Home Blog Page 47

Telkomsel Perkuat Customer First, Hadirkan Layanan Lebih Mudah, Cepat, dan Andal bagi Pelanggan

Telkomsel perkuat pendekatan Customer First melalui DobrakFest sebuah inisiatif yang menjadi bagian dari upaya strategis perusahaan dalam mempercepat transformasi budaya kerja yang berfokus pada pelanggan untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan andal. Kegiatan ini berlangsung pada 7-8 Mei 2026 di Telkomsel Smart Office Jakarta.
Telkomsel perkuat pendekatan Customer First melalui DobrakFest sebuah inisiatif yang menjadi bagian dari upaya strategis perusahaan dalam mempercepat transformasi budaya kerja yang berfokus pada pelanggan untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan andal. Kegiatan ini berlangsung pada 7-8 Mei 2026 di Telkomsel Smart Office Jakarta.

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Dalam momentum 31 tahun melayani Indonesia, Telkomsel memperkuat pendekatan Customer First untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan andal. Upaya ini dilakukan melalui penyederhanaan proses layanan, peningkatan kapabilitas digital, serta penguatan kualitas interaksi pelanggan di seluruh kanal, baik digital maupun tradisional.

Bagi Telkomsel, pendekatan Customer First berarti setiap keputusan berangkat dari kebutuhan pelanggan. Prinsip ini diterapkan secara menyeluruh, mulai dari desain layanan, perbaikan proses, hingga pemanfaatan teknologi untuk memastikan Customer Experience yang lebih sederhana, responsif, dan konsisten di setiap titik interaksi.

Senior VP Customer Experience Management Telkomsel, Metra C. Utama, menyatakan, “Telkomsel terus memperkuat fondasi layanan agar benar-benar berpusat pada pelanggan. Kami memastikan setiap inovasi dan penyempurnaan layanan dilandasi oleh pemahaman yang lebih dalam terhadap kebutuhan dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang.”

Sejalan dengan hal tersebut, Telkomsel juga mendorong peningkatan Customer Experience melalui pengembangan kanal digital yang lebih ringkas dan responsif, termasuk aplikasi MyTelkomsel dan asisten virtual Veronika, serta memastikan kualitas pendampingan yang andal melalui layanan tatap muka di titik layanan resmi. Upaya ini didukung oleh pemanfaatan teknologi terkini, termasuk Artificial Intelligence (AI) dan pengelolaan jaringan berbasis autonomous network, guna menghadirkan layanan yang lebih cepat dan nyaman bagi pelanggan.

DobrakFest: Akselerasi Budaya Kerja Berbasis Pelanggan

Sebagai bagian dari penguatan implementasi Customer First, Telkomsel menghadirkan DobrakFest, sebuah forum internal yang berlangsung pada 7–8 Mei 2026 di Telkomsel Smart Office Jakarta. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya strategis perusahaan dalam mempercepat transformasi budaya kerja yang berfokus pada pelanggan.

DobrakFest dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas fungsi, khususnya bagi insan operasional, untuk memperdalam pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, mengolah insight menjadi langkah perbaikan nyata, serta mempercepat implementasi solusi di lapangan.

Melalui pendekatan ini, Telkomsel memastikan setiap inisiatif internal tidak berhenti sebagai aktivitas organisasi, tetapi menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh pelanggan, mulai dari layanan yang lebih sederhana, waktu respons yang lebih cepat, hingga pengalaman yang lebih konsisten.

VP Corporate Innovation, Sustainability and Marketing Telkomsel, Mia Melinda, menambahkan, “DobrakFest menjadi inisiatif internal untuk memperkuat fokus perusahaan terhadap customer experience. Kami ingin mendorong karyawan untuk semakin memahami kebutuhan dan pain point pelanggan, sehingga dapat menghadirkan solusi yang lebih relevan dan tepat sasaran. Lewat platform inovasi internal kami, Polaris, karyawan juga didorong untuk menghadirkan ide dan inovasi yang mampu memberikan kemudahan serta pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan.”

Polaris sendiri merupakan platform inovasi internal Telkomsel yang mendorong karyawan dari berbagai fungsi dan level organisasi untuk mengeksplorasi ide, berkolaborasi dan menciptakan solusi yang berdampak. Beberapa inovasi yang lahir melalui Polaris di antaranya T-Survey, platform survei digital untuk membantu pengumpulan insight pelanggan secara lebih cepat dan efisien, serta SiteSense, solusi location intelligence berbasis data mobilitas dan analitik spasial yang membantu bisnis memahami potensi suatu area secara lebih akurat.

Ke depan, Telkomsel akan terus mengedepankan pendekatan human-centric yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi untuk memastikan setiap layanan tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan, tetapi juga menghadirkan pengalaman terbaik di setiap momen penting mereka.

Doli Kurnia Temui Keluarga Korban PMI Ilegal Kamboja di Binjai, Janji Bantu Pemulangan WNI

WAWANCARA: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia saat diwawancarai wartawan di Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)
WAWANCARA: Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia saat diwawancarai wartawan di Binjai. (Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, melakukan kunjungan kerja reses ke daerah pemilihannya di Sumatera Utara dengan menyambangi Kota Binjai.

Dalam kunjungan tersebut, ia sekaligus bertemu langsung dengan orangtua remaja korban pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal di Kamboja, Ardiansyah, dalam suasana makan siang bersama di Marhaba Cafe, Jalan T. Imam Bonjol, Binjai Selatan, akhir pekan lalu.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu juga menjadi momen syukuran atas kepulangan Ardiansyah ke tanah air setelah sebelumnya mengalami masa sulit di luar negeri.

Doli menyampaikan rasa syukur karena yang bersangkutan kini telah kembali ke kampung halaman dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dengan Ardiansyah dan keluarganya. Ini juga sebagai bentuk rasa syukur karena beliau sudah kembali berkumpul dengan keluarga,” ujar Doli.

Dalam kesempatan itu, Doli mengungkapkan bahwa sebelumnya ia bersama sejumlah politisi Partai Golkar, termasuk Ketua DPRD Binjai Hj. Tini dan Anggota DPRD Sumut Ucok A’ang, telah melakukan kunjungan ke keluarga Ardiansyah untuk membantu proses kepulangannya.

Ia menegaskan bahwa kasus pekerja migran ilegal seperti ini menjadi perhatian serius, meskipun tidak semua persoalan dapat langsung diselesaikan dalam waktu singkat oleh anggota legislatif.

“Kami sebagai wakil rakyat tentu berusaha semaksimal mungkin membantu, meskipun ada batasan kewenangan. Tapi ini tetap menjadi tanggung jawab moral kita bersama,” tegasnya.

Dalam dialog tersebut, Doli juga mengaku baru mengetahui adanya kabar seorang warga Binjai yang meninggal dunia di Kamboja dan belum dapat dipulangkan karena terkendala biaya. Selain itu, ia juga menerima informasi adanya beberapa warga Binjai yang masih berada di penampungan di Phnom Penh karena masalah dokumen keimigrasian.

“Saya baru mengetahui informasi ini dari rekan media. Tentu kita prihatin dan akan berupaya membantu, terutama dengan meminta data yang lebih lengkap agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.

Doli menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah, keluarga korban, dan pihak terkait untuk menangani persoalan pekerja migran ilegal agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Selain membahas isu pekerja migran, Doli juga menyoroti polemik penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Binjai yang belakangan menuai penolakan dari para pedagang.

Menurutnya, PKL merupakan bagian dari warga negara yang mencari nafkah untuk keluarga, sehingga kebijakan penertiban harus disertai dengan solusi yang jelas dan manusiawi.

“PKL juga warga negara yang harus kita lindungi. Pemerintah daerah tidak boleh hanya melakukan penertiban, tetapi juga wajib memberikan solusi,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa alasan penataan kota seperti estetika, keamanan, dan ketertiban tidak boleh dijadikan dasar untuk menggusur pedagang tanpa adanya tempat relokasi yang layak.

“Kalau tujuannya untuk penataan kota, maka harus disiapkan solusi. Pemerintah harus hadir memberikan tempat yang lebih baik agar mereka tetap bisa berjualan dan menghidupi keluarga,” tegasnya.

Doli berharap Pemerintah Kota Binjai dapat mengedepankan dialog dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat kecil, sehingga tidak menimbulkan konflik sosial di lapangan. “Kuncinya komunikasi dan solusi. Masyarakat harus diajak bicara, bukan hanya ditertibkan,” pungkasnya. (ted/ila)

Kunjungi Polda Sumut, Anggota DPD RI Penrad Siagian Soroti Profesionalisme Aparat dan Mandeknya Kasus Rakyat

MEDAN, SumutPos.co– Anggota DPD RI Penrad Siagian menyoroti tajam kinerja penegakan hukum dan dugaan ketidakprofesionalan aparat kepolisian di wilayah Sumatra Utara. Hal tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumut, Kamis (7/5/2026).

Kedatangan Penrad diterima langsung Auditor Pol Madya TK III Itwasda Polda Sumut Kombes Pol Budi P Saragih yang mewakili Irwasda Polda Sumut, Kombes Pol Nanang Masbudi. Dalam pertemuan tersebut, Penrad membawa sejumlah rapor merah penanganan hukum, konflik agraria, hingga sengkarut pemenuhan hak masyarakat bawah yang dinilai jalan di tempat.

Ia mengaitkan kondisi di lapangan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto yang sampai membentuk Tim Reformasi Polri sebagai sinyal adanya persoalan serius dalam tubuh korps baju cokelat tersebut. “Presiden sampai membentuk Tim Reformasi Polri tentu karena ada persoalan yang harus dibenahi. Profesionalisme aparat di lapangan harus diperkuat, termasuk pemahaman terhadap hak asasi manusia (HAM) dan persoalan masyarakat,” ujar Penrad.

Penrad juga menyinggung data Komnas HAM tahun 2025 yang menempatkan Polri sebagai institusi dengan angka laporan dugaan pelanggaran HAM tertinggi. Ia menegaskan, potret buruk ini tidak boleh dibiarkan terus berulang. Aparat kepolisian didesak untuk lebih peka dan tidak menggunakan standar ganda dalam memproses hukum masyarakat.

“Saya mendampingi banyak kasus masyarakat yang berhadapan dengan kepolisian. Terkadang masyarakat yang sedang memperjuangkan haknya justru diproses hukum lebih cepat dibanding laporan yang diajukan masyarakat sendiri,” kritiknya.

Beberkan Lima Kasus Mandek
Di hadapan jajaran Itwasda Polda Sumut, Penrad membeberkan lima kasus krusial di Sumatra Utara yang dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat dan mendesak untuk segera dievaluasi.

Pertama, pencegatan BBM PLN di Nias Selatan. Kasus penghentian pengangkutan BBM untuk kebutuhan operasional PLN di Kepulauan Batu oleh Polres Nias Selatan karena alasan izin. Penrad menilai Polres tidak memahami SOP dan kerja sama resmi kelistrikan yang sudah berjalan bertahun-tahun. “Saya sampai marah karena mendapat laporan dari manajer PLN. Kalau BBM itu tidak diangkut, maka listrik di Pulau-Pulau Batu akan mati,” tegasnya.

Kedua, konflik agraria di Simpang Gambus. Persoalan lahan antara masyarakat Simpang Gambus dengan PT Socfindo di Batubara. Meski lahan berstatus status quo karena proses penangguhan HGU tengah berjalan di Kementerian ATR/BPN, pihak perusahaan tetap beraktivitas. Ironisnya, warga yang protes justru dipanggil oleh Polda Sumut.

Ketiga, mafia tanah perumahan subsdi Tara Medang. Warga Deliserdang penerima program rumah subsidi era Presiden Joko Widodo terancam digusur akibat permainan pengembang dan mafia tanah. Padahal, warga telah mencicil hingga 15 tahun dan lunas. Kasus ini sudah dilaporkan sejak dua tahun lalu namun belum mendapat respons.

Keempat, pembakaran rumah warga di Laucih, Medan Tuntungan. Konflik lahan di Laucih yang berdampak pada pembakaran rumah warga oleh kelompok preman. Laporan polisi terkait aksi kriminalitas ini disebut belum ditindaklanjuti.

Kelima, kriminalisasi tokoh di Nias Selatan. Kasus PT GRUTI yang izinnya telah dicabut pemerintah. Masyarakat yang menolak aktivitas pengeluaran kayu justru diproses hukum. Kasus ini bahkan menyeret seorang anggota DPRD Nias Selatan menjadi tersangka saat menjalankan fungsi pengawasan resmi.

Menanggapi rentetan aduan tersebut, Kombes Pol Budi P Saragih menyatakan, Polda Sumut akan mempelajari seluruh laporan dan dokumen pendukung yang diserahkan. Ia berjanji akan menindak tegas jika ditemukan bukti ketidakprofesionalan personel di lapangan.

“Mungkin saya bisa meminta salinan kasus-kasus tersebut agar dapat kami sampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti. Jika nanti ada tindakan ketidakprofesionalan yang dilakukan anggota, kita akan tindaklanjuti dan memberikan sanksi, kemudian dilakukan perbaikan,” jawab Budi.

Usai berdialog dengan jajaran Itwasda, Penrad Siagian langsung bergerak mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut. Kunjungan maraton ini sengaja dilakukan untuk menyerahkan langsung berkas perkara dan dokumen pelengkap agar kasus-kasus sengketa lahan, mafia tanah, hingga kriminalisasi warga tersebut dapat segera diusut secara objektif.

Penrad berharap Polda Sumut mampu bertindak berimbang dan tidak tunduk pada kepentingan korporasi besar demi mencegah terjadinya konflik sosial yang lebih luas di Sumatra Utara. (adz)

Pemko Medan Terbitkan Surat Edaran Larang Perpisahan Sekolah di Luar Kota

Ilustrasi: Perpisahan sekolah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan resmi melarang sekolah PAUD, SD, dan SMP menggelar kegiatan perpisahan di luar kota.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 400.3.5/3199 yang diterbitkan sebagai langkah menjaga keselamatan siswa serta mencegah beban biaya berlebih bagi orang tua.

Sekretaris Disdikbud Kota Medan Andy Yudhistira, mengatakan kegiatan perpisahan sekolah diimbau cukup dilaksanakan di lingkungan sekolah dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan kesederhanaan.

“Imbauan kita kegiatan perpisahan digelar di lingkungan sekolah dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada dengan nilai-nilai kebersamaan dan kesederhanaan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut Andy, kebijakan tersebut diambil karena tingginya risiko perjalanan jauh, khususnya penggunaan bus untuk kegiatan luar kota yang rentan terhadap kecelakaan.

Selain faktor keselamatan, pihaknya juga menyoroti tingginya biaya kegiatan perpisahan yang kerap membebani para orangtua siswa. Karena itu, sekolah diminta tidak melakukan pungutan liar maupun penarikan biaya berlebihan untuk kegiatan seremonial.

“Perpisahan sering kali membebani orang tua siswa karena biaya yang cukup besar. Oleh sebab itu kita mengimbau sekolah agar tidak melakukan praktik pungli untuk membiayai kegiatan tersebut,” jelasnya.

Sebagai alternatif, Disdikbud Kota Medan mendorong sekolah mengisi kegiatan perpisahan dengan aktivitas positif dan edukatif, seperti kegiatan sosial, bakti sosial, hingga pengembangan kreativitas siswa di lingkungan sekolah. “Bisa juga diisi kegiatan kreatif seperti mural dan karya seni lainnya di sekolah,” katanya.

Andy berharap seluruh sekolah dapat mematuhi surat edaran tersebut serta menyosialisasikannya kepada guru, staf sekolah, hingga para orang tua murid agar pelaksanaan perpisahan tetap berlangsung bermakna tanpa memberatkan masyarakat.

“Kami mengharapkan kerja sama semua pihak untuk menciptakan suasana perpisahan dan outing class yang bermakna tanpa membebani orangtua,” pungkasnya. (map/ila)

USU Luluskan 1.586 Wisudawan, Rektor Tekankan Kontribusi Nyata dan Adaptabilitas Alumni

MEDAN, SumutPos.co – Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengukuhkan 1.586 wisudawan pada prosesi Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium USU, Jumat dan Sabtu (8–9/5/2026). Dengan demikian, total alumni USU kini mencapai 277.132 orang, menjadikan USU salah satu perguruan tinggi besar di Sumatera yang terus menghasilkan lulusan berdaya saing.

Periode wisuda kali ini, lulusan USU terdiri atas 34 lulusan Program Doktor, 186 lulusan Program Magister, 49 lulusan Program Pendidikan Spesialis, 3 lulusan Program Pendidikan Sub-Spesialis, 56 lulusan Program Dokter Jenjang Magister, 353 lulusan Pendidikan Profesi, 896 lulusan Program Sarjana, dan 9 lulusan Program Diploma.

Dalam pidatonya, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Sumatera Utara.

“Semoga ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan dapat menjadi bekal yang berarti dalam kehidupan, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Kiranya hasil pendidikan yang saudara tempuh dapat mengantarkan saudara memperoleh pekerjaan yang diharapkan maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya demi meningkatkan kompetensi dan keterampilan,” katanya.

Selain itu, Rektor USU turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan dukungan penuh selama proses pendidikan berlangsung.

“Semoga Allah SWT membalas seluruh jasa dan pengorbanan para orang tua yang telah mendampingi putra-putrinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ucapnya.

Di antara para wisudawan, dr. Agnelisa Putria Harahap membagikan pengalamannya selama menjalani pendidikan profesi dokter di USU. Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi selama perkuliahan adalah membagi waktu antara belajar dan aktivitas di rumah sakit.

“Karena kami dari Fakultas Kedokteran, tentu harus belajar lebih ekstra. Saat profesi juga tantangannya ada pada manajemen waktu dan rasa lelah ketika bertugas di rumah sakit,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan dr. Ruth Maria Situmorang. Ia menilai mahasiswa harus mampu menyeimbangkan akademik dengan kegiatan organisasi dan kehidupan pribadi selama menjalani pendidikan.

“Kita perlu belajar ekstra, tapi juga tetap aktif di organisasi, kepanitiaan, maupun kegiatan lainnya. Jadi yang paling penting memang manajemen waktu,” katanya.

Sementara itu, Adli Nadhif, M.P., turut membagikan pengalamannya saat menjalani penelitian di luar provinsi yang menjadi tantangan tersendiri dalam menyelesaikan pendidikan.

“Kesulitannya ada pada jarak karena penelitian saya berada di luar provinsi. Tapi menurut saya tetap dijalani saja, walaupun kadang merasa burnout atau lelah, karena pasti insya Allah bisa lulus tepat waktu,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., mengajak seluruh lulusan untuk terus belajar, menjaga integritas, dan memanfaatkan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Teruslah belajar, berjuang, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Semoga seluruh lulusan USU dapat menjadi pribadi yang membawa kebaikan di tengah masyarakat,” tutupnya. (adz)

BNN dan Avsec Bakar Sabu 2 Kilogram

BARANG BUKTI: Sejumlah pejabat saat memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu di Kantor BNN Deliserdang, Jalan Karya Utama No 2 Komplek Perkantoran Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Jumat (8/5).
BARANG BUKTI: Sejumlah pejabat saat memperlihatkan barang bukti narkoba jenis sabu di Kantor BNN Deliserdang, Jalan Karya Utama No 2 Komplek Perkantoran Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Jumat (8/5).

LUBUKPAKAM- Sabu seberat sekitar 2 kilogram (kg) hasil penangkapan petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Internasional Kualanamu (KNO), beberapa waktu lalu, dimusnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Deliserdang dengan membakarnya dengan menggunakan alat incinerator, di Kantor BNN Deliserdang, Jalan Karya Utama No 2 Komplek Perkantoran Bupati Deliserdang, Lubukpakam, Jumat (8/5).

Pemusnahan sabu dengan menggunakan mesin incenerator milik BNN Deliserdang itu dihadiri pejabat tinggi seperti Kepala BNN Sumatera Utara (Sumut) Brigjen Pol Tatar Nugroho SIk SH MH, Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan, Kepala BNN Deliserdang Kombes Pol Dr Josua Tampubolon SH MH, Kejaksaan Negeri (Kajari) Deliserdang Sapta Putra SH MH.

Selanjutnya, Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi Komandan Kodim (Dandim) 0204/Deliserdang Letkol Arh Agung Pujiantoro SH, mewakili Ketua DPRD Deliserdang yakni Anggota DPRD Deliserdang Indra Silaban SH dan lainnya.

Sebelum dimusnahkan, Tim BNN Deliserdang terlebih dahulu melakukan uji sampel terhadap barang bukti untuk memastikan bahwa barang bukti mengandung kadar Amfetamin dan metamfetamin.

Sebelumnya didapat informasi pengungkapan sabu seberat kurang lebih 2 kg lebih. Di mana tersangka inisial SP warga Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh tujuan KNO-Jakarta lanjut Kendari diamankan di area pemeriksaan lantai II KNO pada 18 April 2026.

Seorang personel Direktorat Narkoba Polda Sumut bersama Avsec melakukan pemeriksaan di terminal, setelah itu dibawa ke kantor Avsec yang dekat terminal kargo. Tidak tahu secara pasti mengapa tersangka maupun barang bukti tidak dibawa ke Polda Sumut, namun didapat informasi Pimpinan Avsec menyerahkan ke BNN Deliserdang.

Seorang petugas Avsec yang menghadiri pemusnahan barang bukti kurang lebih 2 kg sabu itu, mengakui bahwa pihak Avsec yang menyerah barang bukti tersebut ke BNN Deliserdang.

Sedangkan penangkapan saat kapan serta jumlah barang bukti tidak diingat secara pasti. Ia menyarankan untuk menayangkan kepada Kepala BNN Deliserdang Josua Tampubolon.”Iya, nanti gini aja ke pak Josua saja, lebih kurang 2 kg,” katanya.

Sementara itu Kepala BNN Deliserdang Josua Tampubolon mengakui, penangkapan itu dilakukan pihak BNN Deliserdang pada 14 April 2026 di Bandara Kualanamu, setelah pihaknya melakukan profiling.

“Mengamankan tersangka yang kita sudah profiling merupakan jaringan dari Malaysia, Aceh dan Medan,” katanya.

Josua mengakui, bahwa tersangka tersebut merupakan kurir. “Menurut pengakuan tersangka dia mau mengedarkan ke Kendari dan sebelumnya dia sudah pernah bertransaksi,” akunya.

Sebagaimana diketahui pemusnahan barang bukti narkoba pada Tahun 2026, baru kali ini dilakukan BNN Deliserdang sabu seberat kurang lebih 2 kg.

Berbeda dengan Polresta Deliserdang, walau pun dalam pemusnahan tidak dihadiri oleh Bupati Deliserdang Asri Ludin Tambunan seperti saat pemusnahan barang bukti narkoba dengan jumlah besar pada 5 Maret 2026 yakni 34.369,66 gram atau 34 Kg lebih sabu, 4.959,91 gram atau 4,9 Kg ganja dan sebanyak 450 butir pil ekstasi, Satresnarkoba Polresta Deliserdang terus gencar melakukan pengungkapan dan menggagalkan peredaran narkoba.

Terbaru pada Senin (20/4/2026) pukul 01.30 WIB di pintu keluar tol Lubukpakam berhasil mengamankan 53 Kg lebih sabu, liqiud catridge vape 3.249 unit, ekstasi 9.112 butir dan happy water 350 saset.(btr/azw)

Rutan Sidikalang Ikrar Bersih

DAIRI – Rutan Kelas IIB Sidikalang menggelar Apel Ikrar Pemasyarakatan bersih dari handphone ilegal, narkoba, dan penipuan yang dipimpin langsung Kepala Rutan Kelas IIB Sidikalang, Loviga Ferdinanta Sembiring, Jumat (8/5). Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran pegawai sebagai bentuk komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas.

Loviga Ferdinanta Sembiring menegaskan bahwa ikrar tersebut merupakan komitmen nyata seluruh jajaran dalam mendukung program pemasyarakatan bersih dari narkoba, HP ilegal, dan penipuan.

Ia juga menekankan bahwa perang terhadap peredaran barang terlarang bukan hanya tugas individu, tetapi tanggung jawab bersama seluruh petugas. “Seluruh petugas diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat pengawasan,” tegasnya.

Sebagai bentuk implementasi, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine narkoba bagi pegawai dan warga binaan pemasyarakatan. Rutan Sidikalang berkomitmen memperketat pengawasan dan mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, profesional, akuntabel, dan humanis. (rud/ila)

Lewat Pelatihan Perikanan dan Agribisnis, PT Dairi Prima Mineral Dorong Ekonomi Desa

LATIHAN: PT DPM bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Dairi, menggelar pelatihan budidaya ikan tawar di Desa Polling Anakanak belum lama ini. (stimewa)
LATIHAN: PT DPM bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Dairi, menggelar pelatihan budidaya ikan tawar di Desa Polling Anakanak belum lama ini. (stimewa)

DAIRI – PT Dairi Prima Mineral memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berbasis kemandirian ekonomi. Program ini difokuskan pada pengembangan sektor perikanan air tawar dan agribisnis di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Mengawali rangkaian kegiatan pada April 2026, PT Dairi Prima Mineral meluncurkan Demonstration Plot (Demplot) sebagai percontohan budidaya ikan air tawar bagi warga desa ring 1, sekaligus menggelar pelatihan intensif di Desa Polling Anak-anak.

Program ini merupakan tindak lanjut dari permintaan pemerintah desa dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan penyuluh perikanan lapangan (PPL) setempat. Sebanyak 13 pemilik kolam ikan mengikuti pelatihan yang mencakup standar pembuatan kolam, pengujian pH air, pengelolaan pakan, hingga teknik budidaya berkelanjutan.

Chief Legal and External Relation Officer PT DPM Radianto Arifin, mengatakan bahwa perusahaan hadir bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai penggerak utama pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal secara berkelanjutan agar masyarakat dapat mandiri dan berkembang,” ujarnya, Jumat (8/5).

Sebagai bentuk dukungan nyata, PT DPM juga menyalurkan fasilitas pendukung seperti pembuatan keramba ikan, instalasi saluran air, hingga penyediaan benih ikan bersertifikat dan pakan berkualitas. Langkah ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya unit usaha mandiri berbasis perikanan yang berkelanjutan.

Selain sektor perikanan, PT DPM juga mengembangkan program agribisnis dengan memaksimalkan potensi lokal seperti kopi robusta, kakao, dan durian. Program ini dijalankan bersama Dinas Pertanian, pemerintah desa, PPL, serta kelompok tani setempat.

Di wilayah Sopogadong, sebanyak 47 petani terpilih dari 200 kandidat telah mengikuti pelatihan budidaya kopi, kakao, dan durian. Para petani juga mendapatkan pendampingan teknis, bantuan pupuk, serta pengendalian hama untuk meningkatkan hasil produksi.

“Melalui berbagai inisiatif terintegrasi ini, kami berharap desa-desa binaan dapat menjadi contoh pengembangan ekonomi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” kata Radianto.

Dengan berbagai program tersebut, PT Dairi Prima Mineral menargetkan terciptanya pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan di wilayah sekitar operasional perusahaan. (rud/ila)