Home Blog Page 5094

6 Rumah Karyawan Pabrik, Kelapa Sawit Terbakar

ist Terbakar: Enam unit rumah karyawan Pabrik Kelapa Sawit PT Hutabayu Marsada.
Terbakar: Enam unit rumah karyawan Pabrik Kelapa Sawit PT Hutabayu Marsada.

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Enam unit rumah karyawan Pabrik Kelapa Sawit PT Hutabayu Marsada (HBM) di Huta II Desa Bahal Batu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun, ludes terbakar, Minggu (25/8) sekira pukul 10.15 WIB.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, api berawal dari salah satu rumah di bagian tengah, bangunan berdempetan tersebut. Adapun para penghuni rumah dinas yang terbakar tersebut adalah, Roy Putra Purba (39), Ari Wibowo (26), Arbi Ahmadi (34), Rustam Hasibuan (40) dan Lamhot Marbun (38).

Sedangkan satu rumah lainnya tidak berpenghuni. Kobaran api pertama kali diketahui Minariani (48), yang sedang di rumah menantunya Arbi Ahmadi dan sedang menjaga putrinya baru saja melahirkan.

“Ibu itu lagi menjaga cucunya waktu api mulai berkobar. Langsung keluar dia sama putri dan cucunya dari rumah nomor 3 itu,” sebut warga di lokasi.

Warga setempat kemudian berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya hingga satu unit mobil pemadam kebakaran milik KEK Industri Sei Mangkei PTPN III tiba di lokasi. Petugas Damkar yang tiba kemudian menyiramkan air untuk memastika semua titik api benar-benar padam. “Enam unit rumah hangus terbakar, sedangkan lainnya mengalami rusak ringan,” jelasnya.

Hingga Minggu siang, karyawan PKS dan warga masih memadati lokasi. Namun, seluruh barang-barang di dalam rumah yang terbakar hangus. “Kalau kasat mata, kerugian materi lebih dari Rp500 juta,” sebutnya.

Meski begitu, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwajib terkait insiden tersebut. Hingga Minggu (25/8) sore, Kapolsek Tanah Jawa, Kompol B Panggabean belum berhasil dikonfirmasi.(bbs/ala)

Penarik Betor dan IRT Terciduk Berjudi

ist TERCIDUK: Supiatno dan Lidia terciduk saat tengah bermain judi.
TERCIDUK: Supiatno dan Lidia terciduk saat tengah bermain judi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang penarik becak bermotor (Parbetor) dan ibu rumah tangga (IRT) terciduk sedang bermain judi saat personel Polsek Medan Baru melakukan razia hunting, Minggu (25/8) dinihari.

Keduanya masing-masing, Supiatno (62), warga Jalan Pasundan dan Lidia Margareta Girsang (29), warga Jalan Danau Poso. Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan satu unit sepedamotor tanpa surat-surat alias bodong. Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Philip A Purba mengatakan, petugas melakukan razia mulai dari Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Agenda.

Saat patroli ke Jalan M Idris, petugas kemudian melihat beberapa orang sedang asyik bermain judi. Petugas kemudian turun, namun sejumlah pemain lainnya langsung lari berhamburan.

“Keduanya kita amankan sedang bermain judi domino. Dari mereka juga ditemukan alat hisap sabu dan plastik klip yang sudah kosong,” jelas Philip, Minggu (25/8) sore. Selain itu, polisi juga mengamankan satu set kartu domino, uang tunai Rp125 ribu, pisau sangkur, serta satu unit sepedamotor Honda Vario Hitam BK 4863 AHI tanpa dokumen.

Setelah mengamankan kedua orang tersebut dan barang bukti, petugas kembali melanjutkan patroli ke Jalan Agenda. Di sana, polisi kembali mengamankan satu unit sepedamotor Suzuki Spin tanpa dokumen. “Selain dua pemain judi, kita amankan 2 unit sepedamotor tanpa dokumen. Semuanya sudah kita boyong ke Mako,” lanjut Philip.

Dijelaskan Philip, razia tersebut dilaksanakan rutin oleh personel Polsek Medan untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. “Ini perintah Kapolsek Medan Baru dan akan terus kita galakkan untuk memberi rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.(bbs/ala)

Dijambret lalu Ditendang, Pengemudi Ojol Jatuh, Kaki Patah

ISTIMEWA/SUMUT POS DIRAWAT: M Hasan Nasution, pengemudi ojol dirawat di RSU Muhammadiyah akibat terjatuh dari kendaraannya karena ditendang pelaku jambret.
DIRAWAT: M Hasan Nasution, pengemudi ojol dirawat di RSU Muhammadiyah akibat terjatuh dari kendaraannya karena ditendang pelaku jambret.
ISTIMEWA/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – M Hasan Nasution (25), pengemudi ojek online (online) terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami patah tulang pada bagian kakinya akibat terjatuh dari sepedamotor, Jumat (23/8) dini hari. Hasan terjatuh saat mengejar pelaku jambret di Jalan Perguruan.

Informasi dihimpun Minggu (25/8), peristiwa itu terjadi saat warga Jalan Bromo Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Medan Denai ini sedang melintas mengendarai Honda Revo BB 3974 RN miliknya di Jalan Madong Lubis, Medan Kota.

Saat melintas, Hasan kebetulan sedang melihat telepon genggamnya karena ada orderan yang masuk. Namun, diduga kuat sudah membuntuti sebelumnya, secara tiba-tiba satu dari tiga pria yang berboncengan mengendarai sepeda motor merampas handphone merk Vivo milik Hasan.

Tak mau barang berharganya yang digunakan untuk mencari nafkah sehari-hari raib begitu saja, Hasan langsung mengejar ketiga pelaku. Namun naas, saat melintas di Jalan Perguruan, Medan Tembung, salah seorang pelaku menendang sepeda motor yang dikendarai Hasan.

Akibatnya, laju kendaraan yang dikemudikan Hasan langsung tak seimbang dan menabrak tembok rumah warga lalu terjatuh. Hasan mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya dan bahkan pergelangan kaki kanannya patah. Sementara itu, para pelaku berhasil kabur membawa ponsel milik Hasan.

Warga yang melihat Hasan terjatuh, kemudian memberikan pertolongan. Hasan selanjutnya dibawa ke Rumat Sakit Umum Muhammadiyah, Jalan Mandala By Pass untuk mendapatkan perawatan medis. Warga juga memberitahu kepada pihak kepolisian.

Tak lama, personel Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat kabar tiba di lokasi korban jatuh. Di sana, polisi mendapati sepedamotor korban yang sudah dalam keadaan ringsek.

Setelah itu, petugas menuju rumah sakit untuk mengecek kondisi korban dan meminta keterangannya. Sedangkan sepeda motor korban dibawa ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

Setelah dicek, ternyata tempat kejadian perkara (TKP) disebut berada di wilayah hukum Polsek Medan Timur. Karenanya, kasus tersebut diserahkan ke Polsek Medan Timur.

“Lokasinya masuk wilayah hukum Polsek Medan Timur, tapi sepeda motor korban masih diamankan (di Mapolsek Percut Sei Tuan),” ujar seorang petugas di SPKT Polsek Percut Sei Tuan kepada wartawan.

Terpisah, Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengatakan, kasus tersebut bukan terjadi di wilayah hukumnya (wilkum). Melainkan, terjadi di wilkum Polsek Medan Kota. (ris/ala)

Dituding Tolak Napi, Kalapas Mengaku Sudah Terima Dua WBP Hukuman Mati

ist Kalapas Klas IA Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico.
Kalapas Klas IA Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Lapas (Kalapas) Klas IA Tanjunggusta Medan, Frans Elias Nico membantah telah menolak pemindahan narapidana (napi) dari Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan. Dia menyebut, bulan lalu Lapas telah menerima pemindahan dua napi (warga binaan) yang terjerat hukuman mati dari Rutan.

Hal ini membuktikan bahwa pernyataan Kepala (Ka) Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan, Rudi Sianturi yang menyebut Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan, ditolak karena sudah overkapasitas terbantahkan.

“Bulan kemarin (Juli), kami terima dua WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) hukuman mati dari Rutan (Tanjunggusta Medan),” sebut Nico kepada wartawan, Sabtu (24/8).

Orang nomor satu di Lapas Klas IA Tanjunggusta Medan yang baru menjabat ini menjelaskan, pemindahan WBP di Rutan/Lapas maupun Cabang Rutan se-Sumut, karena adanya persetujuan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkum HAM Sumut, Jahari Sitepu.

“Pemindahan WBP itu atas persetujuan Kadiv PAS, bukan kami (Lapas). Kalau kami sih prinsipnya terima (napi) karena memang birokrasinya UPT yang akan memindahkan asal telah koordinasi dengan Kadivpas,” jelas Nico.

Nico tak menampik, bahwa Lapas yang sudah overkapasitas 300 persen itu akan menolak menerima pemindahan napi dengan catatan. Pertama, napi tersebut dalam kondisi sakit dan membutuhkan perawatan.

Kedua, putusan napi itu belum ada. Ketiga, belum adanya persetujuan dari Kanwil Kemenkum HAM Sumut.

“Apabila napi tersebut tidak termasuk dalam ketiga syarat itu, pasti kita menerima pemindahannya walaupun Lapas sudah overkapasitas 300 persen. Karena beberapa minggu lalu kita juga sudah terima pindahan WBP dari Rutan Tanjunggusta Medan,” terangnya.

Menurut Nico, syarat-syarat tersebut tidak hanya berlaku untuk Lapas Tanjunggusta Medan saja, melainkan seluruh Lapas lain.

“Misalnya vonis belum ada, sulit kita untuk melakukan pembinaan lanjutan seperti perhitungan mendapat remisi. Yaitu perhitungan untuk menentukan 1/2 dan 2/3 masa pidana WBP tersebut,” pungkasnya.

Ka Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan, Rudi Sianturi berencana memindahkan napi ke Lapas Tanjunggusta Medan. Menurut Rudi, pihak Lapas menolak dengan alasan overkapasitas.

Selain itu, Rudi mengklaim bahwa pihaknya sudah mengusulkan pemindahan 100 napi, salah satunya napi berisial ZA, ke Kanwil Kemenkum HAM Sumut. Namun, Rudi tidak mengetahui kemana ZA akan dipindahkan.

“Kita sudah usulkan pemindahan 100 napi, termasuk salah satunya (ZA), ke Kemenkum HAM Sumut. Karena disini (Rutan) pun sudah ada 4.000 tahanan. Tapi itu terserah Kemenkum HAM mau pindahkan kemana,” ucap Rudi.

Pemindahan ini, terkait ZA yang sudah 4 tahun menghuni Rutan Klas IA Tanjunggusta Medan setelah divonis selama 11 tahun. Terpidana narkotika ini belum dipindahkan ke Lapas Klas IA Tanjunggusta.

Biasanya, terpidana yang dihukum selama 5 tahun ke atas akan dipindahkan ke Lapas. Keberadaan ZA yang tetap berada di Rutan Tanjunggusta dipertanyakan karena tidak dipindahkan ke Lapas.(man/ala)

Cabut Izin Transporter!

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sikap Transporter yang merupakan pihak ketiga dalam membawa dan mengelola limbah B3 dari rumah sakit, sangat tidak kooperatif saat disurati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan. Karenanya, sangat layak diberikan sanksi tegas. Seperti izinnya dicabut.

“Tentu sangat kita sayangkan hal ini. Transporter tidak mau kooperatif dalam memenuhi panggilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, guna menjelaskan proses pengelolaan milik B3 rumah sakit yang mereka bawa. Ini gak benar. Layak disanksi tegas. Cabut izinnya!” ucap Ketua Komisi II DPRD Medan, HT Bahrumsyah kepada Sumut Pos, Minggu (25/8).

Meskipun pihak Transporter telah memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup, lanjut Bahrum, pihak Transporter seharusnya memiliki tanggungjawab dalam memberikan penjelasan tentang kemana dan bagaimana cara mereka dalam mengelola limbah B3 tersebut.

“Karena yang saya tahu, pengawasan itu kan ada pada pihak DLH Kabupaten/Kota, maka DLH Kota Medan punya hak untuk menanyakan hal itu. Begitupun juga dengan pihak transporter yang punya kewajiban dalam menjelaskan kepada DLH Kota Medan,” tegasya.

Menurutynya, DLH berhak menyurati Kementerian Lingkungan Hidup agar izin dari perusahaan transporter itu segera dicabut. Karena, Kota Medan juga punya aturan yang harus dipatuhi. “Kalau mau beroperasi di Kota Medan maka ikuti dan patuhi serta berkoordinasilah dengan pemerintah setempat. Kota Medan sudah punya segudang masalah, jangan ditambah-tambahi lagi.” tegasnya lagi.

Bahrum meyakini bahwa tidak semua Transporter memiliki izin dari lingkungan hidup. “Saya yakin masih banyak perusahaan tarnsporter di Kota Medan ini yang tak punya izin atau RS yang secara sengaja mau bekerja sama dengan pihak ketiga yang tak mengantongi izin. Kalaupun punya izin pasti ada yang ‘lari’ dari izin itu sendiri, makanya dia tidak berani untuk datang dan menjelaskan prosesnya,” kata Bahrum.

Untuk itu, lanjut Bahrum, berdasarkan laporan dari berbagai pihak seharusnya pihak DLH sudah bisa melakukan investigasi terhadap perusahaan Transporter yang dimaksud. Bila tidak kunjung memenuhi panggilan, langkah itu sangat layak untuk diambil. “Kan bisa di panggil secara paksa dengan membawa petugas kepolisian kalau mereka tak mau datang juga. Investigasi, suruh tunjukkan kemana limbah itu dibawa,” ujarnya.

Bahrum menyarankan agar pihak DLH harus terus berkoordinasi dengan Komisi II DPRD Medan dalam menangani persoalan ini. “Harusnya DLH juga sampaikan ke kami, jangan jalan sendiri agar kami bisa membantu dalam persoalan ini. Kami juga berhak untuk memanggil pihak transporter itu sebagaimana kami sering memanggil bahkan mengunjungi RS-RS dalam berbagai persoalannya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, pengelolaan limbah bahan beracun berbahaya (B3) dari tiap-tiap rumah sakit di Kota Medan hingga kini masih belum jelas. Hingga saat ini DLH Kota Medan belum mengetahui kemana dan bagaimana limbah B3 yang bersumber dari rumah sakit itu dibawa dan dikelola oleh pihak Transporter yang merupakan pihak ketiga yang dipercaya oleh pihak-pihak RS dalam membawa dan mengelola limbah B3 mereka. (map/ila)

Dua Mahasiswa USU Terseret Ombak di Tapak Tuan, Rencana Wisuda Awal September 2019

HANYUT: Foto dua mahasiswa USU semasa hidup (kiri). Petugas mengangkut jenazah keduanya yang hanyut terseret ombak di Tapak Tuan.
HANYUT: Foto dua mahasiswa USU semasa hidup (kiri). Petugas mengangkut jenazah keduanya yang hanyut terseret ombak di Tapak Tuan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) tewas terseret ombak di Objek wisata Pantai Tapak Tuan Tapa, di Desa Hilir, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, Jumat (23/8), merupakan mahasiswa Fakultas Kehutanan USU dan sudah lulus meja sidang skripsin

Kedua mahasiswa tersebut adalah Antoni Marbun (23), asal Desa Parbotihan, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut dan Bonano Yogi Napitupulu (22), warga Abepura, Kota Jaya Pura, Provisi Papua.

“Keluarga besar USU berduka atas meninggalnya Antoni Marbun dan Bonano Napitupulu dalam musibah yang terjadi di objek Wisata Pantai Tapaktuan, Aceh,” ungkap Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu kepada wartawan, Minggu (25/8).

Runtung mengakui kedua korban tersebut merupakan Fakultas Kehutanan USU yang telah lulus ujian skripsi dan tinggal menunggu wisuda. Namun meninggal dunia, pihak USU tetap memproses ijazah mereka sebagai Sarjana pada Strata 1.

“USU akan segara memproses penerbitan ijazah Sarjana bagi mahasiwa yang telah lulus ujian skripsi tersebut dan akan diserahkan kepada orang tuanya pada saat Wisuda Lulusan USU tanggal 6-7 September 2019 nanti,” jelas Rektor.

Runtung menjelaskan berdasarkan informasi dari Pimpinan Fakultas Kehutanan USU, Antoni Marbun dan Bonano Napitupulu berangkat ke Tapaktuan atas inisiatif sendiri yang mendapat tugas dari Perusahaan Surveyor Indonesia melakukan survey. Bukan ada kaitan dengan USU atas kepergian mereka ke Aceh. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran oleh Tuhan Yang Maha Kuasa menerima musibah ini,” pungkas Runtung.

Untuk diketahui, dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Tim Gabungan dari SAR Aceh Selatan, TNI/Polri dan warga sekitar melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Alhasil, Antoni Marbun, berhasil temukan dalam keadaan meninggal dunia. Sedangkan, Bonano Yogi Napitupulu belum ditemukan dan terus masih dilakukan pencarian.(gus/ila)

Dianggarkan Tahun 2020, Operator Sekolah Diupah Rp600 Ribu

Markus/sumut pos RAPAT: Komisi II DPRD Medan saat rapat tentang honor operator sekolah, kemarin.
RAPAT: Komisi II DPRD Medan saat rapat tentang honor operator sekolah, kemarin.
Markus/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada tahun 2020 mendatang, Komisi II DPRD Medan menganggarkan honor sebesar Rp600 ribu untuk 427 tenaga operator di seluruh Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Kota Medan. Selama ini, para tenaga operator hanya diupah sekadarnya saja.

Ketua Komisi II DPRD Medan, HT Bahrumsyah mengatakan, selama ini pemerintahn kurang memberi perhatian kepada operator sekolah. “Kerja keras mereka dalam menyelesaikan administrasi sekolah tidak diberi imbalan. Jadi untuk ditahun 2020 kita minta honor mereka ditampung di APBD Medan,” kata HT Bahrumsyah kepada Sumut Pos, Minggu (25/8)

Bahrum mengatakan, saat membahas R-APBD 2020 dengan Disdik Medan di ruang rapat Komisi II, Sabtu (24/8) kemarin, ia menyampaikan bahwa selama ini honor para operator sekolah itu berasal dari Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Honor yang mereka terima setiap bulan dipasrahkan pada sekolah. Akibatnya, sekolah memberi honor sesuai kemampuan keuangan yang dimiliki, bahkan ada yang dibayar hanya Rp200 ribu,” katanya.

Menurut Bahrum, dalam rapat yang turut diikuti oleh para anggota Komisi II lainnya, yakni Surianto, Rajuddin Sagala, HM Yusuf, Wong Chun Sen Tarigan, Tengku Eswin dan Sekretaris Anton Panggabean itu, pihaknya akan memperjuangkan agar ke depannya nasib para operator sekolah tidak lagi ditentukan oleh kondisi keuangan sekolah yang didapatkan dari Dana BOS.

“Tugas operator itu berat, seluruh persoalan administrasi diurus operator. Contohnya keperluan administrasi sertifikasi hingga data pokok pendidikan (Dapodik). Kerja operator itu seringkali mulai siang hingga malam untuk entri data. Sebab, terkadang jaringan baru lancar ketika malam hari,” jelasnya.

Namun, lanjuta Bahrum, kerja keras itu tidak diimbangi dengan kesejahteraan dari pemerintah. Padahal, sebagai salah satu kunci utama terkait urusan administrasi sekolah, sudah sepantasnya operator diberi upah yang jauh lebih layak, bukan hanya diberi honor yang tergantung kondisi keuangan, tapi harus ada kepastian.

“Kami ingin agar honor para operator dibiayai APBD. Kita tahu, nilai Rp600 ribu itu juga sebenarnya masih kurang, tapi setidaknya sudah ada kepastian, tidak lagi tergantung dengan keuangan sekolah saat itu. Kedepannya, kita akan coba tingkatkan lagi,” pungkasnya. (map/ila)

AMPI Karang Berombak Gelar Perlombaan

azwandi/sumut pos HADIAH: Ketua Subrayon AMPI Karang Berombak, Diro Andrian memberikan hadiah kepada pemenang lomba Gebyar HUT ke-74 RI. di dekat Kantor Kelurahan Karang Berombak, Jalan Karya Dalam/Karya, Medan Barat, Sabtu (24/8) malam. (Istimewa)
HADIAH: Ketua Subrayon AMPI Karang Berombak, Diro Andrian memberikan hadiah kepada pemenang lomba Gebyar HUT ke-74 RI. di dekat Kantor Kelurahan Karang Berombak, Jalan Karya Dalam/Karya, Medan Barat, Sabtu (24/8) malam. (Istimewa)
Azwandi/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) masih dirasakan di sejumlah wilayah dengan rangkaian kegiatan. Salah satunya dilaksanakan oleh Subrayon AMPI Karang Berombak, dengan menggelar beragam kegiatan bertajuk ‘Gebyar HUT RI Ke-74’.

Ketua Subrayon AMPI Karang Berombak, Diro Andrian mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan Kemerdekaan RI ini bertujuan untuk kebersamaan warga di Kelurahan Karang Berombak khususnya. “Kegiatan ini sengaja kami laksanakan untuk memeriahkan HUT RI ke-74, agar jiwa nasionalisme di kalangan remaja tumbuh.

Kami mau menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila pada generasi muda sejak dini,” ujar Diro didampingi Sekretaris, Alamsyah Pasaribu pada malam puncak Gebyar HUT RI Ke-74 di dekat Kantor Kelurahan Karang Berombak, Jalan Karya Dalam/Karya, Medan Barat, Sabtu (24/8) malam.

Turut hadir, Camat Medan Barat diwakili Kasi Trantib, perwakilan DPD AMPI Sumut, DPD AMPI Medan, Babinsa dan Polsek Medan Barat serta Lurah Karang Berombak, Suhardi.

Dijelaskan Diro, dalam kegiatan gebyar HUT RI ini dilaksanakan berbagai macam lomba di antaranya lomba sepakbola anak, bernyanyi, balap karung, makan kerupuk, lari botol dan sebagainya. “Masyarakat sangat antusias mengikuti berbagai macam lomba dan begitu juga pada malam puncak,” ucapnya.

Diro menyebutkan, pada malam puncak disajikan beragam hiburan seperti tarian daerah asal Batak, India dan Melayu. Selain itu, ada lucky draw hingga pembagian hadiah bagi para pemenang lomba, termasuk juga pemilihan kepala lingkungan terbaik di Kelurahan Karang Berombak.

“Merayakan Hari Kemerdekaan RI sudah menjadi keharusan sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Perayaan HUT RI ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya,” tandas Diro.

Sementara, Lurah Karang Berombak, Suhardi menuturkan, kehadiran AMPI di kelurahan yang dipimpinnya telah memberikan warna. Sebab, berbagai kegiatan positif telah banyak dilakukan termasuk dalam memperingati HUT RI.

“Kegiatan gebyar HUT RI ini sangat bagus untuk mempererat persatuan dan kesatuan antar warga khususnya di Kelurahan Karang Berombak. Kegiatan yang sangat positif ini diharapkan terus berlanjut setiap tahun, sehingga dapat mengembangkan wawasan untuk mengenang perjuangan dalam meraih kemerdekaan,” ujarnya. (azw/ila)

Apindo Medan Rangkul UKM

Ketua Apindo Medan, Anton William Chandra (kanan) didampingi Bahari (Wakil Ketua Apindo Medan) saat diwawancarai disela-sela peresmian kantor baru DPK Apindo Medan di Jalan Rotan, Minggu (25/8). (M IDRIS)
Ketua Apindo Medan, Anton William Chandra (kanan) didampingi Bahari (Wakil Ketua Apindo Medan) saat diwawancarai disela-sela peresmian kantor baru DPK Apindo Medan di Jalan Rotan, Minggu (25/8). (M IDRIS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dewan Pengurus Kota Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK Apindo) Medan sedang fokus merangkul pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Medan. Tujuannya, tak lain agar bersama-sama memajukan iklim usaha di kota ketiga terbesar di Indonesia ini.

Ketua Apindo Medan, Anton William Chandra mengajak kepada seluruh pelaku UKM di Medan bergabung dan bersama-sama memajukan perekonomian di Medan. “Kita berharap Apindo Medan bisa mendorong perekonomian Medan semakin maju. Kita ingin bagaimana menambah peluang-peluang dunia usaha lagi,” ujarnya saat diwawancarai disela-sela peresmian kantor baru Apindo Medan di Jalan Rotan, Minggu (25/8).

Menurut Anton, dengan bergabungnya UKM di Apindo maka akan difasilitasi dalam mengurus perizinan usaha mereka. Sebab, dari informasi yang didapat banyak dari mereka yang mengeluhkan soal perizinan. “Izin usaha ini sangat penting untuk dimiliki para pelaku UKM. Dengan adanya izin, maka mereka bisa melakukan pinjaman ke bank sehingga menambah modal usahanya,” tutur Anton.

Wakil Ketua Apindo Medan, Bahari menyebutkan, pihaknya tengah bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bisa melaksanakan One Self Submission (OSS) atau perizinan terpadu. Artinya, dengan sistem tersebut maka nanti UKM bisa dibantu mengenai izin usaha mereka.

“Kita ingin semua pelaku UKM yang ada di Medan bisa bergabung dengan Apindo. Karena, dari sisi jumlah mereka cukup banyak namun masih banyak yang belum memiliki izin usaha. Padahal, izin usaha ini sangat penting dimiliki. Oleh karena itu, kita fokus merangkul UKM dengan tujuan memajukan iklim usaha atau perekonomian,” ungkap Bahari.

Diutarakan dia, melalui sistem OSS tersebut pemerintah pusat mendorong semua industri maupun dunia usaha memiliki izin yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB). Dengan memiliki izin, maka memudahkan UKM untuk mendapatkan bantuan modal usaha mereka. “Apindo membuka pintu kepada pelaku UKM di Medan untuk bergabung menjadi anggota, dan kita akan bantu mengenai izin usaha mereka. Selain itu, nantinya bagi UKM yang sudah tergabung kita salurkan dalam beberapa kegiatan atau event seperti pameran,” ujarnya.

Tak hanya di dalam negeri, sambung Bahari, event juga diadakan di luar negeri. Hal ini dalam upaya mendorong agar produk UKM Medan bisa dikenal di mancanegara. “Untuk bergabung dengan Apindo cukup mudah, dengan mengisi formulir dan sejumlah persyaratan di kantor. Selain itu, informasi lebih lanjut dapat dilihat dan diakses dari website Apindo,” pungkasnya. (ris/ila)

HUT ke-41 FKPPI dan Pembukaan Diklatkordya, GM KB FKPPI Sumut Siap Sukseskan Apel Kebangsaan

BERSAMA: Ketua PD II FKPPI Sumut, H Kharuddin Syah foto bersama mandataris GM KB FKPPI Sumut, Robby Damanim, Thamrin Samosir dan Faris Eka Jaulanda. usai mengikuti rapat kordinasi dengan Ketua PC se-Sumatera Utara dan GM KB FKPPI Sumut di Labuhan Batu Utara, belum lama ini.
BERSAMA: Ketua PD II FKPPI Sumut, H Kharuddin Syah foto bersama mandataris GM KB FKPPI Sumut, Robby Damanim, Thamrin Samosir dan Faris Eka Jaulanda. usai mengikuti rapat kordinasi dengan Ketua PC se-Sumatera Utara dan GM KB FKPPI Sumut di Labuhan Batu Utara, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (PD) II Keluarga Besar FKPPI Sumatera Utara akan menggelar Apel Kebangsaan dan Bela Negara dalam rangka HUT ke-41 FKPPI serta Pembukaan Pendidikan, Pelatihan, dan Pengkaderan Tingkat Madya (Diklatkordya) angkatan ke-III Se-Teritorial Kodam I BB di Korem 022 PT dan Rindam I BB, pada 11 September mendatang.

Mandataris PD II GM KB FKPPI Sumatera Utara, Robby Damanik, memastikan pihaknya akan menurunkan pasukan guna mensukseskan kegiatan yang bakal dihadiri ribuan kader FKPPI se-teritorial Kodam I BB tersebut.

Apalagi sebelumnya Ketua PD II FKPPI Sumatera Utara, H Kharuddin Syah Sitorus telah memimpin rapat kordinasi yang dihadiri sejumlah Ketua Cabang FKPPI se-Sumatera Utara dan GM KB FKPPI Sumatera Utara terkait kesiapan pasukan dalam apel kebangsaan itu.

“Ini momentum terbaik bagi kader FKPPI, karena digelar dalam rangka HUT FKPPI ke-41. Jadi kita dapat berkumpul dan saling mengenal lebih dekat lagi sesama kader FKPPI di Sumatera Utara. Kita targetkan khusus untuk Generasi Muda FKPPI Sumatera Utara, sedikitnya hadir 100 orang, dan itu bisa saja bertambah mengingat tingginya antusias kawan-kawan generasi muda untuk mendukung dan mensukseskan kegiatan yang juga bakal dihadiri Ketua Umum FKPPI, Pontjo Sutowo,” ungkap Robby didampingi mandataris lainnya, Thamrin Samosir dan Fariz Eka Jaulanda, kepada wartawan, Minggu (25/8).

Selain sebagai sarana untuk bersilahturahim, Robby juga mengaku kegiatan apel kebangsaan ini sangat bagus untuk menumbuhkembangkan rasa memiliki kebangsaan bagi kader FKPPI. Diharapkan, kader FKPPI dapat menjadi permersatu di daerahnya masing-masing dalam menjaga dan membina keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita harus turut menjaga keutuhan NKRI. Salah satunya, dengan meminimalkan konflik di daerah kita masing-masing. Dan sebagai generasi muda, kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan pengetahuan terbaik kita untuk memajuan bangsa,” ajaknya.

Sebelumnya, Ketua PD II FKPPI Sumatera Utara, H Kharuddin Syah Sitorus, didampingi Ketua Panitia Apel Kebangsaan dan Diklatkordya, Dr Erwin, berharap seluruh kader FKPPI khususnya di Sumatera Utara dapat mendukung dan mensukseskan kegiatan yang akan dihadiri Pangdam I/BB dan Ketua Umum FKPPI.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap akan tercipta kader FKPPI yang bersatu dan berdaulat. Kita ingin proses pengkaderan di FKPPI terus berlangsung agar tidak kader-kader karbitan. Jadi kalau mau jadi Ketua itu, harus mengikuti pengkaderan dulu, harus tau tentang organisasi. Bukan ujuk-ujuk bisa langsung jadi ketua,” tekan H Buyung, sapaan akrabnya saat memimpin rapat kordinasi dengan Ketua PC FKPPI se-Sumatera Utara, belum lama ini. (map/ila)