetapkan jadi tersangka. Jadi sipir ini tugasnya sebagai kurir, napinya pesan barang sama bandarnya. Terus sipir ini tugasnya jemput barang, tepatnya di wilayah seputaran Tugu Bambu Runcing, kemudian dibawa masuk ke Rutan,” katanya.

“Kita masih lakukan pemeriksaan, dan pengembangan dugaan keterlibatan yang lain. Namun yang pasti, kita amankan 4 warga binaan dan 2 sipir, untuk barang bukti sabunya 30 gram,” pungkasnya.

Sementara Kepala Rumah Tahanan Klas IIB Kabanjahe, Simson Bangun menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kedua anggotanya ke Satres Narkoba Polres Tanah Karo,

“Semua kita serahkan kepada petugas sesuai prosedur yang berlaku. Apakah kedua sipir tersebut bersalah atau tidak, atau menjadi tersaangka dan bisa juga menjadi praduga tidak bersalah kepadanya. Semua kita serahkan kepada polisi guna proses hukum berjalan,” ungkap Simson Bangun.

Sebelum peristiwa yang mencoreng Rutan Kabanjahe, Simson mengakui pihaknya telah rutin dalam setahun sekali melakukan test urine kepada warga binaannya. Dirinya mengakui, guna melakukan test urine kepada warga binaannya, diperlukan biaya yang mahal. Mengingat alat test urine untuk satu orang bisa mencapai Rp250 ribu.

“Darimana kita ambil biaya buat beli alat test urine, kalau kita melakukannya per tiga bulan sekali. Untuk setahun sekali saja, kita meminta bantuan kepada Menkumham guna dibagi alat test urine untuk bisa menjalankannya,” ucap Simson.

Masih kata Simson, selain melakukan test urine, pihaknya juga telah menjalankan siap siaga selalu. Seperti melakukan pemeriksaan baik itu kepada pengunjung, dan pihak sipir atau orang dalam saat masuk ke Rutan Kabanjahe.

“Saya terus mengingatkan kepada para pegawai dan warga binaan, disetiap upacara. Agar tetap melakukan yang terbaik di dalam Rutan Kabanjahe. Untuk para warga binaan tinggalkanlah kelakuan buruk yang sudah pernah dilakukan. Berbuat baiklah, mulai dari diri sendiri, dan di lingkungan Rutan ini. Sayangi keluarga yang mencintai kamu,” imbuh Simson.

Sementara ke 4 warga binaan dari Rumah Tahanan Klas IIB Kabanjahe, Kabupaten Karo yang ditangkap telah dijebloskan ke penjara. Mereka adalah Set Permana Bangun (45) warga Desa Batu Karang, Kec. Payung, Karo, Afrinta Purba (44) warga Desa Batu Karang, Kec. Payung, Karo, Rejeki Bangun (42) warga Selandi, Kec. Payung, Karo, dan Rusdi Tambunan (30) warga Desa Hasang, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura. (deo/han)

Ketua PKK Binjai Tutup PABA, Duta Kompetisi

BERIKAN: Ketua TP PKK Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham memberikan penghargaan kepada salah seorang pemenang lomba.
TEDDY AKBARI/SUMUT POS

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ketua TP PKK Kota Binjai, Hj Lisa Andriani M Idaham menutup kegiatan PABA Duta Kompetisi Siswa Paskibra Kota Binjai (Paduka Paskobin) se-Sumatera Utara tahun 2020, di Yayasan PABA Binjai, Minggu (12/1) sore.

Mengawali sambutannya, Lisa menyampaikan rasa bangga karena dapat berkumpul dengan anak-anak generasi muda yang berprestasi, disiplin dan memiliki rasa hormat kepada nilai luruh bangsa.

“Rasa bangga dan bahagia ini terlahir dari nurani saya sebagai seorang ibu yang secara kodrati melahirkan anak-anak di dalam keluarga sekaligus memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk keberhasilan masa depan anak-anaknya,” ungkap Lisa.

Selaku Ketua TP PKK Kota Binjai, Lisa menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada anak-anak para peserta Paduka Paskobin seSumatera Utara tahun 2020. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kami dari PKK Kota Binjai, bukan hanya kepada yang memperoleh gelar juara, akan tetapi kepada semua peserta.

“Semua peserta sejatinya adalah pemenang. Yakni kemenangan atas sikap, kemauan, keteladanan, disiplin, dan karakter yang telah diwujudkan dengan baik melalui kegiatan ini,” kata Lisa.

Dikatakannya, PKK sebagai mitra pemerintah sekaligus ujung tombak masyarakat dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat melalui 10 program pokoknya, serta sebagai suatu organisasi yang berhubungan dengan keluarga, memiliki andil dan peranan yang sangat besar dalam membina dan memaksimalkan anggota keluarga melalui para kadernya untuk melahirkan generasi penerus bangsa, yakni generasi yang berkarakter dan berkualitas yang dapat menerima, mengawal dan meneruskan estafet pembangunan.

Adapun para pemenang lomba antara lain, lomba formasi pengibaran bendera tingkat SMA, juara satu SMA Ahmad Yani Binjai, juara dua SMK Abdi Negara Binjai, juara tiga, MAS Al-Wasliyah 30, lomba LKBB juara pertama SMK Nusantara Lubuk Pakam, juara kedua SMA N 1 Tanjung Pura, juara ketiga SMA N 1 Sunggal, dan lomba yel-yel komando kreasi juara pertama SMA N 1 Tanjung Pura, juara kedua SMA N 1 Sunggal dan juara ketiga MA Aisyiyah.

Sementara untuk tingkat SMP sederajat lomba formasi pengibaran bendera juara pertama diraih oleh SMP N 7 Binjai, juara kedua SMP N 3 Binjai, juara ketiga MTS Al-Muslihin Binjai, untuk lomba LKBB juara pertama SMP N 3 Binjai, MTS Al-Muslihin Binjai, dan SMP N 6 Binjai, dan lomba yel-yel juara pertama SMP Adhyaksa Medan, juara kedua MTSN 3 Medan dan juara ketiga SMP N 2 Binjai. (ted/han)

4 Kada Terima DIPA dan Dana Desa

SERAHKAN: Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah menyerahkan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran 2020 kepada Wali Kota Binjai, HM Idaham di Rumah Dinas Wagub Sumut, di Jalan Teuku Daud, Medan, Senin (13/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat kabupaten/kota tersebut adalah Labuhanbatu, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, dan Kota Binjai.

Hadir untuk menerima DIPA dan TKDD secara simbolis Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe, Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution, Wakil Bupati Tapanuli Tengah Darwin Sitompul, serta Wali Kota Binjai Muhammad Idaham.

Pada kesempatan itu, Wagub menyampaikan pesan kepada kepala daerah yang hadir tentang pentingnya menjaga kekompakan.

Menurutnya, kekompakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumut.

“Kita mau daerah ini kompak. Kemajuan provinsi ini, kesejahetraan masyarakat kita, tidak akan terwujud jika kita tidak kompak,” kata Wagub.

Untuk itu, komunikasi perlu terus dijaga. Terutama antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak bisa mengetahui semua permasalahan yang ada di kabupaten/kota, jika tidak dikomunikasikan. “Untuk itu diperlukan komunikasi yang intens antara Pemprov dengan Pemkab/Pemko,” ujar Musa Rajekshah. Selain penyerahan DIPA dan TKDD, pertemuan antara Pemprov dengan kepala daerah kabupaten/kota sangatlah penting.

Dikatakan Wagub, penyerahan DIPA dan TKDD secara langsung kepada kepala daerah kabupaten/kota bertujuan untuk menyampaikan permasalahan yang ada di daerah.

Untuk itu, momentum penyerahan DIPA bisa dimanfaatkan sebagai bentuk silaturahmi dan komunikasi antar kepala daerah. “Harapan kita membangun Sumut ini, kita tidak serta merta tahu semua kondisi, dan kita tidak bisa action langsung, kalau disampaikan,inilah pertemuan ini harapannya bisa langsung menyampaikan masalah yang ada di daerah,” kata Wagub.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Asisten Administrasi Umum dan Aset Sekretariat Daerah Provinsi Sumut M Fitriyus, Inspektur Provinsi Sumut Lasro Marbun, Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Ismael P Sinaga. (prn/han)

4 Personel Polres Karo Positif Narkoba

TES URINE: Kapolres Tanah Karo beserta personel melakukan tes urine yang digelar di aula Polres Tanah Karo, Senin (13/1).
TES URINE: Kapolres Tanah Karo beserta personel melakukan tes urine yang digelar di aula Polres Tanah Karo, Senin (13/1).

KARO, SUMUTPOS.CO – Empat personel Polres Karo terindikasi positif meng konsumsi narkoba. Hal itu terungkap dari tes urine mendadak yang dilakukan pada Senin(13/1) pagi. Pelaksanaan tes urine secara mendadak itu dilakukan, usai apel pagi.

Seluruh personel dari Satres Narkoba, Satreskrim, Propam, Polwan, Dokes, Intelijen, Lantas, baik yang sedang bertugas maupun yang sedang lepas tugas, diarahkan untuk berkumpul di aula Polres Tanah Karo.

Satu persatu personel secara bergiliran memberikan urinenya yang kemudian langsung dicek oleh petugas Dokes dengan menggunakan alat pendeteksi urine. Hasilnya, sebanyak 4 personel terindikasi positif menggunakan amphetamine.

Menurut Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean, tes urine dilakukan mendadak untuk mengetahui personel yang menggunakan narkoba. “Tes urine kita lakukan berdasarkan instruksi dari Kapoldasu, dan juga untuk melihat siapa-siapa saja anggota kita yang memakai dan peng guna, masuk dalam penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Lanjutnya, kalau dalam pemeriksaan urine tersebut, sebanyak 4 personel yang hasil tes urinenya terindikasi positif mengandung zat amphetamine. Dan menurutnya, personel tersebut memang sedang dalam tahap pembinaan.

“Hasilnya ada 4 anggota yang urinenya positif terkontaminasi narkoba, dan ini semua memang awalnya dalam tahap pembinaan. Memang susah orang ini untuk kita arahkan dan kita tindak, dan sebelumnya juga sudah kita lakukan sidang disiplin dan pembinaan,” kesalnya.

Saat ditanyai tindakan selanjutnya kepada personel yang terindikasi, dirinya mengatakan, akan tetap terus melakukan pembinaan dan sidang disiplin. Dan untuk membuat efek jera, personel yang terindikasi akan diarak keliling lapangan Polres Tanah Karo dengan mengenakan pakaian khusus, agar dilihat oleh personel yang lain.

“Ini tetap akan kita lakukan pemantauan pembinaan sam pai tindakan sidang disiplin, dan secara periodik melakukan tes urine untuk memantau perkembangannya. Dan ini akan kita arak juga keliling mako, memakai pakaian khusus. Keliling sambil teriak “Jangan seperti saya” biar menjadi efek jera dan malu sekaligus contoh buat personel yang lain agar tidak terlibat dalam narkoba,” ungkapnya.

Hasil tes urine milik Kapolres Tanah Karo, Wakapolres, serta pejabat tinggi di jajaran Polres Tanah Karo negatif terindikasi narkoba. Dan rencananya kegiatan tes urine mendadak ini akan tetap dilakukan secara periodik guna memantau personel agar terhindar dari narkoba. (deo/han)

Wacana Tol Dalam Kota Tak Jelas

Sungai Deli: Pemukiman di sepanjang DAS Sungai Deli rencananya akan dibangun tol dalam kota.
Sungai Deli: Pemukiman di sepanjang DAS Sungai  Deli rencananya akan dibangun tol dalam kota.
Sungai Deli: Pemukiman di sepanjang DAS Sungai Deli rencananya akan dibangun tol dalam kota.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Adanya wacana pembangunan tol dalam Kota Medan yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara belum ada kejelasan. Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharuddin mengatakan, pembangunan tol dalam kota sudah dicetuskan akan terlaksana pada Juli 2019 lalu, namun, sampai saat ini pembangunan tol dalam kota yang akan dibangun sepanjang 30,97 km dengan biaya Rp7 triliun belum ada kejelasan.

“Pembangunan tol dalam kota mengkuti aliran Sungai Deli adalah terobosan dan inovasi terbaru bagi Pemerintah Sumatera Utara, khususnya Kota Medan. Tapi, wacana itu terkesan hanya sebatas lips service bagi masyarakat,” tegasnya.

Diungkapkan Ketua Gerbaksu ini, pembangunan tol dalam pasti banyak menimbulkan pro dan kontra, tetapi wacana itu tidak juga terwujud. Ia ingin pembangunan tol itu segera terwujud dan segera dikeluarkan blue print atau desain tol dalam kota tersebut.

Selain itu, kata dia, perlu adanya kajian AMDAL yang dibuka secara transparan ke publik. “Kita ingin ada keterbukaan informasi tentang perkembangan pembangunan tol, jangan hanya sebatas cakap- cakap,” tegasnya.

Selama program tol dalam kota mengikuti aliran Sungai Deli, estetika Sungai Deli tetap terjaga dan kawasan Sungai Deli sebagai jalur perlintasan tol tersebut. “Ini sangat baik dan luar biasa. Kita sangat mendukung, tapi estetika Sungai Deli harus tetap terjaga. Agar, kelestarian sungai itu tetap baik sebagai induk pengaliran air di Kota Medan. Tapi sampai hari ini belum ada penjelasan perkembangan pembangunan tol dalam kota,” kesalnya.

Harapan Saharudin, regulasi segera mensosialisasikan dan mempublikasikan AMDAL secara transparan. Sebab, sisi keuntungan dan kerugian dari pembangunan tol dalam kota dapat diketahui secara luas di masyarakat. “Terobosan dan inovasi yang diwacanakan sangat baik, kita ingin ini segera terlaksana. Apabila ada kendala atau hambatan harus disampaikan secara terbuka kepada publik,” pungkasnya. (fac/ila)

Waskita Karya Diadukan ke DPRD Sumut Terkait Pembebasan Lahan

Waskita

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Waskita Karya dituding bertindak semena-mena pada pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Tebing Tinggi – Kuala Tanjung. Pasalnya, perusahaan dari badan usaha milik negara itu menakut-nakuti warga agar mau melepaskan tanah miliknya dan menerima uang ganti rugi yang disampaikan. Saat menakuti warga, mereka datang dengan membawa TNI dari Koramil.

Kristian Manurung yang datang bersama sejumlah warga lainnya (dari Desa Pematang Jering dan Desa Sipare-pare, Kabupaten Batubara) menjelaskan tindak semena-mena Waskita Karya tersebut kepada Komisi D DPRD Sumatera Utara pada rapat dengar pendapat, Senin (13/1).

Selain menakut-nakuti, pihak Waskita juga bertindak akal-akalan. Berpura-pura menyewa tanah warga untuk dijalan. Cara itu digunakan agar pemilik tanah mau menerima uang ganti rugi apa adanya. Secara terpaksa.

“Sebenarnya apa fungsi Waskita Karya, kenapa mereka turun bersama tentara menakut-nakuti agar mau menerima ganti rugi,” tegas salah seorang rekan Kristian pada rapat yang dipimpin Anwar Sani Tarigan (dari PDI Perjuangan) tersebut.

Oleh Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumut, Abdul Rahim Lubis, disebutkan Waskita bertindak sebagai kontraktor pelaksana pembangunan jalan tol. Tidak terlibat dalam pekerjaan pembebasan lahan. Apalagi bertindak sewenang-wenang.

Atas tindakan Waskita tersebut, anggota Komisi D, Rony Reynaldo Situmorang (Nasdem) menyatakan pihaknya akan memanggil perusahaan tersebut pada rapat berikutnya. Mempertanggungjawabkan sikap sewenang-wenang mereka dalam hal pembebasan lahan.”Kita akan undang Waskita pada rapat berikutnya, mempertanyakan tindak semena-mena terhadap warga tentang ganti rugi lahan,” terang Rony.

Balai Jalan Nasional Wilayah Sumut menjelaskan untuk pembangunan jalan tol Tebing Tinggi – Indrapura – Kuala Tanjung yang terdiri atas dua seksi, tanah seluas 3,4juta m2 lebih akan dibebaskan. Terdiri atas 1.033 bidang. Memakan biaya Rp 562miliar. Sebanyak 502 bidang diantara sudah tuntas diganti rugi, dengan biaya Rp 343,5M. Selebihnya, sebanyak 531 bidang masih dalam proses. (mbc/ila)

Polisi Tembak Mati Pelaku Begal

PAPARAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus pelaku begal yang tewas ditembak karena melawan, di RS Bhayangkara Medan, Senin (13/1).
PAPARAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus pelaku begal yang tewas ditembak karena melawan, di RS Bhayangkara Medan, Senin (13/1).
PAPARAN: Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memaparkan kasus pelaku begal yang tewas ditembak karena melawan, di RS Bhayangkara Medan, Senin (13/1).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Polres Pelabuhan Belawan menembak dua pelaku begal yang terbilang sadis, diantaranya melawan saat akan ditangkap. Dari kedua pelaku kejahatan jalanan tersebut, satu diantaranya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pelaku yang tewas adalah Abnansyah alias Menan, warga Jalan Amal Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Sedangkan pelaku yang masih hidup ialah Muhammad Evin Erik Syahputra alias Kevin (30), warga Pasar 10 Gang Bahagia Desa Manunggal. Kevin masih hidup lantaran ditembak pada bagian kakinya, dan kini sudah ditahan di Mapolres Pelabuhan Belawan.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, tersangka Abnansyah alias Menan terakhir kali melakukan perampokan sepeda motor milik Ahmad Mujib Novianto, sesuai laporan polisi ; LP/170/X/2019/Su/Pel-Belawan/sek-Belawan tanggal 30 Oktober 2019. Saat itu, korban melintas di Jalan Raya Pelabuhan Belawan Simpang Selebes Belawan II.

“Dalam melakukan aksinya, pelaku bersama beberapa orang rekannya menodong korban dengan senjata tajam dan membawa kabur tas korban berisi ponsel, uang Rp 10 juta dan surat-surat penting lainnya,” ungkap Martuani dalam keterangan pers di RS Bhayangkara Medan, Senin (13/1).

Kata Martuani, sejak kasus itu dilaporkan, petugas langsung melakukan penyelidikan. Pelaku Abnansyah berhasil ditangkap di Jalan Amal Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan pada 11 Januari 2019 lalu.

Sedangkan pelaku Kevin, terlibat perampokan di sejumlah lokasi antara lain sesuai LP/16/I/2020/SU.SPKT pel Belawan tanggal 11 Januari 2020, kemudian LP/215/VII/2017 Tanggal 15 Juli 2017 dengan lokasi kejadian di Jalan Helvetia Pasar IX Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Deli Serdang.

“Polisi kemudian membawa pelaku Abnansyah untuk pengembangan menunjukkan tempat rekan-rekannya. Namun, pelaku ini mengambil parang yang terselip di dinding rumah rekannya lalu menyerang petugas. Sempat diberikan dua kali tembakan peringatan, tetapi pelaku tak mengindahkan sehingga terpaksa ditembak ke arah bagian dadanya hingga tersungkur,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, sambung Martuani, diketahui pelaku Abnansyah terlibat dalam beberapa kasus perampokan dengan kekerasan. Ada 4 laporan polisi, dan semua kejadiannya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

“Pelaku Abnansyah merupakan residivis yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, kuat dugaan memiliki jaringan atau sejumlah teman yang dalam setiap beraksi secara berkelompok dan bergantian,” bebernya.

“Modus mereka dengan cara mengancam para korbanya dengan senjata tajam. Selanjutnya, merampas sepeda motor milik korban. Namun, salah satu korban sempat melakukan perlawanan sehingga dipukul tersangka. Setelah itu, tersangka kabur melarikan kendaraan korbannya,” papar Martuani.

Ia menambahkan, kepada rekan-rekan pelaku diminta untuk segera menyerahkan diri. Sebab, pihaknya akan terus mencari keberadaan karena identitasnya telah diketahui. “Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumut,” tegasnya. (ris/btr)