29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 47

Dugaan Proyek Bodong Rp2,8 Miliar, Orang Kepercayaan Mantan Kadis Pertanian Terancam Tersangka

KETERANGAN: Kajari Binjai Iwan Setiawan (kanan) didampingi Kasi Intelijen, Ronald Reagan Siagian (kiri) saat memberi keterangan kepada wartawan.(Teddy Akbari/Sumut Pos)
KETERANGAN: Kajari Binjai Iwan Setiawan (kanan) didampingi Kasi Intelijen, Ronald Reagan Siagian (kiri) saat memberi keterangan kepada wartawan.(Teddy Akbari/Sumut Pos)

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tiga orang kepercayaan mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Binjai, Ralasen Ginting, kini menjadi sorotan penyidik Kejaksaan Negeri Binjai dan berpotensi ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diduga terlibat dalam penjualan paket proyek bodong yang memberi keuntungan sekitar Rp2,8 miliar kepada Ralasen.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Binjai Ronald Reagan Siagian, Jumat (20/2/2026), menyebut tiga orang yang dimaksud berinisial AR, DA, dan SH. Dua di antaranya, DA dan AR, pernah diungkap Ralasen dalam wawancara kepada wartawan sebagai makelar yang menawarkan diri mencari rekanan untuk mengerjakan proyek fiktif.

“Seperti yang Pak Kajari bilang, kemungkinan akan ada tersangka baru dalam perkara ini. Namun kita tunggu lah,” ungkap Ronald. Ia menambahkan, nama lengkap AR dan DA belum dibuka karena masih dalam tahap penyidikan.

AR diduga merupakan figur partai yang pernah menjabat ketua tingkat II dan memiliki hubungan dekat dengan pejabat tinggi Pemko Binjai. Sementara DA, diduga adik pejabat eselon III di lingkungan Pemko Binjai.

Penyidik Kejari Binjai saat ini belum menahan Ralasen. “Hari Jumat (13/2/2026) kami melakukan pemanggilan, namun tersangka tidak hadir karena sedang rawat inap di Rumah Sakit Bunda Thamrin Medan,” ujar Kajari Binjai, Iwan Setiawan.

Penyidik masih menunggu kepastian kondisi kesehatan Ralasen, termasuk memeriksa rekam medis. “Kalau ada indikasi pemalsuan, akan dilakukan second opinion dengan dokter independen,” kata Iwan.

Ralasen diduga menyalahgunakan wewenang sebagai kepala dinas dalam proyek fiktif tahun anggaran 2022–2025. Dugaan ini meliputi pembangunan Jalan Usaha Tani dan bantuan sumur bor, namun penyidik menemukan tidak ada kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA).

Uang Rp2,8 miliar diperoleh tersangka melalui orang kepercayaan pada periode November–Oktober 2024 dan 2025. DA dan AR ditengarai menerima uang tanda jadi dari rekanan yang dijanjikan kontrak proyek bodong tersebut.

Ralasen disangkakan primair Pasal 12 huruf e UU RI No 20 Tahun 2001, subsidair Pasal 12b, dan lebih subsidair Pasal 9 tentang tindak pidana korupsi. Penetapan tersangka dilakukan tanpa memerlukan audit kerugian negara, karena dugaan kerugian berasal dari proyek fiktif yang tidak terealisasi.

Kajari Binjai menegaskan penyidikan akan terus berlanjut hingga semua pihak terkait dapat dipanggil dan proses hukum selesai. “Ini masih dalam tahap penyidikan pidsus. Semua yang terlibat akan diproses sesuai aturan hukum,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan mantan pejabat pemerintah daerah dan jaringan orang kepercayaan yang diduga memanfaatkan proyek pemerintah untuk keuntungan pribadi. (ted/ila)

Tim Cakrawala Sikat Jukir Nakal

Plt Kadis Perhubungan Kota Medan, Suriono. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Plt Kadis Perhubungan Kota Medan, Suriono. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan Kota Medan melalui Tim Cakrawala terus menggencarkan penertiban juru parkir (jukir) di sejumlah ruas jalan di Kota Medan. Langkah ini dilakukan guna memastikan sistem perparkiran berjalan sesuai aturan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Suriono, menegaskan bahwa penertiban dilakukan menyusul maraknya keluhan masyarakat terkait ulah jukir yang kerap mematok tarif di atas ketentuan dan tidak mengenakan atribut resmi saat bertugas.

“Kebanyakan keributan terjadi karena jukir meminta tarif melebihi aturan dan tidak memakai rompi maupun tanda pengenal resmi. Tim Cakrawala turun langsung untuk menertibkan sekaligus memberi kepastian kepada masyarakat, khususnya pengguna parkir tepi jalan,” ujar Suriono saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026) petang.

Tak hanya menyasar jukir di lapangan, Dishub Medan juga memberi ultimatum kepada vendor pengelola parkir agar lebih disiplin dalam menempatkan petugas di titik yang telah ditentukan.

“Kita beri ultimatum kepada vendor supaya serius dan bertanggung jawab. Apalagi Bapak Wali Kota juga memberi perhatian khusus pada sektor parkir. Kami berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secara bertahap,” tegasnya.

Menurut Suriono, jukir yang terjaring razia akan didata dan diberikan pembinaan. Pasalnya, jika dibawa ke ranah hukum, jukir liar hanya masuk kategori tindak pidana ringan (tipiring) sehingga proses hukumnya terbatas.

“Karena itu, kami sedang membahas regulasi bersama Satpol PP terkait langkah pembinaan yang lebih efektif agar menimbulkan efek jera,” jelasnya.

Suriono juga mengimbau masyarakat untuk tidak membayar retribusi parkir apabila jukir tidak dapat menunjukkan identitas resmi, termasuk rompi dan badge.

“Sesuai Perda Kota Medan, tarif resmi parkir sepeda motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Kalau diminta lebih, jangan dibayar. Laporkan melalui media sosial Dishub Kota Medan agar segera kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (map/ila)

Penertiban Daging Non-Halal Jangan Diskriminatif

Anggota DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen.
Anggota DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebijakan penertiban penjual daging non-halal (daging babi) di Kota Medan memantik perhatian publik. Sejumlah pihak meminta agar langkah yang diambil pemerintah tetap mengedepankan prinsip keadilan, toleransi, serta menghindari pendekatan yang berpotensi menimbulkan gesekan sosial di tengah masyarakat majemuk.

Anggota DPRD Sumatera Utara, Viktor Silaen, menegaskan agar Pemerintah Kota Medan tidak bersikap diskriminatif dalam menjalankan Surat Edaran Wali Kota Medan Nomor 500.7.1/1540 tentang penataan lokasi serta pengelolaan limbah penjualan daging non-halal di wilayah Kota Medan.

Menurut Viktor, upaya menjaga ketertiban umum dan kebersihan lingkungan memang patut diapresiasi. Terlebih, dalam beberapa waktu terakhir muncul laporan masyarakat terkait pedagang kaki lima (PKL) daging non-halal yang menggunakan bahu jalan dan membuang limbah langsung ke saluran drainase, sehingga mengganggu estetika kota dan memicu keluhan warga.

Namun demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut diterapkan secara adil dan menyeluruh kepada seluruh pedagang yang melanggar aturan, tanpa membedakan jenis dagangan.

“Kalau memang tujuannya menertibkan dan menjaga kebersihan, maka semua pedagang yang menggunakan trotoar, badan jalan, atau fasilitas umum harus ditertibkan. Jangan hanya pedagang non-halal saja. Penegakan aturan tidak boleh tebang pilih,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai, ketertiban kota merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditegakkan berdasarkan asas kesetaraan di hadapan hukum. Ia khawatir jika kebijakan tersebut tidak dijalankan secara proporsional, akan muncul persepsi perlakuan berbeda terhadap kelompok tertentu.

“Medan ini kota multikultural. Pemerintah harus memastikan setiap kebijakan berlandaskan prinsip keadilan dan tidak menimbulkan kesan diskriminatif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Viktor juga meminta aparat kecamatan dan kelurahan menjalankan pengawasan secara profesional dan proporsional. Menurutnya, pengaturan zonasi dan pengelolaan limbah adalah langkah positif demi menciptakan sanitasi lingkungan yang sehat, namun implementasinya harus dibarengi pendekatan persuasif dan sosialisasi yang matang.

“Penataan itu perlu, tetapi lakukan dengan cara yang bijak, komunikatif, dan humanis agar tidak menimbulkan resistensi,” tambahnya.

Di sisi lain, mencuatnya rencana aksi sweeping oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam terhadap lapak penjualan daging babi turut menjadi perhatian. Tokoh Pemuda Muslim Sumatera Utara, Alwi Hasbi Silalahi, mengimbau agar langkah tersebut tidak dilakukan.

Hasbi menilai sweeping maupun penutupan paksa lapak justru berpotensi menimbulkan gesekan sosial dan mencederai semangat toleransi yang selama ini terjaga di Kota Medan.

“Sweeping atau penutupan paksa tidak perlu dilakukan. Itu bisa menimbulkan kesan diskriminatif dan berpotensi memicu konflik horizontal,” ujarnya.

Menurutnya, penataan usaha perdagangan merupakan kewenangan pemerintah daerah yang harus dilakukan sesuai regulasi, bukan melalui tekanan massa. Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dibingkai dalam narasi yang dapat memunculkan stigma terhadap umat Islam.

“Kita harus menjaga wajah Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Jika sampai terjadi tindakan anarkis atau intimidatif, itu justru akan menciptakan pandangan buruk terhadap umat Islam sendiri,” tegasnya.

Memasuki bulan suci Ramadan, Hasbi mengajak seluruh elemen umat Islam untuk lebih mengedepankan sikap bijak, menahan diri, serta menjaga kondusivitas kota.

“Ramadan adalah momentum memperbaiki diri dan memperkuat ukhuwah, bukan memperkeruh suasana. Jika ada persoalan terkait lokasi atau tata kelola penjualan, sebaiknya ditempuh melalui mediasi,” katanya.

Ia pun mendorong Pemko Medan segera memfasilitasi dialog terbuka antara pemerintah, pelaku usaha, dan perwakilan masyarakat agar aspirasi semua pihak dapat didengar tanpa menimbulkan konflik.

“Langkah terbaik adalah duduk bersama. Mediasi jauh lebih konstruktif dibanding aksi lapangan yang berpotensi memicu keributan,” ujarnya.

Baik Viktor maupun Hasbi sepakat bahwa ketertiban, kebersihan, dan penghormatan terhadap nilai-nilai religius masyarakat harus dijaga. Namun, penegakan aturan harus tetap menjunjung asas keadilan, kesetaraan, dan toleransi demi menjaga harmoni Kota Medan sebagai kota yang majemuk dan inklusif.

Dengan pendekatan dialogis dan penegakan aturan yang konsisten, diharapkan polemik penertiban penjual daging non-halal ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. (map/ila)

Chandra Dalimunthe Ditunjuk Jadi Plt Kadis PUPR Sumut

Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprovsu Chandra Dalimunthe, ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas PUPR Sumut.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprovsu Chandra Dalimunthe, ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas PUPR Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, resmi menunjuk Chandra Dalimunthe, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Sumatera Utara menggantikan Hendra Dermawan Siregar yang mengundurkan diri.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor: 800.1.1/573/II/2026 tertanggal 19 Februari 2026 yang ditandatangani langsung oleh Bobby Nasution.

Dalam surat perintah tersebut, Chandra Dalimunthe yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, diminta untuk merangkap jabatan sebagai Plt. Kepala Dinas PUPR Sumut.

“Terhitung mulai tanggal ditetapkan, di samping jabatannya sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Saudara juga melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara,” demikian kutipan dalam surat perintah yang diperoleh Sumut Pos, Jumat (20/2/2026).

Disebutkan pula bahwa penugasan ini berlaku hingga ditunjuknya Pelaksana Tugas lainnya atau pejabat definitif pada jabatan tersebut.
Selain itu, dalam surat tersebut juga ditegaskan agar Chandra Dalimunthe melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. “Melaksanakan perintah ini dengan seksama dan penuh tanggung jawab,” bunyi poin kedua dalam surat perintah tersebut.

Chandra Dalimunthe sendiri merupakan aparatur sipil negara dengan NIP 198108162000121005, berpangkat Pembina Tingkat I (IV/b). Dengan latar belakang pengalaman di bidang pengadaan barang dan jasa, ia diharapkan mampu menjalankan tugas tambahan tersebut secara optimal, terutama dalam memastikan kelancaran program pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara.(san/ila)

Promo IndiHome Warnai Kebersamaan Ramadan

Telkomsel menghadirkan promo khusus untuk pemasangan baru IndiHome seharga Rp50 ribu yang dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Maret 2026.
Telkomsel menghadirkan promo khusus untuk pemasangan baru IndiHome seharga Rp50 ribu yang dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Maret 2026.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ramadan menjadi momen untuk kembali menghangatkan suasana melalui kebersamaan. Pada bulan suci ini, Telkomsel menghadirkan promo khusus untuk pemasangan baru IndiHome seharga Rp50 ribu. Promo ini dapat dinikmati pelanggan hingga 31 Maret 2026.

General Manager Household Consumer Business Region Sumbagut Telkomsel, Riki A. Setiawan, mengatakan “Telkomsel hadir melalui promo pasang baru IndiHome khusus Ramadan  untuk memberikan kenyamanan dengan koneksi andal di rumah, sehingga semua jadi lebih mudah, tenang, dan terhubung satu sama lain.”

Promo pasang baru IndiHome spesial Ramadan ini berlaku untuk beberapa paket, antara lain Internet 50 – 200 Mbps, Internet+TV 50 – 200 Mbps, Telkomsel One, Internet + Game, dan Internet + Movie. Tak hanya itu, pelanggan Telkomsel Halo juga berkesempatan mendapatkan voucher GoPay Rp150 ribu selama persediaan masih ada.

Paket IndiHome memberikan kemudahan untuk mengakses internet dan menikmati hiburan digital lengkap, termasuk berlangganan CatchPlay, MAXStream, serta Prime Video dengan harga terjangkau. Pelanggan bisa menikmati semua promo tersebut melalui Aplikasi MyTelkomsel, GraPARI, Sobat IndiHome (SOBI), atau website tsel.id/daftarindihome.

“Kami berharap promo yang Telkomsel hadirkan dapat mendukung pelanggan untuk menjalani Ramadan sepenuhnya sebagai wujud nyata semangat kami untuk melayani sepenuh hati, ” tutup Riki.(rel)

Gotong Royong Sambut Ramadan, Indomaret dan Unilever Kembali Gelar Gerakan Masjid Bersih 2026

DELISERDANG, SumutPos.co- Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Masjid Baitussalam, Sei Merah, Kelurahan Dagang Kerawang, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, terasa lebih hidup. Sejumlah perwakilan dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret), pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta masyarakat sekitar berkumpul dalam satu tujuan yang sama: menyiapkan masjid agar lebih bersih dan nyaman untuk menyambut datangnya bulan penuh ibadah.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari Gerakan Masjid Bersih (GMB) 2026, program kolaborasi antara Indomaret dan Unilever Indonesia melalui brand Wipol yang tahun ini dilaksanakan di 25 masjid di berbagai wilayah cabang Indomaret. Tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik masjid, program ini juga disertai dengan penyerahan bantuan berupa sarana kebersihan, sarana ibadah, serta paket produk kebersihan dari Unilever.

Program yang telah memasuki tahun ke-10 ini merupakan agenda rutin tahunan yang sejalan dengan peran perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial berbasis komunitas.

“Melalui Gerakan Masjid Bersih 2026, Indomaret dan Unilever ingin terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung kelancaran aktivitas ibadah masyarakat di bulan Ramadan,” ujar, Yonanta Kusuma, Branch Manager Indomaret Cabang Medan.

Selain kegiatan utama di 25 masjid, Indomaret dan Unilever juga mendistribusikan bantuan berupa paket produk kebersihan untuk 150 masjid lainnya di berbagai daerah, dengan total sebanyak 1.000 paket. Distribusi ini diharapkan dapat membantu masjid-masjid menjaga kebersihan dan kenyamanan fasilitas ibadah selama Ramadan.

Kolaborasi ini menjadi ruang untuk memperluas pesan pentingnya kebersihan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan tempat ibadah. “Gerakan Masjid Bersih menjadi momentum bagi kami untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bersama Indomaret, Wipol (Unilever) ingin ikut berperan dalam menciptakan suasana masjid yang bersih dan nyaman, agar jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk di Bulan Ramadan,” kata Rifka Auliya Febriani, Senior Marketing Manager Cleaners.

Di tahun ke-10 ini, sebut Rifka, mereka juga berkomitmen untuk memberikan kontribusi lebih. “Kami tidak hanya memberikan bantuan untuk kebersihan masjid, tetapi di periode ini 2,5% dari keuntungan penjualan produk Wipol akan kami donasikan untuk mengapresiasi Marbot-pahlawan yang telah berjasa untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid kita dalam bentuk THR & Umroh,” terang Rifka.

Melalui rangkaian Gerakan Masjid Bersih 2026, Indomaret dan Wipol (Unilever) menegaskan komitmen untuk terus menjalankan program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kualitas lingkungan masjid serta mendukung terciptanya suasana ibadah yang lebih nyaman dan khusyuk, terutama selama bulan suci Ramadan. (rel/adz)

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026, Indonesia Tampil dengan Kekuatan Penuh

PERSIAPKAN: Atlet anggar putri Indonesia persiapkan diri jelang Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, 20-27 Februari. (Istimewa)
PERSIAPKAN: Atlet anggar putri Indonesia persiapkan diri jelang Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, 20-27 Februari. (Istimewa)

Di tengah puasa Ramadhan, atlet anggar putri Indonesia Jesyca Emilia menyatakan kesiapan tampil maksimal di nomor EP Putri. Dia dan rekan-rekan akan bertanding pada Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di JCC Senayan, Jakarta, 20-27 Februari.

îIni pengalaman pertama menjalani pertandingan tepat dengan puasa. Pasti haus dan capek. Negara lain juga kan tenaganya besar,î ujar Jesyca Emilia.

Dia mengatakan punya strategi untik bisa prima saat tanding. Yakni asupan vitamin C dari sahur dan buka. îYa kalau habis sahur dikasih vitamin itu penting. Takutnya di pertengahan tidak kuat, karena latihan 2-3 jam,î ucap Jesyca Emilia.

Atlet asal Malang itu memastikan persiapan yang dilakukan sejauh ini berjalan dengan sangat baik dengan intens berlatih. Terlebih setelah sparring bersama negara lain seperti Taiwqnz India dan UAE.

Menurut dia, kesempatan berlatih tanding dengan sejumlah negara tersebut menjadi pengalaman berharga sebelum benar-benar turun ke lapangan pertandingan. Hal itu dinilai penting untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi.

Sebelum berangkat ke kejuaraan, Emilia dan tim telah menjalani program latihan jangka panjang yang mencakup fisik dan teknik. Latihan fisik dilakukan setiap hari untuk menjaga daya tahan, sementara penguatan teknik menjadi fokus utama karena dinilai sangat menentukan dalam pertandingan anggar.

Terkait persaingan di level Asia, Emilia mengakui kualitas lawan sangat berkualitas. Negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Tiongkik disebutnya memiliki standar permainan yang sangat kuat.

Meski menghadapi lawan tangguh, tim Indonesia tetap memiliki ambisi besar. Selain meningkatkan teknik, mereka juga memaksimalkan daya tahan tubuh, terlebih saat ini para atlet tengah menjalani ibadah puasa. Menjaga endurance menjadi perhatian utama agar performa tetap stabil saat bertanding.

Untuk target pribadi, Emilia berharap dapat mempersembahkan medali bagi Indonesia. îTargetnya semoga bisa bawa medali lah, apapun itu, satu, dua, tiga, semoga bisa bawa medali,î ungkap dia.

Kejuaraan ini bukan pengalaman pertamanya di level regional. Sebelumnya, Emilia pernah tampil Islamic Solidarity Games (ISG) di Riyadh 2025 dengan raihan perunggu. Sedangkan kejuaraan ASEAN Senior di Bali, ia berhasil menembus babak 64 besar. Dengan bekal pengalaman dan persiapan matang, Emilia optimistis mampu memberikan penampilan terbaik dan bersaing di tengah ketatnya persaingan anggar Asia.

Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasi Amir Yanto menyebutkan, Indonesia menurunkan sebanyak 24 atlet di kadet dan junior. Mereka akan bertanding di tiga nomor, yaitu floret, degen, dan sabel. Baik individu maupun beregu untuk putra dan putri.

îSebagai tuan rumah, Indonesia menurunkan kuota maksimal 24 atlet. Seluruh atlet tersebut akan tampil di semua nomor pertandingan individu dan beregu,î beber Amir Yanto.

Amir menjelaskan, peserta yang berpartisipasi sebanyak sebanyak 801 atlet dari 26 negara Asia dan Oseania. Negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea, masih mendominasi anggar Asia. îIndonesia tetap memasang target realistis. Mudah-mudahan kita bisa menembus tiga besar sebagai langkah pembelajaran untuk lebih maju lagi,î kata Amir Yanto.

Soal persiapan tim Indonesia, Amir menilai sejauh ini persiapan dilakukan secara intensif melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Para atlet yang ikut pelatnas sebelumnya menjalani seleksi nasional (Seleknas) yang digelar di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara. Selain itu, beberapa atlet yang berlatih di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat, juga dipanggil untuk memperkuat skuad Merah Putih.

îKami ingin membangun kekuatan dari bawah. Mudah-mudahan ke depan bisa membawa kejayaan lagi untuk tanah air. Saat ini kita memang masih merangkak, tetapi dengan kesabaran dan kerja keras, saya yakin hasilnya akan datang,î kata pria yang merupakan mantan JAM Intel Kejaksaan Agung RI itu.

Kejuaraan ini juga memiliki arti strategis karena menjadi bagian dari seleksi menuju Youth Olympic (Olimpiade Junior) 2026 di Dakar, Senegal. Karena itu, Amir meminta para atlet tampil maksimal dan tidak rendah diri.

îDengan kepercayaan sebagai tuan rumah, ini harus menjadi kebanggaan dan motivasi untuk berprestasi. Mental harus kuat,î tegas Amir Yanto.

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia kali ini masuk kalender federasi internasional, dimana juaranya bisa lolos ke Youth Olympic di Dakar. Para atlet Indonesia tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. (jpc/tri)

Pesan Menpora kepada Para Games 2027, Jangan Terlena kesuksesan 2025

Menpora Erick Thohir
Menpora Erick Thohir

JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memberikan pujian besar kepada kontingen Indonesia yang meraih kesuksesan di ASEAN Para Games 2025. Namun dia mengingatkan untuk tak terlena karena masih ada Asian Para Games 2026.

Pujian dan pesan itu disampaikan Erick Thohir saat menerima kunjungan Chef de Mission kontingen Indonesia di Asean Para Games 2025 Reda Manthovani di Kantor Kemenpora, Rabu (18/2). Erick ingin skuad Merah Putih mengalihkan fokus ke ajang bergengsi berikutnya

Kontingen Indonesia sukses besar pada ASEAN Para Games 2025 dengan menjadi runner-up. Mereka mengumpulkan 135 emas dan hanya kalah dari tuan rumah Thaialnd dengan 175 emas. îKita tidak ingin terus terlena akan hasil yang lalu, karena ajang besar Asian Para Games telah menanti,î kata Erick dalam keterangan resmi Kemenpora, Rabu (18/2).

îTak ada waktu lama bersantai, sekarang para atlet kembali lakukan persiapan karena mereka adalah duta bangsa terbaik yang mewakili Indonesia di level Asia,î tambah dia.

Menurut Erick, kesuksesan tim Indonesia di ASEAN Para Games 2025 pada Januari lalu tak lepas dari peran dan kinerja Reda selaku CdM. Dia pun memberikan kredit khusus kepada Reda yang merupakan seorang Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel).

îDengan kepemimpinan beliau, kontingen kita terus terpacu untuk menjawab tantangan dan mempersembahkan yang terbaik. Pak Reda telah memberikan contoh bahwa komitmen akan berbuah keberhasilan,î ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa pemerintah terus berkomitmen memberikan dukungan penuh sejak fase persiapan hingga pertandingan internasional. Salah satu wujud dukungan tersebut ialah keberadaan Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah, yang sebelumnya dia tinjau pada Sabtu (14/2).

îSeluruh atlet mendapatkan fasilitas pelatihan yang terpadu, terukur dan berkelanjutan,saya ingin kehadiran pusat pelatihan ini dapat memperkuat kesiapan atlet dalam mengasah kemampuan mereka serta tetap bersemangat dan berprestasi di ajang multievent internasional para atlet,î tandas Erick. (jpc/tri)