Home Blog Page 5121

Bidik 5 Pemain Baru, Wirahadi Menolak Kembali

I Made Wirahadi
I Made Wirahadi

PSMS Medan sudah melakukan ancang-ancang untuk merekrut pemain baru pada putaran kedua Liga 2 musim ini. Ayam Kinantan membidik empat atau lima pemain baru.

“Ya, kita akan membidik empat atau lima pemain baru pada putaran kedua nanti. Sekarang kita menunggu daftar pemain yang diinginkan pelatih,” ujar Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja kepada Sumut Pos, Senin (12/8).

Julius Raja mengakui, PSMS Medan memang harus bergerak cepat untuk mendapatkan pemain berkualitas. “Kita tidak bisa menunggu lama. Sebab, kalau lama, bisa-bisa pemain incaran kita diambil tim lain duluan,” jelasnya.

Meskipun belum mendapat daftar pemain dari pelatih, Julius Raja sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemain. “Ada sekitar lima pemain yang sudah saya hubungi. Mereka memberikan sinyal tertarik untuk bermain bersama PSMS,” tambahnya.

Pria yang akrab dipanggil King ini awalnya enggan mengungkapkan nama-nama pemain yang sudah dihubungi. Namun dia tak menampik ketika disebutkan nama Tri Handoko dan mantan pemain PSMS, I Made Wirahadi.

“Untuk Tri Handoko, kita sudah melakukan komunikasi, tapi belum masuk tahap negoisasi. Sedangkan Wirahadi, dia enggan pindah dari Bhayangkara, karena fokus kepada karirinya di kepolisian. Jadi tidak benar kalau Wirahadi sudah bergabung dengan Sriwijaya,” paparnya.

Sedangkan untuk nama lainnya, King menyebutkan berasal dari Liga 1. Posisi pemain tersebut adalah penjaga gawang dan bek. “Kita mencari penjaga gawang dan bertahan. Kalau soal nama, tunggu kita akan umumkan,” pungkasnya. (dek)

Skuad PSMS Tiba di Banda Aceh Tanpa Al Hadji

sutan siregar/sumut pos TINGGAL: Mohammadou Al Hadji (kanan) tidak ikut dibawa PSMS dalam lawatan ke markas Persiraja Banda Aceh, Rabu (14/8) malam besok.
TINGGAL: Mohammadou Al Hadji (kanan) tidak ikut dibawa PSMS dalam lawatan ke markas Persiraja Banda Aceh, Rabu (14/8) malam besok.
sutan siregar/sumut pos

PSMS Medan siap menghadapi tuan rumah Persiraja Banda Aceh dalam laga pamungkas putaran pertama Liga 2 musim 2019 di di Stadion Dimurtala, Rabu (14/9) malam. Skuad Ayam Kinantan sudah tiba di Banda Aceh padaSenin (12/8).

DALAM lawatan ke Serambi Mekah tersebut, PSMS memboyong 18 pemain. Dari nama-nama yang dibawa, tidak terdapat pemain naturalisasi Mohammadou Al Hadji. Dia ditinggalkan di Medan.

Menurut pelatih PSMS Abdul Rahman Gurning, Al Hadji ditinggalkan di Medan karena performanya menurun. Terakhir saat melawan PSGC Ciamis di Teladan, pemain berusia 32 tahun itu sering melakukan kesalahan.

“Kita tidak membawa Al Hadji karena performanya menurun. Saat melawan PSGC, dia banyak lakukan kesalahan. Itulah pertimbangannya kenapa Al Hadji ditinggal di Medan,” kata Gurning, Senin (12/8).

Tanpa kehadiran Al Hadji, maka Gurning dipastikan akan memasang duet Afiful Huda dengan Andre Sitepu di lini belakang. Keduanya akan dibantu wing bek Syaiful Ramadhan dan Kesuma Satria.

Sedang di lini tengah, duet Legimin Raharjo dengan Aidun Sastra Utama akan menjadi jenderal lapangan tengah, membantu trio Rendi Raputra, Eki Fauji dan Natanael Siringoringo saat melakukan serangan.

Gurning sedikit bernafas lega menghadapi laga tandang ini, karena semua pemain dalam kondisi bagus. Tidak ada yang alami cedera maupun akumulasi kartu.

“Semua pemain dalam kondisi baik. Semua pemain bisa bermain, karena tidak ada cedera atau akumulasi kartu,” tambah Gurning.

Pelatih berusia 61 tahun itu bertekad memecahkan rekor tak terkalahkan Persiraja di kandangnya. Mengingat setiap tim yang main di markas Persiraja selalu pulang dengan tangan hampa.

“Target kami lawan mereka tampil maksimal. Mudah-mudahan PSMS bisa curi poin dan patahkan rekor kandang Persiraja,” harapnya. (dek)

Honda Recall 7.330 Unit Mobil

istimewa SEDAN: Varian mobil sedan Honda City yang memiliki tampilan sporty dan elegan. Honda Recall sejumlah mobil keluaran Honda, seperti City, Jazz, CR-V, Civic, dan Accord.
SEDAN: Varian mobil sedan Honda City yang memiliki tampilan sporty dan elegan. Honda Recall sejumlah mobil keluaran Honda, seperti City, Jazz, CR-V, Civic, dan Accord.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali mengumumkan kampanye penarikan kembali (Recall) terkait airbag inflator Takata pada beberapa lini produk di Indonesia. Total yang terdampak hingga 7.330 unit.

Penggantian airbag inflator karena terdapat potensi airbag mengembang secara berlebih, yang mengakibatkan airbag pecah sehingga dapat membahayakan pengemudi dan penumpang.

Ada 5 model yang teridentifikasi di dalam kampanye recall, meliputi Accord (2003), City (2004-2008), Civic (2001-2005), CR-V (2002-2006), Jazz (2004-2008) dan Stream (2002-2006).

Honda kembali mengimbau konsumen yang mobilnya teridentifikasi, agar segera datang ke dealer resmi Honda terdekat untuk melakukan penggantian dengan komponen terbaru.

HPM sendiri segera mengirimkan surat pemberitahuan langsung kepada para pemilik kendaraan yang teridentifikasi. Konsumen juga bisa melakukan sendiri di laman www.honda-indonesia.com.

Pemilik kendaraan juga bisa menghubungi atau datang ke dealer resmi Honda terdekat untuk mendaftarkan kendaraannya, atau menghubungi Honda Customer Care di 0-800-1446-632 (bebas pulsa) dari hari Senin-Jumat, pukul 08.00 s/d 17.30 WIB.

Proses penggantian komponen airbag inflator akan dilakukan sekitar 1–2 jam, tanpa dikenakan biaya apapun.

“Honda kembali mengingatkan kepada konsumen yang mobilnya teridentifikasi recall airbag inflator dan belum melakukan perbaikan, agar segera datang ke dealer resmi Honda terdekat untuk melakukan penggantian komponen airbag tersebut,” tulis HPM dalam keterangan resmi. (jpnn/ram)

Bursa Global Suram, IHSG Berada di Zona Merah

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka positif awal pekan ini. Pagi ini IHSG dibuka pada posisi 6.306,961. Sayang, penguatan yang terjadi tak berlanjut hingga penutupan perdagangan sore ini.

Sementara nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah sore ini cenderung menguat ke level Rp 14.245 dari sebelumnya di level Rp 14.220.

Pada pra perdagangan, IHSG naik 18 poin (0,3%) ke 6.300,673. Sedangkan indeks LQ45 bertambah 5,7 poin (0,54%) ke level 996,346.

Membuka perdagangan Senin (9128/2019), IHSG melanjutkan penguatan, bertambah 24 poin (0,40%) ke 6.306,961. Indeks LQ45 juga naik 5 poin (0,57%) ke 996,719.

Pada pukul 09.05 JATS, IHSG naik lagi 22 poin (0,37%) ke 6.305. Indeks LQ45 bertambah 3 poin (0,3%) ke 994,935.

Menutup perdagangan saham sore ini IHSG melemah 31,537 poin (0,50%) ke 6.250,595. Indeks LQ45 melemah 5,576 poin (0,56%) ke 985,455.

Laju pelemahan IHSG dipicu jatuhnya jatuhnya 251 saham diikuti 147 saham yang bergerak stagnan sementara hanya 152 saham yang bergerak menguat.

Hingga sore ini, perdagangan saham secara total mencapai 420.715 kali dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,6 miliar lembar saham senilai Rp 7,3 triliun.

Saham sektor tambang jatuh paling dalam sebesar 1,24%. Total, ada delapan dari 10 saham sektoral yang mengalami pelemahan. Sementara hanya dua saham sektoral yang bergerak menguat.

Dari pasar internasional, bursa AS ditutup melemah pada Jumat lalu dibayangi ketakutan investor akan ekonomi global yang melambat setelah Presiden AS Donald Trump berkomentar bahwa ia tidak akan melakukan apa pun dalam perang dagang melawan China.

Di samping itu, para pakar melihat bahwa US tidak hanya dalam perang dagang, tetapi juga memulai perang mata uang.

Hal ini terlihat pada Bursa Asia yang dibuka menguat terbatas dan cenderung turun. Investor akan sensitif terhadap nilai tukar mata uang Yuan.

Perdagangan bursa saham Asia mayoritas bergerak negatif sore ini. Berikut pergerakannya:

· Indeks Nikkei 225 libur perdagangan.

· Indeks Hang Seng melemah 114,58 poin ke 25.824

· Indeks Komposit Shanghai bertambah 40 poin ke 2.814

· Indeks Strait Times libur perdagangan.

Saham-saham yang menguat signifikan dan masuk jajaran top gainers di antaranya adalah MAP Aktif (MAPA) naik Rp 300 ke Rp 5.675, Indosat (ISAT) naik Rp 250 ke Rp 3.600, Pollux (POLL) naik Rp 250 ke Rp 2.250 dan Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 5.800.

Sementara saham-saham yang masuk jajaran top loser di antaranya adalah Sinar Mas Multiartha (SMMA) turun Rp 2.000 ke Rp 8.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 1.475 ke Rp 21.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.025 ke Rp 72.600 dan Indo Tambang Raya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 14.650. (dtc/ram)

Harga Cabai Merah Tembus Rp85 Ribu

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MERAPIKAN: Pedagang merapikan sayuran yang didagangkan di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu lalu.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MERAPIKAN: Pedagang merapikan sayuran yang didagangkan di Pusat Pasar Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Awal bulan Agustus 2019, harga cabai merah mahal dengan harga tembus Rp88 per kilogram saat menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah.

Hal ini, mendorong pertumbuhan inflasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bulan September 2019, mendatang.

Ketua Tim Pemantau Harga Kebutuhan Pokok di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan kondisi harga cabai mahal itu, sudah masuk di level tertinggi dari jangkau masyarakat.

“Harga cabai merah menjelang Idul Adha ini, sekaligus menghantui kinerja inflasi di Sumut pada Agustus. Ditambah lagi di bulan ini masih ada perayaan hari besar lainnya seperti peringatan Kemerdekaan RI yang bisa kembali membuat harga cabai meroket,” tutur Gunawan.

Gunawan menjelaskan, tidak hanya cabai merah, harga cabai rawit juga mengalami kenaikan yang signifikan dari kisaran Rp48 ribu per kilogram di awal bulan, saat ini dijual di kisaran harga Rp70 ribuan per kilogram.

“Permintaan yang mengalami kenaikan menjelang Idul Adha menjadi salah satu pemicu meroketnya harga cabai saat ini. Dan bisa dipastikan kenaikan harga tersebut juga dipengaruhi oleh sisi persediaan yang tidak mengalami perubahan. Jika harga cabai merah bertahan di kisaran Rp85 ribuan hingga akhir bulan, maka inflasi akan kembali meroket di atas 1%,” jelas Gunawan.

Gunawan menilai bila dibandingkan kinerja harga cabai menjelang Idul Fitri, lanjutnya, maka harga cabai menjelang Idul Adha tidak begitu berbeda. Bahkan di peryaaan Idul Fitri, harga cabai merah sendiri sempat diperdagangkan di kisaran Rp120 ribu per Kg.

“Sementara itu, tren perkembangan harga daging sapi tidak mengalami perubahan yang signifikan. Di tengah permintaan yang cukup tinggi, harga daging sapai sejauh ini masih stabil di kisaran Rp110 hingga Rp120 ribu per Kg nya,” ungkap Gunawan.

Untuk sejumlah harga komoditas pangan lainnya seperti bawang, semuanya masih terpantau normal. Harga bawang merah di kisaran Rp26.500 per kg.” Sementara bawang putih sejauh ini masih di kisaran Rp30 ribu per kg, tidak begitu mengalami perubahan harga yang signifikan,” pungkasnya. (gus/ram)

Coba Melarikan Diri, Bandar Sabu Didor

Tangkap-Ilustrasi
Tangkap-Ilustrasi

KARO, SUMUTPOS.CO – Kasat Narkoba Polres Tanah Karo, AKP Sopar Budiman tak menyia-nyiakan informasi warga tentang keberadaan seorang terduga bandar narkoba jenis sabu di wilayah hukumnya.

Usai menerima laporan warga, AKP Sopar Budiman, langsung memerintahkan Kepala Unit (Kanit) I Reserse Narkoba Inspektur Dua (Ipda) M. Surbakti melakukan penangkapan terhadap Andi Fajrin Sembiring (21), warga Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe.

Mengetahui kedatangan personel Polres Tanah Karo, tersangka mencoba melarikan diri. Namun, polisi dapat mencegah upaya tersangka. “Untuk mencegah tersangka melarikan diri, petugas melakukan tindakan tegas terukur (tembak) terhadap tersangka. Setelah itu, tersangka dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan tindakan medis. Tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Satresnarkoba Polres Tanah Karo untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar AKP Sopar Budiman didampingi Kanit I Ipda M. Surbakti dan KBO Ipda Hendrik Tarigan.

Dijelaskan AKP Sopar, hasil penggeledahan di rumah kontrakan tersangka Andi, polisi menemukan 57 paket plastik kecil berisi diduga sabu dengan berat sekitar 11,67 gram, tiga lembar plastik besar berlis merah, satu unit telepon genggam, dan uang tunai Rp2,870.000.

“Terhadap tersangka kita kenakan pasal 114 dan pasal 112 dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” kata AKP Sopar Budiman. (deo)

Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif, Dua Anggota DPRD Tapteng Diadili

RUDY SITANGGANG/SUMUT POS DIADILI: Dua anggota DPRD Tapteng (kiri) berikut saksi dalam sidang, saat diadili di Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/8)
DIADILI: Dua anggota DPRD Tapteng (kiri) berikut saksi dalam sidang, saat diadili di Pengadilan Negeri Medan, Senin (12/8)
RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Tapteng periode 2015-2020, Sintong Gultom (57) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di ruang Cakra 9 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (12/8). Ia didakwa melakukan korupsi perjalanan dinas fiktif yang merugikan negara senilai Rp92.625.700.

Selain Sintong, rekannya sesama anggota DPRD Tapteng periode 2015-2020, Sideli Zendrato, juga didakwa merugikan negara melalui perjalanan dinas fiktif senilai Rp121.173.050.

Perbuatan kedua terdakwa diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001.

Diketahui, Sintong telah dijadikan DPO oleh Polda Sumut sejak 12 Desember 2018, dan ditangkap pada 25 Maret 2019.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rali Dayan Pasaribu menyebutkan, bahwa terdakwa menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD sesuai Keputusan Gubernur Sumatera Utara nomor: 188.44/110/KPTS/Tahun 2015.

Hingga akhirnya diberhentikan pada 27 Desember 2017 di Kantor Dewan Tapteng. Hal ini berdasarkan ketentuan Pasal 5 jo Pasal 35 ayat (1) dan (2) UU No 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

“Yaitu melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp92.625.700,00,” ungkap jaksa.

Kejadian bermula saat adanya perjalanan dinas ke luar daerah pada Komisi terdakwa yaitu sebanyak 49 kali mulai dari tahun 2016 dan tahun 2017.

Dalam penjelasan Sekwan DPRD Tapteng, Melky Dayan Panggabean, bahwa anggota DPRD dapat melakukan perjalanan dinas disesuaikan dengan jumlah anggaran yang ditampung pada DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran).

Dimana DPA itu sudah direncanakan, namun apabila jumlah pelaksanaan perjalanan dinas yang dilaksanakan sudah melebihi anggaran yang ditampung maka perjalanan dinas berikutnya baru dapat dilaksanakan apabila anggarannya sudah ada ditampung dalam APBD Perubahan (APBD-P).

Adapun jumlah anggaran perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah masing-masing :

Tahun 2016 sebesar Rp9.583.674.454. Pada Tahun 2017 sebesar Rp10.538.000.000.

Dimana Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 113/PMK.05/2012 tanggal 3 Juli 2012 dimana setiap yang melakukan perjalanan dinas wajib mempertanggungjawaban pelaksanaan perjalanan dinas kepada pemberi tugas dan biaya perjalanan dinas yang digunakannya.

Terdakwa yang mengetahui perihal mekanisme melaksanakan perjalanan dinas, maka setelah terdakwa menerima Surat Perintah Tugas dan Surat Perintah Pencairan Dana (SPPD) yang dkeluarkan oleh Sekretaris DPRD.

“Selanjutnya terdakwa menghubungi bendahara keuangan DPRD Tapteng untuk dilakukan realisasi penghitungan anggaran biaya dalam melaksanakan perjalan dinas keluar daerah,” ungkap jaksa. (man)

Curi Sepeda Motor Mahasiswi, Eko Babak Belur Dimassa

SOPIAN/SUMUT POS DIAMANKAN: Eko Syahputra saat diamankan di Polsek Percut.
DIAMANKAN: Eko Syahputra saat diamankan di Polsek Percut.
SOPIAN/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eko Syahputra, warga Jalan Pasar V Tembung, Gang Salak, Kecamatan Percut Seituan, babak belur dihajar massa lantaran ketangkap basah mencuri sepeda motor seorang mahasiswi, Lilis Ardiani Daulay (20) yang kebetulan berada di warung kawasan Jalan Besar Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Minggu (11/8) pukul 21.30 WIB.

Informasi dihimpun Senin (12/8), awalnya pelaku bersama rekannya berpura-pura membeli rokok di warung tersebut. Namun, setelah dipanggil-dipangil beberapa kali, pemilik warung tak menyahuti.

Secara kebetulan, pelaku melihat sepeda motor Honda Beat BK 6855 AGN milik korban, terparkir di depan warung tersebut.

Saat itu, korban sedang berkunjung untuk bertemu anak pemilik warung karena merupakan teman kuliahnya.

Melihat situasi sepi, pelaku mengambil kesempatan bersama rekannya. Tanpa buang waktu, pelaku pun mengeluarkan kunci T yang telah dipersiapkan.

Setelah berhasil merusak kunci kontak motor korban, pelaku kemudian mendorongnya.

Namun baru beberapa meter didorong, korban yang keluar dari warung, teriak maling dan berusaha mengejar pelaku.

Beruntung, teriakan korban didengar oleh warga sekitar yang kemudian membantu mengejar pelaku.

Upaya warga berhasil dan menangkap Eko di Gang H Rusli. Sementara rekannya berhasil melarikan diri. Eko kemudian diamankan dan dihajar warga. Selanjutnya, pelaku dibawa ke kantor Desa Tembung untuk diamankan dari amukan massa.

Tak berapa lama, petugas Polsek Percut Seituan yang mendapat kabar tiba di lokasi. Pelaku kemudian diboyong untuk proses hukum lebih lanjut.

Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu MK Daulay membenarkan pihaknya telah mengamankan pencuri sepeda motor tersebut. Kata dia, saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik. “Pelaku sudah kita amankan, saat ini masih dalam pemeriksaan lanjut oleh penyidik pengembangan kasus dan proses hukum,” ujarnya singkat. (ris/han)

Wanita Muda Tewas Diduga Over Dosis, DPRD Sumut: Tutup Cafe Flower

DOK/SUMUT POS AKSES: Plang Cafe Flower berdiri kokoh di depan Jalan Sei Petani, Desa Namurube Julu, Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.
DOK/SUMUT POS AKSES: Plang Cafe Flower berdiri kokoh di depan Jalan Sei Petani, Desa Namurube Julu, Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

SUMUTPOS.CO – Diskotek Cafe Flower yang berada di Desa Namurube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang diduga sarang maksiat dan lapak jual-beli narkoba.

Pasalnya, tempat hiburan milik mantan ketua OKP berinisial ST ini acap kali menelan korban, setelah menikmati dentuman musik di lokasi tersebut.

Peristiwa pengunjung yang kritis diduga mengalami over dosis boleh jadi bukan sekali ini saja terungkap. Terlebih, terungkap ada pengunjung yang kritis hingga dilarikan ke rumah sakit lantaran viral di media sosial.

Tentu kalau tidak viral, peristiwa ini tak terungkap ke publik. Tak hanya kejadian dugaan over dosis, juga banyak yang lainnya. Sebut saja seorang wanita HR yang masih di bawah umur.

Pada usianya yang masih 15 tahun, korban mengalami trauma berat. Pasalnya, gadis yang tinggal bersama orangtuanya di Binjai Timur ini menjadi korban pencabulan.

Parahnya, korban diduga dicekoki pil ekstasi hingga 3 butir yang buntutnya diperkosa.

Kasus ini sudah dilaporkan Hendra Gunawan (43) ke Polrestabes Medan, Selasa 5 Maret 2019 lalu.

Pengaduan Ayah HR diterima dengan nomor: 504/III/2019/SPKT Restabes Medan.

Hingga kini, kasus ini belum menunjukkan pencerahan. Polisi belum mampu mengungkap kasus tersebut.

Menanggapi dua kejadian ini, kalangan legislatif dari Sumut Daerah Pemilihan Binjai-Langkat mendesak, agar aparat penegak hukum dapat menutup tempat yang diduga menjadi sarang maksiat tersebut. “Dengan kejadian ini, semestinya itu harus menjadi penguat untuk ditutupnya diskotek itu. Kenapa? Karena masyarakat juga sudah berulang kali menyampaikan aspirasinya agar menutup tempat hiburan tersebut,” kata Anggota DPRD Sumut, Muhri Fauzi ketika dimintai tanggapannya, Senin (12/8) siang.

Dia berharap, kejadian ini menjadi yang terakhir. Jangan lagi ada kabar kalau nyawa pengunjung yang menikmati dentuman musik di Cafe Flower melayang sia-sia.

“Ini bukan lagi soal Deliserdang atau Binjai. Tapi, bagi kepala daerah yang peduli terhadap masyarakatnya. Apalagi dekat dengan Binjai, wajar saja itu ditutup,” seru dia.

Karenanya, Muhri akan melayangkan surat ke Bupati Deliserdang di Lubukpakam terkait keberadaan Diskotek Cafe Flower yang meresahkan masyarakat ini. “Atau nanti langsung ke aparat penegak hukum dalam hal ini kepolisian,” beber dia.

Pascakejadian HR yang berujung laporan ke polisi, Diskotek Cafe Flower sebelumnya bernama Titanic Frog pernah digerebek Polda Sumut. Seluruh alat set DJ dan pemain hingga waiters serta pengunjung yang di dalam sedang menikmati dentuman musik dibawa ke Mapolda Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut.

Atas pergerakan Polda Sumut, Diskotek Titanic Frog sempat vakum. Namun belakangan entah bagaimana, alat set DJ yang diangkut Polda Sumut disebut-sebut sudah dikembalikan.

Karenanya, tempat hiburan malam yang ditengarai banyak diisi oleh anak baru besar atau ABG ini kembali beroperasi. ST pun menggantikan namanya dari Titanic Frog menjadi Cafe Flower.

“Bisa ganti nama itu kita heran. Berarti di situ ada dugaan kolusi,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut mengakui, Diskotek Cafe Flower yang sebelumnya bernama Titanic Frog pernah digrebek. “Ya (pernah digrebek),” kata Direktur Resese Narkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Minggu (11/8).

Bahkan, Hendri terdengar kaget ketika mendapat informasi dari Sumut Pos bahwa ada pengunjung dari Cafe Flower tewas di rumah sakit. Karenanya, dia bilang, akan perintahkan Polres Binjai untuk menggrebek tempat disko yang disinyalir tak mengantongi izin tersebut.

“Kita perintahkan Polres nanti untuk grebek. Kita juga sudah pernah periksa pemiliknya (Diskotek CF). Sesuai informasimu, kita lakukan (penyelidikan). Sama Pemda juga sudah disarankan untuk ditutup,” kata Hendri.

Sebelumnya, seorang pengunjung Diskotek CF berinisial Ag mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Latersia?, Jalan Soekarno-Hatta Km 18, Kelurahan Sumberkarya, Binjai Timur, Jum’at (9/8) dinihari. Diduga, wanita muda yang masih berusia 21 tahun ini tewas karena over dosis pil ekstasi.

Video pekerja salon daerah Kelurahan Tanah Seribu, Binjai Selatan, yang menukangi pasang bulu mata itu viral di media sosial Facebook. Akun medsos Fanii Ramadanii yang ditengarai sebagai teman korban dalam video berdurasi 10 detik ini yang meposting kabar duka tersebut.

Postingan tersebut juga dibubuhi keterangan. “Turut berduka cita iya sygg. Buatt peringgatann yangg sukak dugem. Kalokk nekan obatt jangan banyak kurang banyakk beginiilah terjadinyaaa. Boleh nekan tapii sekedarnya saja. Jangan berlebihan. Bantuu doain iya buat temanteman”

Tangkapan layar status FB Fanii Ramadanii dan video yang diunggahnya viral dan dibagikan sejumlah warganet yang berasal dari Binjai. Kini, status FB Fanii Ramadanii sudah dihapus.

Informasi dihimpun, narkotika jenis pil ekstasi yang beredar di CF merek Superman dan Spongebob. Korban merupakan warga Dusun Banrejo, Desa Kwala Mencirim, Sei Bingai, Langkat. Tak diketahui persis korban datang bersama siapa ke Diskotek CF, yang sebelumnya bernama Titanic Frog (TF).

Diduga, korban bersama temannya berinisial FR datang ke CF, tempat hiburan malam milik ST yang diburon penyidik Tipidter Polda Sumut karena kasus pertambangan ilegal. Disebut FR bersamanya karena dalam video yang viral, korban masih sempat berkomunikasi dengan seorang wanita. Diduga teman wanita berkaus hitam dalam video yang viral itu adalah FR.

Saat korban kritis, FR sempat mengajaknya berkomunikasi. Namun nahas, nyawa korban yang dalam video viral mengenakan baju dan celana warna merah itu tak tertolong.

Kabar duka berembus sampai ke telinga orangtua korban. Karenanya, orangtua korban datang dan menjemput bungsu dari dua bersaudara ini untuk dibawa ke rumah.

Sesampai di rumah, kematian korban dirasa orangtua janggal. Karenanya, korban yang sudah tutup usia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai untuk otopsi. (ted/han)

Rencana ASN Boleh Bekerja dari Rumah, Pemko Medan Minta Dikaji Lebih Dalam

ASN: Dua ASN berjalan di depan kantor Wali Kota Medan, beberapa waktu lalu. Kemen PAN-RB saat ini tengah menggodok aturan agar ASN bisa bekerja dari rumah.
ASN: Dua ASN berjalan di depan kantor Wali Kota Medan, beberapa waktu lalu. Kemen PAN-RB saat ini tengah menggodok aturan agar ASN bisa bekerja dari rumah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tengah menggodok peraturan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa bekerja dari rumah. Dengan kebijakan ini, diharapkan ASN bisa meniru gaya perusahaan rintisan atau startup. Namun Pemko Medan menilai, kebijakan ini harus dikaji lebih dalam, karena membutuhkan sistem pendukung yang memadai.

“Wacana itu memang ada, tapi kan tak semudah itu. Semua butuh persiapan yang sangat matang. Setidaknya ada 4 faktor yang harus tersedia, agar sistem itu bisa berjalan,” kata Sekretarisn

Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman kepada Sumut Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/8).

Adapun ke empat faktor itu, kata Wiriya, yakni adanya hardware, software, Sumber Daya Manusia (SDM), dan sistem itu sendiri. “Jadi, kalau ada yang kurang dari salah satu faktor itu, sudah pasti sistemnya tidak bakal bisa berjalan,” ungkap Wiriya.Disebutkannya, saat ini Pemko Medan sudah memiliki server yang data centernya ada di Kominfo. Namun untuk saat ini belum bisa dipastikan, semuanya sudah bisa ter-connect antara satu OPD dengan OPD lainnya. “Nah, itukan juga butuh persiapan. Selain itu, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa mungkin masih ada satu atau dua orang anggota kita yang belum ‘ramah teknologi’, inikan butuh pendampingan lagi,” sebutnya.

Namun, lanjut Wiriya, pihaknya tidak menampik kalau kemungkinan untuk menerapkan sistem itu bisa saja terjadi. “Ya itu bisa saja terjadi, zaman kan terus berubah, begitupun dengan teknologi. Tapi mungkin itu nanti, apabila faktor-faktor pendukung itu sudah memadai,” lanjutnya.

Namun demikian, meskipun nantinya sistem itu telah dapat diterapkan, tetapi mungkin tidak dapat diterapkan di semua OPD. “Tapi kan ada juga OPD-OPD yang sifatnya pelayanan publik atau lainnya yang mengharuskan adanya PNS tersebut dikantornya,” tutupnya.

Begitupun dengan kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pembangunan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan, Muslim Harahap. Muslim menyebutkan, untuk saat ini aturan itu belum dapat diterapkan di Pemko Medan. “Itukan baru sekadar wacana. Artinya, memang bisa saja diterapkan tapi tidak sekarang. Apalagi di Pemko Medan, sistemnya belum memadai, tapi cepat atau lambat memang pasti akan mengarah ke sana. Zaman terus berkembang, kita juga tidak bisa melawan perkembangan teknologi,” ucap Muslim.

Sebelumnya, Ombudsman RI mengapresiasi rencana Kemen PAN-RB itu sembari memberikan sejumlah catatan. “Kemauan atau semangat dari Kemenpan RB adalah mengikuti perkembangan zaman di mana tidak terelakkan adanya kebutuhan seperti itu,” kata Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala di Gedung Ombudsman pada Senin (12/8).

Menurut Adrianus, rencana itu akan merombak banyak hal dalam sistem kerja ASN. Di antaranya soal remunerasi dan penilaian kinerja pegawai. “Jangan sampai lalu kemudian diperbolehkan kerja dari rumah kemudian sistem remunerasinya masih berbasis pada kehadiran,” katanya.

Untuk itu, ia menyarankan, selain membuat aturan terkait rencana itu, pemerintah juga harus mensinkronkan dan mengharmonisasikan aturan-aturan lainnya. Ia mengatakan, pemerintah juga harus mulai mengevaluasi jenis pekerjaan apa saja yang bisa dikerjakan dari rumah, dan harus hadir di kantor.

Sebelumnya, Deputi Sumber Daya Manusia Aparatur, KemenPAN-RB, Setiawan Wangsaatmaja melempar wacana agar ASN bisa bekerja dari rumah. Tujuannya agar sistem kerja di lembaga negara bisa menyerupai gaya perusahaan rintisan atau startup. Salah satu poin yang dikedepankan ialah soal fleksibilitas kerja. Artinya, ke depan PNS akan memiliki fleksibilitas kerja alias bisa kerja dari rumah. Hal tersebut merupakan salah satu indikator birokrasi yang ditetapkan Kemenpan RB. (map)